Monday, June 25, 2018

Keindahan Mushroom Like Sea-Stack Pantai Siung

Ada 1 pemandangan menarik yang kutemui saat berlibur berada di wisata alam pantai Siung, selain melakukan aktivitas liburan seperti pada umumnya yang dilakukan oleh banyak wisatawan saat berada di suatu lokasi pantai, seperti : merasakan sensasi berjalan menyusuri lembutnya bentangan hamparan pasir, membuat suatu replika bentuk bangunan dari gundukan pasir ..., biasanya sih membentuk miniatur bangunan kastil atau bentuk sebuah gunung, dan juga bermain - main di tepian pantainya.

Namun tak jarang juga terlihat wisatawan hanya duduk berlama - lama di atas hamparan tikar atau memilih tidur bermalas - malasan di gazebo sembari menikmati semilir angin laut yang terkadang buat sebagian orang cepat membuat mata menjadi terasa sangat mengantuk, terlebih buat pengunjung yang tiba di lokasi pantai setelah menempuh jarak perjalanan cukup jauh.
Sebenarnya akupun saat itu juga cukup terasa berat mata setelah cukup lama terkena angin laut dan beberapa waktu berada disana ..., mata seperti dilenakan oleh hembusan angin.
Untuk mengatasinya aku mencoba memilih memejamkan mata sesaat di salah satu warung makan diantara deretan beberapa warung yang ditata di area sebelah timur dan ditata tepat menghadap ke arah pantai.

" Ngga apa - apa juga, kan ? ... , pesen menunya cuma 1 porsi nasi goreng seafood dan segelas es jeruk, selanjutnya nundukin kepala di meja dan ... , molor bentaran, eh #' ada 1 jam diiing molornya ..., wkwkwkwk ! "

Setelah dirasa cukup beristirahat menghimpun tenaga dan memejamkan mata sebentar ala ' gratisan ' di warung makan beragam menu olahan seafood yang pemiliknya seorang ibu muda dan bertutur kata ramah dengan aksen bahasa Jawanya yang terdengar medok, khas rata - rata dialek orang yang berasal dari Jawa - Tengah itu, kegiatan liburan menyusuri area pantai kembali kulakukan.


Trip Of Mine
Keindahan panorama pantai Siung

Menyusuri area pantai sebelah barat, jadi pilihanku pertama sebelum berlanjut ke area pantai sebelah timur.
Ketertarikanku menyusuri area pantai sebelah barat terlebih dahulu karena ada 1 pemandangan menarik untuk coba diamati dari dekat ... , dan kebetulan lokasi keberadaan pemandangan terbilang unik dan mencolok itu berada segaris lurus dari akses arah kedatangan dan kepulangan dari pantai Siung.

Batu karang berbentuk cendawan

Di pantai Siung sebelah barat terdapat perbukitan dan sekumpulan bebatuan karang, bentuknya unik dan ukurannya bervariatif, ada yang berukuran sedang juga terdapat batu karang berukuran raksasa, tersebar di bibir pantai yang menjorok ke tengah lautan.


Trip Of Mine
Bebatuan karang berukuran variatif tersebar di pantai Siung

Diantara bebatuan karang yang terkesan seolah berserakan, ada 1 batu karang berukuran cukup besar berbentuk sebuah siung atau gigi taring. 
Dari bentuk batu karang berbentuk sebuah siung inilah penamaan lokasi pantai berasal.


Trip Of Mine
Batu karang berbentuk siung, asal mula penamaan lokasi pantai

Dan ada 1 batu karang yang menarik perhatianku saat pertamakali melihatnya ..., berukuran besar tinggi menjulang sekitar 10 meter dan berwarna putih keemasan.
Bentuk batu karang berukuran raksasa itu sangat unik, menyerupai cendawan atau jamur, disebutnya mushroom like sea - stack.


Trip Of Mine
Batu karang berbentuk jamur, mushroom like sea - stack

Batu karang berbentuk jamur ini merupakan fenomena bentukan alam dan aktif tumbuh meninggi.

Bagian barat pantai Siung, tempat lokasi keberadaan batu karang berbentuk jamur merupakan bentukan secara alamiah oleh gabungan antara bebatuan gunung api purba dan formasi batu kapur Wonosari.
Selisih usia pembentukan gabungan keduanya sangatlah jauh berbeda, diperkirakan sekitar 40 juta tahun lamanya.

Lokasi favorit pecinta panjat tebing

Berkat ketinggian tebing bebatuan karang yang bervariatif dan menantang untuk ditaklukkan, pantai Siung jadi lokasi favorit olah raga panjat tebing oleh para pecinta alam dan wisatawan yang berkeinginan menjajal olah raga ekstrim mencoba melewati spot panjat tebing untuk pemula, tentunya disertai oleh petugas terlatih dari penyedia paket tour panjat tebing.
Terkecuali untuk pemanjat tebing profesional yang punya nyali besar dan ketrampilan mendaki mumpuni tanpa disertai pemandu untuk melewati spot jalur pendakian yang tingkat kesulitannya sangat tinggi dan jika salah perhitungan mengatur langkah, ganasnya ombak samudera Hindia siap menanti dibawahnya ... , nah !.


