Monday, September 17, 2018

Sensasi Petik Buah di Perkebunan Apel Batu

Berlibur ke kota Batu, kota yang kini mengukuhkan diri dengan sebutan Kota Wisata Batu, rasanya kok terasa kurang lengkap jika tak sekalian memilih berlibur ke perkebunan apel.
Pemikiran itu terlintas berulangkali di pikiranku beberapa hari sebelum jadwal keberangkatanku tiba.

Sejak dulu kota Batu memang terlebih dahulu terkenal sebagai sentra perkebunan penghasil buah apel terbesar di Indonesia sebelum namanya kemudian lebih terkenal secara luas setelah kotanya dibangun sejumlah destinasi modern dan keren wisata kekinian berbalut edukasi. 
Karena alasan itulah, aku memasukkan jadwal berlibur ke lokasi perkebunan apel saat berlibur di kota Batu yang hanya berjarak tempuh sekitar 15 kilometer dari kota Malang.

Pencarian beberapa informasi lokasi perkebunan apel kulakukan melalui berselancar di dunia maya, muncul sejumlah nama penyedia jasa paket wisata petik apel di layar perangkatku. 
Satu persatu kutelusuri dan kubandingkan infonya, mulai dari jasa yang ditawarkan sampai dengan kisaran harga. 
Sampai akhirnya aku memutuskan memilih penyedia jasa Agro Wisata Petik Apel Kelompok Tani Makmur Abadi untuk mengatur liburanku berlibur di perkebunan apel Batu kali ini.


Trip Of Mine
Krauuuk ... , sebuah apel Rome Beauty kugigit

Di kota Batu setidaknya terdapat 3 nama penyedia jasa wisata petik apel cukup populer, diantara ketiganya menawarkan pilihan paket dan harga bervariatif, mulai dari harga Rp. 25. 000 ,_ sampai dengan harga Rp. 150. 000 ,_ . Harga paket variatif tersebut tentunya dengan jualan utamanya adalah sensasi petik buah sendiri langsung dari pohonnya. 

Dari shelter penjemputan, aku dan beberapa wisatawan lainnya untuk tujuan yang sama ke perkebunan apel Batu, dikoordinir oleh pengelola dengan mengunakan sarana transportasi mobil angkutan kota. Kuperhatikan mobil angkutan kota yang digunakan ini merupakan mobil angkutan trayek kota Batu yang dicarter oleh pengelola, terlihat nomor trayek dan tulisan rute jalur tujuan di badan mobilnya berwarna cokelat tua gabungan dengan cokelat muda.


Trip Of Mine
Shelter antar jemput dari dan ke perkebunan apel Batu Agro Wisata Petik Apel Kelompok Tani Makmur Abadi

Sepanjang perjalanan yang mendaki melewati deretan sejumlah kios pedagang tanaman hias, penginapan harga terjangkau juga pertokoan, setelahnya memasuki sebuah gang kecil di pertigaan berbelok ke arah kiri. Perjalanan waktu tempuh dari shelter ke lokasi perkebunan apel milik Agro Wisata Petik Apel Kelompok Tani Makmur Abadi tak kurang dari 10 menit.

Lokasi perkebunan apel berada di lereng gunung Panderman dan dari titik lokasi perkebunan seluas beberapa hektar ini, terlihat dengan jelas jika perkebunan apel di Indonesia ini dikelilingi oleh gunung Biru, gunung Arjuna, gunung Kawi dan gunung Banyak tampak berdiri gagah tinggi menjulang dari kejauhan.


Trip Of Mine
Lokasi perkebunan apel 
Jadi bisa dibayangkan, ya jika udara di lokasi perkebunan milik para petani ini terasa sejuk cenderung dingin, meski di pagi hari itu sinar matahari terlihat mulai terik menyilaukan mata dan beberapa hasil foto wajahku terlihat memerah akibat tersengat panasnya sinar matahari,kayak semburat memerah warna buah apel Rome Beauty ..., wkkkwwwk !

Lokasi petik buahnya berpindah - pindah

Kelompok Tani Makmur Abadi atau lebih dikenal dengan singkatan KTMA merupakan suatu wadah gabungan dari para pemilik perkebunan yang tak hanya memanfaatkan lahannya sebagai komoditas penghasil buah semata, tetapi juga memanfaatkan lahannya sebagai wisata petik buah sendiri oleh wisatawan.
Tak hanya perkebunan buah apel yang dijadikan sebagai tujuan lokasi wisata, tetapi juga perkebunan buah lainnya, strawberry dan jeruk. Hanya saja buah strawberry dan jeruk adalah jenis buah musiman, waktu panennya sangat bergantung dengan masanya. 


Hati - hati melintir buahnya, ya

Dengan membayar Rp. 25. 000 ,_ perorangnya, aku dan wisatawan lainnya diperbolehkan memetik dan makan apel di lokasi perkebunan sepuasnya, sekenyangnya ..., berapapun jumlah buah buah apelnya sanggup masuk perut dipersilahkan. 
Asalkan jangan masuk celana hi hi hi ..., apalagi diam - diam di umpetin di dalam kaos. Kalau tiba - tiba saja buah apel jatuh gelinding dari tempat persembunyian di depan penjaga kebun, kan maluuuuu ..., wkwkwkwwwk ! . Don't try this ! . 

Nah, jika wisatawan berkeinginan membawa pulang buah apel sebagai oleh - oleh dapat langsung juga langsung memetik buah apel sendiri dari pohonnya. Hitungannya perkilo dan harga 1 kilonya Rp. 30. 000 ,_ .

Satu hal yang menyenangkan memilih berlibur petik buah sendiri di perkebunan apel Batu melalui penyedia jasa Agro Wisata Petik Apel Kelompok Tani Makmur Abadi, selain harga tiket paket cukup terjangkau juga sesuai dengan apa yang telah dijelaskan sebelumnya melalui konfirmasi pembelian tiket dan jadwal keberangkatan, jika perkebunan buah yang dijadikan lokasi wisata petik buah sendiri selalu hanya ke lokasi perkebunan buah apel yang memang sudah tua siap petik atau masuk usia panen dan jumlah buah apel yang banyak. 
Maka lokasi perkebunan petik buahnya pun selalu berpindah - pindah ..., tergantung lokasi perkebunan mana yang siap dijadikan lokasi wisata. Jika satu perkebunan apel jumlah persediaan buah apel ranum siap petik telah berkurang, lokasi kunjungan wisatawan akan berpindah ke perkebunan apel lainnya.

Meski berukuran kecil, tapi manis rasanya

Apel Manalagi dan apel Rome Beauty adalah jenis buah apel yang paling banyak ditanam di kebun milik para petani. Keduanya berukuran kecil, tidak berukuran besar seperti badan kamu eh# ... , maksudku seperti bentuk apel merah USA. Meski berukuran kecil, tapi manis rasanya.

Apel Manalagi memiliki warna hijau kekuningan, baunya harum, daging buahnya terasa manis dan keras saat digigit. Sanggup bertahan selama 1 bulan setelah dipetik dari pohonnya.
Apel Rome Beauty memiliki dominasi warna hijau dengan semburat warna merah, daging buahnya terasa manis sedikit masam dan keras renyah saat digigit.

Trip Of Mine
Pedagang penganan olahan buah

Menurut informasi yang kudapatkan dari pembicaraanku dengan salah satu pedagang penganan olahan beragam buah dijadikan selai, syrup dan aneka keripik, yang menggelar dagangannya di depan mobilnya yang diparkirkan di seberang jalan lokasi perkebunan apel, ada 3 jenis buah apel lagi yang dibudidayakan oleh para petani di perkebunan apel Batu selain apel jenis Manalagi dan Rome beauty. Ketiga apel tersebut adalah apel Hwang Lien, apel Hijau dan yang terakhir apel Anna. 
Catat, ..., Anna bukan merupakan singkatan nama dari boneka horror Annabelle, ya ... wwkkkwwwkk !

