Monday, August 20, 2018

Museum Angkut - Tak Hanya Mobil, Pesawat Tempur pun Ada

Letak lokasi destinasi Museum Angkut, museum transportasi pertama dan terbesar di benua Asia yang dikemas secara modern dan terkesan sebagai wisata kekinian ini berada di lereng gunung Panderman, lokasinya berada tak jauh dari lokasi destinasi Jatim Park 1, Jatim Park 2 dan destinasi wisata Klub Bunga.
Tepatnya berada di satu deret dengan keberadaan lokasi destinasi Jatim Park 1, Jatim Park 2 dan lokasi destinasi Klub Bunga, sedangkan akses masuk menuju ke lahan parkir Museum Angkut berada tepat di depan putaran jalan ke arah lokasi wisata kekinian berbalut edukasi Dino Mal dan arah menuju ke pusat tengah kota Malang.


Trip Of Mine
Museum Angkut, museum transportasi pertama dan terbesar se Asia

Ke museum yang tak hanya memajang koleksi transportasi motor, tapi juga memajang pesawat tempur inilah lokasi liburanku selanjutnya saat berada di kota wisata Batu.

Kulineran dulu di float market

Sesampaiku di pelataran parkir Museum Angkut di satu siang menjelang sore hari itu, udara kota Batu terasa cukup dingin di kulit, meski cuaca terlihat tengah cukup panas terik.
Namun temperature udaranya tak membuat tubuhku terasa menggigil karena temperature udara kota Batu dan Malang nyaris mirip dengan keseharian temperatur udara di kotaku.

Dari arah kedatangan pelataran parkir, zona pertama museum Angkut yang dilalui dengan jalan kaki menuruni selasar tangga terbuat dari lempengan besi adalah zona food court yang areanya ditata dengan konsep Float Market atau pasar terapung traditional.
Deretan kios -kios makanan, minuman, pusat oleh - oleh dan souvenir yang ditata dengan konsep traditional terlihat rapi dan asri di pinggir kiri kanan jalur pejalan kaki, berbatasan dengan kolam yang dapat dikelilingi areanya dengan menyewa perahu Rp. 10. 000 ,_ perorangnya.
Di bagian tengah kolam juga terdiri dari beberapa kios pedagang kuliner yang selain dapat ditempuh oleh pengunjung dengan berjalan kaki melewati jembatan penghubungnya, juga dapat ditempuh pengunjung menaiki perahu dengan menepikan perahu ke sisi restorannya.
Agar staminaku tak kelelahan bersiap untuk mengelilingi keseluruhan area Museum Angkut seluas 3,8 hektar yang dinobatkan sebagai The Best Museum 2017 ini, aku memilih beristirahat untuk duduk sejenak di salah satu kios kuliner Float Market dengan memesan bakpao isi ayam keju seharga Rp. 8. 000 ,_ dan sebotol mineral water, sembari memandangi laju perlahan perahu yang ditumpangi wisatawan mengelilingi kolam.


Trip Of Mine
Floating market

Setelah puas duduk santai nongkrong di salah satu kios kuliner di tepian kolam, perjalanan kembali kulanjutkan ke arah pintu masuk ruangan Museum Angkut dengan melewati selasar arah naik.
Jadi, area food court Float Market ini memang sengaja dibuat lebih rendah dibandingkan dengan lahan area parkir dan area Museum Angkut selanjutnya, mengesankan seolah area food court Float Market berada di sebuah daratan cekungan berukuran besar.
Hanya beberapa langkah setelahnya, aku tiba di halaman ticket counter cukup luas dan terlihat ada kapal selam dan sebuah helikopter dipajang di halamannya.


Trip Of Mine
Helikopter di halaman ticket area

Setiap pengunjung yang hanya hang-out atau nongkrong kumpul seru di area food court Float Market dan halaman ticket counter, tak dikenai beaya masuk.

Selebihnya untuk memasuki ruangan display Museum Angkut yang terbagi beberapa gedung dan zona, dimulai dari area Plaza setiap pengunjung dikenai tiket masuk Rp. 70. 000,_ dan jika membawa peralatan kamera atau handycam dikenai beaya tambahan sebesar Rp. 30. 000,_ .
Gelang sticker dipasang dilingkarkan di pergelangan tangan oleh petugas ditanganku saat memulai memasuki area dan wajib terus dikenakan saat berada di dalam area Museum Angkut.

Naik ke menara pandang

Memasuki lantai pertama area indoor Plaza, aku sudah berdecak kagum dengan koleksinya. 
Disana terpajang tak hanya belasan mobil dan sepeda klasik apik terawat sangat baik terlihat kinclong, seperti : Ford Corner, Chevrolet Series, Midget Cars dan Vintage Racing, tapi juga terdapat replika beberapa kereta kencana milik keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang dilengkapi replika kuda Eropa, juga helikopter dan pesawat terbang !.
Ternyata, helikopter buatan Amerika Serikat tahun 1958 tersebut merupakan milik presiden pertama RI, Ir. Soekarno.
Beragam kendaraan dilengkapi dengan keterangan dan sejarahnya dan beberapa koleksi diantaranya dikelompokkan dengan tali pagar pembatas berwarna merah.


Trip Of Mine
Sepeda motor di Plaza lantai 1

Lantai kedua Plaza dinamakan Garbarata, disana terpajang sejumlah koleksi, diantaranya : kereta traditional karapan sapi dari Madura lengkap dengan replika sapi besar didepannya, kereta angkut traditional dari negara China yang ditarik dengan tenaga manusia, motor pedicab dan seabrek koleksi menarik lainnya untuk diamati dan tentu saja, apalagi kalau bukan untuk ..., spot berfoto ..., he he he.

