Wednesday, May 22, 2019

Mengintip Kerennya Balkondes Tumpangsari

Terinpirasi dari mamaku, setelah seminggu sebelumnya mama beserta rombongan keagamaan menghadiri acara gathering sekaligus liburan di salah satu Balkondes di sekitaran candi Borobudur ..., aku juga punya keinginan berlibur ke salah satu lokasi Balkondes sebagai pilihan lokasi liburanku kali ini. 

Dan kali ini sebagai teman berliburku, kuajak keponakanku, Fanny yang kebetulan sedang masa liburan bertepatan dengan kelulusan sekolahnya.

Tapi lokasi Balkondes yang kupilih ..., dan kali ini juga adalah merupakan lokasi Balkondes yang pertamakali kudatangi dari beberapa pilihan lokasi Balkondes yang terdapat di sekitaran candi Borobudur ..., bukanlah lokasi Balkondes yang pernah didatangi oleh mamaku dan teman - temannya. 


Trip Of Mine


Menyusuri jalan pedesaan nan asri, melewati deretan rumah warga dan dikitari oleh pemandangan persawahan menyejukkan mata, kami berdua mulai melakukan pencarian rute ke arah Balkondes yang kami tuju. 

Dimulai dari jalan alternatif ke arah Kulon Progo di dekat persimpangan area kompleks candi Borobudur, kemudian terus mengikuti arah rute jalan sejauh sekitar 5 kilometer.


Trip Of Mine
Balkondes Tumpangsari dilihat dari jalan raya desa


Tak begitu jauh dari depan jalan masuk ke area taman spot selfie Junk Yard, sekitar kurang lebih 1, 5 kilometer kemudian, sampailah kami tiba di tujuan lokasi Balkondes instagramable yang berada tepat di pinggir jalan ini.


Trip Of Mine



Balkondes Tumpangsari.
Inilah nama lokasi Balkondes tematik pertama yang kudatangi, dari ke 20 pilihan lokasi Balkondes lainnya yang berada di desa - desa sekitaran candi terbesar dan termasyur di dunia, candi Borobudur.

Bukan tanpa suatu alasan tak jelas seperti alasan dirimu melupakanku, eh# ..., keceplosan curcol , ..., aku memilih lokasi Balkondes Tumpangsari jadi tujuan pertamaku sebelum nantinya berlibur ke lokasi Balkondes berikutnya. 

Alasan itu dikarenakan kecintaanku tentang seni kebudayaan. 

Ya kisah sejarahnya, ya seninya ..., segala sesuatu hal tentang sejarah aku menyukainya. 
Tak hanya menyukai seni kebudayaan Jawa, tapi semua kesenian kekhasan etnik setiap daerah yang ada di Indonesia aku pun menyukainya.


Trip Of Mine


Di Balkondes Tumpangsari kekhasan kesenian etnik tanah Jawa, tokoh sosok pewayangan ditampilkan kuat sebagai eksteriornya.

Gunungan, property pernak - pernik interior eksterior pendukung yang digunakan dan juga sosok tokoh wayang berukuran besar digarap apik terpajang di depan bangunan khas Jawa di 3 joglo dan 2 pendopo berukuran besar dan terlihat nJawani tenan.


Trip Of Mine
Pendopo Balkondes Tumpangsari, keren bentuknya, ya ...

Itulah alasanku kenapa memilih lokasi Balkondes Tumpangsari jadi tujuan nongki pertamakalinya ke Balkondes dari sejumlah pilihan Balkondes lainnya yang tersebar sebanyak 20 lokasi desa di Borobudur.


Trip Of Mine
Apa yang akan kutumbuk pakai alu ini, ya ?
*lol*

Balkondes tematik lainnya dan masing - masing Balkondes juga punya daya pikat tersendiri, diantaranya tersebar berada di kecamatan Karanganyar, kecamatan Wringin Putih, kecamatan Candirejo, kecamatan Karangrejo dan kecamatan Kebonsari.

Balkondes atau Balai Ekonomi Desa sendiri merupakan sinergi bentukan antara BUMN pendamping PT. Taman Wisata Candi Borobudur, candi Prambanan dan candi Ratu Boko dengan sejumlah BUMN sponsor untuk mengembangkan potensi ekonomi, seni budaya dan wisata yang dimiliki ke 20 desa yang berada di kawasan Borobudur.

Setiap desa disupport oleh satu BUMN sponsor.

BUMN sponsor diantaranya : 
PT. Telekomunikasi Indonesia, PT. Pertamina, PT. Angkasa Pura Airports, PT. Telekomunikasi Indonesia, Bank Negara Indonesia dan beberapa BUMN lainnya. 

Satu Balkondes ditata tematik berbeda antara satu Balkondes dengan Balkondes yang lain dan setiap lokasi Balkondes dilengkapi dengan sejumlah kamar penginapan atau homestay bernuansa pedesaan dengan pelayanan dan kenyamanan setara dengan hotel berbintang. 

Setiap lokasi Balkondes dilengkapi dengan bangunan pendopo, ruang - ruang yang dipergunakan untuk keperluan kegiatan budaya dan beragam keperluan lainnya. 
Juga dilengkapi lapak pedagang makanan minuman yang menjajakan kuliner khas ndeso, seperti : singkong rebus, wedang uwuh dan jenis kuliner lainnya. 
Sesekali waktu di setiap Balkondes diadakan pertunjukan pementasan seni, seperti : gamelan, jathilan dan tari - tarian daerah.  


Trip Of Mine
Seperangkat sofa ala tempoe doloe


Kalau hanya sekedar nongki asik dan hang-out seru bareng - bareng teman di area pendopo dan nyobain icip - icip kuliner berbayar di Balkondes, tanpa bermalam pun boleh - boleh saja. 

Tinggal datang, order camilan atau juga memilih jenis menu makanan 'berat' ..., terus dilanjut fefotoan kayak kebiasaanku, ya di persilahkan.
Tak ada larangan untuk itu. 

Tapi, jangan gegara keasikan fefotoan di kesemua lokasi keren Balkondes ..., jangan lantas kamu pura -pura pasang aksi lupa membayar menu apa yang telah kamu order, lalu pergi nyelonong gitu saja, yaaa ..., wwwkk.
Ngga baik banget kayak gitu !.

Sebenarnya ada cerita berkesan, tepatnya bisa dibilang lucu, sih dibalik pengalaman liburanku bareng Fanny di Balkondes Tumpangsari di satu hari itu. 

Ceritanya ..., sesampainya kami disana yang kami temui bukanlah adanya pemandangan staff dengan segala kesibukannya melayani kunjungan tamu, atau juga ..., hmmm ..., adanya sambutan hangat dari staff untuk kami, misalnya ucapan 'Selamat siang, selamat datang di Balkondes ..., bla ..., bla ..., bla', seperti pada umumnya saat kami datang ke suatu lokasi layanan jasa. 

Loh, apa penyebabnya, kok ..., bisa gitu ?. 

Ternyata pemandangan yang kami temui saat kami tiba di Balkondes Tumpangsari adalah ..., hanyalah kesibukan para pekerja tukang bangunan tampak sedang membenahi ornamen satu pendopo yang hampir selesai pengerjaan keseluruhan areanya.
Ha ha ha ..., jelaslah kami berdua yang semula kebingungan, akhirnya malah tertawa ngakak berdua. 

Lah, gimana ..., plesiran kok ke lokasi yang masih belum terselesaikan sempurna dan areanya masih terlihat beberapa material kayu ditumpuk di salah satu ruangan joglo.

Tapi karena pada dasarnya secara kebetulan kami berdua sama - sama penyuka sosok wayang, fine - fine aja tuh ..., liburan di Balkondes Tumpangsari yang belum terselesaikan seratus persen pengerjaannya.


Trip Of Mine
Aku dan Fanny, sama - sama penyuka wayang


Dengan seijin petugas disana, akhirnya kami berdua kesampaian keinginan kami untuk membuat dokumentasi foto kenangan liburan di kesemua sudut memikat Balkondes Tumpangsari.

Dan juga ngerasain gimana nyamannya duduk nongki  berlama - lama di satu pendopo yang dilengkapi seperangkat meja dan kursi model tempoe doloe, meski terpaksa ngga berkesempatan ..., heumm ..., menjajal icip - icip kuliner khas desa disana ... .


Trip Of Mine



Lokasi :
Balkondes Tumpangsari
Jalan Giri Tengah No. KM15, Dusun V, Tanjungsari, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa - Tengah



287 comments:

  1. artikel baru kayaknya,, wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyesss .. ;)

      Mister Wicks jadi pertamax.
      Alias pengomentar pertama, hahaha

      Delete
    2. wkwkw,,, iya, takut keduluan yang lain, biar bisa mejeng di komentteratas, sebelum keduluan sesama tukang rusuh lainya,, :D

      Delete
    3. Selamat yah mas...krn sudah berada dipuncak karir...hahaha.#bercanda.✌πŸ˜†

      Delete
    4. wah ada ksatria baru nih,..ksatria komentar,..ha-ha

      Delete
    5. @ Kotanopan :

      Wwwwwkk ..
      Timingnya pas,ya ..
      Pas aku publish, mister Wicks pas datang di mari .., dan jadilah komentar mister Wicks mendarat di urutan pertama ..

