Thursday, March 14, 2019

Epik Eksotiknya Gunung Bagus Paliyan

Setiba di persimpangan jalan depan Taman Desa Giring berhiaskan patung sosok lelaki duduk bersila berpakaian traditional khas Jawa - Tengah lengkap dengan blangkon menghiasi penutup kepalanya ..., sebenarnya instingku sudah mengatakan, jika belokan arah yang benar ke Gunung Bagus di desa Giring, kecamatan Paliyan, kabupaten Gunung Kidul adalah belokan jalan ke arah kiri. 
Terbukti secara refleks tanganku mengemudikan stir kendaraan ke arah kiri.

Tapi setelah beberapa meter melaju, mendadak aku teringat petunjuk arah yang kami peroleh dari pemilik toserba mini, tempat kami memilih membeli camilan dan minuman ion pengganti cairan tubuh sambil beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan berliku dan menikung dengan jarak waktu sekitar 2, 5 jam dari Tugu, pusat kota Yogyakarta melewati rute jalan Wonosari - Bukit Bintang Pathuk - Bundaran Siyono Wonosari - Jalan Kyai Legi - Jalan Ki Ageng Giring - perempatan Wereng menuju ke arah kanan Jalan Wonosari Paliyan. 
Pemilik toserba menyebutkan rute ke arah Paliyan adalah rute berbelok ke arah kanan di pertigaan Taman Desa Giring, seperti instingku yang mengatakan rute yang benar adalah ke arah kiri, kemudian sesuai petunjuknya berbelok ke arah kiri masuk melewati jalan desa, jembatan dan persawahan.

Memang sih, ketemu pemandangan jejeran perbukitan di depan mata, tapi kok bentuknya bukanlah seperti gundukan tanah di Bukit Warinding di Sumbawa, Nusa Tenggara Timur sana yang keeksotikan bentuknya ramai banyak diperbincangkan orang.
Pasti ini salah !, dugaanku langsung mengatakan begitu.
Langsung saja kuhentikan laju kendaraanku di tepi jalan desa dan diseberang sana terlihat 3 petani pria sepertinya sedang melepas penat setelah beraktivitas di sawah.


" Maaf, numpang tanya, pak. Paliyan itu dimana, ya ? "

Salah satu dari ketiga bapak petani menjawab dengan ramah.

" Nah, ini Paliyan, mas. Dari sini sampai kesana ke bukit di depan sana itu Paliyan. Memang mas mau kemana ? "
" Tapi itu loh, pak ..., bentuk gunungnya yang berupa gundukan begini ..., begini  "

Jawabku sambil memperagakan tangan membentuk 2 gundukan seperti bukit. 
Belum sempat ketiga bapak petani menjawab pertanyaanku, seorang ibu paruh baya yang menyunggi tumpukan jerami kering diatas kepalanya muncul dari jalur pematang sawah, rupanya si ibu itu mendengar apa yang sedang kami bicarakan.
" Oh,itu looh ..., lokasi yang dicari mas ini pasti gunung Bagus. Yang bentuk gunungnya seperti gundukan - gundukan bukit seperti bukit di film teletubbies dan bagus buat foto - foto itu, kaan ? "

Nerocosnya sambil tersenyum sumringah memamerkan deretan giginya yang masih tersusun rapi. Dalam hati terselip rasa kagum juga melihat ketangguhan fisiknya masih mampu menyunggi tumpukan jerami sebanyak itu.
Mendengar nama gunung Bagus disebut, aku langsung teringat jika nama gunung yang kucari lokasinya adalah bukan Paliyan dan spontan aku membalas perkataannya ... .
" Ohh ..., itu dia bu, pak gunung yang saya cari. Gunung Bagus "

Salah satu bapak petani berbadan atletis bertelanjang dada lantas berdiri memberikan pengarahan arah rute yang benar.


" Itu namanya gunung Bagus, mas. Masih jauh ditempuh dari sini. Kalian kembali melewati jembatan besar, ada polsek di sebelah kiri di dekat persimpangan jalan lurus saja, jangan berbelok. Kemudian diseberangnya ada taman, namanya Taman Desa Giring ambil lurus saja. Dari sini sampai tiba di depan Taman Desa Giring kira - kira masih 6 kilometer, terus untuk tiba di gunung Bagus dari situ masih sekitar 3 kilo lagi "

Dijelaskan begitu, dalam hati spontan aku berucap " Wouw, aku telah kesasar arah sejauh sekitar  9 kilometer dari sini !".

Setelah berpamitan, perjalanan rute kembali kuarahkan berbalik arah melewati jalan kedatangan semula untuk kembali tiba di depan persimpangan jalan di depan Taman Desa Giring ditemani matahari bersinar terik diatas kepala kami. 
Percakapanku dengan para petani sebenarnya kuawali dengan menggunakan bahasa Jawa kromo, bukan untuk gegayaan seolah aku fasih benar menggunakannya tapi setidaknya untuk melatih kepandaianku menggunakan bahasa Jawa halus, tapi perkataan selanjutnya aku gelagapan mengutarakan pertanyaan menggunakan bahasa Jawa kromo ..., beruntungnya si bapak paham aku terlihat gugup bicara bahasa Jawa kromo sepenuhnya dengan mencampuradukkan bahasa Jawa kromo disertai bahasa Indonesia dan tiba - tiba percakapan selanjutnya bapak itu menggunakan bahasa Indonesia ha ha ha ... , sebetulnya aku malu kalau teringat itu. 

Memang selama ini, aku hanya mengerti nama lokasi keberadaan bentuk gunung mirip dengan setting gundukan tanah hijau lokasi film anak - anak Teletubbies dan memiliki pemandangan nyaris mirip serupa dengan bukit Warinding di Nusa Tenggara Timur itu, hanyalah Paliyan. Tanpa mengerti nama sebenarnya gunung photogenic itu adalah gunung Bagus.
Padahal ternyata cakupan wilayah kecamatan Paliyan itu cukup luas, pantas saja kalau jadi kesasar he he he ... . 

Setiba kembali di depan lokasi Taman Desa Giring dan bersebelahan dengan balai desa sengaja kufoto lokasinya sebagai penanda dan panduan rute yang benar ke arah gunung Bagus dari arah kedatangan kota Yogyakarta. 
Perjalanan kulanjutkan kembali setelahnya sejauh sekitar 3 kilometer melewati jalan desa beraspal mulus dan rindang tertutup jejeran dedaunan lebar pohon jati di sepanjang kiri dan kanan jalan. 


Trip Of Mine

Ini benar photogenic !. 
Gumamku setelah mulai terlihat bukaan pemandangan bentangan dan lekukan gundukan demi gundukan tanah karst berada di kanan kiri jalan membelah badan gunung Bagus.
Tampilan menakjubkan pemandangan alam ladang perkebunan jagung hibrida menggantikan lahan perkebunan pohon jati setelah ditebang seluas 132 hektar milik Dinas Kehutanan DIY ini membuat kami berdecak kagum akan keindahannya dan membuat kami penasaran untuk melintasi jalan rayanya yang berkelok naik turun dari ujung ke ujung batas desa. 


Trip Of Mine

Masa musim penghujan dengan curah hujan yang singkat di daerah Gunung Kidul membuat sebagian tampilan permukaan tanah terlihat cokelat mengering, deretan batang pepohonan jagung siap panen dan batang pohon sisa panen berwarna kuning keemasan yang masih berdiri tegak di tanah dan sebagian lagi area gundukan terlihat belukar menghijau ... , sungguh kesemua itu membuat pemandangan bentangan deretan gundukan - gundukan gunung Bagus terlihat semakin eksotik. 


Trip Of Mine

Setelah menyusuri jalan raya di tengah badan gunung Bagus yang merupakan jalur alternatif menuju ke pantai Baron sejauh 13 kilometer, kami memilih beristirahat makan siang menikmati sajian menu lothek di sebuah warung sederhana di tepi jalan sembari melihat pemandangan aktivitas petani jagung diladangnya dan sambil menunggu waktu mendekati sore hari seperti yang kami agendakan ..., berburu foto ditemani sinar matahari sore. 



Trip Of Mine

Pukul 15. 00 seperti yang sudah direncanakan berburu dokumentasi foto kenangan liburan di gunung Bagus disertai efek sinar matahari menjelang senja, kami lakukan. 
Terbukti pantulan sinar matahari pagi ataupun sore hari menciptakan obyek foto ikut memperindah tampilan gambar. 
Beruntungnya, sepanjang waktu di hari itu cuaca berlangsung cerah saat pengambilan gambar dari spot satu berpindah ke spot lainnya, meski bunyi geludug sekali terdengar cukup kencang. 
Dan melihat semua hasil bidikan kamera di lokasi gunung Bagus kecamatan Paliyan ini, aku sangat senang. 
Property kain tenun etnik traditional yang kukenakan untuk pelengkap berfoto sekaligus ikut mempopulerkan khasanah kekayaan kain Indonesia ikut berkibar - kibar tertiup kencangnya angin saat itu ... , seolah menyatu dengan pemandangan alam epik eksotik gunung Bagus. 


Trip Of Mine

Hampir dikesemua lansekap area pemandangan gunung Bagus terlihat photogenic, tak terkecuali di beberapa jalan setapak pedesaan, masuk jauh dari jalan raya beraspal ditengah badan gunung. Ini kubuktikan dari hunting lokasi berburu fotografi ... , lansekap keindahannya tak hanya terlihat berada di tepi jalan dan naik mendaki ke salah satu gundukan tanah, kemudian berfoto dengan menaiki undakan anak tangga spot gardu pandang juga difungsikan sebagai lokasi berfoto terbuat dari susunan potongan kayu. 


Trip Of Mine

Kuperhatikan ada satu jalan setapak menuju ke sebuah perkampungan pemandangannya hampir mirip dengan pemandangan jalan menurun di hutan pohon pinus Kragilan, Magelang. 
Bedanya, jalan setapak perkampungan satu perkampungan desa di kaki lembah gunung Bagus ini, kiri dan kanan jalanan curamnya diapit deretan hutan pepohonan jati. 

Dulu saat pepohonan jati belum ditebang, lansekap gundukan - gundukan gunung Bagus tidak begitu terlihat, keindahan pemandangannya tertutup rapat oleh jajaran batang dan rimbunnya dedaunan pohon jati. 


