Tuesday, January 22, 2019

Candi Pawon, Candi Ramping di Tengah Garis Imajiner

Candi Pawon merupakan candi Buddha. Memiliki tinggi 13, 3 meter dan berukuran ramping tak seperti pada umumnya candi - candi Buddha lainnya.
Terletak berada di posisi tengah garis imajiner antara candi Mendut dan candi Borobudur, candi Pawon dibangun pada abad ke 8.
Hanya berjarak sekitar 2 kilometer atau memerlukan waktu sekitar 5 menit kutempuh dengan kendaraan dari lokasi candi Mendut, lokasi candi Pawon berada di sebuah dusun dan dikelilingi rumah warga.


Trip Of Mine
Bilik candi Pawon

Mungkin dan bisa jadi untuk sebagian besar orang dengan menyebut kata dusun, akan segera terlintas di pikiran gambaran suasana sebuah perkampungan warga dengan tampilan sederhana dan letaknya berada dikitari pemandangan lebatnya pepohonan asri seperti pada umumnya di daerah pegunungan jauh terpencil dari perkotaan. Begitupun juga yang terpintas dipikiranku saat itu, kukira penataan area perkampungan dusun Brojonalan tempat lokasi candi Pawon ini berada masih terlihat tampil 'apa adanya' seperti tampilan banyak dusun - dusun lainnya di Indonesia, belum tersentuh proyek pembangunan dari pemerintah.

Trip Of Mine
Jalan dusun Brojonalan, tempat candi Pawon berada

Ternyata, sesampainya aku di dusun yang nama dusunnya menurut penelitian team arkeologi diambil dari bahasa Sansekerta, Vajranala yang memiliki arti 'Senjata yang memiliki api' ini lingkungan area dusunnya telah digarap dengan baik, terlihat telah cukup dipersiapkan untuk kunjungan wisatawan dari mancanegara. 
Asal usul nama desa Brajanalan dikaitkan dengan kata dari bahasa Sansekerta. Bajra dikembangkan dari kata Vajra = senjata. Nala diambil dari kata Anala = api. Jika digabungkan kedua kata Vajra dan Anala memiliki arti Senjata yang mengeluarkan api.
Akses jalan dusun dipaving blok rapi dibuat mengikuti kontur tanah yang sedikit menanjak dari arah kedatangan di pertigaan badan Jalan Syailendra Raya dan di sepanjang jalan kenangan dusun dihiasi tiang -tiang lampu berwarna tembaga berhiaskan ornamen kepala relief raksasa Kalamakara. 


Trip Of Mine
Ruang informasi


Trip Of Mine
Satu dari empat display batu berelief candi Pawon

Selain area dusun telah tertata rapi, sekitaran area candi Pawon dilengkapi 1 ruang informasi dilengkapi layar televisi menayangkan film tentang sejarah candi dan proses penelitian team arkeologi serta dilengkapi majalah dan brosur tentang candi juga display 4 potongan batu relief. 


Trip Of Mine
Art gallery

Terdapat pula kios art gallery hasil karya para seniman, kios - kios pedagang cinderamata dan kedai kopi dengan bangunan berkonsep Jawa traditional.


Trip Of Mine
Kedai kopi Pawon Luwak coffee.
Kebetulan saat aku kesana beragam jenis kopi terlihat sedang dijemur 

Ya, sebenarnya sih enak kedai kopinya bisa buat nongki - nongki asik gitu nyeruput ngopi sambil mandangin kamu, ... ,eh# keindahan candi Pawon dari kejauhan, tapi sayangnya pemandangan ke arah candi sedikit terhalang oleh salah satu bangunan kios pedagang souvenir dan pepohonan besar.
Seandainya saja, pemandangan ke arah candi Pawon dari kejauhan terlihat utuh tak terhalang oleh apapun didepannya, pasti duduk ngopi di kedai kopi saat  pagi hari atau sore hari, hmm ... , sepertinya akan tampak dramatis, ya. 
Warna orange sinar matahari pasti tambah bikin cantik pemandangan ke arah candi. 

