Tuesday, March 27, 2018

Terkesima Singa Jantan Candi Ngawen

Setiap kali berlibur di lokasi candi selalu muncul terselip rasa kagum dan takjub begitu besar melihat mahakarya ribuan tahun lalu tampak di depan mata.
Terkadang terlintas di pikiran, bagaimana mungkin pada masa ribuan tahun silam sebuah bangunan candi bisa dibangun secara simetris dan rapi sangat sempurna, relief - reliefnya terpahat sangat detil ...
Tekhnologi apa yang mereka pergunakan saat itu ?.
... Dan itulah kehebatan arsitektur nenek moyang kita mampu membuat bangunan yang kini dikagumi oleh seluruh dunia dan kita patut membanggakannya.


Trip Of Mine
Eksotis candi Ngawen.


Pencarian lokasi yang berkesan

Rute yang kutempuh sepanjang 2,5 kilometer menuju ke lokasi candi Ngawen melalui jalan raya Pemuda, Muntilan kemudian berbelok ke arah kiri di simpang tiga jalan K.H Santri, lurus terus di perempatan jalan searah ke lokasi wisata ziarah Gunung Pring.
Kuikuti jalan lurus melewati kompleks makam, setelah kupastikan bertanya ke seorang bapak muda arah rute yang benar, setelah itu melewati tikungan jalan 2 arah yang pertama, lurus kembali sampai bertemu dengan tikungan jalan 2 arah yang kedua, jika lurus akan sampai di lokasi wisata ziarah Sendangsono.
Disinilah, di pinggir jalan tikungan 2 arah yang kedua tempat aku menghentikan kendaraanku dan hanya menangkap pandangan lokasi sebuah sekolah taman kanak - kanak Mutiara Ibu di sebelah kanan jalan ... , aku bertanya ke seorang ibu yang tengah duduk diatas kendaraannya terlihat sibuk mengutak - atik smartphonenya, rupanya ia tengah menunggu jam kepulangan sekolah anaknya.


" Maaf, bu, numpang tanya ... lokasi candi Ngawen itu dimana, ya ?. "
" Tuh, disini. "

Sambil tertawa sumringah, mungkin bisa jadi geli mendengar pertanyaanku, dan mata ibu itu melirik ke arah kiri mengisyaratkan menunjuk lokasi keberadaan candi.
Spontan mataku ikut mengarah ke arah kiri dan ikut tertawa geli setelahnya.
Laaah ... , ternyata disini.
Lokasi candi tepat berada di sebelah kiri tempat aku dan ibu itu bertanya jawab.
Ha ha ha ...
Masalahnya, lokasi aku bertanya dengan ibu itu terhalang oleh pohon besar, keberadaan candi tidak terlihat.


Trip Of Mine
Jalan pedesaan depan lokasi candi.

Lokasi candi tepat berada di tepi jalan desa dan dikitari oleh area persawahan menyejukkan mata.
Pintu masuk menuju ke area candi berhadapan dengan halaman samping sekolah taman kanak - kanak, tampak beberapa pedagang makanan bersepeda ngetem disana menjajakan dagangannya.
Halaman samping sekolah tersebut merangkap fungsi sebagai tempat mangkal ojek dan area parkir kendaraan wisatawan yang berkunjung ke candi Ngawen.

Untuk memasuki area candi, pengunjung hanya diwajibkan mengisi data lengkap di buku kunjungan tamu yang disediakan di pos pengelola.

Area taman candi ditata dengan rapi dan asri, dilengkapi dengan bangku diantara reruntuhan candi untuk menikmati keindahan pemandangan candi dari kejauhan berlama - lama.


Trip Of Mine
Area taman dan area reruntuhan candi.

Di lokasi reruntuhan candi yang ditata menghadap ke arah barat dan berhadapan deretan ke 5 candi, banyak ditemui reruntuhan puing - puing, relief dan ornamen candi.

Bertemu singa jantan di candi Ngawen

Sambil mengisi data lengkap di buku kunjungan tamu di pos pengelola yang berada di sebelah timur bagian depan komplek candi, aku berbincang sebentar dengan staff pengelola disana mengenai sejarah candi purbakala peninggalan agama Buddha dan kini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya nomor 11 tahun 2010 ini.
Ada ornamen candi yang sangat berbeda, menarik dilihat dan sangat langka ditemui keberadaannya di candi - candi yang terdapat di pulau Jawa ... berupa singa jantan.

Diliputi rasa penasaran ingin membuktikan keberadaannya aku segera mendekati lokasi candi.
Semakin mendekat, semakin tampak jelas jika komplek candi ini terdiri dari 5 bangunan candi, berderet sejajar dari utara ke selatan.


Trip Of Mine
Candi Ngawen I


Trip Of Mine
Candi Ngawen II


Trip Of Mine
Candi Ngawen III


Trip Of Mine
Candi Ngawen IV


Trip Of Mine
Candi Ngawen V

Dari ke 5 candi, hanya ada 1 bangunan candi berdiri secara utuh, yaitu candi ke II. Keempat candi lainnya berdiri hanya menyisakan bagian kaki candi.

Dan benar saja ... 
di 2 bangunan candi disana terdapat ornamen arca singa jantan. 
Tepatnya berada di candi ke II dan candi ke III dari arah utara.


Trip Of Mine
Terkesima ornamen arca singa jantan.

Keempat ornamen singa jantan berdiri gagah di atas batu berhiaskan pahatan, menopang empat sisi bangunan candi dan berfungsi sebagai sarana mengeluarkan air hujan dari mulut arca singa.

Trip Of Mine
Ornamen arca singa jantan.

