Thursday, November 1, 2018

Museum Sasono Guno Roso Koleksi Wayang Mancanegara dan Lokal

Di Kabupaten Magelang, tak jauh dari lokasi keberadaan candi Borobudur, candi kebanggaan Indonesia dan diakui sebagai Tujuh Keajaiban Dunia dan berjarak tempuh sekitar 5 kilometer, bahkan dari halaman depannya keindahan candi terbesar di dunia itu terlihat sangat jelas ..., menjulang tinggi sangat artistik dan menawan, berdiri museum wayang Magelang, museum Sasono Guno Roso.
Trip Of Mine

Lobby hotel berdesain perpaduan gabungan  antara bentuk badan rumah traditional khas adat Bugis dan beratapkan genteng dengan bentuk atap rumah traditional khas adat Jawa, penggabungan desain keduanya yang diistilahkan dengan rumah Bugis diblangkoni [ Blangkon : penutup kepala khas Jawa traditional terbuat dari bahan kain, digunakan untuk kaum pria, biasanya digunakan untuk suatu keperluan acara adat ] di tepi jalan Balaputradewa, pada suatu pagi itu kumasuki.


Trip Of Mine
Lobby Pondok Tingal

Saat itu suasana lobbynya yang banyak dihiasi ornamen seni traditional tampak lengang, hanya terlihat 2 petugas hotel berjaga disana.
Kedatanganku saat itu bukanlah untuk keperluan staycation yang seringkali dilakukan oleh para blogger untuk mengulas kelengkapan fasilitas suatu hotel dan juga bukan untuk keperluan chek-in bareng kamu, eh# ... .
Tapi kedatanganku ke hotel milik mantan Menteri Penerangan alm. R. Boediardjo periode jabatan tahun 1968 - 1973 itu untuk keperluan liburan di museum wayang Magelang, bernama Museum Sasono Guno Roso.

Dari lobby receptionist hotel Pondok Tingallah setiap pengunjung yang bermalam atau tidak bermalam disana untuk keperluan memasuki bangunan museum wayang Sasono Guno Roso koleksi pribadi milik mantan menteri, jurnalis, seniman juga pernah menjabat sebagai ketua perhimpunan anggrek Indonesia ini akan diarahkan.


Trip Of Mine
Gedung museum wayang Sasono Guno Roso berada di sebelah kiri

Setelahnya akan didampingi oleh salah satu petugas hotel untuk memasuki bangunan satu - satunya museum wayang di Magelang.
Ibu Titik, saat itu petugas hotel Pondok Tingal yang jadi tour guide buatku memasuki bangunan museum wayang.

Lokasi bangunan museum wayang Sasono Guno Roso terletak berada dalam satu area hotel Pondok Tinggal yang terbilang cukup luas areanya, terdiri dari 4 bangunan utama yang diperbolehkan dikunjungi untuk umum, area camping ground dan area wahana permainan paint ball.

Bangunan museum wayang Sasono Guno Roso terpisah dengan bangunan inti hotel, berdiri sendiri berseberangan dengan bangunan berbentuk rumah joglo yang difungsikan untuk pertunjukan pagelaran kesenian wayang kulit di setiap hari sabtu ke 4 dan persis terletak berada di samping bangunan yang juga berbentuk joglo khas Jawa traditional yang kerap digunakan untuk keperluan acara resepsi, pesta dan semacamnya.

Setelah mengisi data di buku kunjungan tamu di dalam ruangan museum, dengan tetap didampingi oleh ibu Titik, aku mengelilingi luasnya ruangan terbagi beberapa panel sekat yang menampilkan beragam jenis wayang dan setiap kelompok wayang disertai keterangan dibawahnya.


Trip Of Mine
Ruangan dalam museum

Namanya juga tour guide, ibu Titik tak hanya mendampingi aku, wisatawan satu - satunya saat itu, tapi juga menjelaskan satu persatu nama jenis wayang, koleksi benda - benda yang ada disana berikut menjelaskan asal usul sejarah darimana koleksi tersebut didapat.


Trip Of Mine
Wayang golek

Benda - benda antik dan bersejarah itu sebagian didapat dari cinderamata dari para pejabat negara asing teman relasi beliau saat menjabat sebagai Menteri Penerangan, juga sebagian diperoleh dari pembelian pribadi yang memang sengaja dikumpulkan karena kecintaannya beliau tentang dunia pewayangan.


Trip Of Mine
Wayang Turki


Trip Of Mine
Wayang Magelangan

Tak hanya wayang lokal dari berbagai daerah seperti Cirebon, Yogyakarta, Lombok, Bali dan Kedu, tapi museum wayang Magelang ini juga menyimpan koleksi wayang dari negara Laos Kamboja, China, Turki dan Jepang.
Wayang golek China yang dikenal sebagai wayang  potehi ditempatkan secara khusus di lemari kaca.
Deretan boneka wayangnya berkostum indah khas China klasik dan paras bonekanya terlihat sangat cantik kayak kamu. he he he.


