Wednesday, December 12, 2018

Candi Mendut, Candi yang Kaya Relief Indah

Berada terletak sedikit bersebelahan dengan lokasi kompleks bangunan asrama tempat para biksu menimba ilmu yang memiliki taman indah, Buddhist Monastery berdiri sebuah candi Buddha berusia ribuan tahun silam peninggalan bersejarah dari dinasti atau wangsa Syailendra, candi Mendut. 
Lokasi tepatnya berada di Jalan Mayor Kusen, desa Mendut, kecamatan Mungkid, kabupaten Magelang. 
Jalan Mayor Kusen merupakan salah satu jalan utama menuju ke lokasi candi Borobudur dari arah Magelang dan Yogyakarta. 


Trip Of Mine

Letak lokasinya yang strategis berada tepat di pinggir jalan, membuat siapapun yang tengah melintas pasti akan langsung tergerak untuk melihat keeksotisannya, karena struktur candi Mendut setinggi sekitar 26, 40 meter ini terlihat sangat jelas dari badan jalan raya. Hanya sedikit terhalang  pandangan oleh tinggi dan rimbunnya pagar deretan tanaman jenis bambu hias berbatang kecil. 

Untuk memarkirkan kendaraan disana tersedia area parkir yang tak seberapa luas, letaknya berada segaris lurus dengan arah masuk ke lokasi Buddhist Monastery. 
Meski area parkirnya terbilang berukuran tak cukup luas, area parkir yang dilengkapi beberapa bangku taman dan bangku lesehan terbuat dari cor semen mengelilingi batang pohon besar untuk bersantai sembari menikmati kuliner dari para pedagang gerobak ini tak pernah terlihat sepi dari pemberhentian kendaraan.


Trip Of Mine
Candi Mendut dilihat dari bagian depan

Beberapa kali kulihat saat melintas di depannya, silih berganti parkir kendaraan datang dari kunjungan wisatawan. Khususnya kunjungan dari para wisatawan mancanegara. 
Tak jarang terlihat rombongan wisatawan mancanegara datang dengan bus wisata carteran dan tak sedikit pula tampak turis datang dengan menyewa kendaraan beroda dua. Datang berboncengan berdua dengan partnernya atau juga terlihat datang seorang diri seperti yang biasa kulakukan saat travelling. 

Malah aku pernah punya pengalaman cerita menarik, loh ..., lihat tiga turis bule dengan berpakaian santai enak dilihat, dua cewek dan satu cowok dengan cuek bebek menumpang duduk asik di mobil bak terbuka sekembalinya mereka berlibur di candi Mendut yang kebetulan pula berbarengan dengan kepulanganku dari sana. 
Beberapa kali kendaraanku dan kendaraan yang mereka tumpangi saling susul diantara ramainya laju lalu lintas dan tiap kali itu pula kami lagi - lagi saling menebarkan senyum dan menganggukan kepala ..., " Duh, rasanya hati ini kok kerasa seneng banget lihat pemandangan begitu ..., bule cantik dan bule ganteng saja ramah sikapnya. Masa kamu engga ? ", sambil nunjuk foto sang mantan. Eh# ..., wwwkkkwwwk !.

Punya cerita pengalaman seperti itu, senang rasanya. Berkesan buatku. Beberapakali sudah, aku dan turis mancanegara pernah terlibat interaktif langsung. Mulai dari sekedar saling bantu mengambil gambar dari kamera ataupun cuma bersay hi tanpa pakai acara mengerlingkan mata genit saat berpapasan di suatu lokasi.

Candi Mendut merupakan candi Buddha dan berdasarkan keterangan yang tercantum di prasasti Karangtengah 824 Masehi, candi Mendut dibuat oleh raja Indra, raja pertama dari dinasti atau wangsa Syailendra. 

Dan menurut prasasti yang juga ikut terkubur selama ratusan tahun silam akibat terjadinya bencana alam erupsi dahsyat gunung Merapi, kemudian prasasti  dan struktur candi yang telah potak poranda diketemukan kembali oleh J.G de Casparis pada masa kepemerintahan Hindia Belanda, diduga usia candi Mendut pembangunannya lebih tua dari usia pembangunan candi Borobudur. 


Trip Of Mine
Selasar candi Mendut

Melalui prasasti Karangtengah jugalah diketahui jika candi Mendut memiliki kaitan erat dengan candi Pawon dan candi Borobudur. 
Ketiga candi ini berada dalam satu garis imajiner. Para ahli arkeologi menduga, dahulu kala nenek moyang telah mampu membuat jalan penghubung antara ketiga candi ini dengan melintasi sungai Progo.

Pada saat diketemukan kembali bagian atap candi telah hilang, namun struktur kaki dan badan candi terlihat utuh, meski sudah tak pada tempat semestinya.
Pada tahun 1897 - 1904 pemerintah Hindia Belanda berhasil merekonstruksi kembali bagian kaki dan tubuh candi. 
Kemudian pada tahun 1908 dipimpin oleh Van Erp, rekonstruksi ulang candi Mendut dilanjutkan kembali dan pada rekonstruksi kedua kalinya ini berhasil memasang kembali stupa - stupa pada tempatnya dan juga berhasil merekonstruksi sebagian puncak atap candi.
Rekonstruksi sempat terhenti cukup lama karena keterbatasan dana setelah proses rekonstruksi tahap kedua. 
Kemudian pada tahun 1925 pemugaran dilanjutkan kembali hingga candi terlihat berdiri seperti sekarang ini.

Candi Mendut memiliki bentuk segi empat dan memiliki lebar sekitar 2 meter berdiri diatas batur [ atau semacam tatakan, atau dasar ]. Pada bagian kaki candi dipenuhi ukiran indah beragam kisah di 31 buah panelnya disertai relief bunga dan sulur - suluran menjuntai artistik.
Di bagian tubuh candi terdapat Jaladwara atau saluran air yang memiliki fungsi membuang air hujan dari selasar candi.
Bagian atap candi dihiasi 48 stupa berukuran kecil dan atapnya terdiri dari tiga kubus tersusun makin mengecil ke atas.


Trip Of Mine
Relief Kuwera

Dinding dalam di kiri dan kanan menuju ke bilik bagian dalam candi dihiasi relief lukisan indah berupa relief Kuwera dan Hariti. 


Trip Of Mine
Depan pintu bilik dalam candi berhiaskan relief Kuwera dan relief Hariti

Kedua relief tersebut merupakan tokoh raksasa pemakan manusia yang dikisahkan kemudian bertobat setelah memperoleh pencerahan dari Buddha ini letaknya berhadapan, seolah mengapit di lorong menuju ke bagian dalam candi.


Trip Of Mine
Relief Hariti

Pemandangan terlihat makin membuat berdecak kagum setelah tiba berada di dalam bilik candi Mendut ..., 3 patung Buddha berukuran besar menempati ruang dalamnya. 
Dilengkapi dengan pencahayaan kuning temaram, detil ke 3 patung : Buddha Sakyamuni berada di tengah, Bodhisattva Avalokitesvara di sebelah kanan dan Maitreya di posisi sebelah kiri tersebut terlihat sangat detil pembuatannya. 


Trip Of Mine
Tiga arca Buddha berukuran besar di dalam tubuh indah candi Mendut

Arca Buddha Sakyamuni diwujudkan sedang duduk berkotbah dengan sikap tangan dharmacakramudra atau sikap tangan yang biasa dilakukan saat sang Buddha memberikan ajaran.
Bodhisattva Avalokitesvara merupakan penolong manusia diwujudkan dalam keadaan duduk, kaki kanan menginjak teratai dan kaki kirinya melipat.
Maitreya sebagai dewa penebus diwujudkan dalam bentuk posisi juga sedang duduk dan jari tangannya menutup rapat.
Semerbak wangi aroma hio dari wadah menambah kesan kesakralan.


