Sunday, April 14, 2019

Candi Sewu : Candi Buddha Terbesar Kedua di Indonesia

Kompleks candi Sewu adalah kompleks percandian Buddha, merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua di Indonesia setelah candi Borobudur di Magelang. 
Candi Sewu terletak berada di sebelah utara candi Prambanan, candi Hindu terbesar se - Asia Tenggara. 
Tepatnya terletak berada di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa - Tengah. 

Menurut informasi data letak geografisnya yang kuperoleh, letak candi Sewu berada di Kabupaten Klaten. 
Tapi setelah kucoba googling via peta digital, lokasi candi yang keempat sisi pintu masuk pelatarannya dihiasi 4 pasang arca Dwarapala sangat indah untuk lokasi berfoto itu, hasil layar laporan pencarian data lokasi menunjukkan jika lokasi candi Sewu letaknya berada di dalam kompleks area taman wisata candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta.  

Lah, piye kuy ..., berada di propinsi Jawa - Tengah atau di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ?.

Hal inilah yang sempat membuatku kebingungan menentukan arah saat berada di dekat lokasi area candi Prambanan, akan melanjutkan arah perjalanan kemanakah terlebih dahulu.
Akan ke candi Prambanan dulukah, atau ..., datang ke candi Sewu terlebih dahulu. 

Setelah memperkirakan waktu dengan melihat letak lokasi jarak tempuh saat aku berada berdiri di tepi jalan sambil melihat layar google map, kuputuskan datang ke candi Prambanan terlebih dahulu saja. 
Toh, semisal tak cukup waktu setelah dari candi Prambanan nantinya, candi Sewu bisa kudatangi di lain hari dan waktu.
Begitu, pikirku saat itu.
Tapi siapa nyana, ternyata ... 


Aku : "Mbak, kalau lokasi candi Sewu itu sebetulnya berada dimana dan beli tiketnya dimana, sih ?".

Tanyaku ke salah satu petugas loket candi Prambanan saat pembelian tiket di konter tiket berlapis dinding kaca tebal, kemudian dijawab melalui kotak pengeras suara berukuran kecil dan diletakkan didepan tiap loket tiket.


Petugas : "Candi Sewu berada di dalam kompleks candi Prambanan, mas. Dan tiket masuknya, berikut tiket masuk kunjungan ke candi Prambanan".

Ohh, dijelaskan begitu, senang dong pastinya, yaaa ... .

Rasanya pengin teriak saat itu juga saking senangnya di depan kotak pengeras suara yang berada di depanku, tapi kuurungkan, takut dikira gila. 

Ternyata ..., lokasi candi Sewu yang kucari -cari dan kuidamkan sudah cukup lama untuk  berlibur disana itu letaknya berada di perbatasan antara propinsi Jawa Tengah dan propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan terletak berada di dalam kompleks taman wisata candi Prambanan.

Karena memang keindahan arsitektur candi Sewu memang sangat indah diamati dari dekat dan tujuanku kesana itu adalah untuk berlibur juga sekalian ... , pssst ..., apalagi sih kalau bukan buaat ..., berfoto - foto di tengah pelataran diapit 2 patung kembar Dwarapala.
Ha ha ha ..., dasar travel blogger ter-photomodel !.

Sampai disini, aku langsung teringat komentar dari teman blogger, kak Reyne Raea admin Sharing By Rey di salah satu artikelku tentang cara pose - pose berfotoku buat pelengkap artikel yang dianggap tidak berpose foto biasa, tidak terkesan berpose ala kadarnya ..., begitu katanya πŸ˜….  

Mengikuti papan petunjuk arah, perjalanan ke arah lokasi candi Sewu berada kulakukan seorang diri, cukup ditemani lagu dari Maroon 5, Don't Wanna Know yang kuperdengarkan melalui headset dan kuputar secara berulang ..., ya buat nambah penyemangat gitu he he he ..., setelah sebelumnya mengamati dari dekat koleksi temuan sejumlah artefak yang dipertontonkan di museum Arkeologi. 

Memang sengaja kulakukan memilih dengan cara berjalan kaki mendatangi area lokasi candi satu ke lokasi candi lainnya, tak memilih menggunakan sarana beberapa fasilitas transportasi berbayar yang tersedia disana, seperti mobil golf dan rangkaian kereta mobil.
Bukan pelit loh, ya ..., memilih kulakukan dengan cara menapak tilas berjalan kaki agar bisa ikut merasakan langsung atmosfer kegiatan masa silam yang pernah terjadi disana.

Lokasi candi Sewu yang diperkirakan dibangun pada abad VIII oleh Sri Maharaja Rakai Panangkaran, raja ketiga kerajaan Mataram Kuno dari dinasti Syailendra beragama Buddha, kemudian penyelesaian pembangunan candinya disempurnakan oleh Rakai Pikatan dari dinasti Sanjaya beragama Hindu, setelah terjadinya pernikahan salah satu putri dari dinasti Syailendra bernama Pramodhwardhani dinikahi oleh salah seorang pangeran dari dinasti Sanjaya ini menempati lokasi candi terjauh dari area taman wisata candi Prambanan seluas 39, 8 hektar. 

Dan lokasi candi Sewu inilah yang sengaja kupilih kudatangi terlebih dahulu, sebelum nantinya kudatangi 2 candi lainnya, candi Bubrah dan candi Lumbung. 

Saat aku sibuk mempersiapkan mengatur tripod dan menyetting penanda waktu di kamera berada di salah satu pintu masuk pelataran candi Sewu yang dihiasi sepasang arca Dwarapala yang saling berhadapan setinggi 2, 3 meter dalam posisi satu kaki berlutut, kaki kanannya ditekuk dan satu tangannya memegang gada ..., sepasang turis mancanegara yang tadi kulihat sekilas berjalan tak begitu jauh berada dibelakangku menuju ke arah candi Sewu juga, tiba - tiba mengajakku berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris terbatas. 
Kudengar dari pembicaraan mereka berdua sebelumnya, mereka berkomunikasi dengan bahasa Spanish. 

Si cewek terlihat masih belia dan berparas wajah cantik itu bilang "Can you ... ", sambil menunjuk ke ponselnya memperagakan pengambilan gambar dan dilanjutkan jarinya diarahkan ke dirinya dan teman cowoknya. 
Aku langsung paham apa yang dia maksudkan, minta tolong untuk difotokan mereka berdua di lokasi yang sama jadi lokasi incaranku, berfoto di apit sepasang arca Dwarapala dan berlatar belakang candi utama ..., dan langsung sigap kujawab "Sure, i will".

Mereka berdua langsung tersenyum sumringah dengan mata berbinar dan mereka berdua langsung ambil ancang - ancang berpose aksi di depan kamera iphonenya. 
Sementara aku dengan penuh percaya dirinya melakukan aksi gaya bak photographer profesional ala - ala ....
One, two, three ..., yups!.
Ha ha ha.

Dalam beberapakali bidikanku, mereka berdua terlihat luwes bergaya dan tak canggung berpose mesra di depan kamera ..., sementara aku mengintip dari balik layar iphonenya sempat membatin dalam hati "Oh, mereka berdua pasangan serasi, sama - sama good looking, pinter bergaya pula keduanya".
Daaaan disaat itu juga ..., aku tiba - tiba baru sadar kalau aku ternyata ..., jomblo wwwkkk.

Setelah mereka selesai kubantu pengambilan gambarnya,  si cowok bermata hazel itu mengajakku berbicara dan mencoba menawarkan dirinya untuk gantian memotretku dalam percakapan bahasa Inggris yang juga terbata - bata, "Do you want .. ", sambil tangannya memperagakan adegan memotret.
Ditawari balik begitu, langsung saja penuh semangat kuiyakan tawarannya, "Sure, i want. If you don't mind" sambil kuserahkan kameraku.

Ya, jauh dari kata lumayan, kan ..., ada yang bantuin motretin gituu .., ha ha ha. 
Daripada ribet bolak - balik sendirian mengatur timer ulang kamera dan balik lagi kembali berdiri bersiap berpose foto ulang di lokasi yang diinginkan ..., oh, cap cay  juga deh.