Trip Of Mine
Wayang golek potehi dari negara China

Selain mengoleksi beragam jenis wayang, museum yang tak memasang tarif untuk memasukinya ini juga menyimpan beragam aneka bentuk topeng kayu, seperangkat souvenir peralatan ibadah agama Buddha terbuat dari tembaga merupakan hadiah dari pemerintah Laos berupa patung kura - kura dan tempat lilin berornamen indah, seperangkat gamelan kuno lengkap, perpustakaan yang menyimpan 694 buku tentang pewayangan dari berbagai bahasa, 59 kaset video rekaman pagelaran wayang sejak 1980 - 1990 dan 83 kaset rekaman wayang sejak 1971 - 1994. 


Trip Of Mine
Seperangkat gamelan kuno ditempatkan bersebelahan dengan perpustakaan

Dari sekian banyak koleksi wayang yang kuperhatikan, ada 2 jenis wayang yang paling menarik perhatianku : wayang Gunung dan wayang Ruwatan.
Wayang Gunung karya seniman Sujana Keron dibuat tahun 2014 divisualisasikan dengan karakter wajah para serangga !.
Warna badannya pun dipoles dengan warna - warni khas serangga. 
Saking unik wajah penokohanya, bu Titik sempat berseloroh :


" Monggo, mas kalau mau berfoto - foto silahkan, loh ..., mau berfoto dimana saja boleh. Atau kalau mau kelihatan unik foto bareng wayang Alien "

Spontan aku heran dalam hati ' kok ada wayang alien, yang mana, sih ?. Perasaan dari tadi kulihatin ngga ada '.
Begitu bu Titik menjelaskan yang dimaksud wayang alien itu adalah wayang Gunung dan disebut wayang serangga karena memang wajah tokohnya berupa beraneka wajah serangga yang menyerupai wajah alien, aku langsung reflek ngakak tanpa sadar ... , sadarnya setelah kulihat wajah bu Titik kaget terperanjat dengar suara ketawa cuwawakanku ha ha ha.


Wayang Gunung atau juga disebut wayang alien, eh# wayang serangga.
Merupakan karya seniman Sujono Keron, ide pembuatannya terinspirasi dari beragam jenis serangga.
Karya yang mewakili keprihatinan terhadap para serangga yang mati terbunuh akibat penggunaan peptisida secara berlebihan.

Berbeda dengan wayang Alien yang membuatku ketawa ngakak malu - maluin, wayang Ruwatan bikin aku mendadak langsung merinding disko.
Gimana ceritanya ?.
Karena penasaran dengan namanya yang disebut dengan kata Ruwatan [ hanya digelar untuk acara khusus ] , kutanyakan ke ibu Titik ... 
Aku : " Kalau namanya wayang Ruwatan, berarti kan disakralkan ya, bu ..., lalu apakah ada penanganan khusus untuk itu ? "
Ibu Titik : " O ya ada, mas. Pembersihannya ngga sembarangan. Ada ritual khususnya untuk itu "
Aku : " Lalu kalau memakai ritual khusus, apakah ada 'sesuatu ' pernah terjadi disini ? "
Ibu Titik : " Ada. Kalau kelamaan disimpan di dalam kotak penyimpanannya dan memang waktunya sudah akan dibersihkan ... , dalam kotaknya kerap terdengar suara glodakan "

Trip Of Mine
Satu persatu seri wayang dijelaskan secara detil, akupun menyimak he he he ...

Oh, tapi tak perlu takutlah. Toh di semua tempat juga pasti ada 'penunggu'nya, asalkan kita berbuat sopan saja dan mengucapkan permisi sebelumnya.

Yang patut dijadikan contoh, keluarga penerus hotel Pondok Tingal dan museum wayang Magelang ini tetap konsisten ikut menjaga kebudayaan leluhur tetap lestari agar tak tergerus kebudayaan pop masa kini.


Trip Of Mine
Aula pertunjukan

Di pendopo yang berhadapan dengan lokasi bangunan museum Sasono Guno Roso, setiap hari sabtu jam 4 sore diadakan latihan sanggar tari Kinara Kinari tarian Jawa traditional dan pada hari sabtu ke 4 diadakan pertunjukan wayang kulit dimulai jam 8 malam dengan pagelaran satu babak.
Semua terbuka untuk umum dan tidak dikenakan beaya untuk menontonnya.

Lokasi :
Pondok Tingal
Museum Wayang Sasono Guno Roso
Jl. Balaputeradewa No. 32, Dusun 1, Borobudur, Magelang













107 comments:

  1. Sekilas bentuknya seperti gajebo ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul kalau sekilas diperhatiakn mirip gazebo, mas Sofyan.

      Hotelnya unik loh, dinding luarnya dilapisi potongan susunan bambu dan gedek [ bahasa Jawa: lembaran seperti tikar terbuat dari ayaman bambu ].