      @ Kang Nata :

      Xixixi ..,
      Puncak karir meraih kerlap-kerlip bintang di angkasa :)

      @ Kuanyu :

      Hahhaha ..
      Bisaan sih kamu, ko ..
      Kasih julukan ksatria pengomentar segala ..

      Delete
    6. @kang nata:maaf ya saya duluan mampir disini hahahah...

      @kuanyu:ksatria komentar teratas wkkwkwkw,,,

      @himawan: udah aku intip ini kang dari jauh, begitu kamu pencet publish, saya hadir,. wkwkwkw :D

      Delete
    7. Giliran Mr Wics ya....Congratz ya..

      Lho Koko Kuanyu kemana aja...ketiduran...????

      Delete
    8. Artikel baru setelah lama menyepi.

      Delete
    9. @teh lantana,..eits saya udah lama nangkring duluan diatas teteh,..ea,..gesitkan saya,..ha-ha-ha

      Delete
    10. @ Mr. Wicks :

      Ngintipnya pakai alat teleskop yang buat ngintip bintang-bintang di angkasa, yaaa ..
      Hahaha ..

      Mister Wicks,
      kuperhatikan akun blog mister Wicks (selain blog Kotanopan) masih mempergunakan profil akun G+ ya ?.
      Belum diubah ke setting profil pengguna blogger kenapa ?.
      Tadi aku mau kunbal, ngga berhasil loh.

      Delete
    11. sub.Koment memang menyakitkan, walau sudah di no.2.ternyta kayak di no.terakhir..hahahh#ngeluh dot com

      Delete
    12. @latansha: iya mbak, saya intip2 aja ini,, wkwkw

      @kang Himawan: iya memang gak saya pindah, biarlah hitu aja, blog pertama dulu soalnya wkwwk,,, takut terkenal saya,, hahahaa

      Delete
    13. @ Kang Nata :

      Hahaha, ngga apa-apa sesekali ngerasain sakit.
      Biar tau nikmatnya sakit tuch kayak gimana ..
      *lol*


      @ Kotanopan :

      Jiaaa..aah ..
      Takut terkenal ;)

      Sampai disini aku baru nyadar kalau mister Wicks juga pasang foto profil blog ., SAMA MISTERIUS-nya dengan dibalik sosok foto profilnya kang Nata .., hahaha ..

      Delete
    14. Ciihuiiii...nempel pel...pel...kaya solasi ye......

      Heeem ....baru lihat mas Admin gandeng sidoi poto bareng lagi....namu dimana itu Mas...

      Delete
    15. Saya juga tahu isi tasnya....Tasnya beli dipasar Johar YA kan?

      ngaku aja.....lawong saya pernah ngintili Mas Admin keliling di Balkondes Tumpangsari namun nyasar di pasar johar kok?

      Delete
    16. @himawan: foto saya ini pas lagi nguli nyari pasir di sungai kang, biar keliatan seorang pekerja keras gtu, :D

      @asnaji: kayaknya bakalan bagus kalau dirimu buat konten artikel dengan judul ini gan,

      "ngintil Himawan dari balkondes nyasar ke pasar johar" wkwkw,,,

      Delete
    17. @ Asnaji :

      Gosip bereda...aaar .., hahaha :D

      Gegara aku berfoto bareng ponakanku disini .., wwkkk

      Nyasar dan ngintilnya jauh banget ya, maas ..,sampai ke pasar Johar Semarang ckkckk ..

      Eh#, Ngintili itu ..,
      bahasa dari negara mana yaa ?.
      Wwwkkk


      @ Kotanopan:

      Wuaah ..
      Keren euyyy mister Wicks admin Kotanopan (ngakunya) seorang pekerja keras ..

      Betul-betulan panutan dan mengingatkan kita semua untuk ..., tak lupa sering-sering nyempatin waktu buat ... Selfie, ditengah kesibukan kita.
      Dikit-dikit jepret kamera getoh ..
      hhahaha

      Delete
    18. mr.wics : ora opo mas, monggo...

      hima : hahahah.....sakitnya hti dah sembuh
      😲😲😲

      Delete
  2. Ambil no
    .antri....

    Mas Anyu , Mbak Rey dll...mohon ijin , nangkring diatas yah...✌πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. cepat juga nih si kang nata de coco udah nagkring di komen teratas,..ha-ha,..pasti rebutan komen sama yang diatas ya,..ha-ha

      Delete
    2. @ Kang Nata :

      Yeeess, kang Nata datang sebagai pengomentar nomor dua kali iniii .. ;)

      Eh, iya ..,
      seingatku selama ini komentar dari kang Nata belum pernah jadi pengomentar pertama di blogku, ya :(
      Sibuk terus ya, kang .., hehehe

      @ Kuanyu :

      Wwwkkk .., kok ..., nata de coco ?

      Wuah, jadi kebayang wajahnya kang Nata putih kenyal-kenyal kayak potongan buah kalengan nata de coco deeeh ...
      Wwwkkk

      Delete
    3. Hahaha... tapi masih nomor 2 Kang. :P

      Delete
    4. Mas Anyu > hahahah.....tau ajah, kalau kami main sikut sikutan untuk duluan koment disini, sori mas, saya duluan koment , hihihihi.#Antrinya dari Magrib loh....hahahah.

      Mas Hima > Alhamdulillah, berkah bulan Ramadan, sehingga saya bisa koment diposisi atas, ngak di bawah mulu, capek dan berdebu, hahahah...bercanda.

      Eninid > iya....lumayankan, hihihi....., kasih selamat dong dengan AKANG-mu ini, hahahah....Legaaa rasanya mendahului si Anyu Koment,, hkhkhkhk....

      eee....saya belum koment tentang isi artikel yah...??

      okelah kalau begitu........

      Baca artikel kali ini, saya merasa lega dan plog sekali mas, awalnya sich, saya harap harap cemas juga, khawatir MEMBAHAS CANDI lagi, hahahah......

      ternyata kali ini objek yang dipilih berbeda yah mas, penuh nuansa, apalagi ada drama berfoto dng si Fanny, wahhhh.....bagus tuh mas, sering sering dong ada WONG AYU di dalam FOTONYA, biar lebih berwarna gitu, hahahah.....

      Ohy......lihat lesung , saya jadi ingat kampung halaman saya, dimana dahulu rata rata setiap rumah ada lesung loh, fungsinya sih tetap sama, buat menumbuk, menumbuk hati MANTAN yang KERAS itu, hahahaha...#apaan sih gua, kwwkwkw......

      OHY..TAS-nya itu kalau ngak salah belum pernah saya lihat, dapat dari mana tuh....? pinjem ...? kalau punya sendiri, yuk diwariskan kepada saya,hahahah......#ngimpi.

      Delete
    5. Kang Nata juga sudah menduduki di peringkat kedua...Semangat terus Kang, selangkah lagi...!!!

      # Ih, kang nata romantis banget, numbuk hati mantan pake ALU @ LESUNG
      # Tasnya biru lho kang, ga apa-apa??

      Delete
    6. Kang Nata : Lah ini beneran udah jadi mantan?

      *kabuuuuurrrrrr
      wkwkwkwkkwkwkwkwkwkw

      Delete
    7. @ Kang Nata :

      Kok aku ..., mencium adamya tanda-tanda SIGNAl GETARAN JIWA dari kang Nata ke .., kak Einid disini, yaaaach ...
      Hahahaha ...

      Coba deh perhatiin, pemirsaaaah ..
      Nulis AKANG-nya buat kak Einid digedein ..., Wkkkk
      Ciiee .. ciee .. ciiee ;)

      Wwwkk ..
      Tuch kaaan .., berarti benar kalau .., dalam hati kang Nata punya rasa cemas sedikit artikel baruku tentang candi lagi ...,
      Kalau gituuu .., artikel selanjutnya candi lagi aja akh yang akan kuulas ...
      Wwwkk

      Fotoku bareng WONG AYU kuusahin pas para krucils ponakanku pada libur sekolah ya, kang ;).

      Diluar itu, lebih asik berfoto sendirian aja ..., hahaha ..

      Alunya buat ..., numbuk hati sang mantan :o ?.
      Wuaaah .. , ikutan kucobain juga aaakh ..,
      wwwkkk ..