Tapi bukanlah si cowok bule tampan itu yang memotretku dari kameraku, tapi si cewek langsung mendatangiku sambil tersenyum mengambil kameraku yang sudah berada ditangan si cowok ..., entah maksudnya apa ha ha ha ... , dan bersiap membidik poseku.
Selanjutnya, dalam beberapakali bidikan kamera, aku berpose dengan percaya diri di depan mereka berdua.


Trip Of Mine
Arsitektur candi Sewu, mengagumkan


Sampai di bidikan terakhir, si cewek berambut dark brown itu tiba - tiba nyeletuk kata "Perfect" ..., sambil mengarah ke arahku dan mengembalikan kameraku.
Kaget pastinya, dong ..., kata perfect diucapkan begitu.

Dalam hati kubilang,  "Akh, bule ini bisaan saja deh bilang begitu ..., kan mereka berdua jauh lebih keren dan juga pintar berpose dibanding aku. Kayak gini kok, dibilang perfect".

Kulihat sekilas fotoku yang dia sebutkan seperti itu sih memang iya, komposisi sudut pengambilan gambarnya memang terlihat pas.
Tapi kok rada gelap gitu hasil fotonya, ya ..., itu pasti karena akibat efek pantulan teriknya panas sinar matahari di lokasi.
Yo wis ndak apa - apa, nantinya juga bisa diedit. Begitu ucapku menghibur hati saat itu. 

Mungkin buat sebagian orang akan bertanya, bagaimana mungkin ekspresiku di foto itu bisa terlihat serileks mungkin seperti itu padahal dibidik kamera oleh orang mendadak baru saja berkenalan ..., biasanya ekspresi seseorang akan terlihat canggung di hasil gambar fotonya jika difoto oleh orang yang baru saja dikenalnya.

Aku punya trik jitu tersendiri cara menyiasatinya ..., saat pengambilan gambar berlangsung di depan candi Sewu itu, aku mengingat kata -kata komentar lucu yang pernah ditulis oleh ..., Kang Nata  ... .
Ha ha ha πŸ˜‚ !.
Gaya celetukan humor yang selalu dia tulis di kolom komentar blogku itu, selalu sanggup membuatku refleks tertawa ngakak saat membacanya.

Secara pribadi, aku tak mengenal betul siapakah sebenarnya sosok dibalik foto aktor Mandarin Jet Lee dan blogger senior si pemilik blog http://www.maniakmenulis.com/ asal Sumatera Selatan itu. 
Dan sampai sekarang, sebenarnya aku masih dibuat penasaran dengan wajah asli Kang Nata gimana wajah aslinya.
Atau jangan ~ jangaaan ..., apa wajah asli Kang Nata itu malah jauh lebih ketje dibandingkan dengan wajah aktor laga yang namanya mendunia itu, ya.

Uniknya, meski aku tak mengenal banyak siapakah sebenarnya itu sosok Kang Nata, bahkan nomor kontaknya pun aku tak punya ..., blogku ini pernah diulas oleh beliau.

Dan tetap dengan ciri khas gaya kepenulisan yang ia punya, sosokku dan blogku diulas dengan gaya bahasanya yang santai, segar dan kocak.
Seger gitu bacanya he he he.
Terimakasih ya untuk itu, Kang Nata.
Sebagai apresiasinya ..., siniiii aku cubit .. . !.
Loh ?, wwwkk !.

Setelah acara gantian saling bantu berfoto selesai, kami saling mengucapkan terimakasih dan mengucapkan salam perpisahan. 
Sudah sampai disitu saja, pertemuanku dengan 2 turis mancanegara menyenangkan itu ..., berfoto bareng dengan mereka berduapun tak kulakukan.


Trip Of Mine


Selebihnya kami berpisah berbeda arah memasuki halaman pelataran dalam candi Sewu. 
Setelah itu mereka tak terlihat lagi berada di area mana, terhalang oleh pemandangan tingginya bangunan candi utama dan reruntuhan candi Perwara akibat gempa yang terjadi pada tahun 2016 lalu.

Candi utama terletak berada di tengah halaman menghadap ke arah timur, memiliki ketinggian 30 meter, memiliki 1 pintu utama dengan tambahan 3 pintu lainnya ini, jadi arah tujuanku selanjutnya. 
Kumasuki bilik utama yang dinding dalamnya tertutup rapat oleh tebalnya sekat batu, memisahkan 3 bilik lainnya yang saling berhubungan. 


Trip Of Mine
Salah satu pintu dari ketiga bilik pintu lain yang saling berhubungan di candi utama 

Tak banyak yang bisa kuceritakan saat berada di dalam bilik candi utama Candi Sewu yang telah masuk ke dalam rangkaian The World Of Heritage atau Situs Warisan Budaya Dunia nomor 642 oleh UNESCO ini, karena ruang bilik dalam hanyalah berupa bilik kosong, tak ada satupun arca terlihat berada di dalam sana. 

Menurut informasi yang kuperoleh, dahulu kala di dalam bilik candi utama terdapat arca Buddha Boddhisatva Manjusri, namun arca setinggi empat meter itu kini hilang, entah dimana keberadaannya. 
Kini hanya menyisakan pondasi batu berukirkan daun teratai di tengah bilik. 


Trip Of Mine



Nama candi Sewu [Bahasa Jawa, Sewu : Seribu] diperkirakan muncul bersamaan waktu dengan munculnya kisah legenda Roro Jonggrang versi Mataram Islam. 

Dinamakan demikian bukanlah berarti benar bahwa di areanya terdapat seribu candi, melainkan sebagai pengggambaran banyaknya jumlah candi yang berada disana.


Trip Of Mine


Jumlah keseluruhan candi Sewu terdiri dari 1 candi utama, 8 candi Apit dan 240 candi Perwara. 
Mengenai informasi tentang kapan candi Sewu dibangun diketahui dari penemuan prasasti Manjusrigrha 792 M yang diketemukan di tahun 1960 di dekat candi Perwara.


Trip Of Mine


Selain memiliki keunikan dijaga oleh 4 pasang arca Dwarapala di keempat penjuru pintu masuk, ada fakta keunikan luar biasa lainnya yang dimiliki Candi Sewu ... .

Tepatnya terlihat berada di bagian atap stupa candi utama, berupa sesosok wajah seorang biksu berukuran sangat besar lengkap dengan kumis dan jenggotnya panjang menjuntai.

Penemuan keunikan yang bisa dikatakan sangat misterius dan fenomenal itu terjadi saat candi Sewu disorot lampu pada acara malam penganugerahan Festival Film Dokumenter yang diadakan disana pada tahun 2014 lalu. 


Trip Of Mine

Dalam kesehariannya, candi Sewu tidak disorot oleh penerangan lampu di malam hari dan pada saat siang hari sesosok wajah tersebut tidaklah terlihat.


Perhatikan sosok wajah di bagian atap stupa candi utama.
Sumber foto : BPCP Jateng


Seperti yang dilansir oleh https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/misteri-di-dinding-candi-sewu/ dijelaskan, penemuan adanya sesosok wajah di atap candi utama itu setelah seorang staff Badan Pelestarian Cagar Budaya Jawa - Tengah mendokumentasikan acara tersebut menggunakan kamera DSLR dan hasil dokumentasi foto tersebut adalah murni, bukan rekayasa.

Dalam artikel tersebut dijelaskan, apakah penampakan sosok seraut wajah biksu yang tertangkap di foto hanyalah suatu kebetulan belaka atau memang dibuat pada jaman dahulu dengan tehnik luar biasa mengagumkan ... .
Menurut kalian ?.



Lokasi :
Candi Sewu
Jalan Raya Solo - Yogyakarta KM. 16
Dukuh Bener, Bugisan, Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa - Tengah

Tiket :
Karena berada dalam satu kawasan wisata candi Prambanan, tiket masuk berikut tiket kunjungan untuk ke candi Sewu.
▪ Wisatawan Lokal : Dewasa 40K, Anak udia 3 - 10 tahun 20K
▪ Wisatawan Mancanegara 350K
[Info harga tiket sewaktu-waktu dapat berubah]

Jam operasional :
06. 00 - 17. 00


137 comments:

  1. klasik banget…
    tapi, masih banyak gundukan batu yang belum ditata (foto 4 dan 5).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agree with what you say, mr.Tanza ... this Sewu temple architect looks very classic.
      Beautiful.

