Thursday, June 13, 2019

Melihat Beberapa Bangunan Ikonik di Sekitar Alun - alun Magelang

Di suatu pagi, ketika melewati pusat kota Magelang untuk kesekiankalinya, tercetus ide ajakan dari mulut kecil si keponakanku, Celyn untuk singgah melipir menepikan kendaraanku kembali di pusat keramaian alun - alun Magelang. 

Ajakan gadis kecil cantik berwajah oriental itu tanpa pikir ulang dua kali, langsung kuiyakan. 

Sebelumnya, kira - kira tiga bulan lalu, aku juga pernah menemani dua keponakanku, Fanny dan Celyn jalan - jalan sore di alun - alun yang terletak di Kelurahan Kemirejo, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang ini untuk kegiatan mewarnai lukisan styreofoam yang digelar oleh beberapa pedagang disana. 

Saat itu mereka begitu antusias duduk anteng di bangku kayu kecil mewarnai pola gambar yang mereka pilih masing - masing, tak mempedulikan saat hujan gerimis rintik - rintik mulai turun ..., sementara omnya mereka ini mulai panik dan koar - koar meminta mereka  untuk segera meninggalkan area alun - alun ..., ha ha ha ..., tetap saja mereka berdua tak bergeming dan terus berkonsentrasi maksimal menyelesaikan polesan warna pola gambarnya dan setelah hasil mewarnai styreofoam selesai dikerjakan, mereka bawa pulang kerumah dengan perasaan senangnya. 

Di kesempatan ini, bertepatan dengan libur panjang sekolahnya, Celyn kembali mengajakku jalan - jalan di alun - alun Magelang. 


Trip Of Mine


Kedatangan kami kali ini bukan di sore hari seperti waktu itu, tapi di pagi hari saat area alun - alun tidak begitu ramai dikunjungi oleh banyak orang seperti mulai menjelang sore hari hingga tengah malam hari.
Hanya tampak beberapa orang hilir mudik mengelililingi trotoar alun - alun melakukan jogging, duduk - duduk santai di tembok pembatas tanaman beringin di tengah alun - alun dan beberapa orang tampak menikmati sarapan pagi sambil berselancar wi- fi gratisan di area kuliner yang ditempatkan berkelompok di sebelah utara. 

Dan kali ini, kami berdua datang kesana untuk melihat apa saja yang ada di alun - alun Magelang. 
Tepatnya melihat bangunan - bangunan ikonik peninggalan berusia ratusan tahun yang berada di sekelilingnya.

Letak alun - alun Magelang sangat strategis, mudah dijangkau dan posisinya berada di tengah empat arus jalur lalu - lintas utama. 

Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan alun - alun Selatan, sebelah Utara berbatasan dengan Jalan alun - alun Utara, sebelah Barat berbatasan dengan Jalan Tentara Pelajar dan sebelah Timur berbatasan dengan Jalan Ahmad Yani.


Trip Of Mine


Alun - alun Magelang memiliki pemandangan menawan dikelilingi oleh tiga pegunungan yang tampak dari kejauhan ..., gunung Sumbing, gunung Tidar, dan gunung Merbabu. 

Ruang terbuka alun - alun Magelang penataannya digarap apik dilengkapi sarana beberapa taman bunga berkelompok rapi dengan tiang - tiang lampu cantik beragam bentuk juga dilengkapi fasilitas pertunjukan hiburan dancing fountain atau air mancur menari dengan permainan tata warna cahaya memikat. 


Trip Of Mine


Pertunjukan atraksi air mancur menari atau dancing fountain dibedakan jadwal dan jam harinya.

  •  Sabtu atau malam minggu :  20. 00 - 20. 30 dan 21. 30 - 22. 00
  • Malam libur nasional :  20. 00 - 20. 30 dan 21. 30 - 22. 00
  • Minggu libur nasional : 11. 00 - 11. 30 dan 16. 00 - 16. 30


Alun - alun Magelang mulai dibuat pengerjaannya pada tahun 1812 setelah Letnan Gubernur Sir Thomas Stamford Raffles mengangkat Mas Ngabehi Danuningrat yang bergelar Adipati Danuningat I sebagai Bupati pertama Magelang. 

Selain membuat alun - alun, Adipati Danuningrat I juga membangun rumah dinas Bupati dan sarana mushola [dalam bahasa Jawa diartikan Langgar, semacam surau] yang kelak menjadi masjid besar yang tampak seperti sekarang setelah melewati beberapakali proses pemugaran. 

Pada tahun 1813 Magelang kembali lagi menjadi daerah kolonial Belanda dan mulai mengembangkan tata kota yang maju dengan mendirikan sejumlah gedung bangunan di sekitaran alun - alun Magelang yang keberadaannya tetap berdiri anggun dengan indahnya hingga sekarang ini. 
Diantaranya mendirikan bangunan :

  • Gereja Protestan Indonesia Baru atau GPIB ~ 1817
  • Kelenteng Liong Hok Bio ~ 1864
  • Gereja Santo Ignatius ~ 1865
  • Middlebare Opleiding Schol voor Indasche Ambtenaren ~ 1878
  • Water Toren ~ 1916
  • Kantor Pos ~ 1920

Setelah kami berdua menyelesaikan menghabiskan sarapan 'amunisi' sepotong roti soes krim vanilla dan segelas susu cokelat pilihanku, dan Celyn memilih camilan sosis sebagai suntikan tambahan energi, kami memulai mengitari alun - alun Magelang dan melihat dari dekat keberadaan gedung - gedung historikal. 


Dimulai lokasi terdekat dari area kuliner, yaitu Water Toren, kemudian berlanjut mengelilingi keempat penjuru.


* Water Toren

Merupakan bangunan menara air [Bahasa Belanda : Water Toren, Bahasa Inggris : Water Tower]. 

Bangunan yang terkenal sebagai Land Mark nya kota Magelang ini dibangun pada tahun 1916 oleh Herman Thomas Karsten, seorang arsitektur kenamaan berkebangsaan Belanda.

Resmi mulai dipergunakan untuk menampung sumber mata air dari desa Kalegen dan Wulung pada tanggal 2 Mei 1920. 

Karena bentuknya, menara air yang memiliki tinggi 21, 2 meter dan memiliki 32 pilar ini seringkali disebut oleh masyarakat Magelang dengan kompor.


Trip Of Mine


Bentuk bangunannya memanglah mirip dengan bentuk kompor minyak tanah bersumbu yang mungkin saat ini keberadaan kompor berbentuk seperti itu telah sulit diketemukan lagi di pasar atau pusat perbelanjaan. 

Memiliki dua bangunan melingkar di bawah dan di atas. 

Bagian bawah terdiri dari 16 ruangan dahulunya difungsikan diantaranya  sebagai ruang laboratorium, ruang administrasi dan ruang pengontrol air, kini bagian bawah difungsikan sebagai gudang penyimpanan.

Bagian bangunan diatas berfungsi menampung air sebanyak 1, 750 juta liter air untuk memenuhi kebutuhan air warga kota Magelang.

Menara air di alun - alun Magelang yang dicat berwarna biru dan putih ini masih berfungsi dan dipergunakan oleh PDAM kota Magelang.


* Kelenteng Liong Hok Bio

Lokasi kelenteng Liong Hok Bio berada di sudut perempatan jalan, di sebelah selatan alun - alun Magelang.
Tepatnya di Jalan Alun - alun selatan nomor 2, Kecamatan Magelang Tengah. 


Trip Of Mine


Kelenteng megah sangat indah dengan dominasi warna merah mentereng dan memiliki ciri khas kuat bangunan Tiongkok ini adalah bangunan kelenteng baru, menggantikan kelenteng lama Liong Hok Bio yang ludes terbakar pada tanggal 16 Juni 2014 lalu. 


