Thursday, November 22, 2018

Kampung Mural : Kampung Kumuh Menjelma Jadi Kampung Tematik

Nama Kampung Pancuran di kota Salatiga kini lebih mudah dikenali dengan sebutan nama Kampung Mural
Image kumuh yang semula menempel di perkampungan warga yang berada di tengah lokasi segitiga keberadaan pasar traditional : Pasar Raya 2 - Pasar Tamansari dan Pasar Blauran juga bersebelahan dengan salah satu dept. store ternama ini, kini tampil berganti penuh warna - warni memikat.


Trip Of Mine

Bukan sekedar tampilan kampung warna - warni ' polos ' biasa seperti akhir - akhir ini banyak bermunculan ide kreatif kampung serupa di sejumlah kota untuk mempercantik tata kotanya dan sebagai daya tarik kunjungan wisatawan, tapi Kampung Pancuran yang memiliki jumlah sebanyak 18 RT di kelurahan Kutowinangun Kidul ini menjelma menjadi Kampung Mural penuh warna - warni indah memikat mata.

Lukisan mural mengagumkan dan artistik mulai di lukis dari tembok pembatas pinggir kali perkampungan dan pasar, dinding depan dan samping sebagian besar rumah warga dan juga jalan gang.
Lukisan mural berupa beberapa tokoh pahlawan nasional, pahlawan dari kota Salatiga, wayang, tanaman, binatang prasejarah dinosaurus, beragam aneka binatang jaman setelah prasejarah, bahkan tokoh kartun idola anak - anak, minions dan winnie the pooh pun juga ada disana menghiasi dinding rumah warga.


Trip Of Mine
Salah satu dinding tepi kali, jembatan tematik dan dinding rumah salah satu warga

Kesemua muralnya sangat menawan untuk latar belakang berfoto ..., tentunya hasil berfoto akan tampil keren tanpa perlu pakai acara malu - malu kucing  bergaya di depan kamera, sambil sesekali dilihatin warga yang sesekali tampak berlalu lalang di depan kita, atau juga berfoto di depan rumah warga sementara pemiliknya sedang duduk bersantai di ruang tamunya.

" Memang diperbolehkan berfoto di kesemua mural dan area publiknya ? "

Jawabannya, boleh banget.
Tak ada larangan buat pengunjung siapapun dan datang dari kota manapun untuk berfoto - foto di kesemua area perkampungan yang bahan cat warnanya di sponsori oleh salah satu produsen cat ternama ini. 
Dan kesemuanya tak dikenai beaya.


Trip Of Mine

Mural - mural indah dilukis dengan jenis cat mengilap atau glossy dan cat biasa atau matte.
Baik dilukis dengan menggunakan cat mengilap dan cat biasa, semua hasil lukisan muralnya tampak seperti tampilan gambar 3 Dimensi.


Trip Of Mine
Wow, ada singa jantan !

Kampung Pancuran sebelum digarap menjadi destinasi wisata buatan tematik, dulu merupakan perkampungan sentra pembuatan kerupuk Karak. 
Namun setelah terjadi krisis moneter melanda Indonesia pada tahun 1997 - 1998, harga bahan produksi pembuatan kerupuk karak hingga sekarang ini mengalami kenaikan harga yang menyebabkan terjadinya penurunan produksi. 
Sekarang ini hanya menyisakan sedikit produksi di beberapa rumah warga, tampak dari proses penjemuran kerupuk di depan rumah mereka. 
Selain dikenal sebagai sentra industri rumahan pembuatan kerupuk karak, kampung Pancuran juga dikenal sebagai pelopor kesenian musik Drumblek di tahun 1986.

Liburanku kali ini ke Kampung Mural merupakan liburan keduakalinya. 
Kedatanganku pertama ke Kampung Mural saat itu untuk keperluan vlogging, dan karena vlogging yang kuunggah untuk keperluan channel Youtubeku Himawan sant [ huruf s kecil, sekalian promosi wwwkkkkk ] ditonton oleh si cantik keponakanku, Celyn.
Akhirnya Celyn kepengin liburan juga kesana.
Dan pada hari libur nasional kemarin bertepatan dengan hari libur kerjaku, aku dan Celyn liburan ke Kampung Mural.
Cuma berdua ?. 
Iya, berdua he he he ... .
Kebetulan sejak kecil, Celyn terlihat menyukai seni menggambar dan berfoto.

Trip Of Mine
Si cantik Celyn kok bisa samaan pakai ikat kepala etnik dengan mural Indian, ya ?  ... , he he he

Sejak bayi, Celyn sudah punya bakat sadar kamera  ..., tiap kamera atau layar ponsel mengarah ke wajahnya, langsung tanpa di aba - aba pasang aksi bergaya ..., kayak omnya gitu  ha ha ha.
Jadi, liburan di Kampung Mural atau Kampung Pancuran ini bisa dibilang liburan klop antara ponakan dan omnya.

Trip Of Mine

Celyn terlihat sangat antusias berfoto hampir di semua dinding rumah dan dinding kampung yang dilukis mural juga berfoto di kali kecil yang membelah kampung untuk budidaya ikan, di shelter tepi kali dan jembatan bertema.
Beberapa kali warga disana menyapa Celyn dengan panggilan si cantik ... , he he he .


Trip Of Mine
Budidaya ikan 


Trip Of Mine
Kincir air pancuran wisata air

Letak kampung Pancuran ini berundak, sebagian badan perkampungan berada di bawah. 
Lukisan mural - mural indah pengerjaannya memerlukan waktu 8 bulan lamanya dengan melibatkan 100 warga. Penataan areanya melibatkan pemerintah dan juga pihak swasta sebagai penyuplai bahan cat.

Trip Of Mine
Suburnya tanaman hidroponik

Kampung Pancuran tak hanya punya daya pikat wisata sebatas lukisan mural, tapi juga dilengkapi dengan percontohan pemanfaatan pekarangan dengan adanya wadah kegiatan community garden dan penanaman kebun sayur melalui media hidroponik, taman baca, kursus menjahit, pembuatan teklek [ semacam sandal terbuat dari material kayu, atau bakiak ], juga beberapa kios kuliner yang terdapat di sepanjang gang demi gang.


Trip Of Mine

Setelah mengitari kesemua gang dan mengagumi semua karya lukisan mural yang digarap bukan dengan asal - asalan, kami mencicipi kuliner di salah satu warung yang ada di atas kali. Kue traditional dan jus buah kami pilih untuk menghilangkan dahaga dari teriknya panas matahari kota Salatiga saat itu.