Trip Of Mine
Krauuuk ..., 1 kali eh# ..., 10 buah lagi ya ... , he he he

Lokasi :
Shelter penjemputan dan kepulangan
Jl. Bukit Berbunga, Sidomulyo, kecamatan Batu, kota Batu.

•  Perkebunan apel Agro Wisata Petik Apel Kelompok Tani Makmur Abadi
Jl. P. Diponegoro, Gang Puncak Jaya, Tulungrejo, Bumiaji, kota Batu.

Tiket :
Rp. 25. 000 ,_ 
[ Paket wisata petik buah sendiri, makan apel sepuasnya di tempat, transportasi pulang pergi dari dan ke shelter penjemputan ]

Rp. 30. 000 ,_
[ Harga dan minimal per 1 kilo buah apel jika dibawa pulang ]

Tips berlibur di perkebunan apel Batu :
•  Persiapkan tisu basah atau sebotol air mineral untuk mencuci permukaan apel sebelum dikonsumsi di lokasi perkebunan apel. Lokasi tidak menyediakan sarana air.

• Tetap perhatikan cara petik buah yang benar sesuai petunjuk dari pengelola, pangkal tangkai buah dipelintir sampai buah terlepas. Bukan dengan cara ditarik paksa.
Cara tarik paksa akan menyebabkan buah apel yang tumbuh bergerombol di ujung tangkai pohon jatuh berguguran serempak.
Meski buah apel yang terjatuh, sore harinya akan dikumpulkan oleh pengelola untuk ditempatkan di keranjang besar dan setelahnya dibawa ke pengolahan home industry Kelompok Tani Makmur Abadi untuk dijadikan olahan selai, syrup, keripik dan olahan lainnya.

151 comments:

  1. murah meriah ini, aku blum pernah nyobain wisata metik apel, kalo lewat kebun apel waktu di batu dulu sering hahaha.
    baru denger jenis Rome Beauty, ada aja ternyata nama yg kebarat-baratan kayak gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Owalaah ..., eman-eman,eh sayang banget dulu sewaktu di Batu ngga nyobain wisata petik apel, kak Ainun.
      Kok ya cuma lewat doang di depan kebun apel tanpa mampir hahaha 😅

      Dinamai Rome Beauty mungkin biar secantik kota Roma .. xixixi 😲

      Delete
  2. Seru banget tuh metik langsung di pohon. Pasti rasanya makkk kresss gitu yaa 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, buah masih kerasa kressss banget saat digigit ..., sampai bunyi keras KRaaauuuK 🍎😁

      Delete
  3. Duh, sy iri. Sy asli Malang tapi belum pernah ke sana..hiks..Antara nyesek dan memalukan, ketahuan jarang jalan-jalan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayook panen ke kebun apel dan makan apel 🍏 sepuasnya disana, kaaak 😁 ...
      Kebetulan nih kak Muyass tinggalnya di Malang.

      Biarkan perut kosong dulu sebelum berangkat ke perkebunan apel, sesampai disana ... , makanlah apel sebanyak-banyaknya hi hi hi 😅

      Delete
  4. Ouw..!Ouw.. ternyata.. Ini dia. destinasi wisata yang menjadi surprise setelah jatim park3 dan museum angkut.
    Percaya atau nggak beberapa hari yang lalu aku mau nanya ke brader katanya kan ada wisata lain yang sudah dikunjungi di kota Batu, tapi wisata apa ya kok nggak ada tanda-tanda diupload? yang jadi artikel kemarin kan artikel travelling ke pemandian candi Umbul dan ke Candi Sengi.
    Tapi belum sempat nanya lagi ternyata ini dia kejutan wisata petik buah apel di Batu. :)
    Paling bisa dech bikin kejutan . Can't believe it..! kalah dech aku belum sempat ke sana brader udah duluan petik apelnya.. hehehe.

    Memang Kusuma Agro adalah perusahaan pengelola yang paling terkenal di kota Batu, karena hasil olahan apelnya yang bermacam-macam.

    Btw bagaimana sensasi metik buah apel dengan view gunung Panderman di depannya? pasti serasa punya kebun apel sendiri ya? Hehehe..

    Dari jenis apel-apel tsb apel yang mana yang paling disukai brader? Kalau aku paling suka jenis apel manalagi meski keras tapi rasanya paling manis di antara apel ana dan rome beauty. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuakakakaka ..., ternyata post di perkebunan apel Agro Wisata Petik Apel Kelompok Tani Makmur ini jadi satu surprise sendiri buat, sista 😂

      Ssst, bukan sengaja menposting perkebunan apel 🍏 ini setelah post candi Umbul dan candi Sengi, loh 😁 ...
      Biar ngga beruntun saja menposting setelah post JatimPark3 dan Museum Angkut.

      Sensasinya berada di area perkebunan apel ..., waaah .. seger udaranya, seneng gigitin banyak apel sambil ngliatin gunung Panderman dan gunung-gunung lainnya ..., juga pipi kayak kebakar karena sinar matahari 😁
      Untungnya deretan pohon apel 🍏 itu rimbun ..., jadi bisa buat berteduh sambil gigitin apel 😅

      Laaah ..., kok 😲 ?.
      Ternyata sista dan kak Muyass yang sama-sama tinggal di kota Malang ..., malah belum pernah menyempatkan diri nyobain berlibur ke perkebunan apel, sih 🤔 ?.
      Kan dekeeet banget jarak tempuhnya ..., ayook kalian kesana barengan 😁

      Betuuul 💯% ...,
      sama seperti sista, aku juga paling suka apel Manalagi 🍏.
      Kalau orang bilang crunchy, begitu digigit langsung ..., Krraauk ..., renyah dan ceeezzz kerasa segarnya.

      Aku beli buat oleh-oleh dan sengaja ku test kudiemin sampai hampir 30 hari.
      Ternyata, apel masih bagus, loh ..., ngga layu.

      Delete
    2. Wkwkwkwk... maksudnya surprise di sini karena waktu itu kan brader nggak mau nyebuti destinasi wisata batu selanjutnya..
      Nggak kebayang sebelumnya kirain brader travelling wisata kekinia lagi, eh ternyata surprise postingan berikutnya adalah wisata petik apel di Batu..:)

      Sensasi petik apel di lereng gunung Panderman Batu asyik ya? Udaranya sejuk pemandangannya oke dan pengalaman petik apel dari pohonnya itu yang aayik.

      Iya udara di Batu meski sejuk tapi kalau ada sinar matahari bisa bikin kulit jadi gelap lho..! Lah brader merasa pipinya terbakar matahari itu, apa sebelumnya nggak lupa pakao sun blok cream di wajah? Tapi untung ya bisa bersembunyi di balik pohon apel yg rimbun. ngomong-ngomong habis gigit apel berapa nih di sana? Yang dilahap itu semua jenis apel ya?
      Yang asem banget itu apel Ana, yg manis ada asamnya apel Rome Beauty, yg manis banget Apel Manalagi., kalau apel Hwang Lien itu hijau rasanya bagaimana? mungkin mirip apel hijau Grany Smith ya?
      Iya bagiku apel Manalagi yang paling enak karena harum, manis, renyah dan tahan lama.
      Oh brader ngetes segala ya apel manalagi dibiarin selama 30 hari dan awet kan nggak layu?
      Selain buah apel apa bawa minuman sari apel juga buat oleh-oleh ke Magelang?

      Oh iya di Batu ada suatu wisata mirip banget sama di Jepang namanya the Onsen lokasinya di Songgoriti Batu.

      Terus wisata air terjun yang sekarang udah ada labirinya. Keren lho..!
      Hehehe...