      Tas biru motif etnik kepunyaanku itu ..., kubikin dengan cara ajaib loh, kang.
      Kuselesaikan dalam waktu 5 detik pengerjaannya.
      Okey banget kaaan ..., wwwkk ..
      Cara bikinnya minta bantuan dari Doraemon .., ujug-ujug keluar dari kantong ajaibnya ,hahaahaa
      *lol*

      Delete
    8. Mbak Latana > Iya. Mbak, mohon doa restunya yach agar nanti bisa di rangkin satu, hahhahah.....duhh.....sgitunya mau koment di blog ini.hahaha....

      mau biru atau pink ngak apa2 kok Mbak, soalnya kalau sudah sampai ditangan saya, saya akan cepat cepat jual kok, lumayan buat bayar domain, huahahah,,,,,

      Romantis..? mmmm...kok tahu sih, hahahah....@gue ge'er.. :)

      Mbak Rey > mmmm....gimana yah, jjur ngakk,,,,,jjur ngak,,,,jujur ngak ( dihitung mengunakan kancing baju... )

      Mas Hima > hahahah....jeli amat loe Mdro...!!! yg kayak gitu ajah jadi gosip, hahahah,,,," percayalah saya tak akan rebut pujaan hatimu, soalnya saya ogah pacaran sama NONA CANDI, hahahahh,,,,,

      soal tas lupakan saja, yang penting saya mau kabborrrr..dulu...hahahah....

      Delete
    9. @ Kang Nata :

      Huahhaahaa ...
      Mata saiaaa 'kan tajam, kaang ...
      Setajam mata elang ;)

      Jadi mataku ini
      ... jeliii banget baca tulisan sekecil apapun, apalagi tulisan 'akang' nya yang ditujukan ke kak Einid ... , ditulis segede GABAN kayak gituuh ..
      Wwwkkk

      Tercyduklah akhirnya kang Nataaa ...
      Xixixi ..

      Hellow .. , kak Einid mana yaaa .. ?

      Delete
    10. Aski ngakak amat dipanggil nata de coco, peace ah, lawak beud soalnya mas kuanyu tuh haha

      Delete
    11. Hahahaha ...,
      Begitulah ko Kuan Yu, ngelawak abeeees ..

      Berbakat dia jadi stand up comedy :D

      Delete
    12. Selamat Kang Nata sudah menjadi nomor dua dan semoga ke depannya bisa menjadi nomor satu kalau komentar ya Kang.

      Delete
    13. Nid abis menghilang, btw aku kok ya kaget ya tiba-tiba Kang Nata menulis, eh ngeti segede GABAN gitu.

      Ah, yang penting nid turut senang dengan AKANG-ku yang bisa berada di posisi kedua.

      wkakakaka...

      Delete
    14. Huahhaaha ..

      Asik(pedia) betulan deeeh ..,, akhirnya kak Einid pun menyatakan kang Nata adalah AKANG-nya ...

      Wwwkkk ..


      Hellow ..
      Kang nata dimana, ya ..
      Hayyok datanglah lagi di mariii ..
      Ada komen seru dari kak Einid, loooh ..

      Delete
    15. Hima : sudah benarin yah quota komentnya ?saya pikir ngak bisa koment lagi.hahahah....

      einid :trims ya mbak .... komentnya edisi ngebut soalnya mau.....

      mksih sdh manggil saya akang, eeee....tapi yg muda siapa dong....✌πŸ˜†

      Delete
  3. saya suka banget gambar ke 2 dan ke 6 serasa di mana gitu😊

    tp balkondes tumpangsari ini di gambar no 6 mirip desa peninggalan majapahit ditempat saya namanya kampung naga tanpa listrik dll

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh kampung naga tanpa listrik,..jadi penaasran bentuk kampungnya itu bagimana ya,..dan bentuk tempatnya itu seperti apa ya,..he-he

      Delete
    2. @ Sopyan :

      Kampung Naga itu di pedalaman suku Baduy ya, mas Sopyan ?

      Wuaah .., kayaknya asik bener yaa .., malam-malam disana gelap-gelapan ngga ada listrik, cuma ditemanin penerangan lentera minyak tanah.

      @ Kuanyu :

      Idem dengan dirimu, ko ..

      Aku juga penasaran pengin lihat kayak gimana suasana kampung Naga.

      Kira-kira mas Sopyan berkenan mengulas kampung Naga ngga, ya .. ?.

      Ayook, kita rayu mas Sopyan ..., hahaha

      Delete
    3. Masih banyak ya wilayah tanpa listrik di Indonesia, kebayang banget bagaimana gelapnya kalau malam, makin terasa mencekamnya hehehe

      Delete
    4. jangn takut teh,..nayalakan lampu petromax aja,...jadi seperti sedang berburu makhluk halus gitu,.kan seru

      Delete
    5. Bukan kampung naga ada di tasikmalaya mas hima bisa searching buat tempat tempat nya makan nya nama blog saya alerga (anak lereng galunggung)
      Namun balkondes di borobudur nampak nya sudah tertata rapih dengan baik ya oleh pemerintahan setempat

      Delete
    6. @ Sopyan :

      Oh, iyaaa ..
      Maaf, mas Sopyan kemarin udah salah nulis lokasi kampung Naga.

      Tadi langsung kusearching dimana lokasi kampung Naga juga lihat foto perkampungannya.
      Keren ternyata, yaa ..
      Nuansa traditionalnya kental juga disana.

      Ayok, lokasi kampung Naga diulas, mas Sopyan..

      Delete
    7. Haha nggak apa apa mas hima πŸ˜ƒ
      Nggak akh sudah banyak yg bahas πŸ˜ƒ mulai dr tempat sampai kebiasaan

      Delete
    8. Ngga apa-apa diulas lagi, meski sudah banyak yang pernah mengulasnya.

      Ada keunikan atau ciri khas tersendiri kok dari tiap penulis yang mengulasnya.

      Delete
  4. Kejam sangat kang Nata, selalu mendahului saya di mana-mana hahahaha
    Tapi lumayan lah jadi komen lumayan atas hahahaha

    Beteweeee, balkondes ini sekilas saya pikir sebuah balkon wkwkwkwk

    Keren banget ya, BUMN hadir merata di seluruh wilayah-wilayah Indonesia, di Surabaya juga banyak tempat2 indah yang awalnya adalah sebuah lokasi yang tak terawat, jadi instagramable.

    Dan satu lagi saya kepo, jadi siapa tuh yang motoin Hima ama Fanny?
    Tripod atauu pekerja yang lagi lalu lalang itu hahaha

    Btw juga, cantik banget ya ponakannya, awas di taksir Kang Nata dan Anyu hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, iya teh cantik ponakannya,..ea,..kenalin atuh mas,..ha-ha,..

      Delete
    2. @ Reyne :

      Wwwkkk .., gegara namanya hampir ada kemiripan dengan teras di loteng, dikirain kak Rey balkondes berupa ..., sebuah balkon.
      Hahaha

      Ya, kak.
      Gerakan pemberdayaan dari BUMN seperti di balkondes2 ini dan juga di beberapa lokasi di Surabaya, patut diacungi jempol.
      Tempat yang punya potensi wisata besar tapi selama ini tertinggal karena minimnya dana dan sarana, disulap jadi tempat yang menarik buat liburan.

      Yang motoin aku dan Fany adalah ..., benar tebakan kak Rey, hahhaa ..
      Mau minta tolong ke salah satu pekerja bangunan disana, takut ngrepotin.
      Yowis, akhirnya tripodlah yang berjasa membantu kami :D

      Hehehe ..
      Beda ya profil wajahku dengan si Fanny, kak ?.
      Kalau diperhatikan profil wajah Fanny lebih dominan ke profil wajah dari suku Ambon, padahal dia ngga ada garis keturunan dari Ambon loh, kak .. :)


      @ Kuanyu :

      Hahahaha ..
      Fanny masih cilik, kooo ..
      Baru lulus SD tuh bocah ..

      Delete
    3. Mbak Rey > hahahah......, maafkan daku, kwkwkwk.....# Itu Rezeki anak Soleh.

      Delete
    4. Wowwwwww.. baru lulus SD???
      Anak-anak zaman now, sungguh cepat banget pertumbuhannya.
      Jagain baek-baek ye ooomm, wkwkwkw

      Bakalan jadi rebutan cowok-cowok tuh bocah cantik :D

      Delete
    5. bener… anak anak cepat semuanya

      Delete
    6. @ Reyne :

      Iyach, ponakanku akan kujagain baek-baek tanteee ..., eh# wwwwkk ..
      Kok manggilnya kak Rey jadi tante :D

      Iya,kak .., tubuh Fanny tuch bongsor tinggi menjulang, hampir menyusul tinggi badanku.

