Wednesday, December 5, 2018

Telaga Warna Telaga Pengilon, Pesona Dua Telaga Satu Keindahan

Telaga Warna adalah salah satu wisata alam andalan di dataran tinggi Dieng. Keunikan sifat warna air telaga dan keeksotisan alam sekitarnya mampu membuat wisatawan terpana. 
Berada disana, imajinasi pengunjung seolah sedang dibawa ke dimensi lain.

Akh, betulkah demikian adanya ?.
Apa iya, sih ... ?.
Pertanyaan seperti itu, sangat mungkin akan terjadi jika seseorang belum pernah berkesempatan berlibur ke Telaga Warna. 
Tapi lain cerita jika pernah berkesempatan langsung berlibur disana, terutama berlibur seorang diri seperti yang kulakukan saat itu. 


Trip Of Mine
Add caption

Telaga Warna merupakan salah satu dari beberapa telaga terletak berada di atas ketinggian 2000 mdpl gunung api purba, Gunung Dieng, kabupaten Wonosobo yang berbatasan langsung dengan kabupaten Banjarnegara. 

Temperatur keseharian udara disana cenderung terasa dingin dirasakan bagi masyarakat negara Indonesia kebanyakan mengingat Indonesia beriklim tropis, meski panas terik matahari saat itu sedang berlangsung. 
Bahkan beberapa bulan lalu temperatur udara di Dieng mencapai di bawah nol derajat menyebabkan keunikan fenomena alam tersendiri dengan munculnya kristal salju menutupi permukaan tanah dan tanaman.

Jadi jangan heran, jika dalam perjalanan menuju ke Gunung Dieng tempat keberadaan sejumlah destinasi wisata menakjubkan disana dengan melintasi jalan naik turun pegunungan curam berpemandangan tebing tinggi yang banyak difungsikan sebagai lahan perkebunan warga dan jurang menganga ratusan meter berada di kiri kanan jalan, akan mudah ditemui pemandangan aktivitas para petani dengan menggunakan pakaian tebal membungkus badan, berlengan panjang dan tak sedikit yang mengenakan atribut tambahan seperti syal, kupluk untuk mengantisipasi dinginnya udara.

Pemandangan seperti itu saja saat di siang hari ..., nah kebayang kan bagaimana dinginnya temperatur udara di Dieng saat malam hari ?.

" Memang pernah bermalam disana, kok tahu ? "

Belum pernah jawabanku wwkkkwwwkk !.
Lah, kok tahu kalau malam hari udara disana terasa sangat dingin ?.
Tahulah ..., masalahnya beberapa bulan lalu aku pernah terjebak hujan deras disertai angin kencang sampai sekian lama menjelang malam hari setelah liburan berada di area kawah unik, Kawah Sikidang. 

[ Baca juga  https://www.tripofmine.com/2018/02/fenomena-unik-kawah-sikidang.html ]

Saat itu, udara terasa sangat begitu dingin menggigit kulit. 
Beruntung pos penjagaan tempat aku berteduh, beberapa warga disana membuat perapian sederhana dengan membakar tumpukan sisa kemasan makanan dan kertas di tong sampah terbuat dari kaleng. Itupun rasanya tidak mempan buat bikin hangat tubuh, meski kupluk kupakai kutenggelamkan sampai kuping tertutup rapat dan jaket tebal telah kupakai, plus sarung tangan kukenakan.

Dengan duduk meringkuk manis pasrah di pojokan menanti seorang kekasih , eh# maksudku, hujan angin sedikit reda, teh panas mendidih yang beberapakali kupesan di warung dekat pos penjagaan cuma terasa hangat ruam kuku saat kuminum, padahal terlihat jelas uap mengepul di permukaan gelasnya, mendidih maksimal.
Nah, kalau seperti itu gimana terasa dinginnya udara tengah malam menemani bobok disana, ya ... ?. 
Melukin kamu pun rasanya tak akan mempan memberikan kehangatan, aseeeek ..., ha ha ha ..., kecuali menenggelamkan diri dalam tebalnya bed cover, kurasa. 
Hmm ..., titik.

Tampilan baru di area Telaga Warna dan Telaga Pengilon

Tak sedikit yang belum mengetahui jika sebenarnya di area seluas 39 hektar ini, tak hanya terdapat satu telaga memesona diareanya. 
Berdampingan persis, hanya terpisahkan oleh daratan yang menyembul dan ditumbuhi rerimbunan ilalang tinggi, terdapat sebuah telaga mendampingi keindahan Telaga Warna. Telaga Pengilon namanya.


Trip Of Mine
Telaga Pengilon

Nama Telaga Pengilon [ Bahasa Jawa, pengilon = cermin, biasanya dipergunakan untuk berhias diri ] memang tak disebutkan di papan petunjuk arah lokasi dan mewakili nama area destinasinya, hanya tercantum di lembar tiket masuk. 

Untuk memasuki areanya dan untuk tiba di tepian telaga, tanpa perlu dibutuhkan usaha dengan cara mendaki atau menuruni ketinggian bukit karena letak telaga ini terbilang sejajar dengan badan jalan.
Cukup ditempuh dengan cara melewati jalan setapak berpaving block yang dibuat tertata rapi mulai dari gerbang tiket hingga mengitari areanya.

Di sepanjang melewati jalan setapak, tanaman bunga indah berwarna putih namun memabukkan, bunga Kecubung dengan mudah dilihat dari dekat karena tanaman ini banyak tumbuh berada di sisi area telaga dan jalan setapak. 
Beberapa dahan kayu pohon berukuran besar terlihat dibiarkan tetap utuh tanpa ditebang melintang di atas jalan setapak, membuat siapapun perlu menundukkan kepala saat melintasinya. 
Pemandangan menambah kesan eksotik ini kutemui saat melintasi jalan setapak mengarah ke Telaga Pengilon.

Dua telaga memikat, Telaga Warna dan Telaga Pengilon berdampingan bak sepasang sejoli ini memiliki keistimewaan berbeda diantara keduanya.


Trip Of Mine
Ilalang kecokelatan dan warna air telaga, perpaduan kontras dan memikat

Berkat sangat tingginya kandungan zat mineral belerang yang berada di dasar Telaga Warna dan kemungkinan diduga mengandung unsur logam mulia, air telaga mampu menyuguhkan warna sangat menakjubkan saat terpantul sinar matahari.
Dengan dominasi warna hijau, warna airnya sesekali berubah - ubah. Kadang tampak hijau tua, hijau muda, gradasi warna hijau tua dan hijau muda, kecoklatan dan juga warna pelangi.