Di lantai 2 Plaza ini terpajang 1 mobil listrik produksi Indonesia yang dinamakan Tucuxi, merupakan mobil listrik produksi Indonesia yang didesain oleh Daniel Suryatama asal Pacitan yang merupakan mantan karyawan pabrik mobil Chrysler di Amerika. Sayangnya dalam uji coba, mobil berwarna merah mentereng yang disebut ' si lumba - lumba ' ini mengalami kecelakaan tragis di wilayah Plaosan.


Trip Of Mine
Display eye catching mobil balap F1.
Ternyata, rute ke zona - zona selanjutnya melalui lorong kecil di dekat area mobil balap F1 ini ...

Dan terdapat display mobil balap Formula One atau lebih terkenal dengan sebutan F1, area kerennya didominasi warna merah dan putih atraktif, dilengkapi dengan informasi dan display foto - foto menarik, juga dilengkapi layar simulator mengendarai kecepatan mobil balap F1 di lintasan.

Setelah mengitari Garbarata area Plaza lantai 2, kulanjutkan menaiki lantai 3 dengan sengaja tak menggunakan sarana lift, tapi memilih dengan menaiki tangga untuk mengamati koleksi foto - foto dan informasi tentang keberagaman jenis transportasi.


Trip Of Mine
Pesawat terbang Boeing 737 - 200 nangkring di lantai teratas Plaza

Lantai 3 merupakan area yang dinamakan Runway 27 Airport dan merupakan lantai tertinggi gedung Plaza, disana kesemua areanya terpajang koleksi tentang sarana transportasi penerbangan.
Tak tanggung - tanggung, satu pesawat berukuran besar jenis Boeing 737 - 200 di display nangkring diatas gedung Plazanya.


Trip Of Mine
Pesawat tempur TomaHawk, keren !

Tak kalah menarik dan jadi buruanku lokasi berfoto selanjutnya adalah ..., pesawat tempur berukuran kecil, TomaHawk.


" Keren abis deh pesawat TomaHawk satu ini !. Moncong pesawatnya dilukis gambar ekspresi wajah ikan hiu menyeringai mempertontonkan deretan runcing gigi mautnya. Bodi pesawat dilukis loreng, motif khas angkatan perang "

Di area Runway 27 Airport di dekat pesawat tempur TomaHawk ini disediakan fasilitas penyewaan kostum penerbang lengkap dengan helm, cukup dengan harga sewa Rp. 10. 000 ,_ dapat digunakan sebagai property foto ala crew penerbang betulan.


Trip Of Mine
Pelataran lantai teratas Plaza dilengkapi helipad, roket, menara gardu pandang dan wahana permainan Fun Wheel

Masih di halaman teratas Plaza, terdapat sarana wisata permainan keluarga Happy Fun Wheel dengan beaya sewa Rp. 25. 000 ,_  dan terdapat menara gardu pandang yang dapat dinaiki tanpa dikenai beaya tambahan.


Trip Of Mine
Menara gardu pandang

Dari atas menara gardu pandang yang berdampingan dengan display roket berukuran besar berwarna silver dan hitam, pemandangan kota wisata Batu dapat dilihat dengan leluasa dari ketinggian 850 mdpl.


Trip Of Mine
Dari atas ketinggian menara gardu pandang yang bersebelahan dengan badan roket, pemandangan kota wisata Batu terlihat jelas

Kebingungan rute

Selesai mengitari lantai 3 Runway 27 Airport, aku menebak - nebak sendiri sebenarnya melalui ke arah mana untuk tiba di area Museum Angkut selanjutnya, atau keseluruhan ruangan museumnya hanya berada di gedung Plaza ini saja.
Kuturuni kembali ke Plaza lantai 1 dan bertanya ke petugas yang bertugas memasang gelang sticker di tangan, kutanyakan sebenarnya melalui ke arah mana untuk menuju ke area oudoor dan indoor selanjutnya setelah gedung Plaza.
Dengan sigap dan ramah, petugas menjelaskan untuk ke area berikutnya adalah melalui lantai 2, aksesnya persis berada di dekat area display mobil Formula F1 dan berukuran kecil seperti lorong.
Pantas ..., dari tadi kucari - cari aksesnya tak ketemu ..., ha ha ha.

Dari zona ke zona

Setelah berhasil menemukan rute ke area outdoor dan indoor selanjutnya, zona berikutnya yang kulewati adalah zona Petjinan.


Trip Of Mine
Zona Petjinan

Di zona Petjinan display areanya mewakili kota Batavia, lengkap dengan stasiun Kota, museum Fatahillah dan jejeran fasad rumah traditional ikonik China berwarna merah disertai pernak - pernik apik dan pelabuhan Sunda Kelapa.


Trip Of Mine
Display fasad rumah traditional China


Trip Of Minr
Mobil keren Tuk-tuk ikut didisplay di zona Batavia


Trip Of Mine
Display pedati di area pelabuhan Sunda Kelapa

Di jalannya terpajang mobil antik, truck klasik Mercedes Benz produksi tahun 1959, pedati juga mobil khas Thailand, Tuk - tuk.

Rute selanjutnya melalui zona Amerika, zona Eropa, zona istana Buckingham, zona Las Vegas dan zona Hollywood.