      Sayangnya reruntuhan candi-candi Perwara (saat ini hanya menyisakan beberapa candi Perwara berdiri utuh), belum mampu terselesaikan pengerjaannya ..., karena selain rusak karena gempa besar juga hilang.

      Delete
    2. sayang ya mas hilmawan, bisa sampai begitu, mudah-mudahan bisa cepat dibangun kembali replikanya agar anak bangsa indonesia bisa melihat dan mempelajari sejarah bangsanya

      Delete
    3. iya om @hilmawan katanya banyak yang hilang dicuri sama oknum2 tak bertangung jawab,

      Delete
    4. @ Kuanyu =

      Iya, sangat disayangkan, ko ..., hampir kesemua candi Perwara sebanyak 240 candi mengalami kerusakan, hanya tersisa beberapa candi Perwara yang masih berdiri utuh.

      Mungkin, satu cara agar candi Perwara terlihat berdiri utuh lagi, bagian relief yang hilang digantikan dengan material yang baru, ya ...
      Tapi entah, boleh tidaknya digantikan batu baru begitu, mengingat candi Sewu ini juga sudah masuk ke dalam daftar UNESCO.


      @ Kotanopan =

      Denger-denger beritanya juga begitu, mas.
      Kemungkinan pencurian bagian dari candi itu terjadi saat di awal-awal tahun penemuan candi kembali dulu.
      Sangat disayangkan.

      Delete
    5. Candi Budha atau yang biasa di sebut candi sewu ini merupakan peninggalan yang begitu syarat dengan sejarah beradapan dunia....ya Mas begitu kira kira

      Delete
    6. oops ada yang salah nih, ngomong ngomong candi sewu dengan candi budha itu sama atau beda, ya Mas? atau barang kali saudara sepupu..?

      Delete
    7. tetapi ada yang kurang pas nih...masak investigasi wisata sendirian,? nanti kalau ada apa-apa siapa yg ngurusin....

      Delete
    8. yang ngurusin saya kang asnaji..


      clckckkckc

      Delete
  2. baru tau aku mas ini ada candi sewu ya....bisa jadi refrensi liburan neh selain candi borobudur dan prambanan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, aku ikut mendoakan kelak mas Bayhaqi kesampaian liburan ke candi Borobudur Magelang dan kompleks percandian di Prambanan ini.

      Delete
    2. ini suatu tempat liburan yang menarik buat kita dan keluarga dan yang paling penting harus tetap menjaga warisan budayanya ya, jangan di hancurin, he-he

      Delete
    3. Sependapat banget dan sangat setuju, ko.
      Siapapun yang berani merusak situs cagar budaya, wajib dihukum seberat-beratnya.

      Nulis begini jadi ingat dulu kira-kira tahun berapa gitu, candi Borobudur pernah diledakkan oleh oknum tak bertanggung jawab.
      Gemas rasanya !, kok bisa-bisanya merusak seperti itu.
      Sangat keterlaluan.

      Delete
  3. Luar biasa cantik dan unik candinya...terhampar begitu...saya baru tau lho kata sewu itu artinya seribu...daaan sosok wajah itu, benar-benar mysterious..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul-betul misterius sesosok wajah yang ada di atap candi utama itu ya, kak ..

      Dipikir berulangkali, sampai bingung juga ..., bagaimanakah cara mengukir batu tersebut JIKA dilihat siang hari sama sekali tak terlihat ..., tapi ketika disorot lampu sesosok wajah itu begitu terlihat nyata.

      Tekhnologi apa yang mereka pergunakan ?.
      Dan bagaimana bisa membentuk pola sedemikian detil ?

      Iya, kak Lantana artinya sewu itu seribu :).
      Kalau sepuluh ewu kuy,eh# itu artinya sepuluh ribu ..
      Hehehe :)

      Delete
    2. ia teh cantik candinya, secantik foto profil tete

      Delete
    3. @kuanyu, tapi tetehmu ini ga classic dan antik kan..?? apalagi udah runtuh gitu.....;(

      Delete
  4. Mas jangan terlalu jujur ngaku jomlo yah. gak seru wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwwwkkk ... :D !

      Terus ngakunya apa yach, BeDe ?.
      DuRen gituuuh ...
      DudakeRen bhahaha

      Delete
    2. ha-ha, dude,,,duda keren,.. baru denger aku istilah ini

      Delete
    3. Ooops ...
      Koko Kuan Yu ikut berkomentar di balasan komentar buat BeDe ..
      Wwwkkk

      .. Tapi bolJug istilah Dude-nya .. xixixi

      Delete
    4. jadi, harus ngaku apaan?..
      hehehe

      Delete
    5. Iya, niih .., confused.

      Hahahaha :D

      Delete
  5. Ouh Candi Sewu masih satu kompleka ya dengan candi Prambanan ya? Jadi sekali dayung 2 -3 pulau terlampaui ya hehehe.. Jadi efisien ya menghemat waktu tenaga dan biaya. :)

    Seperti yang ditulus di atas kalau sejarahnya putri dari kerajaan Syailendra (Budha) yang menikah dengan pangeran dari dinansti Sanjaya (Hindu) jadi ada hubungan nya sehingga candi Prambanan dam candi Sewu letakanya masih satu kompleks apa kurang lebih begitu brader?

    Baca ada pasangan turis asal Spanyol yang minta tolong difoto ama brader. Wah asyik dong bisa motret turis tsb ala photografer.. Hihihi.. Udah begitu mereka nawarin balik motretmotret. Pertama yang bakal motret si tiris cowok kok tiba-tiba disamber aja gitu sama si turis cewek trus dia yang motret brader. Habis dipotret trus katanya perfect ya? Ciyee.. Sik asyik dipuji turis cewek Spanyol wkwkwkwk.. :D Maksudnya yang perfect itu orangnya atau sekalian pemandangannya? Wkwkwkwk.. :D
    Coba ada saat itu foto bertiga bareng mereka ya brader?
    Pasti bisa jadi dokunentasi yang unik dan kelak bisa nostalgia kalau dilihat kembali.. Hehehe.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, betul.
      Selain candi Sewu, juga ada candi Bubrah dan candi Lumbung yang ada di area taman wisata candi Prambanan.
      Ada juga satu candi lagi di dekat sana, tapi letaknya di luar pagar pembatas area taman candi Prambanan, namanya candi Gana.

      Kedekatan lokasi pendirian candi berbeda agama antara candi Prambanan dan candi Sewu ini menggambarkan jika kerukukunan beragama sudah terjalin sejak dulu kala, sista.
      Kemudian hubungan harmonis itu berlanjut dengan terjadinya pernikahan dari kedua dinasti tersebut.
      Adanya pernikahan itu, kemudian pembangunan candi Sewu diteruskan oleh dinasti Sanjaya dengan membentuk candi yang bentuknya mirip dengan candi Hindu, runcing meninggi.

      Dan disebut-sebut, candi Sewu satu-satunya candi Buddha yang memiliki bentuk berbeda dengan bentuk candi Buddha lainnya.

      Entahlah, apa yang turis cewek Spanyol itu bilang seperti itu ditujukan untuk apanya ... wwwkk .., menurutku sih komposisi pengambilan gambarnya.

      Nah itu dia, foto bareng turis mancanegara yang bantuin motret terus disertakan di artikel ..., selama ini ngga pernah kepikiran kulakukan begitu.
      Padahal selama ini sudah beberapakali fotoku dibidik oleh turis mancanegara loh ..., salah satunya mungkin sista pernah ingat fotoku di candi Pawon Magelang, ngga ?.
      Kalau iya ingat, salah satu foto artikel disana itu hasil bidikan dari turis pria asal Netherland hehehe :)

      Delete
    2. Ooh jadi di kompleks taman candi Prambanan selain candi Sewu juga terdapat juga candi Bubrah dan candi Lumbung yang nanti mungkin juga akan diulas di artikel berikutnya hehehe.

