Sunday, May 5, 2019

Namanya Tetap Candi Bubrah, Meski Tak Lagi Bubrah

Candi Bubrah keberadaan lokasinya terletak diantara candi Sewu dan candi Lumbung. 

Merupakan candi Buddha yang terletak di dalam komplek taman wisata candi Prambanan. 

Meski berada dalam satu kompleks dengan candi Prambanan, secara administratif letak lokasi candi Bubrah, bukanlah berada di Daerah Istimewa Yogyakarta sama halnya dengan letak admistratif candi Prambanan.
Tetapi candi Bubrah (Bahasa Jawa = rusak, berantakan) berada di dusun Kelurak, desa Tlogo, kecamatan Prambanan, kabupaten Klaten, Jawa - Tengah. 


Trip Of Mine
Tangga menuju bilik candi Bubrah


Nah, jadi tau, ya ..., kalau memasuki taman wisata candi Prambanan dengan tiket berbayar 40K untuk turis domestik dan 350K untuk turis mancanegara itu, tak hanya berkesempatan mengeksplore keindahan memesona candi Prambanan yang lekat dengan legenda cerita rakyat Tanah Jawa tentang Roro Jonggrang disana, tapi juga berkesempatan mengeksplore keeksotikan 3 candi lainnya = candi Sewu, candi Lumbung dan candi Bubrah. 

Candi Bubrah rangkaian candi terakhir yang kudatangi setelah menjelajahi ketiga candi lain sebelumnya.

Dari ketiga lokasi candi yang berada di dalam taman wisata candi Prambanan, sengaja kudatangi ketiganya dengan cara memilih tak ikut naik numpang duduk manis diantara beberapa pilihan sarana transportasi berbayar yang tersedia disana, begitu juga saat aku menuju ke candi Bubrah ini.
Tapi sengaja kupilih dengan cara berjalan kaki demi merasakan rekam jejak kehidupan masa silam yang pernah terjadi pada abad ke 8 ..., saat candi - candi mengagumkan arsitekturnya ini dibangun. 
Begitu ceritanyaaa ..., meski setelahnya, kaki terasa gempor heboh juga ..., wwwkkkk πŸ˜†.

Betewe anyway busway, sesampai di dekat halaman candi Bubrah yang dibatasi oleh pagar berteralis besi mengelilingi candi, aku ngga langsung memasuki pekarangannya dan mengeksplore ke seluruh bagian candi yang penyelesaian rekonstruksi ulang pada tahun 2017 silam dan menurut informasi yang kuperoleh menghabiskan dana pemugaran yang fantastis angkanya, sekitar 13 milyar.

Tapi memilih duduk anteng duduk di bedeng pos sederhana di sebelah pagar candi buat menghimpun ulang tenaga setelah berjalan kaki menyusuri jalanan taman ditemani panas teriknya sang mentari (ceileeeh  ..., gaya bahasaku iniii ..., romantis - romantis gimana getoooh ..., ha ha ha πŸ˜…) dan juga mengesplore ke semua bagian ketiga candi sebelumnya ..., candi Prambanan, candi Sewu dan candi Lumbung. 

Terasa capek juga berjalan kaki sejauh itu, say ..., sayuran maksudnya *lol* . Bayangin, menyusuri area seluas 39,8 hektar dan memasuki area candi satu persatu, terus ditambah cuaca panas saat itu rasanya ..., sesuatu banget, loh. Rasanya badan jadi meleleh. 
Loh ?, ..., lilin kaleeeee akh .., meleleh ha ha ha πŸ˜„.

Beruntung saja, didalam tas selempangku masih tersisa persediaan 1 botol cairan ion pengganti tubuh.
Lumayanlah, buat menyegarkan badan.

Tau gitu, tadi menyewa payung saja di halaman awal kedatangan di dekat area parkir dan di dekat area pembelian tiket. 
Sampai disitu, sambil masih duduk selonjoran kaki terselip penyesalan dalam hati dan merasa kasihan juga, kenapa tadi kuabaikan kejaran seorang ibu penyewa jasa payung menyodorkan ke aku untuk menyewa payung miliknya.
Eh, tapi ... , cowok siang - siang panas tanpa hujan turun, kok ..., payungan, ya ?. Akh, ngga apa - apa juga, keleees ;) .


Trip Of Mine


Dinamakan candi Bubrah oleh masyarakat setempat dikarenakan saat pertamakali diketemukan memang dalam keadaan nyaris rata dengan tanah, hanya berupa sisa pondasi candi, sebagian kaki candi dan bebatuan candi yang berserakan. 

Kerusakan itu semakin diperparah dengan penggunaan batu candi dan arca - arca yang berjumlah sangat banyak sebagai material pondasi benteng pertahanan pada saat terjadinya Perang Jawa yang terjadi pada tahun 1825 - 1830. 

Keberadaan candi Bubrah pertamakali diketemukan kembali oleh FC Lons, merupakan seorang utusan dari VOC saat beliau mengunjungi keraton Mataram yang kemudian dikenal dengan nama keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Kemudian pada tahun 1807, H.C Cornelius membuat sketsa gambar candi Bubrah. 

Pemugaran candi Bubrah terselesaikan pada tahun 2017, setelah 4 tahun lamanya dilaksanakan pemugaran. 


Trip Of Mine


Candi Bubrah adalah candi Buddha dan diperkirakan dibangun semasa dengan candi Sewu dan candi Lumbung.
Dibangun oleh Sri Maharaja Rakai Panangkaran pada abad ke VIII. 

Dikisahkan, atas usulan dari ayahandanya, Sri Maharaja Rakai Panangkaran pemimpin dari dinasti Syailendra ini awal mulanya adalah seorang pemeluk agama Hindu kemudian berganti keyakinan menjadi seorang Buddhist.
Ia sangat taat dalam menjalankan ajaran agama Buddha dan banyak mendirikan candi - candi untuk pemujaan, termasuk mendirikan candi Sewu.

Namun sayangnya, sebelum bangunan - bangunan suci dengan tehnik arsitektur mengagumkan itu rampung pengerjaannya, Sri Maharaja Rakai Panangkaran telah wafat.
Peresmian candi Bubrah dilanjutkan oleh penggantinya, Rakai Panaraban. 

Candi Bubrah dibangun sebagai simbolisasi pengabungan 2 konsep mandala, Vajradatu mandala dan Barbhadhatu mandala.
Dalam kepercayaan Hindu, kedua konsep mandala itu dikenal dengan Lingga dan Yoni, merupakan lambang penyatuan kesempurnaan alam semesta. 


Trip Of Mine
Arca Lingga Yoni yang tak lagi utuh bentuknya.
Kok, unik juga, ya ..., ada arca Lingga Yoni di candi Buddha.


Meski sekarang ini candi Bubrah telah berdiri utuh, cantik kembali seperti bentuk awalnya ..., tak lagi bubrah rusak berantakan ..., namanya tetap dipertahankan seperti saat penemuannya kembali, candi Bubrah. 

Sekeluarku dari area candi Bubrah, setelah mengelilingi dan memasuki bilik candi tunggal dan menghadap ke arah timur ini, kulihat lagi seorang petugas keamanan sedang berpatroli melintas mengendarai motornya di jalan beraspal di tengah taman berpohonan cukup rindang.

Trip Of Mine
Candi cantik yang tak lagi bubrah


Dasarnya orang Jawa tuh, ya ..., ramah - ramah, meski ngga saling mengenal sebelumnya, hampir sebagian besar dari mereka, pasti disempatkan melempar senyum disertai anggukan jika bertemu dengan siapapun.
Begitupun petugas berusia matang itu saat berpapasan denganku yang mulai tampak kucel kelelahan, menebarkan senyumnya sambil terus melanjutkan melajukan motornya, tanpa mampu dia membaca raut wajah kelelahanku dan tiada peduli dengan diriku.
*lol*

Rasanya saat itu juga, pengin kulambaikan tangan ngasi kode ke dia untuk diperbolehkan ikut nebeng mbonceng motornya, ya setidaknya sampai di batas pintu teralis besi berputar sana, tempat pintu keluar area candi taman wisata candi Prambanan yang letaknya masih cukup jauh juga ditempuh dari lokasi candi Bubrah begitu.
Tapi kubatalkan.

Tetiba, terlintas khayalan di pikiran, takutnya petugas keamanan itu nyeletuk,
"Heyyy ..., nebeng ?, ngga salah ... ?. Emang gue ..., t. o. p ..., tukang ojek pengkolan, getooooh ... ".
Wwwwkkkk πŸ˜‚!. 


Lokasi :
Candi Bubrah
Dusun Kelurak, Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa - Tengah

Tiket :
Karena berada dalam satu kawasan wisata candi Prambanan, tiket masuk berikut tiket kunjungan untuk ke candi Bubrah.
• Wisatawan lokal, Dewasa 40K, Anak - anak 20K
• Wisatawan Mancanegara 350K
[Info harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah]

Jam Operasional :
06. 00 - 17. 00





268 comments:

  1. Kirain candinya tetap bubrah, eh sudah cantik rupanya. Nama hanya tinggal nama.
    Oh ya, besok-besok kalau mau jalan kaki jangan lupa bawa cream kak, biar kaki tetap sehat dan tidak memiliki ide cari nunutan, hehehe.

