Wednesday, July 25, 2018

23 Kereta Kuno Museum Kareta Karaton

Sebenarnya tak terhitung berapakali sudah aku telah melewati jalan Rotowijayan, jalan yang tepat berada di sebelah barat lokasi bangunan megah keraton Ngayogyakarta Hadininingrat yang dibuka untuk umum tujuan wisata budaya, yaitu area yang dinamakan Pagelaran - Siti Hinggil.
Area wisata budaya keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sendiri, seperti yang kita tahu ..., atau malah banyak yang sebenarnya belum tahu ?, ..., jika area untuk kunjungan wisatawan terbagi menjadi 2 area, yaitu : 

▪ Tepas Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta  yang dinamakan area Pagelaran - Siti Hinggil.
Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat meliputi area  Sri Manganti - Kedhaton.

Area keduanya terpisahkan oleh bangunan gapura tinggi besar yang berada di dalam komplek keraton, bernama gapura Brojonolo.
Kesehariannya gapura berwarna hijau tua itu memang selalu dalam keadaan terkunci, tak dibuka dan tak dapat dilalui oleh siapapun, hanya dibuka dan dilalui sekali dalam setahun saat iring - iringan raja lengkap beserta dengan barisan prajurit keraton melaksanakan upacara khusus.
Melalui jalan Rotowijayan yang beberapakali sudah sering aku lewati inilah, kedua area keraton yang dibuka untuk untuk kunjungan wisata ditempuh.


Trip Of Mine

Dan di jalan Rotowijayan ini jugalah terdapat sebuah bangunan kuno bergaya pendopo dilengkapi dengan pilar - pilar penyangga berukuran besar khas arsitektur Belanda ..., wisata budaya museum Kareta Karaton Ngayogyakarta.
Penamaan lokasinya memang menggunakan bahasa Jawa, tak tertulis museum Kereta Keraton Yogyakarta dalam bahasa Indonesia.
Letak lokasi museum Kareta Karaton Ngayogyakarta tak jauh dari halaman parkir area wisata keraton Ngayogyakarta Hadiningrat area Pagelaran - Siti Hinggil, tepatnya di dekat gapura bagian luar keraton yang disebut Pangurakan nJawi dan dapat ditempuh hanya dengan menyeberang jalan kaki.
Letak pendopo yang dibangun tahun 1755 itu tepat dibangun berada di tengah sebuah halaman, segaris lurus dengan akses masuk ke areanya dan tak dilengkapi pagar teralis yang membuat bangunan pendopo yang didominasi warna hijau tua dan putih itu terlihat tampak utuh tanpa terhalang oleh pemandangan apapun jika dilihat dari badan jalan Rotowijayan.

Trip Of Mine
Halaman depan museum Kareta Karaton.

Meski letak lokasinya sangatlah mudah untuk ditempuh dan tak terhitung beberapakali aku telah melewati depan lokasi museum kereta Ngayogyakarta ini, namun dari dulu aku tak berkunjung untuk berlibur di museum yang menyimpan koleksi 23 kereta berusia puluhan dan ratusan tahun milik keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini. 
Ada perasaan tersendiri muncul dipikiranku, setiap kali aku melewati lokasi keberadaan gedung museumnya ..., ' kepekaan bawaan ' yang kumiliki sejak kecil melihat dan merasakan ' ada sesuatu '  yang membuatku sempat mengurungkan datang berlibur kesekian kalinya kesana.

Sampai akhirnya aku yakin, memantapkan dan memberanikan diri untuk melangkahkan kakiku berlibur menuju ke dalam museum, meski sebenarnya saat itu kondisi kesehatanku sedang dalam keadaan tidak fit, terkena flu akibat serangan temperature udara yang mendadak berubah menjadi sangat terasa dingin dalam beberapahari.
Lucunya, aku sempat berbalik arah kembali ke area parkir di area Pagelaran - Siti Hinggil, setelah aku berada di depan lokasi museum Kareta Karaton Ngayogyakarta dan belum sempat menyeberang jalan menuju ke lokasi museum. Aku berbalik arah kembali dan menenangkan diri sekitar 15 menitan di sebuah warung sambil menyeruput kopi panas agar pikiranku lebih rileks.

Setelah membayar tiket masuk di sebuah meja yang berada di tengah pintu masuk dan dijaga oleh beberapa para abdi dalem keraton, kutelusuri ruangan sesuai petunjuk arah mengikuti arah jarum jam, sambil kuperhatikan dan mencatat nama satu persatu koleksi kereta yang telah berusia puluhan tahun dan beberapa kereta diantaranya berusia ratusan tahun.

Trip Of Mine
Deretan kereta di sepanjang koridor.

Sepanjang rute terpajang kereta - kereta yang diberi diberi pagar batas larangan untuk pengunjung menyentuh badan kereta, lemari display memajang seragam prajurit dan penutup kepala yang digunakan saat acara keraton menggunakan kereta, lemari display sejumlah pelana kuda yang digunakan pada jaman dulu. Dan di sepanjang dinding bangunan museum terpasang foto - foto dokumentasi saat kereta - kereta tersebut dipergunakan disertai keterangannya.


Trip Of Mine
Lemari display memajang : pelana kuda, seragam prajurit dan topi pelengkap seragam prajurit.
Di pojok terdapat display replika kuda lokal.

Di bagian area tengah bangunan terdapat 2 ruangan berukuran besar dan letak kedua ruangannya berhadapan, disana terpajang kereta - kereta mewah, bahkan ada 1 kereta bentuknya sangatlah mewah, bernama kereta Kiai Garuda Yeksa


Trip Of Mine
Kereta mewah Kyai Garuda Yeksa, bermahkota emas murni.

Memasuki kedua ruangan ini, aura kesakralannya makin terasa dan aroma bunga sesajen yang diletakkan di kereta - kereta kencana makin terasa tercium wangi memenuhi ruangannya ... .

Jujur, bulu kudukku mendadak meremang saat berada di dekat kereta bernama Rata Pralaya, kereta yang digunakan untuk prosesi pemakaman Sultan. 
Bentuk kereta inipun juga mewah, badan keretanya berwarna putih gading berhiaskan ukiran bunga berwarna keemasan dan dilengkapi kaca - kaca berukuran besar mengelilingi keseluruhan badan kereta sehingga bagian dalam kereta tampak jelas terlihat.
Meski dari awal sebelum aku memasuki area museum sudah ' mengucapkan ' salam dan ijin didalam hati, aku tetap tidak berani memotret kereta satu ini.

Aura gaib juga terasa saat aku berada di dekat kereta kencana Kyai Garuda Yeksa, namun tak membuat bulu kudukku meremang.
Dan aku berani memotret bentuk kereta super mewah yang merupakan hadiah gubernur VOC Jacob Mussel dan berhiaskan mahkota terbuat dari emas asli 24 karat ini, termasuk memotret bagian dalam atap kereta dan pintu badan kereta ..., tentunya terlebih dahulu dengan seijin dari salah satu abdi dalem keraton yang bertugas dan berjaga disana.
Seluruh koleksi kereta di museum ini setiap harinya ditutup menggunakan tirai kain berwarna putih pada sore hari dan tirainya dibuka kembali keesokan harinya oleh para abdi dalem keraton yang bertugas di museum, dinamakan para abdi dalem Kanca Rata.


" Coba mas foto bagian atas atap dalam kereta dan lihat ada apa disana. Juga foto bagian pintu kereta ini "

Segera kulaksanakan kuarahkan kameraku ke 2 bagian kereta yang ditunjukkan oleh abdi dalem berusia paruh baya itu. 
Dan hasilnya ..., bagian dalam atap kereta yang jika dilihat menggunakan mata langsung tak terlihat ada apapun disana akibat karena pengaruh pantulan kaca terbuat dari kristal asli, di foto tampak lambang mahkota negara Belanda dengan indah menghiasi atap dalam kereta yang ditutup kain satin mewah berwarna merah.


Trip Of Mine
Lambang mahkota negara Belanda.

Tak kalah uniknya, gambar di badan pintu kereta yang mulai tampak memudar dilihat dengan mata langsung, begitu dilihat dari hasil bidikan kamera ..., tampak sangat jelas dan detil berupa lambang - lambang kerajaan Belanda.


Trip Of Mine
Badan pintu kereta Kyai Garuda Yeksa dilengkapi simbol - simbol negara Belanda : bendera Belanda, terompet, meriam dan singa hitam.

Dibalik keindahan bentuknya, kereta Kiai Garuda Yeksa yang hanya dipergunakan pada saat prosesi iring - iringan penobatan raja dan ditarik oleh 8 ekor kuda ini, memiliki cerita yang beredar kuat di masyarakat bahwa ..., siapapun yang ' peka ' tentang hal gaib maka akan melihat sosok penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul ikut duduk mendampingi sultan di dalam kereta selama proses iring - iringan prosesi penobatan berlangsung.
Oh ... !.


Trip Of Mine
Kereta Kyai Garuda Yeksa, aura gaib terasa berada di dekat kereta mewah ini.

