Friday, October 19, 2018

Uniknya Bentangan Alam Bebatuan Purba Pangenrejo Kali Bogowonto

Patokan rute termudah untuk menuju ke desa Pangenrejo, kelurahan Padukuhan tempat lokasi bentangan alam bebatuan purba unik di pinggir kali Bogowonto ini berada ditempuh melalui masuk ke gang bernama Gang. Ronogati RT. 01 / RW. 05, tepat di samping bangunan Gereja Kristen Jawa atau GKJ Purworejo Selatan di badan jalan utama Jalan Brigjend. Katamso.
Jalan Brigjend. Katamso ditempuh dari alun - alun kota Purworejo, kemudian lurus melewati patung kereta kuda Kresno Duto.


Trip Of Mine
Ukiran bebatuan alam menakjubkan

Curahan hati

Jujur kuakui, sebenarnya sebelum keberangkatan perjalanan berliburku ke kota Purworejo di pikiranku muncul bayangan ketakutan tersendiri.
Begitupun saat aku akan menulis artikel ini, aku yang biasanya tak punya kendala berarti menentukan kalimat awal pembuka suatu artikel, kali ini seperti mengalami kebuntuan, kesulitan memilih dan menentukan kata pembuka apa yang tepat.
Berulangkali coretan draft artikel yang kutulis di kertas, biasanya tak kulakukan seperti ini tapi langsung kuketikkan di layar perangkat, juga berujung tak cepat terselesaikan. 
Hasilnya menurutku, kurang pas. 
Selalu begitu dan begitu berulangkali.

Sampai akhirnya di suatu hari aku sanggup menenangkan pikiran dan memutuskan mengetik langsung di perangkat untuk menyelesaikan post guratan alam bebatuan unik di desa Pangenrejo pinggir Kali Bogowonto ini.
Toh semua kejadian telah berlalu dan peristiwanya terjadi setelah sekian tahun yang lalu, meski trauma itu masih membekas kuat di hati sampai sekarang ... .

Purworejo meski bukanlah kota kelahiranku dan akupun tak punya kerabat disana, tapi punya sejarah besar buat aku dan keluargaku.
Bagaimana tidak, jika ... , aku sebetulnya agak gemetaran menulis artikel ini dan tanpa sadar air mataku ikut mengalir turun dari mataku terbayang masa lalu ..., kami sekeluarga saat itu nyaris tak tertolong karena mengalami kecelakaan !.

Cerita bermula dari kami sekeluarga dengan nenek dari pihak papaku menggunakan mobil jeep ke Purworejo. 
Papaku yang mengemudikan kendaraan jeep merk Willys, jeep kesayangannya berwarna hijau khas milik militer itu.

Tujuan kami saat itu bukanlah untuk tujuan travelling atau liburan yang biasanya kami sekeluarga besar sering lakukan bersama, tapi untuk mencari informasi lanjutan dengan mendatangi sekolah asrama di Purworejo. Setelah beberapahari sebelumnya mendatangi sekolah asrama di Ambarawa, tapi ditolak dengan alasan kapasitas ruangan telah terisi penuh.

Siapa yang akan sekolah di asrama  ?.
Tak lain tak bukan, akulah yang akan disekolahkan di asrama.
Kenakalanku, sebenarnya bukan nakal, sih ..., tapi sifat kejahilanku yang luar biasa menjengkelkan plus sifat pembangkangku saat aku kecil dulu, membuat orang tuaku memutuskan berencana memasukkan aku ke sekolah asrama setelah lulus dari bangku Sekolah Dasar.

Di jalan kabupaten Purworejo dari arah Magelang, tepatnya di daerah Jambu yang berupa turunan panjang curam, berliku dan miring tiba - tiba jeep yang semula berangkat dari rumah dalam keadaan baik - baik saja mendadak hilang kendali, rem blong tak berfungsi.
Di tengah kepanikan luar biasa, papaku meneriakkan kami semua untuk berpegangan kencang ..., jeep meluncur deras, selip, oleng dan ..., braaaaak ..., tau - tau kami sudah berada di dalam jurang dari ketinggian sekitar beberapa meter dari badan jalan raya !.
Kami teriak menangis kesakitan minta tolong dan aku ..., dengan posisi tertidur menangis air mata dan bersimbah darah mengucur deras dari keningku membasahi pakaianku. Ya, Tuhan !.
Cuma itu yang kuingat ..., 
aku tersadar setelah berada di rumah sakit Purworejo.

Ya ..., 
aku, papaku dan nenekku yang mengalami luka - luka dilarikan ke rumah sakit di Purworejo dengan pertolongan warga sekitar.
Sementara mamaku dan adikku nomor 2 mengalami luka - luka ringan dan adikku nomor 3 yang saat itu masih bayi berada di pangkuan mamaku saat kejadian berlangsung terlempar dari kap jeep yang terbuat dari plastik terpal ke ..., pinggir jalan !.
Beruntung adik terselamatkan dan Tuhan masih memberikan kesempatan hidup untuk kami, benar - benar kuasa Tuhan melindungi kami saat itu.