Relief kepala Kalamakara tanpa rahang bawah diatas pintu candi menuju bilik dan guratan pahatan dibawahnya bertuliskan 1904, dua obyek yang pertama jadi perhatianku saat aku menaiki badan candi. 


Trip Of Mine
Candi Pawon tampak dari depan

Kalamakara merupakan sosok raksasa berkemampuan mengusir roh jahat dan guratan tahun 1904 menandakan selesainya proses pemugaran candi Pawon, setelah diketemukan kembali dalam kedaaan rusak di bagian atapnya dan tertutup oleh semak belukar pada tahun 1900an.

Di panel sisi depan sebelah kiri badan candi yang menghadap ke arah barat ini dihiasi relief sosok Kuwera dewa kekayaan. Sementara di panel sebelah kanan relief sudah tak terlihat utuh lagi. 
Demikian juga di bagian pangkal pipi tangga menuju selasar dan bilik, hanya menyisakan 1 relief kepala naga di sebelah kiri.

Di badan candi Pawon sebelah selatan dan utara terdapat relief yang sama antar keduanya, berupa relief sepasang makluk Kinara Kinari merupakan sosok lambang kebaikan dan kemakmuran berwujud memiliki kepala manusia bertubuh burung sedang mengapit pundi - pundi dan pohon suci Kalpataru ditanam dalam sebuah jambangan berukuran besar dan terlihat relief 2 dewa dewi terbang berada di atas langit.


Trip Of Mine
Relief Kinara Kinari mengapit pohon Kalpataru dan dua dewa dewi terbang di atas langit

Uniknya, bangunan candi Buddha bercorak perpaduan antara corak Hindu dan Buddha yang dibangun pada 834 Masehi ini dilengkapi ventilasi udara berupa celah kotak disetiap sisinya. Diantara kedua celah ventilasi di bagian luar badan candi terdapat relief Kumuda. 
Adanya ventilasi di badan candi jadi satu pembeda tersendiri dengan candi - candi lainnya dan jadi misterius tersendiri tentang apa sebenarnya kegunaan ventilasi tersebut.

Berdasarkan arti bahasa Jawa, pawon adalah dapur atau sarana untuk memasak. Namun pendapat J.G de Casparis seorang ahli epigrafi dan team arkeologi berasal dari negara Belanda berkesimpulan jika kata pawon di candi ini berasal dari kata awu atau pengawuan, yang artinya tempat penyimpanan abu jenasah.

Menurut prasasti Karang Tengah 834 Masehi bertuliskan bahasa Sansekerta juga  disebutkan bahwa candi Pawon merupakan bangunan yang didirikan untuk menyimpan senjata dan abu jenasah raja Indra, raja pertama yang memimpin dinasti Syailendra dan merupakan ayah dari raja Samaratungga. 
Dan dalam prasasti Karang Tengah juga disebutkan, candi ini mengeluarkan sinar atau cahaya.
Para ahli arkeolog berkesimpulan jika dahulu kala didalam bilik candi Pawon terdapat arca terbuat dari perunggu yang mengeluarkan cahaya saat terpantul sinar.


Trip Of Mine
Ruangan bilik candi Pawon

Sayangnya, sekarang ini bilik candi dalam keadan kosong, hanya menyisakan 2 relung berhiaskan kepala Kalamakara dan ornamen disekelilingnya. 

Arca yang diduga mengeluarkan sinar itu tak lagi diketahui keberadaannya.
Bagian atas candi yang dahulu saat diketemukan kembali telah mengalami kerusakan diganti dengan menggunakan material serupa, batu andesit yang berasal dari aliran Kali Elo.


