Friday, December 28, 2018

Taman Kitiran Dewari : Taman Bunga Berganti Rupa Ribuan Kincir Angin

Akhir - akhir ini, dalam kurun waktu kurang lebih setahun banyak sekali bermunculan wisata taman buatan di beberapa kota, berupa taman bunga beraneka jenis rupa dan warna atau ada juga taman yang hanya mengandalkan satu jenis tanaman bunga di areanya. 
Sejumlah destinasi taman bunga buatan tumbuh bermekaran dimana - mana bagaikan jamur tumbuh subur di musim penghujan ikut menghiasi dan melengkapi destinasi wisata lainnya yang telah ada sebelumnya di suatu wilayah. 

Diantara sekian banyak lokasi wisata taman bunga buatan, eh# maksudku bunga betulan, ya ..., bukan bunga tidur atau juga, hmmm ..., bunga plastik yang seringkali digunakan buat dekorasi acara sunatan massal, ada satu taman bunga buatan di kabupaten Magelang yang bisa disebut sebagai salah satu pelopor awal kemunculan jenis lokasi wisata taman bebungaan, nama lokasinya Taman Dewari. 


Trip Of Mine
Warna - warni kontras fiber Taman Kitiran Dewari

Keindahan taman bunga buatan taman Dewari seluas 2800 meter persegi mengandalkan pemandangan deretan 8000 batang satu jenis tanaman berbunga berwarna kuning, kepala bunga berukuran lebar dan terdiri dari satu bunga ditangkainya, bunga matahari itu sempat melambungkan nama taman Dewari di aplikasi social media berbasis foto, instagram dan tak sedikit blogger telah mengulas keindahan taman dan lansekapnya berpemandangan latar belakang perbukitan Menoreh, gunung Merapi serta dikelilingi persawahan ini.

Lain dulu, lain sekarang

Tapi itu dulu ..., tepatnya setelah 2 session berlalu tanaman bunga matahari bermekaran kompak dengan pesona kecantikannya yang membuat siapapun berfoto disana seolah terlihat tenggelam diantara tingginya deretan tanaman bunga matahari ditata sedemikian rupa. 
Yups, tanaman bunga matahari bermekaran mengenal musim, tak selamanya selalu mekar di sepanjang tahun. 
Biasanya akan bermekaran antara bulan Januari hingga Maret dan setelah bunga sanggup bertahan mekar selama 3 bulan lamanya, bunga yang pertumbuhannya mengikuti pergerakan arah matahari itu kemudian akan layu seperti cintamu padaku. Titik.

Lalu kemanakah jajaran bunga cantik itu kini berada ?

Masih menempati lahan yang sama sebelumnya, berada di tepi jalan desa Baturono, kecamatan Salam, kabupaten Magelang, nama lokasi wisata Taman Dewari berganti nama menjadi Taman Kitiran.

Trip Of Mine

Seiring dengan layunya bunga matahari dan mengisi kekosongan lahan, 'dagangan utama' taman yang semula tanaman bunga matahari kini berganti kitiran [ Bahasa Jawa = kincir angin, baling - baling. Model atau bentuk kincir angin seperti ini lebih populer sebagai sarana permainan anak - anak ], terbuat dari plastik beraneka warna memikat mata dan ribuan jumlahnya ... !.


Trip Of Mine
Kitiran raksasa ditengah taman

Kitiran - kitiran berwarna biru tua, biru muda, kuning, oranye, hijau, putih dan merah itu dipasang diatas tonggak bambu yang ditancapkan di tanah.


Trip Of Mine
Bergerak serempak tertiup angin ...

Di areanya terdapat beberapa bale - bale bambu untuk bersantai dan spot panggung untuk berselfie, diantaranya berbentuk kapal dan menara untuk berburu foto dengan angle berbeda. Jika dilihat dari atas ketinggian menara terbuat dari bambu, terlihat deretan kitiran dibentuk dengan konfigurasi sebuah bintang berukuran besar berada di tengah area taman.


Trip Of Mine
Konfigurasi bintang dan kitiran raksasa berada ditengahnya

Satu gubug berdinding potongan fiber juga tampil berwarna - warni kontras memikat disediakan taman Kitiran Dewari untuk berfoto tampil beda, lebih kekinian.


Trip Of Mine
Tampilan gubug fiber warna - warninya kayak di cerita dongeng, ya ...

Selain menyediakan jasa fotografer dengan tarif terjangkau, kuperhatikan pengelola menyediakan fasilitas kuliner dengan menempati sebuah bangunan terbuat dari rangkaian bambu di pojok area, perlengkapan sewa caping dan sewa payung untuk keperluan properti membuat dokumentasi berfoto dan untuk keperluan mengitari area taman dari terpaan teriknya panas sinar matahari.

Duduk di bale bersebelahan dengan area sawah yang tengah tampak menghijau, sambil memandangi 10. 000 buah kitiran bergerak serempak dan bentangan kain tirai ikut bergerak tertiup angin, membawa imajinasi saat bocah dulu berlarian kesana kemari sambil membawa kitiran ..., dan rasanya pengin membawa pulang satu atau lebih kitiran buat kenang - kenangan untuk dipasang di halaman kebun rumah. 


Trip Of Mine

Eiiits, tapi itu jangan dilaksanakan betulan, ya karena pengelola taman Kitiran Dewari memberlalukan peraturan tegas buat pengunjung siapapun sengaja mencabut, merusak, menginjak, merubah bentuk dan mengambil kitiran akan dikenai sanksi denda 100 ribu rupiah pertangkai kitirannya.
Yo wislah, jangankan mengambil, menyentuh kitiran pun aku ngga berani kulakukan. Takut rusak setelahnya.
Seratus ribu itu ngga mu ... raaaah ..., sayyyyy.
Sayuran maksudku, wwkkkwkkk !. 


Trip Of Mine
Loket tiket dan souvenir

Gagal keinginan punya kenang  - kenangan liburan berupa kitiran, terobati dengan adanya pilihan souvenir berupa kaos dan gantungan kunci yang dijual di kios penjualan tiket.
Satu gantungan kunci khas taman Kitiran Dewari seharga Rp. 12. 000,_ , kubeli buat pengingat kenangan pernah berlibur disana.


Trip Of Mine


Lokasi :
Taman Dewari atau Taman Kitiran Dewari
Kradenan, desa Baturono, kecamatan Salam, kabupaten Magelang

Jam operasional :
10. 00 - 18. 00

Tiket :
Rp. 10. 000 ,_
[ Info harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]

Harga lainnya :
• Jasa fotografer Rp. 2. 500,_
•  Sewa caping Rp. 2. 000,_
•  Merchandise : kaos anak Rp. 40. 000,_ , kaos dewasa Rp. 50. 000,_ - Rp. 60. 000,_ , gantungan kunci Rp. 12. 000,_
[ Info harga dapat berubah sewaktu - waktu ]

Tips berlibur di Taman Kitiran Dewari :
• Pastikan membawa kendaraan pribadi atau menggunakan jasa transportasi online untuk menuju dan sekembali dari lokasi taman Kitiran Dewari, karena rutenya cukup jauh berada di pelosok desa dan jauh dari jalan utama Magelang - Yogyakarta. Juga tak dilalui oleh angkutan umum.

• Sunglasses dan lotion tabir surya wajib masuk dalam daftar perbekalan karena lokasi berada di lahan terbuka, minim pohon besar di sekitaran area.

