Monday, January 14, 2019

Ramadanu : Taman Bunga Nuansa Belanda Ala Jawa

Sekawanan kupu - kupu beraneka warna  dengan dominasi warna kuning dan putih tampak terlihat berterbangan kesana kemari, kira - kira 10 sentimeter jarak terbangnya dari bagian puncak hamparan bebungaan. 
Tak lama kemudian, sebagian dari mereka mendarat kembali masuk ke sela - sela tanaman, tak tampak lagi kepak - kepak sayap mungil mereka ikut menghiasi penampilan indahnya taman. 
Pemandangan berulang kawanan kupu - kupu hinggap dan kemudian terbang silih berganti itu mulai kulihat dari area parkir di luar pagar pembatas area taman dari seberang kali kecil yang membelah antara jalan desa perkampungan warga dan lokasi taman bunga Taman Ramadanu. 


Trip Of Mine
Mengintip kamu, eh# ... , kupu - kupu di taman bunga Ramadanu

Entah penampakan kawanan kupu - kupu sebanyak itu hanya suatu kebetulan yang kutemui semata buatku, atau memang suatu keadaan di bulan Januari habitat perkembangbiakan mereka sedang banyak - banyaknya, atau juga memang karena adanya bebungaan dalam jumlah sangat banyak selalu jadi incaran lokasi hewan termasuk jenis serangga itu untuk berburu makanan. 
Entahlah ... , tapi yang jelas pemandangan unik itu terasa berkesan buatku karena selama ini tak sekalipun pernah kulihat secara langsung puluhan kupu - kupu dalam jumlah sebanyak itu berada di suatu lokasi area terbuka.

Sayangnya, kawanan kupu - kupu berukuran kecil itu tak tertangkap gambarnya di kameraku. 
Berulangkali aku sengaja mencoba mendekati satu kelompok tanaman yang ditata sedemikian rupa oleh pengelola Taman Ramadanu untuk mengambil gambar mereka, tapi setiap kali pula itu kulakukan kawanan kupu - kupu dengan gerakan cepat terbang pergi menjauh untuk kemudian 'bersembunyi' mendarat di kelompok tanaman bunga yang lainnya. 


Trip Of Mine
Kayak betulan berada di perkebunan bunga tulip di Belanda, ya :)

Pasti banyak orang akan dibuat terkecoh melihat fotoku berdiri berada di depan spot kincir angin yang berada di tengah area Taman Ramadanu, seolah lokasi liburanku kali ini sedang betulan berada di tengah sebuah area taman kebun bunga jauh di negara Belanda sana. 
Ya, ngga ... ?, 
hayooo akui sajalah ... , ngga usah pakai acara malu malu kucing dan nyengir kuda kepang begitu dong bacanya hi hi hi. 

Memang jika dilihat sekilas, fotoku yang tampak terlihat aku seolah sedang terkagum - kagum memandangi kincir angin berukuran besar ini lokasinya berada di dalam area taman bunga tempat acara liburan ketje di negara yang terkenal dengan ikoniknya bunga tulip itu, padahal bukan. 
Ini lokasinya masih di Indonesia, tepatnya di pulau Jawa.


Trip Of Mine
Tanaman bunga Celosia sebagai andalannya

Taman penuh bunga cantik satu ini lokasinya berada di sebuah pedesaan di kabupaten Magelang, tepatnya di dusun Danurojo, Sambi Roro, Jamuskauman, Ngluwar. 


Trip Of Mine
Fiber warna - warni ketje juga buat kap lampu ... , terinspirasi ;)

Lokasi tamannya 'terjepit' berada ditengah antara area persawahan dan jalan desa yang dipenuhi padatnya deretan rumah warga. 
Jadi bisa ditebak dengan adanya lokasi taman wisata buatan yang dibuka sejak bulan Juni 2018 lalu ini ditengah perkampungan, banyak rumah - rumah warga di sekitar area taman ikut 'menyulap diri' jadi tempat sarana kuliner melayani kebutuhan makanan dan minuman untuk wisatawan. 

Di dalam area Taman Ramadanu juga tersedia satu area kafe dengan tampilan cukup eye catching dilengkapi dengan sekumpulan meja berpayung dan kursi kayu untuk nongki menikmati hidangan sambil memandangi hamparan bebungaan disana.


Trip Of Mine
Kafe taman

Sayangnya konter kafe berwarna kuning mentereng yang terletak di sebelah konter tiket area ini tak menyediakan sajian menu spesifik khas Magelang, seperti : Kupat Tahu, Nasi Goreng Magelangan, Sop Senerek atau juga Mangut Beong. 
Seandainya saja menu - menu masakan khas Magelang ikut disediakan di kafenya, tentu akan jadi nilai tambah tersendiri karena wisatawan ikut diperkenalkan secara langsung rupa dan rasa makanan khas Magelang.
Kulihat di daftar menu pilihannya hanya tersedia menu sama seperti yang dijajakan di warung - warung warga, tak jauh dari pilihan sajian bakso dan mie instan.


Trip Of Mine
Spot selfie nama sejumlah lokasi wisata ngehits di Magelang

Jenis hidangan makanan spesifik khas Magelang tak terwakili di kafenya, tapi beruntungnya sejumlah nama lokasi wisata ternama di Magelang terwakili di spot tiang penunjuk arah yang berada di tengah taman, berdekatan dengan spot kincir angin.

Spot ini selain cukup keren untuk lokasi berfoto juga informatif buat pengunjung, terutama wisatawan dari luar kota karena berapa jarak kilometer suatu lokasi wisata lain akan ditempuh dari lokasi area taman bunga Taman Ramadanu ikut dicantumkan dipapannya.  

Jika dilihat dari atas ketinggian spot rumah panggung, sebagian besar formasi tanaman terlihat ditata berbentuk seperti labirin setengah lingkaran. 


Trip Of Mine
Dilihat dari ketinggian

Dengan hamparan tanaman bunga Celosia berwarna merah dan kuning sebagai tanaman hias utamanya, taman cukup luas areanya ini juga terdapat tanaman bunga Vinka, bunga Matahari, bunga Zinnia dan beberapa jenis tanaman bunga lainnya.