Lokasi :
Kampung Pancuran
Jalan Taman Pahlawan, Kutowinangun Kidul, Kecamatan Tingkir, Salatiga.


140 comments:

  1. Oalaaah perjalanan paman-keponakan yang seru. Asyik beud kalau punya keponakan yang juga suka jalan (dan si Celyn suka sama lukisan2 begitu). Ini kampung harus diviralkan, Himawan hehehe. Soalnya selain daya tarik mural di dinding-dinding dan lain-lain yang diberi warna cerah, juga ada percontohkan pemanfaatan pekarangan; tanaman hidroponik! Lebih keren lagi ada taman baca. Pas baca dari atas saya mikir soal kuliner, eh ternyata ada juga kuliner di sepanjang gang demi gang. Lengkap sekali.

    Enjoyyyyyyy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ...
      Ini liburan klop namanya, kak Tuteh πŸ˜…
      Paman dan ponakan sama-sama penyuka travelling, suka fotografi juga sama-sama suka lukisan 😁
      Jadinya betah berlama-lama di kampung Pancuran dan puluhan foto terekam di kamera hehehe ...

      Seingatku kak Tuteh juga punya keponakan yang juga sama-sama penyuka travelling dan fotografi.
      Cuman aku lupa namanya ...
      Ya kan kak 😁 ?.

      Betul, kampung Mural ini komplit penataannya.
      Fasilitas pendukungnya tersedia.
      Rumah ibadah juga ada disana, kak.
      Mereka semua serasi hidup berdampingan.

      Sampai sekarang penataannya terus digarap, meski sudah diresmikan oleh pemerintah kota Salatiga tanggal 1 November 2018 lalu.
      Keren deh πŸ‘

      Delete
    2. Dengan diresmikannya Kampung Pancuran ini oleh pemerintah dan penataan yang terus digarap, suatu saat nanti viralnya bakal bikin masyarakat kampung kelimpungan menghadapi serbuan wisatawan wkwkwkwkw... didoakan bersama. Amin!

      Iya, keponakan saya namanya Thika ... suka jalan juga dia tapi belum sampai tahap turut menulis perjalanan :D qiqiqiq. Dia mah penikmat sejati.

      Delete
    3. Wwkkkwkk ...
      Aku membaca komentar kak Tuteh di kolom atas kok seolah lagi dengerin pidato seorang menteri dinas pariwisata meresmikan lokasi Kampung Mural πŸ˜‚
      Eh siapa tau yaaa ..., kelak betulan kak Tuteh mencalonkan diri jadi calon menteri pariwisata πŸ˜‰
      Jangan lupa aku ditunjuk jadi seksi asisten sibuk ya 😁

      Nah, aku baru ingat ponakan kak Tuteh namanya si Thika ...
      Kemarinnya aku ingatnya cuma nama depannya huruf T 😁 dan ingat sosoknya yang eksotik kayak ponakanku satunya lagi, namanya Fany.
      Semoga cepat atau lambat, si Thika ikut 'teracuni' jadi penulis handal seperti kakak sepupunya, Tuteh Phamantara hehehe ..

      Delete
    4. Dengan ini, saya sebagai calon menteri jalan-jalan menyatakan saudara Himawan sebagai menteri jalan-jalan (juga). Tugas kita ya jalan, nulis, jalan, nulis lagi. Begitu terus πŸ˜‚

      Hahaha ...

      Sebenarnya Thika bagus kalau nulis, tapi harus dimotivasi lebih dan lebih hahaha.

      Delete
    5. Heeeem... inilah sisi positifnya mereka para seniman kurang kerajaan,

      Delete
    6. Jadi ya... Tak selamanya kurang kerjaan itu buruk dan di pandang sebelah mata,

      Namun justru kelebihan mereka para seniman pengangguran Ini mampu menciptkan gagasan luar biasa yang menyulap Kampung Mural. kampung terkumuhpun menjadi kampung yang hingar bingar, frees, sejuk di pandang mata,

      Heeem... Patut di acung jempol hai para seniman yang memprakarsai Kampung Mural menjadi kampung yang hijau yang mampu mengundang para wisata

      Delete
    7. @ Tuteh =

      Huahahaha πŸ˜‚
      Double menteri namanya nih !.
      Bener juga tugas kita ..., hunting lokasi lagi, nulis lagi, ngedit foto lagi, ngeshare artikel lagi ..
      Ckckckck sibuk yuaaa tugas menteri pariwisata πŸ˜‰

      @ Triknews =

      Wuakakkaaa ...
      Kok kurang kerjaan siiih mase πŸ˜… ?.
      Sependapat, berkat tangan terampil dan karya mural berseni tinggi kampung kumuh berhasil dipermak jadi apik dan mampu dikunjungi wisatawan dari luar kota [ aku maksudnya ... xixixi 😁 ]

      Delete
  2. Setuju sama mbak tuteh..kampung mural seperti ini cocok untuk wisatawan yang ingin foto dengan latar belakang instagramable. Ingin sekali bisa kesana karena masih satu provinsi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kebetulan nih mas Sarofudin domisilinya masih satu provinsi dengan kota Salatiga ...
      Ayook diagendakan liburan kesana, mas.

      Ntar kalo berfoto disana ngga usah malu-malu
      Hehehe 😁

      Delete
    2. Ayo ke sana Saforudin, ajak saya tapinya hahaha πŸ€—πŸ˜πŸ˜Ž

      Delete
    3. Hahahahaa πŸ˜…
      Mantap jiwa kak Tuteh bakalan asik berdua bareng mas Sarofudin menjelajah gang demi gang berduaan di Kampung Mural 😍😎

      Delete
    4. Dan pasti bakal sering berhenti buat nyobain makanan yang ini, makanan yang sana ... situ ... :D

      Delete
    5. πŸ˜ƒπŸ˜‰ semoga terlaksana betulan ya halan~halan bareng sama mas Sofyan Ya-an alias mas Sarofudin ... xixixii ...

      Delete
  3. Baca artikel ini saya jadi malu sendiri hehehe... saya tahu kampung Pancuran udh begini dari orang Magelang, padahal beberapa hari yg lalu ngantar istri ke pasar tradisional.....
    Selama ini nggak pernah ada orang di Salatiga yg ketemui membicarakan tentang Kampung Mural,...apakah saya seorang pendatang di kota kecil ini jadi tak terlalu memperhatikal hal yg detail....
    Setahu saya, udh menghindari kenakalan remaja dibentuklah drum blek di Pancuran dan kegiatan2 positif lainnya...