      Lama kelamaan mungkin bisa jadi tubuhnya tumbuh setinggi pohon kelapa ..,
      wwwkkk

      Delete
    7. ha-ha-ha,..ngakak baca komentarnya,..gede banget tuh mas hima keponakannya,..bahaya kalau nanti setinggi pohon kelapa,..bisa jadi penerus ade rai nih,..ha-ha

      Delete
    8. Wwwwkkkk ..
      Betul kan yeyyy jawabanku, ko ..
      Usia SD aja udah setinggi gitu ponakanku, gimana usianya ntar 17 tahuun yaaak .., setinggi apa coba :D

      Delete
    9. ohy mas hima , semoga mas hima ngak bocorin fb, IG dll.milik si ponaan kpd siapa pun, saya khwatir ntar ada yg PDKT.hahahha....✌πŸ˜†

      Delete
  5. penasaran sama balkondes, ternyata semacam pendopo yang multifungsi, ada penginapannya juga, ada lapak jualannya juga, kadang ada pertunjukan seninya juga, kayaknya seru nih kalo kesana rame2 sama temen2ku trus nginep di salah satu balkondes yang punya tema berbeda beda, trus explore wilayah desa di sana, kliling kliling desa, bercengkrama dengan warga yang baikk baik orangnya.

    lama ga main2 ke tempat ginian nih, di jogya dan sekitarnya banyak banget tempat adem2 kayak gini, bisa refreshing otak nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bisa dikatakan paket liburan komplit di Balkondes, kak.

      Ada baiknya kalau kak Ainun dan teman-teman suatu saat nanti pengin bermalam di salah satu balkondes untuk sekalian nonton gelaran acara pementasan kesenian, hubungi dulu pengelolanya untuk menanyakan kapal jadwal pertunjukan kesenian diadakan.

      Kalau untuk mengeksplore desa dengan memilih jenis transportasi pilihan yang ada seperti : tour off road naik mobil antik VW .., bisa dilakukan di hari kapanpun.

      Delete
    2. wihhh ada naik mobil VW juga, pasti seru, jadi inget jaman cilik dulu naik mobil VW, jadul nan klasik tapi mewah

      Delete
    3. Seru sensasi naik mobil jadul kayak gitu ya, kak .., hehehe :)

      Apalagi barengan sama temen-temen nyewa satu mobil,terus muterin desa dan mampir-mampir di tempat ketje ...
      Asek berat kuyyy

      Delete
  6. wayangnya dicat warna warni...keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas Tanza.
      Penggarapan sosok wayang khas Jawanya ini keren banget ya ...
      Hampir sebagian besar turis mancanegara akan senang lihatnya.

      Delete
  7. Keren bet rumah2nya apalagi pendoponya tampak selalu rapi dan terawat ya, bisa buat syuting film kerajaan nih kayaknya ya mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, rapi jali penataan areanya, kak ..., bikin betah ngadem lama-lama disana.

      Daan .. tentang syuting film kerajaan, yang jadi
      pemeran utamanya adalah ..., kak IId, ya ..

      Ya ...ya .., mau yaach ... :D ?

      Kak Iid ceritanya jadi ibu suri gitu, terus memimpin kerajaan dengan adil dan bijaksana :)

      Delete
    2. Waduh gak cocok, saya mah jadi penonton aja dah, maklum mas dulu saya sukanya nonton saur sepuh hehe

      Delete
    3. @Hydriani: saur sepuh seru loh, dulu juga suka nonton film itu

      Delete
    4. @ Hydriani :

      Cocok kok profil wajah kak Iid jadi pemeran tokoh ibu suri di film layar lebar Saur Sepuh.

      Meski kak Iid berasal dari Medan, tapi profil wajahnya Njawani atau kayak typikal wajah orang Jawa, loh :)


      @ Aris Armunanto :

      Suka adegan naik burung garudanya ya, mas ?.
      Hehehe :)

      Delete
  8. balkondes,..balkondes ini seperti tempat untuk bersantai mas ya,.karena saya lihat sepertiny adem banget dan terlihat keren sekali dengan tampilan yang sederhana,..yang membuat saya terkejutnya adalah sponsor dari balkondesnya ituloh

    sponsornya gede-gede amat ya,..ha-ha,..ada telkom sampai perbankanpun ikutan untuk mensponsori,..luar biasa

    saya sangka tadi foto yang ke 3 itu adalah foto reog atau kepala reog,..rupany hanya pajangan aja ya,..he-he,.wayang dindingnya keren tuh, cantik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa juga dikatakan balkondes adalah tempat untuk bersantai, ko Kuan Yu.

      Buat bermalam di homestay, ngadain gathering atau acara ultah/rapat, atau juga cuma sekedar kongkow-kongkow nongki asik .., semuanya bisa dilakukan di balkondes ;)

      Wuaah,
      aku jelasin detil gini jadi kayak tugas .. seorang public relationsnya balkondes yaaach ..
      Wwwkkkk

      Iya, ko kesemua balkondes disekitaran candi Borobudur disponsori nama-nama besar BUMN.
      Ini karena desa-desa desa disana punya potensi besar untuk dikembangkan jadi sektor pariwisata sebagai pendukung candi Borobudur yang terkenal ke seluruh dunia.

      Adanya sarana balkondes-balkondes tematik ketje itu diharapkan wisatawan lebih lama tinggal di area Borobudur.
      Itu artinya dapat meningkatkan devisa negara dari sektor pariwisata.

      Gimana,ketjeh ngga penjelasanku tentang balkondes ini, ko ?
      Wwwkkk ..
      *lagi-lagi merasanya jadi seorang public relations*

      Delete
    2. widih,..mendengar penjelasan dari sanag master candi saya terdiam sejenak,..sambil minum teh sariwangi,..keren penjelasannya,...sepertinya cocok nih jadi bujang dayang candi indonesia,..ea

      Delete
    3. Bhua..hahaha ..
      Betulan aku ngakak .., tiap kali disebut ko Kuan Yu diriku adalah master candi :D !

      Pakai disebut .., bujang dayang segalaa ..
      Hahaha


      Teruuus, keseharianku pakai kain traditional dan selendang getooh .. ?, Wwwkkk

      Delete
    4. ngak apa2 Mas pakai selendang, biar sekalian jadi guru menari.hahahhah...kaboooorrrrr...!!!!✌πŸ˜†

      Delete
    5. Saya membayangkan kalau mas hima jadi guru tari,..tari apa ya yang akan diajarkan,..mungkinkah tari reog,..yang ada adegan mengangkat kepala barong yang gede,..atau mungkin adegan ngangkat batu candi pakai gigi,..ha-ha πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚#candamashima

      Delete
    6. @ Kang Nata =

      Kang Nata jadi murid tariku yaaaa ...

      Mau kan ?.
      Yaa .. , yaa ...,mau yaa .. ;) ?

      Kuajarin tari potong bebek angsa, wiiis ...
      Keren goyangannya.
      Goyang pinggul kanan kiri gituuuh .., hahaha


      @ Kuanyu =

      What, .. apa, kooo :o ?

      Mmwua...hahaha ..
      Auto super ngakak bayangin gigiku sekuat itu .., kuat ngangkat batu candi segala ..

      Gigi traktor kalii aaakh .., hhahaha

      Delete
    7. Kuanyu : Tari Ularrr Mas, hahahah.....

      Hima : mau donggggg, jarang jarang diajak oleh mas hima dng Job memukau ini.πŸ˜€πŸ˜πŸ˜†

      Delete
    8. waduh saya ketinggalan berita nih gak lama ke kak himawant dah ratusan aja komennya.. tapi yamng palings seru komen yang ada kang natanya aahhaa
      betul ga kak himawant?

      Delete
    9. @ Kang Nata :

      Hayoook .., aku ajarin, kaaang ..

      Selendang warna pink kepunyaan kang Nata dibawa sekalian, ya .., jngan ketinggalan,tuch ..

      Ntar kita latihan narinya di lapangan golf;)


      @ Ratutips :

      Selain kang Nata yang seru komentarnya, ada 1 blogger yang merangkap jadi stand up comedy, kak ...

      Celetukan dan banyolannya sama-sama heboh tralala .., dia adalah Kuanyu .., hahaha ..


      2 pemuda itu jago kalau disuruh ngelawak dan selalu kompak sahut-sahutan komentar seru dan gokil ...
      Makanya, mereka kukasi julukan :
      MIMI LAN MINTUNO

      Hahahahaa ...

      Delete
    10. tenang saja mas ntar aku bawa selendang pink gambar hello kitty, biar kita puas melakukan tarian india.hahahahah....✌πŸ˜†

      Delete
  9. lalu dayang sumbi menumbuk pagi agar matahari segera terbit, dengan bengini sangkurian tidak akan menyelesaikan pebangunan candi.

    *lagi menceritakan foto yang lagi megang alu

    ReplyDelete
    Replies
    1. .. Jadi, mas Sabda :o ?
      *ekspresi kaget*

      ..., aku adalah dayang sumbi .. heuum ..., dayang sumbi ber-JAKUN gituu ..?

      Bhuu .. aaahahaha .. :D !