Trip Of Mine
Bebatuan karang pantai Siung menantang untuk didaki

Kesemuanya terdapat 250 spot panjat tebing dengan tingkat kesulitan didaki yang berbeda - beda. 
Zona panjat tebing terbagi dari blok A sampai dengan K dan untuk pemanjat tebing profesional berada di zona Pancaran Siung dan zona Kuda Laut.
Tercatat pada tahun 2005 pernah diselenggarakan acara Asean Climbing Gathering yang diikuti oleh 65 negara dan diikuti oleh 250 peserta profesional.

Masih di area pantai sebelah barat, aku mendaki dan menelusuri perbukitan yang menghubungkan satu lokasi spot berfoto diatas batu karang ke spot berfoto diatas batu karang yang lain dan melewati jembatan yang terbuat dari susunan bambu.


Trip Of Mine
Akses menuju ke perbukitan ke spot selfie dan ke puncak bukit

Atau juga bisa memilih mengikuti paket wisata yang disediakan pengelola dengan beaya Rp. 25. 000 ,_ untuk berfoto di 8 spot selfie dan di lokasi jembatan gantung.
Untuk memasuki perbukitan, setiap pengunjung dikenai tarif tiket masuk Rp. 30. 000 ,_ dengan bonus berfoto di semua spot selfie dan berfoto di jembatan gantung.

Hasil bidikan kamera dari fotografer yang bertugas disana, ditransfer melalui aplikasi share it ke perangkat gadget.
Di atas bukit sebelah barat ini, tersedia fasilitas pendopo untuk bermalam juga dapat dipergunakan untuk berkemah.


Trip Of Mine
Formasi bebatuan karang dan hamparan pasir putihnya, memikat ditelusuri

Hamparan bebatuan karangnya mendatar dari ujung barat sampai ke ujung timur, membatasi garis batas pasir dan gulungan deburan ombak besar samudera Hindia yang terkenal besar.
Di bagian tengah area pantai, kuamati ada kemiripan struktur bebatuan karang yang terdapat di pantai eksotis Wedi Ombo.



Jadi, hamparan bebatuan karangnya relatif aman digunakan untuk bermain - main air di atasnya.

Setelah berpuas diri bermain - main air dan melihat biota laut yang berada di hamparan batu karang yang berada di area tengah pantai yang berair sangat jernih, selanjutnya kutelusuri area sisi timur pantai.

Di sebelah timur pantai Siung terdapat jalur menuju ke puncak bukit Pengilon yang memiliki pemandangan memesona melihat pantai Watu Lumbung dan pantai Wedi Ombo dari ketinggian puncaknya.
Sebelum tiba di puncak bukit Pengilon, melewati lokasi pantai Banyunibo yang terkenal dengan aliran air terjunnya jatuh ke permukaan air laut.

Rute menuju ke pantai Siung 

Lokasi pantai Siung berada di di deretan pantai eksotis Wonosari. Tepatnya di dusun Duwet, desa Purwodadi, kecamatan Tepus, kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Untuk menuju ke lokasi pantai Siung dari pusat kota Yogyakarta memerlukan jarak tempuh sekitar 77 kilometer atau membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan dengan kondisi jalan yang berliku, naik turun curam dan terdapat jalur yang menyempit.
Dengan rute yang kutempuh menuju kesana : 


Yogyakarta - Wonosari - pertigaan Mulo, lurus - ke arah pantai Baron - pertigaan sebelum pantai Baron, belok ke kiri - melewati deretan pantai Kukup, pantai Sepanjang, pantai Drini, pantai Krakal, pantai Sundak, pantai Indrayanti - lurus mengikuti jalan - pantai Siung.

Lokasi :
Duwet, Purwodadi, Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tiket :
Rp. 5.000,_ + berikut tiket asuransi jasarahaja.
[ Semua info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]

Tips berlibur di pantai Siung : 
Menyewa kendaraan di rental jadi solusi terbaik, karena sarana transportasi umum dari terminal Giwangan Yogyakarta hanya tujuan terakhir di Wonosari. Selanjutnya dari Wonosari tidak terdapat sarana angkutan umum melayani tujuan ke lokasi pantai.
Sarana rental kendaraan banyak tersedia di pusat kota Yogyakarta.
▪ Gunakan lotion tabir surya untuk menghindari kulit terkena paparan sinar matahari, jika perlu pergunakan topi dan sunglasses.
▪ Taati peraturan batas bermain air di tepian pantai dengan baik.
▪ Jika ingin berlibur beberapa hari, sebaiknya memesan kamar jauh sebelum hari kedatangan di penginapan yang banyak terdapat di sekitaran pantai.