    Arcanya memang diletakkan asal atau ada aturannya itu kak? Saya lihatnya jadi kayak mistis, apa penglihatan aja ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuul .., hehehe, nama hanya tinggal nama.
      Sudah ngga bubrah lagi, tapi menjelma jadi cantik kembali.

      Baiqlah, akan kuturuti saran dari kak Qudsi bawa perbekalan cream pereda pegal linu, biar ngga terasa gempor wwwkkkk :D

      Arca Lingga Yoninya ditempatkan di tengah bilik dalam, entah itu posisi diletakkannya mengikuti seperti saat candi diketemukan kembali atau di posisi berbeda.

      Iya,sih terkesannya rada mistis auranya.
      Dari ketiga candi lain yang sebelumnya kudatangi, aku merasa ada mistisnya justru di candi yang hampir sebagian besar materialnya baru ini, kak.
      Entah apa penyebabnya.

      Delete
    2. Udah lama gak explore candi kalau main. Jadi pengen main ke candi. Teringat bulan puasa kemarin ke candi. Sepi memang karena puasa. Tapi panasnya lumayan :D

      Delete
    3. Hayuuuk, liburan ke candi lagi, mas Andi ;)

      Nah, kalau pas bulan puasa begini, tepat waktunya buat mengeksplore candinya, areanya ngga dijejali banyak pengunjung, kan ?.
      Hasil foto juga ngga kelihatan kayak 'dawet', bocor kemana-mana wwwkkk ..

      Cuma, ya itu .., benar kata mas Andi, kalau mengeksplore candi seperti di candi Prambanan ini, atau juga di candi Borobudur di bulan puasa bakalan kudu nyiapin tenaga ekstra, dobel malah hehehe :)

      Delete
    4. Iya mbak Falkhi kalau saya masuk candi yg dalamnya ada Lingga Yoni hawanya pasti terasa agak beda, ada nuansa mistis

      Delete
    5. Candi Bubrah (Bahasa Jawa = rusak, berantakan) atau ...ajur mumor

      Klaten, Jawa - Tengah memang banyak memiliki situs-situs bersejarah seperti candi,

      Menurut pakar arkeologi, Jawa Tengah merupakan centernya yang paling banyak mendominasi peninggalan candi - candi yang syarat dengan sejarah...

      Delete
    6. > Aris Armunanto :

      Sedikit berbeda dengan kak Qudsi dan mas Aris yang merasa ada mistisnya lihat arca lingga yoni, kalau aku malah sengaja memegang sebentaran arca lingga yoni .. hahaha ..

      Kulakukan megang arca lingga yoni bukan karena terpengaruh adanya mitos yang seringkali kedengeran di tengah masyarakat, loh ..., katanya bikin lelaki kuat perkasa hahaha ..

      Tapi kulakukan karena penasaran saja dan memang .., terasa ada gelombng getaran misterius saat menyentuhnya.


      > Asnaji :

      Opo kuwi 'ajur mumor' ?.
      Ajur memar ya, mas :) ?

      Betul banget apa yang disamaikan mas Asnaji, kalau Jawa-Tengah (terutama Jogja dan Magelang) merupakan pusatnya sejarah Mataram Kuno.

      Delete
    7. serius kak ada gelombang elektromagnetik yang mengaliri tubuh ketika memegang arca nya? *Serius nanya*

      Delete
    8. Mas Aris: Jadi gak berani masuk candi ya mas, hehehe

      Kak Himawan: Emang betul ada getaran anehnya waktu megang kak? Duh, bikin ngeri kak apalagi kak Himawan cerita kalau bagian dalam candi berubah punya efek beda, hiiii

      Delete
    9. >> Icha dan Qudsi :

      Wuaah ngga nyangka ini .., penjelasanku mengenai gimana rasanya memegang arca lingga yoni direspon kak Icha dan kak Qudsi hahahaha ..

      Akh, palingan itu terjadi karena perasaanku saja kok, kak.
      Namanya juga memegang atau menyentuh benda ribuan tahun silam, pasti ada perasaan berbeda.

      Buat membuktikannya, cobalah kapan-kapan pas ke candi kak Icha dan kak Qudsi jangan lupa juga menyentuhnya ;)
      *ketip mata ngasi kode*
      Hahahhaa

      Delete
  2. Wahhh yang mancanegara mahal juga ya, tapi ya duit duit orang luar biasa lah ya wuehehe.. Wahhh ke candi candi semua nih post nya, mantap :D, kapan kapan saya juga mau menjajal hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hu'um nilai mata uang negara bule mah segitu ya termasuk murah buat mereka.
      Kalau untuk kita .. wuaooauw :D

      Ayoook, kapan ada waktu liburan kesana, ntar sesudahnya diceritain ke kita-kita, ya ;)

      Delete
    2. Wahhh setelah ibadah puasa aja nih mas, bisa bisa batal nanti kalau berlebihan aktivitasnya wuehehe

      Delete
    3. Siyap, bosquh ;)

      Kalau pengin lebih leluasa mengeksplore ke semua bagian candinya,lebih baik datangnya pas hari libur nasional karena pasti areanya bakalan penuh pengunjung,mas.

      Di hari biasa saja cukup banyak wisatawan :)

      Delete
  3. Rasanya kat Malaysia ni ada juga candi tapi saya tak pernah pergi pun..btw tak jauh ke nak jalan kaki tu? Nampak macam panas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jauh jarak candi satu ke candi lainnya, kak.
      Cukup panas pula cuaca disana, terutama saat siang hari.
      Memang ada baiknya bawa perbekalan payung, atau juga menyewa payung disana.

      Delete
    2. Ternyata gak cuma saat hujan ya harus sedia payung berarti peribahasa sedia payung sebelum hujan harus di ubah sedia payung sebelum panas dan hujan hehehe

      Delete
    3. Betuul itu, kak wwwkk ..

      Nyatanya peribahasa yang kita kenal dalam pelajaran bahasa Indonesia itu bener banget ..

      Delete
  4. Hebat juga Candi Bubrah ini yaa...dari yang semula rata bisa dibangun lagi cantik dan anggun begini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, lewat kepiawaian tangan seniman candi yang semula diketemukan nyaris rata dengan tanah ini, sekarang berhasil berdiri utuh lagi.

      Itu saja prosesnya memakan waktu 4 tahun dengan kelengkapan tekhnologi yang ada sekarang ini.

      Jadi kebayang, dulu perlu berapa tahun lamanya pembangunan 1 candi dengan peralatan tak secanggih sekarang ..

      Delete
    2. mantap emang kak hiawant.. tangan2 seniman memang sudah dianugerahi memiliki keterampilan luar biasa ya kak...

      Delete
    3. > Vika & > Asnaji :

      Iya, ka dan mas.

      Ini membuktikan kalau dari dulu Indonesia punya banyak seniman berbakat.

      Delete
  5. Yeayyy..lumayan..masih awal, jadi ga jauh-jauh scroll ke bawah

    Lucu juga ya kalau mas Himawan misalnya jalan-jalan sambil payungan he he
    Jadi di dalam tas selempang ga ada cemilan mas?
    Eh btw candi bubrah nya bagus juga ya mas, kalau ga baca sejarahnya dan ga ngerti kata bubrah pasti ga bayangin kalau dulu itu adalah candi rusak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeayy horayy .. wwwkk, kak Monica dapat posisi komen rada awal kali ini :D

      Coba ya sesekali akan kubuat foto liburan pakai payung, tapi .. jangan diketawain yach ha ha ha.

      Camilan sih bawa,kak.
      Cuma saat itu keburu abis sebelum nyampe ke candi Bubrah .., he he he :)

      Senang rasanya lewat post ini info tentang sejarah dan nama candinya diketahui oleh kak Monica dan pembaca lainnya.

      Delete
  6. candi bubrah ini hampir mirip seperti candi-candi sebelumnya yah mas hilmawan,..warnanya sama-sama abu-abu dan terbuat dari batu,..wkwkckk,...canda mas,..he-he

    enggak nyangka ini candi udah ngabisin dana 13 miliar untuk pemugarannya, kalau dilihat dari foto sih enggak terlalu besar mas ya candinya,..tapi kalau disandingkan dengan mas himanya yah gedean candinya

    pas mas kesitu panas mas ya cuacanya,..jangan pakai payung mas,..laki-lakikan harus kuat,..buka baju aja mas hilmawan, terus beli ekstra jos diwarung,...terus sambil buka baju sambil diminum ekstra josnya biar kayak ade rai,..widih,..wkwkckk

    ngomong-ngomong di jawa banyak candi mas ya,...sepertinya budaya di sana akan seni dan bangunan itu tinggi sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. wwkwkkwkw, meski kocak, tapi ini beneran loh, sekilas candi ini mirip candi di Pasuruan Jatim.
      Hanya lokasinya aja yang beda.

      Memang candi itu sekilas sama, karena sama-sama dibuat dari batu :D

      Delete
    2. @ ko kuanyu: mas Himawan perlu dikasih golf cart, biar ga kepikiran payung, atau mau kasih-kasih kode gitu

      Delete
    3. @ Kuanyu :

      Wwwkkkkk ...
      Karena terbuat dari batu, warnanya memang sama seperti candi-candi yang udah pernah kudatangi,ko.

      Tapi ada juga loh ... candi yang warnanya berbeda.
      Bukan pink loh ya .. , hahaha .., tapi kecoklatan gitu, karena dibuat dari susunan batu bata.
      Kalau ngga salah,adanya di Jawa-Timur sana, ko.

