Wednesday, April 24, 2019

Candi Lumbung, Candi Buddha Terkecil di Kawasan Prambanan

Terdiri dari 17 bangunan candi dalam satu kompleks yang juga merupakan bagian dari kelompok Situs Cagar Budaya Warisan Dunia atau The World Cultural of Heritage UNESCO candi Prambanan, candi Lumbung yang memiliki kesamaan nama, tapi berbeda aliran kepercayaan dengan candi Lumbung di Magelang ini ..., adalah lokasi candi yang kudatangi selanjutnya.


Trip Of Mine


Kulakukan setelah mengeksplore keindahan candi Sewu dan punya pengalaman berkesan dengan 2 turis asal Spanyol disana 😁 .

Memang, setelah aku mengeksplore keindahan rumitnya detil relief candi Prambanan ..., seperti yang kuceritakan dalam artikel sebelumnya tentang Candi Sewu, lokasi candi Sewu adalah lokasi candi terjauh yang berada di dalam area taman wisata candi Prambanan yang kudatangi setelahnya, kemudian disusul dengan letak lokasi candi Bubrah dan candi Lumbung pada arah rute jalur kepulangan wisatawan yang kudatangi berikutnya dan kuceritakan di artikel ini.

Sengaja kupilih rute kunjungan ke lokasi candi - candi yang berada di dalam area taman wisata candi Prambanan seperti itu rutenya, agar nantinya setelah mengeskplore kesemua lokasi candinya, rute dan jarak tempuh kepulangan lebih dekat dengan jalur kepulangan melewati pintu palang besi berukuran tinggi memutar, hanya memuat 1 pengunjung dan berakhir di los area berkumpulnya para pedagang souvenir. 

Lagi - lagi pelit ..., kupilih dengan cara berjalan kaki atau napak tilas menuju ke arah letak lokasi candi Lumbung yang diperkirakan dibangun pada abad ke IX dan jaraknya terpisah cukup jauh dengan letak lokasi keberadaan candi Sewu.

Tak ikut nebeng menggunakan sarana transportasi berbayar sepur mini atau mobil dalam bentuk rangkaian kereta, ataupun juga memilih menggunakan sarana transportasi pilihan lainnya, agar aku dapat merasakan langsung bagaimana suasana tempoe doloe saat berlangsungnya kegiatan yang pernah terjadi di area seluas 39, 8 hektar ini.

Meski untuk itu, memang perlu dipersiapkan stamina cukup baik untuk melewati rute jalur dari satu lokasi candi ke candi lainnya.
Beruntungnya persediaan minuman pengganti cairan tubuh yang telah kupersiapkan sebelumnya masih tersisa satu botol dalam tas perbekalanku.

Cukup rindangnya pepohonan yang tertanam rapi di taman dan melewati jalan beraspal mulus, rasanya tak mempan mengurangi panasnya teriknya sengatan sinar matahari di satu siang hari itu. 

Trip Of Mine
Jalur rute taman yang berada di dalam kawasan wisata candi Prambanan


Kalo tubuh sama sekali ngga diasupi seteguk air minum untuk menempuh jarak jauh seperti itu kan bisa - bisa tubuh terasa lemas lunglai, kayak cintamu padaku lunglai melempem, kandas pingsan terdampar ..., wwwwkkk, eh# 😅
*curhat terselubung*

Tapi memang, di sepanjang jalur dari candi Sewu ke candi Lumbung, juga di sekitaran area kedua candi ini, tak ada satupun tempat kuliner tersedia dan juga terdapat larangan tegas siapapun pedagang asongan tidak diperkenankan untuk berjualan disekitaran sana.

Duh, tetiba saat itu aku kok jadi feeling luckyly, merasa beruntung banget gitu ..., aku bawa camilan dan perbekalan air minum didalam tas selempangku.

Eh, iya merk kemasan botol cairan pengganti ion tubuh yang menemaniku melawan lelahnya perjalanan ke candi Lumbung itu ngga kusebutkan namanya, ya ..., soalnya bukan diendorse wwwkkk ... . 

Memiliki nama candi yang sama, candi Lumbung di kabupaten Magelang dan candi Lumbung di kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini memiliki perbedaan struktur bentuk bangunan candi dan aliran kepercayaan berbeda antar keduanya. 

Baca juga : https://www.tripofmine.com/2018/09/menjelajah-ke-lokasi-3-serangkai-candi.html



Jika candi Lumbung di kabupaten Magelang, karena suatu alasan berada di satu wilayah maka selanjutnya disebut dengan candi Lumbung Sengi, merupakan candi Hindu peninggalan dari dinasti Sanjaya, lain halnya candi Lumbung di kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini merupakan candi Buddha dan dibangun oleh raja Indra yang bergelar Sri Sanggramadhananjaya.


Trip Of Mine
Deretan candi Perwara candi Lumbung


Keterangan yang menyebutkan candi Lumbung dibangun atas titah perintah raja Indra dan memiliki keterkaitan dengan pendirian candi Sewu, tercantum dalam prasasti Kelurak yang kini keberadaannya tersimpan rapi di Museum Nasional Jakarta. 

Sepi. 
Tak terlihat satupun wisatawan terlihat berada di dalam area candi Lumbung seluas 545, 3 meter persegi saat aku tiba berada disana.
Hanya tampak 2 petugas keamanan yang terlihat tampak sedang beristirahat berada di bangunan bedeng kayu sederhana terletak diluar batas pagar besi.


Trip Of Mine


Tak kumasuki ke bilik candi 5 candi Perwara yang tersisa masih terlihat berdiri utuh, dari ke 12 candi Perwara lainnya yang berada mengelilingi candi utama dan mengalami kerusakan menyisakan reruntuhan akibat terjadinya bencana gempa besar pada tahun 2006 silam.

Bukan karena alasan merasa takut, ya ..., atau juga merasakan adanya aura gaib.
Tapiii ..., akibat tercium kuat tajamnya aroma kapur barus yang diletakkan di dalam bilik candi Perwara dan berfungsi menghindari struktur candi dari kelembaban ruangan. 
Kepalaku mendadak pusing mencium aroma kapur barus sangat kuat ..., ha ha ha.

Jujur, dari sekian banyak lokasi candi yang telah kueksplore, baru di candi Lumbung kali inilah kutemui penggunaan kapur barus untuk menghindari kerusakan. 

Batal kumasuki bilik candi - candi Perwara, kumasuki bangunan candi utama yang terletak berada di tengah pelataran dan menghadap ke arah timur. 


Trip Of Mine
Candi utama candi Lumbung


Candi utama sudah tak lagi sempurna bentuknya, bagian atap candi Lumbung utama telah tak ada lagi. 


Trip Of Mine
Bagian atap candi utamanya sudah tak ada lagi

Bagian luar dinding dikeempat sisinya dihiasi relief Kuwera dan Hariti yang memiliki seukuran asli dengan tubuh manusia.
Dibagian dalam candi utama, terdapat sejumlah relung berbentuk stupa ..., terlihat sangat unik untuk latar belakang berfoto. 

Candi Lumbung dibangun pada abad IX dan dibangun pada satu periode dengan pembangunan candi Sewu. 
Hanya saja, sampai sekarang belum diketahui secara pasti apakah candi Lumbung ini dibangun sebelum atau setelah Sri Maharaja Rakai Panangkaran wafat.  

Menurut keterangan prasasti Kelurak, candi Lumbung dibangun untuk pendirian Kirtistambha untuk penghormatan kepada dewa Manjusri. 

Area candi Lumbung ini merupakan area candi terkecil diantara ke 3 candi lainnya yang berada di dalam kawasan taman wisata candi Prambanan. 


Trip Of Mine
Relung - relung berbentuk stupa, indah bentuknya


Setelah menjelajahi area candi Lumbung selesai kulakukan, tampak samar - samar dari kejauhan tertutup rindangnya pepohonan besar keberadaan candi Bubrah menanti untuk kudatangi selanjutnya ... .


Lokasi :
Candi Lumbung
Candi, Nngangrukbaru, Tlogo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Tiket :
Karena berada dalam satu kawasan wisata candi Prambanan, tiket masuk berikut tiket kunjungan untuk ke candi Lumbung.
▪ Wisatawan Lokal : Dewasa 40K, Anak - anak 20K
▪ Wisatawan Mancanegara 350K
[Info harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah] 

Jam operasional :
06. 00 - 17. 00



239 comments:

  1. Haahaaa!!...akhirnya bisa pertamax juga nih dalam episode candi lumbung..haahaa!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. pertamax dapat gelas cantik

      Delete
    2. Ogaahh!! Aku maunya dapat Turis cantik...😂😂

      Biar kaya mas Himawant kkkkwwwkkkk!!..😂😂

      Delete
    3. @ Satria Mwb =

      Hahahaha ..
      Bisa aja nih, mas Satria :D

      Kalo diingat-ingat, betul juga yaaa .., baru kali ini komentar mas Satria datang paling awal.

      Daaan ..., sebagai hadiahnya kudoain keinginan mas Satria dapat kenalan sama bule cantik .., eh# hahhaahaa ..


      @ Asnaji =

      Gelas cantik udah diborong buat hadiah pembelian sabun colek, maaas ...

      Wwwkkkk :D

      Delete
    4. wah, kalua dateng paling awal bisa dapet doa ya mas, mau dong,..ea dapet doa bule cantiknya,..he-he #ngarep

      Delete
    5. @ Kuanyu =

      Betulan kudoain dari sini ya, ko ...

      Ko Kuan Yu kudoain keinginan ko Kuan Yu dapet jodoh seorang bule :)

      Biar tambah manjur doaku, ntar kalo aku pas ketemu bule cantik lagi ..., didepan dia kuucapin dalam hati 'semoga cewek ini dipertemukan dan dijodohkan sama ko Kuan Yu'
      Hehehe :)

      Delete
    6. Wah, baiknya hati mas hilmawan,...ha-ha 😀, kalau begitu saya doakan juga ya mas hilmawan cepat ketemu dengan bule pujaan hati juga,...ea,.oh iya, kslau nikah ngundzng-ngundang mas,..pasti seru,..kalau teman bloggernya pada dateng penuh dah tu kondangan,...ha-ha 😁

      Delete
    7. Hahahahaaa ...
      Ntar ya, biarkan aku ketawa ngakak dulu baca komentarnya ko Kuan Yu ... :D

      Itu aku doakan buat ko Kuan Yu, eh ngga nyananya aku didoain balik juga :D

      Pssst, undangannya ko Kuan Yu nikah jangan lupa dikirim ke alamatku, yaa ..