Sunday, June 17, 2018

Ayana : Spot Selfie Stylist, Instagramable Banget

Gedong Songo, komplek candi Hindu yang terletak berada di gunung Ungaran, kabupaten Semarang yang terkenal memiliki jumlah 9 candi berukuran kecil yang tersebar diluasnya area lahan dan untuk menuju ke satu candi dan ke candi berikutnya harus ditempuh dengan trekking atau memilih berkuda, jadi lokasi pilihan berliburku bersama keluarga mengisi liburan panjang Lebaran dan liburan sekolah kali ini.

Salah satu alasan mereka memilih berlibur ke Gedong Songo karena dikompleknya terdapat kolam sumber mata air belerang dan ... , karena terpengaruh cerita pengalamanku pernah berlibur kesana beberapa bulan yang lalu yang saat itu kebetulan liburan tanpa bareng mereka. 
Saat itu kuceritakan tentang bagaimana keseruanku menjelajahi naik turun rute jalan setapak untuk tiba keseluruh lokasi kesemua candinya dan bisa berendam di kolam air panas belerang yang berada di antara candi ke IV dan candi ke V.
Karena terpengaruh cerita seru liburanku itulah, akhirnya mereka memilih liburan bersama ke Gedong Songo kali ini dan ... , sstttt jadilah aku tour guide dadakan buat mereka ... , wkwkwkk.


"Lokasi wisata kekinian baru yang kami temukan, tanpa kami pernah dengar infonya lebih dulu ..."

Kami tiba di lokasi Gedong Songo tepat pukul 08.00 pagi, berbarengan dengan kedatangan sejumlah wisatawan lain dari banyak kota, dilihat dari plat nomor mobil kendaraan mereka dan turis mancanegara, terlihat cukup banyak memenuhi area parkir dan antrian penjualan loket tiket masuk.
Setelah memasuki gerbang pemeriksaan loket, kami menuju ke arah petunjuk lokasi keberadaan candi ke 1 melalui jalan setapak yang dikitari taman tertata rapi dan apik dilihat.

Saat kami mulai melalui jalan setapak menuju ke candi 1 inilah dari kejauhan tampak beberapa balon udara berwarna - warni, tampak seperti melayang di udara.
Celyn, ponakanku kelas 1 SD yang langsung teriak senang lihat balon udara itu dan namanya juga bocah kecil, pasti langsung merengek minta segera kesana ... , tapi kami tak langsung penuhi keinginannya dan beruntungnya dia tak rewel setelah kami bujuk untuk melanjutkan trekking ke semua lokasi candi dan rencana semula untuk berendam di kolam air panas belerang terlebih dahulu.

Sejak awal kuceritakan tentang Gedong Songo, Celyn memang paling terlihat antusias tentang kolam panas air belerang dan nyaris setiap kali bertemu denganku, selalu mengulang pertanyaan tentang gimana rasanya mandi di kolam air panas, sambil diceritakan ulang begitu dia terlihat sibuk memperagakan gaya berenangnya yang akan dia lakukan nanti berada di kolam mandi.
Mungkin karena itulah, akhirnya Celyn mau melanjutkan mengitari ke seluruh area komplek candi Gedong Songo ... , bersedia menahan keinginan mendadaknya melihat balon udara dari dekat teralihkan.

Sesampai di lokasi kolam air panas kami menyesal karena ternyata saat itu air kolamnya yang terlihat dari jalan setapak diatasnya, tidak memenuhi permukaan kolam, hanya separuh batas kolam.
Dan tambah kecewa kembali, ternyata kolam air panas dibuka jam 12 siang seperti penjelasan salah staff disana.

Untuk mengobati kekecewaan menunggu waktu sangat lama, kami berfoto di dekat lokasi kawah yang berada di depan kolam air panas dan mencoba menyentuh aliran mata air kawah ... , ternyata aliran airnya saat itu tidak panas seperti saat dulu aku ke Gedong Songo ini ... , air belerangnya dingin. Sedingin air es malah !, padahal aktivitas kawah belerang terus aktif mengeluarkan asap gas menyembur dan membumbung tinggi ke udara, menciptakan asap tebal menutupi pemandangan sekitarnya.

Aneh ?, buatku tak begitu karena dulu saat aku kesana pernah dijelaskan oleh petugas kolam kalau kolam belerang ini memiliki sifat unik ... , terkadang airnya terasa sangat panas, dingin juga kadang terasa sangat dingin.
Tampilan warna airnya pun tak kalah mengejutkan, bisa berubah warna dalam waktu tertentu ..., kadang keabubiruan, bening bahkan hitam pekat.

Batal berendam dan berenang di kolam air panas, kami melanjutkan perjalanan melalui jalan setapak melingkar ke lokasi candi ke IV dan candi ke V yang rutenya cukup menguras tenaga.
Setelahnya kami menyusuri jalan setapak yang jauh untuk sampai tiba di lokasi candi ke I dan lokasi keberadaan balon warna - warni yang terlihat di awal kedatangan tadi, melewati jalan setapak naik turun dan di kanan kirinya tumbuh subur pepohonan hutan.

