Tuesday, March 26, 2019

Candi Ijo, Candi di Lereng Bukit Padas

Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu, diperkirakan dibangun pada zaman Kerajaan Medang pada abad ke VIII - IX pada masa kepemerintahan Rakai Pikatan dan Rakai Kayuwangi di ketinggian lereng bukit padas atau karst 375 mdpl secara berundak atau berteras membujur mulai dari barat sampai ke timur yang merupakan teras tertinggi, di desa Groyokan, dusun Sambirejo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 



Trip Of Mine
Arca Lingga dan Yoni candi Ijo, berukuran sangat besar

Untuk mencapainya harus kutempuh sejauh kurang lebih delapan belas kilometer ke arah timur dari pusat kota Yogyakarta dan berjarak sekitar enam kilometer dari lokasi candi Prambanan. 

Area kompleks candi Ijo tidak begitu berjarak jauh ditempuh dari lokasi candi Ratu Boko, candi Barong dan Tebing Breksi dengan melewati jalan hotmix menanjak. 
Untuk melewatinya, baik saat keberangkatan dan kepulangan setelah dari lokasi candi Ijo berada memerlukan kewaspadaan dikarenakan tingginya jalur dan cukup ramainya lalu lintas bus pariwisata dan sarana transportasi wisatawan.



Trip Of Mine
Jalur ke candi Ijo.
Di foto lokasi candi Ijo di sebelah kiri

Deru raungan suara mesin sebuah pesawat terbang terdengar melintas tak jauh dari atas langit lokasi candi Ijo berada, tak lama kemudian pesawat sebuah maskapai penerbangan berbalut warna merah di sebagian badannya itu terlihat menjauh, tampak mengecil ..., tampak semakin mengecil seiring lajunya dan kemudian terlihat landing di landasan pacu bandara Adi Sutjipto sebelah barat lokasi candi Ijo. 

Pemandangan pesawat mendarat di bandara tersebut terlihat cukup jelas saat aku baru saja tiba menjejakkan kaki berdiri di teras tertinggi atau teras ke 11 kompleks percandian candi Ijo setelah sebelumnya menaiki undakan anak tangga. 



Trip Of Mine
Undakan atau teras ke 11, teras tertinggi candi Ijo

Di tengah pelataran teras, tempat candi utama berada dan berhadapan dengan 3 candi perwara atau candi pendamping candi utama, pemandangan pesawat melintas dan landing itu sempat membuatku berdiri mematung cukup lama melihat sampai menit akhir badan pesawat terlihat mendarat mulus di landasan pacuan bandara.
Norak !, kayak belum pernah lihat pesawat terbang saja, sih !, ha ha ha.

Meski beberapakali aku pernah punya pengalaman naik pesawat terbang dan juga berulangkali pernah melihat pesawat terbang milik angkatan darat di kotaku berlatih kecakapan mengemudikan badan burung besi melintas di atas langit kotaku, pemandangan pesawat landing terlihat dari ketinggian lokasi candi ..., itu terasa sangat berkesan dan jadi pengalaman pertamakali terjadi buatku.



Trip Of Mine
Relief Kalamakara berkepala ganda di atas pintu bilik candi utama

Ya, karena lokasi kompleks candi Ijo ini berada di suatu ketinggian gunung kapur atau karst (penduduk Jawa, khususnya Jawa - Tengah, menyebutnya dengan istilah gamping) membuat sebagian pemandangan kota Yogyakarta berada dibawahnya terlihat cukup jelas dan lokasi candi Ijo merupakan lokasi candi tertinggi diantara candi - candi yang berada di area Prambanan.

Selain itu karena letak posisinya berada di sebelah timur kota Yogyakarta, area candi Ijo ini merupakan salah satu area terbaik melihat momen sunset, tenggelamnya sang surya ke peraduan, selain dari lokasi candi Ratu Boko yang hanya berselisih jarak tempuh sekitar 4, 8 kilometer dari area candi Ijo. 