Trip Of Mine
Taman apik zona Buckingham Palace

Di zona istana Buckingham setting areanya dibuat terkesan eksklusif, bagaimana tidak jika areanya dihiasi ruangan indoor wah ..., mulai dari display puluhan mobil dan tokoh film terkenal mister Bean, banner tokoh personel band legendaris dunia The Beatles, 2 patung tentara kerajaan Inggris Queen Guards berukuran raksasa lengkap dengan hiasan topi ikoniknya berbulu hitam dan bulat menutupi kepalanya, taman istana yang kece untuk berfoto, juga replika bangunan megah Buckhingham Palace dilengkapi dengan air mancur.


Trip Of Mine
Replika raksasa Queen Guards.
Kalau ada orang betulan setinggi ini ..., wouw apa yang akan terjadi, yaa ...
Trip Of Mine
Eh, mister Bean lagi nangkring diatas mobil Morris mininya



Trip Of Mine
Interior mewah Buckingham Palace

Keindahannya tak berhenti sampai disitu, ruangan bangunan replika Buckingham Palace disetting sebagai aula besar dan mewah memajang transportasi kerajaan Inggris, bis tingkat Double Decker khas kota London , juga replika patung ratu Elizabeth berada disana ..., duduk anggun di sofa kerajaannya.
Kursi sofa singgasananya sengaja dibuat 2 dan satu sofanya dikosongkan untuk properti berfoto pengunjung.

Ngedance bareng figur superhero

Sekeluar dari ruangan indoor zona Edukasi menuju ke zona selanjutnya, zona outdoor Gangster Town dan Broadway Street era tahun 80 an, aku mendadak menghentikan langkah dan langsung dibuat kagum mengamati berlama - lama setting area rongsokan mobil dan motor ala film aksi layar lebar Mad Max yang dibintangi Mel Gibson dan penyanyi rocker wanita berkulit hitam merangkap pemain film, Tina Turner.
Tumpukan ban berukuran besar, plat - plat nomor kendaraan dipajang tak beraturan di dindingnya, rongsokan mobil ditata miring, moncong truk menumpuk di bagian teratas juga 2 motor berdesain sangat unik dan berbody warna tembaga itu ..., sempat aku bergumam kagum dalam hati " gila ... , ini kesannya macho dan gahar banget ! ".


Trip Of Mine
Mad Max ..., gahar banget settingnya !

Seandainya saja motor itu diperbolehkan kukendarai betulan, motor jagoan itu pasti akan kujalankan dengan aksi ngebut penuh gaya ..., ha ha ha !.
Setting zona Mad Max itu persis berhadapan mobil antik yang juga tak kalah berbentuk unik, mobil Chicago Police Dept. Police Patrol berwarna hitam mengkilap.

Baru saja melangkahkan kaki beberapa langkah melewati display mobil - mobil vintage kece di pinggir jalan dan deretan bangunan toko Broadway tempo dulu yang areanya diiringi musik berdentam heboh ..., mendadak musik dihentikan dan berganti dengan raungan sirene mobil, sesekali para staff petugas berseragam hitam memberikan aba - aba ke semua pengunjung untuk berdiri menjauh ke pinggir jalan. 
Ada apa sebenarnya, ... ?.


Trip Of Mine
Gangster Town

Tak berselang lama kemudian, musik pengeras suara berdentum lagi dan kali ini lebih kencang suaranya ..., dari tikungan arah zona Mad Max itu mulai terlihat satu persatu parade mobil unik.
Uniknya, peserta pawai yang berada di atas mobil - mobil klasik itu adalah tokoh figur superhero Marvel ..., dan eh ..., ada salah satu tokoh figur superhero idolaku duduk nangkring diatas mobil sambil sesekali dadah - dadah ramah ..., he he he.
Memakai kostum berwarna biru ketat membungkus bodynya, bermotif jaring laba - laba dan memakai topeng.
Nah, siapa lagi kalau bukan ..., mas eh# mister Spiderman ..., wwkkkwwwk !.

Tak cuman Spiderman yang ikutan pawai, tapi juga ada figur superhero Joker, Dark Veder Star Wars, Batman, Batgirl, dan temen - temen lainnya.
Mobil - mobil antik yang mereka tumpangi berhenti berderet memanjang di depan jalan ' panggung ' Broadway dan para figur superhero itu berloncatan keluar dari mobil  untuk berkumpul di depan panggung.
Sebetulnya, bukan panggung sih, karena memang tak ada panggungnya di badan jalan sana ..., tepatnya di jalan depan spanduk berukuran besar bertuliskan Broadway.
Setelah diperkenalkan satu persatu nama tokoh figur oleh pembawa acara, para figur superhero ngedance tampil atraktif dan kompak 1 putaran lagu full dibarengi musik berdentam - dentam layaknya irama di diskotik.


Trip Of Mine
Figur superhero ngedance bareng ...

Selesai ? ..., belum !.
1 putaran lagu selesai, pembawa acara menyoraki penuh semangat dan mengajak pengunjung ikutan ngedance bareng para figur superhero.
Ngga taunya ..., yang mimpin acara ngedance selanjutnya tuh Spiderman !.
Di sesi awal ngedance tadi, kulihatin pemeran figur Spiderman ini memang paling lentur tubuhnya, jejingkrakan paling atraktif mengikuti ritme musik pengiringnya.