      Aslinya ukuran candi Bubrah ini besar, ko.
      Ngga kelihatan imut kayak di foto :)

      Bhuahahhaa ..
      Kayak gimana jadinya ya liburan ke candi, eh buka-bukaan baju :D !?.
      Aku kadang sempat heran juga lihat turis bule cuma pakai singlet saat ke candi ..
      Apa ya ngga kerasa panas yaach ?

      @ Reyne Raea :

      Aku jadi penasaran pengin lihat candi di Pasuruan, kak :)

      @ Lantana :

      Huahahhaa ..
      Tau ngga, kak ...
      Sebenarnya tuch disana ada penyewaan mobil golf car juga loh.
      Tapi mihiils sewanya.
      Seingatku per 20 menit dibanderol 150K.

      Delete
    4. Ko Kuanyu mesti diajak trip keliling candi-candi deh, biar meriah dengan ekstra joss dan yang penting koko jadi tau bedanya candi.....

      Delete
    5. Wwwkkkk ..
      Betuuul itu, kak :D

      Ko Kuan Yu biar tau gimana rasanya pepanasan berjalan kaki mengitari ke semua candi ..., seru sekaligus ngos-ngosan hahaa :D

      Delete
    6. Bentuknya persis bangeeettt ama candi ini.
      Saya ingat soalnya punya foto di tangga candi yang bentuknya kayak gini.

      Tapi lupa, apaaaa ya nama candinya.
      Itu letaknya di pinggir jalan banget.

      Jadinya tiap weekend ramai, orang lewat pasti mampir foto2 :D

      Delete
    7. Wuaah .. ,langsung teringatkan lokasi candi Mendut yang juga tepat berada di pinggir jalan tuh, kak Rey :)

      Aksi gaya foto kak Rey di tangga candi di Pasuruan pasti okeiih ketje badai ..., jadi pengin lihat ;)

      Delete
    8. wah ,mas hilamawan sama teh lantana sedang membulay saya nih,..wlwkckk, saya mauh kuat mas, otot kawat tulang besi tiap hari nonton televisi,..ea

      Delete
    9. Seriusan :D ?.

      Jadi, sering nonton televisi itu bisa bikin otot kuat sekuat otot raden mas gatot kaca yaach ..

      Wwwkk ..
      Terinspirasi aku jadinya!

      Delete
    10. terinspirasi dari gatot kaca ya mas,..wkwkckk

      Delete
    11. Iyups, ko ..
      Kan sekseh yuaa kalo kita punya otot gede kuat perkasa bak mas gatot kaca *lol*

      Udah gitu, pinter terbang pulaaak ..
      Kalo travelling kan manyan bisa mangkas beaya .. Wwwkk

      Delete
  7. Ouh aslinya dulu itu candi dalam kondisi rusak atau berantakan yah, atau waktu ditemukannya saja yg berkondisi rusak atau berantakan?

    Jadi bingung, wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwkkk ..
      Jangan bingung, kak :D

      Pastinya, awal dulunya dibangun candi ini berdiri utuh seperti bentuk candi lainnya.

      Terus entah penyebabnya apa mengalami kerusakan seperti itu, kemungkinan akibat adanya erupsi gunung berapi.

      Terus kerusakan makin diperparah dengan penggunaan material candi untuk pembuatan benteng pertahanan.

      Nah ..., sekarang udah ngga bingung lagi, kan :) ?.

      Kalau masih bingung juga, yuk akh minum obat pereda sakit kepala wwwkkk
      *lol"

      Delete
  8. Gak kebayang kalo candi yg gak terlalu besar renovasinya bisa ngabisin dana fantastis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seni itu memang mahal, mas Adhi :)

      Terlebih candi ini dibuat dengan penuh detil relief, njlimet mengagumkan dan proses waktu pendirian ulang yang cukup lama.

      Monggo, kapan-kapan liburan ke candi Bubrah, mas

      Delete
  9. Mirip Prambanan ya ? (Padahal belum pernah ke Prambanan, taunya dari foto aja) hahaha.. padahal bentuk candi serupa ya.. ? Meski punya ciri khas detail tertentu.

    Sayangnya Arcanya tetap gak bisa diperbaiki ya.. ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ..
      Ngga apa-apa baru berkesempatan berimajinasi bayangin bentuk candi Prambanan dan candi Bubrah ...

      Next, kudoakan kak Vva kesampian liburan kesana, amin.

      Sekilas bentuk candinya memang ada kemiripan bentuk dengan candi Prambanan.

      Ini karena pengaruh gaya arsitektur dari campur tangan kelanjutan pendirian candi oleh satu pangeran dari dinasti Sanjaya yang mendirikan candi Prambanan yang menikahi salah satu putri dari kerajaan atau dinasti Syailendra.

      Delete
  10. candi adalah tempat sejarah..

    akan rosak juga ditelan waktu sebagaimana piramid di Mesir.

    perlu dibuat kajian agar monumen ini boleh kekal lebih lama lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sangat sependapat dengan opini anda, mr. Hanafi :)

      Perawatan secara kontinyu wajib dilakukan.
      Selain itu juga wajib ditetapkan sanksi hukuman tegas buat siapapun yang berani merusak situs cagar budaya.

      Delete
    2. yalah kan..

      kalau tiada penguatkuasaan dan kawalan..

      tepat seperti candi akan hilang terus

      Delete
    3. Correct, mr. Hanafi.
      Absolutely right ;)

      Delete
  11. Saat baca namanya candi Bubrah jujur aku kok ingin tersenyum ya? bukan apa-apa soalnya terdengar unik dan lucu aja namanya bubrah yang artinya rusak / berantakan. Karena pertama saat ditemukan kembali tahun 187 candi ini dalam keadaan bubrah ya?

    Nlekat jalan kaki mengelilingi taman yang luas dari satu candi ke candi lain akhirnya ngaku gempor juga kan kaki nya? Wkwkwkwk :D
    Akhirnya sinar garang sang mentari mengalahkan dan membuat pejalan kaki tak berdaya oleh teriknya mentari.
    Tadi sich nolak seorang ibu ojek payung. Coba kalau payungan kan nggak kepanasan? Takut dibilang cowok kok payungan ? Wkwkwkwk.
    Cuek aja kalee...:)
    Jadi penasaran pingin lihat brader pakai payung di sekitar candi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sorry mau ralat coz salah nulis aku, seharusnya candi Bubrah ditemukan kembali pertama tahun 1807. Bener ya ralatnya.:)

      Delete
    2. Betul, candi ini diketemukan kembali pada tahun 1807 pada masa kolonial.
      Ngomong-ngomong patut diacungi jempol ya soal tindakan kolonial tak mengabaikan begitu saja penemuan situs-situs bersejarah ini.

      Dan betul kalau candi ini diketemukan kembali dalam keadaan sudah tak utuh lagi, rusak berantakan.
      Nama asli candinya diduga juga tercantum dalam prasasti Kelurak seperti halnya candi Lumbung.

      Awal baca papan nama petunjuk yang ada di dalam taman wisata candi Prambanan, aku juga sempat tersenyum baca nama candinya, loh .., kok dinamakan bubrah :) ?.
      Dan dari situ, aku langsung bayanginnya candi betul-betul masih rusak.
      Ternyata, sampai disana candinya sudah utuh tegak berdiri.

      Wwwwkkk ..
      Masalahnya aku tiba di area taman wisata candi Prambanan ini siang hari dan kebetulan panas matahari lagi terik banget ..., jadilah kaki cepet terasa lelah hahaha :D
      Mungkin kalau datangnya jam 6 tepat pas jam buka dimulai, akan jadi cerita lain lagi :)

      Coba ya kapan-kapan kubuat foto di suatu lokasi wisata, aku berpose sambil payungan ... ;)

      Betuuuul, cuek ajalah dikomentari orang siang-siang cowok kok pake payung ...
      Hahaha :D
      Daripada-daripada lemah lunglai lemas terkapar tak berdaya ... wwwkkk

      Delete
  12. jadii di lokasi candi bubrah ini cuma berdiri 1 candi besarnya ini aja ya? nggak ada yg candi kecil2 disekelilingnya gitu, seperti foto2 di candi2 sebelumnya

    hahaha kalo cewek yg nebeng kayaknya petugasnya nggak nolak deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyups, candi Bubrah ini candi tunggal.
      Ngga ada candi pendamping atau candi perwaranya, kak Ainun.

      Candi tunggal ini satu-satunya candi yang cuma berdiri 'seorang diri' di dalam area taman wisata candi Prambanan.
      Jomblo gituuh kayak saiaaa hahaha :D , eh#

      Wwwkkk ..
      Kalo sampai terjadi kayak gitu betulan, cewek dibolehin nebeng mbonceng .. namanya diskriminasi akh .. hahaha

      Delete
  13. Masih disekitaran Prambanan...Candi Brubrah namanya...Meski tidak berantakan lagi...Dan sepintas agak mirip candi pranbanan, bila saya lihat gambar diatas...Cuma mungkin candi brubrah agak sedikit kecil ketimbang Prambanan..��

    Saya pribadi malah baru tahu ada candi lagi yang masih satu lingkup dengan Prambanan..