Sejumlah pilihan spot selfie beragam bentuk terbuat dari susunan bambu ditata mengelilingi taman.
Tak hanya itu, di tengah area terdapat beberapa spot bangku taman dihiasi latar belakang sekumpulan penuh bunga plastik cantik Mei Hua berwarna merah muda, bunga khas dari negara China dan digunakan untuk hiasan acara Imlek.


Trip Of Mine
Semua bebungaanya asli, terkecuali bunga Mei Hua

2 motor antik merk Vespa dan Honda yang sudah tak berfungsi mesinnya, ikut dipajang sebagai property berfoto ketje.
Vespa jadul warna pink sengaja kupilih untuk foto gegayaan he he he ... .


Trip Of Mine
Sesekali mendadak pink wokey juga :)

Biar beda gitu. Sesekali tampil dengan properti foto berwarna pink, ternyata bagus juga hasilnya, ... , eh#.

Asiknya lagi, untuk berfoto di semua spot selfie di Taman Ramadanu pengunjung tak dikenai beaya tambahan. 
Cukup dengan membayar tiket masuk area Rp. 10. 000 ,_ , bisa berfoto di spot manapun sesuai keinginan.

Memilih berfoto di spot selfie manapun dan dengan pasang aksi gaya apapun di depan kamera, tak ada larangan untuk itu. 
Eh, tapi bukan berarti karena kesenangan tau gratisan buat gunain semua spot selfie di Taman Ramadanu ...,  lalu lupa diri gegayaan berfoto pakai acara aksi levitasi melompat segala dari ketinggian spot rumah panggung loh, ya.


Trip Of Mine
Spot rumah panggung.
Tangganya sempiiit banget ... , kudu hati - hati menuruninya

Jangan dilakukan !.
Bisa - bisa tubuh indah nan seksi  milikmu nyungsep mendarat tak sempurna di sela - sela tanaman bunga matahari yang ditanam berada dibawah spot rumah panggung ..., wwkkkwkk !.

Cukup berpose foto manis saja buat nambah feeds akun instagram.
Atau kalau ngga ingin berfoto, memilih duduk - duduk saja di pinggir beberapa kolam ikan mas, tak kalah menyenangkan mengisi kegiatan liburan di Taman Ramadanu.


Trip Of Mine
Banyak ya ikan masnya :) 

Ada satu hal yang cukup menarik diperhatikan di Taman Ramadanu. 
Berbeda dengan konsep taman bunga yang lain, ternyata setiap hari jam operasionalnya sampai mendekati tengah malam hari.
Saat kuketahui informasinya, aku langsung kebayang gimana ramainya di dalam area taman dan sekitar luar taman saat malam minggu tiba.
Bisa jadi, suasana malam sekitar taman jadi ramai kayak pasar tiban, jalan dipenuhi oleh lapak para pedagang kaki lima menjajakan bermacam aneka dagangan. Seru juga, ya. 
Duh, kok ..., jadi kepengin juga sih nyobain liburan kesana malam hari ..., hmm tapi sama siapa, ya ?.


Lokasi :
Taman Ramadanu
Dusun Danurojo, Sambi Roro, Jamuskauman, Ngluwar, Kabupaten Magelang

Tiket :
Rp. 10. 000 ,_
[ Info harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]

Jam operasional :
08. 00 - 23. 00

Tips ketje berlibur ala Trip Of Mine :
▪ Akses rute menuju dan ke lokasi Taman Ramadanu, sebenarnya juga dapat ditempuh melalui jalan alternatif melalui jalan pedesaan dari salah satu badan jalan di dekat lokasi candi Mendut.
Tapi rute jalan alternatif tersebut tidak cukup mudah dikenali untuk wisatawan luar kota, terkecuali selama perjalanan didampingi tour guide berasal dari wilayah setempat.

Rute termudah menuju ke lokasi Taman Ramadanu ditempuh melalui jalan utama Magelang - Yogyakarta dan gapura besar perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta yang berada di kecamatan Salam sebagai patokan awal untuk pencarian lokasi.
Tak jauh dari gapura berukuran besar dan melintang di atas jalan itu, rute kemudian dilanjutkan dengan masuk ke belokan jalan pedesaan dan papan nama Puskesmas Salam sebagai petunjuk ke arah rute yang benar.
Lurus saja, sampai terlihat papan nama lokasi Taman Ramadanu berada di depan dusun Danurojo.
Pastikan jangan salah rute, ya.

▪ Di saat musim penghujan, licinnya permukaan tanah area taman yang tanpa diplester dibiarkan tampil alami apa adanya, wajib diperhatikan dengan baik. 
Jangan sampai liburan dan berburu foto keren untuk feeds instagram kamu malah berujung tergelincir ala - ala :)

▪ Krim atau lotion tabir surya sepertinya jenis kosmetik yang wajib masuk dalam tas perbekalan kamu buat berlibur di Taman Ramadanu. 
Oleskan sebelum kamu mengitari area taman dan bersiap pasang gegayaan beragam jurus andalan di depan kamera digital atau kamera smartphone kamu he he he.


Trip Of Mine
Keren ya tampilan bunganya ... , jadi pengin nanam juga buat dirumah :)

Masalahnya bukaan area taman ini juga terasa panas menyengat terkena terpaan sinar matahari secara langsung, meski areanya banyak sekali tanaman, dikitari oleh kali dan bersebelahan dengan persawahan.








112 comments:

  1. wah mas, aku tau taman ramadanu ini dari intasgram, setelah aku kepo ternyata deket di Magelang, dari dulu pengen rencana keisni, tapi ga pernah terealisasi.
    Btw mas himawan domisili jogja kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lokasi taman bunga Ramadanu betul di Magelang, mas Aldhi :).
      Rutenya terbilang mudah ditempuh.
      Monggo liburan kesana, mas.

      Aku di Magelang, mas.
      Mas Aldhi di Jogjakah ?.

      Delete
  2. Ketje banget nih mas buat spot selpi2.. yang begini nih tempat favoritnya kaum hawa pasti..
    Tempatnya juga keliatannya bersih, sayang kalau siang panas ya mas, makin bagus kalau nantinya ditanam spot2 teduh untuk beristirahat atau diusahakan punya spot2 dengan pohon rindang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul apa kata mas Irsyad, taman bebungaan ini jadi favorit para gadis remaja.