Adanya perbedaan terdapatnya ornamen arca singa di candi Ngawen ini dengan candi - candi lain di pulau Jawa masih merupakan misterius yang belum terpecahkan oleh team arkeologi hingga sekarang ini, apakah hanya bertujuan untuk hiasan pelengkap ornamen candi atau terdapat makna tertentu untuk menangkal pengaruh negatif atau jahat, dibalik adanya arca singa tersebut.
Ornamen arca singa seperti ini hanya terdapat di beberapa kuil di wilayah Mathura, India.

Sejarah panjang candi Ngawen

Kompleks percandian Ngawen dibangun pada abad 824 Masehi atau 746 tahun Saka.
Hal ini diperkuat dengan diketemukannya prasasti Karang Tengah tahun 824 Masehi bahwa kompleks percandian tersebut berada di Venuvana ( Bahasa Sansekerta ) yang artinya ' hutan bambu '.
Berdasarkan bentuk bangunan candi yang memiliki kemiripan dengan bentuk bangunan candi Hindu yang memiliki bentuk meruncing, namun juga memiliki ciri khas yang terdapat pada candi - candi Buddha yaitu terdapatnya stupa dan teras, diduga oleh para arkeolog kompleks percandian Ngawen ini dibangun pada masa peralihan Hindu - Buddha dan dibangun oleh 2 dinasti atau wangsa yang berbeda.
Kedua dinasti itu adalah Raja Samaratungga dari dinasti Syailendra beragama Buddha dan Raja Pikatan Dyah Siladu dari dinasti Sanjaya beragama Hindu.

Selama ratusan tahun berlalu, kompleks percandian Ngawen tertimbun pasir dan material akibat bencana letusan gunung Merapi ... mengakibatkan kerusakan parah.

▪ 1874  Keberadaan candi diketemukan kembali oleh NW. Hoopermans, seorang pejabat Belanda.

▪ 1897 Diadakan penelitian penemuan candi oleh J. Van Aalst dan diketemukan susunan batu pondasi candi di dekat lokasi candi Ngawen II serta diketemukan arca Dhyani Buddha Amitabha di lokasi candi Ngawen IV.

▪ 1991 Dilakukan inventarisasi penemuan batu - batu candi Ngawen oleh Theodore Van Erp, bersamaan waktu dengan pemugaran candi Borobudur yang juga mengalami terkubur pasir dan material letusan gunung Merapi.

▪ 1925 Dilakukan penelitian ulang, penggalian dan pemugaran lokasi, dipimpin oleh FJ. Perguin. Diketemukan arca Dhyani Buddha Ratna Sambhawa.

▪ 1927 Candi Ngawen I dan candi Ngawen II berhasil direkontruksi ulang oleh FJ. Perguin, namun hanya candi Ngawen II yang terlihat berdiri utuh hingga kini.

▪ 2011 Bagian kaki candi Ngawen IV berhasil dilaksanakan rekonstruksi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.

Selain adanya ornamen arca singa, candi Ngawen II dihiasi gapura candi yang terpisah dengan badan candi, berhiaskan relief Kala Makara di bagian atasnya.
Sedangkan di atas pintu badan candi dihiasi relief para dewa - dewi dan juga dihiasi dengan relief Kala Makara.


Trip Of Mine
Relief dewa - dewi dan relief Kala Makara.

Sisi bangunan candi terdapat ukiran relief Kinara - Kinari yang merupakan makhluk khayangan berwujud setengah burung dan setengah manusia dan bertugas menjaga pohon Kalpataru.
Pohon Kalpataru merupakan pohon untuk meletakkan semua harapan, dahan - dahannya digambarkan menjuntai dengan beragam macam perhiasan.
Dalam relief candi, pohon Kalpataru selalu dijaga dan diapit oleh makhluk Kinara - Kinari untuk melindungi dari kejahatan.

Pada bagian dalam bilik candi Ngawen II terdapat arca Dhyani Buddha Ratna Sambhawa dengan bagian kepala telah hilang.


Trip Of Mine
Arca Dhyani Buddha Ratna Sambhawa.

Bagian atap bilik candi tidak terdapat atap atau terbuka.
Pintu menuju ke dalam bilik candi di pagar jeruji dan digembok untuk menghindari tindakan vandalisme tangan yang tidak bertanggung jawab.


Trip Of Mine
Pintu bilik selalu dalam keadaan terkunci.

Kuperhatikan dinding bagian dalamnya terdapat guratan dalam berupa bahasa Inggris, sangat disayangkan.

Di tengah kaki candi Ngawen IV yang berhasil direkonstruksi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah, terdapat sebuah arca Dhyani Buddha Amitabha yang bagian kepala dan tangan telah hilang.

Setelah mengitari keseluruhan kompleks candi, aku memilih duduk di kursi yang disediakan di area reruntuhan candi berada sambil memandangi berlama - lama keindahan candi ditemani semilir angin sejuk pedesaan.
Dan berharap kelak keempat candi lainnya segera berhasil direkonstruksi ulang, berdiri tegak mendampingi 1 candi disana ...


Lokasi :
Ngawen, Muntilan 

Tiket :
Tidak dipungut beaya atau free
( Informasi tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah )

Jam Buka :
07.00 - 17.00

Tips trip di candi Ngawen :

•  Jika tidak mempergunakan kendaraan pribadi, sarana transportasi ojek jadi pilihan untuk menuju ke lokasi candi dan sekembali dari lokasi candi.
Lokasi ini tidak dilalui oleh kendaraan angkutan umum.

• Patuhi peraturan dengan baik untuk tidak : memanjat dinding candi, mencorat - coret, membuang sampah di sembarang tempat dan tidak merokok.

• Jaga sikap dan bicara dengan baik. Lokasi candi ini seringkali dipergunakan sebagai upacara keagamaan umat Buddha.




Thursday, March 22, 2018

Kragilan : pecinta selfie wajib kesini, nih !

Trip Of Mine
Spot Balon udara, warna warni memikat mata !.