    Jadi penasaran ingin Ke candi Brubrah...Apakah ada juga Rondo disana..? ������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhuahahhaa ..
      Waktu itu sich .., kulihatin ngga ada rondo duduk di pos satpam :D

      Kayak-kayaknya, ini sih tebakanku,ya .. , si rondo lagi pingsan di tengah taman gegara kecapekan ngiterin area hahaha :D

      Apa yang dikatakan mas Satria tentang bentuk candi ada kemiripan bentuk dengan candi Prambanan ..., juga banyak dibenarkan oleh banyak orang, termasuk beberapa pengomentar disini :)

      Delete
  14. cakep bang bentuknya, untuk orang yang pertama kali lihat pasti gak akan ngira kalo saat di temukan candinya dlm keadaan ancur.. mungkin ini rekomended banget ya kalo ke jogja dateng ke tiga candi ini, candi prambanan, sewu, dan bubrah, karna masih dalam satu kawasan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cakep kayak mas Khanif .., jiaaah ..., hahaha, maaf loh bercandaku kalau kurang berkenan, ya.

      Iyups, area taman wisata candi Prambanan ini rekomen banget buat dikunjungi.
      Terutama buat penyuka wisata budaya.

      Tiket segitu yang terkesannya mahal buat sebagian orang, menurutku terjangkau karena bisa lihat 4 candi dan 1 museum arkeologi.

      Delete
    2. kalo cakep mah udah laku, lah nih aja masih jomblo alias gak ada pacar wkwkwk :D

      Delete
    3. Tosss kalo gituuh hahaha .., kita sesama joker, eh# jomblo maksudku :D

      Ntar kalo diri kita ngakuin seorang joker: jomblo keren, bisa-bisa ditimpukin sama pembaca wwwkkk

      Delete
  15. Betewe saya baru tahu, brubah itu maksudnya rusak atau berantakan, hehehe

    bisa aja yang kasih nama kayak gitu ya.

    Kayaknya, waktu ke Prambanan dulu gak nyampe sini deh kami, kaki udah ga tahan explore lebih luas.

    Menarik banget ya perjalanan Hima, 1 lokasi, 3 cerita sejarah, 4 cerita asmara *eh hhahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dipikir ulang,masyarakat jaman dulu bisaan ya ngasih nama ke suatu benda atau lokasi ya, kak .. hehehe ..

      Pemberian nama candi ini masih mending, kak.

      Ada satu candi di wilayah Jawa-Tengah namanya kalau didengerin namanya aneh banget dan jauh banget namanya dengan arca yang ada di candi.
      Namanya ..., candi Asu (Bahasa Jawa: anjing)

      Mana adaaaa ..., arca anjing di candi.
      Iya kan ?.

      Penamaan candi Asu itu dikarenakan adanya arca lembu Nandini yang terpotong mengalami kerusakan di bagian kepalanya ..., terus masyarakat sekitar memberi nama candinya, candi Asu.
      Dan nama nyleneh itu berkelanjutan dipergunakan sampai sekarang.

      Wwwkkkkk ..
      Kok cerita 4 asmara ?.

      Lucu bin seru juga kali yaaa .., di lokasi keempat candinya bisa punya kenalan, terus keempatnya pada naksir ...
      Hahahaha ...,
      Kayak sinetron banget yaaaak :D

      Delete
    2. waduh mas hilmawan ngerinya, ada candi asu, ada candi sapi enggak mas,..atau mungkin candi babi,..wkwkckk

      Delete
    3. Wwwwwkkkk ..
      Entah, mungkin ada di abad berikutnya kaliii ..., Hahaha :D

      Delete
    4. Nandini itu lembu?
      Kok bisa ya lembu tanpa kepala jadi asu aka gukguk wkwkwkw
      Betewe, kenapa gak dinamakan candi (haduh apaaa ya namanya hantu yang bisa lepasin kepalanya itu) wkwkwkwkw

      Kuanyu bikin candi sekarang aja deh, 100 tahun mendatang, cicitnya cucunya sepupunya anaknya keponakan mantannya Kuanyu bakalan nemukan candi buatan Kuanyu wakakakakakkakakakaak

      Delete
    5. Bhuhahahaha ..
      Auto ngakak dululah diriku ini baca komentarnya kak Rey ... :D !.

      Sebetulnya, waktu dulu aku ke lokasi candi Asu ..., aku sempat mau ngakak di lokasi gegara baca nama candinya kok nyleneh kayak gitu ..., tapi kutahan.
      Takut kualat cuwawakan ngakk disana hahaha ...

      Lagian sih ya ngasi nama candi kok ada-ada ajaaa ..

      Ya itu, kak ..
      Gegaranya bagin kepala arca lembu Nandini telah hilang, entah rusak karena alam atau dicuri ..., terus tubuh lembunya dikira masyarakat desa adalah sosok hewan asu atau anjing.
      Hahaha .., itu kan jauh banget sama relief atau arca yang ada di candi :D

      Baguuus idenya kak Rey buay ko Kuan Yu tuch ...
      Bikin candi sekarang biar nanti-nanti nama ko Kuan Yu dikenal banyak orang dan mengangkat nama keluarga besar ko Kuan Yu ...

      Biar tampil unik dan beda, candi buatannya ko Kuan Yu di cat warna pink keunguan ..., kayak ais krim Wwwwkkkk :D

      Delete
    6. kalau saya bikin candi,.saya kasih nama candi cinta,..ea,..ha-ha-ha

      Delete
  16. Wow fantastis yah dana pemugarannya sampe bernilai milyaran gitu, tapi gapapa deh kan hasil candinya jadi cantik koq mas, sekilas seperti candi prambanan ya tapi di kecilkan skalanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. skala apa mbak, skala hatinya ya,..ea

      Delete
    2. @ Hydriani :

      Luar biasa besar ya beaya pemugarannya .., beruntungnya candinya telah terselesaikan dengan baik.
      Sekarang jadi tampil cantik lagi.

      Betul, kalau dilihat sekilas candi Bubrah ini ada kemiripan bentuk dengan candi-candi yang ada di Prambanan.


      @ Kuanyu :

      Skala ukurannya, kokooo :D

      Delete
  17. cantik dan berseni binaannya... kalaulah zaman dahulu ada cat (painting) pasti warna candi ini lagi menarik

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin teteh mau balik ke zaman dulu,..wkwkckk,gampang teh, caranya sering nonton film animasi aja atau nonton film dunia gaib

      Delete
    2. @ Dear Anies :

      Wouw .., imajinasi kak Anies ruaaar biasaaah .., kayak gimana tampilannya ya kalau badan candi di cat ?.

      Kok jadi kebayang rumah-rumahannya barbie ..
      Hahaha :D

      @ Kuanyu :

      Daaaan ..
      Ko Kuan Yu sudah membuktikannya :D !, gegara sering nonton film dunia gaib .., imajinasi ko Kuan Yu sanggup melayang-layang terbang jauh ke peradaban saat masih ada dinosaurus .. , hahaha

      Delete
    3. yalah... kita sendiri nonton televisyen yang berwarna warni pada hari ini, kan... hmmm adakah mas masih menonton televisyen hitam putih di rumah? jadi inilah maksud sy hahahaah

      Delete
    4. Oh, iyaaa ..
      Hahaha ..
      Kayaknya udah ngga ada ya hari gini masih ada televisi hitam putih tanpa berwarna tayangannya ...

      Kok jadi kangen ya nonton televisi hitam putih ..

      Delete
  18. Tapi mas hima disana ada tersedia foto ketika candi masih bubrah gt ga mas, sebelum dipugar. Pengunjung pasti penasaran gimana bentuknya saat masih bubrah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya, di lokasi candi ngga ada foto penyerta saat candi belum dipugar terpajang di papan informasinya, mas Harman.

      Sebenarnya aku juga penasaran pengin lihat fotonya saat candi ini masih dalam keadaan rusak bubrah berantakan ..

      Delete
  19. Lu kok bisa tau banyak candi sih mas? Lu anak sejarah ya?

    Wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas hilmawan mah bukan anak sejara, tapi master sejarah,..beliau hidup zaman batu samapi sekarang,..manusia purba,..wkwkckk canda mas

      Delete
    2. @ Riza :

      Wwwkkkkk ..
      Aku bukan anak sejarah atau sejarahwan apalah gitu, maas ...
      Hahaha

      Aku tuh cuma (selalu) rempong ngubek ngumpulin data selengkap mungkin di lokasi candi.
      Tanya info sana sini gitu, terus kucatat dan kucocokin datanya.
      Udah gitu, kutuliskan di artikel.

      Kesannya ribet rempong sih liburan sambil ngumpulin info data begitu.
      Tapi ngga apa-apalah, infonya buat kepentingan pembaca juga disini.


      @ Kuanyu =

      Bhuahhahaa ..
      Aku termasuk golongan manusia purba homo sapiens getoooh ... :D ?

      Berbulu lebat dong akunya, yaaach ... , wwwkkk

      Delete
    3. ha-ha-ha,..ngeri juga kalau lihat mas hilmawan dengan tampilan seperti itu lagi fotoan di candi,..wkwkckk,..ngakak dah,...turis lainnya pasti kabur semua kerena ketakutan

      Delete
    4. Hahaha ..
      Itu aja baru satu .., aku seorang diri.

      Apalagi berdua dengan dirimu, ko ..

      Bisa-bisa security pun mendadak jantungan lihat kita berdua berfoto dengan tampilan berbulu lebat bak homo sapiens ...
      Wwwkkk

      Delete
    5. Waduh kalau kita berdua yang berfoto viral media masa,..wkwkckk,..ngakak πŸ˜‚

      Delete
    6. Wwwkkkk ..

