Tuesday, October 2, 2018

Panguman Kali Serayu ~ Kolam Onsennya Wonosobo

Kota Wonosobo terletak berada di dataran tinggi gunung berapi purba, Gunung Dieng. Gunung Dieng membatasi antara wilayah kabupaten Banjarnegara dan kabupaten Wonosobo. Meski aktivitas erupsi vulkanologinya telah lama dinyatakan tak aktif sejak ratusan tahun silam, sampai sekarang ini masih menunjukan keaktifannya. Diantaranya adanya lokasi sumber mata panas belerang dan sumber uap panas di area kawah Sikidang, Dieng kabupaten Banjarnegara. 
Begitu juga di kabupaten Wonosobo, sangat banyak ditemui adanya lokasi sumber mata air panas belerang. 
Salah satu lokasinya yang kudatangi berlibur kali ini, Panguman Kali Serayu.


Trip Of Mine
Panguman Kali Serayu, kolam pemandian air panas belerang.
Lokasinya yang menyatu di alam terbuka, mirip dengan pemandian air panas di Jepang, Onsen.

Penemuan info lokasi yang tak diduga

Awalnya aku sama sekali tak mengenal nama lokasi mata air panas belerang Panguman Kali Serayu atau lebih dikenal warga setempat dengan nama Kali Beber ini.

Info lokasinya kudapatkan dari seorang bapak setengah baya pedagang warung kios kecil di Jalan Dieng Km 3, tempat aku memilih untuk beristirahat sejenak setelah kecewa karena lokasi https://www.tripofmine.com/2018/04/rileksasi-air-sulfur-manggisan.html  yang kurencanakan akan kudatangi ulang ternyata keberadaanya sekarang ini telah ditutup keliling rapat menggunakan papan seng dan bertuliskan menggunakan huruf besar ' tidak dibuka untuk umum '. 

Pedagang kios brewokan yang tampak sekilas berwajah terkesan sangar tapi ternyata ramah ini, super ramah malah he he he ..., menjelaskan jika kolam Manggisan sudah ditutup karena sedang dalam proses pembangunan lahan menjadi taman rekreasi Water Park. 
Oh, ternyata benar dan kelanjutannya akan dibentuk jadi taman rekreasi besar seperti informasi yang kudapatkan dengan ibu yang bertugas di salah satu warung disana saat itu.

Setelah segelas kopi hitam dibuatkan, dan aku memilih duduk cuek bebek di pinggiran pondasi warung, soalnya memang ngga ada kursi juga,sih ..., ya udah lagipula asik juga kok nongki di pinggir jalan, sambil klekaran [ Bahasa Jawa, duduk seenaknya ] tanpa peduli orang sering noleh ngelihatin dari atas kendaraan di padatnya lalu lintas saat itu. Ngapain juga malu atau gengsi ..., huuuu rugi atuh gengsiaaan jadi orang ... , obrolanku dan bapak itu kemudian berlanjut. 

Kali ini si bapak yang mulai membuka pembicaraan dan dilanjutkan menggunakan bahasa Jawa kromo. 
Kutulis pakai bahasa Indonesia saja percakapanku dengan si bapak penjaga warung, ya agar kalian ngga bingung artinya apa. 
Ssssttt ... , sebenarnya ..., aku sendiripun ngga pintar - pintar amat diajak berbicara bahasa Jawa dalam percakapan panjang, banyak gelagapannya wwwkkkkwwk !.

Bapak : " Mau kemana sih, dik ? ".

Dalam hati, aku langsung bilang ' Lah, ini bapak kok malah tanya lagi, ya. Kan tadi udah dijelasin ..., jangan - jangan tadi pura - pura ngga denger curhantanku ..., eh pertanyaanku '.
Aku : " Itu, pak ... , #ngg ... , ya itu tadinya mau rendaman air panas belerang di kolam Manggisan, pak. Tapi kok tutup ".
Bapak : " Oh, iyaa ..., wiiis ngga usah kecewa. Masih banyak kok panguman gratisan. Kamu pengin rendaman gratisan kayak di Manggisan itu, to ?.

MakJleeeb rasanyaaa ..., kata gratisan disebut. 
Dih, kayak tau aja nih si bapak kalau aku lagi suka gratisan kali ini ha ha ha.


Aku : " Panguman ?. Apa itu pak, kok panguman ? , saya kan tanyanya kolam rendam air panas ... ".
Bapak : " Kolam pemandian air panas disini disebutnya tuh Panguman, dik. Ini saja, di samping mesjid itu juga ada loh panguman ... , ada kucuran derasnya juga kayak di Manggisan ... , enak looh tubuh kayak dipijitin mandi di bawah kucurannya. Pangumannya terpisah cewek sendiri cowok sendiri. Cuma, bagian atapnya ngga kayak di Manggisan sana, tertutup.
Aku : " Saya sukanya yang terbuka, pak ... , eh maksud saya bukan terbuka buka - bukaan semuanya, looh .. ha ha ha ... , saya tuh sukanya rendaman air panas belerang kayak di Manggisan itu, pak " .

Si bapak ikut ngakak, waktu aku bilang buka - bukaaan.

Bapak : " Oh, gitu. Mau ke lokasi panguman yang mana, di sekitaran sini ada 4 panguman lagi. Panguman Sendangsari, panguman Pulosari, panguman Tegalsari dan panguman Kali Serayu. Wis, biar paling deket jarak tempuhnya dari sini kamu ke panguman Kali Serayu saja .., gampang lokasinya. Patokannya setelah pom bensin, setelah itu belok masuk jalan perkampungan desa. Lokasinya apik, di pinggir sungai " .

Wah ... , dijelaskan banyaknya pilihan lokasi kolam rendam air panas belerang, senang banget dong pastinya. 
Kayak ketiban durian runtuh, asal ngga jatuhin kepala saja.
Gimana ngga senang, ya ..., udah jarak perjalanan ditempuh cukup jauh dari rumahku, akhirnya kekecewaan batal berendam ulang sambil ngevlogging di kolam, eh panguman Manggisan bakalan terbayarkan.
Dan segera kutentukan pilihan lokasi, aku memilih menuju panguman Kali Serayu.

Kuturuti aba - aba dari bapak penjaga warung tadi, setelah melewati pom bensin, lurus sedikit kemudian berbelok ke arah kiri memasuki jalan pedesaan, berbelok tepatnya berada Jalan Raya Dieng Km 5 dan berseberangan dengan lokasi pos ojek.
Tentunya perjalanan pencarian lokasi menuju ke Panguman Kali Serayu kulakukan setelah selesai berpamitan dan mengucapkan terimakasih dengan bapak penjaga warung pemberi informasi lokasi.
Bukankah memang sudah semestinya begitu ..., jika kita jadi orang itu selalu tahu diri untuk berterimakasih dalam hal sekecil apapun yang telah diberikan orang untuk kita terima ?.