      Delete
    3. Hehehe..,bikin surprise kecil ya 😁.

      Menurut info yang kudapat sebelum memutuskan memilih berlibur ke perkebunan apel Batu, lokasi perkebunan Agro Wisata Petik buah Kelompok Tani Makmur Abadi ini memang berada di lereng gunung Panderman ..., perkebunannya bukan berada di lahan halaman biasa.
      Alasan itulah yang juga aku memilih gunain jasa wisatanya.
      Jadi sensasi naik turun lahannya lebih kerasa.
      Kalau musim penghujan nanti harus hati2, karena tanah lahannya pasti licin dilalui.

      Apel Hwang Lien aku ngga nyicipin kayak apa rasanya, cuma dapat infonya dari petani yang merangkap sebagai pedagang yang kutanyai itu.
      Sari apel aku minum di lokasi shelter.
      Enak ya rasanya ..., segeeer.
      Eh,iya di lokasi shelter di jalan Bukit Berbunga itu juga ada beberapa pedagang penjual olahan buah, loh ...
      Ada yang paket 10 bungkus kecil keripik bervariasi rasa dijual seharga 30K.
      Juga jual kaos bertuliskan kota wisata Batu.

      O, ya .... di Batu ada pemandian the Onsen ?.
      Waaah ... menarik banget itu.
      Wajib kumasukin list saat ntar liburan lagi ke Malang.
      Pengin nyobain onsen ala kota Batu 😁
      Sista pernah kesana ya ?

      Delete
    4. Iya surprise kecil tanpa disengaja ya? Hehehe..
      Alasan memilih wisata petik apel kelompok Tani Makmur Abadi ini karena lokasi kebun apelnya terletak di lereng pegunungan Panderman ya? wah keren pasti pemandangannya. Selain itu lokasi perjalanannya nggak jauh dari shelter bus ya brader?

      Iya aku bandingkan dengan lokasi wisata petik buah lainnya, milik kelompok Tani Makmur Abadi ini termasuk murah dibandingkan yang wisata petik buah apel lainnya.

      Kalau pas bisa metik strawberry pasti tambah asyik tuch makan strawberry banyak sampai mulut dan bibirnya memerah.. wkwkwkwk.. :)

      Ooh jadi di kebun apel itu nggak terdapat aoel Hwang Lien untuk dipetik ya? Aku penasaran sama rasanya.

      Btw brader mimun sari apel juga ya? Enak seger emang.. Banyak merk minuman sari apel yang dijual, tapi ada satu merk yang paling enak dan menjadi favorit aku. Nggak boleh dikasih tahu ya merknya di sini? ntar dikira promosi merk lagi, hehehe..

      Banyak ya olahan apel yang dijual di selutar area tsb tapi harus milih-milih juga supaya nggak kecele.

      Iya di wisata daerah Songgoriti terdapat lokasi yang designnya mulai taman,jembatan,pemandian,t hotel berasitektur dan bernuansa ala Jepang. Namanya the Onsen. Belum lama dibuka. Aku belum pernah ke sana, aku dapat brosurnya dari saudaraku. Kayaknya bagus dech dibuat foto.
      Mungkin bisa biuat referensi brader dan teman-teman senua.

      Kalau wisata Selecta itu wisata kota batu yang ada sejak jaman Belanda. Dulu masih kecil sering ke Selecta, yang menarik juga ada pasar Selecta yang menjual sayuran dan buah-buahan segar produk kota bati juga banyak kelinci lucu yang dijual tinggal milih .

      Oh ya kota Batu juga terkenal dengan kuliner sate Kelinci lho.. waktu ke Batu sempat nyoba sensasi sate kelinci nggak brader? :)


      Delete
    5. Betul, lokasi perkebunan apelnya yang berada di lereng pegunungan, bukan di sebuah pekarangan halaman biasa jadi salah satu alasan tersendiri buatku.
      Di lokasi sensasi petik apelnya jadi lebih terasa dengan naik turun lahan perkebunan.

      Harga paket petik apel berbeda dengan harga paket petik strawberry, sista. Entah berapa harga tiketnya, aku ngga tanyakan waktu itu.

      Iya nih aku jadi penasaran sama the Onsen ...
      Sepertinya nyaman banget berendam air panas alami seperti di Jepang beneran.
      Kalo onsen di Jepang taukah apa syaratnya berendam untuk pengunjung, sista ?.
      Tau ngga, pengunjung onsen diwajibkan b***l ..., loh 😁.
      Apakah onsen di Batu juga begitu persyaratannya ?.

      Iya, dari kecil aku juga sering dengar nama destinasi wisata Selecta. Sepertinya memang keren ya ?. Sayangnya aku belum kesampaian kesana.
      Sate kelinci kadang muncul rasa ngga tega makan dagingnya, bayangin imutnya jadi kasihan.

      Delete
    6. Iya bener juga perkebunan apel yang lokasinya di lereng pegunungan pasti lebih menarik dikunjungi dari pada perkebunan yang terletak di halaman.

      Ooh brader penasaran dengan the Onsen Batu ya? Iya ya bagaimana ya suasana berendam ala Jepang di Onsen Batu.

      Oouw.. Oouw.. kalau di Jepang pengunjung yang berendam di Onsen ada syaratnya harus b×××l ?
      maksudnya naked begitu? Lah kok begitu ya? Hahahaha..;)
      Kalau di Onsen Batu, nggak begitu dong persyaratannya.. bisa-bisa gempar..!! Ntar bisa disegel tempatnya sama berwajib.. hehehe..
      Nggak mungkin karena kita kan orang timur..:)

      Iya bener aku juga nggak doyan sate kelinci, nggak ikut makan waktu itu. Aku cuma ngeliatin satenya mirip sate aya.
      Benar kasihan bayangin kelinci yg imut.

      Wisata Selecta wisata paling lawas di Batu sejak jaman Belanda.
      Wisata pemandian Selecta tetap menarik wisatawan dengan lahannya yang luas berbukit-bukit penuh dengan taman bunga, bagus dan kerenjuga dibuat berfoto.
      Di pasar Selecta banyak dijual apel buah-buahan lain serta sayuran segar. Juga tempat berjualan Kelinci marmut. Enak kalau belanja di pasar Selecta udaranya dingin sejuk kayak di peguningan.

      Delete
    7. Betul, aku tuh jadi penasaran sama onsen ala Batu seperti apa sensasinya ..., pastinya tubuh jadi rileks ya berendam setelahnya 🙂.

      Aku ngga bohong, loh ... kalo berendam air panas onsen di Jepang itu syaratnya harus xixixi ..., naked gituuuh 😁.
      Cobain deh searching infonya.
      Aku juga kaget awalnya, sekaligus ..., penasaran banget pengin nyobain jugaaaa .. hahaha 😅

      Oh, kita samaan ya punya perasaan ngga tega buat makan sate daging kelinci.
      Sekalinya aku nyobain makan sate daging kelinci tuh sewaktu pulang dari Ayana.

      Waah .. keren juga ya Selecta.
      Mungkin, suasananya hampir mirip di Kopeng,kabupaten Semarang.
      Banyak pedagang buah,sayur juga buah-buahan. Plus udaranya yang dingin ...
      Udah lama juga ya Selecta dibangun pada jaman Belanda dulu..

      Delete
  5. kalo gak salah di perkebunan ini banyak buahnya apel dijadikan keripik aneka gitu, mas. aku pernah beli mantep. lengkap. he he.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, mas Beny 👌.
      Kelompok tani Makmur Abadi di kota Batu paling produktif bikin olahan dari beberapa buah, termasuk apel.

