Sunday, February 10, 2019

Candi Unik di Bawah Permukaan Tanah : Candi Sambisari

Artikel tentang lokasi percandian yang berada di Ungaran, dataran tinggi Dieng dan beberapa lokasi candi di Magelang diantaranya telah kutuliskan dalam blogku ini, Trip Of Mine.
Itupun kesemua lokasi artefak candi yang berada di Magelang belum seluruhnya kudatangi untuk keperluan berlibur disana, sekaligus mengeksplore dan mengumpulkan informasi di lokasi sedetil dan seakurat mungkin untuk keperluan penulisan blogku yang baru berusia 1 tahun lebih 2 bulan ini.

Dih, kok ngga kerasa, ya ... , tau - tau udah setahun lebih sedikit aja aku telah jadi seorang penulis narasumber atau blogger :) . 
Profesi blogger yang sering dicap banyak orang, eh# teman maksudku, sebagai orang berkepribadian tertutup, suka menyendiri, asik sibuk berimajinasi melalui tulisan dan sibuk pencat - pencet tombol keyboard smartphone atau komputer he he he ... .
Benar kan begitu ?.

Di Magelang dan di Yogyakarta terdapat banyak jejak artefak atau situs peninggalan kejayaan dari dinasti kerajaan Hindu dan Buddha pada ribuan tahun silam. 
Para arkeologi pun menduga di kedua kota ini dahulu kala merupakan pusat dari kerajaan Mataram Kuno terdiri dari 2 kerajaan besar dari dinasti Hindu dan Buddha. 

Dari kesemua peninggalan artefak bersejarah  tersebut, kesemuanya memang menarik ditelusuri dan setiapkali berlibur ke lokasi candi selalu memunculkan decak kagum luar biasa akan kemampuan para leluhur kita telah sanggup menghasikan karya sedemikian artistik untuk sarana ritual peribadatan, mengingat proses pembuatannya dilaksanakan pada abad yang jauh sebelum mereka mengenal tekhnologi peralatan modern dan canggih seperti sekarang ini. 

Dari beberapa lokasi candi yang pernah kudatangi, tak kesemua lokasi candi didirikan diatas suatu dataran tinggi, terutama candi beraliran Hindu yang memang rata - rata dibangun di suatu ketinggian lokasi, diantaranya : candi Umbul, candi yang dibangun sebagai kolam pertirtaan sumber air panas alami dan candi Pendem Sengi yang juga dibangun dibawah permukaan tanah sekitarnya. 
Kedua candi itu bukanlah terletak berada di suatu ketinggian bukit.


Trip Of Mine
Candi utama candi Sambisari

Begitupun lokasi candi Sambisari, candi beraliran Hindu yang terletak di desa Purwomartani, kecamatan Kalasan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang kudatangi kali ini ..., letak lokasi komplek candinya bukanlah berada di suatu ketinggian, tapi berada dibawah permukaan tanah. 

Unik ... , tampilan candinya seperti sebuah miniatur mainan !.
Begitulah spontanitas yang terlintas dipikiranku, saat aku tiba berada di tepi tebing ketinggian halaman taman candi. 
Gimana tidak refleks terlintas dipikiran seperti itu, jika kompleks candi yang terdiri dari 1 candi utama dan 3 candi perwara atau candi pendamping itu lokasinya berada di ... , kedalaman sekitar 6, 5 meter dibawah permukaan tanah dan areanya seluas lapangan bola !.

Dilihat dari ketinggian dan halaman taman seluas itu, komplek candi Sambisari nyaris mirip betulan dengan sebuah replika miniatur mainan.
Karena keunikan letak posisinya itulah, tak sedikit wisatawan melakukan pengambilan foto diri seolah jemarinya sedang menjumput badan candi melalui tangannya dari halaman atas taman ... , keren ya :) . 


Trip Of Mine
Candi Sambisari dilihat dari atas ketinggian tebing taman

Dari ketinggian taman yang mengelilingi komplek candi Sambisari ini, terlihat jelas terdapat 4 jalur anak tangga di keempat penjuru arah mata angin ditepi tebing. Fungsi tangganya untuk menuju ke komplek candi dan naik kembali ke area taman setelah dari komplek percandian. 

Dan juga terlihat dari atas ketinggian tebing jika komplek candi Sambisari yang memberlakukan perijinan khusus untuk wisatawan menggunakan sarana alat perekaman gambar drone ini memiliki 2 lapis pagar batu.
Pagar batu pertama tertanam didalam tanah berada di sisi terluar candi dan pagar batu kedua berada di bagian dalam dekat dengan lokasi candi.
Ada peraturan tegas larangan tertulis di beberapa papan pengumuman terpancang di tebing untuk pengunjung siapapun tidak bermain ataupun tidak melakukan tindakan apapun di lereng tebing taman karena kecuramannya dapat membahayakan keselamatan pengunjung. 

Setelah menuruni salah satu anak tangga , memasuki pintu pagar terbuat dari batu mengelilingi candi setinggi sekitar 2 meter dan mengelilingi areanya tampak beberapa situs Lingga tersebar di beberapa titik. 


Trip Of Mine
Artefak Lingga Yoni di pelataran candi

Sedikit berbeda dengan struktur candi lainnya, struktur batur candi utama Sambisari menghadap ke arah barat ini dibuat lebih tinggi ukurannya dengan badan candi kira - kira setinggi 1, 2 meter,  menimbulkan kesan terlihat badan candi inti seolah tenggelam dari kaki candinya. 



Trip Of Mine
Candi utama menghadap ke arah barat

Candi inti dilengkapi selasar untuk mengelilingi badan candi dan terdapat 3 arca utuh di badan candi : arca Durga Mahisasura Mardani di sebelah utara, arca Ganesha di sebelah timur, arca Agastya di sebelah selatan. 
Sayangnya, arca Mahakala dan Nandiswara yang semestinya berada di relung sebelah barat mengapit pintu masuk ruang dalam candi inti, keberadaan kedua arca itu telah hilang entah dimana keberadaannya.


Trip Of Mine
Arca Ganesha terlihat utuh sempurna

Di dalam bilik candi inti terdapat sepasang arca Lingga dan Yoni utuh sempurna berukuran besar. Arca Yoni terbuat dari batu berwarna putih dan arca lingga terbuat dari batu hitam, terpahat mulus dan mengilap.


Lingga merupakan perwujudan dari dewa Siwa, dewa tertinggi kepercayaan agama Hindu. Yoni merupakan perwujudan dari dewi Parvati, istri dewa Siwa

Melihat arca Lingga utuh, berukuran besar dan mengilap seperti itu, aku jadi teringatkan mitos yang beredar di masyarakat, katanya sih ..., dengan menyentuh arca Lingga dapat terkabulkan keinginan seorang lelaki untuk memiliki keperkasaan. 
Demikian juga sebaliknya, jika seorang wanita menyentuh arca Yoni maka akan mendapatkan kesuburan.
Entah benar tidaknya mitos yang beredar di masyarakat dan aku sering dengar kasak kusuk begitu, aku tak paham kebenarannya tentang hal itu.


Trip Of Mine
Arca Lingga Yoni di dalam bilik candi utama

Tapi tak ada salahnya juga kan, kucoba kusentuh arca Lingga di candi Sambisari yang diperkirakan dibangun pada abad ke 9 oleh Rakai Garung seorang raja Mataram Hindu dari Wangsa Sanjaya itu ... .
Rasanya saat disentuh ?. 
Ya keras, licin dan dingiiiiin !.
Namanya juga terbuat dari batu ..., he he he :) . 

Berhadapan tepat dengan candi inti, terdapat 3 puing kaki candi perwara atau candi pendamping.
Uniknya, dibagian tengah badan candi pendamping terdapat umpak terpahat bulat sempurna, diduga kemungkinan dahulu kala fungsinya dipergunakan untuk meletakkan sesaji ritual keagamaan.


Trip Of Mine
Umpak di tengah badan candi perwara

Sekali lagi berada didekat umpak dipahat sedemikian bulat sempurna itu, aku dibuat heran ..., bagaimanakah cara mereka dahulu kala sanggup memotong bongkahan batu bisa sebulat dan sepipih mulus rata permukaannya seperti itu ?.

Candi Sambisari diketemukan kembali pada tahun 1966 oleh petani daerah setempat saat menggarap lahan sawah milik Karyowinangun, setelah berabad - abad lamanya tertimbun tanah dan material erupsi gunung Merapi.
Diduga erupsi dahsyat gunung Merapi mengubur sejumlah candi itu terjadi pada tahun 1006. 


Trip Of Mine
3 candi perwara menghadap ke timur

Seperti terpasang di keterangan data dan sejumlah dokumentasi foto di ruang informasi saat candi Sambisari diketemukan kembali dan dalam rentang waktu saat penggalian lahan untuk penemuan komplek candi secara utuh pada tahun 1975 - 1977 diketemukan sejumlah artefak, diantaranya Prasasti Emas bertuliskan 'Om Siwasthana' dalam bahasa Jawa kuno yang memiliki arti 'Hormat, rumah untuk dewa Siwa'. Proses rekonstruksi dan pemugaran candi selesai pada tahun 1987.

Rute menuju ke desa Purwomartani tempat lokasi candi Sambisari berada, kutempuh melalui ringroad menuju ke arah Surakarta atau Solo dari persimpangan jalan di dekat terminal Jombor dan setelah melewati bandara Adi Sutjipto yang berada disebelah kanan jalan kemudian tetap masih melaju berada di kiri jalur badan jalan, perjalanan kulanjutkan berbelok ke arah kiri masuk ke jalan pedesaan setelah melewati lokasi pom bensin. 
Perjalanan melewati pedesaan, persawahan dan perumahan warga sejauh sekitar 2 kilometer dari badan jalan ringroad, akhirnya tiba di lokasi candi Sambisari. 