175 comments:

  1. Wah aku sering mondar mandir jogja-mgl tapi selalu keduluan dirimu heheee... Itu nanti kalau sudah musim bunga matahari apa diganti lagi atau tetap fiber ya? Kayaknya nunggu musim bunga betulannya aja kali ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe..., bisa aja kak Lusi.
      Maklum aku tukang blusukan kemana-mana, ngga bisa duduk manis anteng tiap kali off kerja wwkkkwkkk.

      Bisa jadi untuk sementara waktu,ribuan kitiran ini tetap dipertahankan dulu, kak.
      Ngga berganti bunga matahari dulu karena untuk pembeda dengan lokasi taman bebungaan yang juga ada 2 lokasi lainnya di desa Baturono ini.
      Dan taman berupa kitiran ini satu-satunya yang ada di Indonesia.

      Ayok, coba mampir berlibur ke taman Kitiran Dewari ini sewaktu wara-wiri Yogya Magelang hehehe ..

      Delete
    2. kitiran kok okehe ngono lurune nang ngendi....iku.

      nak muleh jo lali njupuk siji oleh ra...?

      Delete
    3. boso jowo wae...pado njowone wae sek.....
      kitiran kok okehe ngono. olehe noto iku piye, nak kudanan teles opo ora...?

      lha iku nak ono pengunjung nakal, di jupuk i siji-siji selot suwe engko ra entek....

      Delete
    4. Mboh gawene piye kuwi carane akehe sak ngono ..., lak nggawe dewe tangane pasti daidi
      kriting wwwkkkwwkk

      Bahane digawe seko semacam kertas tebel tahan banyu, mas.
      Lak keno banyu cepet kering sak uwise muter keno angin.

      Hahahahaa ..., makane areane dikei larangan tegas, ora oleh mritili kitiran :D

      Delete
    5. njupuk karoan mritili bedo......

      Delete
    6. Eh, iyo ding bedo artine ...
      Wwkkwkkkk ...

      Grogi aku nulis nganggo boso Jowo, mase :)

      Delete
    7. Wah... Tiket masuk cuman 10.000.? Main-main sepuasnya plus ambil baling-baling satu murah banget tuh Mas Mawan, asal ngambilnya nggak ketahuan pak scutiry...

      Delete
    8. Laah kok...,
      pakai bunyi terompet ?.
      Wooiiii ..., pesta tahun baru udah selesai, maaas ...
      Wuakakakakaa :D !

      Iya, ngambilnya sih ngga apa-apa.
      Begitu saat keluar taman, dicegat security ha ha ha ...

      Delete
    9. Tunggu postingan berikitnya....

      Delete
    10. Sampun wonten artikel anyar kok, mas :)

      Terimakasih penantiannya padaku, eh# artikelku maksudnya ha ha ha ...

      Delete
  2. Kitiran ini mengingatkan saya semasa kecil, mas. Dulu saya suka sekali berlari kesana kemari untuk sekedar membuat kitiran semacam ini terus berputar. Sayangnya, waktu tak bisa diputar layaknya kitiran.

    Seandainya saya harus menebus tiket masuk 10ribu hanya untuk berlarian mengulang masa-masa seperti dulu, bijimana menurut Mas Himawan? Masih pantaskah..? Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada satu kalimat komentar dari mas Rustam diatas tentang bijimana ...
      Bhuahahhaahaha .., kok biji sih, mas ?.
      Hayooo biji salak atau biji apaaa ?

      Kayaknya bakalan jadi tontonan seru buat para wisatawan lain saat mas Rustam berlarian di area taman bawa kitiran ..
      Hahahahaha ...

      Kalau ditemani berdua dengan mas Rustam, aku sih berani juga bikin adegan kayak gitu hahaha ..

      Delete
    2. Sepertinya itu biji kopi deh mas, sesuai hobby saya yg tak pernah lepas dari seruputan kopi. Hehe

      Selain seru, pastinya bakalan viral juga kali ya ... hahaha

      Delete
    3. Sama dong kalau begitu, ya ..., aku juga penyuka biji, eh# kopi maksudku ..
      Hahahaha :D!

      Tentunya ;)
      Bakal viral videonya gegara 2 pria dewasa berlarian ngitari taman bawa kitiran ..., wwkkkwkk :D

      Delete
    4. Videonya berjudul "Aksi Ndablek"!

      Delete
    5. Top dan pas judul videonya ...
      Wwwkkkwkkk :D

      Delete
  3. Mas Him, aku belum baca selesai kwkwk (baru paragraf pertama) ninggalin jejak dulu biar ga tersesat karena mengularnya komenatar 'esok hari", so koma dulu ya mas..sesok aku lanjutin lagi komentarnya kwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwkkkkwkk .., mas Martin bisa aja nih ..
      Belum tentu komentar bakalan mengular kok, mas.

      By the way, terimakasih banyak sudah disempatkan meninggalkan jejak duluan, sebelum akan berlanjut komentar selanjutnya.

      Tentunya, akupun akan laksanakan balik meninggalkan jejak di postnya mas Martin sebagai ungkapan terimakasih.

      Indahnya saling mengunjungi :)

      Delete
    2. Sangat bersahaja sekali saudaraku yang satu ini, kalau kali ini saya sudah membacanya dengan seksama mas hikhikhihk,

      Kesimpulannya seperti ini, (hanya saran) kalau suatu saat Tuhan berkenan ada orang (seorang wanita) yang menemani travelling mas Him, saran saya foto preweddingnya di sini saja mas hahaha,...

      Delete
    3. Hahahahaaa ...
      Cukup berfoto dengan para ponakan yang cakep-cakep saja, mas

      Delete
    4. Mas karakabu, di larang blogwalking nyicil, harus kontan

      Delete
  4. Kalau ada hujan deras atau angin, itu jadi kacau nggak ya mas?

    Memang makin banyak saja ya wisata buatan ini. Masyarakat juga makin sadar dengan perkembangan teknologi dan media sosial yang mengiri pertumbuhan sektor wisata. Heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan tonggak kincir angin ditanam kuat, jadi ngga mudah rubuh kena angin, kak Ajeng.
      Kalau hujan, hehehe ..., mau ngga mau nunggu reda dulu.


      Betul opininya.
      Sekarang masyarakat dimana-mana seperti melek wisata, dan jeli melihat peluang membuat taman untuk dijadikan lokasi wisata.
      Beragam pula pilihannya.

      Delete
  5. cantik nian mau aku terapkan depan kelas aku mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantaaap ...
      Halaman depan kelas tempat mas Rusdi mengajar bakalan jadi eye catching, tempat selfie para murid dan ..., aktivitas belajar mengajar ngga bosenin suasananya :)

      Delete
  6. Bunga matahari memang kurang subur jika tumbuh di indonesia. Musimnya terlalu lama perubahannya. Lucu juga jika diganti dengan kincir kertas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jeli melihat peluang ya, mas.
      Tanaman yang berakhir sesi mekar bunganya diganti dengan property lain yang unik.
      Keren untuk hunting foto.

      Delete
  7. wahhh jadi ingat telletubies, mirip-mirip sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya, ya ...
      Jadi teringat telletubies sukanya main kitiran :)

      Delete
  8. ide pembuatan kincir anginnya kreatif yach,,, salut buat pencetus idenya, hahahha...