Trip Of Mine


Bangunan baru kelenteng Liong Hok Bio diresmikan pada tanggal 25 Maret 2018, bertepatan dengan perayaan hari TAO. 

Kelenteng lama Liong Hok Bio didirikan pada tahun 1864 oleh warga etnis Tionghoa yang dipercaya oleh kolonial Belanda, bernama Be Koen Wie atau Tjok Bok. 

Be Koen Wie merupakan saudagar kaya raya berasal dari kota Surakarta atau Solo. 
Kedekatannya dengan pemerintah kolonial Belanda, membuat Be Koen Wie diangkat menjadi Letnan dan dipindahtugaskan di kota Magelang.
Tak lama kemudian, diangkat menjadi Kapten. 

Kekayaannya yang melimpah ruah, Kapten Be Koen Wie tergerak menghadiahkan sebidang tanah untuk dibangun sebuah tempat peribadatan Tri Dharma. 


Trip Of Mine


Kelenteng lama Liong Hok Bio sarat menyimpan sejarah, saksi bisu sejarah perjuangan masyarakat Tionghoa turut berperan serta melawan penjajah Belanda dalam Perang Jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro.


* Monumen Electrificatie

Monumen Electrificatie letaknya tepat berada di depan seberang jalan masuk pintu kelenteng Liong Hok Bio.

 Dibangun kolonial Belanda pada tahun 1924 untuk menandai sumber penerangan tenaga listrik pertamakali dialirkan masuk ke kota Magelang. 


Trip Of Mine


Tulisan dalam bahasa Belanda 'Mart 1924 Electrificatie Magelang' terukir rapi di monumen dengan bentuk tinggi meruncing dan dipoles dengan cat warna kuning keemasan ini.


* Masjid Agung



Lokasi Masjid Agung berseberangan dengan lokasi dancing fountain atau air mancur menari alun - alun Magelang. 

Awalnya bernama masjid Jami'. Didirikan tahun 1650 oleh KH. Mudakir, seorang tokoh ulama dari Jawa - Timur. 

Masjid Agung yang juga terkenal dengan nama masjid Kauman ini semula hanyalah berbentuk mushola kecil [Masyarakat Jawa mengistilahkan dengan langgar, semacam surau].

Pertamakali dipugar dipugar pada tahun 1797. 
Catatan tahun pemugaran tersebut tercatat dalam sebuah prasasti yang tertulis dalam dua bahasa, bahasa Belanda dan bahasa Arab. 
Kini prasasti tersebut tersimpan rapi berada di dalam masjid Agung Magelang. 


Trip Of Mine


Pemugaran masjid dilakukan sampai beberapakali dan pada tahun 1934 oleh Bupati Magelang V, RAA Danoe Soegondo dilakukan pemugaran besar - besaran hingga bentuk masjid terlihat seperti sekarang.



* GPIB Jemaat 'Magelang'


Gereja berdesain arsitektur Gothic dengan ciri khas memiliki menara tinggi dan runcing ini merupakan gereja tertua di kota Magelang.

Dibangun pada tahun 1817 dan lebih tua usianya dari masa Perang Diponegoro yang berlangsung pada tahun 1825 - 1830. 

Di tahun 2019 ini usianya telah mencapai 202 tahun. 

Memiliki tinggi menara sekitar 15 meter, keseluruhan dinding jendela berhiaskan kaca patri indah berwarna - warni menggambarkan kisah Yesus Kristus, dan memiliki bentuk pintu dan jendela berbentuk melengkung meruncing ke atas.

Pada tahun 2014 nama asli gereja diubah dan diresmikan oleh Walikota Magelang, dari semula bernama GPIB Jemaat 'Magelang' Magelang berganti nama menjadi GPIB Jemaat 'Beth - El' Magelang.


Trip Of Mine


Lokasi bangunan Heritage Magelang ini berada di sebelah utara alun - alun Magelang, bersedekatan dengan bangunan Water Toren. 



Setelah melihat dari dekat bangunan Water Toren yang menjadi Land Marknya kota Magelang, juga melihat bangunan - bangunan ikonik bersejarah di sebelah selatan, barat dan utara, aku dan Celyn berjalan bergandengan tangan mengarah menuju ke arah timur alun - alun Magelang yang memiliki slogan kota sebagai 'Kota Sejuta Bunga'.

Trip Of Mine


Disana terdapat patung pahlawan nasional Pangeran Diponegoro menunggangi kuda putih dengan ekspresi gagah beraninya. 
Tak jauh dari situ, hanya bersebelahan jarak terpampang tulisan besar kota Magelang. 

Trip Of Mine


Saat kami melangkah meninggalkan sebelah timur alun - alun Magelang yang berseberangan jalan dengan keberadaan lokasi gedung Kantor Pos peninggalan kolonial Belanda, eks gedung bioskop Magelang Theatre dan department store ternama ..., tampak sekumpulan pemuda tanggung usia asyik bergantian berlatih keseimbangan tubuh berdiri melajukan papan skateboard di sudut trotoar taman alun - alun Magelang diiringi musik berdentam - dentam yang dikeluarkan suaranya melalui tape recorder milik mereka.
Seru !. 


Lokasi :
Alun - alun Magelang
Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa - Tengah




261 comments:

  1. unik dan menarik design bangunannya...terutama Kelenteng Cina.
    Mantap

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas ya,..saya jug salaut dengn kelentengnya,...megah dan unik sekali

      Delete
    2. @ Tanza Erlambang & Kuanyu :

      Iyups, keren banget bentuk bangunan kelentengnya ya,mr. Tanza ..,terlihat artistik dan fotogenic.

      Delete
  2. Waaahhhhh komen keduaaaaaaaaa..
    enter dulu ah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cihuyyy masih bisa kedua hahahaha :D

      Btw, dari sekian banyak foto di blog ini, saya kok suka banget ama foto di postingan ini ya, terutama yang paling atas.
      Kereeennn banget :D

      Bukan cuman angle nya yang pas, tapi emang view nya kereenn yak, itu view gunung duuhhh bikin pengen ke situ ikutan foto-foto hahahaha.

      Enak banget ya ponakan-ponakannya, udah pada cantik-cantik, bisa ajak om ganteng yang baik hati mau ngajakin jalan-jalan.

      Baru aja terpukau dengan wajah manis Fanny, eh yang ini malah lebih imut dan cantik.

      Bikin gagal fokus.

      Hati-hati ya, bentar lagi Kuanyu dan kang Nata datang melirik nih hahahaha

      Delete
    2. waduh,..gesit juga nih teh rey,.,menempati urutan kedua,.ea,..ha-ha,.saya urutan jauh kebawah,..tapi enggak apa-apalah yang penting udah pernah menempati yang pertama,..selmat teh rey atas komentar keduanya,..wkwwkck

      mana nih ponakan mas hima,..ha-ha,..pasti lucu-lucu ya,..kenalin dong, ea,..bukan untuk jadi pacar sih tapi untuk jadi investasi,..wkwkckckk,..canda mas,..kabur,..takut dilempari batu candi,..he-he

      Delete
    3. @ Reyne Raea :

      Hahhahaha ..
      Kak Rey bisaan deh ikutan kayak ko Kuan Yu dan kang Nata yang berebut komentar di kolom komentar urutan pertama .. :D

      Terimakasih ya menyukai foto pertama, kak.
      Foto itu hasil bidikan kamera dari tangan Celyn .., dia yang kasi masukan ke aku untuk berfoto di area depan Water Toren dan ternyata pilihannya tepat.
      Angle foto jadi terlihat bagus :)

      Celyn pasti senang ketawa cengengesan nih baca komentar dari kak Rey dipuji imut dan cantik :)

      @ Kuanyu :

      Wwwkkkk ..
      Investasi ?.
      Kayak istilah di bursa saham jadinya ya, ko ...