Trip Of Mine
Satu dari ketiga candi perwara

Kompleks candi Ijo bukan berarti bebatuan candinya terlihat berwarna hijau, melainkan penamaan dengan sebutan sebuah warna tersebut berdasarkan tulisan yang tercantum di prasasti Poh 906 M, dalam catatan tersebut disebutkan tentang seseorang hadirin menghadiri upacara keagamaan yang berasal dari sebuah desa bernama Huang Ijo, tempat keberadaan lokasi candi Ijo berdiri. 
Ini menunjukan bahwa kata Ijo (Bahasa Jawa, artinya Hijau) sudah ada dan dipergunakan dalam bahasa keseharian sejak ribuan tahun silam.

Ketiga candi perwara kuputuskan kumasuki satu persatu terlebih dahulu sebelum nantinya memasuki bilik candi utama yang menghadap ke sebelah barat.
Dari ketiga candi perwara yang menunjukkan penghormatan masyarakat kepada kepercayaan Hindu Trimurti yaitu Brahma, Siwa dan Whisnu ini masing - masing bagian dalamnya terdapat arca berbeda antara candi perwara satu dan candi perwara lainnya. 



Trip Of Mine
Arca Padmasana dan arca lembu Nandiswara

Candi perwara di sebelah kiri dari arah depan candi utama, bilik dalamnya terdapat arca yoni tanpa dilengkapi lingga, bilik candi perwara di posisi tengah terdapat Padmasana atau arca meja batu dan terdapat arca lembu Nandiswara merupakan tunggangan dewa Siwa, dan di bilik candi Perwara ketiga terdapat bak tempat untuk menyalakan api pengorbanan atau disebut homa dan terdapat ventilasi atau saluran pembuangan asap bakaran berbentuk jajaran genjang di dinding candi, tepat di bagian atas tembok tempat bak berada.


Trip Of Mine
Homa

Hiasan relief kepala Kalamakara, sosok raksasa yang memiliki kemampuan menangkis serangan jahat atau negatif, berada di atas pintu masuk bilik candi utama candi Ijo, seperti yang juga terdapat di lokasi candi - candi lainnya di Jawa - Tengah, tapi di candi Ijo relief Kalamakara memiliki bentuk berbeda dengan relief kepala Kalamakara di candi lainnya karena bentuknya berkepala ganda. 

Tapi bukan hal itu yang jadi paling menarik diamati buatku ..., melainkan ukuran arca Lingga dan Yoni yang terdapat di dalam bilik candi utama.

Silaunya paparan sinar matahari siang hari itu, sempat membuat mataku menjadi gelap saat aku mulai masuk ke bilik candi utama yang berukuran cukup luas, tak terlihat jelas apa sebenarnya yang ada di dalam bilik candi utama. 
Tak berselang lama kemudian mataku mulai bisa beradaptasi dengan ruangan sekitar dan melihat secara jelas kalau ternyata ..., ukuran arca Lingga dan Yoni yang ditopang sosok kura - kura dan ular sendok di bagian ujung bawah pancuran saluran airnya itu ukurannya sangatlah berukuran ..., besar !. 
Sepasang arca Lingga perwujudan dari dewa Siwa dan arca Yoni perwujudan dari dewi Parwati itu ukurannya melebihi tinggi ukuran tubuh orang dewasa. 

Berbeda dengan pemilihan letak lokasi pendirian candi - candi yang hampir dipastikan selalu memilih berada di suatu area subur dan tak jauh dari sumber air, situs kompleks candi Ijo peninggalan masa klasik Hindu - Buddha yang diketemukan kembali oleh seorang administrator pabrik gula Sorogedug bernama H.E Doerepaal saat mencari lahan untuk penanaman kebun tebu, setelah selama ribuan tahun tertutup abu dan material vulkanik letusan gunung Merapi ini, pemilihan lokasinya justru didirikan berada di lahan tanah gersang berkapur. 


Trip Of Mine


Pemilihan letak lokasi pendirian kompleks candi Ijo yang berbeda dengan letak lokasi candi pada umumnya ini, para arkeologi menduga jika sebenarnya kompleks percandian sebanyak 17 candi di teras - teras yang membujur dari arah barat ke timur ini bukanlah murni sebagai tempat pemujaan semata, melainkan juga sebagai tempat pertapaan. 