Candi Mendut ini merupakan lokasi upacara awal prosesi besar memperingati Waisak, sebelum iringan - iringan para biksu datang dari berbagai belahan dunia melakukan puja bakti di candi Borobudur 


Di bagian tubuh dinding candi sebelah selatan, timur, utara dan barat [ bagian depan candi, terdapat tangga ] kesemuanya dihiasi relief menceritakan kehidupan Buddha. 


Trip Of Mine
Sisa - sisa puing diduga merupakan candi Perwara

Di halaman pelataran taman candi sebelah selatan terdapat dua lahan tempat sisa - sisa puing dan satu berupa pondasi candi yang kemungkinan diduga merupakan candi Perwara atau candi pendamping candi Mendut. 


Trip Of Mine
Pohon Boddhi di pelataran halaman candi Mendut.
Akar pohon yang menjuntai itu sangat kuat, loh ..., banyak wisatawan seringkali berfoto bergelayutan disana

Setelah mengamati setiap detil keindahan relief ukiran candi dan mengelilingi keseluruhan areanya, waktunya meninggalkan halaman candi dan kembali melewati deretan kios pedagang souvenir khas Jawa - Tengah, seperti boneka wayang golek terbuat dari kayu berkostum indah, kerajinan anyaman tas, wayang kulit, kain cetak beraneka warna dan motif hasil produksi masyarakat desa sekitar, juga tak ketinggalan replika miniatur candi dan replika kepala Buddha untuk hiasan interior ikut terpajang sebagai pilihan cenderamata wisatawan. 


Trip Of Mine
Deretan kios cinderamata

Para pedagang souvenir di candi Mendut termasuk gigih menawarkan ragam koleksinya ke wisatawan. 
Dengan fasih berbahasa Inggris mereka ikut menyodorkan dagangannya, termasuk ke aku yang tak luput dari sasaran rayuan pulau kelapa , " Only thirty thousand, sir. Is cheap " , selembar kain warna kuning dengan motif memikat disodorkan sambil dibentangkan oleh si pedagang berjalan disampingku. 
Langsung kujawab saja pakai bahasa Jawa kromo, " Mboten, bu. Maturnuwun ".
Si ibu pedagang sontak kaget, aku pun nahan ketawa agar ngga kebablasan ngakak lihat reaksi ekspresi kagetnya.
Laaah ..., apa dikiranya aku ini bukan dari Indonesia kali, yaa ... ?. 
Tampang dari Thailand gitu ?.
Ha ha ha ..., ono - ono wae, buuu ... .

Lokasi :
Candi Mendut
Jalan Magelang Sumberrejo atau Jalan Mayor Kusen, Mendut, Mungkid, kabupaten Magelang

Tiket : 
Rp. 3. 000 ,_
[ Info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]

222 comments:

  1. keren relief dan arsitektur candinya.
    masih kelihatan reliefnya, meskipun sudah ratusan tahun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hebat ya, mas.
      Beruntung struktur dan pahatan relief candi tidak ikut rusak setelah terkubur tanah dan material erupsi gunung berapi.
      Berkat team arkeologi, susunan candi berhasil direkonstruksi dengan baik.

      Delete
    2. itu Photo nomer 5 dari atas sayangnya topinya lurus kedepan . coba kasih miring dikit huuu tak jamin topinya jadi terlihat serong

      Delete
    3. untuk candi Mendhutyang, memang sih kebanyakan terlihat motif seni ukir yang langsung menempel pada batu rangka candi itu sendiri

      Delete
    4. Wwwkkkwkkk ...
      Ya iyaaalaah, topi akan tampak serong jika dimiringin posisinya :D

      Atau ..., lain kali kupakai terbalik saja topinya .., biar nyeni getooooh ceritanya
      Wkkwkkwk !

      Apik ya reliefnya, mas.
      Ngga bisa bayangin dulu ribuan tahun silam bisa bikin karya seindah itu detilnya ...

      "Tehnologi dan alat apa yang mereka gunakan, juga berapa lama mereka mengerjakannya ?".
      Pertanyaan itu seringkali terlintas setiap aku liburan ke lokasi candi

      Delete
    5. saya tuggu postingan berikutnya....

      Delete
    6. Baik, mas.
      Post berikutnya sedang digodog, eh# mie rebus kali digodog ....Wwwkkkwwkk !.

      Terimakasih penantiannya :)

      Delete
    7. pasti belum pergi jalan jalan nih...heeem....pantesan belum ada pos baru..

      Delete
  2. wah seri banget bang jalan-jalanya ke candi mendut, kenalan sama bule, tapi gada foto bulenya ya, jadi kayak penasaran sama bule cantiknya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di channel youtubeku sih bule cantiknya kelihatan hehehe

      Yuk mas Khanif liburan ke candi Mendut sekalian berkenalan dengan para bule cakep

      Delete
  3. Aku juga pernah kesana loh mas, awalnya gak sengaja liat pas dari borobudur akhirnya mampir juga.

    "Meski Tak Semegah Candi Borobudur, Konon Candi Mendut Lebih Tua dan Bertuah dari Borobudur"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata banyak wisatawan lokal dari luar kota yang masih belum ngeh dimana tepatnya lokasi candi Mendut seperti yang Idris alami.

      Semoga setelah ini jadi lebih bermanfaat panduan rutenya ya.
      Jika lokasi candi ini tepat berada di pinggir jalan dan juga dilewati mini bus transportasi umum.

      Menurut kabar yang sering kudengar juga begitu, Idris.
      Berdoa di candi Mendut lebih bertuah.

      Delete
    2. Begitulah, kak Intan.
      Kewajiban kita saat berkunjung kesana, tentu saja kita harus menjaga sikap dan bicara kita.
      Terlebih candi Mendut terbilang sakral karena untuk tempat ibadah.

      Delete
    3. kalo kata orang sunda mah, ulah sompral jang wkwkwk

      Delete
    4. Wwwkkkwkk ..., leureus eta :D!.
      Kudu jejagaan sikap diditu.

      Delete
  4. Jadi tahu ni proses ditemukan Candi Mendut. Tinggal bahas sejarahnya ni mengapa disebut Candi Mendut..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya candi ini bukanlah bernama candi Mendut.
      Tapi berdasarkan prasasti Karangtengah, nama candi ini bernama : Wenuwana.

      Dinamakan candi Mendut karena mengikuti nama desa lokasi, mas.

      Delete
    2. Thanks mas, jadi nambah ilmu ni bahas candi

      Delete
    3. Oh ternyata aslinya namanya Candi Wenuwana, tapi mengikuti nama desanya.....banyak juga nama tempat wisata juga diambil dari nama desanya

      Delete
    4. Iya, betul mas Aris.
      Beberapa nama asli suatu benda atau juga nama lokasi wisata ikut berubah karena mengikuti nama desa.

      Delete
  5. Ini ulasan ngetrip yang beneran ulasan nih. Jadi tahu sejarah dan filosofi candi mendut. Terima kasiiih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya, kak Mayang.
      Semoga bermanfaat buat semua pembaca.

      Delete
  6. Begitu ya proses penemuan candinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, kak.
      Kapan ada waktu, liburan ke candi eksotik ini, kak.

      O,iya kenapa blognya kak Poris kok setiap di klik muncul tulisan tak dapat dijangkau, ya ?

      Delete
  7. Tiketnya murah, destinasi untuk belaar sejarah. Pengen ke sana untuk mengamati relief yang ada. Bukan sekadar ukiran semata melainkan pelajaran hidup dan budi pekerti dalam bentuk candi. Dulu pernah baca artikel di majalah Intisari lawas tentang arti cerita dalam relief. Ada kamasutranyakah? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kak tiketnya murah.
      Malah ada beberapa lokasi candi di Magelang yang tanpa dikenai tiket masuk, kewajibannya cuma mengisi buku daftar kunjungan tamu.
      Menarik kan, kak ?
      Hehehe ..