Ke 23 koleksi kereta - kereta milik keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini masing - masing diberi nama dan beberapa kereta diantaranya merupakan kereta kencana atau pusaka yang disakralkan, yaitu :

Kereta Kanjeng Nyai Jimat
Merupakan kereta pusaka Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan merupakan kereta tertua.
Buatan Belanda tahun 1750, merupakan hadiah dari raja Spanyol sebagai bentuk kedekatan hubungan dagang antara Spanyol dan kasultanan Yogyakarta.
Dipergunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga III [ periode 1755 - 1792 ] untuk sarana transportasi sehari - hari, ditarik dengan menggunakan 8 ekor kuda.

•  Kereta Harsanuba
Merupakan kereta pusaka Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Buatan Belanda tahun 1750.
Dipergunakan sebagai sarana transportasi sehari - hari Sri Sultan Hamengku Buwono VI hingga VIII, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Kyai Garuda Yeksa
Merupakan kereta pusaka Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Kereta hadiah dari gubernur VOC Jacob Mussel kepada Sri Sultan Hamengku Buwono I. Memiliki kesamaan bentuk kereta para raja di Eropa dan berhiaskan mahkota berlapis emas asli 24 karat, bagian pintu kereta berhiaskan simbol lambang negara Belanda.
Dipergunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VI [ periode 1855 - 1877 ], ditarik menggunakan 8 ekor kuda.
Saat ini, hanya dipergunakan saat penobatan Sultan baru.

• Kereta Mondro Juwolo
Buatan Inggris tahun 1814.
Dipergunakan oleh pangeran Diponegoro saat menjadi wali Sri Sultan Hamengku Buwono IV, ditarik menggunakan 2 ekor kuda.

• Kereta Kyai Rejo Pawoko
Buatan Inggris tahun 1901.
Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.
Dipergunakan untuk keperluan para adik Sultan, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Kyai Roto Biru
Buatan Belanda tahun 1901.
Dipergunakan oleh para Manggala Yudha, bagian dari panglima perang, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Landower
Buatan Belanda tahun 1901.
Pernah dipajang sebagai display di lobby hotel Ambarukmo, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Landower Ngabean
Buatan Belanda tahun 1901. 
Dipergunakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Landower Wisman
Buatan Belanda tahun 1901.
Dipergunakan saat Sultan dalam kunjungan penyuluhan pertanian, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Landower Surabaya
Buatan Swiss.
Dipergunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII untuk keperluan penyuluhan pertanian di Surabaya, ditarik menggunakan  4 ekor kuda.

• Kereta Jolodoro
Buatan Belanda tahun tahun 1815.
Dipergunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IV.
Posisi sais berdiri ada di bagian belakang kereta, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Premili
Buatan dalam negeri, dirakit di Semarang.
Merupakan kereta pengangkut para penari keraton, ditarik menggunakan 4 - 6 ekor kuda.

• Kereta Kus no. 10
Buatan Belanda tahun 1901.
Dipergunakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII untuk keperluan prosesi pengantin.

• Kereta Kapulitin
Buatan dalam negeri, dirakit di Yogyakarta.
Merupakan kereta pesiar Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, ditarik menggunakan 2 ekor kuda.

• Kereta Kutha Raharjo
Buatan Berlin tahun 1927.
Dipergunakan oleh Raden Mas Dorodjatun sebelum diangkat menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono IX, ditarik menggunakan 2 ekor kuda.

• Kereta Kus Gading
Buatan Belanda tahun 1901.
Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Kyai Pustoko Manik
Buatan Amsterdam, Belanda.
Dipergunakan untuk prosesi pengantin dan acara - acara keraton, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Noto Puro
Buatan Belanda tahun 1860. Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII.
Dipergunakan untuk aktivitas perang, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Wimono Putro
Buatan Belanda tahun 1860.
Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI.
Dipergunakan saat upacara pengangkatan Putera Mahkota, ditarik menggunakan 6 ekor kuda.

• Kereta Kyai Jetayu
Buatan dalam negeri.
Dipergunakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.
Merupakan kereta kendaraan putra - putri Sultan, ditarik menggunakan 4 - 6 ekor kuda.

• Kereta Manik Retno
Buatan Belanda.
Digunakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI - VIII.
Merupakan kereta pesiar Sultan dan permaisuri, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Kyai Jogwiyat
Buatan Den Haag, Belanda tahun 1880.
Peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono VII.
Dipergunakan oleh satuan panglima perang Manggala Yudha, ditarik menggunakan 6 ekor kuda.

• Kereta Kyai Roto Praloyo
Buatan dalam negeri, dirakit di Yogyakarta pada tahun 1938 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.
Merupakan kereta jenazah untuk prosesi pemakaman Sultan, ditarik menggunakan 8 ekor kuda.


Setiap tahunnya pada bulan Suro, hari Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon penanggalan Jawa, 2 kereta dikeluarkan dari ruang penyimpanan museum untuk dibersihkan dengan cara dimandikan di halaman museum dengan menggunakan air kembang setaman dan air jeruk nipis, yang disebut acara Jamasan. 
Kereta Kanjeng Nyai Jimat secara rutin dijamasi setiap tahunnya, dan satu kereta pendamping yang dijamasi berganti - ganti setiap tahunnya.
Air Jamasan pencucian kereta pusaka ini diperebutkan oleh warga, airnya dipercaya mengandung tuah untuk melancarkan usaha dan melancarkan segala keinginan.

Selain bentuk kereta mewah Kyai Garuda Yeksa yang menarik untuk diamati, di depan 2 ruang kereta yang menyimpan kereta pusaka terdapat 2 replika kuda yang juga menarik perhatianku ..., kuda berwarna putih dan hitam.
Awalnya kukira berupa kuda betulan yang di offset atau diawetkan, setelah kutanyakan ke abdi dalem ternyata merupakan sebuah replika.


Trip Of Mine
Replika kuda putih.
Kuda tunggang kesayangan Sri Sultan Hamengku Buwono I.
Pelana yang digunakan replika pelana Kanjeng Kyai Cekathak.

Replika kuda putih merupakan repika dari kuda tunggang kesayangan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Dan pada masanya dulu, tubuh atletis kuda berasal dari Eropa itu dilengkapi pelana bernama Kanjeng Kyai Cekathak, terbuat dari emas murni berhiaskan berlian.


Trip Of Mine
Replika kuda hitam.
Kuda tunggang kesayangan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.

Sedangkan replika kuda hitam merupakan kuda replika kuda tunggang dari Eropa kesayangan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Tubuhnya pada jaman dulu juga dihiasi asesoris indah, bukan terbuat dari emas tapi terbuat dari perak.
Menurut penjelasan abdi dalem, bentuk asesoris yang dipasang di replika pelana Kanjeng Kyai Cekathak dan dipasang di replika kuda hitam dibuat sama persis dengan bentuk asesoris aslinya.
Kini asesoris asli kedua kudanya disimpan dengan baik di dalam keraton dan tidak dipertontonkan untuk khalayak umum.

Sekeluarnya dari pendopo penyimpanan ke 23 kereta artistik milik para Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat, aku baru ngeh kalau di sisi halaman pelatarannya ternyata ada kandang kuda. 
Disana ada 2 kuda Eropa, dipisahkan di kandang yang berbeda, satu berwarna cokelat dan satu berwarna putih mirip dengan replika kuda putih di dalam ruangan museum.


Trip Of Mine
Istal atau kandang kuda berada di samping halaman depan museum Kareta Karaton.

Kuamati dari dekat ...,  kuda cokelat tampak lebih tenang dan terlihat sibuk menguyah rumput yang berada di dalam kandang.
Berbeda dengan kuda putih, terlihat aktif terus bergerak mengitari kandangnya, seperti gelisah ..., sesekali menjulurkan kepalanya ke luar batas pagar kandang sambil matanya yang terlihat seperti albino terus menatap ke arah wajahku.
Ada apakah sebenarnya ... ?.

Lokasi :
Museum Kareta Karaton
Kadipaten, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tiket : 
Rp. 5. 000,_ / tiket masuk
Rp. 1. 000,_ / ijin berfoto
[ Info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]

Jam operasional : 
08. 00 - 16. 00

Tips berlibur di museum Kareta Karaton : 
• Patuhi peraturan dengan baik : tidak merokok di dalam ruangan museum, tidak memasuki batas tali pagar lokasi kereta, tidak menyentuh kereta.
•  Hindari berbicara tidak sopan dan berbicara tidak pada tempatnya.

182 comments:

  1. Aku baru sekali kesana dan langsung heran kok museum ini sama sekali tidak terkenal padahal bagus isinya. Orang2 tahunya Kraton & Sonobudoyo saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya,kak Lusi kebanyakan orang tujuan wisatanya ke Keraton dan museum Sonobudoyo yang letak lokasinya juga tak jauh dari situ ..., museum kereta ini sering terlewatkan.
      Sayang ya ..., padahal koleksi keretanya berkaitan dengan sejarah Keraton dan bagus-bagus bentuk keretanya.

      Saat aku kesini, hanya terlihat 3 wisman asal Taiwan, 2 wisman America dan 3 wisnus termasuk aku.