" Kalau di film, si manusia bertopeng Spiderman pinter ngerayap tembok pencakar langit. Kalo di Museum Angkut, Spidermannya ngga pinter loncat dari tembok ke tembok lainnya, tapi jago ngedance ..., ha ha ha "

Ajakan ngedance rame - rame bareng Spiderman sebagai instrukturnya ..., membuatku langsung tergoda untuk ikutan gabung ngedance.
Seru, loh ..., ngikutin gerakan aba-abanya. Jalan kesana kesini, loncat - loncat, muterin badan dan ada satu gerakan tangan diletakin di depan mulut seperti paruh bebek sambil jalan berjingkat mengarah ke ..., toilet umum ..., ha ha ha !.

Cuplikan rekaman video serunya aku ikutan ngedance selama 1 jam bareng Spiderman, tak kusertakan di artikel ini, tapi kuunggah di channel Youtubeku.
Sstttt ..., takut blog jadi lemot loading pagenya karena ukuran file videonya tetap berukuran besar meski telah kukompres ukuran aslinya.


" Eits, lah kok jadi promosi channel Youtube, ya ?. He he he ... "

Di destinasi wisata kekinian Museum Angkut setiap hari weekdaynya diadakan 11 kali entertainment show dengan jam pertunjukan berbeda, jenis pertunjukan berbeda dan diadakan di zona yang berbeda pula.
Ke 11 entertainment show diantaranya :

• Movie Star Hero Cosplay, jam 12. 30 - 01. 00 di Main Hall.
• Petjinan Vestige, jam 12. 30 - 01. 00 di Petjinan Zone.
• Special Car and Costume Dance, jam 03. 00 - 03. 30 di Gangster Zone.
• Jewel Of Archipelago, jam 05. 00 - 05. 30 di Entrance of IHM.

Sedangkan di hari weekend dan di hari libur nasional, diadakan 15 kali entertainment show dengan jam pertunjukan terakhir jam 19. 30.


Trip Of Mine
zona Las Vegas

Selain acara entertainment show, fasilitas wisata kekinian Museum angkut dilengkapi dengan fasilitas flight simulator, free wifi, photo corner, free charging station, atm center.
Sangat keren, ya ..., museum ditata semenarik dan selengkap ini fasilitasnya. 

Kejutan kecil lainnya kutemui di zona Las Vegas setelah mengamati desain unik mobil premium Hummer H2 Limousine asal Amerika produksi tahun 2004 berwarna kuning mentereng dan berbentuk sangat panjang memiliki ukuran body mobil tak pada umumnya, adalah jalur keluar atau jalur terakhir area berbayar Museum Angkut.


Trip Of Mine
Mobil premium Hummer H2 limousine, panjaaang banget ya ...

Jalurnya bukanlah melewati pintu keluar berbentuk gerbang biasa, tapi melalui ..., pintu lokomotif kuno kereta api betulan.
Awalnya aku dan beberapa pengunjung lain juga tampak ragu sesaat sebelum memasukinya, betul tidaknya jika pintu keluar area melalui pintu lokomotif kereta api kuno ini, tapi setelah yakin dengan membaca ulang tulisan penunjuk arah yang tertempel di dinding, barulah kulangkahkan kaki memasuki ruangan lokomotif.


Trip Of Mine
Lokomotif kuno ini berfungsi sebagai jalur pintu keluar

Tampak didalamnya alat kemudi, alat pencatat kecepatan laju jalan dan peralatan lainnya terlihat masih utuh dan komplit.
Menoleh ke arah kanan, tampaklah rangkaian gerbong kereta cukup panjang dengan desain vintage berlantai kayu dan penerangan lampu berwarna kuning, dibagian ujung dinding gerbong terpasang hiasan topeng tokoh wayang.
Serunya, saat berjalan di dalam gerbongnya rangkaian gerbong terasa membal saat dipijak, bergoyang - goyang ..., seolah kereta sedang melaju di atas rel betulan. Tentu saja sensasi itu membuat tubuh jadi ikut bergoyang ke kiri dan ke kanan mengikuti gerakan gerbong lokomotifnya.
Jalur rangkaian lokomotif dan gerbong kereta kuno ini berakhir dan bertemu kembali di dekat jalur food court Float Market, area awal Museum Angkut yang kudatangi.



Lokasi :
Museum Angkut
Jl. Terusan Sultan Agung No. 2
Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota wisata Batu, Jawa Timur

Jam Operasional:
12. 00 - 20. 00

Tiket :
Rp. 100. 0000 ,_
• Khusus weekday diskon 30%
[ Info harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]

Friday, August 10, 2018

Liburan di Dino Park Jatim Park 3 itu : Seru !

Yeayy ..., akhirnya aku kesampaian juga berlibur di kota Batu dan Malang setelah menunggu penantian waktu cukup panjang, tepatnya sejak setahun yang lalu diceritakan oleh adik dan keponakanku yang pernah berlibur dalam kegiatan study tour sekolah ke kota yang beriklim sejuk dan terkenal sebagai penghasil apel ini.
Saat itu mereka berlibur di lokasi wisata kekinian Jatim Park 1, Jatim Park 2 dan Museum Angkut. 
Sekembali dari liburan, mereka dengan antusias menceritakan bagaimana kekaguman dan keseruan mereka berlibur di ketiga tempat yang ditata modern dan berkelas International itu.

Sejak diceritakan pengalaman liburan seru disana oleh mereka berdua, aku diam - diam memendam keinginan dalam hati dan memasukkan destinasi wisata kekinian Jatim Park ke catatan buku daftar tujuan liburanku selanjutnya.
Entah nantinya aku akan berlibur ke destinasi Jatim Park berapa, memilih ke destinasi mana akan kutentukan selanjutnya, yang pasti sampai duluanlah di kota Batu dan Malang. 
Begitu pikirku saat itu ..., he he he.