Trip Of Mine
Alamnya memikat !

Menurut legenda, sih, pengaruh warna dari Telaga Warna akibat jatuhnya selendang cantik berwarna - warni milik dewi Nawang Wulan ke dalam dasar telaga dan menciptakan warna memikat di airnya.

Jika Telaga Warna tampil memesona dengan warnanya yang menakjubkan, Telaga Pengilon tampil memikat dengan kejernihan airnya. Saking jernihnya, pantulan bayangan alam sekitarnya tampak terlihat jelas di permukaan airnya.

Keindahan kedua telaga ini semakin terlihat memikat dilihat dari atas ketinggian bukit Sidengkeng dan Batu Ratapan Angin, maka tak heran jika banyak wisatawan rela sedikit ' bersusah payah ' mendaki bukit untuk melihat tampilan kedua telaga dengan tampilan warna air berbeda. 
Wisatawan biasanya melakukan pendakian saat pagi hari karena saat siang dan menjelang sore seringkali keindahannya tertutup oleh tebalnya kabut. 

Mengingat gunung Dieng merupakan dataran tinggi, tingkat intensitas curah hujan seringkali turun tiba - tiba di daerah yang seringkali disebut sebagai tempat bersemayamnya para dewa ini. 


Trip Of Mine
Spot dermaga di tepi telaga siap bikin indah foto kenangan liburan

Saat ini di pinggir Telaga Warna telah disediakan semacam dermaga kecil untuk sarana membuat dokumentasi liburan.
Dan gerbang loket pun berbenah jadi menarik dilihat, tak lagi terkesan seadanya yang kulihat saat kedatanganku kesana sekitar 1 tahun lalu.

Selain 2 telaga memikat, ada obyek lain menarik apa disana ?

Mengitari keseluruhan areanya dengan berjalan di atas jalan setapak dan tampak bebatuan berukuran besar disekitarnya, juga akibat pengaruh musim kemarau panjang telaga menciptakan pemandangan gradasi eksotik tersendiri.


Trip Of Mine
Daratan menyembul membatasi 2 telaga memesona ditumbuhi ilalang tinggi.
Tampak mengering pengaruh kemarau panjang.
Keren untuk lokasi berfoto

Banyak sekali sisi pinggir telaga tampak mengering dan ilalang disekitarnya yang tinggi menjulang tampak ikut mengering berubah menjadi warna cokelat muda.
Terlihat sangat kontras dengan perbedaan warna tanah cokelat tua, dan warna air telaga.
Tentu pemandangan alam jadi sangat terlihat luar biasa indah untuk latar belakang berfoto.

Di dalam area Telaga Warna dan Telaga Pengilon terdapat beberapa petilasan yang sampai saat ini masih dipergunakan untuk bersemedi, tentunya untuk keperluan bertapa disana harus seijin terlebih dahulu dan didampingi oleh pengelola.


Trip Of Mine
Petilasan Batu Tulis

Beberapa petilasan diantaranya : 

  • Batu Tulis, merupakan sebuah bongkahan batu berukuran besar. Dipercaya jika orang tua berkeinginan agar anaknya berkemampuan cepat pandai membaca, maka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa di dekat batu yang didepannya dihiasi arca mahapatih Gajah Mada ini.


  • Gua Jaran, dipercaya dahulu kala merupakan tempat pertapaan Resi Kendali Sodo. Dinamakan dengan Gua Jaran karena dikisahkan pada jaman dahulu terdapat seekor kuda kebingungan mencari tempat berteduh dari hujan, kemudian kuda tersebut menemukan celah gua ini dan berteduh didalamnya sepanjang malam. Anehnya, keesokan harinya kuda tersebut telah dalam keadaan bunting besar. Sejak saat itu, gua ini dipercaya oleh kaum wanita yang ingin segera mempunyai keturunan setelah berumah tangga dengan cara melakukan semedi disana.


  • Gua Semar, dipercaya dijaga oleh Kyai Semar. Merupakan tempat bertapa yang pernah digunakan oleh para raja Jawa Mataram kuno dan beberapa nama petinggi negara Indonesia. Salah satunya presiden RI kedua, Soeharto pada tahun 1974.
Trip Of Mine
Pemandangan misterius Telaga Warna saat tertutup kabut

Berjalan atau mendekat berada di depan petilasan - petilasan yang lokasinya tak begitu jauh satu sama lainnya ini, tercium samar - samar aroma wangi semerbak misterius. 
Entah wangi apakah itu, mungkin wangi gabungan antara hio dan parfum ..., yang jelas tercium berasal dari dalam gua. 


Lokasi :
Telaga Warna
Jl. Telaga Warna, Dieng, Kejajar, Kabupaten Wonosobo

Tiket :
Domestik Rp. 12. 500,_
Wisman Rp. 125. 000,_
Berlaku di hari normal.

Domestik Rp. 15. 000,_
Wisman Rp. 150. 000,_
Berlaku di hari Sabtu, Minggu dan hari libur.
[ Info harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]

118 comments:

  1. telaga yang unik, kalo dulu saya mbayanginya seperti pelangi :)
    betah klo sudah di dieng, adem

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sering ke Dieng ya, mas ?.
      Keren-keren pemandangan wisata alamnya disana, ya ...

      Sekarang juga ada swimming pool water boom air panas, mas.
      Lokasinya dekat kawah Sikidang.

      Delete
  2. Saya pernah kesini tapi udh lama sekali mas, waktu msh kuliah di semarang pas mudik ke purwokerto mampir ke sini sendirian, malah dapat kenalan orang wonosobo dan pulangnya mampir ke rumahnya dan makan siang disana hehehe...
    Dieng emang tempatnya indah sekali dan udaranya sejuk jadi betah disana ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya mas Aris ke Telaga Warna saat pinggir telaganya yang berbatasan dengan jalan, belum ditutup pagar tanaman ya, mas ?.

      Soalnya aku pertamakali ke telaga ini bareng dengan keluarga, juga belum dipagari tanaman.
      Jadi telaga kelihatan banget dari tepi jalan.