Luka menganga di kening kananku dan jahitan memanjang sekitar 7 senti terlihat sampai sekarang, juga jahitan kecil di dagu kiriku. Sementara kulit kaki kananku sampai sekarang terlihat bercak hitam memanjang akibat ketidakcocokan jenis obat yang dioleskan di luka - luka kakiku.
Kelopak mata nenekku terluka terkena serpihan kaca, sementara bagian alis papaku dijahit beberapa senti jahitan.

Siksaan itu tak berhenti di rumah sakit Purworejo karena saat itu ketidaksanggupan rumah sakit menangani luka keningku yang cukup lebar dan terbilang sulit ditangani untuk dijahit, mengingat tulang kening adalah tulang keras.
Akhirnya keningku ditanam klep sementara untuk menghentikan pendarahan yang terus mengucur. Klep dipasang tanpa pembiusan.
Aku masih teringat jelas betapa luar biasa sakit yang kualami saat  pemasangan klep berlangsung. 
Saat itu aku menangis meronta - ronta dengan kedua tanganku dipegang erat oleh para kerabatku yang segera datang ke rumah sakit Purworejo dari Magelang.
Kemudian aku dilarikan ke Rumah Sakit Tentara atau RST di Magelang, disana diambil tindakan jahit.

Sejak peristiwa itu ..., 
sifat kejahilan dan sifat pembangkangku berubah total, hilang.
Tak ada lagi sikap ugal - ugalan dan sikap seenaknya sendiri. 
Mendadak kepribadianku jadi kalem, cenderung terasa lebih banyak diamnya, tapi tak jarang juga sekali waktu saat berkumpul dengan teman dan ngobrol cerita - cerita seru dengannya, aku masih tetap sering muncul sikap ' aslinya ' cuwawakan, ketawa ngakak keras mengagetkan tanpa peduli ada orang disekitaran.

Dan sampai sekarang, trauma itu masih membekas di ingatan dan lokasi kejadian menakutkan kecelakaan itu terjadi, aku masih ingat dengan jelas dimana lokasi tepatnya.
Belakangan setelah beberapa hari peristiwa itu terjadi, terdengar cerita dari para tamu yang membezuk kami jika lokasi kejadian itu memang kerap terjadi kecelakaan.

Dan di lokasi jalan itulah yang akan kulalui berlibur di Purworejo karena memang jalan tersebut adalah jalan utama penghubung antara kabupaten Magelang dan kabupaten  Purworejo
Berani tidak, ya melintasinya ... ?, begitu pikiranku berulang - ulang melintas di kepalaku.

Sampai akhirnya aku yakin dan mantap memberanikan diri seorang diri mengendarai kendaraanku untuk berlibur di Purworejo, meski di sepanjang perjalanan mulutku yang tertutup masker anti debu terus komat - kamit mengucapkan doa dan sengaja kukeluarkan kata - kata, tidak bicara di dalam hati agar keyakinanku makin tebal dan juga sebagai penyemangat diri bahwa aku akan baik - baik saja sebelum dan setelah melewati jalan yang terbilang memang perlu konsentrasi tinggi untuk dilalui ..., terbukti dengan terlihatnya beberapa papan pengumuman peringatan rambu lalu lintas dipasang di tepi jalan jika jalan tersebut daerah rawan kecelakaan.

Sesampai di lokasi ...

Setelah memasuki gapura Gang. Ronogati, perjalanan dilanjutkan melewati beberapa rumah warga. 
Sesampai di pertigaan jalan kampung, rute kulanjutkan berbelok ke arah kiri, kemudian lurus. 
Setelah itu berbelok ke arah kanan melewati perkebunan kosong dan melintasi jembatan kecil yang berdekatan dengan area pekuburan.
Area pemakaman ?. Iya, betul ... .
Komplek pemakaman berseberangan dengan rerimbunan pohon bambu dan jalan setapak yang bergelombang kulalui berada ditengah keduanya.
Kemudian dilanjutkan melewati samping kiri kanan perkebunan warga yang berada di sisi atas Kali Bogowonto ..., dan dari titik jalan itulah aliran kali besar Bogowonto itu mulai terlihat dari sela - sela rerimbunan perkebunan warga.
Tampak air terjun berkuran kecil dilihat dari kejauhan mengalir deras dari salah satu tebingnya.


Trip Of Mine
Air terjun mini terlihat dari kejauhan, berada di salah satu tebingnya

Beberapa meter setelahnya, di ujung perkampungan dan mengikuti papan nama petunjuk lokasi di persimpangan jalan, berbelok ke arah kanan tempat lokasi parkir dan keberadaan 2 warung makan berbentuk bangunan traditional Jawa tanpa nama.


