Tuesday, June 5, 2018

Curug Perawan Sidoharjo ~ Curug Tertinggi Di Menoreh

Kali ini lokasi liburanku berlibur ke salah satu destinasi wisata alam air terjun bernama unik, terdengar sedikit terkesan kontroversial namanya.
Lokasinya terletak di kaki gunung Menoreh dan berada di daerah kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di desa Sidoharjo, kecamatan Samigaluh.
Nama unik lokasinya tak bisa dipungkiri pasti membuat orang akan langsung bertanya ada alasan apakah sebenarnya dibalik pemberian nama lokasinya saat namanya itu disebut ..., air terjun Perawan Sidoharjo.


Trip Of Mine
Pesona eksotis curug tertinggi di Kulon Progo, pegunungan Menoreh.

" Apakah ada suatu alasan tertentu dibalik kata penyerta itu ..., apakah karena alamnya yang masih alami, tanpa ada polesan sama sekali disana ?. Atau, ada alasan lain ? ".

Kabupaten Kulon Progo yang kini tengah dipersiapkan sebagai lokasi baru bandara penerbangan International menggantikan lokasi bandara Adi Sucipto ini dikenal memiliki beberapa lokasi wisata alam, terutama air terjun dengan pemandangan alam eksotik dan memesona, diantaranya yang telah populer dikalangan traveller : Kedung Pedut, Kembang Soka dan Ekowisata Sungai Mudal.

Rute tempuh perjalanan ke sejumlah lokasi wisata disana yang terbilang perlu berkonsentrasi dengan baik saat melaluinya ..., melewati jalan beraspal mulus namun mengikuti kontur tanah khas pegunungan naik turun dengan beberapa titik tikungan curam dan sempit, sesekali perjalanan dilalui bersisian dengan keberadaan jurang berkedalaman puluhan meter.
Dan beberapa titik rute perjalanan tak selamanya beraspal mulus, berlubang dan bergelombang.
Namun rintangan itu semua, tak menyurutkan antusias para pecinta travelling, baik traveller domestik maupun mancanegara untuk berlibur disana.

Rute kesana.

Kali ini untuk menuju ke kabupaten Kulon Progo, tak melalui jalur alternatif yang sebenarnya dapat ditempuh melalui jalan perkampungan desa yang terdapat di sekitar candi Borobudur ataupun melalui putaran jalan di depan taman Bambu Runcing, Muntilan.
Kedua jalur alternatif ke Kulon Progo ini relatif lebih cepat ditempuh dari kota - kota yang berada di sebelah utara kota Yogyakarta, seperti kota : Magelang, Ambarawa, Ungaran, Semarang, dan seterusnya. Dibandingkan harus terlebih dahulu ke kota Yogyakarta untuk menuju ke kabupaten Kulon Progo.
Namun kali ini sengaja mencoba memilih melalui jalur di kota Yogyakarta, dengan rute sebagai berikut : 


Jalan Godean - melewati jembatan besar sungai Progo - perempatan traffict light Nanggulan ke arah kanan - perempatan Dekso ke arah Samigaluh atau ke arah kiri - pertigaan jalan ke arah kanan dengan melalui jalan kondisi menanjak - ikuti rute papan nama petunjuk lokasi - ke arah kiri masuk jalan kecil di sebelah MTs. Sidoharjo - ke arah kanan - lokasi parkir wisata air terjun.

Rute tempuh melalui kota Yogyakarta ke lokasi ini memerlukan waktu sekitar 1,5 jam, ditempuh dengan kendaraan pribadi.

Untuk menuju ke perbukitan Menoreh, tempat keberadaan sejumlah lokasi wisata alam menarik itu berada, memang tak  tersedia sarana transportasi umum melayani jalur disana.
Solusi terbaiknya untuk menuju kesana, jika tak membawa kendaraan pribadi, memilih menyewa kendaraan bermotor berupa motor atau mobil yang terdapat di sekitaran kota Yogyakarta ataupun kota Magelang.


Dan ternyata air terjunnya ...

Untuk menuju ke lokasi air terjun, dari tempat area parkir di samping rumah seorang warga, melewati jalan setapak sepanjang sekitar 600 meter di tengah hutan yang sebagian besar difungsikan sebagai lahan kebun tanaman cengkeh oleh warga desa setempat.
Saat itu kuntum cengkeh terlihat sedang ranum - ranumnya, aroma wanginya menemani trekking sepanjang rute.


Trip Of Mine
Titian jembatan bambu menuju lokasi curug.

Beberapakali berpapasan dengan beberapa warga desa yang sibuk membawa material bahan bangunan untuk pendirian bangunan di dekat lokasi air terjun. 
Mereka ramah - ramah, selalu menebarkan senyum dan mengajak menyapa setiap kali berpapasan. 
Dari sinilah akhirnya aku menemukan jawaban atas alasan pemberian nama air terjun menyematkan kata perawan di depan nama lokasinya ..., menurut keterangan salah satu warga yang kuperoleh, nama lokasi air terjun menggunakan kata perawan atas pemberian nama dari lurah desa yang saat itu menjabat dan diceritakan pada jaman dahulu kala setiap sore hari sering muncul penampakan pelangi diatas puncak air terjun. Keindahan air terjun berhiaskan pelangi diibaratkan seorang perawan cantik jelita.
Namun sayangnya, entah kenapa beberapa tahun terakhir ini penampakan pelangi itu tak lagi ditemui disana ..., oh !.


Trip Of Mine
Dari atas jembatan bambu, lokasi air terjun Perawan Sidoharjo mulai terlihat.