    Ditempat saya ada juga kok, taman bunga buatan, tapi saya belum kesana, soalnya sedang males jalan - jalan.hahahah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, pengelola tamannya jeli melihat kekosongan taman dengan bunganya yang lagi tak berbunga.
      Ngga mau areanya nganggur gitu saja, disulap jadi ribuan alat kincir angin.

      Ayoook semangat jalan-jalannya, kaaang ...
      Ngomong gini sambil menyemangati diri juga hehehe

      Delete
  9. Sayang ya Taman Dewari yang ditumbuhi bunga matahari itu sekarang berganti menjadi Taman Kitiran. Yang mau saya tanyakan, Himawan, apakah bunga-bunga matahari itu nanti kembali ditanam? Ataukah memang selamanya akan tetap menjadi Taman Kitiran dengan kincir-kincir angin mini itu?

    Btw saya jatuh cinta sama gubuk fiber warna-warni itu ... IGable banget ya. Unik. Jadi pengen punya juga haha.

    Selamat melanjutkan liburan, Himawan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya property kitiran sebagai pengganti tanaman bunga matahari ini akan dipertahankan untuk sekian waktu agak lama, kak.
      Karena kitiran ini baru ada pertama di wisata taman di Indonesia dan disebut-sebut sebagai taman yang memiliki jumlah kitiran terbanyak se Asia Tenggara.

      Sama kita, kak ...
      Aku juga terinspirasi punya keinginan punya gubug fiber warna warni kayak gitu.
      Kan bikin jadi unik tampilan halaman rumah kita, ya :)

      Delete
    2. I see. Semoga kelak bakal jadi Taman Bunga Matahari lagi, atau setidaknya ada lahan baru untuk taman bunga matahari hehehe ... Oh yess, gubuk fiber menginspirasi, siapa tahu pengen bikin rumah yang merupakan perpaduan antara rumah batu + fiber. Asyik pasti ya ... πŸ€—

      Delete
    3. Siip, kak.
      Semoga ya kelak taman Dewari berinovasi lagi kembali ke bunga matahari dilahannya, atau mungkin malah berganti lagi dengan properti atau tanaman lainnya hehehe ...

      Ya, kak.
      Ntar kalau rumah fiber kak Tuteh udah rampung penggarapannya, jangan lupa kirimi aku fotonya :)

      Delete
  10. Yaa Ampun keren banget..Meski terbuat dari bahan plastik tetapi nampak berkesan seperti bunga nyata..Atau kitiran berbentuk bunga..πŸ˜„πŸ˜„

    Nyatanya cuma bahan plastik ....Tetapi dari kejauhan nampak nyata..πŸ˜„πŸ˜„

    Kreasi unik namun juga perlu perawatan yang ekstra serius kalau mau tidak layu tuh kitirannya..πŸ˜‚πŸ˜‚

    Good untuk Taman Baturono MagelangMagelang..πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya keren, unik dan kreatif idenya ...
      Musim mekar bunga berhenti, diganti kitiran yang dilihat dari kejauhan tampak seperti deretan kebun bunga ... :)

      Delete
  11. keren juga tempatnya
    bagus juga itu 100 ribu dendanya , biar lebih ngejaga tempatnya juga , ntar kalo ngga gitu bah bahaya banyak yg ngambil .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya aku ngga berani megang kitirannya, besar dendanya mantuuul ...
      Hahahaha

      Misalkan ngga sengaja bikin rusak 5 tangkai kitiran, itu artinya bayar dendanya 500K.

      Delete
  12. kalo di tempat ku juga ada taman-taman kecil di pinggiran pojokan jalan, biasanya di tanemin kayak bunga-bunga gitu, yg aslinya tanah kosong tapi di manfaatin buat taman bunga, jadi sekarang kalo aku perhatiin emang banyak di desa-desa yg membuat kayak taman bunga, biar kelihatn kreatif gitu desanya :D, .. itu btw lagi mendung ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren itu, mas Khanif.
      Sudut-sudut jalan kota dihias taman bunga-bunga kayak gitu ...
      Wah pasti kotanya mas Khanif cantik nih tata kotanya :)

      Ya, mas saat aku ke taman Kitiran Dewari ini tau-tau mendung.
      Sepanjang perjalanan pulang dari sana, hujan deras.
      Komplit deh, abis lihat warna-warni, eh pulangnya yang dilihat cuma awan gelap plus air hujan ...
      Wwkkwwkk !

      Delete
    2. hehehhee. gapapa kehujanan dijalan yang penting mata udah seger ya kak abis cuci mata hihihi

      Delete
    3. Wwwwwwkkk ...
      Seger dobel karena mata ketetesan air hujan berkali-kali, kaaak ...

      Delete
    4. Apalagi kalau disana ketemu gadis pujaan hati makin betah walaupun keanginan terus tiap detik ckckjcjx

      Delete
    5. Bhuahahahaha ...
      Kak Vika bisa ajaaa :D

      Komentar kak Vika bisa dijadikan cerita skenario sinetron tuh ...

      Delete
  13. Unik juga ini taman. Next time harus ke sini!

    Btw, sungguan ini keren loh! Apa gak capek gitu yang buat kitirannya.. wkwkwkwkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, kapan ada waktu cobalah berlibur ke taman ini, Mike ;)

      Wwwkkkwkkk ...
      Kalo dikerjain sendiri bikin ribuan kitirannya pastii ..., capek pegal linu pastinya :D!

      Delete
  14. Wah kreatif dan unik yoo mas :D
    aku nembe reti kyo ngene an ig.. Hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho'oh taman iki unik, tampil beda sama taman yang lain.
      Idenya kreatif.

      Delete
  15. Ini dulunya bernama taman bunga Dewari ya? Sekarang berubah menjadi taman bunga Kitiran. Tadinya aku nggak ngerti kitiran itu apa ternyata kincir angin hehehe..
    Baru ini lihat ada taman di tanamin bunga buatan dari plastik yang berbentuk kitiran warna warni. Lucu dan unik juga hehehe..
    Kalau dari jauh nggak tampak seperti bunga buatan, yang tampak seperti bunga asli warna warni.

    Semoga suatu saat pengunjung bisa melihat bunga matahari lagi ya? Aku suka sama bunga matahari.

    Wah di tengah-tengah taman ada gubug, terbuat dari kaca mozaik ya brader? Gubug nya keren dech suka ngelihatnya. Bagus kalau di buat selfie.
    Asyik juga untuk dibawa pulang. Eh nggak boleh ya? Jasi ngaco Wkwkwkwk...

    Wong nyentuh kitiran aja dilarang apalagi bawa gubug nya? Wkwkwkwk..

    Aku pingin di Indobesia terutama di daerah ku ada taman bunga Tulip tapi nggak mungkin ya? Hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, ternyata istilah kitiran di Jawa Timur ngga familiar digunain ya, sista ?.
      Kukirain sama-sama berada di pulau Jawa, istilahnya sama juga untuk kincir angin ini.

      Iya, betul kalo dilihat dari ketinggian juga dari kejauhan tampilannya nyaris mirip dengan bunga betulan.
      Keren ya ;)

      Ntar kapan aku akan ke taman bunga lain yang ada di daerah desa Baturono juga, sista.
      Masih ada 2 taman bebungaan lagi disana :)

      Gubug fiber keren banget memang tampilannya ..., kayak di cerita dongeng.

