Friday, October 19, 2018

Uniknya Bentangan Alam Bebatuan Purba Pangenrejo Kali Bogowonto

Patokan rute termudah untuk menuju ke desa Pangenrejo, kelurahan Padukuhan tempat lokasi bentangan alam bebatuan purba unik di pinggir kali Bogowonto ini berada ditempuh melalui masuk ke gang bernama Gang. Ronogati RT. 01 / RW. 05, tepat di samping bangunan Gereja Kristen Jawa atau GKJ Purworejo Selatan di badan jalan utama Jalan Brigjend. Katamso.
Jalan Brigjend. Katamso ditempuh dari alun - alun kota Purworejo, kemudian lurus melewati patung kereta kuda Kresno Duto.


Trip Of Mine
Ukiran bebatuan alam menakjubkan

Curahan hati

Jujur kuakui, sebenarnya sebelum keberangkatan perjalanan berliburku ke kota Purworejo di pikiranku muncul bayangan ketakutan tersendiri.
Begitupun saat aku akan menulis artikel ini, aku yang biasanya tak punya kendala berarti menentukan kalimat awal pembuka suatu artikel, kali ini seperti mengalami kebuntuan, kesulitan memilih dan menentukan kata pembuka apa yang tepat.
Berulangkali coretan draft artikel yang kutulis di kertas, biasanya tak kulakukan seperti ini tapi langsung kuketikkan di layar perangkat, juga berujung tak cepat terselesaikan. 
Hasilnya menurutku, kurang pas. 
Selalu begitu dan begitu berulangkali.

Sampai akhirnya di suatu hari aku sanggup menenangkan pikiran dan memutuskan mengetik langsung di perangkat untuk menyelesaikan post guratan alam bebatuan unik di desa Pangenrejo pinggir Kali Bogowonto ini.
Toh semua kejadian telah berlalu dan peristiwanya terjadi setelah sekian tahun yang lalu, meski trauma itu masih membekas kuat di hati sampai sekarang ... .

Purworejo meski bukanlah kota kelahiranku dan akupun tak punya kerabat disana, tapi punya sejarah besar buat aku dan keluargaku.
Bagaimana tidak, jika ... , aku sebetulnya agak gemetaran menulis artikel ini dan tanpa sadar air mataku ikut mengalir turun dari mataku terbayang masa lalu ..., kami sekeluarga saat itu nyaris tak tertolong karena mengalami kecelakaan !.

Cerita bermula dari kami sekeluarga dengan nenek dari pihak papaku menggunakan mobil jeep ke Purworejo. 
Papaku yang mengemudikan kendaraan jeep merk Willys, jeep kesayangannya berwarna hijau khas milik militer itu.

Tujuan kami saat itu bukanlah untuk tujuan travelling atau liburan yang biasanya kami sekeluarga besar sering lakukan bersama, tapi untuk mencari informasi lanjutan dengan mendatangi sekolah asrama di Purworejo. Setelah beberapahari sebelumnya mendatangi sekolah asrama di Ambarawa, tapi ditolak dengan alasan kapasitas ruangan telah terisi penuh.

Siapa yang akan sekolah di asrama  ?.
Tak lain tak bukan, akulah yang akan disekolahkan di asrama.
Kenakalanku, sebenarnya bukan nakal, sih ..., tapi sifat kejahilanku yang luar biasa menjengkelkan plus sifat pembangkangku saat aku kecil dulu, membuat orang tuaku memutuskan berencana memasukkan aku ke sekolah asrama setelah lulus dari bangku Sekolah Dasar.

Di jalan kabupaten Purworejo dari arah Magelang, tepatnya di daerah Jambu yang berupa turunan panjang curam, berliku dan miring tiba - tiba jeep yang semula berangkat dari rumah dalam keadaan baik - baik saja mendadak hilang kendali, rem blong tak berfungsi.
Di tengah kepanikan luar biasa, papaku meneriakkan kami semua untuk berpegangan kencang ..., jeep meluncur deras, selip, oleng dan ..., braaaaak ..., tau - tau kami sudah berada di dalam jurang dari ketinggian sekitar beberapa meter dari badan jalan raya !.
Kami teriak menangis kesakitan minta tolong dan aku ..., dengan posisi tertidur menangis air mata dan bersimbah darah mengucur deras dari keningku membasahi pakaianku. Ya, Tuhan !.
Cuma itu yang kuingat ..., 
aku tersadar setelah berada di rumah sakit Purworejo.

Ya ..., 
aku, papaku dan nenekku yang mengalami luka - luka dilarikan ke rumah sakit di Purworejo dengan pertolongan warga sekitar.
Sementara mamaku dan adikku nomor 2 mengalami luka - luka ringan dan adikku nomor 3 yang saat itu masih bayi berada di pangkuan mamaku saat kejadian berlangsung terlempar dari kap jeep yang terbuat dari plastik terpal ke ..., pinggir jalan !.
Beruntung adik terselamatkan dan Tuhan masih memberikan kesempatan hidup untuk kami, benar - benar kuasa Tuhan melindungi kami saat itu.

Luka menganga di kening kananku dan jahitan memanjang sekitar 7 senti terlihat sampai sekarang, juga jahitan kecil di dagu kiriku. Sementara kulit kaki kananku sampai sekarang terlihat bercak hitam memanjang akibat ketidakcocokan jenis obat yang dioleskan di luka - luka kakiku.
Kelopak mata nenekku terluka terkena serpihan kaca, sementara bagian alis papaku dijahit beberapa senti jahitan.

Siksaan itu tak berhenti di rumah sakit Purworejo karena saat itu ketidaksanggupan rumah sakit menangani luka keningku yang cukup lebar dan terbilang sulit ditangani untuk dijahit, mengingat tulang kening adalah tulang keras.
Akhirnya keningku ditanam klep sementara untuk menghentikan pendarahan yang terus mengucur. Klep dipasang tanpa pembiusan.
Aku masih teringat jelas betapa luar biasa sakit yang kualami saat  pemasangan klep berlangsung. 
Saat itu aku menangis meronta - ronta dengan kedua tanganku dipegang erat oleh para kerabatku yang segera datang ke rumah sakit Purworejo dari Magelang.
Kemudian aku dilarikan ke Rumah Sakit Tentara atau RST di Magelang, disana diambil tindakan jahit.

Sejak peristiwa itu ..., 
sifat kejahilan dan sifat pembangkangku berubah total, hilang.
Tak ada lagi sikap ugal - ugalan dan sikap seenaknya sendiri. 
Mendadak kepribadianku jadi kalem, cenderung terasa lebih banyak diamnya, tapi tak jarang juga sekali waktu saat berkumpul dengan teman dan ngobrol cerita - cerita seru dengannya, aku masih tetap sering muncul sikap ' aslinya ' cuwawakan, ketawa ngakak keras mengagetkan tanpa peduli ada orang disekitaran.

Dan sampai sekarang, trauma itu masih membekas di ingatan dan lokasi kejadian menakutkan kecelakaan itu terjadi, aku masih ingat dengan jelas dimana lokasi tepatnya.
Belakangan setelah beberapa hari peristiwa itu terjadi, terdengar cerita dari para tamu yang membezuk kami jika lokasi kejadian itu memang kerap terjadi kecelakaan.

Dan di lokasi jalan itulah yang akan kulalui berlibur di Purworejo karena memang jalan tersebut adalah jalan utama penghubung antara kabupaten Magelang dan kabupaten  Purworejo
Berani tidak, ya melintasinya ... ?, begitu pikiranku berulang - ulang melintas di kepalaku.

Sampai akhirnya aku yakin dan mantap memberanikan diri seorang diri mengendarai kendaraanku untuk berlibur di Purworejo, meski di sepanjang perjalanan mulutku yang tertutup masker anti debu terus komat - kamit mengucapkan doa dan sengaja kukeluarkan kata - kata, tidak bicara di dalam hati agar keyakinanku makin tebal dan juga sebagai penyemangat diri bahwa aku akan baik - baik saja sebelum dan setelah melewati jalan yang terbilang memang perlu konsentrasi tinggi untuk dilalui ..., terbukti dengan terlihatnya beberapa papan pengumuman peringatan rambu lalu lintas dipasang di tepi jalan jika jalan tersebut daerah rawan kecelakaan.

Sesampai di lokasi ...