Siapa sih hari gini dan jaman now ngga suka selfie ?. Kayaknya dari 100 orang kalo ditanya seperti itu, baik cewek maupun cowok, 20 % nya bilang ngga suka dan 80 % pasti bilang suka. Eiiitss, meski pada suka selfie tapi kadang - kadang aku tanpa sengaja masih sering lihat seseorang sedang selfie ... masih malu - malu selfienya. Mau terlihat senyum manis di kamera, eh malah senyumnya jadi ragu ngembangin senyumannya ... kayak ada lem kertas tanpa sengaja nempel dibibirnya, alot gitu nariknya. Ada juga yang super tampil pede dan bikin pose foto kece badai saat berselfie ria. Nah ini ... , yang bikin banyak orang melongo, bikin banyak mata ngikutin jurus pose andalan apa lagi yang akan diperagainnya di foto selfie berikutnya. Atau ... mereka - mereka yang pada melongo itu mungkin sambil pada membatin, ya " kira - kira nanti aku berani ngga ya berpose sepede dia" ... he he he.

Segala bentuk ekspresi keseruan traveller berfoto seperti itu juga kutemui di Kragilan, lokasi wisata alam hutan pinus dipadu wisata kekinian.
Lokasi tepatnya berada di kaki gunung Merbabu berudara sejuk cenderung dingin dan di tepi hutan pinus jalan masuk ke sebuah desa pemukiman warga.
Sejatinya, lokasi ini memang jalan masuk menuju ke sebuah desa, namun berkat keindahan lansekap pemandangan dimulai dari jalan setapak menurun tajam memasuki desa dan hutan pinus disisinya jadi inisiatif para warga desanya menyulap lokasi jadi destinasi wisata dengan puluhan spot selfie kreatif pilihan dan beragam keunikan modelnya.

Dari semula sebuah desa biasa yang sebagian mata pencaharian warganya mengandalkan pemasukan dari bertani, kini sebagian warga beralih profesi jadi fotografer profesional dadakan melayani keinginan traveller berfoto di spot selfie yang diinginkan.
Jadi jangan heran, di jalan lokasinya seringkali bersileweran kendaraan keluar masuk desa dan hilir mudik para pemuda menenteng kamera menawarkan jasa pemotretan ke traveller.

Trip Of Mine

Kragilan resmi dibuka sebagai lokasi wisata pada tahun 2005 lalu, saat itu masih mempergunakan nama lokasi wisata Kragilan.
Seiiring waktu semakin bertambah ramainya kunjungan traveller hingga saat ini dan ramainya pembicaraan unggahan foto para pengguna sosial media berfoto di lokasi, nama Kragilan kini dilengkapi dengan nama Top Selfie Pinusan Kragilan atau TSPK.

Di kunjunganku yang ketiga kalinya ini, areanya semakin dilengkapi dengan beragam pilihan spot - spot selfie baru bermunculan disana dan bentuk spot - spotnya semakin kreatif memanjakan pecinta fotografi.

Trip Of Mine
Deretan spot selfie di area atas.

Deretan area Spot Selfie Pinusan Kragilan kini dibagi menjadi 2 area : di bagian atas atau akses awal memasuki area dan di bagian bawah  berbatasan dengan perkampungan warga.
Area bagian atas ini merupakan kawasan pengembangan dari area di bawah yang telah lebih dahulu populer.

Trip Of Mine
Spot burung rajawali.

Deretan spot selfie di area atas yang bisa kita pilih diantaranya : spot burung rajawali raksasa, spot parasut terjun payung berwarna - warni (sayangnya, saat itu pemilik spot belum tiba di lokasi, jadi perlengkapan aksi terjun payung belum tersedia di lokasi ... , padahal spot ini salah satu favoritku), spot sepeda jaman baheula diatas tumpukan salju dilengkapi 2 boneka panda imut, spot rumah di film animasi Up lengkap dengan sekumpulan balon aneka warna diatasnya, spot menara dan beberapa spot lainnya.

Trip Of Mine
Spot sepeda baheula dan spot rumah film ' Up '.

Setelah menjajal berfoto di salah satu deretan spot selfie di area atas, perjalanan kulanjutkan melewati depan deretan warung dan selanjutnya menuruni jalan setapak curam untuk menuju ke deretan spot selfie di area bawah.
Perlu hati - hati saat menuruninya, terutama di musim penghujan tiba, kondisi jalanan ini sangatlah curam.
Tapi justru berkat kecuramannya itulah, jalan setapak ini tampak dramatis, sangat keren terlihat di kamera dan jadi salah satu lokasi favorit berfoto para traveller.

Trip Of Mine
Jalan setapak hutan pinus Kragilan.

Ingin berfoto disini ? ...
Syaratnya wajib bersabar menunggu waktu yang tepat bergantian berfoto dengan traveller lain dan wajib segera minggir menepi jika akan ada kendaraan datang melintas.

Atau tak mau menunggu waktu lama berfoto di tengah jalan, spot papan pijakan berada di kiri dan kanan atas jalan bisa jadi pilihan, tentunya tak kalah keren berfoto berada di atas sana.
Untuk berada di atas spot papan pijakan, kita harus menaiki undakan anak tangga kayu. Untuk memudahkan sarana berpegangan agar tak terjatuh menuju ke atas dan sekembali menuruni spot papan panggung, badan pohon pinus telah dilengkapi dengan tali besar.

Di area hutan pinus tepi jalan setapak ini dilengkapi beberapa spot hammock beraneka warna, disusun melintang berderet dikaitkan di antara 2 batang pohon.
Spot hammock tentunya akan lebih seru jika digunakan berfoto secara bersamaan dengan beberapa teman disana.

Trip Of Mine
Spot hammock.

Deretan spot selfie di area bawah lokasinya berbatasan langsung dengan perkampungan warga dan berhadapan dengan lahan area parkir kendaraan.

Trip Of Mine
Puncak gunung Merbabu terlihat dari area bawah.


Trip Of Mine
Jejeran spot selfie di area bawah.