      Kemudian dibawah gentengnya dicat warna-warni motif etnik.

      Delete
  2. Punya Pak Harmoko kah museum ini, Mas?
    Asik ya diceritakan tentang wayang dan sejarahnya. Tambah mengenal budaya Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Milik pak R.Boediardjo, bukan pak Harmoko, kak Evi.

      Betul, selain nambah khasanah budaya Indonesia dan wawasan wayang dari negara lain juga asik karena gratis memasukinya ... he he he 😁

      Nonton pertunjukan wayang kulitnya juga gratis loh ..
      Seru ya kak .. 😉

      Delete
  3. Cukup komplit juga koleksi wayangnya ya mas. Dan enak kalo didampingi guide jadi lebih paham.....
    Itu ada wayang alien, baru tau nih, bentuknya juga unik sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama tepatnya wayang Gunung, mas ..., hahaha 😅 ..., bukan wayang alien.

      Iya, betul mas Aris kalau ada guidenya jadi lebih jelas detil keterangan tentang koleksi wayangnya.

      Delete
    2. Siip, mas Aris 👍.
      Dicatat ya alamatnya buat bekal info lokasinya.
      Mudah kok diketemukan.

      Delete
  4. Lengkap bangat ya mas isi museumnya, camping ground ya penasaran gegara gak ada jepretannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ... , biar ngga penasaran ayok ke Magelang, Idris 😁.

      Camping groundnya kayak hutan gitu.
      Disana bisa bermalam dengan seperangkat tenda dan perlengkapannya dari hotel Pondok Tingal.
      Tinggal datang dan ngemping disana.

      Delete
  5. mas, mbok aku dijak toh..
    oh iya mas, aku belum pernah denger museum itu sebelumnya. dan kayaknya kurang terkenal kah? dan masih sepi?
    dan kalo pake tour guidenya, uang tipsnya berapa mas? hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, mbok ayooo travelling barengan masbro Rahmat ...
      Lalu kita bikin artikel versi yang berbeda, kan seru tuuh 😉

      Museum ini bukan milik pemerintah, tapi kepemilikan pribadi, mas.
      Namanya kurang kedengaran infonya atau kurang dikenal masyarakat luas karena sarana promosinya memang ngga digencarkan.

      Aku saja tau lokasi museum wayang Sasono Guno Roso ini pas lewat di depannya saat akan ke gereja ayam, eh# .. gereja merpati, mas.
      Kulihatin kok ada plang nama museum wayang di depan hotelnya.
      Langsung deh cuuuuz kesana ...
      Wwkkkwwwwk 😅

      Uang tips untuk guide sesuai keiklasan kita saja kok,mas.
      Ngga ada patokan khusus untuk itu 🙂

      Delete
    2. ide menarik juga tuh mas. Nunggu aku bisa melipir ke Jogja area dulu berarti.
      Wah pantes aku belum pernah denger museumnya. Kalo di promosiin, pasti rame tuh museum kayaknya mas. apalagi kan biasanya kalo museum milik swasta/pribadi gitu pengelolaannya bagus kayak museum yang di kaliurang gitu (duh lupa namanya)

      Gereja ayam eh mas. wkwk

      Delete
    3. Sip, mas Rahmat ditunggu kabar melipirnya ya 👌😁.

      Museum Ulun Sentanu bukan yang di Kaliurang, mas ?.
      Hehehe ..

      Delete
    4. Yoi mas. Hahaha
      Iyakk museum ulen sentalu. Itu kan di kelola swasta kan ya? Haha *sotoy

      Delete
    5. Setauku iya, mas.
      Museum Ullen Sentalu dikelola swasta, bukan pemerintah.

      Museum Ullen Sentalu didirikan oleh seorang bangsawan yang punya hubungan dekat dengan keluarga keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan keraton Surakarta, cuma sampai sekarang aku juga belum tau siapa nama pendirinya 😷

      Delete
    6. Iya eh mas. Mahal tapi itu masuknya, meskipun worth it tapi ga boleh foto-foto wkwk

      Delete
    7. Wkkwkkk 😅
      Adikku terkecil juga nyeritain hal yang sama sepertimu, mas ..., di museum sana ngga boleh foto-foto.


      Ya sayang sebenarnyalah, jadi ngga punya dokumen foto kenang-kenangan pernah berlibur disana deh ...

      Delete
  6. Lengkap ya Himawan. Ada wayang golek, wayang kulit, dan juga wayang alien. Hwah ... Kece badai ini Himawan ... Suka tempat budaya semacam ini. Dan harus lebih gencar dipromosikan supaya kaum milenial lebih 'ngeh' dengan budaya sendiri... Salut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selain koleksi wayang golek dan wayang kulit, sebenarnya ada lagi wayang jerami dan wayang kaca, kak Tuteh.