      Sepertinya kalau dibudidayakan di Indonesia, tepatnya di dataran tinggi bunga tulip mampu tumbuh ya.
      Cuman aku pernah dengar, Belanda memberlakukan kebijakan bibit bunga tulip tidak diperkenankan dibawa ke luar negaranya dan tidak boleh dikembangbiakkan oleh negara lain.
      Mungkin itu strateginya agar bunga tulip tetap jadi bunga ikoniknya Belanda.

      Delete
    2. Hehehe sebenarnya sama aja kok istilah kitiran juga familiar di daerahku hanya saja sekarang jarang digunakan dalam bahasa sehari-hari, istilah kitiran sering digunakan oleh orang-otang tua, kalau anak-anak muda sekarang ngomongnya sich kincir angirn begitu hehehe.. :)

      Iya kalau dilihat dari ketinggian dan dari kejauhan taman bunga kitiran ini nyaris seperti taman bunga asli. Apik juga . ide yang kreatif.

      Oouw masih ada 2 taman bunga lagi ya yang menjadi destinasi wisata dan suatu saat akan dikunjungi brader ya? Boleh tahu 2 taman bunga tsb apakah taman bunga asli atau yang seperti taman bunga kitiran ini brader?

      Iya kemungkinan bila di dataran tinggi dan beriklim dingin bunga tulip bisa tumbuh ya?
      Tapi sayang sekali ya ternyata bibit bunga tulip nggak boleh ditananm dan dikembangbiakan di negara lain, dilarang ya? Iya ya maungkin karena bunga tulip itu sudah menjadi trade mark dan ikon negara Belanda.

      So mau nggak mau harus ke negeri Belanda dulu ya kalau mau lihat bunga tulip yang asli? Hehehe .

      Oh iya di kota Surabaya sekarang di kembang biakan suatu jenis pohon yang bunganya mirip sekali dengan bunga Sakura dari Jepang, warna nya putih dan pink. Cantik sekali pohon yang mirip bunga Sakura ini ditanam di sepanjang jalan raya gubeng Surabaya. Namanya kalau nggak salah bunga Tebuya.

      Delete
    3. Owh, aku jadi tau sekarang ..., ternyata anak jaman now lebih mengenalnya dengan sebutan kincir angin.
      Tak familiar sebutan kitiran hahaha ...
      Padahal disayangkan juga ya, penggunaan kata daerah seperti mulai ditinggalkan.
      Ini kutemui di beberapa kota saat travelling, anak2 kecil setempat ngobrol gunain bahasa Indinesia dengan sesama teman sebayanya.

      Mahal diongkos ya jauh2 terbang ke Belanda cuma buat berfoto bareng hamparan bunga tulip wwwkkkwkk

      Loh, gebrakan penghijauan taman trotoar di Surabaya kok sama yang dilakukan pemkot Magelang ya ..., sama-sama menanam pohon Tabuya.

      Di Magelang di 2 titik sepanjang trotoar bunga Tabuya pernah bermekaran serempak di 2 tahun terakhir.
      Bunganya warna pink dan putih.
      Sekarang di titik sepanjang beberapa trotoar yang berbeda, ditanam dengan pohon bunga Tqbuya warna yang berbeda.
      Dijelaskan nantinya bunganya berwarna ungu, hijau dan merah.
      Jadinya saat serempak bermekaran, tiap sepanjang trotoar yang berbeda akan bermekaran dengan warna yang berbeda2 pula ...

      Delete
    4. Hehehe iya mingkin untuk anak jaman now istilah kitiran kurang familiar jadi lebih sering gunain kata kincir angin aja.

      Iya ya untuk ngelihat bunga tulip asli masa harus ngoyo terbang ke Belanda? Ntar aja kapan-kapan kalau dapat sponsor dari iklan ya? Amin.

      Lah kok bisa sama ya? penghijauan kota di kota Surabaya dan kota Magelang sama-sama menanam pohon berbunga cantik Tabuya. Kalau begitu walikota nya sama-sama hebat ya punya ide yang brilian.

      Ooh jadi di sepanjang trotoar di kota Magelang selain ditanami pohon bunga Tabuya berwarna pink dan putih juga sekarang ditanam pula pohon bunga Tabuya berwarna ungu, hijau dan merah? Wouw bisa kebayang dech ntar kalau pas semuanya berbunga tampak warna warni bunga Tebuya.. Keren banget pastinya dibuat foto.
      Aku aja lihat foto bunga Tabuya berwarna pink dan putih yang berguguran di trotoar sampai kagum karena samgat indah mirip sekali dengan musim gugur. Sayangnya di kotaku kok belum ditanami Tabuya. Jadi ngiri dech.. Hihihi..

      Delete
    5. berarti sama penyebutannya dengan tempat saya, kincir angin bukan kitiran wkwkwk

      Delete
    6. @ Fidy Sandri =

      Amin, semoga kelak betulan ada pihak sponsor yang mendanai trip kita-kita ke Belanda untuk mengulas bunga tulip dan sejarah tata kotanya :)

      Kota Magelang termasuk kota yang 'genit', suka bersolek.
      Sebentar-sebentar bebenah tata kotanya, termasuk pengadaan taman publik yang baru saja selesai dikerjakan di dekat rumahku.
      Bahkan untuk pengadaan tanaman bunga Tabuya berwarna ungu, hijau dan merah itu ditanamnya setelah pengerjaan perluasan jalan dan trotoar baru selesai digarap.
      Pepohonan yang ada sebelumnya [ bukan Tabuya ] ditebang digantikan dengan deretan tanaman Tabuya yang kelak tampil mekar serempak berwarna-warni.

      Semoga komentar keinginan sista Fidy agar kota Malang ditanami deretan pohon Tabuya, ikut dibaca oleh salah satu staff pemkot Malang dan betulan dilaksanakan penanamannya.

      @ Intan Sudibjo =

      Hehehe ... :)
      Sebutan kitiran lebih populer digunakan di area Jawa-Tengah dan Jawa-Timur, kak.
      Itupun generasi muda ngga 'ngeh' kalau kitiran itu sama saja dengan kincir angin.

      Delete

    7. Amin. iya berharap semoga doa bisa terkabul siapa tahu kelak ada sponsor yang berbaik hati mau membiayai tiket gratis untuk aku dan teman-teman blogger ke Belanda agar bisa ngelihat taman bunga tulip idamanku.. Hehehe..

      Ooh kota Magelang sekarang genit ya banyak berbenah sana sini dan semakin mempercantik kota. Hebat kalau begitu walikota Magelang sama dengan walikota Surabaya Ibu Risma yang senang buat gebrakan baru tata kota jadi cantik indah asri dan nyaman.
      Ooh ada taman publik baru dekat rumah brader ya? ditanami pohon Tabuya juga nggak?.
      Memang ya pohon-ponon lawas di pinggir jalan dan trotoar jalan raya sebaiknya ditebang dan diganti dengan penghijauan kembali ditanami pohon bunga Tabuya yang mirip dengan pohon bunga Sakura.
      Kebayang ya ntar kalau pohon Tabuya dengan bunga berwarna warni berbunga serempak.., wah pasti bakaln bagus, apalagi ada bunga-bunga yang berjatuhan nampak seperti musim gugur beneran.. Wouw keren banget ya?
      Ntar brader bersedia nggak selfie kalau bunga-bunga Tabuya tsb sudah pada mekar berbunga indah? Aku pingin lihat fotonya brader di bawah pohon Tabuya hehehe..