      Waah ..., menyenangkan ya di pokasi wisata dapat kenalan dengan penduduk dan berkesempatan mampir kerumahnya 🙂👍

      Rata-rata penduduk disana memang ramah.
      Ini fotoku saja yang motretin petugas yang lagi berpatroli mengelilingi area telaga.
      Tanpa aku minta, bapak itu menawarkan diri untuk memotret aku.
      Dan fotoku duduk di tepian telaga itulah hasil bidikannya 😁

      Delete
    2. Ya kayaknya masih belum dipagari, dari depan goa semar kalo nggak salah keliatan kok.

      Wow enak ya ada yg motretin,...
      Kapan2 pengin kesini lagi ah

      Delete
    3. ayok ah sesama blogger main kesana biar rame2 dan ga celeum hehehe

      Delete
    4. @ Aris Armunanto =

      Ayook mas ...
      Siapa tau kita semua para blogger bisa barengan travelling seperti keinginan kak Vika.
      Bakalan jadi seru banget acaranya dan kita bikin satu lokasi jadi banyak versi dari para blogger.

      @ Vika Hamidah =

      Yuuuk ah ...
      Semoga betulan terlaksana suatu saat kelak, Amin.

      Delete
    5. Amin ka himawant,, kapan2 melipir donk ke Bogor.. nanti saya yang jadi tour guidenya hiihi

      Delete
    6. Hehehe ...
      Asik nih kak Vika jadi guidenya.
      Iya sih aku juga kangen pengin lagi ke Kebun Raya Bogor, pemandian air panas Ciseeng Parung, Puncak, Taman Safari, Curug Cilember, dllnya yang udah pernah kudatangi semua dan bikin dokumentasi foto untuk artikel.
      Semoga terlaksana, kak.

      Delete
  3. kalo sekarang tiap wisata pasti selalu di sediain tempat berfoto foto, gak tau mungkin karna jamanya sekarang tiap kemana mana pasti berfoto :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😄 jaman nouw gitu loh ..
      Hahahaha ..
      Ngga berfoto ngga asik katanya.

      Delete
  4. Wuih dataran tinggi pegunungan Dieng ini super duper dingin ya? Apalagi musim hujan begini ya? temperatur bisa di bawah nol derajat celcius? Wouw.. ada kristal salju..! Asyik juga..! tapi dingin menusuk tubuh.

    Pas travelling ke Diebg ini dingin juga ya brader? Untung ya ada perapian pada pos penjaga.

    Aku ngakak baca tulisan brader dengan kalimat, "Duduk meringkuk manis dipojokan menanti kekasih..." Whuahahaha.. jadi kayak lagi baca cerpen drama yang kocak dan segar nich..?
    Tapi memang udara dingin banget dan hujan bisa bikin orang jadi baper ya?
    Brader pernah atau ingin bermalam di dataran Dieng yang super dingin itu? Wuih apa mungkin pendaki gunung juga akan kuat bermalam di sana?

    Telaga dengan warna hijau cantik banget ya, brader fotonya keren duduk di di tepi telaga warna.

    Baru tahutahu kalau nggak jauh dari telaga warna ternyata ada telaga namanya telaga Pengilon.
    Wah 2 telaga yang benar-benar kontras dan berpanorama indah.
    Amazing lakes.

    Apa ada fasilitas perahu buat wisatawan mengelilingi danau brader?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi, dinginnya udara di Dieng ini mirip dengan dinginnya udara di Bromo, sista.
      Meski siang hari saja, semilir anginnya kerasa ceeeess di kulit.

      Perapiannya sih perapian dadakan.
      Dibuat dengan tong bak sampah oleh warga yang juga berteduh di pos penjaga 😄.
      Tapi itu terjadi saat dulu aku ke kawah Sikidang beberapa bulan sebelumnya.
      Nah kalau di Telaga Warna ini aku kegerimisan ..., tau-tau saja kabut turun seperti yang tampak di foto, padahal baru saja panas terik.
      Untung adegan vloggingku di atas spot dermaga udah selesai 😄.

      Foto aku duduk itu hasil bidikan bapak petugas baik hati menawarkan diri memotret aku, loh .. hehehe.
      Baik ya si bapak itu 🙂

      Disana ngga ada penyewaan perahu juga rakit.
      Mungkin nantinya ada ya.
      Tapi sepertinya ngga mungkin disediakan fasilitas itu deh, sista ... , mengingat telaga dan area ini disakralkan.

      Delete
    2. Iya ya bisa jadi temperatur udara di Dieng seperti udara dingin di pegunungan Bromo. Jadi maluku... eh malu aku belum pernah menjelajahi gunung Bromo padahal kepingin banget. Enaknya ke gunung Bromo barengan orang banyak karena agak mahal paket mobil hardtop PP ke Bromo.

      Kalau di Dieng siang tetap ya angin dingin terasa nyess di kulit. Karena dataran tinggi juga ya di Dieng curah hujannya tinggitinggi, ujug-ujug kabut, ujug-ujug hujan. Sama dengan daerah Cangar Batu sering kabut.

      Tepian telaga warna airnya bisa menyusut kering ya menjadi dataran yang permukaannya nggak sama tingginya dan ditumbuhi ilalang.. Unik ya dan kontras dengan warna telaga.

      Bapak petugas tsb baik banget mau nolong motretin brader duduk di tepi telaga,hasilnya juga pas bagus. Apa Sempat juga foto duduk di dermaga brader?

      Telaga Pengilon jernih banget ya sampai bisa dibuat bercermin?
      Katanya ada taman bunga kecubung yang aromanya wangi dan memabukkan? kok bisa memabukkan? Aku belum pernah mencium aroma bunga kecubun,hehehe.

      Ooh nggak mungkin ya disediakan fasilitas perahu buat wisatawan? Kalau buat mancing nggak boleh juga ya?
      Kedua telaga ini dan areanya disakralkan ya? apa karena sejak dulu sekitar telaga dibuat pentilasan dan bertapa ya brader?
      Aku baru tahu ternyata di gua Semar itu pernah dibuat bertapa oleh Presiden RI kedua. Tahun 1974 saat beliau bertapa apa mungkin telaga warna ini belum dijadikan lokasi wisata ya brader?