      Wuiih .. , aku dibilang kece badai 🌪 gegara aku memposting budaya traditional ...
      Terimakasih kakaaaaak cantik ...
      Mendadak sok imut diriku ...
      Bhuahahahahaa 😂

      Sependapat, kak.
      Wisata budaya wajib digencarkan promosinya agar ngga dilupakan generasi milenial.
      Sebenarnya ada kekhawatiran tersendiri buatku, kulihatin generasi sekarang kok lebih banyak yang suka budaya pop kekinian.
      Jarang banget kulihatin remaja liburan di museum.

      Delete
    2. Hahahah emang kece badaiiii, Himawan (yang ganteng) qiqiqiq.

      Dulu saya dan Ika ke rumah kakak saya di Depok. Ya udah sama anaknya yang masih kecil kita bilang kalau lebih enak main ke museum ketimbang ngemol gitu. Wajah keponakanku itu heran-heran sih, maklum minelial :D Oleh karena itulah, Himawan, tugas kita sebagai blogger untuk lebih dan lebih meskipun perubahan yang dilakukan oleh para blogger yang menulis wisata/budaya belum signifikan. Andaikan ada sehari dalam seminggu para siswa diwajibkan ke museum ya ...

      Delete
    3. Hihihi hahaha 😅

      Keren kak Tuteh lebih memilih mengeksplore ke museum daripada ngemol.
      Berarti kak Tuteh ini mirip sama kesukaanku, kalo disodori 2 pilihan berlibur, aku lebih memilih ke museum.
      Senang saja rasanya ngamati benda-benda bersejarah.
      Betul, kuperhatiin para blogger jarang yang mengulas wisata budaya.
      Kebanyakan mengulas wisata yang lagi naik daun [ ulat kaliii akh naik daun bhuahahaha ]

      Delete
    4. Hahahha cuma ya itu, ulat kalau naik daun kalau enggak hati-hati bisa terpeleset :D

      Delete
    5. Emang 😉
      Bisa-bisa terjungkal jatuh kalau lupa diri hehehe ...
      Kak Tuteh tau aja sih 😁

      Delete
  7. wayang nya bukan dari indonesia aja disana ya om. wayang ruwatan itu berarti di cuci di bulan tertentu ya om?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, om eh# pak Fajar Herlambang 😁.

      Koleksi wayangnya juga dari beberapa negara dan wayang Ruwatan dibersihkan secara ritual khusus di bulan tertentu.
      Kalau orang Jawa menyebutnya Jamasan.

      Delete
  8. wah ... gamelannya versi jadul , sepertinya lama gag di tabuh ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut keterangan yang kuperoleh, gamelan kuno di dekat lokasi perpustakaan ini memang sudah ngga pernah ditabuh, mas Teguh.

      Cuma untuk display saja.

      Delete
    2. makane kok terlihat kusam banget, eman2 ya mas ... misal di hibahkan ke saya , wessss , tak tompo dengan senang hati

      Delete
    3. Hahahaha ...
      Semoga si pemilik museum meleleh baca komentar mas Teguh 😅 ...
      Lalu dihibahkan 😉

      Delete
  9. keren koleksinya ya.... turut bangga.
    thank you for sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, kak Lantana 👍.
      Kita ikut bangga, kebudayaan leluhur tetap terus dilestarikan disana.

      Sama-sama, kak 🙏

      Delete
  10. museum adalah tempat yang sangat bermanfaat sayang generasi muda sekarang mas malas ke museum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kuperhatiin memang begitu adanya,mas.
      Generasi muda jarang terlihat liburan berada di museum, kebanyakan memilih wisata kekinian.

      Sangat disayangkan.
      Kewajiban kita untuk ikut gencar memperkenalkan kebudayaan traditional ke generasi millenial agar melupakan sejarah.

      Delete
    2. Rata-rata yang kudengar juga begitu, mas.
      Generasi muda malas liburan ke museum karena museum ngga ditata instagramable.

      Delete
  11. Oouw ada yang menarik ldan ain daripada yang lain.
    Iini dalam suatu area hotel terdapat museum wayang.
    Wah idenya kreatif banget ya? apalagi museum wayang ini boleh dikunjungi oleh umum. Mantap banget!
    Bangunan museum wayang Sasono Guno Roso ini arsitekturnya perpaduan rumah adat Bugis dan rumah adat Jawa. Alias rumah Bugis diblangkoni? Wouw unik dan menarik pastinya.

    Selain wayang tradisional Jawa ternyata banyak juga terdapat wayang-wayang lain dari negara-negara lain ya. Aku jadi ingin lihat wayang golek dari China dan dari Jepang. Yang katanya wayang goleknya cantik ya?

    Bbrader diantar berkeliling sama ibu tour guide sambil diberi penjelasan yang rinci dan detail tentang semua wayang. Beliau rada kaget ya waktu brader nggak sadar ngakak dengan wayang Alien? yang ternyata wayang serangga?