      Saat aku ke taman ini, kulihat pengunjungnya memang kebanyakan cewek.
      Ada juga sih cowok datang sendirian berfoto-foto disana.
      Mungkin blogger juga atau wartawan untuk meliput kali ya hehehe :)

      Ya, mas.
      Semoga saja kelak ada pengembangan ke arah itu, ada spot-spot yang terasa teduh di area tengah taman.

      Delete
  3. Rumah panggung...ikan ikan dan bunga bunga...wow bangetttss...

    ReplyDelete
    Replies
    1. .. serasa seperti berada di buku cerita dongeng anak-anak ya, kak :D

      Delete
  4. Saya malah pokus dikolam ikannya mas,,,banyak juga,,,kalau dipancing seru itu wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwkkkwkkk ...
      Boleh ngga yaaa kira-kira ikannya dipancing :D ?

      Ada yang gedee loh ukuran ikannya ..

      Delete
  5. tak kirain foto yang pertama diatas itu mang admin lagi makan daun...eala..ternyata sedang narsis yah....hadeuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhu ..wahahahaha ..
      Uleeet kali akh makan daun :D !

      Sesekali foto pertama penyerta artikel dibikin beda, mang.
      Ngga nampilin berfoto di lokasi wisata :)

      Delete
  6. Cantik banget pemandangannya mas. Masnya jadi kayak hello kitty gitu. Unyuu. Di Makassar (kotaku) kayak gini setauku belum ada. Kapan ya adanya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwkkkwkk ...
      Aku langsung ngakak baca pendaoat kak Suryani ..., aku dibilang jadi mirip kayak Hello Kitty :D !.

      Hayooo ...
      Hello Kitty atau Kent (gebetannya si boneka cantik Barbie) ;) ?.

      Semoga ya pemkot Makassar tergerak ikut membuat taman kayak gini setelah membaca postinganku ini.

      Delete
  7. Replies
    1. Apanya yang luar biasa, mas Tanza ?.

      Pemandangan taman seperti ini sebenarnya sudah cukup banyak bermunculan di beberapa kota juga kok, mas.
      Tinggal pinter-pinternya pengelola menata sedemikian rupa buat pembeda dengan taman bebungaan yang lain :)

      Delete
  8. Bener mas, kalo bisa dinikmati malam hari akan lebih indah. Kontras warna bunga berpadu dg lampu malam yg terang meremang remang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain kesana saat malam hari yuk, mas Heri.
      Penasaran juga kayak gimana tampilan dan suasana taman di malam hari :)

      Delete
    2. Kalo malam ndak perlu sunblock ya mas... Kalau dari luar kita harus nambah biaya penginapan inimah 😀

      Delete
    3. Kalo malam sepertinya perlunya pakai lotion anti nyamuk, mas :D

      Eh iya juga ya,,kalo kesananya malam pasti jadi nambah beaya penginapan hehehe

      Delete
  9. wah ternyata buka sampai jam 11 malam ya bang
    apa masih ada yang tandang ke sana jam segitu ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Entah ada tidaknya pengunjung sampai malam begitu, mas.
      Mungkin kalau malam minggu sih ramai ya ..., pasti banyak anak-anak muda liburan disana.

      Delete
  10. asekk... liat ka himawant pake baju merah kaya mawar lagi merekah rekahnya wakakkaa,, apalagi kalau pake kacamata coklat makin kece dah.. pasti pas main ke taman bunga banyak yang ngelirik,, btw tempatnya oke punya kak yaa bisa dijadikan tempat buat spot foto dan selfie ni

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwkkkwkk ..
      Ranum merekah bak buah stroberry dan mawar siap petik pakai kostum merah menyala ya, kaaak :D!.
      Sengaja pake merah di kebun bunga itu biar matching, kak.
      Tadinya mau pakai kostum hitam tapi batal karena pasti tambah terasa panas nyerap cahaya matahari.

      Iya, kak.
      Taman Ramadanu dan seperti taman bebungaan lain serupa cocok buat foto-foto selfie :)

      Delete
  11. wah di Indonesia juga ada yak kincir dan taman bunga seperti di belanada, keren banget mas.

    oh yak, itu fotonya kenapa di daun mas, udah kaya ulat keket, he he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ..,
      sengaja berfoto di dekat tanaman bunga matahari dan foto jadi foto awal penyerta artikel ini biar beda ngga seperti yang sudah2.
      Kali ini ngga menyertakan foto awal dengan latar belakang pemandangan lokasi wisata :)

      Sebenarnya banyak sekali orang Indonesia itu ide kreatif ya.
      Ikonik suatu negara dan kota bisa dipajang jadi penarik minat wisatawan datang berlibur.
      Belum sempat datang ke Belanda, cukup berfoto di kincir angin di taman Ramadanu :)

      Delete
    2. mantap bang, terus berkarya biar wisata di indonesia dikenal dunia

      Delete
    3. Amin, semoga diberi kesempatan untuk dapat terus memperkenalkan lokasi wisata di Indonesia.
      Terimakasih doanya mas Maschun.

      Delete
  12. Coba cari yang disukai kupu-kupu mas, biar kupu-kupunya tidak kabur, hehehe..

    Oiya, taman bunga ini ternyata bisa ditempuh melalui candi mendut. Jadi bisa dapat 2 destinasi wisata nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku udah merunduk jalan pelan-pelan deketin mereka, mas ..., tetep aja mereka kok bisa tau :(

      Iya, betul, mas.
      Cuma kalau orang belum terbiasa melewati jalur alternatif itu pasti bingung rutenya.
      Masuk-masuk pedesaan gitu.

      Delete
    2. Kok bisa tahu ya? Kayaknya, kupu-kupu ini bisa ngerasain aura manusia..

      Oh.. masih bikin bingung. Dipikir uda bisa jadi jalan alternatif bagi pendatang yang ingin berlibur..

      Delete
    3. Kupu-kupu milenial namanya ..., bisa tau gerakan orang mengendap-endap wwkkkwkk :D

      Cobain mas Ridsal pas kapan datang ke taman ini deketin kawanan kupu-kupunya ...
      Semoga mas Ridsal datang pas kebetulan kupu-kupu lagi banyak-banyaknya ..., ajib ngelihatnya :)

      Betul, mas.
      Lebih baik untuk pendatang dari luar kota lewat dari jalan utama jurusan Magelang - Yogyakarta saja.
      Sangat lebih mudah rutenya dan ngga bakalan kesasar arah.