      Turis bule cewek tsb mungkin memang ngomong apa adanya.. Katanya perfect antara objek yang diambil yaitu brad Him dengan background sekutar pas dan proporsional hingga dibilang perfect. Hanya sayangnya si turis tsb nggak kurang perhatikan cahaya saat jepret kamera ya? Hehehe.. Mungkin keburu waktu ya untuk jalan travelling.

      Iya sayangnya brader nggak ngajak pasangan turis tsb untuk foto bareng.Nggak kepikiran ya diambil untuk dokumentasi nostalgia.Hehehe..

      Ooh saat di candi Pawon fotonya brad Him dijepret sama turis Netherland Belanda? Asyik ya kalau para turis semua bisa ramag dan dimintai tolong foto bergantian begitu.
      Coba ntar aku lihat lagi artikel yang di candi Pawon.. :)

      Ntar next kalau ada pengalaman seperti di atas di foto turis mancanegara minta foto bareng ya brader sama mereka terus dipasang juga di artikel biar seruu.. apalagi kalau ekspresinya masing-masing terlihat kocak. Wkwkwkwkwk.

      Oh iya jadi kepo nich kira-kira trik apa dari Kanf Nata agar saat di foto brad Him bisa terlihat begitu rileks nggak canggung ? :)

      Delete
    3. Kasi tau ngga yaaaa .., artikel berikutnya yang diulas candi Bubrah, selanjutnya candi Lumbung hehehe :).
      Tapi, bagus juga kalau rangkaian candi yang ada di kompleks taman wisata candi Prambanan diulas secara berurutan, ya.

      Iya, ide sista boleh juga kupraktekkan kalau pas travelling ketemu bule yang antar kami saling bantu motret, akan kuajak berfoto bareng dan kukasi tau sekalian alamat blogku ini agar dia bisa lihat juga fotonya ada di artikelku :)

      Triknya dari kang Nata itu tuuh .. , komentar-komentarnya yang lucu bikin ngakak bacanya.
      Kalau teringat komentar-komentarnya aku juga sering cengengesan geli gitu ...
      Daaan hasilnya .., fotoku yang dibidik bule itu kelihatan tersenyum rileks ngga canggung dan pede aja berposeku ... :D

      Delete
    4. Ooh It's Oke mendingan nggak ngasih tahu aja lah biar bisa surprise nanti kira-kira postingan artikel tentang apa berikutnya.

      Yeah ntar next kalau ada bule yang minta tolong difoto lagi harus ada syaratnya : yaitu setelah difoto harus mau diajak foto bareng trus nanti hasil foto bareng dipajabg di artikel.
      Iya benar sekalian ngasih alamat blog biar bisa dikunjungi mereka.
      Kenapa saat kemarin ketemu sepasang turis bule Spanyol itu brader nggak ngobrol pakai bahasa Spanish dan ngajak foto bareng mereka? Pasti malu ya? Hehehe... Kan di IG kalau nggak salah sering balas komen orang bule latin pakai bahasa Spanish n Portugis? Ya kan? Hehehe..:)

      Ooh ternyata begitu tipsnya saat di foto.. Kudu ingat komentar-komentar nya Kang Nata yang lucu-lucu dan kocak biar langsung spontan bisa keluar senyum dan pose nya bisa tetlihat santai rileks nggak kaku nggak canggung bisa pede di atas panggung .. Eh..di depan umum maksudnya Hehehe..:D
      Nice tips!, bisa aku coba praktekan ntar tipsnya. Danke tips nya brad.
      Oh I see.. berarti kang Nata itu termasuk artis komedian papan atas dong ya? Hihihi... Maaf punten kang Nata.


      Delete
    5. Wwwwkkk ...
      Aku ketawa ngakak mewakili suara nyaringnya ketawa kang Nata disini ..., betulan aku ngakak waktu kang Nata disebut sebagai ..., komedian :D

      Bisa jadi memang profesinya kang Nata itu seorang pelawak kali, yaa .. ?.
      Atau, mantan anggota boyband ?.
      Hahaha

      Aku cuma ngerti tipis-tipis kosakata bahasa Spanish/Portugal, sista, kayak : Bom dia, Obrigado, Mui Bien, Gato, Bonito, Guapo.

      Selebihnya aku ..., kudu buka kamus buat menterjemahkannya.
      Jadi komentar-komentarku di ig dengan teman-teman dari negara Spanyol itu adalaaaah ..., hasil dari translator.
      Wwwkkk ..

      Siiiip, diingat~ingat ya celetukan komentar lucu dari kang Nata buat bekal sista berfoto, ya ;) ..., biar bisa nyengir di kamera getoooh ... :D

      Delete
  6. Wakkakkkkakaka. Ngakak baca adegan motret pasangan bule.
    Tapi emang kadang bule jauh lebih pengertian ya.
    Gak mau cuman asal di fotoin, tapi juga ingat balas budi dengan gantian motret..

    Dan sering banget bule menawarkan bantuan saat melihat kita ribet motret sendiri.

    Saya pernah di pantai Kuta ama di Batu, ada bule baik banget nawarin motret kami hehehe.

    btw syenanggg dehhh, nama saya disebut *uhuk.
    Dan si kang Nata mah sekarang, nyaingin Himawan yak terkenal di mana2 hahha.

    btw foto yang paling atas emang kece banget deh, pas banget semuanya.
    angle Himawan plus lokasinya kayak menyatu banget.

    Kami dulu sempat ke sini waktu ngunjungin Prambanan beberapa tahun silam.

    Tapi sepertinya ini semakin banyak yang rubuh ya gegara gempa.

    Cuman setelah diperhatikan, kumpulan batu yang berserakan itu juga keren banget di foto loh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi...'Ekeq...jadi malu.......hahahaha... :)πŸ˜…πŸ™ˆπŸ™Škabur dulu ahhh.... nyari semak Semak buat sembunyi....πŸ˜†

      Delete
    2. @ Reyne Raea =

      Kalau diperhatikan dan memang sudah beberapakali aku dibantu dipotret oleh bule di suatu lokasi wisata ..., banyak betulnya kalau rata-rata sifat para bule itu lebih care dengan sesama ..., tanpa pamrih mau bantuin orang lain ya, kak.

      Ayook akh kita semua juga niru sifaf sosial para bule begitu .., masa bangsa kita yang dikenal katanya ramah dan suka menolong, malah kendor pedulinya dengan orang lain.

      Asiik nih kak Reyne dan keluarga juga punya pengalaman dibantu foto oleh bule ..., pengalaman liburan jadi nambah berkesan lagi, ya :)

      Ya, kak akibat bencana gempa jumlah candi Perwara makin banyak yang runtuh.
      Semoga saja dapat cepat direstorasi.

      Terimakasih opini tentang komposisi fotoku diatas, kak :)


      @ Kang Nata =

      .. Awwwaaaaa.. sss ..., di semak~semak banyak ulaaar, looh ... , ntar dipatuk deeeh ...
      Wwwkkk :D

      Delete
    3. wah, jangan khawtir mas,..kangnatakan pawang uler,...ha-ha-ha

      Delete
    4. @ Kuanyu =

      Itu, yaach ...
      Pawang ular ala~ala pemain seruling ular kobra ?

      Wwwkkk ...
      Reflek ngakak bayangin tubuh kang Nata ikut meliuk~liuk kayak gerakan ular kobra ngikutin irama musiknya :D

      Delete
    5. hahahahah... pandai banget mas2 diatas ngelucunya, saya jadi ngakakπŸ˜‚πŸ˜€πŸ˜†

      Delete
    6. Hahahhaa .. :D!!

      Soalnya kukaitkan hubungan antara komentar kang Nata bersembunyi di semak-semak dan komentar dari koko Kuan Yu tentang pawang ular
      ..

      Jadilah, komentar balasan :
      tubuh kang Nata ikut meliuk-liuk ngikutin gerakan badan si ular

      Hahaha !