      Delete
    8. terus Gue harus bilang Wowww..gitu, hahahah....bercanda.

      Jadi siapa nich yang mau meriddd.....?? :)

      Delete
    9. Kang Natalah yang akan merrid, sodara-sodaraaa ...

      Hahahhaa :D

      Delete
  2. Masih disekitaran Prambanan dan Candi Sewu...😱😱 Dan ternyata masih ada Candi lagi didaerah yang boleh dikatakan masih sekitaran Prambanan...😄😄

    Contohnya candi Lumbung...Meski kecil & beda aliran Tetapi setidaknya mempunyai kesatuan erat yang menarik khusus pulau jawa...

    Dalam artian seribu Candi...Tetapi 1 candi saja ada alur makna cerita dan sejarah didalamnya .😄😄😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. komentarnya kaya ahli sejarawan sih....

      Delete
    2. Haaahaaa!!...Sejarahwan KW yaa...😂😂😂😂🏃🏃🏃

      Delete
    3. yang ketawa bayar dulu...

      Delete
    4. @ Satria Mwb =

      Wuaaah ...
      Keren komentar darimu, mas Sat !.

      Bener kata mas Asnaji, kalo ..., komentarmu miriip sama ulasan dari seorang ahli sejarahwan dan ahli purbakala ...
      Ccckkckk ;)

      @ Asnaji & Khanif =

      Hahahaha ..
      Ikutan ketawa ngakak aaakh ... :D

      Delete
  3. Mungkin bisa juga ini Efeck di photo dengan turis...😄😄 Jadi mas Himawant enggan buru2 meninggalkan candi Prambanan serta Sewu..😄😄

    Hingga bisa terus lanjut kecandi Lumbung....Tapi ok juga sih mas sekali dayung 2 atau tiga candi terlampaui...Mungkin juga sang Bulenya..Atau turis Asing..😂😂😂😂😂😂 Haahaaaa!!..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sssssttt ...
      ErHaEs ;)
      Jangan bongkar rahasia gitu, mas Satria ...
      Wwwwkkkk :D

      Delete
    2. @masjinggasatria, jangan didayung mas, nati roboh loh masa candinya,...ha-ha

      Delete
    3. Wwwwkkkk ...

      Kebetulan juga, ngga ada sampan disana ...
      Dayungnya pun demikian :D

      Delete
  4. Supaya terlihat kreatif, itu photo bisa di edit dengan poto bule atau poto cewek yang kesakitan pas nginjak paku di candi, atau bisa di gabungkan poto selvi cewek ,

    dengan begitu poto Mas mawan nggak terlihat galau sendirian....

    uppps ....sekedar usul....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhua...hahhaaa ...
      Adaaa aja usul idenya mas Asnaji daaaah ... :D

      Jadi kebayang adegan di film Warkop ..., ada adegan bule lagi kena apes jugaa .. ada juga bule sexy lagi selfie ..

      Kayak-kayaknya nih yaa ...
      Mas Asnaji yang cocok deh berfoto pakai gaya begitu :D

      Delete
    2. mas anji mah befoto pakai bikini mas hilamwan,..ha-ha,..canda je

      walau sendiri tapi hati tetap berdua, mas dan dia,,..ea ia enggak mas hilmawan,...yang cewek satunya anggap saja masih ngantri,..ea,..ngantri bansin maksudnya,..ha-ha

      Delete
    3. Bhahahahaa ..
      Mana beraniiii mas Asnaji ditantang berfoto pakai bikini atau swimsuit begitu, kooo .. :D ?

      Beda dengan diriku yang berani saja pakai swimsuit ..., asalkan berfotonya di lokasi yang sesuai.
      Di pantai misalnya :).
      Kalo di lokasi candi ya jangaaan ... hahaha :D

      Meski bentuk bodyku tuh biasa saja, ngga body fitnessan, tetep aja pede ..wwwwkkk ...
      *pencitraan ini namanyaaah*

      Hahahaa ..
      Ngantri beli bensin, sambil sekalian bantuin ikut ngepel spbu

      Delete
  5. ternyata banyak juga candi di jogaja ya bro, dan dari kesemua candi itu gue cuma pernah dateng di candi prambanan aja, cukup seneng si, paling enggak bisa ngerasain dateng ke wisata candi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ada banyak lokasi candi di Yogya, juga di Magelang, mas Khanif.

      Sepengetahuanku, ada 23 lokasi candi di Yogya.
      Atau bisa jadi, malah lebih dari itu jumlahnya.

      Aku ikut merasa senang dari sini, kalau ternyata mas Khanif udah pernah ke candi Prambanan.

      Tetap semangat, maas ...
      Ikut kubantu kudoain kelak mas Khanif kesampaian datang ke lokasi candi-candi lainnya :)

      Delete
    2. makasih bang... btw kemaren kan aku cerita pernah ke jogya sekali yaitu ke candi prambanan, ternyata salah bang, yg bener bukan ke candi prambanan tapi ke candi sewu wkwkwk :D, aku rada lupa karna waktu itu pas smp, dan aku pikir candi prambanan dengan candi sewu itu sama, ternyata beda yaa :D, jadi pas smp dulu libur ke jogja pas ahir sekolah, itu ke taman kyai langgeng, candi sewu, dan malioboro, cuma sehari jadi cuma tiga tempat itu aja yang di kunjungi :D

      Delete
    3. Wwwkk ..
      Eh, maaf jadi ikutan ketawa, mas Khanif.

      Ngga sedikit orang kayak mas Khanif juga, yang ngertinya candi Prambanan itu ya candi Sewu, kok.
      Kalau dilihat sekilas kedua candi struktur bentuknya candinya memanglah nyaris mirip.
      Maklum, candi Sewu itu penyelesaian penyempurnaaannya dilaksanakan oleh si pendiri candi Prambanan, setelah terjadinya pernikahan antar beda keyakinan.

      Waaah, mas Khanif dan rombongan sempat piknik ke taman Kyai langgeng juga ?.
      Itu udah deket rumahku, mas .. hahaha :D

      Sayangnya dulu kita belum berkenalan ya, kalau udah kan bisa saling share pengeetahuan tentang blog.

      Delete
  6. Lumayan buat olahraga ya mas jalan2 seputar taman wisata candi prambanan, saya dulu juga jalan kok, ternyata candi lumbung sepi dari turis sama seperti dulu waktu saya kesana mungkin krn nggak ada arcanya jadi kurang menarik minat wisatawan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mas.
      Seenganya mampu ngilangin kalori berlebih setelah muterin area tamannya ... hehehe :)

      Bisa jadi begitu ya, mas Aris ..
      Karena tak ada arca seperti biasanya yang ada di candi-candi lainnya, lokasi candi Lumbung ini jadi sepi kunjungan wisatawan ..

      Padahal, bentuk struktur candi satu ini tak kalah eksotis ya, mas .., keren buat lokasi fefotoan juga :)

      Delete
    2. Iya mas, sayang juga sih kalau udh di candi prambanan nggak sekalian keliling

      Delete
    3. Iyups, mas.
      Bisa dikatakan rugi kalo cuman lihat candi Prambanan, terus udah gitu langsung cuz pulang keluar area ...

      Rugi melintirlah .., wwwkkk

      Delete
  7. Pertama kali dengar nama Candi Lumbung, dan ternyata banyak candi candi di Indonesia di bawah Pengawasan UNESCO.

    Btw, foto pertama itu super cool, apalagi ada biru-biru gittu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, kak Lantana .., beruntungnya banyak candi yang sudah diakui oleh Unesco, meski belum kesemua candi diakui oleh badan warisan cagar budaya dunia itu.

      Semoga lokasi candi-candi lainnya menyusul setelah ini.

      Waah, terimakasih opininya tentang fotoku ya, kak ...
      Wajahku langsung berseri-seri tersenyum senaaang niih ..
      *lebayyy* xixixi ..

      Delete
    2. Di tunggu lokasi-lokasi dan cerita tentang candi-candi yang lain...dan foto-foto yang apik, cantik, menarik, dan berkesan

      Delete
    3. Ya, kak Lantana.
      Terimakasih sudah bersedia menunggu artikelku tentang candi :)

      Delete
  8. YA ampuuunnn, beberapa waktu jarang tampil, malah menghasilkan tulisan baru dong.

    Daaannn, sumpah ya, foto jalanan itu bikin saya dejavu sekaligus kangen banget.
    Saya juga dulu jalan kaki, ogah naik sepur berbayar hahaha

    Kami jalan kaki berdua, dan saya ingat lagi, ternyata waktu itu pas kami baru habis nikah trus nekat ke sana sampai bolos kerja hahaha

    Kalau di postingan sebelumnya saya terbayang kembali setelah liat reruntuhan candi dan candi penjaganya.
    Di sini, yang amat sangat mengingatkan tuh foto jalanan itu, rasanya masih aja sama setelah bertahun berlalu.

    KAngeeennn pengen balik ke sana hhuhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi ceritanyaaa ...,
      ter-nostalgia nih setelah lihat foto jalanan taman itu, kak Reyyy ...
      Hahahahaaa ...

      Terkenang saat hanimun menyusuri jalanan taman berpohon rindang sambil bergandengan tangan berduaan ..., sampai dibelain bolos kerjaaa ..

      Ohh, woouw ... so swiiiiit yaaach ... xixixi ..

      Kalau ada produser film ikut membaca post ini,terus punya niatan shooting pilem di lokasi jalanan taman itu ... kuusulin nama kak Rey dan pak suami buat jadi pemeran utamanya aaakh ...

      Biar totalitas gitu aktingnya ..
      Hahahaha

      Delete
    2. Cieee..cieee yang terbayang,,,masa lalu..... :)

      Delete
    3. Acie rame banget nich.. ikutan nimbrung ah.. biar lucu kalau ada komen kang nata wkwkkw

      Delete
    4. aduh bikin baper kak rey, teringat masa lalu ya ea ea uhuk uhuk :D

      Delete
    5. ehehehhee saya ikutan ngomen ya kak rey ah .. hihihi
      teringat jaman dulu ya kak?

      btw kak himawant gapap yaaa menuhin komen di artikel ka himawant.. tenang aja kak, kak himawant sama candinya masih menarik ka himawant sebagai objek di foto wkwkw

      Delete
    6. wkwkwkwkw, beneran loh..
      Serius pake banget.
      Jalanan itu masih saya ingat banget di antara banyak tampilan foto yang lain.