Setelah memasuki gapura Gang. Ronogati, perjalanan dilanjutkan melewati beberapa rumah warga. 
Sesampai di pertigaan jalan kampung, rute kulanjutkan berbelok ke arah kiri, kemudian lurus. 
Setelah itu berbelok ke arah kanan melewati perkebunan kosong dan melintasi jembatan kecil yang berdekatan dengan area pekuburan.
Area pemakaman ?. Iya, betul ... .
Komplek pemakaman berseberangan dengan rerimbunan pohon bambu dan jalan setapak yang bergelombang kulalui berada ditengah keduanya.
Kemudian dilanjutkan melewati samping kiri kanan perkebunan warga yang berada di sisi atas Kali Bogowonto ..., dan dari titik jalan itulah aliran kali besar Bogowonto itu mulai terlihat dari sela - sela rerimbunan perkebunan warga.
Tampak air terjun berkuran kecil dilihat dari kejauhan mengalir deras dari salah satu tebingnya.


Trip Of Mine
Air terjun mini terlihat dari kejauhan, berada di salah satu tebingnya

Beberapa meter setelahnya, di ujung perkampungan dan mengikuti papan nama petunjuk lokasi di persimpangan jalan, berbelok ke arah kanan tempat lokasi parkir dan keberadaan 2 warung makan berbentuk bangunan traditional Jawa tanpa nama.


Trip Of Mine
Halaman parkir dan warung makan berkonsep Jawa traditional rumahan

Tadinya aku sempat ragu benar tidaknya lokasi inilah tempat keberadaan bentangan bebatuan alam unik itu berada.
Setelah kutanyakan ke mas yang bertugas sebagai petugas parkir disana, ternyata memang benar lokasi inilah yang kucari, Pangenrejo Kali Bogowonto.

Panasnya cuaca di perjalanan dan meredam kekhawatiranku selama menempuh perjalanan melewati lokasi peristiwa yang membuatku traumatik psikis, keringat dingin cukup membasahi pakaianku.
Untuk meredamnya, sesampai di lokasi ... , aku memilih beristirahat terlebih dulu di warung makan sambil melihat - lihat pernak - pernik interiornya yang hampir semuanya ditata ala tempoe doeloe. 


Trip Of Mine
Interior warungnya berkonsep ala tempoe doloe

Beberapa pilihan lauk matang siap dipilih untuk pengunjung ditempatkan di salah satu meja tersendiri.
Setiap menunya ditutup dengan tudung saji untuk menghindari tebalnya debu di sekitaran lokasi parkiran yang memang sengaja dibiarkan alami apa adanya, tanpa diplester semen.


Trip Of Mine
Segarnya es jamu kunyit asam mendamaikan pikiranku

Segelas es minuman jamu traditional kunyit asam kupilih untuk mendamaikan pikiranku juga manfaat bagusnya untuk kulit memang sengaja kupilih dari beberapa pilihan jamu yang disediakan warung yang tepat dibangun di atas tepi Kali Bogowonto ini.
Harga minuman jamunya yang dilengkapi es batu, cukup merogoh kocek Rp. 5. 000 ,_ untuk segelas besar.
Murah, bukan ?.

Untuk menuju ke lokasi keberadaan rangkaian bebatuan alam unik yang diduga telah berusia ribuan tahun silam akibat proses penggerusan alami aliran sungai ini, dilalui melewati undakan terbuat dari susunan batu kali di dekat warung.


Trip Of Mine
Undakan tangga bebatuan menuju ke lokasi bebatuan purba

Ke arah kanan, pemandangan bentangan alam terlihat layaknya pemandangan alam sekitar sungai pada umumnya. ' Bonus ' nya terdapat pemandangan aliran air terjun kecil yang sebelumnya telah terlihat dari atas perkebunan warga yang kulewati.


Ke arah kiri ..., disanalah deretan bebatuan guratan alam sangat eksotik itu berada.
Melewati hamparan pasir hitam yang cukup terasa panas menyengat saat dilalui, rangkaian pertama bebatuan purba kupijak.


Trip Of Mine

Terselip rasa kagum lihat bentukan guratan hasil proses alamnya ... .
Celah, cekungan, naik turun bebatuan satu ke bebatuan lainnya juga garis bersusun di badan bebatuan seolah terlihat telah dipahat oleh tangan dingin maestro seni rupa.


Trip Of Mine

Lokasi bentangan bebatuan unik memesona dan terlihat sangat instagenic di desa Pangenrejo Kali Bogowonto ini sempat menjadi viral di sosial media sebagai lokasi berfoto berbagai lapisan usia.

Menurut penjelasan petugas parkir, tak sedikit pesohor Indonesia telah berlibur disana dan sampai sekarang, terutama di hari sabtu dan minggu dipenuhi kunjungan wisatawan dari luar kota untuk berfoto berlatar belakang deretan batu purba dan sebagai lokasi pecinta fotografi berburu foto menarik.


Trip Of Mine
Lihat, betapa eksotisnya guratan bebatuan purba ini ...

Sayangnya, di sekitar lokasi tak ada sarana penginapan dan warung makan berkonsep Jawa traditional rumahan itu hanya beroperasional mulai dari jam 08. 30 pagi sampai 17. 30, selebihnya bisa dipastikan hanya suasana asri dan sunyi yang tersisa di malam hari ... .

Lokasi :
Pangenrejo, Kali Bogowonto, Purworejo

Tiket :
Tidak dikenai beaya, hanya beaya parkir sukarela.
[ Kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]

Tips berlibur di Pangenrejo Kali Bogowonto :
▪ Aliran Kali Bogowonto sangatlah panjang. Jika datang dari arah kabupaten Magelang, aliran kali Bogowonto juga terlihat dari atas jembatan 2 simpang, tetapi lokasi keberadaan bebatuan purba bukanlah disitu.
Pastikan pencarian rutenya setelah melewati alun - alun pusat tengah kota dan melewati patung kereta kuda Kresno Duto

▪ Gunakan lotion suncreen atau tabir surya untuk menghindari paparan sinar matahari. Pantulan sinar matahari di atas bebatuan dan bukaan alam terasa lebih panas menyengat kulit.

133 comments:

  1. dari foto-fotonya kok kelihatan sepi bang tempatnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan saat kedatanganku tepat siang hari jadi kelihatan sepi, mas Khanif 🙂

      Kalau di warungnya, terlihat ada beberapa pengunjung ngadem disana.

      Delete
    2. iya soalnya mas himawan biasanya ngunjungi sewaktu siang panas terik, kayaknya dibanyak foto2nya sepi deh, bahkan di artikel lain juga XD

      Delete
    3. Mantap.
      Jawabanku buat mas Khanif terwakili oleh jawaban dari ahli ekonomi, mas Sabda admin Sabda Awal's blog.

      Terimakasih, mas Sabda selama ini sudah memperhatikan foto-foto artikelku hehehe

      Delete
    4. Gaya potonya itu lhoo.. Yang nggak nguwatin...

      Delete
    5. Itu poto paling atas, bokongnya kaya nggak nempel batu..

      Delete
    6. Oughh,
      Gaya fotoku yang mana yang ngga bikin kuu .. kuuu, ya maaaas Asnaji 🤔😊 ?
      Xi xi xi 😁


      Nempel kok, mas ...
      Berasap pula saking panasnya .. ♨️
      Wuakakakakaka ...
      Ayam goreeeng mentas dari wajan kali pakai acara berasap segalaa .. 😂🤣

      Delete
    7. Terik panas justru lebih terlihat jelas, kalo pas malem, mw pepotoan juga sulit dapat yang bagus buat blog...

      Delete
    8. Nah itu ..., tepat banget pendapat mas Adipraa 😁👌

      Kalo malam kayaknya ngga berani akh kesana he he he 😁 ..., soalnya ngga ada penginapan di sekitar sana.

      Delete
  2. Perlu proses yg lama utk bisa melupakan sebuah trauma apalagi ini menyangkut nyawa, bersyukur Tuhan masih menyayangi mas Hino beserta keluarga walaupun harus menanggung kesakitan yg sangat ketika dirawat di RS.

    Kok tumben nggak pesen kopi hitam mas? hehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mas Aris pengalaman kejadian traumatik perlu penyesuaian pikiran dan mental cukup lama prosesnya.

      Iya, mas aku sangat bersyukur tangan Tuhan betul-betul bekerja dalam musibah menakutkan itu.

      Ngga pesen kopi karena pikiran masih bingung sesampai di lokasi, begitu lihat ada botol-botol minuman jamu langsung kupilih jamu saja dan minta ditambahi es biar pikiran adem hehehe

      Delete
    2. Perlu dicoba nih kpn2 minum es jamu apalagi kalo cuaca panas pasti bikin badan dan pikiran juga segar...