Trip Of Mine
Unik, badan candi dilengkapi ventilasi

Dilihat dari kesamaan bentuk ukiran relief indah, candi Pawon memiliki kaitan erat dengan candi Mendut dan candi Borobudur.
Diduga dahulu kala, candi Pawon digunakan setelah prosesi penyucian diri dari candi Mendut, kemudian dari candi Pawon prosesi spiritual dilanjutkan ke candi Borobudur.
Rute prosesi dari candi Mendut ke candi Pawon, para ahli menduga bahwa nenek moyang kita pada jamannya dahulu telah berkemampuan membuat jembatan penghubung untuk melintasi 2 kali besar, Kali Elo dan Kali Progo.

Jalan dusun Brojonalan tempat lokasi candi Pawon ini berada, dapat diakses melalui 2 jalur berlawanan arah dengan melewati jalan utama dusun dan masing - masing menembus ke pertigaan Jalan Syailendra Raya dan satunya menembus ke Jalan Balaputeradewa. 
Sebenarnya, sebelum aku berlibur ke candi Pawon ini aku sudah beberapakali melewati kedua jalan yang selalu ramai dilalui oleh kendaraan itu, tapi karena tidak adanya papan nama petunjuk lokasi candi Pawon ditepi jalan membuat aku tidak mengetahui secara pasti dimana tepatnya lokasi candi Pawon ini berada. 


Trip Of Mine
Pertigaan jalan Syailendra Raya.
Belokan paling kiri menuju ke dusun Brojonalan

Selama itu pula aku hanya mengenal informasi lokasi candinya terletak berada di desa Wanurejo, sedangkan desa Wanurejo memiliki wilayah cukup luas terdiri dari 9 dusun. 
Dan kuingat - ingat memang sepertinya aku pernah berlibur di hotel Pondok Tingal yang berlokasi di Jalan Balaputeradewa.

Baca juga : https://www.tripofmine.com/2018/11/museum-sasono-guno-roso-koleksi-wayang-mancanegara-dan-lokal.html

Saat perjalanan pulangku dari lokasi candi Pawon, aku sengaja memilih tak kembali melewati arah rute kedatangan dari Jalan Syailendra Raya, tapi mencoba berbelok ke arah kiri dari pelataran halaman candi menuju ke arah berlawanan.


Trip Of Mine
Pelataran halaman candi Pawon dikelilingi rumah warga dan deretan kios souvenir

Dan ternyata, benar saja ... , rute itu tembusnya tak jauh dari lokasi hotel Pondok Tingal di Jalan Balaputeradewa. 
Cukup dengan menyeberang jalan dan berjalan kakipun juga sampai tujuan.

Owalaaaaah cyiiiiiiiin ... , ha ha ha ..., tau gitu kan dulu sekalian saja mampir liburan ke candi Pawon setelah dari museum wayang.
Kan udah deket banget jaraknya !.
Hmm ..., kenapa juga ngga bertanya ke google maps :) ?.

Lokasi :
Candi Pawon
Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Kabupaten Magelang

Tiket :
Rp. 3. 500 ,_
▪ Harga tiket termasuk untuk kunjungan ke candi Mendut 
▪ Info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah.

Monday, January 14, 2019

Ramadanu : Taman Bunga Nuansa Belanda Ala Jawa

Sekawanan kupu - kupu beraneka warna  dengan dominasi warna kuning dan putih tampak terlihat berterbangan kesana kemari, kira - kira 10 sentimeter jarak terbangnya dari bagian puncak hamparan bebungaan. 
Tak lama kemudian, sebagian dari mereka mendarat kembali masuk ke sela - sela tanaman, tak tampak lagi kepak - kepak sayap mungil mereka ikut menghiasi penampilan indahnya taman. 
Pemandangan berulang kawanan kupu - kupu hinggap dan kemudian terbang silih berganti itu mulai kulihat dari area parkir di luar pagar pembatas area taman dari seberang kali kecil yang membelah antara jalan desa perkampungan warga dan lokasi taman bunga Taman Ramadanu. 