      Delete
    3. Oh, sista juga belum berkesempatan ke Gunung Bromo ya ?. Sama doong ... wkkkkwwk 😅.
      Denger-denger memang mahal sewa hardtop buat ngelilingi anak gunung Bromo yang menakjubkan itu bentuknya.
      Aku pernah lihat foto lekukan2 anak gunung Bromo dan jeep jadi kelihatan keciiiiil banget ..
      Itu amazing banget viewnya 👍

      Hahahaa ..
      Ujug~ujug Jedul yaaa ..
      Aku tiap kali dengar atau baca kata ujug~ujug kenapa ya langsung reflek ngakak 😂
      Lucu aja kedengarannya!.

      Bunga kecubung itu memabukkan loh, sista.
      Dicemplungin ke kolam ikan saja, ikan bisa klepek-klepek pingsan.

      Sangat bisa jadi saat itu telaga Warna belum dikomersialkan sebagai tempat wisata.
      Soalnya saat pertamakali aku dan keluarga datang ke telaga ini [saat itu aku SMP] sekeliling areanya saja belum sengaja dipagari tanaman spt skr ..., jadi telaga betul-betul kelihatan dari tepian jalan.
      Dan saat itu tinggal masuk saja ke areanya, tanpa membeli tiket.

      Delete
    4. Iya aku belum sempat ke Bromo, kepingin banget apalagi setelah lihat foto-foto teman-temankjteman-teman yang sudah ke sana, wuih bikin mupeng aja. Iya sewa hardtopnya agak mahal.mungkin karena medan menuju puncak Bromo sulit dan sangat terjal.Mobil pribadi nggak dibolehkan, harus menggumakan mobil sewaan hardtop karena mobilnya kuat dan driver yang terlatih.
      Beberapa waktu yang lalu ada saudara yang ke Bromo mereka nyewa hardtop PP 500 ribu, itu termasuk paling murah karena tempay sewa agak jauh dari Bromo. Semakin dekat ke area Bromo semakin mahal tempat sewa hardtopnya.

      Hehehe...Denger kata Ujug-ujug memang bikin ngakak geli ya?

      Ooh ya? Bunga kecubung yang dicemplung ke kolam.bisa bikin ikan jadi pingsan ya? Wah luar biasa ya aromanya mengerikan kalau begitu.

      Bisa jadi kemungkinan tahun 1974 itu lokasi telaga warna ini belum.dikomersialkan menjadi tempat wisata ya? masih dibuat pentilasan dan bertapa keturunan raja-raja dan petinggi negara.
      Sewaktu brader SMP.aja telaga warna masih sepi belum dijadikan tempat wisata umum masuknya masih gratis.

      Telaga warna Dieng ini memang keren dan mempesona banget cocok buat travelling , selfie dan vlogging.

      Yang ada bulan begini di area pegunungan Dieng terasa semakin Cool Desember ya? Hehehe..

      Delete
    5. Mahal juga harga sewa hardtoopnya ya ..., cocoknya buat rame-rame,jadi bisa saling sharing alias patungan kalau gitu.
      Sista kudu nyaris teman2 buat rombongan untuk kesana,kalo ngga bisa jadi banyak pengeluaran.
      Semoga kelak aku juga berkesempatan ke Bromo.

      Yups, betul banget.
      Saat datang ke Dieng di bulan musim penghujan seperti bulan Desember ini sensasinya jadi lebih terasa CooL December 😁
      Semribiit gitu rasanya ... wkkwwkk

      Delete
  5. Emang dinginnya disana super duper banget mas, nusuk sampe ketulang-tulang, aku dah pernah dua kali malam disana. beuhhh dinginnya sampe ketusuk-tusuk telapak tanganku rasanya

    Aku dulu pernah ke telaga warna itu kalo gak salah, tapi gak nemu petilasan batu itu. Trus waktu itu juga persis kayak yang di foto mas e. Eh tapi itu di foto kedua airnya surut ya mas? apa emang kek gitu?

    Trus pas aku kesana, (kalo gak salah sih mas) bisa naik dikit ke atas bukit disampingnya itu, kalo kekiri ke telaga, kalau ke kanan ke bukit. Nanti bisa liat view juga dari atas bukit ke telaganya, lebih bagus sih, tapi ya lumayan juga nanjaknya. (kalo gak salah telaga ini mah)
    Tapi aku kesana dulu tahun 2015 sih, gatau kalo skarang.

    Nah lho, kok aku yang jadinya cerita.
    Yang jelas ini bakal masuk wishlist ku dalam waktu dekat mas, karena dulu pas kesana, foto-fotonya hilang entah dimana, kayak gebetan, entah dimana dia berada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaa ..
      Aseeek aku diceritain sama mas Rahmat 😄.
      Sepertinya mas eh# uda Rahmat udah mulai pengin banget nulis lagi nih ...

      Betul, saat itu air telaganya sedang surut.
      Biasanya akan meluber nyaris sampai didekat jalan setapak.

      Membaca cerita mas, rasanya memang betul mas Rahmat pernah ke telaga Warna ini.
      Keindahan pemandangan telaga semakin keren dilihat dari ketinggian bukit.

      Mantaap ...
      Udah masuk wishlist.
      Ntar disimpan baik-baik foto-fotonya biar ngga ngilang kayak si gebetan .. 😉
      Mungkin kecebur telaga kali yaaaak ... hahaha

      Delete
    2. hahaha soon ke Jogja lagi mas, trus gak sengaja kesana. harus well prepare nih. wkwkwk
      wah kalau air telaganya lagi surut berarti musim panas ya mas. Pengen e yang pas dingin kui lho mas, aku kesana. biar ada efek-efek e gitu. :D

      Delete
    3. Wouw, saat musim kemarau dan air telaga tampak surut saja udah terasa dingin disana, mas ...
      Ini buktinya jaket kupakai terus buat berfoto wwkkwwk ..

      Apalagi saat musim penghujan dan air telaga tampak penuh meluber mendekati jalan setapak .. brrrrrrr ... dinginnya pake banget.
      Kejatuhan air hujan rasanya tuh kayak keguyur air es 😁

      Delete
  6. pengen banget ka himawant aku jalan jalan ke telaga ini.. cuma katanya suka agak horor bener ga si kak? Terus katanya gaboleh sendirian kalau ke tempat kaya gini suka ilang .. pastii enak si yaaa suasanya dingin2 gtu ya kak.. pengen coba nanti ah sama teman2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini buktinya aku masih bisa nulis artikel dan balas komentar ...
      Ngga ngilang setelah kesana sendirian kan, kak ?.
      Hehehe 😁

      Mitosnya sih memang begitu, kak.
      Kitanya yang harus wajib jaga bicara dan sikap saja selama disana, kak.
      Buat menghindari yang tidak2 🙂, apalagi area ini masih disakralkan.