    Kami punya kuga punya teman yg tinggal di Pancuran, tapi udh lama nggak pernah ketemu.

    Trimakasih mas Himawan udh berbagi informasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe terimakasih kembali, mas Aris πŸ˜πŸ™.
      Saya senang berkesempatan mengeksplore wisata di kotanya mas Aris tinggal.

      Sebenarnya saya ingin mengeksplore lokasi wisata lain di Salatiga bareng mas Aris tapi saya ngga punya kontaknya mas Aris hehehe ..

      Ayok mampir liburan ke kampung Pancuran sewaktu ntar antar istri belanja di pasar Blauran, mas.

      Betul, kegiatan drumblek dan kegiatan mural ini salah satunya bertujuan untuk mengentaskan kenakalan remaja disana.
      Dan sekarang terbukti berhasil.

      Keren euyyyy Salatiga punya kampung wisata tematik ini πŸ˜πŸ‘ ...

      Delete
    2. Aku kemarin sabtu nengok ksana mas hehehe...
      Oh itu, tempat jual obat tradisional air cacing...

      Delete
    3. Sayang nggak bisa explore bareng2 ya mas...
      Kalo di Magelang ada kampung kayak gini nggak mas?

      Delete
    4. Wah, asik dong mas Aris udah ke Kampung Mural 😁

      Betul, disana tempat jual obat traditional air cacing juga banyak tempat usaha lainnya seperti salon, jual ikan hias.

      Next time semoga bisa mengeksplore bareng mas πŸ™‚

      Delete
  4. Seru ya kampung ini dibandingkan kampung warna warni yang lain karena lebih meriah terlihat karena disertai mural. Om sama ponakannya sama-sama tjakep nich

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelum aku menjawab serunya kampung warna~warni ...,
      ijinkan aku untuk ..., cengengesan senang karena dipuji sama bli Putu Eka 😁 hehehe ..
      Terimakasih, bli πŸ™

      Menurutku juga begitu, bli ..., kampung satu ini tampil beda dengan kampung warna~warni serupa karena dihiasi mural~mural apik.
      Penggarapannya detil banget, kayak nyata.

      Delete
  5. Wah, keren! Saya selalu suka dengan proyek pemberdayaan kampung yang seperti ini. Selain meningkatkan perekonomian, masyarakat secara perlahan menjadi lebih sadar kebersihan dan keindahan.

    Btw, akhirnya ada model cantiknya di sini. Biasanya cuma tampang om-om. (Hehehe...)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuih tante, eh# kak Dyah kok nyebut aku tampang om~om yaaa πŸ˜… hahaha ...

      Ponakanku cantik kan, kak hehe ..., hidungnya mancung banget kayak hidung orang bule πŸ™‚.

      Yups, aku juga sependapat kampung Pancuran atau Kampung Mural ini bisa jadi role model buat perkampungan kumuh di kota lain agar berbenah.
      Tapi tentunya dengan tema yang lain penggarapannya, agar tampil beda.

      Delete
  6. cocok banget buat foto foto :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, mas Khanif πŸ‘ŒπŸ‘

      Pecinta fotografi dan penyuka instagram wajib kesini buat nambah feeds akun mereka.

      Delete
  7. btw itu adeknya cakep juga ya, bikin gemes liatnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😁 Terimakasih, mas Khanif.
      Celyn pasti senyum senang membacanya hehe

      Delete
    2. Kampung Pancuran hebat ya sudah jadi kampung mural salah satu tujuan wisata.
      Andaikan semua kampung-kampung di seluruh daetah di Indonesia dipermak jadi kampung warna atau kampung mural seperti ini pasti bakal rapi dan keren ya? Nggak ada lagi kampung-kampung kumuh. Hehehe
      Selain penghasil kerupuk karak, pelopor kesenian drumblek? Itu kesenian yang bagaimana brader? Apa bisa digambarkan? Maklum aku kan dulu besarnx di luar jawa jadi nggak paham.

      Sumpah aku terkejut lihat ponakan brader Celyn sekarang sudah tumbuh besar dan cantik.
      Kayaknya dulu di IG masih kecilkecil.
      Gaya Celyn saat berfoto asyik, photogenik hehehe..
      Kok cepet gede ya anak jaman sekarang hehehe.. Salam aja dech buat Celyn.. :)

      Delete
    3. Sependapat, sista.
      Kampung Pancuran setelah disulap jadi kampung wisata tematik jadi keren.
      Dan yang bikin salut, sampai sekarang terus digarap keindahannya, padahal sudah diresmikan oleh pemerintah setempat tanggal 1 November kemarin.

      Iya, seandainya saja ...
      Semua kota memiliki kampung warna~warni seindah ini, pasti kampung kumuh yang ada berubah jadi lokasi wisata menarik.
      Tapi tentunya, punya ciri khas masing~masing.
      Misal di kota A temanya mural, di kota B temanya tentang dinisaurus semua atau serangga semua ...
      Waah itu pasti bikin Indonesia makin berwarna πŸ‘

      Hehehe makin cantik ya si Celyn 😁 ..., dia memang bongsor badannya, cepat tinggi.
      Sekarang sudah kelas 1 SD.
      Kalau berfoto dia juaranyaaa diantara kami sekeluarga ..., tanpa malu~malu dan tanpa perlu diarahkan langsung muncul idenya berganti pose di depan kamera πŸ˜πŸ“Έ
      Udah gitu, dia langsung cepat~cepat lihat hasil fotonya sambil cekikikan geli khas bocah 😁 ...
      Dilihat ngga bagus hasilnya, Celyn langsung berlari pasang gaya lain di spot yang sama hahaha πŸ˜…

      Iya, ntar Celyn kuminta baca rangkaian komentar di post ini, ntar pasti dia cengengesan dan bilang salam kirim balik buat sista dan teman~teman penulis blog semua.

      Delete
    4. Iya setuju seandainya semua kampung di sulap menjadi kampung kekinian dengan tema yang berbeda mrmpunyai curi khas masing-masing akan tampil beda unik dan bersih. Sudah pasti akan menarik orang untuk berkunjung ke kampung tsb. Dengan pemberdayaan kampung otomatis bisa menaikan pendapatan warga kampung juga.

      Makasih kalau salamku sudah disampaikan ke Celyn. Oh sudah kelas 1 SD ya sekarang? badannya terlihat lebih tinggi dari anak sesusianya ya?
      terutama pas Celyn foto berdiri tanpa ikat kepala rambut panjang, tampilan Celyn seperti gadis keci cantik yang beranjak remaja, padahal masih kelas 1 SD ya? Hehehe..
      Celyn pinter banget bergaya di depan kamera persis kayak Om nya, hehehe..