      Seingatku, relief Kamasutra adanya di candi Borobudur, kak.
      Kudoain kak Rohyati, Palung dan keluarga kelak kesampaian liburan ke candi-candi yang ada di Magelang.

      Delete
    2. Terima kasih, Mas Hino. Aamiin untuk doanya. Hal yang saya suka dari tulisan travel Mas adalah nilai lebih dalam hal informasi dan penyampaian. Sekaligus mengajak saya menapaktilasi kenangan dari apa yang sebelumnya telah dibaca.
      Pohon bodhinya bagus, pasti sudah tua sekali.

      Delete
    3. Sami-sami, kak Rohyati.
      Aku juga terimakasih atas apresiasi kak Rohyati buat penulisanku.

      Menurut keterangan petugas kebersihan disana, pohon Bodhi ini usianya sudah tua sekali.
      Ukuran lingkar pohonnya sangat besar, jadi kita bisa berfoto di sela-sela batang pohonnya ..., nyaris mirip dengan akar pohon Bodhi di candi Angkor Wat.

      Delete
  8. Candi Mendut ini lokasinya bertetanggaan sebelah ya dengan taman Budhist Monastery? Memudahkan bagi wisatawan dan pengunjung sekali jalan 2 pulau terlampaui. Dan letak lokasi yang strategis di pinggir jalan raya mudah dijangkau.

    Meski sama-sama peninggalan dinasti Syailendra usia candi Mendut itu ternyata lebih tua ya dari candi Borobudur, aku pikir sebaliknya.

    Wah asyik tuch dapat pengalaman di jalan papasan dengan orang bule yang naik mobil bak terbuka. 3 orang bule tsb ramah juga dengan melempar senyum dan menganggukan kepala ke arah brader? Ngakak paa aku baca tulisan kalau turis bule itu lebih ramah dari sang mantan nya brader? Wkwkwkwk..

    Ngakak juga baca ibu penjual souvenir pas menawarkan dagangan ke brader pakai bahasa Inggris dan dijawab pakai bahasa Jawa kromo, si ibu penjual spontan kaget, bisa bayangin ekspresinya wajahnya pasti lucu, wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget.
      Letaknya yang kebetulan berada di tepi jalan jadi memudahkan siapapun liburan ke candi Mendut.
      Tanpa perlu kebingungan mencari rutenya.
      Selain itu, kebetulan pula bersebelahan dengan taman keren kepunyaan kompleks asrama biksu, Buddhist Monastery.
      Jadi, liburan di 2 tempat sekaligus dengan beaya terjangkau.

      Wkkkwwwk ...
      Ternyata sista ikut ketawa ngakak baca pengalamanku liburan di candi Mendut.
      Ya geli saja sih, kok ditawari dagangan pakai bahasa Inggris ..
      Duh, jadi berasa turis datang dari negara lain ... :D

      Delete
    2. Iya Candi Mendut letaknya strategis di pinggir jalan, habis dari candi ke taman Buddhist Monastery, lengkap dech koleksi dokumentasi travelling brader. Hehehe.
      Ternyata Candi Mendut usianya lebih tua ya dari Candi Borobudur.?

      Yang menarik juga adalah pohon brsar dengan batang atau akar menjutai ke bawah, aku pikir itu pohon beringin ternyata pohon Boddhi namanya. Berapa ya kira-kira usia pohon tsbtsb brader?

      Iya aku ikut geli baca pengalaman brader yang ditawari ibu penjual yang bertanya dengan bahasa Inggris. Jadi berasa turis dadakan ya brader? Wkwkwkwk, aku juga nggak keberatan kalau dikira turis, Wkwkwkwk. Nggak ding ntar dagangan yang ditawarkan harganya jadi selangit kalau dikira turis. Hehehe..

      Aku suka wayang goleknya, ntar kapan-kapan kalau kesampaian ke sana aku ingin beli wayang goleknya. :)

      Delete
    3. Howaaa .., kalau ditanya usianya berapa pohon Bodhi di candi Mendut, aku ngga tau wwkkkwkkk.
      Kurasa sih udah puluhan tahun, ya.
      Dan bibitnya kemungkinan besar seperti bibit pohon Bodhi yang ada di pelataran candi Boribudur dan di taman Buddhist Monastery yang didatangkan langsung dari istana Gujarat tempat Siddharta Gautama berasal.
      Itu menurut penjelasan yang kudapat dari petugas kebun saat aku dulu ke taman Buddhist Monastery.
      Waktu itu jawaban bapak petugas taman kutanya kira-kira berapa usia pohon Boddhi dan pohon Sala, jawabannya juga ngga tau.
      Cuma bilang ' Wah, saya juga ngga tau usianya, mas. Pastinya udah lama banget'.

      Wkkwwwkk ..
      Semoga suatu saat pas travelling ke suatu tempat, dapat pengalaman ditawari pakai bahasa Inggris sama pedagangnya ...
      Ssst, dijawabnya pakai bahasa Inggris, ya .., biar dikiranya turis dari London hihihi ;)

      Aku juga suka tampilan wayang golek, cakep ya buat di display di kamar atau ruang tamu ..

      Delete
  9. Lah, tiketnya semurah itu? Kalo pas lewat Magelang suka ngelewatin tapi lewat doang, gak pernah mampir, hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, kenapa hayooo ngga sekalian mampir liburan ke candi Mendut ... hehehe.

      Murah kan tiketnya, mas Riza.
      Malah ada beberapa lokasi candi yang tanpa perlu membayar tiket saat liburan disana.

      Delete
  10. pengen banget main ke candi mendut dan foto2 disana skalian kenalan sama bule2 ya kak.. apalagi candi ini cukup terkenal disana..dengan tiket yang murah tentunya banya wisatawan yang ingin wisata kesana ya kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, semoga terlaksana liburan ke candi Mendut, kak Vika.
      Bangga rasanya ya berkesempatan liburan ke candi berusia ribuan tahun dan berfoto disana.

      Delete
    2. bangga banget donk kak karena gak semua bisa tercapai mimpinya bisa foto bareng disana huhuhu enaknya kakak deket banget rumahnay sama banyak tempat wisata ya

      Delete
    3. Betul juga, ya ..., belum tentu semua orang berkesempatan mewujudkan keinginannya berlibur dan berfoto di candi berusia ribuan tahun.

      Iya, kak Vika kebetulan sekitaran kota tempat tinggalku banyak tempat wisatanya.
      Ntar kak Vika dan keluarga liburan ke Magelang, kuanterin deh hehehe ..

      Delete
    4. anterin dan dibayarin gak ka hahahhaa btw penginapan disana pada mahal apa murah yaaa? Kalau murah pengen si ajak keluarga main kesana hihihi

      Delete
    5. Wkwkkwkk .., dibayarin nunggu payout dulu, kak :D

      Penginapan di Dieng ada yang murah di kisaran 100K permalam juga ada yang cukup mahal.
      Tapi kebanyakan penginapan disana memang tarifnya murah karena berkonsep homestay.

      Delete
    6. Heheh kya motel gtu ya kak himawant? Hehe ciee ada blogger yang review webnya ka himawant! Selamat ya semoga sukses selalu

      Delete
    7. Betul, jenis penginapan di sekitar candi Mendut dan di Dieng hampir mirip berupa motel gitu, kak.
      Tapi banyak juga yang premium dan wouw banget harganya sampai ..., ratusan juta permalamnya, kak.
      Salah satunya bernama Amanjiwo yang pernah untuk bermalam para bintang Hollywood.

      Hehehe ...
      Terimakasih doanya, kak Vika.
      Beberapakali blogku sudah diulas oleh teman-teman blogger atas kebaikan mereka.
      Ngga nyangka saja aku blogger yunior begini kok sampai diulas oleh para blogger senior.
      Malu sebenarnya karena aku merasa masih pemula dan wajib banyak belajar dari mereka2, kak.

