Tuesday, July 17, 2018

Nakula Sadewa ~ Sanggar Seni Pahat Instagenic

Sebagai anak yang terlahir dan tumbuh dibesarkan di Jawa - Tengah, juga sedari kecil sudah 'dibiasakan' mendengarkan alunan gamelan gending - gending Jawa dan rekaman percakapan dialog Wayang Orang yang diputar dari kaset tape recorder oleh kedua kakekku, dari keluarga mama dan papaku ..., kecintaanku pada dunia pewayangan terus tumbuh sampai sekarang ini. 
Aku masih ingat saat kecil dulu, setiap pagi kedua kakekku yang rumahnya hanya terpisah sejengkalan, sedikit berhadapan lokasi kedua rumahnya dan jika berkunjung hanya tinggal nyebrang jalan melangkahkan kaki ..., selalu setiap aku kecil main kesana pasti musik gamelan sedang diputar dengan suara kencang maksimal. 
Main ke rumah kakek nenek dari keluarga mama, dengerinnya gamelan Jawa ..., berada di rumah kakek nenek yang kami tinggali dari keluarga papapun juga iya. Sambil bermain, namanya juga bocah ... he he he ..., aku kecil sepintas lalu mendengarkan penjelasan kakekku yang selalu terlihat semangat berapi - api menceritakan lakon cerita tentang apa dan nama tokoh - tokoh wayang yang sedang didengarkan. 
Bahkan tak jarang, setiap di kota kami tinggali diadakan pagelaran live show Wayang Orang, aku kecil selalu diajak nonton pertunjukannya setiap hari dengan judul berbeda. 


Trip Of Mine
Deretan tokoh wayang Nakula Sadewa education park, Magelang.

Dan sedari kecil juga, aku memang selalu bersemangat diajak nonton pagelaran Wayang Orang ..., kuamati dengan terpana keindahan kostum tokoh para pemainnya dan gerakan - gerakan setiap tokoh karakternya. 
Aku masih ingat, kadang aku kecil hanya berdua bareng kakekku nonton pagelaran Wayang Orang, dari rumah diboncengin naik sepeda onthel, dan tak jarang juga kami rame - rame sekeluarga berangkat bareng berjalan kaki ke lokasi pertunjukan Wayang Orang.
Sayangnya, sekarang ini acara pagelaran live show Wayang Orang sudah tak ada lagi ..., kegiatannya menghilang sejak aku duduk di bangku sekolah lanjutan pertama. Sangat disayangkan !.

Meski sekarang tak ada lagi pertunjukan seni Wayang Orang diadakan dikotaku ..., sekalipun ada hanyalah pertunjukan seni Wayang Kulit yang diperagakan oleh seorang dalang dan acara itu hanya diadakan di pedesaan, bukan di tengah kota seperti dahulu dan kegiatannya belum tentu diadakan 1 tahun sekali ..., kini di Magelang, tepatnya berlokasi di jalan utama Jl. Raya Jogja - Magelang, Batikan, Pabelan ada satu destinasi wisata baru menggunakan nama tokoh wayang yang merupakan salah satu anggota keluarga Pandawa, Nakula Sadewa.


Trip Of Mine
Halaman depan Nakula Sadewa education park

Nakula Sadewa merupakan salah satu tokoh utama dalam cerita Mahabharata dan keduanya adalah sosok kembar, namun tak kembar identik alias memiliki wajah yang tak serupa. Digambarkan sosok Nakula memiliki wajah lebih tampan daripada sosok Sadewa. 
Meski sosok Sadewa tidaklah setampan Nakula .., seperti kata pepatah yang menyebutkan setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan masing - masing ..., Sadewa memiliki kecerdasan lebih tinggi daripada Nakula.


" Eiiits, ini dari tadi bukannya cerita tentang pengalaman berlibur ..., kok malah cerita tentang wayang dan tokoh - tokohnya, ya ?. Ha ha ha !"

Karena nama destinasi wisatanya menggunakan nama tokoh wayang itulah yang membuatku segera mengatur jadwal berlibur ke lokasi di hari off  kerjaku.
Penasaran ..., karena ingin menuntaskan keingintahuanku ' kira - kira ada apa sajakah disana ? '.

Nakula Sadewa education park merupakan lokasi wisata umum berupa sanggar yang didasari edukasi atau pengetahuan tentang seni kerajinan, khususnya seni pahat. 
Didirikan oleh seniman dan pengrajin asal pulau Dewata, Bali yang telah lama menetap di Magelang, Nyoman Alif Mustofa.


Trip Of Mine
Zona tokoh - tokoh pahlawan

Diareanya seluas sekitar 4 hektare, tak hanya terpajang ratusan karya seni pahat artistik hasil karya Nyoman Alif Mustofa dan team kreatornya, tapi areanya juga dilengkapi kafe, 2 kolam renang dan kebun binatang mini sebagai sarana liburan keluarga. Burung merpati, monyet, iguana, burung elang dan beberapa ular phyton berukuran besar berada di sangkarnya masing - masing.  


Trip Of Mine
Area taman berbatasan dengan area workshop

Juga terdapat area workshop, tempat para pengrajin seni membuat beragam bentuk patung yang dapat kita lihat proses pembuatannya dari dekat.



Trip Of Mine
Area workshop, disini kita bisa melihat dari dekat kreator mengerjakan proses pembuatan patung dari dekat.


Jika pengunjung berkeinginan membuat sebuah proses pembuatan benda seni atau artwork menggunakan cetakan aluminium khusus berbentuk beragam pilihan dan diarahkan langsung dari para kreator, disana tersedia paket minat khusus dengan harga Rp. 75. 000,_ , tentunya hasil karya kita dapat dibawa pulang sebagai kenang - kenangan pernah berlibur di sanggar yang memajang sejumlah replika bangunan - bangunan ternama di beberapa negara, seperti : patung Liberty dan pagoda Angkor Wat, juga memajang replika bangunan sejumlah proyek yang pernah ditangani oleh si pemilik sanggar, Nyoman Alif Mustofa beserta kru di sejumlah kota di Indonesia dan di beberapa negara.



Trip Of Mine


Trip Of Mine


Trip Of Mine


Trip Of Mine

Diantaranya proyek yang pernah ditangani :


▪ Pairi Daiza Brugellette, Belgium
▪ Chua Bai Dinh Temple, Hanoi, Vietnam
▪ Minimundus Austria dan Munich, Jerman
▪ Water Fountain Grand Kemala Lagoon
▪ Patung Lembuswana Jakarta Convention Centre
▪ Bandara Ngurah Rai, Bali
▪ Kamandalu Resort and Spa
▪ Grand Bali Beach Hotels
▪ Vihara Lembang, Bandung
▪ Gate Vihara Mendut
▪ Monumen pahlawan : Slamet Riyadi di Solo, Tjokorda Agung Trisna di Bali, Nicolau Lobato di Timur Leste, Tjokorda Mantuk Ring Rana di Bali


Trip Of Mine


Trip Of Mine

Uniknya, salah satu replika bangunan yang dinamakan Gate Vihara Mendut itu aku amati dan ingat - ingat pernah kulihat dimana keberadaannya ..., tak lama kemudian setelahnya aku baru teringat kalau bangunan itu berada di komplek taman Buddhist Monastery yang lokasinya berada di samping candi Mendut dan pernah kudatangi berlibur disana beberapa bulan sebelumnya.
Namun, nama bangunan uniknya di komplek taman Buddhist Monastery itu bukanlah bernama Gate Vihara Mendut, tapi dinamakan dan diresmikan memakai nama Gapura Hening Karta.
Bentuk bangunan gapuranya memanglah sangat artistik, berupa candi dan keempat sisinya bisa dilalui untuk bertemu berada ditengah ..., sangat keren untuk lokasi berfoto.