      Sebaliknya gambar-gambar Om nya ini juga hasil jepretan kamera oleh Celyn ya?

      Oh ya ikan mas yang ada di kolam tsb dijual nggak ya brader? pasti nggak ya? kalau dijual kapan-kapan aku mau beli. Buat tombo kepingin Wkwkwkwk.:)

      Hidroponik garden nya itu ditanami sayuran jenis apa brader? Aku kok jadi kepingin belajar punya tanaman hidroponik.

      Angan-anganku bisa punya tanah dan kebun di daerah Batu Malang biar bisa bercocok tanam buah dan sayur apa aja. Mana udaranya dingin dekat pegunungan. Hehehe.. Ngayal.com

      Delete
    5. Betul, semoga terlaksana adanya penggarapan kampung warna~warni di setiap kota di Indonesia dengan tema yang berbeda satu sama lain.
      Aku yakin dengan adanya pelaksanaan seperti itu pasti banyak menggaet wisatawan berdatangan dari luar kota karena ingin berfoto di kampung yang punya ciri tersendiri.

      Iya, kami berdua saling bergantian membidik kamera hehehe 😁 ..., tinggal diarahin sedikit ngambil gambarnya, Celyn mampu membidik kamera dengan baik, fokus dan ngga blur hasilnya.
      Tapi namanya bocah ya, sekali waktu saat dia ngambil gambar tau-tau lari mengarah ke aku ...
      Maksudnya dia mau nunjukin hasil bidikannya.
      Tapi karena membidik kamera belum tuntas,jadilah hasil fotoku goyang ngga berbentuk ...
      Akhirnya kami berdua ngakak bareng lihat hasilnya
      Wwwkkkwwk πŸ˜…

      Budidaya ikan masnya dijual, sista.
      Di salah satu gang kampungnya juga ada warga yang menjual ikan hias seperti ikan louhan, ikan cupang, dll.

      Kebun hidroponiknya ditanami kangkung, onclang, kol merah, tomat, cabe dan masih banyak lainnya.

      Ayoook bikin hidroponik dulu saja, sista.
      Siapa tau, namanya juga kuasa Tuhan barangkali suatu saat betulan terlaksana punya lahan untuk jadi perkebunan di daerah Batu.
      Ya, kan ?.
      Aseek, ntar aku bisa mampir sekalian metik apel lagi di Batu hehehe 😁

      Delete
    6. Iya semoga semakin banyak kampung warna warni kekinian yang muncul.

      Ouw selama jalan-jalan di kampung mural ini membidik kameranya bergantian dengan Celyn ya? Siplah kalau begitu. Senang ada ponakan yang bisa dimintai ngambil gambar ya brader? Hehehe...
      Klop dech travelling Om dan ponakan memang kompak. Sipp.

      Ouw jadi ikan masnya dijual ya? berita bagus kalau begitu. Aku akan beli ikan mas nya aku bawa pulang buat souvenir.. eh buat dimakandimakan, hihihi..

      Iya betul sebelum punya kebun sendiri belajar bertanam hidroponik dulu aja kali ya? Hehehe..
      Amin. Semoga bisa kesampaian aku punya kebun buah sendiri di daerah Batu. Tentu ntar brader boleh mampir dan metik buah apel sepuasnya...
      Tapi jangan lupa ntar sambil ngevlog kebun buah apel dan lain-lainnya ya?

      Delete
    7. Pasti dong.
      Kubantuin promosinya dengan ngevlog dan nulis artikel perkebunan milik sista hehehe 😁

      Semoga terlaksana idenya, Amin.

      Delete
  8. Lah ini kampung gaol banget yak. Waktu aku ke jogja, di gang-gangnya juga ada mural art gini. Kreatif banget. Aku pengen punya deh di rumah tanaman hidroponik gitu. Kan simple yak, gak ribet. Dan aku juga pengen banget punya kebun kecil sendiri, ya nanem wortel, ya cabe.. jadi ga perlu beli ke pasar. Hahaha. Ini kampungnya inspiratif banget. Semoga kampung2 lagi ikut terinspirasi dan ikut meramaikan kampung mereka dengan mural art yang keren2. Suka deh liat kampung2 begini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya yak kreatif banget yak, kak Ran ..., lukisan muralnya juga apik-apik, ngga asal~asalan bikinnya πŸ‘

      Hahaha ..., bagus tuh kak Ran bakalan punya hidroponik.
      Jadi mau masak tinggal petik 🌢πŸ₯’πŸ₯•πŸ†πŸ„

      Semoga menginspirasi kampung~kampung di kota lain πŸ‘Œ

      Delete
  9. Ponakannya cantik maksimal kak, mengalihkan fokus untuk membaca, hehe.

    Baru lihat ada kincirnya, yang di vlog kayaknya gak keliatan. Itu hanya hiasan atau berfungsi sebagai sumber listrik? Lagi-lagi membayangkan kalau kincirnya menghasilkan listrik pasti asyik. Bisa berwisata sambil belajar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ntar Celyn pasti ketawa senang baca komentar dari kak Qudsi 😁.
      Terimakasih kak πŸ™

      Ada cerita lucu loh, kak ..., waktu di kampung Mural beberapa warga disana setiap berpapasan dan lagi lihat Celyn berfoto pada manggil si cantik, dia malah bingung lalu tanya ke aku 'Om kok mereka pada bilang cantik kenapa sih ?, aku memang cantik ya ?'
      Bhuahahahaa ... , aku langsung ngakak denger celotehannya πŸ˜…

      Kincir airnya sebatas memutar air sesekali untuk sirkulasi irigasi kali agar pembudidayaan ikan lebih baik.
      Selain itu, buat foto~foto hehehe ...

      Delete
    2. Hahaha. Salam kak buat Celyn yang cantik. Mungkin Celyn gak sadar atau memang gak paham tentang cantik, kak. Hehehe.

      Ealah... Tapi idenya bagus, ada kincir airnya.

      Delete
    3. 😁 pertanyaan polos khas bocah ya, kak.
      Terimakasih,kak Qudsi salam kembali dari Celyn.

      Iya, unik buat foto~foto kincir airnya.

      Delete
  10. kreatif banget…..
    meskipun sederhana perumahan kampungnya, tapi sangat bersih.
    thank you for sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Your welcome miss Lantana πŸ™‚
      Semoga jadi referensi lokasi liburan kak Lantana selanjutnya.