      Enak ya rasanya, mas 😁
      Mantul ..., mas Beny juga udah pernah beli [ ngeborong malah 😅 ]

      Delete
  6. Waaah... asik ya.. bisa langsung petik buah apel nya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, mas Mirwan.
      Seru juga sensasinya ..., kita jadi tau cara memetik apel yang benar, ngerasain segernya buah dipetik langsung dari pohonnya sampai ..., lihat kejadian buah-buah apel ikut jatuh berguguran bruuukkk ..., karena ditarik paksa oleh pengunjung hahaha 😅

      Delete
  7. Asyik ya wisata sambil petik dan makan buah apel. Saya juga pernah makan keripik apel, ternyata enak lo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik, mas Aris juga udah ngerasain makan keripik apel.
      Enak ya, mas ...
      Bisa garing begitu hasil produksinya.

      Kapan waktu mas Aris ke Jawa Timur, cobain juga berlibur di perkebunan apel Batu, mas.
      Senang rasanya lihat banyaknya apel ..., satu pohon bisa tumbuh puluhan apel.

      Delete
  8. Aku baca post ini, sambil membayangkan memetik dan memakan apel di tempat, kok tiba tiba aja air liurku mengumpul... hihihi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduuh, mas Rifan ..., ini tisunya ... #Sambil_Nyodoriin_2_Lembar_Tisu ^_^

      Nanti pulang kerja, mampir sekalian ke pasar buat beli apel, mas 🍏😁

      Delete
  9. haha.. baru tau mas ada namanya apel anna,
    saya dari dulu pengen jadi traveller blogger. kayaknya keren deh kayak blog mas ini. mantap.
    trima kasih info dan sharing serunya ya mas. sukses trus

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😁 nama jenis apelnya unik, ya ..., kayak nama orang.

      Ayoook, wujudkan keinginan mas Marsyam jadi seorang travell blogger ..., aku bantu support dan doanya agar kesampaian.
      Amin.

      Sama-sama, mas.
      Semoga bermanfaat buat semua.

      Delete
  10. Sejak dulu pengen bisa ikutan petik apel langsung di perkebunnnya tapi malah belum terlaksana, yang terjadi malah memetik buah arbei di perkebunannya di Jawa Barat sana :D ixixixix.

    Cie yang wajahnya memerah kayak apel Rome Beauty ;) cihuy!

    Sangat menarik mengikuti perjalanan Himawan ke perkebunan apel Agro Wisata Petik Apel Kelompok Tani Makmur Abadi ini. Paket wisatanya murah, harga per kg juga lumayan murah, sangat murah jika dibanding dengan pengalaman yang dialami / dilakukan oleh wisatawan.

    Agrowisata ini harusnya lebih ditingkatkan ya. Jadi ingat tayangan2 National Geographic kalau pas ke kebun apel, anggur, de el el nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita kebalikannya kalo gitu, kak Tuteh 😁
      Kak Tuteh udah punya pengalaman travelling petik Arbei, aku belum pernah ... hahaha !.

      Tentang harga tiket paket, iya aku sependapat terbilang murah dengan pengalaman dan buah yang dimakan ...., apalagi saat itu aku ngga kira-kira makan jumlah buah apelnya di kebun wkkkwwwkk 😅
      #Malu-maluin_Buka_Kartu ⚅

      Iya, betul pendapat kak Tuteh seandainya agrowisata seperti kebun apel di Batu ini lebih ditata dengan tambahan fasilitas lebih memadai dan wisatawan dikoordinir lebih baik, pasti paket wisatanya terkesan seperti di tayangan National Geographic.
      Itu akan jadi keren banget.

      Delete
    2. Setujuuu bakal keren banget! Dan itu ... aduh ... tidak sakit perut kan kebanyakan makan apel? :D Hihihhi.

      Nah, kalau agrowisata itu betul-betul ditingkatkan di seluruh Indonesia, bakal bagus banget. Di Ende sudah ada Desa Agrowisata Waturaka (ini salah satu desa penyangga Danau Kelimutu) dengan konsep live in (menginap di rumah penduduk yang dikelola semacam motel begitu), bisa memasak di dapurnya, bisa pergi bersama penduduknya ke kebun untuk bekerja bisa ke kandang-kaandang ternak (babi, ayam, sapi, kambing, dll), dan merasakan jadi orang desa seutuhnya.

      Beberapa tahun terakhir ada kok mahasiswa KKN dari Solo yang sebulanan KKN hidup di Waturaka.

      Delete
    3. Kok ngga sakit perut tuh,kak ..., malah rasanya kurang.
      Meski udah 15 apel kukrauukin 😁

      Itu keren sekali program di desa Agrowisata Waturaka ... 👍.
      Konsep menarik seperti itu pasti banyak diminati wisatawan buat menjajal sensasi jadi penduduk desa dan beraktifitas keseharian seperti warganya.
      Di Magelang dekat Borubudur juga ada program desa Agrowisata, kak ...
      Selain diajak ke sawah ikut bertani juga ikut belajar membuat kerajinan traditional juga wayang.

      Waah ... beruntung sekali ya mahasiswa berkesempatan KKN di Ende.
      Aku kapan 🤔 ?
      #Mulai_Berkhayal 😓

      Delete
    4. Emang keren sekali. Saya hanya pernah menginap semalam, tapi subuh jam 3 sudah ke pos penjagaan buat syuting ibu-ibu Persit dandan, kan waktu itu mereka bakal bikin video tarian untuk lomba dengan set lokasi di Danau Kelimutu dan sekitarnya :D

      Ada dua kali kalau tidak salah mahasiswa KKN dari Solo ke Moni (salah satunya di Desa Waturaka) itu.

      Delete
    5. Kak Tuteh saat itu jadi team dokumenterkah di Waturaka ?.
      Atau jadi make-up artistnya ?.
      Ckckck ..., ternyata kak Tute banyak bakatnya ya .. Keren keren 👍

      Delete
    6. Akyu diminta bikin videoklip tariannya, terus diburn ke DVD dan dikirim ke Kupang. Hehehe pesertanya waktu itu se-NTT. :D

      Nanti saya tanya deh apakah videonya sudah boleh saya upload di Youtube :D

      Delete
    7. Waah ... ternyata bener nih kak Tuteh multitalented.
      Kereen 👍.
      Ntar kalau kita ketemu langsung, aku minta tolong divedoin juga akh 😁.

      Kabarin ya kalau hasil video udah diperbolehkan di unggah di Youtube, kak ..., pasti kusimak dan kukomentarin.

      Delete
    8. Banyak sekali hasil videonya hahahaha :D belum sempat upload2 semua (kebanyakan). Nanti satu satu ya saya unggah. Insha Allah.

      Delete
    9. Siaap ditunggu, kak Tuteh ...
      Penasaran aku sama hasil karya editing video kak Tuteh.
      Pasti apik banget nih ..

      Delete
  11. Wah, maaf baru bisa kumbal ke sini nih, mas. Wah, saya malah belum pernah makan keripik apel. Jadi penasarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, mas Chairansyah 🖐
      Ngga apa-apa kok baru sempat berkunjung ke blogku, mas ☺
      Sehat dan baik ya kabarnya, mas ?.

      Oh, mas belum pernah ngerasain renyahnya keripik apel ya ...
      Rasanya unik gitu, mas.

      Semoga ada pembaca yang melihat komentar mas Chairansyah dan mengirimkan keripik apel, ya.

      Delete
  12. Owow.. dia sudah menjajal malang dengan petik apelnya segala.. Culik saya mas jalan kesana,,

    Pengen bangat eksplore malang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beneran nih minta diculik buat diajak ke Malang ...😅 ?.
      Ntar dicariin ortu kamu looh ...
      Wkkwkk ...