    Kalau untuk umum tiket masuknya berbayar nggak? museum wayang Sasono Guno Roso ini sangat menarik ya untuk dikunjungi apalagi oleh tamu hotel. Apakah ini juga termasuk salah satu fasilitas dari hotel Pondok Tingal ini brader?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang berbentuk rumah Bugis diblangkoni bangunan hotelnya, sista.
      Kalau bangunan museum wayang kuperhatikan lebih condong ke bentuk pendopo Jawa modern.

      Menurut penjelasan guide, museum wayang Sasono Guno Roso ini tidak ada.
      Seiring waktu daripada koleksi tersebut hanya tersimpan dirumah bapak R. Boediardjo, beliau berinisiatif koleksinya ditempatkan di area hotel agar dapat dikunjungi siapapun yang berminat.
      Lalu akhirnya dibentuklah bangunan tersebut untuk ruang display koleksi dan perpustakaan museum.

      Untuk dikunjungi umum juga ngga berbayar, sista.
      Menarik banget ya .. hehehe ..

      Perlu dicatat nih lokasi museumnya saat suatu hari nanti sista ke Magelang, bisa jadi lokasi daftar kunjungan liburan.
      Bisa berfoto-foto bareng wayang golek cantik dari negara China disana 🎎📸

      Delete
    2. Oh bangunan rumah Bugis diblangkoni itu hanya bangunan hotel nya saja ya? bangunan museumnya tetap berarsitektur tradisional Jawa.

      Untuk umum juga nggak berbayar ya? Wah bagus itu bisa menambah kunjungan wisatawan.

      Memang menarik ya museum wayang Sasono Guno Roso ini, misalkan suatu saat aku ke kota Magelang travelling aku mau ngunjungi museum ini foto2 dengan wayang golek cantik asal China dan Jepang.
      Biaya masuknya gratis padahal biaya maintenance nya pasti nggak sedikit ya brader? Hebat pemilil hotel dan museum ini.

      Oh ya ada pagelaran sendratari ya hari Sabtu? Wah asyik dan menarik pastinya.

      Kalau wayang ruwatan itu pakai ritualnya ya? dimandilan pada hari tertentu kalau nggak akan glodakan sendiri dalam lemari? Serem juga..



      Delete
    3. Betul, banget 😁
      Hanya bangunan hotelnya saja yang berbentuk rumah Bugis diblangkoni.

      Mungkin karena alasan tanpa dikenai beaya masuk dan cukup tingginya beaya perawatan museum dan koleksinya itulah sarana promosi media massa ditiadakan untuk menekan beaya operasional yang mahal.
      Sependapat dengan sista, pengelolanya patut diacungi jempol untuk tak mengenakan tarif masuk ke museum wayangnya.
      Bahkan untuk nonton pertunjukan wayang kulit dan sendratari pun juga gratis.

      Delete
    4. Iya mungkin alasan karena biaya masuk ditiadakan maka promosi di media masa juga ditiadakan.
      Tapi siapa tahu ada pihak swasta atau pihak asing yang kagum terpesona dan tertarik untuk mempromosikan museum wayang Sasono Guno Roso ini ke media masa luar tentunya biaya promosi ditanggung oleh pihak asing tsb. Kalau itu terjadi, asyik kan? Who knows.

      Iya pemilik sekaligus pengelola museum wayang ini memang hebat nggak memikirkan keuntungan tapi justru membebaskan biaya masuk karena ingin melestarikan kebudayaan tradisional Jawa.
      Pertunjukan wayang yang ditayangkan semalaam suntuk juga gratis untuk umum ya? Hebat..!

      Aku tertarik dengan pertunjukan tarian, kalau dibuay video pasti mantap keren banget ya?

      Oh iya aku lihat di dalam museum ada wayang Magelangan ya? Itu tokoh-tokohnya wayang kira-kira siapa? Apa sama dengan tokoh-tokoh Pandawa lima brader ataukah beda?

      Delete
    5. Betul juga ya seandainya ada pihak asing berniat kerjasama mendanai promosi untuk museum wayang koleksi pribadi ini, keren juga.
      Namanya akan dikenal dan dikunjungi banyak turis mancanegara.

      Sebetulnya aku juga pengin merekam latihan tari dan pertunjukan disana, tapi waktunya belum memungkinkan untuk itu.

      Maaf, wayang Magelangan aku lupa tokoh-tokohnya siapa saja, sista.
      Data keterangannya di file memory cardku terlanjur kuhapus.
      Seingatku bukan tokoh dari Pandawa Lima.

      Delete
  12. Kalau saya lebih suka sama wayang golek ketimbang kulit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih kelihatan fisiknya ya, mas Dwi 🙂 ?

      Delete
  13. Bagus mas, cuman sayang penempatannya kurang menarik mata kalo saya liat. Terlalu 'penuh'. Kapan-kapan kalo ke Magelang mampirlah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip mas Riza ntar kalo ke Magelang mampirlah ke museum wayang ini, mas.

      Semoga jadi masukan buat pengelola disana hehehe ..