      Delete
    3. Ayok monggo dicobain minum jamu ditambahi es, mas ...
      Rasane enak ngalahi syrup, loh ..., hehehe

      Delete
  3. Ooh... Aku ikut prihatin atas peristiwa yang terjadi di masa lampau yang membuat brader jadi trauma melewati daerah Purwerejo ini,
    Aku bisa bayangin nggak mudah melewati trauma yang masih membekas dalam ingatan.
    Dalam peristiwa mobil kecelakaan masuk jurang dulu, keluarga braderAlhamdulillah masih diberi keselamatan oleh Tuhan. Nggak asa korban jiwa.

    Waktu itu semua sekeluarga lengkap berangkat untuk nganterin brader ke sekolah asrama ya? dengan peristiwa kecelakaan tsb akhirnya nggak jadi ya disekolahkan di asrama? Saat itu masih SD atau memasuki SMP brader?

    Sejak peristiwa kecelakaan dulu, apakah sudah pernah atau baru kali ini melewati (jalur tengkorak) jalan di Purwerejo ini?
    Semoga dengan berjalannya waktu trauma tsb bisa hilang ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul,sista tak mudah memang mengendalikan pikiran trauma jadi hilang begitu saja, apalagi berani punya nyali melewati lokasi jalan tempat kejadian yang menakutkan itu.

      Iya, aku sangat bersyukur semua keluarga selamat dari peristiwa maut itu.
      Andaikan kejadian dulu itu sampai merenggut nyawa betapa penyesalan luar biasa buat mental aku karena akibat kenakalanku, keluarga sibuk nyari lokasi sekolah asrama buatku.

      Kejadian itu setelah lulus sekolah dasar. Dalam masa liburan panjang, kami sekeluarga sibuk mencari informasi asrama.
      Pertama di Ambarawa tapi ternyata sudah penuh kapasitasnya, lain hari kami ke Purworejo dan saat itulah musibah menakutkan itu terjadi.

      Akhirnya aku batal dimasukkan ke sekolah asrama.
      Menurut pemuka agama yang datang menjenguk ke rumah, katanya itu pertanda dari Tuhan kalau aku memang tidak diijinkan oleh Tuhan untuk masuk sekolah asrama.
      Entah, mungkin Tuhan punya rencana tersendiri kenapa akhirnya aku batal diasramakan.

      Setelah kejadian itu, aku pernah 2 kali melewati jalur yang membuatku trauma psikis itu tapi aku tidak mengendarai kendaraan sendiri.
      Satu kali saat naik kereta turun di Purworejo dari Jakarta waktu aku dulu masih kerja di Jakarta
      lalu nyambung naik bis ke Magelang.
      Itupun terpaksa kulakukan karena jadwal kereta tujuan Yogyakarta telah penuh.
      Yang kedua saat antar adik berobat ke balai pengobatan Romo Lukman, itu juga bukan aku yang mengendarai kendaraan.

      Beruntungnya trauma itu ngga muncul saat aku bepergian ke kota lain.
      Malah kubilang terbilang berani dan nekat blusukan kemana-mana naik kendaraan seorang diri hehehe

      Delete
    2. Iya nggak gampang menghilangkan trauma yang ada membekas di hati dan pikiran, tapi semua itu pasti ada hikmahnya.
      Untunglah sekeluarga selamat ya jadi nggak nambah trauma dan penyesalan.
      Ooh saat itu brader lagi liburan lulus SD mau masuk SMP berasrama ya di Purwerejo?

      Mungkin benar seperti yang dikatakan pemuka agama tsb bahwa dengan peristiwa tetjadinya kecelakaan itu pertanda bahwa brader nggak diijinkan oleh Tuhan untuk sekolah berasrama.
      Dengan peristiwa tsb apakah akhirnya merubah brader kecil jadi sudah nggak nakal lagi? Hehehe..

      Jadi setelah kejadian kecelakaan itu brader pernah ya melewati daerah Purwrrejo lagi sebanyak dua kali. Mungkin harus membguatkan hati dan pikiran ya saat melewati Purwerejo lagi I see.

      Iya kalau pergi ke luar kota ke daerah lain nggak trauma malah enak jalan-jalan travelling hehehe..

      Btw di daerah Purwejo banyak kafe atau resto bernuansa tradisional ya? Terlihat unik dan menarik untuk dikunjungi.

      Batu-batuan alam nya terlihat unik eksotis indah untuk difoto.
      Hanya air terjun mini aja yang nggak kelihatan. Lokasi air terjun mini tsb lokasi tepatnya di sebelah mana ya? Apa aku aja ya.yang nggak nangkap air terjun nya? Hehehe..

      Delete
    3. Iya, rencana keluarga menyekolahasramakan aku sebetulnya sejak aku duduk di kelas lima sambil nunggu perkembanganku masih susah diatur ngga.
      Ternyata kenakalanku diluar sekolah ngga hilang juga, kalau di sekolah sih anteng ngga kelihatan nakalnya.
      Makanya teman2 sekolahku pada heran sewaktu tau kejadian mudibahbitu akibat nyari info sekolah asrama buat aku, mereka ngga ngira aku yang kelihatan alim di sekolah ternyata badung.
      setelah lulus SD barulah keluarga positif memasukkan aku ke asrama, ngga taunya kena musibah seperti itu.

      Bisa jadi begitu, mungkin kalo aku betulan terlaksana masuk asrama malah yang ada tambah badung karena rata-rata yang dimasukkan ke asrama kan memang pada nakal kelakuannya, salah satu kakak sepupu aku yang diasaramakan di Ambarawa.
      Mungkin karena itulah akhirnya Tuhan berkendak lain.

      Di kota Purworejo kuperhatiin sedikit warung berkonsep traditional,sista.
      Warung makan bentuk biasa saja dan masih sedikit kafe kekinian.

      Karena foto di resize ke ukuran yang jauh lebih kecil ukurannya, air terjun mini jadi ngga kelihatan di foto.
      Lokasinya di sebelah kanan, pas di tebing.

      Delete
    4. Ooh jadi dulu waktu kelas 5 SD itu sudah mau diasramakan ya? tapi nunggu sampai brader lulus SD dulu. Wah nggak nyangka kalau di dalam sekolah brader kecil terlihat diam anteng tapi di luar sekolah rada badung dan jahil ya? Hehehe...

      Iya benar juga selama ini anak laki-laki yang disekolah asrama malah kalau rata-rata akan lebih nakal. Iya mungkin brader kecil juga bisa lebih badung kalau jadi sekolah asrama. Untungnya nggak jadi. Tuhan punya rencana lain. Semua kejadian maupun bencana pasti ada hikmahnya.

      Btw Saat berhenti di rumah makan tradisional di Purwerejo brader minum jamu kunyit asem? enak dan segar ya rasanya? Aku pernah tapi yang di botol. Masih mending kunyit asem ya kalau beras kencur aku nggak doyan hehehe.. :)

      Ooh jadi foto di resize lebih kecil ya jadi air terjun mini nya nggak terlihat apalagi dari hp. Mungkin kalau di layar komputer terlihat ya.

      Delete
    5. Kalau ingat kejahilanku masa kecil sih heran sendiri kok bisa seperti itu kelakuannya.
      Mulai dari rame-rame bolos sekolah pergi ke candi, bareng teman-teman kampung nyolong buah milik pedagang yang disembunyikan pedagang dari kejaran tramtib, de el el

      Karena aku penyuka minum jamu, aku suka rasa jamu sepahit apapun, sista.
      Iya ya sekarang udah jarang banget terlihat pedagang jamu gunain batok kelapa ..., rata-rata didagangin pakai botolan.
      Dulu ada loh waktu aku kecil, beberapa pedagang jamu yang betul-betul bahan-bahan rempah racikannya dibikin di depan kita ..., rasanya jauh lebih cespleng.

      Kok ngga doyan beras kencur ya ?.
      Bukankah jamu beras kencur rasanya terbilang paling lembut ?
      Hehehe

      File aslinya sih masih kusave yang kelihatan air terjun mininya.

      Delete
    6. Ooh saat kecil brader emang rada nakal ya terpengaruh teman-temannya mungkin, bolos sekolah trus ke candi? astaga.. Dijuluki slonong kid /slonong boy dong? Wkwkwkwk..:) Kidding..