      Delete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bentuk bangunanya memang pendopo, kak Tity.
      Fungsinya saja yang membedakannya ya, kalau di tempat kak Tity tinggal biasanya dipergunakan untuk keperluan meditasi, kalau di balkondes ini digunakan untuk bermacam kegiatan seperti buat nongki sambil icip-icip nyobain kuliner ala desa.

      Ya kak, balkondes ini suasananya asri :)

      Delete
  11. Walaupun belum selesai semua, tempatnya keren mas, nuansa budaya dan tradisionalnya kental sekali, asyik kalau bisa nginap disana ya, ada makanan tradisional dan pentas seni, bikin betah lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul mas Aris.
      Karena kuatnya nuansa traditional,selain memang karena keren desainnya disana,bikin aku kepincut datang kesana dan kujadikan lokasi kunjungan pertama sebelum nantinya datang ke balkondes -balkondes lain yang juga ketje-ketje banget penataannya.

      Mas Aris sudah belum ya berkesempatan nyobain datang ke balkondes ?.

      Delete
    2. Ternyata banyak balkondes2 lainnya ya mas, tapi satupun belum pernah hehehe

      Delete
    3. Oh, mas Aris belum sempat waktu nyobain berlibur ke balkondes ...
      Hayuuk ajak keluarga kesana, mas.
      Ngga jauh-jauh banget ditempuh dari Salatiga.

      Iya, mas.
      Kesemuanya saat ini ada 20 balkondes dan lokasinya tersebar di beberapa desa.

      Delete
  12. Keren deh arsitekturnya, apalagi wayang-wayangnya jadi ke-indonesia-annya nampak bner. Jadi pengen ke sana☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyeess, bener banget ..
      Nuansa keindonesiaanya kuat banget balkondes Tumpangsari ini.

      Kapan-kapan kesana ya, admin Kuskus yang pintar :)

      Delete
  13. Ya ampun... aku baru tahu ada wisata balkondes... Wisata ini mah menarik, bisa memupuk rasa cinta pada seni dan budaya Indonesia. Apalagi Balkondes Tumpangsari deket juga dari Candi Borobudur, jadi bisa mampir ke sana juga kalau kebetulan wisata ke Candi Borobudur.
    Terus di Balkondes Tumpangsari bisa nongki-nongki cantik sambil menikmati indahnya wayang-wayang yang sudah ditatap seapik mungkin dan instagramable...
    Aku jadi pengen foto-foto juga, soalnya aku suka wayang juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip ..
      Ternyata kita samaan,kak.
      Penyuka wayang juga :)

      Berfoto di dekat sosok wayang bikin foto kita jadi terlihat lebih unik, ya ..., tampil beda karena backgroundnya kuat banget khas traditionalnya.

      Delete
    2. Iyaa... tapi, aku nggak apal nama wayang-wayang sih Kak, cuma tahu beberapa karena suka sama ceritanya dan menarik karena orang dulu bisa membuat wayang yang sekeren itu.

      Iyaa dong... aku pengen juga foto di depan wayang sebesar itu.

      Delete
    3. Hehehe, aku juga iya..,ngga atau belum hafal semua nama-nama tokoh wayang yang ada, kak.

      Kan seabreg tuh tokoh-tokohnya.
      Hanya tokoh tertentu saja yang aku hafal namanya.

      Siiiip, kudoakan kak Einid kelak kesampaian liburan sekaligus bikin dokumentasi foto unik dengan latar belakang sosok wayang di balkondes satu ini, atau juga nemu spot wayang di dekat kota Malang.

      Delete
  14. bagus juga ya ada tempat sebegini. manalah tahu suatu hari nanti saya datang melawat candi borobudur, bolehlah saya singgah ke sini menikmati wayang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin kudoakan dari sini,kelak kak Anies kesampaian datang ke candi Borobudur dan mampir ke balkondes-balkondes yang ada di sekitaran sana.

      Kalau kak Anies perlu bantuan pendamping mengeksplore area Borobudur, aku siap jadi guidenya.

      Delete
    2. insya allah dalam perancangan... tunggu ticket flight ada discount barangkali hahaha

      Delete
    3. Hahahaa ..
      Mantul milih timingnya itu, kak ..

      Dapat diskon,lumayan bisa memangkas beaya plus bisa buat keperluan lainnya :)

      Delete
  15. Replies
    1. Thanks a lot, Bob.
      Greetings from me in Indonesia.

      Delete
  16. Duh ni first timenya aku ke blognya ms Himawant.. Pdhl smpean sdh bbrp x mampir di blog aku.. Bkn sibuk tp krn ga mudeng.. Ni bangunan balkondes njawani bgt yaa.. Kereen dan mirip cerita wayang dr kerajaan apa gt yaa... Apalg bs buat foto" yg keren cucooo bgt deh πŸ˜€

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh, kok ngga mudeng napa to, kak Heni ?.

      Ojo kelamaan ndak mudengnya, loh ...,
      Ntar jadi pudeng, eh# itu puding sejenis agar-agar ding ..,
      hahahaha :D

      Ntar pas kak Heni liburan ke candi Borobudur, cobain sekalian mampir datang ke balkondes Tumpangsari sekalian, kak.
      Mudah kok rutenya.



      Delete
  17. Travellingnya selalu menyelipkan nilai2 edukasi spt historis, kini dit seni & budaya, trmsk pewayangan. Nice info

    ReplyDelete
  18. sepertinya seruu nih ke sini hehe. mantapp bisa dicoba nih nanti
    Fakhrezy salam mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. btw nanti izin referensi ya mas mau nulis di web tentang wisata destinasi, bisa jadi bnyak rujukan nih

      Delete
    2. Salam kembali dari saya, mas Fikri.

      Monggo, kapan kalau mas Fikri punya waktu berlibur, coba datang ke lokasi balkondes Tumpangsari ini juga setelah dari candi Borobudur.

      Delete
  19. As far as I can tell there is no translator on your blog, so unfortunately I am unabke to read it.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Once again I'm sorry that I haven't installed a language interpreter on my blog, mr. Gascoigne.

      Hopefully the pictures in this article are more or less able to make a picture of the location that I reviewed.

      In the near future, I will complete my blog with language enhancements.

      Thank you for visiting here and greetings from me in Indonesia

      Delete
  20. Membaca komentar di atas saya mas, sepertinya dia upset, menurut saya dia pengen banget ngikuti kisah Mas Hino dan foto-foto, serta ikutan kasih komen bareng...=D

    Maaf banget koq saya jadi ngomen komentar...btw my spotlight is Wayang Kuning, cakeeeeep banget, tapi lebih cakepan yang selfie !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, apa yang dikatakan oleh mr. Gascoigne kalau dia berkeinginan mengerti bahasa negara kita dan ikut berkomentar.

      Tapi sayangnya, blogku ini belum dilengkapi google translator dan mr. Gascoigne tidak punya aplikasi penterjemah bahasa yang ada bahasa Indonesianya.

      Jadilah,dia berkomentar mengucapkan kekecewaannya, kak Lantana.

      Wuaaah ..
      Si wayang kuning dan aku sama-sama dibilang cakeeep
      ..., ge-erlah saiaaaaaa,kak ...
      Wkkwwwwk :D

      Pahala berpuasa kak Lantana akan bertambah karena sudah membahagiakan diriku .. ,xixixi ..

      Delete
  21. Keren ni mas destinasinya.
    Sebagai fokus saya dan salut juga. Ada desa yang di sponsori oleh BUMN. Berarti pasti masyarakat disana, kreatif dan memiliki smangat membangun desa. Kalau gak, mustahil BUMN mau sponsori desa tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mas Pujiaman.
      Selain karena memang potensi yang dimiliki tiap desa, pembangunan balkondes-balkondes disponsori para BUMN ternama ini untuk meningkatkan sektor pariwisata dan mendongrak ekonomi desa.
      Tentunya juga akan meningkatkan devisa negara.

      Delete
    2. Nah, kalo potensi sudah ada, jadi tinggal melatih tenaga profesional dan paham akan hal itu.

      Delete
  22. Aku pernah ke salah satu balkondes seputaran Borobudur. Tapi lupa namanya, pokoknya yang terdekat dengan candi. Ini keren lho ide balkondesnya. Hmmm. Setahuku sih disuport penuh oleh petahana..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, kak Agustina.
      Konsep balkondes Tumpangsari ini keren, nuansa Jawa-nya tampil kuat banget.

      Kapan-kapan ke balkondes lagi yuk, kak.

      Delete
  23. Mas Hima kece banget pake kacamata biru begitu. Haha. Enak yaa yang jalan-jalan ke Bolkandes Tumpangsari. Saya jadi pengen juga kesana mas. By the way fotonya sama si Fanny asyik juga ya, cucok sama-sama penyuka wayang. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pahala berpuasa kak Suryani bertambah setelah membuat saiaaaaa .... nyengir bahagia ke-ge-era-an gegara dibilang kece banget ...,
      Xixixixi ..