      Delete
    8. alhamdulilah semoga dengan begitu semakin terkenal blognya ka himawant dan pundi pundi rupiah berdatangan dengan sendirinya ya kak..

      nanti deh aku yang ulas tentang ka himawant hihihi.. semangattt gada kata junior senior semuanya juga belajar dan akupun sama kak. semangat menulis!

      Delete
    9. Amiiin, semoga betulan trwujud seperti apa yang didoakan kak Vika.
      Demikian juga sebaliknya,kudoakan blog kak Vika juga nantinya meraih kesuksesan besar, Amiin.

      Waah, lagi-lagi surprise dengarnya ..., blogku akan diulas oleh kak Vika.
      Terimakasih sebelum dan sesudahnya, kak.

      Delete
    10. Amin ya robbal alamin,, biarkan jalan yang akan menemukan kesuksesan kita.. Yang penting jangan pernah lupa akan usaha.. karena USAHA tidak akan menghianati hasil tul betul ga ka himawant? Hehehehe

      Delete
  11. wahhh hampir samalah binaannya dengan Angkor Wat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. O iyakah, kak ?.
      Sayangnya candi Mendut ini belum pernah dipergunakan untuk lokasi shooting film.
      Berbeda dengan Angkor Wat yang udah jadi lokasi shooting Hollywood, Tomb Rider.

      Semoga perijinan sebagai lokasi shooting film akan mudah nantinya.
      Kalau sudah jadi lokasi shooting film produksi Hollywood pastinya jadi tambah ramai kunjungan wisatawan mancanegara.

      Delete
    2. kalau begitu, mas harus bantu kerajaan indonesia untuk popular kan tempat ini. mana tahu, tomb rider versi tahun 2025 akan shooting di sini haha ;-) boleh ketemu angelina jolie nanti

      Delete
    3. ya, warna batuan, bentuk ukiran hampir sama dengan Angkor wat...

      Delete
    4. Wkkwkkkkkk ...
      Sayangnya sekuel si pemeran Tomb Rider sudah diganti pemeran lainnya, jadi ngga bakalan si pemilik bibir seksi Angelina Jolie main lagi di film itu, kak.

      Kalau gitu, kak Anies saja yang jadi pemeran berikutnya jadi tokoh Tomb Rider yang shootingnya diadain di candi Mendut ;)

      Delete
  12. Tau Candi Mendut dari temen yang pernah kesana. Dia bercerita sangat asik. Dan setelah baca ini tulisan, tiketnya murah ya. Jadi mupeng. Kira kira, ada ga penginapan murah di sekitar candi bang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan khawatir tentang penginapan, mas.
      Di sekitaran area candi Mendut dan candi Borobudur banyak penginapan terjangkau buat para backpacker kayak kita.
      Di seberang jalan candi Mendut juga ada 1 penginapan murah.

      Tapi kalau barangkali teman-teman ada yqng mau nyobain bermalam di hotel-hotel premium dengan rate permalamnya ratusan juta juga ada di sekitaran candi Borobudur
      Hehehe ...
      Itu loh, yang pernah digunain bermalam para bintang film Hollywood seperti Richard Gere dan pemain sepak bola kondang, David Beckam.

      Delete
  13. Candi Mendut memang keren, 11 12 lah dengan yang pakai Topi, :)

    Ohy..foto paling atas itu inspirasinya dari Grup Ceribell yach mas...soalnya gayanya mengurangi angka sebagai sosok Perkasa. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Howaaa ..., kok aku dibandingin sama candi sih ?
      Ha ha ha !

      Ohh, bukaan ..
      Terperanjat aku bacanya.
      Itu tuuh gaya berfotoku bukan terinspirasi dari Ceribell ..., tapi terinspirasi dari kata Lelah.

      Ceritanya aku tuh saat itu kelelahan, abis perjalanan jauh dan ngitari candi.
      Jadilah fotoku mendadak bergaya sedemikian rupa, gegoleran manjah.
      Buahahahahahahahaha .. !.

      Delete
    2. Hahahahah..kirain,ada yang mengaturnya demi sebuah keunikan, ....
      Ohy..yg memfoto siapa yach mas, robot kah... ? :)

      Delete
    3. Hahahaa ...
      Ada pengarah gaya gitu, kang ?.

      Yang motretin si robot ijo ;)

      Delete
    4. Hahahaa ...
      Sepertinya ngga dibolehin SPG nyelonong tugas ke area candi deh, kang :)

      Delete
  14. Candi Mendut termasuk candi kesukaan saya, soalnya indah, meskipun kecil.
    By the way, English oom?

    ReplyDelete
  15. Btw apa mas Himawan nenek moyangnya berasal dari Thailand ya? Hehehe...

    Wow ternyata usia candi Mendut lebih tua dari candi Borobudur......candi kecil tapi ramai dikunjungi turis asing ya mas,...
    Patung di dlm candi masih ada berarti candinya terawat dgn baik ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan, mas Aris hahahaa ..
      Nenek moyangku berasal dari Tiongkok dan Jawa tulen.
      Lahirlah aku gabungan dari keduanya.

      Betul, mas Aris.
      Candi Mendut ini salah satu candi yang terselamatkan dengan baik dari erupsi gunung Merapi ratudan tahun silam.
      Dan terawat dengan baik.

      Delete
    2. Kalo erupsi gunung Merapi ratusan tahun silam berarti banyak candi yg hancur dan nggak terselamatkan dan akhirnya peninggalan sejarahnya hilang ya mas

      Delete
    3. Betul, mas.
      Diduga ada beberapa candi yang hanya tinggal nama di prasasti dan ada juga candi yang tak lagi utuh akibat erupsi besar.

      Delete
    4. Sayang sekali ya mas, jadi kita masih belum mendapatkan informasi ttg kehidupan orang2 jaman kerajaan secara lengkap. Semoga aja masih ditemukan sisa peninggalan lainnya yg bisa menyingkap sebagian misteri masa lalu.

      Delete
    5. Semoga kelak diketemukan lagi jejak peninggalan ribuan tahun silam, mas.

      Delete
  16. kalau di luar JAwa mungkin nggak ada candi ya MAs

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di luar pulau Jawa juga ada candi Buddha dan candi Hindu yang usianya juga ribuan tahun, mas.
      Cuma memang jumlahnya hanya sedikit, tak sebanyak candi di pulau Jawa.

      Contohnya ini : mas :
      • candi Muara Takus di Riau
      • candi Muaro Jambi di Jambi
      • candi Gunung Tua di Tapanuli Selatan

      Delete
  17. Asyik, jalan-jalan ke candi lagi. Itu bulenya sama Himawan saling angguk ... coba perhatikan matanya, siapa tahu ada yang mengedip hahaha, asal jangan yang cowok yaaaa *ngikik*

    Melihat reliefnya di dinding, Kuwera dan Hariti, serta relief lainnya, nampak sekali bahwa Candi Mendut sangat terawat ya, Himawan. Reliefnya masih terlihat bagus sekali begitu. Ini warisan yang harus terus dilestarikan.

    Dan yang menarik adalah pohon Bodhi itu. Akar pohon yang menjuntai semacam sulur itu, unik. Semoga masih ada pohon bodhi lainnya di sekitaran Candi Mendut atau candi-candi lainnya. Jangan ditebang, harus turut dirawat sebagai penyangga sekitar candi itu sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau diperhatikan, ada sih ..., yang ngedipin mata, kak.
      Tapi ituuu keknya gegara kelilipan ...
      Hahahaha !.
      Bule juga bisa kelilipan kan, kak ..

      Betul, candi Mendut salah satu candi yang detil reliefnya sangat jelas dan kerennya lagi perawatannya terlihat maksimal.

      Kebetulan di pelataran candi Borobudur juga ada beberapa pohon Boddhi, termasuk di kompleks taman Buddhist Monastery.
      Ntar kalau kak Tuteh berkesempatan ke candi Mendut, cobain bergelayutan di akar pohon Bodhi hehehe ..