Trip Of Mine
Spot teras spot selfie Ayana

Setelah trekking menyehatkan itu, meski cukup menguras energi dan mengobati rasa kecewa gagal berendam di kolam air panas belerang, kami memutuskan memasuki area wisata kekinian spot selfie Ayana, yang ternyata lokasinya setelah didekati memang benar sangat apik untuk lokasi berfoto.


Trip Of Mine
Celyn gaya ya posenya ...

Areanya dilengkapi bangunan asimetris yang berfungsi sebagai loket tiket memasuki area.


Trip Of Mine
Bersantai selonjoran di ayunan kursi gantung, duh jadi ngantuk ...

Dan tak kurang dari 15 bangunan unik menyerupai sebuah rumah Eskimo, Iglo ... , namun dibuat terbuka dan tersusun dari rangkaian besi baja. Disusun berundak mengikuti kontur lahan pegunungan.
Uniknya, di setiap bangunan bagian dalamnya dihiasi karpet rumput imitasi dan dihiasi bantal berjumlah banyak untuk property berfoto dan setiap bangunan dihiasi bantal berbeda tokoh kartun.

Trip Of Mine
Spot sofa apung

Di sudut area yang terkesan seperti berada di tepian sebuah ketinggian, berderet spot selfie sofa melingkar yang dikelingi susunan rangka besi baja, spot lengkungan seng baja menyerupai potongan sebuah cincin, spot meja kursi terbuat dari baja yang dikitari bebungaan, spot hammock ... , kesemuanya diposisikan di atas kolam air dan untuk berada diatasnya harus melalui pijakan yang dibuat lebih tinggi, terkesan mengapung di permukaan air kolamnya.


Trip Of Mine
Serasa mengambang di atas permukaan air kolam

Tak hanya itu, ruangan teras yang apik dan fotogenik melengkapi lokasi berfoto berlatar belakang pemandangan pegunungan dari kejauhan, jika cuaca sedang sangat cerah tak tertutup awan, bukan hanya gunung Telomoyo yang tampak tapi juga jejeran gunung Merbabu dan perbukitan sekitarnya tampak indah di foto melengkapi bingkai hasil bidikan kamera.


Trip Of Mine
Bunganya buat siapa, sih ?

Konsep area kerennya dilengkapi dengan bentuk spot - spot selfie yang tampak seperti liburan berada di resort berkelas di luar negeri.


Trip Of Mine
Bangunan asimetrisnya memikat mata

Lokasi wisata kekinian spot selfie Ayana yang terkesan stylist ini berada di dalam komplek candi Gedong Songo, tepatnya didirikan berdekatan dengan jalur lokasi candi Gedong Songo ke I.
Menempati lahan di sudut area dan berkonsep taman hiburan outdoor, jadi saat berada di dalam areanya pandangan mata kita dapat melihat bentangan alam 360°. 
Saat mengarah ke depan, gunung Telomoyo terlihat menjulang tinggi di kejauhan dan saat kita berbalik arah, puncak gunung Ungaran dan candi Gedong Songo ke 1 terlihat berdiri dengan memikat di antara rimbunnya pepohonan.


Trip Of Mine
Bubble tent dan spot selfie kekinian Ayana

Kami tak melewatkan satu spot selfie pun berfoto disana, semua spot terlihat tampak wajib dijadikan lokasi berfoto karena keunikannya, meski kadang rela antri cukup panjang bergiliran berfoto dengan pengunjung lain.
Ada satu pengunjung dari negara lain karena entah saking semangatnya berfoto di spot hammock atau karena ketidakkeseimbangannya menjaga gerak tubuh saat duduk berpose diatasnya .., duduk terjungkal dari atas hammock ke kolam bawahnya, jadinya insiden itu membuat pengunjung lain sontak kaget mendengar teriakannya dan sebagian pengunjung ikut geli melihat kejadian tak terduga itu ..., pakaian wanita cukup umur itu jadi basah semua dan terlihat segera berlalu ke ruang ganti ditemani oleh salah satu teman rombongannya.


Trip Of Mine
Balon beraneka warna Ayana

Keberadaan lokasi area spot Selfie Ayana ini, belum pernah kami dengar info sebelumnya, bahkan saat dulu aku liburan ke Gedong Songo ini proses pelaksanaan pembangunannya juga tak terlihat.
Adanya wisata kekinian spot selfie Ayana bergaya modern, kini melengkapi lokasi liburan wisata budaya dan wisata alam di Gedong Songo yang memang sangat apik pemandangannya.

Lokasi :
Krajan, Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang.