      Delete
  7. Perfect!
    Aku ucapkan sama persis seperti Mbak Bule meski masih pakai logat Jawa.
    Hehehe..
    Bule itu biasanya jujur dan apa adanya lho Kak. Jadi kalau di muji, berarti dia jujur. Nah, kalau Kakak dipuji perfect, berarti Kakak memang keren kuadrat.

    Eh Kak, serius jomblo? Kakak mengakui kenyataan dan diselubungi promo atau memang hanya mengakui kenyataan Kak?
    Ya ampun... aku kira awalnya sudah beristri tapi sengaja nggak ada foto istrinya biar bikin para fans penasaran, eh.

    Wah... aku baru tahu Candi Sewu masih 1 kompleks sama Candi Prambanan.
    Kakak lagi asyik mengeksplor wisata sejarah ya.
    Aku jadi makin tahu candi-candi dari Kakak.
    Terima kasih.

    Salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Hima...!lojerr..lojerrr...!!! cepatan kesini dong...ada berita bagusss...πŸ˜†loh.!

      cek koment Mbak yg diatas yach....!klu sukses kabari saya.... yach.πŸ˜† Mumpung belum Kiamat Loh...πŸ˜† hahaha#peace.πŸ˜†

      Delete
    2. @ Einid Shandy =

      Tuuh fasih beneeeer ...
      Kak Einid ngucapin perfect.
      Ngga kelihatan medok logat Jawanya, kok ..
      Hehehe :)

      Wow, pujian kak Einid ini mah melebihi celetukan pujian dari si cewek bule ..., pakai kuadrat segala ...
      Wwwwkkkk ..
      Malu aku maluuu, tanya semut meraaaah ... yang berbaris didinding menatapku curiga ..
      Loooh, kok malah nyanyi sich ini yaaak ...
      Hahahaha :D

      Duarius, kaaak ...
      Nulis gini sambil ngumpet dari balik selimut ..
      Xixixi :)

      Betul, candi Sewu dan 2 candi lagi berada di area taman wisata candi Prambanan, kak.
      Tadinya aku juga bingung tentang ini, kirain berada di luar area taman.
      Dulu 3 kali aku ke candi Prambanan, ngga pernah sih nyoba datang ke 3 candi lainnya.

      Sami-sami, kak Einid :)


      @ Kang Nata =

      Bhuhahahhaa ..
      Maksudnya apa kuyyyy, kaang :D ?

      Huuush,
      Kak Einid itu udah ada yang punya, loooh ...
      Xixixi

      Delete
    3. hahahah..dari Mas mana tau klu sdh ada yg punya ? πŸ˜†ayoooo....!!

      Delete
    4. Waduh rame bener saya ikutan boleh ga nih kang nata? wkwkkw

      Delete
    5. @ Kang Nata dan @ Ratutips =

      Biar kak Einid yang ... jawabnya saja, aaaakh ...
      Dia JomNis = Jomblo Manis atau bukaaan ..
      Wwwwkkk :D

      Aku takut kena timpuk ...

      Kaboooooor ...

      Delete
    6. Mbak Vika : hihihi....boleh Mbak, biar tambah rame, dan biar trafik blog ini menjulang tinggi dbandingkan trafik blog kita,hahahah....

      Delete
  8. sudah banyak yang rusak ya gan candinya, rusak alami ataukah rusak oleh manusia, belum tahu juga, karena untuk merekonstruksi temuan candi katanya harus 75% dan baru bisa dibangun candinya agar terlihat bagus. Kalau rusak nya parah mungkin dibiarkan kali ya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus 75 % ya gan baru bisa direkonstruksi,..yuk kita robohkan,..ha-ha..canda je.....maksudnya yuk kita bangun rame-rame

      Delete
    2. @ Zunif =

      Candi-candi Perwara yang banyak mengalami kerusakan,mas.
      Ada yang memang sudah dalam keadaan rusak setelah diketemukan kembali (dan sebagian bagian badan candi tak diketemukan) , juga mengalami kerusakan akibat terjadinya gempa.

      Mungkin, sebenarnya bisa didirikan lagi candinya dengan bahan material penganti batu baru.
      Tapi entah diperbolehkan tidaknya diganti dengan material batu baru, mengingat candi ini sudah masuk dalam daftar situs warisan budaya dunia Unesco, yang mana materialnya harus asli.

      Delete
  9. Keseluruhan...bagus bagus fotonya….
    Objek wisata yang membanggakan

    ReplyDelete
  10. Baru tahu nih Candi terbesar kedua di Indonesia Candi Sewu. Tapi mas, bule-nya gak mas aja foto bersama? Siapa tahu nanti jumpa lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasti berjumpa mas mereka berdua,....berjumpa di dalam hati...so sweet

      Delete
    2. @ Ridsal =

      Yups,
      Candi Sewu candi Buddha terbesar kedua di Indonesia, setelah candi Borobudur.

      Tapi menurutku pribadi, luas area pelataran candi Sewu kurang luas, ngga seperti di candi Borobudur yang areanya sangat luas.
      Batas pagarnya kelihatan tak begitu jauh letaknya dengan deretan keliling reruntuhan candi-candi Perwara.

      Selama ini aku ngga kepikiran ngajak foto bareng para bule yang pernah memotretku di lokasi wisata, mas.
      Pertanyaan mas Ridsal akan kutampung dan kelak kalau berinteraksi lagi dengan turis mancanegara, mereka akan kuajak foto bareng.


      @ Kuanyu =


      Bhuahhaahaa ...
      Koko Kuan Yu bisaan aja niiiiih ..

      Koko cenayang yaa, kok bisa nebak begituuu .. ?

      Delete
  11. ternyata 1 tempat bisa 2 konten hahaha
    oh iya mas candi Sewu itu candi Buddha ya? aku kira Hindu. karena setauku candi prambanan itu dibangun pada masa Hindu..
    mungkin pelajaran sejarahnya kurang bagus kali yah haha

    Btw candi seuwu itu banyak yg gak ketemu potongan2 batunya sepertinya, dan dibiarkan bgitu saja, kl ga salah sih yg asli dan ga ada pasangannya itu ada di museumnya..
    mantap mas artikelnya:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. 4 konten malah, mas .., bukan cuma 2 konten hahaha ..
      Mantul juga nih namanya, satu tiket bisa datengin 4 candi sekaligus.

      Candi Sewu beraliran Buddha, mas.
      Ceritanya 2 candi beraliran berbeda agama ini tetanggaan dengan harmonis.
      Ini bisa buat contoh pada masa sekarang, kerukunan antar berbeda keyakinan itu harus selalu terjalin.
      Betul kan, mas Aldhi :) ?.

      Betul, potongan-potongan asli candi Perwara memang sudah banyak yang tidak diketemukan pada saat candi diketemukan kembali, kemudian kondisinya diperparah saat terjadi gempa di Jogja beberapa tahun lalu.
      Banyak bagian candi yang patah, tidak memungkinkan dipasang lagi.

      Terimakasih opininya, mas :)

      Delete

    2. wah beerti masih kurang 2 konten y ams hahaha
      oh gitu ternyata ceritanya,,
      bhinneka tunggal ka emang harus selalu ada mas.
      toleransi antar umat bergama sudah dilakukan oleh nenek moyang kita hehehe

      Sayang banget ya, padahal klo utuh semua masih bisa direkontruksi.

      Delete
  12. mantap yang foto dekatnya raksasa yang membawa gada itu mas
    keren pol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya,mase :)

      Itu foto hasil bidikan dari turis Spanyol.

      Delete
  13. Mas himawan itu kenalan nya nggak di ajak poto bareng xixixixi
    Dulu awalnya aku kirain cemoro sewu sama candi sewu ini se area
    Pas main di cemoro sewu pada bengong aku tanya candi sewu hehe

    Akhir nya alhmd dulu berkat tugas dr perusahaan sampai lah di candi sewu ini sob sekitaaran 2014 an
    Sayang banget batu batu nya sudah banyk yang tidak nempel lagi (bukan hancur) masih sama seperti poto diatas.
    Dan klo nggak salah di candi sewu ini apa ya ada sewor tidak boleh pegang pasangan ke candi utama nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. 2 turis Spanyol itu ngga kuajak foto barengan, mas.