Trip Of Mine

Keeksotikan lansekapnya terlihat begitu jelas setelah pepohonan jati ditebang dan lahannya digantikan oleh ladang tanaman jagung. Tanaman jagung yang ditanam merupakan jagung varietas unggul hibrida bertongkol dua. 
Hasil panennya diantaranya dimanfaatkan untuk pakan ternak dan olahan produksi penganan ringan emping jagung.


Lokasi :
Gunung Bagus
Desa Giring, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tiket :
Tidak dikenai beaya masuk, hanya beaya parkir.

Tips berlibur di gunung Bagus :
▪ Lokasi hutan area perkebunan pohon jati dan perkebunan jagung hibrida gunung Bagus tidak dilalui oleh angkutan umum. 
Pastikan membawa kendaraan pribadi atau menyewa carteran kendaraan untuk mencapai lokasi.
▪ Berbelok ke arah kiri di dekat Taman Desa Giring adalah rute yang benar.


Trip Of Mine
Lokasi persimpangan Taman Desa Giring

▪ Kenakan krim atau lotion tabir surya dan kenakan properti untuk melindungi diri dari terpaan sinar matahari.
▪ Perhatikan peraturan untuk tidak menginjak, mencabut dan merusak tanaman jagung.




231 comments:

  1. Wah di kecamatan Paliyan di lokasi gunung Bagus daerah gunung kidul ini ternyata terdapat gundukan-gundukan bukit yang unik..
    Wouw... Ada bukit Teletubbies..!Lucuu.. Imut dan instagenic View bukit teletubbies ini. Horee Tingki Wingky Lala, Dips, Pooh..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Unik banget kan bentuk gundukan~gundukan tanah karst di gunung Bagus kaan, sista :) ?.
      Cocok banget buat lokasi pemotretan dan juga lokasi setting shooting action.
      Saat disana aku langsung kebayang seandainya saja lokasi ini dijadikan lokasi shooting film Hollywood, filmnya bakalan keren.
      Aaakh khayalan tinggi dariku .. ckckck

      Kalau diperhatikan memang mirip ya sama bentuk gundukan-gundukan bukit di film teletubbies ..
      Eh siapa tau ya suatu saat nanti Tingki Wingky Lala Dips Pooh pada tertarik liburan kesana hahaha ... dikiranya mereka ada kembaran bukit seperti bukitnya mereka :D

      Delete
    2. Iya unik banget kok ada gundukan-gundukan tanah yangyang mirip bukit teletubbies. Lokasi gunung bagus ini memang oke.

      Ternyata kita hampir sama mikirnya, menurut brader lokasi ini bakal oke buat lokasi shooting film action pasti karena lokasinya yang terkesan agak tandus itu kan? Hehehe.
      Kalau menurutku lokasi ini cocok dibuat lokasi film action dan thriller.
      Karena seperti lokasi ini mirip dengan film-film Hollywood di mana mereka sengaja menggunakan lokasi sepi di pinggiran jalan tol yang lebar tandus dan nggak berpenghuni untuk tema film action, thriller phsyco dan film yang agak menegangkan lainnya.
      Wah pasti keren ya lokasi gunung bagus ini kalau benar dibuat lokasi shooting.

      Ooh iya benar ntar Tingki Wingki Lala, Dipsi, Pooh bakal datang mereka tertarik dan berimigrasi ke gunung bagus, Wah yang ada lokasi ini ntar jadi tempat wisata penuh para bocah-bocah balita karena ada maskot teletubbies yang real Astaga..! .Wkwkwkwk. :D

      Dari foto-foto di atas aku pilih picture nono. 3 dan 4.
      Picture no.3 your style yang lagi duduk di pinggir jalan nyender di tembok/batu itu jadi mirip film luar yang adegan nya lagi nunggu kendaraan lewat untuk nyari tumpangan. tapi oke juga cool picture :)

      Picture no. 4 aku suka lihat dipinggir jalan ada tanaman jagung hibrida,viewnya keren ada corn field nya. Ayok panen jagung, tapi itu jagungnya orang ya? Wkwkwkwk.. :D

      Btw Syal or kain tenun yang dipakai motifnya etnik, asalnya kain tenun ini dari NTT atau dari mana brader?

      Delete
    3. Oh, sista juga kepikiran sama kayak aku ya kalau lokasi gunung Bagus ini keren buat setting lokasi shooting film Hollywood hehehe :)
      Ngebayangin lihat adegan film kejar-kejaran diambil dari lokasi fotoku saat berdiri di ketinggian gundukan itu .. waah pasti mendebarkan hasilnya.
      Tak cuma dari atas ketinggian, ngeshootnya di sepanjang lekukan naik turun jalan juga .. bakalan ciamiik hasilnya.

      Hahahahaa ..
      Bisa jadi lokasi wisata ini jadi lokasi liburan favorit para anak-anak kecil setelah para teletubbies betulan shooting berada di gunung Bagus :D.
      Cuma anak-anak tetap harus dijaga maksimal karena jalan beraspal mulus di tengah badan gunung ini cukup rame, sista ... bentar-bentar bersileweran kendaraan lewat 2 arah.
      Itu difoto pertamaku kalau dizoom kelihatan motor lewat kan ... :).
      Karena jalurnya menurun dari arah satunya, rata-rata kecepatan kendaraannya melaju cukup kencang.

      Terimakasih sudah menyukai fotoku nomor 3 dan 4, sista :)

      Properti kain etnik yang kukenakan buat pelengkap foto kali ini motifnya Asmat, Papua.
      Sengaja kukenakan yang bercorak dengan warna coklat dan biru agar sesuai pemandangan warna alam dan langitnya.

      Delete
    4. Selimutnya itu lho rak nguwati....pengen aku....

      Delete
    5. Harus tetap kuat dirimu, maas .. sekuat dan sekokoh batu karang.
      Wwwwkkwk, apaan sih aku ini :D

      Delete
    6. @Asnaji =
      Ooh.. di kolom komenku ada yang nangkring ternyata Pak admin Triknews wkwkwkwk :D

      @Himawan Sant =
      Iya benar aku juga berpikiran bila lokasi gunung Bagus ini cocok dibuat shooting film.srperti film-film Hollywood. Yups ntar selain dari atas pengambilan gambarnya juga dari bawah naik turunya lekukan gundukan tsb pasti hasilnya oke juga buat film action or koboi.

      Iya kemungkinan kalau ada maskot Teletubbies yang asli bakalan jadi lokasi wisata favorit bagi bocah-bocah kecil. Tapi kata brader tempatnya ramai dengan kendaraan yang melaju kencang ya? Jadi kurang aman ya buat wisata dengan tema Teletubbies. Mungkin next di lokasi lain yang ada bukit Teletubbies nya bisa dibuat wisata buat penggemarnya bocah-bocah kecil:D
      Iya di foto pertama tampak ada kendaraan lewat.

      Iya sama-sama . Sorry ternyata aku salah lihat. Maksudku picture no.2 dan no. 3. Aku suka lihat ada view ladang jagungnya. Tampak nuansa tropis eksotis.

      Ooh baru nyadar kalau ternyata dulu lokasi gunung Bagus ini awalnya adalah hutan perkebunan Jati ya milik dinas Kehutanan ya?
      Setelah pohon-pohon Jati ditebang baru kelihatan ya ternyata berupa gundukan-gundukan tanah yang unik dan sekarang menjadi view wisata yang eksotis. Kreatif juga ya idenya. Great.

      Jadi syal kain tenun yang dipakai brader ini adalah tenun etnik suku Asmat dari Papua ya? Unik khas Indonesia. Kain tenun ini dipakai untuk keperluan properti foto saja ya brader?
      Kalau begitu koleksi kain tenun nya macam-macam dari berbagai daerah ya brader? Kalau di Indonesia Timur memang banyak dihasilkan kain tenun. Coraknya etnik tapi generasi muda sekarang kurang melestarikannya.


      Delete
    7. Iya, sista .. ada komentar dari mas Asnaji di urutan komentarnya sista.
      Katmana ngga ku~ku lihat kain etnik :)

      Semoga saja kelak betulan lokasinya dilirik produser perfilman Hollywood ya.

      Bisa sih sebenarnya, lokasinya emungkinkan untuk area liburan anak~anak, tapi bukanlah ditepian jalan rayanya.
      Banyak lahan lapang di area hutannya.
      Saat foto-foto ditepian jalan raya itu bentar-bentar minggir karena kendaraan lewat dengan kencang.

      Oh sista menyukai lokasi foto nomor 2 dan 3 :).
      Iya, difoto itu terlihat jelas jejeran batang pohon jagung warna keemasannya.

      Koleksi beberapa kain tenun traditional kupakainya buat properti berfoto saja, ngga kukenakan buat harian, misalnya saat naik motor ... ntar dikira orang aku kayak Batman, sayapnya berkibar-kibar di sepanjang perjalanan wwwwkkkk :D *lol*

      Delete
    8. Wah keren nih bukit-bukit nya dibuat foto selfi Instagrammable bangetπŸ‘πŸ˜„
      Makasih info nya kakπŸ™‡
      Siapa tahu suatu saat aku bisa wisata ke gunung Bagus ini untuk mengeksplor keindahan dan keelokan alamnyaπŸ˜†

      Delete
    9. Yups, who knows siapa tau kelak betulan terlaksana sista Fidy dan keluarga mengeksplore lokasi wisata GunKid yang banyak pilihan destinasinya, mulai dari deretan pantai-pantai berpasir putih, susur gua, ketinggian bukit, hutan pinus, kebun bunga juga sekarang gunung Bagus ini.
      Buat jelajahi kesemuanya seminggu kayaknya ngga bakalan cukup waktu hehehe :)

      Delete
    10. Aku kemarin itu jawab di tombol reply paling atas, tapi ternyata muncul di sini juga ya? Hehehe.. Tahu aja nich kalau akun di atas itu akun ku? Wkwkwkwk..:D Maksudnya aku komen selipin akunku yang lain supaya nggak komen lain yang nyerobot komen di kolomku. Hihihi.. :D
      Maaf ya pak Asnaji
      Oh iya mungkin pak Asnaji nggak kuat lihat kain tenun nya brader jadi dia kepingin dibagi buat selimut ya katanya? Wkwkwkwk.. :D
      Lah sayang kan kalau kain tenun dibuat selimut, mahal kan tenunan seperti itu?