Setelah melangkahkan kaki berada di dekat titian jembatan bambu, mulai tampak keberadaan lokasi air terjun, namun yang terlihat adalah bagian teratas nya.


Dan ternyata air terjunnya ..., air terjun musiman. Saat itu alirannya tengah surut, hanya mengalirkan sedikit air di tebing batuannya. Menandakan musim kemarau sedang berlangsung.

Pemandangan keseluruhan lokasi air terjun tampak jelas setelah berada di dekat batu besar yang berada di tengah jalan setapak.


Trip Of Mine
Batu berukuran besar berada di tengah jalan setapak.

Tampilan tebing air terjunnya sangat eksotis ... , menjulang tinggi sekitar 80 meter dan memiliki sudut kemiringan 90 derajat. 
Tebingnya terlihat seperti ditatah rapi !.

Trip Of Mine
Memandang batuan tebing eksotis air terjun Perawan Sidoharjo.

Berdiri tepat berada di atas bebatuan aliran air yang mengering dan mendongak melihat ke atas bagian puncaknya, muncul perasaan kagum dan membayangkan saat musim penghujan nanti tiba ... , air terjun pasti akan terlihat sangat menawan.


Trip Of Mine
Meski sedang surut, bebatuan di aliran air terjun terlihat tetap fotogenik.

Meski air terjun saat itu tengah surut, hanya mengalirkan air kecil dan menciptakan suara tetesan jatuhnya air ke kolam cekungan berwarna hijau tosqa, tak mengurangi keeksotisan alamnya untuk lokasi berlibur dan berfoto.

Bonus kecewa tak melihat aliran air terjun mengalir deras.

Setelah berpuas diri berlibur di area air terjun eksotis dan berfoto disana, saatnya mengakhiri petualangan dan kembali melewati jalan setapak untuk ke lokasi area parkir di rumah seorang warga yang merangkap sebagai lokasi restribusi tiket masuk wisata alam air terjun Perawan Sidoharjo.
Dari awal kedatangan di lokasi ini, ada satu bangunan yang cukup menarik menyita pandangan. Lokasinya berada di dekat area parkir kendaraan, bentuknya sederhana berupa kandang dan terbuat dari susunan papan kayu.
Saat kulihat pertamakali yang terlihat hanya ada beberapa kambing dewasa berada di dalam kandang, sesekali terdengar meneriakkan suara mengembiknya.

Dan saat tiba kembali di area parkir setelah dari lokasi air terjun, kulihat ada 2 ekor anak kambing yang berumur sedang lucu - lucunya berada di luar kandang.
Gerak polahnya lucu dilihat, cukup menghibur mengobati sedikit kekecewaan tak melihat adanya aliran air terjun mengalir deras disana ..., terkadang mereka berdiri anteng, terkadang aktif meloncat - loncat seperti kegirangan.
Tak terhitung berapakali sudah aku mencoba mendekati mereka untuk sekedar berfoto dengan mereka, tapi selalu gagal karena mereka tak bersedia memakan daun yang kusodorkan ke mereka dan segera pergi menjauh, berpindah lokasi dengan gesit.
Tak begitu lama, bapak penjaga loket tiket yang ternyata juga pemilik kambing, kembali ke rumah dengan membawa sekeranjang penuh sayuran diletakkan di atas kepalanya dari hasil berkebunnya.
Sepertinya bapak itu tertawa melihat aksi konyolku membuntuti anak kambing, sambil meletakkan bawaannya bapak berusia 60 tahunan itu mengatakan jika akan membujuk anak kambing agar bersedia makan, sodorilah setangkai daun pohon Angsana.
Dan benar saja, setelah bapak itu memetikkan daun angsana di halaman belakang rumahnya dan memberikan ke aku, segera kusodorkan daun itu ke mereka ..., terbukti mereka langsung bersedia mendekat dan memakan daun angsana dengan lahap.


Trip Of Mine
2 anak kambing imut akhirnyaaaa ..., makan juga.

... Akhirnya, jadilah fotoku bersama 2 anak kambing imut ini melengkapi foto kenangan liburanku di air terjun Perawan Sidoharjo.

Lokasi :
Gerbosari, Sidoharjo, Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Harga Tiket :
Rp. 2. 000,_
[ info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]

Tips berlibur di curug Perawan Sidoharjo :
▪ Pastikan fungsi kendaraan berfungsi dengan baik, mengingat rute perjalanan dari dan ke tujuan lokasi melalui rute kontur pegunungan.

▪ Jika ingin melihat tampilan aliran air terjun terlihat mengalir deras dari puncaknya, atur jadwal berlibur ke lokasi air terjun tertinggi di pegunungan Menoreh ini di saat musim penghujan tiba.






144 comments:

  1. Kalau denger bukit menoreh jadi inget 212 Mz xixixi, jalan jalan terus nii... bikin iri aja, q kapan bisa jalan jalan 😢😢😢

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oyaaa,kak Risna ... cerita 212 itu background ceritanya gunung Menoreh ?.
      Aku malah baru tau sekarang dari kak Risna ..., maklum aku ngga ngikutin cerita serial itu,kak 😊

      Ayook, kapan-kapan jalan bareng yook, kak Risna ... 😁

      Delete
    2. Makanya cari pasangan, biar bisa jalan-jalan punya bodyguard... 😄😄😄

      Delete
    3. @ Mas Kojek & kak Risna =

      Hahahaha .. 😅
      Bodyguardnya lagi ikutan shooting lanjutan film Bodyguard.
      Kali ini kayaknya lagi milih lokasi air terjun kece buat shootingnya 😉

      Delete
    4. lain kali kalau mau jalan jalan mbok yo ajak ajak saya Mas, gelem aku , ombal dewe ora opo opo

      Delete
    5. ngomongin Yogyakarta, memang banyak menyimpan tempat tempat wisata yang perlu dikunjungi, seperti air terjun Perawan Sidoharjo ini

      Delete
    6. Ayoook,kapan kita travelling bareng,mas ☺ ?.