Jumlah spot selfie di area bawah ini lebih banyak dan beragam pilihan bentuk spot selfie unik - unik, diantaranya : spot sepeda melayang, spot meja melayang, spot sayap malaikat, spot kereta kuda terbang, spot sangkar burung, spot balon terbang, spot rumah kekinian, spot telephone box khas negara Inggris, spot balon udara, spot jembatan gantung dan masih banyak lagi spot unik lainnya.
Jumlahnya ada sekitar lebih dari 30 spot selfie tersebar disana.

Trip Of Mine
Spot rumah bambu.

Semua spot selfie di lokasi area atas dan area bawah kesemuanya memasang tarif Rp. 5.000 per pengunjung untuk berfoto.
Dan untuk menyewa jasa fotografer, 1 bidikan hasil foto yang diinginkan dikenai tarif Rp. 2.500 per fotonya. Hasil bidikan kamera fotografer dilihat dan dipilih dari layar ponsel milik fotografer, selanjutnya file yang dipilih akan di transfer melalui aplikasi pengirim file di smartphone milik kita.

Selama beberapa lama berlibur di lokasi ini, kuperhatikan cukup bamyak traveller berusia mapan tak lagi muda, berlalu - lalang sibuk memilih spot selfie favorit, terkadang sesekali terlihat ikut mengarahkan gaya teman - teman sebayanya berfoto. Dan serunya ... mereka saling bergantian bergiliran berfoto sambil sesekali diiringi derai tawa setelahnya. Menyenangkan melihat keceriaan mereka ... Memang benar, jaman now siapa sih yang tak suka selfie ?

Trip Of Mine
Jalan setapak fotogenik Kragilan, jadi incaran para traveller berfoto.



Bagaimana cara dan rute kesana ?

Lokasi spot selfie yang digandrungi segala lapisan usia ini ditempuh dari pusat kota Magelang sekitar 30 menit atau sekitar 14 kilometer melalui jalur alternatif Magelang - Kopeng - Salatiga.
Dan apabila ditempuh dari arah kota Salatiga memerlukan waktu tempuh sekitar 47 menit atau 26, 5 kilometer.
Namun, jika tidak menggunakan kendaraan pribadi baik ditempuh dari arah pusat kota Magelang atau kota Salatiga, transportasi umum minibus hanya melewati depan jalan utama area Kaponan, tidak berbelok ke arah lokasi Kragilan. Selanjutnya harus ditempuh dengan ojek, tak ada angkutan umum melintasi depan lokasi.
Tak perlu takut kesasar arah, karena di di depan belokan jalan kecil  di area Kaponan menuju ke arah lokasi terdapat papan petunjuk lokasi wisata gardu pemantau aktivitas gunung Merapi, Ketep Pass.
Ya, lokasi wisata Kragilan ini berada sejalur dengan lokasi Ketep pass.
Lokasi Kragilan jika ditempuh dari kota Yogyakarta dapat ditempuh melalui jalur alternatif Sawangan, tepatnya melalui jalan kecil setelah melewati bekas pabrik kertas Blabak dengan jarak tempuh sekitar 52 kilometer atau sekitar 1 jam 45 menit.

Apakah ada sarana penginapan di sekitar lokasi ini ?

Di sekitar lokasi wisata top selfie pinusan Kragilan ini tak ada sarana penginapan. Jika kalian ingin bermalam untuk menghabiskan waktu berlibur mengunjungi beberapa lokasi wisata di area kaki gunung Merbabu, deretan penginapan losmen, homestay dan hotel terdapat di area Kopeng.


Lokasi :
Kragilan, Pakis, Magelang

Tiket :

▪ Memasuki area Rp. 10.000 berikut free air mineral dan beaya parkir.
▪ Spot selfie Rp. 5.000 setiap kali digunakan untuk berfoto.
( informasi tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah )

Tips trip di Kragilan Top Selfie Pinusan Kragilan :

▪ Pastikan kendaraan berfungsi dengan baik. Kondisi jalan menuju ke lokasi ini banyak tikungan naik turun tanjakan.

▪  Untuk menentukan fotografer yang dipilih tak ada salahnya melihat terlebih dahulu contoh hasil foto cara bidikan lensa si fotografer di layar kameranya agar berfoto di lokasi terlihat maksimal.

▪ Datanglah pagi hari jika ingin berfoto berlatar belakang pemandangan alam hutan pinus berkabut.






Friday, March 16, 2018

Gereja Ayam ~ Ikonik Baru Wisata Indonesia

Ketenaran gedung berbentuk unik, nyeleneh dan berbeda bentuk tampilan dengan gedung bangunan - bangunan pada umumnya ini sebenarnya sudah lama terdengar keberadaannya, terutama untuk warga kota Magelang dan para traveller domestik dan traveller mancanegara setelah berkunjung ke sejumlah lokasi wisata di sekitar candi Borobudur, jauh sudah terkenal lebih dulu sebelum dipergunakan sebagai lokasi shooting film sekuel " Ada Apa Dengan Cinta ".
Kemudian namanya lebih terkenal di seluruh penjuru Indonesia setelah adanya pemutaran film bergenre remaja itu.

Beberapakali saat aku mengambil cuti tahunan pulang kampung ke kota kelahiranku, Magelang, teman - teman dan sebagian orang masih sering membicarakan kisah dibalik pembangunan gedungnya, keunikan bentuk bangunannya sampai cerita mistis yang muncul di lokasi setelah penyelesaian pembangunannya terhenti pada tahun 2000 dan bangunan jadi terbengkelai setelahnya.