      Delete
  11. Kalau lihat Kampung Pancuran ini aku jadi teringat Kampung Warna-warni di Malang. Sekarang banyak kampung yang ditampilkan dengan aneka karya seni seperti mural dll. Jadi betah hidup ya kalo lingkungan bersih, asri dan nyeni. Mas Hino makin demen pose dong ya, merayap di dinding ga? Hahahaha :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, kampung warna-warni Jodipan Malang setauku pelopornya di Indonesia .., kampung kumuh disulap jadi kampung berwarna.
      Syukurnya tiap kampung yang digarap jadi kampung wisata, masing~masing punya ciri gaya tersendiri.

      Bhuahahahaa .. merayap ditembok kayak manusia cicak alias spiderman ding yaa πŸ˜‚

      Delete
    2. Kalau kampungnya bersih, nyeni dna berwarna-warni kayak gini, otomatis makin berkurang orang buang sampah sembarangan ya. Soalnya udha capek bikin cantik dinding. Jangan sampai ternodai hihihi.

      Delete
    3. Betul, kak Nurul.

      Sepertinya aku pernah dengar, di salah satu kampung di Depok ada Kampung 3D deh, kak.
      Cuman aku lupa nama kampungnya apa.

      Delete
  12. Wahh sWahh sayang e salatiga. Kalo magelang wes tak jajal sore ini mas wkak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwwkkkwkk ..., tenane πŸ˜… ?.
      Beneran kalau kampung ini lokasinya di Magelang atau misalkan di Magelang ada kampung kayak gini ..., bakalan langsung dijajal nyelonong ke Magelang ?.

      Mas Rahmat ini sebenarnya sekarang tinggal di kota mana sih ?. Bukannya udah pindah dari Yogya ya ?.

      Delete
    2. hahaha aku skarang di Bandung mas. Wingi ke Magelang main main hahaha. lupa ngabari, harus e ngabarin, tapi aku ndadak

      Delete
    3. Oh, sekarang udah hijrah di Bandung ya...
      Siap mengeksplore destinasi Bandung nih kalo gitu.
      Yo wis ngga apa~apa, lain kesempatan pasti bisa πŸ™‚

      Delete
    4. hahaha iya mas. jadi penduduk Bandung saiki. tapi seh sering melipir ke Jogja-Solo kalau libur panjang. wkwk Siapp, nanti tak kabar2 kalo ke Magelang. :D

      Delete
    5. Okai, mas eh# uda Rahmat πŸ™‚πŸ‘Œ
      Rajin amat ya sering melipir ke Jogja-Solo ... ckcckck ...
      Doi pasti stay disana tuh ...
      Wkkkwkk

      Delete
  13. Mengubah kampung kumuh jadi tempat yang menarik wisatawan sepertinya juga di lakukan di purworejo tepatnya di sepanjang sungai dekat pasar kutoarjo..sekarang masih dalam proses pengembangan semoga kedepan bisa jadi tempat keren seperti di salatiga ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oya ... , di Purworejo juga lagi digarap kampung warna-warni ?
      Waah, keren pastinya ya.

      Ntar kalau udah selesai penggarapannya, aku akan liburan kesana.
      Meski deg-degan melewati jalan yang punya kenangan buruk disana.

      Terimakasih infonya, mas Budi.

      Delete
  14. Saya sudah lihat videonya mas, artikel dan videonya sama2 bikin gemessss.... Ohy gambarnya pakai model yach.... :) tumben, hihihiih....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ... 😁
      Terimakasih kang Nata yang baik hati, ramah dan tidak sombong ..., selalu mendukung aku di artikel juga di youtube.

      Video youtube Kang Nata juga super keren looh ...
      Bikin aku kagum nyimaknya πŸ‘.
      Dalam hati muncul pertanyaan, kok bisa melukis beragam gambar di permukaan kulit telur ...
      Keren betul itu, kang !

      Delete
  15. Wah lucu ya. Beberapa kali lewat Salatiga tapi belum pernah mampir, cuma lewat aja. Soalnya bingung disana mau ngapain. Ini bisa jadi pilihan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip, kak Lusi πŸ˜πŸ‘
      Ntar kalau lewat Salatiga lagi, mampilah melipir ke Kampung Mural.
      Keren buat lokasi foto-foto πŸ“Έ

      Delete
  16. bukan main coretan di dinding
    membuat tambah indah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren banget lukisan-lukisan muralnya ya, mas ....
      Kelihatan digarap ngga asal-asalan. Cermat dan detil.

      Delete
  17. Sekarang banyak yah kampung tematik begini, di daerah Jakarta Utara juga ada tuh sering lewat cuma sekarang agak ga terawat. Sebenernya ini sih akibat medsos jadi orang-orang yang pengen foto-foto lebih sering mengunjungi tempat model begini. Sebenernya bagus juga yah jadi meningkatkan wisata bahkan sampe kampung-kampung pun dibuat cakep untuk difoto. hehe. Itu melibatkan pihak swasta mungkin semacam program CSR nya mereka kali yah? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaah sayang banget ya kampung di daetah Jakarta Utara ngga terawat.
      Semoga kampung ini ngga bernasib sama tapi tetap terus terawat dan terus berinovasi.

      Betul, berkat sosmed muncul ide-ide kreatif membuat kampung jadi keren buat menggaet wisatawan.
      Tentunya juga ekonomi warga ikut terangkat.

      Delete
  18. Iiih gemeeesh banget sama ponakannya mas, si Celyn. Lucunyaa. Btw kampungnya keren banget. Bagus juga ya kalo semua kampung kampung yang kurang baik di tata seperti itu. Coba aja pemerintah bisa se aware itu ya. Yah memang ada sih beberapa kampung di tempatku temboknya dihiasin sama mural. Tapi tetap aja dibandingin dengan kampung yg ngga bagus, masih banyakan kampung yang ngga bagus dan belum di mural. Padahal kalau kampungnya semua di mural bisa jadi objek wisata. Minimal jadi tempat hits buat foto-fotolah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe terimakasih kak Suryani, Celyn pasti senang membacanya 😁.

      Sependapat dengan apa yang disampaikan kak Suryani, jika kampung-kampung dibuat semenarik mungkin pasti jadi tujuan wisatawan. Bisa jadi wisatawan dari luar kota ikut berdatangan berlibur disana.
      Satu kampung dibuat tema yang berbeda dengan kampung lainnya .., pasti sangat menarik.