      Sampeyan tinggal dimana ya ?.

      Betul, Yogyakarta lengkap pilihan jenis wisatanya.
      Wisata budayanya, wisata alam, wisata kekinian semuanya ada disana.

      Delete
    7. baru tau lho kak ternyata air terjun juga ada yang musiman, aku kira selamanya air terjun itu mengalir yaaa

      Delete
    8. Hehehe .. ,ngga cuman buah yang kenal musim ya,kak Vika 😁
      Air terjun nyatanya juga kenal musim.

      Delete
    9. Pendekar 212 dari bukit menoreh, filmnya mo tayang thn ini ya? ...jd pingin ke air terjun ini, tapi nunggu di musim hujan aja ah...

      Delete
    10. Oya,mas Aris .. film pendekar 212 akan tayang di bioskop tahun ini ?.

      Jujur,mas Aris aku baru tau kalau lokasi gunung Menoreh ini yang dulu dijadiin lokasi cerita tokoh cerita bersambung 212 Wiro Sableng ...

      Aku taunya dari komentar-komentar yang ada, termasuk komentar dari mas Aris ini.

      Ayook mas .. musim penghujan nanti kalau ada waktu, berlibur ke air terjun tinggi ini ☺

      Delete
    11. Menurut berita, Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 yg akan diperankan oleh Vino G Bastian, film layar lebarnya akan ditayangkan September 2018 yg bekerjasama dgn 20th Century Fox.

      Dulu waktu masih kecil suka baca novelnya, serinya banyak, dulu sempat populer.

      Saya tau krn saya kan produk jaman old haha...anak2 saya juga ga tau.

      Musim hujannya masih agak lama juga sih...tapi smoga bisa ksana.

      Delete
    12. Wuih.. surprise yaa film Indonesia bisa bekerjasama dengan perfilman kaliber dunia ..
      Kayak apa itu nanti hasil produksi filmnya,ya ?.
      Pasti pakai tekhnologi digital spesial effect mumpuni kalo ditangani sekelas Hollywood begitu.
      Jadi penasaran pengin nonton filmnya ntar kalo tayang di bioskop.

      O,mas Aris rupanya termasuk pecinta berat novel Wiro Sableng, pantas hafal betul lokasi dan seri novelnya 😁👍

      Amiin, ikut kudoakan agar mas Aris kesampaian ke gunung Menoreh.

      Delete
  2. Hehe,, jd apa dong alasannya di balik penamaan yg kontroversial itu?

    Curugnya sepi ya dan airnya gak begitu kelihatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ssst, alasan namanya ada kok di artikel diatas, Idris 😉

      Iya, soalnya pas musim kemarau jadi alirannya kurang deras.
      Air terjun ini musiman, tergantung musim penghujan.

      Delete
    2. Yang mana mas? Gak nemu dari tadi!

      Apakah ada suatu alasan tertentu dibalik kata penyerta itu ..., apakah karena alamnya yang masih alami, tanpa ada polesan sama sekali disana ?. Atau, ada alasan lain ? ".

      Yang itu bukan 😁

      Delete
    3. Bukan, sob 😁
      Tapi di bagian kalimat :
      ..., menurut keterangan salah satu warga yang kuperoleh

      Delete
    4. Owalah,, ternyata dari pemberian lurah dan munculnya pelangi.. fokus ke rutenya malahan,, ternyata alasannya di point' dan ternyata air terjunnya,,, 😁

      Delete
    5. 😁 begitulah alasan pemberian nama lokasinya, sob ..

      Ntar ya kalo Idris liburan ke Kulon Progo, khususnya rute ke curug-curug keren itu .. ,rutenya yang dilalui wow ... dan banyak pemandangan apik di sepanjang perjalanan.

      Delete
    6. Klo ke Kulonprogo pengennya ke Kalibiru sama pantainya saja 😁

      Delete
    7. Ntar kapan ke Kulon Progo cobain deh liburan ke ekowisata Sungai Mudal, Idris ....
      (udah pernah kuposting artikelnya)

      Eksotik banget air terjunnya disana .. bisa renang2 di cekungan kolamnya 😁

      Delete
  3. bahagia banget fotonya sama anak kambingnya mas.
    Saya tau alasannya.. Karena mas hima sudah menemukan jawaban dari lagu "mana dimana anak kambing saya?" Kan 😂😂

    Btw memang berhasil jd pengobat kecewa karena gagal melihat aliran deras curug perawannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha ha ha 😂😂 ! ...
      Kak Anggun hebaaat ...langsung konek teringat lagu bocah 'mana dimana anak kambing saya' ...
      Wwwkkk .., hebat kak Anggun ini 👍

      Iya,kak lihat polah 2 anak kambing jadi terhibur setelah cukup kecewa lihat alirannya lagi ngga deres..

      Delete
  4. eksotik, menarik untuk dikunjungi curugnya, keren mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,mas.
      Kalo pengin lihat air terjunnya saat deras alirannya, ntar nunggu musim penghujan kesananya,ya ...
      Menurut penduduk disana, saat musim penghujan air terjun ini tetap aman kok dikunjungi.