Lokasi :
Candi Sambisari 
Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Tiket:
Lokal 5K
• Mancanegara 10K
[Info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah]

199 comments:

  1. Wah candi sambisari, aku biasanya lewat aja kl je daerah itu. Karwna deket sama soto bathok hehe
    .
    Lingga yoninya sangat utuh sekali y mas, tp aku kok pny feeling kl permukaan tanah dulu, sama seperti candi sambisari. Jadi permukaan tanah yg skg bisa jadi endapan beribu2 tahun material letusan gn merapi..
    .
    Untuk arcanya sangat disayangkan hilang y mas, kl jaman belanda dl biasanya dibawa ke negeri belanda, entah kl candi sambisari ini.
    Dgn dieketemukannya umpag sepertinya struktur dahulu dikombinasikan dengan kayu. Bisa jd ada tiang kayu atau sejenisnya.
    .
    Oh iya artefak emasnya skg ada dmn mas? Aq ogn ke sambisari deh nnti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, mas Aldhi udah beberapakali melewati daerah sekitar candi Sambisari ini dan kulineran soto bathok ..., kok sayang ngga sekalian liburan ke candi, mas hehehe ...
      Atur jadwal liburan kesana, mas :)

      Kemarinnya aku cari-cari lokasi warung makan soto bathok yang aku tau infonya dari teman blogger juga, namanya Adi Pradana (kulihat ikut berkomentar dibawah ), kalo katanya di dekat candi ini ada soto populer ..., tapi aku ngeh dimana lokasinya.
      Apa yang diputaran persimpangan jalan desa dan terletak ditengah jalan dibawah pohon beringin besar itukah ?.

      Feeling mas Aldhi tentang posisi lokasi candi berada dibawah permukaan tanah sekarang ini, aku juga heran karena candi (terutama candi Hindu) selalu dibangun sesuai kepercayaan yang mereka anut jika lokasi candi dibangun dilokasi yang tinggi dipercaya akan semakin dekat dengan tempat bersemayamnya para dewa.
      Tapi candi Sambisari ini kok dibangunnya jauh dibawah permukaan tanah ...
      Kalo aku nebaknya gini, mas : dulu candi di lokasi sekarang ini memang lokasinya paling tinggi daripada tanah sekitarnya, lalu terjadi gempa bumi sewaktu gunung Merapi erupsi dahsyat dan tanah lokasi candi amblas ..., kemudian candi terkubur material vulkanik.
      Itu analisaku pribadi loh, entah kenyataannya begitu atau bukan hehehe :)

      Artefak prasasti emas dan sejumlah penemuan artefak seperti patung, tembikar, pengilon batu di lokasi candi-candi di Yogyakarta disimpan di museum ullen sentalu daerah kaliurang.
      Sayangnya, aku dengar info dari beberapa teman yang pernah ke museum itu, pengunjung ngga diperbolehkan mengambil gambar atau foto, mas.

      Delete
    2. iya mas, namanya soto bathok. itu utara persis candi sambisari, jadi kan candi sambisari ada jalan berbentuk U. nah ikutin aja nanti di timur jalan kecil itu..harus dicoba mas, sayang ga ketemu ya mas..
      boleh lah nanti sama mas Adi Pradana kita meet up disana mas:)

      bisa jadi mas, karena gempa bisa bikin amblas tanah permukaan. cm di sekitar candi sambi sari tepatnya di candi kalasan itu permukaan tanahnya sama peris dengan yg sekarang. Sepertinya dugaan mas Himawan bener. karena ada gempa ataupun sejenisnya, sehingga permukaan tanah amblas dan candi sambisari yang sekarang berada dibawah permukan tanah.
      btw mas Himawan paham bahasa sansekerta ga mas? aku penasaran tuh sama isi dr prasasti2 nya..

      yup bener mas, di ullen sentalu ga boleh ambil gambar, gak tau knp alsannya sih, mungkin supaya tidak terdokumentasikan digital ya mas.

      Delete
    3. Oooh ..., kuingat-ingat lokasi warung makan soto bathok setelah dijelaskan mas Aldhi, aku selintas ingat lokasinya.
      Yang dekat dengan sekolah dan tak jauh dari gapura masuk perkampungan, kan ?.
      Arah kedatanganku dari jalur itu, mas, cuma bukan dari belokan jalan tapi melewati jalan yang tengahnya ada pohon beringin besar dan jadi tempat kuliner.
      Rame banget loh kulineran disana.
      Ayooo ..., kapan diagendakan kita bisa ketemu sama mas Adi Pradana hehehe :).

      Hahaha .. aku ngga ngerti bahasa Sansekerta, mas.
      Bahasa Jawa kromo atau halus saja ngga fasih benar.
      Kalo diajak bicara pakai bahasa Jawa kromo dalam percakapan panjang dijamin langsung ..., gelagapan jawabnya hahaha :D
      Malu-maluin :( .
      Kalo mas Aldhi bisa diajak bicara bahasa Jawa kromokah ?.

      Kayaknya sih begitu, alasan untuk menghindari duplikasi artefak jadi dilarang pengambilan gambar di museum ullen sentalu.

      Delete
    4. nah tepat mas, pokoknya soto bathok itu pas setelah gapura, kalau aku biasanya jalannya dari arah selatan
      klo dari beringin juga bisa,, nah mas d beringin itu adem banget, aku pernah minum es kelapa muda disitu adem banget. Ga salah warga jaman dulu sepertinya merasakan masih banyak pohon dan ga begitu panas..
      Aku penasaran mas, bgmana arkeolog menafsirkan prasasti,karena dr prasasti itu kita bisa menguak sejarah bangunan cagar budaya terutama candi.

      Wah aku bisanya bahasa jawa kasar mas, karena pas kuliah aku bersosial dgn sebaya jadinya kromo alus ga bisa huhu
      tapi sedikit2 bisa mas, karena udh jadi org bantul juga hahaha

      yap bnr kayaknya mas, duplikasi artefak harus dihindari.. nanti tiba2 ada yg asli sama yg palsu,, kan bingung hahaha

      Delete
    5. Candi Sambisari ada di Bawah Permukaan Tanah..?

      Ini benar benar ada,,, ya Mas?

      Interior candinya kaya seperti di dalam goa begitu ya?... Mas...

      Delete
    6. @ Aldhi Fajar =

      Yeess, berarti benar warung yang kulewati di dekat sekolahan itu adalah lokasi warung soto bathok ..., owalaah inilah akibatnya gegara terlalu konsen nyari rute lokasi candi, sampai ngga ngeh ada warung terkenal karena bathoknya hahaha :D .
      Iya ya kuliner di bawah pohon beringin ditengah persimpangan jalan itu kok rame banget pengunjungnya ..., mungkin karena sensasi suasana kali ya yang bikin jadi tongkrongan asik.
      Kapan kudu dicoba akh nyeruput es kelapa muda disana :)

      Kurasa para team arkeologi belajar secara khusus pendalaman arti bahasa Sansekerta, mas.
      Jadi mereka paham apa yang tertulis di prasasti menggunakan bahasa Sansekerta dan Jawa kuno.
      Juga berikut belajar secara khusus tentang usia sebuah artifek.
      Menarik juga ilmu begitu, ya ..

      Oh, berarti sitik-sitik sampeyan saged ngendiko basa Jawi, nggih hehehe ..
      Wis segitu saja aku nulis bahasa Jawanya, selanjutnya .., bingung wwwkkkwkk


      @ Asnaji =

      Beneran ada candinya, mas.
      Ini bukan setting di film animasi kok xixixi ...

      Lebih tepatnya kayak didalam sebuah benteng ya, mas ..., karena dikitari pagar batu.
      2 lapis pula pagarnya.

      Delete
    7. Duh, Mas Hino dan Mas aldhi asyik abnget ngobrolin soal candi, hi hi. Sampai tempat kuliner segala. Sayang saya bukan orang Jogja jadi tak ngeh. Baca dan nyimak saja, soalnya asyik. ha ha.
      Semoga Mas Hino bisa lebih abnyak mendokumentasikan tulisan mengenai candi di blog ini. Ada banyak generasi muda dan mendatang yang tak paham. Anak saya juga mana paham. Sedang mamahnya yang minat banget sama sejarah karena ada narasi merasa bingung menjelaskan jika belum ajak Palung melihat secara langsung candi itu bagaimana. Semoag kami bisa main ke candi-candi yang ada di Indonesia. Biar Palung tahu nenek moyangnya hebat, lebih hebat daripada Ultraman, ha ha.

      Delete
    8. @ mas Himawan
      haha mas himawan lama di bogor ya, jd fasih basa sunda harusnya hehhe

      kita harus support team arkeolog dengan mengunjungi candi, karena retribusi masuk mungkin untuk keperluan penelitian juga anggarannya hehe
      sansekerta sepertinya berasal dr thailand, karena jaman buddha struktur candi thailand dan indonesia hampir sama. aku takjub pas baca artikel tentang angkor wat mas. Mas himawan tau pasti angkor wat.
      hayuk lah mas aku ga sabar pgn meet up ngbrolin blogging tentunya, karena aku masih blm bgitu mendalami hehehe

      @Mbak ROhyati

      iya nih mbak jadi asyik sndiri aku klo ngbrolin ttg peninggalan sejarah, entah mengapa. Padahal pas SMA jurusan IPA, kuliah TI tapi aku seneng banget sama yg namanya sejarah.
      ayo mbak main ke jogja, oh iya d garut juga kl g salah ada candi bojongmenje.

      Delete
    9. @ Rohyati Sofjan =

      Hahaha ..., obrolan jadi seru ya, merembet ke lokasi warung makan populer segala, kak.
      Gegaranya itu loh, kak .. aku nggah ngeh lokasi warung makannya, padahal kulewati.