      Diamini ya pahalanya bertambah, kaaak ..., amiin

      Berprofesi sebagai arsitektur rancang bangun, menurut kak Surynai lihat konsep yang diusung balkondes satu ini gimana, kak ?.
      Kuat banget konsepnya seperti pendapatku, ngga ?.

      Delete
  24. Piye iki mas aku wes mlaku ning Jepang tpi jawa ora pernah , pingin banget ke JAwa apa lagi menikmati keindahan budaya jawa yang masih kental banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho'oh piye kuy yo, maas .. ?

      Hahhaaha ..
      Kok tau bahasa Jawa sih ?.
      Bukankah berasal dari pulau Sulawesi ya ?.

      Ginii aja, mas ..
      Atau kita sementara waktu saling tukar posisi saja, gimana mas ?.
      Dirimu ke Jawa dan aku ke Jepang ?
      Wwwkkk ..

      Aku 'kan juga pengiiiiiiiin banget ke Jepaaaang ...
      Nyemplung di onsen, ngemil dorayaki, lihat sakura dan barangkali ketemu mantan disana ... , haiiik ..

      Delete
  25. Wah ternyata ada wisata model Balkondes ya? Baru tahu aku..
    Balkondes itu ternyata ada macam-macam ya? Wah ada sponsornya BUMN juga yang punya nama lagi hebat. Sebenarnya tujuan Balkondes sendiri itu apa ? Aku ini agak awam soal Balkondes. Jadi malu dech aku.. Wkwkwkwk :D

    Dari awal aku tertarik dengan sosok wayang gede yang dicat kuning itu.. Menarik banget ya kalau background foto nys wayang jumbo seperti di atas:) Kira-kira tokoh pewayangan siapa itu yang dipajang brader?

    Senangnya travelling berdua bareng Fany, warna kostumnya senada juga ya kompak dech Om dan ponakan.. Hehehe.. :)
    Fany lagi liburan panjang ya nunggu hasil lulus SD? Kalau begitu sepantaran sama ponakanponakanku cowok yang juga nunggu hasil kelulusan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baiklah, aku akan menjelaskannya lagi apakah sebenarnya balkondes itu
      ...
      *ambil toa, eh" mic aja, ding* , hahahhaa

      Begini sodara ...,sodariiii ..

      Balkondes itu adalah balai ekonomi desa.
      Merupakan penggiat ekonomi, adat budaya, seni dan pariwisata yang disponsori oleh BUMN Pendamping dan sejumlah BUMN Sponsor.

      Kegiatan balkondes itu sebagai sarana pelengkap, atau juga sarana penunjang keberadaan candi Borobudur yang terkenal sampai mancanegara.

      Nah, di balkondes-balkondes ketje, instagramable, nyaman dan .. bla .. bla .. bla itu, wwwkkk .., turis bisa lebih berlama-lama berada di sekitaran candi Borobudur.
      Mungkin sekedar nongki asik kayak saiaaa ..., dan Fanny .., atau juga brrmalam di homestay balkondes, terus ambil jenis paket wisata yang ditawarkan disana.
      Itu artinya pergerakan ekonomi desa akan terangkat dan juga devisa negara juga bertambah.

      Jelas kan yeii .. ?.
      *jawab pertanyaan begini rasa-rasanya diriku seolah public relationsnya sana deeh*
      Wwwwkkkk !

      Kalau dilihatin sosok beberapa tokoh wayang terpajang di balkondes Tumpangsari ini tokoh dari para Pandawa Lima.
      Ada Srikandi, Arjuna mencari cinta, eh# salah, hahhaa..., juga ada Nakula Sadewa.

      Soalnya seingatku tokoh Nakula Sadewa itu merupakan sodok kembar, tapi berwajah dan berkulit rupa berbeda antar keduanya.
      Nakula digambarkan sosok berkulit wajah hitam.
      (Background fotoku urutan ke 4)

      Jadi, ponakan sista saat ini juga liburan sekolah kelulusan sekolah kayak si Fanny, yaa .. ?.
      Kalian ngga nyobain travelling barengan berdua, sista ?

      Delete
    2. Ooouw sorry kalau pertanyaanku membuat sang admin blog harus menjawab dengan panjang. Makasih banyak bang admin atas penjelasannya yang sangat jelas dan detail ini.
      Hehehe... Sekarang aku jadi ngerti apa tujuannya didirikan Balkondes itu.

      Ternyata balkondes itu sebagai penggiat adat istiadat budaya dan ekonomi suatu desa ya? Yang mana kebetulan di sini daerah/desa yang dekat dengan candi Borobudur. Selain sebagai penunjang juga balkondes tsb bisa menaikkan taraf ekonomi penduduk desa setempat ya? Dan bisa menambah devisa negara . Oke banget kalau begitu.Jempol dech ide pemerintah setempat. :)
      Untuk itu perlu disponsori oleh BUMN agar bisa berkembang baik.
      Oh kalau begitu selain di lokasi dekat candi Borobudur pasti masih banyak lagi balkondes-balkondes keren lainnya ya brader?

      Jadi tokoh waayang yang ada di balkondes Tumpangsari ini menggbarkan tokoh wayang Pandawa lima ya? Aku agak hafal kalau Pandawa lima. Urutannya Yudistira, Bima, Arjuna, dan kembar Nakula Sadewa.

      Ooh foto no. 4 itu brader dengan tokoh wayang Bima ya?
      Ukuran wayangnya yang jumbo dan dicat warna kuning (warna kesukaanku) bikin tampilan wayang ini tambah ketje banget..:)
      Jadi kepingin aku foto dengan background wayang jumbo ini..

      Oouw jangan ditanya dech ponakan cowok yang satu ini nggak mungkin mau bepergian travelling dengan aku tantenya. Lebih milih pergi dengan temen-temennya atau dengan ortunya sendiri.
      Tapi aku maklum ponakan cowok itu nggak mudah diajak jalan berdua seperti dengan ponakan cewek. Beruntung punya ponakan kayak Fany yang easy going everywhere.. :)


      Delete
    3. Baiqlah, bu admin kulinernonfidy ..., ngga apa-apa kok menjelaskan ulang apa itu sebetulnya balkondes.

      Loh, aku manggilnya kok jadi pakai julukan bu admin kuliner nonfidy ..., hahaha ..
      Ini pasti gegara udah pengin ngebalkondes lagi niiih , wkkkk ..

      Betul banget apa yang dikatakan, sista.
      Sejumlah balkondes ini dibentuk salah satu tujuannya adalah untuk mendampingi keberadaan candi Borobudur, agar wisatawan dapat tinggal lebih lama waktu kunjungannya di desa-desa sekitaran candi Borobudur.

      Kesemua bentuk bangunan balkondes yang ada ada di sekitaran candi Borobudur ini digarap apik dan unik, sista.
      Semoga saja nantinya aku bisa kudatangi satu persatu dan mengulasnya agar pembaca tau pemandangan balkondesnya seperti apa.

      Kalau diperhatikan, keponakan cowoknya sista mirip dengan keponakanku yang cowok, loh :).
      Jarang mau diajak travelling barengan.
      Sekali-kalinya kami pernah dolan bareng, cuma nongki di gerai internet corner buat .., nongki ngebrowsing ..., hahaha ..

      Ya udah, jadi hampir seharian dari pagi sampai sore waktu itu, kami berdua cuma pada diem, masing-masing pada sibuk sendiri mantengin layar perangkat digital :D


      Delete
  26. wah baru dengar nih ada tempat yang menarik untuk dikunjungi, balkondes taman sari, jadi penasaran buat main kesana, bisa belajar budaya dan tradisi masyarakat disana ya gan, sambil menikmati liburan lebaran ini, tapi sayang nya kok pas momen lebaran ini krismon melanda gan, susah juga hahaha padahal kebtuhan hidup semakin banyak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kuralat dikit komenyar mas Zunif, ya...
      Nama balkondesnya bukan Taman Sari, tapi Tumpangsari, mas.

      Hampir mirip sih ya namanya dengan nama situs peninggalan keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu :)

      Iya, sih mas kalau bertepatan dengan libur lebaran hampir kesemua harga kebutuhan jadi naik, tak terkecuali sarana transportasi dan akomodasi.

      Delete
  27. Oalaaaa....kupikir apaan tuh sebutan balkondes hehehe :) Jadi ini semacam tempat peristirahatan yang bisa disewa gitu ya? Fasilitasnya cukup lengkap ya. Ibarat penginapan cottage atau wisma gitu? Tapi lebih kental suasana pariwisatanya. Ya kan emang di sekitar Candi Borobudur :D Harga per malamnya berapa tuh, Mas Hino?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget apa yang dikatakan kak Nurul :).