Trip Of Mine
Halaman parkir dan warung makan berkonsep Jawa traditional rumahan

Tadinya aku sempat ragu benar tidaknya lokasi inilah tempat keberadaan bentangan bebatuan alam unik itu berada.
Setelah kutanyakan ke mas yang bertugas sebagai petugas parkir disana, ternyata memang benar lokasi inilah yang kucari, Pangenrejo Kali Bogowonto.

Panasnya cuaca di perjalanan dan meredam kekhawatiranku selama menempuh perjalanan melewati lokasi peristiwa yang membuatku traumatik psikis, keringat dingin cukup membasahi pakaianku.
Untuk meredamnya, sesampai di lokasi ... , aku memilih beristirahat terlebih dulu di warung makan sambil melihat - lihat pernak - pernik interiornya yang hampir semuanya ditata ala tempoe doeloe. 


Trip Of Mine
Interior warungnya berkonsep ala tempoe doloe

Beberapa pilihan lauk matang siap dipilih untuk pengunjung ditempatkan di salah satu meja tersendiri.
Setiap menunya ditutup dengan tudung saji untuk menghindari tebalnya debu di sekitaran lokasi parkiran yang memang sengaja dibiarkan alami apa adanya, tanpa diplester semen.


Trip Of Mine
Segarnya es jamu kunyit asam mendamaikan pikiranku

Segelas es minuman jamu traditional kunyit asam kupilih untuk mendamaikan pikiranku juga manfaat bagusnya untuk kulit memang sengaja kupilih dari beberapa pilihan jamu yang disediakan warung yang tepat dibangun di atas tepi Kali Bogowonto ini.
Harga minuman jamunya yang dilengkapi es batu, cukup merogoh kocek Rp. 5. 000 ,_ untuk segelas besar.
Murah, bukan ?.

Untuk menuju ke lokasi keberadaan rangkaian bebatuan alam unik yang diduga telah berusia ribuan tahun silam akibat proses penggerusan alami aliran sungai ini, dilalui melewati undakan terbuat dari susunan batu kali di dekat warung.


Trip Of Mine
Undakan tangga bebatuan menuju ke lokasi bebatuan purba

Ke arah kanan, pemandangan bentangan alam terlihat layaknya pemandangan alam sekitar sungai pada umumnya. ' Bonus ' nya terdapat pemandangan aliran air terjun kecil yang sebelumnya telah terlihat dari atas perkebunan warga yang kulewati.


Ke arah kiri ..., disanalah deretan bebatuan guratan alam sangat eksotik itu berada.
Melewati hamparan pasir hitam yang cukup terasa panas menyengat saat dilalui, rangkaian pertama bebatuan purba kupijak.


Trip Of Mine

Terselip rasa kagum lihat bentukan guratan hasil proses alamnya ... .
Celah, cekungan, naik turun bebatuan satu ke bebatuan lainnya juga garis bersusun di badan bebatuan seolah terlihat telah dipahat oleh tangan dingin maestro seni rupa.


Trip Of Mine

Lokasi bentangan bebatuan unik memesona dan terlihat sangat instagenic di desa Pangenrejo Kali Bogowonto ini sempat menjadi viral di sosial media sebagai lokasi berfoto berbagai lapisan usia.

Menurut penjelasan petugas parkir, tak sedikit pesohor Indonesia telah berlibur disana dan sampai sekarang, terutama di hari sabtu dan minggu dipenuhi kunjungan wisatawan dari luar kota untuk berfoto berlatar belakang deretan batu purba dan sebagai lokasi pecinta fotografi berburu foto menarik.


Trip Of Mine
Lihat, betapa eksotisnya guratan bebatuan purba ini ...

Sayangnya, di sekitar lokasi tak ada sarana penginapan dan warung makan berkonsep Jawa traditional rumahan itu hanya beroperasional mulai dari jam 08. 30 pagi sampai 17. 30, selebihnya bisa dipastikan hanya suasana asri dan sunyi yang tersisa di malam hari ... .

Lokasi :
Pangenrejo, Kali Bogowonto, Purworejo

Tiket :
Tidak dikenai beaya, hanya beaya parkir sukarela.
[ Kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]

Tips berlibur di Pangenrejo Kali Bogowonto :
▪ Aliran Kali Bogowonto sangatlah panjang. Jika datang dari arah kabupaten Magelang, aliran kali Bogowonto juga terlihat dari atas jembatan 2 simpang, tetapi lokasi keberadaan bebatuan purba bukanlah disitu.
Pastikan pencarian rutenya setelah melewati alun - alun pusat tengah kota dan melewati patung kereta kuda Kresno Duto

▪ Gunakan lotion suncreen atau tabir surya untuk menghindari paparan sinar matahari. Pantulan sinar matahari di atas bebatuan dan bukaan alam terasa lebih panas menyengat kulit.