      Haloo teman yang tinggal di Malang, nih si Idris minta diculik ...
      Katanya dia pengin mengeksplore Malang , juga blusukan ke kebun apel Batu 😁
      Culiklah dia, teman 😂

      Delete
    2. Iyaa, mau bangat di culik. Lah, aku kan kos juga mas di Jakarta, jadi gak bakalan ada yg nyariin.

      Pokoknya iri aku mah liat hasil jalan2nya

      Delete
    3. Ya yoook kapan-kapan kuculik ya kalo gitu 😁
      Lalu kita hunting lokasi liburan bareng, setelahnya bikin post samaan dengan versi yang berbeda.

      Delete
  13. Wow, sudah keliling Batu nih. Makan apel sepuasnya. Habis berapa apel nih? Aku nggak sampai lima sudah cukup. Lalu beli buat oleh-oleh aja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah kok sedikit makan apelnya, cuman 5, kak 🤔 ?.
      Aku habis ..., #ng ..
      15 apel,kak .. wuakakakaa 😅 !.
      Enaak soalnya, sih.

      Aku juga beli apel buat oleh-oleh 1 kilo lebih, tapi baik loh pengelolanya ngitungnya cuma 1 kilo.

      Delete
  14. Replies
    1. Betul.
      Makin banyak pilihan jenis wisata di Batu - Malang.

      Delete
  15. Kalau ditempat saya agak susah ditemui perkebunan apel. Rasanya pengen juga berkunjung ke perkebunan Apel.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ditempatku juga iya, mas.
      Perkebunan apel dikotaku malah ngga ada sama sekali 😁
      Entah kenapa bisa begitu, padahal di kotaku udaranya juga sejuk cenderung dingin loh, tapi pohon apel tak bisa berbuah.

      Semoga kelak mas Alex kesampaian liburan je perkebunan apel.
      Ikut kudoakan.

      Delete
  16. Jatim Park, museum angkut, wisata petik ampel. Kurang BNS, selecta, sengkaling, apalagi ya...Hahahaa. Saya belum pernah masuk ke wisata petik apel tapi pernah ikut petik apel di kebun teman, hehehe.
    Sekalian beli bunga hias mas kalau berkunjung ke Batu, harganya murah-murah lho.. *promosi, 😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ..., ini mah kak Qudsi bikin aku tambah kepengin liburan ke semua lokasi wisata di Batu- Malang judulnya 😂 ...

      Sabar Himawan, sabar Himawan .., semoga ntar kesampaian datang kesemuanya
      #Menghibur_Diri ^_^

      Aku cuma melototin bunga hias saat nglewati kios-kios tanaman hias sebelum dan sesudah dari perkebunan apel, kak 😁.
      Ngga beli, soalnya bawanya susah.
      Padahal cakep-cakep juga bunganya.

      Delete
    2. Yes, yes, semoga sabarnya gak ketulungan, hehehe #agenpromosi

      Sayang tuh kak, kaktusnya bagus-bagus lho, imut lagi. Cocok buat hadiah untuk seorang yang istimewa, heheh.

      Delete
    3. Oh, dirumahku udah ada koleksi pohon kaktus, kak 😁
      #Nenangin_Pikiran_Pengin_Terbang_Lagi_Ke_Batu :)

      Tapi betulan, dirumahku ada pohon kaktus seperti ini bentuknya 🌵
      Awalnya cuma ditanam dari selembar daunnya loh ..., tau-tau tumbuh cepat dan subur.
      Sekarang tingginya udah melebihi tinggi badanku hehehe 😁

      Kak Qudsi juga suka kaktuskah ?.
      Kukirimin bibitnya mau ngga ☺ ?

      Delete
    4. Gede tuh kalau pohonnya, hehe.
      Kalau yang dijual sih ukuran kecil tapi kaktus hias kayak mawar, dll.

      Suka karena lucu sih sebenarnya, tapi saya tidak bisa merawat tanaman. Bisa melihat keindahannya saja, hehe.

      Waah, terima kasih. Lain kali kak... Kalau sekarang khawatir mati karena jarang di rumah, hehe

      Delete
    5. Oh, aku tau ...
      Kak Qudsi lebih suka lihat tampilan pohon kaktus berukuran kecil yang ditanam di pot mini, ya 😁.

      Sayangnya dirumahku udah ngga ada tanaman kaktus kecil, kak.
      Dulu pernah nanam kaktus komplit beragam bentuk sampai berbunga aneka warna.
      Karena ngga telaten ngerawatnya seperti kak Qudsi juga, akhirnya pada mati 😓.

      Delete
  17. Baru ngerasain apelnya doang. Lom pernah sampe kebunnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat bang Day ... 👌
      Kelak pasti kesampaian juga ke perkebunan apel Batu.

      Delete
  18. Oh aku kira wajahnya mas himawan semburat memerah karena malu gara-gara ngumpetin apel terus jatuh pas pulang, #ups :P

    Aaaak senangnya, terasa ikut jalan-jalan ke wisata petik apelnya nih. Ternyata ada semacam blok blok gitu ya (lokasi lokasi mana saja yang apelnya sudah siap dipetik untuk dijadikan tempat wisata).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaaha ..., aku ngga ngumpetin apel kok, kak Ajeng 😅
      Cuman ..., kalap makan apel saja.

      Iya betul, kalau perkebunan ini kayak semacam blok karena terdiri dari milik beberapa petani yang tergabung di Kelompok Tani Makmur Abadi.
      Satu kebun udah berkurang jumlah apelnya, maka lokasi wisata petik apelnya akan pindah ke kebun lainnya.

      Delete
    2. Hai mas himawan, im back. heheh... lama tak menyentuh blog karena sedang ada something trouble.

      Keren ya Mas pengelolaannya. jadi sama-sama saling mengisi kekosongan hehehe

      Delete
  19. Duh nikmat sekali itu ber-krauk krauk menggigit buah apel. Apalagi cuma bayar 25ribu. Aku bela belain puasa dulu sebelum mampir, ahahaha

    Btw itu foto terakhir semangat sekali mas himawan ngegigitnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaa ..., sependapat nih dibela-belain puasa dulu sebelum ke perkebunan apel Batu.
      Sesampai disana dipuas-puasin makan apelnya 😅

      Kelihatan semangat 89 rakus mode:on ... wkkwwkkwkk

      Delete
  20. Krauuuk ... , sebuah apel Rome Beauty kugigit

    Kirain orangnya yang di gigit apel kikiki btw boleh lah lempar 1 ke Sumatra Mz.. tar tak ganti lempar duri salak kikiki

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuakakakaa ...
      Emang aku vampir manusia penggigit leher, kaaaaak 🤣 ...
      Hahaha !.

      Tapi boleh juga ya jadi vampir kekinian zaman now kayak mas Edward Cullen ala Asia.
      Ntar wajahku dibedakin putih pucat pake terigu huhuhuhu ...

      Lah kok dilempar balik pakai buah salak 🌰 ?.
      Gimana kalo ... , bonggol nanas ajah sekalian ?.
      Kan lebih gede berduri tuuh ...
      Wuakakkaakaka 🤣

      Delete
  21. Wah itu kirain biaya masuk ke kebun apel bisa sepuasnya makan dan petik dibawa pulang.
    Ternyata buah yang dibawa pulang dihitung perkilonya.
    Kalau makan ditempat, paling dua biji saja udah kenyang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas tiket paketnya belum termasuk buah apel yang dibawa pulang.
      Jadi siap ngeluarin dana 55K buat liburan ke perkebunan apel Batu dan 1 kilo dibawa pulang.

      Sebetulnya harga tersebut murah loh, mas ...,
      dibandingkan dengan layanan paket penyedia jasa wisata petik apel lainnya.
      Ada yang memasang tarif paket 150K hanya diperbolehkan memetik 2 macam buah [ apel dan 1 buah lainnya ].
      Itu juga perkebunannya di lahan biasa, bukan kayak di area perkebunan Kelompok Tani Makmur Abadi yang di lereng-lereng pegunungan.

