Wednesday, May 15, 2019

Candi Cantik si Air Jatuh Menetes : Candi Banyunibo

Didirikan pada masa Kerajaan Mataram Kuno, bangunan candi Banyunibo memang tidaklah semegah candi Borobudur dan candi Prambanan. 
Tetapi candi beraliran Buddha, dikenali dengan adanya arca stupa di bagian atapnya, bentuk candi yang dibangun pada abad IX ini juga memesona. 
Ornamen relief dinding candinya diukir sangat halus.



Trip Of Mine
Kolom ventilasi candi Banyunibo, berfoto di ventilasi candi ini bagus juga :)


Loh, kok candi lagi yang didatangi untuk berlibur dan diulas lagi di artikel berikutnya kali ini sih, apa ngga bosan ?.

Mungkin buat sebagian besar sahabat Trip Of Mine yang seringkali mampir di blogku ini sedikit banyak cukup hafal dengan beberapa lokasi candi - candi yang pernah kuceritakan secara berurutan dan selanjutnya setelah membaca sekilas judul artikel ini, pasti bisa jadi akan muncul pertanyaan seperti itu.
Yeikan ?.
Tapi please jangan lantas muncul perasaan bosan dihatimu padaku, ya ..., he he he .
*ngarep* .

Percayalah, diluaran sana tuuuuuh  ..., dan  juga beberapa teman pembaca yang pernah mampir berkomentar di blogku ini ..., masih banyak orang yang sebenarnya belum pernah berkesempatan melihat secara langsung keindahan arsitektur bangunan candi itu seperti apa, hanya masih sebatas berkesempatan melihat candi - candi melalui hasil bidikan gambar kamera yang tersebar di dunia maya.
Betul, kan ?.

Makanya, di kesempatan kali ini, artikel keberadaan percandian masih tetap kuulas, dan mungkin juga keberadaan candi - candi lain akan muncul di artikelku berikutnya.

Nah, sampai disini, rasanya aku tuh pengin nulis sambil teriak pakai toa ..., hayooooo ..., siapa diantara kalian yang belum pernah melihat candi secara langsung ?, ngakuuu ... .

Oopss, maksudku teriak menanyakan begitu, aku tuh bukan bermaksud akan mengadakan give away blogger dan menyediakan free gift ticket atau tiket gratisan masuk ke area candi loh, yaaa ..., wwwkkk ..., tapi kudoakan agar diantara kalian yang belum pernah melihat candi dan punya keinginan melihat candi secara langsung itu ..., dapat segera terkabulkan. 

Diamin dong, yaa ...  :).

Ya, minimal terjadi sekali seumur hiduplah terlaksana melihat candi secara langsung, agar mengenal dengan baik bagaimana karya arsitektur mengagumkan dibuat oleh leluhur kita pada ratusan, bahkan ribuan tahun silam dan juga berkesempatan mengamati dari dekat bagaimana indahnya detil relief candi dibuat seperti yang terdapat di candi Banyunibo yang berada di desa Cepit, dusun Bokoharjo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang kudatangi kali ini.

Tau, kan ..., mas dan mbak bule aja dibela - belain datang terbang jauh - jauh numpak montor mabur  [Kebanyakan orang Jawa mengistilahkan naik pesawat : numpak motor mabur] dari negaranya buat melihat keberadaan candi loh, masa kamu ngga, sih ?.
Eh# kok ..., bule dibawa - bawa lagi sih disini ?.
Ha ha ha ... . 
 *lol* .


Trip Of Mine
Area candi berbatasan dengan sungai kecil dan dikitari persawahan asri


Saat aku tiba di depan kompleks candi Banyunibo di suatu pagi itu, setelah sebelumnya melewati jalan desa beraspal mulus, kulihat dari tepi jalan sekaligus berfungsi sebagai lahan parkir kendaraan pengunjung yang berbatasan dengan sungai kecil di tepi halaman candi dan diseberangnya terbentang persawahan luas menghijau menyegarkan pandangan mata ..., tak terlihat satupun ada pengunjung di dalam area candinya.
Hanya tampak 2 petugas loket dan 1 petugas keamanan bertugas disana. 

Letak lokasi keberadaan candi Banyunibo yang memiliki arti ' Air yang menetes jatuh' ini terbilang memilki pemandangan alam sekitar cukup memikat. 

Selain dikelilingi asrinya persawahan juga dikelilingi oleh puncak - puncak perbukitan berpemandangan indah.

Di sebelah tenggara terdapat bukit tempat keberadaan candi Ijo, di sebelah timur laut terdapat puncak bukit Dawangsari tempat dimana candi Barong berdiri dengan megahnya disana dan di sebelah barat laut terdapat bukit Ratu Boko, bukit tempat candi Ratu Boko berdiri.


Trip Of Mine


Pandangan mataku kusebar ke segala penjuru sekali lagi sewaktu aku mulai melangkahkan kakiku menyeberangi jembatan kecil menuju ke bangunan loket, memang benar tak terlihat ada wisatawan satupun berlibur disana. Sepi.
Tapi dugaanku itu ternyata ..., keliru.

Dan itu jadi bumbu cerita pengalaman lucu tersendiri saat berlibur di candi Banyunibo.


Trip Of Mine
Tangga bilik candi utama


Kekagetanku berawal dari lokasi tangga candi utama yang kududuki dan kupilih sebagai spot foto pertama.
Tiba - tiba dari dalam bilik candi utama terdengar suara lengkingan tertawa bahagia suara seorang wanita dari dalam sana ... .

Reflek aku loncat kaget dan menoleh ke arah belakang, selanjutnya aku berdiri menaiki undakan anak tangga dan mencoba melongok ke bilik dalam candi, memastikan memang apa betul ada seseorang sedang berada di dalam sana atau tidaknya.

Pas mendekati pintu candi yang di bagian atasnya dihiasi relief Kalamakara, berbarengan muncul 2 orang dari dalam sana, 1 orang pria dan 1 orang wanita, keduanya muda usia ..., mereka keluar dari bilik candi sambil tersenyum senang. Si pria tampak membawa kamera mengajakku tersenyum ..., dan tiba - tiba pula ekspresi wajah tegangku berubah langsung mengendor legaaaa ..., kirain tuh betulan suara tertawa tadi itu suara misterius ..., atau suara hantu ..., wwwwkkk !.

Sepertinya dia di dalam bilik candi utama tertawa empuk renyah garing kayak kerupuk gitu, menertawakan dirinya sendiri saat difoto oleh si pria.
Dugaanku itu diperkuat setelah mereka berdua selalu tampak ketawa geli setelah melakukan pengambilan gambar di luar candi utama dan melihat hasil fotonya di layar kamera.
Owalaaaah ..., ono - ono wae, mbaak !.
Ha ha ha. 

Kekagetanku di candi Banyunibo ternyata tak berhenti sampai disitu saja, masih berlanjut. 
Atau terulang lagi.

Sewaktu giliranku memasuki bilik candi utamanya yang berukuran cukup luas dan di keempat sisinya dihiasi ventilasi berukuran kotak dan rendah ..., jadi dari balik ventilasi bagian dalamnya, bisa melongok pemandangan di sekitaran candi. Unik, ya ... , dan mengamati perlahan ukiran lengkungan relung yang diatasnya juga berhiaskan Kalamakara dan tanpa ada hiasan arca di dalam relungnya, juga sekilas kuperhatikan di tengah bilik terdapat beberapa batang hio tertancap menyala, menebarkan aroma wangi magis ..., tiba - tiba sapaan suara berat lelaki mengagetkanku muncul dari pintu bilik candi.