      Delete
  14. Keren sih, photogenic gitu kalo kata kid jaman now :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah mas Michael suka photography nih ..., bangunan traditional ini benar kata mas Michael cakep buat lokasi foto-foto 📸.
      Apalagi berfoto pakai kostum traditional.

      Delete
  15. wah ini mastah travelling, dah lama gak jalan-jalan lagi ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe bisa aja mas Eka ..., selagi ada kesempatan dan tenaga, mas.

      Ayoo travelling lagi, mas Eka 😢

      Delete
  16. Keren Mase tempatnya tourisabble banget hehhe. Koleksi wayang juga lengkap banget. Pengen kesitu kapan2, beberapa bulan lalu ke Borobudur belum tau museum ini, coba kalau udah tau pasti mampir kesini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeeii .. kok ngga koling-koling aku ya kalo ke Borobudur wkkwkkk 😅, kan bisa travelling bareng ..

      Iya betul mas Didy museum wayang ini pasti disukai turis mancanegara, sayangnya promosinya kurang gencar.
      Papan nama museumnya saja cuma kecil berada di depan hotelnya.

      Aku taunya pas lewat mau ke gereja ayam ..., mau vlogging buat youtube disana hehehe ...
      Kulihatin kok ada tulisan museum wayang, langsung aja cuuuz kesana 😁

      Delete
  17. Merawat wayang2 itu apakah seperti merawat benda pusaka seperti keris, tombak dan alat2 perang lain? Meski disimpan di peti kaca, pasti ada debu yang bersarang, apalagi yg tk disimpan dalam peti tertutup, pasti debunya bejibun.

    Bagaimana itu cara membersihkan koleksi yang begitu banyak. Apalagi ada koleksi rekaman, pasti perlu teknik khusus kan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Prosesinya jamasan atau ruwatan untuk wayangnya aku kurang tau caranya seperti apa, mas ..., maklum aku belum pernah lihat 😁

      Sebagian wayang kulit disimpan di kotak khusus tertutup rapat, mas.
      Ditempatkan di jalur antar bilah sekat.

      Delete
    2. Jadi minimalisir debu ya. Tapi kalau sudah berdebu, bersihkannya dilap biasa atau pakai jeruk nipis juga ya? Jadi kepo, soalnya dikepala saya masih menyamakan wayang itu seperti benda-benda sejenis keris dan pusaka-pusaka lain, jadi perlu pakai jeruk nipis dan air kembang. Apa benar begitu, apa hanya imajinasi saya yang menyamakan kebiasaan.

      Delete
    3. Kemungkinan besar benar seperti apa yang dibayangkan mas Christ ..., proses pembersihannya menggunakan jeruk nipis dan air kembang setaman.

      Dan benar juga pendapat mas Christ jika wayang juga sama disakralkannya dengan keris dan pusaka lain.

      Delete
  18. anak-anak sekolahan cocok diajak ke sini mas hima, biar ga bosen di kelas terus.
    sekalian belajar sejarah atau budaya.
    lebih menarik kan jadinya?
    terus dikasih tugas membuat liputan atau lainnya, jadi sekalian belajar teknologi..
    itu baru menarik..
    hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepat banget pendapat bli Eka 👍.
      Menurut informasi dari guide, museum wayang ini seringkali didatangi rombongan murid-murid dari beberapa sekolah.

      Tapi mungkin karena mereka belum mengenal blog, tugas liputan mereka hanya terbatas berujung di meja sekolah hehe ...

      Delete
    2. Coba gurunya ngajarin ngeblog, pasti beranekaragam deh pandangan2 mereka tentang wayang.

      Delete
    3. Seperti mas Martin Karakabu itu ya, mas Christ ... , bersedia mengajarkan dan memberi materi pelajaran anak didiknya melalui blog.

      Semoga saja para guru ikut tergerak mengarahkan anak didiknya untuk menulis di blog tentang pendapat mereka masing-masing tentang wayang.

      Delete
  19. 694 buku tentang pewayangan? Wah, jadi penasaran. Paling suka tuh baca buku tentang cerita kuno dan legenda jaman dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alamat museumnya dicatat buat bekal liburan saat ke Magelang yuk, kak Dyah 🙂

      Koleksi bukunya ditata rapi jali, dijejer di rak lemari khusus ..., ntar kak Dyah bisa membaca disana.

      Delete
  20. wow rekaman kasetnya di luar dugaan
    pasti masih berupa pita ya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul rekaman kasetnya masih banyak yang berupa pita jaman dulu, mas.
      Semuanya terawat baik.

      Delete
  21. oh mesti jadi pengunjung hotel dulu ya mas baru bisa ke museumnya?

    mas itu yang wayang ruwatan, agak serem ya... ternyata harus ada ritual khusus buat wayang ruwatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita ngga bermalam dihotelnya juga bisa berkunjung ke museum wayangnya, kak.
      Ketentuannya kita datang lebih dulu ke receptionist untuk melapor kunjungan ke museum, setelah itu akan didampingi guide.