Lokasi liburan kali ini cukup anti mainstream

Setelah berbelok ke arah kiri di Jalan Dieng Raya Km 5, memasuki perkampungan warga dan persawahan di Jalan Jawar Kalibeber, tak lama setelahnya bertemu dengan pasar.
Kemudian di perempatan jalan kecil di dekat pasar, berbelok ke arah kanan. 
Setelah itu ..., wow ..., jalannya menukik turun cukup tajam. Tak panjang sih kelokan jalannya, hanya 3 kelokan dilalui untuk tiba di atas melewati jembatan Kali Serayu selanjutnya.
Dari atas jalan kelokan ke 3, sebenarnya lokasi keberadaan kolam rendam Panguman Kali Serayu telah terlihat, asalkan konsentrasi bisa terbagi sembari mengendalikan laju kendaraan dengan baik sekaligus melihat pemandangan yang tampak di sekitaran kali besar itu. 

Lokasinya dilihat dari jarak jauh di atas kelokan jalan ke 3 sedikit terhalang oleh rerimbunan pohon di sisi Kali. 
Dan setelah di atas jembatan Kali Serayu dengan menoleh ke arah kanan tampaklah cukup jelas dari kejauhan lokasi kolam rendam air panas belerang Panguman Kali Serayu yang kucari.


Trip Of Mine
Saluran irigasi berada di sebelah kiri akses masuk menuju ke kolam rendam air panas belerang.

Untuk masuk menuju kolam rendam, akses masuknya terletak di ujung jembatan Kali Serayu, jembatan yang menghubungkan antara desa Bondalem dan desa Kalibeber, dan saat menuju ke arah lokasi kolam rendam melalui samping kiri saluran irigasi pengairan aliran sebagian Kali Serayu yang mengalir deras dialirkan melalui dam buatan peninggalan Belanda tahun 1886 dan aliran Kali Serayu berada di sebelah kanan, sebagian pemandangan kali tertutup oleh rerimbunan pohon di sepanjang jalur masuk.


Trip Of Mine
Dam buatan Belanda bernama Wangan Tandu dibuat tahun 1886 dan aliran Kali Serayu.
Pemandangannya asri, bukan ?

Kolam rendam Panguman Kali Serayu memang terletak tepat di pinggir kali besar Kali Serayu yang dipenuhi bebatuan berukuran besar. 
Kolamnya dibuat batas pagar pembatas setengah lingkaran mengelilingi sumber mata air panas belerang yang pusat sumber mata airnya berada di dekat batu besar di sudut kolam. Sedangkan sebagian area mata air dibiarkan alami apa adanya dikelilingi oleh bebatuan.


Trip Of Mine
Kolam rendam air panas belerang Panguman Kali Serayu dilihat dari atas. Sangat asri, ya ...

Mata air panas belerang di dekat batu besar di dalam kolam rendam tampak menyembur kuat dari dalam tanah, tak henti terus mengeluarkan airnya memenuhi kolam sebatas paha orang dewasa saat posisi berdiri.
Aliran airnya selanjutnya dikeluarkan di celah kecil di sudut kolam, mengalir ke aliran Kali Serayu.
Panasnya ..., jangan ditanya. Panas banget !.


Trip Of Mine
Lokasi  kolam rendam air panas belerang Panguman Kali Serayu menyatu dengan alam terbuka, bisa dikatakan mirip dengan lokasi kolam rendam air panas belerang Onsen di Jepang

Seperti biasanya di suatu lokasi wisata, aku senang bersosialisasi dengan orang yang berada di lokasi dan menanyakan informasi seputar lokasi wisata tersebut. 
Begitu juga saat aku berendam di Panguman Kali Serayu ini, aku ngobrol dengan seorang bapak muda yang datang berendam. 
Saat kedatangannya di lokasi, handuk kecil tampak diselampirkan di bahunya dan menenteng gayung kecil berisikan peralatan mandi. 


Aku : " Kira - kira berapa derajat sih ini kepanasannya, pak ?, kok kerasa panas banget ya ? ".
Bapak : " Bisa jadi sekitar 80 derajat,mas. Wong itu tuh kalo di test pake merendam telor, telor bisa matang, kok " 
Aku : " Laaah ..., pantesan ya,pak panasnya kerasa banget di badan kayak gini. O, iya, beneran, pak ..., telor bisa matang di rendam di kolam ini, pak ?. Waah ..., tau gitu tadi saya bawa telor ya buat ngetest kepanasannya "
Bapak : " He he he ..., kamu kan udah bawa te ... "

Eh, stop deh, please ..., wwwkkwwkk !.
Obrolan santai dan lucu terkesan cepat jadi akrab seperti ini sering terjadi selama aku berada di Panguman Kali Serayu.


Trip Of Mine
Mata air panas belerang mengalir menyembul deras di dekat batu besar berwarna kekuningan di dalam kolam rendam

Uniknya, sisi bagian bawah kolam yang berdinding semen itu dibuat dudukan melingkar memanjang, fungsinya tentu saja untuk duduk sembari berendam atau juga bisa berfungsi untuk berdiri melongok pemandangan aliran Kali Serayu yang saat itu tampak banyak pemancing, beberapa orang pria mandi di sungai dan berendam di antara bebatuan besar.

Dan yang tak kalah unik lagi dilihat, saking banyaknya titik sumber mata air panas belerang keluar dari dalam permukaan tanah disana ..., terlihat sangat jelas sejumlah titik gelembung - gelembung air panas belerang di aliran Kali Serayu yang berair jernih.


Trip Of Mine
Gelembung - gelembung mata air panas belerang tampak terlihat jelas muncul dari dasar Kali Serayu.
Jembatan Kali Serayu tampak dari kejauhan

Menarik banget, kaaan ... ?. 
Gimana, pengin lihat kesana ?.

But, 
heyyy girls ..., wait.
Kalian jangan ngiri maksimal,yaa ... , ha ha ha ..., cukup lihat pemandangan dari artikelku ini saja, karena ternyata oh ternyata ..., 
semua keindahan dan keunikan pemandangan alam di area kolam rendam air panas belerang Panguman Kali Serayu ini hanya dikhususkan digunakan untuk para lelaki saja.
Ya. Hanya digunakan untuk ..., para l - e - l - a - k - i.

Memang menurut keterangan warga yang berbincang denganku di lokasi, tak ada wanita berendam di kolam air panas belerang atau beraktivitas di aliran Kali Serayu di dekat sekitaran kolam rendam.
Entah alasannya apa, atau ada kolam air panas belerang di lokasi lain khusus digunakan untuk wanita, aku tidak menanyakan hal itu. 
Takut jadi salah pengertian, ntar dikiranya aku Jaka Tarub jadi - jadian mau mencuri busana milik wanita disana ... , ha ha ha !.

Karena memang bukan sengaja dibuat atau dipersiapkan tujuan komersialisasi, hanya untuk digunakan oleh warga setempat dan siapapun pengunjung pria dari kota kedatangan manapun diperbolehkan berendam disana, fasilitas sarana tambahan yang biasanya tersedia di suatu lokasi wisata, seperti ruang bilas dan kamar ganti, tak disediakan atau ada di lokasi Panguman Kali Serayu. 
Berganti pakaian setelah berendam, ya tinggal ganti saja disitu, tanpa ada ruang penyekat dan tanpa perlu ada yang merasa malu atau risih.
Itulah alasan kusebut liburanku kali ini ke lokasi cukup anti main stream he he he.