      Ayook kita praktekkan daan ..., viralkaaaaan ..

      Setauku nih yaa, selama ini tuh ngga pernah ada, loh .., bikin dokumen foto kek gitu ..
      Ha ha ha

      Delete
  20. Dulu waktu kesini masih bubrah dan sedang direstorasi, sekarang udh jadi ya mas, dan ternyata di dalamnya ada lingga-yoni

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beruntungnya mas Aris berkesempatan lihat kondisi candi masih berantakan, ngga kayak aku lihatnya tau-tau udah berdiri utuh setelah direstorasi.

      Aku malah penasaran pengin lihat kondisi candinya saat masih bubrah, tapi sayangnya disana ngga ada fotonya, mas.

      Delete
    2. Waktu masih bubrah ya lihatnya batu2 berserakan mas,...kita kebalikannya ya, saya jadi penasaran dgn kondisi sekarang :D

      Delete
    3. Hehehe iya kita kebalikan .., yang satu pengin lihat foto candi masih berantakan, satunya lagi pengin lihat candi yang udah berdiri utuh.

      Coba kalau mas Aris masih punya file foto candi masih dalam kondisi berserakan, nantinya setelah mas Aris ke candi Bubrah lihat candi yang udah direstorasi .., file foto batu candi berserakan itu disertakan di artikel, mas.

      Delete
    4. hayo kalau dah dapat banyak foto2nya tolong kirim k email saya yach? wwkkwkw

      Delete
  21. Menelusuri candi di area Prambanan, termasuk ke Candi Bubrah, asyik lho Mas, bukan gempor kaki, tapi sehat, hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ..
      Iya sih, mas Akhmad.

      Asiknya pas waktu pagi hari atau sore hari, ya.
      Tapi kalau siang, pas matahari panas terik terasa gempor juga, mas ...hahhahaa .., kayak-kayaknya energi cepet terkuras.

      Delete
  22. Aku baru tahu bubrah itu artinya berantakan. Bahasa Jawa kan Kak?
    Candinya jauh... Aku nggak bisa bayangin jalan kakinya di bawah terik matahari. Eh, Kak Himawan juga ngalamin capek juga, pengen pake payung juga. Hihi...
    Jadi inget aku main ke Jogja, ditawarin payung, sok-sok-an nggak mau dengan alasan masih muda. Eh Ya hastaganaga... ternyat panasnya bikin kepala pening banget.
    Mending payungan, topi nggak mencukupi, kecuali topi lebar.

    Eh, kasihan juga Kak Himawan... nggak bisa dimengerti keinginannya numpang naik motor oleh petugas. Makanya kak bilang langsung, eh kalau bilang langsung takut juga si petugas pelit. Hihi...

    Konsep yang dibangun melambangkan penyatuan kesempurnaan alam semesta. Keren. Jadi, kalau aku pikir-pikir, kita sebagai manusi harus bisa menyatu dengn alam alias menjaga keseimbangan alam.

    Terima kasih Kak sudah ajak aku jalan-jalan ke Candi Bubrah lewat artikelnya Kakak, jadi aku nggak kepanasan dong. Hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkw betewe, setelah baca banyak yang komen mengenai brubah, kok saya jadi ingat ksatria baja hitam ya hahahaha
      *generasi jadoel nih saya wkwkw

      Delete
    2. @ Einid :

      Iya, betul kata bubrah berasal dari bahasa Jawa.

      Hahaha ..
      Berarti kita punya cerita yang sama ..., sama-sama pernah menolak tawaran payung sewaan.
      Dan ujung-ujungnya tubuh jadi lemes gegara pepanasan wwwwkkk :D

      Iya, kak Einid ..
      Daripada ngga taunya ditolak ikutan nebeng mbonceng pak satpam .., ya udah kulanjutkan dengan jalan kaki lagi saja ..., lumayan juga jalan kaki pelan-pelan karena bisa ngamati kandang penangkaran rusa he he he

      Kapan-kapan nyobain langsung jalan kaki datangin satu persatu candi di area Prambanan
      ya, kak ..
      Ssst, biar tau gitu rasanya gimana :)


      @ Reyne :

      Oh iyaaaa ...
      Betul juga tuh, kaak ..
      Sekilas kata bubrah jadi kayak .. b e r u b a h ...

      Kata yang sering diucapkan oleh ksatria baja hitam wwwwkkkk :D !

      Delete
  23. Terakhir saya berkunjung ke kompleks Prambanan tahun 2014, dan Candi Bubrah memang benar-benar bubrah. Saya malah penasaran nih, bagusnya jadinya bagaimana. Kapan-kapan deh, ke sana lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siaaap diekplore ulang, kak Dyah ...

      Barangkali juga kak Dyah punya file foto candi ini saat masih dalam keadaan bubrah, belum direstorasi.
      Foto itu bisa buat pelengkap post.

      Delete
    2. Ah iya... ntar gue cari dulu fotonya.

      Delete
  24. duh maafkan saya kak himawant baru melipir ke blognya kembali..

    maklum sudah cukup banyak pekerjaan duniawi hehehhee..

    btw saya emang belum pernah ke candi bubrah.. bubrah itu artinya apa yaa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga apa-apa, kak Vika.
      Aku maklum kok kesibukan harian kak Vika pasti padat, terlebih mengurus si kecil baby Casie :)

      Bubrah artinya rusak, berantakan, sudah tak berbentuk seperti wujud bentuk aslinya, kak.

      Delete
  25. What do you think about writing a blog in English?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Forgive me, I have not installed my translator application.
      I will take your advice.

      Thank you for your suggestion.
      Greetings from me in Indonesia for you, Rehitu

      Delete
  26. wah mungkin nama candi nya emang disesuaikan dengan saat ditemukannya candi tersebut ya gan, pas di temukan mungkin dalam keadaan rusak parah dan tidak utuh dan banyak batu berserakan yang jadi penanda bahwa candi tersebut hampir bubrah :D Ini mungkin analisa dari seorang amatiran dari ane gan hahaha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daaan ..., analisa dari anda sangatlah betul, mister Zunif :)

      Penamaannya oleh masyarakat berdasarkan kondisi candi yang rusak bubrah berantakan.
      Nama asli candinya sih bukan itu :)

      Delete
  27. Ooh.. Jadi bubrah itu krna artinya rusak berantakan yabg sesuai kondisi candi dulu... Kirain ada bunyi bruh brah di sekitar candinya gituuπŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha ha ha ..
      Bunyi apaan itu .. bruh .. braah .. ya, kak :D ?

      Kayak bunyi perut lapar keroncongan kali yaa ...
      *lol*

      Delete
  28. Jadi Candi Brubah ini masih dalam kawasan Komplek Candi Prambanan ya. Dulu main ke Prambanan hanya mampir ke museum Roro Jonggrang, enggak sempet ke mana-mana, ya, karena itu. Kaki gempor, wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyups, betul banget kalau keberadan candi Bubrah ini termasuk di dalam area taman wisata candi Prambanan.

      Wwwwkkk ..
      Waduuh kok ..., keburu gempor duluan setelah dari candi Prambanan dan museum arkeologinya, sih ?.

      Wuah kalau gitu, ntar pas kesana lagi kudu ikutan naik transportasi berbayar tuh, kak ....

      Kalau milih jalan kaki kayak aku, bisa-bisa kak Eri adanya bentar-bentar ngaso di jalan area taman ..., ngga nyampe-nyampe ke candinya deh ;)

      Delete
  29. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau begitu ..., kita sama-sama saling baru tahu, kak ...

      Kak Tity baru denger nama candi Bubrah, nah kalau aku ..., baru denger tuh nama candi Sawentar.

      Hahhaa, kayak barteran informasi ini namanya :D

      Trim's info candinya ya, semoga suatu hari nanti kesampaian kesana.
      Kudoain juga kk Tity kesampaian juga ke candi Bubrah.

      Delete
  30. Iya mas, saya juga agak terkejut..
    Kok dicandi budha ada arca lingga yoni.?
    Mungkin itu dijaman siwabudha mas..
    soalnya dulu, kalo ga salah, ada agama siwabudha dijaman kerajaan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuah aku dapat ilmu baru dari bli Eka nih tentang keyakinan Siwabuddha ..., terimakasih ya, bli.

      Bisa jadi begitu, adanya arca lingga yoni di candi Bubrah, candi Buddha ini menandakan dibangun pada masa transisi atau peralihan.

      Baru kali ini kulihat, ada arca lingga yoni tapi di candi Buddha.

      Delete
  31. Saya Protes Nih Mas.......

    Katanya di dalam TAS Cuma ada 1 botol Minuman Ion, TAPI kok BODY TAS-Nya BOHAY gitu yach....,isi TASnya PIRING sama KOMPOR yach, hahahah....

    Ohy.... ngak ada tukang pijit diluar area itu Mas..? Kalau ada lumayankan bisa memperbaiki kaki mas yang sudah GEMPOR alias Kecapekan BERJALAN itu, hahahah...........