      Delete
  13. emang rada susah motret kupu-kupu kalo dari deket yang ada kabur mereka :D, di kirain kamu mau nagkep :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih ...
      Sulit banget motret mereka, mas.
      Mungkin, harus 2 orang buat ngakalinnya ya.
      Satu orang sembunyi, lalu bikin kaget mereka dan satu orang lagi cepat-cepat membidik kamera :D

      Delete
  14. Waaah, indah sekali ya...romantis abis!
    kalau jalan-jalan ajak pasangan kesini pasti dia seneng.
    Aapalagi dengan taburan kupu-kupu seperti itu...buat suasana semakin syahdu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aseeeek ...
      Yang punya pasangan gituu, yaa ..
      Taman ini pasti jadi incaran buat berlibur disana ;)

      Kalau yang jomblo cukup berfoto-foto aja hahaha :D

      Delete
  15. w.o.w.. harga tiket nya murah bangett.
    kalo deket mah saya rajin main kesana kali yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rajin kesana mau ..., mengamati gerakan kawanan kupu-kupu ya, kak Tia :D ?

      Delete
  16. Sekarang banyak dibuka taman wisata di berbagai daerah ya Mas. Seperti Taman Bunga Celosia di Bandungan Kabupaten Semarang. Bagus juga sih, bisa untuk rekreasi masyarakat sekitar, bahkan dari luar kota, dengan tiket yang sangat murah. Bisa foto sepuasnya dengan banyak spot menarik, ada miniatur bangunan terkenal juga. Cocok buat keluarga, terutama anak muda :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuuups, betul banget itu, kak Anjar ;)

      Banyak banget taman-taman serupa seperti ini bermunculan di berbagai daerah.
      Satu keuntungannya, sektor pariwisata makin banyak pilihannya dan warga sekitaran punya tempat liburan.

      Nah, kurasa taman Celosia di Bandungan yang juga pernah kudatangi beberapa bulan lalu itu, salah satu pelopornya.
      Setelah Celosia dibuka, tak lama kemudian daerah2 lain ikut muncul taman bebungaan dilengkapi spot selfie.

      Dengar2 katanya area Celosia tahap ke 2, udah beroperasional ya, kak ?.

      Delete
  17. meski kupu-kupu nya gak kena foto, setidaknya anda dapat foto lain yang tak kalah menarik pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. O iyakah :)
      hehehe ...

      Foto mana nih yang dianggap menarik, kak ;) ?

      Delete
  18. amboiiii... mas sudah sampai belanda ya? hahahaha... tak mengapa. orang kata 'ambil feel' dulu di taman ini. mana tahu 1 hari nanti akan sampai belanda pula...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ...
      Impian sih udah terendap lama ke Belanda, tapii ... , dananya yang belum ada :D
      Jadinya ke taman bunga Belanda ala Jawa dulu :)

      Amiiin, terimakasih udah didoain kelak betulan kesampaian ke Belanda.
      Kak Anies juga ya ;)

      Delete
    2. saya sudah sampai di belanda (2017). kalau mau ke 'belanda' sila datang ke Melaka... saya supirnya. FOC hahaha

      Delete
    3. Waaah kereen kak Anies udah terlaksana liburan ke Belanda.
      Pasti indah banget taman tulipnya ya ...

      Apa ngga jauh sih ke Belanda dari Melaka, kak ?.
      Naik mobil pula.
      Betulan yaaa .. , ntar kapan aku ke Melaka kak Anies ngajak aku keliling naik mobil ...
      Asiik hehehe :)

      Delete
  19. Sering banget lewat depan gerbang tapi belum pernah masuk. Cuma lihat dari jalan, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ..., ngga usah malu cowok masuk taman bunga, mas Farid :)

      Waktu aku kesana, juga terlihat beberapakali cowok datang sendirian ke taman.
      Entah itu blogger atau wartawan.

      Delete
  20. Sekarang konsep wisata taman bunga kaya gini jadi viral ya mas, apalagi ditambah dengan bangunan bangunan dunia yang dimana pengunjungnya dibuat berasa keliling dunia... Heeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, taman konsep model begini lagi diminati banyak wisatawan, mas.
      Karena diminati, dimana-mana banyak daerah bermunculan taman serupa. Ada yang majang ikonik negara tertentu, juga ikonik suatu kota :)

      Mayan buat foto-foto sebelum kesampaian ke suatu negara atau kota ..

      Delete
  21. Replies
    1. Sayangnya begitu, menunya standar biasa.
      Ngga menyajikan hidangan spesifik khas Magelang.

      Delete
  22. Betulnya saya malah penasaran. Ke taman bunga malam-malam, yang dilihat apa ya? Apa ya cuma makan-makan aja? (Kecuali kalau ada kembang Wijaya Kusuma di situ, ya.)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama seperti pendapat kak Dyah, aku juga sebetulnya penasaran kayak gimana penampilan taman bunga malam hari.

      Kalau kuperhatikan sih memang banyak titik lampu sorot di area tamannya, terutama didekat spot-spot selfie.
      Juga lampu sorot berukuran besar tertempel di atas spot rumah panggung.

      Mungkin, kalo malam ada permainan cahaya lampu kali ya diatas hamparan bunga ...

      Delete
  23. Nah ini baru taman bunga, eh tapi bunganya asli kan mas? Gak nyangka banyak spot bagus ya di magelang sana, menambah referensi tempat berwisata buat saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di taman Ramadanu ini bunganya asli, kak.
      Kecuali bunga Mei Hua yang memang ngga memungkinkan bisa tumbuh di Indo.
      Bunga Mei Hua adalah bunga khas yang selalu ada di hiasan dekorasi acara Imlek.

      Setahuku di Magelang masih ada 3 taman bunga lagi seperti ini, kak :)
      Lokasi terbaru namanya Taman Bunga Gumitir.