      Delete
  19. mural, dan ikan ikan di alam bebas, saya suka itu mas. kadang kepikiran membuat kampung jadi begitu, apa daya tangan tak sampai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba diusulkan ke RW kampungnya mas Affip, barangkali tergerak untuk ikut membuat kampung warna-warni di Brebes.
      Jadi bisa untuk memajukan pariwisata.

      Delete
  20. Ternyaata kampung murah yang terletak di salatiga ini bagus sekali yaa.. banyak spot foto yang keren2 abis.. aku pernah ke salatiga kak cuma ke kampung mural ini belum pernah.. jadi penasaran pngen main kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti kalau si dedek bayinya kak Vika udah gede diajak liburan ke Kampung Mural Salatiga, kak.
      Si kecil bisa belajar mengenal beragam Δ£ambar.

      Delete
    2. ayoo kak himawant, kak himawant jadi tour guideny ya.. setuju gk kak wkwkwkw

      Delete
    3. Setuju kak Vika 😁
      Lagipula aku senang sama anak kecil, disuruh gendong seharian juga ngga apa~apa wwkwkwkk ..

      Delete
  21. kalau tak silap saya, di taiwan juga ada kampung sebegini. seorang pesara tentera, dia melukis pada dinding rumahnya kemudian orang kampung ikut dan turut melukis rumah mereka. sekarang menjadi tarikan tourist...

    nampaknya saya juga harus ke sini untuk berselfie ;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah keren itu, kak ...
      Aku jadi penasaran pengin lihat hasil karya mural tentara Taiwan seperti apa.
      Kalau memungkinkan, dibuat artikel ya, kak ..., aku pengin lihat kampung Muralnya.

      Siiip, ntar kapan ke Indonesia mampirlah ke Salatiga, kak

      Delete
    2. bisa aja mas... no problem hahaha

      Delete
    3. Hahahahaa πŸ˜…
      Kan aku penasaran pengin lihat kampung Mural di Taiwan, kak ..

      Delete
  22. Om dan keponakan sama2 pandai bergaya di depan kamera, btw Celyn cantik mas.

    Udah makin banyak sekarang kampung yang mengusuung konsep yang sama, mural, warna warni dan sejenisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya, mas Sabda.
      Celyn pasti senang membaca komentar dari mas.

      Betul, sekarang makin banyak kampung tematik bermunculan.
      Semoga setiap kampung bisa punya ciri masing-masing, biar ngga bosenin dan jadi minat kunjungan wisatawan karena ciri khasnya.

      Delete
  23. keren bANGET nih mas, tempatnya unik dan tentu memiliki ciri dengan berbagai warna warni yang bisa memberikan mata kita terlihat indah dipandang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, betul mas Yuli.
      Selain tampil unik dengan tampilan beragam mural keren juga adanya budidaya ikan di kalinya dan contoh pemanfaatan pekarangan jadi lahan hidroponik jadi nilai tambah tersendiri.

      Delete
  24. Asik emang menghabiskan waktu d.tempat yang seperti ini ya, Mas.
    Kalau dekat mah pasti tak ajak fijo untuk foto-foto d.tempat ini juga..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya ...
      Betul tuh si Fijo pasti suka banget diajak liburan ke kampung mural ini, mas Andi.
      Sebentar lagi liburan panjang sekolah, Fijo diajak kesana selain ke Yogya, mas.

      Delete
    2. Kok aku pengen ketawa ya, Mas. Fijo itu kan gak sekolah, Mas :D

      Apa aku sekolahkan aja ya, biar pantai menelusuri kota Jogja..hehe

      Udah kenalan kan, Mas sama fijo?

      Delete
    3. Wwwkkwkk ... πŸ˜‚!
      Aku saja langsung ngakak setelah baca post mas Andi ..
      Laaaaah ternyata si Fijo itu sepeda kesayangan mas Andi, BUKAN adiknya ...

      Bhuahhaaha ...
      Maluku eh# malunya aku 🀣

      Sekarang udah kenalan sama si Fijo yang kece dan gagah itu.
      Keren euy sepedanya πŸ‘

      Delete
  25. Duh...
    Celyn cantik banget mas... wkwkwkwkwk...
    Sering diajak jalan-jalan ya mas, hati senang gimana gitu melihat wajah imutnya yang cantik..
    hehe..

    Nah, kalau dibuat kaya gini bagus banget mas kampungnya, ada ciri khas dan pastinya menarik wisatawan untuk datang berkunjung..

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😁 hehehe terimakasih bli Eka πŸ™
      Dapat salam dari si Celyn nih buat bli Eka πŸ™‚

      Sependapat, bli.
      Banyaknya kampung warna~warni bermunculan di berbagai kota harus dibarengi dengan penggarapan yang baik, ngga asal-asalan pembuatannya.
      Dan yang terutama punya ciri khas pembeda dengan kampung warna-warni di kota lain.

      Delete
    2. aduh..
      salam balik buat Celyn ya mas.. hahaha..

      iya mas, yang penting dirawat dan terus dikembangkan, akhirnya semakin terkenal dan disukai banyak orang..

      Delete
  26. wah, lagi musim kampung2 seperti ini, di daerahku juga udh mulai ada.. bagus lah... kreatifitas yg bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren nih di daerah kakak ada kampung warna-warni.
      Di kotaku ngga ada, kak.

      Betul,
      Selain memacu kreatifitas juga nantinya bisa mengangkat perekonomian dengan datangnya wisatawan berkunjung.

      Delete
  27. Emang udah lama banget aku pengen bikin kampung halamanku jadi kampung tematik kek gitu...

    Selain bisa jadi tempat wisata juga bikin betah lama2 tinggal dikampung. Basic aku kan design palinggak aku bisa bikin gambar2 seperti itu di tembok2 yang polos banget...

    Yah mudah2an aja suatu saat ada yang dukung...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow kereen ...
      Mas Adhi punya bakat design πŸ‘
      Kalau gitu, kamarku dilukisin ya, mas ... hahahaha ngarep# πŸ˜…

      Coba ide mas untuk membuat kampung tematik diusulkan ke ketua RW setempat, sambil ditunjukan contohnya.
      Barangkali jadi tergerak.

      Kampung Mural ini pun bermula dari ide warga lalu diusulkan ke RW 04 setempat, lalu idenya disetujui dan diajukan ke pemerintah kota ..., gayung pun bersambut idenya disetujui.
      Akhirnya pihak swasta sebagai sponsorship penyuplai cat ikut berperan serta.