Trip Of Mine
Bilik dalam candi utama


Kutoleh, ohh ternyata petugas keamanan yang tadi kulihat sekilas berada di dekat ruang loket tiket. 
Lagi - lagi legaaaa ..., kirain hantu betulan kali ini ..., wwwkkk !.

Kebetulan dong rasanya, ada petugas keamanan ikut menemaniku di dalam bilik candi utama ..., eh# bukan berarti selama ini aku type penakut seorang diri berada di dalam bilik candi, yaaa ..., no way !.

Tapi adanya petugas keamanan yang sedang berpatroli memeriksa area candi dan kebetulan bersamaan dengan aku di dalam candi utama, itu artinya memudahkan aku 'mengorek' informasi unik yang ada dan setelahnya tak perlu repot - repot bertanya lagi nantinya mengenai informasi tambahan tentang candi Banyunibo sewaktu aku akan pulang.

Dan informasi dari petugas keamanan itulah, aku jadi tau jika candi Banyunibo ini secara rutin masih dipergunakan untuk keperluan beribadah dan seringkali dipergunakan oleh orang - orang tertentu, termasuk petinggi negara untuk melakukan tirakat.

Nama salah seorang pejabat yang namanya akhir - akhir ini santer terdengar di pemberitaan, disebutkan oleh petugas keamanan yang berpembawaan ramah itu.

Menarik disimak juga ceritanya, ya ..., tapi nama pejabat yang diceritakan petugas keamanan itu tak akan kusebutkan disini, karena kapasitasku disini hanyalah berlibur plus sibuk rempong mengumpulkan informasi sedetil mungkin di suatu lokasi wisata, kemudian setelahnya menuliskan cerita pengalaman berliburku.

Aku tuh bukan wartawan berita gosip, ha ha ha. 

Candi Banyunibo ini memiliki tampilan eksotik, memiliki bentuk atap yang terlihat sedikit berbeda dengan candi - candi Buddha lainnya, meskipun juga terdapat arca stupa diatasnya sebagai penanda jika candi ini adalah candi beraliran Buddha.
Dibawah stupa bagian atapnya terdapat lengkungan besar yang diduga oleh para arkeologi merupakan penggambaran dari bunga teratai.

Seperti kita tau, jika tumbuhan teratai dipercaya sebagai lambang kesucian umat Buddha.
Kemampuannya tumbuh subur dan berbunga indah diatas tanah berlumpur menandakan filosofis ajaran Buddhist.

Candi ini diketemukan kembali sudah dalam keadaan runtuh, tak lagi berdiri sempurna.
Kemudian candi mulai direstorasi pada tahun 1940 dan terselesaikan pada tahun 1978.


Trip Of Mine


Penamaan candinya dengan nama candi Banyunibo (Bahasa Jawa, Banyu : air, Nibo : jatuh, menetes)  yang memiliki arti ' Air yang jatuh menetes ', tidak diketahui asal mula penamaannya, sejak kapan dan dimulai dari kapan.

Atau mungkin juga dinamakan demikian karena ..., keberadaan letak lokasinya di dataran paling rendah dibandingkan dengan ketiga candi lainnya yang mengelilinginya dan ketiganya berada di puncak perbukitan ..., entahlah.

Yang pasti saat ini, ke 6 candi Perwara yang berderet di sisi sebelah selatan dan timur candi utama masih belum tersentuh restorasi pemugaran.


Trip Of Mine
Reruntuhan candi Perwara


Dan disana juga terdapat sembulan tembok batu kuno 'misterius'' terlihat membujur memanjang dari barat ke timur sepanjang sekitar 65 meter, diduga kuat tembok batu tersebut kemungkinan besar masih memanjang tertanam di dalam tanah hingga di luar pagar kawat berduri yang mengelilingi kompleks candi Banyunibo saat ini ... .


Lokasi :
Candi Banyunibo
Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Tiket :
° Turis Lokal 5K
° Turis Mancanegara 10K
[Informasi tiket dan kondisi sewaktu -waktu dapat berubah]

Jam Operasional :
08. 00 - 16. 00







121 comments:

  1. Replies
    1. walaupun sudah beberapa kali di unggah pun tetap enak dilihat dan dibaca kok mas artikelnya, apalagi ada wajah mas himanya,..tambah dah sejuk melihat pemandangan candinya,...ea

      sebelumnya kasih selamat dulu dong untuk saya karena karena berhasil menguasai peringkat komen pertama,...ea,..ha-ha

      kang nata dan teh rey nagtri dulu ya,..ea,...dari candi ini yang saya perhatikan adalah batu candinya yang mana batunya itu besar sekali,..jika batunya saja sebesar itu orangnya sebesar apa coba,..kalau dikatakan diangkat dengan alat kan enggak masuk akal juga,...soalnya enggak ada alat yang modern untuk mengankat batu seberat itu,..butuh penelitian yang lebih mendalam ya mas sepertinya

      selain itu yang menarik bagi saya adalah candinya ternyata masih bisa digunkaan untuk kegaitan beribadah mas ya,...tambah keren nih candi

      dan keunikan yang terakhir adalah harga tiketnya,..ea,..untuk lokal selalu murah meriah, bangga jadi orang indonesia

      Delete
    2. wakakakakaakakak, ya ampuunnn..
      sampai nulis judul dulu trusdi enter takut kedahuluan wakakakakak

      Delete
    3. lojerrr..lojerrr mas Hima, Mohon di kasih hadiah buat Pak Anyu, krn sudah koment paling atas, hadiahnya bebas kok, SOUVENIR Batu CANDI juga Boleh...hahahah #peace...

      Delete
    4. @teh rey, iya teh karena ini pertama kalinya saya komen pertama di blog ini,...ea jadi seneng bisa komen pertama karena dibawah saya ini pasti akan ada ratysan komenter,...ha-ha

      @kang nata, sauvenir batu candi ngeri tuh hadiahnya,...wkwkckk

      Delete
    5. @ Kuanyu :

      Yess,
      Surprise ..., lihat kegesitan gimana jari jemari ko Kuan Yu mendaratkan komentar secepat itu ..., ngga gitu lama selisih waktu setelah post ini kupublish ...

      Tepok tangan paling meriaaaaah, pemirsaaaah ...
      Wwwkkk :D

      Cuman, maafin ya kemarin ngga langsung kubalas komentar ko Kuan Yu ..., karena setelah publish dan lihat ada komentar masuk pertama, aku langsung kebablasan tidur gegara badan kurang fit , hahhaah

      Terimakasih ya, ko.
      Ngga punya rasa bosan baca artikel candi lagi :)
      Dan juga opininya lihat wajahku yang dibilang sejuk ..
      Sampai disitu aku merasanya kayak alat pendingin lemari es ..,
      Wwkkkkk :D

      Mengenai cara menyusun bebatuan sampai membentuk bangunan candi , terus kemudian diukir relief mengagumkan itu aku juga heran ..., kok bisa ya seperti itu pengerjaannya ?.

      @ Reyne Raea :


      Wwuuakakkaa ..
      Lah kok malah ngetik judul artikel ?

      Tihatiiii lain kali, kaaak :D

      Jari jemari kak Rey ngga sempet keseleo gegara keburu - buru, kaaan .. ?