Dan pada hari itu, akhirnya keinginan dan rencana berliburku di kota Batu, Malang dan Jatim Park beneran terkabulkan.
Seperti biasanya, perbekalan liburan telah kusiapkan beberapa hari sebelumnya dengan baik, mulai dari menyiapkan membawa satu set pakaian yang sekiranya nyaman dan terlihat matching digunakan untuk ..., ehem apalagi kalau bukan untuk keperluan berfoto ? ..., ha ha ha, ya betul juga kan jika liburan tanpa acara jeprat - jepret bikin kenangan dokumentasi berfoto seru itu apa artinya, sih ?. 
Apalagi aku termasuk type penyuka gaya berfoto antimainstream. Acara liburan buatku terasa kurang berkesan membuat dokumentasi foto diri cuma berdiri berjejer manis di suatu obyek foto.
Selain membawa satu set pakaian untuk berfoto, jaket juga wajib kubawa untuk penghangat tubuh selama di perjalanan. Beberapa camilan dan mineral water juga masuk ke dalam tas ransel travellingku.

Minibus horse white carteran yang membawaku menempuh perjalanan cukup jauh selama 8 jam lebih dari kotaku, Magelang tiba berada di pelataran halaman parkir wisata kekinian Dino Mall Jatim Park 3 sebelum jam operasional dimulai.


Trip Of Mine
Jump action di Dino Mall Entrance

Meski saat itu jam operasional Dino Park belum dimulai, namun Dino Mall Entrance telah dibuka. Kesempatan menunggu waktu jam operasional Dino Park dibuka, kutelusuri semua area lantai 1 dan lantai 2 area Dino Mall yang ditata penuh gemerlap tata lampu meriah.
Di lantai 1 Dino Mall terdapat Museum Musik Dunia, merupakan museum musik pertama dan terbesar se Asia.


Trip Of Mine
Museum Musik Dunia

Area luasnya terbagi 3 lantai, meliputi : 

Lantai 1 : terpajang 1000 macam alat musik dari 5 benua, diantaranya alat musik dari negara Mexico, Scotlandia, Indonesia, India dan China.

▪Lantai 2 : figur patung lilin dan memorabilia dari musikus dunia dari berbagai genre musik berbeda, diantaranya : genre musik Rock diwakili oleh penyanyi rocker tampan Bon Jovi, genre musik K-Pop PSY yang terkenal dengan lagu dan gaya ngedancenya yang unik Gangnam Style, genre musik pop diwakili King Of Pop Michael Jackson, genre musik Mandarin diwakili Teresa Teng dan Andy Lau.

▪Lantai 3 : terbagi menjadi 5 zona meliputi : taman piano, alat musik klasik, zona pembelajaran gamelan traditional Jawa dan kulintang, cafe museum musik dunia dan hall concert yang sanggup memuat 400 orang.

Museum Musik Dunia di lantai 1 adalah salah satu zona berbayar, untuk memasuki areanya dikenai tiket yang dibeli secara terpisah dengan harga Rp. 50. 000,_ , ataupun juga dapat dibeli dengan sistem pembelian 1 paket dengan tiket masuk zona berbayar lainnya.
Zona berbayar yang kuperhatikan berada di lantai 1 dan lantai 2 Dino Mall, selain Museum Musik Dunia terdapat zona : Circus Magic, Virtual Arena, Terminal Selfie, Dino Refleksi, The Miracle [ Aneh Tapi Nyata ], 6D Cinema, House Of Zombie dan Jurrassic Action.
Kalau hanya sekedar kongkow atau nongkrong asik di area Dino Mall, tanpa memasuki zona - zona berbayar, pengunjung tak akan dikenai tiket masuk alias gratis.

Lalu dimanakah letak lokasi Dino Park, katanya berada di area Dino Mall ?

Setelah mengitari lantai 1 dan lantai 2 gedung Dino Mall, aku kembali ke central point area di lantai 1 yang didesain dengan hiasan sebatang pohon sakura berukuran besar menjulang tinggi dan berjalan lurus melewati depan fashion outlet, setelah itu menuruni tangga eskalator untuk sampai di area bangunan yang dibuat lebih rendah dari area Dino Mall dan dibentuk melingkar tanpa penutup atap. 
Di bagian tengah area terdapat kolam air mancur melingkar dihiasi patung tokoh figur Iron Man, Hulk dan dinosaurus rekayasa genetik ditunggangi seorang tokoh fiksi.

Diantara bangunan melingkar terdapat zona berbayar The Legend Star yang menampilkan patung lilin figur tokoh perfilman, Fun Tech Plaza merupakan taman tekhnologi terbesar di Asia, Dino cafe and shop, Dino 360 photobooth, disitulah loket pembelian tiket dan pintu memasuki petualangan area Dino Park berada dan segera dimulai ... .


Trip Of Mine
Dino Plaza

Setelah mengantri di jalur antrian berpagar besi dan tangan dilingkari stiker tanda masuk oleh petugas, area pertama memasuki Dino Park bertemu 4 robot replika dinosaurus berukuran besar berada ditempatkan di sisi kanan dan kiri jalur masuk.
Aku langsung kagum dengan ukuran robot replika dinosaurus dan tekstur kulit yang terasa kenyal saat disentuh seperti makhluk hidup nyata. Sekian menit sekali tubuhnya bergerak dengan gerakan halus dan mengeluarkan lenguhan suara.
Astaga ..., seperti dinosaurus betulan !.