      Amin semoga ntar ada staff pemkot malang yang membaca tulisanku sehingga kotaku bisa ditanami deretan pohon Tabuya untuk memperindah dan mempercantik kota tempat tinggal ku.

      Ooh ya katanya kan di taman Kitiran ini nggak boleh megang ataupun mencabut kitiran karena bisa kena denda 100 K per batang
      Kalau foto pertama di atas itu brader kok bisa megang 1 kitiran? Apakah itu hanya termasuk properti buat berfoto untuk pengunjung?

      Gubug fibernya keren pakai kaca mozaik. Sip untuk dibawa pulang.. eh salah.. Sip untuk berfoto..hehehe.

      Delete
    8. Amiiin, semoga kelak terwujudkan.
      Duh, jadi langsung kebayang liburan ke Belanda dan berfoto-foto di bawah kitiran, eh# kincir angin, ding ;) ..., sekaligus berfoto tidur-tiduran manja di dekat hamparan bunga tulip wkwwwkkwkk !

      Taman publik yang baru saja rampung penggarapannya di dekat rumahku itu, areanya ngga ditanami pohon Tabuya, sista.
      Tapi taman itu cantik loh tampilannya, instagenic gitu.
      Ada bingkai besar ala-ala juga sepeda unik dan kalau malam hari disorot lampu biru.
      Apik pokoke.
      Ntar kapan kubikin artikel :)

      Siap, ntar kalau bunga Tabuya bermekaran lagi aku berfoto dibawahnya :)

      Naah, pertanyaan kenapa aku memegang kitiran itu kutunggu pertanyaannya hehehe ...
      Megang kitiran di area taman sih, boleh kok.
      Yang ngga dibolehin mencabut dan merusak.
      Kitiran yang kupegang itu bukan kitiran yang tertancap di tanah, tapi kitiran [dan satu2nya] untuk property berfoto, adanya di gubug fiber warna-warni.
      Disimpannya di slot salah satu tiang gubug :)

      Kitiran yang kupegang itu beraneka warna, beda tampilan dengan kitiran-kitiran yang tertancap di tanah.

      Delete
    9. Amin semoga kesampaian ya liburan ke negara kincir angin Belanda. What? brader mau foto tidur-tiduran manja di taman bunga Tulip? berani? ntar bisa di seret sama security Wkwkwkwkwk... :D

      OOh di taman publik dekat rumah itu nggak ada Pohon Tabuya ya? tapi ada beberapa spot se;fie yang unik ya? Oke ditunggu liputannya di artikel ya?

      Oue ternyata benar ya dugaanku ka;au foto brader megang kitiran di atas itu ternyata bukan kitiran yang ada di taman ya? tetapi kitiran yang merupakan properti. Jadi bisa dipegang oleh pengunjung untuk berfoto ya.

      Oh ya makasih sebelumnya brader bersedia foto nanti saat pohon bunga Tabuya berkembang dan mekar. Ntar pasri fotonya keren apalagi kalau bunga Tabuya nya berguguran di tanah, persis kayak musim gugur hehehe..

      Delete
    10. Tungguuuu ..., ternyata dari rangkaian panjang komentar kita menyebut nama bunga yang kita bicarain itu salah, loooh ... hahahaa ...
      Bukan bunga Tabuya.
      Tapi yang benar namanya adalah bunga Tabebuya.

      Delete
    11. Ooh jadi panjang lebar komentar kita ternyata salah ya nyebutin nama bunga nya? Jadi yang bener itu nama bunganya Tabebuya ya? Tulisannya ada juga seperti ini Tabebuia.

      Delete
    12. Hahahaha ...
      Iya ternyata yang betul itu pohon Tabebuya.

      Malu deh rasanya udah salah nulis nama bunga.
      Type-Ex mana type-ex ... :D

      Delete
  16. Capingnya sewa ya, kalo di resoinangun garden caping dan topi2nya boleh dipakai secara gratis. Hehehe. Btw, foto bareng kincir apik juga buat koleksi foto di IG.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah fasilitas property tambahan menarik di Resoinangun garden itu, mas ..., ngga perlu bayar lagi untuk sewa caping dan topi2.
      Jadi pengin kesana hehehe ...

      Terimakasih opininya, mas.
      Sarannya mas Adi akan kulaksanain kuungah fotoku di ig hehehe :)

      Delete
  17. Unik ya,,dari kejauhan pasti terlihat seperti taman bunga matahari,,,udah kyk di belanda kalo dari kejauhan hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, dilihat dari ketinggian spot panggung dan juga dari kejauhan, tampilan ribuan kitirannya mirip dengan tampilan bunga, mas.

      Uniknya lagi, saat kitiran bergerak serempak ngeluarin bunyi
      ..

      Delete
    2. Wah keren ini,,,bunyinya seperti apa mas?

      Delete
    3. Bunyinya gini, mas ...
      'Kreeeèt .. kreeeet ... kreet'

      Hehehe :)

      Delete
  18. wah asyik juga nih bisa foto - foto disini ya sama banyak kitiran warna warni. hihi agaknya cocok buat disimpan di IG ya mas him. jadi ya ga usah ke Belanda, Belanda ala-ala pun sama serunya juga hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ..., aku jadi tersenyum saat kak Rike menulis ' Belanda ala-ala ' :)
      Pikiranku langsung bilang iya juga ya ..., tanpa perlu jauh -jauh terbang ke Belanda buat berfoto dengan bebungaan.

      Betul, kak foto-fotoan di lokasi taman seperti ini cocoknya diungah di IG buat nambah koleksi foto :)

      Delete
  19. Waduh kalau kesini berarti jangan bawa anak kecil ya, takut berlarian ke tengah kitiran terus rusak semuanya... satu aja 100 ribu, apalagi ah sudahlah.

    Ini bagusnya buat spot foto sih, kalo buat nyantai lama-lama kayaknya kurang nyaman karena panas ya Mas Himawan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwwkkk ...,
      ngga apa-apa ajak anak kecil ke taman ini kok, bang Doel.
      Cuma dijagain ketat aja, takutnya mereka iseng mencabut kitiran.
      Namanya kan bocah, pasti gemas lihat kitiran bergerak memutar tertiup angin ...
      10 kitiran dicabut artinya 1 jeti melayaaaang .. ,
      hahaha :D !

      Kerasa nyamannya berlama-lama di taman ini saat menjelang sore hari, bang.
      Semilir angin dari persawahan sekitar lebih kerasa.

      Delete
  20. bahh kreatif banget nih yg bikin taman, harga masuk nya lumayan juga yah, tapi buat menghargai ide kreatif sih wajar aja, susah juga sepertinya bikin itu bunga kitiran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul hehehe ...
      Harga tiketnya cukup sepadan dengan beaya ide dan pembuatan ribuan kitirannya.

      Delete
  21. wow, kayak di luar negeri. Banyak kincir-kincir manjah dan warna-warni. Mau aku tuh foto di sana :))...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayak di luar negeri sekaligus kayak berasa di lokasi cerita dongeng anak-anak ya, kak ...
      Terutama di gubug fiber warna-warninya.