      Delete
    2. Himawan janji ya kalau saya bergelantungan di pohon Bodhi, wajib dipotret berkali-kali :p sebagai wujud nyata dari keisengan saya yang luar biasa hahahaha ...

      Delete
    3. Hahahaahaa ...
      Aku siap berjanji untuk melaksanakan sesi pemotretan berkali-kali sampai kak Tuteh pegal tangannya bergelayutan ala-ala cat woman ..

      Delete
    4. Bruakakakak saya pegang janjinya :p haha. Wah ini pasti seru sekali kalau misalnya kita pergi traveling bareng :D bisa berjilid-jilid cerita kegokilannya :D

      Delete
    5. Pastinya suasana liburan jadi penuh ketawa cuwawakan seru :D

      Senin kemarin aku dan Celyn liburan ke candi Mendut, kak.
      Aku antar Celyn yang pengin ke sana.
      Kami bergelayutan di akar pohon Bodhi ..., kami ketawa ngakak rame. Seru banget !.

      Lucunya, Celyn di candi Mendut diajak foto bareng oleh beberapa wisatawan.
      Salah satunya seorang polisi yang sedang berpatroli dan mampir liburan di candi Mendut.

      Delete
    6. Hahahah betul!

      Hwah Celyn beruntungnya punya paman kayak Himawan huhuhu ... boleh saya jadi keponakannya juga? :D Seru sekali jalan sama Celyn sambil bergelayutan di akar pohon Bodhi sampai diajak foto bareng sama wisatawan lain ha ha ha kebayang mereka pasti terheran-heran ngelihat ini om sama keponakan kompak sekali.

      Delete
    7. Ayook ...
      Dengan senang hati kak Tuteh kuanggap sebagai ponakanku juga :)
      Hehehe

      Alangkah senangnya punya banyak sodara ...

      Delete
    8. Horeee. Kita semua bersaudara πŸ€—

      Delete
  18. Paling suka saya mas kalau berwisata ke tempat yang ada cerita legendanya dan ada unsur spiritualnya,,,,mantap wisata trooss hehe

    ReplyDelete
  19. Hehehe .., iya sih, mas.
    Apalagi berlibur sekaligus mencari info selengkap mungkin di tempat yang ada sejarahnya untuk kepentingan artikel ..., itu sesuatu banget pengorbanannya hahaha.

    Ngga boleh salah info dan harus sedetil mungkin diulasnya.

    Ayook, mas Eko juga mengulas lokasi wisata yang ada sejarah dan spiritualnya, ya ...
    Pasti kukunjungi artikelnya hehehe

    ReplyDelete
  20. Saya orang magelang, tp belum pernah ke candi Mendut ini duh.
    Habis baca ini tiba tiba jadi ingin mengunjungi candi Mendut 😊 karena kalau ada sanak keluarga dari luar kota mereka pasti maunya ke Borobudur, jadi memang nggak kepikiran untuk ke candi Mendut😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Laah, kak Rita kok bisa sih asli orang dari Magelang tapi belum pernah ke candi Mendut hohoho ..
      Ayok disegerakan kesana, kak

      Jangan lupa tuh ntar taman Buddhist Monastery yang persis di sebelah area parkir dikunjungi juga, kak.
      Untuk masuk ke tamannya yang keren buat foto-foto tinggal masuk saja, tanpa dikenai tiket.

      Delete
  21. Candi Mendut adalah candi yang banyak menyimpan kenangan indah bersama kekasih pujaan hati yang kini telah melahirkan anak-anak kita, di candi mendut inilah pertama kali aku mencium bibirnya penuh cinta...sejak itulah sang kekasih tergila-gila padaku hingga minta segera dinikahi....amboy banget kan Candi mendut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wouw, kok so sweet banget sih ..
      ;)

      Ternyata ya candi Mendut punya sejarah kisah kasmaran antara Mang Lembu dan si pujaan hati.
      Waah kayaknya buat skenario sinetron kena banget tuh ..
      Hihihi

      Delete
  22. candi Mendut
    warisan yang tak ternilai harganya
    sungguh indah
    jangan sampai sirna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat, bang Tomo.
      Kita wajib ikut melestarikan dan memperkenalkan ke banyak orang tentang keindahan candi Mendut.

      Delete
  23. Dari dulu saya udah tertarik sama candi-candi di Indonesia, dan pengen banget ke sana, salah satunya ya Candi Mendut ini. Tapi, entah kenapa selalu ga kewujud :v. Semoga aja suatu saat bisa ke sana. Mayan bisa ngupdate profile picture *lah :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah kenapa ya mas Michael kok selalu ngga terwujud untuk liburan ke candi ?.
      Kudoain ya mas agar kelak betulan terlaksana ke candi ..., dan nantinya disana bikin foto yang banyak buat stok persediaan foto profil :D

      Delete
  24. Bagus banget ukiran-ukirannya ya mas. Belum pernah ke sana dan jadi kepengen ke sana.

    omnduut.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, omnduut Haryadi.
      Candi Mendut ukiran reliefnya terpahat detil dan bagus banget.
      Keren deh pokoknya :)

      Kudoain kelak omnduut kesampaian ke candi Mendut.

      Delete
  25. Lihat pohon Boddhi jadi ingat novel Akar karya Dee Lestari.Mengunjungi candi itu seperti menelisik masa lalu.
    Oot itu yang foto sendiri hasil jepretan bule ya...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya, betul.
      Mungkin novelis sekaligus penyanyi itu terinspirasi dari pohon Bodhi di candi Mendut atau candi Borobudur kali ya :)

      Bukaan, kak Elin ...
      Hahaha .. :D
      Itu fotoku bukan hasil jepretqn si bule teman dadakan, kok.

      Delete
  26. Oh, candi mendut ternyata lebih tua dari Borobudur. Baru tahu saya. Mungkin itulah sebab Candi Borobudur lebih besar, karena yang datang belakangan teknologinya lebih canggih, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi memang begitu adanya hehehe ..., para leluhur menemukan tehnologi dan pola desain yang menakjubkan lalu dibuatlah candi Borobudur yang jauh sangat lebih besar dari ukuran candi Mendut.

      Delete
  27. itu tiketnya 3000 ya...murah ya...mantap mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malah di beberapa lokasi candi lain, ngga dikenai tiket, mas Affan :)


      Tinggal masuk dan kewajibannya cuma mengisi buku daftar kunjungan tamu saja.

      Tapi tiket masuk ke candi setenar ini namanya, memang terbilang murah cuma 3000.
      Kapan-kapan liburan ke candi Mendut, mas Affan ..

      Delete
  28. Sore2 ngeteh ditemani Trip of Mine menelusuri lorong2 candi mendut dengan tuturan sejarah yang mengagumkan... Btw, baru sekarang saya tahu tentang Maithreya...Thanks you!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, kak Lantana.
      Senang rasanya artikelku ini jadi teman ngeteh kak Lantana :)

      Mari kita ngeteh lagi hehehe ..

      Delete
    2. Mari...mari...

      Ditunggu ya, trip berikutnya...:)

      Delete
  29. wah aku belum pernah ke sini, relief candinya detil banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan ada waktu liburan ke candi Mendut sekalian dibuat ulasan, koh Deddy.

      Delete
  30. dulu palingan cuma pernah ke brobudur, padahal pengen banget ke candi mendut. Keutuhan relief nya masih bener" kejaga banget. warisan yg harus di lestarikan.

    Next kalo ada waktu mampir kesana ahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip, next wajib liburan ke candi Mendut sekalian setelah ke beberapa lokasi wisata sekitaran candi Borobudur, kang Naim.

      Sayang kalau dilewatkan :)

      Delete
  31. Wah lengkap banget ceritanya. Aku belum pernah ke Candi Mendut. Baru Borobudur. Destinasi wisata sejarah yang kudu dikunjungi kalau ke Magelang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya, kak Nur Rochma :)

      Siip, ntar pas liburan ke Magelang, candi Mendut ini wajib juga dikunjungi.
      Sayang banget kalau ngga.