      Delete
  24. kenapa banyak yang dibokeh in gitu KANG FHOTONYA? jadi agak agak puyeng matanya hehe. tapi bener deh, aku kalau di situ udah mirip kupu kupu, nemplok sana nemplok sini. salam kenal kang. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, salam kenal juga kak Amri :)

      Sekarang foto artikelnya udah kutambahin, ngga kusertain foto yang pakai efek bokeh biar lebih jelas penampakan hamparan bunganya hehehe

      Yakin nih bakalan kayak kupu-kupu nemplok sana sini di taman bebungaan :D ?.
      ... tapi tetap hati-hati ya kak takutnya tergelincir ;)

      Delete
  25. Vespanya gokil, love it. Pingky-pingky gitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi .., yok cobain foto di Vespanya, mas :)

      Sesekali berfoto di pink ria :D

      Delete
  26. Menarik nama tamannya, sayangnya masnya gak jelasin kenapa disebut taman Ramadanu, kalau menurut hemat aku siih, dibuat atau dimulai operasional tamannya bulan Ramadhan ya Mas, hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan ..., jawaban perkiraan mas Rustam arti nama taman ini adalah ..., beeenar.
      Tuuh tau .. hahahahaa ... ;)

      Penamaan lokasi taman bunga ini didasarkan atas peresmian openingnya bertepatan di bulan Ramadhan dan nama Danu mewakili nama dusunnya.
      Jadi nama tamannya disebut Ramadanu.

      Delete
    2. Waah keren, bisa bener gitu ya, hehe

      Delete
    3. Sepertinya mas Rustam punya telepati nih hehehe ...

      Delete
  27. Selalu suka dengan spot wisata yang memberdayakan masyarakat sekitar. Jadi warga sekitar bisa mengambil manfaat dari keberadaan spot tersebut. keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat, bang Doel.
      Semoga ya terus bermunculan lokasi wisata melibatkan warga sekitaran dan bisa bersinergi dengan baik untuk peningkatan taraf hidup juga memperkaya pilihan obyek wisata di Indonesia.

      Delete
  28. Apa cafe-nya lumayan laris mas? haha. Aku mau dikasih rekomendasi sop senerek yang enak di Magelang :p. Pernah e nyicip di Sop Senerek Bu Atmo.

    Oh ya, bunga Celosia, bunga matahari itu kan nggak awet ya? maksudnya dia itu tipe bunga yang berapa hari mekar langsung layu, apalagi kalau kehujanan terus-terusan. Jadi penasaran bagaimana pengelola mengganti tanaman itu secara bertahap atau perlu tutup sementara?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saat aku kesana kafenya sih lagi sepi, kak :)
      Entah kalo pas jam lain ya hehehe.

      O, itu kak aku ingat ada warung makan sop senerek enak di dekat kolam renang Soekotjo milik Akmil atau disebutnya kolam renang Pisangan.
      Daging sapinya empuk, kuah kaldunya juga sedeep ...
      Duh, jadi lapeer deh ngobrolin makanan hahahaa :D

      Nah, betul itu kak ...tanaman bunga Matahari dan bunga Celosia itu tanaman mengenal musim, tak selamanya bermekaran.
      Sebagai penggantinya, ada tanaman bunga Zinnia dan Vinka yang daya mekarnya bertahan lebih lama.

      Kalau di Taman Dewari karena memang lahan awalnya hanya bunga matahari, setelah bunga tak lagi bermekaran diganti ribuan kitiran.
      Apiiik, kak ...
      Aku wis kesana.

      Cobain deh kak Dwi sama suami liburan ke Taman Dewari lagi .., dulu kan udah ya waktu lahannya masih tanaman matahari :) ?

      Delete
  29. Desa-Desa sekarang sudah banyak yang memiliki tempat wisata. Sebagai orang desa, tentu ini karena adanya Dana Desa. Selain untuk infrastruktur, sejatinya Dana Desa lebih baik untuk pemberdayaan seperti Taman Bunga Danurojo, Sambi Roro, Jamuskauman, Ngluwar.

    Semoga desa kian mandiri ke depannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Programnya bikin kita ikut kagum ya, mas. Semula desa biasa, disulap jadi lokasi wisata.
      Seperti ini otomatis akan meningkatkan pendapatan warga dan membuat nama desa jadi ikut dikenal banyak orang.

      Ikut berharap kelak di desa Mas Broh tinggal juga digarap sektor pariwisatanya, jadi aku bisa mampir mengeksplore disana.

      Delete
  30. Wah view taman Ramandanu ini cantik banget, dipenuhi bunga yang ditata rapi sehingga tampil asri.
    Ouw foto pertama kok wajahnya ditutupi daun separuh? Jadi tampak shy shy cat dech.. Wkwkwkwk..
    Wow kali ini pakai baju merah merona pas sama spot selfie skuter pink hehehe..

    Tetnyata nggak perlu terbang jauh udah nyampe di Belanda nich? oleh-oleh bunga tulip ya? Wkwkwkwk..

    Oh ya lupa katanya ada sekawanan kupu-kupu ya? Wouw pemabdangan yang keren banget pastinya. Aku suka banget sama kupu-kupu karena menurut orang-orang tua kalau ada kupu masuk rumah itu pertanda baik ya bagi penghuni rumah.
    Btw nggak sempat dijepret kamera ya kupu-kupu nya yang jumlahnya puluhan itu brader?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwkkwwkk ..
      Kok shy shy cat, seeeh ?
      Meooong dong :D

      Foto penyerta pertama post ini memang sengaja kupilih buat sesekali tampil beda.
      Ngga selalu menampikan pemandangan lokasi wisata.
      Dan kebetulan pas aku ngintip kawanan kupu-kupu :)

      Saat aku ke taman ini, kebetulan aku bawa kostum cadangan warna merah.
      Langsung aja aku gunain karena lihat ada spot vespa warna pink, biar matching hahaha ..
      Tapi terlihat keren juga ya kostum warna merah di foto ?, kesannya merah membara.
      Api unggun kaliiiii aaakh ..
      Wwkkwkk :D !

      Iya ya ternyata sangat sulit membidik gambar foto-foto di area taman.
      Selain cepat gerakan pindah terbangnya juga warnanya nyaru sama bebungaan.
      Padahal gokil .. banyak banget kupu-kupunya saat itu.
      Udah kayak serbuan kupu-kupu !