      Eaaakkk nostalgia karena pernah muda wakakakak

      Delete
    7. Lah, sekarang juga masih (terlihat) muda kok, kak Rey :)

      Yookk, dinostalgiain kesana, kak .. hehehe

      Delete
    8. Ayo teh rey dikunjungi lagi tempat nostalgianya,...ceritanya ini, nostalgia dihari tua,...oh indahnya,...luar biasa 😁😂

      Delete
    9. Langsung ngecekin gorengan, kali aja ada yang jual buat traktir yang udah muji2 ini hahaha

      Delete
    10. Wwwwwkkkkk ...
      Gorengannya yang rada-rada gosong dikit juga ngga apa-apa, kak Rey ....

      Kita-kita udah pada terbiasa kok nggrogotin penggorengan wwwwkkkk :D

      Delete
    11. wah nggak perlu repot-repot kak rey, kita siap habiskan, gorengan plus kopi kayaknya mantep nih buat teman ngeblog di malam hari. Setuju nggak agan himawan? :D

      Delete
    12. Loh,
      Ngga perlu repot-repot kok ..., berujung kita siap habiskan .. wwwkkk :D

      Itu mah ngarep judulnya hahaha...
      Mas Zunif bisaan deeh :D

      Delete
    13. ngak ada gorengan, permen juga boleh Mbak, tapi satu DUS yach.....hahahah....

      Delete
    14. Mbak Rey 》 Kalau ngak ada gorengan, pulsa pun diterima ...hahahah....

      Delete
  9. jalur rute taman sangat apik...bersih dan tenang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beruntungnya tertata rapi dan cukup rindang, mr. Tanza.
      Meski sesekali terkena panas papàan matahari juga :D

      Delete
    2. yups….

      Apa fungsi Relung relung berbentuk stupa itu ?

      Delete
    3. Menurut info yang kuperoleh, relung - relung berbentuk genta ciri khas bangunan candi Buddha ini dulunya tempat menaruh arca.

      Sayangnya, keberadaan arca-arca sudah hilang entah kemana raibnya, mr. Tanza ...

      Delete
    4. Andaikan kalau yang buatnya dulu masih ada ya,..kalau ketahuan pasti dipentung sama gadah yang ngambilnya,..😂

      Delete
  10. btw itu tiket buat bule mahal juga ya 350rebu wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwkkk ...

      Kuy menandakan kalau .. nilai mata uang kita itu sebenarnya selisihnya jauh sama nilai uang beberapa negara lain, mas ..
      Terutama dengan negara-negara Eropa :)

      Delete
    2. bener sekali, selisihnya memang jauh sangat. jadi kalau kita yang lokal2 ini kalau kesana jangan semir rambut, apalagi tampang2 bule, bisa kena 350an ribu ntar,, wkwkwwk

      Delete
    3. Wwwkkkk ...:D

      Apalagi sengaja pakai wig warna rambut ala bule, terus pakai softlens juga ..

      Delete
    4. itu mah namanya mau ngabisin duit kang,, wkwkwwk

      Delete
    5. Wwwwwkkk ..
      Tau ajaaaah ...

      Lagian sekarang kan kayaknya lagi trend tuh, rambut orang Asia diwarna-warni kayak rambut orang bule ...
      Terus gegayaannya ditambah pakai softlens jugaak ..

      Yowislah, pasti dikiranya turis buke betulan .. hehehe

      Delete
    6. wkwkw,,,, ternyata pas kena tiket 350ribu jawabnya "kok larang timen tikette" wkwk,,, bisa bingung tukang tiketnya nanti ,

      Delete
  11. Pertama kali mendengar candi Lumbung seperti sudah nggak asing ternyata memang ada 2 ya? Satu candi Lumbung di Magelang termasuk candi Hindu pernah dibuat artikel sama brader, dan yang ini candi Lumbung merupakan candi Budha letaknya di area komplek candi Prambanan Yogyakarta. Jadi kesimpulannya semua candi yang berada dalam satu komplek dengan candi Prambanan semuanya sudah terdaftar di UNESCO sebagai world of heritage warisan budaya dunia ya? Wah hebat.

    Kebayang luasnya komplek percandian ini dan brader memilih alternatif jalan kaki saja melewati taman yang asri dan rapi. Untuk bawa bekal minum aurair mineral nya banyak ya jadi nggak kehausankehausan. Kalau kekurangan cairan ntar nggak bisa kosentrasi seperti di iklan anda butuh *Axxa* ? Hihihi..
    Perumpamaan kekurangan cairan tapi sempat curcol ya? Kayak kata-kata di atas kekurangan asupan air seperti cintanya si dia yang lunglai dan melempem bisa jatuh pingsan..? Xixixix..:) Beneran keceplosan Curhat terselubung yak? Wkwkwkwk.. :D
    Sabar brader.. Sabar :)

    Oh ya coba jalan -jalan di area komplek candi ini sempat di videoin pasti bagus ya? Hehehe.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, selintas teringat juga nama candi Lumbung di Magelang yang pernah kuulas ya, sista :) ?.
      Itu tuuch ..., yang dulu aku kesasar arah nyari lokasinya sampai ngeblusuk jauh ke area persawahan wwwwkkk :D !

      Iya, candi Lumbung punya kembaran nama tapi jauh berbeda kisah sejarahnya :)

      Wwwwkkk ...
      Betul juga kan ya, mengelilingi area seluas itu tanpa ada cairan masuk ke dalam tubuh ..., bisa-bisa tubuh pingsan melempem terkapar hahahaha ...
      Meski dibalik itu ada embel-embelnya wwwkkk :D

      Berhubung, aku udah,eh# belum nerusin lagi jadi yutuber ..., nyuting adegan berjalan di rindangnya taman dan sekitaran candi, saat itu ngga kulakukan.

      Barangkali sista Fidy suatu saat nanti jadi youtuber, boleh juga idenya syuting di kompleks candi Prambanan dipraktekkan hehehe .. :)

      Delete
    2. Iya selintas ingat dengan nama candi Lumbung yang pernah diulas di artikel. Ternyata ada 2 jenis candi Lumbung dibangun dengan aliran kepercayaan yang berbeda dan di lokasi yang berbeda pula ya? Hehehe... Aku kok agak penasaran meski ditulis di prasasti namanya candi Lumbung kenapa ya kok nggak dinamain berbahasa Sansekerta seperti candi lainnya. Apa nama lumbung tsb ada makna dan fungsinya ya brader?

      Iya bener meski terselip embel-embel curhat terselubung, memilih berjalan di area yang luas mengelilingi candi-candi tsb memang harus siap stamina yang kuat dan jangan sampai kekurangan cairan akibatnya ntar bisa bikin dehidrasi dan pingsan.. berabe kan kalau pingsan yang nolong siap coba? yang nolong ya para turis asing lah. Wkwkwkwk..:D kidding

      Meski di dalam area taman dilarang ada pedagang makanan. tapi pengunjung nggak dilarang membawa bekal camilan ya? Baguslah kalau begitu kalau nggak ntar perut bisa konser keroncongan di dalam area taman.

      Ooh berhubung belum diterusin jadi youtuber nya jadi nggak buat syuting video jalan-jalan ya di komplek Prambanan? Kan bisa buat dokumentasi dan koleksi pribadi brader aja? Hehehe.;)

      Okelah mungkin suatu saat aku yang akan jadi youtuber aku akan bikin syuting baywatch. eh salah bikin syuting video jalan-jalan dan lari-lari di komplek candi Prambanan ini.. :)

      Btw aku sukal lihat picture brader yang nomor 2 terakhir dari bawah. Lagi mendongak ke atas tampak seperti pose manequin. :)

      Delete
    3. Penamaannya dengan candi Lumbung, entah sebenarnya alasannya apa dibalik itu, sista.

      Atau juga, sebenarnya nama lumbung diberikan terjadi setelah masuknya Mataram Islam terpisah beberapa abad setelahnya.
      Sedangkan nama asli candinya bukanlah itu, mengingat keadaan badan prasasti Kelurak sudah hampir nyaris tak dapat dibaca karena beberapa bagiannya telah rusak tulisan yang tercantum disana.

      Bhuahahhaa ...
      Aku kok langsung ngakak baca ..., semisal aku pingsan gegara kecapekan mengelilingi area ngga ada asupan air minum ..., terus ditolong para turis bule ..

      Sadar-sadar ...cuuuz kaget lihat sekitaran .. , laaaah kok .. dikelilingi bule semuaaaah ..
      Wwwwkkkk :D

      Apaaa .. , bikin video ala~ala baywatch ?.
      Wuuahahhaaaa ...
      Bisa~bisa sista ketahuan keluarga bikin video kek gitu, ... bisa dijitak ..
      *lol*

      Kalau dibuat slow motion jejalan lari-larian di taman ..., pasti bakalan ciamik hasil gambarnya :)

      Wouw ..., pose fotoku nomor 2 dari bawah kayak manekin ?.
      Kok jadi keingetan sama si Kent ... wwwkkk

      Delete
    4. Oh Iya juga bisa jadi begitu ya penamaan menjadi candi Lumbung setelah masuknya kerajaan Mataram Islam. Sedang nama aslinya bukan itu. Sayangnya prasasti Kelurak sudah tampak rusak.

      Wkwkwkwk.. Jadi nggak perlu khawatir kalau berjala mengelilingi area taman candi dan merasa kecapekan kelelahan bahkan pingsan pun di taman pasti ada yang nolong yaitu para turis bule.
      Ntar pas brade sadar buka mata sudah dikelilingi wajah-wajah bule, asing dan saat itu brad Him mikurnya ingatnya kalau lagi traveling ke mancanegara. Asyik dan Seru.. kan? Xixixixi :D kidding

      Wkwkwkwk.. nggak apa-apa kok bikin video ala baywatch lari-larian trus kalau ketahuan cuma dijitak doang kan bukan aku pemerannya. tapi aku hanya sutradara di belakang layar. Wkwkwkwk..