      Kelak kalau pas berkesempatan berinteraksi lagi dengan turis mancanegara akan kufoto setelah itu kusertakan di artikel.
      Padahal aku sudah beberapakali loh punya pengalaman dipotret turis mancanegara, tapi ngga kuceritain juga fotonya ngga kusertain di artikel hehehe :)

      Hahaha ..
      Namanya hampir mirip sih yaa ..
      Antara Cemoro Sewu dan Candi Sewu.
      Jadi teman-teman mas Sopyan pada bingung :D

      Akhirnya kesampaian juga ke candi Sewu setelah piknik bareng perusahaan :)

      Sewor itu apa ya artinya, mas ?.

      Delete
    2. Bkn sewor salah tik kayakna mksdnya ada larangan gitu diarea candi inti

      Delete
    3. Ohh, yang dimaksud itu pantangan.

      Konon, ada pantangan ngga boleh bergandengan tangan saat berada di candi Sewu gitu ya, mas ?.

      Aku malah baru tau sekarang tentang pantangan itu dari mas Sopyan.

      Kalau mitos katanya ...
      Ini katanya loh, ya .., benar tidaknya aku ngga tau persisnya gimana ..
      Katanyaaaaa, pasangan yang masih dalam masa pacaran bisa bubaran kalau datang ke candi Prambanan.

      Tapi kalau aku pribadi, kok ngga sependapat dengan mitos yang beredar begitu, mas.
      Semuanya dikembalikan oleh Yang Punya Kehendak di Atas saja :)

      Delete
  14. Kalau bicara letak candinya jadi membingungkan ya mas. Ada yg bilang secara administratif loket masuk Prambanan termasuk wilayan Klaten tapi candinya ada di wilayah provinsi Yogyakarta,....disitu ada candi Lumbung juga tapi kalau candi Bubrah apa udh selesai direstorasi mas, waktu dulu ksana blum selesai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul rada membingungkan pencarian dilihat dari tata letak adminisratifnya, mas.

      Ditambah saat dulu 3 kali sebelumnya ke candi Prambanan, ngga sekalian mengunjungi 3 candi lainnya di areanya ..., jadilah minim informasi saat mencari lokasinya :D

      Sekarang candi Bubrah sudah selesesai direstorasi, mas Aris.
      Kulihatin banyak tambahan material batu baru di badan candinya.

      Delete
  15. Selain hamparan bebatuan yang cukup banyak dan unik...Candi Sewu Bhuda termasuk candi Terbesar diantara borobudur dan prambanan..πŸ˜„πŸ˜„

    Tak hanya itu saja dibagian Utara Kompleks Candi Sewu juga terdapat museum yang mempunyai daya pikat pengunjung serta sejarah, Tak hanya itu saja museum juga disediakan ruang audio visual yang menarik..πŸ˜„πŸ˜„

    ReplyDelete
  16. Waduh perjalanannya asik nih, ke candi sewu, ngomong-ngomong candi sewu itu artinya apa ya, he-he, tak kusangka ternyata mas hilmawan masih jomblo, jangan sedih mas kan ada mbak petugasnya, silakan godain dan spik-spik sedikit barangkali mau di ajak untuk berfoto ya atau paling enggak dapat nomor hpnyalah dari pertemuan singkat tersebut,he-he

    Masalah kang nata de coco πŸ˜€, jujur saya juga penasaran dengan ini orang, siapa yak sebenarnya di balik foto jacy chan ini, atau jangan-jangan pak dul atau mungkin masuk pak eko, atau mungkin adminnya dalang pelo @ah jadi sayang, wkwkckk, dan kenspa foto profilnya harus jet lee kenapa bukan jet tempur πŸ˜€, atau mungkin dedy corbuzier kan lebih maco keliatannya, bicara tentang candi tadi saya lihat mas hilmawan agak naksir dengan cewek bulenya ya,....ea dan cewek bulenya juga naksir tu mas sepertinya,he-he

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi...saya orang deso Mas, takut terkenal dan kebetulan menjadi pengemar Jet Le πŸ˜†☺😊....

      Delete
    2. oh, rupanya kang nata ngefans sama jet lee ya, kang nata ini merendah, saya sering lihat tulisan kang nata di juragan cipir loh, itu blog terbaik menurut saya dan menginspirasi saya sampai sekarang

      Delete
    3. iya.Mas.hihihi...😊

      wowwww...Mas pernah baca tulisan unyu2 saya di Blog JC yach.Jadi malu nich.hahahah....

      Delete
    4. kenapa harus kang, kan kang nata ganteng,...ea,...foto profilnya maksudnya,..wkwkckk

      Delete
  17. Asik kak himawant halan halan lagi ke candi baru yaitu candi sewu ya kak.. keren abis yaaa spotnya buat foto.. apalagi kalau ada yang cantik berfoto bersama traveller blogger kayanya semakin tketjeh nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih kak spot tempat aku berdiri berfoto itu keren banget lokasinya buat fefotoan ;)

      Yang cantik-cantik lagi pada kabor, sibuk ngurusin londri kiloan, kak ...
      Bhhahhaha :D

      Delete
    2. makanya kak himawant jangan cuma phpin cwek aja.. harus ditembak cweknya.. hehehe

      btw kak himawant keren lah ntar saya ikutan yaaaaa

      Delete
    3. Sebentar, kak ..

      Kuingat-ingat yaa, PHP itu apaan ya artinya ...

      Ooh,
      Artinya PHP itu singkatan dari ... Panitia Hari Pacaran yaaach ?

      Bhahhaahaha :D

      Delete
    4. kalau saya berarti hyertext, taunya sih cuma itu

      Delete
  18. Adowwww.... saya di cubit nich, tapi kira2 bagian mana yach yang dicubit ? mudah2an bukan Hidung saya yang dicubit, kalau iya, wah ,,merusak tatanan kemacungan hidung gua nich....hahahah.....

    Mksih yach Mas, sudah senggol2 nama saya di tulisan diatas, saya ngak bisa balas kebaikan Mas .....

    tapi saya doakan semoga MAS HIMAWAN segera MENEMUKAN PASANGAN yang Cocok sesuai Kebutuhan dan Keinginan Mas, agar Drama JOMBLO segera berakhir di PELAMINAN.

    Serta..... bisa foto bareng dng sang KEKASIH disetiap Objek Wisata yang dikunjungi.

    kalau bisa cari yang blogger juga Mas, biar hobinya nyambung dan bisa saling sharing....hahahah....

    JJur saja saya belum pernah Melihat langsung CANDI SEWU, bacanya sering sich....

    Ohy.....penulisannya sudah okeh nich, apalagi pengambilan gambarnya, mmm.... sudah menarik tuch...

    Tapi.....saya sesalkan sekali, kenapa sich ngak foto bareng ama CEWEK BULE tersebut ? kelupaan yach...?? Padahal kami2 juga penasaran dng tampang cewek BULE tersebut.#kira2 cakep ngak yach,hahahahah.........

    Ohy...ternyata selama ini yang nemani Mas Ke Objek Wisata adalah "Tante TRipod " yach , hahahah......

    ReplyDelete
    Replies
    1. numpang ngakak, tantetripod wkwkwk

      Delete
    2. ehemzzz ....yang Pengantin baru !πŸ˜†☺πŸ˜ŠπŸ˜€

      Delete
    3. @ Kang Nata =

      Sebentaar .. sebentaar ...
      Ijinkan aku ngakak dulu baca ulang komentar terakhir ... bhahhaahaa ...
      Apa ituuuu, kok .. Tante Tripod ??

      Wwwkkkk ...
      Kalo ada Tante Tripod, berarti .... ada dong yaaa ...
      Om TongSis ...
      Alias Tongkat BerdeSis ...
      Wwwwekkkkkk :D!

      Bisaan deh kang Nata ngistilahinnya πŸ˜’

      Sama~sama, kang.
      Aku juga ngucapin say thank-you buat kang Nata yang juga pernay mengulas blogku ;)

      Si cewek bule cantik, mas.
      Kulitnya agak kecoklatan khas Spanyol.