      Blogger saham tak jauh-jauh dari kata investasi ..ckckckk :)

      Delete
    4. 😂😂😂😂,..ada-ada aja

      Delete
    5. mmmm....mmmm..mmmm.....Kayaknya ada perubahan pada Foto Modelnya, semakin semarak dan menarik, ✌😆

      #Banyak Keponakan yah Mas...?

      Mbak Rey : Mbak bisa ajah,hahahh... ohy selamat yah dah di No.02....

      Delete
    6. hahahaha, semangat rebutan komen pertamax nih saya hahaa :D

      Waaahh bidikan si cantik imut ini? :D
      Keceeehh banget, angle nya pas :D

      hati-hati yaaa, tuh para lelaki mulai melirik-lirik keponakan cantik-cantiknya :D

      Delete
    7. @ Kuanyu :

      😅😅😅


      @ Kang Nata :

      Mumpung keponakanku libur sekolah, kang.
      Jadi, punya waktu jadi fotomodel di blogku 😁

      Sejauh ini ponakanku baru ada 3 krucil, 2 cewek dan 1 cowok yang setampan saiaaa .., wkkkk 😅 #bercanda loh

      Kalau kang Nata bersedia jadi keponakanku sih, bertambah deh jumlahnya ..,hahahaa 😂

      @ Reyne Raea :

      Iya,kak Rey ..
      Kulihatin si Celyn itu berbakat berfoto dan membidik kamera.
      Tanpa diarahin, dia bisa luwes bergaya di depan kamera daan .. ,pinter menentukan lokasi berfoto yang tepat berada dimananya 😁

      Kadang senang, juga khawatir sih ..soalnya tiap kali Celyn diajak kemana, pastiii ..banyak cowok nyelentuk ngomentari cantiknya Celyn .., hahaha 😆

      Malah pernah beberapakali tuh Celyn diajak foto bareng para turis di lokasi wisata .., pak polisi juga ikutan ngajak foto bareng 😅

      Delete
    8. Berebut komentar pertama ini. Aku malah telat banget. Beberapa hari terakhir sibuk urusan dunia nyata. Maafkan.

      Di sini rame sekali... Hati2 blogger saham, nanti dijadikan investasi.

      Kak Rey, selamat.

      Kang Nata, Akangku. Halo...

      Delete
    9. What? Akang ? Akang dari Hongkong? Tuh Himawan Sant,

      Einid Shandy aja genit ke Nata boleh aku? Cuma minta

      kamu panggil aku Dek aja kagak mahu, Jahat lHO?

      Delete
    10. Einid...: Hallo juga neng...piye kabare...?? kemana ajah kebarannya..??✌😆

      Delete
    11. lebaran bukan kebaran...hahah.salah ketik..✌😆

      Delete
  3. Macam2 bagunan ikonik ada di Magelang ye, boleh jadi satu penempatan baru di kawasan berbilang bangsa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,betul kak Nurzarini.
      Di Magelang banyak bangunan historikal termasuk gedung - gedung peninggalan kolonial Belanda yang masih berdiri utuh, terawat baik dan dipergunakan sampai sekarang.

      Delete
    2. dah ramaipon turis berbilang bangse tengok bangunan di sane

      Delete
    3. wah mbak zarinii a.k.a mek ni dah sampai sinilah hahaha

      Delete
  4. Wah? Ada si kecil cellin, cellin tante kangen banget sama kamu?

    Tante pengen ketemu kamu cellin?Moga suatu saat nanti cellin

    bisa ketemu tante.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam dari Celyn, kak Tity.
      Semoga suatu saat nanti dapat bertemu :)

      Delete
    2. Amin, moga secepatnya saya, kamu dan cellin bisa

      bertemu di dunia nyata, Ya Beb?? Oh ya,saya ini

      masih muda belia beb, jadi panggilnya bok dek kek,

      jangan teteh, jangan mbak, jangan kakak. Oke?


      Delete
    3. cihuyyyy...yg tercyiduk ingin ketemuan.... ikutan dong.hahahah.....✌😆 siapa tahu bisa jadi bodyguard.hahahah....

      Delete
    4. *numpang ngikik qiqiqiqiiqiqiqiqi

      Delete
    5. @ Tity, Kang Nata dan Reyne :

      Mmmmm...mwuu..ahahahaha .. 😅 ..

      Ngga akh,
      Aku ngga atau belum terbiasa manggil seseorang di dunia online dengan langsung menyebut namanya ..

      Selalu kuawali dengan kak atau mas 😁

      Ayoo kang Nata, kak Rey .. ikutan rame-rame ketemuan bareng kak Tity juga ..

      Ntar 'kan kita jadi mengenal langsung satu sama lain, daaan ..., bisa lihat wajah aslinya kak Tity dan kang Nata 😆

      Delete
    6. This comment has been removed by the author.

      Delete
    7. This comment has been removed by the author.

      Delete
    8. Cellin kayaknya jadi "icon" artikel...hehehe

      Delete
    9. @ Tanza Erlambang :

      Hehehe, benar juga apa kata mister Tanza kalau Celyn jadi ikonnya artikel ini, terbukti pada ngomentari Celyn :)

      Delete
    10. Koment...hampir dihapus...✌😆.#nalar ajah apa maksud saya..hahahah
      .✌😆

      Delete
  5. kren-keren-keren,..alun-alunnya bikin betah banget nih mas sepertinya,..apalagi dekat dengan tempat ibadah,..jadi selain untuk menenangkan badan alaun-alunnya juga bisa menenangkan batin karena bisa beribdah dengan mudah

    dan ternyata di magelang juga ada kelenteng ms ya,..besr pula,..jadi pengen kesana juga,..sepertinya masyarakat tionghonya banyak mas ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener tempatnya itu bagus? Kelenteng mah dek mana

      -mana ada dek blitar ada? dek tanaka ada, di penjuru

      dunia pun ada.

      Delete
    2. iya ya, Klenteng sekarang ada di mana-mana :)

      Delete
    3. @ Kuanyu :

      Ayoook ke Magelang, koooo ..,ntar aku dampingi ko Kuan Yu datang ke banyak pilihan lokasi wisata disana.
      Cukup seabrek pilihannya, ko.

      Di Magelang banyak etnis Tionghoa, juga etnis lain.
      Kerennya, antar etnis dan berbeda keyakinan semuanya akur saling menghormati satu sama lain.

      Magelang termasuk kota kecil, tapi kabupatennya lebih luas.

      @ Tity & Reyne :

      Iya,betul.
      Hampir di setiap kota terdapat bangunan kelenteng.
      Tapi tentunya, setiap bangunan kelenteng punya ciri khas tersendiri, ngga sama satu sama lainnya, hehehe

      Delete
    4. Ea,..sepertinya saya daoat tawaran dari pemandi wisata nih,..gratis enggak mas 😆😆😆,..terima kasih loh mas hima,..he-he

      Enggak menyangka saya ternyata toleransinya tinggi mas ya,..salut,..kapan-kapan mau lah saya main kesana 😀

      Delete
    5. @ Kuanyu :

      Of course it's free, without charging you, ko Kuan Yu .. , hehehe.
      Dengan senang hati kudampingi acara liburannya ko Kuan Yu :)

      Delete
    6. Wiw,..membaca komentar bahasa inggris mas hima saya jadi gemeteran dan terpukau,..memang hebat master candi satu ini,..😆😆😆😆

      Delete
    7. Hahahaha,ko Kuan Yu mah bikin aku ngakak bacanya .. ,jangan suka merendah kayak gitu napaa ..

      Padahal ko Kuan Yu lebih fasih cas cis cus bahasa asing,kan ...?.
      Ngga cuma bahasa Ibggris,tapi juga bahasa Mandarin.
      Yekan ?