      Delete
    2. sipp, sapa tau ketemu juga yang perawan2 :)

      Delete
  5. Waaah kok gk nyobain nyebur ke airnya mas, hehe

    ReplyDelete
  6. kambingnya imut juga .. wk wk wk ... dari pantai glagah kira-kira masih jauh gak mas ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkkwwkk 😂 .. imut dan cakep anak kambingnya ...
      Akhirnya bisa ngasi makan dan ngelus2 kepalanya 😁

      Cukup jauh juga jarak dari lokasi air terjun ke pantai Glagah,mas.

      Kalo rute ke pantai Glagah cenderung datar-datar saja rutenya, kalo ke lokasi ini rutenya meliuk-liuk.

      Delete
  7. Woooww!!! Tempat yang mengasikskan niihh!!...😄😄 Air terjun curug perawan di bukit menoreh...sejuk dan mendayu-dayu..😂

    Sama seperti komentator pertama...ingat bukit menoreh jadi ingat Novel jadul Api dibukit Menoreh...Karya M, Sutadja kalau nggak salah...😂😂😂 pernah baca novelnya nggak mas!! Heeehee!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,beneeer, mas Satria .. tempat yang mengasyikkan, udaranya juga sejuk 😁
      Bisa buat ngemping juga disini, loh ...

      Menurut warga yang ngobrol dengan aku, kalo sabtu - minggu dan hari libur nasional banyak yang pada ngemping disana.

      O,iyaa tow ... ada novelnya tentang Menoreh ?.
      Aku belum pernah baca, mas 😊
      Malah baru tau dari kak Risna dan mas Satria ini.

      Delete
  8. Kalau mau liburan murah ya ke sini ya, cuma bayar tiket 2000 sama transport.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeees, kak Anisa ...
      Udah tiketnya murmer, pemandangan alamnya keren, udaranya juga sejuk ☺

      Waktu aku kesini, kulihatin warga desa lagi bergotong-royong membangun warung di dekat jalur air terjun, jadi nantinya kebutuhan makanan minuman untuk pengunjung dapat dijumpai dengan mudah di lokasi.

      Delete
  9. Yang harus dipersiapkan emang kendaraan yang kuat untuk ke daerah seperti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,betul, kak Tika.
      Ntar kalo kak Tika dan temen-temen liburan ke lokasi sejumlah curug seperti ke curug Perawan Sidoharjo ini, siapkan terlebih dahulu fungsi kendaraan dengan maksimal.
      Dan juga berkonsentrasi tinggi saat melintasinya.

      Delete
  10. Replies
    1. 😁 aku tau info lokasi dan nama lokasinya juga baru-baru ini, kak Sandra.
      Karena penasaran dengan namanya, aku berlibur kesana ☺

      Delete
    2. Ayooo ditunggu update artikel liburannya ya kak himawant, kalau bisa bawa eluarga biar rame dan ga kesepian xixixiixix

      Delete
    3. Iya, kak Vika.
      Terimakasih banyak supportnya ya ☺

      Delete
  11. nama curugnya unik banget mas apa memang belum pernah dikunjungi selama ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya namanya unik banget,mas Kadir 😁
      Selama ini aku juga baru akhir-akhir ini dengar nama keberadaannya, karena penasaran aku kesana.
      Ternyata air terjunnya .. woouw 😁

      Delete
  12. Itu kalo jalan di jembatannya ngga ngeri kah mas? Tiketnya murah juga ya cuma 2Ribu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga ngeri kok jembatan bambunya, kak Suryani.
      Cuman bunyi bergeretak saja sewaktu dipijak 😁.

      Keren harga tiketnya yaa ...
      Patut dicontoh untuk lokasi wisata lainnya 👌

      Delete
  13. 😍😍😍😍😍😍😍😍

    ReplyDelete
  14. Apa ga dingin disana gan??
    Difoto pake oblongan doang
    ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terasa dingin juga sih disana saat itu ☺ ..
      Tapi ngga apa-apa cuma pake kaos oblong, biar kerasa sejuknya 😁

      Delete
  15. Cukup tinggi juga ya Mas, air terjunnya. Sepertinya banyak destinasi wisata alam yg bagus2 di Jogja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, di Yogyakarta variatif pilihan lokasi wisatanya, kak Nia.

      Ketinggian air terjunnya lebih terasa saat di lokasi,kak.
      Begitu terlihat dari kejauhan, kelihatan banget tingginya menjulang di tengah bukit.

      Delete
  16. Tujuan wisata begini nih yang nanggung: pas musim kemarau kurang cantik, tapi pas musim hujan jalannya lebih bahaya karena licin. Ini nih beneran Beauty is Dangerous .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuiihhh .. dapat istilah baru dari kak Dyah niih .. Beauty is Dangerous 😁
      Keren istilahnya,kak.

      Saat musim penghujan nanti,jika kesana memang perlu dobel hati2, terutama melewati rute perjalanan badan gunung Menoreh yang meliuk-liuk.
      Rem kendaraan harus pakem.

      Delete
  17. cita-cita tersembunyinya ga muluk-muluk ya mas himawan, poto ama kambing, udah itu aja hehe
    Ini curug keliatan alami banget dan untungnya utk sampe ke curugnya trekingnya ga susah2 banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuakakkaakaa 😅 ..
      Foto sama anak kambing imut gemesin itu buat ngobati kecewa ngga lihat air terjun ngalir deras kok, kak Ainun.

      He'em,jalur trekkingnya ngga sulit dan suasana areanya ngga terkesan menakutkan ..., malah asik karena ngamatin pohon-pohon cengkeh 😁

      Delete
  18. Dan ternyata air terjunnya sedang surut menandakan sedang musim kemarau, tapi tetap indah dimata dan damai di hati membuat hati tak henti memuji syukur kepada-Nya

    kapan foto dengan si doi melengkapi traveling
    Kambing imut pasti giri deh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan ternyata memang benar kita tak berhenti berdecak kagum lihat alam karyaNya yang luar biasa.