      Delete
    2. tiket masuk cuma 5000,dan ijin poto 1000 ini biaya yang cukup murah banget ya...?besuk angkut satu keluarga ah

      Delete
    3. Eiittsss kereeen ...
      Lagi-lagi mas Asnaji triknews bisa nongol lagi komentarnya di kolom atas ..., padahal komentarnya belakangan πŸ˜πŸ‘

      Seru tuh maas angkut keluarga pake mobil bak terbuka ... πŸ˜…
      Aku juga pernah loh ngerasain nebeng sama mobil terbuka kayak gitu, saat aku dulu ke Guci-Tegal.

      Delete
    4. tiket masuk cuma 5000,dan ijin poto 1000 ini biaya yang cukup murah banget ya...?besuk angkut satu keluarga ah

      Delete
    5. Waaaah ...
      Lagi-lagi mas Asnaji admin triknews kembali nunjukin aksi kerennya ...
      Komentar sebelumnya muncul lagi sama persis dengan komentar sebelumnya 😁

      Sesuai namanya, bener-bener menguasai trik πŸ˜πŸ‘

      Delete
    6. maosnya lagi error ..jadi klik nya dobel...aneh ya....

      Delete
    7. belum ada Post baru Mas.....? sya tunggu ya post barunya...

      Delete
    8. Akh ngga apa-apa lagi error dan bikin dobel komentar ..., yang pasti triknya mas Asnaji triknews itu bikin saya kagum 😁

      Baru saja posting artikel terbaru,mas.
      Agak telat ... wkkkwwkk πŸ˜‚

      Delete
  2. Beberapa kali main ke Jogja, tapi belum pernah ke sini. Nanti kalau ke Jogja lagi musti ke sini nih aku.

    Agak ngeri-ngeri sedap sih bacanya, habisnya kebawa serem. Mana lagi sendiri di rumah. Huhu... Nice story mas!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe 😁 ..., baca artikelku ini saat malam hari sendirian dirumah ya, kak Ajeng ...
      Kubalas komentarnya sengaja pagi hari saja, biar kak Ajeng ngga merasa takut.

      Ayook, sempatin liburan ke museum bersejarah ini saat ke Jogja nanti,kak ☺

      Terimakasih opininya, ya ⚘

      Delete
    2. Betul mas, apalagi setelah saya komen semalam itu mati lampu. Komplit dah!

      Heheh siaaapppp!

      Delete
    3. ..howaaaa .. kok bisa gitu,ya 😲, semalam mati lampu setelah komen artikel ini ..
      Ja .. ngaan - jang ...aaan ... ada yang 'ikut' menulis komen dan berada disamping kak Ajeng, tanpa kak Ajeng sadari.
      Xixixiiii ...

      Delete
  3. waw, koleksi keretanya banyak juga ya

    aku terakhir ke sana pas SMA. tapi ya gitu, cuma asal lewat buat formalitas study tour aja, hahaha

    pengen ke sana lagi, memperhatikan dengan seksama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip, kak Rhos πŸ‘Œ
      Ntar kapan diulangi lagi ke museum kereta ini dan satu-persatu kereta diperhatiin dengan seksama, ya 😁

      Setelah itu diulas, ntar pasti kukomen setelahnya.

      Delete
  4. Waahh!! Ciri khas Belandanya masih kentara yaa!! Mass!!...Ditambah nama kereta kudanya pun cukup banyak...Meski berciri khas nama jawa, Namun ada juga logo Belanda disitu...

    Jadi kepingin ngerasain naik kereta kuda zaman bhaheula..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mas Satria ...
      Ciri khas bentuk kereta model Belanda sangat terlihat, artistik dan berkelas.

      Hahahaha ... aku juga sama seperti keinginanmu, pengin ngerasain naik kereta kuda kuno milik Keraton ini πŸ˜…
      Tapi apa mungkin, yaaa ...
      Kita kan bukan berdarah biru 😊, tapi berdarah merah
      xixixixi ..

      Delete
  5. Kekayaan budaya kita yang masih dijaga dan dirawat dengan sangat baik. Sayangnya untuk biaya masuk terlalu murah, menurut saya pribadi, hehehe. Padahal lokasi-lokasi wisata buatan lain, misalnya, yang instragramable, biayanya jauh lebih mahal.

    Kalau soal ngomong harus sopan, itu hukumnya fardhu ain! Termasuk di Danau Kelimutu juga begitu. Siapa pun yang ke sana wajib menjaga kesopanan termasuk dalam hal berbicara. Saya dan teman-teman mengalaminya langsung, dan sampai sekarang pada tobat ngomong yang nggak bener apalagi kalau sedang di sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe murah tiket masuknya ya,kak Tuteh 😁 ...
      Tapi itulah salah satu keistimewaan kebijaksanaan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk tetap menerapkan harga tiket murah untuk kunjungan berlibur ke aset-aset istimewanya.
      Keren,ya πŸ‘

      Oh, kak Tuteh dan teman-teman pernah mengalami kejadian gaib saat di danau Kelimutu ?.
      Ceritain kejadiannya ya,kak ... agar kita semua jadi lebih paham dan ingat untuk selalu menjaga kata-kata yang baik di suatu lokasi.

      Delete
  6. Wah keren keretanya diulas satu-satu. Udah lama nggak ke sini nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya, kak Nia ⚘

      Ayook, kapan ada waktu diulangi liburan ke museum ini, kak ☺

      Delete
  7. Bagus" ya keretanya, jadi pengin kesitu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan punya waktu berlibur, silahkan datang ke museum ini, Mayuf.
      Lokasinya mudah ditempuh dan koleksi bentuk keretanya bagus-bagus, artistik.

      Delete
  8. wah baru tau nih bang ternyata banyak juga kereta kencana yang made in belanda
    ngomong ngomong itu aura mistisnya pasti kental banget ya bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul,mas.
      Ntar mas Agung berada di museum ini,pasti merasakan aura mistisnya ..
      Aroma bunga sesajen juga nambah suasana jadi mistis.

      Tapi menyenangkan liburan ke museum ini,mas.
      Bisa mengamati dari dekat kereta-kereta koleksi keraton juga para abdi dalem yang bertugas disana ramah-ramah orangnya.

      Delete
  9. kak himawant, liat museumnya kok serem banget.. apalagi yang gambar kereta itu udah bkin bulu kuduk merinding.. hati2 kak jangan kesana sendiri tkt ada yang ngikuti xixixiix

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saat itu aku kesana sendirian,kak .. hehehe 😁 ..

      Ada deg-degannya juga saat mulai masuk ke ruangan museum.
      Bulu kudukku mulai meremang saat memasuki 2 ruangan yang menyimpan kereta pusaka.
      Saat itu badanku lagi drop, jadi tambah deg-degan rasanya.

      Kak Vika juga merinding lihat foto kereta kencana itu, ya ?.
      Kabar yang beredar di masyarakat, di dalam kereta kencana mewah itu saat digunakan untuk pelantikan raja atau sultan, konon sosok Nyai Roro Kidul ikut duduk disana mendampingi raja ...

      Delete
    2. untung cuma drop kak, suka banyak lo kalau yang gakuat suka tidak sadarkan diri alias pingsan gtu.. ya agak merinding gt serem kaya ada sesuatu, beuh pantesan ada nyi roro kidul hiks serem kak awas kapan2 kalau k tempat ginian jangan sendirian seremm tkt kenapa2 kak

      Delete
    3. Hehehe 😁 kita barengan kesana yuk,kak Vika ..., pengin deh ngulang kesana lagi.

      Betul,biasanya yang jiwanya lemah dan juga yang berani berkata tidak-tidak di suatu lokasi yang disakralkan,mudah jadi tak sadarkan diri.
      Atau malah, jadi kesurupan.

      Merinding juga ya bayangin lihat sosok pantai selatan duduk didalam kereta ..

      Delete
    4. adh serem jangan sampe ada yang kesurupan ya kak himawantm tapi biasanya yang kesurupan ampe tak sadarkan diri yang banyak ngelamun tu kak,, hati2 jangan ngelamunin pacarkalau kesana lagi yaa wkwkkw

      Delete
    5. Wuakakakaaka ... πŸ˜‚
      Ngga ngelamunin pacar kok,kak.
      Tapi ngelamunin ... kapan yaa aku kesampaian jadi raja dan ngerasain duduk gagah di dalam kereta kencana sambil dadah-dadah ..., kayak lagi pawai gitu,kak πŸ˜‚

      Delete
  10. itu meriamnya masih bisa buat nembak gak ya... xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixi 😁 ..

      Ntar kita bikin sendiri aja meriam-meriaman buat mainan, kak Risna ...
      Nembak meriamnya yang tepat sasaran,yaaa .. πŸ˜…

      Delete
    2. xixixi itu meriam karbitan kah...?