      Yes right kalau dibikin video adegan slow motion jalan dan lari-larian an para pengunjung di taman pasti seru juga hasilnya.:)

      Yups foto ke 2 dari bawah pose nya yang terkena cahaya matahari tsb jadi mirip pose manequin. Ooh jadi keingat sama sosok Kent boneka cowok pasangan nya boneka Barbie itu kan? Lantas si Barbie nya kok nggak ada ya? Kemana gerangan dia berada? Wkwkwkwk.. Kidding





      Delete
    5. Wwwwkkkk ..
      Lah kok curang gitu :D ?.
      Kirain tuh tadinya yang bakalan jadi pemerannya meragaain adegan lari-lariqnnya ala Baywatch itu sista Fidy sendiri ...
      Laah, ternyata kok .. , cuma di bagian di balik layar ...
      Whuahaha ..

      Si Barbie ngga ikut berfoto, dia lagi sibuk nungguin jemuran dendeng ikan asin wwwwkkkk :D

      Mantuuul, kaan ....
      Barbie jaman now, udah pinter tau tugasnya bantuin tugas manusia betulan hahahha ..

      Delete
    6. Ooh nggak curang kok, dardari awal akuaku kan cuma bilang kalau wisata mau bikin syutinh video tapi aku nggak bilang kan siapa pemeran nya? Hehehe.. Buat syuting video
      itu ksn bisa berarti 2 aku sebagai pemeran atau sebagai sutradara. Aku milih sebagai sutradara aja. Lagian menurutku pribadi pemeran tokoh-tokoh seperti film Baywatch itu cocoknya sich orang bule aja lebih pas aja. Kalau orang kita kayaknya kurang cocok dech meranin tokoh Baywatch. Hehehe...:)

      Kok si Kent nggak ngajak Barbie sekalian travelling ? Kok tega sich si Barbie yang cantik disuruh jagain jemuran dendeng ikan asin? Tega banget sich? wkwkwkwk..:)
      Padahal aslinya kan Barbie dan Kent adalah paaangan boneka di mana ada Barbie pasti ada Kent. Tokoh Kent nggak akan jahat biarin si Barbie nunggu jemuran ikan asin. Hehehe..

      Kalau begitu foto di atas itu poaenya brader kayak manequin patung aja tapi bukan mirip Kent. Hehehe..:) kidding.

      Delete
    7. Oh, begitu ...
      Baiklah, cukup jadi sutradaranya saja, ya :).
      Ngarahin adegan para pemerannya pasti sebentar bentar nutupin mata lihat mereka berswimsuit ria lekarian di jalan ... hahahhaa :D

      Hadeuh,
      Lalu .. kalau bukan Kent-nya si Barbie, Kent siapa doooong ya ..., Kent Arok gitu ?.
      Hihihi :)

      Delete
  12. akkk mau main ke candiiii, baru tahu juga ada candi lumbung ini mas. boleh lah kapan2 main ke sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ayuuuuk, kak Ella ... :)

      Tapi lokasi candi ini jauh juga loh ditempuh dari kota kak Ella tinggal ..., bisa jadi memerlukan waktu tempuh 6 jam.
      PP jadi 12 jam buat waktu di perjalanan doang.

      Ada baiknya kak Ella bermalam di Yogya kalau mau mengeksplore candi-candi yang ada di dalam area taman wisata candi Prambanan, biar cukup waktu jugaa .. , ngga kecapekan fisik :).

      Delete
    2. wah siap mas, bisa jd pertimbangan nih

      Delete
  13. Kok bau kapur barus mas...emang sengaja dikasih sama petugas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dikasih kapur barus untuk jaga kelembaban mas ,dan saya juga baru tau kalo kapur bisa digunain buat hal itu

      Delete
    2. @ Dwi Sugiarto =

      Jawabannya terwakili oleh mas Sabda ya, mas Dwi.

      Pastinya sengaja ditempatkan oleh petugas disana, mas.
      Tumpukan butiran kapur barus itu untuk mengurangi kelembaban udara di dalam bilik candi, juga untuk mengusir rayap.


      @ Sabda Awal =

      Iya, uda Sabda.
      Kita samaan kalo gitu.

      Sepanjang aku pernah mendatangi lokasi candi-candi lainnya, baru di candi Lumbung ini kutemui adanya penggunaaan kapur barus.

      Daaaan ..., aroma kuatnya ituu .. berhasil membuatku puyeng kepala wwwwkkk

      Delete
  14. Gpp disebutin minumannya mas, sebutin saja berapa ml isinya.. merk jangan..
    hahaha..
    ternyata jogja memang menyimpan banyak candi ya, ini bisa menjadi destinasi menarik yang bakal bermanfaat bagi masyarakat sekitar mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaaha ..
      Betul juga, yaa, bli ..
      Cukup disebutin berapa ukuran mili kemasannya saja.
      Merknya disebutin setelah fee masuk.

      Amin, semoga ya bli pesona keunikannya candi Lumbung ini juga mampu menarik minat kunjungan wisatawan ..., ngga dilewatkan begitu saja setelah mereka datang ke candi Prambanan.

      Delete
  15. wah ane jadi penasaran gan sama turis yang diajak kenalan, sepertinya sangat berkesan dan bahagia banget. Tapi sayang nya nggak ada foto nya turis nih, jangan-jangan hoax hahaha :D

    kebetulan belum pernah main ke candi lumbung ane gan, kapan-kapan boleh juga mampir kesana, pengen lihat si turis disana dan kenalan juga, tapi pakai bahasa jawa kira-kira boleh nggak gan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhaa ..
      Penasaran atau ...penasaraaan.., hayooo ngaku :D

      Aku anti hoax, mengarang cerita bohong buat artikel, mas Zunif.

      Apa yang kuceritakan di artikel, ya semua apa yang aku temui di lapangan/lokasi.
      Bukan mengada-ada.
      Semuanya sesuai kenyataan.

      Memang aku ngga berfoto bareng dengan 2 turis asal Spanyol itu.
      Sebenarnyapun aku sudah beberapakali punya pengalaman dibantu difoto oleh turis mancanegara, tapi ngga kuceritakan di artikel.

      Selanjutnya, kapan pas aku ke lokasi wisata lain dan kebetulan berinteraksi dengan turis mancanegara lagi, akan kuajak foto bareng buat bukti.
      Tentunya seijin mereka terlebih dulu boleh tidaknya fotonya disertakan di artikelku.

      Ayook, kapan ada waktu liburan, datang ke lokasi candi, mas.

      Turis manacanegara diajak ngobrol pakai bahasa Jawa ?.
      Hahhaa ...

      Terus, si bule ngejawabnya pakai bahasa negara mereka ..
      Maka jadilah, komunikasi bahasa tarzan wwwkkkkk :D

      Delete
    2. wah itu gan yang jadi kendala ane nggak bisa bahasa inggris, jadi susah buat ngobrol sama mereka. Mungkin pakai bahasa tubuh kali ya biar sama-sama edan :D

      ok gan ditunggu update foto bareng turis ya, biar agak ramai getu lho fotonya masak sendirian terus, kayak orang ilang gan wkwkwk peace :D

      Delete
    3. Bhuahahhahahaa ..
      Ya janganlaah ...
      Ntar kelihatan sama-sama edan ..., bisa tercyduk loooh ...

      Tercyduk sekuriti berpatroli disana :D !

      Hahaahaha ..
      Kamu tuch yaa, masa aku dikatain kayak orang ilang :D.
      Aku sering berfoto sendirian di lokasi tuh sesuai konsep yang aku usung buat blog ini, solo travelling.

      So, absolutely ... eh# kok jadi pakai bahasa Inggris hahaha .., foto-fotoku kebanyakan terlihat sedang sendirian getoh :D

      Delete
  16. Duhhh… Mamak Rey…sudah Koment duluan diatas, hahahah….eee… Tapi Mas ANYU’ kok Belum Muncul, mmmm….mungkin sedang liatin HARGA SAHAM, yach……hihihihi...

    1. YUK…. KASIH Selamat dulu buat gua, karena GUE SUDAH SUKSES ketinggalan Koment DISINI, hahahah....#lebay..

    2. Selamat Buat Mas Hima, karena sudah ada artikel yang baru, sekalgus saya kasih CAP JEMPOEL untuk gambar yang paling atas, karena gambarnya keren....mudah2an ada GADIS AYU ( BUKAN ANYU…lohh,hihihi… ) yang BAKAL JATUH HATI ketika lihat foto tersebut………..

    Tapi kalau boleh saran, posisi Mas ketika berfoto harus di dukung oleh pencahayaan Matahari, agar foto Mas Tidak kelihatan gelap.

    Kalau saya perhatikan gambar NO.5 dari atas, saya jadi binggung membedakan mana Candi….Mana foto Mas, hahahah……soalnya menyatu dengan suasana gelap, #maaf loh Cuma sekedar saran dari pengemar asal Sumatera.

    Bagusnya kalau latar belakang gelap, sebaiknya menggunakan BAJU BERWARNA TERANG, misalnya putih , bila perlu berwarna PINK.Kalau Belum punya, sewa…dong….hahahah….*peace

    Atau jangan ada foto dari fotomodel sama sekali kalau cuaca sedang mendung, #biar kami khusuk dan focus lihat Objeknya dan ngak di ganggu oleh bayangan HITAM,hahahah…#bercanda….

    3. Soal isi artikel dan gaya penulisannya sudah oke cuy……apalagi DI BUMBUI kata……. “kan bisa - bisa tubuh terasa lemas lunglai, kayak cintamu padaku lunglai melempem, kandas pingsan terdampar ..., wwwwkkk, eh# *curhat terselubung*…………………………..

    Kalimat itu keren dan lucu banget, cocok untuk mencairkan suasana agar pembaca tidak mengantuk.Good, saya kasih NILAI A.

    Ohy Mas…. “ jangan segan untuk setiap postingan mengaitkan nama dan blog milik teman Mas dibawah artikel, karena itu akan menjadi sebuah penghormatan buat rekan2 Mas yang berkomentar….biar mereka semangat koment lagi, hahahah……

    4. Kalau bisa, tolong dirubah, jumlah komentar, karena untuk jumlah tertentu atau sudah kelewat banyak, koment di sub komentar tidak bisa dipublish lagi…dan ini merugikan Pihak Mas, …..

    5. Ohy…Profile diri Mas Mana yach…? Saya nyarinya ngak ada, kayak diblog saya……ngak ada profilenya juga, hkhkhkhk…TOS dong….!!