Trip Of Mine

Dan ada satu spot pahatan patung yang pasti membuat siapapun pengunjung ingin berfoto didekatnya, berupa rangkaian kereta kuda milik tokoh wayang Kresna.


Trip Of Mine
Replika kereta kuda Kresno Duto alun - alun Purworejo

Keseluruhan badan kereta dicat beraneka warna kontras dan keenam badan kudanya dicat motif batik modern berupa paduan bebungaan, sulur daun dan garis.


" aku jadi membayangkan ..., seandainya kuda betulan penarik andong dilengkapi kostum seperti itu, keren juga untuk menarik minat wisatawan, ya ..., he he he ".

Tentu, sebagai penyuka tokoh wayang aku tak ketinggalan berfoto di spot deretan wayang dan gunungan yang berada ditengahnya.
Spot deretan wayang terletak di salah satu sudut berada ditengah area dan terkesan seperti the main point, mewakili nama sanggarnya yang menggunakan nama tokoh wayang, Nakula Sadewa.

Lokasi : 
Nakula Sadewa education park
Jl. Raya Jogja - Magelang, Tangkilan, Pabelan, Mungkid, Magelang

Tiket : 
▪ Masuk Area Rp. 20. 000,_ 
▪ Berenang Rp. 20. 000,_
▪ Minat Khusus Rp. 75. 000,_
[ info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]

Jam operasional : 
09. 00 - 17. 00





167 comments:

  1. Jadi inget dulu waktu masih kuliah suka dengerin wayang dan juga baca2 cerita Ramayana dan Mahanarata, seru deh...

    Wisata seni dan budaya seperti Nakula Sadewa pastinya menarik utk dikunjungi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok flashback liburan ke lokasi wisata nama wayang yok, mas Aris ... mengenang masa lalu pernah dengerin cerita-cerita wayang masa kuliah dulu.

      Delete
    2. tempat wisata yang asyik mas

      Delete
    3. Tempat ini gak asing bagiku, hanya saja belum mengunjunginya langsung kesana..he

      Delete
    4. @ Obat Sakit =

      Yups, mas Tomo ...
      Ngga cuman buat plesiran, tapi juga berkesempatan mengamati para kreator seniman beraksi membuat patung ☺

      @ Andi Nugraha =

      Naah ... berarti mas Andy hafal lokasinya nih 😁
      Mudah dicari lokasinya kok ya,mas ... tepat di pinggir jalan raya utama.

      Delete
    5. Mendengat Nama Nakula dan Sadewa sepintas langsung inget film kolosal seri Mahabarata mas,

      tetapi Nama Nakula dan Sadewa buka film melainkan cerita jalan jalannya Mas Admin....baru baca judulnya doang, sudah pasti seruuu bak instagramer

      Delete
    6. Jl. Raya Jogja - Magelang, Tangkilan, Pabelan, Mungkid, Magelang ini dekat dengan Muntilan Mas ya......

      Delete
    7. masak saya jawap komen saya sendiri

      Delete
    8. Wuakakakakaakakaa 😂 !!
      Tuuh kan kalo mas triknews komen selalu bikin aku ngakak bacanya ...
      ' komen sendiri dijawab sendiri '
      Ngga apa-apa sih begitu, mas 😁
      Itung-itung ngungkapin tanya jawab dalam hati 😅

      Mas Asnaji pinter deh, tau pasti kalo Pabelan itu udah dekat Muntilan 😉 ...
      Yang banyak kios-kios kerajinan seni pahatan itu,mas.

      Delete
  2. Mas Himawan maaf tidak menggurui hanya sekedar masukan saja (Menurut saya). Akan jauh lebih baik jika objek wisata yang disajikan sebagus ini unsur historinya diperkuat. Maksud saya biar orang di luar Jawa juga tahu sedikit tentang wayang dan mengapa disebut wayang. Memang sudah disinggung tapi menurut saya agak kurang atau saya yang lebay kali. Maafkan daku kang mas, tapi yang pasti ini baik agar moderenisasi tidak mengikis budaya nusantara. Mas ga takut suatu saat belajar tentang batik di Belanda,atau mau belajar tentang Bahasa Indonesia dari penutur asing. Gejalanya tengok saja mas Ondel-ondel jadi sarana mengamen, so yang seperti ini harus dijaga dan dirawat. Nice post...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih masukannya,mas Martin.
      Untuk artikel selanjutnya tentang lokasi yang lebih spesifik [museum wayang misalnya] akan kusertakan lebih lengkap tentang sejarah wayang.
      Di artikel ini cuma sekilas kuceritakan tentang wayang, ngga komplit karena lokasi sanggar ini bukan mengutamakan tentang wayang, tapi karya seni pahatan.

      Benar kata mas Martin, sangat disayangkan jika adat kebudayaan tidak digalakkan kembali.
      Hanya tersisihkan diantara gempuran kebudayaan pop kekinian.

      Sudah sepantasnya kita ikut gencar mempromosikan kebudayaan negara kita kembali dicintai warga dan bisa lebih mendunia.

      Delete
    2. Oh matur nuhun mas atas penjelasannya. Ditunggu postingan berikutnya. salam hangat selalu mas...

      Delete
    3. Sami-sami, mas Martin.
      Eitss, kok ... mas Martin bisa bahasa Jawa ya ?.
      Pak guru satu ini, ternyata fasih bahasa lain daerah juga ...
      Keren 👍

      Salam hangat kembali dari saya, mas Martin.

      Delete
  3. Eh ini letak pastinya dimana Mas ?, Keren banget ya tempatnya, artsy banget hehehhe. Sering Ada workshop juga gak sih disana ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lokasi tepat berada di pinggir jalan utama jalur Yogya - Magelang, mas Didy.

      Jika mas Didy datang dari arah Yogya, lokasinya berada di sebelah kiri jalan dan sebelum berbelok ke gapura besar kawasan wisata candi Borobudur.

      Patokan termudahnya, lokasi ini berada di deretan kios-kios para pengrajin pahatan yang banyak terdapat di sepanjang jalan.

      Workshop diadakan setiap hari,mas.
      Dan didalam areanya kita bisa lihat para kreator sedang menggarap patung-patung.
      Unik loh lihat pengerjaannya, mas 😁 ...
      Atu mau nyoba ikutan bikin pahatan ? ... hehehe

      Delete
  4. Baru tahu ada destinasi ini. Keren pisan ya mas e, ada senyum bercampur budaya juga .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan lokasi wisata sanggar ini baru diresmikan 2 Juli kemarin, Idris.

      Unik dan keren areanya.
      Sepertinya memang dirancang sedemikian rupa untuk kunjungan para turis mancanegara karena berada di daerah dekat candi Borobudur yang ramai di kunjungi turis dari berbagai negara.
      Para turis mancanegara sangat menyukai karya artistik seperti ini.