      Amin, semoga aku atau mas Adhi berkesempatan mengeksplore candi-candi lainnya untuk dibuat artikel.
      Agar lokasi-lokasi candi dan sejarahnya lebih dikenal banyak orang dan dikenal generasi muda seperti Palung.
      Menurutku, penyampaian tutur sejarah ke generasi Millenial seperti Palung harus dibuat semenarik mungkin dengan cara diselipi unsur personal pengalaman si penulis yang diperoleh dilokasi, jadi mereka merasa seolah ikut terlibat langsung di lokasi yang disampaikan.
      Kalo sebuah sejarah hanya disampaikan seperti apa yang tertulis di buku mata pelajaran sekolah, generasi millenial kurang tertarik minatnya liburan ke candi.
      Itu menurutku loh, kak hehehe :)

      @ Aldhi Fajar =

      Hahaha .., bisa bahasa Sundanya cuma tipis ala-ala gitu, mas :D.
      Ngerti artinya, tapi susah ngucapinnya.
      Iya, mas aku lama tinggal di Jakarta, kemudian ada sekitar 5 tahunan tinggal di Bogor, ngelaju pp kerja di Jakarta naik KRL.

      Kalo dugaanku kok asal muasal bahasa Sansekerta merupakam paduan dari India dan Jawa kuno ya, mas.
      Mengingat asal mula agama Hindu dan Buddha pusatnya datang dari India, kemudian melalui misi penyebaran agama sekaligus misi perdagangan menyebar ke negara lain seperti ke Indonesia, Thiland dan Kamboja.

      Yups, aku hafal betul candi Angkor Wat karena lokasi candinya buat shooting film keren Tomb Rider dibintangi si bibir tebal nan sekeseeeh, Angelina Jolie wwwkkkwwkk ...
      Akar pohon Bodhinya yang nyaris seolah 'menelan' badan candinya itu jadi pemandangan super eksotis !.
      Tapi janhan salah ..., pohon Bodhi di pelataran candi Mendut pun ngga kalah eksotik, mas ...
      Akar pohonnya bisa kuat nahan badan orang bergelayutan dan batang-batang pohonnya membentuk ..., semacam rongga.
      Ketje banget buat berfoto.
      Hayook cobain deh liburan ke candi Mendut, mas ..., jangan lupa berfoto gelayutan ala-ala tarzan di akar pohon Bodhinya yaa ... hahaha :D

      Delete
    10. ternyata ngelaju jkt bogor, pake KRL mah sebentar ya mas, gmn kl naik kendaraan probadi tuh, macet pasti haha

      Iya di candi mendut ada pohon, oh itu namanya pohon bodhi ya mas?phon bodhi itu aslinya phon apa mas?
      oh iya sansekerta dr india, soalnya asal nya dari tanah gujarat sana. tapi di jawa kuno juga aksara jawa mirip dgn sansekerta, mungkin cikal bakal abjad juga sepertinya dr sana ya mas?
      nah itu aku tau angkor wat malah dari game mas,, trus aku cari di goole, eh teryata merupakan peninggalan heheh
      sama machu picchu yg aku tau dr game itu..
      bermain game sembari penasaran jadinya hehe

      Delete
    11. Iya betul, ngelaju naik KRL Jkt-Bgr rutenya ngga jauh-jauh amat, tapi saat jam kerja jadi amit ... wwwkkkk ....
      Semua kereta yang lewat dan gerbong-gerbongnya fuuuuulll buanget.
      Ngantri panjang di stasiun, rebutan masuk naik ke gerbong, dempet2an kayak ikan pepes di gerbong, turun gerbong juga kudu sabar nunggu giliran :D
      Seru juga siih ... dan bikin kangen suadana kayak gitu.
      Mas Aldhi pernah jugakah kerja atau tinggal di Jakarta ?.

      Waah ternyata mas Aldhi penyuka game ..., kalo ketemu ponakanku cowok klop niih, bakalan masing-masing sibuk mantengin layar buat tanding game online wwwkk :D

      Pohon Bodhi di candi Mendut, candi Borobodur menurut info yang aku dapetin dari petugas taman di kommpleks taman Buddhist Monastery .., bibitnya didatangkan langsung dari taman istana di Gujarat tempat Siddharta Gautama dulunya mendapatkan pencerahan menjadi Sang Buddha.
      O, iya di taman Buddhist Monastery juga ada pohon sangat langka juga bibitnya didatangkan dari Gujarat, namanya pohon Sala.
      Pohon Sala merupakan pohon yang dahannya digunakan untuk berpegangan ibundanya Siddharta Gautama saat melahirkan beliau.

      Aku juga kesengsem sama situs Machu Picchu yang unik banget itu ..., terus ... , kapan yaaaa kita-kita kesampaian kesana :( ?.
      Nulis gini sambil ngelamun ..

      Delete
    12. saya di belakang juga ikut kesemsem...

      Delete
    13. Eh# ..., ternyataaaa dibelakang ..., mas Asnaji ikut juga kesengsem lihat Machu Picchu :D

      Delete
    14. tapi bayar tiket KA kan mas? hahaha
      kl dulu ada istilah "ngambing" aku pernah ke jakarta dr jogja, ngambing mas.. ikut di gerbong barang haha
      kenangan..
      aku blm pernah mas di JKT cm banyak saudara di jkt.


      Iya mas, salah satu penyebab aku terDO dr kampus yg lumyaan bagus di jogja..klo ingat game online sedih rasanya :D

      pohon bodho ternyata dari gujarat langsung ya, itu mungkin sebagai simbolis penyebaran ajaran HIndu ya ? phon sala juga aku malah baru tau, wah banak ilmu jadinya nih hehehe

      Delete
    15. O,yaaa .. mas Aldhi pernah nebeng naik kereta ke Jakarta di gerbong barang ?.
      Aku malah baru tau ada istilah 'ngambing' kayak gitu, mas.
      Owaaalah, kalo tau gituuu dulu .. kan nyoba jajal sekalian 'ngambing' wwwkkkkk ...
      Kan lumayan, mangkas pengeluaran, eh#

      Astaga, mas .., gegara hobi ngegame bisa berimbas kena DO :o.
      Wis, tapi ngga usah disesali, mas.
      Toh nyatanya ngga semua lulusan akademisi juga meraih sukses di dunia kerja, kok.

      Kapan mas Aldhi ke candi Mendut, coba sekalian mampir ke taman Buddhist Monastery yang letaknya disebelahnya, ya.
      Nanti disana mas bisa lihat wujud pohon Sala dan syukur-syukur pas berbunga ...., mas pasti heran karena kelompok bunga2nya berada di bawah sampai menjuntai dibawah tanah, bukan diatas pohon.
      Ukuran bunganya setapak tangan orang dewasa.
      Pohonnya sangat besar dan tinggi.

      Delete
  2. Candi Sambisari dilihat dari atas ketinggian tebing taman, menurut saya bukan seperti miniatur sih, tapi seperti reruntuhan gitu lho pak, gak menyerupai candi hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. O, begitu pendapat anda sodara, bapak Intan Sudibjo ?.
      Wwwkk ..., kok resmi banget ya manggilnya bapak :D

      Kalau dilihat sekilas difoto, komplek candinya memang trlihat puing-puing reruntuhan, tapi kalau diamati seksama mirip miniatur kok, pak ...
      Xixixi manggilnya pak lagiiii ..

      Delete
    2. wkwkwk mending dipanggil bapak daripada om yg kesannya seperti om om senang haha

      Delete
    3. Om girang, girang sekali sampai leloncatan ? ..
      wwkkkkwkk :D !

      Delete
  3. baru tau, ada candi di bawah ketinggian tanah.
    ada Arca Lingga Yoni di dalam bilik candi Utama.
    thanks infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelum liburan ke lokasi candi Sambisari ini, ada juga lokasi candi yang berada di bawah permukaan tanah yang kulihat, mas Tanza.
      Namanya candi Pendem Sengi.

      Your welcome, mas Tanza :)

      Delete
    2. saya juga baru tahu lho, kita samaan yah xixixixi

      Delete
    3. Xixixi samaan ketawa ngikik kalo gitu ... :p

      Delete
    4. Ketawanya bisa buat nyari istri lagi ..

      Delete
    5. O iyaa :D ?.
      Nih kalo gitu kupinjemin ketawaku, mas Asnaji ...

      Delete
  4. Candi Sambisari ini peninggalan dinasti Hindu ya? Wah unik juga ya kompleks candi Sambisari dan candi perwara berada bukan di ketinggian tapi di bawah permukaan tanah seluas lapangan sepak bola ya?
    Apa ada alasan khusus ya membangun candi di kontur tanah yang letak di bawah permukaan tanah brader?
    Karena lokasi yang unik ini pasti menarik wisatawan asing dan domenstik untuk mengunjunginya. Disamping itu harga tiket masuknya pun murah 5 K untuk lokal, wisman 10 K.
    Baru ditemukan kembali tahun 1966 ya karena tertimbun akibat erupsi gunung Merapi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Entah hal itu, sista ..., sebetulnya aku juga heran lihat posisi lokasi candi kok berada di bawah permukaan jalan.
      Kalo diduga tanah lokasi candi berada amblas karena gempa bumi sewaktu terjadi erupsi tapi kok ya di dekat pagar batu terluar batas candi itu ... juga diketemukan potongan semacam batas pagar batu utuh melintang yang berjarak beberapa meter dari lokasi candi inti dan candi perwara ..., dilengkapi anak tangga pula.
      Dari situ, aku kok menduga dulunya sebenarnya komplek candi ini sangat luas areanya.

      Saat aku liburan kesana, kebetulan yang kutemui pengunjungnya kesemuanya wisatawan lokal berusia muda.
      Ngga terlihat adanya turis mancanegara.

      Delete
    2. Mungkin bisa jadi begitu, candi Sambisari terletak di bawah permukaan tanah ini akibat gempa bumi yang terjadi saat erupsi gunung Merapi. Jadi tanahnya amblas sehingga candi Candi kecil ini juga struktur tanahnya ikut amblas ke bawah permukaan tanah.