      Ntar kapan pas travelling lagi dan aku diajak berinteraksi dengan bule lagi, akan kufotoin buat pelengkap artikel biar pada ngga penasaran :)


      @ Vanisa Desfriani =

      Iya tuuuch ..
      Kang Nata tuh paliiing bisa bikin istilah lelucuan kayak gitu ...
      Tante Tripod segalaa ..
      Bhuhahahhaaha ...

      Tante Tripod + Om TongSis = kawin = anaknya dinamakan Anak Lensa

      Hahhahaa πŸ˜‚

      Delete
    4. wah ikutan ngakak juga baca komen kang nata yang panjang lebar kayak kereta wkwkkw

      Delete
    5. kalau Tante Tripod BERKONGSI dengan Om Tongsis, kalau perempuan kayaknya bakalan dinamakan " Dedeq SELFIE ". hahahah......

      ATAU bernama " Katiem " Alias KAMERA TIGA ENAM PULUH, hahahah.....

      Delete
  19. untungnya ada si bule yang bisa dimintaiin tolong untuk memotret.
    Kalau dua patung buto itu sepertinya baru deh. Dulu tidak ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dia ada karena ada mas hilmawan mas, ha-ha, datang untuk mempertenukan mas hilmawan dengan sang bule,...belahan hatinya

      Delete
    2. Iya, mas DB.
      Tepatnya dia yang nawarin untuk bantuin motret :)

      Aku agak lupa informasi sejak kapan patung Dwarapala itu ditempatkan lagi disana, mas.

      Di museum Arkeologinya ada keterangannya dan foto dokumentasinya saat proses arca Dwarapala diangkut pakai mesin derek berukuran besar .


      @ Kuan Yu =


      Gos...iiiip nih ...
      Hahahaha :D

      Delete
  20. aku juga penasaran kang nata itu siapa ya orangnya btw mirip mirip candi prambanan ya mas candinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi....saya cuma orang 'ndeso...Mas, ngak layak terkenal...hahaha....

      Delete
    2. mirip-mirip muka kang nata mas candinya, wkwkckk,...canda je

      Delete
    3. hahahah..Mas..kok tau...? jng disebarkan yach mas...ntar banyak orang kesana loh...buat liat wajah....saya.hahahah......

      Delete
    4. @ Tukang Jalan dan Makan =

      Ohh, wow ternyataaa ...
      Mas juga penasaran kayak gimana wajah aslinya kang Nata hahahhaa ...
      Kirain aku doang yang penasaran :D

      @ Kuan Yu =

      Hahahaha ..
      Masa siiih :D ?
      Eksotik dong wajahnya kalo gitu, yaaa ...


      @ Kang Nata =

      Ayoook buka dulu 'topeng'mu, kaaang ...

      Nulis gini sambil nyanyi :

      Buka dulu topengmu ..
      Buka dulu topeeengmu ..
      Biar kulihat wajahmu
      Biar kulihat .. warnamu

      Wwwkkkkk :D

      Delete
    5. hahahah,,,ternyata mas punya bakat menyanyi yach,,? selain bakat dilutut,

      kalau saya buka topeng,ntar kalau topengnya hilang gimana ? harga topengkan mihil mas, apalagi topeng Monyet, susah nyarinya....hahahah. :)

      Delete
  21. mas ada cuba angkat salah satu batu yang bertaburan itu tak? hahaha... sangat2 unik!

    lagi satu, 2 arca besar itu, baru dibuat atau memang sudah sedia ada di situ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas hilmawan, saya juga mau dong lihat mas hilmawan sedang ngangkat batu yang besar,..biar seperti ade rai mas di iklan kuku bima energy,...tapi hati-hati mas nati keseleo dan ketimpa batunya,...wkwkckk

      Delete
    2. @ Dear Anies dan Kuanyu =

      Hahahhaa ..
      Ngga diijinkan mengangkat batu candi, kak Anies dan koko Kuan Yu

      Ada peraturan tegas di papan pengumuman, barangsiapa sengaja mengangkat, memindahkan, merusak bagian dari candi akan dikenai hukuman pidana.

      Delete
    3. bidih sadis aturannya, saya setuju sekali sama ini aturan, tegas dan berwibawa, mudah-mudahan bukan tulisan aja ya,...he-he

      Delete
    4. yalah... warisan dunia kan... mana boleh diusik sewenang-wenangnya. kalau di Siem Reap, mau hampiri arca, staff sudah menjerit marah hahahaha

      Delete
  22. Jadi, sekalian ke Candi Prambanan, bisa juga ke Candi Sewu karena satu area dan tiket masuknya pun menjadi satu. Asyik ini hahah.

    Ya saya setuju dengan aristektur dan tata letak dari Candi Sewu ini. Menarik sekali foto diapit Dwarapala itu, Himawan. Kece badai, dan tidak heran itu menjadi lokasi terfavorit.

    Btw ... errr ... itu bulenya sepasang kekasih, dan yang membantu memotret mereka itu jomblo? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Yang memfoto bule tsb, JOMBLO...yach Mbak.." ? Yuk kita bantuin nyariin Jodoh..hahaha
      #peace mas Hima....kaborrrr ahhhhh.....

      Delete
    2. sepertinya mas hilmawan harus ikut take me out indonesia nih kang nata, yuk kita daftarkan,...barangkali mas hilmawan bisa menemukan belahan hatinya,....ea

      Delete
    3. masih yach mas acara Take Me Out ? saya setuju dech...biar klu setiap berfoto ada temennya, hahaha..masak berduan dng arca mulu, hahahah#peace mas Hima....

      Delete
    4. @ Tuteh =

      Tau ngga, kak ...
      Salah satu alasan dari beberapa alasan yang lain yang ada dipikiranku mengeksplore candi-candi yang ada di dalam area taman wisata candi Prambanan itu ..., agar kak Tuteh tau bagaimana area yang ada di dalam sana :).

      Karena aku ingat, kak Tuteh pernah cerita dulu ngga sempat cukup waktu buat masuk ke dalam area candi Prambanan.
      Cuma sempat berada di halaman depannya saja.

      Semoga kekecewaan kak Tuteh dulu ngga cukup waktu mengeksplore disana, terwakili di artikel-artikel candi ini.


      @ Kuan Yu dan Kang Nata =


      Bhahhahahaaa ...
      Baru di artikel kali ini deeeh ..., ada banyak banget rangkaian komentar berbalasan dari koko Kuan Yu dan Kang Nata ...

      Take me out .. udah bubaaar ..., wwwkkk ... , aku maunya Take me IN ajaaah ...

      Chek-in getoooh ...
      Maksudnya check-in masuk ke .. toilet gegara nahan pipis ngakak terus baca komentar-komentar dari kalian ..,
      Wwwkkk :D !

      Delete
    5. ha-ha-ha, waduh kang nata,...mas hilmawan udah enggak tahan tu ulah kita, saya kabur dulu ah,....wkwkckk

      Delete
  23. selamat siang...dan selamat mencoblos

    ReplyDelete
    Replies
    1. ea,...sepertinya ada anggota TPU nih mas

      Delete
    2. @ Tanza Herlambang =

      Selamat siang juga, mr. Tanza
      Mari kita gunakan hak pilih kita, mencoblos apa yang patut dicoblos gambarnya.


      @ Kuanyu =

      Mungkin, yaa ..
      Mr. Tanza di Amrik sana ikut berperan aktif sebagai anggota TPU :)

      Delete
  24. bule aja bilang mas himawan mah perfect! hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi malu, terlanjur menceritakan diatas apa yang diucapkan turis asal Spanyol itu, kak ...

      Delete
  25. seru juga bang punya pengalaman interaksi dengan bule pake bahasa inggris, kadang saya juga pengen, untuk mengetes seberapa bisanya saya bisa bahasa inggris :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayook, beraniin diri aja mengucapkan sesuatu dalam bahasa Inggris ke bule yang kita temuai, mas Khaniiiif ...

      Rata-rata mereka paham kok apa yang kita maksudkan tapi kurang tepat pengucapannya.