      Delete
  6. gambar di kelenteng itu, kalau letak caption #sayadiBeijing pasti ada yang akan percaya hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi teh ya,..karena bagus banget kelentengnya 😀

      Delete
    2. @ dear Anies @ Kuanyu :

      Hahahaa ..
      Betul juga, ya ..
      Kalau diberi caption berada di Beijing, orang akan mengira kalau aku di kelenteng negara tirai bambu 😅

      Delete
    3. Tapi hati-hati mas,..nanti dianggap hoax 😂😂😂😂

      Delete
    4. @ Kuanyu :

      Eh, iyaaa ..
      Betul juga, wwwkkkk :D

      Delete
    5. Hoax cerita lain mas hahaha

      Delete
  7. p/s minggu depan ada promotion free seat by Air Asia. ada rezeki kami cadang mahu ke Jogja... tak jauh kan, dari tempat mas ke Jogja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius nih mau datang liburan ke Jogja nih kak Anies ?.
      Surprise aku dengernya 😁

      Jarak Magelang-Jogja tak begitu jauh ditempuh, kak.
      Sekitar 1 jam.

      Kalau dari bandara Adi Sutjipto ke Magelang, waktu tempuhnya sekitar 1,5 sampai 2 jam.

      Tapi kalau dari bandara baru di Jogja bernama bandara NYIA lebih jauh jarak tempuhnya karena rencana pembuatan jalan tol terintegrasi belum digarap.

      Semoga kak Anies betulan terlaksana holiday ke Jogja dan Magelang,aku mendoakan.

      Delete
    2. insya allah... tapi dengar khabar air asia akan buka laluan baru ke Jogja. saya terlupa nama airport nya... katanya cuma 45 minit sahaja dari airport ke city town

      Delete
    3. Semoga terlaksana liburan ke Jogja & Jawa-Tengah, kak Anies.

      Nama bandara baru tersebut adalah YIA atau Yogja International Airport.
      Memang betul diperkirakan sekitar 45 menit sampai 1 jam untuk ke pusat kota Yogya dari airport baru tersebut.

      Nantinya jika pembangunan jalan tol sudah selesai, bandara baru tersebut akan terhubung dengan jalan tol di dekat lokasi candi Borobudur Magelang.

      Delete
  8. Wouw Alun-alun kota Magelang memang lokasinya strategis dan cantik ya tampilannya.
    Menurutku alun-alun kota Magelang lebih luas daripada alun-alun di kotaku.
    Karena Alun-alun di Magelang di kelilingi banyak bangunan bersejarah dan banfunan peribadatan. Tapi ada kemuripannta lho alun-alun di kota ku juga dikeliling oleh Kantor Pos Pusat, Masjid Jami dan Gereja GPIB. percaya nggak Masjid Jami dan Gereja di alyn-alun letaknya bersebelahan hanya dipisah oleh satu bangunan Asuransi.

    Wah cantik nya Celyn dengan kostum putih n pink berpose ceria. Selain Fani Celyn juga nggak kalah seru ya diajak jalan2 bareng Om nya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow, aku kagum .. di Malang tempat sista Fidy tinggal .. , masjid Jami' dan gereja GPIB letaknya berurutan, hanya dipisahkan bangunan yang difungsikan sebagai gedung asuransi.

      Itu menandakan jika .., kota Malang dari dulu seperti kota Magelang juga .., toleransi dan kerukunan berbeda kepercayaan sudah terjalin dari dulu kala 👍

      Betewe, nama masjid dan gerejanya bisa samaan ya 😁 ?.
      Udah gitu, lokasinya juga berada di sekitaran alun-alun.
      Unik tenan ...., bisa samaan kayak gitu 😆

      Alun-alun di kota Malang itu yang ada permainan Komidi Putar itu bukan ya, sista ?.
      Aku pernah melewatinya, tapi saat itu ngga mengamati bangunan-bangunan yang ada disekitarnya .. malah cuma menganga gegara lihat ada komidi putar di alun-alun,hahahaa 😅

      Salam dari Celyn untuk sista Fidy 🙂

      Delete
  9. Cantik tempatnya. Kak Feni kunjung kembali blog nye.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau kak feni mahu kunjungi blognya Himawan sant

      sampai 5000 kali gak masalah, karena kak feni udah

      pnya suami anak jadi gak akan ada voling in love,

      beda dengan yang masih gadis gini? Mudah ? Maaf

      voling in love gitu deh? Eh maaf banget jangan marah

      lho?

      Delete
    2. @ Kak Feni :

      Terimakasih sudah berkunjung melihat bangunan-bangunan ikonik kota Magelang, kak Feni.

      Siap meluncur ke tempatnya kak Feni :)

      Delete
  10. Wah sekali ke Alun Alun Magelang, dua tiga tempat bersejarah yang didapatkan. Sayangnya saya belum pernah ke Magelang. Masuk list must visit nih kalau kapan kapan ke Jawa Tengah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip, mas Cipu ...
      Magelang siap menanti dirimu, hehehe :)

      Selain bangunan-bangunan ikonik yang kusebutkan diatas, masih banyak bangunan berusia tua dan terawat apik lainnya di Magelang.

      Delete
  11. Salut deh sama mas yang satu ini. Jalan jalan ke alun alun magelang nya gk cuman wisata, tapi niat banget sampe nyari data kapan dibangunya, semasa pemerintahan siapa dkk.
    Prok prok prok
    (anggep itu suara tepukan tangan saya)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, semua tulisannya detail banget :)

      Delete
    2. @ Arlina Dwi Nur Isma dan Reyne Raea :

      Wuaah .., ngga nyangka aku diapresiasi begitu, hehehe :)

      Terimakasih ya kak Arlina dan kak Rey

      Delete
  12. Kelentengnya mantep tuh mas desain bangunannya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup bener banget? Desain bangunanya mirip kayak

      bangunan jaman belanda dulu? Kalau gak salah ya?

      Delete
    2. @ Ekoprianto & Tity :

      Betul, bentuk bangunan kelenteng Liong Hok Bio ini memang keren banget.
      Terkesan mewah dan fotogenik.

      Delete
    3. Unik mas keren deh....saya lebaran kemarin saya mudik mas...katanya mau bareng ke wonogiri? Hhhhe

      Delete
    4. Kamu wonogiri mana sih ko? Eko? Maaf yo ko, Eko nanya

      mulu? Saya mah cuma tiap harinya dek Tanaka sama

      peniwen aja yang tahu,sama dadapan doang

      Delete
    5. @ Ekopriantoblog :

      Oh iya to lebaran kemarin Mas Eko mudik ..,kok ngga berkirim kaba,jadinya saya ngga tau kalau sampeyan mudik.
      Sayang ya, padahal bisa mengeksplore lokasi wisata barengan.

      Delete
  13. tempat-tempat yang dikunjungi udah berumur "tua" semuanya, punya nilai sejarah yang tinggi, yang paling saya suka itu water toren, jarang2 ada bangunan yang bentuknya kayak kompor minyak tanah, unik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dong? Kan bangunane bekas penjajahan belanda

      dulu,Tapi kalau aku gak berani masuknya serem ? E?

      Delete
    2. @ Sabda Awal :

      Iya, betul uda Sabda.
      Mungkin, malah bisa jadi bangunan berbentuk kompor minyak tanah itu adanya cuma di Magelang , hehehe ..

      @ Tity Dwi :

      Oops, ndak serem, kok.
      Palingan ketemu noni Belanda pakai gaun putih panjang .., hahaha
      *lol*

      Delete
  14. Kalau dialun2 kayaknya bakal PW kalau nulis ditempat seperti itu, terlihat seperti adem gituh, tapi gak tahu juga sih..
    Kalau di klentengnya, shoot disana, terus kasih caption di IG belajarlah sampai ke negeri china.. hahah padahal lagi di magelang.. hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. PW? Apaan tuh artinya? Gak punya ide buat nulis

      maksudte? Kalau saya dimanapun lokasinya enjoy aja

      nulisnya selama mood baik, kesehatan membaik, kalau

      kesehatan memburuk seperti sekarang ini ya? nulisnya

      mandek.