Diliputi rasa penasaran ingin membuktikan semua cerita yang beredar tentang keberadaan gedung itu, pada masa liburan cuti tahunan saat itu kucoba datangi bangunan yang sebenarnya dinamai pemiliknya bernama Gereja Merpati.
Lokasinya berjarak sekitar 2,5 kilometer ke arah barat dari candi Borobudur, tepatnya berada terpencil cukup jauh di atas bukit Rhema di dusun Gombong, desa Kembanglimus, kecamatan Borobudur, Magelang.
Untuk sampai tiba di lokasi, melewati lahan pepohonan beberapa meter, jembatan sungai dan setelahnya melewati perkampungan warga.
Tak sampai disitu, perjalanan dilanjutkan kembali dengan mendaki bukit cukup terjal medannya dan perlu kehati - hatian ekstra saat melaluinya.
Disanalah bangunan unik Gereja Merpati itu berada ...

Saat itu travellingku yang pertamakalinya ke Gereja Merpati tak kesemuanya ruangan bangunannya berani kutelusuri, terutama di ruang bawah tanah.
Selain terkesan menakutkan karena sekitar bangunannya ditumbuhi semak belukar juga beberapa bagian areanya mengalami kerusakan, ditumbuhi jamur dan dindingnya banyak dihiasi vandalisme, kurang layak dikunjungi.

Berbeda dengan sekarang di kunjunganku yang kedua kalinya ...


Trip Of Mine
Aula Gereja Ayam
Lihat, desain langit-langitnya unik

Seiring semakin bertambahnya kunjungan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara ke bangunan gedung yang memiliki banyak penamaan dari para traveller ini, diantaranya : Dove Church, Pigeon Hill, Gereja Burung dan Gereja Ayam, jalur pendakian ke puncak bukit tempat Gereja Merpati berada kini telah dibuat undakan untuk pejalan kaki, bersisian dengan jalur khusus rental mobil jeep off road melayani rute dari halaman parkir ke atas bukit untuk pengunjung yang dirasa kelelahan mendaki bukit dan juga melayani Borobudur trip tour package.

Kendaraan pribadi tidak diperkenankan dikendarai sampai ke atas bukit, wajib diparkirkan di halaman rumah seorang warga karena terjalnya medan dilalui untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi.
Semak belukar sekitar gedung Gereja Merpati yang dulu kulihat kini sudah tak ada lagi, berganti taman yang cukup asri dan seluruh area bangunan bagian dalamnya tak tampak lagi menakutkan ditelusuri.

Uniknya, dari kesemua penamaan bangunannya, nama sebutan Gereja Ayam lebih populer di kalangan traveller domestik dan traveller mancanegara, mengalahkan nama asli bangunan yang diberikan nama pemiliknya.
Mungkin dikarenakan bentuknya menyerupai seekor ayam, memilki jambul di bagian atasnya.
Bangunan ini akan lebih terlihat menyerupai seekor ayam raksasa jika dilihat dari ketingggian atau dilihat menggunakan kamera drone, terlihat seolah sedang duduk mengerami diantara rerimbunan pepohonan.


Kisah Sejarah Gereja Merpati atau Gereja Ayam

Gereja Merpati dibangun oleh seorang pengusaha asal Lampung, Daniel Alamsyah ,setelah beliau mendapat wahyu atau amanat dari Tuhan melalui mimpi untuk membangun rumah peribadatan berbentuk seekor burung merpati lambang cinta kasih.

Pada saat beliau dan istrinya mengunjungi kota asal istrinya, Magelang, beliau menemukan lokasi yang tepat seperti yang ada di dalam mimpinya saat itu ... berada di sebuah ketinggian bukit berpemandangan indah.
Beliau beberapa malam berdoa disana memohon petunjuk dari Tuhan bahwa lokasi inilah yang memang tepat Ia tunjukkan padanya.

Dan benar, Gereja Merpati mulai dilaksanakan pembangunannya pada tahun 1990.
Namun sayangnya, pada tahun 2000 pembangunannya terhenti, gedung tak selesai sempurna karena keterbatasan dana.

Meski gedung tak selesai sempurna, Gereja Merpati tetap di pergunakan sebagai rumah ibadah dan menyandang nama Gereja, rumah ibadah ini tak mengkhususkan sebagai rumah peribadatan untuk agama Kristen saja, tapi juga diperuntukkan sebagai rumah ibadah agama lainnya : Islam, Buddha, Hindu dan Katholik.
Slogan yang diusung beliau adalah rumah doa segala bangsa atau the house of prayer for all nation.
Selain dipergunakan sebagai rumah ibadah, fungsi bangunan juga pernah digunakan untuk rumah pengobatan.


Keseluruhan bagian utama gedung Gereja Ayam yang dapat ditelusuri

Bangunan unik berbentuk seekor merpati tengah mengeram ini secara garis besar terbagi menjadi 3 bagian utama yang dapat kalian telusuri, yaitu  : 

Badan

Berada di lantai dasar.
Terbagi menjadi 2 area : 

• Aula 

Berupa ruangan luas, dindingnya dihiasi jendela - jendela berukir bunga.
Lengkungan langit - langit terlihat artistik dan di bagian tengah langit - langit terdapat ornamen salib berukuran besar.
Di tengah halaman aula dilengkapi 2 partisi display foto - foto sejarah pembangunan rumah doa Gereja Merpati dan beragam aktivitasnya.
Di sudut arah ke bangunan kepala Gereja Merpati difungsikan sebagai konter display penjualan kerajinan kain batik, dibelakangnya terdapat ruangan informasi Panti Rehabilitasi Betesda.
Di sudut arah ke bangunan ekor Gereja Merpati dan Ruang Bawah Tanah terdapat balkon kecil, difungsikan untuk display beragam kerajinan tembikar.


Trip Of Mine

• Ruang Bawah Tanah 

Ruangannya terdiri dari beberapa lorong dengan pencahayaan agak remang - remang.


Trip Of Mine
Lorong bawah tanah 

Sepanjang lorong terdapat 25 Ruang Doa Pribadi atau private prayer room yang dapat dipergunakan oleh siapapun dan penganut agama apapun untuk berdoa disana.


