Minggu, 18 Februari 2018

Candi Arjuna ~ Candi Nama Tokoh Wayang

Di dataran tinggi Dieng terdapat sejumlah kompleks bangunan candi eksotik berusia ribuan tahun peninggalan agama Hindu beraliran Syiwa dan masing - masing bangunan candi bernama tokoh cerita pewayangan dalam kisah Mahabharata.
Salah satu diantaranya bernama candi Arjuna  yang ku jelajahi kali ini saat trip ke tempat yang dipercaya sebagai tempat para dewa bersemayam.


Trip Of Mine
Kompleks candi Arjuna berderet dari utara ke selatan

Berada di Dieng Plateau atau dataran tinggi Dieng dengan ketinggian 2000 diatas permukaan air laut dan berudara dingin dengan temperatur 12°-20° Celcius pada siang hari, 6°-10° Celcius di malam hari, serta pada bulan - bulan tertentu mencapai temperatur 0° Celcius, candi Arjuna yang berada di kompleks candi Arjuna berdiri gagah berdampingan dengan kompleks candi Gatotkaca, kompleks candi Setyaki, kompleks candi Dwarawati dan 1 bangunan candi yang berada di atas bukit terpisah cukup jauh dari kompleks candi yang lain, candi Bima.


4 candi utama dan 1 candi perwara di kompleks candi Arjuna

Kompleks candi Arjuna menempati area terluas dari keseluruhan kompleks percandian lainnya yang berada di Dieng, mencapai 1 hektare.
Kelompok candi di kompleks candi Arjuna ini dibangun berdiri berderet dari utara ke selatan.
Terdiri dari :

Candi Arjuna

Merupakan candi utama dan candi berukuran paling besar yang berada di kompleks candi Arjuna.
Bangunan candi menghadap ke arah barat dan berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 4 meter persegi. Terdapat tangga menuju ke bilik atau bagian dalam candi. Di bagian atas pintu candi dihiasi relief Kalamakara. Badan candi memiliki batur setinggi sekitar 1 meter.
Dibangun dan digunakan sebagai altar pemujaan dewa Syiwa.

Trip Of Mine
Candi Arjuna


Candi Semar

Letaknya berada berhadapan tepat dengan candi Arjuna, berada di sebelah timur dan berbentuk persegi empat.
Merupakan candi perwara atau candi penjaga candi Arjuna.
Candi Semar satu - satunya bangunan candi yang letaknya tidak berada dalam satu deret dengan candi utama.
Memiliki tangga pendek dan pintu masuk ke bilik atau bagian dalam candi. Diatas pintu dihiasi relief Kalamakara tanpa rahang bawah. Terdapat 2 lubang kecil di dinding bagian depan, 2 lubang kecil di masing - masing dinding samping candi yang berfungsi sebagai jendela.
Didirikan dan digunakan sebagai tempat para umat berkumpul sebelum memasuki candi utama.



Trip Of Mine
Candi Semar


Candi Srikandi

Terletak di sebelah utara candi Arjuna.
Berbentuk kubus. Terdapat tangga dan pintu menuju bagian dalam candi. Diatas pintu terdapat relief Kalamakara. Memiliki batur dengan tinggi sekitar 50 sentimeter.
Pada dinding candi sebelah utara terdapat relief dewa Wisnu, relief dewa Syiwa berada di dinding candi sebelah timur dan di dinding candi sebelah selatan terdapat relief dewa Brahma.
Didirikan dan digunakan untuk altar pemujaan kepada Tri Murti atau Tiga Dewa.

Trip Of Mine
Candi Srikandi


Candi Sembadra

Berada di sebelah utara candi Srikandi.
Berbentuk bujur sangkar. Terdapat undakan tangga batu sebagai pengganti tangga menuju ke pintu. Memiliki batur setinggi sekitar 50 sentimeter. Diatas pintu terdapat relief Kalamakara.
Didirikan dan digunakan sebagai altar pemujaan dewa Syiwa.