      Delete
    2. @ Ahmad Zaelani :

      Kalau suasana pagi hari saat ngga banyak orang mungkin sih benar PW buat nulis, hehehe ..
      Tapi kalau pas suasana ramai,kayaknya ngga konsen maksimal buat nulis :)

      Eh, ada usulan lagi ngasi caption ..., hahhaaha ..
      Seolah-olah aku lagi berada di China ..

      Delete
    3. Maksud kamu capa sih Beb? Yang ngasih caption?

      Zaelani? yang kamu maksud?

      Delete
    4. ayoo...yg dipanggil dng sebutan " beb " buruan jawab, hihihi...✌😆

      Delete
    5. @ Kang Nata :

      Bbwuua ... hahahahahahaa 😂😂😂 ..

      Sumpah, aku ngakak terpingkal-pingkal baca semua komen berbalasan ini .... 😂😂😂

      SEBENARNYA ...
      Siapa sih kak Tity ini yaa ??

      Tau-tau rajin banget balesin semua komentar yang masuk ..., seakan-akan jadi kayak sekretarus pribadiku ..,hahahaha 😂

      Hayooo kak Tity .., buka 'topeng' mu .. biar kulihat wajahmu 😆
      *lol*

      Delete
    6. wkwkwkwkw, semacam kang Nata dong, ayoooo Tity... mau ngelamar jadi sekretaris pribadi nih :D

      Delete
    7. Seketaris pribadi ya enggak lah?Tar rame dunia blogger

      ya?Tar saya dibilang gadis remaja yang suka menggait

      Doi lagi?

      Delete
    8. Tity : emangnya Mas Hima Sudah Punya doi yah...😆😆😀😊, setahu kami doi nya itu bernama Mbak " Tri - POD " hahahah...peace mas hima Mohon ijin untuk mengkeruhkan suasana,hahahah.....

      Delete
    9. Ya? Enggaklah saya juga udah punya calon Taaruf, tapi

      bukan Himawan Sant, Puji Tuhan? Saya dan Arjuna Freddy

      menyatu selamanya.

      Delete
    10. @ Kang Nata & Reyne :

      Wwwkkkkk ..
      Mwmang yaaaa kang Nata tuch paliiiiing bisa buka kartuku dech ..,
      hahahaha 😂

      Pacarku nih yach bukan cuma tante Tri- Pod yang tinggalnya di samping jembatan Kapuas itu tuuuvh *lol* 😆 ..., Tapi jugaaak ... Om Tong-sis .., itu loh yang punya ukuran panjaaang dan berwarna hitam legam, ...,puas dipegangin ..
      wwwkkkk 🤣 !!


      @ Tity:

      Cieee .. ciiie ..
      Suwiiit .. swiiit

      Semoga lestari ya, abadi selamanyaaah getuuuh .. 😆

      Delete
  15. Wah jalan jalan sambil menikamti cerita sejarah nya 😃
    Hebat bersih bersih amat tempat nya terawat dengan baik
    Aplagi lihat klenteng nya bangunan nya bagus banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas Sopyan :)
      Magelang pernah dapat penghargaan Adipura Kencana sebagai kota kecil terbersih se Indonesia selama 10 tahun berturut-turut.

      Kota kecil ini memang bersih kotanya.
      Beruntungnya, warganya seperti sadar lingkungan, jadi kotanya selalu tampil bersih

      O, iya ..
      Kuperhatikan kolom blognya mas Sopyan kok kucari ngga ada atau kelihatan ya ?.

      Delete
    2. Iya kemarin di ilangin dulu soalnya lagi di edit edit 😃



      Mas jingga ada temen nya lagi idup @mas agus 😃

      Delete
    3. Kolom komentar discusnya kerem mas,..cuma sepertinya masih cool yang lama,..he-he 😀

      Delete
    4. Oh,jadi memang betul adanya kalau kolom komentar sempat menghilang .., tadinya kukirain kolom komentar sengaja disetting disembunyikan :)

      Delete
  16. Alun2, Yang menarik dikota magelang. Meski hanya Alun2 tapi sepertinya tempatnya luas. Luas dalam artian seolah2 bah tempat wisata, Atau sebuah taman yang lengkap dengan aneka hiburan dan permainan...Menarik banget tempatnya mas..👍👍

    Pastinya banyak Rongdonya atau gadis perawan yang cantik2...😱😱😱😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alun - alunya emang bagus banget terawat gitu, Eh? di

      tempat suci kayak gitu gak ada yang namanya rondo

      teles atau gadis remaja nakal, Emang lho pikir

      tempat apaan tempat cafe gitu?

      Delete
    2. @ Satria :

      Iyups, alun-alun Magelang bisa dikatakan ruang publik yang termasuk hip .., dikitari banyak bangunan keren buat kunjungan wisata, sarana hiburan dan bermacam gelaran pameran juga festival sering diadakan disana

      Hahhaaha ..
      Kayaknya ndak ada tuuch :D

      @ Tity Dwi :

      Nah loh .., sewot.
      Wwwkkkk ..

      Delete
    3. Capa yang sewot? Capa yang cemburu? Ada - ada wae kahu

      Beb?

      Delete
    4. @ Harmansyah, Kon sopo? Saya gak kenal Anda Harmansyah

      kenapa kamu tiba - tiba baca percakapanku dengan dia

      Udahlah gak usah urus campur urusan orang urusin

      urusan dirimu sendiri. Terima kasih.

      Delete
    5. Mas Harmansyah...semoga bisa berlapang dada...yah.✌😆🙈🙈🙈

      Delete
    6. Hayooo!! Lhoo...Ada yang ngambek...??? 🏃🏃🏃🏃

      Delete
    7. @ Tity :

      ..hahaha ..,, kirain sewot loh gegara baca komentar humornya mas Satria 😅

      Yowiz, ndak usah sewot,ntar cepet tuwir looh 😁

      @ Harmansyah :

      Bhahahhaa ..
      Huwidih di cie cieeein 😆
      Bisa aja deh mas Harman

      @ Kang Nata :

      Lapang dadanya mas Harman selapang lapangan .. bola ya, kaaang ...
      Lebaaaar ...
      Hahaha 😅

      @ Satria Mwb :

      Nah loh 😱

      Delete
  17. Banyak juga nih yang bisa dilihat di Magelang, padahal baru sekitar alun-alunnya. Terus tulisannya masih informatif, jadi bisa nih jadi referensi saat berkunjung ke Magelang (^^)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju gan,..selain itu tulisan mas hima ini juga sangat jelas dan padat mas ya,..sehingga tidak akan membuat orang nyasar ketika berkunjung ke tempat liburan tersebut,..he-he 😀

      Delete
    2. @ Ridsal & Kuanyu :

      Terimakasih ya buat apresiasi kalian berdua 🙏

      Iyups, kota dan kabupaten Magelang punya banyak lokasi wisata dan jenis pilihan wisatanya beragam.
      Yang paling terkenal sampai seantero dunia adalah candi Borobudur.

      Delete
  18. Lucu juga yah water toren malah dibilang kompor. mungkin karena modelnya mirip kompor sumbu dulu2 yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap? Lucu banget? Mirip sumbu kompor yang panasnya itu

      membara - bara, seperti kalau orang lagi marah, pasti

      deh kayak sumbu kompor.

      Delete
    2. heheeh.. bisa aja si mbak :)

      Delete
    3. @ Bang Day :

      Hehehe ..
      Pemberian julukannya pas banget, ya.