      @ Kang Nata :

      Hahaha .
      Jadi keingetan idenya ko Kuan Yu .., katanya mau buatin aku selendang penghargaan dari batu ...

      Kalo gitu, sebagai gantinya, usulan kang Nata .. bagus juga .. hahaha ..

      Hadiah buat ko Kuan Yu adalah .., bongkahan batu gede dari sekitaran candi.
      Terus, kadonya dipitain warna pink ..
      Hahaha

      Delete
    6. @kuanyu Serasa menang undian ya mas dapat komentar urutan pertama eeaa :D

      Delete
    7. @mas hilmawan,.. waduh jangan lama-lama mas merasakan lemari esnya nanti beku loh,..ha-ha

      kado usulan kang nata enggak ada yang bener ya mas, tapi lucu wkwkckk

      @hydriani, betul banget itu teh,..saya komen pertama seperti merasakan menang undian berhadiah,..hadiah apa ya,..ha-ha,..terserahlah yang penting hadiah,..ea,.karena untuk komen di blog ini butuh kecepatan dan kegesitan agar dapat mencapai nomor satu,..ea

      Delete
    8. @ Hydriani =

      Hahaha ..
      Iya tuh, kak Iid .. :D

      Padahal aku juga pengin loh komentarku bisa bertengger nomor satu di postnya ko Kuan Yu.

      Pasti keduluan dikomentari sama yang lain :)

      @ Kuanyu =

      Iyach, udah mencair kok sekarang ..., udah ngga beku lagi, wwwkkk :D

      Namanya juga kang Nata ;) .., tuch pasti idenya sesuatu yang beda .., kita maklumin, ko.
      Jiwa seni fantasinya kan tinggi .., bisa-bisa lain kali hadiahnya ngga cuman batu candi, tapi juga lelehan larva panas gunung berapi yang dicetak aneka rupa kayak wajah hello kitty .. de el el ..
      Hahahha

      Delete
    9. Hahahah......Mas Hima bikin saya ngakak ajah, huahahah...

      eee,,,jng bawa2 hello kitty mas, ntr orang pada kesono loh,,,,trus ramai deh channel yutube gue, hkhkhkhk.....

      kayaknya hadiah SYIRUP LAHAR PANAS, cocok deh buat kalian yang hobi,,,,ngrumpiin saya , hkhkhkhk..#peace plus kaboorrr....ahhh...

      Delete
    10. selamat deh, nomor satu….hehehe

      Delete
    11. @ Kang Nata =

      Bhuahahhahahaha ..
      *Ngakak lebih keras*

      Syirup Lahar Panas !
      Wwwkkkk ..
      Kayaknya itu inovatif bingiiits ..., daaaan .., perlu dipatenkan, kaaaang ..

      Siapa tauuu, jadi bikin kita sukses kaya raya tajir melintiir ..
      Hahaha


      @ Tanza Erlambang :

      Next time, you are the number one commenter ... I will give you a date palm tree for planting in America .., hahaha

      Delete
    12. tpi...yg minumnya sopo.mas ??πŸ˜ƒπŸ˜†Mas Jarwo...??? atau mas anyu???

      Delete
    13. Kerena pemberi ide briliannya adalah dari kang Nata, makaaaaa...

      Kang Natalah yang pertama uji coba meminumnya, wwwkkk ...

      Ceritakan gimana sensasinya setelah minum syrup lahar panas itu yach, kaaaang ..

      Delete
  2. Tenang mas, saya ndak bosan kok karena baru dua candi yang pernah dikunjungi: Borobudur dan pramban wkwkwkwk Candi Banyunibo mungkin bisa jadi yang ke tiga nih setelah baca ini hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Legaaa rasanya , hahaha .., mas Nugraha ngga bosan ngikutin artikel tentang candi lagi candi lagi yang kuulas.

      Ini tandanya, banyak juga orang menyukai liburan ke candi, termasuk mas Nugraha.

      Siiip, mas ...
      Monggo di noted lokasi candi ini buat liburan mendatang :)

      Delete
  3. Hai Kak Himawan... Wah, posting hari ini ya? :)
    Aku jadi komentator cukup teratas. Hihi... Biasanya harus scrolling dulu ke bawah. Tadi kaget, tahu-tahu kok udah ada kolom komentar kosong. Terus cek lagi ke atas, bawah judul, eh iya masih 3, komentar masuk.

    Tenang Kakak. Aku nggak bosen kok, justru makin seneng dapet ajakan melalui artikel kakak untuk travelling sejarah murah dengan baca artikelnya Kakak.

    Eh... Bule lagi yang dibahas... Tapi, iya sih... Masa' kita yang deket nggak ke candi & mereka malah yang pakai montor mabur. Wkakakak... Kalau masa kecilku malah dengernya tuh kapal terbang.

    Aku setuju kalau candi ini dikelilingj asrinya sawah. Seger banget lihatnya & sepertinya kalau sudah campur hijau-hijau gini udaranya jadi seimbang alias nggak panas banget. Dari fotonya aja udah seger banget. Soalnya kelihatan bersih juga.

    Candi ini juga di bagian stupanya ada lengkungan yang menggambarkan teratai. Wah, kelihatan banget Buddhanya memang Kak.

    Banyunibo... Air jatuh. Namanya menarik & diperkuat dengan karena candinya ada di dataran rendah.

    Makasih ya Kak udah ngajakin ke Candi Banyunibo.

    Setelah ini, candi apa lagi ya? Malah jadi kepo nih.

    Tapi, kalau nggak Candi juga gpp kok Kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkwk, kedahuluan Kuanyu, dia gercep sampai tulis judul dulu trus enter biar jadi nomor 1 hahahahaha

      Delete
    2. ha-ha-ha,..teteh bisa aja

      Delete
    3. Mbak Einid 》 Nnti artikelnya mungkin tentang Kuliner Mbak, hihihi.....Gimanaaaa,,setujuuu!!!πŸ˜£πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      Delete
    4. @ Einid :

      Hai juga, kak Einid.
      Iya posting kemarin, tapi balas komentarnya sekarang , kak ... , Hahhaahaa.
      Maafin, ya.

      Kayaknya kali ini kalah gesit buat mendaratkan komentar sama jari jemarinya ko Kuan Yu ya, kak ..., Hahaha ..

      Makanya ko Kuan Yu komentar pertamanya sesingkat mungkin nulisnya ..., Terus setelah komentar pertamanya muncul, balik lagi dan mereplay tulisannya sendiri ..., Hahahaha ..
      Pinter dia akalnya yaach ..

      Terimakasih ngga bosan ngikutin artikel tentang candi, ya :)

      Lak numpak montor mabur .., ati-ati sandal jepite mengko ndak tibo , yo .., hahaha ..

      Berarti di Jawa Timur, istilah naik pesawat berbeda dengan di Jawa Tengah, ya kak :)
      Diistlihin Naik Kapal sing iso mabur, eh# .. Kapal yang bisa terbang .., hehehe


      @ Rwyne :

      Aku baru nyadar hari ini kak kalauuuu ..., Yang dimaksudkan tulisan kak Rey diatas ditujukan buat gerakan cepatnya jari jemari ko Kuan Yu ...

      Kukirain kak Rey yang buru-buru nulis ..,, wwwwwkkk ..
      Betapa malunya akuuu ..
      *lagi tulalit*

      Delete
    5. Haha...
      Aku nggak nyari jadi komentator terawal kok Kak. Kayaknya bakal susah juga. Soalnya lagi sok sibuk. Wkakakak... becanda.