      Maksudku itu mungkin kalau suatu saat banyak turis mancanegara yang udah tahu keberadaan lokasi candi Sambisari yang unik ini, mungkin saja para wisman itu jadi tertarik mengunjungi lokasi ini karena candi kecil ini unik untuk diambil gambarnya.

      Delete
    3. Semoga ya lokasi candi satu ini dikenal dan didatangi banyak turis mancanegara.
      Padahal lokasinya sudah dekat dengan bandara Adi Sutjipto loh, meski ngga dipinggir jalan besar lokasinya.

      Benar kata sista, keunikan lokasi candi yang terletak jauh dari ketinggian, jadi obyek menarik buat lokasi foto dengan gaya seru.
      Cuma waktu itu aku ngga nyoba berfoto seolah lagi menjumput candi dari ketinggian atau mencoba bikin foto unik begitu karena saat aku disana cuaca terasa panas menyengat dan silau banget melihat layar kamera, karena aku liburannya sendirian jadi rada sulit mengambil gambar seperti itu.
      Kecuali cuaca lagi ngga terik bikin silau mata lihat ke arah kamera :) .

      Delete
    4. Amin semoga candi Sambisari ini bisa lebih meluas lagi dikenal agar bisa dikunjungi wisatawan mancanegara.
      Ooh lokasinya dekat dengan bandara Adi Sucupto? Wah itu kebetulan sekali bila pemkot ingin mempromosikan candi ini misalnya pada jalan raya menuju bandara, misalnya dipasang papan plank penunjuk ke arah lokasi wisata candi Sambisari plus keterangannya. Dengan maksud agar para turis asing mancanegara yang baru mendarat di bandara Adisucipto kemudian melewati jalan raya sekitarnya bisa melihat papan plank wisata candi Sambisari ini. Atau bisa juga di bandara atau di tempat yang banyak turis asing bisa disebar brosur-brosur candi unik ini. Promosi candi harus lebih gencar ya supaya lebih dikenal lagi.

      Iya ya kalau travelling pas cuaca panas matahari terik pasti mata akan silau melihat ke kamera, apalagi traveling sendirian, pasti kendala nya terbatas nggak bisa selfie seru-seruan karena nggak ada yang bantu jepret kamera ya?
      Sabar aja ntar kalau ke sana lagi siapa tahu bisa bawa team dan bisa beraksi di depan kamera dengan style seolah brader itu Giant Raksasa sedang menjumput candi yang kecil imut ini dari ketinggian. Ntar pasti hasil fotonya unik hehehe..

      Delete
    5. Saran ide yang sangat bagus itu, sista. Aku juga setuju dan sependapat, jika di bandara disediakan keterangan informasi tentang lokasi wisata berikut jaraknya dan brosur yang boleh diambil pengunjung bandara, itu pasti akan jadi daya tarik tersendiri.
      Sebetulnya ada lokasi candi yang lebih dekat lagi dengan bandara Adi Sutjipto ..., ditempuhnya tanpa perlu memasuki perkampungan seperti ke candi Sambisari ini.
      Lokasinya tepat dipinggir jalan, namanya candi Sari.
      Cuma waktu kemarin aku kesana, candinya sedang dipasangi banyak tiang besi untuk kegiatan perawatan pembersihan candi dari lumut.
      Terpaksa kubatalkan kesana dan aku langsung nyari informasi candi Sambisari ini ke penjaga warung dijalan.

      Hehehe .. iya ya kalo berpose seolah giant raksasa sedang menjumput candi pasti unik banget fotonya :).

      Delete
    6. Iya sepertinya begitu harus ada promosi yang lebih gencar lagi untuk memperkenalkan candi Sambisari. Salah satunta ya menyebarkan brosur di bandara Adisucipto jadi turis asing akan tahu ada candi di dekat bandara, dan mungkin saja para wisman tsb tertarik untuk mendatabgu candi Sambisari yang unik ini.

      Ooh malah ada candi yang lokasinya lebih dekat lagi dengan bandara dan letaknya di pinggir jalan? Hanya belum bisa dikunjungi ya karena ada proses pembersiha dan maintenace candi. Oke nantu kalau sudah didatangi ditunggu liputan dan iulasannya tentang candi Sari.

      Delete
    7. Betul.
      Mumpung bandara Adi Sutjipto masih beroperasional.
      Nantinya setelah bandara NYIA sudah beroperasional, lokasi candi2 sekitaran bandara Adi Sutjipto sudah banyak dikenal orang dengan adanya brosur atau papan keterangan informasi lokasi wisata di bandara.

      Baik, kapan-kapan akan kudatangi ulang candi Sari dan setelah itu diulas, sista :)

      Delete
  5. baru tahu ada candi unik yang letaknya dibawah permukaan tanah, pastinya banyak yang gak tau ya kak.. asik,, banyak artikel baru nih kak himawant.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang sudah banyak yg tau mba haha

      Delete
    2. Saya baru tahu kalau ada candi kecil mungil seperti itu mas :)

      Delete
    3. @ Vika Hamidah =

      Bisa jadi, masyarakat luas belum banyak yang tau lokasi candi ini, kak.
      Terkecuali pendatang seperti mahasiswa atau pekerja di Yogyakarta.
      Nama candi Sambisari ini memang tak sepepopuler nama candi Prambanan, padahal lokasinya sudah ngga gitu jauh-jauh banget keduanya, kak.
      Cuma bedanya, candi ini berada di pelosok perkampungan, kalau candi Prambanan di tepi jalan besar.

      @ Intan Sudibjo =

      Hahaha ...
      Ohh, mas Intan ini kayak jubir atau JUrus biBIR, eh# salah ... , juru bicara maksudku

      @ Digital Poin =

      Ada yang lebih kecil lagi dari candi Sambisari ini, mas.
      Contohnya : candi Selogriyo.
      Candi yang juga sudah kutulis di artikel.

      Delete
    4. Aku pengen tar dah kapan2 kunjungi candi ini plus candi yang kata kak himawant paling kecil.. kayanya imut3 gtu ya kak himawant hihi asik buat selfie

      Delete
    5. Amin terlakasana keinginan kak Vika liburan ke candi.
      Semangat ya, kak :)
      Ntar di Jawa-Tengah bisa lihat candi dari ukuran terkecil, sedang juga woow ... besar banget ukurannya hehehe.
      Kesemuanya keren buat foto-foto ;)

      Delete
    6. Baru niat2 muluu nih kak himawant hihiii sambil gk pergi2 mulu kesana hihi tar deh casie balita mau kesana hihi

      Delete
    7. Sabar ya, kak Vika.
      Lebih baik nunggu adik Casie rada gedean dulu saja liburannya.
      Ntar kalo adik Casie udah diatas balita, bisa liburan di lokasi candi sambil pasang aksi berfoto kayak Celyn ponakanku itu hehehe :)

      Delete
    8. hihiiii biar dia naik sendiri ke candi tanpa aku gotong2 ya kak? atau kak himawant mau bantu saya gendong bayik? ckckckc btw ditunggu artikel selanjutnya..!

      Delete
    9. Wah, itu aku mau banget dan suka gendong bayi atau anak kecil, kak ... hehehe :).
      Entah karena pengaruh apa ya, banyak anak-anak kecil termasuk bayi, suka sama aku, kak.
      Sudah beberapakali ketemu bayi dan anak kecil sewaktu mereka sama ortunya, bayi dan anak kecil itu ngelihatin aku lama, senyim2 juga minta gendong ... hahaha.
      Ortunya sampai bingung ngelihatin begitu.

      Delete
    10. Eh#, maksudku senyum2 ...
      Bukan senyim2 hahahaha

      Delete
    11. Tapi ini bayik ya baru 5 bulan dah mau 8 kg kak himawant.. dah kaya angkat barbel nih.. tp kayanya ka himawant mah kuat lah ya 8 kg wkwkkw kalau saya dah pegel tangan dluan nich wkwkkwkw salam dari baby Cassie buat om himawant hahaha

      Delete
    12. Bhuahahahaha .. , kak Vika bisaan siih bikin aku ngakak bacanya ..., tangan pegel kayak main barbel :D

      Ya, malah bikin tangan sekseeh loooh ..., sering-sering gendong baby Casie ;).
      Aku jadi ingat, aku sering dapat tugas dari ortu untuk ngasuh gantiin gendong dua adikku yang selisih usianya jauh dengan usiaku ...., mana mereka berdua bayinya juga semok begitu ..., tangan jadi pegal linu bin lemas wwwkkkkkkk :D

      Terimakasih salamnya dari adik baby Casie, kak Vika :).
      Salam buat Casie cantik.

      Delete
  6. Saya seringnya ke Soto Batoknya mas, btw, candi ini cukup luas untuk jogging mengelilingi di atas tamannya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah dimana sih lokasi warung makan soto batok yang pernah kubaca di postnya mas Adi itu, ya ?.
      Aku kok ngga ngeh waktu kesana.

      Iya ya lokasi area taman candinya luas, mas ...
      Itu buat jogging mengelilingi 5 kali aja udah bikin ngos-ngosan wwwkkkwwk

      Delete
    2. @ mas adi dan @ mas himawan
      yuk mas meetup bertiga di soto bathoknya,, jadwalkan hehehe

      Delete
    3. Hayoook ..., aku mau saja loh meetup dengan teman-teman blogger. Betulan hehehe ...
      Bisa buat ajang tukar pikiran juga tentang mengelola blog.
      Yok, kapan ?

      Delete
    4. coba tunggu mas adi nih,aku juga soalnya blm bgitu banyak kenal mas,, maskutnya blm pernah meet up langsung sama tmn2 blogger hehhee
      masih newbie aku

      Delete
    5. Sama aku kalau gitu, ya mas. Belum pernah sekalipun meet up dengan teman blogger.
      Sebetulnya punya keinginan untuk itu untuk tukar pikiran tentang blog.
      Semoga ya suatu saat bisa terlaksana :).