Dugaan itu diperkuat dengan diketemukannya tulisan Guywan yang artinya tempat bertapa atau semedi di atas dinding pintu masuk candi yang berada di teras ke 9 dan masih di teras ke 9 juga terdapat prasasti batu setinggi 14 sentimeter dan memiliki ketebalan 9 sentimeter yang bertuliskan 'Om Sarwwawinasa, Sarwwawinasa' ditulis secara berulang sebanyak 16 kali, diduga tulisan tersebut berupa sebuah mantra kutukan.

Merasa takutkah aku membaca sekilas mantra kutukan itu ?.
Tidak juga ..., toh aku berada disana tidak berbuat dan berkata macam - macam. 
Dan seperti biasanya, di suatu tempat dimanapun itu tempatnya aku selalu membiasakan diri untuk menjaga sikap, mengucap salam dan permisi dalam hati terlebih dahulu.
Tujuanku ke candi Ijo hanyalah sebatas liburan dan selanjutnya menceritakan pengalamanku berlibur disana untuk kepentingan blogku ini, Trip Of Mine.


Trip Of Mine



Kesemua area, termasuk memasuki candi - candi yang berdiri utuh, melewati reruntuhan bebatuan candi yang berserakan dan mendekati satu reruntuhan candi yang berada di area paling barat yang terlihat seperti amblas bangunan pondasinya kudatangi seorang diri, meski saat itu tak terlihat ada pengunjung lain blusukan di area sana. 


Trip Of Mine



Hanya di teras candi ke 11 atau teras tertinggilah yang selalu terlihat ramai aktivitas pengunjung sibuk berfoto - foto selama beberapa jam aku menghabiskan waktu disana sambil menunggu kemunculan datangnya sunset ... .


Lokasi :
Candi Ijo
Desa Groyokan, dusun Sambirejo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Tiket :
▪ Domestik 5K
▪ Mancanegara 10K
[Info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah]




Thursday, March 14, 2019

Epik Eksotiknya Gunung Bagus Paliyan

Setiba di persimpangan jalan depan Taman Desa Giring berhiaskan patung sosok lelaki duduk bersila berpakaian traditional khas Jawa - Tengah lengkap dengan blangkon menghiasi penutup kepalanya ..., sebenarnya instingku sudah mengatakan, jika belokan arah yang benar ke Gunung Bagus di desa Giring, kecamatan Paliyan, kabupaten Gunung Kidul adalah belokan jalan ke arah kiri. 
Terbukti secara refleks tanganku mengemudikan stir kendaraan ke arah kiri.

Tapi setelah beberapa meter melaju, mendadak aku teringat petunjuk arah yang kami peroleh dari pemilik toserba mini, tempat kami memilih membeli camilan dan minuman ion pengganti cairan tubuh sambil beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan berliku dan menikung dengan jarak waktu sekitar 2, 5 jam dari Tugu, pusat kota Yogyakarta melewati rute jalan Wonosari - Bukit Bintang Pathuk - Bundaran Siyono Wonosari - Jalan Kyai Legi - Jalan Ki Ageng Giring - perempatan Wereng menuju ke arah kanan Jalan Wonosari Paliyan. 
Pemilik toserba menyebutkan rute ke arah Paliyan adalah rute berbelok ke arah kanan di pertigaan Taman Desa Giring, seperti instingku yang mengatakan rute yang benar adalah ke arah kiri, kemudian sesuai petunjuknya berbelok ke arah kiri masuk melewati jalan desa, jembatan dan persawahan.

Memang sih, ketemu pemandangan jejeran perbukitan di depan mata, tapi kok bentuknya bukanlah seperti gundukan tanah di Bukit Warinding di Sumbawa, Nusa Tenggara Timur sana yang keeksotikan bentuknya ramai banyak diperbincangkan orang.
Pasti ini salah !, dugaanku langsung mengatakan begitu.
Langsung saja kuhentikan laju kendaraanku di tepi jalan desa dan diseberang sana terlihat 3 petani pria sepertinya sedang melepas penat setelah beraktivitas di sawah.


" Maaf, numpang tanya, pak. Paliyan itu dimana, ya ? "

Salah satu dari ketiga bapak petani menjawab dengan ramah.