Trip Of Mine

Terlepas dari itu semua, lokasi sumber mata air panas belerang Panguman Kali Serayu ini menurutku pribadi terbilang potensial menjadi tempat wisata. 
Lokasinya yang menyatu langsung dengan alam, bisa dikatakan mirip pemandian air panas belerang di negara Jepang, Onsen.

Kekayaan alamnya dan adanya sejarah bangunan irigasi peninggalan Belanda yang mengairi persawahan sekitar 234 hektar mengandung nilai historis tersendiri. 
Tapi biarkan semuanya seperti ini apa adanya saja ..., alami. Tak perlu jadi suatu destinasi wisata besar.

Lokasi :
Panguman Kali Serayu
Kalibeber, Mojo Tengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa - Tengah.

Tiket : 
Tidak dikenai beaya.












115 comments:

  1. Waaah.. Udah seneng tadi nih.. Ngebayangin ada tempat khusus perempuan juga... Pas baca tulisannya sampe mendekati akhir, jadi bersenandung "hmmhmm" Nissa Sabyan 2 jam nonstop. 😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahahahaa ..
      Bersenandungnya bisik~bisik aja yaaah ...
      Udah mendekati tengah malam,kak Ummuu 😂😂

      Delete
    2. Kesana jangan lupa bawa telor, tinggal rendam matang ya Mas😁

      Delete
  2. Kalo berendam di air panas bikin betah nih, asal jangan kepanasan nnt malah kaya telur rebus hehehe....
    Ternyata mas Himawan tetap setia minum kopi hitam ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe kayak telur rebus 😁, tapi beneran badan jadi rileks setelah berendam di Panguman Kali Serayu ini,mas.
      Ditambah dengan berendam sambil lihat pemandangan sekitar kali ..., waah pikiran langsung fresh.

      Ayoook, cobain kesana,mas.
      Mas Aris kan pernah kulihatin postnya berada di Wonosobo makan mie Ongklok.

      Iya, mas aku suka kopi hitam.
      Rasa dan aromanya jadi mood booster buatku 🙂.
      Mas Aris juga penyuka kopi hitam kan ya ?

      Delete
  3. Mas Himawan, Seksi Bangat (foto pertama),
    apa lagi si bapak bilang buka bukaan mantap, Sttt maksudnya buka baju, benar kan mas kwkwkwk, salam damai

    Ternayata banyak benar ya Destinasi wisata sejarah peninggalan Belanda. Terima kasih mas, ini yang disebut JAS MERAH alias jangan sekali-kali melupakan sejarah, nice..keren postingannya. Saya kira tuan dan nyonya Belanda hanya melirik rempahnya saja, ternayata membangun juga...

    Jempol untuk Van Nesteroy dan si penulis hehhee, salam hangat mas, sehat kan mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whuahahaaa..,malu sebenarnya saya dibilang seksi,mas Martin 😂☺.
      Wong saya sebenarnya ngga seksi,kok.
      Kelihatan seksi cuma di foto saja, eh 😁

      Betul, buka-bukaan baju maksudku hehehe .. , kan kurang asik ya rendaman di air panas belerang ngga lepas baju.
      Mineral belerangnya kurang meresap sempurna ke kulit 😁.

      Betul, mas Martin.
      Kolonial Belanda tak hanya melirik kekayaan rempah yang dimiliki Indonesia, tapi juga banyak membangun infrastruktur di banyak kota yang tentunya sangat berguna sampai sekarang.

      Nama dam Kali Serayu tertulis di badan dam, mas.
      Beruntung warga tetap merawat bangunan dam dengan baik, di cat secara rutin.

      Terimakasih buat jempolnya ya, mas Martin ⚘ hehehe ...
      Salam hangat kembali.
      Saya sehat [ ngga pakai acara masuk angin setelah berendam di air panas belerang kayak sepulang dari candi Umbul wwkkwwwkk 😂 ].
      Mas Martin sehat juga kan, ya ?

      Delete
    2. Hehhehe boleh argumentasinya diterima kwkwkkw

      Benar juga kalau berendam di air panas lantas pakai jins kan luci kwkwk, boleh mas, jawabanya mantap,,


      tetap semangat mas

      Delete
    3. Wwkkwwkk ..,betul banget itu,mas 😂.
      Kalau berendam pakai jeans waah pasti kerasa ngga nyaman banget.
      Lebih baik pakai pakaian minimalis saja, eh 😉

      Delete
    4. kwkwkwk sipsip mas... Ups ingat, jangan posting soal masuk angin lagi ya hehhehehee

      Delete
    5. Hehehe ..., udah minum madu buat jaga kesehatan biar ngga masuk angin juga biar tambah manis eh# 😅

      Delete
  4. Dulu waktu kuliah pernah juga mandi air panas di daerah kab. Agam, sumbar, seru banget sih, bisa juga sambil panasin dan masakin te....(sensor, takutnya nanti diblokir jadi internet positif)..
    Liat artikel ini malah jadi rindu mandi di pemandian air panas lagi.. tapi sekarang lagi sibuk kerja dan teman yang ngajak waktu kuliah dlu pun udah gak tau lagi kalo dimana..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eits, sambil panasin dan masakin texxx .. , hahahahaa 😂.
      Matang sempurna atau jadi setengah matang, mas ?.
      Siniii .. , kubantuin masakinnya 😅. Jangan lupa, ditambahin saos ya biar makannya tambah lahap hahaha ...

      Sepertinya aku agak ingat lokasi mata air panas di daerah kabupaten Agam, Sumatera Barat yang mas Wiki pernah datangi ..., nama lokasinya Solok bukan, mas ?.
      Lokasinya yang juga di tepi dungai besar ya ?, dan airnya nyembur kayak air mancur itu ya ?.

      Sayang, ya setelah kita dewasa dan kerja seiring waktu banyak teman lama atau teman sepermainan jadi menghilang entah kemana ...
      Aku juga ngerasain hal yang sama,mas.

      Delete
    2. Jujur aku geli banget bayangin mas nya bantuin buat masakin anu ini wokwokwok

      Kalo di solok lain lagi mas, kalo yang ini di daerah batusangkar, rute ke bukittinggi kalo kita dari padang.
      Yang ngajak dulu tu udah di jakarta kalo gak salah, sedangkan yg ngajak ke solok dulu, skrang udah di batam, trakhir komunikasi katanya kerja jadi promotor Smartphone VIVO mas.. 😊
      Pengen lagi deh kesana, skrang lanjut nabung aja dulu, mumpung masih layang ya kaan, nanti bisa pergi bareng teman2 karyawan pabrik yang lain..

      Delete
    3. Bhahahahaha ..., bercanda loh ya, mas Wiki 😂.
      Bukankah memasak berdua akan lebih matang sempurna mengolah masakannya 😁

      O, lokasi mata air panas belerang yang mas Wiki datangi yang lokasinya do Batusangkar ..., bukan yang di Solok.
      Jadi penasaran pengin lihat lokasinya seperti apa.

      Betul, ntar kan juga bisa pergi liburan bareng teman-teman 🙂.
      Laah aku sendiri kapan yaaa bisa pergi liburan bareng teman-teman ..., hari liburku berbeda hari dengan semua teman-temanku hhuhuhu ..