      Siip, dimasukin wishlist liburan kak Eka selanjutnya ;)

      Delete
  22. ya awloh kok bisa keren gitu banyak kincir angin dimana2 apa ga kedinginan apa yaa pas lama2 disana ckckck.. kece banget dah yang bikin area ini sangat bagus dan nyaman ya kak.. beuh saya jadi ingin kesana.. lagi dan lagi jauh bener huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwwwkkkkk ...
      Saat itu sih kebetulan mendung dan udara kerasa dingin.
      Jadi saat ribuan kincir angin bergerak serempak tertiup angin ... , ya kerasa lebih dingin, kak :D.
      Kalau orang Jawa menyebutnya, semribit.

      Lokasi tamannya bisa sekalian dimasukin di daftar tujuan liburan suatu saat nanti ke Magelang, kak :)

      Delete
    2. wkwkwkkw awas masuk angin lama2 disana ya ka himawant.. wkwkkwkw

      Delete
    3. gak apa apa mbak, ada tolak angin atau tukang kerok siap mengusir angin dari perut hehe

      Delete
    4. Wuahahahaaa ..
      Jawaban untuk kak Vika udah terwakili dari jawaban kak Intan :D !

      Aku memang betulan masuk angin setelah liburan disana.
      Dan berujung dengan kerokan setelah sehari kemudian ...
      Hahahahaa ..

      Delete
  23. Wah, manajemennya canggih juga. Bunga diganti kitiran yang pasti awet dan tidak mengenal musim. Memang sekarang banyak ya, tempat wisata yang mengandalkan lokasi foto-foto plus tempat selfie.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat.
      Manejemennya jeli melihat peluang, tanaman bunga matahari yang tak lagi berbunga musimnya diganti dengan kitiran.
      Terbukti jadi satu2nya taman kitiran di Indo dan disebut2 sebagai taman jumlah kitiran terbanyak di Asia Tenggara.

      Betul, kak Dyah .., di banyak kota bermunculan taman2 wisata dan dilengkapi spot selfie.
      Memudahkan wisatawan lokal tak perlu berkunjung jauh2 di kota lain untuk liburan dan berfoto2, tapi memang sih biarpun serupa, pemandangan latar belakang lokasinya yang tak sama.

      Delete
  24. Seiring selfie udh menjadi gaya hidup banyak orang ya (heleh), membuat taman yg selfie-able bisa menjadi penarik pengunjung juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heleh ...
      Hehehe :)

      Yups, taman-taman buatan bermunculan di banyak kota.
      Ibaratnya, investor jeli melihat peluang yang ada.

      Delete
  25. Dengan ditata serapi itu jadi cantik bannget ya mas kincir nyaaa

    Kayak bunga benerannn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, kayak bunga betulan, Aul.
      Kalau andaikan spot panggung selfie letaknya ditempatkan sebagai pintu masuk ke area ..., pasti orang ngga mengira kalau itu ribuan kitiran, bukan ribuan bunga :)

      Sangat mirip bunga dilihat dari ketinggian dan kejauhan.

      Delete
  26. Jadi pengen selfie di gubug warna...dan di antara baling2 kitiran warna warni..

    ReplyDelete
  27. hanya untuk menikmati kitiran bayar 10000? haha... tapi keren ini mas. jempol lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga mas Affip dapat diskon 50% buat liburan menikmati pemandangan kitiran setelah berkomentar harga tiketnya hahaha ...

      Idenya keren ya, mas.
      Tampil beda.

      Delete
    2. pasti banyak yang mencibir, terutama orang tua, mending ditanami singkong kata mereka hihi...

      Delete
    3. Hihihi ...
      Eits, siapa tauuu ..., berkat sentuhan kreativitas tanaman singkong pun bisa jadi taman wisata instagenic.

      Kan lumayan, lahannya bisa buat wisata sekaligus dapat panen singkong ;)

      Delete
  28. brilian jg ya idenya bikin taman kitiran. jadi inget pas event sewu kitiran di semarang sini. seru bgt liat kitiran warna-warni macem2 model.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat, idenya cerdas.
      Selain memang sebagai pengganti tanaman bunga matahari yang tak lagi sedang mekar, juga bikin gebrakan dengan ide pengganti buat mengganti area taman.

      Waah, pasti event Sewu Kitiran di Semarang itu dipenuhi kitiran kece-kece bentuknya ya,kak ...
      Aku jadi penasaran, akan kusearching foto eventnya.

      Delete
  29. Walau taman kitiran
    Namun seindah bunga betulan
    Sebab kreatifnya tak hanya lumayan
    Tapi mengagumkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aiiishh kereeen puisinya, kak :)

      Bisa dijadikan slogan oleh taman Kitiran Dewari nih puisinya kak Anisayu

      Delete
  30. banyak sekali kitiran dipajang di tengah sawah mas

    ReplyDelete
  31. Wah-wah-wah kira-kira itu berapa lama ya mas di desainnya. Keren banget sumpah. Jadi pengen kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya kira-kira berapa lama ngedesain formasi kitiran berbentuk bintang segede itu ..., hehehe

      Kayaknya perlu waktu cukup lama juga ya sampai terbentuk seperti itu :)

      Kudoain keinginan mas Tri ke taman Kitiran Dewari terlaksana, amin.

      Delete
  32. kayak di negara Belanda saja
    kincir angin dimana-mana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe :)
      Tapi ini bentuk kincir angin khas permainan anak-anak kok, mas.

      Delete
  33. asyik kali ya bila bisa berfoto-foto bersama teman-teman disini... :)
    background-nya "anti-mainstream" jarang-jarang kan tempat wisata isinya penuh dengan kincir angin berwarna-warni yang membentuk pola tertentu seperti itu?! idenya patut diacungi jempol...hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kak Reezumi kuperhatikan material ribuan kincir angin di lokasi taman wisata masih sangat jarang ada.
      Dan kebetulan taman ini disebut-sebut sebagai taman kincir angin jumlah terbanyak se Asia Tenggara.
      Wow banget ya :)

      Ayook kapan ada waktu sempatkan liburan ke taman Kitiran Dewari, kak

      Delete
  34. Dalam bahasa Sunda kitiran disebut kolecer. Kayaknya meski nama beda namun wujud sama dan cara bikin juga sama susahnya bagi saya, ha ha.
    Ngebayangin bikin 10 ribu itu pasti kerja yang luar biasa, Salut pada pengelolanya, tegas menerapkan aturan agar properti tak rusak.
    Kalau untuk bunga musiman, memang susah, ya. Bunga matahari cantik sayang cuma musiman dan tak bisa sepanjang waktu mekarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah dikasi tau bahasa Sundanya kitiran itu disebut kolecer, kak :)
      Unik namanya.

      Betul, bayangin proses pengerjaan 10 ribu kitiran, eh# kolecer itu pasti lama, belum lagi ditambah saat membentuk formasi bintangnya sampai tepat sama sisi begitu ya hehehe

      Ya kak kelemahannya taman wisata yang mengandalkan tanaman bunga musiman begitu.
      Musim mekar bunganya selesai, selesai sudah obyek 'jualannya'.
      Beruntung pengelola taman ini jeli melihat kira-kira obyek pengganti apa yang bakalan mampu menarik untuk dikunjungi wisatawan.

      Delete
  35. ku kira ada bunga model baru yang bentuk nya kicir-kicir. ternyata buatan ya mas. hehe.. tapi tjakep banget. makin inovatif aja orang-orang bikin tempat wisata yaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe sepintas dilihat ribuan kitiran ini memang nyaris mirip dengan tampilan bunga betulan :)
      Keren ya, kak Tia ..