      Xixixi .. doi kurang suka publikasi,kak 😁

      Delete
    2. wah ternyata kak himawant ini uda punya doi yaa, pantesan saya mikir kak himawant difotoin siapa kalau bukan sama doinya xixix

      Delete
    3. Ohh 😲
      Woouuw
      ...

      Hahahahhaah .. ternyata kak Vika baca semua komentar yang masuk 😅😂

      Kabuur bentaran aaaakh ..., malu nih kaaak ..
      Hahaha

      Delete
  19. Sayang airnya lagi nggak banyak itu yah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,mas Donda.
      Coba sewaktu airnya lagi deras .. pemandangannya pasti lebih woouw ..

      Untungnya ada anak kambing imut-imut buat menghibur diri berfoto bareng mereka berdua 😁

      Delete
  20. Kita kalau melihat foro air terjun dengan orang yang berdiri di bawahnya akan alami semacam tipuan kamera, ternyata lebih tinggi. Banget, hi hi. Saya kala buka album foto lama masa kecil wisata ke Grojogan Sewu bareng para karyawan kantor almarhum bapak, terlihat kecil air terjunnya. Padahal aslinya tinggi banget dan aliran airnya deras.
    Semoga saja Mas bisa ke sana lagi kala musim hujan. Sungai di bawah yang ada curugnya saja debit aliran airnya susut. Kalau musim hujan riuh banget. Cuma kasihan pada mereka yang orang kota dan pengen nostalgiaan main di curug karena tak ada apa-apa selain aliran air yang terbagi tiga bagian. Ke selatan berupa kali kecil untuk pengairan, tengahnya sungai, dan utara di seberang lembah berupa irigasi. Pada surur sungai dan irigasinya. Kalau selokan kecil masih deras mengalir. Hem, jadi pengen piknik ke sana. araknya cuma 50 meter di bawah rumah saya yang di lembah dan di tengah ladang. Asyik baca tulisan tentang alam yang masih asri. :D Jadi pengen ngobrolin suasana kampung saya, hi hi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe .. iya,kak Rohyati.
      Jika terlihat di foto, tampilan air terjun kelihatan kecil padahal aslinya besar
      Kayak lokasi air terjun Perawan Sidoharjo ini aslinya berukuran besar dengan bentangan cukup luas.

      Waah asiik banget tuuh kak ..
      Lokasi rumah kak Rohyati hanya berjarak 50 meter dari air terjun, .. mantaap !.
      Pasti banyak cerita menarik dalam kesehariannya ya,kak...
      Boleh aku mampir kerumah kak Rohyati ☺ ? ... , pengin liburan ke Grojogan Sewu.

      Delete
  21. Asik banget nih. Saya cuma pernah ke Curug di Cililin. Lupa namanya apa. Pokoknya air terjun kecil-kecilan gitu. Soalnya kecil banget. Rute juga susah, jalan kaki lewat pinggir tebing. Takut jatuh 😅😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan punya waktu,berlibur kesini yuk, Gip ☺ ..

      Jadi penasaran pengin lihat air terjun Cililin yang Gigip datengin ..., juga pengin ngrasain nglewatin pinggir tebingnya 😁

      Delete
  22. Liat foto pertama yang diupload kak himawant jadi keliatan kecil yaa hahaha saking gedenya tu curug perawan.. kenapa ya dinamain perawan karena belum pernah dijelajahi bukan kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,kak Vika akunya jadi kelihatan keciiil banget dibawah air terjun 😁
      Saking gede dan tinggi lansekapnya.

      Dinamakan Perawan karena dulu diberi nama oleh lurah yang saat itu menjabat dan seing adanya penampakan pelangi di atas air terjun ... , diibaratkan seorang gadis perawan cantik jelita ☺

      Delete
  23. aih, sedang mengering krn musim kemarau ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,kak Farida ☺.
      Saat itu airnya lagi surut, tapi tetap apik pemandangannya,ya

      Delete
  24. wahh sayang sekali air terjunnya sedang mengering, padahal bakalan bagus kalau misalkan airnya deras..bisa-bisa ada trip curug perawan episode 2 ini :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixiixxi .. bakalan ada ngga yaa trip adventure ke curug Perawan Sidoharjo seri ke 2 .. 😁 ?.

      Bagus banget kalo ada airnya mengalir deras disana,mas ...
      Tambah keren buat ngemping dan foto-fotoan disana.

      Delete
    2. nah betul itu, camping ceria kayanya mantap mas,
      spot yang instagramable banget, hehe

      Delete
    3. Cobain kesana pas musim penghujan yuk ...
      Penasaran juga lihat aliran deras ngucur dari puncaknya.

      Kata warga desa yang kutanyai, pas musim penghujan malah banyak yang ngemping disana ... pada pengin berlama-lama lihat air terjun ngalir deras 😁

      Delete
  25. Saya pernah maen ke Godean dulu, udah lama sekali, tapi gak sempat jalan-jalan ke obyek wisatanya soalnya waktunya mepet dan hanya singgah sebentar lalu kembali ke Jakarta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayang ya waktu itu kang Maman ngga sempet waktu ke lokasi wisata di Yogya.
      Ntar pas ke Yogya lagi, semoga punya banyak waktu ke beberapa lokasi wisata disana.

      Delete
  26. Haha kadang dilema, jika musim kemarau, air dikit tapi biasanya jernih. Kalau musim hujan air banyak tapi keruh.