      Btw iya who knows siapa tahu kapan-kapan bisa liburan ke gunung Bagus bareng saudara-saudaraku. Kalau ponakan kayaknya nggak mungkin mereka udah pada beranjak ABG maunya travelling yang kekinian. Hehehe :)

      Oh tapi ntar aku belum kesampaian ke gunung Bagus.., eh pohon jati nya sudah tumbuh lagi besar dan rimbun udah tampak hutan jati lagi, ntar nggak terlihat bukit teletubbies lagi? :(

      Andaukan nggak usah ditanami pohon jati lagi cukup tanami jagung aja atau yang lain pasti bakal terlihat terang dan ceria view alam sekitar dan bukit teletubbiesnya..:)

      Delete
    11. Iya, sista aku tau akunnya sista yang lain karena kulihat kok namanya lain dan manggilnya kok kak .. wkkkk :D.
      Langsung cuuz meluncur bermaksud bewe balik daan .. benar adanya kalau itu akunnya sista.
      Setelah itu kukomen artikel bolu hijau, mana kebetulan pas lapar menyerang, panggilan alam perut minta diisi hihihi :)

      Iya, harga kain etnik cukup mahal , jadi sayang kalau digunain buat selimutan temen tidur.
      Ntar aja kalo udah jadi milyuner ya, mas Asnaji dan sister .. gonta-ganti selimutan pakai kain etnik ;)

      Aku doain sista kelak betulan terlaksana liburan mengeksplore wilayah GunKid.
      Kalo bareng ponakan ngga bisa, ayok kutemenin deh, ceritanya jadi tour guide dadakan gitu hehehe :)

      Delete
    12. Hehehe... Sudah kuduga ternyata bisa tahu nama akunku yang lain. Namanya memang beda tapi hampir sama aja kan?
      Oh iya di akunku yang satunya itu aku manggil nya Kak biar beda aja sama akun yang ini manggilnya brader. Nggak apa-apa kan manggil kak? daripada manggil Om atau pak? Hehehe.. :D
      Iya brader bw komen di artikel puding roti pandan (bukan bolu hijau) lapar ya? Wkwkwk.. dan aku sudah jawab komen di artikel tsb.

      Yang minta kain tenun untuk selimut itu pak Asnaji lho ya bukan aku, disamping mahal kain tenun itu kok nggak pantas dibuat selimut. Hehehe.. :D
      Kain tenun itu cocoknya ya buat foto atau ke kondangan (belum pernah nyoba sich hanya mereka-reka). Wkwkwkwk..:D
      Kalau aku pribadi suka kain Bali yang adem cocok buat dipakai ke pantai.. Hehehe.. Bahkan bahan kain Bali sekarang itu sudah dibuat untuk mukena sholat karena bahannya adem dan halus.:)

      Makasih doanya supaya aku bisa kesampaian luburan ke bukig telrtubbird di lokasi gunung bagus ibi.

      Wah beneran nich brader mau nemenin aku untuk jadi tour guide dadakan? Danke.. Makasih.. Yeah Asyiik..! ada tour guide nya. Tapi belum tahu kapan aku bisa nya.. :(
      Semoga aja kesampaian ke sana saat pohon jati belum tumbuh besar jadi hutan lagi.




      Delete
    13. Wwwwkkk aku kok selalu geli ya kalau lihat ada panggilan dengan sebutan pak atau om di blog gitu..., rasanya kok terkesan resmi dan tuwir banget :D
      *efek ngga mau tua* hahaha

      Iya betul mas Asnaji yang pengin kain etnik buat selimutan temen boboknya :D.
      Eman~eman ya, sista.
      O,iya tow sekarang kain etnik Bali udah mulai digunakan buat property lain seperti mukena juga.
      Berarti masyarakat lokal sudah mulai tertarik gunakan kain etnik khas suatu daerah, ya ..
      Ikut senang kalau begitu :).

      Ahsiyaaap .. ntar aku jadi tour guidenya ;).
      Karena wilayah GunKid itu kan luas biar ngga kesasar kuanterin hehehe.
      *ngomong gini kayak diriku ngga pernah kesasar ajah wwwkkk*

      Delete
    14. So jadi mending dipanggil kak kan ya daripada dipanggil Om atau pak? Ntar kesannya tua begitu "Efek nggak mau tua yah?" ihihi... Pinginnya "forever young" terus ya? Ntar kayak vampir ketje dong seperti dalam film breaking down? Wkwkwkwk..:D Becanda ya..

      Yups sayang dan eman-eman kain tenun dibuat selimut.
      Iya kain bali tapi bukan yang bercorak etnik, melainkan kain bali yang bermotif ceria (kain untuk ke pantai) sekarang sudah mulai dibuat seperti t-shirt dan mukena karena bahan kainnya yang lembut dan adem hingga nyaman dipakai buat mukena, aku punya seperti itu. Pesan di online banyak. Seperti kain tenun ini juga pesan online ya ?

      Bener ya brader siap jadi tour guide aku kalau ke gunkid.. Yeah Sik..Asyik... Makasih ya? Bener kalau nggak ntar aku kesasar nggak tahu jalan..berabe..
      Brader juga kesasar jauh ya? Tapi kan nggak sendiri dan banyak nanya info je petani dan akhirnya bisa nyampe di lokasi gunung bagus. Area gunung Kidul itu luas banget ya? banyak wisata yang dibangun di sana ya? Kalau begitu masih banyak lokasi yang perlu dieksplor brader di sana ya? Hehehe.. :)

      Delete
    15. Menurutku iya, panggilan dengan sebutan pak atau ibu itu cocoknya buat di kantoran atau dikeseharian ke orang yang tampak lebih tua wajahnya :).

      Yang dimaksud sista dengan kain Bali itu apakah kain pantai seperti yang pernah kugunain buat properti foto di candi Umbul itukah ?.
      Kain etnik kepunyaanku ada yang hasil oleh-oleh keluargaku saat travelling ke suatu daerah juga pemberian dari klien.

      Area Wonosari atau GunKid itu luas, sista.
      Satu pantai ke pantai lain jaraknya ada yang berdekatan tapi ada juga perlu waktu ditempuh dalam jarak hitungan jam.
      Demikian juga obyek wisata lainnya, ditambah rutenya yang berliku meliuk-liuk, jadi memerlukan waktu yang lama.
      Aku yakin kalau seorang diri buat orang yang pertamakali berkunjung kesana ke panntai A atau H misalnya, bakalan muter-muter kesasar arah hehehe :)

      Delete
  2. Okeh baiqlah, mari kita nobatkan Himawan sebagai travel blogger ter potomodel wakakakkaak..

    Kayaknya bener kata temen2, saya rasanya baru aja tau Himawan satu2nya travel blogger yang memasukan posenya yang gak biasa di setiap foto lokasi yang di ceritakan.

    Dan btw, saya ngakak banget baca bahasa Jawa alus itu.
    Jawa alus di jatim aja udah bikin saya nganga, apalagi jateng, kayaknya lebih enak banget gitu, renyah di dengar.

    Biasanya orang2 di pedesaan selalu menggunakan bahasa Jawa alus, tapi si bapak malah ngerti ya dan mengajak pakai bahasa Indonesia.

    Saya malah, lepas dari Surabaya, kalau ketemu orang tua saya nganga, mereka pakai bahasa halus , dan saya sama sekali ga ngerti bahasa gitu hahaha

    Btw, ternyata di Jawa juga banyak ya pemandangan indah kayak di daerah lain, sayangnya jagungnya pas kering ya, coba kalau lagi hijau, lebih keren deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhaahahaha ...
      Aku langsung kebayang acara malam penobatan penghargaan ajang blogger award deh, kaaak .. hahaha:D !.

      Oh iyakah teman-teman kak Rey pada mengomentari kalau pose~pose foto artikel blogku ngga berpose foto biasa ?.
      Hihihi .., malu juga rasanya jadi perbincangan :).
      Soalnya gini sih, kak .., aku pengin terus sebisa mungkin berfoto di lokasi wisata sebaik mungkin agar pembaca tertarik datang kesana juga ..., dan jadilah aku berpose foto ngga biasa meski sebetulnya lelah juga setelah menempuh perjalanan jauh terus pasang aksi gegayaan foto daaan .. diulang-ulang wwwkkkkk :D

      Aku sebenarnya juga malu kalau ingat percakapan dengan para petani gunain bahasa Jawa kromo begitu .. gayanyaaa sok pinter ngomong pakai bahasa Jawa alus, eeh berujung malah belepotan jawabnya hahaha ...
      Kayaknya ngga lagi lagi deeh :D
      Wuaaah berarti kak Rey ini kayak aku juga yaa .. begitu diajak bicara pakai bahasa Jawa halus langsung gelagapan nganga kebingungan mau nerusin ngucapin kata apa hihihi ...

      Betul, di pulau Jawa buanyaak banget pemandangan alam ketje-ketje dan ada beberapa lokasi yang pemandangannya mirip-mirip di luar Jawa dan ada juga yang kayak di belahan negara Eropa.
      Ya kak, kalau pas gundukan-gundukan tanahnya menghijau tampak keren juga, kebetulan aku malah suka lihat yang mengering begitu karena apa .. matching sama warna property kain etnik hahaha :D

      Delete
    2. wkwkwkwkkw.. iyaaa, waktu awal saya liat fotonya saja, saya pikir malah lagi liburan di luar Jawa, pas baca eh ternyata masih di sekitar Jateng dong hahahaha.

      Ayo explore semua kawasan Jateng, setelah itu pindah ke Jatim, masih banyak wilayah keceh yang harus diexplore, semoga ke depannya bisa dapat sponsor keliling Indonesia, aamiin :D

      Delete
    3. Amiiiin, semoga benar terwujud doanya kak Rey :).

      Iya nih rasanya belum puas mengeksplore Jawa-Timur,kak
      Waktu itu saja baru kesampaian ke Malang .. padahal Malang seabrek juga pilihan wisatanya.

      Delete
    4. heran saya lihat komentar panjang amat. bisa jadi satu postingan.

      Delete
    5. Wwwkkkwk ..
      Komentar panjangnya gegara saking numpuknya ide tulisan di kepala, maas ..., akhirnya tersalurkan di kolom komentar :)

      Delete
    6. belum lagi post ini panjangnya minta ampun

      Delete
    7. Apa iya gitu sih, mas ?.
      Apa ngga kurang panjang ..

      Delete
    8. Himawan sebagai travel blogger ter potomodel...saya sangat setuju....karna dalam setiap posting pasti Bang Admin ngikut nongol.......