      Iya, Ko Kuan Yu bisa banget komentar gaya gitu, takut keduluan lainnya.

      Masih menunggu candi-candi berikutnya di explore. Biar aku makin tahu candi-candi. Mana lagi, cakep pula cara mengeksplorenya.

      Huahahaha... Inggih Pak, sandal jepit'e tak cangking'ae lek numpak montor mabur atau kapal terbang.
      Hihi...

      Delete
  4. sesuai nama nya ya gan, candi banyu nibo, ada air nya yang jatuh di situ, tapi kok ane nggak melihat ada air jatuh di foto-foto ya, apa mungkin disembunyikan oleh yang punya blog wkwkwk :D

    ngomong2 kok tempat nya sepi banget ya gan, cuma ada satu pengunjung yang foto-foto narsis sendirian kayak orang ilang wkwkwk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru sesuai dengan karakter Hima loooh, seringnya dia pajang foto sendiri aka selfihhh hahaha

      Delete
    2. Ngga kelihatan airnya karena ..., udah ngga musim hujan , wwwkkk ..

      Airnya udah malu-malu nunjukin jati dirinya
      *lol*

      Jawabannya terwakili oleh kak Rey ya, mas Zunif ..., Hehehe ..

      Konsep yang coba kubentuk buat blogku ini solo travelling.
      Jadi, kebanyakan foto-foto artikel terlihat seorang diri.

      Meski kadang liburanku ngga sendirian, contohnya tuch .., ditemani TANTE TRIPOD dan OM TONGSIS kayak kang Nata bilang ..., Bhuahahhaaaa :D


      @ Reyne :

      Terimakasih udah dibelain, eh# dibantuin jawab komentarnya,kak ..., hahaha
      .

      Delete
    3. wkwkwk ampun dah saya diserang dan keroyok sama 2 blogger senior, mohon maaf suhu jika koment ku bikin baper wcwcwcwc :D sukses selalu buat bos himawan dan kak rey :D

      Delete
  5. dahhh..dahhh..Mbak Rey,Mbak VIKA, Mas Aris M, Mas SOPyan, Mas Jalan Lurus, Mbak Findy S , dll....

    Mohon Ijin duluan koment yah.....✌πŸ˜†Mumpung artikelnya masih hangat dan saya Masuk di Zona TOP TEN.huahahah......

    #Edisi Nangring Paling awal, biar nyekrollnya ngak susah lagi.hihihi.....

    koment tentang tulisan besok yah, yg penting sudah ada LAPAK yg Strategis dulu....cihuyyy...yesss yessss....yessss!!!!πŸ˜ƒπŸ˜†πŸ˜€πŸ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkwkwkwk, padaaa pamerrrr nih yang pertama berkunjung ke sini. :D :D

      Delete
    2. hahahaha,,,,soalnya ini adalah kesempatan LANGKA Mbak, mungkin butuh 1000 th lagi berada di posisi ini, hahahah...#lebayyy gue....

      1. Pas awal baca artikel ini, cieeeee...saya disambut foto yang . cckckckck....bikin kagum banyak orang, hahahah #tumben TANTE TRIPOD-nya lebih keren Memfotonya. :)

      2. Dari segi gambar juga,,,,membuat saya kagum juga, soalnya foto2 kali ini, lebih enak dilihat oleh mata, karena ada perpaduan dng alam sekelilingnya, ada hijaunya, dan..

      ngak mulu HITAM SEMUA kayak kemarin, hahahah....#Maaf keceplosan, komentnya, hahahaha......

      3. Ternyata ada adegan , yang MEMACU ADRENALIN yach Mas,,,, :) ketika berada di candi ini, makanya Mas, intip2 dulu dong ke dalam, siapa tahu di dalam ada orang yang
      sedang MENGHITUNG UANG, kan Mas bisa bantuin, bantuan foto2 maksudnya, hahahah.....

      5. Murah banget yach, biaya masuknya, cuma 5 K, tapi...... biaya menuju ke candi tsb yang mungkin muahallllll....., bayar bbm, sewa kamar, biaya makan, biaya pipis , yah..kannnnn....!!!

      6. OHY MAS HIMAWAN, kok ngak adaaaaa....acaraaaaa makannnn, makanannnnn-nya sechhhh......!!! kuat cuma minum doang, huahahaha....#peace...

      7. Mas...Saya kasih tantangan membuat artikel kuliner yg disediakan diarea wisata yang dikunjungi, Infonya pasti berguna loh....!! buat yah..yah..yah...!!

      Delete
    3. mau acara makan-makan ya kang,..makan dengan kera aja kang,..biasanya ada loh kera di candi,..kalau enggak ada kera asli paling tidak ada kera kepala hitam,,..wkwkckk

      Delete
    4. ngak apa apa makan dng kera, asalkan jng makan batu candi, ngak LEVEL,hahahah........πŸ˜ƒπŸ˜†πŸ˜€πŸ˜

      Delete
    5. @ Kang Nata :

      Whua..aahahhaa ..
      Kayak deretan lagu hits dunia, yaaach ...
      Pakai Top Ten jugaaak ..
      Kang Nata paling bisaaaaa, deh :D

      Betewe, kenapa blognya Jalan Lurus itu kok ngga bisa dikomentari, ya ?

      Lanjuu.. uuut ..

      1. Tante Tripod abis senam aerobik dan minum jus penambah gairah, kang ..., jadi staminanya lagi kuat-kuat maksimal gitu buat motret saiaaaaaa ..., Hahhaha

      2. Hahaha .., tampak hitam foto yang di candi Ijo ya, kaaaang .. ?.
      Itu gegara saking terik dan silaunya sinar matahari, kang.
      Foto jadi over cahaya dan ngga sanggup nangkep warna obyek

      3. Baiqlaaah, kando .., nasihat kando (Bukan KANtong DewO loh yaaach, hahhaa) titahnya akan kulaksanakan ..., Lain kali intip-intip celingukan duluan ke bilik candi sebelum fefotoan :D

      5. Wuuuaah .., tau ajaaa .., yang mahal beaya bensin dan beaya bermalamnya ..., pengalaman pribadi yang dialami kang Nata juga , yaach .. :D

      6. Di sekitaran lokasi candi ini sama sekali ngga ada warung atau tempat makan, kang ..., masaaaa aku makan rumput mau diceritakan jugaaa ..

      Buka kartu dong saiaaaaa ..
      Hahahah

      7. Tantangan kang Nata mengulas kuliner di tempat wisata pernah juga kuulas di beberapa postingan sebelumnya kok, kang.

      Next, semoga lain kali nemu lokasi wisata yang ada kuliner khasnya lagi dan akan kuulas.


      @ Kuan Yu :

      Hahahaha ..
      Kok makan bareng kera ?,
      Ngga takut, ko ?.

      Aku pernah ke suatu lokasi di Jogja yang banyak banget kawanan keranya.
      Waktu abis beli jadah (ketan) dan tempe bacem, tau-tau pas jalan pulang dibuntutin ..., aku sempat panik dan penganan yang kubeli akhirnya kulempar daripada aku dikejar dan mereka naik dikepalaku .. hahaha .., akhirnya berujung galfok.