      Delete
    2. Hehehe. Jadi foto yang tampak dibalik daun itu nggak lagi shy shy cat ya? tapi gara-gara lagi asyik ngintip kawanan kupu-kupu cantik yang ada di taman. Malah kawanan butterflies itu ya yang shy-shy cat ya karena disamperin mau difoto eh malah cepat terbang kabur menjauh. Tapi para kupu-kupu itu malu atau emang pada sombong ya? Susah di foto aja nggak mau? Wkwkwkwk..:)

      Oouw jadi pas berangkat memang bawa kostum cadangan ya? Terus ganti kostum merah merona karena lihat ada spot vespa pink yang bertengger di taman. Dan ternyata memang matching banget kostum dan vespa pink nya. Keren hasilnya. Salut prepare banget sebelum travelling Sip.

      Wah seneng lihat kolam ikan nya yang penuh dengan ikan mas favoritku. Nggak boleh mancing pastinya.

      Aku terperanjat dengan tulisan kuliner Magelang yaitu Nasi goreng Magelangan, itu nasi goreng yang ada mie nya kan brader? Kalau di Jatim namanya nasi goreng Mawut.
      Nah kalau mangut beong itu mangut apa ya brader? Aku tahunya mangut lele dan mangut pari. Hehehe..


      Delete
    3. Butterfliesnya yang sensu sepertinya, takut disentuh .., begitu didekati langsung pada kabur terbang pindah ke lokasi tanaman lain hehehe.
      Padahal kalau penampakan mereka ikut terekam di gambar wah pasti keren dan jadi dokumentasi liburan seru .., bareng ratusan kupu-kupu.

      Seingatku ada 5 kolam ikan di taman Ramadanu ini. Masing-masing kolam banyak ikannya kayak foto diatas itu.
      Berbeda dengan kawanan kupu-kupu yang langsung kabur menghindar, kawanan ikan langsung pada bergerombol mendekat saat didatangi.
      Mungkin karena kelaparan kali ya .. :)

      Nasi goreng Magelangan mungkin benar ada kemiripan dengan nasi goreng Mawut di Jatim, ya ?.
      Aku sendiri saat dulu ke Jatim ngga nyobain nasi goreng Mawut, jadi ngga tau tampilannya :)
      Nasi goreng Magelangan dibuat rada nyemek berkat penambahan kaldu ayam saat proses memasaknya, sista.
      Kalau nasi goreng Mawut apakah juga sama ?.

      Nah kalau mangut Beong itu berbahan dasar ikan beong.Dan (uniknya) ikan Beong habitatnya hanya ada di kali Progo Magelang.
      Di aliran kali Progo di Yogya pun habitat mereka ngga ada.
      Aneh ya bisa begitu :) ?.
      Ukuran ikannya ada yang besar, dijual dalam bentuk masakan siap saji ada yang bagian kepalanya, badan juga bagian ekornya.
      Di sekitaran kawasan Borobudur banyak warung penjual kuliner Beong.
      Dan ada 1 warung rumahan nyempil ditengah pedesaan yang pernah kucobain rasanya enak banget mengolahnya.
      Ntar aku pas kesana lagi akan kuulas warungnya, dulu kesana saat belum jadi blogger.

      Delete
    4. Oouw... Butterflies nya emang sensi ya dideketin mau difoto diambil gambarnya malah kabur hehehe.. Coba bisa ngambil gambar sekawanan kupu-kupu wah pasti View yang tertangkap membuat taman Ramadanu ini makin keren cantik mempesona ya? Ntar penampakannya bisa beda dengan taman bunga lainnya kalau ada gambar butterflies nya.. Hehehe..

      Ouw ya? Ada 5 kolam penuh ikan mas? Wah aku orang yang paling bahagia lihat kolam dengan ikan mas begitu. Iya kalau ikan lihat orang datang mereka langsung bergerombol mendekat, iya mungkin kelaparan dipikirnya mau dikasih makan ya? Kasihan juga.

      Ooh jadi Nasi goreng Magelangan itu ada kuah kaldunya sedikit ya jadi agak nyemek begitu? Wouw unik ya nasi goreng tapi nyemek. Kalau begitu beda sama nasi goreng mawut yang nggak berkuah sama sekali, nasi goreng mawut di Jatim itu tampliannya merah dicampur mie, irisan ayamaya telur dan irisan sawi.
      Tapi kok ada saudara yang bilang nasi goreng magelangan itu sama dengan nasgor mawut ya? Ternyata nggak ya beda banget. Tetap jadi ciri khas kota Magelang.

      Btw .. Jadi ikan Beoung itu habitatnya hanya terdapat di Kali progo di Magelang ya? Bahkan di Kali progo Yogya nggak ada habitatnya. Aneh tapi nyata ya? unik juga hehehe..

      Di sekitar Borobudur banyak warung yang jualan mangut Beong ya? Jadi penasaran.
      Oke ditunggu kapan-kapan liputan wisata luliner mangut Beong nya, juga Sop sereneknya, dan nasgor Magelangan juga biar sekalian info buat kita semua tahu makanan khas andalan dari kota Magelang.. Hehehe..

      Delete
    5. Iya sayangnya ..., kupu-kupu berterbangan ngga ketangkep gambarnya di kamera.
      Wah semisal kerekam di gambar pasti hasilnya kelihatan dramatis, persis kayak di buku cerita dongeng.

      Kolam ikannya diposisikan bersebelahan dengan pinggir kali, jadi asik juga mandangin ikan-ikan sambil denger bunyi gemericik aliran kali :)

      Kalau 'isian' nasi goreng Magelangan dan nasi goreng Mawut seperti yang sista ceritain itu, sama. Ada imbuhan bakmi juga.
      Ada juga yang penjualnya nambahin irisan kekian (istilah dari kuliner Chinnesse, terbuat dari terigu dan udang) buat pembeda dengan pedagang yang lainnya.
      Siip, sista ... ntar kesemua kuliner khasnya Magelang kuulas satu persatu.
      Kemarin2nya udah nyantap menu2 khas itu, termasuk nasi godog ... tapi ngga kepikiran akan jadi bahan artikel :D

      Delete
    6. Iya ya sayangnya kawanan kupu-kupu nggak mau difoto jadi nggak keambil gambarnya. Coba bisa ketangkap kamera bisa seperti dalam buku cerita apalagi kalau kupu-kupunya kerekam.videonya wah tambah oke seperti gambar buat iklan.