Trip Of Mine
Candi Sembadra


Candi Puntadewa

Terletak di ujung paling utara dari rangkaian deretan candi di kompleks candi Arjuna.
Berdiri diatas batur setinggi sekitar 2,5 meter sehingga bangunan candi terlihat menjulang paling tinggi diantara candi - candi yang lainnya.
Terdapat tangga dan pintu menuju ke bagian dalam candi. Bagian dalam candi berukuran sempit. Diatas pintu berhiaskan relief Kalamakara tanpa rahang.
Didirikan dan dipergunakan sebagai altar pemujaan dewa Syiwa.

Trip Of Mine
Candi Puntadewa



Sekilas sejarah pendirian dan penemuan candi Dieng

Mahakarya candi di Dieng dibangun pada abad VII Masehi oleh dinasti Wangsa Sanjaya dari Mataram kuno sebagai altar pemujaan dewa Syiwa dan Tri Murti, hal ini diperkuat dengan diketemukannya prasasti Kuti dibelakang lokasi candi Arjuna tahun 724 Caka atau 802 Masehi yang menyiratkan bahwa percandian di Dieng merupakan bangunan candi Hindu tertua di pulau Jawa.
Prasasti berhuruf Jawa kuno tersebut merupakan prasasti Hindu tertua dan kini keberadaan prasasti disimpan di galeri Museum Nasional Jakarta.
Namun jika dilihat dari seni bangunan candi berupa tidak terdapat hiasan di kaki candi, tidak terdapat susunan bingkai dan tidak terdapat relief dekoratif , bangunan candi - candi di Dieng mencirikan gaya seni bangunan candi pada abad ke VIII Masehi.
Percandian di Dieng memiliki gaya seni bangunan bervariasi sehingga candi - candi tersebut diperkirakan oleh arkeolog dibangun dalam waktu yang tidak bersamaan, dibangun antara akhir abad ke VII sampai dengan abad ke VIII.

Setelah sekian lama terkubur oleh alam, keberadaan candi diketemukan kembali pada abad 18 berada di genangan rawa - rawa oleh Theodorf Van Elf, seorang tentara Belanda yang sedang berwisata disana.
40 tahun kemudian setelah diketemukan oleh Theodorf Van Elf, diadakan upaya penyelamatan candi dengan cara mengeringkan lahan air rawa yang dipimpin oleh HC. Cornelius berkebangsaan Inggris, kemudian dilanjutkan oleh J.Van Kirnbergens berkebangsaan Belanda dengan pencatatan dan dokumentasi keberadaan candi.

Penamaan unik candi - candi dengan berdasarkan nama tokoh - tokoh pewayangan diberikan oleh penduduk setempat.
Nama asli candi - candi hingga kini belum diketahui oleh para arkeolog.

Lokasi wisata lain yang berada di dekat kompleks candi Arjuna

Berdekatan dengan keberadaan lokasi kompleks candi Arjuna terdapat lokasi wisata lain yang dapat kalian jelajahi, diantaranya :

• Kompleks candi Setyaki
• Kompleks candi Dwarapati
• Kompleks candi Gatotkaca
• Museum Kailasa
• Telaga Balaikambang

Trip Of Mine
Papan petunjuk arah dan jalan setapak dibuat rapi, memudahkan arah dan menyenangkan dilalui traveller.

Trip Of Mine
Kompleks candi Gatotkaca.
Terdapat reruntuhan candi Nakula dan candi Sadewa.

Trip Of Mine
Telaga Balaikambang.

Telaga Balaikambang memiliki arti, tanah yang mengambang.
Taukah kalian, telaga ini memiliki keunikan ... , jika segenggam tanah dilemparkan ke tengah telaga, tanah tidak akan jatuh tenggelam.
Tetapi mengapung di atas permukaan airnya.