      Delete
    2. oiya bener ka himawant.. jangan asal ngomong katanya ya ka himawant.. soalnya takut diaminkan. aduh serem.. alhamdulila ka himawant ga kenapa2 yaa.. suka serem...

      Delete
    3. 😁 iya, kak.
      Aku tiap di lokasi wisata selalu ngucapin salam dalam hati dulu, juga jaga bicara dan sikap.
      Bukannya kita percaya takhayul ya, tapi kenyataannya memang ada sih 'penjaga' tak kasat mata di manapun.

      Aku pernah punya pengalaman gaib di suatu lokasi wisata loh, kak ..., kalau ingat kejadian itu merinding juga rasanya.

      Delete
    4. wah jangan lupa diceritain di tulisan selanjutnya yaa.. terkadang yang kata orang tua jaman dulu menyeramkan, dan ga boleh ngomong ini itu emang suka kejadian ya ka

      Delete
    5. Pengalaman gaib itu sudah aku ceritakan di artikel dengan judul :
      Air Terjun Kembang Soka - pesona duo air terjun 1 lokasi

      Kak Vika coba mampir baca ya, kalau pas ada waktu.
      Jangan sambil merinding bacanya 😁

      Delete
    6. mau baca ah jadi penasaran huhuhuh makasi ka himawant.. sekarng meluncur ke judul artikel tsb hehee

      Delete
    7. Terimakasih, kak Vika.
      Semoga jadi nambah bekal panduan buat di lokasi wisata.

      Delete
  7. Daerah ini ya yang kemarin sempet beku sampe daun-daunnya ada esnya?
    Banyak yang ngajakin, tapi bekum sempat ke daerah Dieng ini... Coba yang ngajakinnya sekaligus bayarin, mungkin disempet-sempetin hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, betul banget, bang Doel.
      Daerah inilah beberapa waktu lalu yang 'didatengin' es.
      Tampilannya pasti jadi terlihat keren yaaa ...
      Sayangnya saat itu ngga berkesempatan kesana.

      Wwkkkwwwkkk ...
      Bang Doel bisa aja sih .. 😅
      Aku juga mau kesana lagi, apalagi digratisin 😂

      Delete
  8. Replies
    1. Yups, mantul telaganya, mas ...
      2 telaga bersebelahan berbeda tampilan warna.

      Delete
  9. View di saat Telaga Warna tertutup kabut emang bener-bener indah, walaupun sedikit misterius..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat, kak Lantana.
      Pemandangan telaganya makin terlihat dramatis dengan munculnya kabut.
      Ada deg-degan juga saat itu rasanya, tau-tau kabut tebal turun ... padahal aku sendirian kesana.

      Delete
    2. Wahh, hati2 kalo ngeliput Trip of Mine sendirian, apalagi untuk pengambilan gambar video....kita2 ga mau lho dapet berita yang enggak2...;)

      Delete
    3. Terimakasih perhatian dan sarannya, kak Lantana ⚘.
      Semoga kita semua selalu baik~baik saja dimanapun berada.

      Delete
  10. sejuk ya airnya ijo gitu, wah. jadi ada pengaruh mitos dewi nawang wulan juga ya. ada mitosnya juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas Beny.
      Tokoh dewi Nawang Wulan ini selain terselip di Telaga Warna juga muncul di Magelang.
      Tepatnya di air terjun Seloprojo.
      Tempat dewi Nawang Wulan awal bertemu Jaka Tarub.

      Delete
  11. Saya dua kali ke Dieng, belum pernah ke telaganya. Itu kalau matahari bersinar cerah, warnanya Telaga Warna pasti keren banget ya. Oh ya, airnya pastinya dingin banget ya. Dari awal yang dibahas suhu rendah terus. (Bacanya aja rasanya pengin pakai jaket.)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwkkkwwk ..
      Ayoook siapin jaket kalau begitu 😂

      Air telaganya ngga kusentuh, kak.
      Takut tergelincir nyungsep hahaha ..

      Yah, sayang ya kak Dyah udah 2 kali ke Dieng malah ngga sekalian mampir ke telaga eksotik ini.
      Next, wajib didatangi, kak :)

      Delete
  12. Berlibur ke tempat dingin gitu sendirian mas?


    Wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwkkwkk ...
      Iya 😄 !

      Pemberani kaan 😁 ?.
      Udah gitu pulangnya kecegat kabut super tebal disertai hujan deras.
      Dingin maksimal sudah rasanya 😂

      Delete
    2. Iuhhh, pasti mengkeret

      Wkwkwkwkwk

      Delete
  13. Jadi nih, Himawan, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui ya. Sekalinya ke Telaga Warna, bisa sekalian ke obyek wisata lainnya yang tidak kalah menawarn seperti Batu Tulis (filosofinya mantap), Gua Jaran, Gua Semar, dllnya.

    Yang menarik adalah urusan karcis/tiket masuknya. Terlihat sangat jauh perbedaan antara domestik dan mancanegara. Saya jadi ingat sama kebijakan dari Gubernur NTT soal tiket masuk ke Pulau Komodo hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😁 sebetulnya rada dag dig dug juga sih disana, soalnya sendirian, kak Tuteh ...
      Mana saat itu lokasinya tak banyak pengunjung.
      Terhitung cuma 2 kali berpapasan dengan wisatawan lain, salah satunya cowok bule berambut gondrong yang juga datang seorang diri.
      Ramah gitu orangnya dan kita cuma berkenalan bertegur sapa sesaat.

      Di area Dieng ini banyak ditemui turis mancanegara, kak.
      Rata-rata mereka memilih bermalam di homestay yang banyak terdapat di dekat candi Arjuna.

      Iya ya kak aku awalnya juga heran , kok selisihnya jauh banget harga tiket untuk turis lokal dan turis mancanegara.
      Kalau di Pulau Komodo tiketnya berapa untuk wisman, kak ?.
      Penasaran jadinya pengin tau ..

      Delete
    2. Adalah mimpi menjadi nyata kalau pergi ke lokasi wisata, keadaannya sepi hahaha. Karena jarang banget lokasi wisata sekarang sepi-sepi, selalu ramai dan ngantri kalau mau foto qiqiqi ;)) beruntunglah, Himawan. Btw dengan adanya/disiapkan banyak homestay memang akan sangat membantu turis mancanegara ya ... mereka jadi punya pilihan untuk stay di sekitar situ ketimbang buru-buru balik ke kota terdekat yang ada penginapannya.