    NEXT….selamat yach buat TANTE TRIPOD , karena sudah mengambil gambarnya dengan OKE. Tenang saja kok Ntar bakal dilamar oleh Mas Hima, hahahah……#Jangan Baper..oyy…..wkwkwkwk….



    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak Rey gesit datangnya, kang ..., tau-tau komennya udah datang duluan.
      Kayaknya kak Rey begadang bewe semalaman wwwkkkk

      Ko Kuan Yu iya yaa ..kemana tuch ?. Apa lagi sibuk ngitung pundi-pundi saham betulan kaliii ...

      1. Proook .. prroook *suara tepuk tangan membahana memenuhi ruangan* ..., mariii kita berikan tepuk tangan lebih meriah lagi, pemirsaaaaah .. , buat keterlambatan datangnya komentar kali ini dari mastah perbloggeran asal Sulawesi Selatan, kang .. Nataaaa .. hahaha

      2. Ohh, terimakasih buat opininya fotoku paling atas, yaach ...,

      Merasanya jadi ngga sia-sia dech udah semaksimal mungkin berpose berulang jongkok panas-panasan dibawah candi yang tak lagi beratap wwwkkk ..

      Tentang foto urutan nomor 5, anggap aja diriku seolah sedang berkamuflase ya, kang ... ,

      Seolah ngilang nyaru sama warna candinya, kayak bunglon gituuuu ..., hahhaa ..

      Masalahnya saat itu aku udah terlanjur memakai kostum warna biru kehijauan ini di area lain candi Lumbung buat berfoto, Kang.

      Ntar kalau aku berganti kostum lain lagi (beda) berfoto di depan candi utama, takutnya pembaca yang lihat ngertinya itu bukan di candi Lumbung, kang ...

      3. Terimakasih sekali lagi buat nilai A

      Horeeee .. nilai buku raportku nambah nilai A lageeee :)

      Selipan cerita lucu seperti itu juga sudah beberapakali kusertakan di artikel sebelumnya, kang.
      Daaaan ..., berkat doingatkan lagi kang Nata di komentar kali ini, selanjutnya akan kuselipkan cerita lucu seperti itu lagi di artikel berikutnya.

      Baik, kang ...
      Beberapa nama blogger akan kuusahakan kugilir satu persatu kucantumkan di artikelku berikutnya.

      Terutama teman-teman blogger yang pernah mengulas blogku, seperti : mas Anton Andriyanto, kak Tuteh, mas Martin Karakabu dan Idris Hasibuan (yang kini entah kemana, kulihat jarang sekali aktif ngebloggingnya).

      4. Tentang batasan jumlah komentar, itu bawaan dari templatenya, kang.

      Ada keinginan sih berganti template agar punya tampilan baru dan syukur-syukur bisa nampung jumlah komentar yang masuk berapapun jumlahnya.
      Tapi, ada khawatir juga, kalo sampai berganti template malah berujung kurang baik buat adsense.

      5. Blogku dan blognya kang Nata terlihat ngga ada foto ptofilnya ?.

      Ada kok, kang.
      Kulihatin ada semuanya.


      Whaaaaats ...
      Hahhaaaha ...
      Kok tante tripod lagiiii :D ?!

      Kali ini om Tongsis kok yang berperan serta ;).

      Tadinya siiih, tante tripod mau kuajak jugaaa ., tapiii .. , katanya lagi pegel~pegel body ...
      Wwwkkkkkk

      Delete
    2. 1. Kok Saya dari Sul-Sel ?, Sum- Sel....taukkk...hahahah.

      2. ....oke.no probelm dari pada kita pecah kongsi....😁😅

      3. Pilih yg aktif disini Mas...Misalnya, Mbak Rey...krn dia gaul bngtz ( promosi )...jadi orang2 yg baca bisa langsung nyambung.oke.

      4. Ganti template aja Mas....😆😁😅

      5. iya apa...? nnti saya cek deh....

      Tantenya pasti capek abis angkat candi yah...??? hahaha...

      Delete
    3. Komen akan nongol semua jika di bagian ujung paling bawah ada tulisan TAMPILKAN SEMUA di-klik, maka akan reload alias muat ulang jadi memuat semua komen.
      Saya kalau setor komen jarang berbalas komen di blog teman karena masalah waktu dan lieur dengan komputer yang kerap bisa disable, jadinya ambil jalan aman dengan baca pos lain saja untuk dikomenin. Lagian saya bukan orang yang doyan cuap-cuap dalam keseharian jadinya terbawa, ha ha.
      Apakah gotong tripod berat, Mas Hino? Semoga tripod zaman sekarang kian canggih dan ringan agar hasil fotonya maksimal
      Tante tripod dan Om Tongsis telah menemani Mas Hino. Semoga di lain waktu ada benda canggih lainnya lagi untuk menunjang kegiatan fotografi.

      Delete
    4. wah komentarnya panjang-panjang banget ini gan. Bisa dijadikan postingan kayaknya wkwkwk :D

      Delete
    5. hahaha, tau aja saya begadang kemaren, saya hapus broken link dong sampai gak sadar udah tengah malam saking banyaknya.
      Makanya mba Rohyati fokus hapusin berhari-hari, ternyata banyak juga loh di blog saya.

      Mau dicuekin kok ya rasanya mengganggu aja ya hahaha

      Delete
    6. @mashilmawan tahu aja ah,..jujur kali ni telat sepertinya mas,..tau-tau udah rame aja yang datang,..komen saya jauh dibawah sana,..ha-ha,jangan sembunyi seperti bunglon mas,..bahaya nanti ada yang nangkep loh,...siapa ya yang nangkep,..ea,..bunglon kan harganya mahal,..ha-ha

      Delete
    7. mas @zunif kalau mbak rohyati sofyjan yang komen dan teh rey yang komen, waduh kelar dah urusan,..kalau dimasukkan koran itu komentar bisa penuh mungkin ya satu halaman,..ha-ha

      Delete
    8. @kang nata tahu aja,..h-ha, saya baru update, ha-ha,..karena lagi sibuk juga beberapa hari ni, padet banget jadi bete,..tapi setelah berkunjung ke blog ini betepun hilang, semangat langsung jos,..apalagi melihat foto mas hilmawan,..ea,...keren oi,...yuk dipinang-dipinang orangnya,..ea,..., candinya ini saya salut bener dah, udah kena gempa aja masih bisa berdiri sekokoh itu, mudah-mudahan nanti enggak terjadi gempa lagi yah, kan sayang candinya

      Delete
    9. hahahah....lagi sibuk apa mas..? bikin gudang karet atau bikin gudang saham ? :)

      Delete
    10. Lagi sibuk buat gudang amal kang,...ea 😀

      Delete
    11. @ Kang Nata =

      Waduuh,
      Aku telah salah menulis kota asal kang Nana, eh#salah lagi ..., kang Nataaa ..
      Harusnya : Sumatera Selatan.
      Bukanlah Sulawesi Selatan.

      Maafin ya, kang ..
      Hayoook senyum lageeee ...
      Biar aura ketampanan Jet Lee mantul makin menular ke aura wajahnya kang Nata ...
      Hahhahaa :D

      @ Rohyati Sofjan =

      Terimakasih banyak sudah mewakili jawaban pertanyaan tentang kapasitas jumlah komentar blogku, kak.

      Benar apa kata kak Rohyati, semua komentar akan terlihat JIKA tulisan Load More atau Tampilkan Semua di klik.

      @ Zunif =

      Barangkali rentetan komentar panjang-panjang dari teman-teman blogger ketje diatas itu ..., bisa jadi sumber inspirasi buat kepenulisan artikel mas Zunif berikutnya hehehe :)

      @ Reyne Raea =

      Aku juga baru tersadar kalau aku belum sempat menghapus broken link yang ada di beberapa artikelku, kak Rey.

      Juga menghapus komentar dari link perjudian, link servis dari brand smartphone ternama.
      Kok aneh sih itu ya, brand ternama kok kayak pasang iklan di kolom komentar ? ..
      Tulisannya diantaranya begini :
      " kami dari brand V menawarkan layanan jasa servis original bla bla bla .. ". Berikut nomor telpnya dicantumkan.

      Kulihat di laporan email, ternyata juga memang benar dari brand smartphone itu.
      Kok bisa-bisanya sih numpang masang iklan di komentar begitu
      :(


      @ Kuanyu =

      Ohh,
      Woouw,
      Mendadak aku kucek-kucek mata baca ulang konentar ko Kuan Yu tentang fotoku ...
      Huahhaaha ...
      Auto Ge-eR mode:ON langsung menyala :D






      Delete
    12. Komentar biasanya kalau udah banyak banget dibikin pisah, tinggal klik komentar lainnya kalau nggak salah :D

      Delete
    13. Kurang tau juga, kak .. , pengaturan jumlah muat komentar berbalasan ini udah diatur bawaan dari template sananya wwwkkkk :D

      Delete
  17. terkecil? saya tengok besar juga tu mas... tapi janganlah compared dengan Borobudur hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Widih, klau borobudur mah, guede banget tuh teh,..luar biasa gedenya,..buatnya juga mungkin butuh beberapa tahun mungkin ya

      Delete
    2. @ Dear Anies =

      Ya kak, candi terkecil.

      Candi Lumbung ini memang paling terkecil, baik bentuk candinya juga luas areanya JIKA dibandingkan dengan ... 3 candi lainnya yang ada di dalam kawasan taman wisata candi Prambanan.

      @ Dear Anies dan Kuanyu =

      Iya, betuuul ...
      Kalau candi Borobudur, besarnya ... wouw bangeeet .. hehehe

      Delete
    3. yang penting ia dijaga dengan baik... oh ya, di kawasan ini kerap dilanda bencana seperti gempa bumi? kalau ya, pasti sedikit sebanyak candi2 ini terjejas dengan bencana...

      Delete
    4. Yang kudengar informasinya sih begitu, kak.
      Wilayah Prambanan ini seringkali terjadi gempa, karena daerah Yogyakarta memang dekat dengan gunung berapi yang namanya dikenal sebagai gunung Merapi.

      Delete
  18. jadi pengen kesana kapan-kapan ahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kawasan candi-candi di dalam taman wisata candi Prambanan setia menunggu kedatanganmu, kak ...