Thursday, October 11, 2018

Keindahan Alam Telaga Menjer, Memesona

Lokasi Telaga Menjer berada di ketinggian 1300 mdpl di badan gunung api purba Gunung Dieng, tepatnya terletak berada di desa Maron, kecamatan Garung.
Memang telaga seluas 70 hektar dan memiliki kedalaman sekitar 50 meter ini bukanlah terletak berada di kawasan Dieng Plateau, kabupaten Banjarnegara, tetapi lokasinya berada di kabupaten Wonosobo. 
Kedua kabupatennya masih cukup jauh untuk ditempuh.

Gunung Dieng membatasi 2 kabupaten, kabupaten Banjarnegara dan kabupaten Wonosobo. 
Kegiatan erupsi vulkanik Gunung Dieng pada jutaan tahun silam, telah menganugerahi bentang kekayaan wisata alam eksotik dan menawan di kedua wilayah di kabupaten Banjarnegara dan di kabupaten Wonosobo.


Trip Of Mine
Telaga Menjer, telaga terluas di Gunung Dieng, kabupaten Wonosobo

Tercatat terdapat 7 telaga berada di gunung Dieng, yaitu : Telaga Warna, Telaga Pengilon, Telaga Cebong, Telaga Dringo, Telaga Merdada dan Telaga Menjer yang kudatangi kali ini setelah berlibur menikmati sensasi berendam air panas belerang di Panguman Kali Serayu.

Baca juga : https://www.tripofmine.com/2018/10/panguman-kali-serayu-kolam-onsennya.html


Rute pencarian lokasi mudah diketemukan

Telaga Menjer merupakan lubang kepundan kawah yang berukuran sangatlah besar, terbentuk dari letusan gunung api purba, gunung Dieng. 
Luasnya kawah mampu menampung curah hujan dan sumber - sumber mata air di sekitarnya. 

Hingga suatu saat pada masa penjajahan Belanda dahulu, kolonial Belanda berencana membuat pusat pembangkit listrik tenaga air. Sayangnya pasokan debit air telaga saat itu tak mencukupi untuk keperluan pembangkit listrik tenaga air, maka kolonial Belanda berinisiatif sebagian aliran Kali Serayu di dekat desa Jengkol dibendung untuk dialirkan ke Telaga Menjer melalui terowongan bawah tanah sekitar 7 kilometer ke telaga, dan selanjutnya air Telaga Menjer dialirkan ke Pusat Listrik Tenaga Air atau PLTA Garung yang letak posisi areanya berada di bawah telaga, berjarak tempuh sekitar 2 kilometer.

Untuk menuju ke lokasi Telaga Menjer, rutenya kutempuh melalui jalan utama Wonosobo ke Dieng di Jalan Dieng Km, lurus terus sampai tiba di wilayah Garung dan terlihat papan informasi penunjuk lokasi di sebelah kanan jalan.
Setelah itu berbelok ke arah kiri melewati gerbang jalan bertuliskan  ' PLTA Garung ' yang tepat dengan keberadaan lokasi pasar.
Di pertigaan jalan, berbelok ke arah kanan dan tak lama setelahnya melewati depan lokasi PLTA Garung. 
Kemudian perjalanan dilanjutkan melalui jalan berkelok - kelok, mengikuti kontur tanah khas pegunungan.


Trip Of Mine
Gedung PLTA Garung

Takut kesasar arah ? ..., tak perlu.
Karena sepanjang perjalanan di beberapa titik lokasi jalan akan terlihat pipa berukuran besar dan panjang berwarna hijau seperti badan ular naga ..., kadang terlihat ditanam berada di bawah permukaan jalan raya dan kadang terlihat juga di titik badan jalan selanjutnya pipa ditempatkan sejajar dengan badan jalan, tepat di pinggir jalan.
Diameter ukuran pipanya sekitar 3 meter.


Trip Of Mine
Pipa PLTA diameternya besar seperti ular naga

Rada kaget juga,sih lihat pipa sebesar itu ukurannya ..., sambil mengendarai kendaraan aku membayangkan seandainya ..., itu betulan seekor monster ular naga dan bergerak mengejar aku ..., hooowaaaa ..., apa jadinya diriku ini selanjutnya, ya ?. Ha ha ha lebay maksimal bayanginnya, deh !.

Ikuti saja jalan yang terlihat pipa berukuran besar itu, sampai bertemu di persimpangan jalan, berbeloklah ke arah kanan. 
Tak jauh setelahnya melewati jalanan yang sedikit menanjak, sampailah akhirnya di area parkir Telaga Menjer dan di persimpangan jalan menuju ke lokasi wisata Bukit Cinta dan lokasi wisata Bukit Seroja.


Naik rakit, pesona alam Telaga Menjer semakin terlihat memesona

Dari kejauhan di halaman parkir yang dilengkapi deretan beberapa warung makan, pemandangan keseluruhan telaga memang tak terlihat, hanya tampak rerimbunan pohon diselimuti awan putih tebal.
Selain itu ukuran papan nama lokasi Telaga Menjer dibuat dalam ukuran kecil terpasang di atas gapura kayu, berukuran kalah besar dengan spanduk penunjuk arah lokasi wisata Bukit Seroja berwarna merah mentereng yang dipasang di sisi gerbang masuk ke telaga.