" Nah, ini Paliyan, mas. Dari sini sampai kesana ke bukit di depan sana itu Paliyan. Memang mas mau kemana ? "
" Tapi itu loh, pak ..., bentuk gunungnya yang berupa gundukan begini ..., begini  "

Jawabku sambil memperagakan tangan membentuk 2 gundukan seperti bukit. 
Belum sempat ketiga bapak petani menjawab pertanyaanku, seorang ibu paruh baya yang menyunggi tumpukan jerami kering diatas kepalanya muncul dari jalur pematang sawah, rupanya si ibu itu mendengar apa yang sedang kami bicarakan.
" Oh,itu looh ..., lokasi yang dicari mas ini pasti gunung Bagus. Yang bentuk gunungnya seperti gundukan - gundukan bukit seperti bukit di film teletubbies dan bagus buat foto - foto itu, kaan ? "

Nerocosnya sambil tersenyum sumringah memamerkan deretan giginya yang masih tersusun rapi. Dalam hati terselip rasa kagum juga melihat ketangguhan fisiknya masih mampu menyunggi tumpukan jerami sebanyak itu.
Mendengar nama gunung Bagus disebut, aku langsung teringat jika nama gunung yang kucari lokasinya adalah bukan Paliyan dan spontan aku membalas perkataannya ... .
" Ohh ..., itu dia bu, pak gunung yang saya cari. Gunung Bagus "

Salah satu bapak petani berbadan atletis bertelanjang dada lantas berdiri memberikan pengarahan arah rute yang benar.


" Itu namanya gunung Bagus, mas. Masih jauh ditempuh dari sini. Kalian kembali melewati jembatan besar, ada polsek di sebelah kiri di dekat persimpangan jalan lurus saja, jangan berbelok. Kemudian diseberangnya ada taman, namanya Taman Desa Giring ambil lurus saja. Dari sini sampai tiba di depan Taman Desa Giring kira - kira masih 6 kilometer, terus untuk tiba di gunung Bagus dari situ masih sekitar 3 kilo lagi "

Dijelaskan begitu, dalam hati spontan aku berucap " Wouw, aku telah kesasar arah sejauh sekitar  9 kilometer dari sini !".

Setelah berpamitan, perjalanan rute kembali kuarahkan berbalik arah melewati jalan kedatangan semula untuk kembali tiba di depan persimpangan jalan di depan Taman Desa Giring ditemani matahari bersinar terik diatas kepala kami. 
Percakapanku dengan para petani sebenarnya kuawali dengan menggunakan bahasa Jawa kromo, bukan untuk gegayaan seolah aku fasih benar menggunakannya tapi setidaknya untuk melatih kepandaianku menggunakan bahasa Jawa halus, tapi perkataan selanjutnya aku gelagapan mengutarakan pertanyaan menggunakan bahasa Jawa kromo ..., beruntungnya si bapak paham aku terlihat gugup bicara menggunakan bahasa Jawa kromo sepenuhnya dengan mencampuradukkan bahasa Jawa kromo disertai bahasa Indonesia dan tiba - tiba saja percakapan selanjutnya bapak itu menggunakan bahasa Indonesia ha ha ha ... , sebetulnya aku malu kalau teringat tentang itu. 

Memang selama ini, aku hanya mengerti nama lokasi keberadaan bentuk gunung mirip dengan setting gundukan tanah hijau lokasi film anak - anak Teletubbies dan memiliki pemandangan nyaris mirip serupa dengan bukit Warinding di Nusa Tenggara Timur itu, hanyalah Paliyan. Tanpa mengerti nama sebenarnya gunung photogenic itu adalah gunung Bagus.
Padahal ternyata cakupan wilayah kecamatan Paliyan itu cukup luas, pantas saja kalau jadi kesasar he he he ... . 

Setiba kembali di depan lokasi Taman Desa Giring dan bersebelahan dengan balai desa sengaja kufoto lokasinya sebagai penanda dan panduan rute yang benar ke arah gunung Bagus dari arah kedatangan kota Yogyakarta. 
Perjalanan kulanjutkan kembali setelahnya sejauh sekitar 3 kilometer melewati jalan desa beraspal mulus dan rindang tertutup jejeran dedaunan lebar pohon jati di sepanjang kiri dan kanan jalan. 