    Untung pemandangannya apik ya mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha .. beneer .. beneeer 😅
      Saat musim penghujan air tampilannya terlihat butek atau keruh, tapi airnya kenceeeng ngalirnya.
      Kalo musim kemarau .. hanya netes2 airnya.

      Mungkin pas musim peralihan ya paling cocok kesana lihat air gede alirannya dan ngga gitu keruh.

      Ya,omnduut ... pemandangannya apiik .. , keren buat foto-foto 👍

      Delete
  27. Sambil membaca tulisan diatas, kok saya tidak melihat " Selendang Keramat " ? Kelupaan bawa selendang yach Mas..... :) atau jangan2 sedang dipijemn bidadari Curug Perawan ?

    Air terjunnya unik yach Mas, cuma kelihatan pas Musim Hujan......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha .. tuuh tau selendang keramatku lagi di pinjem sama bidadari cantik curug Perawan 😅
      Katanya buat terbang nyari bidadara, mas ...

      Iya ya unik juga ngucurnya musiman ..., kayak buah 😁

      Delete
  28. Pertama kali membaca kok saya kepikiran sidoarjo, ternyata sidoharjo... hehe..
    tiketnya murah ya mas, tapi airnya lagi kering kayanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe .. beneer .. ada sedikit kemiripan nama, hanya beda di huruf H 😁

      He'em tiketnya terjangkau.
      Menyenangkan yaa ..

      Delete
  29. Awalnya saya pikir Sidoarjo, eh Sidoharjo. Rada mirip namanya. Seperti biasa, gaya menulis yang mengajak pembaca ikut bersama perjalanan itu sendiri; paket komplit. Terima kasih informasinya ... semoga banyak yang berkunjung ke sana setelah membaca pos ini, dan tentu memang lebih afdol saat musim penghujan tiba :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,rada mirip-mirip namanya,ya ..
      Bedanya Sidoarjo di Jawa Timur yang terkenal lumpur lapindonya, kalo yang ini Sidoharjo di atas gunung Menoreh.

      Terimakasih pendapat kak Tuteh.
      Yook kalo ada waktu kita liburan bareng kesini saat musim penghujan nanti,kak ☺

      Delete
  30. Jalan" ke curug perawan bareng perawan kayaknya tambah asik bang :D hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buaahahhaaha ... 😂
      Maunya kamu tuuuh yaaa ...

      Sekalian pacaran disana yaa 😅 ?

      Delete
  31. Kalau kemarau, pindah haluan sejenak jangan ke curug mas, hehehe
    Aku mau cerita sedikit pas kunjungan pertama ke Curug Sidoharjo. Waktu parkir di suatu rumah, bapaknya menunjukkan arah ke curug tersebut. Udah trekking, eh sampai sana nggak ada setetes air pun alias kering.

    Terus mbatin: "Kok bapak e tadi nggak bilang-bilang kalau sedang kering ya?"

    Tapi pas musim penghujan dibaleni lagi hehe. di Kulon Progo juga ada tebing kayangan, deket Nanggulan, nanti bisa mampir makannya ke Geblek Pari mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe .., tadinya kupikir sebelum berangkat ke air terjun ini,airnya ngga kenal musim ..., kayak air terjun Seloprojo di Magelang itu.
      Ternyata musiman,ya ☺
      Tapi beruntungnya bentuk curug dan pemandangannya memang eksotik ya, kak Dwi ...
      Jadi, ngga gitu nyesel ngga lihat aliran airnya ngucur deras dari puncaknya ☺

      Owaaalah ..
      Kak Dwi ke curug ini juga saat ngga ada airnya 😁
      Iya ya, baiknya bapak itu ngasi alternatif dulu mau berkunjung atau ngga nya kalo lokasi air terjun pas kering.

      O, ada curug lain lagi namanya Tebing Kayangan .. , waah perlu dieksplore kesana nih,kaaak 😁
      Matur nuwun infonya nggih,kak Dwi ⚘

      Delete
  32. Nm ny mirip Sidoarjo. Ky Purwokerto-Purwakarta.

    Syg gk da air ny. Pngruh perusakan hutan x

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, ada lagi nama Sidoarjo di lintasan Purwokerto-Purwakarta, mas Cocoper 🤔 ?.
      Aku ngertinya nama Sidoarjo adanya di Jawa Timur,mas.

      Air terjunnya memang mengandalkan adanya debit air hujan,mas.
      Mata airnya kecil.

      Delete
  33. Sayang sekali pas lagi surut gitu air terjunnya. Momennya berasa ada yang kurang. Saya juga pernah kayak gitu, sih. Tapi lupa di curug mana. Ujung-ujungnya pas unggah foto ke medsos dikatain. Itu air terjun apa air keran buat wudu? :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuakakakakkaaaa .. 😂
      Adaaaa aja yaa ngomentarinnya begituu .. ??.

      Dijawab aja .. 'biarin ngga ada airnya, enaaak juga kaliii buat main seluncuran manja disana' ..
      Hahahahahaah 😅

      Delete
  34. Itu kalau musim hujan, pasti lebih keren air terjunya iya mas.

    Tapi tempatnya emang udah bagus, tebing air terjunya tinggi juga iya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,betul,mas Septian ...👌

      Saat musim penghujan, menurut warga yang ku interview, di air terjun ini aman dikunjungi meski saat musim hujan ... ,tak pernah terjadi adanya banjir kiriman dari dataran yang ada diatasnya.