      Delete
    4. Iya mas silahkan, sebelum air panasnya jadi dingin hihi
      Kalo diajak jalan2 siapa sih yang gak mau mas, kecuali diajak ke sawah pergi nyangkul, mungkin bakal nolak..
      Zaman sekarang hukum alamnya pedih mas wkwkwk

      Delete
    5. Kalau gitu,
      Ayook kita masak telor berdua ... hahahaa 😅

      Eh, aku mau loh diajak nyangkul,mas wiki..., malah pengin ngerasain jadi petani agar tau seperti apa cara kerjanya.
      Betulan, aku mau tuuh...

      Delete
  5. Duuh, pertanyaannya gak jadi diketik deh karena ternyata tak ada tempat untuk wanita, hehehe.
    Kalau suhunya 80 derajat celcius, bukan panas lagi tapi hampir mendidih. Kalau balik ke sana lagi sekalian bawa pop mie, jadi berendamnya bisa sambil sarapan, hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaa ...😂
      Lah itu ..., akhirnya pertanyaan komentarnya jadi diketik juga 😂

      Wah itu ide bagus, kak Qudsi.
      Ntar kapan aku ke Panguman Kali Serayu lagi, aku mau bawa telor, mie instan cup, sayuran ..., buat kuwadahin di kantong dan kurendam disana.
      Lumayaan kan, sambil ngetest tingkat kemampuan kepanasannya mematangkan makanan juga ngirit beli lauk hahahaa 😅

      Delete
    2. Hiyaaa... itu mau berendam apa travelling kak? hahaha.
      Hati-hati lho ntar didemo para penjual di sana karena dianggap saingan, hehehe.

      Delete
    3. Hahahha ..., itu tepatnya dinamakan niatan banget travelling bawa perbekalan maksimal 😅.
      Lagipula areanya memang ngga ada sarana penjualan makanan dan minuman kok,kak.
      Satu-satunya warung kelontong di dekat Panguman Kali Serayu sekaligus pom bensin mini adanya sebelum jembatan Kali Serayu, pas di kelokan jalan ke 3,kak 😁

      Delete
  6. di dieng beberapa waktu lalu sempat diterpa suhu dingin yg mengakibatkan tanaman pada beku. tapi nampaknya sekarangg sudah berangsur normal lagi, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di Dieng aku ngga tau saat ini masih diterpa suhu minus ngganya,mas Beny.

      Saat aku ke Wonosobo ini yang hampir mendekati lokasi Dieng sih udaranya terasa normal seperti biasanya yang memang cenderung terasa dingin di kulit.
      Jadiii ..., asiik looh rendaman air panas belerang ditengah dinginnya udara Wonosobo hehehe 😁

      Ayook kapan ada waktu, cobain berendam di Panguman Kali Serayu, mas Beny ... 😉

      Delete
  7. Sebenarnya tujuan utama travelling kali ini ingin ke pemandian Manggisan ya? tapi sudah ditutup untuk kemudian mau dibangun wisata air kekinian waterpark? Great..:)

    Akhirnya berubah tujuan travelling nya ke kolam pemandian rendaman air panas belerang kali Serayu.
    Wah air panas belerang suhu nya 80°C.. Wouw.. panas banget ya? Apa brader juga seluruh tubuhnya masuk berendam ke air kolam belerang yang panas itu? Apa nggak bikin kulit melepuh? Atau hanya kaki- paha yang direndam sambil duduk-duduk di pinggiran setengah lingkaran itu?
    Pemandian air panas kali Serayu ini mirip OnsenJepang ya? Tapi syaratnya nggak harus ××××× seperti di Onsen Jepang kan? Wkwkwkwk...

    Btw.. your first picture membelakangi kamera.. but it's a nice pictures coz bodynya jadi kelihatan langsing dari belakang.
    hehehe.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe masih ingat ya cerita pengalamnku saat di kolam Manggisan, sista ?.
      Yuuups, sekarang disana betulan sedang digarap jadi lokasi wisata waterpark seperti yang pernah dijelasin oleh ibu penjaga warung disana saat itu ke aku ...
      Kata ibu itu, nantinya akan dibangun dengan taman hiburan berkonsep seperti adanya bangunan Taj Mahal dan resor.
      Waah ... , kayaknya bakalan jadi keren banget deh nantinya.

      Aku ikut nyobain berendam seluruh badan, sista.
      Renang-renang malah .. ,hahaha.
      Awalnya memang wow sangat terasa panas banget di kulit, terutama saat aku berfoto di dekat batu kuning di pojok kolam itu tempat sumber mata air panas belerang muncul di dekat sana ...,
      Rasanya kayak kena air panas termos mendidih.
      Kebukti setelahnya aku lihat telapak kakiku setelah berfoto, berubah jadi merah banget.

      Whaaat ☺ , tubuhku kelihatan langsing dari belakang ?.
      Hahaaha .. , aku ngelihatnya kok luaas yaa ..
      [ Perkalian kali akh kok luas kali lebar sama dengan persegi .. , hahaa ]

      Delete
    2. Hehehe...Ingetin aku lagi brader karena jujur aku lupa artikel di kolam rendaman aie panas Manggisan itu artikel yang ke berapa ya? Hihihi...
      Oh ya? nanti di Manggisan akan dibangun resort dan bangunan mirip Taj Mahal? Wah bakal jadi wisata air kekinian yang keren di sana. Sip..!

      Ouw brader merendam selurh badan di kolam air panas ini malah renang-renang segala ya? Hehehe..
      Kan katanya waktu kran air diputar suhunya seperti air mendidih.., terus kok bisa dibuat rendam seluruh badan ya? Apa setelah berendam di kolam belerang tsb air panas berangsur angsur turun suhunya dan menjadi hangat?
      #jadipenasaran


      Btw... Hahaha iya bener swear..! kalau foto dari belakang tubuhnya brader tampak kelihatan lebih langsing ketimbang kalau di foto dari depan.. Hehehe..
      Tapi brader tetap merasa body nya tampak luas ya? Hahaha
      Emang sekarang badannya tambah ndut eh lebar ya? Hihihi
      Kidding .. Jangan marah lho ya ntar cepat tuwir? Wkwkwkwk... Peace..:)

      Delete
    3. Itu link artikel klam rendam air panas belerang Manggisan ada di post ini,sista.
      Linknya yang berwarna biru, tinggal di klik langsung akan terbuka artikelnya 🙂.

      Setelah tubuh adaptasi pelan-pelan berendam, lama-kelamaan tubuh adaptasi sendiri dengan air panasnya.
      Selanjutnya terasa hangat biasa.

      Wkkkwwkk 😂 .., badanku ngga tambah 'ndut,sih cuma fotoku ngadep belakang itu kan poseku membuka lebar, kesannya badanku jadi kelihatan gede,eh luas maksudku 😁

      Delete
    4. Ooh jadi setelah masuk ke kolam rendaman air panas tubuh akan beradaptasi dengan air panas?
      Lama kelamaan air kolam akan terasa hangat ya? Atau mungkin suhu airnya sudah turun ya?
      Aku bayangin kalau suhu tetep 80°C ntar kulit bisa melepuh. Bener nggak?