      Delete
  7. Kalau dilihat dari bentuknya memang unik ya mas, kecil mungil... kayak bukan candi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, mas kalau dilihat sekilas dari ketinggian kayak mainan :)

      Delete
  8. suka saya tengok kawasan sekitarnya bersih dan dijaga rapi... supposed pihak kerajaan popular kan tempat ini sama seperti kawasan tarikan terkenal yang lain... sebab pada masa sama membantu menjana ekonomi penduduk sekitar...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seperti opini kak Anies, semoga saja betul terlaksana candi Sambisari lebih dipromosikan oleh pemerintah agar namanya dikenal banyak orang.

      Delete
    2. betul. saya yakin di sana banyak tempat sebegini tetapi hanya beberapa tempat sahaja yang dikenali dunia luar. kalau sudah dikenali, pasti akan dapat pengiktirafan dari pihak UNESCO

      Delete
    3. Sangat betul pendapat kak Anies.
      Di kedua wilayah Magelang dan Yogyakarta, juga beberapa candi lain tersebar di beberapa kota lainnya hanya candi tertentu yang mendapat pengakuan dari Unesco.
      Semoga saja kedepannya nanti candi2 lainnya juga dapat diakui oleh Unesco dan mendapat bantuan dana untuk perawatannya.

      Delete
  9. Gak terasa ya mas, sudah setahun lebih aktif ngeblog.. Tulisan mas tentang Candi bisa juga ni dibuat dalam bentuk buku soalnya lumayan lengkap menjelaskannya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kurun waktu selama setahun dijalani itu ngga kerasa, kayak cepet banget pergantian hari ke hari berikutnya.
      Semoga kelak betulan aku jadi penulis buku, dirimu juga ya, mas ...
      Kita saling mendoakan :)

      Delete
  10. ternyata hobinya jalan-jalan ke candi ya mas emang sekalian wisata sejarah ya mas bisa buat cerita ke anak-anak atau mungkin saudara yang masih sekolah gak hanya baca dari buku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hobiku jalan-jalan ke semua jenis wisata, termasuk ke candi,kak Devina.
      Mengekspos candi biar generasi muda ikut tertarik liburan ke candi hehehe :)

      Delete
    2. Mantab hoby sekaligus mengenang sejarah kebesaran negeri tercinta

      Delete
    3. Terimakasih opininya kak Kurnia.
      Ayook kita semua ikut memperkenalkan sejarah.
      Ngga cuma liburan tapi juga belajar sejarahnya di suatu lokasi.

      Delete
  11. Unik sih ini candinya. Ada yang terletak dibawah kita ya, jd semacam kawah mini hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya hehehe ..., semisal tebingnya ngga ditanami rumput taman pasti terlihatnya kayak di jurang dilihat dari ketinggian.

      Delete
  12. Ntah kenapa saya kurang tertarik melihat candi mas, di Riau ada 1 candi ga tau candi hindu/buddha dan saya belum pernah kesana seumur-umur. Haahahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh itu candi Muara Takus ya, mas ..., candi beraliran Buddha.
      Keren loh mas liburan ke candi, bisa lihat langsung karya leluhur kita. Cobain deh ;)

      Delete
    2. Ooo Buddha yah.. Next time bang, kalau ada kesempatan.. Mayan juga buat bahan posting blog haha

      Delete
    3. Hahaahahaa ...
      Naaah itu tau pasti jawabannya :D
      Ngga cuma buat liburan, tapi juga buat kepentingan postingan ;)

      Delete
  13. Hampir sama dengan yang kudapati di Candi Ngempon Bergas Kab Semarang mas. Di sana juga candi berada di kompleks yang kecil, tidak di dataran tinggi, bahkan terdapat juga kolam petirtaan air hangat yang sering digunakan oleh wisatawan untuk berendam.

    bagaimana pun keadannya, candi merupakan peninggalan budaya masa lalu yang mesti kita rawat, jaga, dan lestarikan.

    Salam budayaa.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wouw..., ada salam budaya juga hehehe ... :)

      Wah itu menarik sekali dikunjungi candi Ngempon di Bergas, mas ..
      Bisa liburan lihat situs candu sekaligus berendam air hangat.
      Lokasinya dekatkah dengan pabrik jamu Sido Muncul, mas ?

      Delete
    2. Kalau dari magelang sebelumnya, Mas. Biasanya saya lewatnya dari Pasar Merakmati.

      Pasar merakmati itu kira-kira 50 meteran dari Kanindotex/Apacinti Corpora. :D

      Delete
    3. Yups, terimakasih info rutenya ke candi Ngempon, mas Rifan.

      Semalam aku searching lokasinya, ternyata di dekat pemandian air panas Diwak yaa ...
      Aku pernah ke pemandian Diwak tapi dulu sebelum punya blog, mas.
      Dan semalam kulihat di google, unik juga bentuk candi Ngempon ya ..., keren.

      Aku penasaran dengan tingkat kepanasan air belerang di dekat candi Ngempon itu apakah sepanas air di Diwak yang airnya cokelat pekat itu ..

      Delete
  14. melihat penampakan candi Sambisari yang diambil dari atas sepertinya hanya sebuah onggakan batu yang berserakan, tapi ternyata candi yang sesungguhnya berada di bawah permukaan tanah ya?
    tapi betulkah candi Sambisari ini dibuat di bawah permukaan, bukan karena telah terjadi abrasi pada ratusan tahun setelah candi berdiri?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari kita tanyakan kepada rumput yang bergoyang mang

      Delete
    2. Dari sekian banyak lihat komentar mang lembu, ini salah satu yang terbaik :)))

      Delete
    3. @ Mang Lembu =

      Pendapat mang Lembu samaan dengan pendapat mas Intan Sudibjo, kalo candi Sambisari ini dilihat dari ketinggian mirip reruntuhan puing.
      Tentang betul tidaknya dulu lokasi candi dibawah permukaan tanah itu masih jadi misteri belum terjawab dengan pasti, mang ... .
      Heran juga ya, kok lokasi candi dibangunnya bukan di suatu ketinggian. Apalagi ini candi beraliran Hindu yang hampir kesemua candinya dibangun di dataran tinggi atau setidaknya sejajar dengan badan jalan.
      Tuh, malah disaranin coba kita bertanya ke rumput yang bergoyang sama mas San Muliadi ....
      Wwwkkk

      @ San Muliadi =

      Rumputnya lagi pada mager bergoyang, maaas ..., karena keberatan keujanan melulu ..
      Hahahahaa :D !

      @ Mang Lembu =

      Cieeee ..., komentar mang Lembu dipuji sebagai komentar terbaik hehehe :)

      Delete
    4. asli ini memang komentar terbaik dan nehnik, teoritis dan masuk akal..

      Delete
    5. Sekali lagi, pendapat teori Mang Lembu dapat pujian.

      Mang Lembu mana yaa .., hehehe :)

      Delete
    6. Tau sendiri biasanya mang lembu kasih komentar gimana kan wkwkwkwk

      Delete
    7. Wwwwwkkk ...
      Iyaa sih, mang Lembu kan pakar,eh# maksudku mastah perbloggeran..., jadi pertanyaan atau pendapatnya pastilah kritis.

      Delete
  15. Dari peninggalan bersejarah ini aku suka kagum dengan orang-orang zaman dulu. Bikin candi secara sederhana tapi masih bisa dinikmati sampai sekarang.
    Mas Himawan semakin banyak mengulas tentang candi, semakin banyak ilmu sejarah dan percandian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa tau ya kak semakin banyak mengulas tentang candi nantinya aku ditunjuk jadi duta arca wwwkkk :D ... .
      Tujuanku mengekspose candi buat artikel agar lokasi candi juga jadi tujuan lokasi liburan favorit generasi millenial, agar mereka ngga cuma sukanya berlibur ke lokasi wisata kekinian doang, kak.

      Kita beruntung ya berkat kepiawaian leluhur kita membuat candi pada jaman dahulu kala, membawa nama Indonesia sekarang dikenal dunia sebagai arsitektur mumpuni.

      Delete
  16. Baru tau kalo candi2 ukuran mini, jadi seperti replika ya padahal candinya asli, tapi saya gak habis pikir sih apa ya motif orang di jaman kerajaan dulu buat candi koq bermacam2 ukuran beginj dan tempatnya terpisah pisah lagi, mungkin mas himawan bisa jawab?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, kak Hydriani.
      Setauku, bentuk ukuran candi dan letak lokasinya yang jauh satu sama lain lokasi candi itu karena masing-masing candi dibuat oleh tak satu kerajaan yang mendirikannya.
      Tapi dibuat oleh beberapa raja dari kerajaan tertentu.
      Fungsi candi-candinya juga tak selalu untuk tempat peribadatan semata, tapi ada juga candi yang didirikan untuk hadiah dan ada juga yang untuk menyimpan abu jenasah raja.

      Delete
  17. belum pernah berkunjung ke candi ini, yang jelas banyak banget ya candi candi di jawa tengah, kalo mau wisata candi nggak cukup 3 harian ambil cuti hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ...,kurasa iya, kak Ainun.
      Ngga akan cukup waktu kalo mengambil cuti cuma 3 hari untuk mengeksplore kesemua lokasi candi di Jawa-Tengah, kak .
      Karena satu lokasi candi dengan candi yang lain tak selalu berdekatan jaraknya.
      Contohnya dari Yogyakarta ke candi Arjuna di Dieng saja perlu waktu tempuh sekitar 4 jam, itu baru perjalanan berangkatnya saja, jadi pp bisa 8 jam :)

      Delete
    2. iya bener banget, migrasi dulu nih jadi wong jowo tengah hehehe

      Delete
    3. Hehehe boyongan 'ngungsi' 2 mingguan ndisik ke Jowo - Tengah :) ...