      Delete
    6. walau koment saya rada rada diatas, masih susah nyekroll...abissss, koment disini pakai subkoment....hahahha.

      Delete
  6. jujurlyyy wkwkwkwkwk
    Saya termasuk orang yang kurang tertarik ama candi.
    Maksudnya bukan gak tertarik gimana, saya cuman lebih tertarik mengulik sejarah kemerdekaan Indonesia, yang usianya gak sampai beratus2 tahun kayak gini.

    Meskipun demikian saya masih juga mengunjungi candi, dan banggaaaaaa udah pernah ke candi yang terkenal, Prambanan dan Borobudur yuhuuuuu hahahaha.

    TAPIIII..
    Sejak sering main ke blog ini, saya kok jadi ikutan jatuh cinta ama candi.

    Ternyataaa, di antara bongkahan batu yang sekilas gak menarik itu. Ada banyak kisah2 di dalamnya.

    Bahkan untuk candi-candi yang gak sebesar Prambanan atau Borobudur.

    Dulu tuh, waktu saya ke Prambanan ama pak suami, dia sibuk kasih tahu lukisan2 di batunya, dan saya cuman melengos aja saking kurang tertariknya.

    Jadiii..
    Saya dukung banget Hima terus mengulas tentang candi, dan semoga aja tulisan ini dilirik sebuah dinas pariwisata or something, trus diajak kerjasama bikin give away berhadiah tiket mengunjungi candi, wooowwwww... :D

    Travel blogger tuh udah banyaaakk, bahkan yang setahun cuman jalan2 sekali kek mamak2 saya inih, masih sering menulis tentang tema travel hahahaha

    Nah, tapiii..
    Yang unik kayak Hima ini masih amat sangat jarang.

    Saya sih yakin dan optimis, kalau Hima konsisten, akan tiba saatnya Hima jadi seterkenal Trinity bahkan lebih.

    Nantinya bakal bisa bikin buku Backpaper candi traveler , dan disponsori ama lembaga pemerintahan tuh, dalam segi pariwisata maupun budaya dan sejarah.

    Keceeehhhh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @ Reyne :

      Legaaa .., nyekrol baca sampai tengah kalimat, akhirnya kak Rey jadi ikutan jatuh cinta liburan ke candi jugaaa .. :)

      Aku juga punya temen yang ngga gitu tertarik datang liburan ke candi, kak.
      Ya, namanya kesukaan orang pasti berbeda-beda satu sama lainnya ya kan, kak :) ? ..., Hehehe ..

      Pernah loh ada salah satu temenku nyeletuk begini, 'ngapain kesana, lihat batu ?'.
      Duh, dijawab begitu .., ya cuma kujawab sekilas tentang apa itu candi dan sejarahnya.

      Amiin, terimakasih doanya, kak.
      Apa ya iya sih, heum bakalan jadi travel blogger kondang, rasanya jauh dari mimpi deh kak, hahahaha ..
      Takut jatuh gelinding dari tempat tidur akunya, kaaak .., wwkkk

      Delete
    2. wkwkwkwkwwk, tenang aja, kata orang bijak, mimpi adalah KOENTJIH! hahaha

      Nanti kalau ngadain give away, saya bakalan rebutan ikut ama Kang Nata dan Kuanyu nih hahahahah

      Delete
    3. hahahah....mengalah ajah deh mbak, asallll godibag-nya buat saya yah....πŸ˜ƒπŸ˜†πŸ˜€

      #NB : hadiah batu Candi ngak nerima, soriiiii...nehiiii nehi......hahahaha.

      Delete
  7. Kirain itu suara cewek hantu. Ternyata manusi sungguhan.
    Seharusnya jangan duduk ditangga, masuk dulu baru nanti berselfi :)
    Saya belum pernah ke candi banyunibo. Lain waktu kesana ah, tiketnya murah sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha .., habisnya ngagetin suara ketawanya.
      Baiklah, lain kali kalau ke candi lagi, masuk ke bilik candinya dulu buat mastiin ada orang didalamnya atau ngga :)

      Ntar mas DB kalau mudik, cobalah main ke candi ini, mas.
      Sejuk loh pemandangannya ..

      Delete
  8. Tenyata candi ada banyak yah.. tak sangka cuma borobudur, prambanan, mendut,gedong songo semarang.. haha baru 4 itu doank aku ke candi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @ 13K :

      Ada banyak candi lain, selain yang udah mas datengin hehehe :)

      Di Jogja sendiri, setauku kalau ngga salah ada 23 lokasi candi, mas.

      @ Tanza Erlambang :

      Yes, right ;)

      Delete
  9. Candi Banyunibo, saya baru tahu ada candi ini ya setelah baca artikel ini, keren sekali viewnya, cuma sayang candi perwaranya belum dipugar...
    Btw kalau ke tempat yg sepi sering banget ya ada dua sejoli yg sukanya ke tempat yg sepi2 hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe .., betul, mas Aris.

      Sampai-sampai aku pernah lihat ada tulisan larangan dipasang di atas pintu bilik candi di candi Selogriyo, kabupaten Magelang ..., tulisannya begini : dilarang digunakan untuk berpacaran.

      Hahaha,kok yaaa .., ada saja yang berani-beraninya pacaran di dalam candi .., ckckck ..
      Kurang kerjaan.

      Ya, mas sayangnya ke enam candi Perwaranya sampai sekarang belum direstorasi.
      Kalau sudah, pasti bakalan tambah keren viewnya.

      Delete
  10. hakikatnya ada berapa candi di sini termasuk yang sudah runtuh tu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Total kesemuanya ada 7, kak Anies.

      1 candi utama dan 6 candi Perwara atau candi pendamping.

      Delete
    2. oh banyak juga ya... dan setiap candi ada function nya?

      p/s kalau di sini maksud pendamping itu, 'sesuatu yang ghaib dan belaan' hahaha...#justforfunπŸ˜†

      Delete
  11. Jujur, akyu tak akan bosyan padamu ha ha ha. Tapi akyu pernah melihat candi secara langsung. Alhamdulillah ... bisa dapat Nobel wkwkwkwkw. Btw bule selalu dibawa-bawa di dalam blog ini, jangan-jangan sudah jadian sama yang itu? Qiqiqi.

    Atap candinya itu mirip kubah begitu ya. Dan suasana di sekitarnya itu nyaman banget ... bisa jadi kalau saya ke sana malah tiduran di rerumputan hijau sampai lupa pulang. Lupa pulang bukan karena di'sembunyiin' sama pemilik suara tawa yang ternyata dari sepasang kekasih, lupa pulang karena dibawa ke polsek terdekat ha ha ha.

    Nice pos, dan menambah pengetahuan saya tentang candi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baiqlah dan berterimakasihlah saiaa dirimyu tak bosyan padakyu .. hahahaha ...
      Kayak dialog sinetron jadinya ya, kaaak .., wkkk

      Hahaa, hadiah nobelnya ntar kita ambil barengan ya, kaak ..
      Terus, kita naik podium dan dinobatkan barengan
      *lol*

      Wwwkkk ..
      Ngakak bayangin kak Tuteh betulan bebaringan diatas rerumputan pekarangan candi !.
      Oh, woouw .. aku jadi terinspirasi pengin ikutan nyobain juga gimana rasanya ....

      Delete
  12. Candinya imuuuut dan baru kali ini lihat bentuk candi kayak gitu. Soalnya lebih sering mengunjungi candi hindu terus.