      Delete
  5. Keren banget tempatnya kak wisata budaya dikemas macam tempat wisata jaman now, pasti betah ini kalo main kesana 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul, kak Larasati ...
      Areanya yang asri dan banyak banget koleksi patungnya untuk diamati juga buat foto-foto dan jumlah kerajinan tangan lainnya di ruang tunggu pertama, bikin betah berlama-lama disana 😁
      Ngga kerasa waktu, tau-tau udah hitungan jam.

      Delete
  6. Asik kak himawant jalan2 lagi nih ke naula sadewa seni pahat,, pengen sih menurutku bayar 75 rb dengan membawa oleh2 kesenian rasanya cukup murah, karena emang harganya segituan, mengingat biasanya dikerjakan handmade ya kak.. wah vihara lembang juga satu project dengan ini yaa,, pantesan bagus viharanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, kak Vika
      Paket harga minat khusus artwork dengan dibimbing ahlinya dan hasilnya boleh dibawa pulang ... terbilang terjangkau.
      Aku juga pernah lihat di salah satu studio seni juga menetapkan harga di kisaran segitu,kak.

      Wah keren ... kak Vika udah pernah travelling ke vihara Lembang 👍
      Aku cuma baru lihat bentuknya dari foto saja .. hehehe

      Delete
    2. iya kak himawant, murah menurutku,, apalagi ilmunya bisa kita share juga yaaa.. hahaha keren ka himawant, aku malah belum pernah ke nakula sadewa kan .. ngiler pengen tapi jauh nih hihihi

      Delete
    3. Kalo gitu kebalikannya ya, kak 😁
      Aku belum kesampaian ke vihara Lembang dan kak Vika belum kesampaian ke Nakula Sadewa 😅

      Kita saling doakan ya agar kita masing-masing terlaksana travelling ke lokasi yang belum kita datengin.

      Delete
    4. amin ya robbal alamin kak himawat,, kabar2in aja kalau mau ke vihara lembang,, ntar saya jadi penerima tamunya, begitupuns ebaliknya kalau aku kesana kakak himawant jadi penerima tamu ya hehehee.. ayo ditungu update artikel selanjutnya

      Delete
    5. Beneran nih kak Vika jadi penerima tamu kedatanganku kelak ke vihara Lembang ?.
      Waaah, bakalan seru ya ..., kita bisa saling ketemu dan travelling bareng-bareng 😁
      I hope will be come true, kaaak ..

      Absolutely, pasti aku jadi penerima tamu saat kak Vika dateng liburan ke Magelang.
      Kutemenin jalan-jalan ke sejumlah lokasi wisata sekitaran candi Borobudur 👌

      Delete
  7. Wah.. kompleksnya bagus banget itu.. kan aku jadi pengen liburan juga ke Nakula Sadewa Sanggar Seni.. Konsepnya menarik dan mengandung unsur seni dan budaya kita. Mantaapp oeey

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yok kapan ada waktu liburan ke lokasi ini, kak Eri ☺
      Sependapat dengan kak Eri, konsepnya menarik, mengedepankan seni budaya negeri kita.
      Dilengkapi pula mini zoo buat ngenalin ke anak-anak.

      Ularnya gede- gedeee loh ... hahahaha 😂 .. aku sampai begidik ngelihatnya.

      Delete
  8. Ooooh ternyata Nakula itu lebih pintar ya daripada Sadewa :) Ini tempatnya artistik banget ya. Kalau ke sini anak2ku pasti minat banget pengen ikutan artwork nya, cuma bayar 75rb bisa bikin2an begini, keren! Ada 2 kolam renang ya? Terjangkau juga 20rb aja. HTM nya juga 20rb. Asik nih. Btw nama Nyoman Alif Mustofa ini perpaduan Bali dan muslim ya. Apakah beliau Islam? Hhhmm.... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kak Nurul sosok Nakula lebih pintar dari Sadewa.
      Meski kembar, tapi tak sana wajah.
      Aku pinter soal wayang ya ... xixixi 😁

      Lokasi ini dimasukin daftar liburan kak Nurul selanjutnya,ya.. ☺
      Sayangnya saat kemarin kak Nurul dan keluarga liburan kemarin ke Yogya ... lokasi wisata baru di Magelang ini belum opening,ya
      Kalo udah dibuka kan bisa mampir ke lokasi ini sekalian.
      Anak-anak bisa renang dan bikin artwork juga ☺

      Xixixi .. aku kebetulan ngga tanya kepercayaannya apa beliau,kak 😁

      Delete
  9. Sanggar edukasi seni ini seharusnya viral; bahkan harus lebih banyak lagi dibangun. Apalagi kompleksnya dilengkapi dengan kafe dan kebun binatang mini seperti itu, kan bikin betah orang yang datang. Kalau ada penginapan ala live in juga lebih keren lagi hihihi.

    Pos ini bikin saya teringat sama Sanggar Tari Topeng Mimi Rasihan dan Saung Angklung Mang Udjo. Kalau di Saung angklung itu juga komplit; selain ada pertunjukan angklung dimana penonton/pengunjung juga diajak bermain, ada toko cinderamatanya juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat, kak Tuteh 👍
      Lokasi ini semestinya jadi viral.
      Areanya ngga sekedar memajang karya-karya artistik tapi pengunjung juga diedukasi melalui guide [ tiket masuk sudah termasuk guide ].

      Saran kak Tuteh semoga diterapkan oleh pengelola disana : ada live in atau pertunjukan [ tari, gamelan, dll ] ... pasti tambah ramai didatangi wisatawan.

      Iya,kak .. Saung Mang Udjo itu populer banget ya. Idenya patut diacungi jempol 👍

      Delete
  10. Replies
    1. Iya, koh Deddy ☺
      Semoga jadi lokasi liburan koh Deddy selanjutnya.

      Delete
  11. Wah, menarik banget
    Karya-karya seninya bagus semuaa, artistik

    Btw namanya mengingatkan saya pada nama si kembar anak seleb yang dulu jadi bintang sinetron itu ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak seleb siapa ya, mas Aul ?.
      Xixixi 😁 ... maklum aku ngga tau banyak tentang seleb.

      Yok main kesini, mas Aul ☺
      Mumpung lagi liburan kuliah ya ?

      Delete
  12. Pahatannya bagus bagus...
    Dulu aku hobi banget bikin patung... karena alasan tertentu akhirnya aku hobinya design ajah...
    Keren!....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah ... keren itu bakat mas Adhi 👍
      Diasah terus,mas agar makin terampil.

      Suatu saat kalau mas Adhi kesampaian berlibur ke lokasi ini, bisa lihat dari dekat para kreator menggarap pahatan dan ikut memahat juga.

      Delete
  13. Orang bali memang banyak yang memiliki bakat seni pahat alias pematung.... dari bakat dan hobi bisa jadi usaha objek wisata keren dah. Ngomong2 tentang wayang disetiap daerah punya masing2 tokoh wayang sendiri-sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren ya mas bakat dan hasil kreativitas mereka 👍
      Betul, orang Bali memiliki seni tinggi dan artistik ...
      Lihat saja Pura di Bali penuh ukiran detil dan banyak bangunan disana digarap dengan sentuhan seni ..., keren banget.

      Betul, setiap daerah punya wayang versi masing-masing.
      Dan itu semua wajib dilestarikan dan kita ikut aktif memperkenalkan ke generasi muda agar tak tergerus kesenian baru.