      Ojo lali nggowo bekal pakaian sekoper wwwkkkwwmk :D

      Delete
  18. Jujur nih yah mas. Aku tuh sama sekali ngga pernah ke Candi. Kalo di Sulawesi Selatan itu ngga ada yang namanya Candi. Jadi pengen deh cobain jalan-jalan ke Candi. Apalagi liat foto-fotonya mas itu keren banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelumnya kuucapin terimakasih buat opini kak Suryani tentang foto-fotoku di candi :)
      Ge~eR mode:On nih, kak ... hahaha :D

      Sabar ya suatu hari ntar keinginan kak Suryani liburan ke lokasi candi pasti kesampaian.
      Ikut kudoain, kak.

      Delete
  19. Salah satu ciri khas candi Hindu seperti candi Sambisari ini adl adanya Lingga Yoni, jadi waktu jaman kerajaan dulu tempat ini bisa dikatakan tempat pertanian yg subur ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepat betul pendapat mas Aris :)
      Arca Lingga dan Yoni itu melambangkan kesuburan dan pada jaman dahulu kala sebagai lambang kesuburan pertanian.

      Delete
  20. memang sangat unik mas kalau dibangun dibawah permukaan tanah rasanya penasaran bagaimana kalau berasa dalam tanah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya ..., gimana ya waktu itu aku berada di pelataran candi dibawah permukaan tanah ..., ada sensasi tersendiri saat lihat ke halaman tebing atas seluas itu, mas.
      Berasanya kayak lagi ditengah stadion bola hehehe :)

      Delete
  21. orang zaman dulu sakit2 ya mas, bisa motong batu serapih itu, wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya, kak Ella.
      Padahal alat mesin canggih saja pada jaman itu belum ada, tapi batu bisa dibentuk sedemikian detil.

      Delete
  22. dulu pernah ke candi sambisari ini dan ini deket rumahku juga huahahaha
    jadi membayangkan dulu masyarakat yang tinggal di daerah rumahku jaman duluuuuuu banget, ikutan gotong royong bikin candi ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. O, yaaa ..., rumah kak Agi di dekat candi Sambisari ?.
      Hahaha ..., baca post ini jadi teringatkan persis area candinya seperti apa, ya.
      Lah, wong rumahnya tetanggaan sama candi :D

      Delete
  23. Candi Sambisari ...Meski belum pernah kesana tetapi melihat dari gambaran diatas pastinya banyak sejarah yang bisa digali disana...

    Berkesan hanya onggkan sebuah batu akan tetapi didalam begitu banyak makna yang mengandung nilai sejarah tinggi...Luar biasa..😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul candi sarat cerita sejarah, mas admin tamvan :)

      Delete
  24. Sebenernya kalo dipikir-pikir, nenek moyang kita hebat-hebat ya. Bisa bikin candi gede menjulang tapi dengan peralatan seadanya. Gak kaya jaman sekarang yang peralatan membangun sebuah bangunan udah canggih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat, mas Riza.
      Rasanya ajaib saja melihat struktur, relief dan ornamen candinya dibuat pada jamannya dulu ..., membayangkan saat proses pembuatannya juga aktivitas dahulu kala juga jadi hal menarik disimak.

      Delete
  25. Biasanya kalau Candi itu kan tegas dan jelas ya mas... maksudnya mudah ditandailah... tapi kalau Candi Sambisari dibawah permukaan tanah... apa pembangunanya disengaja seperti ini ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang tau tentang itu, mas Sabda. Entah memang candi dibangun dilokasi yang tampak seperti sekarang ini, atau karena disebabkan tanah amblas saat terjadi erupsi besar gunung Merapi.

      Delete
  26. Replies
    1. Thank you for your opinion about this article, Rajani Rehana.
      Greetings from me in Indonesia

      Delete
  27. Please read my post. rehanaexperience.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Already, Rajani i will reading your post.
      Thanks a lot.

      Delete
  28. hebat, terawat bersih dan bagus. eh, mas, sampean pernah ke candi ijo? kemarin bulan lalu ada komunitas sunmori jogja main ke sana. rame bgt lah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum sempat masuk ke area candi Ijo, pernah sih tapi cuma sampai gerbang tiketnya hehehe ..., saat itu batal kesana karena waktunya ngga memungkinkan, ada keperluan lain, mas Beny.
      Mas pernah liburan kesana ya ?.

      O, apa itu komunitas Sunmori, mas ?.

      Delete
  29. pernah lewat candi ini tapi belum pernah mampir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nexttime pas lewat lokasi candi ini, mampir sekalian, kak Dita :)

      Delete
  30. Saya jadi ingin menyentuh lingga yoninya .Biar lebih perkasa. Aduh penasaran banget dan ingin segera membuktikan mitos tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayook disegerakan menyentuhnya, mas DB hahaha ...
      Biar seperkasa otot Gatotkaca gituuh :D

      Delete
  31. Aku baru tau..blog nya ada buku tamunya. Ntar abis itu ngambil souvenir ah..😀


    Btw..pernah sekali aku kesini...tp waktu itu blm punya blog. Jd ga punya ctatan sejarah. Pengen ah, kapan2 main ke sini lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixi kayak lagi kondangan pulangnya dapat souvenir ya, kak :)

      Sayang ya kalau ingat kita-kita dulu pernah liburan ke suatu tempat tapi kehilangan data untuk pelengkap artikel.
      Setelah punya blog, jadi nyesel.
      Itu seperti yang kualami, kak ..., dulu sebelum punya blog aku sudah pernah liburan ke cukup banyak lokasi wisata, cuma foto rasanya kurang lengkap untuk disertakan ke artikel.

      Ayook ajakin keluarga ke candi Sambisari, kak ;)

      Delete
  32. waduh, kalau tiap hari jalan-jalan terus bisa cepat rampung nih berkunjung ketempat para peninggalan sejarah terdahulu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dijamin langsing, mas Indra ..., 10 kali jogging perhari ngitarin area taman candi dalam waktu seminggu saja, bakalan turun 10 kilo wwwkkwwk :D

      Delete
  33. arsitektir yang luar biasa, teknik pembangunannya pastinya berbeda dengan jaman sekarang, jadi enggak usah heran juga kalau dia bisa membuat batu yang pipih bulat serta halus kayak itu, soalnya dari jaman dulu juga orang sudah punya teknik - teknik tersendiri, dan itu sudah bisa dijelaskan sama para peneliti... mungkin gitu sih yah wheheh.. intinya orang2 dulu juga pinter2lah dalam urusan bangun membangun...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku tetap heran, mas.
      Heran pakai alat apakah sebenarnya para leluhur memotong batu, mengukirnya lalu menyusun sedemikian tinggi.

      Betul pendapat mas Ahmad, para leluhur kita punya kemampuan arsitektur luar biasa.

      Delete
  34. Ini salah satu candi favorit anak-anakku. Mereka taunya kalau candi itu ya sambisari. wkwk..

    Tapi secara tempat emang ga jauh dari rumah dan juga cocok karena ada arena yang bisa dipakai untuk ngumbar anak-anak.

    Sisi sejarahnya juga cukup menarik. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwkkk ..., lucu juga yaa anak-anak mas Kris taunya candi itu cuman candi Sambisari ..
      Itu pasti karena sudah seringnya anak-anak diajak kesana :)

      Iya sih areanya luas banget bisa buat arena anak-anak bermain, cuma tetap harus hati-hati saat di area taman atas tebing, takutnya tergelincir kalo ngga diawasi.

      Delete
  35. Wah bisa menjadi tujuan liburan mendatang ini.. hihi.. terima kasih Mas. Sejujurnya saya belum pernah mengunjungi candi bersejarah kayak gini. Huhuhu.. Semoga gak ada halangan ke depannya 😁.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin kudoakan kesampaian liburan ke candi, kak.
      Terimakasih juga ya sudah berkunjung :)

      Delete
  36. Aku kepengen deh bisa jalan-jalan santai ke tempat-tempat bersejarah begini. Dulu sangat nggak suka sama sejarah. Tiap pelajaran sejarah rasanya waktu berjalan lamaaa banget. Sekarang malah sukaaa ... Tapi kalau ke candi bareng anak-anak tuh mereka lari-lari kemana-mana terus aku ngeri mereka hilang, hahaha ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ..., terus didampingi aja anak-anak, kak ..., mamanya ikut lari-larian juga, itung-itung olah raga :D .
      Oops, becanda loh ya ;)

      Menurut penelitian psikologi sih keinginan atau minat seseorang bisa berubah seiring bertambahnya usia kita, kak ...
      Dan pendapat itu benar adanya, dulu kak Melina ngga suka pelajaran sejarah di sekolah, sekarang berbalik 100° jadi suka berat .. hehehe :).
      Ayook diagendakan liburan ke candi, kak ..

      Delete
  37. wih, lagi eksplor candi terus nih mas him. candi yg satu ini unik banget ya ada dibawah permukaan tanah.

    lokasinya di sleman ya deket dengan kampung ku ternyata. jadi inget nenek di kampung, udah lama gak mudik. nanti kalo mudik lebaran mampir kesini seru kali yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah, kebetulan nih ternyata neneknya kak Thya tinggal di dekat lokasi candi Sambisari sana ..., ojo lali, eh# jangan lupa ntar pas mudik mampir liburan sekalian ke candi ini, kak.

      Cuman itu sih ya kalo pas libur Lebaran, hampir semua lokasi wisata penuuuh berjubel dikunjungi wisatawan.
      Mau berfoto aja kesulitan dan hasil foto buat artikelnya tampak 'bocor' penuh orang kayak cendol hahaha

      Delete
  38. terlihat sepi pengunjung ya mas candinya
    sangat disayangkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Foto-foto di post ini memang sengaja nunggu ...,momen sepi ngga terlihat ada pengunjung disana, mas :)

      Waktu aku kesana ada kok beberapa wisatawan lokal, mas.
      Usia remaja gitu.