Dieng Culture Festival

Festival wisata budaya dan seni Dieng atau disebut Dieng Culture Festival merupakan agenda tahunan yang diadakan di kompleks candi Arjuna sejak tahun 2010 lalu.
Program acara akbar yang diselenggarakan atas kerjasama Dinas Pariwisata dan Kelompok Sadar Wisata setempat ini menampilkan berbagai pertunjukan, diantaranya : pementasan seni tari dan musik nusantara, pagelaran wayang kulit, pemutaran festival film Dieng, pertunjukan jazz dan sebagai puncak acara diadakan upacara ruwatan pemotongan rambut anak di Dieng yang berambut gimbal.
Bisa dipastikan jika saat menjelang acara gelaran berskala nasional ini, kamar penginapan homestay, hotel dan losmen yang terdapat di sekitaran Dieng telah dipesan oleh traveller jauh - jauh hari sebelumnya.


Lokasi :
Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara

Tiket :
Rp. 15.000 / 1 paket dengan tiket Kawah Sikidang
[ Info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]

Tips trip berlibur di candi Dieng :

• Pergunakan alas kaki yang nyaman.
• Persiapkan atau pergunakan pakaian tebal dan pelengkap seperti : jaket, kupluk atau syal untuk antisipasi udara dingin.
• Persiapkan jas hujan, payung atau mantol sewaktu - waktu dapat turun hujan.
• Jika ingin menyaksikan acara Dieng Culture Festival yang diadakan pada bulan Agustus, pesanlah kamar hotel atau penginapan yang banyak terdapat di Dieng beberapa bulan sebelum hari H.
Acara akbar ini selalu sukses menarik kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.


31 komentar:

  1. Wouw.. di area pegunungan dan di dataran tinggi Dieng banyak terdapat tempat wisata ya brader? Ternyata ada kompleks berdirinya candi-candi peninggalan agama Hindu dinasti wangsa Sanjaya..
    Lokasi kompleks candi Arjuna ini terletak di dataran tinggi Dieng yang iklim cuaca sangat dingin.. Wow.. Pemandangan indah dengan udara yang dingin.. Fantastik..!

    Apakah masing-masing bangunan candi di namai lengkap dengan tokoh-tokoh pandawa lima dari kisah Mahabarata? Tapi antara candi yang bernama Arjuna nggak berdiri berjejer dengan candi bernama tokoh tokoh pewayangan pandawa lima yang lainnya? Antara bangunan candi arjuna dan candi bima juga candi nakula sadewa terletak agak berjauhan ya? Bagaimana dengan candi yang bernama tokoh Yudistira? Apakah ada juga? Karena kok nggak disebutkan di sini brader?

    Jadi kompleks candi Arjuna ini dulu pernah hilang ya terkubur oleh alam... tapi akhirnya ditemukan kembali di genangan rawa-rawa oleh tentara Belanda..Theodorf Van Elf pada abad ke 18.. Wah berjasa juga ya dia bisa menemukan kompleks bangunan candi ini lagi brader?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups,di wilayah Dieng ini terdapat banyak lokasi wisata,selain kawah & candi.Termasuk lokasi golden sunrise terbaik di pulau Jawa,puncak Sikunir.

      Betul,di 1 kompleks candi ini nama tokoh Pandawa Lima diwakili oleh Arjuna yg menurut kisahnya paling tampan rupawan.
      Nama2 tokoh Pandawa Lima lainnya di candi2 yang terpisah.

      Tokoh Yudistira sendiri merupakan nama versi lain pewayangan Jawa dari tokoh Puntadewa.
      Nama Puntadewa dari versi pewayangan Mahabharata,yg digambarkan sebagai sosok ksatria yg kesaktiannya setara dg dewa.

      Berkat penemuan kembali oleh Theodorf Van Elf dan beserta penerusnya untuk penyelamatan dari kerusakan badan candi, sekarang kita semua bisa menyaksikan bukti peninggalan sejarah Mataram kuno di Dieng.

      Hapus
  2. Jadi Kawasan pegunungan Dieng termasuk golden sunrise terbaik di pulau Jawa ? Wouw .. Great..! Sama seperti pegunungan Bromo juga termasuk golden sunrise.. :)

    Jadi kompleks candi ini yang dinamai dengan tokoh pewayangan Pandawa Lima ini hanya diwakili oleh tokoh Arjuna yang memang tokoh paling terkenal dari kelima bersaudara Pandawa Lima.. konon Arjuna memang yang paling tampan rupawan dan paling halus karakternya..