      Ooh kolam ikannya posisinya pas sebelahan dengan kali? Wah tambah segar suasananya dengar bunyi air, boleh manxing nggak? Kalau boleh beli aku beli ikan mas nya hihihi..

      Jadi kuliner nasi goreng Magelangan isiannya sama ya dengan nasi goreng mawut ada bakmie juga hanya bedanya nasi goreng Magelangan agak nyemek pakai kuah kaldu.
      Oleh penjual ada yang ditambahain kekian ya? Aku tahu kekian itu sering buat Cap cay kan? Ibuku dulu pernah buat kekian dari udang cincang dan tepung.

      Oke ntar ditunggu artikel wisata kuliner Magelangan yang komplit.dan unik. Kita yang baca ntar bakal telan ludah baca liputannya.hehehe..

      Btw untuk wisata malam hari di taman bunga Ramadanu ini apa ada sensasi tersendiri ya? Tapi view taman akan kurang terlihat ya di malam hari atau mungkin ada lampu-lampu lampu sorot yang bikin taman Rsmadanu menjadi unik dialam hari?

      Delete
    7. Iya, sayangnya momen pemandangan unik itu ngga terekam gambarnya di kamera.

      Kayaknya sih ngga boleh ikannya dipancing, sista.
      Cuma boleh dipandangin aja.
      Aku sempat kaget lihat ada 2 ikan mas di salah satu kolamnya.
      Warnanya putih tanpa ada warna lain dan ukurannya jauh lebih besar dari ukuran ikan-ikan lainnya.
      Mungkin mamaknya kali yaa wwkkwkk :D

      Siip, post tentang kuliner khas Magelang lagi digodog.
      Kucari dulu rumah makan atau warungan yang cita rasanya pantas masuk rekomen buat pembaca.

      Betul, kulihatin ada penambahan spot lampu sorot untuk penerangan malam hari di tamannya.
      Salah satunya dipasang di atas spot rumah panggung.
      Yang pasti kelihatan unik fiber warna-warninya terkena sinar lampu, warnanya akan jadi terlihat kontras.

      Delete
  31. Baca judulnya, Taman Ramadanu.. Sampai tengah, lihat-lihat fotonya dan menemukan kata "Celosia", tiba-tiba pikiranku loncat ke Taman Bunga Celosia di Bandungan. Lalu, aku scroll lagi ke atas, tertulis Ramadanu. Heheheh... rupanya pikiranku yang melayang-layang melihat spot-spot foto dan deskripsi yang mirip antara Ramadanu dan Celosia Bandungan.

    :D

    ReplyDelete
  32. Betul kata mas Rifan, taman ini memang hampiir mirip dengan taman Bunga Celosia Bandungan.
    Bedanya, di taman Ramadanu hanya ada 1 spot ikonik satu negara.
    Kalau di taman bunga Celosia ada beberapa spot ikonik dari beberapa negara seperti Merlion-Singapire, Eiffel-Paris ...
    Ya kan, mas ? , hehehe ...

    Mas Rifan udah sempat ke taman Celosia tahap ke 2 belum ?.
    Aku belum nih, mas.

    ReplyDelete
  33. Ini sasarannya buat yg suka pepotoan ya. Langsung heboh deh isi galeri kameranya wajah semua. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul itu ..., hahaha :D
      Taman bebungaan ini pasti jadi jujugan utama para pecinta selfie.
      Satu lokasi bisa dapetin banyak foto buat feeds instagram :)

      Delete
  34. Nggak kebayang kalau pas lagi rame banget di situ kayak pasar tiban haha.
    Kalau lagi rame pasti fotonya bocor, Mas. Backgroundnya manusia semua. Kayaknya lebih enak buat melipir deket kolam sambil gangguin ikan ikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaa pastinya kayak gitu, ya.
      Terutama pas malming, pasti rame didatangi para muda mudi.
      Ditambah banyaknya pedagang dadakan ..., jadinya buat foto bocor kemana-mana obyeknya.
      Ntar ikannya lemes loh digangguin ;) ..., capek berenang kata mereka wwkkwkk

      Delete
  35. Ngiri ngeliat foto-fotonya kang, bikin mata sejuk, beda dengan saya yang tiap hari cuman bisa liat aspal. 😁😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohh, tetap semangat ya, mang Maman :)

      Ntar kalo pas libur kerja atau cuti dipuas-puasin liburan ke taman hehehe

      Delete
  36. tamannya warna-warni gitu. magelang oh magelang. jadi keingget teman bloggerku yg dari sana, namanya gus nur. he he. kayaknya cewek suka nih spot cerah kayak gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe begitulah Magelang, ada banyak pilihan lokasi wisatanya.
      Sampaikan salam kenalku buat Gus Nur teman bloggernya mas Beny.

      Sependapat, taman bebungaan seperti taman Ramadanu ini dominan disukai para cewek.
      Cowok ada juga sih tapi sedikit :)

      Delete
  37. cocok untuk menyegarkan pikiran tempatnya mas, nongkrong disana agak lama juga pasti menyenangkan..
    hehehe..
    saya kira beneran di belanda tuh.. hahaha..

    btw mas, siapa yang diajak travelling, yang ngambilin fotonya mas himawant pas sedang berpose??
    saya jadi kepo?
    wkwkwkwkwk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ...
      Ke Belanda baru sebatas impian, bli. Jadi cukup ke taman Ramadanj dulu saja :D

      Ngga apa-apa dikepoin, bli.
      Aku ke taman ini sendirian, ngga bareng keluarga juga teman.
      Ngambil foto pakai timer kamera.
      Rada repot juga sih tiap pencet shutter kamera lalu lari-larian ke lokasi berfoto dan diulang lagi kalau hasil fotonya dilihat kurang bagus.
      Perjuangan banget yaaak .. wwkkkwkk!

      Delete
    2. itu baru blogger mas..
      siap capek demi foto ciamik.. bawa tripod coba mas, biar ga capek lari-lari dan timernya bisa diatur dan pose yang diperoleh mantap..
      hehehe..