      Iya,kak wayang Ruwatan perlu ritual khusus atau disebutnya jamasan.

      Delete
  22. Kalau indonesia sebutnya dengan Wayang, di negara lain banyak menyebutnya "Puppet", kaya semacam boneka tangan. Ada juga jenis wayang dari Slowakia yg disebut "Gasparko" cara mainnya seperti boneka "Pinokio" menggunakan tali ditarik antara tangan dan kakinya tinggal digerakkin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, mas Iqbal ..., wayang di negara lain disebut Puppet.
      Di museum Sasono Guno Roso ini juga ada wayang seperti yang mas Iqbal jelaskan, Gasparko ..., meragainnya ditarik tangan dengan tali.

      Wayangnya ditaruh di salah satu sekat, kufoto juga tapi ngga kusertain di artikel hehehe

      Delete
  23. Jadi pengen kesana.. yang kayak beginian yang wajib dikunjungi. Waktu ke Borobudur beberapa tahun lalu, belum jadi blogger sih, jadi belum inget buat ambil foto dan sebagainya..

    Bagus mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya mas Anton 🙏

      Aku memang ngga pernah pilah-pilih mengulas lokasi wisata.
      Lokasi apapun akan kuulas jika memang memungkinkan kesempatan itu ada.
      Wisata budaya seperti ini jarang sekali diulas para blogger, untuk itu aku mengulasnya agar generasi muda lebih mengenal budaya kita.

      Kapan mas Anton berkesempatan liburan ke Magelang lagi, siapkan kamera maksimal ya, mas ...
      Banyak obyek menarik untuk fotografi disana.

      Delete
  24. Wahwah kenapa malah disebut wayang alien ya?
    Kenapa ga disebut wayang kamen rider aja, kayaknya lebih keren.. ehehehe :D

    Fajarwalker.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhuahahaha ..
      Coba diusulin kalo gitu, disebutnya jadi wayang kamen rider 😅

      Delete
  25. kaya yang sepi ya mas? sha ngebayangin di kedipin sama wayangnya hahahaha *serem*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ..
      Kak Sha bisa aja nih imajinasinya 😉 [ sambil ikutan ngedipin satu mata ]

      Iya, museumnya pas sepi saat aku kesana karena memang kurang dikenal banyak orang.
      Sarana promosi media massanya ngga dilakukan.

      Delete
  26. Liat dr luarannya aja sejuk banget ya mas, apalagi masuk ke dalam..
    Btw budaya seperti harus terus dijaga biar gak kelelep oleh kemajuan jama..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat dengan opini mas Wiki 👍
      Wisata budaya harus terus digalakkan dan kewajiban blogger ikut memperkenalkan agar generasi muda juga jadi ikut-ikutan senang berlibur ke lokasi wisata budaya seperti ini.

      Ya, mas lokasinya memang asri.
      Banyak pepohonan rimbun disana.
      Kebetulan Magelang udaranya sejuk.

      Delete
  27. unik juga iya musiumnya banyak berbagai jenis wayang. semoga tempatnya terus dirawat

    wayang alien baru tau ada wayang kayak gitu, lihat dari foto lucu sih bentuknya mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga ya tetap terjaga tempatnya, mas.
      Dan koleksinya juga terawat baik.

      Hehehe ..
      Unik ya bentuk wayang alien, eh# wayang Gunung itu 😁
      Seumur-umur aku juga lihat pertamakalinya.

      Kapan ada waktu liburan, monggo liburan ke museum wayang ini, mas Septian.
      Gratis loooh ..

      Delete
  28. beragam koleksi wayang, sangat menarik untuk dikunjungi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayook ke museum ini yook, mas ..
      Kan lumayan ngga jauh-jauh banget dari kota tempat mas tinggal.

      Delete
  29. Biasanya trip dan liburan tentang kuliner dan wisata, karena artikel ini kayae aku harus meluangkan waktu ke museum yang unik seperti ini.. Nambah wawasan banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok ke museum wayang koleksi pribadi ini, kak ...
      Kalau mau sekalian nonton pertunjukan wayang kulit gratis, acaranya tiap sabtu ke empat, ya.

      Acara pertunjukan wayang kulit diadakan jam 8 malam.
      Tinggal datang dan duduk manis nonton pertunjukannnya hehehe ..

      Delete
  30. Bagus bagus dan lengkap banget koleksi wayangnya

    Btw ada yang agak seram sih tapi ya mas...
    Kalo sampe ada yang nyanyi lingsir wengi di situ aku auto kabur pasti wkwkkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwkkk ..., imajinasi Aul mendadak keluar nih ceritanya ..., ada lagu lingsir wengi segala 😅

      Aku juga ikutan kabur aaakh ...
      Lah kok 😂 ?

      Delete
  31. wayang alien pernah dipentaskan ga sih? kalau pernah dipentaskan, kira-kira untuk hajatan apa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah belumnya dipentaskan di pendopo pertunjukan di pondok Tingal, aku kurang tau, kak.