Trip Of Mine



Ini benar photogenic !. 
Gumamku setelah mulai terlihat bukaan pemandangan bentangan dan lekukan gundukan demi gundukan tanah karst berada di kanan kiri jalan membelah badan gunung Bagus.
Tampilan menakjubkan pemandangan alam ladang perkebunan jagung hibrida menggantikan lahan perkebunan pohon jati setelah ditebang seluas 132 hektar milik Dinas Kehutanan DIY ini membuat kami berdecak kagum akan keindahannya dan membuat kami penasaran untuk langsung melintasi jalan rayanya yang berkelok naik turun dari ujung ke ujung batas desa. 


Trip Of Mine



Masa musim penghujan dengan curah hujan yang singkat di daerah Gunung Kidul membuat sebagian tampilan permukaan tanah terlihat cokelat mengering, deretan batang pepohonan jagung siap panen dan batang pohon sisa panen berwarna kuning keemasan yang masih berdiri tegak di tanah dan sebagian lagi area gundukan terlihat belukar menghijau ... , sungguh kesemua itu membuat pemandangan bentangan deretan gundukan - gundukan gunung Bagus terlihat semakin eksotik. 


Trip Of Mine



Setelah menyusuri jalan raya di tengah badan gunung Bagus yang merupakan jalur alternatif menuju ke pantai Baron sejauh 13 kilometer, kami memilih beristirahat makan siang menikmati sajian menu lothek di sebuah warung sederhana di tepi jalan sembari melihat pemandangan aktivitas petani jagung diladangnya dan sambil menunggu waktu mendekati sore hari seperti yang kami agendakan ..., berburu foto ditemani sinar matahari sore. 



Trip Of Mine


Pukul 15. 00 seperti yang sudah direncanakan berburu dokumentasi foto kenangan liburan di gunung Bagus disertai efek sinar matahari menjelang senja, kami lakukan. 
Terbukti pantulan sinar matahari pagi ataupun sore hari menciptakan obyek foto ikut memperindah tampilan gambar. 
Beruntungnya, sepanjang waktu di hari itu cuaca berlangsung cerah saat pengambilan gambar dari spot satu berpindah ke spot lainnya, meski bunyi geludug sesekali terdengar cukup kencang. 
Dan melihat semua hasil bidikan kamera di lokasi gunung Bagus kecamatan Paliyan ini, aku sangat senang. 
Property kain tenun etnik traditional yang kukenakan untuk pelengkap berfoto sekaligus ikut mempopulerkan khasanah kekayaan kain Indonesia ikut berkibar - kibar tertiup kencangnya angin saat itu ... , seolah menyatu dengan pemandangan alam epik eksotik gunung Bagus. 


Trip Of Mine



Hampir dikesemua lansekap area pemandangan gunung Bagus terlihat photogenic, tak terkecuali di beberapa jalan setapak pedesaan, masuk jauh dari jalan raya beraspal ditengah badan gunung. Ini kubuktikan dari hunting lokasi berburu fotografi ... , lansekap keindahannya tak hanya terlihat berada di tepi jalan dan naik mendaki ke salah satu gundukan tanah, kemudian berfoto dengan menaiki undakan anak tangga spot gardu pandang juga difungsikan sebagai lokasi berfoto terbuat dari susunan potongan kayu. 


Trip Of Mine



Kuperhatikan ada satu jalan setapak menuju ke sebuah perkampungan pemandangannya hampir mirip dengan pemandangan jalan menurun di hutan pohon pinus Kragilan, Magelang. 
Bedanya, jalan setapak perkampungan satu perkampungan desa di kaki lembah gunung Bagus ini, kiri dan kanan jalanan curamnya diapit deretan hutan pepohonan jati. 

Dulu saat pepohonan jati belum ditebang, lansekap gundukan - gundukan gunung Bagus tidak begitu terlihat, keindahan pemandangannya tertutup rapat oleh jajaran batang dan rimbunnya dedaunan pohon jati. 