    Kenapa ya namanya Banyunibo? Apakah penamaannya ada hubungannya dg ukiran teratai itu ya?

    Syukurlah, masih sering dipakai utk peribadatan, jd keberadaannya terap terawat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Unik ya bentuk candinya, kak :).
      Terutama lengkungan bagian atapnya.
      Tampil beda dengan bentuk atap candi yang lainnya.

      Bisa jadi, pemilihan namanya diambil dari bentuk atapnya yang menyerupai daun teratai terbalik itu, kak.
      Dan kesannya air tampak jatuh menetes dari atasnya.

      Delete
    2. Iya. Baru kali ini lihat atap seperti itu.

      Ooh gitu. Berrti memang harus berkunjung kesana ya supaya bisa lihat jelas kesan air menetes itu.

      Delete
  13. diantara ceritanya tentang candi, yang bikin kepo saya adalah siapa fotografer mas ketika berkunjung ke candi-candi? Itu gratisan atau bayar?
    Kok baik banget udah mau motoin
    hehe peace mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaa ..
      Sebenarnya punya rasa rada gimanaaa gitu .., sebelum menuliskan pertanyaan jawaban kak Arlina ..., wkkkwwkk !.

      Soalnya jadi keingetan julukan dari kang Nata siapa sebenarnya yang sering bantuin motretin diriku di lokasi candi ... ,daaaan ..., jawabannya adalah ..., jreeng jreeeng ..., TANTE TRYPOD, kaaaak ..


      Mmhuaaa .. hahahaa .. :D !

      Delete
  14. Ooh ada candi baru namanya candi BanyuNibo.
    Kirain namanya Banyubiru ? Lho itu kan nama artis ya? wkwkwkwk... Terus aku teliti lagi ternyata namanya itu BanyuNibo. :)
    Awalnya nggak ngeh artinya ternyata eh ternyata artinya adalah Air yang jatuh.. Jadi seger kebayang gemericik air yang jatuh dari air terjun dan mata air.

    Ooh aku nggak bosen kok mampir ke blog ini Kan bisa nambah wawasan tentang wisata bersejarah.
    Yang sudah pernah aku kunjungi dan lihat secara langsung itu candi Borobudur dan candi Penataran di Blitar.
    Candi Prambanan yang belum pernah aku lihat. Belum kesampaian :)



    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyubiru ?.
      Siapa sih aktor itu ?.
      Sista kok hafal sih .., hahaha ..., aku malah baru tau sekarang namanya loh.

      Terimakasih ya ngga kerasa bosan baca artikel tentang percandian :).

      Kudoakan sista kelak kesampaian liburan ke candi Prambanan dan mengeksplore kesemua candi yang ada disana, amin.
      Betewe, nantinya disana akan ikutan naik transportasi berbayar atau .., heum .., milih jalan kaki kayak saiaaaa ?, hahaha ..

      Kalau milih jalan kaki, siapin dulu tenaga ekstra plus jangan lupa bawa payung :)

      Delete
    2. Iya namanya Banyubiru, Hehehe... Tapi Jangan sampai terbelalak begitu dong nyebutinnya? Takut ngeluatnya.. Wkwkwkwkwk... :D
      Ah serius nich brader belum tahu aktor yang namanya Banyubiru?
      Baiklah.. Aktor yang bernama Banyubiru itu nggak lain dan nggak bukan adalah ponakan dari aktor terkenal Slamet Raharjo. Banyubiru adalah putra dari Embong Raharjo. Begitu kira-kira yang aku tahu.
      Tapi sekarang si aktor BanyuBanyubiru sudah jarang muncul di layar bioskop kabarnya sich terakhir kalau nggak salah dia ikutan tender proyek MRT. Entah mungkin sekarang nggak jadi selebrity lagi.

      Oh iya sama-sama, take it easy man, I never bore with your temple articles. Apalagi kalau banyak komentator yang lucu-lucu nangkring di sini. Hehehe.

      Makasih banyak doanya agar kelak aku bisa kesampaian ngunjungi candi Prambanan dan bisa bikin video mengeksolore semuanya.
      Kalau sampai di kompleks candi Prambanan aku milih nauk kendaraan berbayar atau jalan kaki ya? Wah pilihan yang sulit. Mau naik kendaraan berbayar pasti sewanya mahal kan? pasti tarif sewa kendaraan sesuai standar turis asing.
      Kalau jalan iya harus pakai payung, tapi pasti kuat nggak ya? Ntar sampai tengah-tengah udah gempor duluan ini kaki.
      Andaikan misalkan saja ada persewaan sepeda ontel, ya aku milih keliling tamam candi naik sepeda aja. Lumayan nggak begitu capek dan sewanya nggak mahal. Berharap begitu sich hehehe..

      Oh iya baca cerita di atas saat btader kaget ketakutan dengar suara lengkingan tawa cewek dari dalam bilik candi, bikin aku ngakak. Dikiranya ada suara hantu yang bernuansa mistis horor begitu ya? Wkwkwkwk.. Terus ada sapaan suara berat dikira suara hantu ternyata suara petugas keamanan. Siang bolong begitu emang ada hantunya ya? Wkwkwkwkwk.. Pengalaman suara-suara seperti itu cukup buat sport jantung juga ya?
      Memang sepi banget ya candi Banyunibo ini saat brader Him berkunjung ke sana?
      Aku heran ada sepasang muda mudi berani foto-fotoan sambil cekikikan dari dalam bilik candi. Ngapain ya kok cekikikan begitu bikin orang kaget aja. Wkwkwkwk.. :D

      Kalau sore pasti suasana candi Banyunibo ini terasa akan lebih sepi ya?


      Delete
  15. Waduh jgn pake tos mas πŸ˜ƒ hihi

    Wah tiket nya harga terjangkau bagis saya namun perjalanan dr sini nya yg tak terjangkau hehe
    Candi nya bagus karena dipadukan dengan suasana alam coba candi didalam gedung penuh lantai gmana gituπŸ˜ƒ

    Oya mas hima itu poto yang didalan candi banyu nibo kira kira luas nya berapa ya ... Kayaknya luas banget enak klo didalam serasa di film brama kumbara

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya, sayangnya domisilo mas Sopyan tinggal jauh dari lokasi candi Banyunibo ini ..

      Eh, tapi domisilku juga jauh juga sih dari lokasi candi ini.
      Kira-kira sekitar 3 jam hehehe :)

      Seingatku, mas .., ruang bilik candi ukurannya sekitar 5*4.
      Bagian dalamnya tak ada arca dan ditengah ruangannya berupa lantai ditutup bebatuan kerikil.

      Delete
  16. Ini candi koq berdirinya sendiri ya mas himawan gak ada temen2nya ya yg biasanya ada di sebelah kiri dan kanan, btw saya penasarn tu cewek yang tertawa seperti apa sampe bikin kaget ap ketawanya seperti yg bikin merinding itu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya.., eungg# candi intinya ada sih temen-temennya, kak.
      Tapiii ..., temen-temennya pada rubuh :(

      Gegara entah terjadi karena adanya gempa bumi atau apa, ngga diketahui penyebabnya.