      Wouw hebat brader penggemar jamu sepahit apapun.. Wah salut..
      Kalau begitu aku minta tipsnya dong bagaimana supaya gampang minum jamu agar nggak muntah begitu? Hehehe..
      Ooh iya jaman dulu kayak aku pernah lihat jamu diramu di depan pembeli, Dan lebih cespleng ya? Ooh baru tahu aku.

      Sebenarnya kalau betas kencur aku juga agak doyan sich tapi gara-gara ada yang bilang beras kencur itu untuk menambah nafsu makan maka ogahlah aku hehehe.. Kalau kunyit asem tetap suka soalnya seger rasanya.:)

      Delete
    7. Hehehe .., boleh juga disebut slonong kid ...
      Yang kuceritain kenakalanku diatas tuh ngga seberapa, masih banyaaaaak hal yang kulakukan bikin geleng-geleng ortu dan menyebabkan aku akan diasramakan.

      Tips minum jamu ?.
      Ehem ..., langsung teguk langsung saja.Ntar kan hilang rasa pahitnya.
      Aku malah kadang kuseruput pelan-pelan minum jamu brotowali yang paling pahit dan bagus untuk kesehatan kulit.

      Iya sih kunyit asam itu rasa jamu yang paling enak, ngga bikin meringis setelah meminumnya hehehe

      Delete
    8. Hehehe... slonong kid yang kenakalan masa kecilnya sempat bikin ortu brader geleng-geleng kepala bahkan mungkin angkat tangan ya? hehehe..

      Hikmahnya setelah peristiwa kecelakaan tsb brader kecil jadi sadar dan agak reda kenakalannya.

      Oh jadi tips minum jamu itu hanya diteguk langsung saja ya nggak nolah noleh kiri kanan ya? wkwkwkw...
      Wuih jadi jamu brotowali yang paling pahit sekalipun brader sanggup meminumnya? Wah salut dech.
      Aku juga mau belajar minum jamu karena jamu banyak khasiatnya bagi tubuh.

      nah itu dia selain segar jamu kunyit asam itu nggak pakai nyegir, nggak pakai melet saat meminumnya. hehehe

      Delete
    9. 😝 meletnya kayak gini abis minum jamu brotowali yaa .. ?, hahaha ...

      Iya,aku doyan aja jamu paling pahit sekalipun, cuma aku ada maag uadi ngga boleh keseringan minum jamu yang kepahitan,takut asam lambung jadi perih.

      Betul, seiring bertambah usia dari semenjak kejadian traumatis itu, kepribadianku lebih cenderung banyak diamnya dan sesekali merasa nyaman sendirian.
      Kelihatan ramainya saat berkomentar di post dan sosial media.
      Keseharianku sepulang bekerja menyendiri bertapa eh$ .., utak-atik editing foto, nulis artikel, ngedit video untuk youtube.

      Delete
  4. Dan semuanya terjadi secara alami akibat proses alam ya mas
    Wahhh cantik cantik pola nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, semuanya guratan pola bebatuannya terbentuk secara alamiah ..

      Cantik banget ya, Aul 😉 ..., instagenic 📸

      Delete
  5. wah kalau ngalamin yang berhubungan dengan pendarahan aku selalu trauma mas maklum nggak tahan lihat darah, btw luar biasa bisa terjadi seperti bebatuannya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita samaan,mas.
      Aku juga ngga tahan lihat darah, bawaannya langsung terasa pusing saja.

      Keren banget ya guratan bebatuannya, mas ...kayak lukisan 👍

      Delete
  6. Di Purworejo memang ada SMP yang pakai asrama, to, mas? Dimana e?
    Itu jalan yang di kawasan Kecamatan Bener bukan? Memang lumayan ngeri. Apalagi kalau pas papasan sama kendaraan besar, macam truk. Kudu hati-hati sekali.

    Beberapa hari lalu sempet lihat salah satu akun instagram tentang Purworejo merepost video dari Nafa Urbach yang sedang foto-foto di spot bebatuan Bogowonto ini juga. Tak kira memang beneran pure-murni piknik kesini. O ternayat....ada embel-embel kampanye dari partai politik. Hahaha

    ReplyDelete
  7. Di Purworejo ada asrama SMP khusus putra, mas Wisnu.
    Namanya asrama katholik Bruderan di jalan KH. Ahmad Dahlan.

    Nama asramanya kuketahui belakangan setelah musibah itu terjadi.
    Saat dulu berangkat ke Purworejo, aku ngga dikasi tau nama asramanya apa. Tinggal disuruh masuk mobil dan berangkat.

    Kalau dulu lokasi tempat kejadian menakutkan itu disebutnya daerah Jambu, mas.
    Mungkin benar adanya kalau daerah Jambu itu masuk di kecamatan Bener.
    Iya, mas keadaan jalannya berupa turunan panjang dan sedikit miring di satu tikungan.

    Aneh, saat aku kemarin memberanikan diri mengendarai kendaraan seorang diri .., entah pikiranku yang kebawa ketakutan tersendiri akibat trauma pernah kecelakaan disana atau kenapa ya kok pemandangan jalanannya terasa agak ganjil, membingungkan pandangan begitu saat melaluinya.

    Bener berita Nafa Urbach liburan ke Pangenrejo Kali Bogowonto itu karena mas penjaga parkir juga cerita tentang itu ke aku, mas ...
    Cuman dia ngga cerita kalau kedatangannya si Nafa itu ternyata team suksesi partai, bukan murni liburan 😁.

    Mas Wisnu pernah ke bebatuan purba ini belum ?.
    Rumah mas Wisnu di Purworejo kan ya ?.

    ReplyDelete
  8. Aku tadi nahan napas baca cerita di Purwokerto. Alhamdulillah semua selamat ya Mas. Baru deh aku napasnya legaaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, kak Evy.
      Musibah masa lalu keluargaku itu buat pelajaran untuk kita semua untuk selalu sangat berhati-hati dimanapun berada, terutama di perjalanan.

      Delete
    2. Kuralat ya, kak Evi.
      Kejadiannya bukan di Purwokerto, tapi di Purworejo.

      Delete
  9. Lansekapnya benar-beanr unik bagus dan khas pedesaan banget ya mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,kawan.
      Lansekapnya benar-benar unik ..., guratan alam bebatuan sangat instagenic, juga alamnya masih murni pedesaaan.

      Delete
  10. Ya Allah, ternyta pernah mengalami kejadian seperti itu. Semoga Allah lindungi di trip2 berikutnya ya mas. Btw aku suka foto2 selalu pas sepi, jadi lebih fokus pada alam indahnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih doanya kak Reezumi.
      Kudoakan kak Reezumi juga selalu dalam penyertaanNya, dijauhkan dari musibah dan hal yang tak diinginkan lainnya, Amin.

      Iya, kak kalau foto di suatu lokasi wisata saat terlihat sepi, pemandangan alamnya akan tertangkap di kamera jadi bagus banget hasilnya.
      Ngga crowded, penuh orang.

      Delete
  11. Aku menahan napas untuk cerita kecelakaannya. Dan aku mupeng, saat melihat masbro poto2 di sungai itu.... Bogowonto ternyata nama sungai ya, selama ini aku tahunya nama kereta api saja hehehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih simpatinya, kak Agustina.
      Semoga selanjutnya kita semua dijauhkan dari musibah, Amin.

      Benar, kak nama salah satu kereta itu diambil dari nama kali yang kudatangi ini.

      Delete
  12. Wah, untung semua keluarga selamat waktu itu. Baca ceritanya sambil deg-degan, soalnya suka miris sendiri kalau dengar kisah kecelakaan.

    Baru tahu ada tempat wisata di sekitaran Pangenrejo. Sebagai orang yang punya banyak keluarga di sekitaran Kutoarjo, saya cukup sering mendengar nama-nama daerah di sekitar Purworejo. Tapi ya cuma sebatas dengar, nggak pernah muter-muter di situ.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kak Dyah Tuhan benar-benar melindungi kami.
      Yang paling terlihat ajaib dari musibah menakutkan itu, adikku nomor 3 yang saat itu masih bayi terlempar ke tepi jalan raya, sangat beruntung dia baik-baik saja.
      Memang ya kalau bayi pasti dijaga lebih oleh yang kuasa.

      Kebetulan kak Dyah punya keluarga di Kutoarjo yang udah dekat banget sama Purworejo, kapan pas ada waktu kak Dyah ke Kutoarjo bisa sekalian liburan ke Pangenrejo, kak.