Trip Of Mine
Triceratops

Keempat robot replika dinosaurus yang bikin aku kesengsem pengin memilikinya itu, adalah : 

▪Triceratops
Memiliki panjang tubuh 9 meter. Diperkirakan hidup 72 - 65 juta tahun yang lalu. Merupakan golongan herbivora. Fosil diketemukan di Amerika Serikat.

▪Unaysaurus
Memiliki panjang 2,5 meter, tinggi 1,5 meter. Diperkirakan hidup 216 - 205 juta tahun yang lalu. Merupakan golongan herbivora. Fosil diketemukan di Brazil.

▪Gallimimus
Memiliki panjang 5,5 meter, tinggi 2 meter. Diperkirakan hidup 75 - 70 juta tahun yang lalu. Merupakan golongan Omnivora. Fosil diketemukan di Mongolia.

▪Allosaurus
Memiliki panjang 8,5 - 12 meter, tinggi 3,5 meter, berat 1 ton. Merupakan golongan Carnivora. Diperkirakan hidup 145 juta tahun yang lalu.


Trip Of Mine
Gallimimus
Area berikutnya memasuki aula besar berisikan replika fosil - fosil binatang purba berukuran kecil, dindingnya dilengkapi informasi tentang kehidupan dan kepunahan dinosaurus melengkapi suara audio dari operator. 


Trip Of Mine
Aula Dino Park
Di bagian tengah aula terdapat kerangka dinosaurus yang ..., alamaaak besar banget ukurannya.
Aku sempat begidik, membayangkan seandainya dikejar dinosaurus segede itu, adegan apa selanjutnya yang akan kutulis di artikel ini ..., ha ha ha.

Setelah puas mengelilingi area aula yang ditata semacam display pameran di sebuah hotel berbintang itu, kuturuni rute jalur sesuai petunjuk arah. 
Di tengah rute jalur yang dibuat setengah lingkaran, terdapat replika sosok dinosaurus berdiri di pijakan kobaran api menggambarkan saat kepunahan dinosaurus yang diduga oleh para arkeologi salah satu penyebabnya adalah terjadinya hujan meteor raksasa menghantam bumi.


Trip Of Mine

Rute setelah dari jalur setengah lingkaran, semua pengunjung digiring menuju ke zona berikutnya, wahana menaiki satu gerbong kereta memuat sejumlah orang sekaligus dalam satu kali angkut. 
Sementara pengunjung lain yang mengantri bergiliran menumpangi kereta dipersilahkan berfoto di booth yang disediakan dan hasil foto fotografer yang diinginkan dapat dibeli saat sesi perjalanan wahana menumpangi gerbong kereta selesai.

Berselang waktu 5 menit kemudian, pintu wahana berwarna hitam pekat itu dibuka dan aku berbarengan dengan penumpang lain dipersilahkan memasuki area dan menduduki kursi gerbong kereta berukuran cukup besar, terdiri dari 5 deret dari atas ke belakang dan 1 deret terdiri dari 10 bangku. 
Arah kereta menghadap layar hitam transparant yang menutupi sebagian area outdoor dan tampak layar bioskop berukuran besar berada di sebelah kanan penumpang.
" Loh, kok layar bioskop berada di samping kanan penumpang ? ", begitu pikirku saat itu.
Setelah menunggu aba - aba dari operator, arah gerbong kereta berputar di jalur rel menghadap ke arah layar bioskop.
Pertunjukan film mempertontonkan kehidupan dinosaurus dari 4 zaman : zaman Triassic, zaman Jurassic, zaman Cretaceous dan zaman Ice Age.
Tayangan bioskop yang berdurasi sekitar 5 menit itu usai dan badan arah kereta kembali berputar menghadap ke layar hitam transparant dan perjalanan kereta siap dimulai. 

Kereta berjalan pelan di atas rel menjelajahi area taman outdoor melewati display robot - robot dinosaurus dari ke 4 zaman seperti yang dipertontonkan di pertunjukan film.
Display robot - robot dinosaurus bergerak dan mengeluarkan suara ..., serasa betulan berada di kehidupan alam nyata dinosaurus.
Di atas gerbong kereta ini kulihat tak satupun  penumpang terlihat duduk diam menonton pemandangan secara langsung, tapi semua penumpang sibuk memegang ponsel, merekam pemandangan kerennya.

Sekeluar dari area wahana gerbong kereta, pengunjung secara tak langsung kembali diarahkan memasuki zona - zona outdoor dan zona indoor berikutnya ditempuh dengan alternatif berjalan kaki atau menyewa skuter mini. 
Zona berikutnya menuju zona jembatan Akar dan sungai dibawahnya terdapat beberapa patung dinosaurus yang hidup di perairan dan ada satu patung dinosaurus jenis Brachiosaurus yang berbadan sangat besar dan tubuhnya menjulang sangat tinggi.
Pada masanya, Brachiosaurus memiliki tinggi 14 meter dan memiliki bobot 80 ton. Wow, banget ya ... !.


Trip Of Mine
Brachiosaurus.
Tingginya ..., wow banget !
Mulai dari jembatan Akar ini, tujuan area outdoor berikutnya dibagi menjadi menjadi 2 arah zona, ke arah kanan menuju ke zona The Rimba hutan dinosaurus dan ke arah kiri menuju ke zona Egypt.

Spot menarik di The Rimba

Aku memutuskan memasuki zona The Rimba terlebih dahulu, sebelum memasuki zona Egypt.
Di dalam zona The Rimba ini terdapat zona outdoor dan zona indoor Ice Age.