      Ohh, kak Iid penasaran sama si cewek pemilik suara melenking bak suaranya si Mariah Carey itu ..., Wwwwwkk :D

      Ya modis gitu sih dandanannya, kak.
      Kayaknya memang udah persiapan banget bikin fefotoan disana :)

      Delete
    2. Benar dugaan saya berarti emang ada yang dampingin ni candi ya, tapi so far candinya cakep lho gak kalah cakep dngan candi lain, btw syukurlah suaranya kayak mba mariah carey kawatirnya kayak mba yg lain itu wkwk

      Delete
  17. Thanks a lot :D

    super interesting post my friend

    NEW TIPS POST | BEAUTY NEWS TO TRY IN MAY!!
    InstagramFacebook Official PageMiguel Gouveia / Blog Pieces Of Me :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks a lot your appreciate my friend from Portugal

      Greeting from me, Miguel Gouveia :)

      Delete
  18. Candi banyuibo...Sejarah peninggalan bhudha yang unik...Terapat hamparan pesawahan dipinggirnya membuat kita akan nyaman berada diarea candi yang boleh dikatakan tidak terlalu besar seperti dengan candi2 lainya..πŸ˜„πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mas Satria :)

      Asik juga berlama-lama ngadem di gazebo kecil disana nikmati pemandangan candi dan sekitaran ..

      Delete
    2. Terlebih kalau ditemani Rongdo yaa mas...Eehhh salah pacar pujaan..πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  19. Replies
    1. Thank you very much for your visit, miss Val's

      I pray for one day you will have the opportunity to come on vacation to this historical Buddhist temple heritage site.

      Delete
  20. mungil dan cantic...
    mantul...mantap betul

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ..
      Sepertinya istilah 'mantul' mulai populer di Amerika sana .. :)

      Yok akh ..., kenalin istilah gaul ini ke mas dan mbak bule teman-teman mister Tanza disana ..., Wwwwwkkk :D

      Delete
  21. pas ke sini dulu ga ada yang jaga jadi aku masuk aja
    bagian paling aku suka sih yang jalawadra itu
    soalnya ini kayak saluran air hujan
    makanya disebut banyunibo
    udah lama banget ga kesini
    ah kangen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuah kayak dapat bonus dong kalau gitu, ya .. wkkkwwk ..
      Datang jauh-jauh, langsung masuk candi ngga pakai tiket :D

      iya, candi ini dilengkapi saluran air atau jaladwara.
      Mirip dengan kelengkapan saluran air di candi Ngawen di Muntilan, mas :)

      Bisa jadi juga, ada jaladwara itu candi ini dinamakan Banyunibo.
      Sayangmya sampai sekarang, info data penamaan candi ini belum diketahui asal usulnya.

      Delete
  22. Saya salah satu orang yang belum pernah melihat candi ini walaupun pernah beberapa kali ke Yogyakarta tau nama candi ini pun baru sekarang ke Yogyakarta taunya cuma candi Borobudur dan Prambanan..hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu, mas El ..
      Monggo dicatat alamat lokasinya candi ini, ya.
      Next kalau ke Yogya lagi, coba candi terpencil di lingkungan persawahan ini didatangi ...

      Delete
  23. bener-bener keren ini gan candinya, cocok buat alternatif destinasi wisata yang tidak mainstrem ya, sehingga bisa menambah calon calon turis untuk visit ke candi tersebut :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, gan .., eh# mas Zunif.

      Semoga kedepannya nanti, di jalur kesana ada transportasi umumnya.
      Jadi memudahkan wisatawan berkunjung yang ingin kesama tapi ngga bawa kendaraan pribadi.

      Lokasi candi ini ditempuh dari jalan utama melewati jalan pedesaan jauh juga jaraknya, loh ..
      Beruntungnya, pemandangan yang dilewati cukup asri.

      Delete
    2. setuju gan, kendaraan transportasi memang sangat diperlukan agar akses menuju ke lokasi bisa lebih mudah dijangkau ya gan, karena kalau susah menuju ke sana , para turis jadi mikir mikir buat kesana mengingat gak ada transportasinya, ide bagus itu gan, :D

      Delete
  24. Candinya mungil lucu, pemandangan di sekelilingnya asri... tapi...suasananya berkesan horror-horror gitu ya, barangkali karena sepi sehingga kalo ada suara aja, langsung penasaran..=D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga horror kok suasananya, kak Lantana :D

      Percayalah, disana tuh suasananya malah asri sejuk gitu ...

      Aku malah sempet merem-merem ngantuk di gazebo kecil di pojok area gegara mata berat terkena sejuknya semilir angin hehehe ..

      Delete
  25. Aman mz, tak ada kata bosan, yang ada iri gak bisa jalan2 ke situs bersejarah, paling jalan2 ke rumah doang :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuaah terimakasih, kak ..
      Senang nih rasanya, kak Risna ngga bosen baca postingan tentang candi :)

      Sabar ya, kak.
      Kelak kak Risna bersempatan jalan-jalan juga ..

      Siapaaaaa tauuu .. ,
      kelak kak Risna dapat pasangan hidup yang sukanya travelling, terus diajaklah kak Risna liburan kemana-mana, atau liburan bahkan keliling dunia juga ;) ..

      Capaaa tau, kaaan ...

      Delete
  26. Saya ikut absen, saya sudah pernah mengunjungi candi.. Tolong jangan diteriaki ya mas..
    Wkwkwkwkwkwk...
    Dulu waktu dijogja, saya sering banget keliling candi. Makanya, lihat mas himawant buat artikel begini saya jadi ingat masa lalu..
    Masa bersama si dia jalan-jalan mengelilingi jogja..
    wkwkwkwk...

    Oh, syukurlah ternyata yang ketawa orang benaran..
    kalau ga, saya ikut jumpalitan nanti..
    haha..

    Lokasi bagus mas hima, sejuk tertata dan nyaman. Rumput hijaunya keren lho..
    Kayaknya saya belum pernah kesini atau sudah..
    saya lupa, saking banyaknya candi yang sudah saya samperi..
    wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwwkkkk ..
      Baiklaaaah, volume toa kukecilin biar ngga kedengeran diteriakin, bliiii ..
      Hahaha :D

      Wuaah senang dong akunya kalau gini yaa.., cerita liburanku ke candi ikut bikin bli Eka jadi ter-nostalgiaaaaa ..., Hahaha

      Cieee .. cieee .. ciiee .. , yang dulu punya kenangan berduaan sama si yayang mengelilingi Jogjaa ;)

      Coba diingat-ingat lagi, bli barangkali candi nyempil di area persawahan ini dulu pernah didatangi bli juga ....
      Hehehe

      Delete
  27. Saya termasuk yang belum pernah berkunjung ke Banyunibo nih. Selama ini cuma bisa lihat candi ini dari atas saja, dari tebing breksi kelihatan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat ya, kak Sash ..
      Suatu saat nanti pasti berkesempatan datang liburan ke candi ini.

      Dulu waktu aku ke Tebing Breksi malah ngga ngeh loh kalau candi cantik ini kelihatan dari atas tebingnya wwwwkk ..
      Karena waktu itu bener-bener pas terasa panas menyengat, mata jadi silau :)

      Delete
    2. Waaahhhh kepo ama tebing breksi nih, keren juga bisa lihat candi dari atas tebing.

      Sama dengan di Bromo, bisa liat pura yang mengecil dilihat dari bibir kawah gunung Bromo :D

      Delete
  28. Seumur-umur belum pernah main ke candi.. pernahnya ke pura. Pingin rasanya mendatangi tempat sejarah yang ada di Indonesia, terutama candi. Semoga saya bisa kecandi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin .., dari sini ikut kudoakan agar kelak betulan terlaksana kamunya lihat langsung gimana indahnya bangunan candi.