Trip Of Mine


Keeksotikan lansekapnya terlihat begitu jelas setelah pepohonan jati ditebang dan lahannya digantikan oleh ladang tanaman jagung. Tanaman jagung yang ditanam merupakan jagung varietas unggul hibrida bertongkol dua. 
Hasil panennya diantaranya dimanfaatkan untuk pakan ternak dan olahan produksi penganan ringan emping jagung.


Lokasi :
Gunung Bagus
Desa Giring, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tiket :
Tidak dikenai beaya masuk, hanya beaya parkir.

Tips berlibur di gunung Bagus :
▪ Lokasi hutan area perkebunan pohon jati dan perkebunan jagung hibrida gunung Bagus tidak dilalui oleh angkutan umum. 
Pastikan membawa kendaraan pribadi atau menyewa carteran kendaraan untuk mencapai lokasi.
▪ Berbelok ke arah kiri di dekat Taman Desa Giring adalah rute yang benar.


Trip Of Mine
Lokasi persimpangan Taman Desa Giring

▪ Kenakan krim atau lotion tabir surya dan kenakan properti untuk melindungi diri dari terpaan sinar matahari.
▪ Perhatikan peraturan untuk tidak menginjak, mencabut dan merusak tanaman jagung.




Friday, March 1, 2019

Posong : Paduan Sempurna Spot Golden Sunrise dan Citarasa Kopi Unik

Kabut pagi cukup tebal masih terlihat menyisakan pemandangan indah tersendiri di sepanjang rute jalur terjal berkontur bebatuan berkelok dan mendaki yang masih tampak sedikit basah, sisa hujan semalam. 
Samar - samar tipisnya kabut menutup sebagian pemandangan kiri dan kanan rute perkebunan palawija dan perkebunan kopi ditempuh sejauh sekitar 3, 5 kilometer dari jalan raya utama Temanggung - Wonosobo menuju ke lokasi wisata alam Posong di kaki gunung Sindoro, tepatnya berada di desa Tlahab, kecamatan Kledung, kabupaten Temanggung ... , seolah menyambut kedatangan kami, aku dan Usep berlibur di gunung yang memiliki ketinggian 3150 mdpl dan dikenal sebagai spot golden sunrise dan pusat penghasil kopi khas Temanggung.


Trip Of Mine
Spot dak jembatan gantung Posong area bawah ini sepertinya jadi spot ketje nunggu kemunculan golden sunrise


Mengejar kemunculan golden sunrise

Jaket tebal, sarung tangan juga syal untuk mengantisipasi terpaan dinginnya udara pagi yang akhir - akhir ini seringkali terjadi bertekanan cukup kencang, telah kami persiapkan di malam sebelum jadwal keberangkatan dan kami kenakan selama di perjalanan menembus gelapnya subuh dini hari pukul 03. 45 dari kota tempat kami tinggal.

Terpaan dinginnya udara iklim pancaroba atau memasuki musim peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau selama di perjalanan terasa cukup membuat badan terasa mengigil kedinginan, tak pelak membuat kami memilih menepikan kendaraan beristirahat sejenak untuk ngopi di sebuah warung kucingan di trotoar persimpangan jalan besar di Parakan. Tampak di dalam warung bertenda, 2 orang pemuda juga berjaket tebal duduk menikmati panasnya seduhan kopi untuk mengurangi udara dingin. 
Setelah bertegur sapa sekilas, meski kami tak saling kenal sebelumnya, tak lama kemudian 2 pemuda itu meninggalkan warung dan melanjutkan laju truknya ke arah Wonosobo. 

Sementara kami terus sibuk membicarakan hal lain, termasuk saling bercerita tentang pengalaman travelling masing - masing. 
Karena kami keasikan bertukar cerita tak terasa cukup lama kami menghabiskan sekian menit sendiri berada di warung, sadarnya setelah aku melirik ke arlojiku ..., aduh waktu sudah mepet untuk tiba di Posong menunggu kemunculan golden sunrise. 

Setelah membayar apa yang kami pesan, kami segera melajukan kendaraan cukup kencang, tapi masih dalam batas normal kecepatan mengemudi. 
Bukan ugal - ugalan atau ala - ala aksi laga super heroes melajukan kendaraan super kencang di film action, atau juga ala Valentino Rossi melibas rival di lintasan sirkuit adu balap dengan kecepatan maksimal 😅 ... .