      Delete
    3. Kok tau 😲 ?
      ... waaaah ketauaan yaa ..., dulu kecil sukanya main petasan meriam 😁

      Delete
  11. Aura mistisnya kebawa smpe kesini😐

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wueeuw .., serem kebawa sampai situ,kak Fatimah 😁 ..
      Apalagi baca dan komennya saat malam hari .. hehehe

      Delete
  12. Yas!! aku bisa baca keterangannya di blog ini. Thank you mas ee sudah menulis. Beberapa kali sempat ke museum kereta tapi gak pernah sempat baca, soalnya temen-temenku oada gak suka wisata sejarah. Lain kali aku jalan2 nya sendiri aja ke museum. biar serasa me time. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih juga udah mampir di artikelku tentang museum kereta ini, kak Jasmi ⚘.
      Senang rasanya bisa berbagi info untuk pembaca dan kak Jasmi juga.
      Semoga bermanfaat untuk panduan liburan.

      Siip, kak ... akan solo travelling agar me-time nya lebih kerasa .. hehehe.
      Aku juga sering solo travelling,kak .. di suatu lokasi jadi bisa lebih berlama-lama.

      Delete
  13. Wuh keren penjelasannya lengkap, kalau mau lihat barang-barang kerajaan jaman dahulu ya disitu tempatnya. Banyak2 konsumsi vitamin c mas hima biar ga cepet sakit ... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opini dan nasehatnya ya, mas Harman ⚘.

      Selain di museum kereta ini, ada lagi benda-benda milik kerajaan atau keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang juga diperbolehkan dilihat oleh turis,mas.
      Lokasinya di area Tepas Pariwisata, tak jauh dari lokasi museum ini.

      Kooeksi benda-benda seperti : kain batik berusia ratusan tahun, busana lengkap milik raja atau sultan pertama, busana putra-putri sultan, dll.

      Delete
  14. mas, bukan ke di indonesia dipanggil mobil, bukan kereta? hehehe... btw, jarang dapat jumpa museum khas untuk kereta kuda seperti ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Indonesia disebutnya kereta,kak Anies.
      Bukan disebut mobil.

      Kapan-kapan liburan ke museum ini ya, kak ☺
      Museum kereta kuda memang sangat jarang ada, terlebih kereta-kereta kuda milik kerajaan seperti ini.

      Delete
  15. Lengkap bnagat ulasan keretanya smpai tahun-tahunnya,, aku mah kurang tertarik wisata begini.. Paling klo ke Museum gitu alternatif terakhir bangat, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, Idris ⚘
      Kulengkapi daftar nama-nama keretanya agar pembaca tau sejarahnya.

      Meski kita kurang suka berlibur di suatu jenis lokasi wisata, sebagai travell blogger kita tetap datang kesana dan mengulasnya jadi artikel untuk bekal informasi liburan ke pembaca,loh .. hehehe

      Delete
    2. Hehehe,, iya juga, dedikasi bangat yaa. Beda dengan aku mengunjungi destinasi karena memang suka banga, lagi hits dan asyik buat untuk dinikmati

      Delete
    3. Tujuannya agar postingan kita bertambah dan variatif, Idris ☺.
      By the way lokasi-lokasi wisata yang udah kamu datangi kesemuanya keren-kerenπŸ‘

      Delete
  16. Saya jadi bermimpi ingin lihat langsung iring-iringan
    Saat penobatan
    Pasti kereta2 nya lebih tampak menajubkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah,kak Anisayu ..., aku juga pengin banget lihat langsung iring-iringan penobatan.
      Pasti saat itu suasananya sangat meriah dan kereta-kereta tampak sangat menakjubkan.

      Sayangnya, akupun juga belum berkesempatan lihat langsung saat iring-iringan kereta kerajaan ini ...

      Delete
  17. Banyak sekali hal-hal menarik di Keraton Yogyakarta, beruntung sekali orang yang dekat dengan Jogjakarta dan yang pernah berkunjung ke Jogja bisa menikmati ragam budaya Keraton kasepuhan dll.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mas Warman sangat banyak hal menarik didatangi dan diamati tentang Keraton.
      Bangunan2 didalam kompleknya pun punya nama masing-masing dan megah.

      Iya juga ya suatu keberuntungan tersendiri buat orang yang domisilinya di Yogya atau didekat Yogya ..., bisa mudah datang berlibur di Keraton 😁

      Delete
  18. Saya dulu pernah ke sana, ramai kok. Mungkin karena bertepatan dengan waktu libur sekolah, jadi banyak anak-anak yang berkunjung ke sini. Bahkan antri untuk foto di kereta mewah, hehehe.
    Tetapi saya baru tahu kalau ada kandangnya, maklum tidak memperhatikan saat ke sana, hanya perhatian sama kereta bukan kudanya, ups.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuih,mantaap πŸ‘Œ ..., ternyata kak Qudsi udah pernah berlibur ke museum kereta milik Keraton ini.

      Rata-rata lokasi wisata milik Keraton memang ramai dikunjungi turis,kak.
      Terutama rombongan study tour sekolah.

      Hehehe 😁 ..., kandang kudanya berada di halaman sebelah kanan dari gapura masuk,kak.
      Tadinya aku juga ngga ngeh karena aku langsung jalan nyelonong ke arah loket masuk sambil deg-degan 😁

      Delete
    2. Iya, dulu pas kebetulan lewat jadi sekalian mampir.

      Saya kebetulan pakai kacamata kuda, lihatnya hanya ke depan, bukan samping kanan atai kiri, hahahah.

      Deg-degan karena mau ketemu petugas tiket ya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    3. Hah 😲 ?.
      Woouw ... πŸ˜…
      Beli dimana itu kacamata kudanya,kaaak ?.
      Aku 'kan juga pengin pake kacamata kayak gitu ....
      wuakakaakakaka 🀣!!

      Delete
  19. lumayan serring ke joogja tapi belum pernah ke situ wkwk
    dengan tiket masuk semurah itu bis dapat ilmu yg banyak ya.. perlu dicoba deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkkkwwkk .., kalo gitu kita samaan, yaa πŸ˜…
      Udah sering ke Yogya, tapi baru kali ini aku datang ke lokasi museum kereta.
      Kalo mas Kusuma malah belum pernah 😁

      Ayook ke lokasi ini,mas.

      Delete
  20. Udah lama nggak blogwalking karena sibuk belajar editing video, baru ke sini lagi nih. Makin merambah aja ya travelling-nya. Mantaapp!

    Itu yang mahkota Belanda itu keren sih baru bisa diliat kalau difoto. Kirain bakal muncul sosok apa taunya mahkota. :p

    Tapi sesuatu yang dikasih nuansa keraton itu kesannya elegan ya? Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, Gigip punya kesibukan baru jadi editor video πŸ‘
      Kudoain, Gip ..., nantinya sukses jadi editor perfilman.

      Hehehe ..., tadinya aku juga sempat ragu waktu dikasi ijin oleh abdi dalem untuk memotret bagian dalam kereta, Gip.
      Bayanganku, akan muncul sosok terekam di foto ...
      Begitu lihat hasil di kamera, lega rasanya 😁

      Betul, kelihatan berwibawa kalo suatu benda diberi simbol Keraton.

      Delete
    2. Aamiin πŸ™

      Mas Himawant juga ya, semoga tercapai keinginannya! :D

      Dan meskipun makin sini makin banyak travel vlogger, semoga blog ini tetap jadi panutan travel blog. :D

      Delete
    3. Amin, terimakasih doa dan support baliknya buat aku, Gigip ⚘

      Delete
  21. melihat fotonya saja sudah terasa aura magisnya mas.. apalagi ditambah dengan cerita bulu kuduk mas himawant yang berdiri, saya sendiri juga ikutan merinding..

    jogja memang selalu menarik dan ingin berkunjung lagi ke sana..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah pengalamanku berada disana, bli Eka.
      Ruangan museumnya terkesan kuat ada aura magisnya, terlebih berada di dekat kereta-kereta pusaka.

      Kapan akan nostalgia di Jogja, bli ?.
      Jogja juga udah kangen sama bli Eka, loh 😁

      Delete
  22. Kereta-kereta ini anggun dan indah juga menyimpan sejarah. Salut dengan penjaganya yang rajin merawatnya. Salam Pak:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kembali, kak Pusupa ☺

      Betul, koleksi kereta-kereta milil Keraton ini terawat sangat baik.
      Meski udah ratusan tahun usianya, tetap gagah πŸ‘

      Delete
  23. wow! infonya lengkap banget mas.
    saya jarang banget nih masuk ke museum yang semua benda di dalamnya terawat banget kaya museum kereta keraton.
    keren! dan itu kereta mewah hadiah gubernur VOC Jacob Mussel keren banget. harus hati-hati banget ya mas jaganya karena ada emas 24 karatnya.

    penasaran juga, itu setiap moto bayar 1rb atau bayarnya cuma sekali aja mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe 😁
      Terimakasih opininya,kak Liana ⚘.

      Entah karena disana ada unsur gaibnya atau bagaimana, mungkin juga orang akan berbuat tidak baik misalnya nekad mencuri mahkota dan perhiasan kereta yang terbuat dari emas ..., takut kena tulah karena benda ini benda dikeramatkan..., jadi selama ini aman-aman saja tidak pernah ada pemberitaan di media tentang usaha seseorang atau kawanan yang berusaha mencurinya.