      Semangat, yaaa .. :)

      Delete
    2. Bener kaann, banyak yang nungguin giveawaynya tuh :D

      Delete
  29. astaga, cantik sekali ya mas candi banyunibo itu. aku belum pernah denger dan tau nama candi yg satu ini, tapi setelah tau, wajib masuk list destinasi nih :)
    makasih sudah berbagi ya mas.
    jalan-jalan terus ~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, kak Liana.
      Terimakasih juga sudah berkunjung di mari :)

      Siip, kak ..
      Silahkan kapan ada waktu kak Liana liburan ke sana ;)

      Delete
  30. Saya rasa tidak perlu cari referensi jauh-jauh kalau pingin belajar sejarah terutama perihal candi yang ada di Indonesia, terus aja ikuti blog punyq mas himawan sudah lengkap semua hehehe tapi saya sangat senang karena ulasannya sangat detail mulai dari sejarah sampai bagaimana kita bisa datang kesana di ulas komplit jadi tidak usah takut kalau kita mau berkunjung ke candi yang kita inginkan pasti di sini ada petunjuknya termasuk jam buka serta harga tiket masuk hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. semacam wikipedianya candi ya :D

      Delete
    2. Iya kak rey malah lebih lengkap disini plus sekarang komennya lucu2 jadi nunggu juga untuk ngobati scroll yang puanjaaang sekalian baca komennya

      Delete
    3. @ Devina :

      Tetiba lihat di cermin ..., kooook .., wajah saya tampak memerah ya ?.

      Hadeuuh .., ternyata wajah merahku bukan lagi terkena biduran, tapii ..., gegara ke-Ge-eR-an baca komentar kak Devina , wwwwkkk !.

      Terimakasih ya kak, kalau ulasanku dilihat seperti itu.
      *Nulis gini wajahku masih kelihatan merah juga, hahaha*


      @ Reyne :

      Hahaha ..
      Kak Rey bisaan deeeh

      Delete
  31. Jalan-jalan terus, ya mas. Luar biasa. Semua terarsip rapi dalam blog nya.
    Salut Ane.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Doakan agar aku bisa konsisten ngeblog dan punya kesempatan mengeksplore lokasi wisata lain ya,mas Pujiaman :)

      Delete
  32. saya baru tahu ada Candi BanyuNibo ini. hehehe...

    anak saya agak susah diajak ke candi gara-gara dulu waktu kecil saya ajak ke Prambanan dan ketika dikasih tahu kalau patung Roro Jongrang itu dulunya adalah manusia hidup yg dikutuk jadi batu, dia langsung nangis di dalam bilik candi sampai dilihatin orang orang :D

    setelah itu dia menganggap bahwa candi adalah tempat yg menyeramkan. hahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwkkkk ..
      Ngakak baca cerita anaknya kak Rita nangis gegara ketakutan diceritain kalau patung Roro Jonggrang tadinya adalah orang ..., Hahaa..

      Kasihan banget sih, kak.
      Lain kali jangan diceritain kayak gitu ya :)

      Delete
  33. canti memang karya yang bagus kang, betul sekali para bule sampe naik montor mabur buat liaht candi,
    tapi saya kadang penasaran. Kalau kang Himawan pergi2 ke candi naik opo kang? seingat saya belum pernah lihat foto kendaraanya yang dipakai unt kunjungi candi, jangan2 kan Himawan malah naik helikopter kesana? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ..
      Benar juga kan kalau para bule saja dibela-belain datang pada numpak montor mabur (wwwkkk montore iso mabur :D) .. buat lihat candi ..


      Kita yang dari negara sendiri, wajib memasukkan candi ke daftar catatan liburan ;)

      Whats, aku naik .. helikopter :o ?

      Wuaaaah diamini dong, yaaa .. , siapa tauuuuu .. kelak aku betulan punya pesawat helikopter pribadi, hahhaa ..

      Janji, deh ..
      Serius.
      Kalau aku sampai kelaksana punya helikopter betulan, teman -teman yang berkomentar disini, tetmasul mister Wicks admin Kotanopan ..., akan kuajak satu persatu mabur numpak helikopter ;)

      Delete
    2. Ammiin,, Amiin,,,, ,
      klo sampeyan punya Helikopter, nanti gak keluyuran ke Candi lagi kang, bisa2 merview puncak2 gedung yang boleh didarati helikopter,,
      wkwkwwk.... :D

      Delete
  34. Sering dijadikan tempat ibadah, berarti lumayan banyak nih pengunjungnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi iya, mas Ridsal.
      Mungkin di hari sabtu dan minggu, pengunjung disana banyak juga ..

      Delete
  35. Bagus bener ya mas candinya. Masih terawat dengan baik. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyups, Mike.
      Areanya tertata rapi dan pemandangannya asri.

      Semoga saja candi Perwaranya segera direstorasi agar tampil lebih keren lagi

      Delete
  36. wisata sejarah asyik untuk mengenang masa silam sebagai pelajaran

    ReplyDelete
  37. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  38. Hehe, jujur saya baru dgr nama Candi ini.. apa gak begitu tenar ya mas?

    ReplyDelete
  39. Wah sayang banget ditemukannya dalam kondisi runtuh, kalau tidak mungkin terlihat bagai kompleks candi yang keeksotikannya sama dengan candi yang berhasil direstorasi.

    Btw, sebelah mananya ya yang disebut banyunibo, dan kenapa pula namanya begitu hehe

    ReplyDelete
  40. Saya belum pernah ke sini, Kang. Makasih banyak infonya ya, Kang. Semoga suatu saat saya ke Banyunibo.

    ReplyDelete
  41. begitu banyak candi yang belum terekspose selama ini sehingga yang terkenal cuma borobudur, prambanan, mendut

    ReplyDelete
  42. ini masnya difotoin siapa dong kalau sepi? petugas?

    ReplyDelete
  43. Candinya bagus banget mas bray? Btw kunjungan ke candi

    sawentarnya kok belum.

    ReplyDelete
  44. Kalo ke candi borBorobu aku pernah..
    Candi banyunibo seumur2 baru ini denger namanya..wkwkwkw keliatan kurang wawasan...

    Namanya cerita jalan2 aku mah gak bosan ya..., Salah satunya emang aku jarang bepergian.

    Mau ke candi..mau kemana aja..namanya jalan2 gak akan ngebosenin..kan pindah2 destinasi..

    Kecuali kesitu2 aja ..terus yang ditulis itu2 aja..ya ngebosenin

    ReplyDelete
  45. Menarik perkongsian ini.. pengalaman yg berharga. Teringin juga berkunjung ke sini nanti. Thanks sharing :)

    ReplyDelete
  46. Saya termasuk yg senang dengan wisata sejarah seperti candi2 peninggalan masa dulu ini, gak disangka ternyata banyak ya jumlahnya Candi di Indonesia, saya baru datengin yg terkenal dan besar2 aja

    ReplyDelete
  47. Saya malah baru tahu kalau ada orang yang belum pernah ke candi sama sekali.

    BTW aku bisa ngebayangin kekagetanmu atas lengkingan tawa dan sapaan bersuara berat itu, Kayak. Gigih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduhhh, dua kata terakhir kok typo.... Kak knapa jadi Kayak? Hihihi knapa jadi Gigih? 😁

      Delete