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau tukang pijit sepertinya mah enggak ada deh kang nata, kalau tukang pukul mungkin ada,..kang nata mau,..ha-ha

      Delete
    2. Tukang Pukul Batu Candi ya ko....hahahaha....itu mah banyak.✌πŸ˜†

      Delete
    3. wkwkwkwkw saya heran deh, dua orang ini di manapun berada seringnya sahut-sahutan hahahaha

      Delete
    4. @ Kang Nata :

      Bhuhhaahaa ..
      Ngga sekalian dikirain bawa RICE COOKER yang pernah diulas produknya oleh kang Nata ituuu ..?.
      Hahaha .. haha ..

      Tasku kelihatan gendut bodynya tuch ..., isinya beberapa pakaian ganti, kang.
      Ya apa lagi seeeh .. , kalau bukan buat properti cadangan berganti kostum buat berfoto hahah ..
      Ter-Nyat kaaan ..


      Ada, kang.
      Banyak lelaki tukang pijat diluar area candi, kang.
      Mereka ngetem nunggu pengunjung pijatan di dekat taman area parkir.

      Praktek pijatnya dibawah pohon rindang nan rimbun, dialasi tiker gitu ;)


      @ Kuanyu :

      Bodyguard gitu , ko ?
      Atau .., petinju ?
      Hhaahaha


      @ Reyne :

      Pssst, .. kira-kira kak Rey tau ngga MIMI LAN MINTUNO ?

      Kalau tau apa itu mimi lan mintuno .., nah .. kayaknya itu julukan cocok buat kang Nata dan ko Kuan Yu yang sukanya sahut-sahutan komentar ...

      *Nulis gini sambil berharap semoga kang Nata dan ko Kuan Yu ngga tau apa itu mimi lan mintuno*

      Kalau tauuuu ..., hadeuuh ... Wwwkkkkk kabooooor ...

      Delete
    5. waduh apa tuh artinya mas,..jadi penasaran, cari di mbah google duluah,..apa ya artinya,....nanti kalau artinya nyeleneh kita aniaya blognya mas hilmawan ini,..ha-ha,..beserta orang-orangnya,..he-he

      Delete
    6. mas hilmawan,..ngerr,..nger,..saya terkejut ketika mengetahui artinya,..ternyata dua hewan yang memiliki cinta yang setia ya,..ya bolehlah artinya luar biasa

      saya seriing ketemu hewan itu cuma enggak pernah main,....he-he,..kalau cinta sejati sama kang nata mah enggak lah ya,..bahaya,..lebih baik cinta dia aja,..dia yang disana menunggu hati yang akan datang,..ea

      Delete
    7. wkwkwk baca comenant kang nata sama kak himawant dan yang lainnya bikin puyeng dan pengen ngakak abis... wkwkkkw saya rindu foto selfie kak himawant pake slayer nich..

      slayernya kemana ya kka?
      apa jangan2 dikasi yayangnya yach. ckckck

      Delete
    8. Langsung googling dong saya, lalu ngakak hahahahaha
      Sungguuuhhh langgeng ya keduanya :D :D

      btw serius kalau traveling bawa properti ganti baju segala?
      Beneraaaaannn NYAAAATTT hahahaa

      Saya juga pernah eh sering loh.
      Tapi bawa doang, males banget gantinya hahahaah

      Delete
    9. @ Kuanyu :

      Howaa...aaa ...
      Pingsan terkapar dah aku akhirnyaaaa ...

      Lah, kok .. di google ternyata ada info Mimi Lan Mintuno :o
      Kek gini, kan aku jadi tercyduk ngomongin kang Nata dan ko Kuan Yu ..
      Bhuahhahaa
      *merah padam wajahku*

      Kuistilahin ko Kuan Yu dan kang Nata dengan Mimi Lan Mintuno itu diibaratkan 2 lekaki bersahabat penuh semangat dan suka cita begituuuu ..., xixixi ..

      Kalau memiliki cinta yang setia kayaknya kang Nata ngga memungkinkanlah ..., cause because kang Nata kan udah beranak, eh salah# ..., maksudku dia udah berumah tangga.
      Ntar yang ada cinta segitiga dong yuaaaa ...
      Hahahaha
      *kidding*

      Eh, kang Nata itu sebenarnya jomblo atau duren seeeh ...Wwwwkkk
      *kepo*


      @ Ratutips :

      Bhuahhahahaa ...
      Ternyata oh ternyataaah .., kak Vika ikutan baca komentar sahut-sahutan seru nan gokil kek gini ..
      Hahahhaa ..

      Seru ya, kaaaak ...
      Beginilah kalau aku, kak Rey, ko Kuan Yu dan kang Nata udah ngumpul di komentar yang ada tuuuuch ... pada gokil-gokilan komentar ...
      Mayan, ngilangin suntuk :D

      Selendang keramatku, eh# hahaha ..., lagi disimpan di lemari tertutup rapat guna menghimpun kekuatan baru ..., biar punya kekuatan kayak Avengers ..
      Wwwkkkk


      @ Reyne :

      Hahahahahaaa ..
      Betul kaaan .. kalo kang Nata dan ko Kuan Yu tepat bingiits diistilah Mimi Lan Mintuno .. bhuhhahaa..
      Keduanya selalu kompak langgeng seia sekataaaa sahutan-sahutan berkomentar seperti kak Rey bilang ...

      Hahhaa ..
      Kayak mau minggat dari rumah yaaa .., bawa perbekalan pakaian banyak buat gonta-ganti berfoto :D.
      Cuma, di candi Bubrah ini kostumku ngga kuganti (makanya samaan kayak kostum yang kupakai di candi Lumbung), karena ... keburu lemas gegara jalan kaki kepanasan :)

      Hahhaa ..
      Kalo gitu kita sering samaan, males ganti kostum.
      Ya apalagi di sektaran lokasi ngga ada toilet :D

      Delete
    10. Coba kang nata beranak ya,...ha-ha,..lucu deh πŸ˜‚

      Delete
  32. uwahhhh i've never been there.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Stay upbeat, Ray.

      I believe, someday you will have the opportunity to come to this temple.

      Delete
  33. Berarti sekali lihat Candi Prambanan, bisa sekalian lihat 3 Candi nih, salah satunya Candi Bubrah. Apalagi Candi Bubrah cukup unik, karena hasil perpaduan hindu-budha seperti Arca Lingga Yoni di Candi Budha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, mas Ridsal.

      Mantuuul kan ...,
      satu tiket bisa datengin 4 candi dengan ciri keunikan berbeda-beda tersendiri tiap candinya.

      Delete
    2. Iya mantul mas. Jadi bisa menikmatinya sekaligus nih..

      Delete
  34. Waahhhh dengan ini aku nobatkan mas jadi DUTA BLOGGER CANDI INDONESIA

    #Plok #Plok #Plok

    Keren banget mas, bentar lagi khatam nih ngunjungin semua candi se-indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul itu mas,..mana ini mas hilmawan,..mau saya buatkan selendangnya tidak mas,..saya buat nanti dari batu candi,..he-he

      Delete
    2. wkwkwkwkw selendang dari batu tuh kayak apa tuh jadinya :D

      Delete
    3. @ Aul :

      Wagelaseeeeh ...
      Hahahhaa ..

      Setelah dapat gelar 'blogger ter-photomodel'dari kak Rey ....,
      sekarang dapat lagi julukan baru dari Aul sebagai 'duta blogger candi Indonesia'

      Wwwwkkkkk ..
      2 gelar sudah kudapetin nih dari blogger senior :D

      Besok-besok bakalan dapat gelar apaan lagi, yaaa .. :)?.
      Hahaha


      @ Kuanyu & Reyne :

      Bhuhahahahaa ...
      Huwasstaganagaaah ... !

      Selendang dari batu ...
      Bisa-bisa bikin encok tuuuch pas diselempangin ke bahuku ...



      Delete
    4. Jangan encok mas hilmawan, pas nanti pakai selempangnya harus minum kuku bima energy,..biar laki,..roso

      Delete
  35. waduh,, kasihan ibu2 yg nawarin payung om, kenapa gk di sewa payungnya, buat foto2 gaya ganteng gtu, biar lain dari biyasanya,,, wkwkwk.,..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwwkkwkwwk, kok saya jadi bayangin Himawan foto pakai payung merah ya? :D

      Delete
    2. @ Kotanopan & Reyne :

      Disitulah penyesalan saiaaa timbul, mister Wicks ...
      Hahahaha :D

      Kenapa juga kuabaikan kejaran bukibuk jasa penyewa payung ...

      Tau gitu, payung kan bisa di'sulap' jadi property foto berpose kekinian ...

      Cowok berfoto pakai payung kayaknya .. aduhaiiii juga hasil fotonya ...
      Hahhahaa :D

      Wokeyyylah ..
      Pankapan aku akan berfoto gunain payung ...
      Entah warn payung merah, biru atau bahkan .. warna kuning gonjreng menyala ..
      Hahaha !

      Delete
    3. @mbakreyne:sesunguhnya saya juga berusaha membayangkanya, tapi sungguh gak sangup saya menceritakanya di kolom komentar,,, :D wkwkwwk.....

      @kang himawan: penyesalan selalu datang terlambat memang kang, kalau datang diawal namanya "pendaftaran" hahahaha

      Delete
  36. Sebenarnya jika ingin berwisata kecandi Prambanan saja solusinya yaa mas...Karena apa selain Prambanan disekitarannya banyak Candi2 yang bersebelahan dengan Prambanan contohnya candi Bubrah serta candi lainya yang masing2 punya arti sejarah sangat tinggi serta unik..πŸ˜„πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dikatakan begini mas Satria :

      liburan ke candi Prambanan mengagumi karya leluhur itu paket ekonomis, sekali datang punya kesempatan lihat ke 4 candi di areanya.
      Masih ditambah pula lihat museum arkeologinya.