      Beaya seribu rupiah itu untuk ijin memotret semua koleksi kereta dan benda-benda yang ada disana,kak Liana.
      Murmer bangeeet, ya ... πŸ˜πŸ‘

      Delete
    2. wahiya, aku jadi ikut merinding nih dengernya haha

      iya, asli murah meriah banget.
      semoga saya berkesempatan ke sana ya mas di lain kesempatan :)

      Delete
    3. Hahaha ..., merinding disko ya, kaaak πŸ˜…

      Amiin, aku ikut doakan agar kelak kak Liana kesampaian lihat langsung kereta kencana berhiaskan emas murni.

      Delete
  24. banyak sekali ya peninggalan sejarah di dalam keraton Yogyakarta, wah saya sering nggantuk sendiri kalau ke museum mas nggak tahu kenapa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh ...,kok bisa begitu ya,mas ?.
      Bisa terasa ngantuk di dalam museum ... πŸ€”

      Ya,betul, mas Kadir.
      Benda-benda sejarah tentang keraton Ngayogyakarta ini banyak banget koleksinya ...
      Seandainya diulas satu persatu, wow ... mungkin satu artikel jadi panjaaaang banget πŸ˜ƒ

      Delete
  25. Ingiinnya sihh liburan keyogyakarta mas.. tapi keseharian sibuk terus..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keep your health kalo gitu,mas Wafa πŸ‘Œ.
      Rajin minum vitamin bagus buat jaga kesehatan untuk ngimbangin kesibukan harian.

      Semoga kelak mas Wafa kesampaian liburan ke Yogya, Amin.

      Delete
  26. Waah komplit bgt ini pembahsanya di museum, terakhir ke tempat2 penting sperti museum pas smp. Jadi skrang brasa gak ada pengetahuan sama sekali tentang sejarah. Huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih opininya, mas Indra ⚘
      Sengaja kubuat selengkap mungkin infonya agar pembaca pada tertarik datang kesana 😁

      Wah cukup lama juga ya mas Indra terakhir liburan ke museum ...
      Yok,diulangi lagi,mas ☺

      Delete
  27. Saya udh beberapa kali ke kraton dan beruntung pernah sekali bisa masuk museum keretanya. Saya setuju dgn mas Himawan kalo dekat kereta tertentu hawanya beda ya? Serem plus merinding....

    Kalo denger kata Rotowijayan jadi inget di dekat kraton ada kampung abdi dalem ato kampung Rotowijaan, kampung dari keturunan Sais Kereta Kencana yg juga ada sebuah rumah difungsikan sebagai tempat kursus membatik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren mas Aris udah berkesempatan datang ke keraton πŸ‘.
      Apik ya bangunan-bangunan di dalam kompleknya, artistik ..
      Terutama yang di area Tepas Pariwisata : Sri Menganti - Kedhaton.
      Kita kayak digiring ke masa lampau πŸ‘

      O,iya mas ada kampung Rotowijayan yang warganya merupakan abdi dalem keturunan sais kereta kencana dan ada kursus membatik disana ?
      Waaah, aku baru tau ... wajib kudatangi itu lokasinya.

      Ayok barengan kesana yok buat nyari info artikel,mas.

      Delete
    2. Kampung Abdi Dalem lokasinya dari gerbang/petugas pemeriksaan tiket; jalan lurus ke arah jalanan, diseberang ada gang, masuk n jalan sebentar udh nyampe.

      Di tmp kursus batik Abdi Dalem, ketuanya orangnya ramah, mau menjelaskan sejarahnya dgn detail dan didekatnya, hanya selisih beberapa rmh dikatakan ada pakaian batik hasil karya mereka, namun waktu diajak ke rmh itu saya menolak krn waktu saya udh mepet mo ke Malioboro.

      Kalo artikelnya udh agak lama saya tulis mas hehehe.....

      Delete
    3. O,jadi lokasi kampung Rotowijayan tempat para pengrajin batik adanya di luar area museum.
      Coba ya ntar kapan aku kunjungi kesana,mas.
      Terimakasih infonya, mas Aris.

      Buat ngilangin penasaran infonya, coba ntar kulihat dan kukomentari artikel tentang kampung Rotowijayan yang mas sudah tulis ☺

      Delete
  28. Mewah2 ya, meski agak merinding jg ngebayanginnya heuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heuheuheu 😁
      Ngga apa-apa datang kesana kok, kak Nathalia.
      Yang penting kita jaga sikap dan jaga bicara saja selama berada didalam museum buat menghindari hal-hal yang ngga diinginkan.

      Delete
  29. murah tiketnya mas
    dulu memiliki kereta kuda sudah dianggap orang kaya raya
    Jaman sekarang gantinya mobil, yang memiliki ya berarti kaya orangnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, tiketnya murmer,mas πŸ‘.
      Udah murah,kita berkesempatan lihat benda-benda bersejarah ratusan tahun juga foto-foto disana 😁

      Betul,mas.
      Pada jaman dulu hanya kalangan bangsawan yang mampu punya kereta -kereta semewah ini.
      Model bentuk Kereta Kyai Garuda Yeksa itu nyaris sama bentuknya dengan kereta para kelas bangsawan di Eropa jaman dulu.

      Kalau jaman sekarang, mungkin sekelas mobil sport dari brand premium kali gitu,ya ..
      Cuman, mobil kelas premium bedanya ngga ada nilai historisnya dan ngga disakralkan.

      Delete
  30. loh ada musium kereta toh ternyata, baru tau kalo isinya kereta yang menarik buat di liat, tp serem gak tuh mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agak 😁.
      Aura gaibnya terasa selama berada disana.
      Apalagi berada di dekat kereta-kereta pusaka ..., mendadak bisa merinding.

      Cobain berlibur ke museum ini,mas Anggar 😁
      Koleksi keretanya bagus-bagus banget πŸ‘

      Delete
  31. Kereta tua tapi bentuknya masih utuh seperti awalnya, bagus banget. Nih kapan ya dipakainya...kalau ada acara istana kali ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, mas Dwi meski udah ratusan tahun keretanya tetap terawat sangat baik.

      Digunakannya hanya saat seperti acara penobatan raja baru, acara prosesi pengantin putra-putri raja dan khusus kereta Kyai Roto Praloyo hanya digunain saat raja mangkat atau meninggal.
      Selebihnya, hanya disimpan dan dirawat secara khusus dalam acara Jamasan.

      Delete
  32. Jogja yahh?? tapi aku belum pernah ngunjungin keraton seumur-umur... wkwkw padahal ngelewatin hampir tiap bulan.. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuakakaka πŸ˜…
      Kok bisa sih ?.

      Ayoook liburanlah ke keraton,mas Bayu.
      Rugi loh, sering nglewatin Jogja tapi kok belum juga datang ke keraton.
      Beneraaan,mas ... soalnya bagus banget bangunan-bangunannya dan sejarahnya.

      Datanglah pagi hari saat jam pertunjukan kesenian belum dimulai di keraton area Tepas Pariwisata : Sri Menganti - Siti Hinggil.
      Pasti langsung surprise karena .... kita akan dibawa ke suasana Jawa kuno.
      Para abdi dalem kesemuanya berpakaian Jawa traditional.

      Delete
  33. Baru tahu ada museum beginian di Jogja. Apa memang nggak pernah dipromosikan ya? Atau sengaja tidak digembar-gemborkan supaya nggak banyak tangan jahil yang perlu diawasi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurutku kurang promosi,jadi banyak yang kurang kenal lokasi ini, kak.
      Padahal lokasinya masih berada di area keraton dan sangat dekat ditemouh dari lokasi bangunan keraton.
      Tinggal nyebrang jalan kaki udah sampai 😁

      Delete
    2. Boleh nih jadi salah satu tujuan kalau main ke Jogja. Dekat keraton, kan.

      Delete
    3. Yups,betul,kak Dyah.
      Dari halaman parkir keraton area, lokasi ini berada di sebelah kanan jalan.
      Tinggal nyebrang jalan, kayak lagu 'pacar lima langkah' ... πŸ˜‚

      Delete
  34. Museum kereta kuda ini Berarti ini beda dan terpisah dengan lokasi kraton ya mas..

    Kirain berkunjung ke komplek kraton bisa sekalian lengkap dengan taman dan kreta kudanya..

    Hhmm kenapa kalo museum identik dg aura ghaib ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul,gambaran lokasi yang mas Heri bayangkanπŸ‘Œ.

      Museum kereta kuda ini bangunannya terpisah dari bangunan inti keraton.
      Jadi untuk memasuki bangunan museum kereta kuda ini tiketnya terpisah dengan tiket kunjungan ke keraton.
      Area keraton sendiri yang diperbolehkan dikunjungi turis terpisah 2 area dan masing-masing dikenai tiket berbeda.

      Mungkin karena museum identik dengan benda-benda berusia ratusan tahun ya,mas ...
      Biasanya benda-benda yang telah banyak usia ada 'penjaga'nya, terlebih yang dikeramatkan.