      Ouw.. Jadi badan brader nggak tambah ndut ya? berat badan tetap stabil ya?
      Meski foto.dari belakang tapi badannya nggak kelihatan luas kok, malah foto tampak belakang tubuh brader terlihat lebih langsing dan masih terlihat pingganggnya hehehe. :)

      Delete
    5. Iya,betul.
      Seiring waktu tubuh jadi adaptasi dengan panasnya temperatur air belerang,sista.
      Bisa jadi juga begitu, suhu temperatur air panas belerang tak selalu stabil berada di panas 80 derajat 🙂

      Wwkkwwkk ..., masalahnya fotoku yang tampak depan terlihat agak lebar pinggangku tuh karena posisi poseku sedikit menyandar,ngga berdiri tegak seperti pose foto membelakangi kamera 📸.
      Soalnya kalau pose depan berdiri tegak, takutnya ..., uhuuk ..
      Udah akh ntar dikira gimanaaa gituuuh ..
      Wkkkwkkk 😂

      Delete
    6. Iya aku sudah klik link panguman Manggisan yang ada foto brader berendam dengan latar belakang pintu orange itu kan?
      Kalau dibandingkan antara pemandian rendaman air panas kali Serayu dengan Manggisan mana yang lebih panas suhunya? nyaman yang mana?

      Btw.. Kalau pengambilan gambar dari depan posenya menyandar nggak berdiri tegak jadi kurang terlihat dari pinggangnya ya? kalau foto dari arah belakang pose berdiri jadi terlihat pinggangnya? Hehehe...
      Ooh terus kalau foto dari depan dengan posisi berdiri tegak memang kenapa brader? Kok gimanaaa gituu??
      Aku nggak ngerti nih maksudnya? hehehe..

      Delete
    7. Oh, udah di klik link kolam,eh panguman Manggisan ya,sista 🙂 ?.
      Maturnuwun,terimakasih 🙏.

      Sensasi kedua panguman berbeda,sista.

      Kalau di panguman Manggisan dasar kolamnya udah di plester semen,tapi disana ada 1 bak terbuka di dekat sumber mata air panas belerang yang airnya dikeluarkan lewat pipa besar bertekanan air sangat besar dan kuat ..., dan dapat digunakan untuk pijat badan dibawah pancurannya.
      Mantaaap kaaan 😁 ?

      Nah kalau di panguman Kali Serayu ini dasar kolamnya sengaja dibiarkan alami,tanpa diplester semen.
      Berupa tanah dan pasir.
      Yang paling kusukai pemandangan alam sekitar kolam itulah di panguman Kali Serayu ..., asri beneeer 😁👍.
      Bikin betah duduk berlama-lama mandangin alamnya.

      Air belerangnya lebih panas panguman Kali Serayu.
      Bisa jadi karena mata air berada tepat di dalam kolam yang dangkal.

      Hahahaha 🤣😜 ...
      Kasi tau ngga yaaaa .. kenapa dengan alasan pose berdiri tegak ngadep depan ?.takut kena sensor,sistaaaaa .. hahaa

      Delete
  8. Ternyata wonosobo ada pemandian air panas juga ya, aku pernah ke ciater doang. Tapi enak bngt memang klo airnya hangat gitu.. badan segar juga..

    Seksi bangat om fhoto-fhotonya, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak banget titik lokasi pemandian air panas belerang di Wonosobo, Idris.
      Mulai dari yang masih betul-betul alami alamnya, dibentuk kolam seperti ini juga yang dibentuk kolam renang.

      Iya,betul.
      Badan jadi jauh lebih rileks setelah berendam di air panas belerang.

      Hussh ..., hahaha gegara lihat fotoku di kolam air panas belerang Panguman Kali Serayu pakai swimwear mendadak aku dipanggil om sama si Idris 😂 !.
      Baru kali ini udah kenal lumayan lama, tau-tau dipanggil dengan sebutan om 😁

      Kelanjutannya jangan bilang ' godain saya dong, oom ' .. bhahahaha 😂

      Delete
  9. Betul, banyak gunung berapi yang katanya sudah jadi kaldera saja, tetapi masih menunjukkan aktivitas seperti aroma belerang dan menghasilkan sumber mata air panas. Sama juga kayak Gunung Kelimutu.

    Panguman Kali Serayu itu, Himawan, mengingatkan saya pada sumber mata air di sini. Disebut sungai bau, berkhasiat menyembuhkan semua penyakit kulit. Ah saya lupa nama aslinya apa hahaha.

    Btw apa sebab sampai hanya untuk le-la-ki? Kok perempuan tidak boleh? Mungkinkah ada tabu-tabu tertentu kalau perempuan ikut mandi/berendam di situ? Hmmm jadi penasaran hehehe.

    Yang jelas, kali ini nggak pakai nyasar atau kebablasan kaaaaannn :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, gunung Kelimutu juga sudah lama dinyatakan tak aktif lagi erupsinya, kak ?.

      Bisa disebut unik juga, ya ..., erupsi tak pernah lagi terjadi, tapi aliran larva di dalam tanah masih aktif bekerja mengeluarkan efek kerja kegiatan vulkanologinya.

      Kak Tuteh,
      Suasana Panguman Kali Serayu mirip sama sungai di daerah Ende tapi lupa nama asinya apa ..., kok disebutnya dengan kata Sungai Bau, kak ?.
      Memang sungainya mengeluarkan aroma kurang sedapkah ?.

      Menurut pengamatanku sendiri di lokasi, dan saat itu aku memang sengaja ngga menanyakan ke warga alasan kenapa kolam pemandian air panas belerang ini tidaknya digunakan oleh wanita [ karena aku takut dikira Jaka Tarub jejadian hahaha ] ..., karena lokasi kolam pemandian ini kelihatan jelas dari atas jembatan kali Serayu.
      Jadi, saat kita berendam kelihatan dari atas jembatan oleh para pengemudi kendaraan.
      Bisa jadi karena itulah, para wanita merasa risih jika mandi terlihat oleh banyak pengemudi kendaraan.

      Hahaaha ..., kali ini aku mencari lokasi mendarat mulus, tanpa acara nyasar ngga jelas, kak 😂

      Delete
    2. Iya dinyatakan tidak aktif dan menurut prasasti / keternangan yang ada di sekitarnya (semacam papan keterangan begitu) perubahan warna disebabkan oleh mikroorganisme yang ada di dalamnya. Kalau aroma belerang memang tidak setajam Tangkuban Perahu tapi lmayan lah kecium. Beberapa tahun lalu pernah ditutup seemntara karena adanya aktivitas apa gituuu saya lupa hahahah (apa sih informasinya nggak lengkap saya ini).

      Oia sungai bau karena airnya bau sangat. Bau belerangnya tajam kali ya :) saya belum pernah ke sana.

      Mungkin ya, Himawan. Gegara terlalu terbuka, jadi tidak diijinkan perempuan untuk berendam di situ ;)

      Delete
    3. Begitu kak Tuteh bilang air danau Kelimutu ada mikroorganismenyayang bisa bikin air danau berubah warna ..., aku langsung teringat danau Telaga Warna di Dieng,kak.
      Unik banget airnya bisa berubah-ubah warna,ya 👍.