      Delete
  13. Bersyukur semua keluarga selamat mas, bacanya jadi deg deg ser.Hehehe.
    Batu-batunya cantik, emang deh alam paling pintar buat bikin yang indah-indah. Tapi masih penasaran dengan air terjunnya, mata saya belum mendeteksi adanya air terjun. Hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kak Qudsi kami sangat bersyukur nyawa kami diselamatkan olehNya dan beruntung aku 'cuma ' luka parah di kening,selebihnya hanya luka gores dan memar.

      Foto air terjunnya jadi ngga kelihatan karena file fotonya kukompres ukurannya, kak.
      Tadinya akan ngga kukompres sampai kecil ukurannya tapi takut loading blog jadi berat.

      Delete
  14. Saya lebih suka wisata alam yang sepi, yang belum banyak terjamah, karena biasanya lebih tenang aja suasananya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, kalau alamnya masih alami, belum banyak dipoles, pemandangannya terlihat lebih asri dan suasananya tenang.

      Delete
  15. air terjunnya nggak jelas, kayaknya mataku mulai kabur lagi nih hehehe
    viewnya keceh itu,bebatuan khas kalinya apik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak Ainuuun ..., mata kak Ainun baik-baik saja kok hehehe.
      Memang lokasi foto air terjunnya yang ngga kelihatan jelas di foto karena ukuran file fotonya kukompres jadi kecil.

      Lokasi air terjun mininya di tebing sebelah kanan, kak.
      Terlihat aliran putih diantara rerimbunan pohon.

      Delete
  16. Aku jadi ngeri sendiri baca cerita abang...
    Untungnya abang dan keluarga masih diberi keselamatan.
    Emang sedikit trauma sih kalau kita pernah mengalami kejadian pahit disuatu tempat dan kita ketemu tempat itu lagi...

    Dulu kau juga hampir mau tenggelam kebawa arus waktu ke pantai di Bali...dan kemarin aku kesana gak berani nyebur.... hahah

    yah begitulah... tapi tempatnya kayak serem2 gimana gitu ya mas!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, mas Adhi juga punya pengalaman musibah juga, mas ?.
      Waduh serem hampir keseret arus
      ..., lain kali hati-hati, mas.

      Dan ada baiknya kalau dilihat alamnya seperti kurang bersahabat, lebih baik kita cukup lihat dari kejauhan saja, daripada kena musibah, mas.

      Iya, betul kita pasti jadi trauma berat punya nyali untuk ketemu lokasi yang pernah mencelakakan kita.
      Rasanya panas dingin ngga karuan.

      Delete
  17. Alhamdulillah Himawan dan keluarga masih diberi keselamatan oleh Tuhan, meskipun harus mengalami luka-luka (berat dan ringan) dan kening dipasang klep tanpa bius. Ngeri juga membayangkannya. Akan tetapi, Alhamdulillah juga ketika Himawan memutuskan untuk kembali ke Purworejo sekaligus menipiskan trauma. Menurut saya begitu. Kita harus kembali untuk menipiskan bahkan menghilangkan trauma. Kami sekeluarga juga nyaris tenggelam saat berwisata ke Riung tempo dulu ... syukurlah Tuhan masih melindungi.

    Btw saya suka melihat bebatuan dengan ceruk-ceruk yang ada airnya itu. Keren sekali!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak Tuteh, tangan Tuhan benar-benar bekerja untuk kami.
      Kalau tidak, pasti kami tak terselamatkan saat itu.

      Betul apa kata kak Tuteh, jika kita mau mengalahkan trauma harus berani mencoba mengalahkan trauma dengan cara melewati kembali lokasi kejadian.
      Juga trauma suatu hal tertentu, kita juga harus berani melawannya.

      Astaga, kak Tuteh juga pernah mengalami musibah menakutkan juga .., sangat dan wajib bersyukur Tuhan menyelamatan kak Tuteh sekeluarga.
      Apakah setelah kejadian itu, kak Tuteh pernah datang lagi ke Riung ?.

      Sependapat, kak ..., bebatuan purba ini sangat keren.
      Bisa begitu ya bentuknya ..., kok bisa membentuk ceruk atau lubang sedemikian rupa bentuknya.

      Delete
    2. Trauma harus dihadapi kan ya. Setelah kecelakaan itu, berkali-kali saya ke Riung. Berkali-kali saya naik perau motor tempel dan snorkeling. Dan trauma itu hilang. Sama juga waktu kecelakaan sepeda motor, satu minggu setelah tulang lengan terlepas dan jari masih bengkok pun Bapak menitah saya kembali kendarai sepeda motor yang sama yang bahkan feleg sepeda motor itu baru diganti :D hihihi.

      Batuan purba itu seperti tahu apa yang bakal menjadi magnetnya. Kalau sekadar batuan saja mungkin orang tidak akan tertarik kan ya hahaha. Jadi musti ada lekuk2 seni dan ceruk2 begitu.

      Delete
    3. Salut dengan nyali kak Tuteh dan cara melawan pengalaman traumatiknya.
      Nekad memberanikan diri datang berkali-kali ke Riung ..., bahkan berani snorkling disana.
      Itu patut diacungi jempol.

      Waduh kak ..., ngilu aku denger ceritanya kak Tuteh pernah mengalami kecelakaan sepeda motor sampai tulang lengan terlepas dan jari bengkok.
      Sekarang apakah efek sakitnya masih sering muncul terasa tiba-tiba, kak ?.

      Hehehe kak Tuteh pinter merangkai kata-kata ..., ' Batuan purba itu seperti tahu apa yang bakal menjadi magnetnya' ...
      Kalimat itu tepat banget menggambarkan pesonanya si bebatuan purba !

      Delete
    4. Efek kecelakaan itu rahang saya bengkok, tangan kiri saya bengkok dan menjadi tidak simetris :p, kalau ngiluk sih enggak lagi hehehe.

      Silahkan dipakai kata-katanya kalau suka huwakakakakakak :D

      Delete
    5. Astaga, ikut sedih bacanya,kak.
      Aku ngga bisa membayangkan penderitaan yang kak Tuteh rasakan saat itu.
      Beruntung sekarang ini sudah tidak menyebabkan ngilu.

      Semoga kita-kita semua selanjutnya dijauhkan dari mara bahaya ya, kak. Amin.

      Delete
    6. Amin Amin YRA. Intinya jangan lupa berdoa sebelum dan selama perjalanan hehehe *toss*

      Delete
    7. ToSS kita, kak 👋👋
      Sangat sependapat, untuk selalu berdoa sebelum dan selama di perjalanan.

      Juga di lokasi wisata manapun juga selalu mengucapkan salam dan 'permisi'.
      Itu yang selalu kulakukan agar baik-baik saja, dijauhkan dari gangguan 'warga lain' yang menempati suatu wilayah.

      Delete
  18. Syukur Alhamdulillah ya mz, memang bener-bener travel blogger, melawan trauma demi sebuah Tulisan untuk pembaca itu pasti tidak mudah, apalagi berkaitan dengan nyawa... kereen.. jangan bosen nulis mz, meski sekarang lebih aktif jadi utuber sih kalau liat vidionya kiki

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kak Risna kami sangat-sangat bersyukur kami sekeluarga terselamatkan dari musibah menakutkan itu.
      Meski menyisakan trauma dan 'hadiah' berupa jahitan panjang di kening kanan yang terlihat jelas, ngga apa-apa.

      Terimakasih opininya kak Risna.
      Selagi masih punya daya dan masih punya kesempatan terus datangi lokasi wisata dan infonya dibagikan ke pembaca untuk bekal liburan hehehe.
      Meski sebetulnya ngga mudah jalaninya karena keterbatasan waktu masih bekerja ikut orang dan membagi waktu buat blog dan youtuber.

      Ayook kak Risna juga jadi youtuber, ya ...
      Aku tunggu video karya-karya kak Risna.

      Delete
    2. kereeen semangatnya luar biasa, aku sekarang malah jadi males malesan dirumah, capek gak abis-abis :(, tapi semoga suatu saat bisa kaya mz himawan jalan-jalan terus di tulis di catekori baru, Traveling kiki.

      belum bisa fokus mz, buat nulis aja sekarnag ada aja yang ganggu jadi susah buat nulis 1 tulisan sehari

      Delete
    3. Hehehe terimakasih kak Risna 🙏.
      Kudoakan kelak kak Risna juga jadi travell blogger, lalu kita berkesempatan travelling bareng-bareng, semoga terlaksana ya, Amiiin.