      Iya, sekarang makin banyak orang kreatif dan jeli melihat peluang.
      Kagum juga sama ide pengelolanya mengganti tanaman bunga matahari yang sudah tak lagi mekar, diganti kincir angin.
      Kalau lahannya didiamkan begitu saja saat tanaman matahari tak lagi bermekaran, sayang juga ya...

      Delete
  36. Kira-kira kitirannya tahan berapa lama ya kak? Siap-siap mau daftar jadi tukang pembuat kitiran, siapa tahu satu kitiran dihargai 100 ribu juga, hahahaha.
    Wisata menarik dan kreatif, patut ditiru, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh#, kok ...,
      kak Qudsi diam-dian punya pemikiran sama kayak aku, yaa ... ?.

      Aku juga mau daftar jadi tukang pembuat kitiran, kan lumayaaan banget ya semisal satu kitiran dihargai 100 ribu !.

      Bayangin, kita berdua bakalan jadi tajir mendadak dapat orderan itu, kaaak ...
      Masing-masing kita dapat tugas 1000 kitiran udah berapa tuh ...
      Wuakakakakkaka ...

      Delete
  37. kreatifitas warga kek gini perlu ditumbuhkan. bair desa berkembang. ga perlu urbanisasi ke kota. tul ga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tul bangeet dan sependapat dengan opini Saiful dan Annas.

      Desa kalau digarap dengan maksimal bukan tak mungkin mampu mendatangkan banyak wisatawan.

      Delete
  38. krearif juga ya. itu dendanya mahal juga ya kalo nyabut 1 kincir saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, selain kreatif juga rada bikin deg-degan berada disana.
      Takut ngga sengaja ngerusak kitiran dan kena denda yang ngga murah wwwkkkwkkk ...

      Delete
  39. Rasa-rasa liat pemandangan di Belanda ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe :)
      Keinginan melihat pemandangan Belanda udah terwakilkan di taman ini.

      Delete
  40. Kreatif sih, mengisi kekosongan sebelum bunga matahari mekar kembali. eheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat, mas Aji.
      Pinter melihat peluang dan jeli melihat material yang digunain.
      Tamannya jadi tampil berbeda dengan taman-taman yang lain :)

      Delete
  41. Eh, yakin, kalalu jumlahe 10.000 kitiran? Wis diitung siji mbaka siji???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yakin, suerr ada 10 ribu kitiran, kak karena aku tanya ke pengelolanya.

      Meski aku ora ngitung dewe, soale puyeng ngitung siji-siji akehe sak ngono ..
      Wuakakakkaa ... :D !

      Delete
  42. Berarti posisi kincir itu menandakan bibit baru bubga matahari yg akan tumbuh atau bagaimana mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan, mas Heri.
      Tanaman bunga matahari hanya tersisa sedikit di dekat tangga spot menara.

      Posisi kincir angin bukan penanda ada bibit tanaman bunga matahari disana, mas.

      Delete
    2. ok, thanks informasinya...
      Berarti kalo mau liat bunga matahari yg banyak harus di musim tertentu ya

      Delete
  43. warna warninya kitirannya keren. Kalo bawa anak-anak musti diawasi ketat nih. Dendanya muaahaal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul ketiga opini dari bang Day :)

      • Warna-warni kitirannya keren
      • Anak-anak wajib diawasi
      • Dendanya itu ngga mu...raah

      Hehehe

      Delete
  44. Kreatif ya,,bner2 gak kepikiran smpe kesitu sebagai pengganti untuk tanaman bunga, biasanya kan bunga tulip plastik gitu ya klo ga ada bunga beneran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat dengan komentar kak Yani.
      Ngga nyangka saja, property kitiran dipilih buat pengganti tanaman bunga matahari yang tak lagi bermekaran karena musimnya.
      Dan pilihan materialnya tepat, terbukti bikin penasaran banyak wisatawan datang kesana.

      Delete
  45. idenya menarik mas hima, menggunakan baling-baling buatan untuk membuat pemandangan semakin indah.
    mungkin lebih baik jika lebih banyak pohon lagi disekitarnya, biar jalan-jalan disekitar kincir lebih nyaman dan adem ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, bli Eka.
      Penggunaan ribuan material baling-baling jadi tampil beda dengan taman2 yang lainnya.

      Mungkin ngga ada pohon besar ditengah area taman disengaja agar pemandangan kitiran tak terhalang pepohonan, ya :)

      Delete
  46. Penasaran sama kitiran warna warni, akhirnya.....saya sukses juga membuat kitiran yang sama dengan di taman Dewari...walaupun cuma beberapa saja, tapi lumayan buat diliat2...hihihi...
    Ntar kalau dapet waterproof paper color bisa dipajang di luar...moga2 ga ada tangan2 iseng...
    Makasih buat mas Hino yang udah memberi ide kitiran dengan foto2 cute kitirannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wouuw ...
      Kereeen banget itu, kak !.
      Kak Lantana jadi terispirasi lihat foto kitiran dan sukses membuatnya ...

      Aku ikut surprise dan senang dengarnya.
      Lalu tergerak juga pengin bikin kitiran.
      Kira-kira aku bisa ngga yaa ?, hahaha ...

      Ya, kak untuk dipajang di outdoor paling oke gunain waterproof paper colour.
      Bakalan awet lama warna dan daya tahannya dari cuaca.
      Semoga ngga ada tangan jahil merusaknya.

      Delete
  47. Yang jasa fotografernya itu maksudnya bagaimana mas? Apa sudah include dengan kameranya atau kita sendiri yang nyediain kamera? Tempat wisatanya keren banget eh. Coba di Makassar ada tempat kayak gitu juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jasa fotografernya including kamera dari fotografer disana, kak.
      Kita tinggal pasang gegayaan di depan kamera hehehe :)
      Hasil bidikan fotografer, tinggal kita pilih sesuai yang kita inginkan.

      Semoga ya kak lewat postingan ini, warga suatu desa di Makassar jadi terisnpirasi membuat taman seperti ini.
      Dan nantinya kak Suryani bisa berfoto-foto seru diantara ribuan bahkan jutaan kitiran :)

      Delete
  48. Mainan saya pas kecil sekarang udah dijadiin tempat wisata buatan, kelihatannya keren sih, instagramable gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ..., jadi seperti teringatkan masa kecil lihat kitiran ini ya, mas Mukhsin :)

      Betul, tampilan tamannya instagramable.
      Cocok buat hunting foto nambah feeds ig :)

      Delete
  49. Wahhh tempatnya baru nihh, baru tau banget saya.. Saya kalo ke magelang cuma kerumah temen.. Jadi inget masa masa 90an mainan kek gitu ehhehe, eh itu bukan kertas kan ya, takutnya kalo ujan basah dong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, kebetulan punya teman di Magelang ya, mas ?.
      Yang dimaksud itu ..,aku bukan ?.
      Wkkkkwkkk ...
      Kepedean deh akunya :D

      Nah, karena kebetulan punya kenalan di Magelang suatu saat ntar pas dolan lagi ke Magelang, coba ajak teman mas itu ke taman ini.

      Rutenya diawali dari jalan raya utama Magelang - Yogyakarta.
      Lalu di lampu merah kedua daerah Salam [ dari arah kota Magelang ] beloklah ke kanan.
      Patokannya ada papan nama petunjuk Puskesmas Salam.
      Masuklah ke jalan itu dan ikuti petunjuk jalan atau tanya ke warga sekitar.