      Delete
    9. @ Asnaji =

      Perasaan ngga cuma aku deh mas yang sosokku ikut nongol di setiap postingan ..., travel blogger juga kok, sosok mereka juga ikut kelihatan di foto
      Hehehe:)

      Delete
    10. wakakakakak, iya juga ya, kalau dijadikan postingan semua komen2 di sini, kayaknya udah bisa jadi 10 artikel bahkan lebih deh hahaha.
      Tapi di situlah letak keunikannya wkwkwkw

      Delete
    11. Wwwkkkkk ...
      Ijinkan aku ketawa dulu akh, kaaak ...
      Pokokè aku kalau baca komentar dari kak Rey tuh langsung reflek ngga sadar ngakak ngagetin orang sekitar :D

      Komentar-komentar panjang karena kita-kita semua kelebihan daya muat ide tulisan yang menumpuk du kepala, kak ...
      Jadii .. semua pengomentar di artikel ini membuktikan kalo kita semua pada pinter menulis ;)

      Delete
  3. AKhirnya mas Himawan kesini juga hehhe
    ini sudah dipanen ya mas jagungnya?
    soalnya pas bagus2nya itu pas kmrin pas hijau,,

    btw mas Himawan sempat melihat bibit pohon jati yang ditanam kah?
    masih kecil2 dan berapa tahun lagi entah bisa jadi hutan jati lagi seperti sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, mas... akhirnya 'menyusul' dirimu ke gunung photogenic ini hehehe.
      Meski pakai acara kesasar sejauh 9 kilometer segala wwwkkk :D.
      Saat diperjalanan aku sama sekali ngga ngeh kalau nama gunungnya tuh gunung Bagus ..., taunya cuma nama Paliyan.

      Iya, aku juga lihat bibit tanaman pohon jati di beberapa tempat, mas.
      Aku blusukan hampir ke semua area hutannya karena penasaran bentuk gundukan dilihat dari sisi berbeda juga buat hunting lokasi foto.
      Mas Aldhi juga menyempatkan diri blusukan ke seluruh areanya, ya ?.

      Ada satu cerita unik turun temurun tentang gunung Bagus ini tapi ngga kusertain di artikel :)

      Delete
    2. haha bisa2nya nyasar mas..
      tapi gpp kan jadinya lebih berpetualang
      ya kan?
      aku belum blusukan masuk mas, soalnya lagi rame banget jdinya agak mager

      wahh ceritain ding mas, di komen aja wkwkw

      Delete
    3. Iya sih, tapi jadi ngabisin bensin wwwwkkkkk :D.
      Aku nebaknya mas Aldhi ke gunung Bagus kayak~kayaknya di hari Minggu nih .. karena lagi rame banget pengunjungnya.
      Ya kan ? :).

      Ternyata legenda turun temurun disana itu tentang legenda Jaka Tarub yang sama kayak di air terjun Sekarlangit Magelang, mas.
      Ada makamnya pula disana.
      Tapi waktu itu aku ngga kesana cuma dapat infonya dari penduduk.

      Delete
    4. nah itu,, ada ptilasannya
      aku juga blum gitu paham itu makamnya siapa dan sejarahnya
      sepertinya menarik nih mas :D

      Iya aku kesana hari mnggu jadinya rame banget hahaha

      Delete
    5. Katanya sih makamnya Jaka Tarub dan Nawangsih (anaknya Jaka Tarub).
      Atau juga makamnya Nawangwulan, aku lupa pastinya makam siapa karena ngga kucatat penjelasannya waktu itu.
      Kalau didengar dari penuturan legenda di air terjun Sekar Langit Magelang, katanya sosok Jaka Tarub itu moksa (menghilang) setelah bertapa di lokasi air terjun besar itu.
      Tapi kalau di gunung Bagus ada makamnya.
      Jadi bingung mode:ON :D

      Repotnya gitu ya kalo dolan di hari Minggu atau libur nasional, lokasinya hampir selalu berjubel, bikin kesulitan mengambil gambar, bocor kemana-mana.

      Delete
    6. oh gitu,,
      aku baru tau itu sejarahnya
      btw tentang moksa, aku masih awang2en tuh mas,,
      moksa itu artinya apa sama seperti reinkarnasi?
      atau gmn ya haha

      yup mas aku kmren untung pagi sih,, agak rame.. eh pas mau siang kan mau pulang ,udah rame aja haha

      Delete
    7. Moksa itu menghilang mendadak setelah melakukan bertapa, mas.
      Hilang lenyap entah kemana fisik dan rohnya.

      Hahaha .. kayak pasar tiban dong, ya .. tetiba rame suasananya.
      Beruntung penampakan foto gung Bagus di artikel mas Aldhi kelihatan clear, ngga bocor kayak dawet penuh orang :D

      Delete
  4. gunung kidul bagus ya sekarang mas, jalannya keren-keren dan dulu ketika lewat sana memang banyak pohon jati.
    tapi saya belum pernah ke gunung yang bentuknya begini-begini gitu mas (sambil memperagakan dengan tangan)..
    wkwkwkwk...

    kalau dikelola lagi, bisa menjadi pusat pariwisata baru nih..
    gara-gara mas hima nanti tempat ini jadi viral lho..
    hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwkkkwwk ..
      Entah sebenarnya apa yang tertanam di pikiran bapak-bapak petani itu saat aku meragain 2 gundukan ..., batok kelapakah atau .. uhuk .. apa yaa ..
      hahaha :D
      Malu kalau ingat itu.

      Ya, bli sekarang jalur di Gunung Kidul sudah digarap baik.
      Di area pantai-pantainya juga jalannya sudah bagus.
      Kapan ke Yogya lagi, explore GunKid lagi ya, bli ... sekaligus mampir hunting foto juga di gunung Bagus :)

      Delete
    2. iya mas, cari waktu dan dana dulu deh..
      biar bisa main ke jogja..
      nanti aku kabari dah kalau kesana, kita bisa ngobro-ngobrol..
      hehehe..

      kangen sama suasana jogja sih mas..
      banget...
      soalnya nyaman banget tinggal disini..

      Delete
    3. Siaaap, bli Eka .. , kabar-kabarin ya kalau udah punya rencana bernostalgia di Yogya, ntar kita bisa ngobrol soal blog dan bisa mengeksplore lokasi wisata barengan.

      Iya juga ya entah kenapa suasana Jogja itu kok ngangeni :)

      Delete
  5. setelah lama saya tunggu postingannya ternyata bagus juga, eh gunung bagus maksudnya...kok ya bisa nemu tempat yang se tersembunyi to ya mas....mau kesana aja sampe kesasar 9 km.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kak Devina setia menanti postingan terbaruku hehehe :)

      Kuylah gegara aku ngga tau pasti apa nama gunungnya, kak ...
      Ngertinya cuma Paliyan.
      Pantas mbak pemilik toserba mini ngarahin rutenya ke arah kanan .. lah wong wilayah Paliyan ternyata luas dan pasti ngertinya si mbak itu lokasi bukit lain, bukan gunung Bagus :)

      Delete
  6. Kerennn..😎😎😎
    Ak lgs cek ricek buka link-nya nih Mas..😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kakaaak, eh# salah lagi *nepukkening* .., mbak Arie :)

      Ayook ajak keluarga liburan kesana, mbak.
      Kan lokasinya di wilayah Yogya tuh, udah ngga jauh-jauh ditempuh amat dari rumah mbak Arie.

      Delete
  7. mas bisa ngomong bahasa jawa kromo? keren dah.. tapi kaku gitu gak kalo ngomong jawa alus? heheheeh..

    gunung bagus nya bener kayak bukit teletubies yaa, tapi sayangnya gak pas lagi hijau yaa mas. itu pohon jagung nya abis dipanen yaa?

    foto-fotonya instagramable banget mas hima, cakep banget deh. kainnya. wehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jawabannya adalah .. iya, kaku gitu, kak ...
      Hahaha :D.
      Soalnya dari kecil ngga dibiasain sehari-harinya bicara gunain bahasa Jawa kromo, terus setelah lulus SMA aku merantau lama.
      Kalau kak Thya lancar ya komunikasi pakai bahasa Jawa kromo dalam percakapan panjang ya ?

      Iya kak bentuk gundukan-gundukannya mirip banget sama bukitnya para teletubbies ;).
      Ada sebagian tanaman jagungnya usai dipanen juga ada yang belum dipanen, kak.

      Terimakasih opininya tentang foto-fotoku, kak.
      Ge-eR mode:ON nih hihihi :)

      Delete
  8. tentu di sini jagungnya dijual murah... cantik view nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau ngeborong jagung disana buat dibawa ke Kuala Lumpur,kak Anies ? ... hehehe ..

      Delete
    2. boleh2. post ke sini. nanti saya jual di bazar ramadan tidak sama lagi. cari uang untuk lebaran hahahahahaha

      Delete
    3. Hahahaha ...
      Baiklah, itu ide yang cerdas, kak :D

      Delete
  9. Foto yang pertama cool banget...poncho nya bsa melambai begitu..
    landscape nya emang luar biasa eksotik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opini fotoku, kak Lantana :).
      Nulis gini sambil senyam senyum hehehe

      Tentang lansekapnya eksotik... aku juga sependapat, kak.
      Unik banget.
      Di foto pertama terlihat jelas belokan jalan membelah badan tengah gunung dan lekukan-lekukan gundukan ... ketje abiiis

      Delete
    2. Bener, lekuk-lekuk gunungnya sangat indah...sayang ya, pohon jati sudah tidak ada lagi, digantiin jagung tapi setelah jagung dipanen jadi kelihatan gersang....

      Delete
    3. Ntar kesananya lagi nunggu gundukan~gundukan mulai kelihatan menghijau yuk, kak ...

      Kak Lantana ikut fefotoan pakai kain etnik ..., pasti keren :)

      Delete
    4. Mesti, ntar kalo hijau datang lagi, dan kalau di "shot" di tempat yang sama, hasilnya jauh beda deh..

      Saya fall in luv bener lho sama kain etnik-nya...cocok buat jalan ke daerah dingin...

      Delete
    5. Siap, kak :)
      Mungkin perlu waktu sekitar 6 bulanan lagi lahannya terlihat menghijau lagi.