      1 hari satu tulisan ?.
      Waah itu keren sekali, kak.
      Kalau travell blogger pasti kesulitan bikin artikel 1 hari, kak ..., apalagi belum freelance travell blogger, masih kerja kantoran.
      Membagi waktunya akan kesulitan antara pekerjaan harian dan travelling hehehe

      Delete
  19. Owh asrama the brud. Baru tw trnyt mas hima dl 'nakal', yg buat kalem skr itu trnyt ad penyebabnya. Sy lihat mas hima selama ni dblog nya itu kalem, trnyt dlu pny pnglaman trauma trsendiri.

    Batuan alami di sana nampaknya seperti bekas lelehan lava pijar gunung ya? Mirip-mirip gitu, apa afa gunung besar di sana? Paling dari Merapi ya kalau ada lelehan lava, apalagi jauh. Batuannya unik, kaya dulunya itu batuan lunak, terus terbentuk oleh aliran air atau angin atau apa saja, yang jelas alam yang pny karya itu.

    Btw sungai di sana dalam atau sungai menjelang kekeringan?

    Nampak gersang meski msh ada hijau2 nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Cocoper hafal ya nama sekolah asrama Bruderan ? , hehehe ..
      Itu asrama Katholik, mas.
      Demikian juga yang asrama di Ambarawa yang aku gagal juga akan diasramakan disana karena kapasitasnya sudah penuh.

      Sekarang kepribadian saya udah ngga badung kok, mas.
      Udah kalem setelah mengalami musibah menakutkan itu.
      Aku langsung sadar, seandainya aku ngga badung ngga bakalan ada kami sekeluarga mengalami kejadian itu.

      Nah,
      aku juga mau bilang seperti pendapat mas Cocoper kalau ..., bebatuan ini diamati kok kayak hasil pengerasan fisik material ..., mungkin larva erupsi gunung Berapi atau hal apa ..
      Tapi lokasi ini jauh dari lokasi gunung Berapi tuh, mas.
      Lalu, kira-kira hasil bentukannya apa betul-betul murni dari penggerusan air ?

      Waah .. ,
      Kalau betul-betul murni terbentuk akibat penggerusan air ..., proses terbentuknya butuh berapa tahun itu, ya ?

      Delete
  20. Replies
    1. Jika memungkinkan, datang liburan ke lokasi Pangenrejo Kali Bogowonto ini, kak Tanza.
      Keren banget buat foto-foto.

      Iya, rumah makannya apik konsepnya.
      Tetap gunain rumah traditional Jawa.

      Delete
  21. Baca postingan Pas diawal2 agak sedih ya, Yang sabar mas . Kadang trauma emang susah ilang sih. Tapi akhirnya, baca terus sampe bawah Keren juga :), apalagi foto2 kali dengan bebatuan uniknya hehehhe. Tapi disini gak bisa berenang ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, mas Didy.
      Syukurlah kalau aku bepergian seorang diri ngga muncul trauma menakutkan itu.
      Muncul traumanya cuma saat dan sesudah melewati lokasi kejadian.

      Keren banget ya bebatuan purbanya,mas ...
      Unik banget bisa terbentuk seperti itu.
      Apa mungkin dulunya adalah larva yang membeku ?.
      Entahlah, karena lokasi ini jauh dari gunung berapi.

      Delete
  22. wah pengalaman yang memang membekas. betul trauma itu sulit sekali untuk dihilangkan, waktu kita ke tempat yang pernah membekas sering kali teringat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, koh Deddy.
      Takut duluan rasanya, keringat dingin juga mendadak muncul. Nervous ngga karuan.
      Beruntung aku tetap bisa mengendalikan pikiran dan konsen dengan baik saat melewati lokasi kejadian masa lalu.

      Terimakasih, koh.

      Delete
  23. Turut sedih membaca trauma masa kecilnya kak, semoga dengan melewati lagi tempat kecelakaan bisa sedikit menyembuhkan trauma tersebut.

    Gerusan air di batu memang membuat batunya menjadi eksotis ya kak, apalagi yang diphoto juga tjakep 😁😁😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih supportnya, bli Putu Eka.
      Amin semoga setelah aku berhasil memberanikan diri melewati lokasi jalan yang menyebabkan trauma itu, nantinya aku berani lagi liburan ke Purworejo.
      Ternyata disana banyak juga lokasi wisatanya.

      Duh, aku langsung cengengesan dipuji tjakep sama bli Putu Eka hehehe ..., mulai deh keluar cengengesan jahilnya aku 😁
      Terimakasih ya, bli yang juga tjakep.

      Delete
  24. Ya begitulah trauma ya mas, memang kadang ada yang susah sekali untuk dilpakan, apalagi terjadinya di masa kecil..

    Btw aku sempat terkesim sama foto yang lagi nyubit topi, keren banget mas (aduk kopi).

    Btw kalo cekungan2 guratan hasil proses alam, didaerahku ada juga mas, kebetulan tidak begitu jauh dari rumah. Namanya Lubuk King..hati2 kepeleset mas 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul, mas Wiki.
      Semoga mas Wiki ngga pernah punya pengalaman traumatik.
      Ngga enak di pikiran seperti itu,mas.

      Duuhh ..,
      Maluku, eh# malunya aku dipuji begitu sama mas Wiki.
      Merah padam sudah kayak tomat matang wajahku jadinya, mas ...
      Hahahaha
      Mas Wiki juga keren.

      Waah apiiik itu pasti bebatuan Lubuk King, mas ...
      Mas Wiki ke Lubuk King ya lalu dibuat artikel.

      Untungnya aku disana ngga kepeleset 😁

      Delete
    2. Iya mas, itung2 akhir bulan gini manatau dapat suntikan dana segar buat beli kopi sama kuota HP, soalnya udah dibilang "imut" :p

      Sekarang rawan banjir, apalagi di ujunggading itu mas. Mas pastinya nengok dong di tipi maupun website2 berita soal banjir&longsor sumbar terutama Kab. Pasaman Barat oktober ini.. jadinya sepi pengunjung, air sungai sering ngamuk alias besar hitam kayak kopi tanpa gula (ehh itam juga kok ya)

      Delete
    3. Kudoakan suntikannya joooss banget, gede ukurannya ...
      Begitu dibuka ..., langsung melar ngga imut-imut lagi ... 😉😁

      Eh iya, mas sekarang mulai memasuki awal musim penghujan, debit sungai, air terjun mulai naik.
      Perlu diwaspadai dan lebih baik menghindari dulu ke lokasi yang berpotensi longsor dan membahayakan diri.
      Semoga masyarakat di Kab. Pasaman Barat terhindar dari hal yang tidak diinginkan.
      Jada diri juga mas Wiki.

      Delete
  25. Jika di perhatiin bebatuannya seperti di bulan mas, licin ya, aman nggak untuk Anak-anak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul,pola bebatuannya jika diamati mirip dengan permukaan sebuah planet ...
      Permukaan bebatuannya ngga licin, mas Warman.
      Malah terasa kesat saat disentuh juga dipijak.

      Uniknya, kulihatin ngga ada lumut tumbuh di permukaan batuannya, mas.

      Delete
  26. Namanya juga anak kecil pasti banyak yg Badung ya mas, kaya dua kepribadian gitu ya jadinya, sekolah baik diluar jahil.

    Bebatuan ya keren semua, pengen aku jadi model disitu 😁😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha .. tapi bukan ..., dua kepribadian menakutkan loh, ya.

      Kejahilanku itu akibat terpengaruh teman-teman sebaya di kampung tempat kami dulu masih mengontrak rumah, belum punya rumah sendiri seperti yang sekarang kami tempati ini.
      Kalau diceritain macam-macam kejahilan masa kecilku ..., Idris pasti melongo.

      Mantaap ...,
      Idris pengin jadi model di atas bebatuan purba.
      Kapan nostalgia ke Magelang, cobalah ke Pangenrejo Kali Bogowonto ini, Idris.
      Berpuaslah berfoto sebanyak mungkin di lokasinya hehehe ..., bentangan bebatuannya luas, loh

      Delete
  27. cara menyelesaikan kebuntuan saat menulis atau menciptakan sesuatu adalah dengan menceritakan upaya keluar dr kebuntuan tersebut, and you did great mas himawan! :D aku turut bersedih mendengar cerita mas himawan, tapi juga turut bersyukur karena selamat dari kecelakaan maut itu.

    eh mengenai tempat ini, pasti kalau malam jadi krik krik serem ya, tempat makan saja hanya sampai sebelum magrib.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih simpatinya, kak Ajeng.
      Kapan akan kuulangi lagi melewati jalan yang membuatku trauma psikis itu, biar betul-betul hilang pikiran takut saat melewatinya.