Trip Of Mine
Gerbang masuk area Telaga Menjer.
Pemandangan telaganya tak kelihatan, kan ?

Kecilnya ukuran papan nama lokasi dan silaunya terik matahari saat itu ikut menyamarkan pandanganku dan membuatku sedikit bingung sebenarnya dimana lokasi telaga terluas yang berada di Gunung Dieng kabupaten Wonosobo ini berada.


Aku : " Bu, dimana sih sebenarnya lokasi Telaga Menjer itu ..., disitu bukan ? "
 Ibu : " Betul,mas. Ya disitulah lokasinya. Kenapa, bingung ya ?. Memang datang dari kota mana ?. Kok sendirian datangnya ?, pacarnya ngga diajak ? "

Glooodaaak  ... , !.
Ditanya dimana tepatnya lokasi telaga, malah balik tanya pacar segala macam nih ibu penjaga warung ... , bikin illfeel deh jadinya.
Ngga tau aja, kalau aku ... , #ng ... , jomblo maksimal ha ha ha.

Setelah memasuki gerbang kayu, mulai dari situlah pemandangan keseluruhan keindahan Telaga Menjer terlihat terbentang di depan mata ... , memukau !.


Trip Of Mine
Keindahan alamnya seperti lukisan hidup

Aku sempat berdiri terdiam tertegun beberapa detik melihat telaga yang terletak di bawah.
Area telaga nyaris berbentuk bulat sempurna, dikepung melingkar oleh perbukitan hijau dan Gunung Dieng tinggi menjulang berada di belakangnya saat itu bagian puncaknya sedang tertutup awan putih tebal, tampak seperti mahakarya lukisan hidup.
Pemandangan rakit melaju di atas telaga semakin membuat pemandangan jadi terlihat lebih dramatis.


Trip Of Mine
Menakjubkan pemandangan Telaga Menjer, ya ...

Kuturuni jalan setapak ke arah telaga, sambil vlogging he he he ... , dan dari pinggir telaga bapak pengemudi rakit memanggil - manggil aku dari jarak cukup jauh untuk menawarkan ikut gabung tidaknya naik rakit mengelilingi telaga dengan pengunjung yang lain yang tampak terlihat sudah berada di dalam rakit siap berangkat.
Bapak pengemudi rakit juga meneriakkan ' Ayo ikut, mas. Cuma lima belas ribu, kok. Murah '.


Trip Of Mine
Deretan rakit warna - warni

Tentunya tawaran menarik itu segera kusetujui, daripada sengaja memilih menyewa sendiri naik rakit kan mahal he he he ..., dan aku bergegas mendekati rakitnya, gabung dengan 2 remaja pria, 3 ibu muda dengan 2 bocah balita.


Trip Of Mine
Gabung naik rakit dengan pengunjung 

Tak pakai lama, rakit berangkat mengelilingi telaga dengan suara mesinnya cukup memekakkan telinga, dibarengi celoteh dan ketawa - ketiwi seru ibu - ibu muda.
Celoteh mereka bikin aku ikut ngakak dengarnya dan suasana langsung jadi akrab.
Berulangkali kami semua bergantian selfie dan vlogging di atas rakit yang melaju pelan sekitar 45 menitan.

Naik rakit, pemandangan di sekitar Telaga Menjer semakin terlihat memesona ... .
Tebing - tebing batu kokoh, beberapa keramba penangkaran ikan dilengkapi rumah terapung, aktivitas pemancing di sekitar telaga, aktivitas petani berkebun, area spot selfie terapung berupa susunan bambu dirakit jadi satu dicat berwarna - warni jadi pemandangan indah dan berkesan mengitari telaga.


Trip Of Mine
Spot selfie terapung


Trip Of Mine
Spot selfie di area atas.
Disana terdapat beberapa pilihan spot selfie digunakan untuk berfoto dengan latar belakang pemandangan Telaga Menjer dari ketinggian


Lokasi :
Telaga Menjer
Maron, Garung, Kabupaten Wonosobo, Jawa - Tengah

Tiket : 
Rp. 5. 000 ,_ [ tiket masuk ]
Rp. 15. 000 ,_ [ perorang naik rakit, gabung dengan pengunjung lain ]
Rp. 150. 000 ,_ [ sewa rakit dengan muatan 10 - 12 orang ]


Tuesday, October 2, 2018

Panguman Kali Serayu ~ Kolam Onsennya Wonosobo

Kota Wonosobo terletak berada di dataran tinggi gunung berapi purba, Gunung Dieng. Gunung Dieng membatasi antara wilayah kabupaten Banjarnegara dan kabupaten Wonosobo. Meski aktivitas erupsi vulkanologinya telah lama dinyatakan tak aktif sejak ratusan tahun silam, sampai sekarang ini masih menunjukan keaktifannya. Diantaranya adanya lokasi sumber mata panas belerang dan sumber uap panas di area kawah Sikidang, Dieng kabupaten Banjarnegara. 
Begitu juga di kabupaten Wonosobo, sangat banyak ditemui adanya lokasi sumber mata air panas belerang. 
Salah satu lokasinya yang kudatangi berlibur kali ini, Panguman Kali Serayu.