      Delete
  28. Kampung Mural ya namanya, apik mas. Bisa pepotoan dgn background muralnya. Dik celyn pasti seneng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama aslinya sih Kampung Pancuran, tapi waktu aku tanya-tanya warga Salatiga dimana letak Kampung Pancuran, mereka nyebutinnya ' Oh Kampung Mural ya .. itu disana '.
      Berarti, nama Kampung Mural lebih dikenal hehehe 😁

      Ntar ajak keluarga mas Adi liburan ke lokasi ini, mas.
      Anak mas Adi pasti juga suka kayak si Celyn 😁

      Delete
  29. sebenernya menurut sha pribadi, masih agak kurang sih kampung tematik gini. Masih kurang unsur seninya. Kadang beberapa hanya mengandalkan "yang penting warna warni" tanpa benar2 di perhatiin seninya. Jadinya tergerus, hanya viral sesaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu benar apa kata kak Sha, banyak kampung warna~warni yang kayak soda .. meletup sesaat lalu amblas ditinggalkan kunjungan pengunjung karena unsur seni dan pelengkap daya tarik wisatanya kurang atau juga ngga konsisten merawatnya.

      Semoga kampung Mural di Pancuran ini ngga.
      Tetap mampu berkibar namanya dengan kreasi terus menerus dan terus menggelar kesenian sebagai pelengkapnya.

      Delete
  30. Inspiratif ya kampungnya, patut dicontoh ini. Kalau di Malang ada sejenis ini namanya kampung warna warni jodipan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, jika di Malang kampung serupa ini namanya Jodipan.

      Sepertinya memang Kampung Jodipan pelopor kampung warna-warni di Indonesia ya, kak ?

      Delete
  31. Hal yang berat dari kampung semacam ini adalah komitmen warga dalam membangun kekompakan. Keren, mas liputannya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih pendapatnya, bang Doel πŸ™

      Sependapat, komitmen warga tetap terus merawat dan terus berkreasi untuk kampung wisata semacam ini sangatlah penting.
      Kalau ngga, namanya cuma tenar sesaat.
      Kumuh lagi, akan segera dilupakan oleh wisatawan.

      Delete
  32. Kreatif banget berarti ya warga kampungnya, semoga menginspirasi kampung kumuh lainnya agar bebenah diri, btw salam kenal ya mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal kembali, kak Hydriani πŸ‘‹ , senang rasanya nambah teman lagi.

      Semoga post ini menginspirasi kampung kumuh di kota lain untuk tergerak ikut menyulap kamoungnya jadi menarik dan jadi kunjungan wisatawan.

      Delete
  33. Dateng lagi...;) Betah berlama-lama memandang mural...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ...
      Yok bikin mural dirumah kita masing-masing yok, kak ... biar jadi obat kangen dan siapa tau dikunjungi turis juga 😁

      Delete
  34. komentarin Celyn aja... cantik mas... salam ya buat ponakan mas Himawan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe kali ini kak Monica ngga komentarin lokasi wisata tapi langsung komentarin si Celyn 😁

      Terimakasih salamnya, kak.
      Salam kenal kembali buat kak Monica, gitu kata Celyn πŸ™‚πŸ™

      Delete
  35. wah, jadi salah focus nih...mural apa cewek kecil manis...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaahaa .., mas Tanza bisa aja siih πŸ˜…

      Delete
  36. keren tu mz.... kalau setiap gang di tanami sayur kayak gitu trus selokannya jadi tempat budidaya ikan jadi tambah bersih itu nanti.. kaya kota di jepang.. kereeen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat, kak Risna.
      Punya kemiripan dengan pemanfaatan kampung di Jepang.
      Semoga menginspirasi kampung-kampung kumuh di kota lain untuk berbenah juga.

      Rumah kak Risna juga bisa jadi pelopor untuk warga sekitar, loh ...
      Kebetulan kak Risna kan sukanya berkebun πŸ™‚

      Delete
  37. Baru tau ada Kampung Mural di Salatiga. Colorful banget euy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan baru saja diresmikan kampungnya jadi destinasi wisata, kak April.
      Masih kinyis~kinyis gress ...
      Hehehe 😁

      Delete
  38. Waaah..., puas deh kalo kemari untuk foto-foto ya, Bang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, mas Akhmad.
      Penyuka fotografi pasti senang liburan di kampung ini.

      Delete
  39. Sumpah keren banget in kampung mah, pasti bikin mata adem ayem..
    Tapi yang bikin salah fokus, pose om nya lebih cetar daripada ponakan nya yang cuantiq.. hmm *plok

    ReplyDelete
    Replies
    1. πŸ˜… hahaha ..
      Mas Wiki bisa aja sih ..
      Ingat kata cetar, jadi teringat kata penyertanya : cetar membahenol
      Wwwkkkwwk !

      Coba diusulkan di kamoung mas Wiki tinggal agar disulap juga jadi kampung wisata warna-warni, mas.
      Kan bisa datengin wisatawan nantinya.

      Delete
    2. Kampung industri mah susah mas untuk dirombak 😁 tapi kalo pabrik sawitnya bisa, soalnya tiap libur lebaran pasti habis lebih 100 ember cat dinding & besi πŸ˜‚

      Delete
    3. Wow, mantap .. tiap tahun pabrik sawitnya selalu dengan tampilan di cat baru πŸ‘.
      Nah kalau seperti itu perawatan kontinyu, dinding pabrik jadi ngga kelihatan kumuh atau seram.

      Semoga tergerak dilukis mural area pabriknya πŸ™‚

      Delete
  40. Iyaa, pas ke Salatiga juga nggak ngeh ada kampung mural ini. Aku gagal fokus sama ikan-ikannya dan sama si Celyn wkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwwwkkk πŸ˜…
      Kok malah gagal fokus lihat si Celyn ?.
      Pengin punya anak kayak Celyn yang pandai bergaya ya, kak Dwi 😁 ?

      Ntar kalau ke Salatiga, mampir berlibur ke Kampung Mural, kak.
      Patokannya mudah, dekat Ramayana Dept. Store.

      Delete
  41. Bakat melukis dan menggambarnya sungguh luar biasa. Hasilnya indah dan menawan semuanya. Orang indonesia kalau diberi ruang ternyata kemampuannya hebat-hebat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, mantul karya lukisan muralnya, mas Djangjaru πŸ‘.
      Ngga asal-asalan ngelukisnya seperti yang tampak di beberapa kota lain tempat wisata serupa.

      Lukisan mural wajah tokoh-tokoh pahlawan juga persis kayak orang betulan, mas.
      Dibuat dalam skala besar, full berjajar beberapa dinding.