      Hehehe :)

      Delete
  19. ga kebayang deh peradaban masa lalu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya yang ngebayangkan nih gan ya,..orang jaman dulu itu pasti gede-gede, kekar-kekar, walaupun enggak pernag fitnes,..ha-ha,..mungkin ototnya terbentuk karena sering angkat batu candi ya,..,ha-ha 😁😂

      Delete
    2. @ Monstanima =

      Sependapat.
      Terutama bagaiamana cara tekhnologi pembuatannya.

      Mulai dari penentuan lokasi pendirian candi yang dianggap sakral, terus membentuk pola, menyusun batu demi batu berukuran besar dan sangat berat ukurannya, kemudian diukir relief-relief memukau ...

      'Tehnologi apa yang mereka dulu pergunakan ?'


      @ Kuanyu =

      Bisa jadi begitu, fisik orang jaman dulu berukuran lebih besar dan kuat daripada fisik orang jaman sekarang.

      Terlebih jaman dulu tak ada sarana alat transportasi seperti sekarang, kayak motor dan mobil.

      Atau ...,
      Barangkali ko Kuan Yu mau bikin candi dan ngangkut batu satu persatu naik motor ... ?
      Hahahhaa :D

      Delete
    3. Wah, sepertinya boleh dicoba juga tuh mas,..ha-ha

      Delete
  20. Sekalinya ngajak anak-anak ke Prambanan banyak maunya, ada yang ngos-ngosan pula. Kayaknya kalau berdua dengan pasangan jadi lebih syahdu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jiaa.. aah ..
      Boleh juga tuh kak Rochma datang hanya berduaan sama pasangan ke Prambanan hahaa ..
      Biar kesannya romantis gituu... :D

      Delete
  21. Wah... malah baru tahu!
    Asyik banget, nih.
    Soal kapur barus... aku kok agak sulit percaya fungsinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya aku juga ngga tahu kalau ternyata di dalam area candi Prambanan ada 3 candi lainnya, salah satunya candi Lumbung ini, kak Susindra :)

      Fungsi penggunaan kapur barus kurasa digunakan untuk menghindari kawanan rayap.
      Sepertinya sih begitu, kak.

      Delete
  22. Hallo bosku, salam kenal, sepertinya enak kali ya bisa tour setiap hari kaya bosku ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo juga boskuh Netter id ..
      Salam kenal kembali :)

      Ayook aku support dari sini boskuh juga jadi travel blogger, jalan-jalan ke banyak lokasi wisata.

      Siapa tau, kelak kita bisa ngetour barengan hehehe :)

      Delete
  23. Soal kapur barus, sepertinya tiada pilihan karena benda itu memang berfungsi untuk mengatasi masalah pembusukan lapisan batuan candi. Saya lihat batuannya tampak melapuk, kehitaman gitu dan terlihat ada pengeroposan, sesuatu yang khas untuk usia batuan yang sangat tua.
    Cuaca memang musuh utama bagi keawetan striuktur bangunan.
    Setiaknya candi itu masih ada dan bisa diabadikan Mas Hino, di masa mendatang entah akan bagaimana lagi.
    Saya suka juga jalan di tamannya, rapi. Dan yang bikin saya penasaran adalah lantai di sekitar candi terbuat dari batuan apa karena pipih datar gitu berkesan rapi dan memberi ornamen yang unik.
    Sudah dulu komen saya ini. Makasih Mas hino sudah selalu berkenan mampir di blog saya meski sekarang arang diisi. Bukan malas tetapi ada kendala lain yang bikin saya jadi malas untuk isi. Loh? Ha ha. Sos sibuk dengan beragam kegiatan di rumah karena habis panen jagung, lalu saya harus berobat karena sakit jadinya fokus pada pengobatan. Cuma bisa BW saja.
    Oh ya, saya juga sibuk cek broken link di pos tahun kemarin dulu, jadinya belum bisa segera kunbal pada blog teman-teman baik yang setia rajin main ke blog saya.
    Semoga usai urus jagung saya bisa kembali aktif dengan pos satu hari satu tulisan. Ngejar jumlah lagi agar tak tertinggal jauh dengan teman-teman yang rajin nulis.
    Busana sebaiknya jangan yang gelap, ada nuansa cerah dan terangnya supaya hasil foto ala foto model kian kinclong.
    Coba Mas mulai dengan kostum yang lebih segar biar kian banyak pembaca yang merasa segar pula lihat wujud ganteng nan gagah dalam balutan busana serasi yang cerah. Cerah bukan ngejreng, kok. Ha ha.
    Saya mau bobo dulu, ya. Tadi bobo awal jam 8, bangun jam 10.Sekarang sudah jam 1 dini hari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Widih, kenapa bisa banyak broken link teh,..sayang blognya,..ea,..tapi enggak apa-aoa teh broken link asalkan jangan broken heard 😁😂

      Delete
    2. @ Rohyati Sofjan =

      Sepertinya memang difungsikan begitu ya penggunaaan kapur barus untuk menghindari pengeroposan batuan juga tanah dibawahnya dari kawanan rayap, kak.
      Kupikir ulang sesampainya dirumah, ada betulnya disana ditaruh kapur barus.

      Tentang dasar lantai sekitaran candi itu disusun dari batuan, kak.
      Lagi-lagi kita dibikin kagum sekaligus bingung tentang cara pembuatannya pada jaman dulu ya, kak ... , permukaan batu bisa dibentuk pipih rapi dan nyaris sama datarnya kesemua batunya.
      Sampai disitu aku juga mikir, berapa lama kesemua batu itu diproses bentuk pipih begitu dan memakai alat apakah ?.

      Jaga kesehatan selalu, kak.
      Dan kudoakan dari sini kesehatan kak Rohyati semakin membaik dan selalu sehat setelahnya.
      Untuk panen jagung, kudoakan juga kebunnya selalu menghasilkan panen berlimpah dan nilai jualnya bagus, Amin.

      Sependapat untuk menghapus broken link agar blog kita aman dan bersih dari link ngga berguna begitu.
      Ini aku juga lagi memeriksa satu persatu konentar di artikel, kak.

      Terimakasih usulan kostum yang kak Rohyati sarankan.
      Duh senangnya, ternyata soal penggunaan kostumku selama ini ikut diperhatikan oleh beberapa teman, termasuk kak Rohyati :)


      @ Kuanyu =

      Bhahhaaha ..
      Ciyuuuz takut broken heart :D ?
      Sakitnya tuch disini yuaaa ...
      *sambil nunjuk ke dada*

      Delete
    3. Hahaha, bener tuh ide mba Rohyati.
      Bisa pilih outfit yang gonjreng, tapi jangan merah, kayaknya warna merah udah diambil duluan ama Putu Eka ya kalau ga salah namanya.

      Dia juga suka foto ala-ala gitu di setiap tulisan traveling nya.

      Emang lebih kontras sih, merah bisa nyala di segala cuaca dan tempat.

      Tapi kalau ga suka warna gonjreng sih bisa aja warna lainnya.
      Asal konsisten.

      Dan sementara sih saya kenalnya Hima si travel blogger modeling bertopi hahaha

      Delete
    4. @ Reyne Raea =

      Aku ngga nyangka loh, ternyata banyak teman-teman disini, termasuk kak Rey ikut ngasi masukan juga ide buat tampilan busanaku buat berfoto.

      Senang rasanya dapat masukan seperti itu :).
      Terimakasih ya teman-teman, juga kak Rey.

      Delete
    5. @Reyne> benar...romantic suasana jalannya

      Delete
  24. Candi lumbung sama nih namanya kayka yg di magelang,
    Apakah penamaannya karena dulu fungsinya untuk menyimpa lumbung mas?
    udah berapa candi nih aku ngiri bisa jalan2 terus hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tooosss ...
      Kita samaan berarti, mengenal nama candi Lumbung ada 2 candi, di Magelang juga di Yogya ini :)

      Mungkin sepertinya dulu kalanya selain difungsikan sebagai sarana peribadatan juga sebagai sarana penyimpanan hasil panen, mas.

      Udah berapa candi yang kudatangi,ya ...
      Aku lupa jumlahnya, mas.
      Hahahaha :D

      Delete
    2. iya candi lumbung ada 2,, oh iya candi asu juga ada 2 mas,, 1 nya d magelang sama dimana gitu aku lupa.
      candi lumbung kayaknya emang multifungsi pada jamannya,
      yuk ah mas biikin mesin waktu kayak d film avenger hahaha

      Delete
    3. Hayuuuk ...
      Kita bikin mesin waktu ala-ala Avengers.
      Mas Aldhi jadi Thor ya .. wwwkk

      O iya tow, ada candi Asu lainnya juga ..., coba aku searching lokasinya dimana candi itu, mas.

      Delete
    4. aku jadi thanos aja wkwkw

      daerah sawangan apa ya,, aku agak lupa hehe
      jadi d tengah alas gitu.

      banyak candi yg blom dipugar, sayang banget ya sebenernya aset sejarah indonesia :(

      Delete
  25. Wkwkwk kayaq cintamu padaku lunglai melempem :D sepertinya lebih enak jalan kaki daripada naik transortasi yang tersedia, biar bisa berhenti sejenak semau kita untuk mengambil dokumentasi. jalan berdua atau bertiga lebih bagus biar ada yang gotong kalo mas hima pingsan dijalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwwkkkk ...
      Kayak kerupuk yaa, melempem :D!.

      Semogaaa aku jangan pernah sampai ngalamin pingsan di suatu lokasi wisata, mas Harman.

      Pingsan sih ngga apa-apa sebenarnya, palingan juga ada yang nolongin ;) *ngarep*

      Tapiiii ...
      Malunya itu, loooooh ...
      Sadar-sadar udah dikerumuni banyak orang ...
      Kan maluui ...
      Buahahhahaaha :D

      Delete
  26. Kukasih tahu ya, Kak, entah mengapa aku selalu merasa bahwa jalan-jalan ke komplek candi itu serupa orang berolahraga... tapi asyik sih, dua tiga pulau terlampau... olahraga iya, piknik iya, swafoto iya, belajar sejarah juga iya ...hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh itu sih bukan jalan-jalan teh,..semuanya udah dalam satu rasa 😁😂

      Delete
    2. @ Agustina Purwantini =

      Daaan ..
      Apa yang dikatakan kak Tina adalah ..., benaaar ...
      Hahahah :D

      Paket komplit ibaratnya.
      Plesiran iya, jogging pun iya, juga memang iya bisa belajar sejarah disana ..