      Kemungkinan sih sudah pernah kali, ya.
      Kebetulan aku juga belum pernah lihat pertunjukan wayang kulit disana, kak.

      Delete
  32. bagus ada museum seperti ini agar generasi akan dtang menghargai budaya dan adat masyarakat setempat yang mungkin suatu hari nanti bakal ditelan zaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat, kak Anies 👍
      Aku tergerak mengulas museum wayang ini agar lebih dikenal generasi muda, barangkali mereka ikut membaca postku ini dan jadi ikut ingin liburan di museum.

      Delete
  33. Ketemu lagi artikel begini, makin bingung mau tahun baruan dimana, semua tmpatnya bagus-bagus :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga usah bingung, mas Indra 😉
      Yoook kita ngumpul sesama bloggrr aja yook ....
      Bikin party.
      Blogger's party namanya 😁

      Delete
  34. kirain sudah ada tulisan baru...hehehe
    # Sorry ...nggak bisa kasi komen video

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ..., belum ada tulisan baru, kak Lantana 😁
      Tapi aku senang kak Lantana akhirnya tetap meninggalkan komentar setelah blogku dilihat belum ada post terbaru hehehe :)
      Terimakasih untuk itu, kak 🙏

      Iya, ngga apa-apa kok kak Lantana ngga bisa ikutan komentar di youtube.
      Semoga kelak kak Lantana ikutan menyusul jadi youtuber juga ..., ikut kusupport 🙂

      Delete
  35. di Ajibarang juga ada Museum wayang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok rasanya aku ngga asing dengar nama kota Ajibarang, ya ..., kotanya dekat Tegal bukan, mas Dzaky ?

      Kalau iya, aku pernah melintasinya tapi ngga berkunjung ke museum wayangnya.

      Delete
  36. Bu Titik sabar banget ya meskipun wisatawan cuma 1, selain itu gratis lagi... pengennya semua museum begini ya, gratis, haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ..,
      aku juga setujuuuuh 😅👍

      Jadi kita bisa memangkas beaya pengeluaran saat travelling.

      Delete
  37. Museum yang patut dikunjungi untuk mendapatkan pengetahuan lebih tentang si wayang, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepat banget, mas Rustam hehe 😁 ...,

      Delete
  38. wah wayang alien ini bentuknya juga sangat mengerikan seperti halnya di film alien-alien di televisi

    yang wayang lokal lebih sedap dipandang mata ketimbang yang wayang alien

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwkkkwwwkk .. 😅
      Eits, siapa tau loh ntar wayang alien jadi inspirasi kreator film buat difilmkan ..., dan tokoh pemainnya adalah mas Tomo 😉

      Adegannya : mas Tomo dikejar oleh satu tokoh wayang alien di kebun tebu ...
      Wwkkkwwwkk 😂

      Delete
  39. Hemmm, jadi ingat dulu ketika kecil aku sering minta buatin wayang sama ayahku. Tapi sampe sekarang gak pernah dibuatin heheh. Kira-kira wayang di sana bisa dibeli gak ya mas? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh...,
      Kenapa ayah ngga mau buatin wayang buat mas Tri ?.
      Mungkin kesulitan bikinnya kali ya, mas ?

      Kalau di museum ini,koleksi wayangnya ngga dijual.
      Tapi banyak wayang dijual di toko-toko kerajinan dan juga dipinggir jalan ..., di Malioboro Jogja tepatnya 😁

      Mas Tri penyuka wayang juga ya ?

      Delete
  40. Wah ada wayang dari lomboknya juga hihihi jadi bangga saya mas, tapi koq gambarnya ga di upload seperti wayang turki mas biar saya bisa cek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas disana ada koleksi seperangkat wayang dari Lombok, sayangnya file foto udah kuhapus karena ngga kusertain di artikel ini.
      Ntar kapan aku ke museum wayang ini lagi, akan kufotoin buat mas Harman.

      Delete
  41. waaa saya suka banget sama museum, kalau ke Magelang bolehlah coba mampir ke sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiiip , kak April 😁👍 ...
      Senang rasanya artikelku ini jadi bekal info liburan kak April ke museum wayang Sasono Guno Roso di Magelang.

      Delete
  42. Wayang adalah favorit saya, Mas.
    Andai bisa ke sana melihat langsung bareng keluarga dan menanamkan pada anak kecintaan seni budaya. Cuma, kesan seramnya gimana? He he. Moga aman jadi tempat kunjungan wisata keluarga.
    Saya penasaran dengan wayang tadaisional bangsa lain, paparan Mas menunjukkan kayak gimana dan bikin kepo untuk dilihat langsung daripada lewat gambar taua film, he he.
    Asyik Mas bisa jalan-jalan mengunjungi tempat yang menarik minat pembacanya juga karena unik dan tak biasa.

    ReplyDelete