      Delete
  14. Tempat perwayangan namun cukup menarik yaa!! Mas..Tak ubahnya seperti tempat wisata...Jadi meski kurang paham dunia perwayangan tempat ini tetap menarik untuk dikunjungi...😄😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lokasi ini ngga khusus tokoh pewayangan kok, mas Satria.
      Tapi pahatan-pahatan beragam bentuk artistik dan kece buat foto-foto nambah feeds instagram 😁

      Delete
  15. mereka yang suka berimiginasi boleh datang ke sini... p/s mas nanti besarkan saiz gambar ya... tak puas tengok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baik,kak Anies terimakasih banyak sarannya ya ⚘

      Iya,kak lokasi ini pas banget untuk berimajinasi dengan koleksi yang ada 😁

      Delete
  16. Waa 4 Hektar, pantesan sampai ada kebun binatang mini, kolam renang, dan cafenya. Mas, kalau mau ikut artwork apa harus ada booking atau konfirmasi terlebih dahulu? terus jamnya sehari sekali aja ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Luas ya areanya,kak .. 4 hektar dijejali patung-patung kreatif karya team Nakula Sadewa dan dilengkapi pula fasilitas lainnya.
      Mantaap ..

      Kegiatan artwork tanpa konfirmasi dulu. Langsung melalui pembelian tiket paket minat khusus, nanti akan didampingi petugas dan ahlinya untuk pengerjaan artwork,kak.
      Jamnya bebas kapan saja ☺

      Delete
  17. Lagi tiap posting pasti bikin sedih, gk bisa jalan jalan kek Mz himawan 😭😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan sedih ya,kak Risna.
      Lihat foto-foto lokasi udah terhibur juga kan ?.
      Ayoook semangat kak Risnaaa ☺

      Delete
    2. semangat semangat semoga suatu saat bisa nulis artikel traveling juga xixixi kanpai buat mz himawan

      Delete
  18. Sebagai orang asli Jambi saya agak asing sih sama wayang, tapi pernah nonton di TV. Salut dengan kayanya budaya Indonesia :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga sekilas tentang wayang di artikel ini dapat mengenalkan sosok tokoh wayang ya,kak.
      Bisa dikatakan hebat keberagaman budaya Indonesia yang sangat banyak 👍

      Delete
  19. Carilah Agen Poker & Domino99 Online Yang Bisa Dipercaya !!
    Sahabatkartu Adalah Situs Domino99 Online Terbaik
    Daftar Dan Dapatkan BONUS 0.5% DI Setiap Hari Senin
    W.A : +85581734028
    PIN BB : 2BCDBEE2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih infonya,kak.
      Barangkali ada pembaca yang juga berminat gabung.
      Sukses ya,kak.

      Delete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  21. Ya ampun mas, kok aku pengen ke sana ya. Kemarin ke acara borobudur international art and performance festival 2018, njuk galau meh main ke mana lagi.. Dududu

    ReplyDelete
    Replies
    1. ... dududu 🎵 ... #Nyanyi
      Ingat pulihkan kesehatanmu dulu, kak Ellaaa ... 🎵
      Xixixi

      Mantaap kemarinnya sempat nonton acara Borobudur International.
      Pasti meriah banget acaranya, yaa ...
      Sayangnya, aku ngga sempet nonton.
      Kak Ella siiiih ... ngga kirim kabar-kabar dulu mau kesana 😓
      Kalo kirim kabar, kan aku meluuu .. 😁

      Ntar kalo udah sehat, liburan ke lokasi ini,kak.

      Delete
  22. Cocok sependapat dengan komennya karakabu com, selain membawa nama baik indonesia. Juga akan membawa indonesia ke tingkat internasional.

    Semngat mas himawan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih supportnya, mas Wafa.
      Terus semangat juga ya,mas ..

      Betul apa kata mas Martin admin Karakabu com ..., dengan mengenalkan kebudayaan Indonesia di internet akan lebih dikenal seluruh mancanegara.
      Yok, kita semua ikut berpartisipasi memperkenalkan seni kebudayaan yang dimiliki Indonesia.

      Delete
  23. wah di tempat seluas ini jalan keliling saja sudaholahraga luar biasa apalagi kalau di tambah berenang lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe betuul 😁 ... ibaratnya, travelling sekaligus olahraga di satu tempat ya,mas Kadir.

      Delete
  24. Nakula Sadewa nama tokoh pewangan yang banyak disenangi oleh orang Jawa
    bisa lihat pemahatan patung dari dekat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,mas Awan 👌
      Mas Awan pasti paham betul tentang dunia pewayangan, artikelnya banyak mengulas tentang tokoh-tokoh wayang dan karakternya.
      Kita semua jadi nambah ilmu da wawasan.
      Terus mengulas tentang dunia wayang ya, mas ...
      Good job 👍

      Yups, di lokasi ini kita bisa melihat aktivitas seniman dari dekat.
      Bagus buat edukasi, mas..

      Delete
  25. Menarik nih, patut terus di kembangkan budaya daerah sebagai bukti kecintaan kita sebagai orang Indonesia yang mencintai budayanya. Good luck. Buat Mas Himawan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, mas Warman.
      Good luck juga buat mas Warman, ya.

      Sependapat, adat dan seni kebudayaan Indonesia wajib terus digencarkan promosinya dan dilestarikan 👍

      Delete
  26. komplek sanggar seniman itu memang artistik ya. bikin betah :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, kak Farida ...
      Ngga terasa waktu berlama-lama disana mengamati karya-karya seniman ditambah lihat kebun binatang mini dan berenang disana 😁

      Delete
  27. Kayak di Bali ya, banyak patung-patung, tapi bagus sih, ada edu artnya juga. Keren. hehehe.
    Saya selalu bingung kalau ngobrolin tentang wayang soalnya semua wajah wayang seperti sama, gak bisa dibedakan. Apalagi seperti kembar Nakula Sadewa, tambah susah menghafalnya.
    Coba ada musium yang khusus wayang, saya pasti terbantu untuk belajar wayang, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener,kak nuansanya kayak di Bali.
      Terutama ada sejumlah patung tokoh Bali, gapura dan ada relief 3 wanita disalah satu dinding.
      Tapi fotonya ngga kusertain di artikel 😁

      Bingung ngafalin wajah-wajah tokoh wayang ya, kak Qudsi .. hehehe ..
      Iya,sih anatomi wajah tokoh wayang rada ada kemiripan satu sama lain.

      Mungkin kalo wajah wayang diganti wajah kita-kita, ngafalinnya jadi lebih cepat

      Aku mau jadi tokoh Arjuna, aaaakh ... 😅, ngga mau jadi tokoh Burisrowo ... wuakakaka !.
      Kalo kak Qudsi mau jadi tokoh siapa nih 😁 ?

      Delete
    2. Saya mau jadi dalangnya saja, biar lebih dikenal orang, hahaha. kalau wajah wayang diganti orang namanya sinetron bukan wayang lagi, eh..hihi.

      Itu relief wanita siapa ya? bukan saya kan, hehehe.