      Kok dikit sanggup makan apelnya, cuma 2 biji, mas ?.
      Puasa aja dulu kalo gitu malamnya ..., biar paginya sanggup makan apel banyaaak ..
      Hahaha 😅

      Delete
  22. Apel manalagi yang kau petik mas?
    Ah sayang apel boleh metiknya harus disembunyikan secara sembunyi2 kalo mau dibawa pulang dan kalo ga mw beli per kilo nya
    Ini saya harus cari akal nih supaya apelnya bisa dibawa pulang tanpa beli kiloan
    Caranya gimana ya?
    Mas tau kan caranya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang manalagi akan kupetik, ya 🤔 ? ... #Sambil_Celingukan ;)
      Apel yang adaaaa ..., di hatimuuu aja aaakh ...
      Wuakakaaka 😂

      Kayak-kayaknya mas Niki kalo ke perkebunan apel, bakalan pinjem kantong doraemon nih buat ngumpetin banyak apel biar lolos gratis ngga ketahuan penjaga nglewati pagar pembatas ...
      Xixixi 😁

      Delete
  23. wuaaah temen2ku udah ke sini niiih, tapi aku beluuum
    pengen banget main ke kebun apel yang di Batu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuh temen-temen kak Rhos udah pernah liburan ke perkebunan apel Batu looh ... #Ngomporin_Ceritanya 📛
      Ayook ke sana juga, kak.
      Hehehe 😁

      Delete
  24. wah apel manalagi favoritku sejak kecil. baru tahu aku cara memetiknya. karena dulu ke sana waktu masih kecil dan tahunya makan gratis :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan ada waktu nostalgia mengenang masa kecil ke perkebunan apel Batu lagi, kak Farida ... :)

      Delete
  25. rugi kalau masuk sini dengan perut kenyang kan mas hahaha... sebaiknya berpuasa dulu. baru boleh makan berpuluh biji apple hahahaha...

    ada feeling feeling macam di australia tak mas? hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhuahahahahaa ...
      Betuuull banget tuh kata kak Anies 😂
      Ssst, sebaiknya berpuasa dulu malam sebelumnya , paginya puas-puasin 😅

      Ada sih, kak.
      Bedanya ngga ada hewan kangguru nongol lewat di depanku ...
      Hahahahaa 😅

      Delete
    2. suppose bawa patung kangaroo / kaola. jadikan backdrop. baru orang tahu mas sedang holiday di australia hahahaha

      Delete
  26. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  27. Berarti kalau sekali masuk bebas makan apel sesukanya ya Mas? Wah sangat menarik minat pengunjung ini. Terima kasih atas informasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, sepuasnya, mas 😁
      Mau sanggup makan 10 kilo di lokasi perkebunan apel juga okai aja ..., ngga dilarang.
      Menarik yaa hehehe ...

      Sama-sama, mas Warman ☺

      Delete
  28. Mas, sorry td komen kehapus pas balik lg kemari, ini komen lg..

    Sanggup habiskan berapa apel di sana mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya, akun google plus saya disuspend mas..hiks...langsung pusing kepala, bingung kenapa dan pastinya bingung harus ngapain, soalnya melanggarnya di mana ga tau..

      Delete
    2. Halo, kak Monica.
      Ngga apa-apa, kak.
      15 buah apel habis kukraukin .... hahahaa ...
      #Doyan_Apa_Rakus 😂

      Delete
    3. Loh kok akun G+ bisa di suspend begitu?, yang melakukan siapa itu, kak ?.
      Waduh, kok bisa ya ?.
      Coba kak Monica segera konsultasi sama teman2 blogger yang seringkali mengulas tentang blog, barangkali cepat tertangani, kak.

      Delete
  29. Wahh seru ya bisa petik dan makan buah apel sepuasnya. Kalo ngajak anak kecil pasti seneng banget nih hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak kecil diajak ke perkebunan apel pasti seneng banget, mas ... , bisa jadi gemas lihat banyaknya apel bergelantungan menggerombol di pohonnya dan ... sibuk metikin apel 🍏😁

      Delete
  30. liburan di kota batu banyak banget destinasi wisatanya, seminggu gak bakal cukup :)
    berasa jadi petani, metik apel sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bener.
      Banyak banget destinasi wisata di Batu ~ Malang.
      Mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata kekinian juga agrowisata.
      Komplit deh pokoknya 😁

      Delete
  31. mas mertua saya ada disini menjual apel seperti di atas sudah puluhan tahun nggak pernah bertemu cuma lewat telpon jadi sedih rasanya lihat postingan mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Astaga, kok bisa lama sekali sampai puluhan tahun ngga pernah bertemu begitu, mas ?.
      Kenapa bisa begitu, mas ?.

      O,ya mertua mas Rusdi menjual apel juga ..., waah suatu saat aku ke Malang lagi kudu mampir ke mertua mas. Pasti menyenangkan lihat tumpukan apel di tempat mertuanya mas Rusdi.

      Delete
    2. iya ketemu pas cuma kawin dulu tahun 2005 sampai sekarang nggak pernah ketemu kesibukan sampai nggak bisa nyebrang ke JAwa padahal pingin banget , pingin kopdar juga dengan rekan-rekan blogger

      Delete
    3. Kebayang rasa kangennya mas Rusdi ke pulau Jawa ..., laah sampai segitu lamanya meninggalkan pulau Jawa.
      Kudoakan dalam waktu dekat ada kemudahan buat mas Rusdi dan keluarga bisa terlaksana keinginan nyebrang ke pulau Jawa dan berkesempatan temu langsung dengan teman-teman blogger, Amin.

      Delete
  32. enak banget itu bang hino bisa makan apel di kebunnya seger banget pasti
    betah banget pasti disana ya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe .. ngga mau pulaaang cepet-cepet disana, bang.
      Keasikan ngraukin apel 😅
      Ayook, ke perkebunan apel Batu juga, mas Agung ... 😁

      Delete
  33. gitu deh kalo dah masuk wisata kebun buah...semangatnya 45 nak makan sepuasnya..giliran dah sampai dikebun paling makan 2 biji udah....gemes karena liat buahnya aja yg banyak... 25 ribu untuk kebun apel okelah...yang pasti kepuasan hati dan mata yang didapat melihat kebun apel..kalo makannya saya rasa tak banyak2lah sanggup

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe .. betuuul kata kak Sarah 😁 .. semangat 45 berkobar sesampainya di perkebunan apel, lihat buanyaaaaaknya apel bergerombol di pohon.
      Rasanya pengin dipetik semua .. hahaha 😅

      Aku sanggup makan 15 apel disana, kak ... 😁
      Entah [lagi] rakus atau ... doyan ?. Wuakakaka ...

      Delete
  34. Videonya untuk destinasi wisata ini belum ada yach Mas ?

    Makan buah apel mungkin sudah biasa bagi semua orang, namun makan apel yang dipetik sendiri sepertinya masih jarang orang yang pernah seperti itu.

    Ngomong2 buahnya ngk dicuci dulu mas ? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malah ngga kubikin video, kang.
      Lupaaaa .. hahhaaha ..., saking asiknya nggerogotin apel 😅.

      Waktu itu buah apel cuman kulap pakai tisu, kang 😁.

      Delete
  35. Makan buah apel juga bisa prasmanan ya ambil sendiri..25 ribu makan sekenyangnya kalau saya paling juga 2 biji sudah kenyang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😁 aku suka istilah prasmanan apel dari mas Dwi ...
      Langsung teringat kayak lagi di suatu pesta.