Trip Of Mine
Panguman Kali Serayu, kolam pemandian air panas belerang.
Lokasinya yang menyatu di alam terbuka, mirip dengan pemandian air panas di Jepang, Onsen.

Penemuan info lokasi yang tak diduga

Awalnya aku sama sekali tak mengenal nama lokasi mata air panas belerang Panguman Kali Serayu atau lebih dikenal warga setempat dengan nama Kali Beber ini.

Info lokasinya kudapatkan dari seorang bapak setengah baya pedagang warung kios kecil di Jalan Dieng Km 3, tempat aku memilih untuk beristirahat sejenak setelah kecewa karena lokasi https://www.tripofmine.com/2018/04/rileksasi-air-sulfur-manggisan.html  yang kurencanakan akan kudatangi ulang ternyata keberadaanya sekarang ini telah ditutup keliling rapat menggunakan papan seng dan bertuliskan menggunakan huruf besar ' tidak dibuka untuk umum '. 

Pedagang kios brewokan yang tampak sekilas berwajah terkesan sangar tapi ternyata ramah ini, super ramah malah he he he ..., menjelaskan jika kolam Manggisan sudah ditutup karena sedang dalam proses pembangunan lahan menjadi taman rekreasi Water Park. 
Oh, ternyata benar dan kelanjutannya akan dibentuk jadi taman rekreasi besar seperti informasi yang kudapatkan dengan ibu yang bertugas di salah satu warung disana saat itu.

Setelah segelas kopi hitam dibuatkan, dan aku memilih duduk cuek bebek di pinggiran pondasi warung, soalnya memang ngga ada kursi juga,sih ..., ya udah lagipula asik juga kok nongki di pinggir jalan, sambil klekaran [ Bahasa Jawa, duduk seenaknya ] tanpa peduli orang sering noleh ngelihatin dari atas kendaraan di padatnya lalu lintas saat itu. Ngapain juga malu atau gengsi ..., huuuu rugi atuh gengsiaaan jadi orang ... , obrolanku dan bapak itu kemudian berlanjut. 

Kali ini si bapak yang mulai membuka pembicaraan dan dilanjutkan menggunakan bahasa Jawa kromo. 
Kutulis pakai bahasa Indonesia saja percakapanku dengan si bapak penjaga warung, ya agar kalian ngga bingung artinya apa. 
Ssssttt ... , sebenarnya ..., aku sendiripun ngga pintar - pintar amat diajak berbicara bahasa Jawa dalam percakapan panjang, banyak gelagapannya wwwkkkkwwk !.

Bapak : " Mau kemana sih, dik ? ".

Dalam hati, aku langsung bilang ' Lah, ini bapak kok malah tanya lagi, ya. Kan tadi udah dijelasin ..., jangan - jangan tadi pura - pura ngga denger curhantanku ..., eh pertanyaanku '.
Aku : " Itu, pak ... , #ngg ... , ya itu tadinya mau rendaman air panas belerang di kolam Manggisan, pak. Tapi kok tutup ".
Bapak : " Oh, iyaa ..., wiiis ngga usah kecewa. Masih banyak kok panguman gratisan. Kamu pengin rendaman gratisan kayak di Manggisan itu, to ?.

MakJleeeb rasanyaaa ..., kata gratisan disebut. 
Dih, kayak tau aja nih si bapak kalau aku lagi suka gratisan kali ini ha ha ha.


Aku : " Panguman ?. Apa itu pak, kok panguman ? , saya kan tanyanya kolam rendam air panas ... ".
Bapak : " Kolam pemandian air panas disini disebutnya tuh Panguman, dik. Ini saja, di samping mesjid itu juga ada loh panguman ... , ada kucuran derasnya juga kayak di Manggisan ... , enak looh tubuh kayak dipijitin mandi di bawah kucurannya. Pangumannya terpisah cewek sendiri cowok sendiri. Cuma, bagian atapnya ngga kayak di Manggisan sana, tertutup.
Aku : " Saya sukanya yang terbuka, pak ... , eh maksud saya bukan terbuka buka - bukaan semuanya, looh .. ha ha ha ... , saya tuh sukanya rendaman air panas belerang kayak di Manggisan itu, pak " .

Si bapak ikut ngakak, waktu aku bilang buka - bukaaan.