      @ Kuanyu =

      Satu hati satu rasa : sejiwaaaah namanya :D

      Delete
    3. Kalau saya, jalan-jalan ke mol juga olahraga, sambil gendongin bayi pulak, klo deh kaki pegel hahahaha

      Delete
  27. Replies
    1. Agree with your opinion.

      Hopefully you also have the opportunity to come on vacation there someday.

      Delete
  28. ternyata meskipun termasuk candi yang terkecil,, jauh juga untuk bisa sampe kesana.. apalagi jika pake cara mas Himawan.. berjalan jauh mengitari 39, 8 hektar dlu untuk bisa menikmati indahnya candi ini..

    bner mas, mumpung nggak bawa cewek cewek apalagi anak kecil, mending jalan kaki biar bisa puas mengeksplore lokasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sik .. sik .. mengko ndisik, mas Heri.
      Apa kuy, kok .. bawa cewek-cewek ?

      Wuuahahahaha ..
      Baca komentar mas Heri sampai disitu, aku auto refleks ngakak ..., pakai acara ketawa ngakak pulaaak ...
      Laah, aku jadi kebayang getoooh seolah aku tuch pengkoordinir para cewek-cewek liburan bareng-bareng mereka ...

      Duh, mas Heriii .. :D

      Candi Lumbung ini sebenarnya ukurannya ngga kecil, mas.
      Masih ada candi Buddha yang lebih kecil diluaran area taman wisata candi Prambanan.

      Tapi kalau dibandingkan dengan ukuran dengan ketiga candi lainnya yang ada di dalam area wisata taman candi Prambanan, candi Lumbung merupakan candi terkecil.

      Delete
    2. Maksudnya kalo sudah bawa anak istri sudah ndak bisa jalan kaki mas..

      Nggak tega juga klo jalan jauh bawa anak istri

      Delete
    3. Oh, begitu maksud dari mas Heri hahahaa ..

      Betul banget, anak kecil kayak-kayaknya ngga bakalan kuat doajak berjalan kaki muterin areanya.
      Mungkin kalau pas pagi sih, lain cerita ...., tapi kalau pas siqng hari kayaknya bakalan merengek minta naik sarana transportasi berbayar :)

      Delete
  29. Bisa tubuh terasa lemas lunglai, kayak cintamu padaku lunglai melempem selama ramadhan, ups iklan. Baru tahu ni mas, kalau kapur berguna untuk mengurangi kerusakan. Bikin Candi semakin awet..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampai disitu kedengaran bunyi 'tiiiiittssss...' menandakan sensor berbunyi.
      Pingsan betulan ..wewkkk :D

      Aku juga baru lihat di candi Lumbung ini adanya tumpukan kapur barus begitu, mas Ridsal.
      Besar kemungkinan fungsinya untuk mengusir rayap.

      Delete
  30. wisata itu memang paling enak bawa minuman dan cemilan sendiri. untuk jaga-jaga jika tidak ada penjual asongan. Dan hemat pula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalau itu jangan khawatir mas djangkaru bumi, biasanya ada loh yang jual pisang dan kacang buat makan kera di sepanjang jalan,...ha-ha,...bukan ngatain mas jadi kera ya,..canda mas 😁😂

      Delete
    2. @ Djangkaru Bumi =

      Berdasarkan pengalaman yang kutemui, dan pastinya juga mas Djangkaru sudah sering ngalaminnya, ngga ada pedagang makanan di suatu lokasi, memang ada baiknya kita bawa perbekalan makanan dan minuman sendiri.

      Buat jaga-jaga, takutnya perut keburu perih kalau lama ngga ada asupan.


      @ Kuanyu =

      Tapi ada baiknya, kita bawa perbekalan camilan dan air minum, ko.
      Takutnya ya kayak yang aku ketemu di area sepanjang jalur sekitar jalan taman candi Sewu ke candj Lumbung ini.

      Tempat kuliner adanya cuma di dekat pintu sensor utama memasuki area candi Prambanan dan dua lagi tempat kuliner di dekat museum Arkeologi.
      Daaaan ... , ketiga tempat kukiner itu jauh jarak tempuhnya :D

      Delete
  31. Replies
    1. Right, Bob Bushell.
      The architecture of the Lumbung temple is charming.

      Is a cultural heritage heritage site protected by UNESCO

      Delete
  32. wah-wah-wah,..sepertinya saya telat banget nih berkunjung ke sini, udah rame banget komennya,..ha-ha,..saya baru tahu mas hilmawan, ternyata penggunaan kapur barus bisa menghambat kerusakan ya mas, luar biasa,..jadi salut ilmunya,...ini candi masih elok banget,..ditambah lagi ada foto mas hilmawan yang kece badai,..ea,..tambah mempesona nih tempat,..ha-ha

    budaya indonesia ini memang luar bisa mas ya, yang bisa dilihat dari hasil karya seninya, ini adalah nilai tambah yang luar biasa untuk bangsa ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daaaaaan ...
      Kali ini pun aku juga terlambat membalas komentar ko Kuan Yu ...
      Hahaha ..

      Maaf ya, ko.
      Kemarin kerjaan datang menumpuk, jadi baru sempat balas komentar sekarang.

      Nulis balasan komentar gini sambil senyam senyum keger-eranlah saiyaaaah .. gegara disebut kece badai ..
      Wwwwwkkk ..
      Badai tornadokah, ko :D ?

      Delete
  33. Wah Candi nya sepi ya... OK ini termasuk tourist atractions yang paling saya suka kalo sepi. Jadi gak riweuh.

    Saya juga paling seneng kalo di lokasi gini jalan kaki, aja. Pelit, iya. Tapi lebih berasa jalan-jalannya dan lebih bisa meresapi suasana tempo doeloe nya kalo kata mas.

    kujungan pertama nih. salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau begitu, yook kita toss duluan .. hahaha ..
      Sama-sama suka memilih dengan cara berjalan kaki agar merasakan kesan nuansa masa silamnya bisa didapat.

      Salam kenal kembali, mas Uyo :)

      Delete
  34. Lokasi antar candi di kawasan Prambanan itu bukane lumayan jauh, mas? Kayaknya capek juga kalau jalan kaki dari satu candi ke candi lainnya. Terniyat sih ini. Mana disekitar Candi Lumbung ini juga sepi enggak ada pengunjung lain. Nek aku kayane cukup ngambil foto sepintas, terus wis, putar kanan, balik. Berasa horor-horor serem gitu, nek pas masuk ke dalam candinya.

    Mungkin karena kalah pamor sama Prambanan, jadi enggak banyak orang yang tertarik buat mampir kesini ya? Padahal juga masih lumayan bagus kalau dilihat dari foto - foto di blog ini. L

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwwkkkk .. Terniyat :D
      Dan emang iya sih betul-betul diniatin pakai bingits muterin kawasan milih dengan cara berjalan kaki, plus pepanasan ..

      Whuaaaa ..
      Ra sa wedi, mas Tri.
      Suatu saat sampeyan kudu masuk ke dalam area candi Lumbung ..., ojo berbalik badan mutar arah siap graaak gituuuu ..., hahaha...
      Ora serem kok disana, mas :)

      Bisa jadi begitu, karena bentuk candinya memang nggalah se-wow tampilan candi Prambanan, jadi banyak orang kurang tertarik datang sekalian kesana.
      Padahal nyatanya, bagus juga ..

      Delete
  35. Keliatan dari luar kecil pas didalam ruangannya gede juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas Sofyan.
      Cukup luas juga ukuran bilik dalam candi utamanya.

      Delete
  36. Hai Kak... Aku kalau komentar pasto kebagian paling bawah... Pasti artikel jalan-jalannya kakak sudah ramai pengunjung.

    Dan lagi-lagi ke sini belajar Candi.
    Kali ini Candi Lumbung yang juga masih satu lokasi sama 2 Candi sebelumnya.
    Eh, tapi kasihan kakak mencium aroma kapur barus.

    Btw Kak, 1 lokasi tapi berdekatan apa jauh ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo juga, kak Einid ...
      Maafin ya telat balas komentar, habis jatuh kakiku terkilir jadi bengkak dan jadi demam, kemarin seharian tidur.
      *curhat*

      Satu lokasi candi ke candi lainnya jaraknya jauh, kak.
      Lumayan ngos-ngosan juga kalo milih jalan kaki dan dilakukannya siang hari ...
      Keringat ngucur deras wwwkkk

      Delete
    2. Lhooo... Curhat??? Ups... Wah... kalau bisa segera berobat Kak, biar cepat sembuh, baik bengkak dan demamnya. Get well soon ya Kakak.

      Hmmph... Gpp deh. Aku suka jalan kaki kok. Menyehatkan.
      Eh, tapi apa ada alat transportasi Kak? Ya, siapa tahu bisa buat orang-orang yang emang pengen menelusuri setiap candinya tapi malas jalan kaki atau orang yang sudah sepuh / anak-anak.

      Delete
  37. Roman-romannya masih belum bisa move on dari bule itu nih.. Semoga dia baca juga artikel ini, ya kali kan kak bisa lah di ajak ketemu lagi. hihihihi..

    Tapi gakpapa kak kalau jalan kak, sehat itu kalau bisa lebih dari 10.000 langkah biar sekalian itung2 bakal kalori lho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwwkkkk ...,
      terkenang namanya yach :D

      Betul banget, jalan kaki itu sehat daaan .. olahraga termurah yang bisa dilakukan, kak.
      Mari kita rajin jogging xixixi :)

      Delete
    2. wkkwkwkwkk.. aku joging di mall saja ketimbang dijalanan yang sudah penuh polusi, sedangkan di taman banyak yang pacaran juga.. laaah malah curcol yah...

      sayangnya pas ketemu gk sempat minta no. wa si bule ya kak padahal udah fotoin pula hihihihi

      Delete
  38. Kalau mengeksplor sendiri, tidak ikut rombongan sepur mini misalnya, sensasinya memang beda. Kita jadi lebih leluasa untuk berhenti, memotret, membikin catatan kecil, pun tidak tergantung sama jadwal kendaraan tebengan itu. Resikonya memang lelah, tapi memuaskan. Pasti itu.

    Betul juga dibilang candi Budha terkecil di kawasan Prambanan. Bentuknya juga mini-mini (mungkin areanya juga tidak seberapa luas). Dan kapur barus membantu candi-candi ini bertahan hingga, Insha Allah, seterusnya hahaha. Meskipun aromanya bikin mabuk euyyyy.