      Kalau sekarang ini, kalau tidak salah 500K untuk turis mancanegara. Terakhir kemarin tahun 2015-an atau 2014-an (lupa pastinya saya) ke Pulau Rinca yang masih di lingkungan Taman Nasional Komodo untuk kami per orang sekitar puluhan ribu saja setahu saya hahaha.

      Delete
    3. Hahahaaaha ...
      Betul banget.
      Dreams come true betulan sesuai harapanku ke lokasi wisata saat dalam keadaan sepi areanya.
      Jadi pengambilan gambar lokasi penyerta artikel terlihat ngga kayak dawet penuh orang.
      Kebetulan aku sukanya membidik gambar terlihat ngga banyak orang.

      Wouw .. mahal beeet .. uuul tarif untuk wismannya.
      Beruntung wajah kita ngga indo, jadi ngga kena tiket muahaal wkwkwkkwkk

      Delete
  14. Wah, ternyata di Dieng ada telaga warna juga ya, tak kira telaga warna gunung gede pangrango.

    Kalau dilihat dari penampakan foto telaganya, cocok untuk destinasi 2019...😀

    Wait for me Dieng.. i comming..😀🏃🏃🏃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip ...
      Kusupport keinginan mas Indra untuk travelling ke Telaga Warna 😄👌.

      Sekedar saran, cobalah bermalam di salah satu penginapan di Dieng buat ngerasain sensasi dinginnya malam hari disana.
      Paginya, bisa berburu sunrise di spot Puncak Sikunir yang disebut-sebut sebagai spot sunrise terbaik di Jawa-Tengah.

      Delete
  15. wah warna airnya kok terlihat hijau yo mas
    hari libur kenapa selalu lebih mahal ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas sugeng kalau ingin kesana ajak aku yah. hehehhe.. sy blm pernah kesana mas

      Delete
    2. @ Sungai Awan =

      Keren banget kan warna airnya 😉👍 ...
      Iya aku juga ngga paham sebenarnya alasannya apa harga tiket masuk di hari libur di tempat apapun, hampirsemuanya dipasang tarif lebih mahal.

      @ Dzaky Dewan =

      Oh, dari mas Dzaky aku jadi tau nama sebenarnya mas admin Sungai Awan ...
      Ternyata namanya mas Sugeng to 🙂

      Ayoook kalian berdua ajak aku juga yaaa 😁
      Aku pengin liburan kesana lagi !

      Delete
  16. aku udah keknya setahun ga pernah main ke wisata air lagu sejak punya anak bayi, padahal seru loh yah main air, hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nunggu si dedek agar besaran dikit aja, kak 🙂
      Lalu diajak main-main air ... hehehe ...

      O, iya sekedar info, sekarang di Dieng ada waterboom air panas loh ...

      Delete
  17. Sayangnya saya belum pernah kesini, jadi penasaran, suatu saat saya akan kesinilah biar tidak ketinggalan dengan orang lain...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar ya, mas Dzaky.
      Suatu saat nanti pasti kesampaian datang ke lokasi ini.
      Jangan lupa ntar disana beli dan nyobain Purwoceng buat nambah stamina 🙂

      Delete
  18. Baca review nya aja serasa benar2 berada di sana. Hehe

    Keren mas Himawan ... 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya mas Rustam 🙂🙏

      Senang rasanya bisa membawa imajinasi mas Rustam serasa ikut betulan berada disana hehehe ..

      Delete
  19. Warna hijau telaganya bikin mupeng kak. Sayang waktu dulu berkunjung ke Wonosobo gak sempat kemana-mana. Hiyaaa... Jadi nyesel deh, apa mungkin karena dulu ig belum familiar ya, jadi gak kenal sama tempat wisata. 😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😄 jadi, barometernya ig ya, kak ?.

      Sayang ya kak Qudsi ngga sekalian berlibur ke telaga ini.
      Tapi memang masih jauh lokasinya ditempuh dari kota Wonosobo sih, kak.
      Rute jalannya juga amazing .. tapi terbayar sama keindahan alam di sepanjang perjalanan.

      Delete
  20. Baca blogpost ini jadi betnostalgia lagi sama Dieng khususnya telaga warna. Suka banget tempat ini, walaupun sekarang2 ini rame banget pengunjungnya hahha. Btw, kok di foto ini lagi ijo banget ya danaunya ☺️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan pas aku kesana pas sepi, mas.
      Jadilah sensasinya lebih kerasa .. antara kagum juga dag dig dur melipir di pinggiran danau seorang diri hahahaha 😃

      Iya, mas saat itu airnya pas tampilannya ijo banget.
      Dulu saat kedatanganku yang kedua biru kehijauan atau tosqa.

      Mas Didy saat dulu kesana warna airnya apa, mas ?.

      Delete
  21. untungnya jadi turis lokal. kenapa jauh banget selisihnya ya? lokal 10000 turis asing 20000 kayaknya wajar tuh hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwkkwwkk ...
      Kalau wajah kita indo, pasti kena tiket masuk khusus wisman.
      Untungnya wajah kita ngga indo 😅

      Sependapat,
      Semestinya selisih harga tiketnya jangan terpaut jauh begitu.
      Takutnya image dari turis mancanegara jadi kurang baik.

      Delete
  22. Wahhh tiketnya masih standar yaa, tapi buat wisman nya lumayan mahal juga yaa, baru tau kalau untuk tiket dibedakan seperti itu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beberapa lokasi wisata di Jawa Tengah menerapkan perbedaan tiket masuk untuk turis lokal dan turis mancanegara, mas Andrie.

      Diantaranya : candi Borobudur, candi Gedong Songo dan candi Prambanan.

      Delete
    2. Wahhh kurang merhatiin sih, kadang beli tiket yang biasa dan bisa langsung menikmati lokasi wisatanya.. mantap keren abis mas

      Delete
    3. Hehehe terimakasih, mas Andrie.

      Begitulah aku, sukanya jelalatan lihat info di lokasi wisata sedetil mungkin.
      Sampai-sampai aku pernah dikatai aneh sama mantanku .. wkkkkwkk ..
      Gegara di lokasi wisata sibuk kesana kesini nyari informasi untuk blog.