      Delete
    3. Hahahaaa ..., setuju aku itu, kak ... kak Qudsy jadi dalang wayangnya biar makin kondang namanya.
      Blogger keren + dalang keren = wow 👍

      Wuakakaaaa ..,
      relief ceweknya itu pakai busana kemben loh, kaak 😅
      Mana mungkin berani kan kak Qudsi jadi model meragain patung yang akan dipahat cuman pakai kemben ... ?.
      Hayooo ...

      Delete
    4. Aamiin, eh, hehehe.

      Berani saja sih asal yang mahat matanya ditutup pakai kain hitam plus ruangan dibuat gelap, hahaha.

      Delete
  28. Wah, keren banget! Pengin nyoba bikin artwork aluminiumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayook kak jadwalin liburan kesini,ya ...

      Cetakan aluminium artwork ikannya keren loh ... ,
      kemarin kuperhatiin bentuk ikannya selebar telapak tangan orang dewasa dan bentuknya melengkung seperti ikan sedang berenang.
      Detil sisik ikannya kelihatan nyata dan anatominya persis ikan beneran.

      Delete
  29. kalau ingat wayang ingat almh ibu yang suka banget cerita wayang dulu juga suka belain begadang demi liat wayang ahahaha klo masih ada pasti kuajak sini kang!makasi reviewnya jd tau tmpt keren begini 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya,kak Herva sama-sama.
      Aku juga terimakasih kak Herva udah berkunjung ke artikelku ini.

      Yang tabah ya,kak.
      Aku bisa membayangkan gimana kecintaannya ibunya kak Herva tentang kesenian wayang.
      Persis seperti kedua alm.kakekku.
      Ngga peduli siang, tengah malam dan hujan tetep saja mereka hayo aja nonton pertunjukan wayang.

      Semoga semangat mereka menginspirasi kita semua ☺

      Delete
  30. Dulu pernah baca komik wayang2 ini zaman msh sd. Kalo dlm bntuk komik gitu aku seneng bacanya krn jd lbh gampang di mengerti. Tp kalo dlm bntuk wayang, pusing :p. Mana sering pake bahasa jawa. Keren ni tempat wisatanya. Melihat patung2nya, aku tuh jd srg kagum ama pematung2. Bisaaaa ya mereka membuat bentuk2 yg mirip aslinya dengan bongkahan batu dan pahat gitu :o. Daya imajinasinya kuat banget. Ga kebayang aku yg bikin. Amburadul dijamin wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuakakakaka ... 😅
      Bentuknya amburadul,ngga karuan sampai ngga berbentuk lagi ya, kak Fannyyyy ... 🤣

      Sama dong kayak aku kalo gitu, kak 😁
      Misalkan begitu dapet tugas prakarya membuat pahatan batu berupa tokoh, bunga atau apapun ... hasilnya .... tradaaaaaaaa ... ajaib bin nggilani ... wuahahahahaa 🤣🤣 !

      Delete
  31. Kok kayaknya isi blog ini seneng seneng aja ya? wkwkw

    Coba bang, kupas resepnya..
    Yg saya tahu, kalo pagi ya pergi ke kantor. Siang istirahat, sore pulang bersih2 rapiin rumah, malam bobok.. Begitu saja, 5x24 jam.. Akhir pekan, taunya cuma gitaran... Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwkkkkwwkk 😅 ..
      Terkesannya senang-senang aja ya, mas Affan, padahal ...
      rutinitas harianku sama saja kayak rutinitas keseharian mas Affan.
      Berangkat kerja pagi, pulangnya malam ..., malah tempat kerjaku ini setiap harinya ngga kayak jam normal pada umumnya,10 jam perhari.

      Bedanya dengan rutinitas mas Affan ..., kalo mas Affan asik sibuk ngasah bakat main gitaran,kalo aku tiap hari libur sukanya kelayapan ke lokasi wisata 😁 ... pergi pagi pulang malam juga dan kadang ngga pulang rumah .. hehehe

      Delete
    2. itulah om.. kenapa ya saya lebih suka di rumah ketimbang kelayapan.. :D

      mungkinkah karena di Lombok kurang tantangan? hehe
      pilihan banyak tetapi rasanya terbatas.. naik motor paling top dari ujung barat ke timur 3 jam udah ketemu pantai ke pantai.. :D

      Delete
    3. Oh, mas Affan ini tinggalnya di Lombok ... wah, keren itu.
      Ada pantai-pantai cakep disana 👍
      Ayok coba diekplore semua pantainya, mas ...
      Sayang loh kalo ngga.

      Bisa jadi mas Affan ini anak rumahan , lebih nyaman duduk ngaso dirumah selepas kerja hehehe

      Delete
  32. Saya juga termasuk pecinta wayang, dan awal mulanya diperkenalkan oleh orang tua saya. Kemana ada wayang kulit, selama itu dekat rumah pasti saya menontonnya.
    sungguh kreatif banget itu sanggar nakula sadewa, mau terbuka diri dengan adanya distinasi pariwisata, jarang lo hal seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuih, masa kecil kita hampir mirip kalo gitu, mas ...
      Bedanya, mas Djangkaru diperkenalkan dunia pewayangan oleh ortu, kalo aku oleh kedua kakekku 😁

      O,iyakah mas ... jarang ditemui sanggar khususnya seni pahatan seperi ini dibuka untuk tujuan wisata ?.

      Aku pernah lihat sekilas para seniman sedang membuat patung di deretan kios seni di sekitar daerah Pabelan yang berdekatan dengan sanggar Nakula Sadewa ini, tapi itu duluuu, mas ... waktu aku kecil.
      Setelah aku dewasa ini kegiatan seniman membuat patung di halaman kios seni dipinggir jalan itu udah ngga pernah terlihat lagi.
      Tau-tau ada sanggar seni dijadikan lokasi wisata ini ..., penasaranku mengamati pembuatan patung masa kecilku dulu jadi terobati ☺

      Delete
  33. Sebagai orang jawa, tumbuh dan besar di Jawa Timur, saya suka sekali dengan cerita-cerita wayang. Dulu, salah satu buku cerita yang saya suka baca dan pinjam dari perustakaan sekolah adalah tetang pewayangan.

    Cerita wayang itu sarat dengan unsur pendidikan budi pekerti, kejahatan akan kalah dengan kebaikan, sifat kesatria, menjunjung tinggi sumpah atau janji, rasa hormat dan patuh pada mahaguru (guru) dan sebagainya.

    Tapi kalau dilihat dari screenshot, sanggar seninya tidak benar benar dominan tentang wayang meskipun namanya diambil dari tokoh wayang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kereeen .. ternyata mas Hindro suka wayang juga.
      Kukirain mas Hindro tuh bukan berasal dari Jawa-Timur, kukirain blasteran Jepang dan tinggal di Jakarta 😁

      Yups, betul mas koleksi patung-patung disini tak kesemuanya tokoh wayang.
      Ada beragam bentuk lainnya.

      Delete
    2. Hahahahaha, wajah kampungan begini darimana blasterannya.

      Delete
    3. Whooopsz .., ngga boleh bilang begitu,mas.
      Ayooo PeDe aja lagi, mas Hindroo .. 😁

      Delete
  34. Replies
    1. Yups, mas Iezel.
      Pahatannya keren ya buat berfoto.

      Delete
  35. Menarik, bagus nih buat ngajak anak belajar budaya sambil wisata, jarang lho wisata yg mengangkat sejarah,budaya, perwayangan yang mulai terlupa oleh zaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul,kak Evrina selain berwisata sekaligus mengenalkan budaya dan seni ke anak-anak, juga mengenalkan jenis beberapa koleksi hewan yang sehat terawat baik.