      Kalau mau icip-icip minum jamu sambil mandangin candi, disana juga ada pendopo kafenya :)

      Atau juga, mau berfoto dengan property kekinian kayak ayunan langit dengam latar belakang candi Prambanan, juga ada :)

      Atau, mau lihat kawanan rusa ?, disana ada juga, loh ... hehehe

      Delete
    2. hahahah baru baca yang ini, notedddd, ngafe sambil minum jamu, saya termasuk orang yang musuhan ama jamu, jadi penasaran ngafe minum jamu, enak ga ya? :D

      Delete
  37. bubrah memang tidak bener2 bubrah ya mas,,
    bener ini dipugarnya 4 tahun? apa banyak misteri yg kesimpen ya?
    jadi penasaran lagi nih,,

    oh iya btw ini pas dulu barengan ke prambanan dan candi sewu ya mas? hahaha
    mantap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang sih udah berdiri cakep, ngga bubrah meneh, mas ...
      Ibaratnya seperti terlahir kembali hehehe :)

      Iyups, ke candi ini pas sekalian ke candi Prambanan, candi Sewu dan candi Lumbung.
      Mantul kan kuy ..., satu tiket 4 candi ;)

      Delete
    2. dan jadi 4 konten :D
      aku malah belum pernah ke bubrah mas,, wah lketinggalan jauh nih pembendaharaan candiku:(
      aku skrg sibuk2nya dikantor,
      istri juga hamil 8 bulan, mainnya dikurangi dulu hahha

      Delete
  38. Hebat teknik pemugaran Candi Bubrah, sampai rapih gitu... Harga pemugarannya juga mantul...pantes rapih gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyups, pengerjaan restorasinya digarap apik.
      Meski kalau dilihat dari dekat sih ketahuan kalau susunan bebatuan yang dipergunakan itu bebatuan baru.

      Kelihatan beda banget antara struktur batu candi jaman dulu dan batu candi jaman sekarang.

      Delete
  39. BTW, ini agak gak nyambung sih sama postingannya. Tapi penasaran, siapa tau kamu tau jawabannya. Kalau harga turis sama lokal dibedain, nah gimana dengan orang asing yang menetap di sini? Misalnya sudah punya Kitas atau Kitap. Technically mereka bukan turis kan ya. Apa diberi tarif normal? Soalnya aku kepengen ajak suamiku ke candi, tapi khawatir disangka turis padahal income kami ya income Indonesia, hehehe πŸ˜…✌️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya, aku ngga dapetin informasi mengenai tiket masuk untuk orang asing yang telah menetap dan berkeluarga di Indonesia, kak Indi.
      Maafin untuk itu, ya.

      Saranku, ada baiknya dokumen Kitas atau Kitap (dalam bentuk fotocopy saja) selalu dibawa saat travelling, kak.

      Siapa tau bisa dapat keringanan beaya tiket masuk seperti di candi Prambanan ini dan juga seperti di candi Borobudur yang sama-sama tiket untuk wisatawan mancanegara dibanderol dengan harga tinggi.

      Contoh lainnya lokasi wisata yang memasang harga berbeda untuk turis mancanegara : danau Telaga Warna, Dieng.
      Untuk turis mancanegara dikenai 150K.

      Semoga saranku ini membantu ya, kak.
      Dan betulan diberi keringanan beaya setelah menunjukkan fotocopy dokumen kitas/kitap.

      Delete
    2. Nah ini juga jadi pertanyaan saya di benak sejak kemaren liat perbedaan mencolok antara bule dan orang lokal.

      Apa mungkin harus setor surat2 ya.

      Dan satu lagi, kalau bule orang Asia yang mengerti bahasa Indonesia, jadinya bisa lebih murah dong, karena dianggap bukan bule hahaha

      Delete
  40. Setiap candi ni pasti ada sejarah yg menarik utk dikupas dan dikongsikan bersama. Saya juga suka melawat ke lokasi2 sepert ini, cuma tak berpeluang nak melawat selalu.. teringin juga nak ke sini nanti. Thanks sharing & salam ukhwah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih apresiasi anda, Khir Khalid.

      Aku doakan kelak Khir terlaksana keinginannya holiday ke candi Bubrah dan candi-candi lainnya.

      Salam kembali dari saya di Indonesia :)

      Delete
  41. paling enak itu gan kalau nebeng motor orang yak, cocok banget pas capek getu, tapi ya kalau dia nggak mau di tebengin, kita sendiri yang malu ya gan, tapi kalau orang jowo, pasti ada basa basinya ya, jadi pasti mungkin mau, tapi dalam hati kita nggak tahu, bisa jadi nggondok ya gak? hahaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha ..
      Bisa jadi begitu, mas.
      Bersedia mboncengin tapi dalam hatinya ngedumel :D

      Tapi masih mending loh kalau cuma dibatin saja, coba kalau tiba-tiba betulan diceletukin langsung ..., pakai suara keras pulaak...
      Wuaah mau dibawa kemana muka ini ?!.
      Hhhaaha

      Delete
  42. ini kok bentuknya kaya candi mendut yah.. eh apa cuma perasaan doank.. wkwkwk ngeliat ini jadi pengen travel ke candi2.. Di cilegon mah mana ada candi.. -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dilihat sekilas, memang bentuk candi Bubrah ada kemiripan bentuk dengan candi Prambanan, mas.

      Iya,sih di Cilegon ngga ada candi.
      Atau, mas berniat akan bikin candi .. ?, wwwkkk

      Delete
  43. Bagus candinya mas,

    wah dapat informasi gratis nih tentang candi Bubrah πŸ™, yang saya tau hanya candi Prambanannya aja hehe πŸ˜‚

    Mudahan bisa lihat langsung bentuk candinya, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas.
      Pinter juga restorasinya, ya ... :)

      Kalau dilihat dari kejauhan, bebatuan baru candinya nyaris mirip dengan batuan candi jaman dulu.
      Tapi kalau didekatin, kelihatan kalau itu jenis bebatuan baru, mas.

      Amiiin, semangat ya, mas Septian.
      Kubantu doakan dari sini kelak dirimu kesampaian liburan ke area taman wisata candi Prambanan.

      Delete
  44. Ada juga candi bubrah ya bang, baru tau juga saya, he he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senang rasanya berbagi info keberadaan lokasi candi Bubrah ini ke mas Maschun :)

      Monggo kapan-kapan dieksplore, mas

      Delete
  45. Thanks a lot :D

    super interesting post my friend

    NEW DECOR POST | DECOR WITH COLORS!!
    InstagramFacebook Official PageMiguel Gouveia / Blog Pieces Of Me :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Your welcome, Gouveia.
      I am happy you would like to visit my blog :)

      Hopefully one day you will have the opportunity to vacation in Indonesia.

      Greetings from me, Gouveia

      Delete
  46. 39,8 hektar jalan kaki dan dikelilingi semua itu mas??
    terlalu sadis cara mu ~~ hehehe..

    oyaa, mas hima.. rekomendasi tempat wisata di gunung kidul/jogja dongss? yg oke dan lg ngehits.. buat persiapan mudik.. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @mbak thya: jangankan 39 hektar, lha klo kebunya kang Himawan 100 hektar aja pasti rondanya jalan kaki dia mbak,,
      hahaha... :D

      Delete
    2. @ Thya :

      Wwwkkkk !.

      Terlalu sadis caramu/menjadikan diriku/pelampiasan cintamu agar dia kembali padamu/tanpa peduli sakitnya aku ....

      Hahhaa..malah berlanjut nyanyi sich ini ..
      *lol*

      Gayanya sich biar berasa rekam jejak masa lalunya disana gitu, kak.
      Lahweladalaah ternyata kok jauh juga pas panas bingiits cuacanya saat itu .., gempor sudah jadinya wwwkk

      Oh, itu kaaak ..
      Lokasi paling hits saat ini di GunKid tuch :
      Gunung Bagus Paliyan

      Lokasi itu saat ini jadi buruan banyak wisatawan buat bikin foto.

      Lokasinya udah kuulas, kak.
      Kira-kira kak Thya udah belum ya lihat artikelku tentang gunung Bagus Paliyan itu .. ?.

      Moga rekomen lokasinya klop buat liburan kak Thya mudik nanti :)


      @ Kuanyu :

      Hahaha ...
      Tau ajaaa ..
      Udah sedia stock banyak minyak urut pegal linu nich, ngga perlu ragu lagi rondanya milih jalan kaki

      Delete
    3. Ralat :

      > Kotanopan :

      Salah akunyaaa ...,
      Yang benar bukan Kuanyu, tapii ... Kotanopan alias mister Wicks ...

      Hahhaa !.
      Lagi salfok nih :D

      Delete
    4. wakakakakakaka, Kuanyu tuh beneran sukses mencuri perhatian massa, bahkan Himawan jadi ikutan terbayang-bayang mengikuti jejak kang Nata wakakakak

      Delete
  47. Baru ke Prambanan aja, kakiku sudah gempor, mas. Ditambah gendong anak yang mogok jalan. Kayaknya kudu latihan dulu biar kuat keliling candi-candi di Prambanan.
    Btw bukan bubrah lagi candinya ya karena sudah direnovasi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ckckck ...
      Pastinya gempor begitu mengelilingi candi sambil gendong anak ya, kak.
      Apalagi ditambah naik memasuki dan turun di kesemua candi-candi di Prambanan.