      Dan memang betul, sangat mirip kompor bersumbu.

      Delete
  19. I really like your photos.
    Beautiful places to visit.
    Kisses!

    galerafashion.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang ini kok gak di komentari ama Tity? *kabooorrrr *mamak suka bakar kompor nih :D :D

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. Tante rey bisanya menghina mulu?Jangan suka menghina

      saya lho? Kagak baik Tante? We?Beb aja gak marah, kok

      tante rey, kuanyu, nata marah ke saya?

      Delete
    4. Rey : iya tante...kagak baek klu menghene...#hihihi...✌😆

      TITY : saya...Ngak marah kok, BEB.....✌😆.

      Delete
    5. Duhhh tante Rey mah gak suka menghina, tapi suka mengompori, *kabooorrrr

      Delete
    6. This comment has been removed by the author.

      Delete
    7. wakakakakaakakaka, eh bener loh, sejak saat itu, baik majikannya maupun gukguknya gak pernah lagi lewat depan rumah.

      Kayaknya bener2 trauma kena omel hahahaha

      Delete
    8. Nata & Rey jaga ucapannya ya? Kayak gak punya tata

      krama saja, bilang saya anjing,Eh? Nata & Rey emang

      salah kalau orang itu komunikasi dengan Hino salah?

      Jawab:

      Delete
    9. @ Adriana Leandro :

      Thank you very much for your appreciation and your visit here.
      Greetings back from Indonesia.
      Kisses

      @ Kang Nata, Reyne Raea & Tity Dwi :

      Eheum,sepertinya ada yang miscommunication disini ..

      Yok akh,tinggalkan hal yang memusingkan.
      Dibikin selalu hepi ketawa ketiwi berkomentar malah bikin .. aseeeek.
      Bahagialah terasa duniyaaaa ..
      Wwwkkkkkk :D

      Delete
  20. ngakak di bagian water toren disebut kompor, yaiya setelah diliat-liat emang bentuknya lebih mirip kompor daripada water toren hehehe

    (jadi inget di magelang juga ada gereja merpati yang disebut gereja ayam karena bentuknya mirip ayam. berarti masyarakat magelang ini orangnya jujur jujur ya hihihihi)

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Gereja merpati emang bagus, tapi tempatnya serem

      banget, tapi kalau orang magelang itu jujur - jujur

      saya kagak yakin 185 %, capsion Anda yang bilang

      semua orang magelang jujur salah besar Agia Tiara

      Delete
    3. @ Agi Tiara :

      Hahahahaa,memang mirip banget dengan bentuk kompor minyak tanah bersumbu itu,ya :D
      Mungkin,ide pembuatannnya terinspirasi dari bentuk kompor.

      Tapi berkat keunikan bentuknya, seperti juga bentuk gereja ayam (sebetulnya nama aslinya gereja merpati) ..,bangunan mudah dikenali dan jadi landmark kota :)

      @ Tity Dwi :

      Tak ada yang serem tuh di gereja ayam sana ..

      Buktinya,aku sudah beberapakali kesana (bahkan belum sepopuler sekarang dan belum dijadikan lokasi wisata) ngga nemu hal-hal serem.

      Delete
  21. air mancurnya itu lo, kenapa pakai jadwal segala ya.
    Saya penyuka seni rupa, makanya saya suka patung itu. Patung Pangeran Diponegoro.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, kayak air mancur di taman-taman Surabaya, mancurnya ada jadwal tertentu :D

      Delete
    2. Mungkin dikarenakan besarnya beaya operasional tiap atraksi air mancur diadakan,mas DB :)

      Perkiraanku, sekali pertunjukan membutuhkan tenaga listrik yang cukup besar,bisa jadi ribuan watt untuk permainan tata cahaya lampu lasernya.

      Sip,ntar kalau mas DB pulkam ke Yogya,coba melipir ke alun-alun Magelang dan berburu foto di patung Pangeran Diponegoro.

      Delete
  22. Sejarahnya Alun-alu Magelang panjang dan ternyata keren.

    Btw, Kak Himawan baik banget ya... Suka ngajakin jalan2 keponakannya. Aku mau dong diajakin jalan2.

    Btw, tumben banget foto2nya jarang pasang wajah? Dari belakang mulu? Hehe...

    Oh ya, di alun2 sana kayaknya terawat banget ya Kak & nggak ada pengemis / sejenisnya. Kalau di Malang terawat tuh masih tahun2 terakhir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin disana orangnya kaya-kaya teh atau bisa juga karena ada satpol pp yang patroli 24 jam 😂😂😂

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. @ Einid Shandy :

      Iya kak Einid,semoga post sejarah alun-alun dan bangunan2 ikonik di Magelang ini informatif buat banyak pembaca.

      Hayook, kapan-kapan yok halan-halan bareng ..

      Berfoto ngadep belakang mulu di post ini karena ..,saat itu aku masih terlihat kucel gegara belum sempat mandi,wwwwwkk
      *lol*

      Sepenglihatanku selama beberapakali aku di alun-alun Magelang, jarang terlihat adanya pengemis atau gelandangan.
      Mungkin para tunawisma memang dilarang berada disana.
      Pengamen pun jarang terlihat,sesekali sih ada juga.

      @ Kuanyu :

      Perkiraanku ko Kuan Yu benar adanya karena di Magelang banyak pengusaha tembakau.

      Delete
  23. pertama liat foto yg dishare di sini langsung aku mikir ini tempatnya bersih terawat. pemerintah setempat kayaknya bener2 memperhatikan keindahan lokasi. mantap dah.


    btw aku jarang mampir ke sini nih mas. apa kabar?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya? Tempatnya memang bagus, terawat, dan sejuk banget,

      Yap? Kabar baik, Salam kenal dari mase Hino untukmu

      Benny

      Delete
    2. @ Beny Oki Sugiarto :

      Betul, area alun-alun Magelang ini memang terawat baik dan selalu terlihat bersih, mas Beny.

      Magelang pernah menyabet gelar Adipura sebanyak 10 kali berturut-turut dan diganjar dengan predikat Adipura Kencana sebagai kota kecil terbersih se Indonesia.

      Kabarku baik, mas.
      Terimakasih.
      Semoga mas Beny kabarnya juga selalu baik.
      Sukses ya, mas Beny.

      Delete
  24. Keren ya alun-alunnya... mencirikan kebhinnekaan di Indonesia. Sepertinya bangunan dan alun-alunnya sendiri terawat dengan baik. Top deh Magelang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tambahan mas dari saya,..jos gandos te kotos-kotos 😂😂😂😂

      Delete
    2. @ Bang Doel :

      Betul,bang Doel.
      Hampir kesemua bangunan peninggalan kolonial Belanda di Magelang sampai sekarang masih terawat sangat baik dan masih aktif dipergunakan.

      Sebetulnya masih banyak lagi gedung2 atau juga jembatan saluran air buatan kolonial Belanda d8 Magelang dari yang kuceritakan diatas.


      @ Kuanyu :

      Bhuahahhaa ..
      Jos gandos kotos-kota .. ora pakai mbledos toow 😆

      Eh, ko Kuan Yu ngerti arti bahasa Jawa ngga ya 😁 ?

      Delete
  25. Wah, keponakannya cantik banget, ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya? Cellin itu emang cantik? Cantik kemana -mana,

      seperti boneka barbie.

      Delete
    2. @ dunia kecil indy & Tity :

      Terimakasih, kak Indy dan kak Tity.
      Salam dari Celyn buat kalian 🙂

      Delete
  26. bisa sambil belajar sejarah nih bang paca postinganya kali ini, ternyata bangunanya sudah pada tua ya, bahkan di bangun sebelum saya lahir, tapi masih tetap terawat dan kelihatan bagus :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya kamu belajaro sejarah biar pinter, terus kalau

      pinter tar kamu punya pacar atau tunangan? Deh? Pacar

      atau Tunanganmu bakal sayang ke kamu.