Trip Of Mine
Spot Bukit Rhema di ruang bawah tanah

Tiap ujung lorong terhubung ke aula cukup besar yang dinamakan Aula Doa Bersama.



Trip Of Mine
Aula Doa Bersama

Di ruangan bawah tanah ini terdapat hal menarik, selain menelusuri lorong demi lorong ... ada Papan Doa.
Papan Doa digunakan untuk mencantumkan kertas bertuliskan doa dan harapan yang kita tulis di kertas putih yang telah disediakan.
Papannya dipenuhi tumpukan - tumpukan kertas tulisan dari pengunjung, mungkin jumlahnya mencapai ratusan kertas.


Trip Of Mine
Spot papan doa

Menoleh ke arah kanan, terdapat 1 ruangan gelap tanpa penerangan sama sekali, berteralis jeruji dan digembok.
Ruangan apakah itu ? ...

Ruangan di bawah tanah ini dulu pernah digunakan sebagai pusat rehabilitasi para pecandu narkoba, terapi untuk anak - anak penderita cacat, keterbelakangan mental dan gangguan kejiwaan.
Mungkin, ruangan gelap berteralis jeruji dan digembok itu dulunya dipergunakan sebagai ruangan pengaman sementara untuk terapi pasien gangguan kejiwaan ...

Kepala

Terbagi menjadi 5 tingkat : 

• Tingkat 1, tingkat 2  dan tingkat 3 adalah bagian leher.


Trip Of Mine
Tangga menuju ke bagian kepala Gereja Ayam

Dinding dalam tingkat 1 dipenuhi seni mural kreatif berwarna - warni menggambarkan efek negatif akibat menggunakan zat terlarang.


Trip Of Mine

Dinding tingkat 2 dipenuhi seni lukis beragam adat kebudayaan seluruh Indonesia.
Dinding tingkat 3 dihiasi lukisan - lukisan gunung yang mengelilingi candi Borobudur dan destinasi - destinasi wisata dunia.
Masing - masing tingkat dihiasi bukaan jendela untuk melihat pemandangan luar.


Trip Of Mine


• Tingkat 4 adalah bagian kepala dan paruh.

Di bagian paruh luas ruangannya lebih kecil dan di bagian paruh yang terbuka dibatasi pagar pengaman untuk melihat pemandangan luar.
Di sudut ruangan terdapat anak tangga berukuran kecil yang hanya cukup dilalui 1 orang untuk menuju ke puncak gedung.

• Tingkat 5 adalah bagian atas kepala dan mahkota.
Dari atas ruangan terbuka inilah, traveller disuguhi pemandangan alam luar biasa memukau ...


Trip Of Mine

Trip Of Mine

Pemandangan terbentang luas 360° di depan mata.
Dikelilingi oleh gunung - gunung Merbabu, Tidar, Merapi, puncak Suroloyo dan deretan bukit - bukit sekitarnya.
Candi Borobudur terlihat jelas dari lantai teratas ini.


Trip Of Mine
Bisa tebak, dimanakah letak candi Borobudur berada 

Ekor

Terbagi menjadi 2 tingkat dan masing - masing digunakan sebagai kafetaria.


Trip Of Mine
Gedung bagian ekor Gereja Ayam

Dari bagian bangunan ekor ini, terlihat jelas keseruan aktivitas traveller berfoto di lantai teratas kepala merpati bermahkota.



Icip - icip menu kuliner di kafetaria Gereja Ayam

Kafetaria berkonsep ruang semi terbuka ini berada di bangunan bagian ekor burung merpati dan terbagi menjadi 2 area bertingkat yang bisa kalian pilih untuk duduk menikmati hidangan di area mana yang kalian sukai.
Jika ingin menikmati hidangan sembari menikmati pemandangan indahnya alam sekitar dengan leluasa, deretan kursi dan meja di pinggir pagar pembatas jadi pilihan yang tepat.

Trip Of Mine
Kafetaria lantai 1

Menu yang dihidangkan di kafetaria lantai 1 menyajikan beberapa pilihan kuliner dengan harga terjangkau, sekaligus sebagai lokasi penukaran kupon penyerta free camilan singkong goreng di lembar tiket masuk lokasi wisata.
Menu pilihan yang disajikan di kafetaria Gereja Ayam lantai 1, diantaranya :

• Nasi oseng - oseng tempe Rp. 5.000
• Nasi sambal teri Rp. 5.000
• Nasi tongseng ayam Rp. 5.000
• Gorengan tahu, tempe, pisang Rp. 3.000
• Aneka sate Rp. 5.000
• Singkong original Rp. 10.000
• Singkong cokelat keju Rp. 15.000

Kafetaria Gereja Ayam lantai 2 lebih mengkhususkan sebagai konter minuman dilengkapi dengan meja bar, namun tak ada salahnya kalian memilih duduk di lantai 2 setelah memesan makanan di kafetaria lantai 1.

Trip Of Mine
Kafetaria lantai 2

Minuman yang disajikan disini mulai dari teh, kopi dan olahan minuman kemasan berbahan dasar susu.
Varian beberapa rasa minuman yang bisa kalian pilih dengan harga Rp. 10.000 per cup, diantaranya hazelnut, chocholate avocado dan white chocholate.
Sedangkan minuman kopi, baik kopi susu dan kopi daerah dibanderol dengan harga Rp. 25.000 per gelasnya.
Aku menjajal menu nasi sambal teri karena penasaran dengan harga murahnya, tak seperti rata - rata harga makanan di lokasi wisata yang memasang harga cukup tinggi perporsinya.
Rasanya cukup enak, bercirikan cita rasa selera lidah khas orang Jawa yang menyukai masakan rasa cenderung manis pedas.
Porsinya cukup mengenyangkan untuk menemani menikmati camilan singkong goreng gratis.