      Delete
  35. Banyak juga ya koleksi keretanya. Kalau di Keraton Solo seingat saya cuma sedikit ketika dua tahun lalu main ke sana.

    Melihat cuma dari fotonya pun ikut merinding. Gimana pas datang langsung. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti akan tambah merinding saat lihat langsung keretanya,mas.
      Terutama saat berada di dekat kereta Kyai Roto Praloyo.
      Ntar kapan punya kesempatan liburan ke Yogya, dateng ke lokasi museum ini,mas Yoga.

      Wah, keren tuh udah pernah liburan ke keraton Solo juga.
      Sayangnya saat itu ngga ke area koleksi keretanya.

      Bedanya, kalau di keraton Solo koleksi keretanya berada di dalam area keraton yang difungsikan sebagai museum,ya.
      Kalau museum ini lokasinya terpisah dengan bangunan induk keraton,mas.

      Delete
  36. Kolekasi keretanya banyak banget ya mas. Tapi apa harus pake sesajen ya, hehehe... Liatnya jadi bergidik, gimana datang langsung ya..?!

    ReplyDelete
  37. Iya,koleksi keretanya banyak,mas Suhendra.
    Kesemuanya bagus bentuknya.

    Diberi sesajen merupakan tradisi dari keraton,mas.
    Berada di dalam museum, antara kagum sekaligus merinding 😁


    ReplyDelete
  38. Menurut saya Keraton adalah warisan leluhur yang unik dan tak kalah instagenic karena bisa menyajikan filosofi mendalam di masa lalu😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuul ...,pendapat kak Sandra πŸ‘
      Bangunan-bangunan yang ada di keraton keren-keren dan megah, cakep banget buat latar belakang berfoto πŸ‘Œ

      Apalagi bangunan - bangunan yang berada di area Sri Manganti - Kedhaton ..., wah keren banget !.

      Delete
  39. Aku jg barusan tau ttg museum ini dr google map hihihi.. Penasaran sih pingin liat isinya. Keliatannya bagus2 ya keretanya bikin mupeng ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe terbantukan sama fitur google map ya,kak Farida 😁.
      Ayok liburan ke museum ini,kak ... mudah kok lokasinya ditempuh.
      Tinggal nyebrang jalan kaki dari halaman keraton.

      Ya,kak koleksi keretanya bagus-bagus dan artistik semua.

      Delete
  40. Suka banget wisata budaya kayak gini hehe. Kemaren Pas Di Jogja 5 Hari puas banget rasanya, etapi Saya Gak ambil foto2 disini sih, sayang banget sih ya. Tempat makan dekat sini Yang paling Recommended apa yaah ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaah .., sayang banget mas Didy ngga bikin foto-foto di museum kereta ini.
      Kenapa mas, takut yaaa 😁 ?.

      Resto paling recommended di dekat keraton menurutku : Bale Raos.
      Karena menyajikan hidangan makanan resep favorit dari keluarga raja, mas .... 😁

      Lokasinya berada di dalam area keraton, area Sri Manganti - Kedhaton.
      Dan menempati salah satu bangunan kuno keraton, terletak paling ujung.

      Delete
  41. Mantaap banget ini laah.. sampai ditulis detail. Waktu itu saya pernah ke Keraton, cuma enggak sampai detail begini ulasannya.. Suke deeh sama tulisannya Mas Himawan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantaap ...,kak Eri juga sudah pernah datang ke Keraton πŸ‘.

      Terimakasih banyak ya opininya kak Eri tentang tulisanku ⚘.
      Salam sukses juga buat kak Eri.

      Delete
  42. Wah, ternyata koleksi kereta kuda di sana lumayan banyak ya Kak. Nggak nyangka aja, soalnya dari luar bangunannya kelihatan nggak terlalu luas.

    Nice post!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul,luas bangunannya dilihat dari luar kelihatannya ngga besar banget.
      Tapi ternyata berbentuk memanjang dan ruangan dalamnya luas juga, kak.

      Delete
  43. Wah kalo saya belum pernah ke Museum sama sekali. Entah kapan bisa kesana, mengingat saya juga baru masuk kuliah tahun ini....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangaat, mas Alex πŸ‘Œ
      Pasti suatu saat nanti kesampaian liburan ke museum.
      Ikut kudoakan kegiatan kuliah mas Alex lancar dan nantinya lulus dengan nilai IP memuaskan, Amin.

      Delete
  44. Lebih tua dari gua dan untuk pemakaman aja mewah banget hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ..., pastinya yaa kereta nya lebih tua dari Idaham πŸ˜‚
      Kalo usia Idaham setua kereta-kereta itu, ntar masuk kategori manusia kuno ... πŸ˜…

      Betul, kereta yang digunakan khusus prosesi pemakaman raja, mewah betuuul bentuknya.
      Penuh ukiran dan berkaca lebar.

      Delete
  45. selain keren dan mantap, jalan-jalan kesini bisa tambah pengetahun nich tentang sejarah kereta di indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups betul, mas Maschun.
      Semoga lokasi ini jadi wishlist liburan mas Maschun selanjutnya.

      Delete
  46. Kenapa fotonya liat-liatan sama kudanya :|
    Seram

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkkwwkkwwwkk ...
      Kan kudanya cakeeeep, jadi suka aja tatap-tatapan mata berlama-lama sama dia πŸ˜‚

      Delete
  47. Wah tulisannya keren, Mas. Lengkap dan detil.

    Saya sebenarnya nggak suka ke museum karena auranya agak-agak gimana gitu, dan menurut saya ini secara umum. Apalagi Museum Kereta Karaton Yogyakarta yang menyimpan sejarah panjang yaa.

    Mungkin ini salah satu sebab museum itu sepi pengunjung, serem hehe..

    Coba kalau dibuat replika kereta kencana yang indah, kemudian pengunjung diperbolehkan naik sambil foto-foto, pasti akan ramai ya Mas.

    Anak-anakpun akan suka. Seperti di Museum Dirgantara itu yang ramai dikunjungi anak-anak :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih banyak pendapat dari kak Anjar ⚘☺.

      Semoga ya kak postingan ini ikut dibaca oleh sultan dan kerabat beliau [ hahahahaa ..., ngarep πŸ˜… ] dan saran dari kak Anjar untuk pembuatan replika kereta kencana disetujui dan segera direalisasikan pembuatannya untuk obyek spot berfoto-foto di atas kereta kencana.
      Pasti sangat keren ...

      Ide bagus itu, kak Anjar πŸ‘Œ

      Delete
  48. Waaah bulan mei lalu aku baru mengunjungi museum kareta yogyakarta lho mas him.. Agak serem bau kapur barus gitu. Wkwkwk
    Tp emg keren bgt sih isinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwkkkwwwkk..., serem-serem bahagia ya,kak Ella πŸ˜‚ ..., berkesempatan lihat langsung kereta-kereta kencana.

      Aku berkunjung ke artikel kak Ella tentang museum kereta ini, ya ..., pasti aku komen nanti,kak ☺

      Delete
  49. seru sekali berwisata ke tempat-tempat yang sarat sekali akan sejarah. Apalagi tiket masuknya murah, semoga lain waktu bisa kesana mas. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin ..., aku ikut doakan mas Dzikri suatu saat nanti kesampaian berlibur ke keraton.
      Semangat, mas ☺

      Delete
  50. Foto kuda yang putih lucu banget deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. ... ayook kesini foto bareng patung kuda putih, kak Rike 😁

      Lucu ya posenya seperti lagi menari atraktif πŸ˜ƒ

      Delete
  51. Main ke museum-mueseum seperti ini memang tarifnya murah, eh tapi kok mau motret aja bayar 1000 ya wkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beaya motretnya murah, ya 😁
      Beaya segitu tuh buat motret semua koleksi disana loh, mas Leon ...
      Menarik ya πŸ‘

      Yok, dijadwalin liburan kesini, mas ... apik banget koleksi kereta-keretanya.

      Delete
  52. Mas foto pertama kuda benaran apa patung? kok matanya seperti kuda benaran?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe 😁 ..., awalnya aku ngertinya juga kuda beneran, mas Martin.
      Apalagi ekor kudanya terbuat dari rambut ekor kuda beneran.

      Kuamat-amati detilnya, termasuk matanya kok mirip kuda betulan.
      Sampai aku penasaran dan tanya ke abdi dalem keraton yang bertugas apa itu kuda betulan yang diawetkan.
      Ternyata kuda replika.

      Delete
    2. Jogja memang benar benar istimewa. Orang kreatif yang bersahaja. Mas sekali kali bahas dong tentang pasar tradisional bringharjo (maaf kalau salah nulisnya)

      Kalau sempat jalan jalan ke Sendang sono (tahu mas?) Bahas dong. Itu tempat wisat rohani umat katolik mas. Tempatnya sangat tenang. Bagus untuk berdoa dan meditasi mas.

      Delete
  53. salfok sama foto keretanya kok bisa yah dilihat langsung ga keliatan pas di foto keliatan lambang mahkota negara Belandanya kang?
    agak serem baca ini :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Postinganku ini terkesan misterius ya,kak Herva 😁.