      Jangan kaget ya kalo kak Evrina suatu saat liburan ke lokasi ini lihat koleksi hewan ular phyton ..., ukuran tubuhnya besar-besar 😲 berwarna putih dan cokelat.

      Aku sempat begidik ngelihatnya 😅

      Delete
  36. Kadang terpikir bagaimana sih mengenalkan perwayangan ini kepada anak-anak. Bukan saja sebagai suatu pelajaran namun sebagai kesadaran bahwa ini adalah budaya kita juga.

    Masih ingat dulu, saya juga pernah menikmati pertunjukan wayang orang. Dahulu ketika wayang orang sering datang dari satu kota ke kota lain, dengan kru yang banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia, kak Nur ..., minimnya sarana fasilitas dan pertunjukan live show di kota juga buku cerita anak-anak tentang wayang tergeser popularitasnya oleh buku atau komik negara asing ..., kebudayaan kita jadi kurang banyak dikenali dan diminati anak-anak jaman sekarang.

      Kegiatan oertunjukan live show wayang orang dari satu kota ke kota lain seperti waktu kita kecil dulu ..., harus diadakan lagi.

      Meski sanggar ini tak keseluruhannya memajang pahatan tokoh wayang di areanya, penggunaan nama lokasi dengan tokoh nama wayang setidaknya cukup membantu mengingatkan kita semua kalau negara kita ini mempunyai seni budaya wayang.

      Delete
  37. Waah ternyata ada tempat belajar dan wisata baru lagi di Magelang ya? Soalnya tempo hari pas bulan Februari kok sepertinya belum ada, melihat penjelasan lokasinya dari mas.

    Boleh jadi tujuan ngelayap nih kalau seputaran Magelang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip, mas Yokhanan 👌 ...
      Satu lokasi wisata di Magelang ini jadi tujuan kelayapan selanjutnya 😁

      Lokasi ini baru saja diresmikan tanggal 2 Juli kemarin,mas.
      Masih gress.

      Delete
  38. pasti instagramable banget nih:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups,koleksi patung-patungnya keren buat foto-foto nambah feeds instagram ☺

      Delete
  39. wisata yang bagus
    harus tetap jaga keberssihan biar tetap indah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terbilang cukup komplit fasilitasnya dalam 1 area ya,mas..

      Semoga kebersihannya selalu dijaga oleh banyak petugas yang berjaga disana.
      Tiap zona yang ada, dijaga oleh petugas,mas.

      Area wisata 4 hektar ini terbagi dari zona : cafe, tokoh pahlawan, kolam renang, kebun binatang dan artwork.

      Delete
  40. Meski bukan orang Jawa, tapi saya suka wayang. Gatotkaca dan wayang golek.

    Keren patung kudanya.

    ReplyDelete
  41. Siip, kak 😁
    Aku ikut senang, kak Sitti ternyata juga menyukai seni budaya wayang dan wayang golek.
    Kenal tokoh gatotkaca si kawat baja pula ☺

    Yups, patung kudanya keren.
    Cakep buat spot foto - foto.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepok jidat dulu karena sok tahu. Ternyata Wayang itu dari Sunda. Tapi kan Sunda itu di pulau Jawa, jadi saya tidak salah sebut kan ya? Tapi kurang tepat aja (cari pembenaran), heheheh.

      Delete
    2. Wkkkwwwwwk .. tepok jidatnya jangan keras-keras ya,kak .. ntar benjol loh 😂

      Betul, Sunda bagian dari pulau Jawa.
      Jadi kak Sitti berasal dari Jawa pula 😁

      Delete
    3. Hahaha...

      Saya dari Sulawesi, Mas Himawan. Tapi di tempat saya banyak orang Jawa. Ada kecamatan Wonomulyo yang nama desanya nama Jawa semua. Ada Kuningan, Jombang, dll.

      Delete
  42. kalau ukiran dan seni pahat Jawa memang top bgt walaupun ada dari suku lain masing-masing memiliki keunikan tersendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mas.
      Salah satu bukti seni pahat Jawa memang top berada di candi Borobudur.
      Detil pahatan panel reliefnya sangat sempurna.

      Delete
  43. Tempat wisatanya kerenn, bs refreshing skligus mngenal budaya.Jadi pengen berkunjung,tapi jauhhh😓
    Mau dong ditmbah lg cerita sejarahnya, menarik tuh (maklum, awam soal wayang/bdya jawa)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar ya, kak Fatimah.
      Kudoakan kelak kak Fatimah dan keluarga kesampaian liburan ke lokasi ini dan lokasi wisata sekitaran candi Borobudur.

      Ntar ya kak kalo aku travelling ke museum wayang, kulengkapi artikelnya tentang wayang lebih lengkap ☺

      Delete
  44. Saya suka wayang mas tapi susah di Bekasi kalau mau nonton pertunjukan wayang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dikotapun juga iya, mas Dwi.
      Sangat jarang ada pertunjukan wayang orang.
      Sayang disayangkan, kegiatan pagelaran seni budaya seperti itu tidak diaktifkan lagi.

      Delete
  45. Wah... keren nih mas review jalan-jalannya. Lengkap dan yang penting membantu pengrajin lokal utk terus berkembang ^ ^

    www.nonahitampahit.co

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya, kak ⚘

      Namanya unik sekali, kak ..., Nona Hitam Pahit.

      Delete
  46. Wah luar Biasa mas, Mantap sekali. Dari artikel Nakula Sadewaini, saya jadi ingin liburan kesana.... Thanks deh mas. Salam hangat dari Blogger Sumatra.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya, mas Alek Sander ⚘.
      Juga terimakasih salam dari mas Alek di Sumatra, salam hangat juga dari saya di Jawa-Tengah.

      Semoga keinginan mas liburan ke sanggar satu ini terlaksana, Amin.
      Ikut kudoakan.

      Delete
  47. Kesenian dan kebudayaan mulai ditinggalkan orang-orang dan apabila udah di klaim sama negara lain baru ribut hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya begitulah yang terjadi di negara kita.
      Ngga mau ikut aktif melestarikan seni dan budaya negeri kita sendiri, begitu di klaim negara lain ..., pada koar-koar heboh ngga trima.
      Itu kan aneh namanya.

      Delete
  48. Toss! Masa kecil aku juga sering diajakin bapak liat wayang...tapi wayang kulit. Tp pas udah punya anak...aku puyeng klo anakku ada PR bahasa jawa yang bagian ngapalin nama wayang...susah... Habis istrinya pada banyak...

    Btw, aku malah baru ngeh, klo di magelang ada sanggar gitu. Ini yang deket jembatan pabelan itu..? Bagus ya, ada mini zoo nya segala

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss ✋✋ ..., masa kecil kita samaan dikenalkan dunia pewayangan oleh keluarga.
      Ayoook, kak Sulis semangat rajin lagi ngafalin tokoh-tokoh wayang 😁 ..., termasuk ngafalin koleksi nama-nama istrinya si tokoh wayang .. hehehe..

      Loh, kak Sulis kok tau di Pabelan ada jembatan ?.
      Kok Sulis tinggal di Jawa-Tengah jugakah ?.