      Contohnya saja kemampuan bahasa Inggrisnya 2 turis asal Spanyol yang kutemui di candi Sewu ini ..., mereka ngga fasih gunain bahasa Inggris.
      Tapi antar kami konek, kaaan ...
      Hehehe :)

      Delete
  26. Kayaknya ada yang lupa, kog gak kenalan dengan menyebutkan nama sepasang bule yang minta di fotoin ya? Atau sekalian minta no WA nya. Siapa tau lain hari bisa di ajak liburan bareng ke lokasi lain, hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama mereka lupa aku catat di kertas, mas.
      Rada sulit namanya dieja.

      Usul mas Budi bagus.
      Next pas ketemu turis mancanegara dan berinteraksi dengan mereka lagi, akan kuajak foto bareng dan kusertakan di artikel.

      Delete
    2. Nah bagus tuh, abis itu ntar bisa kenalan sama temen2nya bule juga hihi, kalau punya bnyak tmn bule mungkin pas lg libura n kemana ,secara tak sengaja bisa jadi akan ketemu

      Delete
  27. Candi Sewu memang keren. Sayang belum semuanya bisa direkonstruksi lagi. Soal sosok wajah berjanggut kalau disorot cahaya di malam hari, saya malah gak pernah tahu infonya. (Lha saya nggak pernah ke sini malam-malam. Kan jam 5 sore gerbang kompleks Candi Sewu sudah digembok.) Btw, saya yakin bule yang motretin mikir: Lha, ngelunjak, minta fotonya berkali-kali. Wakakaka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahhahaa ..
      Yeeeee..., ngga juga atuuuh, aku ngga berani punya sikap ngelonjak kayak gitu, kaaaak ...

      Tabu buatku.
      Kita jadi orang harus mengenal unggah ungguh (bahasa Jawa kromo) atau tata krama loh, kak Dyah.

      Malah fotoku dibidik oleh turis Spanyol ini cuma sebanyak 5 kali bidikan.
      Kalau aku motret mereka kuingat sebanyak 9 kali hehehe :)

      Aku juga penasaran pengin lihat langsung penampilan candi Sewu saat malam hari disorot ribuan watt lampu ....
      Sayangnya, moment kapan lagi candi disorot lampu diadakan acara disana itu, jadwalnya ngga kudapetin.

      Kalau semisal suatu hari nanti dapat kabar info akan ada acara malam digelar di candi Sewu, akan sengaja kubela-belain datang jauh-jauh kesana .. , pengin buktiin penampakan sosik wajah direliefnya.

      Delete
  28. ini judulnya sekali mendayung, 2 3 pulau terlampui ya. Maksud hati udah pasrah tapi nyatanya ada kebaikan ya kak.

    tapi ini emang ajaran kak rey mesti foto nyamping ya? aku juga mo cari postingannya ah gimana cara foto selfie biar nanti pas jalan sendirian udah ada pose2 ciamik.





    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sangaat ..., datang ke area taman candi Prambanan, ternyata ngga nyangka di dalam areanya ada 4 candi sekaligus ...
      Hehehe ...
      Seneng banget pastinya, satu tiket dapat mengeksplore ke 4 candinya :)

      Bukaaaan ...
      Poseku menyamping itu, bukanlah pose usulan dari kak Rey Raea ea ea .. ha ha ha ..
      Itu jurus pose refleks spontanitas dari diriku sendiri, kak :D

      Ayoook, aku support dari sini .., berpose foto seketje mungkin biar foto pelengkap artikel kelihatan mantul ;)

      Delete
  29. Wah bagus banget nih ya tempatnya. Luas banget ya kak ini lokasinya.
    Seru nih bisa sekalian belajar kalau berwisata ke Candi Sewu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan ada waktu liburan ke Jogja, ayok sempetin liburan ke area candi Prambanan, kak Anisa :)

      Delete
  30. Owh, candinya cuma ada 1 candi utama, 4 candi apit dan 240 candi perwara ya. Kirain beneran ada 1000 candi.

    Tapi memang jika ada ratusan candi susah ngitungnya ya, jadi digenepin aja jadi Sewu (seribu)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa nggak digenapin dengan ditambah rongdo kang Agus..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    2. @ Agus Warteg =

      Betul, karena banyaknya jumlah candi dan biar gampang diinget, namanya digenapin aja jadi Sewu (Seribu).

      @ Satria =

      Wwwwkkkk ...
      Khusus rongdo, ntar khusus candi yang dibangun oleh mas Agus dan mas Satria sajaaa :D

      Delete
  31. Nice Post bro. semoga ane juga punya waktu untuk menjelajah Indonesia ini.. Masih banyak PR nya .. hahahahah

    Digital Printing Jakarta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiiip ..., aku doain masbro kesampaian mengeksplore ke semua lokasi wisata di Indonesia.

      Tetap semangat ya ngerjain PRnya, masbro hehehe

      Terimakasih buat opininya :)

      Delete
  32. Mantap infonya, bnr2 dari pengalaman pribadi. Sy baru tau candi Sewu terbesar kedua stlh Borobudur & bnr2 pny histori panjang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya, mas Vicky :)

      Semoga kelak mas Vicky juga kesampaian liburan ke candi Sewu di area Prambanan ini.

      Delete
  33. wah! Banyak sungguh tempat2 pelancongan di Indonesia. Ingin ke sana lagi. Kali terakhir ke Padang pd thn 1993. Udah lama tu mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikut kudoakan keinginan Abam Kie travelling ke Indonesia lagi suatu hari nanti betul terlaksana, amin.

      Sudah cukup lama juga ya dulu Abam Kie ke Padang ..., di tahun 1993.
      Tapi beruntung, Abam sudah pernah ke Padang ..., kalau saya .. belum pernah wwwkkk :D

      Delete
  34. Betapa tinggi dan besarnya budaya masa lalu... harus di jaga kita tidak boleh merusaknya. Salah satu kosntribusi seorang petualang seperti Mas Himawan adalah memperkenalkan budaya kita melalui blogging

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin, semoga aku terus diberi kesempatan mengeksplore lokasi wisata yang ada di Indonesia, termasuk ke situs-situs cagar budaya dan mengenalkan ke banyak pembaca.

      Terimakasih doanya, mas Sofyan Ya-an :)

      Delete
  35. kira2 qouta koment yang disedikan oleh pihak blogger berapa banyak yach Mas...? kalau sudah mencapai angka 200 komentar , apakah masih bisa ditayangkan kolom komentarnya...? #agak serius nich .....hahahah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertanyaan yang SANGAT bagus datang dari kang Nata kali ini πŸ‘.

      Begini, kang :

      Kolom komentar di blogku ini tidak ada batasan maksimalnya.
      Berapapun jumlah komentar yang masuk, masih bisa ketampung.

      Dengan catatan, komentar yang masuk dibuat atau ditulis di KOLOM KOMENTAR BARU (seperti posisi komentar kang Nata di kolom komentar saat ini).


      Rentetan kolom komentar berbalasan (seperti yang ada di komentar atas) ..., biasanya tidak akan mampu menampung komentar berbalasan lagi (dan tidak muncul tulisan Replay dibawahnya) ... JIKA ..., jumlah total komentar yang masuk sudah di jumlah angka 100 komentar, kang.

      Delete
  36. I have never been in this place. Beautiful Temple and nice photos.
    Have a nice day! :)

    ReplyDelete
  37. Nggak tahunya ada di dalam area candi prambanan juga ya.

    Duh, di foto sama bule kece pasti jadi pengalaman unik ya, tapi yang lebih unik adalah kesadaran akan status jomblonyaπŸ˜‚πŸ˜‚, berarti selama ini nggak nyadar donk
    (Becanda masπŸ™)
    Sesama jomblo nggak boleh saling menghina entar kualat.

    Yang pasti kalau berkunjung ke blognya mas himawant ini, selalu pengen ikutan jalan-jalan.😁

    ReplyDelete
  38. lihat kumpulan candi itu bagus bqnget disetting tib-tiba menjadi robot semua seperti transformer

    ReplyDelete
  39. Jangan jangan candi prambanan luas karena sumbangsih luasnya candi sewu?

    Btw tumpukan batunya itu sengaja atau gimana mas?

    ReplyDelete