      Variatif harga sewa room permalamnya, kak.
      Setiap balkondes menerapkan harga tarif room berbeda.
      Sewa room permalamnya mulai dari 175K

      Delete
  28. Saya juga penyuka seni dan budaya, khususnya budaya jawa. Apalagi kalau soal wayang, lebih demen lagi.
    nah itu penting, jangan lupa bayar :) wah kocak tenan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau mas himamah enggak usah bayar sepertinya mas,..kan seorang master candi,..siapa berani nagih uang iuran tak lempari batu candi,...ha-ha #candamashima

      Delete
    2. @ Djangkaru :

      Toss, kita samaan, mas :)
      Sama-sama penyuka wayang juga.

      Iya, mas sengaja kuselipin di artikel .., biar pada ingat.
      Ngga ada yang berbuat nakal begitu, main kabor saja tanpa bayar ..
      Hehehe :)

      @ Kuanyu :

      Hahahahaa .. !.

      Moga aja betulan terwujud apa yang dikatakan ko Kuam Yu ..., ntar kalau aku ke balkondes lainnya dibebasin beaya buat staycation.

      Delete
    3. Berarti bonus, alias gratis gitu ya, wah kasihan itu yang punya :)

      Delete
    4. @ha-ha-ha,..yang punyanya nanti dapet promosi aja mas dari mas hima πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    5. @ Djangkaru Bumi :

      Iyups, terkecuali kondisinya memang dapat voucher free, atau juga sedang ada promo :)

      @ Kuanyu :

      Ntar kalau diundang khusus di salah satu balkondes yang ada ya, ko ..
      Terus aku dapetin voucher free icip-icip kuliner, kubagikan ke teman-teman, juga ke ko Kuan Yu ..

      Baeek kan sayaaa .., hahaha

      Delete
  29. Balkondes...?? Dan banyak Balkondes2 lainya disekitaran borobudur...Heemm!! Sama seperti mbak Nurul sufitri...Saya kira Balkondes semacam Aula atau gedung untuk pertemuan...πŸ˜„πŸ˜„

    Ternyata lebih dominan ke sejenis Villa atau Wisma khas Jawa dengan tradisi yang unik serta mengandung banyak sejarah menarik..πŸ˜„πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ..
      Bisa dikatakan satu balkondes merangkap fungsi, mas Satria.
      Ada pendoponya yang dilengkapi kuliner khas ndeso dan kuliner lain buat sekedar nongki, atau juga bisa disewa buat acara gathering.

      Ketjenya lagi setiap satu balkondes dilengkapi homestay :)

      Atau, kalau mau milih jenis paket wisata di sati balkondes juga ada, seperti : keliling desa naik andong, naik mobil VW, ikut kegiatan bertani penduduk desa atau membuat kerajinan tangan dan nonton pertunjukan seni .., semuanya ada.

      Delete
  30. Baca paragraf awal.. lihat kata balkondes, sudah penasaran nih. Sampai terakhir baca, masih juga bingung kenapa namanya balkondes tapi isi tempatnya berbau wayang (loading lambat emang saya ya, hahhaa)
    Akhirnya googling, dan muncul "Balai Eknomoni desa". Apa itu maksudnya?
    Ok. Saya baca ulang lagi post ini.
    Oh... Ngerti sekarang. Jadi balkondes itu emang tujuannya itu kepanjangannya Balai ekonomi Desa tadi itu mungkin ya, tapi seperti yang mas Himawan bilang kalau tiap balkondes ditata berbeda brrti balkondes disini, dikhususkan untuk wayang.
    Begitukah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuiih,kak Ummu sampai 2 kali baca ulang nyari apa itu yang dimaksud balkondes, juga sempat googling ..
      Tapi syukurlah sekarang kak Ummu sudah tau apa itu balkondes hehehe :)

      Begini, kak ..

      Setiap satu balkondes ditata dengan tema berbeda antara satu balkondes dengan balkondes lainnya.

      Ada juga yang bangunan balkondes konsep temanya dibentuk seperti bentuk bangunan resort di pantai.
      Tapi tiap satu balkondes pasti dilengkapi dengan 1 pendopo atau lebih.

      Kalau di balkondes Tumpangsari ini eksterior temanya yang dipilih adalah tema Wayang.

      Delete
    2. Oohyaya. Oke. Ngerti skrg. Terimakasih..

      Delete
  31. baru nengok lagi blognya si suhu traveler blogger ehh dah punya gandengan baru aja?

    ckckk

    btw kak kok jadi kurusan.. kayanya efek puasa yach.. ehehhehee.. bagus banget viewnya dah.. kapan coba kak vika kesana huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas hima ada peningkatan pesat nih teh,..biasanya senderan sama batu candi sekarang mah udah ada wanita,..cie-cie-cie,..saya ngomong begini mas hima salah tingkah enggak ya,..ha-ha

      Delete
    2. @ Vika Hamidah :

      huwuaaah ..
      Si cewek jangkung berkulit gelap eksotis bak tampilan nona Ambon Manise itu adalah ... ponakanku, kaak .., Hahaha :D

      Ya, kak aku kelihatan rada kurusan di foto post ini.
      Kurusan gegara program diet penurunan berat body, wwwkkk ..
      *becanda*


      @ Kuanyu =

      Bukan (cuma) sal-ting lagi, koooo ..
      Tapi pakai acara salto kayang jungkir balik ...,berulang-ulang kali .., wwwwkkkkkkkk

      Delete
    3. wakakakak Kuanyu ini yaaaa, selaluuu iseng.
      Awas nanti Hima foto senderan ama bule, bisa mupeng nanti hahaha

      Delete
  32. Seninya itu loh, bisa sekaligus belajar sejarah. Apalagi uda disponsori BUMN, semakin mudah nih mengejar target..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, semoga saja target tujuan awal pembentukan balkondes sebagai pemasukan devisa dapat tercapai.

      Tentunya kesemua itu didukung konsistensi pelayanan yang baik, kegiatan acara di balkondes dan aktif berpromosi.

      Delete
    2. Iya mas, dengan begitu balkondes bisa berperan aktif sebagai pemasukan devisa..

      Delete
  33. nama tokoh wayang itu siapa ya mas? kok kayak sengkuni wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwwkk ..
      Tanya nama wayang sosok sengkuni atau bukan itu gegara ..., nama sengkuni lagi gencar di pemberitaan media massa dan stasiu televisi yaach ?

      Delete
  34. lokasinya belum finish aja sudah menarik gitu penampakannya, btw otw busway itu cewek siapa mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyups,mas Harman.
      Nantinya kalau seratus persen operasional, terus kesananya pas ada pementasan kesenian .., tambah keren.

      Ponakanku, mas Harman :)

      Delete
    2. Banyak nih mas yang nanya keponakannya,..ha-ha,.. πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  35. 4 tahun di Jogja saya baru denger istilah Balkondes kak. Haduhhh kudet banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok kapan-kapan cobain liburan ke Balkondes, kak.
      Mumpung kak Nik domisiliny ngga gitu jauh dari Jogja.

      Delete
  36. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  37. saya fokus ke foto mas himawant nya, sumringah kayak gak ada beban hidup :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin bebannya udah dipindahkan ke setiap candi yang dikunjungi mas,..ha-ha πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚,..#canda mas hima

      Delete
    2. @ Khanif :

      Terimakasih buat pendapatnya, mas Khanif.

      Berusaha untuk (selalu) tampil terlihatnya bahagia, mas.
      Meski sebetulnya ada beban pikiran juga :)


      @ Kuanyu :

      Pindah bebannya melalui transfer energi kayak ilmu aliran Chi gitu, ko ? ..
      Hahaha ..

      Kayak di adegan film kungfu yang dibintangi kang Nata, eh# ..., Jet Li ding ..
      Wwwwwwkkk

      Delete
    3. mas himawant, semangat mas, meski hidup banyak beban kita harus tetap tersenyum :)

      Delete
  38. Widih mejeng keren bareng po akan, sungguh mengasyikkan tu mas himawan

    Tdnya aku bingung singkatan apakah itu balkondes
    Rupanya ada bentukan dari bumn juga toh
    Wlo blom rampung tetep instagreiiiimeble klo kata host inpotement insert mas hahaha
    Sy klo ke borobudur aja rasanya selalu ga puas klo cuma sebentar
    Pinginnya lamaan gitu
    Sayang sekali jatang ada kesempatan trip ke daerah magelang hiks

    ReplyDelete
  39. Replies
    1. I have permission to talk, bro, rarely do I chat with Caucasians, he-he, yeah, how come the adventures of Mas Hima are truly extraordinary, even though Mis may also have to visit there ... ea πŸ˜€πŸ˜€

      Delete
    2. Google translate saya lumayan juga ya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    3. @ Amy Johnson :

      Thank you for your appreciation, Amy Johnson.

      The building with a characteristic province of Central Java is located near the location of the largest Buddhist temple in the world, Borobudur temple.

      This building is part of the village economic center complex.