      Betul, lokasinya di dekat jembatan itu,kak.
      Juga di dekat kios-kios pengrajin ketrampilan pahatan, seperti : alu,cobek,patung, dllnya.

      Delete
  49. Agustus besok mau ke Jogja sama kawan-kawan... apa usul mampir ke sini dulu aja yaaa.. hehe. Dari ulasan Mas Himawan (yang memang selalu komplit dan jos), sepertinya asyik nih NAKULA SADEWA.

    Sehat selalu Mas, dan bisa terus jalan-jalan dan berbagi cerita ke kita-kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, jadi malu saya dapat pujian seperti itu, mas 😊
      Saya masih newby dan harus banyak belajar lagi kok,mas Rifan 😁
      Terimakasih banyak pendapatnya dan doanya ya,mas ⚘

      Bagus itu usulnya ke teman-teman, mas ... barangkali teman-teman mas suka juga destinasi wisata berkonsep edukasi dan patung ini.

      Sebagai panduan, dari arah Semarang, lokasi ini berada di sebelah kanan jalan ya, mas.
      Lokasinya tepat di jalan raya utama dan tak jauh dari gapura gerbang besar kawasan wisata candi Borobudur.
      Patokan termudahnya berada di dekat deretan kios-kios pengrajin ketrampilan pahatan dan dekat dengan jembatan Pabelan.

      Delete
    2. Agustus September ini kami ada rencana Fieldtrip anak-anak SD. Sebelum kami survey ke sana, saya ingat tulisan ini, Mas. Menurut njenengan, kira-kira di sana cocok nggak mas, apakah ada fasilitas outbond, fun games, dll di sana mas? Kali aja bisa jadi alternatif kami fieldtrip.

      terima kasih, Mas.

      Delete
    3. Mas Rifan, menurutku acara fieltrip bisa dikoordinasikan sebelumnya sama pengelola disana, mas.
      Areanya yang luas memungkinkan diadakan kegiatan fieldtrip selain kegiatan artwork.

      Kalo mas Rifan berkeinginan mengetahui nomor telp lokasi ini, nanti malam sepulang kerja nomornya kukirim ke email mas Rifan.
      Nomor telp lokasinya yang tercantum di lembar tiket ada dirumah.

      Delete
    4. Siap mas. Makasih sebelumya yaa...

      Kami tunggu info kontaknya. Biar bisa cari info lebih lanjut sebelum benar-benar survey ke sana.

      Delete
    5. Nomor kontaknya ini, mas Rifan :
      +62 293 782064

      Maaf saya tulis disini karena saya cari kontak email mas Rifan ngga ketemu.

      Semoga bermanfaat ya,mas.

      Delete
    6. Sami-sami, mas Rifan.

      Salam sukses selalu juga untuk mas Rifan.
      Semangaaaat ya .. 👌

      Delete
  50. Buset karya nya udah go internasional yah. Patung grand kamala lagoon gue tau tuh, kebetulan di bekasi juga deket rumah. Hahaha. Itu kalo gue ikutan les pahat tar niat pahat bentuk orang malah jadinya dildo raksasa gara-gara ga jago. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuahahahaa .., jadi dildo 😂 ? karena ga jago memahat, niatannya memahat bentuk orang malah bikin bentuk auw auw .. auw 😅

      Asik tuh, mas .. rumah mas dekat dengan lokasi patung grand fountain komala lagoon.
      Cakep buat foto-foto.

      Yups, karya2 sanggar ini udah mendunia.
      Secara tak langsung, ikut mengangkat nama Indonesia di dunia.

      Delete
  51. tempat wisata dengan mengedepankan budaya wayang sepertinya menjadi pilihan terbaik saat liburan, terutama saat berkunjung di kota magelang yah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak Usweh, lokasi wisata berupa sanggar ini tak menghususkan pahatan wayang, tapi nama lokasinya menggunakan tokoh wayang.
      Secara ngga langsung, ikut memperkenalkan nama tokoh wayang ke publik.

      Masih di Magelang, ada 1 museum khusus wayang.
      Kapan-kapan aku bikin artikelnya,ya ...
      Siapa tau bisa referensi kak Uswah liburan disana.
      Tunggu ya, kak ☺

      Delete
  52. Weleh.. penataan lokasinya bagus banget mas..
    kolamnya biru...
    mantap..
    pasti pegal jalan-jalan keliling disana dengan areal yang luas ya..??
    hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe lumayan pegel, bli Eka 😁
      Apalagi di tiap zona berhenti lalu mengamati satu persatu bentuk patung.
      Untungnya banyak gazebo buat ngaso ... wwwkkkwk !

      Delete
  53. harga tiket terjangkau, ehhh ternyata ada kolam renangnya juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eiits, tapi itu harga promo untuk opening, kak Ainun.
      Entah nantinya akan naik jadi berapa harga tiketnya.

      Delete
  54. dulu perpustakaanku penuh dengan kisah wayang mas jadinya agak tahu honaman obong, mahabrata dan kisah gatotkoco di kawah candradimuka, tapi saya bingung kalau di Versi aslinya katotkaca itu siapa ya kalau di India atau hanya di Indonesia adanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah kereen itu, mas Kadir .. punya koleksi banyak dan lengkap buku-buku tentang wayang 👍

      Sepengetahuanku, tokoh Gatotkaca di versi India bernama Ghattotkacha.
      Namanya diambil dari bahasa Sansekerta dan merupakan salah satu tokoh dalam kisah Mahabharata.

      Delete
  55. Bagus untuk kelestarian budaya ya mas tempatnya. Dan untuk foto2 jg bagus. Saya bUkan ga suka wayang tp ga begitu paham bahasanya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe 😁 ..., sebetulnya aku juga ngga paham banget bahasa Jawa Kromo yang digunain dalam dialog wayang, kak Anggun.
      Banyak kosa kata yang ngga aku ngerti artinya itu apa.

      Iya, kak lokasi ini bagus untuk foto-foto, sekaligus belajar seni kebudayaan leluhur kita yang mahir memahat.

      Delete
  56. seni yang sudah banyak ditinggalkan anak muda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat disayangkan ya, mas Ardi.
      Semestinya generasi muda banyak dikenalkan dan dibimbing untuk terampil berkreasi seni seperti ini.

      Delete
  57. Keren semua tempat nya, bisa nih dijadikan jujukan kalau ke Jawa Tengah ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip, kak Anisa 👌
      Semoga bisa jadi referensi lokasi liburan kak Anisa selanjutnya.

      Delete
  58. Sebenarnya paling serem liat patung-patung gini, apalagi gambar wayang.
    Tapi liat di sini kok malah keren banget gitu ya hehehe.

    Asal jangan pas malam aja ke sana ya, sereeemm kalau patungnya goyang hahahah *lebay

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaa 😆 ...
      Ada beberapa temanku yang juga punya pemikiran yang sama kayak kak Reyne, takut kalo malam lihat patung goyang-goyang sendiri 😂

      Lagi pada goyang musik disko ya, kaaaak ... 🤣

      Sependapat, kak ... pahatan deretan wayangnya keren banget.
      Cakep buat lokasi foto-foto.

      Delete
  59. Wah, keren sekali, ya. Wisata seni dan budaya seperti ini perlu banget dibuat viral...biar generasi milenial banyak belajar akan budaya negerinya sendiri..