      Delete
  32. Secara umum pesan yang bisa saya simpulkan setelah membaca tulisan mas Himawan ini ialah, JANGANA SEKALI KALI MELUPAKAN SEJARAH karena sejarah adalah gambaran dari peradapan bangsa di masa lalu, tujuannya tentu untuk belajar dan mengatur langkah agar paham bahwa gedung bertingkat yang nyaris mencapai langit, sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu. Buktinya candi Mendut yang diulas mas Himawan dengan lengkap ini. Lantas harus apa? hargailah keluhuran bangsamu di masa lalu, dan jangan terlalu mengagungkan masa kini karena jauh sebelum itu, sudah ada. Terima kasih sharingnya mas, mohon maaf jika kesannya komen ini tidak nyambung tetapi saya melihat dari sisi yang berbeda mas hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget analisa mas Martin setelah membaca postku ini.
      Aku ingin pembaca ikut wajib tak melupakan sejarah kebudayaan dan peradaban masa lalu dan generasi muda juga tak berkurang keinginannya berlibur di candi.

      Kita semua wajib bangga karena sejak ribuan tahun silam, para leluhur kita telah sanggup membuat candi-candi berornamen indah, padahal jaman dahulu kala masih minim tekhnologi dan peralatan seperti sekarang ini.

      Delete
    2. Mas Him Selamat natal mas, damai Kristus...

      Ale saya ngakak baca dialog ini kwkwk

      Dengan fasih berbahasa Inggris mereka ikut menyodorkan dagangannya, termasuk ke aku yang tak luput dari sasaran rayuan pulau kelapa , " Only thirty thousand, sir. Is cheap " , selembar kain warna kuning dengan motif memikat disodorkan sambil dibentangkan oleh si pedagang berjalan disampingku.
      Langsung kujawab saja pakai bahasa Jawa kromo, " Mboten, bu. Maturnuwun ".
      Si ibu pedagang sontak kaget, aku pun nahan ketawa agar ngga kebablasan ngakak lihat reaksi ekspresi kagetnya.
      Laaah ..., apa dikiranya aku ini bukan dari Indonesia kali, yaa ... ?.
      Tampang dari Thailand gitu ?.
      Ha ha ha ..., ono - ono wae, buuu ... .

      Btw benar mas, pedangan itu nda salah orang mas Him keliahatan bulenya (maksudnya kayak orang Thailand atau Vietnam) mas Him

      Delete
    3. Selamat hari Natal juga, mas Martin.

      Wwwkkkwwkk ..., masa sih mas profil wajahku mirip profil wajah penduduk negara tetangga ?.
      Kalau kakek buyutku memang berasal dari daratan Tiongkok dan simbah buyut putri Jawa tulen, mas.

      Delete
    4. Kolaborasi antara Indo Cina itulah yang melahirkan wajah ganteng nan eksotik seperti mas Himawan hehehe.. salam damai saudaraku...

      Delete
  33. Peninggalan zaman dulu memang luar biasa ya. Kita patut berbangga karena leluhur kita meninggalkan banyak bangunan yg luar biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat sependapat, kak Eri.
      Luar biasa indah karyanya dan sekarang membanggakan nama Indonesia bahwa leluhur kita telah berkemampuan seni dan peradaban tinggi sejak ribuan tahun silam.

      Delete
  34. sampe lupa terakhir kesini kapan hehehe. saking lamanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ...
      Mastah travelling nih namanya kak Ainun ini :)
      Saking banyaknya lokasi yang udah didatengi buat berlibur, jadi kelupaan pastinya kapan pernah berlibur ke candi Mendut ..

      Delete
  35. Candi mendut memang bagus ya mase...biarpun tidak seramai candi prambanan dan borobudur...saya dulu masih duduk di sekolah pernah keaana mase...soalnya tidak jauh juga dari tempat saya kebumen..
    Ngomong ngomong kalo saya yang ketemu bule cantiknya..langsung saya ajak kenalan tuh mas..hee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, jumlah pengunjungnya memang tak sebanyak di candi Borobudur dan candi Prambanan.
      Mungkin karena luas area candinya juga ikut mempengaruhi kunjungan wisatawan.
      Padahal meski berukuran tak begitu besar, candi seperti candi Mendut ini sangat menarik diamati detilnya juga belajar sejarahnya.

      Waaah ...
      Yakin mase langsung berani ngajak kenalan sama bule cantik ?
      Hahahaa ..
      Mantaplah itu maseee :D

      Delete
  36. Ulasan mas Himawan tentang candi Mendut keren mas..lah selama ini tak pikir candi Mendut itu candi agama Hindu..dasar ya..lupa pelajaran sejarah nih
    Nah ini nih.. Boleh juga mas Himawan dikira turis asing.. Hmm turis dari Thailand ya..he he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya, kak Monica.
      Semoga jadi referensi buat semua pembaca,ya :)

      Hahaha ..
      Turis dari Bangkok :D

      Delete
  37. Udah gak dingin dinginan lagi nih mz critanya... sekarang maen ke candi ya.. aku dari dulu penasaran gimana orang jaman dulu itu motongin batunya yak? kan belum ada alat-alat canggih kayak sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan sebelum dan setelah liburan ke candi Mendut ini, ngga dingin-dinginan pakai acara kehujanan, kak ... he he he :)

      Nah, itu dia !.
      Aku juga seringkali terbengong-bengong tiap kali liburan ke lokasi candi dan ngamatin potongan-potongan batu juga detil reliefnya ..., pakai alat apakah itu pengerjaannya ??.
      Juga cara menyusunnya.
      Padahal berton-ton beratnya.
      Ajaib !

      Delete
    2. itulah mz, nanti sekali kali tanya sama pengurusnya ya mz trus kasih tau aku, beneran penasaran gimana motongnya batu kayak gitu bisa jadi kotak, bentuk trus halus potongannya. :)

      Delete
    3. Baik, kak Risna.
      Akan kucoba cari informasi tentang hal itu dari beragam sumber bagaimana cara proses pembuatannya bisa terbentuk seperti itu.

      Delete
    4. ok makasih mz, maaf sudah ngepotin

      Delete
  38. Kok bawa2 mantan mas, move on dong... hehehe.

    ReplyDelete
  39. Replies
    1. Ha ha ha ...
      Itu kan penganan traditional, mas :D

      Kalau candi ini keras bahan pembuatannya ;)

      Delete
  40. wahh lengkap bgt ceritanya,terima kasih mas tambah pengetahuan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih juga sudah berkunjung ke artikelku ini,kak Rikka.
      Senang rasanya bisa berbagi pengetahuan.

      Delete
  41. Tiga kali aku ke Candi Mendut. Pas SD, pas masih kuliah, dan pas 1 Januari 2018. Wow banget kan? Yang paling seru pas kunjungan paling akhir. Niat banget ke situnya pakai jasa guide supaya paham segalanya,ndilalah guide nya muda belia, suka banget disuruh motret2 dalam yg paling seru sabar mengajariku bergelantungan di akar pohon bodhi, dia sabar motret momen aku menggantung,nunggu sampai pas aku tampak menggantung, sampai telapak tanganku merah membara..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaaha ..
      Wow banget pengalaman itu, kak !.
      Kebetulan bertemu dengan guide muda belia yang sabar orangnya ..., bersedia memotret dan melatih bergelayutan di akar pohon Bodhi.

      Biar tangan memerah, tanganku juga setelah bergelayutan lama ..., rasanya seneng banget ya, kak berkesempatan menjajal seru-seruan di akar pohon berasal dari Gujarat, India itu.
      Mengesankan !