Trip Of Mine
Mengintip kamu, eh# ... , kupu - kupu di taman bunga Ramadanu

Entah penampakan kawanan kupu - kupu sebanyak itu hanya suatu kebetulan yang kutemui semata buatku, atau memang suatu keadaan di bulan Januari habitat perkembangbiakan mereka sedang banyak - banyaknya, atau juga memang karena adanya bebungaan dalam jumlah sangat banyak selalu jadi incaran lokasi hewan termasuk jenis serangga itu untuk berburu makanan. 
Entahlah ... , tapi yang jelas pemandangan unik itu terasa berkesan buatku karena selama ini tak sekalipun pernah kulihat secara langsung puluhan kupu - kupu dalam jumlah sebanyak itu berada di suatu lokasi area terbuka.

Sayangnya, kawanan kupu - kupu berukuran kecil itu tak tertangkap gambarnya di kameraku. 
Berulangkali aku sengaja mencoba mendekati satu kelompok tanaman yang ditata sedemikian rupa oleh pengelola Taman Ramadanu untuk mengambil gambar mereka, tapi setiap kali pula itu kulakukan kawanan kupu - kupu dengan gerakan cepat terbang pergi menjauh untuk kemudian 'bersembunyi' mendarat di kelompok tanaman bunga yang lainnya. 


Trip Of Mine
Kayak betulan berada di perkebunan bunga tulip di Belanda, ya :)

Pasti banyak orang akan dibuat terkecoh melihat fotoku berdiri berada di depan spot kincir angin yang berada di tengah area Taman Ramadanu, seolah lokasi liburanku kali ini sedang betulan berada di tengah sebuah area taman kebun bunga jauh di negara Belanda sana. 
Ya, ngga ... ?, 
hayooo akui sajalah ... , ngga usah pakai acara malu malu kucing dan nyengir kuda kepang begitu dong bacanya hi hi hi. 

Memang jika dilihat sekilas, fotoku yang tampak terlihat aku seolah sedang terkagum - kagum memandangi kincir angin berukuran besar ini lokasinya berada di dalam area taman bunga tempat acara liburan ketje di negara yang terkenal dengan ikoniknya bunga tulip itu, padahal bukan. 
Ini lokasinya masih di Indonesia, tepatnya di pulau Jawa.


Trip Of Mine
Tanaman bunga Celosia sebagai andalannya

Taman penuh bunga cantik satu ini lokasinya berada di sebuah pedesaan di kabupaten Magelang, tepatnya di dusun Danurojo, Sambi Roro, Jamuskauman, Ngluwar. 


Trip Of Mine
Fiber warna - warni ketje juga buat kap lampu ... , terinspirasi ;)

Lokasi tamannya 'terjepit' berada ditengah antara area persawahan dan jalan desa yang dipenuhi padatnya deretan rumah warga. 
Jadi bisa ditebak dengan adanya lokasi taman wisata buatan yang dibuka sejak bulan Juni 2018 lalu ini ditengah perkampungan, banyak rumah - rumah warga di sekitar area taman ikut 'menyulap diri' jadi tempat sarana kuliner melayani kebutuhan makanan dan minuman untuk wisatawan. 

Di dalam area Taman Ramadanu juga tersedia satu area kafe dengan tampilan cukup eye catching dilengkapi dengan sekumpulan meja berpayung dan kursi kayu untuk nongki menikmati hidangan sambil memandangi hamparan bebungaan disana.


Trip Of Mine
Kafe taman

Sayangnya konter kafe berwarna kuning mentereng yang terletak di sebelah konter tiket area ini tak menyediakan sajian menu spesifik khas Magelang, seperti : Kupat Tahu, Nasi Goreng Magelangan, Sop Senerek atau juga Mangut Beong. 
Seandainya saja menu - menu masakan khas Magelang ikut disediakan di kafenya, tentu akan jadi nilai tambah tersendiri karena wisatawan ikut diperkenalkan secara langsung rupa dan rasa makanan khas Magelang.
Kulihat di daftar menu pilihannya hanya tersedia menu sama seperti yang dijajakan di warung - warung warga, tak jauh dari pilihan sajian bakso dan mie instan.