    Ooh ternyata candi dengan nama tokoh Yudistira ada di komplek candi ini.. Aku baru tahu kalau nama lain Yudistira itu Puntadewa.. Hehehe
    Iya seperti yang pernah aku baca dulu dari kisah Mahabarata.. bahwa dari kelima tokoh pewayangan Pandawa Lima.. Si sulung Yudistira lah yang tokoh yang paling suci dan derajatnya setara sama dengan dewa.. Nice..!

    Di kompleks candi ini terdiri dari 4 candi utama dan 1 candi Perwara. Yang termasuk candi urama yaitu:
    Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Sembadra. Dan apakah yang termasuk candi Perwara itu candi Puntadewa brader?
    Apa sebenarnya arti dari candi Perwara brader?
    Oh ya dalam kisah pewayangan Mahabarata tokoh Sembadra adalah istri dari Arjuna ya brader?

    Iya betul.. untung komplek candi ini nggak hilang selamanya ya? dan sempat ditemukan kembali oleh Theodorf Van Elf pada abad ke 18... dan 40 tahun kemudian dilakukan proses pengeringan rawa oleh penerusnya H Cornelius dan perbaikan badan candi sehingga peninggalan bersejarah warisan zaman Mataram Kuno dapat terselamatkan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya maaf untuk sista & pembaca komentarku sebelumnya dibalasan komentar sista Fidy :
      Di komentar diatas kusebutkan nama tokoh Pandawa hanya nama Arjuna yg berada dikompleks ini, yang benar adl nama tokoh Arjuna & Puntadewa yang tak lain bernama Puntadewa.
      Jadi,ada 2 nama tokoh Pandawa di kompleks ini.

      Candi Perwara yang dikompleks ini bernama candi Semar adl candi penjaga atau pendamping.
      Jadi candi Semar adl candi pendamping candi Arjuna.
      Jika dilihat bentuk candi Arjuna & candi Semar keduanya sangat mirip dg bentuk candi yg ada di Gedong Songo.

      Benar, Sembadra adl istri Arjuna.
      Sosoknya digambarkan spt sosok priyayi,berkata dan berperingai halus namun mudah tersinggung.

      Rupanya sista pengagum wayang juga yaa ... :) ?

      Hapus
  3. Alright makasih brader atas ralatnya.. Jadi yang benar adalah kimpleks candi ini dinamai dengan 2 tokoh pewayangan yakni Arjuna dan Puntadewa.

    Jadi di selain 4 candi utama ada 1 candi Perwara atau disebut candi pendamping.. Candi perwara di sini yaitu candi Semar ya sebagai pendamping candi Arjuna..
    Dan kedua candi ini bentuknya sama ya dengan candi yang ada di Gedong Songo.

    Btw tokoh siapakah yang dimaksud Arjuna atau Sembadra yang digambarkan sebagai sosok yang mudah tersinggung brader?
    Hehehe... kalau di bilang aku pengagum wayang? sedikit brader.. hanya sewaktu masih SD dulu aku suka membaca buku cerita kisah Mahabarata.. Awalnya hanya iseng baca karena pingin tahu aja.. Lama kelamaan karena ceritanya berseri aku jadi tertarik dengan cerita-cerita tokoh-tokoh pewayangan yang ada dalam Mahabarata.. Kalau ada yang kurang ngerti dulu aku biasa nanya ke mamaku yang hafal dengan tokoh-tokoh Pandawa Lima dalam Mahabarata... Jadi sedikit-sedikit aku paham dengan tokoh Pandawa Lima brader.. hanya sekarang ceritanya banyak yang lupa hehehe..:)

    Oh iya candi Nakula-Sadewa nggak tampak dalam gambar ya brader?
    Meski ditemukannya prasasti dinasti wangsa Sanjaya zaman Mataram kuno tab.. tapi nggak tertulis nama candinya apa pada prasasti ya? Sehingga komplek candi ini diberi nama oleh penduduk setempat.