      Delete
    3. O, iya bli ... milih pake tripod yang dilengkapi remote bluetooth saja, ya.
      Jadi ngga perlu lari-larian kayak lagi jogging ajaa .. hahahaha :D

      Terimakasih buat sarannya ya, bli Eka :)

      Delete
  38. wuah iyaaa
    sekarang lagi musimnya bunga celosia
    banyak kota yang di desa-desanya menanam bunga celosia, untuk kemudian didatangi para wisatawan

    btw, ternyata bunga celosia ini masih sesaudara dengan bayam-bayaman loh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget ..., kak :)
      Sekarang makin banyak taman bunga bermunculan di sejumlah kota. Dan hampir kesemuanya mengandalkan tanaman bunga Celosia untuk menghias tamannya.
      Keren juga ya ..., semakin hari semakin pada sadar wisata :)

      Iya, betul Celosia keluarga dari bayam-bayaman. Tapi ngga bisa dimakan hehehe ..

      Delete
  39. Hallo, Mas. Gimana kabarnya?
    Ikut lah aku naik vespanya..

    Lihat vespa seperti itu jadi teringat masa putih abu-abu, d.mana berangkat sekolah pake vespa. Meskipun banyak kendala sampe d.tuntun..wkwk

    Tempatnya bagus, aku belum pernah kesitu, tapi lebih bagus lagi kalau pagi-pagi atau sore hari ya, Mas. Jadi gak panas..he

    Lengkap pula, lihat ikan-ikannya jadi pengen mancing. Lupa kapan terakhir mancing, d.agendakan selalu berujung wacana, cuaca kurang mendukung dll.

    Kalau hujan kan gak bagus juga mancing..wkwk
    Nanti ikanya kabor..

    Tiket segitu mah masih terjangkau lah, wah sampe jam 11 malam toh. Masih rame gak ya kira-kira kalau jam 10-an malam ke atas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo juga, mas Andi.
      Kabarku baik, terimakasih.
      Kabar mas Andi baik juga ya ?.
      Ayoook kuboncengin naik vespa pinky ... , tapi cuma diem ditempat ya karena ... , udah ngga ada mesinnya wwwkkkwkk :D

      Vespa miliknya mas Andi sekarang masih ada, mas ?.
      Sayang loh kalo udah dijual.
      Sekarang vespa banyak dicari orang buat koleksi.

      Ikannya ngga boleh dipancing, mas . Bolehnya cuman dipandangi doang ... hahahha ..

      Cobain yuk ke tamannya malam hari, mas.
      Ajak si fijo juga ;)

      Delete
  40. Asli keren dan menarik mas, Meski dijawa tetapi serasa di Nederlands negri kincir angin..😂😂

    Dan suasananya nggak ngebosenin pula..😄😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ..., lokasinya bisa buat gantiin keinginan belum kesampaian liburan ke Belanda, mas :)

      Delete
  41. Saya mauuuu ke MAGELANGGGG hahaha

    Sedih deh, awal bulan ini sebenarnya pengen ke Borobudur, mumpung anak baru masuk sekolah, pelajarannya belum banyak dan belum ada evaluasi, liburan kemaren gak bisa ke mana-mana karena males antrian dan rame banget.

    lah kok ternyata ga jadi karena ada event huhuhu

    Pengen ke taman-taman kece kayak gini, selain di Magelang, saya juga liat di IG ada juga di wilayah Jogja deh, keren banget ya.

    Jadi pengen ke sini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha .. Ayoook ke Magelang, kak Reyne. Seabrek loh destinasi wisatanya disana.
      Kudoain semoga ntar setelah acara event selesai terlaksana betulan kak Reyne dan keluarga liburan ke Magelang, amin.

      Di Magelang setauku ada 5 taman model beginian, di Jogja kalau ngga salah ada 5 juga, kak.
      Kayak bunga bermekaran serempak dimana-mana hehehe :)

      Delete
  42. Bagus banget ya tempatnya, sayangnya jauh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih, kak.
      Semoga di dekat kak Anisa tinggal, segera dibangun taman seperti taman bebungaan ini juga.

      Delete
  43. spotnya indah sekali. Benar-benar mirip pemandangan Belanda. Di kampung saya juga ada taman seperti itu, tapi ya itu hanya bunga matahari yang menjadi spotnya aja. tidak ada cafe atau hiasan yang lainnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah sayang lokasi kebun bunga matahari di kampungnya mas Djangkaru ngga dimaksimalkan sekalian ..., padahal udah ada asetnya buat lokasi wisata taman.

      Delete
  44. itu kamera auto focusnya tampak luar biasa, apalagi diantara bunga-bunga itu keliatan makin cakep aja kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ge-eR mode:On didadaku langsung menyala ..., tet~tot ...
      Wwwkkwkkk :D

      Terimakasih opininya, kak Icha :)

      Delete
  45. Taman Ramadanu, vespa pink...harus dicatet ni, ntar kalo ada kesempatan ke sana biar kostumnya disesuaikan, serba pink, baju, celana panjang, topi lebar, dan make up...kudu mesti pink...;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohh
      Auuww
      woOuoww ...
      Matching sekali itu judulnya, kaaak ...
      Kesemuanya serba pink ria :D !

      Jangan ketinggalan juga sunglasses berbingkai pink yuaaa ... xixixi

      Delete
  46. Wih...keren banget tempatnya mas, ada bunga, ada kupu-kupu, 2 hal yang selalu bisa bikin hati ayem dan seneng. Kayaknya jalan-jalan di sana pas pagi atau sore hari asyik ya, biar nggak panas-panas banget trus naik ke rumah panggungnya juga, sudah dibayangkan nggak akan bisa berhenti selfi. Kalau itu saya, sudah pasti lari-lari pengen lihat ini dan itu....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ...,,semoga kapan pas kak Astria datang liburan ke taman ini penampakan kawanan kupu-kupunya masih ada ya.
      Terus mereka berhasil kefoto.

      Iya juga sih datang kesana nyamannya pagi pas jam buka atau menjelang sore.
      Selain ngga terasa panas juga kemungkinan efek sinar matahari sore bikin foto makin terlihat keren pemandangannya.

      Kalo lari-lari, hati-hati tuh kak bisa kecemplung ke kolam ikan looh .. wwkkwkk :D

      Delete
  47. Replies
    1. Oh, iyakah :) ?.
      Semoga jadi referensi lokasi liburan mas Hendi.

      Delete