Trip Of Mine
Spot selfie nama sejumlah lokasi wisata ngehits di Magelang

Jenis hidangan makanan spesifik khas Magelang tak terwakili di kafenya, tapi beruntungnya sejumlah nama lokasi wisata ternama di Magelang terwakili di spot tiang penunjuk arah yang berada di tengah taman, berdekatan dengan spot kincir angin.

Spot ini selain cukup keren untuk lokasi berfoto juga informatif buat pengunjung, terutama wisatawan dari luar kota karena berapa jarak kilometer suatu lokasi wisata lain akan ditempuh dari lokasi area taman bunga Taman Ramadanu ikut dicantumkan dipapannya.  

Jika dilihat dari atas ketinggian spot rumah panggung, sebagian besar formasi tanaman terlihat ditata berbentuk seperti labirin setengah lingkaran. 


Trip Of Mine
Dilihat dari ketinggian

Dengan hamparan tanaman bunga Celosia berwarna merah dan kuning sebagai tanaman hias utamanya, taman cukup luas areanya ini juga terdapat tanaman bunga Vinka, bunga Matahari, bunga Zinnia dan beberapa jenis tanaman bunga lainnya.

Sejumlah pilihan spot selfie beragam bentuk terbuat dari susunan bambu ditata mengelilingi taman.
Tak hanya itu, di tengah area terdapat beberapa spot bangku taman dihiasi latar belakang sekumpulan penuh bunga plastik cantik Mei Hua berwarna merah muda, bunga khas dari negara China dan digunakan untuk hiasan acara Imlek.


Trip Of Mine
Semua bebungaanya asli, terkecuali bunga Mei Hua

2 motor antik merk Vespa dan Honda yang sudah tak berfungsi mesinnya, ikut dipajang sebagai property berfoto ketje.
Vespa jadul warna pink sengaja kupilih untuk foto gegayaan he he he ... .


Trip Of Mine
Sesekali mendadak pink wokey juga :)

Biar beda gitu. Sesekali tampil dengan properti foto berwarna pink, ternyata bagus juga hasilnya, ... , eh#.

Asiknya lagi, untuk berfoto di semua spot selfie di Taman Ramadanu pengunjung tak dikenai beaya tambahan. 
Cukup dengan membayar tiket masuk area Rp. 10. 000 ,_ , bisa berfoto di spot manapun sesuai keinginan.

Memilih berfoto di spot selfie manapun dan dengan pasang aksi gaya apapun di depan kamera, tak ada larangan untuk itu. 
Eh, tapi bukan berarti karena kesenangan tau gratisan buat gunain semua spot selfie di Taman Ramadanu ...,  lalu lupa diri gegayaan berfoto pakai acara aksi levitasi melompat segala dari ketinggian spot rumah panggung loh, ya.


Trip Of Mine
Spot rumah panggung.
Tangganya sempiiit banget ... , kudu hati - hati menuruninya

Jangan dilakukan !.
Bisa - bisa tubuh indah nan seksi  milikmu nyungsep mendarat tak sempurna di sela - sela tanaman bunga matahari yang ditanam berada dibawah spot rumah panggung ..., wwkkkwkk !.

Cukup berpose foto manis saja buat nambah feeds akun instagram.
Atau kalau ngga ingin berfoto, memilih duduk - duduk saja di pinggir beberapa kolam ikan mas, tak kalah menyenangkan mengisi kegiatan liburan di Taman Ramadanu.