      Jadi benar jika gunung Kelimutu mantan, eh# ... pernah aktif erupsi dan sekarang dinyatakan tak aktif lagi.
      Berarti memang sama ya dengan Gunung Dieng.
      Cuman kadang terselip di pikiran juga ..., apakah mungkin ..., suatu saat gunung api purba seperti Gunung Dieng dan gunung Kelimutu suatu waktu bisa aktif bererupsi lagi ?.
      Kalau iya, seram juga ya .. 😓

      Kemungkinan alasanya benar begitu,kak Tuteh 😁.
      Wanita juga kemungkinan risih lihat para pria berganti pakaian gitu saja xixixii 😁

      Delete
    4. Iya, Gunung Kelimut itu mantannya saya hahahahahah :D Wah sama kayak Dieng :( ngeri memang kalau, seandainya, ini bukan kenyataan tapi seandainya, mereka aktif lagi. Ngeriiiii jalurnya itu ke desa-desa yang ada di sekitarnya kalau tidak salah (Kelimutu).

      Delete
    5. Ohh .. 🤪 kaget#
      Ternyata ...
      Gunung Kelimutu mantan terindahnya kak Tuteh ...
      Wkkkwwwk 😂

      Pastinya sangat seram karena gunung api purba erupsinya terkenal dahsyatnya...

      Delete
    6. Mantan gituuu :p

      Jadi ingat Gunung Krakatau ya, gunung purba yang letusannya dulu dahsyat sekali...

      Delete
    7. Sayang ya, gagah kekar tinggi menjulang ..., eh kalau udah ngamuk erupsi serem banget, sampai-sampai cuma tinggal jadi mantan 🤪

      Betul, itu seram banget erupsi gunung Krakatau.
      Waktu itu konon abu vulkanik tebalnya sampai benua lain dan dikabarkan kalau sebagian wilayah dunia jadi gelap gulita beberapa hari.

      Delete
    8. Betul sekali, Himawan. Sampai ada cerita pesawat yang ke Australia waktu itu abunya masuk masuk ke celah bodi pesawat apa gitu ... dia melintas di atasnya ...

      Delete
    9. Seram,menakutkan.
      Semoga kelak ngga terulang musibah besar seperti itu ya,kak.

      Delete
    10. Insha Allah, Amin. Kita manusia hanya bisa mendoakan, semuanya atas kehendakNya hehe.

      Delete
  10. Wah ada pemandian kolam air panas di wonosobo, recomended banget nih untuk yang ingin berwisata sambil menghilangkan pegal-pegal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada beberapa lokasi pilihan pemandian air panas belerang di Wonosobo, kak.
      Semua lokasinya asik dikunjungi dan mineral belerangnya pasti berkhasiat banyak untuk tubuh.

      Delete
  11. Wuih ini tempat pas untuk liburan keluarga, airnya mengandung belerang katanya sih bermanfaat untuk kesehatan kulit, dulu pernah berendam di belerang asyik tapi kalau kelamaan jadi pusing kepala mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kata mas Warman.
      Kepala sempat pusing, aku juga alami karena aku keasikan kelamaan berendam disana,mas 😁.
      Aku sempat duduk diam agak lama setelah berdiri berganti pakaian untuk menetralkan tekanan udara.
      Pandangan mata berasa kayak byar-pet.

      Mensiasatinya, tiap 10 menit sekali kita harus keluar dari berendam.
      Setengah jam kemudian, baru nyebur berendam lagi.

      Delete
  12. Abis jalan-jalan mampir di mata air panas belerang, cocok buat menghilangkan pegel2 ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, kak Nur.
      Tubuh terasa rileks setelahnya.
      Tak cuma tubuh yang terasa lebih enakan, pikiran juga langsung ikutan rileks.
      Beban pikiran langsung hilang.

      Delete
  13. Ngebayangin berendam di pemandian air panas belerang, enak juga ya. Badan jadi rileks, yg sering aku baca sih emang bermanfaat buat kesehatan, menghilangkan capek2 di badan. Eh tapi kalo airnya terlalu panas ya kurang nyaman juga hahaaha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😁 nyemplungnya pas kerasa ngga gituboanas saja, kak Lianny.
      Awalnya, test dulu nyemplungin kaki atau tangan.
      Jika dirasa terlalu panas, ngalah dulu duduk-duduk syantik, eh# ... duduk-duduk manja di pinggiran kolam mata air panas belerang 😁

      Delete
  14. yaaa..kecewa deh..khusus pria ya ternyata..
    So how about the ladies ...?
    Oh ya, Mas..itu seriusan 80 derajat..KOk kayaknya difoto kalem gitu. Enggak kepanasan apa ya?
    Hampir mendidih itu mah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaah ...,kak Dyah ikutan kecewa 😁.
      Ntar kapan aku carikan info lokasi air panas belerang yang ada untuk wanita,ya agar kak Dian dan teman-temen cewek bisa berlibur disana 🙂

      Bener, kak panas banget airnya.
      Kaget juga sewaktu pertamakali nyemplung disana ..., langsung kerasa nyoooosss.
      Jadilah fotoku yang pertama aku membelakangi kamera itu sebetulnya aku lagi meringis kepanasan hahahhaa 😂

      Delete
  15. sumber air panas belerang sngat kusuka mas
    di sini juga dekat dengan sumber tersebut, sering banget ke sana
    tapi lagi2 sayangnya pemerintah menarik dana ke pengunjung secara berlebihan padahal sangat susah menuju ke lokasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dimana lokasi mata air panas belerang itu, mas Awan ?.
      Kasi tau lokasinya, ya ..., barangkali kelak aku kesampaian kesana.

      Ciater Subangkah, mas ?.

      Kalau ke Ciater aku pernah sekali,mas.
      Cuma sayangnya memory cardku hilang, foto liburan di Jakarta dan Jawa Barat lenyap semua.
      Sedih !.

      Delete
  16. Bagus juga itu mas salah satu pangumannya dijadikan waterpark biar lebih rapi dan enak dilihat oleh para pengunjung dari luar kota, sehingga bisa menarik minat pengunjung yang lain. Tapi nanti kalo uda berubah pasti ga gratisan lagi tu mas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangaaan ...,
      hahaha ..😂,
      Ntar bener pasti ngga bisa gratisan lagi deh.

      Lokasi panguman ini jadi lokasi favoritku,mas Harmansyah.
      Akan sering kudatangi, terutama saat pikiran suntuk datang.
      Meski lumayan jauh ditemouh dari rumahku, hampir 3 jam, mas

      Delete
  17. Yaaa... udah baca sampai habis, ternyata khusus lelaki. Saya ntar ke sana buat ngambil c... nganggur aja deh. Buat dilempar ke atap guna menolak hujan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahahhaaa ..,
      ternyata kak Dyah masih percaya kuat hal tolak hujan dengan cara melempar c... ke atap rumah 😂

      Aku akan ikutan aaakh ...
      Siapa tau betulan terbukti 😉

      Delete
  18. Ya allah,, itu ga salah kak himawant panasnya ampe 80 derajat? Saya udah ga kuku kali kak kalau ampe segitu panasnya, ampe telor aja mateng.. hadeh hehehe kemarin aja pas ke ciwidey saya ga ikutan kak padahal panasnya cuma 50 derajat aja uda ga kuku apalagi ini,.hihihi btw enak yaa masih gratisan masuknya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,kak beneran panas banget airnya. Saking panasnya, batu dan dinding yang terendam air berubah jadi kuning banget menandakan tingginya temperatur air,kak.