    Seperti yang tertulis di artikel ini.. bahwa candi Dieng ini dibangun pada abad VII Masehi oleh dinasti wangsa Sanjaya dari Mataram kuno.. seperti dalam prasasti yang menyiratkan bahwa bangunan candi Dieng ini termasuk candi Hindu tertua.
    Yang ingin aku tanyakan di sini.. manakah candi yang paling tua usianya.. antara candi Prambanan dan candi Dieng ini brader?



    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks ralatnya udah dibaca,sista :).

      Sosok yang digambarkan berbudi pekerti halus & seperti priyayi namun mudah tersinggung adl tokoh Sembadra.

      Menarik juga cerita pengalaman sista sering diceritain sama your mom ttg kisah2 pewayangan ..
      Kalo aku dari kecil terbiasa kesehariannya kuping ini dengar musik gamelan,dialog ketoprak/wayang orang dari kaset atau radio yg diputar kedua kakekku ...
      Mereka itu penggemar berat dg pewayangan!.
      Waktu aku kecil sering banget diajak nonton pertunjukan live wayang orang/ketoprak.
      Sayangnya skr pertunjukan live ketoprak/wayang orang spt itu sudah tidak pernah ada lagi di Magelang.

      Candi Nakula & candi Sadewa yg berada di kompleks candi Gatotkaca hanya tersisa reruntuhan candi saja,sista.

      Lebih tua candi di Dieng dibanding candi Prambanan.
      Candi Prambanan dibangun pada abad 9.

      Hapus
  4. Sama-sama brader.. :)

    Oh jadi tokoh yang dimaksud halus. budi pekertinya seperti proyayi tapi mudah tersinggung adalah tokoh Sembadra..

    Ooh jadi dari kecil dulu waktu masih bocah bradee sudah sering mendengar alunan merdu musik tradisional gamelan dan dan mendengar kaset yang berisi drama ketoprak /wayang orang yang diputar kedua kakek brader.. bahkan brader kecil sering diajak nonto Ketoprak/ wayang orang secara live.. Wouw.. Pengalaman yang asyik ya? Tapi awalnya brader kecil dulu memang sudah tertarik mendengar ketoprak dari radio / kaset..? Apa karena sering mendengar dan melihat ketoprak lama*lama brader jadi tertarik dengan seni wayang orang ini?

    Salut juga dengan kakek brader yang mengajarkan cucunya sejak dini untuk ditanamkan mencintai kesenian tradisional.. Jadi sampai besar brader nggak lupa masih tertanan kuat ingatan terhadap kesenin wayang..! Great..!:)
    Oh Kenapa kok acara pamentasan panggung Ketoprak/wayang orang sekarang sudah nggak ada lagi brader? Seharusnya tetap dilestarikan ya untuk menarik minat wisatawan asing..

    Btw.. Jadi lebih tua usia candi di Dieng ya dibandingkan candi Prambanan..
    Meski sama-sama peninggalan warisan dinasti wangsa Sanjaya Tapi candi Prambanan jauh lebih besar dan lebih terkenal ya brader?

    Ooh begitu.. sayangnya bangunan candi Nakula dan candi Sadewa tinggal reruntuhan saja..

    Ih iya pada bangunan candi utama rata-rata terdapat relief Kalamakara.. Apa yang dimaksud dengan Kalamakara brader?





    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurutku,karena sejak kecil mungkin dari bayi kali,ya :) ... didengerin terus oleh kedua kakek dg musik gamelan/wayang orang jadinya aku sangat senang dg kesenian traditional ini.
      Aku remaja pernah ikut kursus menari Jawa,tapi cuma sebentar.
      Iya,sekarang kesenian wayang orang/ketoprak keliling seperti itu sudah sangat jarang ditemui .. padahal sangat disayangkan !.

      Betul, candi Prambanan yg dibangun setelah candi Dieng ini keberadaannya sudah diakui oleh Unesco.
      Sedangkan candi Dieng belum.
      Candi Prambanan dinilai oleh Unesco sbg arsitektur candi Hindu terbaik & termegah se Asia Tenggara.