Trip Of Mine
Banyak ya ikan masnya :) 

Ada satu hal yang cukup menarik diperhatikan di Taman Ramadanu. 
Berbeda dengan konsep taman bunga yang lain, ternyata setiap hari jam operasionalnya sampai mendekati tengah malam hari.
Saat kuketahui informasinya, aku langsung kebayang gimana ramainya di dalam area taman dan sekitar luar taman saat malam minggu tiba.
Bisa jadi, suasana malam sekitar taman jadi ramai kayak pasar tiban, jalan dipenuhi oleh lapak para pedagang kaki lima menjajakan bermacam aneka dagangan. Seru juga, ya. 
Duh, kok ..., jadi kepengin juga sih nyobain liburan kesana malam hari ..., hmm tapi sama siapa, ya ?.


Lokasi :
Taman Ramadanu
Dusun Danurojo, Sambi Roro, Jamuskauman, Ngluwar, Kabupaten Magelang

Tiket :
Rp. 10. 000 ,_
[ Info harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]

Jam operasional :
08. 00 - 23. 00

Tips ketje berlibur ala Trip Of Mine :
▪ Akses rute menuju dan ke lokasi Taman Ramadanu, sebenarnya juga dapat ditempuh melalui jalan alternatif melalui jalan pedesaan dari salah satu badan jalan di dekat lokasi candi Mendut.
Tapi rute jalan alternatif tersebut tidak cukup mudah dikenali untuk wisatawan luar kota, terkecuali selama perjalanan didampingi tour guide berasal dari wilayah setempat.

Rute termudah menuju ke lokasi Taman Ramadanu ditempuh melalui jalan utama Magelang - Yogyakarta dan gapura besar perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta yang berada di kecamatan Salam sebagai patokan awal untuk pencarian lokasi.
Tak jauh dari gapura berukuran besar dan melintang di atas jalan itu, rute kemudian dilanjutkan dengan masuk ke belokan jalan pedesaan dan papan nama Puskesmas Salam sebagai petunjuk ke arah rute yang benar.
Lurus saja, sampai terlihat papan nama lokasi Taman Ramadanu berada di depan dusun Danurojo.
Pastikan jangan salah rute, ya.

▪ Di saat musim penghujan, licinnya permukaan tanah area taman yang tanpa diplester dibiarkan tampil alami apa adanya, wajib diperhatikan dengan baik. 
Jangan sampai liburan dan berburu foto keren untuk feeds instagram kamu malah berujung tergelincir ala - ala :)

▪ Krim atau lotion tabir surya sepertinya jenis kosmetik yang wajib masuk dalam tas perbekalan kamu buat berlibur di Taman Ramadanu. 
Oleskan sebelum kamu mengitari area taman dan bersiap pasang gegayaan beragam jurus andalan di depan kamera digital atau kamera smartphone kamu he he he.


Trip Of Mine
Keren ya tampilan bunganya ... , jadi pengin nanam juga buat dirumah :)

Masalahnya bukaan area taman ini juga terasa panas menyengat terkena terpaan sinar matahari secara langsung, meski areanya banyak sekali tanaman, dikitari oleh kali dan bersebelahan dengan persawahan.








Monday, January 7, 2019

Resto Banyu Mili : Tempat Makan dan Wisata Air

Resto Banyu Mili atau dikenal juga dengan nama Banyu Mili resto country club merupakan satu penggabungan area antara konsep eat and recreation dalam satu area sekaligus. 
Menempati lahan seluas 30. 000 meter persegi resto Banyu Mili didirikan sejak tahun 2008 ini terdapat dua kolam renang, danau, penangkaran udang dan gurami organik, juga beberapa spot pilihan untuk duduk menikmati menu hidangan yang dipilih. 


Trip Of Mine
Sekitar danau resto Banyu Mili terdapat beberapa bongkahan batu alam berukuran besar, keren juga untuk berfoto.

Adanya kelengkapan fasilitas pilihan beragam kuliner dan sekalian dapat bersenang - senang menikmati liburan bareng keluarga, nama resto Banyu Mili akhirnya kami pilih setelah beberapa nama lokasi resto pilihan muncul dalam pembicaraan kami untuk menikmati liburan pergantian tahun. 
Adanya fasilitas kolam renang di area rumah makan itulah salah satu alasan yang langsung diminati oleh para krucil ..., tiga keponakanku yang ikut nimbrung mencuri dengar pembicaraan santai kami sebelum hari keberangkatan. 