      Selain lambang mahkota negara Belanda yang hanya terlihat di foto, simbol -simbol Belanda yang terdapat di badan pintu kereta Kyai Garuda Yeksa ...., sebetulnya ada 1 lagi misterius yang kutemui disana, yaitu : memotret kaca kereta Kanjeng Nyai Jimat.

      Dilihat secara langsung, kaca kereta Kanjeng Nyai Jimat tampak terlihat jelas kesemua bagian dalam kereta bagian atas.
      Saat dipotret dan hasil yang terlihat di potret ..., hanya berupa kabut !.
      Sama sekali tak tampak bagian dalam kereta.
      Menurut penjelasan abdi dalem, inilah kereta yang paling disakralkan, jadi bagian dalam kereta tidak akan bisa tembus dilihat dari hasil foto.

      Anehnya, setelah aku sampai dirumah foto kaca kereta Kanjeng Nyai Jimat yang berkabut itu hilang.
      Kucari berulangkali ngga ketemu.
      Makanya foto juga keterangan pengalaman memotret kereta kaca Kanjeng Nyai Jimat ngga kusertakan di artikel ini.
      Takutnya aku dikira mengada-ada karena bukti foto tersebut ngga ada sampai sekarang di memory cardku.

      Delete
  54. Aaaaaaaah aku jadi pengen kesana mas...
    Semoga next bisa kesana hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip ..., lokasi museum ini dijadwalkan buat tujuan berlibur masbro Bowo πŸ‘

      Kudoakan segera terlaksana, mas Bowo.

      Delete
  55. jaman dulu kereta kudu adalah barang yang mewah layaknya mercedes jaman sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi begitu, mas Awan.
      Atau, bisa jadi juga saat itu hanya kalangan bangsawan yang hanya diperbolehkan memiliki dan menggunakan kereta-kereta mewah seperti ini.

      Ada alasan tersendiri dibalik itu, sebagai pembeda strata sosial dan gelar dengan kalangan umum biasa meskipun sebenarnya saat itu kalangan umum juga kaya raya mampu membeli sebuah kereta mewah.

      Delete
  56. Aku pernah ke keraton tapi belum ke museum kereta keratonnya. Di keraton juga ada beberapa kereta keraton yang dipajang. Sebetulanya kagum sekali dengan para pembuat kereta. Walaupun pada saat itu teknologi masih sederhana, namun bisa menghasilkan sebuah kereta yang sangat bagus dan bisa tahan lama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap..., mas Rivai udah pernah ke keraton juga.
      Betul, di dalam keraton area Sri Manganti - Kedhaton seingatku ada 2 kereta diletakkan berada di depan salah satu bangunan disana.

      Iya,ya pada ratusan tahun silam kemampuan mereka membuat kereta dengan artistik patut diacungi jempol.
      Material kayunya juga kayu pilihan jadi awet sampai sekarang.

      Delete
  57. Aku pernah masuk museum ini juga dan foto-foto, puji Tuhan nggak ada kejadian aneh-aneh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puji Tuhan ngga ada kejadian aneh-aneh ya,mas ..., hehehe 😁
      Selama kita berlaku dan berkata sopan di tempat-tempat seperti ini akan baik-baik saja.
      Terkecuali kita bersikap dan berucap tidak baik, bisa-bisa terjadi hal yang tidak diinginkan ke diri kita, mas Matius.

      Delete
  58. Jadi nyesel enggak mampir ke sini waktu ke Jogja kemarin. Semoga lain waktu bisa mampir ke sini deh :) hehehe

    ReplyDelete
  59. Stop penyesalanmu,mas Reza..,hehehe 😁
    Ntar mampir liburan ke lokasi ini saat ke Jogja lagi.

    ReplyDelete
  60. Kalau dilihat sepintas, lokasinya juga keliata sepi gitu, jadi kalau mau mampir ke museum berasa merinding-merinding ngilu. Hehe... Tapi selain mas Himawan kemarin, apa ada pengunjung lain yang mampir kesini mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ...,istilah baru nih merinding-merinding ngilu 😁.

      Saat aku kesana, awalnya cuman ada aku di dalam museumnya,mas.
      Setelahnya ada 2 turis mancanegara, 3 turis asal Taiwan dan 2 turis lokal.

      Saat awal sendirian berada di museum, aku sibuk mencatat keterangan foto kereta dan memotret kereta sambil deg-degan ..., lah lihat sebagian kereta bagian atasnya ditutup kain putih .. 😁

      Delete
  61. Saya kok jadi ngeri dan takut bacanya..belum pernah datang langsung, tetapi sebenarnya sangat menarik sekali ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha..,jangan takut,kak Muyas πŸ˜…. Ngga apa-apa kok kesana, asalkan kita jaga sikap dan bicara saja sebaiknya selama disana.

      Kulihat dari komentar yang masuk kok pada bilang ngeri bacanya,ya...
      Bisa-bisa aku jadi travell blogger spesialis hal gaib niih ... wkkkwwwkk πŸ˜‚

      Delete
  62. Mas setelah dibaca lebih seksama ngeri~ngeri sedap juga ne.

    Pertanyaan saya mas... selama trip di tempat seperti ini pernah ga mengalami sesuatu (gaib).

    Kalau ada ditulis dan bagikan. Menarik itu saya ingin tahu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuahahaaha..., mas Martin kok merasa ngeri-ngeri sedap juga baca artikelku ini, yaa πŸ˜… ..

      Biar ngga penasaran, ntar kalo liburan ke Jogja datang ke museum ini ya,mas.

      Kalo mengenai pernah atau belum ada pengunjung mengalami kejadian gaib di lokasi, aku ngga tau kejadiannya,mas.
      Mungkin, bisa jadi pernah ada tapi ngga diekspos media.

      Delete
  63. Saya jadi kangen naik delman liat foto kereta di atas. Sayang delman di sini sudah semakin berkurang. Dulu waktu kecil, pawai 17an seringnya naik delman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaahh ..., seru tuh kak pengalaman masa kecil ikut pawai naik delman 😁

      Dikotaku juga udah ngga ada delman,kak.
      Kalo di Jogja masih dilestarikan dan kita dengan mudah memilih mau naik delman model apa yang kita inginkan.

      Delete
    2. Wah. Asyik tuh.
      Kapan ya bisa ke Yogya?

      Delete
    3. Kudoain agar kak Sitti segera kesampaian liburan ke Jogja, Amin.

      Doain aku juga ya agar kesampaian liburan di kota kak Sitti ☺

      Delete
  64. Luar biasa. Tepat sekali, Mas, "saya sendiri belum tahu."
    dulu pernah ke keraton dan cuma melihat-lihat dan foto-foto aja. adapun sejarah, informasi, dan cerita di baliknya kami sama-sekali nggak (mau) tahu.

    Setelah membaca post ini saya merasa lebih baik, hehe.. dan tentu saja keinginan untuk berkunjung ke sana lagi menjadi muncul kembali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah, saya jadi tersanjung hehehe 😁 ..., artikel saya ini jadi membuat mas Rifan berkeinginan kembali liburan ke keraton.

      Liburan ke museum ini bisa sekalian diagendakan saat nanti ke Jogja,mas.

      Delete
  65. Saya beberapa kali ke Jogja belum pernah main ke Keraton. Seru juga memang lihat2 peninggalan kerjaan gini, macam kereta yang banyak juga ya jumlahnya, haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😁 iya, kak.
      Banyak juga koleksi kereta mewahnya.

      Jangan lupa datang berlibur ke keraton saat kapan ke Jogja lagi,kak Nita.
      Keren banget loh disana ☺ ...
      Apalagi yang di area Sri Manganti - Kedhaton πŸ‘

      Kalo ingin lihat pertunjukan kesenian Jawa, datang pagi hari di area Sri Manganti - Kedhaton, kak.
      Kesenian Jawa tiap harinya berganti jenis pertunjukannnya.

      Delete
  66. Jadi penasaran dengan aura sesuatunya tersebut. Biar bisa uji nyali. Kirain jika sudah masuk, bebas berphoto ria. Ternyata harus tetap minta ijin juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok diagendakan kesini,mas ...
      Apalagi mas Djangkaru kan asalnya dari kota Yogyakarta, masa belum kesampaian datang ke museum ini,mas.
      Sayang,loh ☺

      Seribu rupiah untuk ijin berfoto untuk memotret semua koleksi yang ada di museum kok,mas.
      Murah kan ?, hehehe

      Delete
  67. Kenapa ya kok kamu merasakan aura yang membuat bulu kuduk meremang, apa pengaruh sajen atau ada hal lain jadi penasaran
    apa betul begitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena pengaruh 'peka'bakat bawaan, kak.
      Beruntung sekarang intensitas lihat hal gaib seiring waktu semakin berkurang ngga seperti dulu.