      Itu saja kak Rochma baru berada di candi Prambanan, belum ke candi-candi berikutnya hehehe ...

      Ada baiknya kalau kak Rochma kesana lagi ngajak anak juga, ikutan naik sepur mini atau menyewa golf car, kak :)

      Sebetulnya sih iya ya namanya sudah bukan bubrah lagi karena sudah berdiri tegak, tapi mungkin karena terlanjur dinamakan begitu .., yowis jadinya tetap paai nama bubrah :)

      Delete
  48. This place is simply stunning, I would love to visit it,beautifulπŸ™‚☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. @ Natalia :

      Thank you for your appreciation, Natalia

      I prayed from here, and later you will take a vacation to Indonesia and see many temples of cultural heritage sites

      @ Tanza :

      Thanks, mr. Tanza.

      Let us introduce Indonesian cultural heritage sites to foreign friends

      Delete
  49. wah.. padahal saya pernah ke prambanan, tapi nggak tau yang mana yang bubrah itu

    wes lah..! sing penting uripku ra bubrah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwkkkk ..
      Bisaan sih kamu !

      Kalau bubrah uripmu sing ke arah lebih apik, ya ra pow pow toooow ... ?

      Delete
  50. Baru tau kalo ada Candi Bubrah. Kapan2 main ke candi ini ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seriusan baru tau candi Bubrah sekarang ini, mas ?.

      Lah, mas Adi kan tinggalnya di Yogya tow :o ..

      Delete
  51. Aku malah baru denger candi bubrah seandai nya tahu mungkin dulu sempet sempetin singgahπŸ˜ƒ
    mungkin kurang promosi dari pemerintahan setempat
    Blog mas hima jadi duta blogger wisata buat promosiin wisata wisata setempat jadi nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin begini, mas ..
      Saat mas Sopyan datang ke candi Prambanan dulu itu, candi ini masih terlihat dalam keadaan bubrah berantakan ..., ngga seperti sekarang ini, sudah terlihat tegak berdiri.
      Jadi, waktu itu mas Sopyan nggah ngeh kalau itu adalag reruntuhan candi ...

      Semoga saja begitu,ya betulan ditunjuk jadi duta blogger wisata untuk wilayah sana ..
      *ngarep modd:ON hahaha*

      Delete
    2. Moga aja mas hima ada yg nyasar kemari dr pihak pariwisata hehe
      Jadi motivasi bagus

      Iya seingat ku dulu cm prambanan aja yg ada disekitaran maklum kan pendatang πŸ˜ƒ

      Delete
  52. Mas mungkin sesekali dibahas awal mula suka berkunjung ke candi2. Mulai kapan tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sejak aku piyik, BeDe ..
      Anak burung kaleee akh kok disebut piyik wwwwkk :D

      Dari aku kecil udah sering dikenalkan nama-nama dan sejarah candi oleh ortuku, mas.
      Terus, sering diajak liburan ke candi juga.

      Baik, BeDe.
      Sarannya dari BeDe aku tampung.
      Terimakasih sarannya, ya :)

      Delete
    2. Enggak sabar menunggu perjalanan sejarah dari master candi indonesia,..he-he,..πŸ˜€

      Delete
    3. Wah bahagianya pny ortu yang concern soal candi. Ditunggu mas kisahnya

      Delete
    4. Ikutaaannn, saya pernah baca deh postingannya di awal-awal kayaknya bahas mengenai suka diajak petualangan oleh ortu sejak dulu.

      Cuman emang belum pernah baca, sejak kapan kok jadi suka bahas candi.

      Soalnya masih jarang loh travel blogger spesialis candi ahahaha

      Delete
    5. @mbak Rey, cerita yang pake mobil jeep gitu, terus ada kecelakaan gitu...mogamoga ga salah ingat..=)

      Delete
    6. @ Kuanyu :

      Wuakakkaa ..
      Jangan bikin aku ngakak kencng napa, kooo ..
      Nih, loh bikin kaget orang sekitarku :D.
      Gegara aku sering mengeksplire candi, jadilah aki dapat gelar baru dari ko Kian Yu sebagai blogger master candi Indonesia ..
      Bhhahahaaaa !

      @ Bang Day :

      Begitulah, BeDe.
      Akhirnya sekarang ini aku jadi 'tertular' menyukai mengeksplore candi.

      Baik, kisahnya akan kusertakan di artikel candi Borobudur saja, ya :)


      @ Reyne Raea :

      Wuaaah kereeen ..
      Kak Rey masih hafal dengan kisah awal postinganku yang dari bocah sering diajak touring oleh keluargaku !
      *mata berbinar bling ~ bling (blingsatan maksudnyaa .. hahaha)*

      Terimakasih, kaak ..


      @ Lantana :

      Ini kak Lantana ternyata juga masih hafal tentang kisahku dan keluargaku yang pernah mengalami kecelakaan.

      Terimakasih, kak Lantana :)

      Tapi kejadian musibah itu terjadinya bukan pas kami travelling, kak.
      Kejadiannya saat kami akan ke kota Purworejo sewaktu akan mencarikan sekolah asrama buatku.
      Aku kecil dulu saat SD nakal, lalu keluargaku berencana memasukkan aku ke asrama.
      Tapi ternyata, malah berujung terjadi musibah menakutkan itu.

      Delete
    7. >> Kunyu :

      Tuh lihat, ko ..
      Tulisan komentarku diatas buat ko Kuan Yu banyak salah ketiknya hahaha ..

      Gegara sambil ngakak sih ngetiknya baca komentarmu tuch, ko ..
      Wwwwkkkk

      Kamu siiich celetukan komentarmu bikin aku selalu ngakak bacanya .. :D

      Delete
  53. Thanks a lot :D

    have a nice weekend :D

    NEW WISHES POST | OH, HI WEEKEND WISHLIST!!
    InstagramFacebook Official PageMiguel Gouveia / Blog Pieces Of Me :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Happy weekend also, Gouveia :)

      ~Thank a lot~

      Delete
    2. Wih, ada bule nih sepertinya mas himawan,..yuk dilirik mas,..wkwkckk πŸ˜‚

      Delete
  54. Teringin nak pi sana...mogaoga ade rezeki ...cikbunga.balas.kunjungan yer...follow.sini.juga

    ReplyDelete
  55. Aku melongo kuadrat baca jalan kakinya itu. Itu jaohhhh kaleee... Lha nyewa sepeda saja terasa jauh. Apalagi jalan kaki, haha. Tapi yang kusesalkan, pas ke Prambanan aku nggak explore satu persatu. Rempong banget bawa anak2. Eh btw tikel masuk naik lagi ya?

    ReplyDelete
  56. Wahh tempat history ni..

    Dari Malaysia kunjung ke blog ni

    ReplyDelete
    Replies
    1. dari luar negeri aja ada mas,..mas hilmawan ini memang traveller liar biasa

      Delete
  57. Betewe eniwei busway, itu kenapa harga tiket untuk turis asing mahal sangat ya? sampe menyentuh angka 300ribuan... Kira-kira ada gadis Jawa yang melempar senyum juga gak ke mas Hant?? Siapa tau ada yang nyangkut gitu, wkwkwkwkw...

    ReplyDelete
  58. kenapa batal nebeng? segan ya mas? hehe
    padahal kebayang panasnya kaya apaa, terus musti jauh jalan kakinyaa.

    sha juga gak pernah mampu ngelilingin semua candi prambanan :P panas dan lelah saking luasnya

    ReplyDelete
  59. Ohh hasil restorasi candinya,,keren juga

    ReplyDelete
  60. aku punya temen budha, dan dia ngajakin sih kapan2 ke prambanan krn dia pgn liat semua candi2 di sana. aku iyain aja kmrn ajakannya, walo nth kapan bisa kesana :D. aku sendiri sih udh pasti bakal mudik thn ini, tp si temen ini hrs liat jdwalnya jga :D.

    ternyata tiket masuk ke candi2 di indo ini mahal juga yaaa utk WNA. jomplang bnr ama tiket wni. jd inget hrg tiket candi2 di Siamrep yg jg muahaaaal dan bikin aku emoh utk masuk :p

    ReplyDelete
  61. suka banget sama candi bubrah ini, tapi kawatir juga kalau bawa pasangan main ke sana nanti kawatir ikutan bubrah juga gan hubungannya, tapi semoga aja tidak ya, kan candi bubrah nggak seperti nama nya ya gan, bangunnan candi nya masih bagus :D

    ReplyDelete
  62. Wow cantik bgt candinya.
    I'm adding this to my top 10 places to visit list πŸ™‚
    Doain aku supaya tabunganku cukup kekumpul untuk bisa jalan-jalan begini. Hehe.

    *duh apa sih dateng2 minta doa...

    Aku tim jalan kaki!!
    Lebih enak jalan kaki sih, lebih sehat. Haha!!
    Untung temen2ku yg ke bali bareng taun lalu itu semuanya tim jalan kaki juga. Jadi asik. Agak nyebelin sih kalo traveling bareng trus satu ngeluh panas, pegel, capek karena terbiasa naik mobil ke mana-mana. I don't mean to be rude though ya emang lebih asik jalan2 sama yg gak gampang mager gitu hahah

    ReplyDelete