Mereka bertiga, terutama dua gadis cilik ponakanku itu selalu lebih bersemangat kalau dengar ada fasilitas kolam renang di suatu lokasi wisata. 
Saat itu, aku yang belum sempat menyelesaikan menyebut kata  " disana ada kolam ren ... ", mereka langsung kompak teriak seru " aku mau , aku mau ..., asiiiiiik ! ". Duh, mereka tuh kayak udah bertahun - tahun lamanya ngga pernah lihat air saja, deh ..., wwwkkkwk !


Trip Of Mine
Kolam renang dewasa

Merayakan momen pergantian tahun kali ini, kami rayakan dengan cara berbeda dan memang sengaja setiap tahun tak selalu sama cara kami merayakannya. 
Untuk pergantian tahun ini, kami merayakan bukan dengan cara berkumpul bersama di malam hari menanti detik demi detik pergantian ke posisi angka jarum jam menunjukkan tepat di 24. 00 dan terpana melihat formasi pesta kembang api berwarna warni di kegelapan malam, atau juga diantara kami masing - masing punya acara tersendiri, seperti yang pernah kulakukan beberapa tahun lalu, aku dan beberapa temanku merayakan momen pergantian tahun di sebuah tempat aksi keren disk jockey memainkan cakram piringan hitamnya meremix lagu - lagu top 40's USA ..., apalagi kalau itu bukan ..., diskotik he he he. 

Tapi itu dulu, ya saat aku masih kerja merantau di ibukota. 
Sekarang hobi asik mendengarkan musik berdentum- dentum di diskotik itu, sudah sangat jarang kulakukan. Meski dulu aku penyuka ajeb - ajeb, aku sangat pantang ngedrug. 
Sama sekali dan dengan tegas kukatakan Say No to Drugs !. 
Eh, ini kok malah melenceng menceritakan pengalamanku pribadi merayakan momen pergantian tahun baru, ya he he he.


Trip Of Mine
Candid camera :) ..., adik dan para krucil di jalur danau 

Tahun 2018 lalu, tepatnya tanggal 31 Desember kami sekeluarga merayakan momen, tepatnya hari menjelang pergantian ke tahun yang baru dengan cara konvoi beriringan 2 kendaraan dari kota kami tinggal menuju ke kota Yogyakarta di pagi hari , bukan berangkat malam hari dan kami sepakati untuk mampir sejenak di beberapa tempat kuliner yang banyak terdapat di sepanjang perjalanan untuk icip - icip kuliner unik sebelum akhirnya tiba berlibur di resto Banyu Mili.

Pencarian alamat resto Banyu Mili yang terletak berada di dalam komplek perumahan Griya Mahkota, tepatnya berlokasi di Jalan Godean KM 4,5, Kwarasan, Nogotirto, Sleman Yogyakarta, dimulai dari ringroad saat memasuki kota Yogyakarta menuju ke arah utara, tak begitu sulit dicari rute lokasinya. Ikuti saja petunjuk papan nama petunjuk arah berukuran besar di jalan raya. 


Trip Of Mine
Area hall terbuka

Udang organik dan gurami organik hasil penangkaran sendiri diareanya jadi menu unggulan menu resto Banyu Mili. 
Pilihan varian rasa olahan udang diantaranya dimasak asam manis dan fresh shrimp grill. Gurami telur mentega dan soup gurami, dua diantara pilihan menu gurami lainnya. 


Trip Of Mine
Area penangkaran kolam udang organik

Dengan rentang harga per porsi menu makanan termurah dimulai dari Rp. 5. 000 ,_  untuk lalapan sampai termahal Rp. 335. 000 ,_  untuk menu fresh shrimp grill ukuran besar dan juga harga menu minuman termurah dimulai dari Rp. 4. 500 ,_ untuk air mineral , kulihat daftar harga resto Banyu Mili di selembar brosurnya terdapat beberapa pilihan menu paket, menu per porsi juga dilengkapi jenis ukuran porsi dan tentunya tak ketinggalan harga per menu.