      Sepertinya sih begitu kalau mulai malam hari disana .. ada titik -titik [sensor] ya, kak .., hehehe

      Delete
    2. betul mas himawan, semoga lambat laun trauma psikis itu segera hilang. haduh jangan dibayangin deh, hahaha.

      Delete
    3. Hahahahaa ..
      Ntar kalo dibayangin bikin ngga bisa tidur pulas deeh 😁

      Delete
  28. kalo kesitu musti pake tabir surya ya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya iya, kak.
      Bukaan bentangan alam terasa sangat panas menyengat di kulit terkena paparan sinar matahari.
      Ini kulitku masih terlihat gosong sampai sekarang hehehe

      Delete
  29. Mas Himawan, saat orang mampu mengalakan diri karena masa lalu yang cukup traumatis, sejatinya itu orang hebat yang berpikir masa lalu adalah kenangan, masa kini adalah kenyataan, masa depan adalah harapan. Harapan untuk berdamai dengan diri sendiri dan sosok traumatis yang melekat. Tidak semua orang bisa berdamai dengan masa lalu namun pengalaman yang diutarakan lewat tulisan ini, adalah indikator orang hebat yang bersahabat dengan masa lalu untuk melihat masa depan. Tetap semangat mas Himawan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opini dan penyemangatnya, sodaraku mas Martin.

      Cuma itu yang sanggup kusampaikan menanggapi jawaban komentar dari mas Martin hehehe ...
      Sukses juga ya buat masa depan mas Martin, ikut kudoakan.

      Delete
    2. Iya mas Him, tetap semangat, berka dalem. Biasanya saya ke sini bahas Travelling tetapi komentar saya kali ini, sepertinya jauh dari topik ya...maaf..

      tetap semangat mas...Salam @

      Delete
    3. Mboten nopo-nopo, mase ...eh# kok jawabnya pakai bahasa Jawa hahahaha ...

      Ngga apa-apa,sodaraku mas Martin.
      Aku malah senang kok diberi semangat agar tak trauma lagi melewati jalan tempat lokasi musibah itu terjadi.

      Kelak pasti kuulangi lagi datang ke Purworejo, karena disana ternyata banyak lokasi wisatanya.

      Terus semangat juga ya, mas.
      Kudoakan sukses blognya mas Martin, Amin

      Delete
  30. Turut bersedih baca cerita di atas. Rencana TUhan memang yang terbaik untuk kita semua, meski kadang jalan yang kita tempuh dirasa terlalu berat. Dalam masa traumatik, mas masih bisa nulis cerita masa lalu yang gak akan pernah lupa. U did a great job!!

    Semoga dengan kejadian seperti itu, ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil untuk kehidupan yang lebih baik lagi di masa mendatang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih simpati dan opininya, mas Hendra Suhendra.

      Betul, mas dengan adanya kejadian musibah yang dulu menimpa keluarga kami dan kuceritakan di post ini jadi pelajaran untuk kita semua untuk selalu berhati-hati, terutama di perjalanan.
      Dan keberanianku mengatasi trauma melewati jalan lokasi kejadian jadi contoh buat siapapun untuk tak perlu menyimpan trauma dalam pikiran, itu hanya membuat siksaan pikiran diri sendiri.

      Delete
  31. Tempatnya bagus Ada kesan sunyi, aku gak berani tapi kalo sendiriam ke Sana, berfoto ala2 orang jawa zaman doeloe bisa banget ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ..., kok kak Evrina ngga berani sendirian ke lokasi ini ?.
      Ngga ada apa-apa kok,kak 🙂.

      Saat aku berada disana siang hari itu, cuma ada aku sendirian loh di bentangan bebatuan seluas itu.
      2 orang berada di seberang kali, itu juga mereka cuma sesaat ...,,selebihnya cuma aku sendirian hehehe 😁

      Delete
  32. intro tulisan yang impressive.... sedih...semoga sekarang baik baik aja.

    Bebatuannya unik….tangganya unik juga.

    Thank you for sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih simpati dan doanya, kak Lantana.

      Bebatuan uniknya di tangan kak Lantana bisa jadi latar belakang pembuatan cerpen ...
      Aku tunggu ya, kak.

      Delete
  33. sha udah pernah ke sini. hehe waktu iru sha rafting di sungai bogowonto ini :) pantesan liat fotonya kaya yang kenal sama batu2nya wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aseeek .., ternyata kak Sha udah pernah menjelajah sampai daerah Purworejo nih.
      Mantaap ...

      Delete
  34. AKu liatnya gersang banget ya mas.
    Pasti panasnya gak nyante, hahahah :D
    Tapi batuannya unik ya bentuknya :)
    Btw semoga ada hikmah ya mas yang bisa diambil ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha .. panasnya ngga nyante.
      Betul itu, Hans disana saat itu puanaas banget cuacanya.
      Kulitku jadi lebih tampak menghitam sampai sekarang.

      Kalau Hans pengin lihat rekaman lokasi bebatuannya, tonton di channel youtubeku,ya .
      Channelku Himawan sant ( huruf s nya kecil )

      Amin, terimakasih, Hans.
      Semoga kita semua dijauhkan dari mara bahaya.
      Sukses ya, Hans.

      Delete
  35. Duh, sampe ngilu ngebayangin mas Himawan dipasangin klep tanpa bius begitu. :(
    Tapi salut mas, bisa memberanikan diri kembali ke tempat yang sudah meninggalkan trauma mendalam hehehe.

    Btw lokasi tempat wisatanya instagrammable sekali. Tinggal perlu sedikit sentuhan supaya jadi objek wisata yang potensial :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih simpatinya, mas Fajar.
      Semoga kita semua dijauhkan dari musibah dan kejadian menakutkan itu tidak terulang lagi.
      Cukup sekali terjadi dalam seumur hidup, Amin.

      Sependapat,mas Fajar seandainya lokasi ini digarap dipoles sedikit saja areanya, pasti mampu mengundang lebih banyak wisatawan datang.
      Misalnya ada pondok penginapan disekitaran lokasi.

      Delete
  36. Ngak ada model cantik yach mas di dalam gambarnya, seperti gambar dan divideo kemaren, :) hahahah....

    Gaya duduk diatas batunya keren mas, mudah2an batunya ngk pecah belah.... :)

    Yang memfhoto Mas siapa yach, sepertinya saya belum pernah lihat penampakan si Tukang Foto ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeeeee ...
      Hahahaha ...
      Maunya kang Nata niiih, ada model cantik ikut nangkring di gambar ..

      Para wanitanya mungkin lagi pada nyetrika gosok pakaian dirumah mereka masing-masing, kaaang ...
      Jadi ngga pada liburan syantik di bebatuan purba ...
      Wuakakaka 😂

      Bhuhahahaa ...,
      Bebatuannya sekokoh otot badan Gatotkaca, kok ...
      Ngga ambrol kududukin 😂

      Aku memfoto sendiri pakai timer kamera,kang.
      Maklum, solo backpacker
      Hehehe 😁

      Delete
  37. rasanya, sesiapa sahaja yang alami trauma pasti sukar untuk melupakannya walaupun sudah bertahun2 berlaku...

    kenapa tak ramai orang mas? nampak agak sunyi dan sepi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul, kak Anies.
      Beruntung pikiran trauma itu hanya terjadi saat sebelum dan sesudah melewati lokasi kejadian musibah.
      Di lain kota aku ngga.
      Berani bepergian seorang diri jauh dari rumah.

      Biasa, kak Anies ...
      Aku tuh lebih suka berburu foto lokasi wisata saat terlihat sepi pengunjung, agar obyek gambar pemandangannya terlihat utuh, ngga dipenuhi orang-orang ... hehehe

      Delete
  38. Baca kisah kecelakaan itu bikin miris, ngeri seakan ikut terlibat berada di sana. syukurnya mas sekeluarga selamat dan adik bayi pun tak cedera. Duh, kebayang banget gimana rasanya jika alami kecelakaan lalu lintas di sana.
    Semoga perjalanan napak tilasnya bisa mengikis rasa trauma.
    Alamnya indah, bebatuannya belum pernah saya lihat secara langsung di kampung ini juga. Paling serakan batu biasa bukan pahatan batu alam.
    Eh, siang panas ini rasanya jadi pengen minum jamu kunir asam dingin. Segar....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih simpatinya dan mensupport aku agar ngga trauma lagi jika suatu saat nanti melewati jalan lokasi kejadian musibah itu, kak Rohyati.