      Kalamakara adl sosok raksasa yang bertugas mengusir hal2 bersifat negatif atau sebagai tolak bala.
      Hiasan Kalamakara juga terdapat di Keraton yang sudah kuposting.

      Hapus
  5. Ouw.. Hahaha... Bukan sejak kecil lagi tapi sejak bayi brader sudah didengeriin musik gamelan wayang orang.. Sehingga sangat familiar dan menimbulkan rasa suka dan tertarik brader terhadap seni kesenian tradisional jawa. Maaf maksud brader kedua kakek nenek atau kedua kakek? yang membiasakan brader mendengar kaset ketoprak/ wayang orang?
    Ooh jadi sewaktu remaja brader pernah ikut kursus tari jawa klasik ya? Wouw.. Great! Tapi kenapa kok cuma sebentar nggak dilanjutkan kursus sampai menguasai tari jawa brader?
    Iya ya jaman sekarang sangat jarang ditemui pementasan wayang orang.. sangat langka.. sungguh sangat disayangkan mengapa bisa terjadi seperti itu.

    Ooh demikian ya? Jadi memang candi Prambanan itu lebih terkenal dab tersohor karena telah diakui oleh Unesco sebagai bangunan beaarsitektur candi Hindu termegah dan terbaik se Asia Tenggara.. Nggak heran sudaj terkenal sampai mancanegara.. Great.!

    Ooh Kalamakara itu adalah sosok raksasa baik yang bertugas sebagai tolak bala.. Sama ya seperti yang dipasabg pada keraton.

    Ada yang ingin aku tanyakan lagi.. yaitu selain komplek candi Arjuna ini terdapat lokasi wisata lain seperti :
    Candi Setyaki, candi Dwarapati, candi Gatotkaca,Kailasa dan Telaga Balaikambang... Apakah semua wisata ini juga dikunjungi oleh brader saat itu juga? Bagaimana dengsn museum Kailasa berisikan koleksi tentang apa saja brader?

    Btw... ada Festival wisata budaya dan seni Dieng Dieng atau Cultural festival Dieng...untuk mempromosikan pariwisata di kawasan Dien ya brader? Siip.. ! Acara tsb diselenggarakan berapa tahun sekali brader?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... dari orok udah dijejali suara musik gamelan dan dialog wayang orang,mungkin saat bayi pun aku nari goyang2 tiap denger musik gamelan ..wkkwkkwk..
      Aku kecil dulu tinggal serumah dg nenek kakek dari pihak papa dan rumah kami berdekatan dg rumah nenek kakek pihak mama.
      Kedua nenek kakekku itu sama2 pecinta berat musik gamelan & dialog wayang orang.
      Jadi dirumah kakek nenek pihak papa dengerinnya musik gamelan terus ...main ke rumah kakek nenek pihak mama pun juga iya, lagi2 denger suara gamelan, kenceng pula kalo setel suaranya.

      Aku cuma ikut kursus nari Kawa sebentar karena ortuku ingin aku lebih fokus belajar pelajaran sekolah.

      Semua lokasi wisata sekitar kompleks candi Arjuna boleh dikunjungi,sista.
      Ada yang unik & misterius di telaga Balikambang .. permukaan tanahnya sering mengambang,berpindah tempat.

      Dieng Culture Festival diadakan 1 tahun sekali pada bulan Agustus,sista.

      Hapus
  6. Ouw..Hihihi.. ibaratnya dari orok brader sudah dijejali musik gamelan dan kaset dialog ketoprak / wayang orang ya? saat bayi dan usia balita brader udah bisa nari goyang-goyang dengar musik gamelan dan meniru lakon wayang orang.. Hahaha . bayanginnya jadi lucu.. Coba jaman dulu sudah ada fasilitas internet kan ekspresi nari brader bisa dimasukan ke youtube bisa terkenal? Hehehe..
    Oh jadi kakek nenek dari kedua pihak papa dan mama brader.. Semuanya penggemar musik gamelan dan wayang orang ya? Wouw... Fantastik..! Menarik..! Apalagi kalau nyetel musik gamelannya kenceng.. Wah kedua belah pihak kakek nenek brader memang siip deh.. penggemar berat musik tradisional.. Hebat mereka.. Asyik ya?:)

    Ooh brader berhenti kursus nari karena oleh orang tua brader harus lebih fokus ke pelajaran dulu? Iya benar juga alasan ortu brader..