Bapak : " Oh, gitu. Mau ke lokasi panguman yang mana, di sekitaran sini ada 4 panguman lagi. Panguman Sendangsari, panguman Pulosari, panguman Tegalsari dan panguman Kali Serayu. Wis, biar paling deket jarak tempuhnya dari sini kamu ke panguman Kali Serayu saja .., gampang lokasinya. Patokannya setelah pom bensin, setelah itu belok masuk jalan perkampungan desa. Lokasinya apik, di pinggir sungai " .

Wah ... , dijelaskan banyaknya pilihan lokasi kolam rendam air panas belerang, senang banget dong pastinya. 
Kayak ketiban durian runtuh, asal ngga jatuhin kepala saja.
Gimana ngga senang, ya ..., udah jarak perjalanan ditempuh cukup jauh dari rumahku, akhirnya kekecewaan batal berendam ulang sambil ngevlogging di kolam, eh panguman Manggisan bakalan terbayarkan.
Dan segera kutentukan pilihan lokasi, aku memilih menuju panguman Kali Serayu.

Kuturuti aba - aba dari bapak penjaga warung tadi, setelah melewati pom bensin, lurus sedikit kemudian berbelok ke arah kiri memasuki jalan pedesaan, berbelok tepatnya berada Jalan Raya Dieng Km 5 dan berseberangan dengan lokasi pos ojek.
Tentunya perjalanan pencarian lokasi menuju ke Panguman Kali Serayu kulakukan setelah selesai berpamitan dan mengucapkan terimakasih dengan bapak penjaga warung pemberi informasi lokasi.
Bukankah memang sudah semestinya begitu ..., jika kita jadi orang itu selalu tahu diri untuk berterimakasih dalam hal sekecil apapun yang telah diberikan orang untuk kita terima ?.

Lokasi liburan kali ini cukup anti mainstream

Setelah berbelok ke arah kiri di Jalan Dieng Raya Km 5, memasuki perkampungan warga dan persawahan di Jalan Jawar Kalibeber, tak lama setelahnya bertemu dengan pasar.
Kemudian di perempatan jalan kecil di dekat pasar, berbelok ke arah kanan. 
Setelah itu ..., wow ..., jalannya menukik turun cukup tajam. Tak panjang sih kelokan jalannya, hanya 3 kelokan dilalui untuk tiba di atas melewati jembatan Kali Serayu selanjutnya.
Dari atas jalan kelokan ke 3, sebenarnya lokasi keberadaan kolam rendam Panguman Kali Serayu telah terlihat, asalkan konsentrasi bisa terbagi sembari mengendalikan laju kendaraan dengan baik sekaligus melihat pemandangan yang tampak di sekitaran kali besar itu. 

Lokasinya dilihat dari jarak jauh di atas kelokan jalan ke 3 sedikit terhalang oleh rerimbunan pohon di sisi Kali. 
Dan setelah di atas jembatan Kali Serayu dengan menoleh ke arah kanan tampaklah cukup jelas dari kejauhan lokasi kolam rendam air panas belerang Panguman Kali Serayu yang kucari.


Trip Of Mine
Saluran irigasi berada di sebelah kiri akses masuk menuju ke kolam rendam air panas belerang.

Untuk masuk menuju kolam rendam, akses masuknya terletak di ujung jembatan Kali Serayu, jembatan yang menghubungkan antara desa Bondalem dan desa Kalibeber, dan saat menuju ke arah lokasi kolam rendam melalui samping kiri saluran irigasi pengairan aliran sebagian Kali Serayu yang mengalir deras dialirkan melalui dam buatan peninggalan Belanda tahun 1886 dan aliran Kali Serayu berada di sebelah kanan, sebagian pemandangan kali tertutup oleh rerimbunan pohon di sepanjang jalur masuk.


Trip Of Mine
Dam buatan Belanda bernama Wangan Tandu dibuat tahun 1886 dan aliran Kali Serayu.
Pemandangannya asri, bukan ?

Kolam rendam Panguman Kali Serayu memang terletak tepat di pinggir kali besar Kali Serayu yang dipenuhi bebatuan berukuran besar. 
Kolamnya dibuat batas pagar pembatas setengah lingkaran mengelilingi sumber mata air panas belerang yang pusat sumber mata airnya berada di dekat batu besar di sudut kolam. Sedangkan sebagian area mata air dibiarkan alami apa adanya dikelilingi oleh bebatuan.


Trip Of Mine
Kolam rendam air panas belerang Panguman Kali Serayu dilihat dari atas. Sangat asri, ya ...

Mata air panas belerang di dekat batu besar di dalam kolam rendam tampak menyembur kuat dari dalam tanah, tak henti terus mengeluarkan airnya memenuhi kolam sebatas paha orang dewasa saat posisi berdiri.
Aliran airnya selanjutnya dikeluarkan di celah kecil di sudut kolam, mengalir ke aliran Kali Serayu.
Panasnya ..., jangan ditanya. Panas banget !.