      Delete
  42. Kayaknya saya pernah ke sini deh, waktu tahun 2009 saat ke Borobudur.
    Keren ya tempatnya.
    Pengen ke sana lagi, tapi tunggu si bayi gedean dikit.
    Agak parno saya ngajak bayi ke tempat gituan :D

    Pengen juga foto bergelantungan meski mungkin dibilang petakilan hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ...
      Petakilan yang seruuu ..., bergelayutan di akar pohon Bodhi.
      Ntar pas kak Rey dan si bayi udah gede, berlibur lagi ke candi Mendut ..., jangan lupa berfoto bergelayutan yaa :D

      Delete
  43. Tiap kali ke Borobudur, pasti lewat sini niiiih. Tapi fokus saya pasti melihat ke pohonnyaaa :D wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, biar lebih seru jangan cuma fokus lihat pohonnya saja, mas Febri ... wkkkkwwwk ..., tapi cobain juga sekaligus bikin dokumentasi bergelayutan di akar pohon Bodhinya ...

      Seruuu loh .., kayak tarzan gitu .. , ha ha ha :D

      Delete
  44. Kalo Kesini belum pernah, pernahnya ke Borobudur dan Prambanan... Ngomong2 candi yang dikisahkan dalam sejarang roro mendut kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan ada waktu, mampir berlibur ke candi Mendut, kak.
      Sayang loh, ngga sekalian mampir setelah berlibur ke candi Borobudur.

      Candi Mendut tidak ada kaitan cerita dengan tokoh wanita Mataram kuno Roro Mendut berasal dari Pati itu,kak.
      Hanya kebetulan sama nama saja, sama-sama menggunakan kata Mendut dibelakangnya.

      Delete
  45. Sedikit ada perubahan yaa candi mendut.. Dulu pernah kesana tahun 1993 atau 1994 kalau nggak salah..masih smp saya kala itu..Heehee!! Justru yang buat saya tertarik bukan candinya tapi alam lingkungan sekitar..πŸ˜„πŸ˜„

    Sempat dapat kenalan dulu main kesana mas.. Jadi teringat kenangan lalu Haahaaa!!..πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ..
      Hayooo ngaku ..., setelah dapat kenalan di candi Mendut lalu berujung jadi pacaran yaa ?, wkkkwkkwwk ...
      So sweet banget pengalaman mas Satria ini :)

      Delete
  46. Belum pernah jadi sekalipun main ke candi hiksss :'(
    Semoga tahun depan bisa jadi resolusi yang terkabul aminnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, ikut kudoakan Aul kesampaian liburan ke candi di tahun depan.

      Delete
  47. saya menduga masih banyak bangunan kuno yang terpendam di pulau jawa mengingat sering ada gunung meletus. ingat candi mendut ingat roro mendut jadinya. dan kalau gak salah saya punya teman yang tinggal gak jauh dari situ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemungkinan sangat benar adanya dugaan seperti itu, mas.
      Karena beberapakali telah terjadi erupsi besar gunung Merapi.

      Wah, itu aku bukan yang dimaksud teman mas Affip yang tinggal ngga jauh dari candi Mendut ?.
      Wwkkwwkkwkk ...
      Bukan ding, wong rumahku masih cukup jauh dari candi Mendut ;)

      Delete
    2. akhir tahun kalo mau jalan-jalan ke pantai hati-hati mas, siap-siap pelampung, sepertinya sekarang ada model tsunami baru yang datang gak pakai permisi hihi

      Delete
    3. Iya, betul mas Affip.
      Menakutkan banget.
      Yang sangat patut diwaspadai lokasi pantai yang jalurnya berada segaris dengan gunung berapi.
      Alur bawah lempeng tanahnya bisa mendadak patah akibat aktivitas vulkanologi dan menyebabkan mendadak terjadi tsunami.

      Delete
  48. Murah banget ya HTM nya cuma 3000 perak , coba kalau rumah saya dekat sudah bolak balik kali...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, mantap ..
      Mau bolak-balik ke candi Mendut untuk bersantai sambil nyari ide untuk penulisan artikel ya, mas .. :)

      Delete
  49. dengan harga tiket masuk yg murah, ilmu yg bisa diambil di sana cukup banyak, so terbilang murah, mengingat banyak sekali hal yg bermanfaat di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat betul.
      Liburan di candi Mendut tak cuma liburan semata tapi juga bisa belajar sejarah ribuan tahun silam.

      Informasi harga tiket terbaru udah kudapatkan, sewaktu beberapahari setelahnya aku berlibur dari candi Mendut aku ke candi Pawon.
      Infonya tunggu di artikel berikutnya ya, kak :)

      Delete
    2. ok bang wkwkwk semoga tiketnya tetap murah kalo lewat samping xD

      Delete
    3. Wwwkkkwwwkk ...
      Nerobos sela-sela pagar nih ceritanya ... :D

      Delete
  50. murah meriah banget ya main ke candi mendut. kapan-kapan kalo ada kesempatan ke magelang, harus banget mampir nih. semoga harga tiket nya blm naik.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip, kak Tia :)
      Ini aku udah dapatkan harga tiket lebih bikin surprise, setelah berlibur ke candi Pawon.
      Tunggu infonya di artikelku selanjutnya ya, kak hehehe

      Delete
  51. Ini nih candi yang belum pernah aku kunjungin di jawa.. pernahnya borobudur sama prambanan. Ini candi yang ada di tengah jalan itu kan yah?? rame banget nih kalau hari libur. Aku paling cuma pernah lewat doank watu perjalanan ke Jogja tapi nggak pernah berhenti kesitu..

    Bagus yah ternyata... hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayang terlewatkan ya ngga sekalian mampir berlibur ke candi Mendut sewaktu liburan ke candi Borobudur, mas ...

      Tepatnya di pinggir jalan, mas.
      Bukan di tengah jalan.
      Sisi sebelahnya berupa perkampungan warga.

      Delete
  52. Tembok yang ada reliefnya sangat bagus untuk dijadikan background selfy mas, semoga para wisatawan asing semakin penasaran dengan candi-candi yang ada diseluruh indonesia.. Happy blogging

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat, mas.
      Menurutku panel berelief Kurewa dan Hariti yang letaknya berhadapan dan berada di lorong terbuka menuju ruang bilik candi itu paling unik untuk latar belakang berfoto.
      Detil reliefnya juga sangat terukir bagus banget.

      Delete
  53. Terakhir ke mendut tahun 2010 dan memang mendut tidak kalah eksotis dari candi lainnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap mas Heri pernah ke candi Mendut ternyata :)

      Delete
  54. nah, kalau mau ke borobudur pasti lewat candi ini ya mas, tepat disamping jalan.
    saya ingat banget itu.
    tapi tidak pernah mampir, karena langsung ke borobudurnya..
    hehe..
    dan saya baru tahu disana ada pohon bodinya, kirain hanya ada candi saja disana mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah bli Eka masih ingat betul lokasi candi Mendut ini, meski belum sempat mampir berlibur disana ..., membekas di ingatan dengan baik ya hehehe..

      Ntar kapan ke Magelang lagi, mampir ke candi Mendut ya, bli .. dan nyobain serunya gelayutan di akar pohon Bodhinya ;)

      Delete
  55. Beberapa kali ke magelang saya cuma lewat doank disana waktu menuju dan dari borobudur...
    Semoga lain kali ada kesempatan buat berkunjung langsung...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku doakan dan support kak Reezumi kelak liburan ke candi Mendut.

      Delete
  56. didalamnya ada 2 patung budhan yang besar.. wahh... ini keren ternyata ada dalamnya juga ya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepatnya ada 3 patung, mas Sabda.
      Kalau difoto terlihat kecil, tapi lihat aslinya ukurannya sangat besar.

      Delete
  57. Lihat pohon Bodhy jadi ingat novelnya Dee Lestari. Ternyata pohonnya gede banget ya, mirip-mirip beringin.
    Saya lupa pernah berkunjung atau belum ke candi Mendut, soalnya dulu beberapa kali lewat jalurnya 😁😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, jenis pohonnya ada kemiripan dengan pohon beringin, kak. Juga ukurannya yang menjulang tinggi besar.