      Delete
    2. @ Khanif :

      Saiaaaaa pun juga iyach, mas Khanif ...

      Diriku belum lahir brojol saat bangunan2 ikonik itu dibangun,hahaha 😅

      Toooss kalo gitu 😆

      Delete
  27. Udah pernah main ke Palembang belum nih kak btw? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum? Dia mah cuma dek magelang wae?

      Delete
    2. Orang asli Tanaka, tepatnya dek Desa Peniwen itu

      bahasannya juga gitu pakai kata E?

      Delete
    3. Mbak Rey : hihihi..iya Mbak, Plg = Palembang, kata " Plg " semacam kode ,jadi.kalau orangnya memang tinggal di Palembang , pasti ia sudah tahu apa itu " plg "....

      Delete
    4. hahaha, agak lucu, soalnya gak ada B nya.
      Kayak Surabaya - SBY
      Sidoarjo - SDA
      Malang - MLG
      Jakarta - JKT

      Delete
    5. B-nya suda dipinjem oleh mas Hima sebagai gelarnya, Mbak....

      " B = BEIB ".... ✌😆, mengertikan maksyud saya..? hahahah....

      Delete
    6. Om Nata dan Tante Rey tolong ya? Capsion ya yang

      coment di atas di hapus Oke? Bilang saya anjing ? Oh

      my Good? Jahat se jahat - jahatnya? Oke kawanku

      Blogger semua saya sama Himawan Sant itu tak ada apa

      - apa oke jadi Please? Capsion ya ? Harus baik.Dan

      saya asli Tanaka bukan Palembang

      Delete
    7. @ Rizy Ayu Nabila :

      Belum pernah ke Palembang, kak Rizky, hehehe ..
      Tapi kalau ke Lampung,udah pernah.

      Doain ya moga-moga aku kesampaian ke Palembang dan mengeksplore wisata disana, kak.
      Terimakasih

      @ Kang Nata dan Reyne Raea :

      Daaan ...
      MGL = Magelang

      Hahaha ..
      Kita-kita kayak lagi belajar menghafal arti singkatan, yaaach ...

      Kalau B = bukan Beib ..
      Tapiiii ... Beibek alias Bebek, temennya entok ..

      Bhuahahhaaa 😂

      Delete
  28. Fabulous impressions!Thank you for sharing and thank you for visiting and commenting at my blog!Nice to meet you! Happy weekend, greetings from Austria
    Susi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you very much for returning from your visit and thank you very much for your appreciation,

      Greetings from me in Indonesia to you at Austria.

      Delete
  29. Keren sekali bangunan ikonik disekitar alun2 Magelang,..kalau pas lewat saya kurang perhatian nih...kalau dancing fountain kayaknya udh jadi ciri khas alun2 ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak lihat bangunan ikoniknya? Wong segede itu gak

      lihat? Ngantuk kali pas lewat situ?

      Delete
    2. @ Aris Armunanto :

      Kapan sewaktu lewat alun2 Magelang lagi silahkan diekplore kesemua bangunan ikoniknya, mas Aris.
      Ketje juga kan buat fefotoan bikin dokumentasi kenangan liburan disana, hehehe

      Delete
  30. Ternyata alun2nya cantik sekali, ya. Pertunjukan dancing fountainnya berlangsung tiap harikah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya? Memang cantik banget alun - alunya, apalagi ke

      sananya sama si pacar atau calon tunangan? Wah? Mantep

      tenang ? Eeee?

      Delete
    2. @ Farida Pane :

      Ya, kak Farida.
      Alun-alun Magelang bisa dijuluki sebagai alun-alun fotogenik,ya .. dikelilingi bangunan2 berbentuk uni dan dikelilingi pemandangan gunung.

      Pertunjukan dancing fountainnya hanya berlangsung di hari2 tertentu, kak.

      Delete
  31. Pokoknya kalau mampir ke sini pasti bilang "wahhhh..."

    Bikin pengen.....😍

    Dari alun-alun magelang bisa jalan ke mana-mana, yang bikin keren lagi karena di sekitar alun-alun itu ada banyak tempat beribadah dari macam-macam agama. Wow... Berarti toleransi beragama di sana besar ya mas....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya cepetan kesana? Biar gak penasaran oke? Mak

      ayu?

      Delete
    2. @ Astria :

      Hehehe,kak Astria bisa aja deh :)
      Kudoain agar kak Astria terlaksana liburan ke banyak lokasi, termasuk ke Magelang, amin.

      Betul, toleransi agama di kota ini patut diacungi jempol dan jadi contoh buat kota lain.
      Di Magelang tak pernah terjadi selisih paham antar pemeluk agama berbeda.
      Semuanya saling menghormati satu sama lainnya.

      Delete
  32. Biasanya hanya melewati aja tuh ke Magelang, karena mau ke Candi Borobudur atau wisata lainnya. Ternyata Kota ini menyimpan ikon2 istimewa ya, kitanya aja yang kurang ngeh hehehe. Yang mirip sumbu kompor jadoel itu ternyata ada 2 lantai ya dan ada 16 ruangan :) Sekarang jadi apa? Bisa ga kita lihat2 n masuk ke dalamnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mahu lihat lebih lanjut? Ya? Datangi langsung

      tempatnya biar jelas gitu? Kalau cuma lihat dek

      artikel ya bakal mumet se mumet - mumetnya

      Delete
    2. @ Nurul Sufitri :

      Di noted ya kak alun-alun Magelangnya, ntar pas kak Nurul dan keluarga punya rencana plesiran lagi ke sekitaran candi Borobudur atau ke lokasi wisata lainnya di kabupaten Magelang ..,sekalian melipir kesana, hehehe :)

      Lihat masuk ke dalam area water toren ngga diperkenankan,kak.
      Tapi ruangannya terlihat jelas dilihat dari dekat karena jarak antara pagar dan bangunannya sangat dekat.

      Delete
  33. Lokasi jalan-jalan yang keren mas hima, kalau mas hima naik kuda putihnya pasti lebih keren... Enaknya jadi mas hima bisa jalan-jalan terus :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, mas Harman.
      Ayok mas juga jalan-jalan di sekitaran Lombok .., terus diceritakan di post.

      Sayangnya, patung kuda putihnya hanya diperbolehkan dinaiki oleh Pangeran Diponegoro, mas ...,kalau aku yang nunggang kudanya ntar aku dikira koboi ala-ala, wwwkkkk 😅

      Delete
  34. Magelang punya air mancur bernyanyi jugaa...
    Keren banget pasti yaa...
    Bandung gak punya...hiiiks~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi bandung tetap keren kok gan karena sejarahnya yang luar biasa bagi bangsa indonesia

      Delete
    2. @ Lendyagasshi :

      Wuaaah .. semoga alun-alun Bandung segera menyusul dilengkapi atraksi dancing fountain ya,kak ...
      Biar Bandung makin ngehits ;)

      @ Kuanyu :

      Iya, betul ko ..
      Bandung punya sejarah besar Bandung Lautan Api untuk kemerdekaan Indonesia ..
      Daaan ..,ngangenin .., hehehe ..

      Nulis gini sambil bayangin liburan lagi ke Bandung dan sekitaran sana :)

      Delete
  35. si cantik Celyn muncul lagi...wow bangunannya keren-keren mas..
    seru kayaknya jalan-jalan di alun-alun Magelang ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tante monica, si Cellin itu cantik banget? Cantik

      ke mana - mana gitu? Kayak boneka barbie ya?

      Delete
    2. @ Monica Rampo & Tity Dwi :

      Terimakasih, salam dari Celyn.
      Celyn ketawa ketiwi nih ikut baca komentar dari kalian berdua.