      Biar aja dikatai aneh, yang pasti ngga pernah merugikan orang lain.
      Apalagi menyakiti hati orang lain.
      Betul, kan ?
      Hehehe

      Delete
  23. hanya sekedar datang untuk meng-klik iklan...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mas Tanza, yuk liburan ke Dieng ..., jangan cuma liburan ke luar negeri terus, mas 😁
      Hehehe

      Delete
  24. itulah mz.. traveling sendirian terus... :p
    untung gak di bekuin sama aokiji kikiki
    hari ini komennya cuman ngatain wae :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ...
      Abis mau ngajakin kak Risna travelling bareng, kak Risna ngga pernah boleh dapet ijin keluar rumah sama ortu.
      Anak emas sih yaa .. hihihi

      Delete
    2. anak emak mz, bukan anak emas, tapi iya juga ya.. kikiki mybad kalau gitu :p
      Happy traveling aja

      Delete
    3. Anak emak dan anak emas namanya hehehe ..
      Terimakasih, kak Risna.

      Delete
  25. memang warnanya hijau ke mas dari dulu lagi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Warna dominannya hijau, kak.
      Sekali waktu bisa berubah-ubah warnanya.

      Pernah aku saat datang kesana pertamakali terlihat biru, lalu kedatanganku yang kedua terlihat berwarna hijau tosqa.
      Dan yang kedatanganku yang ketigakalinya ini terlihat hijau tua.

      Unik sekali ya bisa berubah warna begitu, kak 🙂

      Delete
    2. subhanallah hebat! saya rasa pihak tempatan harus beri promotion lebih pada tempat ini agar orang luar Indonesia tahu kewujudan tempat pelancongan seperti ini....

      Delete
    3. Agree, kak Anies.
      Semoga setelah ini pemerintah daerah setempat lebih gencar mempromosikan destinasi wisata Telaga Warna di media.

      Delete
  26. saya belum pernah ke sana mas walaupun sering dengar sih... hmmm memang bagus ya telaganya, apalagi yang view telaga tertutup kabut itu mas.. keren deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan ada waktu liburan, ke Telaga Warna ya, kak.
      Nanti sekalian ke beberapa lokasi wisata lainnya di Dieng yang juga bikin kagum pemandangannya.

      Nyaris setiap sore, terkadang siang juga kabut selalu turun di Dieng.
      Baik di musim kemarau juga di musim penghujan. Ini karena akibat ketinggian lokasi gunung Dieng, kak.

      Delete
  27. Aku pernah kesini waktu maih kecilm dulu masih sepi dan ala kadarnya bgt, skrg sudah semakin instagramable hehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss kita samaan, kak 👋😁
      Pertama kali aku kesini juga terbilang masih kecil, saat SMP.
      Dulu kelihatan masih alami banget, malah masuknya juga ngga dikenai tiket 😁

      Delete
  28. Kata temen saya yang tinggal di dieng tempatnya memang asyik banget kang, sering ngajakin sih saya main ke sana, cuman belum punya kesempatan, alasan saya selalu sama dan klasik "jarang atau gak bisa libur" wkwkwk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat dengan kata teman kang Maman yang tinggal di Dieng 👍.
      Udah gitu, cukup banyak destinasi menarik disana, kang.

      Wkkkwkkwkk ..
      Ayolah disempatkan liburan ke Dieng, kang.
      Ada temen pula disana, tinggal cuuuzzz brangkat ..

      Delete
  29. mas ga nyoba nyelam ke telaganya? manatau ketemu selendang nawang wulan, jadi nanti bisa terbang ke kayangan deh, hahahah atau jangan2 nawan wulan ga bisa balik ke kayangan gegara selendangnya jatuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku nyelam ke dasar telaga, ntar setelahnya wajahku berubah jadi seperti makhluk Avatar, mas Sabda ngga jadi ketakutan lihat wajahku ... ?
      Hahahaha 😅

      Menurut legenda, dewi Nawang Wulan ngga bisa pulkam ke nirwana bukan karena gegara selendangnya kecemplung di telaga ini kok, mas.
      Tapi gegara dicuri perjaka ganteng asal Magelang ... , eh# bukan saya yang dimaksud, loh hahahaa ...
      Tapi dicuri sama mas Jaka Tarub di air terjun Seloprojo saat dewi Nawang Wulan mandi~mandi syantik bareng temen~temennya.

      Delete
  30. Memikat banget emaaang
    Bisa gitu ya warna telaganya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ajaib, ya ...
      3 kali aku datang berlibur disana, 3 kali pula aku lihat tampilan warna air telaga berbeda.

      Delete
  31. Aku juga sudah pernah kesana, tapi memang blog ini ngulasnya sungguh lengkap bangat yaa. Detail bnagat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah aku jadi merasa tersanjung dipuji sama penulis blogger kenamaan.
      Terimakasih ya, Idris 🙏🙂

      Delete
  32. Telaga warnanya enak sekali dipandang, kalau diselami, sepertinya belum berani mas, takut ada buaya jadi jadian, hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahaa ..
      Berbeda dengan ketakutan kang Nata yang mengira ada buayanya, kalau aku takutnya setelah menyelam wajahku jadi kayak wajah tokoh Avatar ... tampil ijo semua ... hahaha

      Delete
  33. Saya suka dengan legendanya itu lo, terasa terdongengi. Itu patungnya bisa abadi, kalau ditempat lain mungkin sudah dipindahkan bahkan lenyap :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, semoga tak terulang lagi ada kejadian patung hilang di lokasi wisata.

      Delete
  34. Mas Him, musim liburan tiba ne, permintaan khusus kwkwk (kalau ada waktu ya) Rewew penginapan murah atau hotel hotel yang dekat dengan tempat wisata.

    Notes:
    Khusus area Magelang dan sekitarnya mas..

    Pasti bermanfaat mas, salam sukses selalu. Maaf bangat mas, komennya jadi tidak nyambung dengan postingan ini, maaf mas.. salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rencana travelling ke Magelang bareng keluarga jadi ya, mas Martin ?.

      Aku ada satu info penginapan murah dan layak, recommended.
      Nanti kalau mas dan keluarga jadi ke Magelang, kukirimkan alamatnya.

      Kalau sementara ini sepertinya waktu belum memungkinkan untuk mereview sejumlah penginapan murah, mas.