      Sependapat, tempatnya memang keren 👍
      Kita berfoto dibawahnya jadi terlihat keciiil ...., karena tingginya air terjun 😁

      Delete
  35. Sepertinya airnya dangkal ya mas.. kalo agak dalam mungkin cocok buat nyebur-nyebur.. hhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut keterangan warga, kedalaman palungnya yang berwarna hijau tosqa itu sekitar 4 meteran,bang Harlen.
      Sekitaran palung masih aman buat nyebur-nyebur dan bermain air ☺

      Delete
  36. wah kenapa ya dinamakan curug perawan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena ...
      perjaka nya bagian yang nulis artikel, jadi perawan yang dijadiin nama lokasinya ... 😅

      Eh ngga diiiing #" 😉

      Karena alasannya air terjunnya cantik kaya seorang perawan.

      Delete
    2. Hehehe ... 😁

      Siapa tauuu ntar nama mas Awan dijadiin nama lokasi air terjun yang diketemukan baru lokasinya tanpa sengaja oleh mas Awan ..., lalu dikasi nama : air terjun Perjaka Sungai Awan

      Hehehe..

      Delete
  37. Seru ya mas, jalan2 terus.
    Oh iya bicara anak kambing yang lucu, saya pernah diketawain karena bilang anak kambing lucu, eh ternyata mas Himawan juga bilang anak kambing lucu, toss mas..He he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buahahahaa .. 😂

      Biarlah orang berkata apa, yang penting kita bahagia 🎵 .. , eh #' kok malah nyanyi siih ini ?...

      Yook kita toss yook akh, kak Monica 🖖 ...
      Kita berdua suka sama anak kambing .. lucu banget polahnya juga imut-imut wajahnya 😁

      Delete
  38. Pertanyaanya, kakak kalo traveling sendiri ya ??
    Dan rasanya nyesek juga ya saat melihat tebing tinggi itu tak mencurahkan air yang deras...Saya pun ikut kecewa :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siaaap graak .. pertanyaannya dijawab 👩‍🏭 .. hehehe ..
      Kalo travelling itu kadang solo travelling, kadang sama doi, kadang sama temen, kadang sama keluarga juga.
      Ngga tentu, kok Serah ☺.

      Udah jangan kecewa 😓 , meski air terjunnya ngga ngucur deras .. tetep aja keren dan fotogenik kaan buat foto-foto dan liburan disana 😁 ..
      Hehehe

      Delete
  39. no no no..

    tebing air terjunnya saja sudah bikin merinding..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Laah kok bikin merinding 🤔 ?.
      Kenapa sih, Affan ?.
      Karena ketinggiannya, yaa .. ?

      Apik kok .. he he he

      Delete
    2. saya takut tebingnya ambrol... :D :D :D

      Delete
    3. 😁 hehehe ... semoga ngga prnah terjadi,ya.
      Serem juga kalo ambrol tebingnya saat kita dibawahnya.

      Delete
  40. artikel ini kok ya lucu tenan, kecewa dengan air terjunnya yang kering, eh berphoto sama kambing. Obat kecewa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuahahahahaha ..
      Mari kita ketawa bareng,maas 😂
      Ya lumayan terobati sih kecewanya mas,berfoto sama kambing.
      Cakep dan imut pula mereka ..

      Delete
  41. Wah tinggi banget yo mas, kok aku malah keinget sama curug Silawe di Magelang. Hahaha...
    btw nemu 'perawan' juga kah mas ??? :-D hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha .. 😅
      Saat itu disana ada juga sih perawan ..., tapi .. lagi sibuk gotong royong diriin bangunan warung.
      Mau kenalan yaaaa 😃 ?
      Yook buruan kesana, sebelum warungnya selesai dibangun.

      Eh, iya .. aku belum pernah ke curug Silawe, mas Eksa.
      Itu lokasinya yang berada di Pakis bukan ya ?.

      Delete
  42. Ahhhhhh pas ke Kali Biru di Menoreh kenapa ndak melanjutkan main ke sini ya, jadi nyesel....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaah ... sayang,yaa .. waktu itu kok ngga sekalian ke curug ini setelah dari Kali Biru.

      Buat panduan, ya : lokasi curug ini berseberangan arah dengan Kali Biru.
      Curug Perawan Sidoharjo arahnya ke jalur alternatif ke Magelang.

      Delete
  43. Mas, sepertinya kalau kemarau memang curug berkurang debit airnya ...Tapi lumayan ya bebatuannya cantik juga :) Juga anak kambingnya #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh 😅 #" .. cakeep kan anak kambingnya ?.
      Hahahaha ...

      Iya,batu tebingnya cantik, eksotis ... , keren buat lokasi foto-foto,kak Dian 👍

      Delete
  44. Wow 600 meter ya jalannya menuju air terjunnya. Tapi pas sampai di lokasi, air terjunnya cakep ya, walau nggak begitu deras ya turunnya. Mas Himawan selalu punya tempat wisata alam yg keren2 ya, haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe .. terimakasih opininya,kak Nita ⚘😁 ..

      Iya,kak cakep ya pemandangannya.
      Ada sensasi wow berdiri dibawah sana .. , saat mendongak ke atas ada deg-degan juga kagum lihat ketinggianya

      Delete
  45. Weh kok aku jd pengin liat pelanginya ya, syg udah nggak ada lagi.. Hhhh
    Itu tinggi banget, aku bayangin kl pas airnya lagi deres, gustiii pasti indah banget ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ntar musim penghujan kak Ella berlibur ke lokasi curug ini,ya .. pasti tambah eksotis pemandangannya disana,kak.

      Udah gitu, lalu berfoto di lokasi bawah air terjun seperti fotoku yang pertama itu ...
      Wuiih, bakalan cakeeep banget hasil fotonya ..