Tiket :
• Masuk ke komplek candi Gedong Songo Rp. 10. 000 ,_ / wisatawan domestik dan Rp. 75. 000 ,_ / wisatawan mancanegara
• Masuk ke area spot selfie Ayana Rp. 15. 000,_ / orang 
• Berfoto di Bubble Tent berukuran besar Rp. 15. 000 ,_ .
Dapat digunakan untuk berfoto bersama maximal 3 orang, dengan batas pemakaian spot waktu 3 menit.
• Berfoto di Bubble Tent berukuran kecil Rp. 10. 000 ,_ .
Dapat digunakan untuk berfoto bersama maximal 5 orang, dengan batas pemakaian spot waktu 2 menit.
[ semua informasi harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]

Jam operasional : 
08.00 - 17.00

Tips berlibur ke candi Gedong Songo dan spot selfie Ayana :
• Pastikan fungsi kendaraan berjalan dengan baik, beberapa meter setelah memasuki gerbang besar bertuliskan Gedong Songo di pinggir jalan utama, melewati tikungan tajam dan mendaki.
•  Ke dan dari candi Gedong Songo tak ada sarana transportasi umum beroperasional, angkutan umum hanya terdapat di jalan utama. Sarana angkutan online bisa jadi pilihan untuk menuju dan sekembali dari lokasi liburan.


Tuesday, June 12, 2018

Kebun Tebu Gendu : Lansekap Fotogenik Perkebunan Tebu

" Berlibur di perkebunan tebu ? ... ,loh ada keistimewaan apa sih disana, liburan kok milih lokasi di kebun tanaman penghasil gula ? ".
Sangat mungkin dan bisa jadi orang langsung akan langsung bertanya seperti itu, jika diajak berlibur ke suatu area perkebunan tanaman penghasil gula yang memiliki ciri khas batang pohonnya menjulang cukup tinggi, memiliki ketinggian di atas rata-rata ukuran tinggi badan orang dewasa ini.
Pertanyaan yang muncul selanjutnya, pasti tentang keistimewaan apa yang dipunyai oleh lokasi perkebunan tebu itu ... , ada alasan apakah yang bikin banyak orang jadi tertarik untuk menyempatkan waktu datang berlibur disana.
Toh, perkebunan tebu juga cukup banyak terdapat dimana - mana ... .
Eh, di kotaku sendiri perkebunan tebu ngga ada, ding ... , bagaimana di kotamu apakah ada lokasi perkebunan tebunya ?.

Bukan sekedar tampilan perkebunan tebu biasa. 

Pertanyaan bernada sangsi seperti itu, pasti akan terjawab dan terbukti sudah setelah berada tiba di lokasi perkebunan tebu yang sebenarnya bukan suatu lokasi wisata ini ... , ternyata memang benar pemandangan lokasi hamparan tanaman tebunya sangat memikat mata dan pasti membuat siapapun berkeinginan untuk segera berfoto disana.

Trip Of Mine
Kembang tebu bermekaran, terlihat eksotis.

Bentuk lahannya bukan sekedar berbentuk datar seperti bentuk kebun tebu seperti biasanya, tapi ribuan tanaman tebu ditanam disusun berundak mengikuti kontur lahan tebing, menciptakan pemandangan bergradasi menawan ..., terlebih saat dilihat dari jalan raya cukup menukik tajam dari arah kedatangan dari sebelah utara dan pada saat pohon kebun tebu berbunga serentak berwarna putih keabuan menghiasi keseluruhan area perkebunannya, tampak seperti hamparan permadani menakjubkan.

Trip Of Mine
Hamparan tanaman perkebunan tebu Gendu, tampil memikat dengan latar belakang deretan perbukitan.

Pemandangan indah dan fotogenic itu dilengkapi dengan latar belakang pemandangan alam jejeran perbukitan eksotis tampak di kejauhan.

" Sejatinya, perkebunan tebu ini adalah perkebunan tebu biasa. Fasilitas disanapun hanya terbatas adanya gazebo, spot selfie dan kedai makan di pinggir jalan raya. Namun berkat keindahan lansekapnya, perkebunan tebu Gendu ini tampil memikat di kamera ".

Perkebunan tebu milik pabrik gula PT. Madukismo ini berada di jalur menuju dari dan ke sejumlah lokasi wisata alam yang terdapat di Kulon Progo, seperti : gua Kiskendo, air terjun Kedung Pedut, Gunung Lanang, Goa Maria dan ke sejumlah lokasi wisata menarik lainnya.
Lokasi tepatnya berada di kiri dan kanan jalan Raya Kaligesing, dusun Gendu, kabupaten Kulon Progo.

Trip Of Mine
Jalan Raya Kaligesing, keberadaan lokasi perkebunan tebu Gendu.

Di Yogyakarta sedikitnya ada 2 lokasi lahan kebutuhan pangan yang karena berkat keindahan pemandangan lansekapnya mendadak menjadi ramai dikunjungi oleh banyak orang untuk berlibur dan berfoto, terutama para pecinta selfie dan pecinta fotografi.
Hasil fotografi karya mereka dilokasi sempat menjadi viral di aplikasi sosial media. 