      Delete
  39. Hampir tau semua sejarah candi, Menggali sejarah tentang candinya dari mana mas ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begini, mas : karena liburanku ke lokasi candi dan tempat bersejarah lainnya, ngga cuma sekedar liburan 'biasa' lihat2 pemandangan, tapi juga untuk pelengkap artikel blog, mau ngga mau aku harus nyari infonya sebisa mungkin sangat detil, jangan sampai salah menyampaikan informasi ke pembaca.
      Info2nya kudapatkan kadang bertanya ke petugas di lapangan, tanya2 ke warga utk info tambahan, membaca brosur2 yang ada di lokasi dan sumber2 info lainnya.
      Setelah kukumpulkan infonya, baru dirangkai kalimat.

      Jujur, sebenarnya bukan hal yang mudah dikerjakan. Mulai dari proses awal ke lokasi sampai artikel selesai digarap.
      Tapi ada kepuasan tersendiri setelahnya, apalagi kalau pembaca mengapreasiasi dengan baik apa yang telah kutuliskan.

      Delete
  40. Salut ma mas Himawan nih. Konsisten menulis tentang candi-candi yang ada. Keren mas. Ini bakal jadi literatur orang2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih apresiasinya, BeDe :)
      Jadi bikin semangat lagi nih buat mengeksplore ke candi-candi lainnya.
      Doain ya, biar terlaksana.

      Delete
  41. ternyata besar juga ya candinya... unik dan menarik untuk dikunjungi. nunggu admin aja ngajak kesana? heee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ...
      Yok ayoo yo yoo ayook liburan bareng-bareng ke sana, mas admin Blog Mbah Dinan :)

      Delete
  42. Begitu membaca kalau candinya berada dibawah permukaan tanah, entah kenapa pikiranku langsung melayang ke negara belanda yang negaranya berada di bawah permukaan laut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya, lokasinya yang berada di bawah permukaan tanah jadi mengingatkan lokasi negara Belanda ya, bli.
      Jadi ..., kapan kita-kita akan kesampian liburan ke Holland sana ya, bli Eka .. hehehe :)

      Delete
    2. Pastinya segera dikabulkan oleh Tuhan kakak. Berdoa mulai....

      Delete
    3. Mulai ...

      Amin.

      Berdoa sudah dipanjatkan, kita tinggal nunggu keajaiban itu datang, dapat tiket ke Belanda.
      PP pula :)

      Delete
    4. Jangan cuma tiket PP doank kak, akomodasi dan uanh saku juga donk... 😁😁😁😁

      Delete
    5. Wwkkkkwkkkk ...
      O, iyaaaaaa diing :D

      Delete
  43. Candi peninggalan hindu
    Awet Sepanjang waktu
    Indah dibuat dari batu

    ReplyDelete
  44. Penjelasan tentang candi yang sangat akurat, jelas dan detil. Luar biasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih apresiasinya, mas Budi :)
      Semoga penjelasan tentang sejarah candi ini bisa menarik minat banyak orang liburan kesana.

      Delete
  45. Jawa Tengah banyak tempat wisata bersejarah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, mas.
      Di Jawa-Tengah banyak sekali peninggalan bersejarah, mulai dari candi, keraton, museum dan masih banyak lagi lainnya.
      Ayok main ke Jawa-Tengah, mas :)

      Delete
  46. skalian ke soto bathok jangan lupa mas. sama kalau kesini, kalau siang banget, disarankan bawa payung ato bertopi karna terik banget panasnya. Atau jam terbaik buat mengunjungin ini dipagi hari atau disore. terkadang tiketnya juga gratis lho. wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya waktu ke candi ini malah ngga ngeh lokasi warung soto bathoknya, mas wwwkkk :D.
      Ngerti lokasinya setelah dijelasin sama mas Aldhi dikomentar diatas.

      Oh, mas Rahmat udah pernah ke candi Sambisari juga ternyata ..., iya ya kalo datangnya siang hari terasa panas terik banget cuacanya.
      Waktu itu aku terasa kayak terbakar wajahku hehehe :)

      Delete
    2. hahahaha harus diulang lagi berarti mas. nanti lah kesana lagi yuk, asiknya pagi skalian sarapan di utaranya itu mas. nahh iya, seperti yang dijelaskan diatas.

      hahaha aku lumayan agak khatam kalau masalah per-candi-an di jogja mas. wkwkwk

      Delete
    3. Hahaahaa ..., betuuul itu, wajib diulang ke sekitaran sana, terus mampir ke soto bathok, udah gitu diulas deh.
      Ayyook beneran ya kita kesana, mas Rahmat ..., ditunggu :)

      Delete
    4. wahh benar skali mas. wajib diulang. hahaha.. nanti deh tunggu aku pindahan bulan maret/april. wkwk diajak juga blogger area jogja lain juga asik tuh mas. skalian hunting bareng. (lumayan ada yang motoin aku nanti hahahahaha)

      Delete
    5. Hahahaaha ..., inspiratif banget tuh idenya :D.
      Bener juga yaa, ngajakin temu teman-teman blogger Yogya buat hunting lokasi bareng lalu saling gantian motoin deeeh ...
      Penasaran aku pengin lihat langsung gimana aksi gaya berfoto si dosen gaul Rahmat Fadhli ;)

      Delete
  47. Kecil tapi greget banget ya nas candi nya

    Unik, klasik dan menarik

    ReplyDelete
  48. Btw aku jadi banyak belajar sejarah nih tiap ke sini. terima kasih banyak mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Aul :) .
      Terimakasih juga ya sudah mampir ikut berkomentar tentang candi.

      Delete
  49. Keasliannya masih tetap terjaga...meski posisinya dibawah permuakaan tanah, itu sejarahnya gimana? apa tadinya di atas trus kena longsor jadi dibawah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentang letak lokasinya yang berbeda dengan lokasi candi pada umumnya, bukan di dataran ketinggian tapi berada di bawah permukaan tanah, sampai sekarang belum diketemukan jawabannya, mas Dwi.
      Entah memang demikian adanya atau tanahnya amblas saat terjadi gempa dan erupsi besar gunung Merapi.

      Delete
  50. Usia candi yang ribuan tahun membuat saya bertanya-tanya, bagaimanakah bentuk kehidupan masyarakat masa itu? Apakah berada dalam kesejahteraan atau ketenteraman atau malah sebaliknya.
    Saya suka kisah sejarah yang kebanyakan berupa cerita silat kayak Wiro Sableng (yang sayup saja karena bacanya kala 13 s/d 14 tahun), lalu cerita silat lainnya yang berkaitan dengan latar kerajaan kuno.
    Kita dijajah bangsa bule selama berapa ratus tahun? 300 tahun lebih atau 3 abad lebih. Lalu abad sebelumnya bukankah ada kejayaan masa keemasan kerajaan Mataram atau Majapahit.
    Namun mari mundur lagi pada masa ribuan tahun sebelumnya, masa sebelum kedua kerajaan besar itu ada. Apakah sudah ada bangunan candi lain lalu pernah hancur?
    Bicara soal sejarah kadang membuat saya bergairah lalu bingung sendiri, he he.
    Saya hanya berharap bahwa bangsa kita tak lupa akar budaya. Candi jangan hanya dianggap sebagai monumen batu semata. Pengingat bahwa bangsa kita pernah besar meski sempat tenggelam dalam masa kelam penjajahan.
    Coba, apa di negara lain ada candi serupa? Hanya negara tertentu saka, bukan? Agama yang masuk ke Indonesia saya kira masuk pula ahli pahat dari luar. Pun peralatannya yang sampai sekarang jadi misteri. Apakah sederhana atau canggih? Wallahua'lam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia, kak Rohyati ..., adanya kerajaan-kerajaan besar dari dinasi Hindu ~ Buddha dan pelaksaanan pembangunan candi-candi itu terjadi ..., jauuuuuh banget selisih eranya dengan era yang disebut Mataram atau sekarang lebih dikenal dengan keraton itu, kak.
      Terpisah sangat jauh rentang waktunya.

      Candi yang dibuat oleh para leluhur kita, dan mungkin juga proses pelaksanaanya dibantu oleh para ahli pahat dari negara India sebagai penyebar agama Hindu dan Buddha di nusantara itu corak candinya dibuat dengan perpaduan langgam Jawa ..., sangat berbeda dengan corak candi seperti di Kamboja, Vietnam.
      Relief pelengkap candi seperti kepala Kalamakara, sulur gelung, sulur2an tanaman menandakan ciri khas candi dibangun bercorak perpaduan Jawa.

      Sangat betul, kak.
      Betul-betul suatu misteri tentang alat apakah yang sebenarnya mereka gunakan.
      Mungkin untuk sebagian orang yang belum berkesempatan liburan ke candi, hanya baru sempat lihat candi di foto, akan mengira ya paling candi hanya tumpukan batuan ..., tapi lain cerita kalau sudah pernah ke lokasi candi dan mengamati juga menyentuh relief2nya pasti dibuat tercengang dan heran ..., terus bakalan muncul pertanyaan dalam hati, 'pakai alat apakah itu pengerjaannya ?'

      Delete
  51. candi adalah monumen lama..

    wajar dipelihata sebagai warisan sejarah yang amat berharga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat, mr.Hanafi.
      Kapan mr. Hanafi datang ke Indonesia, masukkan candi ke daftar kunjungan liburan, ya :)

      Delete
    2. in sha Allah kalau ada rezeki..

      memang akan liburan juga ke candi ini..

      doakan sahaja

      Delete
    3. Ya, mr.Hanafi, aku ikut mendoakan agar kelak kesampaian liburan ke pulau Jawa.
      Amin terlaksana.