      Eh, tapi keren juga yaa ..., kalau pesta ulang tahun atau pesta pernikahan diadain di perkebunan apel 👌
      Tamu dipersilahkan metik apel sendiri dan makan prasmanan apel sepuasnya.
      Waaaah ..., itu ide bagus sekali, mas 👍

      Delete
  36. Aku udah pernah... aku udah pernah...

    *girang*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cihuyyy .. cihuuuyy ...
      Aseek mas Riza udah pernah juga blusukan ke perkebunan apel Batu ;)

      *ikut_senang*

      Delete
  37. wah rame banget kayanya kak himawant yaa petik petikan apel gitu, apalagi buah apel kesukaan accu.. hihihi ayo tolong kirimin dong satu aja apelnya ke Bogor sayya lafar nih wwkkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwkkkkwk ..., apelnya keburu habis kukraukin, kaaak 😂

      Coba ya aku bikin pengumuman :
      Haloo siapa saja nih yang tinggal di kota Batu - Malang ..., acung jariinya manaaa 🖕 ?.
      Kirimin kak Vika apel Manalagi 🍏 dooong ..., kasihan nih kak Vika lagi pengin banget apelnya.

      Sabar ya,kak.
      Barangkali sekotak kayu besar berisikan apel datang kiriman kerumah kak Vika di Bogor 😁

      Delete
  38. Mas Himawan berangkatnya kapan, apakah ini bagian dari tulisan sebelumnya yang bertajuk liburan ke kota batu mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuuh kaan .. aku ngakak lagi nih, mas Martin ... 😂
      Rupanya post di perkebunan apel Batu ini bikin banyak teman jadi tanya kapan aku ke Batu lagi ?
      Hahahaa ...

      Kalau gitu, pas aku keluar kota yang jauh lagi post artikelnya kubuat ngga berurutan kayak sekarang ini ya, mas ... .
      Kubuat mencelat beberapa waktu xixixi 😁.
      Ssttt, seru juga bikin orang jadi penasaran dan bertanya-tanya 😉

      Delete
    2. Mas serius ini perjalanan kedua atau piye?

      Saran kalau tulisan part 2, 3 dan seterusnya bagian akhir tulis bersambung mas kwkwkkw.

      Tapi kalau perjalanannya terpisah, monggo..

      Mas seriusan ini, kapan jalannya???

      Delete
    3. Ke perkebunan apel Batu ini ..., #ng ..., perjalanan kedua, eh maksudku perjalanan hari kedua ding, mas.
      Hehehe 😁

      Delete
    4. Hehehehehe mas Himwan kwkwk. ehmm anak sekolah minggu to kwkwkwk, piss

      Delete
    5. Wkkkwwkk 😅
      Begitulah, mas ....

      Delete
  39. Klo begitu...pas masuk kebun...pas lapar aja ya...jadi makan buah apelnya bisa maksimal... Harus lebih dari sekilo...����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaahaha .. Bet .. uuulll itu, kak Sulis 🤣
      Ayook disegerakan ke perkebunan apel Batu ..

      Delete
  40. Harus kosongin perut kalau kesini mah biar puas..ha
    Dari apel sekarang sudah banyak produk2nya lagi ya, seperti keripik dan yang lainnya.

    Btw, katanya mw main klw ada updatean baru, Mas.
    Udah ada 2 dan otw 3 postingan lho di blogku..hehe

    Sensasinya pasti lebih kalua bisa metik secara langsung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuakakakaka .. betul, ituuu ..
      Kosongin perut dari semalam sebelum menjelang tidur, biar daya kerja tampung perut maksimal di perkebunan apel Batu 🤣

      Waduuh ..., malu aku kelupaan menepati janji untuk main ke updatean baru mas Andi.
      Setelah ini aku langsung berkunjung ke update mas Andi semuanya.

      Delete
  41. Waaahhh pasti seru banget bisa petik langsung dari pohonnya dan langsung dimakan saat itu jugaa

    *,*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seruuu banget, Aul ...
      Pasti deh kita-kita kalau ke perkebunan apel bawaanya langsung pengin nyentuh gerombolan buah apel di pangkal dahannya ..., setelahnya ...
      Tangkai buah 🍏 dipelintir, lalu .. kraaaauuuk 😁

      Lagi dan lagi
      *_*

      Delete
  42. Jadi penasaran apa beda paket yang 25.000 sama 150.000 hehehehe, soalnya yang Mas Himawan ambil itu kan juga udah lumayan banget... petik sendiri, makan sepuasnya di tempat :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😁 iya, kak Dwi.
      Lebih dari sekedar lumayan, tapi juga ... mengenyangkan.
      Karena 15 apel kukraukin hahaha 😂 !.

      Bedanya antara paket 25K dengan 150K adalah jasa penyelenggara paket wisatanya, lokasinya dan buahnya, kak.

      Ada satu penyelenggara jasa paket wisata yang menerapkan peraturan harga 150K dengan ketentuan hanya diperbolehkan memetik 2 buah di lokasi perkebunan.
      Buah yang dipetik : apel dan 1 buah lain bukan apel.
      Misal apel dengan mangga atau apel dengan belimbing.

      Delete
  43. keripik apel gimana rasanya ya rasanya belum pernah coba, baru denger juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya renyah atau crispy gitu, mas Khanif. Ada rasa manis sepatnya juga.
      Selain keripik, apel juga dibuat kerupuk.

      Delete
  44. Luas banget berati ini perkebunan apelnya mas? Pindah-pindah gitu lokasi buat petik apelnya. Jujur, kalau apel masih "mentahan" gini, saya nggak terlalu suka. Lebih suka yang udah hasil olahan, apalagi yang keripik apel itu. Manis & renyah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, luas banget perkebunan apelnya,mas Wisnu.
      Satu area saja kerasa perlu tenaga ekstra buat menelusuri ke semua lahannya karena jalurnya naik turun, alami mengikuti kontur lereng gunung.

      Oya, mas Wisnu lebih suka olahan apel daripada buahnya ?.
      Waah ... bisa-bisa ntar di lokasi perkebunan apel mas Wisnu bisa ngeborong olahan apel nih 😁.
      Murah,mas ... ada paket 10 bungkus bervariasi olahan buah dijual 30K.
      Mulai dari keripik strawberry, nanas, apel, salak, durian dllnya.

      Delete
  45. baca ini saya jadi ingat dulu saat di Jogja pernah diajak ke Malang sama seseorang yang baru saya kenal di Malioboro. katanya dia punya kebun apel di sana. tapi nggak kesampaian karena dianya minta diongkosin dan saya tak punya uang waktu itu. kayaknya dia berbohong dan niat tak bagus, soalnya ketika tahu saya tak punya duit dia langsung pergi dan tak pernah ketemu lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduuh, kok serem baca cerita pengalaman mas Affip !.
      Untungnya mas Affip ngga terbujuk rayuannya, mas ...

      Lain kali lebih hati-hati bergaul dengan siapapun, terutama orang baru dikenal.
      Belum tentu semua orang itu bermaksud baik adanya dengan kita,mas.

      Nanti suatu saat mas Affip pasti kesampaian juga ke perkebunan apel di Batu-Malang.
      Sabar ya,mas.
      Kudoain cepat terlaksana,Amin.

      Delete
  46. udah lamaa aku gak ke sini
    seru banget emang mas apalagi klo nyoba metik langsung terus dimakan di TKP
    cuma sayang sekarang apel batu banyak yang tergeser mas sama pembangunan lain
    klo mau explore lagi, mending ke ponccokusomo, apelnya juga gak kalah oke
    geser dikit, ada wisata petik jeruk di P-WEC, gak jauh kok dari Batu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Info lokasi menarik nih, mas Ikrom.
      Barangkali bermanfaat jadi panduan buat pembaca selain ke perkebunan Agro Wisata Petik Apel Kelompok Tani Makmur Abadi, juga ada alternatif info lokasi ke perkebunan apel di Poncokusumo dan wisata petik apel di P-WEC.