      Iya, betul.
      Tebal dan lebarnya kain etnik seperti kepunyaanku ini cocok buat penghangat badan di lokasi-lokasi berudara dingin.
      Tapi di udara panas kayak pantai juga cocok digunain buat melindungi panas matahari ..., biar ngga gosong :)

      Delete
    6. Iya, ntar kalo ke pantai ga lagi cuma duduk di bawah pohon kelapa...bsa jalan dan lari-lari pake kain etnik....makin ok dengan rambut panjang yang tergerai....hihi

      Delete
    7. Wouw ..., aku langsung jadi kebawa imajinasi nih .., ngebayangin kak Lantana happy holiday maksimal mantainya ..., lari-larian bawa kain etnik berkibar-kibar dan rambut kak Lantana ikut tersibak kena tiuoan angin ...
      Awaaas hati-hatiiii ntar ngga sengaja digigit kepiting loooh ... wwwkkk:D

      Delete
  10. Wahh apik mas... tapi betewe itu udah mulai kering ya mas? ladang jagungnya? soalnya kalo dulu (gk dulu-dulu amat) masih ijo ladangnya.. apa efek musim panas kali ya? ato itu jagungnya pada beres panen semua kali ya? wahh kalau kesana, jangan lupa melipir ke pantai mas.

    Skali kain-kain tenun etniknya dbawa ke pantai, pasti apik hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas Rahmat.
      Tanaman jagungnya sebagian udah dipanen dan sebagian lagi masih tertanam siap panen.
      Tampak kering lahannya karena curah hujan yang sedikit di daerah sana.
      Kalau aku pribadi lebih suka lihat tampilan alamnya seperti saat ini, mas .. kelihatan ada gradasi warnanya :).
      Tapi pas gundukan-gundukan tanahnya menghijau bagus juga dilihat, kayak karpet ya hehehe ..
      Kemarin saat ke lokasi ini waktunya ngga sempet sekalian ke pantai Baron, mas.

      Pernah kok salah satu kain etniknya kubawa buat berfoto di pantai Ngrumput :)
      Buat properti foto juga sekalian buat nutupin badan dari cuaca panas wwwkkk ..

      Delete
  11. alhamdulillah, terima kasih sudah semakin membuatku terkagum-kagum dengan keindahan negeri ini

    Semoga lain waktu tak ada lagi cerita kesasar ya

    keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama~sama, kak Hani .., aku juga terimakasih sudah disempatkan waktu ikut berkomentar disini :)

      Semoga ya travelling berikutnya ngga pakai acara nyasar lagi hehehe

      Delete
  12. kok saya jadi gagal fekeus liat fto kak himawant lagi pake shall alias pashmina.. itu yang fotoin sapa yach.. Jangan jangan kang Nata yach? wkwkwkkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwkkkk ..
      Gimana ceritanya kok kak Vika nebaknya kang Nata yang fotoin aku, yaa .. :D ?

      Coba nanti kita tunggu komentar pengakuan dari kang Nata ...
      Ini kok dia belum nongol, kayak~kayaknya dia lagi ... heeumm ... sibuk ngunyah bawang putih seperti di artikel terbarunya ...
      hihihi :)

      Delete
    2. Hahahha sbuk ngunyah bawang putih.. tau2 pacarnya kabur pas deket2 si kang nata. Wkwkkw

      Soalnya kan kak himawant punya kedekatan tersendiri dengan pemilik situs asikpedia.. ampe tau update blog nya tentang bawnag putih haha

      Ssya malah ingetnya update tentang panci kukus wkwkwkkw

      Delete
    3. Wuakakakkaak ..
      Pacarnya kang Nata kabur gegara 'wangi' aroma semerbak tercium keluar dari mulutnya, yaa ... :D

      Ssat, tiati kita, kaaak ..
      Tau-tau kang Nata nongol ikut baca komentar candaan kita tentang bawang putih dan panci ini ..., bisa-bisa kang Nata keluar tanduknya daaaan .. mengeluarkan senjata kabut asap bikin kita pingsan ... wwkkk

      Delete
    4. Hahahhaha ada ada aja nih kak hinawant wkwkwk.. tar tao2 kang nata diputusin pacarnya ya ups.. wkwkk btw d blog gabisa tag nama kang nata yach..

      Soalnya kalau cepet2 ketauan bakalan rame nih komentar di blognya kk himawant..

      Semakin eksis deh traveller blogger satu ini yang kece abizzzz dan terbiasa pake syal ketjech wkwkwk

      Delete
    5. Kaaaak ...
      Komentar kita berdua akhirnya selamaaat ngga dilihat kang Nata nih, kak hahahaha ...

      Tuh kang Nata udah hadir disini, berkomentar dibawah, ngga ikut membalas komentarnya kita ... hihihi :)

      Delete
    6. Hahaha paling dia lupa kak himawant.. tunggu beberapa saat dia akan comment kok kak himawant huhihi

      Delete
    7. gimana.... wahai sodara..sodaraku.puassss.... cekak cekik-nya ?

      kalau sudah puas...sini Papa Suapin kalian berdua dng Bawang Putih, biar cepat gede..hahahahah.....πŸ˜…πŸ˜„πŸ˜ƒπŸ˜†

      Pantesan telinga saya berdenging mulu dan gatal2....rupanya... rupanya......ada yg sedang 'ngangenin saya hahahah.....

      kalau saya dekat dng kalian ..... saya akan PELUK dech....biar Bau BAWANG PUTIH-nya bisa Membuat Kalian Sehat Selalu.

      Mau Yach saya pelukkk....!!!! please....hahahahah.*canda oyy....!!!*

      Tpi kalau mau saya peluk....oke, ngak apa2...resiko Anda yg tanggung.πŸ˜…πŸ˜„πŸ˜ƒπŸ˜†

      Delete
  13. kak himawan asli deh kak, kakak nemu tempat-tempat begini darimana sih huhuhu kok aku aja bahkan belum tahu gunung bagus ini padahal kalo ke baron sering lewat. salut deh sama kisah jalan-jalannya, selalu menggugah hai untuk komen!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe awalnya aku tau lokasi gunung berbentuk gundukan ini infonya dari beberapa teman,termasuk dari teman blogger, mas Aldhi namanya :)

      Ntar kalo kak Agi berencana liburan ke pantai Baron lagi, cobain lewat jalur alternatif melalui gunung Bagus ini, kak ..
      Mumpung pepohonan jati belum tinggi dan menutup lagi bentuk gundukannya :)

      Delete
  14. mau dong kain tenun etnik traditional nya

    ReplyDelete
  15. jauhhhhh juga dari tugu pusat kota. seharian untuk mencapai tempat bagus ini.
    Iya ya kalau dulunya ditanami pohon jati, gundukan bukit2 ini nggak terlihat, seandaianya sampe sekarang masih ada pohon jati yg tinggi2, mungkin nggak bakal dikenal masyarakat kalo ada view mirip wairinding ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, kak Ainun lokasinya jauh ditempuh dari pusat kota Yogya.
      Kalo warga disana yang udah terbiasa melewati jalur meliuk di Wonosari mungkin lebih cepat waktu menempuhnya.
      Tapi tetep kudu hati-hati, karena selain tikungannnya curam juga padat lalin.

      Iya, betul.
      Kalau saja pepohonan jati belum ditebang untuk dijual, kontur gundukan-gundukan tanahnya ngga kelihatan seperti itu.

      Delete
  16. Wah bagus juga view nya ya mas. Sayang jagungnya sudah menguning dan ada beberapa yang dipanen. Katanya bagus lagi kalau pas jagungnya masih menghijau.
    Kapan kapan ah kesana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asiyaaap... mas Susanto memasukkan lokasi ini jadi lokasi liburan selanjutnya hehehe :)

      Kesananya nunggu gundukannya menghijau saja seperti kesukaan mas.
      Kalau aku kebetulan suka yang tampilannya saat menguning begini, kelihatan ada gradasi warna lahannya :)

      Delete
  17. Wahaha lucu juga, orang sekitar tahunya yang seperti gunung teletubies. Hehehe, tapi terus terang unik banget gitu tempatnya, beberapa gundukan bukit bisa berjejer banyak, penasaran sama fenomena alam yang membentuk jadi seperti itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe berarti tenar ya Tingky Wingky Lala Dips Poh sampai ke pelosok .. :).
      Warganya sampai hafal betul bentuk lokasinya kayak teletubbies ...

      Iya ya dipikir~pikir aneh sekaligus unik ya, kok tanahnya bisa membentuk banyak gundukan kayak gitu ..

      Delete
  18. Jadi gagal fokus sama foto yang pakai kain panjang melambai itu loh, hehe. Bagus banget, yang motret pinter itu, pas kainnya melambai gitu. Iya bentuk bukitnya unik dan bagus buat selfie-selfie :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Si fotografer pasti senyam~senyum senang baca komentar dari kak Anjar nih :)
      Terimakasih opininya ya, kak.

      Ngga sia~sia rasanya waktu itu berdiri lama kena angin sampai perut terasa kembung buat dapetin foto kain terlihat melayang wwwkkkk

      Delete
  19. Di Banten juga banyak sih tempat wisata yang bagus, yang terkenal masjid agung Banten dan suku Baduy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wisata tempat khusus Rongdo ada nggak mas Agus kalau ada persisnya dimananya mohon penjelasannya..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    2. @ Agus Warteg =

      Nah itu dia ..., perkampungan suku Baduy yang pengin kueksplore.
      Sejauh ini baru cuma lihat warga Baduy di jalanan sewaktu aku dulu masih di Jakarta.
      Unik, semua kostumnya warna hitam, ngga pakai alas kaki juga pakai tas rotan

      @ Satria =

      Wwwkkkkk ...
      Kayak~kayaknya sampai sekarang belum dicerahin juga nih sama mas Agus ... :D

      Delete
    3. @Satriamwb

      Ada kang, tempat mangkal rongdo adanya di Kramat Tunggak dan hotel alexis.πŸ˜‚

      @Himawan

      Memang kalo suku Baduy cukup unik, kemana² mereka tak pernah pakai alas kaki. Tapi aku juga belum pernah ke sana sih.πŸ˜­πŸ˜‚

      Delete
    4. Yaah, kok ngga disempetin ke perkampungan Baduy sih, mas ..
      Kan masih satu daerah tempat mas Agus tinggal.
      Yook cuuzzz kesana, mas ;)

      Delete
    5. Bingung kang, ke suku Baduy buat apa ya? Soalnya kalo ga ada perlu ya males kesana.