    Btw semakin sering curcol soal ehek ehek ehem :p hahahaha ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia pemikiranku saat itu, kak.
      Sengaja ngga milih ikutan naik sarana transportasi yang disediakan di dalam area taman wisata candi Prambanan, buat melakukan seperti apa yang kak Tuteh katakan.
      Meski efek akibatnya kudu rela berpanas-panasan dan milih brenti ngadem ngaso bentaran di bangku taman ngilangin keringat ngucur
      .... wwwwkkkk :D

      Betul, candi Lumbung ini candi paling imut bentuknya dibandingkan dengan ketiga candi lainnya yang wow gede banget ukurannya ...
      Dan jugaaaa .. , satu-satunya lokasi candi yang ada pemanfaatan kapur barusnya :D

      Wwwwwkkk ..
      Jadi malu nih soal curhatan terselubungku :D
      Tapi ya begitulaaaah kisah ehek uhukku, kak eh# curcol lagi ..
      Hahahaa :D

      Delete
    2. Ha ha ha ha kisah uhukehem ehem ini kayaknya harus ditulis sendiri deh Himawan wkwkwkw. Pasti seruuuuuuu.

      Delete
  39. Saya itu tahunya ya hanya candi prambanan yang utama, yang dipinggir jalan itu. Ternyata masih ada candi lain yangetakkalah menariknya.
    Tapi kalo disuruh jalan kaki kayake males ahw jauuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaan kalo gitu kita, kak :)

      Awalnya pun aku ngertinya juga cuma ada 1 candi Prambanan di dalam area taman wisatanya.
      Ditambah sebelumnya dulu pernah ke candi Prambanan tapi ngga ngeh kalo ternyata ada candi-candi lain disana, kebetulan saat itu disana masih minim informasi dari pengelola.

      Hahahhaa ..
      Sesekali ngga apa~apalah jalan kaki, biar bakar kalori sekalian, kak ...
      Lumayan, ngikis lemak berlebih juga hahhaah :D

      Delete
  40. ya ampun lama nggak mampir blog mas himawan, selalu ada petualangan baru di tiap posnya. btw kompleks candi prambanan ini emang cocok banget dieksplor kalo mau nurunin berat badan. terakhir ke candi prambanan pulang-pulang turun 1,5 kilo karena gemporrrr jalan kaki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaa ..
      Mantul kak Agi turun berat badan 1,5 kilo setelah dari candi Prambanan ... :D.

      Kalo aku malah lupa nimbang berat badan setelah dari sana, kak.
      Kayak-kayaknya sih turun berat body juga ..., soalnya keringatku banyak keluar, berlebih pula ngucur derasnya selama aku berada disana :)

      Delete
  41. Saya pernah main Prambanan, tapi rombongan. Berhubung waktu terbatas dan saat itu sedang hujan, jadi gak leluasa foto-foto deh, sedih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah sayang banget ya,...
      Kapan punya waktu, kudu diulangi lagi kesana, kak.

      Delete
  42. Enak mas masih bisa jalan-jalan terus, hehehe. bener-bener TripOfmine. tapi ngomong-ngomong kalau jalan-jalan sama siapa, kok gak pernah keliatan yang motret. apa bawa-bawa tript buat sefie. :)

    merek minumannya apa mas? biar saya tambah jos jalan-jalannya. ha..ha.ha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah tuh, tebakan perkiraan mas Masandi ada benarnya ;).
      Kadang bawa tripod saat sendirian travellingnya, mas.
      Atau juga kadang dibantuin motret sama temen, juga ... beberapakali pernah punya pengalaman dibantuin difoto sama turis mancanegara :)

      Hahhahaaa ..
      Karena eh karena ngga diendorse, merknya tetap disembunyiin.

      Diganti minum jus pasak bumi saja, mas.
      Lebih bikin jos gandos kekuatannya kayak kekuatan Thor Avengers EndGame wwwkkkk

      Delete
  43. baru tau aku penggunaan kapur barus bisa mencegah kerusakan candi..

    oyaa, aku mau nebak nih..
    minuman pengganti cairan ion tubuh pasti mereknya pocari sweat yaa? ya ngga? ya dong? mehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi penggunaan kapur barus mampu mengusir rayap, kak.
      Aku juga baru kali ini lihat adanya tumpukan kapur barus di dalam bilik candi.

      Hahahhaaa ..
      Kasi tau ngga merknya yaa ...
      Ssst, tebakan kak Thya salaah ...xixixi

      Delete
    2. oh iya bener juga mas hima.. kapur barus bisa mengusir rayap, rayapnya pergi, candinya aman.. hehehe..

      yahh.. kok salah sihh? sedih deh aku.. hihi..

      Delete
    3. Dah jangan sedih, kak ..
      Balasan komentar buatt kak Thya pas di hari buruh, nih .. ntar yang ada tambah sedih gegara tetep masuk kerja, meski di hari libur nasional ... , ngga ada lembur pulaaak ..

      Huuhuu .., nangis guling~guling
      *mewek betulan*

      Delete
    4. mijonnnmijooonnn mijooonnn mijooonnn hahahah
      bener gak tebakan saya?

      emang ada yang lembur hari ini? minta didemo tuh hahahah

      Delete
    5. jadi mas hima gak libur nih hari buruh kemaren? cieee selamat yaaa.. hahaha :D

      Delete
  44. wah 2 hari nggak main ke sini udah makin rame aja gan blog nya, memang mantap nih bos himawan, blog nya kayak pasar, semoga blog saya juga ketularan rame nya amin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin, aku ikut doakan dari sini blognya mas Zunif juga makin rame pengunjungnya, baik silent reader juga meninggalkan jejak berkomentar.

      Delete
    2. bagi -bagi tips nya gan biar blog kita bisa rame getu, apa sih tips rahasia nya, biar komentar dan pengunjung bisa rame getu ya, ane sebagai blogger pemula masih bingung soalnya blog ane sepi sepi aja hahahaha :D

      Delete
    3. Saling bantu comment Yuuk. Di sini ya https://fadlyshouse.blogspot.com/2019/04/ayohijrah-bersama-bank-muamalat.html?showComment=1556661412269&m=1#c3340226856154498109 . Comment nya bebas atau " Selamat Milad yang ke 27th Bank Muamalat Indonesia. ". Trims 🙏, Salam Kenal. .

      Delete
    4. @ Zunif =

      Hmm, yaelah ..
      Mas Zunif jangan merendah begitu napa yaaak ...

      Mas Khanif kan blogger senior, coba bayangin sejak 2010 udah aktif jadi seorang blogger, loh Masa ngakunya blogger pemula :)
      Aku nih yang kudu banyak belajar dari mas Zunif ;)


      @ Ruswati =

      Siyaaaap meluncur, kak ...

      Delete
  45. Thank you for visiting and reading, and especially for commenting on my post. I’m happy you stopped by. That’s so kind of you. Your visit and comment means a lot.

    I'm sorry I couldn't comment on your post content, could not find a way to translate it.

    Wishing you all the best, Have a Great Week!

    ReplyDelete
  46. Waduh seperti biasa dapat tempat di bawah...
    Btw keren ulasanmu mas tentang candi2 ini serasa baca buku pelajaran sejarah tapi versi modern he he he
    Mas jalan rute taman itu kelihatan adem kalau dari fotonya, hmmm mungkin karena saya biasa lihat foto2 pas cuaca super terik di Batam hasil jepretan saya ketika iseng jepret daerah sekitar rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAhahaha setujuuuu, kalau mau tahu banyak tentang candi, blog ini very recomended mbaa hahaha

      Delete
  47. Masuk kesini saya kira udah koment di blognya mas, taunya belum hehe, ternyata banyak juga ya candi2 di kawasan candi prambanan. Klo candi yg ini saya belum pernah, bener tu kata mba rey klo mau ttg candi lumbung baca blognya mas himawan, lengkap banget deh :D

    ReplyDelete
  48. Haiii, tulisan nya detail, panjang & lengkap. Mengundang kaki untuk meninggalkan jejak di sepanjang jalan menuju candi prambanan. Semoga saya dapet kesempatan berkunjung lagi ke sana. Salam Sukses Selalu.

    ReplyDelete
  49. sepertinya lebih seru baca komentarnya ya gan, kayaknya kalau blog nya diganti blog forum lebih mantap kayaknya gan, forum wisata, hahaha mungkin ini ide gila gan dari saya wkwkwk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkwkw, rame banget emang komennya nih, dari dulu kala sering banget orang2 pada nongkrong di komen postingannya hahahah

      Menarik juga tuh idenya :D

      Delete
  50. Kok tau sih mas tempat-tempat beginian. Ya ampun, salut saya

    ReplyDelete
  51. aku salut ama pengetahuanmubttg aneka candi. serius mas, kalo ga baca ini, aku ga bakal tau candi lumbung segala.. taunya selama ini cm candi borobudur,prambanan, candi2 di dieng aja aku ga tu nama tuh wkwkwkwkwm... kamu bisa tulisin dgn detail pula.. hebat sih :D

    ReplyDelete
  52. Liat candi gini jadi inget pas main game PUBG nih kayak di ruins sanhok hehehe
    BTW tiket buat orang bule mahal banget ya hehehe jauh banget tarifnya dibanding sama pribumi, takutya sih ntar saya kesana dikira bule afrika hahahaha

    ReplyDelete
  53. Seru ya kegiatan eksplor candinya, aku pernah sih waktu itu, tapi memang tujauan utamanya ke prambanan, trus ke candi2 sekitarnya naik kereta...jd liat sekilas2 aja. Lha bawa anak2...

    Padahal, seru jalan sebenarnya.

    ReplyDelete
  54. Waa... aku pas ke prambanan kok nggak sampai ke sini hiksss... Seru deh nge trip nya. Kapan ke Candi Gedong SOngo?

    ReplyDelete
  55. Belum ada yang baru nih. Lagi piknik terus sepertinya.

    ReplyDelete
  56. postingannya konsisten ya mas tentang wisata semua...
    Kangen prambanan jadinya, terakhir waktu SMA mampir prambanan. ternyata didalamnya banyak candi candi lain juga to..

    ReplyDelete
  57. kalau memang sudah hobi, rasa lelah karena perjalanan jauh terasa ringan.. kalau saya sih tipe "pomah" alias senang berdiam diri di rumah.

    Eh salam kenal ya, mas

    ReplyDelete