      Kitiran-kitiran ini terbuat dari waterproof paper colour, mas.
      Jadi awet terkena air hujan dan matahari.

      Delete
  50. wah, mantep banget ya sampe pelosok-pelosok gini ada tempat wisata instagramable

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, bang Dzul :)
      Pemandangan asri pedesaan dan gunung dipilih buat lokasi taman instagramable, meski cukup jauh ditempuh untuk sampai kesana.

      Delete
  51. tamanya bagus banget ya bro. jdi kepengen kesitu heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayook ke taman Kitiran Dewari, masbro ..., bikin foto-foto buat nambah feeds instagram kamu :)

      Delete
  52. Ada juga jasa fotographer mana murah lagi, wish list mampir sini deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip, kak Icha :)
      Silahkan berlibur disana dan bikin foto-foto ketje hehehe

      Delete
  53. interesting!!! kalau pada kincir itu diletakkan lampu, waktu malam pasti lebih indah barangkali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, interesting garden :)

      Betul juga apa kata kak Anies, seandainya setiap kitiran diberi tambahan lampu berwarna ..., pasti tampak lebih unik.
      Semoga saja komentar dari kak Anies menginspirasi pengelolanya untuk buka sampai malam.

      Delete
  54. kalo di Indo, taman bunga yg prnh aku dtangin itu yg di selecta. kan banyaak juga tuh taman2nya.. apalagi kalo sedang musim berbunga, baguuus banget. Taman dewari ini blm prnh sih mas. tp diperhatiin, walo bbrp palsu bunganya, lucuk juga sih kalo dijadiin background foto :D. warna warni soalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya kak Fanny lokasinya cocok buat hunting foto-foto ketje buat nambah feeds instagram :)

      Ya, kak aku pernah dengar nama Selecta di Batu Malang, sayangnya saat itu aku ngga sempat kesana.
      Whislist pokoknya deh :)

      Delete
  55. Wah bagus nih tempatnya, ada banyak kincir angin, yang membuat tempatnya jadi lebih unik.

    Lihat kincir anginnya teringat mainan jaman kecil dulu πŸ˜‚πŸ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mas Septian :)
      Properti kincir angin bikin tampilan taman jadu unik dan tampil beda dengan taman lainnya.
      Jugaa ..., bikin teringat masa kecil kita hahaha ...

      Delete
  56. Awalnya ku kira itu bunga, ternyata warna-warni kertas juga mampu memikat pandangan mata ya mas, indah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang sih dilihat dari kejauhan tampilan ribuqn kitirannya nyaris mirip betul dengan deretan bunga, mas :)

      Unik dan ketje buat foto-foto.

      Delete
  57. Ternyata lokasinya di Magelang, ya. Lucu banget ada taman kitiran gitu, Mas..anak-anak seneng pasti, tapi khawatir dicabut kwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwkkkkwkkk ...,
      Diawasi aja anak-nak kecil yang kita ajak kesana.
      Takutnya ya ituuu ..., karena gemas lalu tetiba nyabut kitiran.
      Hadeeuuh, bisa kena denda banyaak deeh ..
      Jebol deh dompet kita :D

      Delete
  58. itu kalo kena hujan gmn ya? rusak gak kitirannya?? Telaten jg yg bikinnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terkena paparan sinar matahari dan air hujan, awet kak :)
      Karena terbuat dari waterproof paper.

      Ya, kak pengelolanya kreatif dan telaten bikin kitirannya :)

      Delete
  59. Lumayan lama nggak mampir ke sini, kangen sama yang punya blog, kang Niki Setiawan yang absurd itu kan ? ckck, bercanda kang hehe, tolong jangan di anggap serius, tapi anggap aja dua rius hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku padamu.
      Aku juga kangen padamu mas Niki Setiawan, eh# mas Ramadani Idaham ... wkkkwkkkwkk :D

      Artikel-artikel karya mas Ramadani bikin kangen karena selalu bikin ngakak bacanya ...
      Lucuk juga kreatif mengolah kata.

      Delete
  60. Mahalnya mz... 1 aja 12.rb.. kan gantungan kunci biasanya 2 sampai 5 ribu aja.. kok semahal itu, minta di kurangin lah mz... jadi 1ribu aja :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi ...
      Hahahaa ...
      Ngga dapet diskon, kaak ..
      Padahal jurus rayuan pulau kelapa juga udah dikerahkan segala cara :D

      Delete
    2. ketawanya sampai tekikikik gitu mz :) berarti wajahnya kurang memelas mz :p

      Delete
    3. Oh gitu ya, kak ...
      Baiklah, aku akan belajar akting memelaz di depan cermin biar lebih maksimal dan nantinya dapat diskon banyaak setelah merayu ..
      Wwkkkwwwkk !!

      Delete
    4. kikiki... semangat mz biar dapet diskon :)

      Delete
  61. Ada2 aja ya inovasi orang daerah itu. Keren sih tapi hehehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seringkali ide kreatif seperti itu ngga kepikiran sebelumnya oleh kita ya ..., tau-tau properti kitiran digunain buat hiasan taman :)

      Bisa jadi,
      Kelak bakalan ada taman yang keseluruhan areanya dipenuhi pernak-pernik onderdil motor atau properti lainnya :)

      Delete
  62. Kemudian akan layu seperti cintamu padaku :D... Yang punya objek sungguh sangat kreatif mas hima. Seharusnya disana juga disediakan sedikit lokasi tempat belajar membuat kitiran tentunya dengan menambah biaya... kitirannya 4 biji, 2 untuk ditanam dan 2 lagi untuk dibawa pulang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaa ..,fakta itu, mas Harman.
      Berdasarkan curhat pengalaman pribadi.

      Ide sangat bagus dari mas Harman ada classroom pembuatan kitiran di taman Dewari.
      Kursus pembuatan kitiran ukuran mini lalu hasilnya dipajang di area khusus karya pengunjung disertai tulisan nama yang membuat, misal: Harmansyah ..., itu tentunya akan jadi nilai lebih tersendiri dan pengalaman sangat berkesan.
      Selebihnya kitiran dibawa pulang untuk hiasan dekorasi rumah.

      Wuiih ..., benar-benar itu ide keren banget!.

      Delete
  63. aku pikir sekarang ini eranya kreativitas dan berani mewujudkan ide... pasti apapun laku kok... nampaknya sederhana, cuma bikin kitiran.. tapi nyatanya tempat ini diburu untuk refreshing, jalan-jalan, dan foto-foto...

    Hal ini juga yang menambah keyakinan saya, bahwa Indonesia masih baik-baik saja.... belum akan punah.. hehehe

    salam sukses selaluu mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget opini mas Rifan.
      Ide dan kreativitas kalau diolah bisa jadi sarana menguntungkan.
      Banyak orang ngga nyangka kalau ternyata sarana permainan anak sederhana kitiran ini bisa jadi ladang komersialisasi.

      Barangkali mas Rifan juga punya suatu ide hehehe :)
      Tapi diem-diem aja dulu, nantinya saat dibuka lahannya untuk wisata ..., langsung moncer namanya.
      Pasti kubantuin sarana promosinya dengan mengulas lokasi wisata kepunyaan mas Rifan ;)

      Salam sukses dan sehat selalu mas

      Delete
  64. Banyak sekali ya mas jumlah kitirannya,...tapi emang keren sih walaupun bukan bunga betulan.

    ReplyDelete