      Kalo rekreasi kayaknya kejauhan, dari kota serang ke Baduy bisa 4 jam sekali jalan, belum lagi yang utama yaitu ga ada ongkosnya..πŸ˜‚

      Delete
    6. Iya juga ya kalau ngga ada keperluan pasti, misalnya untuk liburan sekaligus mengumpulkan data informasi buat artikel .. bingung juga kesana mau ngapain :) ... hehehe

      Ternyata jauh juga jarak dari Serang ke perkampungan Baduy Banten ..., kirain deket.

      Delete
    7. Memang lumayan jauh kang, apalagi kalo ke Baduy dalam, bisa 6 jam soalnya harus naik turun bukit dan gunung.

      Delete
    8. Wouw .. 6 jam ditempuhnya ke perkampungan Baduy Dalam.
      Ckckkk .. , kok ya mereka kuat sih jauh-jauh berjalan kaki begitu, ya.
      Mana mereka menolak tekhnologi modern dikampungnya dan punya prinsip ngga pernah bersedia naik alat transportasi.

      Delete
  20. Gunung bagus Paliyan ...Heemm pemasangan yang sederhana ditambah aura tempat yang sunyi, Mungkin kalau bukan jiwa Travelling enggan ke tempat yang boleh dikatakan sunyi..πŸ˜„πŸ˜„

    Terkecuali ingin menyendiri itu lain cerita. Dan dari beberapa gambar diatas agak gersang tumbuhan atau rumput ilalangnya apa mungkin pengaruh musim panas kali yaa mas!..πŸ˜„πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menyendiri disana sambil nyari ide buat tulisan ya, mas ...
      Duduk lama-lama sambil ngelamun bentar-bentar nulis dibarengi ngopi ...
      Wagelaslaaaah sedapnyaaa :D.
      Boleh juga usulnya mas Satria ini .. , next kapan akan kucoba ;)

      Delete
    2. Kalo kang Satria kesana nyari rongdo, bukan nyari ide tulisan.πŸ˜‚

      Delete
    3. Bhuahahahahaa :D
      Mas Satria langsung keluar tanduknya gegara dikomentari mas Agus kek gituuu ...

      Delete
  21. bersih jalannya, dan pemandangannya sangat indah.
    masih alami. segar

    ReplyDelete
    Replies
    1. That's right, mr. Tanza :)
      Satu yang bikin kagum, meski lokasi satu ini berada di area hutan tapi lingkungannya bisa terjaga terlihat bersih dari sampah, meski fasilitas disana untuk wisatawan masih minim.

      Delete
  22. Boleh ni lokasinya, bisa lihat perkebunan Jagung. Eh, jadi teringat jagung bakar deh, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selain jadi teringat jagung bakar, ingat apa lagi nih, mas Ridsal :) ?

      Pop corn yaaa .. hehehe

      Jadi muncul ide, nanti suatu saat kesana lagi bawa sekalian mesin pembuat pop corn portable ..., terus beli jagung disana, terus sambil dudu diatas gundukan bikin pop corn deeh .. ada rasa nanas, keju .. hahaha :D

      Delete
  23. bagus juga nih view nya, kayaknya cocok buat foto foto prewedding getu ya kak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat ;)!

      Itu yang juga terlintas dipikiranku saat pertamakali tiba disana, mas Ubed.
      Adegan photoshootnya misalnya lari gandengan tangan sambil berlarian di tepi jalan .. pasti ketje hasil fotonya.

      Delete
  24. Lahan jagung bisa seluas itu, enak bisa buat jalan2 dan foto2....kesasarnya jauh juga ya mas 9 km, untung ketemu petani yg baik hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas beruntuuung rasanya ketemu para petani di tengah perjalanan kesasar arah .. kalau ngga, bisa-bisa tambah bablas nyasar blusukan masuk ke tengah hutan dan ngga jadi ketemu lokasi gunung Bagus wwwkkk

      Iya, mas Aris areanya luas banget dan bentuk gundukan-gundakannya keren buat lokasi fefotoan, asal kita ngga perlu pakai acara malu-malu saat berfoto :)

      Delete
    2. Ya gundukannya itu mas yg bikin keren, cuma panas sih kelihatannya kalau siang hari, benar nggak

      Delete
    3. Bener banget hehehe ...
      Bukaan luas di area gundukan tanpa ada pepohonan rimbun terasa sangat panas saat siang hari.
      Tapi jangan khawatir, di beberapa pinggiran jalan rayanya ada pepohonan jati berdaun lebar dan nutup rapat permukaan tanah dari sengatan matahari kok, mas.

      Delete
    4. Di pepohonan jati ada warung nggak? Biasannya mas Himawan khan pesen kopi hitam πŸ˜€

      Delete
    5. Hahahaahaa ...
      Percaya ngga, tadi tuh aku hampir saja nulis tambahan keterangan di kolom komentar balasan untuk mas Aris kalau ... , warung sederhana itu lokasinya tertutup rapat dedaunan pohon jati dan pesan kopi disana ...
      Tau-tau datang komen lagi dari mas Aris tentang ngopi hhahaha :D

      Delete
    6. Percaya dong mas,...
      Warungnya tertutup rapat dedaunan jati,...kok jadi seperti di novel silat "Wiro Sableng" ya? :D

      Delete
  25. Pemandangannya sangat baguuuuus. Apalagi kain yang dipake buat slayernya. Warnanya kece. Gak tau kenapa suka banget dengan kain kaidisional kayak gitu. Eksotis gitu.. se eksotis alamnya juga. Hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata ...
      kak Ewa juga suka pemandangan alam pegunungan daaaan .. suka kain etnik traditional.
      Tosssss kalo gitu, kak :D

      Ayok, sering berfoto gunain kain etnik traditional juga,kak.
      Biar khasanah kain-kain traditional yang dipunyai negara kita makin dikenal banyak orang :)

      Delete
  26. kayaknya agak panas ya mas disitu, tapi worth banget lah secara tempatnya bagus banget, kalo aku di situ si gak berani foto-foto selfi, paling foto pemandanganya aja, takut sama kamera :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Laaah ..
      napa ini, kok .. ,
      mas Khanif takut kamera, yaaak ?.
      Kan kameranya ngga pakai acara gigit, maaas ... hihihi
      Pede aja yook akh, mas ;)

      Kalau saat siang iya kerasa panas disana, mas.
      Dan kebetulan tanah di area gunung Bagus berupa tanah kapur atau karst, jadi areanya terasa lebih panas dibandingkan dengan area tanah biasa.

      Delete
  27. jalannya hakus padahal sekelilingnya tandus, jadi ingat film-fil hollywood. keren mas, cuma belum tau kapan akan ke sana haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gambaran area yang tertangkap di penglihatan mas Avip .. sependapat dengan apa yang yang kulihat.
      Pemandangan jalan mulus dikelilingi area tandus nyaris mirip betul dengan lokasi shooting di beberapa film produksi Hollywood ..., pemandangan seperti itu tampak dramatis di gambar.

      Delete
    2. melihat jalanan halus padahal sekelilingnya kosong, saya jadi bingung kenapa di desa-desa yang banyak penduduknya jalanan banyak yang dibiarkan rusak. atau jangan-jangan jalan di sana bagus mulus karena jarang dilewati kendaraan?

      Delete
    3. Ohh, perkiraan mas Avip salah kali ini .. hehehe ..
      Jalan yang terlihat difoto ini ramai dilalui kendaraan, mas.
      Ngga cuma kendaraan pribadi, tapi juga dilalui truk dan mobil colt untuk keperluan transportasi perkebunan.

      Beberapakali pemotretan secara candid camera terpaksa sampai diulang karena kelihatan kendaraan bersilewan di kamera, mas :)

      Delete
  28. bayanganku sih kalau bukitnya ijo bakalan kayak teletubies beneran ya, hiihi (korban tontonan anak).
    tapi lihat bukit nyoklat gitu, saya justru ingetnya kintamani, kawasan lereng gunung batur, pasca meletus dlu kan kayak padang gersang. tapi bagus banget buat pepotoan.

    pengen kesana lagi, tapi jauhnya dan jalan berlikunya lho drama bagiku, kwakaka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Membaca cerita pengalaman travelling kak Sera di kawasan gunung Batur bukit Kintamani pasca erupsi kemudian areanya mengering .. , berarti kak Sera juga sependapat kalau lokasi mengering dan terlihat gradasi warnanya .., bagus banget buat lokasi fefotoan.

      Menurutkupun begitu, kak.
      Perbedaan beberapa warna di satu area jadi lokasi keren buat hunting foto

      Delete
  29. lihat mas himawan seakan sebuah film dan jadi pemeran utamnya tapi kurang kudanya mas, btw meski cuma pegunungan seperti ini tetap exotic pemandangannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya, mas.
      Anggap saja lagi nonton film dan ini nama judulnya film blogger hehehe :)

      Ya, mas kuperhatiin disana kok ngga kelihatan ada kuda tunggang, kalau ada bisa buat disewa untuk properti berfoto.
      Mungkin nantinya seiring waktu ide dari mas untuk ada kuda tungang disana jadi masukan untuk tambahan fasilitas wisata.

      Delete
  30. Berarti kalo kesitu mesti pas tanaman jagungnya masih hijau, kalo abis panen kayaknya coklat-coklat gitu ya mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kesanya tergantung keinginan masing-masing wisatawan, bang Doel :)

      Ada yang suka pemandangannya terlihat saat menghijau kesemua areanya dan ada juga yang suka warna pemandangannya terlihat bergradasi.

      Kalau aku pribadi menyukai seperti yang terlihat di foto ini karena gradasi warna areanya terlihat.
      Ada warna cokelat, kuning juga hijau diareanya :)

      Delete
  31. saluut, niat bangeeet sampe bawa kain tenun utk foto :D .kereeeen sih mas, apalagi foto yg pertama kainnya berkibar itu.. sukaaaak. Sesekali kalo foto aku mau bawa kain etnik jg lah hahahahaha...

    cakeep ya bukitnya. Itu yg kainnya berkibar, foto dr puncak bukit ato bukan sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tengkyuuuu, kak Fanny ..
      hehehe :)

      Ayoook aku support kak Fany juga berfoto gunain kain etnik saat travelling ... , ditunggu foto kejutannya ya :)

      Lokasi fotoku gunain kain etnik terlihat berkibar difoto itu berada di salah satu puncak gundukan dan berdiri nangkring manjat spot gardu pandang terbuat dari susunan gelondongan kayu utuh, kak.
      Ya pas naik atau turunnya kita kudu hati-hati gitu ... kalau ngga bisa meluncur terjungkal wwwwkkkkk :D.
      Ssst, karena ngga ada pegangan undakan kayu anak tangganya.