      Sepertinya sih kak Qudsi udah pernah ke candi Mendut hehehe :)
      Hasil 'terawangan' ku sih begitu ... wwwkkkwkk ...
      Dukun kaliiiiii pakai nerawang segala ..

      Delete
  58. saya pulang kampung ke jogja bolak balik belom pernah mampir ke candi mendut ini.. ckckckck sungguh terlalu XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwwkkkwkk .., aku kok langsung teringatkan salah satu kalimat populer itu 'sungguh terlalu' :D

      Biar ngga terlalu, disempatin liburan ke candi Mendut yok, kak ;)

      Delete
  59. Ini enaknya jadi blogger, bukan hanya sekedar jalan jalan saja lalu fotonya cuman diposting ala kadarnya dan kesannya jd pamer, tapi klo blogger yg posting, ulasannya pun lengkap :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya, kak Yani.

      Betul apa yang dikatakan oleh kak Yani, kalau hanya sekedar liburan dan foto-foto lalu dishare di sosmed, terkesannya hanya sebatas pamer ke publik.
      Kalau tugas seorang blogger berbeda ..., selain berfoto di lokasi sebagai pembuktian diri bahwa memang benar pernah kesana juga mengumpulkan sumber informasi di lapangan yang berhubungan dengan suatu lokasi dan menukiskan setelahnya untuk artikel.
      Tak mudah memang prosesnya, tapi sangat menyenangkan setelah artikel yang kita buat direspon baik oleh banyak pembaca.

      Delete
  60. Muito obrigado pela visita ao meu blogue e aproveito para desejar um Santo e Feliz Natal. πŸŽ„

    Andarilhar
    Dedais de Francisco e Idalisa
    Livros-Autografados

    ReplyDelete
    Replies
    1. Obrigado Francisco Manuel Carrajola Oliveira.
      Feliz Natal, Merry Christmas.
      Greetings from Indonesia.

      Delete
  61. Terakhir kali aku ke Jogja, belum ke candi ini. Cuma ke borobudur dan prambanan... basi yak hahahha :D Musti sempetin hari lebih lama lagi deh buat bener2 jalan ke mana-mana. Aku pengen nih ke candi ini. Dulu udah pernah sih, tapi masih kecil banget... masih SD apa SMP gitu. Huwaaaaa.. pengen balik ke Jogja lagi... :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayook kapan liburan ke Magelang lagi, kak Ran ...
      Candi Borobudur dan candi Mendut ini lokasinya bukan di Jogja, kak.
      Kalau candi Prambanan iya betul lokasinya di Jogja.

      Delete
  62. uwaaahhh udh lama ga berkunjung ke blog mu, udah banyak yg baru aja :). PR mau bacain dulu.

    Diinget2, aku kayaknya blm pernah ke candi mendut sih. nyesel juga pas ke borobudur dulu, kok ya ga nyempetin kesini. tp pas ke borobudur itu aku ingetnya lg puasa, dan matahari terik blasss hahahaha. kluar candi lgs kliyengan, udh ga sanggub kalo hars lanjut ke candi yg lain. kapan2 kalo ke magelang lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih artikelku dijadiin PR bacaan buat kak Fanny :)

      Hahahaha ...
      Bener sih kalau pas siang hari datang ke candi Borobudur, terik panasnya kerasa terik banget.
      Bawa sunglasses juga payung kayaknya paling pas buat bekal.

      Delete
  63. Sepertinya, atau bahkan rasanya saya belum pernah ke Candi Mendut. Yang saya ingat, saya pernah ke Candi Borobudur. Itu pun waktu study tour saat masih di SMP. Semoga bisa mampir ke Candi Mendut. Trims atas ulasannya Kang? Salam dari orang desa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kembali, mas Broh.
      Kudoakan keinginan mas liburan ke candi Mendut suatu saat nanti kesampaian.

      Delete
  64. Oh...itu pohon Bodhi yaaa...baru ngerti. Tak kira pohon beringin.. beberapa kali sih lewat candi Mendut ini. Cuma kan dia berpagar gitu .. tak kiranya ga boleh masuk mendekat..liatnya dari luar gitu thok..Ternyata boleh yaa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh banget masuk ke areanya, kak.
      Ngga ada batasan waktu berkunjung disana juga kok, kak. Asalkan ngga melebihi jam tutup operasionalnya hehehe.

      Sepintas dilihat pohon bodhi memang ada kemiripan dengan pohon beringin,tapi dilihat dari dekat beda banget tampilannya, kak.

      Delete
  65. Pingin banget bisa main ke Jawa dan mengunjungi beberapa destinasi unggulan di sana, terutama candi borobudur yang melegenda dan salah satu keajaiban dunia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kudoakan kelak kak Ihan betulan kesampaian liburan menjelajah ke pulau Jawa, termasuk ke candi Borobudur.
      Semuanya dimudahkan untuk itu, Amin.

      Delete
  66. Very Merry Christmas...dan tahun baru pun menjelang....!!
    I can't wait for your new trips in the new year.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Merry Christmas also for you, mrs. Lantana ...
      Ngga kerasa ya, tau-tau udah bersiap pergantian tahun lagi.
      Duh, cepat tua deeeh ..
      Wwkkkwwkk !

      Terimakasih penantian artikel terbaruku, kak.
      Artikel baru sedang dipersiapkan ;)

      Delete
  67. Si ibu pasti mengira mas himawan adalah Thakrit Tawanpong (Phet), aktor keren asal Thailand. Wkwkwk

    ReplyDelete
  68. Wwwkkkwkkk ..
    Sopo kuwi aktor Thakrit Tawanpong, mas :D ?.
    Coba aku searching gambarnya, jadi penasaran nih kayak gimana orangnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sudah ketemu gambarnya, dimirip miripin ajalah ya, mas. Hihihi

      Delete
    2. Udah ketemu gambarnya, mas.

      Ternyata diperhatiin ..., wajah si aktor Thailand itu mirip dengan wajah mas Rustam Renaldy !.

      Waaah ..., seduluran sama dia yaa, mas ? , hehehe

      Delete
  69. wah gila sih, itu relief nya keren-keren banget mas. Mumpung liburan nih mas ayo main ke palembang, kita kumpul sesama blogger heheheh. Ajak bloggertravel yang lainnya juga biar makin seru

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ukiran reliefnya jelas dan detil pembuatannya ya, mas Tri.
      Apik.

      Semoga kesampaian ke Palembang, mas. Lalu kita bikin temu sesama blogger.
      Wah itu pasti menyenangkan banget acaranya ...

      Delete
    2. Iya mas nanti jangan lupa hubungi saya kalau jadi kesini heheheh

      Delete
  70. Me ha encantado tu reportaje. Gracias por tu visita. Feliz navidad.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Feliz Natal, Teresa.
      Obrigado for your visiting.
      Greetings from Indonesia.

      Delete
  71. Dah ak buka link-nya Mas..dah ak comment jg nih..😊..tulisannya bagus..'lurus'..spt orgnya yg tulus..Success 4 U'r Blog Mas..πŸ˜‰πŸ‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwkkkwkk ...
      Bisa aja nih kak Arie, jadi tersandung, eh# tersanjung maksudku :D

      Ayok, ngeblog lagi, kak Arie.
      Kutunggu post terbarunya.

      Delete
  72. kalau candi mendut jadi inget prosesi hari raya waisak. sebagai tempat dimulainya prosesi arak-arakan menuju candi borobudur. Tahun 2013, aku pernah mengikuti prosesi hari raya waisak di candi borobudur

    ReplyDelete
  73. inget dulu pernah naik mobil lewat candi mendut tapi gak mampir karena udah sore. semoga kapan2 bisa berkunjung ke candi mendut. :')

    ReplyDelete