Trip Of Mine




Berkat keunikan arsitektur bentuk bangunan gedung, sejarah latar belakang pendirian gedung dan pemandangan menakjubkan di lantai teratas Gereja Ayam seringkali dipergunakan untuk lokasi pemotretan, shooting film dan tak sedikit pasangan yang melangsungkan pernikahan disana.
Magnetnya mampu menarik kunjungan traveller dari berbagai negara dan traveller domestik dari berbagai kota.
Gereja Ayam kini masuk dalam top 20 golden toursm central java and Yogyakarta dan layak menjadi salah satu ikonik wisata Indonesia.


Trip Of Mine
Gereja Ayam ikonik baru wisata Indonesia



Lokasi :
Dusun Gombong, Kembanglimus, Magelang

Tiket :
Rp. 15.000 + free singkong goreng 
( Harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah )

Jam operasional :
06.00 - 17.00

Tips trip di Gereja Ayam :

▪ Sebaiknya mempergunakan kendaraan pribadi untuk menuju ke lokasi karena lokasi tidak dilalui oleh kendaraan umum.
Transportasi ojek dan transportasi traditional andong bisa jadi alternatif menuju ke lokasi. Titik kumpul transportasi ini berada di dekat tugu pasar Borobudur.
Atau, memilih mengikuti Borobudur tour trip package dengan start dari halaman parkir candi Borobudur untuk travelling sekaligus ke obyek - obyek wisata di sekitar candi Borobudur.

▪ Jika ingin melihat sunrise di lantai teratas Gereja Ayam, datanglah khusus di hari Sabtu dan Minggu dengan jam operasional buka lebih awal, jam 05.00 dini hari.
Untuk melihat momentum sunrise dikenai beaya tiket tambahan Rp. 5.000 dari harga normal.

▪ Perhatikan kapasitas maksimal jumlah pengunjung berada di lantai teratas Gereja Ayam, maksimal 10 orang.
Hal ini dilakukan untuk menghindari kelebihan beban daya muat pijakan.
Jadi, pastikan memesan tempat dan atur jadwal terlebih dahulu ke pengelola untuk melihat sunrise.

▪ Di sekitar lokasi Gereja Ayam tidak terdapat homestay, losmen dan hotel.
Menumpang bermalam di rumah warga untuk melihat sunrise keesokan harinya bisa jadi pilihan.

▪ Perhatikan lubang tangga dan berhati - hati menuruni anak tangga di lantai teratas.
Lubang tangga hanya mampu dilalui oleh 1 orang secara bergantian.









Monday, March 12, 2018

Spot Kapal Bambu, tepi tebing Bukit Mojo

Cerita perjalanan travellingku berada di atas ketinggian sebuah bukit yang dilengkapi spot foto kekinian, lokasi Bukit Mojo yang lebih terkenal dengan penamaan Bukit Mojo Gumelem kupilih untuk menutup rangkaian cerita liburan yang kulakukan di saat musim penghujan.
Selanjutnya mulai memasuki datangnya musim kemarau bersiap mengatur jadwal dan tujuan liburan kembali ke sejumlah lokasi wisata lainnya untuk mengeksplorasi keunikan dan keindahan yang dimiliki tiap-tiap destinasi disana.

Lokasi Bukit Mojo Gumelem sendiri berada di kawasan Dlingo, Mangunan, Bantul dan jika seandainya ditarik sejajar garis lurus, lokasi Bukit Mojo Gumelem yang diresmikan pada tanggal 24 Juli 2016 sebagai lokasi wisata alam dipadu wisata kekinian ini berada satu garis dengan sejumlah lokasi wisata lainnya, yaitu : Jurang Tembelan, Bukit Panguk Kediwung, Kebun Buah Mangunan dan Watu Lawang.
Lokasi wisata terdekatnya adalah lokasi Bukit Panguk Kediwung.
Kesemuanya masing - masing lokasi menawarkan pemandangan alam eksotik dari lokasi ketinggian sebuah bukit dengan latar belakang pemandangan yang sama, yaitu aliran sungai Oyo dibawahnya, deretan perbukitan diseberangnya dan keindahan panorama langit.
Kawasan Dlingo, Mangunan ini memang bisa dikatakan gudangnya lokasi wisata di Yogyakarta yang menawarkan pemandangan alam dari ketinggian perbukitan.
Tentunya sebagai sarana pemikat, tiap lokasi bukit dilengkapi dengan sejumlah spot berfoto kekinian berbeda satu lokasi bukit dengan bukit yang lainnya.
Di Bukit Panguk Kediwung, lokasi wisata tetangganya, dilengkapi spot foto unik dan jadi incaran para traveller berfoto disana, spot Kereta Kuda Terbang.
Sedangkan di Bukit Mojo Gumelem ini spot foto andalannya Sangkar Burung, terbuat dari ranting-ranting kayu yang disusun melingkar dan dilengkapi dedaunan hias disekelilingnya.
Tapi dari kesemuanya spot foto pilihan yang ada di lokasi, diantaranya spot Bunga Mekar, spot Teras, spot tokoh Wayang dan spot Sepeda, aku lebih menfavoritkan spot foto Perahu Bambu ....

Trip Of Mine
~ Spot Kapal Bambu ~
Pemandangan alamnya dramatis, bukan ?

Meski sebenarnya ide pembuatan spot foto Perahu Bambu yang dibuat di tepi tebing, terlihat menjorok ke tengah jurang seolah tengah melaju mengapung berada di ketinggian ini, konsep uniknya telah dibuat lebih dulu di lokasi wisata Jurang Tembelan, namun spot foto Perahu Bambu di Bukit Mojo pemandangannya juga tak kalah dramatis terlihat di kamera.
Dari atas spot Perahu Bambu, kalian bisa melihat lebih jelas ketinggian jurang berada dibawah kalian berdiri, bentuk liukan sungai Oyo dan deretan perbukitan di seberangnya.