Salah satu pilihan paket menu yang disediakan resto Banyu Mili adalah untuk 10 orang, terdiri dari Paket Hemat 10 seharga Rp. 965. 000 ,_ .
Terdiri dari udang bakar madu 1 porsi, udang goreng atau rebus 1 porsi sesuai selera, udang saos tiram 1 porsi, gurami goreng atau bakar 2 ekor, gurami cobek 1 ekor, nasi putih 1 cething besar, tumis kangkung 2 porsi, karedok 1 porsi, lalapan 1 porsi, sambal terasi 4 porsi, sambal tomat 2 porsi, es jeruk 5 gelas dan es teh 5 gelas.

Selain paket bernama paket hemat 10 itu, jenis paket lain untuk 10 orang terdapat paket Arwana seharga Rp. 750. 000 ,_ dan paket Louhan seharga Rp. 585. 000 ,_ .
Gimana menurutmu harga paket menunya ?, he he he ... .

Kalau berkeinginan mencoba icip - icip enaknya menu udang bakar madu tanpa melalui pembelian secara paket, perporsinya dikenai harga Rp. 290. 000 ,_ untuk ukuran besar dan untuk ukuran sedang dibanderol Rp. 165. 000 ,_ .


Trip Of Mine
Bon pembayaran 

Menu ayam goreng kampung kremes 1/2 porsi ayam + kepala, seporsi bihun seafood, 1 porsi tempe, 1 porsi tahu goreng, 1 porsi nasi cheting kecil, 1 gelas es kelapa, 3 gelas es jeruk, dipesan oleh adikku untuk para krucil bersantap setelah mereka betah berjam - jam bermain - main air syantik di kolam renang. 


Trip Of Mine
Menu masakan buat para krucil :)

Sesuai dengan konsep yang diusungnya, memadukan sarana rumah makan dan juga sebagai tempat rekreasi keluarga, pengelola resto Banyu Mili menempatkan pilihan lokasi tempat makan tak hanya berada di hall terbuka berukuran cukup luas, tetapi juga berada tepat di tepi kolam renang dibuat seakan tenggelam menempel di dinding pembatas kolam renang. 


Trip Of Mine
Kolam Byur

Lokasi pilihan tempat makan lainnya, berupa kursi taman dengan meja berpayung teduh  ..., judul laguuu kali akh ..., ha ha ha ..., di sekeliling kolam renang dewasa dan kolam byur, kolam renang khusus dipergunakan untuk anak - anak.


Trip Of Mine
Taman tepi danau

Dan 1 area tempat makan berupa deretan  lesehan berukuran luas di tepi danau yang airnya bersumberkan dari mata air bernama Tuk Naga yang terletak berada di sudut halaman dan berdinding pagar pembatas setinggi dada orang dewasa.


Trip Of Mine
Asik juga buat jogging track, ya 


Lokasi :
Resto Banyu Mili country club
Jalan Godean KM 4,5, Kwarasan, Nogotirto, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Tiket :
• Rp. 15. 000 ,_ / khusus untuk berenang dan sebagai penanda, stiker gelang anti air dipasangkan di pergelangan tangan pengunjung 
• Tidak dikenai beaya masuk untuk memasuki area.
[ info harga tiket, menu dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]

Jam operasional :
• 09. 00 - 18. 00 di hari biasa, 09. 00 - 21. 00 di hari sabtu dan minggu. 
• 07. 00 - 18. 00 khusus kolam renang.

Fasilitas tambahan resto Banyu Mili :
Free hot - spot, ruang meeting dilengkapi LCD projector, homestay, wahana bebek air mengelilingi danau, memancing, aero modelling untuk anak dan live music pada acara tertentu.