    ReplyDelete
  60. Sependapat, kak Muyassaroh 👍.
    Generasi milenial harus banyak dikenalkan seni budaya leluhur kita agar ikut gencar melestarikan dan berperan aktif ...
    Kalau tidak, seni budaya kita akan tergerus budaya pop masa kini.
    Sangat disayangkan kalau sampai seni budaya kita jadi mandeg, hilang begitu saja.
    Tau-tau diklaim negara lain ..., wah jangan sampai terjadi seperti itu.

    ReplyDelete
  61. Unik banget mas, suami saya juga suka wayang dan anak kami juga pake nama anaknya Bimasena yang paling sakti btw ada typo kayanya Sadewa lebih cerdas dari Nakula kali ya hehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelumnya kuucapkan saluuut buat kejelian kak Sandra 👍.
      Aku baru ngeh setelah komentar masuk sebanyak ini.
      Seharusnya tertulis 'Sadewa memiliki kecerdasan lebih tinggi daripada Nakula'.
      Terimakasih banyak untuk itu,ya kak Sandra ⚘.
      Sudah langsung kuralat.

      Wah keren,kak ..
      Nama anaknya kak Sandra dari tokoh wayang, Bimasena 👍
      Salam ya buat adik Bimasena.

      Kebetulan ya,kak .. suami kak Sandra suka Wayang juga.
      Semoga kelak kak Sandra dan keluarga kesampaian liburan ke sanggar satu ini.
      Ikut kudoakan.

      Delete
  62. Saya seumur-umur belum pernah sepertinya nonton live show dari wayang orang. Tapi kalau wayang kulit pernah. Ya, walaupun cuma sekali-dua kali dan nggak begitu ngerti apa / bagaimana ceritanya.

    Luas banget 4 hektare, mas. Tapi sepertinya lahan segede itu lebiih di dominasi sama patung karya dari Pak Nyoman, ya? Kok dari foto-foto yang dipsang di blogpost ini isinya kebanyakan patung-patung :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oya..., mas Wisnu belum satukalipun nonton pertunjukan live show wayang orang ?.
      Itulah ya,mas ... karena jarangnya diadakan pertunjukan wayang orang, jadinya banyak yang belum sempat nonton kayak mas Wisnu juga ...
      Sangat disayangkan.

      Yups, area luasnya didominasi patung-patung pahatan hasil karya pak Nyoman dan team ☺

      Delete
  63. Aku pun penyuka tokoh-tokoh pewayangan mas, yeay sama! Pasti menarik ya kalau bisa langsung ke sana. Lagian menurutku, generasi sekarang juga harus tahu tentang tokoh-tokoh pewayangan sebagai warisan budaya masa silam. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toooooss,kak✋
      Kita samaan sama-sama penyuka pewayangan 😁
      Keren ya juga seru ngikutin kisah-kisah wayang, kostumnya juga apik 👍

      Sependapat, generasi sekarang wajib lebih gencar diperkenalkan tentang wayang.
      Prihatin lihat anak-anak sekarang kalo ditanya tentang wayang pada ngga tau.

      Maaf telat balas komentarnya ya,kak.
      Ngga ngeh kalo ternyata ada komentar masuk dari kak Ajeng di artikel ini.
      Met aktivitas dan sukses selalu.

      Delete
  64. Eh ada minat khusus? Berarti bisa dong belajar wayang sama seni pahat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups ..., bisa mas Yahfin.
      Disana bisa belajar seni pahat dalam bentuk kreasi apapun.
      Menggunakan cetakan aluminium dan diajarkan dari cara awal sampai akhir oleh para ahli.

      Delete
    2. Peluang usaha juga ni, hehehe...

      Delete
  65. Walau nggak ngerti dunia wayang, haha... tapi kalau main ke museum wayang gini pastinya pingin banget. Apalagi kayaknya tempatnya teduh banget ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe .. 😁
      Yok kak Nita kita semua aktif lagi belajar mengenai pewayangan, dan menularkan seni budaya wayang ke generasi penerus.

      Yups, lokasi sanggar ini teduh dan asri.
      Tapi ini bukan museum wayang, tapi sanggar pahat, kak.

      Delete
    2. Anakku demen seni nih. Kayakmnya bakalan suka kalo diajak kreasi pahatan gini, kayak workshop gituuuu :)Kalau pewayangan sih aku ga ngerti apa2 tapi menarik banget ya tokoh wayangnya.

      Delete
    3. Pas kalo gitu artikel ini buat bekal info lokasi liburan kak Nurul dan keluarga sewaktu liburan lagi di Jawa-Tengah ☺
      Keren dari kecil anaknya kak Nurul udah menyukai seni 👍.
      Diasah terus keterampilannya, kak.

      Delete
  66. Aku tahunya wayang golek hehehe
    Pahatannya keren-keren gitu ya, mirip asli. Buaya putih yang lagi mangap juga.

    Untuk harga masuk segitu, setara sih ya, secara ada cafe sama kolamnya juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ..., wayang golek juga apik ya, kak.
      Aku juga demen lihat boneka wayang golek, malah pengin mengkoleksi buat dekorasi rumah ☺

      Iya ya, buayanya mirip buaya betulan 😁.
      Ada beberapa patung buaya lainnya yang juga ditempatkan di kolam,kak.
      Bentuknya persis banget sama buaya asli ..., saat melewati area itu petugas yang berjaga disana berseloroh " awaaas ... ada buayaa !! " ...
      Kita-kita pada kaget dan ketawa ngakak setelahnya 😅

      Delete
  67. Lebih tertarik pada kisah pembukanya tentang wayang orang soalnya saya juga peminat wayang orang kala kecil meski nonton di TVRI. Ya, sayang memang sekarang tak bisa nonton acara demikian lagi dan tidak dianggap istimewa bagi generasi milenial.
    Temnpatnya indah. Asyik bisa renang meski harus bayar lagi. Lumayan bisa cebur-cebur setelah lelah ngider di areal itu.
    Saya suka Sadewa. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sangat disayangkan ya,kak ..., kok tayangan televisi tentang kebudayaan wayang juga pertunjukan live show keliling kota ke kota sudah ngga ada lagi kegiatannya.
      Jujur, aku prihatin hal ini ..., takutnya lama-lama tergerus kebudayaan pop.

      Hehehe ..., kita sama menyukai Sadewa 😁

      Delete
  68. astaga, hasil pahatannya keren-keren banget toh mas <3
    difoto aja keren, gimana kalo saya liat langsung ya.
    asli, jadi pengen punya di rumah buat pajangan di meja, yg kecil aja hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😁 iya keren ya pajangan pahatan kecil diletakin di meja, kak Liana .

      Aku pernah lihat display interior memajang pahatan kecil berupa patung kepala Budha di atas meja kerja ..., jadi kliatan cakep banget ruangannya.

      Iya, kak pahatan karya sanggar Nakula Sadewa ini keren-keren.
      Pantas ya karyanya sudah mendunia.

      Delete
  69. Wah.. Keren.
    Mirip-mirip tapi beda sama NuArt Sculpture Park ya.
    Salah satu point bedanya yaitu pahatan disini banyak bercerita tentang perwayangan. Fasilitas menarik lainnya disini yaitu pembuatan karya seni sendiri bagi pengunjung-nya. Jadi pengen nyoba. :)

    ReplyDelete