      Delete
    2. Masih dalam penggodokan mas kwkwk, ya ella kayak DPR saja kwkwk, ga mas masih diremukan mas, Kalau jadi pasti ada di updatean blogku hwhwhhweee.. terlalu banyak pilihan dan keinginan jadi repot menentukan fokus liburan hahahhaa, nanti ta kabarin mas..

      Delete
    3. Wkwkkwkk ...:D
      Tapi betul juga, terlebih mas sudah berkeluarga.
      Mau ngga mau, waktu dan beaya buat keperluan travelling harus diatur sebaik mungkin agar tidak keteteran kesemuanya.

      Siip, mas Martin.
      Kabarin saja kalau jadi rencana liburan ke Magelang.

      Delete
  35. Saya pernah ke dieng, tapi kalau menjelajah belum pernah. Asyik juga sepertinya bisa jalan-jalan sambil mengabadikan dalam tulisan. Salam sukses untuk blognya semoga makin banyak pengunjungnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sayang ya udah ke Dieng tapi ngga sekalian menjelajah lokasi2 wisatanya,mas.
      Kusupport mas jadi seorang travell blogger juga .., ayok mas.

      Terimakasih doanya.
      Kudoakan juga blognya mas juga semakin banyak pengunjungnya.
      Grafik tambah meningkat.

      Delete
  36. Wonosobo adalah kota yang ingin saya kunjungi karena ada banyak destinasi wisata menarik di sana. Dan Telaga Warna adalah salah satunya. Penasaran banget pengen lihat secara langsung bagaimana rupanya. Subhanallah.

    Soal udara dingin, wuih, kalau malam gak akan kuat. Terbiasa tinggal di wilayah yang bersuhu stabil tak ekstrem gitu, sih.
    Penasaran juga pada Telaga Pengilon, belum pernah lihat air telaga yang jernih gitu kayak cermin.
    Gua-guanya, wow, nambah mistis. Cuma, bingung napa harga tiket untuk wisman sampai sepuluh kali lipat daripada untuk wisnu (wisatawan Nusantara)?
    Yah, mungkin ikuti patokan kurs dollar, semisal di kita cuma 1 dollar, di mereka 10 dollar. Dengan itu bisa menakar harga diri bangsa bahwa objek wisata bukan hal murahan meski rupiah terpuruk. Cuma sekadar kesimpulan iseng saja, Mas. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku doakan agar kak Rohyati dan keluarga kesampaian liburan ke kabupaten Wonosobo yang punya banyak destinasi menarik.
      Sedikit saran, sebaiknya bermalam disana kalau jarak rumah kita jauh dari sana. Soalnya tak akan cukup waktu jika cuma 1 hari untuk datang ke semua lokasi wisatanya.
      Bisa jadi harga tiket untuk wisman selisih jauh banget itu karena dihitung dari kurs dollar.

      Delete
  37. Wah udah lama nggak maen ke Dieng, jadi kangen :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok kalau ada waktu luang liburan ke Dieng lagi, mas.

      Delete
  38. Padahal jarak kedua telaga antara telaga cermin dan telaga warna sabgat dekat ya bang... Tapi kenapa warna air bisa beda.

    Btw kalau hari libur, apakah ramai pengunjung? Kalau masuk ke gua, harus pakai guide ya bang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ajaib, kan ..
      Hehehe ..
      Perbedaan kontras warna air kedua telaga ini juga masih jadi misteri entah karena apa penyebabnya.

      Pernah aku datang pas hari libur, lokasinya rame.
      Iya, untuk memasuki gua harus ijin dan didampingi guide, tepatnya staff penjaga.

      Delete
  39. dulu waktu ke dieng di bulan agustus, dingin2nya, lantai keramik aja kayak es, ga mandi akhirnya hahaha
    suka pas ngelewati hijaunya kebon-kebon gitu, ijo royo-royo.
    Pas ke telaga ini,kayaknya sempet denger kalo "gimana" gitu, waktu jalan menuju ilalang kering ini, cuma aku berempat dengan sahabat, yg untungnya mereka semua cowok. liat foto ilalang kering itu jadi inget waktu foto disana kayak berasa ndeso hahaha, heboh sana sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ..., aku reflek ketawa baca cerita pengalaman liburan kak Ainun di Dieng.
      Antara melawan dinginnya udara, muncul sedikit scarry dengar cerita tentang 'gimana'nya telaga sampai gimana hebohnya foto-foto di ilalang kering ...

      Itu amazing story !

      Delete
    2. iya jadi kangen memori beberapa tahun lalu, soalnya pas ke sana itu bertepatan dengan bulan ramadhan & ngerayain hari raya nya di jogya. Semua sahabat cowok non muslim,tapi ga berasa sendirian meskipun jauh dari rumah hehehe

      Delete
  40. pingin rasanya tinggal dekat telaga ini apalagi ditemani kekasih pujaan hati lengkap deh hidup gua bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuaaaah ..., mantap betul keinginan mas Rusdi :D
      Ngerasain dingin-dingin gimana gitu berduaan dengan si kekasih hati sepanjang hari ...
      Hahaha

      Delete
  41. Waahhhhh...kok kebetulan banget pas buka blog ini tentang telaga warna.
    Rencananya minggu ini sy mau mendaki gunung prau mas..pulangnya ingin mampir ke telaga warna...pasti asyik bgt ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, kak Desi ...
      Cukup lama ya kak Desi 'menghilang' dari blogging.
      Lagi sibuk ya, kak ?.

      Pas banget kalau gitu,ya ..
      Kak Desi dan keluarga akan mendaki gunung Prau, pulangnya sekalian mampir ke Telaga Warna.
      Kutunggu cerita pengalamannya setelah dari sana, kak.
      Aku pasti berkomentar :)

      Delete
    2. Iya nih mas sy baru nongol lagi krn kesibukan yg luar biasa ditahun 2018, tapi kemaren udah posting lagi kok diblog..berikut sy ceritakan juga ttg kesibukan itu..haha.

      Tinggal nunggu hari mau ke prau, berharap banget bisa sempat ke telaga warna krn mmg sdh ada dlm rencana..hehe.

      Delete
  42. Replies
    1. Iyo, iso :D

      Kok tau bahasa Jawa, asalnya dari mana, mas ?.

      Delete
  43. Telaga yang indah dan penuh pesona meski punya aura mistis yang begitu tinggi..

    Dewi Nawang cantik nggak kira2 mas Himawant...? 😱😱😱😱

    ReplyDelete