Perkebunan tebu Gendu dan pertanian sawah Sukorame, area lahan tanaman kebutuhan pangan melengkapi daftar panjang pilihan alternatif lokasi liburan musiman di Yogyakarta.
Bedanya terletak di keberadaan lokasinya, jika perkebunan tebu Gendu berada di sebelah utara kota Yogyakarta dan mengandalkan keindahan mekarnya bunga tanaman tebu berwarna putih sedikit keabuan, sedangkan pertanian sawah Sukorame lokasinya berada di sebelah selatan kota Yogyakarta dan mengandalkan suburnya tanaman padi berwarna ijo royo - royo. 
Keduanya memang menawarkan lansekap pemandangan alam memikat.

Mencicipi penganan khas Kulon Progo di kebun tegu Gendu.

Setelah puas mengelilingi ke semua area perkebunan, bahkan juga sempat blusukan di pematang perkebunannya demi menuntaskan keingintahuan seperti bagaimana sensasi rasanya berjalan berada ditengah - tengah ' himpitan ' jejeran pepohonan tebu tinggi menjulang di kiri dan kanan pematang ... , 

Trip Of Mine
Jalan setapak perkebunan tebu Gendu.

hiiks ternyata serat daun tebu itu agak terasa kasar saat mengenai tubuh, ya.
Dan tentunya juga tak ketinggalan membuat dokumentasi berlibur di area perkebunan tebu seluas sekitar 3 hektar ini.
Cukup terasa melelahkan, tapi menyenangkan.

Berada di tepi jalan raya, tepat di depan area perkebunan tebu sebelah barat terdapat beberapa deretan warung sederhana menjajakan kuliner untuk melayani kebutuhan pengunjung dan kebetulan salah satu warung disana menjajakan kuliner penganan traditional khas Kulon Progo.
Adanya warung kuliner penyedia penganan traditional khas Kulon Progo seperti yang terdapat di area perkebunan tebu Gendu ini, terbilang cukup sulit ditemui keberadaannya di sejumlah area lokasi wisata yang berada di Kulon Progo.

Trip Of Mine
Berfoto sesaat dengan ibu pedagang kuliner penganan traditional khas Kulon Progo.

Karena memang berkeinginan mencicipi makanan khas traditionalnya, saat itu aku memilih penganan tempe benguk dan geblek, dengan harga Rp. 500 ,_ per satuannya.
Dimeja dagangannya tersedia penganan geblek mentah yang dapat dibeli untuk oleh - oleh dan juga tersedia penganan geblek matang siap saji dalam keadaan masih panas selesai digoreng.

Seperti apakah tampilan penganan traditional khas Kulon Progo, geblek dan tempe benguk ?.

▪  Geblek

Adalah penganan terbuat dari olahan berbahan dasar tepung ketela pohon dan tampilannya berwarna putih.
Bentuk penganannya menyerupai sebuah rangkaian mata rantai.
Besarnya bentuk ukuran penganan dan jumlah rangkaian mata rantai bervariatif, tergantung pembuat yang mengolahnya.
Minimal jumlah mata rantai terdiri dari 2 rangkaian, jika diamati bentuknya menyerupai angka 8.

Trip Of Mine
Penganan geblek dan varian geblek berbentuk menyerupai penganan pastel.

Rasanya gurih, tanpa ada rasa pedas dan saat digigit terasa agak kenyal.
Kini sesuai minat permintaan konsumen, penganan geblek bentuknya ada yang  divariasi menyerupai penganan pastel, berisikan olahan tempe bercita rasa agak pedas.

▪  Tempe Benguk

Terbuat dari kacang Koro, sejenis kedelai namun berukuran lebih besar.

Trip Of Mine
Penganan tempe benguk dan sate telur puyuh menu pelengkapnya.

Cara memasak tempe benguk yang paling khas di Kulon Progo adalah dengan cara diolah menjadi besengek yaitu semacam proses dibacem, namun menggunakan perasan santan kelapa dan proses memasaknya santan menjadi kental.

Rasanya terpuaskan sudah berlibur di perkebunan tebu ... , dengan membuat dokumentasi foto kenangan berlibur di lansekap berpemandangan unik dan fotogenic, juga berkesempatan menikmati penganan traditional khas daerah setempat disana.

Trip Of Mine
Untuk berfoto model siluet pun, pemandangan alam kebun tebu Gendu tetap memesona.


Lokasi : 
Jl. Raya Kaligesing, Gendu, Kaligono, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Kulon Progo.

Tiket : 
Tidak dikenai beaya, hanya dikenai beaya parkir kendaraan.

Tuesday, June 5, 2018

Curug Perawan Sidoharjo ~ Curug Tertinggi Di Menoreh

Kali ini lokasi liburanku berlibur ke salah satu destinasi wisata alam air terjun bernama unik, terdengar sedikit terkesan kontroversial namanya.
Lokasinya terletak di kaki gunung Menoreh dan berada di daerah kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di desa Sidoharjo, kecamatan Samigaluh.
Nama unik lokasinya tak bisa dipungkiri pasti membuat orang akan langsung bertanya ada alasan apakah sebenarnya dibalik pemberian nama lokasinya saat namanya itu disebut ..., air terjun Perawan Sidoharjo.