      Kapan ada waktu luang ,monggo melipir liburan ke alun-alun Magelang, kak :)

      Delete
  36. Aku pernah ke alun-alun ini, tapi udah lama..sempat maghriban di masjid dekat nya itu..trus njajan di angkringan. Rame banget kulinerannya..cuma waktu itu blm ada air mancur menari..

    Kapan ah, ke alun2 magelang lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huweladalaaaah ..
      Mantul tenan kuy kak Tri pernah nongki di alun-alun Magelang ...,hehehe ..
      Ayook, kapan diulangi lagi kesana, kak.

      Ntar kalau mau kesana lagi dicatat jadwal pertunjukan dancing fountainnya ya, kak ...
      Atraksi tata lampunya keren daaaan .. hampir bisa dipastikan penontonnya selalu bejibun kayak dawet, hahhahaha 😅

      Selain lokasi dancing fountain, kelenteng juga jadi lokasi antrian panjang pengunjung gantian berfoto2 ..., apalagi kalau malam lampu lampion merah kelentengnya dinyalakan tambah bikin ketje tampilan foto.

      Delete
  37. Replies
    1. Thank you very much for your assessment.
      Greetings from Indonesia, friend.

      Delete
  38. Naggghhh,, kalau ini saya pernah kesini.. Dulu, pas kuliah (tua banget yah, dulu) hampir tiap 1 bulan sekali selalu main ke magelang. Soalnya ada 1 teman, asal cilacap. dan punya rumah di Magelang, jadi kita sering main kesana. Paginya biasanya jalan2 ke alun2 ini.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantuuuul ...,
      mas Bayu si pria mochi ini ternyata rajin banget ngapelin alun-alun Magelang ..,eh# kok ngapelin ..,kayak ke pacarnya saja, wwwkkk 😅
      Tiap satu bulan sekali pasti disempetin nongki disana, apik ya mas . hehehe ..

      Kebetulan nih mas Bayu punya temen di Magelang,ntar pas ambil cuti tahunan liburan ke Magelang lagi,maas ...

      Delete
  39. Beautiful Magelang with a nice temple !!

    ReplyDelete
  40. kalau emang punya naluris phootograper setiap sudut tempat bisa menghasikan moment luar biasa semua tampak indah

    ReplyDelete
    Replies
    1. @ABD Kadir Rusdi, dia mah bukan Photografer,kalau

      ingin buat Viu jadi nampak indah itu ya harus ada

      tekniknya bukan asal jebret sana - jebret sini gitu

      mas jepang?sama kayak dunia arsitek gitu?

      Delete
    2. @ Abd Kadir Rusdi :

      Terimakasih komentarnya mas Rusdi.

      Delete
  41. Abis baca ini aku langsung googling sekitaran Alun-Alun Magelang di GMaps, ternyata emang byk tempat instagaramble ya di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya? Mak Cantik, di Gmaps mah lebih mudah cari tempat

      instagramabel, mulai dari alun - alun magelang,

      ayana spot selvie, terus yang itu tempat buat foto

      prewedding pun tempatnya juga bagus banget

      Delete
    2. @ Ursula Meta Rosarini :

      Iya,kak Ursula.
      Ngga cuma di sekitaran alun-alunnya saja apik buat fefotoan,tapi banyak sudut lain kota Magelang yang juga instagramable, ketje buat fefotoan.

      Masih di dekat alun-alun Magelang juga terdapat bangunan gereja peninggalan kolonial Belanda yang apik bentuknya, kak.
      Namanya gereja Santo Ignatius.

      Gereja Santo Ignatius ngga kusertakan di post ini karena letak posisi bangunannya bukan disekeliling alun-alun, tapi agak ke pinggir.

      Delete
  42. Yea..
    Celyn is back..
    wkwkwkwk..

    ditunggu dari lama lho baru diajak lagi celynnya..
    hehe..
    Magelang memang jos lah..
    Pengen seharian ada disini muter-muter melihat kemolekan kotanya.
    Yang monumen itu saya kira tugu jogja lho mas..
    hahaha..
    mirip soalnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. @ de eka sas :

      Yeah, Celyn is back in here 😁.
      Mumpung dia libur sekolahnya, bli Eka .., jadi bisa diajak ngetrip barengan.
      Dan kebetulan, Celyn tuh selalu semangat empat lima kalau diajak jalan-jalan,malah tak jarang dia yang merengek minta dolan kemana.

      Ayook kapan ada waktu luang,liburan ke Magelang,bli ..
      Kuanterin ngubek2 keindahan kotanya wis 😉

      Iya yaa ..
      Kalau dilihat sekilas benar apa kata bli Eka kalau bentuk monumen penerangan listrik itu menyerupai bentuk monumen Tugu di Jogja 😆
      Warnanya juga ..



      Delete
  43. alun-alun tuh memang ramainya di sore sampai malem hari ya mas hima. jadi sepi deh kalo pagi2..

    tapi kalo mau ambil foto emang enaknya pagi2 yaa.. karena sepi, hasil foto jadi lebih ciamik kayak foto2 nya mas hima.

    btw, keponakannya cakep yaa ngga kayak om nya.. #eh #monmaap :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Ya? Iyalah Omme gak pernah totok aura Mbak makaene

      wajahnya kusam gitu? Wong di kasih tahu suruh

      perawatan malah diemin gitu?

      Delete
    3. @ Thya :

      Yoi, kak Thya ..
      Kalau buat hunting foto sih memang enakan pagi hari karena areanya ngga penuh manusia kayak dawet ..,hahaha ..

      Tapi kalau buat nongki seru bareng temen2, enaknya menjelang sore sampai malam.
      Banyak jajanan murah disana,kak.

      Mohon maafnya kumaafin, kak .. hahaha ..

      Delete
  44. Meski sebuah alun2 tapi trends juga tempatnya seolah kita tak perlu jauh2 untuk mencari tempat hiburan untuk menghilangkan jenuh setelah sibuk dengan aktivitas sehari2..😄😄

    ReplyDelete
  45. Mantap kali bang komen nya buanyak buanget :D hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  46. Kelentengnya bagus. Yang saya suka dari bangunan seperti klenteng itu detail seninya. Apalagi warnanya yang eye catching banget.

    ReplyDelete
  47. sedap ya sekarang magelang penataan kotanya. dulu sempat nginap di tempat kawan di magelang pas libur tahun 2004 magelang terbilang kota yang sederhana. sekarang sudah benar-benar berubah dan menyuguhkan bangunanan yang patut untuk di banggakan.

    ReplyDelete
  48. Sangat informatif dan runtun mas, keren nih..

    ReplyDelete
  49. Ternyata alun-alunnya keren sangat yak. Bikin betah warga Magelang untuk no nongkrong di alun-alun.

    Jalan-jalan santai enaknya memang sore hari, setelah seharian lelah beraktivitas...

    ReplyDelete
  50. Magelang, saya taunya di Magelang itu candi Borobudur aja..

    Fotonya bagus-bagus pengambilan sudut gambarnya oke banget..

    ReplyDelete
  51. magelang euy
    buru2
    ngeliat tiket kesana
    hehe

    ReplyDelete
  52. Akhirnya baru bisa balik lagi berkunjung ke blognya mas Himawan. setelah lama sibuk dengan dunia nyata. hehe.

    Btw, foto cewek itu siapanya mas Himawan? anaknya kah? cantik banget. Kalau masih umur 18-20an, boleh dong dikenalin sama saya. Lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Zai? Itu mah si Cellin keponakannya si mase

      Himawan Sant, emang cantik pisan si Cellin, tapi

      sayang cellin umurnya masih 7 tahun, Mas Zai jadi

      belum boleh pacaran. Oke?

      Delete