      Delete
  32. Blog travel yg profesional, dari cara penyampaianya, bahasanya dan urutan ca rbercerita solah kayak novel.
    Maaf baru sempat hadir lagi ,maklum keseharian di tempat kera dan sering lembur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senyum sumringah disertai mata berbinar *halah* wwwkkk .. , baca komentar opini dari mas Budi, eh# mas Purnama
      Masih terus belajar untuk menulis lebih baik lagi kok, mas :).
      By the way, terimakasih buat opininya ya.

      Ngga apa-apa, sob.
      Kadang aku juga begitu kok, kalau lagi banyak kerjaan (sok sibuk :( ! hahaha) juga jadi ketunda bewenya.

      Delete
    2. Yeee...kalo saya mah bukan sok sibuk, kdg sampai nyempetin buka blog di jam krja. Kalau gk sempat ya malam2 kayak gini.

      Nama Budi dan purnama memang aslinya satu nama sih, jadi Budi purnama

      Delete
    3. Yang kumaksud sok sibuk di kolom komentarku diatas itu diriku sendiri, bukan dirimu loh, mas Budi Purnama :)

      Kita sama kalo gitu, kusempetin bewe pas ada kesempatan waktu luang di jam kerja dan juga menjelang tidur.
      Pernah sampai kebabalasan tidur sementara hape masih menyala hahaha :D

      Delete
  33. Kenapa aku gak pernah pertamax, padhal aku selalu nunggu. Kupikir blm ada post baruπŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯selalu terkahiran ishh ishh...

    BangπŸ˜‹pengen diajak halan-halan trav-trav😍*nyengir quda.

    Hihi mengagumkan. No komen. Aku selalu suka cara penjabarannya yg bikin dongkol, sebab gak bsa ikutan hahaha..


    Btw, dkomeman artikel lalu, aku bisa ngepost komenan, tp pas kubuka ulang, tulisanku gak klihatan. Dan, aku tau kalo komenku dibls, tp cuma di email, gak klihatan kalo dikolom komen bang hima

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga pernah pertamax karena ... dirimu pesannya selalu pertalite, Biiiin ... *lol* hahahaha ..

      Ayook kita janjian traveling rame-rame, Biin ...
      Asik loh ;)

      Hahaha .. kolom komentar di artikel itu udah overload, kepenuhan, Bin.
      Jadi harus bikin komentar di kolom terbaru dan untuk ngelihat semua komentar yang masuk harus di klik tulisan 'Load More'

      Delete
    2. Aku udah nebak, pasti gliran komenku yg dbls. Soalnya dinotif muncul balasan buat bang Budi. Sdangkan komenku dibawah bang Budi. Eh, trnyata bener hahaha...

      Kwwkwk harusnya pesen bensin yak. Biar bsa pertamaxπŸ˜‚πŸ˜‚

      Humm nabung dlu deh. Nanti travellingnya kalo udah diiznin sama kluarga kwkwk. Soalnya skrang" pasti gak bolehπŸ˜₯

      Howalah pantsan aja aku nyariin gak pernah ada. Pdhal pen bales komen. Pen seru"an.. Hmm ckckc susah juga yak hahaha

      Delete
    3. Dan tebakan anda adalah .. benaar hahahha :D
      Maaf ya, Bin kadang telat lama balas komentarnya karena dibarengi dengan mengerjakan pekerjaan harian.
      Terus kalau ngga sempat selesai membalas semua komentar, kulanjut sepulang kerja :)

      Delete
    4. Hehehe ya gak papa atuh bang. Jangan djadikan beban. Selama ada waktu, tulah kita gunakan buat menyanbung silaturahmi kalo sedag sbuk, ya kerjakan yg menjadi prioritas dl bang heheh

      Delete
    5. Yups, terimakasih sarannya, Bintang :)

      Delete
    6. Tumben bintang komennya waras, kayaknya baru pindah klinik ya kang.πŸ˜‚

      Delete
    7. Husssh ...
      Xixixi :)
      Ntar Bintang lihat komentar itu, si Bintang ngambek loh ..., terus terbang melayang betulan ke angkasa jadi sebuah bintang betulan :D

      Delete
  34. view sama pengambilan poto nya pas banget serasa sejuk
    kapan ya bs kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya, mas Sopyan :).
      Suatu hari nanti kelak mas kesampaian kesana, ikut kudoain.

      Delete
  35. Widih keren banget nih mas hilmawan untuk tripnya kali ini,enggak kalah bagus dengan trip-trip sebelumnya,cuma ada yang beberapa hal yang membuat saya tertawa dari tulisan mas hilmawan,yaitu terletak di kata petani berbadan atletis πŸ˜‚,itu petani atau binaraga mas,he-he,becanda mas,diam-diam mas hilmawan rupanya jago bahasa jawa kromo ya,luar biasa,bahasa jawa adalah bahasa yang menurut saya salah satu bahasa terhalus di indonesia,ya walaupun tidak semuanya halus juga sih,he-he yang kedua itu bahasa sunda,ayak naon atuh,he-he,untuk trip mashilmawan kali ini luar biasalah menurut saya dan bisa membuka mata rakyat indonesia,bahwa pada dasarnya indonedia itu negeri terindah,setuju πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuaduh aku mau nulis bilang apa, ya buat balas komentar dari mas Kuanyu, eh# mas Andi ini .., oh gini saja 'terimakasih buat opininya ya' :)

      Petani dan pekerja bangunan di desa atau perkampungan, badannya banyak yang atletis kayak body fitnessan, mas.
      Mungkin karena kerja mereka termasuk keras ya, jadi badan terbentuk atletis alamiah tanpa perlu ikut program ngegym .., ngga kenal istilah push-up dan sit-up segala wwwkkkkwwk :D

      Aku hanya sedikit menguasai bahasa Jawa kromo atau halus kok, mas.
      Mas fasih ya gunain bahasa daerah setempat untuk komunikasi sehari-harinya :) ?

      Delete
  36. cantik sungguh tempat tersebut...

    ada peluang teringin juga nak pergi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga suatu hari nanti anda dapat kesana juga, mr. Hanafi.
      Ikut mendoakan :)

      Delete
  37. Aduh foto yg pertama benar2 fotogenic mas, bener kata mba reyne travel blogger terpotomodel nih nanti kalau ada nominasinya saya calonkan mas himawan ya hehe, btw pemandangan gunung Bagus ini juga cakep ya warna ladang jagung dan awan biru yang kontras membuat saya makim terkagum dengan ciptaan-Nya, jadi mengingatkan dengan pemandangan di bukit Ende (blog kak tuteh)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixi .. mungkinkah terjadi ada perlombaan blog dengan kategori seperti itu, kak Hydriani :) ?.
      Kalau kelak betulan ada, dan aku dinominasikan oleh banyak teman blogger, termasuk kak Hydriani , terus betulan memenangi kejuaraan .. pasti wis kutraktir semuanya.
      Hadiahnya sebagian buat dipakai traktiran dan sebagian lagi buat kegiatan amal.

      Iya nih kak pemandangan alam gunungnya mirip di daerahnya kak Tuteh.
      Kebetulan nih kak Tuteh ikut berkomentar disini :)

      Delete
  38. Saya ingat-ingat deh namanya, gunung Bagus. Biar gak lupa kalau ke sana, hehehe. Kalau hijau kayaknya lebih asyik pemandangannya, persis kayak di bukit teletubbies.

    Oh ya kak, kemarin ada tempat yang mau saya rekomendasiin di Yogya, tapi malah lupa. Kelamaan gak buka blog ini. Hehehe.

    Sekalian ijin kak, link trip of mine saya taruh di falkhi ya biar gampang kalau bw. hehehe. Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baiklah, diingat nama gunungnya ya, kak .. jangan sampai nantinya kesana kesasar kayak Himawan Sant wwwwwkkk :D.
      Kesasar 9 kilometer itu ngga dekeeet :( hahaha

      Laah,
      Kok malah lupa lokasi recommendednya kak Qudsi hahaha..
      Piye kuy, kaaak :D ?

      Dengan senang hati, kak Qudsi silahkan menaruh link blogku di blognya kak Qudsi.
      Terimakasih untuk itu, kak :)

      Delete
  39. bagus ya gunungnya, sesuai dengan namanya.
    nggak nyangka ada di gunkid.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul.
      Bentuk gunungnya sesuai penamaannya, sebagus namanya :)

      Delete
  40. Welehhh....weleehhhhhh.... Ternyata perjalan wisata kali ini, cukup BERBAHAYA Yach Mas.... ? Tuch SELENDANG PUSAKA-nya dibawa SERTA buat KEAMANAN.hahahah......

    Mmmmm..kok sempat nyasar Mas ? ngk BAwa PETA yach.... ?

    tRUS Pengambilan Gambarnya, kerennn uyyyy... kayak Foto Model Kelas KAKAP. hahahahh.....

    Lama - lama kalau foto kayak gitu,bakalan terjaring oleh AGENCY pencari MODEL loh, ntar bisa jadi berduit dong..... bagi2 yach nnti...... hahahah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakakkakaka, batal deh jadi travel bloger, jadi fotomodel blogger wkwkw

      Eh tapi idenya keren tuh, karena travel blogger zaman now udah banyak banget, tapi travel fotomodel blogger belum ada kayaknya hahahah

      Delete
    2. hahahah... Mbak bisa saja membujuk si Mas Hima secara halus, agar keluar dari dunia blogging.

      Tapi benar sich kata Mbak Rey, mendingan jadi FOTOMODEL Mas, biar saingan kami di dunia blogging jadi berkurang, hahahah

      Delete
    3. @ Kang Nata =

      Bhuah...hahaha ..
      Baca komentarnya kang Nata mendadak jadi kebayang adegan film kungfu saat mas Jet Lee, eh# kang Nata saat nyabet pakai selendang maut menghajar musuh deeeh ... hahaha :D

      Wuiih..., fotomodel kelas KAKAP.
      Ini kang Nata yang bilang loh yaa hohoho .., bukan aku.
      Karena aku dibilang begitu, foto artikel selanjutnya ... pasang pose fotoku yang seronok aaakh ...
      Pake pakaian renang minim
      Wuakakaaka :D !

      Pastinya, kaaang ...
      Kalau betulan terlaksana dapat bayaran mahal buat foto, pasti kuajak kang Nata keliling pulau Jawa ;)

      @ Reyne Raea (Rwy) =

      Wwwkkkkkk ...
      Kak Rey ini bisa aja deh ..
      Ada kategori baru dari ide kak Rey, 'travel fotomodel blogger'.