Trip Of Mine
Pesona eksotis curug tertinggi di Kulon Progo, pegunungan Menoreh.

" Apakah ada suatu alasan tertentu dibalik kata penyerta itu ..., apakah karena alamnya yang masih alami, tanpa ada polesan sama sekali disana ?. Atau, ada alasan lain ? ".

Kabupaten Kulon Progo yang kini tengah dipersiapkan sebagai lokasi baru bandara penerbangan International menggantikan lokasi bandara Adi Sucipto ini dikenal memiliki beberapa lokasi wisata alam, terutama air terjun dengan pemandangan alam eksotik dan memesona, diantaranya yang telah populer dikalangan traveller : Kedung Pedut, Kembang Soka dan Ekowisata Sungai Mudal.

Rute tempuh perjalanan ke sejumlah lokasi wisata disana yang terbilang perlu berkonsentrasi dengan baik saat melaluinya ..., melewati jalan beraspal mulus namun mengikuti kontur tanah khas pegunungan naik turun dengan beberapa titik tikungan curam dan sempit, sesekali perjalanan dilalui bersisian dengan keberadaan jurang berkedalaman puluhan meter.
Dan beberapa titik rute perjalanan tak selamanya beraspal mulus, berlubang dan bergelombang.
Namun rintangan itu semua, tak menyurutkan antusias para pecinta travelling, baik traveller domestik maupun mancanegara untuk berlibur disana.

Rute kesana.

Kali ini untuk menuju ke kabupaten Kulon Progo, tak melalui jalur alternatif yang sebenarnya dapat ditempuh melalui jalan perkampungan desa yang terdapat di sekitar candi Borobudur ataupun melalui putaran jalan di depan taman Bambu Runcing, Muntilan.
Kedua jalur alternatif ke Kulon Progo ini relatif lebih cepat ditempuh dari kota - kota yang berada di sebelah utara kota Yogyakarta, seperti kota : Magelang, Ambarawa, Ungaran, Semarang, dan seterusnya. Dibandingkan harus terlebih dahulu ke kota Yogyakarta untuk menuju ke kabupaten Kulon Progo.
Namun kali ini sengaja mencoba memilih melalui jalur di kota Yogyakarta, dengan rute sebagai berikut : 


Jalan Godean - melewati jembatan besar sungai Progo - perempatan traffict light Nanggulan ke arah kanan - perempatan Dekso ke arah Samigaluh atau ke arah kiri - pertigaan jalan ke arah kanan dengan melalui jalan kondisi menanjak - ikuti rute papan nama petunjuk lokasi - ke arah kiri masuk jalan kecil di sebelah MTs. Sidoharjo - ke arah kanan - lokasi parkir wisata air terjun.

Rute tempuh melalui kota Yogyakarta ke lokasi ini memerlukan waktu sekitar 1,5 jam, ditempuh dengan kendaraan pribadi.

Untuk menuju ke perbukitan Menoreh, tempat keberadaan sejumlah lokasi wisata alam menarik itu berada, memang tak  tersedia sarana transportasi umum melayani jalur disana.
Solusi terbaiknya untuk menuju kesana, jika tak membawa kendaraan pribadi, memilih menyewa kendaraan bermotor berupa motor atau mobil yang terdapat di sekitaran kota Yogyakarta ataupun kota Magelang.


Dan ternyata air terjunnya ...

Untuk menuju ke lokasi air terjun, dari tempat area parkir di samping rumah seorang warga, melewati jalan setapak sepanjang sekitar 600 meter di tengah hutan yang sebagian besar difungsikan sebagai lahan kebun tanaman cengkeh oleh warga desa setempat.
Saat itu kuntum cengkeh terlihat sedang ranum - ranumnya, aroma wanginya menemani trekking sepanjang rute.


Trip Of Mine
Titian jembatan bambu menuju lokasi curug.

Beberapakali berpapasan dengan beberapa warga desa yang sibuk membawa material bahan bangunan untuk pendirian bangunan di dekat lokasi air terjun. 
Mereka ramah - ramah, selalu menebarkan senyum dan mengajak menyapa setiap kali berpapasan. 
Dari sinilah akhirnya aku menemukan jawaban atas alasan pemberian nama air terjun menyematkan kata perawan di depan nama lokasinya ..., menurut keterangan salah satu warga yang kuperoleh, nama lokasi air terjun menggunakan kata perawan atas pemberian nama dari lurah desa yang saat itu menjabat dan diceritakan pada jaman dahulu kala setiap sore hari sering muncul penampakan pelangi diatas puncak air terjun. Keindahan air terjun berhiaskan pelangi diibaratkan seorang perawan cantik jelita.
Namun sayangnya, entah kenapa beberapa tahun terakhir ini penampakan pelangi itu tak lagi ditemui disana ..., oh !.