      Senang rasanya post ini mengingatkan kenangan mas Ikrom pernah juga berlibur ke perkebunan apel ☺

      Delete
  47. ini videonya mana ini? Kok gak ada video sih 😁
    dingin dan kayaknya asik banget ya traveler ke daerah batu, ngiler ehh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Video post perkebunan apel Batu ngga ada, mas Kojek 😓.
      Kelupaan bikin rekaman video karena ... keasikan makan apel di lokasi wkkwkkwk 😅

      Ayoo, kapan punya waktu luang, liburan ke perkebunan apel Batu, maas ... puas-puasin metik dan makan apel disana 😁

      Delete
  48. apel Malang rasanya agak asam ya mas?
    Memetik sendiri buah apelnya kemudian ditimbang untuk dibeli

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul mas Awan.
      Apel Malang atau disebutnya apel Batu ada rasa asamnya tipis-tipis ..., tapi karena itu rasanya jadi ngga bikin cepet eneg karena kemanisan.
      Buat jus juga enak loh ternyata 😁

      Delete
  49. Wah, saya belum pernah petik buah apel di tempat. Jadi pengin nih. Tapi, semua apel yang dipetik pasti enak, atau harus ada trik-trik tertentu untuk memilih apelnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, iyakah kak Dyah belum pernah liburan metik sendiri buah apel ?.
      Lokasi perkebunan apel Batu ini bisa dimasukkan jadi lokasi tujuan liburan kak Dyah nanti ke kota Batu.

      Menurut penjelasan pengelola dan sepengalamanku memilih sendiri dan makan apel langsung di perkebunan, ngga ada trik khusus untuk memilih buah apel yang manis, kak.
      Uniknya, semua apel yang masih berukuran keciiiil dan masih berwarna hijau pucat pun ... kesemuanya manis rasanya.

      Delete
  50. Wisata memetik sendiri buah apel ini semakin diminati banyak pengunjung karena pengunjung sesungguhnya tidak sekadar butuh buah apel, tapi butuh sensasi memetik sendiri yang tentunya juga sambil-sambil foto-foto ya, Bang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget pendapat mas Azzet 👌.
      Wisatawan datang berlibur ke perkebunan apel itu bukan karena rasa buah apelnya tapi ..., sensasi blusukan ke perkebunan dan sensasi memilih memetik buah sendirilah yang dicari.
      Apalagi perkebunannya di lereng pegunungan ..., makin terasa seru sensasinya naik turun lahan perkebunannya.

      Delete
  51. Wahh. Aku pengen banget metik apel. Kemaren pas ke malang. Gak sempat jalan2 ke kebun apelnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaah sayang ya, waktu kak Risma kemarin ke Malang-Batu ngga sekalian jajal berlibur ke perkebunan apel.
      Seru loh, kak ..., beneran.
      Kita bebas blusukan ke semua area perkebunan sekalian bentar-bentar metik dan makan apelnya, berapapun jumlahnya 😁.

      Semoga lain kali saat ke Malang-Batu lagi, lokasi perkebunan apel Batu ini jadi referensi buat kak Risma.

      Delete
    2. iya mas,,
      ahh..jadi tergiur nih pengen ke malang lagi..

      Delete
    3. Semangat,kak Risma ..
      Kelak pasti kesampaian liburan ke Malang-Batu lagi dan ..., blusukan ke perkebunan apelnya.

      Delete
  52. Ya Allah, baca tulisan sam lihat foto2nya tentang kebun apel di batu ini gue malah ngiler hahahha. Belum pernah cobain petik langsung kayak gini sih, pernah ke Malang juga beli di pasar tumpang. Wah jadi kepengen piknik disini huhuhu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha kok bisa ngiler sih, mas Didy 😂 ..., gegara lihat ekspresiku ngraukin apel ya ? ... wkkwkwk ..

      Mana itu pasar Tumpang, ya .. waah ntar kalo ke Malang lagi pengin nyoba juga lihat dagangan para pedagang buah apel, pasti bagus ya kumpulan buah apel ditumpuk di bakul ☺

      Delete
  53. Gua belum pernah kang, pengen banget rasanya memetik apel, siapa tahu ketemu jodoh di sana kayak di FTV ckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ckckck ..., ala-ala sinetron ya 😁

      Diceritakan Idaham sedang ngemil apel dibawah rerimbunan pohon apel.
      Tiba-tiba melintas gadis cantik semampai memakai high heels, eh keseleo 😁 ..., maka kesempatan itu digunakan oleh Idaham sebagai pahlawan, memolong gadis malang itu ...
      Sejak itu jatuh cintrong deh gegara blusukan di perkebunan apel Batu ...
      Bhuahahhaahahaha 😅

      Delete
  54. Apelnya seperti saya dong, kecil dan manis, heheheh.

    Murah ya? 25.000 bisa makan apel sampai kenyang. Saya mau dong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aseeeek 😁 !.
      Kak Sitti mengakui kalau dirinya kecil dan manis kayak apel Manalagi ...
      Xixixi ...
      Awaaas, dikerubutin semut 😅

      Betul, menurutku juga murah ikut tur blusukan ke perkebunan apel dan makan apel sepuasnya.
      Apalagi dibandingin sengaja beli apel di supermarket, harganya jauh berbeda selisihnya.
      Terutama juga pengalaman sensasinya 😉

      Delete
  55. Wow, seru banget ya bisa berwisata dengan metik apel. Mana harganya murah gitu, hehe. Sayang banget di tempatku apelnya mahal, padahal saya seneng banget sama buah apel.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menarik kan kak ... , hehehe 😁.
      Dengan beaya terbilang terjangkau, kita ngga cuma dapat makan apel sepuasnya, sekenyangnya .. tapi juga pengalaman blusukan di perkebunan apelnya.
      Jadi satu pengalaman berkesan setelahnya 🙂.

      Kak Suryani tinggal di kota mana, ya ?. Kok harga apelnya mahal begitu ...
      Yook akh ke perkebunan apel Batu aja yook hehehe 😁

      Delete
  56. menarik juga ya, jadi pengen nyoba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayoook dicobain ikutan liburan di perkebunan apel Batu, mas Bamb ...
      Dipuas-puasin makan apel disana 😁, sekenyangnya.

      Delete
  57. Yaaah, baru mau ngantongin diem-diem apel sekilo di celana, ternyata gak boleh ya??? Wkkkwkwk

    Murah sangat ya, kalo lapar bisa kali main kesini dan makanin apel sepuasnya, sekaligus diet sehat,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahahahaa ..., kalo ngga ketahuan sih boleh-boleh aja 🤣.
      Iya betul, selain terbilang murah juga bermanfaat buat diet sehat ngemil apel sepuasnya 😁

      Delete
  58. Replies
    1. Ayook kapan-kapan dicobain berlibur kesana,kak Lantana ...
      Asik looh 😁

      Sama-sama,kak.

      Delete
  59. Kami nggak persiapan cari info dulu, jadi asal dapat aja di area penjemputan itu. Untungnya orangnya nggak tipu2 tapi lahannya nggak terlalu luas aja, lebih banyak yg jualan di pintu gerbang kebunnya. Heheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, untuuung ya,kak ngga kena tipu dan betulan dibawa ke perkebunan apel.
      Kalau sampai di blusukin ke suatu tempat asing kan mengerikan kejadiannya.
      Lain kali sebaiknya cari sumber informasi lokasi yang lebih jelas dan terpercaya sebelum datang berlibur,kak.

      Delete
  60. Ulasannya sangat lengkap, bisa jadi modal ketika jalan" kesana nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya, mas Yogi 🙏
      Senang rasanya bisa memberi informasi lengkap ke mas Yogi juga ke semua pembaca.

      Delete