      Wah, kak Vika pastinya ngga kuku ya ..., di Ciwidey yang 50 derajat saja udah kerasa kepanasan. Eh tapi ini kan kolam pemandian khusus cowok, kak ..., jadi kak Vika ngga bisa ikutan nyobain panasnya air Panguman Kali Serayu 😅

      Delete
  19. biar betul 80 celcius degree? wahhhhh boleh rebus telur sekali hahahaha... tapi kenapa tak ramai orang mas? atau mas datang bukan on weekends?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh tuh idenya kak Anies .. , kapan aku kesana lagi akan kubawa telur ..., buat kurebus setelah itu kumakan buat ngirit ongkos beli makanan ... hahahaha 😅

      Sebetulnya ramai sih,kak.
      Selama aku beberapa jam di areanya, lokasinya tak pernah sepi pengunjung.
      Ada yang mancing, ada yang berendam di bebatuan aliran sungai dan ada juga yang cuma duduk-duduk santai di sekitaran.

      Delete
  20. yalah memang cocok buat para lelaki saja air barelang itu, soalnya panasnya bisa buat masak telor..**eeehh hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh# ...
      Kak Saraaaaah ...

      Bhahahahaa 😂😂 !!

      Delete
  21. Jadi inget pernah mandi air panas juga di sebuah sungai di Bajawa, Flores. Tempatnya juga bukan komersial gini. Lokasinya malah di belakang rumah warga hehehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah mantaaap itu ..., mas Adie 👌👍

      Mandi air panas belerang yang masih belum dikomersialin, sensasinya jauh berbeda.
      Bukan karena gratisannya,sih .. tapi kenaturalan areanya yang bikin jadi berkesan banget 👍

      Air panas belerang di Bajawa, Flores yang mas Adie datangi ..., kemungkinan besar kak Tuteh tau nih lokasinya karena kak Tuteh asli dari Ende, Flores.

      Silahkan berkenalan dengan kak Tuteh, mas Adie 🙂
      [ Kak Tuteh ikut berkomentar di kolom atas ]

      Delete
    2. Kalau di Bajawa, satu permandian air panas paling populer namanya Air Panas So'a hehe. Setiap kali saya ke Bajawa belum pernah ke sana euy :p rencana tahun ini hahahaha

      Delete
  22. Asik sih ini, kalau kesana lagi jangan lupa bawa telor, Mas. Ya itung2 buat makan siang..haha

    Pantes buka baju, dingin tingggal cebur..wkwk
    Eh, tapi mayan panasnya segitu ya, Mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhaa .., setujuuuh idenya mas Andi 😅👍.
      Kelak aku kesana lagi akan kubawa telur, kurebus setelah itu buat makan siang.

      Cobain ke Panguman Kali Serayu ini, mas.
      Badan jadi rileks,loh ..., meski awal nyebur kerasa maknyoos panasnya 😁

      Delete
    2. Kapan2 pengen deh, Mas..he

      Selain bawa telor bisa lah bawa makanan yang bisa melengkapi makan siangnya :D

      Delete
    3. Siip,mas Andy.
      Jangan ketinggalan juga bawa air minum mineralnya,buah-buahan dan camilan lainnya 😉 hehehe

      Delete
  23. Andai mandi di air panas
    Rindu di hati bisa lepas

    Ingin berendam di air belerang
    Mengambil rasa yang begitu tenang

    Seperti ceritamu berwisata
    Berbuah sangat bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kak Anisayu Nastutik liburanku udah dibuat puisi indah banget.
      Jadi penyemangat buatku untuk mengeksplore banyak lokasi wisata lagi ⚘

      Delete
  24. Waaaahhh pengeeennn huhu

    Aku hobi banget mandi air panas
    di hotel, di rumah

    pemandian kayak gini baru pernah nyoba sekali di Sawahlunto, sumatera barat

    Pengen lagi tapi susah nyarinya huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aul,
      Aku ada info buat kamu yang pengin berendam air panas belerang ...

      Kalau Aul masih study di Depok, cobalah ke Ciseeng, Bogor.
      Disana ada 2 pemandian air panas belerang.
      1 dibuat kolam dan taman.
      1 masih alami berupa gunung kapur.
      Letak keduanya berhadapan, hanya terpisah lahan parkir.

      Yook kesana 😉
      Agar kangenmu berendam di Sawahlunto terobati

      Delete
  25. kalo cmn ut lelaki, gak ada yang seger-seger dong mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gitu,
      Biar kerasa seger bang Day bawa poster wanita buat temen berendam disana ....
      Bhahahahaha 😂

      Delete
  26. wonosobo jadi inget dieng aku mas. nuansanya dingiiiin banget. trus nyasar2 kita kesananya. haha, dasar google map

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaa ... langsung kebayang ceritamu nyasar-nyasar blusukan kemana-mana nyari arah di Dieng 🤪.

      Bisa jadi, saat itu akurasi peta digitalnya lagi kurang akurat ya ... ,jadi salah rute.

      Delete
  27. selalu kehabisan kata-kata kalau sudah liat destinasi wisata apalagi ada onsen nya... kalau boleh pesen 1 aja mz

    "hati-hati tar bajunya di culik bidadari :P")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, kenapa ya kak Risna kok bisa kehabisan kata-kata ya 🤔 ?.
      Gegara kelamaan nyebur di onsen yang lapisan oksigennya tipis ya,kak ?.

      Ssstt ...,
      Saat itu para bidadari lagi pada pulang ke kahyangan,kak.
      Jadi ..., bebaaas deh akunya buka-bukaan baju ... 😁 hehehe

      Delete
  28. trimakasi banyak sobat infonya sangat bermanfaat sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kembali kasih,kawan 🙏.
      Senang rasanya lokasi mata air panas belerang Panguman Kali Serayu ini bermanfaat buat teman.
      Silahkan lokasinya dikunjungi buat liburan.

      Delete
  29. si Bapak ternyata tau kalau kita suka gratisan _he_he_he....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahahahhaa ..., tauuu aja tuh si bapak 😅.
      Kayak-kayaknya punya telepati deh bapak pedagang warung itu, bisa ngebaca pikiran orang 😁

      Delete
  30. kalo aku biasanya ke Guci, tempat pemandian air panas terdekat. kebetulan ada adikku yang rumah mertuanya berada di lokasi pariwisata kabupaten Tegal itu. jadi tinggal sebut nama bisa gratis masuk. cuma sudah lama nggak ke sana, kabarnya sekarang sudah ada kereta gantung segala

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuiih, mantuuul itu, mas Affip ..., tinggal sebutin nama, langsung bisa melenggang bebas masuk ke area wisata Guci 😁
      Aku mau doong .. xixixi

      Jujur, aku pengin banget ke Guci lagi. Kangen suasananya mandi rame-rame dikolamnya yang banyak pancuran derasnya yang biasa digunakan warga itu ...