      Sama seperti kak Rohyati, aku juga baru kali ini lihat langsung bentuk bebatuan sangat unik seperti di Pangenrejo Kali Bogowonto ini.
      Sebelumnya hanya melihat bebatuan biasa.

      Ayook kak kita rajin minum jamu biar badan kita sehat hehehe

      Delete
  39. Sayang ya sungainya lagi kering..jadi nampak gersang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Wisnu, justru karena sungai kering inilah salah satu nilai plusnya lokasi Pangenrejo Kali Bogowonto, mas ...

      Saat musim penghujan, sebagian bebatuan purba ini terendam air aliran kali Bogowonto.
      Tak terlihat seutuh di musim kemarau.

      Ayook liburan ke lokasi ini, mas Wisnu ...

      Delete
  40. Itu tempat emang jarang ramai y mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut penjaga parkir disana, rame lokasinya dikunjungi wisatawan,kak.
      Apalagi hari sabtu, minggu dan hari libur nasional.

      Aku memang hampir selalu dengan sengaja memilih memfoto diri di suatu lokasi wisata saat terlihat sepi suasananya, agar obyek pemandangannya terlihat lebih jelas dan 'clean' ngga penuh kerumunan orang kayak dawet ..., hehehe

      Delete
  41. Duh mas, baca cerita kecelakaan sampeyan, kok aku ikutan panik ya. :( tapi untungnya gak kenapa2 smua. huft..

    Jadinya aku ikutan melow baca sampe bawahnya wkwk :v

    anyway itu tempat rasanya sepi banget, gersang dan panas kalo diliat2 mas. Bagusnya kesana (tempat batu2 purba) jamberapaan mas? biar instagramable wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wis, jangan panik ya, mas Rahmat hehehe ..., semua sudah terjadi dan berlalu.
      Kita semua berdoa saja dimanapun kita berada dijauhkan dari musibah dan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, Amin.

      Sebaiknya mas Rahmat kalau ke Pangenrejo Kali Bogowonto buat berfoto di bebatuan purbanya, pagi hari jam 7 atau sore hari jam 4 , biar ngga kepanasan dan hasil fotonya instagramable 😁

      Delete
  42. mantap mas, di desa kelahiran saya sungainya juga bebatuannya begitu cuma karena sungainya tidak lebar dan gelap oleh rumpun bambu jadi terkesan kurang menarik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah sayang banget itu area bebatuannya kurang terawat, mas Affip ...

      Coba areanya dirapikan, pohon-pohon bambu dikurangi jumlahnya agar suasananya jadi terang ..., pasti jadi incaran lokasi berfoto juga tuh.
      Diusulin ke warganya ya,mas.

      Delete
  43. Ya ampun serem banget rem blong 😭
    Aku bisa bayangin gimana sakitnya.
    Berdarah karena jatoh aja sakit,
    lha ini apalagi lukanya besar banget.
    Ya Allah.... serem banget!!!
    Syukur selamat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih simpatinya, kak Ran.
      Kita semua sekeluarga sangat bersyukur selamat dari musibah menakutkan itu, meski sampai sekarang jahitan terlihat memanjang di keningku.

      Kita semua selalu berdoa agar dijauhkan dari mara bahaya, Amin.

      Delete
  44. Gua mau ngaco komentar nya takut dikira nggak berperasaan, padahal gua ini orangnya punya perasaan, ini aja inget bagian nangis saat nulisnya doang ckckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih perasaanmu padaku, Idaham hehehe ...
      Untuk sampai kapanpun kita berdoa agar dijauhkan dari segala mara bahaya ya, Amin.

      Delete
  45. Bang, sekalii jalan-jalan biaya habis berapa nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Relatif kok, mas Tri.
      Tergantung kita bisa irit ngganya di suatu lokasi.

      Cara ngakalinnya selama ini begini, mas :
      Kalau tiket masuk ke suatu lokasi sudah tinggi harganya, aku memilih beli makanan yang terjangkau, murah saja buat ngimbangi pengeluaran membengkak.
      Yang penting makanannya terjaga kebersihannya.
      Buatku pribadi, ngga perlu memilih beli makanan yang kudu mahal harganya atau ditempat bergengsi.
      Makan di warteg atau angkringan murah saja aku ayoin saja 😁

      Delete
  46. Bentuk batu yang meliuk liuk terlihat eksotis sekali. Jarang deh kali yang puny bentuk batu seperti itu. Biasanya bentuk gundukan besar besar. Paling suka foto yang ada batu meliuk liuk itu deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama seperti kak Rina, aku juga baru kali ini lihat bebatuan kali seperti ini, kak.
      Biasanya hanya batu berbentuk biasa.

      Ntar kapan kak Rina berkesempatan ke Purworejo, sekalian mampir liburan buat foto-foto di bebatuan purba unik ini, kak.

      Delete
  47. Km masih bisa nulis kejadiannya sedetail itu ya mas? yampun ngeri. Kalau aku langsung pengin kulupain. Hiks Puji syukur dikasih selamat semua ya.

    Btw tempat makannya keliatan syahdu bgt. Aku suka tempat makan ala rumah tempoe dl gt, gak perlu AC uda adem. Ehehe Apalagi Purworejo kota yang cocok bgt bt menyepi ya. Duh, jadi pengin nyeruput es beras kencur di situ. My favorite. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena trauma berat dengan lokasi kejadian yang menyisakan jahitan panjang di kening dan bercak hitam memanjang di kaki, aku masih ingat sangat detil kejadiannya, mas Aji.
      Betul, kami sangat bersyukur terselamatkan dari musibah itu.

      Betul itu, mas bangunan traditional rumah Jawa seperti warung makan di desa Pangenrejo Kali Bogowonto ini adem suasananya ..., tanpa perlu penambahan ac udah kerasa sejuk berada didalamnya.

      Kapan ada waktu, liburan ke lojasi ini yuk mas Aji ..., sambil nyeruput es jamu disana :)

      Delete
  48. seram sejuk saya tengok batu-batuan tu. saya bayangkan kalau tergelincir atas batu time hujan...aduhhh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Permukaan bebatuan purba ini terasa kesat, tidak licin saat dipijak,kak Anies.
      Mungkin kalau musim hujan, iya jadi licin ya.

      Delete
  49. Iya mas, yang penting sekeluarga selamat dan sehat. Membacanya saja saya sudah ngeri, merinding..
    Tapi sukses ya mas himawant melalui jalan itu lagi, yang penting berdoa dan akhirnya bisa memfoto lokasi yang unik itu..
    Dan akhirnya bisa saya baca..
    hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih simpatinya, bli Eka.
      Aku juga lega dan senang rasanya akhirnya sanggup melewati jalan tempat lokasi kejadian menakutkan itu terjadi dan akhirnya bisa menuangkan dalam tulisan juga mengambil gambar lokasi bebatuan purba ini untuk bli Eka dan semua pembaca.

      Delete
  50. liat sepintas memang sangat unik, itu keknya bekas kikisan air gitu ya bang makanya bentuknya begitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya terbentuk dari kikisan air atau terbentuk akibat proses alami lainnya, sampai saat ini masih misterius, mas.

      Kalau disebabkan oleh air, kok deretan bebatuan purba ini hanya berada di desa Pangenrejo.
      Sementara di sepanjang desa aliran Kali Bogowonto lainnya tidak diketemukan bebatuan seperti ini.

      Atau,
      Mungkin bekas larva panas gunung berapi lalu membeku ?.
      Tapi .., lokasi ini jauh dari gunung berapi.

      Aneh dan unik ya ..

      Delete
  51. wah gila, Batuannya ketangkep banget ya mas fell alamnya. Walau saya cuma lihat dari foto. BTW, di foto pertama mas himawan kayak kesepian banget nih :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixi ...
      kesepian menantimuuu, mas Tri ... 😁
      Eh, maaf becanda loh ya, maklum aku kan sukanya becanda, mas.

      Mas Tri kalau pengin lihat jelas tekstur bentangan bebatuannya, bisa kunjungi channel youtubeku di Himawan sant [ huruf s nya kecil ] ya ...
      Di video mas Tri pasti kagum banget lihat bebatuan purbanya.

      Sekalian promosi, eh# 😁

      Delete