      I joined in praying that someday you will have the opportunity to visit Borobudur temple and also come to this place.


      @ Kuanyu :

      Keren.
      Ko Kuan Yu fasih berbahasa Inggris nih ...

      Semoga miss Amy Johnson tergerak liburan ke sana setelah tadi diajak ko Kuan Yu ... :)

      Cerita ke kita-kita ya, setelah nantinya ko Kuan Yu liburan bareng miss Amy Johnson ke candi Borobudur dan ke balkondes :)

      Delete
    4. wkwkwkwkwkww, saya mau ikutan ngomong, tapi lola banget akses google translate hahahaha

      Delete
  40. keren! ini mas hima keren banget udah kemana-mana.
    apa lagi ke tempat2 yg emang keren! aku belum sampe ke tempat mas di artikel A, eh udah ada artikel B, C dan semuanya itu bikin pengen ke sana! haha menarik2 semua.

    saya seneng banget liat kebudayaan di balkondes. semoga suatu saat bisa berkunjung langsung. amin!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak Liana juga kereeen .., udah banyak mengeksplore lokasi wisata daaaan.., juga mengeksplore penganan khas Jawa-Barat.
      Salah satunya manisnya wajit Cililin ...
      Hehehe :)

      Amiin,
      Ikut kudaakan dari sini, kak.
      Kelak kak Liana dan keluarga kesampaian datang liburan ke sejumlah balkondes yang ada di sekitaran candi Borobudur ini.

      Delete
  41. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah,..terkejut saya mendengar teteh ini mengemukakan isi hatinya,..ea πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚, mas hilmawan,..nih ada yang cemburu nih,..ayo jelaskan mas,..ha-ha,..bahkan di komentar blog saya juga ada yang nanya mas hilmawan loh,..coba nanti mas lihat postingan saya yang agak bawah, ada yang nanya mas hima,..ha-ha πŸ˜€πŸ˜‚πŸ˜‚,..

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. @ Tity Dwi :

      Owh ..
      Aku juga kaget seperti ko Kuan Yu baca komentar dari kak Tity ...

      Wuaduh ..., kak.
      Jangan gitu napaaa .., hahahaa ..

      Jomblo tidaknya seseorang, sebaiknya bukan jadi penghalang atau mempengaruhi untuk kegiatan blogwalking, kak.

      Tetap saling menjalin silaturahmi itu baik, loh.
      Ya, kan :) ?.



      @ Kuanyu :

      Hadeuh, ..
      Salah tingkah dan gelagapan jadinya aku, ko ..

      Udah kujawab kok komentar dari kak Tity :)

      Yang benar ada yang nanyain aku, ko ?.
      Di artikel yang berjudul apa, ya ?..
      Aku jadi penasaran nih.

      Delete
    4. Kon, gak usah gandani aku mas key, aku dah tahu lagian aku juga gak akan pernah menggait mas key kok tenang saja, mas key mahu deket ma capa silahkan dak urus saya, bikin cakit hati doang saya gak mahu sakit atau nyusahin Bundaku karena sakit. Buat kunayu please yangan di Reetwet ya ? pLEASE.

      Delete
  42. Balkondes,dari awal sampai pertengahan cari artinya kok gak nemu, tapi setelah diresapi dan di hayati balkondes itu seperti penginapan ya, bagus sekali konsepnya ada banyak wayang gitu menginap sekalian nguri-uri budaya sendiri hehehe...selamat liburan sama keponakan ya mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu ada keterangannya apa itu sebetulnya balkondes kok, kak Devina.

      Balkondes atau Balai Ekonomi Desa itu mencakup ada fasilitas penginapan, pendopo yang multi fungsi bisa digunakan untuk bermacam keperluan, juga menyediakan fasilitas jenis paket wisata.

      Terimakasih, kak Devina.
      Salam dari keponakanku buat kak Devina :)

      Delete
  43. mas mas.... ada kepanjangannya ga sih balkondes ini :D? namanya kok ya unik tenan :D aku pikir tdnya ini nama kota, tp kemudian ngeh bukan.. cm aku sukaaa liat tempatnya.. blm jadi 100% aja udh kliatan bagus yaaaa ;).

    btw, nama ponakanmu sama dgn aku .. aku pikir td nyebut2 namaku mau ngajakin aku hahahahahah :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama kepanjangannya balkondes ini, kak :
      Balai Ekonomi Desa

      Awal aku dengar namanya, juga menurut beberapa temenku juga, istilah balkondes rada unik kedengarannya ...
      Spontan mereka pada tanya kok namanya balkondes , mereka ngertinya juga kayak kak Fany .., ngertinya itu nama kota :)

      Hahahahaa ..
      Ya ayook kak, kapan-kapan kita bareng-bareng jalan-jalannya ..
      Ntar kuajak Fanny sekalian.
      Kan seru tuch yaa ..., sekali panggil nama ..., eh 2 Fanny nengok barengan ...
      Wwwkkk

      Delete
    2. wkwkwkwk, berarti cuman saya ya yang ngira itu balkon hahahaha

      Delete
  44. wah kaca mata nya keren gan, boleh nih ane pinjam buat foto foto di candi prambanan, biar nggak silau lihat para bule cantik yang sedang jalan jalan kesana wcwcwcwc :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwkkkk ..

      Memang dimata mas Zunif tampilan para bule cantik itu ..., pada glowing blink-blink bersinar bikin mata silau karena terkena sorot silau wajahnya yaaa ... ?

      Delete
  45. Replies
    1. Iya mis,..keren banget fotonya dan orangnya juga keren πŸ˜€

      Delete
    2. @ Christine :


      Thank you for your appreciation,

      Greetings from me in Indonesia.


      @ Kuanyu =

      Hahahaaa ..
      Ko Kuan Yu bisaan, deeh ..

      Ko Kuan Yu juga keren, loh.
      Typikal wajahnya koko oriental banget.

      Delete
  46. Jalannya itu bagus mas hima, bersih dan sepi. Terus wayang sama pendoponya bikin saya kaya ada disana, inget jaman dulu di jogja lah..
    wkwkwkwk..
    Nah, ini yang keren.
    Sinergi antara bumn dan desa menghasilkan balkondes yang kreatif, kegiatan ekonomi bisa bertumbuh sembari menjaga warisan budaya..
    mantap..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bli.
      Meski agak terpencil dari keramaian dan cukup jauh jaraknya dari candi Borobudur, jalan desanya mulus rapi dan bersih seperti tampak di foto.

      Waaah ..
      Post ini bikin bli Eka jadi ter-nostalgya saat dulu tinggal di Yogya ..
      Hehehe :)

      Semoga daerah lain ikut menyusul disponsori oleh BUMN seperti desa-desa di sekitaran candi Borobudur ini, ya ...
      Termasuk sejumlah desa di Bali.

      Delete
  47. penuh dengan ikon wayang. Ikon budaya berarti benar wisata bernuansa budaya

    ReplyDelete
  48. keren abis bang hino
    semoga warisan budaya tetap terus terjaga dengan adanya kegiatan explorasi seperti yang dilakukan sampean ini bang

    ReplyDelete
  49. Unik, tematik, lebih berasa lagi kalau Ada penyewaan pakaian adat jawanya, jadi Pas deh dengan suasana balkondes

    ReplyDelete
  50. Oh balkondes itu balai ekonomis desa yang di sponsori oleh BUMN saya pikir nama obyek wisata apa kok sampai ada 20

    ReplyDelete
  51. Kalau di desa yang asri dan tradisional gini, kok saya bayangin lg nongki sendirian sambil nulis di laptop terus sambil order camilan jg. Hmm asik banget pasti, inspirasi bisa dtg dari segala arah hehe
    Btw, camilan2 yg disediain di balkondes gitu mahal2 atau standar ya?

    ReplyDelete
  52. wah baru tau aku ada tempat ini, paling klo kesana hanya ke candi borobudur tok! biasanya.

    ReplyDelete
  53. Sesekali ngomin di bawah ah, kalau di tengah nggak diliat admin tuh...

    Tumben ngajak ponakan jalan jalan Mas ....emang siponakan lagi nggak ada jobs, eeh libur maksudnya..

    Kirain sidoi nemu di muntilan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat iklan auto Ads nya dah aktif dah muncul tuh...

      Pasti habis baca di web saya iya kan... Ngaku aja..!!!

      Uups jangan di bilang sombong

      Delete
  54. tadi pas baca bagian atas, sha sampai searching balkondes itu apa. taunya ada penjelasannya di bawah hahahaaa

    ReplyDelete
  55. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  56. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  57. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  58. You and your niece look great on the background of javanese art!

    ReplyDelete
  59. jauh perjalanan luas pemandangan.

    ReplyDelete
  60. wah...menarik tempat ini..

    boleh dikunjungi untuk liburan hujung minggu

    ReplyDelete
  61. keren mas
    ada wayangnya juga rupanya

    ReplyDelete