      Delete
  52. Unik juga Candi-nya karena berada di bawah permukaan tanah.. Ngomong-ngomong mas, Candi ini ada kegiatan agama-nya gak mas??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Candi Sambisari ini sudah jarang dipergunakan acara keagamaan, mas.
      Sebetulnya sayang, ya.
      Coba masih aktif digunakan untuk acara perayaan hari besar tertentu, acaranya bisa digandeng sekaligus untuk gelaran event pariwisata.

      Delete
  53. dua minggu lalu saya ke Borobudur mas, gak banyak yang saya perbuat, suasananya terlalu ramai, sampai sekarang saya belum bisa menuliskan hasil petualangan itu hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah, sayang ya, maas ...
      Repotnya begitu kalo lokasi tujuan liburan kita lagi penuh banget pengunjungnya, buat dapetin foto lokasi untuk disertakan di artikel ngga kelihatan 'bocor kayak cendol' tampak banyak orang di foto, susah dapetinnya.
      Obyek lokasi jadi ketutup, kehalangan banyak orang.
      Tapi karena mas Affip sudah datang jauh2 dari kota Brebes ke Magelang, ngga apa-apa foto di candi Borobudur disertakan di artikel, mas.
      Daripada sudah datang jauh-jauh, ngga dapetin foto lokasi kan sayang sekali, ya.

      Delete
  54. Baru tau saya ada candi Sambisari, bagus juga tempatnya, keaslian bangunannya masih terjaga iya.

    Owhh iya jadi kepengen juga pengang arca lingga nya, haha😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaaha ...
      Pengin perkasa yuaaaa ... :D ?

      Ntar mas Septian kesana, cobalah sentuh arca Lingganya, ya.
      Dan tunggu bagaimana hasilnya ...

      Delete
  55. Orang jaman dulu memang hebat banget lah mas menurutku, teknologi yang sekarang pun tidak akan bisa memotong batu dengan rapi seperti itu dan mulus banget.. bahkan membangun candi dalam waktu semalam itu juga gak mungkin untuk di jaman sekarang. Tapi dijaman dulu bisa, orangnya pekerja keras bangett gak pernah capek gak pernah lelah lah pokoknya, salut deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mas Andrie,kemampuan arsitektur leluhur kita patut diacungi jempol dan bikin kita-kita jadi ikut bangga karena berkat karya leluhur kita negara Indonesia ikut dikagumi banyak negara

      Delete
  56. Blog ini lama-lama jadi kayak daftar pustaka candi dan segala tempat wisata di jawa tengah, khususnya Magelang dan Jogja ya, hehehe

    Salut deh, baru setahunan dan sudah banyak banget yang diulas secara detail di sini.
    Rasanya, kalau mau ke Magelang, cukup buka blog ini, udah kebayang deh itinerarynya mau ke mana saja di sana :)

    sebagai pecinta sejarah, saya suka dengan candi-candi seperti ini, semoga kalau anak-anak udah sedikit besar, bisa juga mengeksplor banyak candi.
    Bahkan di Jatim saja, ada banyak tujuan wisata candi :)
    Ayooo eksplor yang di Jatim juga hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ... amiiin kelak betulan blogku ini jadi daftar pustaka lokasi candi. Jadi teman-teman yang pengin liburan ke candi-candi dan juga liburan ke Magelang bisa klik blogku ini.
      Terimakasih buat doanya, kak Reyne :)
      (Ssttt, sementara ini aku masih lebih sering mengulas lokasi wisata sekitaran Magelang dan Yogyakarta, kak. Karena memang masih banyak banget lokasi wisata dikedua kota itu yang belum banyak kudatangi buat kuulas. Dan juga lagi pengiritan beaya untuk travelling jauh2 ke kota lain, kecuali beayanya sudah diendorse wwwkkkwk)

      Doain ya kak agar kesampaian ke Jawa-Timur lagi dan siapa tau barengan ngetrip sama keluarga kak Reyne ke candi-candi disana, terus liburannya diulas versi kita masing-masing hehehe :)

      Delete
    2. Saya doain semoga selekasnya dapat sponsor yaaa, ini blog udah kece banget nih, nichenya kuat banget, dan ditulis bener-bener detail gak seperti yang biasanya cuman pajang foto doang.

      Lengkap pula, termasuk kisahnya saat traveling ke lokasi, mantaaapp dehh :)

      Delete
    3. Wuaaah aku sangat berterimakasih buat opini dan doa dari kak Reyne.
      Semoga ya doa dari kak Reyne terkabulkan.

      Kalau betul terlaksana bisa dapat kesempatan diendorse ke Malang, aku pasti akan mampir ke rumah kak Reyne dan mengajak keluarga kak Reyne liburan bareng.
      Kulakukan buat ucapan terimakasih atas doa dari kak Reyne.
      Amin kelak terlaksana.

      Delete
  57. Sudah Beberapakali ke Yogyakarta baru tau kalau ada candi yang bernama Sambisari, apakah letak candinya jauh dari pusat kota yoYogyakar?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lokasi candi Sambisari ini cukup jauh ditempuh dari pusat tengah kota Yogya (Malioboro), mas Kal El.
      Udah gitu, rutenya masih ditempuh pula sekitar 2 kilometeran dari jalan raya utama di dekat bandara Adi Sutjipto, melewati perkampungan.
      Kapan ke Yogya lagi, coba mampir liburan ke candi ini sekalian, mas.

      Delete
  58. saya mau komen apa yaaa? segala hal yang mau aku tanyakan atau utarakan sudah ada di komenan yang lebih dari 150 komen ini, waakakakak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. :) kalo gitu .., coba tanyakan gini saja ke aku, mas Abe : 'Gimana, terasa panas ngga cuacanya saat kesana ?'.

      Maka jawabanku adalah :
      'Puanas bangeeeet .., rasanya wajah ini kayak mau meleleh kkwwwkkkk'.
      Lilin kaliiii akh meleleh :D

      Delete
  59. Wih baru tau lho aku hihi.. Besok-besok kalo ada tugas nyari materi candi, ini bsa jdi materinya hihi. Soalnya blm terkenal bangt di tempatku... 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah, aku jadi merasa senang nih, kak Bintang ...
      Ulasanku tentang candi Sambisari ini bakalan dijadiin bahan tugas materinya kak Bintang.
      Semoga bagus nilai tugasnya, ya :)

      Delete
    2. Hehehe makasih. Aamiin... :)

      Dtunggu trip-trip lainnya ehehe

      Delete
    3. Baik, terimakasih udah mau nunggu postku berikutnya, kak :).
      Lagi digodog nih..., kayak mie rebus ya digodog wwkkkkkk :D

      Delete
  60. Candinya mini-mini ya, Himawan, jadi makanya terlihat seperti miniatur begitu. Asyik sekali bisa berwisata ke candi-candi, manapula Pulau Jawa terkenal sebagai pusatnya candi-candi. Nah di sini mana ada candi hahaha. Btw selamat tahu tahun menjadi narablog! Yuhuuuu jadi, merayakannya, kita makan-makan di mana nih? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha .. ayook kesini buat makan-makan ngerayain setahun usia blogku, kak Tuteh ...
      Kutraktir deh nyoto soto bathok di dekat candi Sambisari.
      Katanya enak pake banget, loh ;), entah gimana rasa sebenarnya kayak apa aku belum pernah nyobain..

      Ya, kak bentuk candi di komplek percandian Sambisari ini berukuran kecil.
      Kalo dilihat dari atas, kayak bentuk mainan :)

      Delete
  61. Wadowwww.... yang koment buanyak buangetz Mas... :) jadi malu nich sebab ketinggalan komentnya, hahahahah.....

    Bicara soal candi diatas, unik yach candinya berada di kedalaman 6,5 meter, sudah lama terpendam candinya.

    Tapi,,ngapain Mas pegang2 benda Purbakala yang disana ? ntar kualat loh,,hahahahah.....bercanda. :)

    ReplyDelete
  62. aku udah 4 kali ke sini dan emang bagus mas
    kayak red alert kalo kataku hehe
    temboknya khas banget, yang jarang dipunyai candi lain
    di sekat situ juga ada candi kalasan sama candi sari
    bagus juga kalau dikunjungi

    ReplyDelete
  63. Gue doyan banget kalo ke candi, arsitektur tumpukan batu yang usia nya berabad-abad jadi keunikan sendiri buat gue. Cuma sayang amat itu arca ada yang ilang yah, oknum kah?
    BTW itu udah megang arca lingga, beneran perkasa ga jadinya? hahaha

    ReplyDelete
  64. Dulu pernah ke Candi Sambisari. Dan ... mengingatkan saya pada Candi Tikus di Trowulan, karena sama-sama terpendam di tanah. Candi-candi seperti ini selalu menjadi pertanyaan bagi saya, kenapa dibangun di situ? Apakah ada perhitungan khusus untuk lokasinya? Apakah hanya karena tanahnya punyanya penguasa siapa, gitu? Sayangnya tidak ada yang tahu sekarang, ya ...

    ReplyDelete
  65. Itu kalau hujan deras gimana ya, bisa jadi kolam kayaknya.

    ReplyDelete
  66. Arca emasnya di display di sekitaran candi nggak mas? Apa di ungsikan ke tempat lain kayak arca emas yang ada di Gua Seplawan?

    ReplyDelete
  67. tapi memang terlihat seperti di kedalaman tertentu ya mas...
    Kalau begitu darinase saat hujan ngalir kemana ya?
    kalau ndak ada buangannya kan bisa tenggelam..

    ReplyDelete
  68. Wih, itu umpak dipahat kok bisa ya jadi bulat halus gitu? Dipikir2 hebat banget orang zaman doeloe. Kayak sulap ya hehehe. Murah bingits HTM nya lokal 5K, turis asing 10K. Kayaknya sepi ya. Kalau musim liburan banyak wasatawan yg datang ga ya? Sederhana nih Candi Sambisari. Enaknya ke sini muter2in candi sambil berpegangan tangan hihihihi, ati2 naik-turun tangganya walaupun sedikit :D

    ReplyDelete