Jika di Dieng ada bukit Sikunir dan di Magelang ada gunung Andong untuk melihat kemunculan golden sunrise menakjubkan..., di Temanggung Posonglah tempatnya.

Meskipun letak Posong kecamatan Kledung berada di kabupaten Temanggung, letaknya cukup jauh ditempuh dari pusat kota Temanggung. Titik koordinat kecamatan Kledung berada di dekat perbatasan gapura besar antara kabupaten Wonosobo dan kabupaten Temanggung.
Ditambah pula rute jalan pegunungan yang menanjak dan berkelok - kelok setelah melewati pasar Parakan hingga tiba di kecamatan Kledung, membutuhkan jarak waktu tempuh yang cukup terasa lebih lama dibandingkan melewati rute jalan mendatar biasa. 

Gapura kecil bertuliskan Posong di sebelah kanan jalan sebagai penanda bahwa kami akan mulai memasuki kawasan kaki gunung Sindoro dan lokasi akhir, spot utama area Posong.
Hampir pukul 06. 00 kami tiba di gerbang tiket, dan itu artinya ... , kami telah ketinggalan waktu melihat fenomena kemunculan matahari terbit atau golden sunrise dari balik gunung Sumbing.

Kecewa juga, tapi apa mau dikata jika jarak waktu tempuhnya tak memungkinkan untuk itu. 
Ya sudahlah, tak mengapa ... .
Kelak di saat musim kemarau nanti, akan kucoba bermalam dalam tenda disana dan di malam harinya melihat kemunculan penampakan fenomena alam yang tak kalah memukau, tampak jelas milyaran bintang Milky Way muncul diatas langit Posong. 
Atau juga, kelak berangkat dan tiba lebih awal lagi di Posong untuk melihat indahnya mentari keluar perlahan dari peraduannya.


Trip Of Mine
Jalur rute Posong kawasan lereng gunung Sindoro.
Foto diambil saat perjalanan pulang

Dengan membayar tiket masuk area 10K perorangnya, kami melanjutkan perjalanan melewati jalur rute terjal berkontur bebatuan sejauh 3, 5 kilometer daaan ... , hanya penampakan sisa bias sinar golden sunrise berwarna keemasan dan penampakan kabut tipis eksotis itulah bonus pemandangan yang kami peroleh di sepanjang perjalanan sekitar 1 jam menuju ke lokasi akhir Posong sebagai pelipur lara mengobati kekecewaan tak berkesempatan melihat kemunculan sang surya perlahan muncul dari gunung Sumbing yang berhadapan dengan gunung Sindoro ... .


Menikmati cita rasa kopi unik khas Temanggung

Area wisata Posong terbagi menjadi 2 area, satu area berada dibawah dan satu lagi area berada diatasnya, hanya terpisah beberapa meter jaraknya.
Berada di area bawah yang dilengkapi beberapa gazebo untuk menunggu kemunculan golden sunrise dan spot dak gantung, pengunjung tidak dikenai beaya tambahan untuk memasuki areanya. Cukup membayar 10K di gerbang tiket awal memasuki kawasan gunung Sindoro.
Berbeda dengan ketentuan memasuki area atas, Taman wisata Alam Posong, untuk memasuki areanya pengunjung dikenai beaya tambahan sebesar 10K.


Trip Of Mine



Saat kami memasuki area Taman Wisata Alam Posong melewati gapura berkonsep traditional Bali, kami sempat kagum melihat kerapihan penataan taman dan kebersihan areanya. 
Disana tertata rapi kedai kopi, gazebo - gazebo yang tersebar di tengah taman dengan masing - masing gazebo diberi nama - nama gunung, juga seperti pada umumnya tampilan penataan taman sekarang, dilengkapi tulisan Posong berukuran besar dan beberapa spot selfie ketje


Trip Of Mine



Gazebo bernama gunung Merbabu kami pilih untuk bersantai melepaskan penat setelah mengitari area bawah sebelumnya dan berjalan kaki dari area bawah ke area atas, Taman Wisata Alam Posong. 