      Sodaraku di Brebes juga bercerita kalau di Guci sekarang udah ditata bagus dan fasilitas tambahannya juga lengkap.
      Bikin pengin banget kesana ...

      Delete
  31. air belerang memang baik untuk kesehatan.
    Unik lokasi kolamnya.
    Thank you for sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kembali,kak Lantana ⚘. Met malam minggu ya,kak 🙂

      Delete
  32. Waduh, aku ketinggalan jauuuuh karena jarang onlen Mas Himawan. Apa kabar? heheh...

    betewe, ulasannya menarik, dan lucu. Ketawa pas baca percakapannya. hihihi dasar orang dewasa! Asyik juga ya, gratis pula. Sayang aku nggak bisa ikutan nyebur. Nyebur ke kolam ikan aja deh. wuikkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwkkkwwkk ..., niiih alat snorklingnya ketinggalan buat nyebur kolam ikan,kak 😅

      Kabarku cukup baik,kak Ajeng,terimakasih.
      Meski badan lagi kurang fit, kerasa demam.
      Kak Ajeng gimana kabarnya nih, lagi sibuk bikin skripsi ya ?.

      Terimakasih opini kak Ajeng buat cara penulisan post kali ini yang sedikit berbeda dengan post-post sebelumnya hehege ⚘

      Delete
  33. Wow...udah panjang comment nya...rajin jalan2 di dunia nyata+ dunia maya ni mas himawan..

    Eh...panas banget ya 80 derajat? Oh..iya, knp klo sumber air panas warna airnya ga menarik gitu yaa...buthek.

    Ada nggak mas, yang airnya anget tp bening?

    *Jangan jawab dikasih pemanas/air termos lho yaa...������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,kak Sulis 🙂 rajin jalan-jalan di dunia nyata dan dunia maya buat lihat yang indah-indah.
      Semoga kita semua diberi kesehatan dan tenaga yang baik ya agar kita bisa mengeksplore lebih banyak lagi lokasi wisata unik.

      Air belerang kelihatan butek karena tingginya kandingan mineral,kak.
      Tapi kalau diraup pakai tangan, airnya kelihatan jernih loh,kak 🙂

      Aku pernah lihat air panas belerang terlihat jernih saat di Ciater dan Guci,kak.

      Delete
  34. "nyemplung mas himawant"..
    jalan-jalan terus mas ya, sambil berendam membuat otot tidak kaku..
    hehehe..
    saya dulu kurang eksplor jawa tengah mas, palingan seputar jogja saja. sayang sih sebenarnya, 5 tahun di jogja saya kurang jalan-jalan..
    hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ..., ayook nyemplung juga, bli Eka biar otot jadi kendor dan pikiran jadi rileks 😁.

      Sayang ya, bli ...
      Saat dulu di Yogya ngga mengeksplore banyak lokasi wisata di luaran kota Yogya.
      Padahal, banyaaak banget loh lokasi wisata unik dan keren kayak Panguman Kali Serayu ini.

      Ntar kalau bli Eka bernostalgia ke Yogya, cobalah bli datang ke Wonosobo hehehe

      Delete
  35. itu airnya jernih apa kagak ya mas
    terlihat ada tanahnya mungkin karena dangkal ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jernih kok airnya,mas Tomo.
      Kelihatan butek karena tingginya mineral belerang mengendap di dasar kolam,mas.
      Kalau air diraup di tangan barulah kelihatan jernihnya 🙂.

      Iya,mas ketinggian air kolam ini sebatas pahaku.
      Tapi bisa buat berenang-renang kesana sini juga loh hehehe 😁

      Delete
  36. Saya juga kesini mas pas ke DCF kemarin diajakin temen CS hahha, gak disangka-sangka nemu tempat kayak gini hehhe. Bersyukur juga nginep di tempat warga lokal jadinya tau tempat2 yang belum terekspose

    ReplyDelete
  37. Wuiih, mantaap ...
    Ternyata mas Didy juga udah pernah datang berendam di Panguman Kali Serayu.

    Nah betul kan mas, kalau kolam ini hanya dipergunakan untuk para lelaki ?, hehehe ...

    Enaknya memang begitu,mas kalau kita bisa dekat dengan warga setempat atau bermalam di rumah warga di suatu lokasi pasti kita jadi tau info lokasi-lokasi unik dan keren yang belum diekspose media,termasuk blog.
    Dan itu ..., bikin jadi pengalaman berkesan banget buat kita.

    ReplyDelete
  38. hmm,,, jadi pengen berendam di pemandian air panas belerang.. kira2 kapan yak bisa kesana?? hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan-kapan pasti kesampaian,mas Indra 😉.
      Semangat ya ...
      Ikut kudoaij agar mas Indra segera bisa ikutan nyemplung di Panguman Kali Serayu hehehe

      Delete
  39. Saya pikir parang wedang satru-satunya di Jogja. Di Sleman juga ada ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak,
      Kuralat sedikit komentar dari kakak,ya, maaf.

      Kolam rendam air panas belerang ini lokasinya bukan di Parang Wedang Yogya, kak ataupun di Sleman.
      Tapi di Wonosobo.
      Dari kota Yogya ke kota Wonosobo jarak tempuhnya kira-kira 4 jam.

      Salam kenal,kak.

      Delete
  40. Kok unik ya, buat laki2 aja hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixi ...
      Para wanita dan kak Nathalia cukup mengintip dari foto postku saja 😁😉

      Delete
  41. hmm.. coba kalau ini dijadikan tempat komersil ya mas, dikasih fasilitas yang lengkap, aku yakin bakal ramai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangaaan, kak Ella ... hahahaa..., biarkan alami begini saja apa adanya.
      Lagipula udah banyak kok di Wonosobo sumber air panas belerang dijadikan lokasi wisata 😁

      Delete
  42. Uh, masih free. Itu pemuda di sana mentalnya bagus ya, gk ky di Jakarta dkstr ny, klo ad tmpt bgs gt, lngsg dpalakin duit 'keamanan'. Mudah2n pemuda sana tdk dimasuki pkrn materialistis oleh org2 ibukota.

    Cpt atau lambat psti jd ladang 'pemalakan', hmm, menyebalkan kalau sdh sprti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga warga disana tidak 'tertular virus' premanisme seperti di Jakarta, mas.
      Tetap dengan kesederhanaan seperti ini apa adanya.

      Kebetulan juga warga di area ini ramah-ramah, welcome sama pendatang.
      Ngga kenal sebelumnya, saat bertatapan muka langsung nganggukin kepala dan ngajak senyum.

      Delete
  43. enak banget mandi air panas.. terus, itu telornya mateng engga tuh mas? hahaha

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. ..., terus ..., telornya setengah matang jadinya 🐣 ..., ngga pakai acara berasap wkkkwwwkkk 😂

      Delete
  44. mudah2an tidak ada wanita yg histeris melihat Mas sedang pakai baju dari kulit asli. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ooouuggh 😜 ...
      Aku malah yang histeris, kaaang ... , ternyata terasa sejuk sejuk gimana gituuu pakai baju dari kulit asli ..

      Hahahhahaa 😅

      Delete