Trip Of Mine
Lokasi  kolam rendam air panas belerang Panguman Kali Serayu menyatu dengan alam terbuka, bisa dikatakan mirip dengan lokasi kolam rendam air panas belerang Onsen di Jepang

Seperti biasanya di suatu lokasi wisata, aku senang bersosialisasi dengan orang yang berada di lokasi dan menanyakan informasi seputar lokasi wisata tersebut. 
Begitu juga saat aku berendam di Panguman Kali Serayu ini, aku ngobrol dengan seorang bapak muda yang datang berendam. 
Saat kedatangannya di lokasi, handuk kecil tampak diselampirkan di bahunya dan menenteng gayung kecil berisikan peralatan mandi. 


Aku : " Kira - kira berapa derajat sih ini kepanasannya, pak ?, kok kerasa panas banget ya ? ".
Bapak : " Bisa jadi sekitar 80 derajat,mas. Wong itu tuh kalo di test pake merendam telor, telor bisa matang, kok " 
Aku : " Laaah ..., pantesan ya,pak panasnya kerasa banget di badan kayak gini. O, iya, beneran, pak ..., telor bisa matang di rendam di kolam ini, pak ?. Waah ..., tau gitu tadi saya bawa telor ya buat ngetest kepanasannya "
Bapak : " He he he ..., kamu kan udah bawa te ... "

Eh, stop deh, please ..., wwwkkwwkk !.
Obrolan santai dan lucu terkesan cepat jadi akrab seperti ini sering terjadi selama aku berada di Panguman Kali Serayu.


Trip Of Mine
Mata air panas belerang mengalir menyembul deras di dekat batu besar berwarna kekuningan di dalam kolam rendam

Uniknya, sisi bagian bawah kolam yang berdinding semen itu dibuat dudukan melingkar memanjang, fungsinya tentu saja untuk duduk sembari berendam atau juga bisa berfungsi untuk berdiri melongok pemandangan aliran Kali Serayu yang saat itu tampak banyak pemancing, beberapa orang pria mandi di sungai dan berendam di antara bebatuan besar.

Dan yang tak kalah unik lagi dilihat, saking banyaknya titik sumber mata air panas belerang keluar dari dalam permukaan tanah disana ..., terlihat sangat jelas sejumlah titik gelembung - gelembung air panas belerang di aliran Kali Serayu yang berair jernih.


Trip Of Mine
Gelembung - gelembung mata air panas belerang tampak terlihat jelas muncul dari dasar Kali Serayu.
Jembatan Kali Serayu tampak dari kejauhan

Menarik banget, kaaan ... ?. 
Gimana, pengin lihat kesana ?.

But, 
heyyy girls ..., wait.
Kalian jangan ngiri maksimal,yaa ... , ha ha ha ..., cukup lihat pemandangan dari artikelku ini saja, karena ternyata oh ternyata ..., 
semua keindahan dan keunikan pemandangan alam di area kolam rendam air panas belerang Panguman Kali Serayu ini hanya dikhususkan digunakan untuk para lelaki saja.
Ya. Hanya digunakan untuk ..., para l - e - l - a - k - i.

Memang menurut keterangan warga yang berbincang denganku di lokasi, tak ada wanita berendam di kolam air panas belerang atau beraktivitas di aliran Kali Serayu di dekat sekitaran kolam rendam.
Entah alasannya apa, atau ada kolam air panas belerang di lokasi lain khusus digunakan untuk wanita, aku tidak menanyakan hal itu. 
Takut jadi salah pengertian, ntar dikiranya aku Jaka Tarub jadi - jadian mau mencuri busana milik wanita disana ... , ha ha ha !.

Karena memang bukan sengaja dibuat atau dipersiapkan tujuan komersialisasi, hanya untuk digunakan oleh warga setempat dan siapapun pengunjung pria dari kota kedatangan manapun diperbolehkan berendam disana, fasilitas sarana tambahan yang biasanya tersedia di suatu lokasi wisata, seperti ruang bilas dan kamar ganti, tak disediakan atau ada di lokasi Panguman Kali Serayu. 
Berganti pakaian setelah berendam, ya tinggal ganti saja disitu, tanpa ada ruang penyekat dan tanpa perlu ada yang merasa malu atau risih.
Itulah alasan kusebut liburanku kali ini ke lokasi cukup anti main stream he he he.


Trip Of Mine

Terlepas dari itu semua, lokasi sumber mata air panas belerang Panguman Kali Serayu ini menurutku pribadi terbilang potensial menjadi tempat wisata. 
Lokasinya yang menyatu langsung dengan alam, bisa dikatakan mirip pemandian air panas belerang di negara Jepang, Onsen.

Kekayaan alamnya dan adanya sejarah bangunan irigasi peninggalan Belanda yang mengairi persawahan sekitar 234 hektar mengandung nilai historis tersendiri. 
Tapi biarkan semuanya seperti ini apa adanya saja ..., alami. Tak perlu jadi suatu destinasi wisata besar.

Lokasi :
Panguman Kali Serayu
Kalibeber, Mojo Tengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa - Tengah.

Tiket : 
Tidak dikenai beaya.