      Delete
  42. Sekarang, perkampungan gitu kalau misal diisi sama orangorang kreatif dan digambarin yang ciamik, langsung hits deh. aslik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asiiik πŸ˜‰πŸ‘Œ
      Semoga kampung mas Febri tinggal terisnpirasi dan menyusul jadi kampung wisata ... , nanti aku bisa mampir liburan hehehe 😁

      Delete
  43. # Hanya sekedar ninggalin jejak, karena belum ada artikel baru…. dan klik iklan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jejak yang tertinggal sungguh indah 😁
      Sekarang udah ada artikel terbaru kok, mas Tanza ...
      Yook ditinggalin lagi jejaknya disana πŸ˜‰

      Delete
  44. hambok tenan, itu kereeeennnn.... bisa menghalau kesan suram muram seram kumuh yang biasanya menyeruak di perkampungan dekat pasar (pengalamanku sihh suka bete klo menyusuri perkampungan dekat pasar)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaahaha ...
      Mantaaap kak Agustina komentar dengan bahasa Jawa ' hambok tenan ' πŸ˜…
      Waah bisa booming nih kata itu 😁

      Ayook kak kapan ada waktu liburan ke perkampungan dekat pasar yang tertata rapi ini πŸ˜‰

      Delete
  45. keren kampungnya, jadi bersih dan menarik kunjungan wisata, inspiratif untuk kampung lain yang masih kumuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat, masbro πŸ‘Œ
      Semoga menginspirasi kampung-kampung di kota lain yang sekiranya masih terlihat kumuh .., segera dipermak jadi kece seperti kampung mural ini.

      Delete
  46. Suka banget mas kampungnya eye catching hahha, buat foto2 bagus nih, Instagramable banget. Eh itu Ada hidroponik juga, wah luar biasa. Eh sekarang dirimu ngeyutub juga kah ?, Keren banget siih 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😁 sependapat dengan istilah eye catching dari mas Didy πŸ‘Œ.
      Sebenarnya masih banyak file foto lokasi kampung ini tapi ngga kusertain di artikel ini, mas karena takut dikira cuma banyak gambar sedikit tulisannya wwkkkwwkk πŸ˜…

      Mas Didy juga ngeyutub jugakah ?.
      Nama channelnya apa, mas ?.
      Ntar kukunjungi.
      Tadinya aku ngga kepikiran mau jadi ngeyutub tapi berkat rayuan pulau kelapa, eh# rayuan beberapa teman blogger hahaha .. akhirnya aku belajar ngeyutub, mas 😁

      Delete
  47. Seru mas, saya paling suka suatu lingkungan kampung di upgrade menjadi lebih baik dengan sebuah lukisan yang penuh warna, apalagi bisa dijadikan background untuk foto selfi. liburan yang sangat menarik mas hima

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih pendapatnya mas Harman πŸ™πŸ˜
      Semoga kampung mas Harman juga diupgrade jadi kampung tematik dan jadi kunjungan wisatawan, termasuk aku ... hehehe

      Delete
  48. Kayaknya kampung warna-warni gini makin banyak aja ya di Indonesia. Gak papa sih, terutama daerah yang tadinya kumuh jadi cantik. Lagian tempat kaya gini bagus buat poto-poto.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul banget, mas Riza.
      Bak jamur tumbuh di musim penghujan bermunculan kampung kreatif serupa di banyak kota.
      Salah satu cara agar tetap terus bisa bertahan jadi lokasi kunjungan wisatawan, harus rajin perawatan kampungnya dan inovatif.

      Delete
  49. Like uncle like niece... ternyata hobi bergaya di hadapan kamera bisa menular yah... hahahahaha.. untung saja wajah si Celyn tidak seperti omnya. Jadi, yang melihat tidak langsung kabur..:-P

    Kreatif kata kuncinya. Membuat sesuatu menjadi menarik terkadang hanya butuh ide dan kreatifitas. Kampung yang biasa saja bisa menjadi salah satu tempat yang fotogenik untuk difoto.

    Sekreatif yang punya blog ini, yang bisa membuat sebuah hal biasa menjadi tidak biasa, alias menarik.

    Keren om..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaa ...
      Om Anton bisaan deeh πŸ˜…
      Kalau wajah si Celyn plek mirip sama aku, ntar dikiranya anak kandungku, bukan ponakan.
      Padahal aku ngakunya selama ini kan jomblo ...
      Jomblo beneran loooh wwkkwwwkk!.

      Terimakasih dipuji kreatif hehehe πŸ˜πŸ™

      Delete
  50. Kreatif. Dari yang diabaikan orang menjadi sesuati yang menarik bahkan menjadi sarana wisata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat, bang Day.
      Semoga jadi inspirasi untuk kampung-kampung lain di Indonesia agar sadar wisata.

      Kalau kampung dimaksimalkan seperti kampung Pancuran ini, tentunya perekonomian setempat juga ikut naik.

      Delete
  51. Celyn cantik, jadi lebih fokus daripada omnya, he he.
    Senang saja baca kisah jalan-jalan om dan keponakan di Kampung Mural. Tempatnya inspiratif, sayang jauh dari Garut. Coba kalau setiap wilayah di berbagai kota bikin perkampungan demikian, tentu akan memberi nilai lebih. Jadi asri.
    Salut pada pabrik catnya yang jadi sponsor. Napa gak sisebutun nama sponsornya, Mas? Biar saya ikut bantu beli produknya. Rumah harus dicat ulang karena Palung pernah mencorat-cireti dinding tanpa sentuhan seni, hi hi. Asal coret bukan lukis mural.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwkk .., ngga apa-apa wajahku jadi teralihkan fokusnya oleh wajah cantik Celyn :D

      Nah, itu dia, kak ...
      Kudoakan di Garut segera menyusul ada ide pembuatan kampung tematik seperti kampung di Salatiga ini, agar tata kotanya lebih indah dan nambah sarana wisata.

      Ngga kusebutin nama produsennya karena artikel ini ngga diendorse, kak :)
      Hahaha ..., anak kecil selalu penuh semangat ya melukis dalam bentuk apapun dan dinding selalu jadi salah satu sasaran :D

      Delete
  52. ponakannya cantik, fotogenic pula. kreatif, tempat yang dulunya mungkin nggak dilirik, sekarang bisa jadi tujuan buat foto2 kayak gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih pendapatnya, kak Ainun :)

      Iya, betul.
      Mendadak kampungnya jadi rame kunjungan wisatawan buat berfoto-foto di background keren.

      Delete