      Delete
  68. wah ininih menantang banget buat dateng kesini, kalo yg penakut kayak gua pasti gak berani :D, apalagi museum nya sepi gitu, jadi harus bener-bener siap mental :D, tapi pastinya gak nyesel buat dateng liat keretanya gitu bagus-bagus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah ..., masa sih mas Khanif yang foto profilnya ala jagoan manga ini penakut ?.
      Bo'ong yaaa .. , hayooo ... πŸ˜‚

      Ngga kenapa-kenapa kok dateng liburan ke museum ini,mas.
      Yang penting sebaiknya kita jaga sikap dan bicara saja disana ☺

      Delete
  69. luar biasa infonya, lengkap nulis nama kereta, tahun pembuatan beserta jumlah ekor kuda yang menungganginya.. kira2 ramaikah pengunjung yang datang kesana ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah .., saya jadi tersanjung nih,kak Sarah 😊
      Terimakasih banyak opininya, ya ⚘

      Sewaktu aku liburan di lokasi ini ngga rame pengunjung,kak.
      Entah, kalo pas musim liburan rame ngganya aku kurang tau.

      Kapan ada waktu liburan ke museum ini,kak.
      Keren loh koleksi keretanya πŸ‘

      Delete
  70. waah belum kalau ke jogja explore kayak gini, palingan mampir makan aja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren nih mas Afrizal mengeksplore wisata kuliner yang ada di Jogja πŸ‘

      Ayok diagendakan liburan ke museum ini,mas.
      Pasti ngga bakalan nyesel setelah lihat koleksi kereta disana.

      Delete
  71. Pas aku ke Museum Kereta lebaran lalu, tampak ga begitu ramai pengunjungnya. Ada guide nya yang menceritakan sejarah kereta kudanya. Abdi dalem tersebut pernah berjalan sepanjang 17km mengiringi Sultan yang naik kereta kencana. Seminggu sakit ga bisa bergerak katanya. Merinding ya kalau berada di museum gitu hihihi. Kalau malam2 lain lagi ceritanya kali :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow, itu satu cerita menarik,kak ..., abdi dalem yang bertugas berjalan kaki mengiringi Sultan naik kereta kencana sampai jatuh sakit setelahnya.
      Mungkin, karena kecapekan ya, kak ?.

      Apakah kunjungan ke museum kereta ini juga kak Nurul dijadikan artikel, kak ?.
      Aku ingin membacanya dan pasti akan kukomentari.

      Kalo malam suasana di museum ini ..., kira-kira kayak gimana ya, kak ?.
      Xixixi .. , pasti ... titik-titik 😁

      Delete
    2. Wadooooh, bagus sih bagus dijadiin cerita hihii.. Memang udah niat niiih abis bls2 mau nulis ttg liburan. Apa daya kebanyakan urusan wkwkwkwk :D :D Mesti banyak belajar dari mas Hino nih yg tulisan travelingnya membahana :)

      Delete
    3. Waaah cetar membahana atau cetar membahenol nih kaaak ...,hahahaha 🀣
      Bercanda loh ya, kak.Maaf.

      Kak Nurul bisa aja nih,aku yang perlu banyak belajar dari kak Nurul yang bisa dapat banyak banget undangan event.
      Itu betul keren, kak πŸ‘

      Delete
    4. Ah, kamu bisa ajah mas Hino hahahah well, thanks deh. Btw itu kan di samping Museum Kereta Karaton ada tempat naruh kuda2nya ya. Waktu itu aku lihat2 sih tapi cuma sedikit. Sayang ya kayak kurang terpelihara. Kasian kuda2nya juga agak sempit gitu lahannya.

      Delete
  72. Mau enggak jadi baca nanggung. Di bagian masnya bilang "ada sesuatu ..." kujadi merinding ini. Apalagi bacanya jam segini. Ditambah ada sesajen sesajen gitu.


    Kereta yang di foto itu masih terlihat kemewahannya padahal udah lama banget. Unik juga ya, dilihat langsung oleh mata telanjang enggak terlihat itu lambang mahkota yang di atas sama lambang di pintu, tapi pake kamera terlihat.

    Serius itu kuda cuma replika? Kok ya mirip kuda beneran yang diawetkan. Yang hitam serem gitu bagian matanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Howaaa ..., saat itu pasti bacanya post ini mendekati tengah malam ya, kak 😁 ?.

      Aura mistisnya akan lebih kerasa saat kita berada di dalam museum sana.
      Kalo kak Maulani juga punya 'kepekaan' pasti akan merasakan memang ' ada sesuatu' melihat bangunan luarnya dan lebih terasa lagi saat berada di dalam ruangannya.
      Apalagi saat sendirian 😁

      Iya, unik banget ya lambang mahkota di dalam kereta kencana dan simbol-simbol di badan pintu kereta jika bisa tak terlihat saat dilihat dengan mata langsung.

      Menurut penjelasan abdi dalem, katanya betulan kuda replika, kak.
      Aku juga sempat melongo lama, kuamat-amati kok sangat mirip kuda betulan.


      Delete
  73. Kereta yang usianya ratusan tahun? Berarti panjang juga sejarahnya cuma sayang kebanyakan pemberian bangsa penjajah. Apakah kereta itu merupakan barang untuk mencari muka pada para sultan agar sedia kerja sama dengan penjajah?
    Ketika suatu benda bisa berkisah banyak tentang sejarah pada masanya, bagi saya itu menarik. Ada derap kehidupan yang tak kita tahu bagaimana. Dan lagi-lagi nuansa mistik terselip di sana.
    Soal kuda yang dikatakan replika, bayangkan jika merupakan kuda yang diawetkan saja, hi hi. Agar kesannya lebih misterius.
    Kita tidak tahu apa saja yang terjadi di sana. Soal sesajen, rasanya tak nyaman juga.
    Keretanya indah. Mas beruntung beroleh kesempatan untuk menjelajah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Koleksi kereta milik keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini sebagian merupakan hadiah dari negara dan juga ada yang dibeli oleh keraton, kak Rohyati.

      Hehehe .., kirain tadinya juga kuda betulan,kak 😁.

      Kudoain semoga kak Rohyati juga punya kesempatan mengunjungi museum ini, Amin.

      Delete
  74. Ya Allah sumpah mas, keretanya banyak banget yaa. Ngga nyangka peninggalannya sebanyak itu. Karena aku tinggalnya di Sulawesi, jadi aku emang ngga begitu tau sih sejarah disana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren ya koleksi kereta, kak ...
      Semuanya terawat apik dan bentuknya mewah-mewah.

      Kudoain ya agar kak Suryani berkesempatan datang dari Sulawesi ke Yogyakarta untuk melihat langsung megahnya keraton dan bisa sekalian belajar sejarah atau juga belajar menulis Jawa kuno ..., Amin.

      Delete
  75. Ya ampuuunn, saya pernah ke sini 9 tahun lalu.
    Dulu pas ke sini, persis di 1 Suro, jadi ruangannya jadi wangi melati, kayaknya banyak yang habis di cuci ya?

    Sumpah, saya merinding banget selama berkeliling di dalam ini, bahkan baca ini jadi merinding lagi.
    Makanya pas ke Jogja lagi setelah punya anak, gak berani mampir ke sini hihihi.

    Btw dulu juga masuknya kalau gak salah 3ribu deh, tapi berfoto bebas gak pakai bayar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantaap ..., ternyata kak Reyne pernah ke museum Kareta Karaton ini πŸ˜πŸ‘.

      Wuih, saat itu keseluruhan ruangannya harum wangi melati ..., pasti aura suasananya lebih terasa mistis ya, kak ... πŸ€”, apalagi tepat 1 Suro.

      Nah, kita samaan merinding berada didalam sana kalo gitu.
      Memang sih ya, aura gaibnya kerasa kuat.

      O,jadi dulu tiketnya udah termasuk beaya berfoto.
      Sekarang ada penambahan beaya kalo gitu, ya πŸ™‚

      Delete
  76. Museum kereta ini menarik karena banyak koleksi kereta antik mewah, Semua kereta di museum ini keramatkan ya?
    Jadi ada aura mistisnya ya?

    Penasaran juga lihat koleksi kereta tapi agak takut...
    Takut tapi penasaran... Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diagendakan dikunjungi ya museum Kareta Karaton ini saat liburan ke Yogya lagi ntar, sista πŸ™‚ ...
      Koleksi keretanya keren-keren.

      Ngga usah takut kesana ..., hehehe ..., yang pasti jaga sikap dan bicara saja selama disana.
      Juga patuhi perintah larangan dengan baik, daripada nantinya kena yang tidak-tidak.

      Delete
    2. Iya... semoga ntar kalau suatu saat liburan ke Yogya aku akan ke keraton dan semoga rasa penasaranku bisa mengalahkan rasa takutku untuk ngunjungi museum kereta ini... :)
      iya benar kita harus menjaga sikap dan mematuhi semua peraturan yang ada dan nggak boleh melanggarnya, juga nggak lupa baca-baca doa supaya bisa menangkal aura-aura ghaib yang ada.

      Yang aku penasaran juga disebutkan di atas brader sudah hampir memasuki lokasi museum tapi sempat berbalik arah menuju ke warung kopi untuk merilekskan pikiran... kenapa? apa ada keraguan ya memasuki museum saat itu?

      Delete