Trip Of Mine



Setelah dirasa cukup waktu beristirahat sejenak dan mempersiapkan diri untuk mendokumentasikan diri berfoto di lokasi, kami melanjutkan ke area taman berikutnya melewati jalan setapak yang ditata berundak mengikuti kontur tanah pegunungan.


Trip Of Mine



Sesampai di sudut area taman, kekaguman semakin bertambah melihat bentangan taman dan bukaan pemandangan alam sangat indah tersaji di depan mata ..., lekukan - lekukan bumi terlihat begitu memukau. 
Disertai sinar cahaya golden sunrise dan samudera awan, pemandangan alam tampak semakin dramatis. 
Selintas pemandangan alamnya seperti di belahan negara Eropa. 


Trip Of Mine



Rasanya tak afdol, jika berada di Posong tak menikmati sajian minum kopi khas Temanggung yang hasil perkebunan kopinya merupakan hasil dari penanaman sistem tumpangsari atau ditanam diantara jenis tanaman lainnya, diantaranya tanaman tembakau yang memang jadi komoditas utama petani Temanggung.
Awalnya, tanaman kopi jenis Arabika dan jenis Robusta di desa Tlahab hanyalah ditanam sebagai pagar antara jenis tanaman satu dan jenis tanaman lainnya, juga sebagai pembatas jarak perkebunan milik antar warga. 
Dan dulu batang pohon kopi hanya difungsikan sebagai kayu bakar untuk keperluan memasak warga, dan biji kopinya hanya diolah sederhana dan dikonsumsi pribadi. 

Tapi siapa nyana, berkat kuatnya aroma tanaman tembakau tersisa, meski sedang tak lagi pada musim tumbuhnya, aroma kuat tembakau meninggalkan dan menciptakan keunikan cita rasa khas pada biji kopi yang tak dapat ditemui di daerah lain. 
Kekhasan aroma dan keunikan rasa kopi bercampur tembakau ini sempat menghantarkan kopi khas Temanggung meraih beberapa penghargaan kejuaraan festival kopi di Indonesia dan mulai pada tahun 2000 menembus pasar ekspor.

Seiring waktu permintaan pasar, pengolahan kopi Arabica dan Robusta khas Temanggung dibuat bermacam varian rasa, diantaranya : kopi excelso, kopi robusta, kopi arabika green coffee, kopi arabika honey dan beberapa varian rasa lainnya dengan tetap mempertahankan cita rasa khas Temanggung ..., kopi berasa dan beraroma tembakau.

Dua cup berbeda kopi arabika tubruk dan kopi robusta tubruk masing - masing seharga 10K, sengaja kami pesan dari pilihan varian rasa lainnya yang disediakan kedai taman Posong, vietnam drip dan french press, untuk mencoba bagaimana cita rasa kopi asli khas Temanggung.


Trip Of Mine

Saat diseruput ..., hmmm aroma tembakaunya terasa dan memang benar cita rasa kopi Temanggung ini punya keunikan karakter khas tersendiri, berbeda dengan cita rasa kopi dari daerah lainnya. Nikmat kopinya terasa asam yang tertinggal lama dimulut. 


Lokasi :
Posong
Desa Tlahap, kecamatan Kledung, kabupaten Temanggung

Tiket :
Area kawasan lereng gunung Sindoro, berikut souvenir stiker dan area Posong bawah 10K


Trip Of Mine
Souvenir stiker

• Area Taman Wisata Alam Posong, berikut souvenir stiker 10K
[Info harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah]

Jam operasional :
• Gerbang tiket area 03. 30 - 23. 00
• Taman Wisata Alam Posong 07. 00 - 17. 30

Tips berlibur di Posong :
• Jaket dan pelengkapnya wajib dimasukkan dalam daftar perbekalan, terutama bermalam dan kedatangan dini hari.
• Perbekalan makanan dan minuman sebaiknya ikut masuk dalam tas perbekalan, mengingat warung di Posong buka sekitar jam 07. 00.
• Jika berburu kemunculan golden sunrise, sebaiknya memulai start jam 04. 00 subuh dini hari dari gerbang tiket dan sekitar jam 05. 00 sudah berada di area Posong.
• Siapkan kamera SLR / DSLR, atau juga kamera smartphone dan tripod untuk berburu foto.