Trip Of Mine
Ayoook ...., lari !
Zona outdoor the Rimba area tamannya dibuat jalan setapak melingkar dan di sepanjang area berdiri sejumlah patung replika dinosaurus dan beberapa dinosaurus diantaranya dilengkapi dengan pelana sebagai dinosaurus tunggang.


" Eits, tapi patung replika dinosaurus hanya sebatas untuk property berfoto, ya. Replika dinosaurusnya ngga berjalan beneran, hanya diam ditempat. Dan replika dinosaurus ini bukanlah robot, tapi patung dengan dilapisi kulit seperti tekstur kulit asli makhluk hidup "
Di tengah area taman berdekatan dengan patung replika dinosaurus untuk berfoto, terdapat robot replika beberapa bayi dinosaurus dan telur dinosaurus yang menetas.

" Lucu loh, bayi dinosaurus terlihat naik turun di dalam cangkang telurnya dan bayi - bayi dinosaurus aktif bergerak seakan ikut menjaga adik - adiknya yang masih berada di dalam cangkang telur "

Trip Of Mine
Bayi - bayi dan telur dinosaurus ini bergerak naik turun, lucu
Tak jauh dari area dinosaurus tunggang berpelana, selanjutnya aku memasuki zona Ice Age. 


Trip Of Mine
Display interiornya seakan nyata berada di zaman Ice Age
Area outdoor dan indoornya ditata sangat menarik, didominasi warna biru putih. Area outdoor dihiasi pagar tinggi berhiaskan tumpukan bilahan es berbentuk runcing dan area indoor berisikan sejumlah robot replika hewan - hewan purba seperti : mamoth gajah purba raksasa berbulu hitam pekat, sejenis rusa berukuran raksasa, penguin dengan ukuran lebih besar dibandingkan dengan ukuran badan penguin jaman modern dan masih banyak lagi hewan - hewan purba lainnya.


Trip Of Mine
Penguinnya cakep, ya ...
Suhu temperature di dalam ruangan indoor dibuat terasa lebih dingin, seakan berada di jaman es purba.

Masih di zona The Rimba, ada wahana gratis 3D Aquarium yang wajib kumasuki areanya.


Trip Of Mine
3D Cinema
Memasuki areanya yang gelap gulita, hanya terlihat lampu berwana warni kontras berbentuk aneka tumbuhan laut dan beberapa televisi layar flat berukuran cukup besar mempertontonkan hewan air purba, aku dipinjami kacamata khusus oleh petugas dan setelah kacamata dikenakan, tampak hewan - hewan air purba terlihat realistis seakan benar - benar keluar dari aquarium.

Zona Egypt, instagenic !

Bangunan istana di zona Egypt yang letaknya bersebelahan dengan gapura zona The Rimba ini terlihat dibuat dengan sangat detil, tampilannya menyerupai bangunan depan istana asli.
Beberapa patung dinosaurus berukuran melebihi tinggi orang dewasa berada di pelataran halaman istana, masing - masing patung dinosaurus ditunggangi patung tokoh - tokoh heroik bangsa Egypt.
Kuperhatikan beberapa patung tokoh heroik wanita berpenampilan pakaian menyerupai kostum tokoh wanita perkasa Xena, lengkap dengan busur panahnya.


Trip Of Mine
Bangunan istana Egypt, keren !
Bangunan depan istana dibuat berundak disertai dengan pilar - pilar berukuran raksasa dan dikombinasi cat dengan sempurna, seakan nyata berada di jaman kejayaan kerajaan bangsa Egypt.


Trip Of Mine
Setting lorong seperti di lorong pasar traditional Marocco
Keseluruhan zona Egypt dibuat dengan setting ala Marrocco, dilengkapi lorong - lorong pasar traditional dan beberapa kios difungsikan sebagai kios makanan dan minuman, kios souvenir juga terdapat bangunan tinggi menyerupai sebuah piramida yang difungsikan sebagai penyewaan kostum Timur Tengah.
Ada satu spot di zona Egypt yang sangat aku sukai, berupa patung dinosaurus berukuran sebesar hewan badak, memakai kalung hijau yang dihiasi deretan lonceng kecil melingkari lehernya.


Trip Of Mine
Spot instagenic, dinosaurus mengangkut gulungan karpet

Uniknya, semua patung - patung replika dinosaurus di zona Egypt ini digambarkan sebagai sarana transportasi aktivitas harian manusia sebagai dinosaurus tunggang dan dinosaurus pengangkut barang.
Spot dinosaurus pengangkut barang yang kusukai ini mengangkut beberapa gulungan karpet di kanan dan kiri badannya, seolah sedang bertugas mengangkut property dari toko karpet pemiliknya.
Sisa karpet - karpet yang seolah siap dijual digelantungkan di teras kios.
Betul - betul spot berfoto instagenic.
Dan tak tanggung - tanggung untuk memperkuat kesan nuansa berada di Egypt, 2 ekor unta betulan berwarna putih ditempatkan di satu kandang berada di dekat salah satu kafe.

Di zona Egypt terdapat wahana permainan gratis yang dapat digunakan berulangkali sepuasnya, wahana permainan boom - boom car dan wahana perahu ayun yang sanggup memuat beberapa pengunjung sekaligus. Tubuh berasa diayun maju mundur di ketinggian saat menaikinya. 