      Jadi kudu punya ciri khas pembeda gitu ya, kak ... :).
      Baiklah, kapan-kapan pas travelling akan kubuat foto dengan pose berfoto ... menggemparkan netijen ...
      Wwwkkkkkkk :D
      Hadeuh ..

      Delete
  41. Ini kali ya yang dibilang Sumbanya Jogja.

    Adududu akutu kalo mampir ke sini selalu salah fokus sama fotonya Mas Himawan. Macem boyband Koreyah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haiiissh ..., aku juga jadi salah fokus baca opini kak Kartika tentang foto-fotoku xixixi :).
      Terimaksaih, kaaak ...

      Iya, betul kak, inilah Sumbanya Jogja yang mendadak rame jadi lokasi perburuan fotografi.

      Delete
  42. Kesasar karena ngeyel udah diberi tau arah yang benar malah pakai insting..hihihi..akhirnya nyasar dah sampai 9 km..hihihi..pemandangannya sangat bagus foto-fotonya bikin iri lihatnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayooo .. yang salah siapa nih ?.
      Instingku sih mengatakan kalau rute yang benar itu ke arah kiri dan ternyata memang betul rute ke arah gunung Bagus itu berbelok ke kiri ...
      Tapi malah mendadak aku teringat penjelasan si pemilik toserba mini kalau rutenya berbelok ke arah kanan ... daaan .. jadilah aku kesasar arah :(

      Delete
  43. Arah pantai Baron? Lumayan juga jaraknya dari Jogja, ya. Ahaha... kalau nggak lancar bahasa kromo mendingan langsung pakai bahasa Indonesia. Kalau saya, memang cuma bisa bahasa Jawa pasif saja, jadi selalu pakai bahasa Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, kak Dyah.
      Tapi ini rute alternatifnya ke pantai Baron.
      Dari lokasi gunung Bagus ini cuma tinggal 13 kilometer lagi udah nyampe ke pantai Baron.

      Hahahahaa ..
      Ayoook beranikan diri berlatih berbicara gunain bahasa Jawa halus/kromo, kaaaak ...
      Meski belepotan malu-maluin ora opo-opo hahaha :D

      Delete
  44. Bagus sekali pemandangan alam nya kang, cuma jauh dari Jakarta jadinya cuma nyimak saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat ya, kak Eny.
      Next, pasti kesampaian liburan ke wilayah GunKid.

      Delete
    2. Wilayah gunung kidul, kalo tak salah ada mitos pulung gantung ya disana.πŸ˜ƒ

      Delete
  45. Kok tau aja sih mas tempat unik kaya gitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tau lokasinya karena dibisikin oleh angin sepoi-sepoi, maas ..
      *lol* xixixi

      Delete
  46. Scroll lagi jauh ke bawah buat komentar, rame ya mas blog sampeyan

    Eh btw gaya juga ya mas kalau foto pakai lain begitu, tadinya tak pikir apa di belakang mas Himawan, oalah kain toh

    Dan ternyata gundukan-gundukan gunung Bagus memang bagus mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berkat komentar datang dari kak Monica juga kok kalau artikel ini rame, kak hehehe :)

      Ayook kita ikut mempopulerkan kain etnik traditional buat berfoto, kak ...
      Selain tampilan foto jadi kelihatan ketje, juga tampil unik.

      Delete
  47. Mantul Mas Mawan, btw mas ini kalau mau travelling ngeagendain dulu atau langsung cus aja ya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, mas Febrian :).
      Terkadang sebelum travelling aku agendakan dulu tujuannya akan kemana, mas.
      Tapi kadang juga dadakan, penginnya kemana tinggal cuuz :)

      Delete
  48. Mas2 dan mbak2 diatas mohon bersabar yach,,,, tuan rumah lagi bobok, jadi balas komentnya nunggu ia bangun, sbarrrrr... yach .. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih pidatonya sudah diwakili, kang ;)

      Bayangin kang Nata berdiri diatas podium dengan berdiri tegak dan bersuara lantang membahana ...
      Xixixi :)

      Delete
  49. Jadi terpikir ketika sudah balik kembali ke hutan jadi kembali, apakah tetap kembali cantik atau akan lebih cantik lagi ya kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurutku, areanya lebih terlihat eksotik saat pohon jati masih kecil, bli.
      Dedauan deretan pepohonan jatinya yang lebar ngga menutupi bentuk gundukannya.

      Delete
  50. Awesome! Meskipun sempat nyasar 9 kilometer, tapi akhirnya, uiiiihhh ini keren sekali, Himawan. Itu masih mengering ya tumbuh2annya, kalau menghijau ... ck ck ck. Mana pula selendang/lembaran tenun ikatnya itu. Errrr bikin iri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuaah .. bukannya kak Tuteh punya banyak koleksi tenun ikat khas NTT dan NTB ?.
      Ayook gunain buat property saat kegiatan travelling ataupun pas ada acara tertentu untuk bahan penulisan artikel, kak .. ;)

      Terimakasih opininya ya, kak.
      Baca tulisan awesome, aku jadi pengin teriak Emejing ...
      Xixixi :)

      Delete
  51. Foro-fotonya subhanallah. Saya suka panorama langit jelang senjanya, Mas. Foto yang terakhir favorit saya. Saya suka panoeama langit, sih. Terutama langit di perdesaan.
    Jalan-jalan akan ada acara nyasar agar asyik dan serasa bertualang. Seorang petualang sejati janganlah takut kesasar, masih bisa tanya jalan pada orang sekitar.
    Bagus juga tulisan ada dialognya. Jadi tak monolog, hi hi. Ngobrol dengan petani setempat itu ada lucunya juga. Soal upaya berbahasa Jawa kromo, ha ha. Saya juga sama, kerap belepotan kalau ngomong bahasa Sunda lemes, jadinya campur aduk dengan bahasa biasa dan Indonesia.Oh ya, soal tanaman jagung, mereka panen lebih awal, ya. Di saya belum semuanya, sih. Baru sebagian kecil karena suami sanggupnya angkut 5 karung tongkol jagung dari kebun. Teralang cuaca hujan kala itu jadi saya tak bisa bantu lama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opini tentang foto-fotoku di post ini, kak Rohyati :)

      Hahaha .. aku betulan ngakak dan merasa malu kalau ingat kejadian ngobrol campur aduk gunain bahasa Jawa kromo dan bahasa Indonesia dengan bapak petani yang kutanya..
      Tau gitu dari awal pakai bahasa Indonesia saja, pakai gegayaan bicara pakai bahasa Jawa kromo segala ... hahahaa :D
      Ternyata kita samaan ya, kak ...
      Ngga fasih banget bahasa daerah yang halus.

      Oh, ditempat kak Rohyati belum sepenuhnya tanaman jagung dipanen ..., sama di ladang jagung di gunung Bagus ini kok, kak.
      Kulihatin ada beberapa ladang yang belum sempat dipanen, mungkin belum waktunya, ya.

      Jaga kesehatan kak Rohyati dan suami dengan baik, pasti tidaklah ringan mengangkut tongkol jagung dalam hitungan kilo.
      Semoga panen jagung kali ini lancar ya, kak .., ikut kudoakan.

      Delete
  52. aduh kesasarnya itu lo kok ya terlaluan jauhnya. Kasihan amat.
    Gunung Bagus, itu namanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaa ...
      Iya nih mas jadi ngabisin bensin kesasar muter-muter sejauh itu.
      Tapi ngga apa-apalah karena masih kekejar waktunya berburu matahari sore buat bikin foto liburan :)

      Delete
  53. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  54. Replies
    1. Terimakasih sudah berkomentar dan maaf ya mas, lain kali jangan menaruh link hidup di kolom komentar.
      Karena ditakutkan berimbas tidak baik buat blog saya dan blognya mas juga.

      Cukup berkomentar sesuai artikel, pasti saya kunjungi balik kok blognya mas Asep.
      Terimakasih.

      Delete
  55. Aku ngebayangin kalau itu gunung warnanya hijau semua pasti bagus banget. Rasanya pengen tak cat deh... wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwkkkkkkk ...
      Kalo begitu, foto dan cetaklah pemandangan gunungnya ..., terus jangan lupa dicetak ukuran jumbo.
      Setelah itu di cat sesuai warna yang diinginkan :D

      Delete
  56. kesasar kok sampai 9 Km to om?
    niat banget kesasarnya.. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwkkkk ..
      Kamu tuuh yaa orang kesasar kok diketawain.
      Dikasihani napaa ...
      Udah abis banyak bensin nih jadinya nyasar sejauh 9 kilo :D

      Delete
    2. apakah mungkin itu jadi "menyasar" ??
      wkwkwk keren2 fotonya om

      Delete
  57. hihi ketawa dulu liat foto paling atas. Wow banget fotonya dengan kain tenun melambai seperti itu. Itu kalo dibuat slow motion badan muter, kereen. Btw pemandangan gunung bagus ini cakeeup, bisa model gundukan2 gitu ya.

    ReplyDelete
  58. rerumputannya terlihat kering begitu mas? padahal kan masih musim penghujan...

    Kayaknya lebih bagus lagi pemandangannya kalau gundukannya terlihat hijau semua ya mas..

    ReplyDelete
  59. Meski sederhana dan hanya ada gundukan gundukan tanah berserta ilang rerumputan namun nuansa sejuk serta damainya tetap berkesan alami..

    Sederhana dan nyata adanya..πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜„πŸ˜„

    ReplyDelete
  60. Bukit teletubis...aku blm pernah ke sini. Aku mbayanginnya panas...ternyata bener ya. Jd mending klo pas mendung aja ya kesininya... :-)

    Foto2nya ..aha
    ..ha...actionnya itu lho ..kayak pemotretan model ��

    ReplyDelete
  61. Saya pernah ke bukti teletubbies mas tapi bukan di Paliyan, di Bromo. Agak sama sih sebenarnya, beberapa gundukan tanah namun bedanya kalau di bromo agak hijau. Dan kalau lihat photogenicnya, si mas wis mirip orang gunung yg biasanya pake sarung diselempang gitu.. hehehee
    Selendange apik mas :)

    ReplyDelete
  62. corak kainnya bagus banget. Ini pas ke sana terik banget, sha ngebayangin kalau sunset atau sunrise di sini pasti lebih epic!

    ReplyDelete