Trip Of Mine
Dari atas jembatan bambu, lokasi air terjun Perawan Sidoharjo mulai terlihat.


Setelah melangkahkan kaki berada di dekat titian jembatan bambu, mulai tampak keberadaan lokasi air terjun, namun yang terlihat adalah bagian teratas nya.


Dan ternyata air terjunnya ..., air terjun musiman. Saat itu alirannya tengah surut, hanya mengalirkan sedikit air di tebing batuannya. Menandakan musim kemarau sedang berlangsung.

Pemandangan keseluruhan lokasi air terjun tampak jelas setelah berada di dekat batu besar yang berada di tengah jalan setapak.


Trip Of Mine
Batu berukuran besar berada di tengah jalan setapak.

Tampilan tebing air terjunnya sangat eksotis ... , menjulang tinggi sekitar 80 meter dan memiliki sudut kemiringan 90 derajat. 
Tebingnya terlihat seperti ditatah rapi !.

Trip Of Mine
Memandang batuan tebing eksotis air terjun Perawan Sidoharjo.

Berdiri tepat berada di atas bebatuan aliran air yang mengering dan mendongak melihat ke atas bagian puncaknya, muncul perasaan kagum dan membayangkan saat musim penghujan nanti tiba ... , air terjun pasti akan terlihat sangat menawan.


Trip Of Mine
Meski sedang surut, bebatuan di aliran air terjun terlihat tetap fotogenik.

Meski air terjun saat itu tengah surut, hanya mengalirkan air kecil dan menciptakan suara tetesan jatuhnya air ke kolam cekungan berwarna hijau tosqa, tak mengurangi keeksotisan alamnya untuk lokasi berlibur dan berfoto.

Bonus kecewa tak melihat aliran air terjun mengalir deras.

Setelah berpuas diri berlibur di area air terjun eksotis dan berfoto disana, saatnya mengakhiri petualangan dan kembali melewati jalan setapak untuk ke lokasi area parkir di rumah seorang warga yang merangkap sebagai lokasi restribusi tiket masuk wisata alam air terjun Perawan Sidoharjo.
Dari awal kedatangan di lokasi ini, ada satu bangunan yang cukup menarik menyita pandangan. Lokasinya berada di dekat area parkir kendaraan, bentuknya sederhana berupa kandang dan terbuat dari susunan papan kayu.
Saat kulihat pertamakali yang terlihat hanya ada beberapa kambing dewasa berada di dalam kandang, sesekali terdengar meneriakkan suara mengembiknya.

Dan saat tiba kembali di area parkir setelah dari lokasi air terjun, kulihat ada 2 ekor anak kambing yang berumur sedang lucu - lucunya berada di luar kandang.
Gerak polahnya lucu dilihat, cukup menghibur mengobati sedikit kekecewaan tak melihat adanya aliran air terjun mengalir deras disana ..., terkadang mereka berdiri anteng, terkadang aktif meloncat - loncat seperti kegirangan.
Tak terhitung berapakali sudah aku mencoba mendekati mereka untuk sekedar berfoto dengan mereka, tapi selalu gagal karena mereka tak bersedia memakan daun yang kusodorkan ke mereka dan segera pergi menjauh, berpindah lokasi dengan gesit.
Tak begitu lama, bapak penjaga loket tiket yang ternyata juga pemilik kambing, kembali ke rumah dengan membawa sekeranjang penuh sayuran diletakkan di atas kepalanya dari hasil berkebunnya.
Sepertinya bapak itu tertawa melihat aksi konyolku membuntuti anak kambing, sambil meletakkan bawaannya bapak berusia 60 tahunan itu mengatakan jika akan membujuk anak kambing agar bersedia makan, sodorilah setangkai daun pohon Angsana.
Dan benar saja, setelah bapak itu memetikkan daun angsana di halaman belakang rumahnya dan memberikan ke aku, segera kusodorkan daun itu ke mereka ..., terbukti mereka langsung bersedia mendekat dan memakan daun angsana dengan lahap.


Trip Of Mine
2 anak kambing imut akhirnyaaaa ..., makan juga.

... Akhirnya, jadilah fotoku bersama 2 anak kambing imut ini melengkapi foto kenangan liburanku di air terjun Perawan Sidoharjo.

Lokasi :
Gerbosari, Sidoharjo, Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Harga Tiket :
Rp. 2. 000,_
[ info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]

Tips berlibur di curug Perawan Sidoharjo :
▪ Pastikan fungsi kendaraan berfungsi dengan baik, mengingat rute perjalanan dari dan ke tujuan lokasi melalui rute kontur pegunungan.

▪ Jika ingin melihat tampilan aliran air terjun terlihat mengalir deras dari puncaknya, atur jadwal berlibur ke lokasi air terjun tertinggi di pegunungan Menoreh ini di saat musim penghujan tiba.