" Karena aku datang ke lokasi ini saat masih di musim penghujan, aliran air sungai besar Oyo terlihat berwarna kecoklatan " 
Trip Of Mine
~ Spot Teras ~
Mari minum sejenak ...

Uniknya, tampilan pemandangan aliran air sungai Oyo di musim kemarau nanti akan terlihat berubah warna menjadi berwarna hijau lumut dikarenakan arus airnya akan mengalir lambat sehingga membentuk gulma lumut di bebatuannya.
Jadi, saat kalian travelling ke deretan sejumlah lokasi yang segaris lurus dengan Bukit Mojo Gumelem ini di saat musim kemarau, kalian akan temui pemandangan alam dengan gradasi warna menakjubkan ...... perpaduan antara warna hijau lumut di sungai Oyo, warna kecoklatan tanah lahan sekitar hutan akibat mengering dan warna biru langit gumpalan awan.
Atau datang berada di waktu saat matahari terbit karena posisi lokasi ini memungkinkan untuk melihat datangnya sunrise.
Karena aku datang ke lokasi ini saat masih di musim penghujan, aliran air sungai besar Oyo terlihat berwarna kecoklatan.
Trip Of Mine
~ Spot Nama Lokasi ~

Tak sulit mencapai lokasi wisata satu ini, karena terdapat baliho atau spanduk nama lokasi berukuran besar di persimpangan jalan setelah melewati belokan jalanan turun dari dekat lokasi wisata Songgolangit.
Berada di persimpangan jalan, jika arah lurus akan menuju ke lokasi wisata Bukit Panguk Kediwung dan jika ke kanan akan tiba di lokasi ini.
Balihonya digarap dengan apik, dilengkapi foto - foto spot lokasi yang menarik, namun sayangnya ..... kondisi jalannya tak sebanding dengan apiknya desain baliho.
Saat aku mulai memasuki kawasannya, kondisi jalannya terbilang rusak cukup parah, aspal badan jalan banyak yang berlubang dan nyaris sepanjang rute perjalanan melewati jalanan yang dipenuhi bongkahan bebatuan kapur.
Kesulitan melaju di atas jalanan ini berakhir penderitaannya sampai berada di halaman parkir depan area masuk lokasi.
Kerusakan kondisi badan jalan itu kupertanyakan ke petugas parkir yang saat itu merangkap sebagai penjaga loket tiket.

" Kenapa jalannya rusak seperti itu ya, pak ?sudah lama rusaknya ? "
" Iya, mas, seperti itu. Belum sempat dikerjakan perbaikannya oleh pemerintah setempat "
" Oh "
Semoga, ya sewaktu artikel ini kuposting kondisi jalan disana sudah mulai diperbaiki dan membuat nyaman dilalui oleh semua pengguna jalan.

Lokasi Bukit Mojo Gumelem ditempuh dari pusat kota Yogyakarta sekitar 30 kilometer atau lama perjalanan sekitar 1 jam dengan rute sebagai berikut :

Terminal Giwangan - Jalan Imogiri Timur - Pertigaan Imogiri belok ke kiri - Pertigaan belok ke kanan ke arah Mangunan - Tugu Mangunan belok ke kanan ke arah lokasi wisata Kebun Buah Mangunan - lurus - Sekolah Dasar Kanigoro - Belok ke kanan - Belok ke kiri - Pertigaan arah ke Bukit Panguk Kediwung dan ke Bukit Mojo - Ke arah kanan - Bukit Mojo Gumelem

Keseluruhan area Bukit Mojo Gumelem ini terbilang cukup luas dan tidak memerlukan tenaga ekstra untuk menaikinya karena cukup datar lahannya. Area masuknya ditanami beragam tanaman hias dan dilengkapi penunjuk arah bertuliskan huruf Jawa yang cukup indah untuk latar belakang berfoto.
Namun sayangnya saat itu suasana lokasinya sepi, minim traveller. Hanya tampak beberapa pedagang duduk bersantai di depan warungnya, menunggu kedatangan para traveller berlibur.

Trip Of Mine
~ Taman area masuk ~

Lokasi beberapa pilihan bentuk spot berfoto letaknya berderet berada di bagian teratas bukit yang bisa kalian gunakan untuk berfoto diatasnya.

Trip Of Mine
~ Spot tokoh wayang ~

Trip Of Mine
~ Spot sepeda dan rangkaian bunga hati ~

2 spot berfoto diantaranya : spot Sangkar Burung dan spot Bunga dikenakan beaya Rp. 3000,_ untuk berfoto dengan batas waktu maksimal 15 menit untuk memberikan kesempatan giliran berfoto traveller lain.
Spot berfoto lainnya, tak dikenai beaya.

Trip Of Mine
~ Spot bunga ~

Trip Of Mine
~ Spot sangkar burung ~

Meski tidak dikenakan beaya tambahan untuk berfoto diatasnya, tetap perhatikan keselamatan dan daya muat beban, ya .......
Jangan karena gratis, lalu lupa diri berfoto pose heboh secara rombongan.
Tetap berfoto kalem saja, hehehe ...

Trip Of Mine
~ Spot lingkaran ~

Lokasi :
Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Tiket :
Rp. 4 .000 / berikut parkir
( Harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah )

Tips trip di Bukit Mojo Gumelem :

• Sebaiknya mempergunakan kendaraan pribadi atau rental kendaraan, karena kendaraan umum hanya beroperasi melayani jalur terminal Giwangan - Bantul pp. dalam jumlah terbatas dan kendaraan umum tidak sampai di lokasi bukit ini.
• Pastikan kondisi kendaraan berfungsi dengan baik.
• Perhatikan daya beban muat di tiap spot berfoto yang ada.
• Jika datang di musim penghujan, waspadai licinnya lahan karena sebagian bukit terutama di puncak bukit lokasi deretan spot berfoto berupa tanah.