Trip Of Mine
Spot perahu ayun, salah satu spot gratis yang berada di Dino Park
Letaknya bersisian dengan kolam yang dihiasi beberapa patung dinosaurus yang lagi - lagi sebagai dinosaurus pengangkut barang membantu kegiatan manusia. Tampak patung dinosaurus kali ini divisualisasikan sedang mengangkut 2 keranjang penuh buah blewah di kiri kanan badannya.
Akh, coba ya ..., seandainya punya dinosaurus beneran seperti itu. Pasti, kemana - mana aku bakalan naik dinosaurus ..., he he he.

Tak jauh dari zona Egypt yang instagenic, terdapat 2 wahana permainan yang juga tanpa dipungut beaya tambahan, wahana Istana Boneka dan wahana Dino Action Naga Cloning.
" Kesemua wahana permainan gratisnya, semua kunikmatin. Sayang juga, kan udah datang jauh - jauh berlibur tapi tak menjajal semua wahana permainannya "
Wahana Istana Boneka, sebenarnya lebih difokuskan untuk sarana hiburan anak - anak, tapi orang dewasapun tak ada larangan untuk memasukinya.


Trip Of Mine
Tata lampu warna - warni wahana outdoor Istana Boneka

Dengan menaiki perahu yang memuat 8 orang memasuki ruangan gelap dan menyaksikan panggung boneka - boneka imut, dilengkapi tata cahaya lampu berwarna - warni. Kulihat ada sekumpulan boneka robot putih tokoh Star Wars berukuran kecil berjalan hilir mudik di atas papannya.

" ha ha ha ..., aku jadi teringat masa kecilku, deh selama berada di dalam area Istana Boneka ini "

Sekeluar dari wahana Istana Boneka yang sempat bikin aku cekikikan geli berada di dalam sana, kulangkahkan arahku menuju ke bangunan wahana Dino Action Naga Cloning yang terkesan seperti sebuah kapal raksasa juga mirip menyerupai sebuah bangunan pusat penelitian laboratorium eksperimen misterius.
Sebenarnya sebelum memasuki zona Wahana Dino Action Naga Cloning dan bersiap menumpangi kapal yang berjalan di atas air dan rel di dalam ruangan indoor, semua penumpang termasuk aku telah diperingatkan oleh petugas untuk tidak memegang handphone ataupun kamera.
Bukan larangan untuk mengabadikan gambar ruangan indoor, tapi untuk menghindari perangkat handphone atau kamera terjatuh terlempar ke dalam jalur air karena jalur rute rel kapal ternyata memang dibuat tidak rata, sesekali bergelombang untuk menimbulkan efek seolah betulan melaju di atas permukaan air.

Di dalam ruangan indoor gelap gulita dan permainan tata cahaya lampu apik, ruangannya penuh berisikan robot duplikat dinosaurus dan orang, laju kapal beberapakali berhenti. 
Laju kapal berhenti cukup lama berada di samping kanan dan kiri layar bioskop berukuran tinggi besar dan serunya ..., tayangan film di samping kanan dan kiri yang kutumpangi memutar adegan perkelahian 2 naga dinosaurus secara bergantian dan disertai sound effect menggelegar !.
Karena layar bioskopnya yang tinggi, untuk menontonnya perlu sesekali mendongakkan kepala.

Laju kapal mulai berjalan lagi, tak lama kemudian berhenti di pintu gerbang yang disetting menyerupai sebuah laboratorium dan di sebelah kanan mempertontonkan display seekor dinosaurus sedang menjalani rekayasa genetika. Bentuk kepalanya terbentuk menjadi 2 ..., terlihat menakutkan.
Kesempatan berhenti cukup lama, kugunakan untuk mengabadikan kapal dengan kameraku.
Bagus, bukan ?.


Trip Of Mine
Naga cloning
Selepas melalui area laboratorium yang penuh memajang display kesibukan para petugas laboratorium merekayasa genetika dinosaurus disertai tata suara riuh mengerikan lenguhan kesakitan dan amukan dinosaurus, laju kapal mulai mendaki dengan pelan sampai di puncak. 
Persekian detik kemudian, laju kapal meluncur sangat cepat dan ..., byuuuur !.
Cipratan airnya menciptakan cipratan cukup tinggi di sekitar juga mengenai pakaianku.
Setelahnya laju kapal melaju di permukaan air dan rel yang datar, lalu meluncur pelan dan berhenti di perhentian terakhir yang berdekatan dengan pintu awal memasuki ruangan indoor Dino Action Naga Cloning.

Liburan di destinasi wisata kekinian Dino Park yang berada di dalam area Dino Mall Jatim Park 3 ini sangat berkesan buatku. 
Tak hanya bersenang - senang menikmati wahana permainan seru, memasuki zona - zona yang ada, tapi juga mengenal beragam nama dan jenis dinosaurus yang pernah hidup di dunia.

Lokasi :
Dino Mall Dino Park Jawa Timur Park 3

Tiket :
• Dino Park Rp. 100. 000 ,_
• Museum Musik Dunia Rp. 50. 000 ,_
• Masing - masing zona berbayar menetapkan tarif berbeda
• Diskon 30% untuk semua zona, berlaku di hari Senin - Kamis.
• Harga normal di hari Jumat, Sabtu, Minggu dan hari libur nasional
[ Info harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]

Jam Operasional :
11. 00 - 18. 00  Senin - Kamis
11. 00 - 22. 00  Jumat - Minggu dan hari libur

Tips berlibur di Dino Mall dan Dino Park Jatim Park 3 :
• Menggunakan krim atau lotion tabir surya wajib diaplikasikan di wajah dan badan, mengingat destinasi wisata berada di area indoor dan outdoor
• Perhatikan jam operasional berbeda di weekend dan weekday