      Delete
  46. Membaca ulasan Curug Perawan, saya lebih penasaran tentang asal-usul nama Curug tersebut.

    Seperti nama tempat di berbagai daerah di Indonesia, pasti ada sejarah, legenda atau mitos di belakang nama tempat tersebut.

    Ngomong-ngomong Curug perawan pasti bagus kalau pas airnya deras ya Broh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Broh, keterangan sejarah asal-usul nama lokasi curugnya ada di atas kok,mas.

      Yups,curug ini curug musiman.
      Hanya mengalir saat musim penghujan nanti.
      Pemandangan pasti akan jauh lebih menawan saat air mengalir deras disana,mas broh ☺

      Delete
  47. Kira-kira kalau sedang kering, tebingnya bisa dinaiki gak? Saya selalu penasaran dengan apa yang ada di atas air terjun. Jangan-jangan ada bidadari sedang mandi, hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuahahahahaa .. haha 😂
      Kalo beneran ada bidadari-bidadari lagi pada mandi di atas air terjun ..., hadeeuh .. gimana, kak Qudsi ?.

      Ntar kita ditimpuk pake batu looh ... ngintipin orang, eh #' bidadari ngga pake pakaian lagi pada asik mandi ...
      Hahahaha 😅

      Delete
  48. Salah waktu ini istilahnya. Bener-bener kudu nunggu hujan dulu berarti kalau mau melihat cantiknya curug perawan. Biar nggak kecewa. Ke Menoreh, sekalian mampir ke Purworejo aja mas. Ada wisata curug-curugnya juga di derah Menoreh yang masuk kawasan Purworejo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia, mas Wisnu .., aku pengin mengeksplore curug di Puworejo yang termasuk kawasan Menoreh juga, cuman arah lokasinya masih belum tau pasti ke arah mana tepatnya.

      Yups,kalo pengin lihat curug mengalir deras di curug Perawan Sidoharjo ini kudu saat musim penghujan ntar karena air terjun mengandalkan musim.

      Delete
  49. Curugnya tinggi tapi airnya asat ya huhu ,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dududu 🎵 .., tapi tetep eksotik kok meski banyune asat 😁

      Delete
  50. Saya suka dengan jalanya, dibuat semacam jembatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada sensasi tersendiri ya saat nglewatin jembatan bambu .., muncul bunyi berderit saat dipijak 😁

      Delete
  51. Replies
    1. Belum pernah ke Aceh,mas.
      Doain saya ya agar suatu saat nanti kesampaian mengeksplore lokasi wisata di Aceh.

      Delete
  52. tebing air terjun-nya menjulang tinggi ... sayang pas musim kemarau .. mesti balik lagi pas musim hujan .. siapa tahu ketemu perawan-nya .. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha .. yeeeei .. maunya kamu tuuh 😅
      Yook mas cobain sepedaan ke lokasi ini, rutenya naik turun loh ... hehehe

      Delete
  53. Rasanya gimanaaa gitubya mas, udh capek mencari air terjunnya, tp debit air lg tipis :p. Aku jg bakal sedikit sebel sih. Wisata air terjun itu aku paling suka soalnya. Apalagi kalo bisa melihat air terjun yg deraaas, tinggi, wuiiih lgs berasa keciiiil banget rasanya sebagai manusia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh,kak Fanny juga suka air terjun,ya.., kalo gitu kita sama,kak 😁
      Iya,betul saat lihat air terjun tinggi,deras & besar ... ada perasaan kagum dan kita langsung merasa kecil,ngga ada artinya apa2 dengan karyaNya yang luar biasa.

      Delete
  54. Air terjun perawan... hehehe namanya memang unik, aku pernah kuga ke curug tapi yang di bogor dan kurang lebih lebih jembatan nya sama persis seperti ini. Apa semua curug jalannya curam ya heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixi 😁 ...
      Unik yaaa namanya .., bisa jadi ntar kalo ada lokasi air terjun baru namanya Perjaka ..

      Rata-rata sepertinya lokasi air terjun dilengkapi jembatan bambu kayak gini,kak.
      Tapi ada juga yang udah diplester semen seperti di curug Cilember - Bogor.
      Udah berkesemoatan liburan ke curug Cilember belum,kak ?.
      Apik juga disana pemandangannya ...

      Delete
  55. Mungkin dikatakan perawan soalnya airnya gak banyak mas, mungkin kali yah. saya penasaran banget, sumpah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alasan pemberian nama lokasinya ada di artikel kok,mas Bimo.
      Dinamakan kata Perawan atas pemberian nama dari lurah yang saat itu menjabat dikarenakan pemandangannya dinilai cantik bak seorang perawan ... , ditambah seringnya pelangi muncul disana ☺

      Delete
  56. waduh,, mantap juga suasana di curug perawan,, nama yang unik pasti dulunya banyak gadis-gadis mandi di sana he..he..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayooo .. baca artikel sambil bayangin yaa 😅 ??.
      Hahahaha ...

      Yang ada dulu para bidadari pada mandi disana,sambil main luncuran di pelangi 😉

      Delete
  57. dari namanya seperti menggoda untuk datang kesana :D, tapi jauh bang dari tempat saya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menggoda iman, ya 😅 ...
      Kudoain mas Khanif kesampaian liburan ke lokasi air terjun ini.

      Delete
  58. jadi inget sebuah sandiwara radio api dari bukit menoreh

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😁 o ya, mas ?.
      Baguskah cerita seri radionya ?.
      Penasaran saya,mas .. karena belum pernah denger ceritanya

      Delete