    Jadi Dieng Culture Festival diselenggarakan setahun sekali bulan Agustus... Apa brader selau nyempatkan waktu untuk nonton Dieng Culture Festival?
    Udah sering nonton ya brader? Seru dan keren ya festival di Dieng?

    Oh ya brader kalau dulu kalau dengerin dialog cerita wayang orang itu isi ceritanya tentang pewayangan saja misalnya tentang kisah Mahabarata persis seperti dalam buku cerita Mahabarata saja.. atau kah dialog Wayang orang tsb juga isi ceritanya ada juga tentang kehidupan sehari-hari? Maaf pertanyaanya orang awam hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...begitulah kegemaran kedua alm.kakekku,jadi otomatis aku suka tokoh dan gambar2 pewayangan.

      Tentang Dieng Culture Festival ini belum pernah aku tonton, hanya sering mendengar beritanya,termasuk saat aku ngobrol dg penduduk setempat disana.
      Acaranya pasti seru saat festival itu karena banyak jenis acara pementasan seni selama beberapa hari,termasuk musik jazz ditengah dinginnya malam.
      Puncak acaranya ruwatan pemotongan rambut anak gimbal.
      Pernah dengar cerita anak2 berambut gimbal di Dieng blm, sista ?.

      Tiap hari kedua alm.kakek menyetel koleksi kaset wayang yg berbeda2 lakon ceritanya.
      Ditambah kadang siaran dari radio waktu itu.
      Sampai sekarang banyak kata Jawa halus yg blm kukuasai dg baik, kdg ngga ngeh kalo diajak ngobrol pakai bhs Jawa halus dg dialog yg panjang :)
      Apakah sista pandai berbicara bhs Jawa atau kromo inggil ?

      Hapus
  7. Hehehe... Iya selain sudah ditanamkan sejak kecil. kegenaran alm kedua kakek brader terhadap musik gamelan dan wayang orang, otomatis menurun ke brader cucunya... Jadi bisa dikatakan turun temurun..ya nggak? Sehingga.. Brader pun jadi menyukai tokoh dan gambar pewayangan.. Hehehe..

    Ooh jadi brader belum sempat ya nonto Dieng Culture Festival? hanya mendengar dari cerita penduduk setempat.Seperginya suatu saat brader harus menyempatkan waktu untuk menonton Dieng Culture Festival.. pasti acaranyanya menarik seru dan mungkin juga spektakuler...
    Oh pada acara festival juga iiya aku pernah
    Iya aku pernah dengar dan pernah lihat di TV liputannya tentang anak-anak berambut gimbal di pegunungan Dieng.. dan bila ingin dihilangkan rambuf gimbalnya harus diadakan upacara khusus..
    Mengapa bisa terjadi demikian banyak anak beramnut gimbal di pegunungan Dieng? Apakah sebuah cerita atau mitos mengenai anak-anak yang berambut gimbal brader..?

    Ouw.. ternyata alm kedua kakek brader mempunyai koleksi banyak sekali kaset wayang orang dengan lakon cerita yang berbeda-beda.. Wouw.. kalau dikumpulin kaset-kasetnya kira-kira berapa ya jumlahnya? Hehehe..
    Ooh.. brader aja yang sejak kecil sudah terbiasa mendengar dialog wayang orang sampai sekarang belum menguasai betul bahasa Jawa halus... Lah apalagi aku? Aku sama sekali nggak bisa kromo inggil brader.. Kalau dengar orang ngomong pakai bahasa kromo inggil.. mungkin hanya sepatah dua patah kata aja yang aku paham.. Malah kadang ngerti kadang nggak ngerti artinya hehehe... Apalagi tulisan dengan huruf khas Jawa atau Wonocoroko... Nggak ngerti sama sekali hehehe..


    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,betul,sista.
      Buktinya ke 2 adikku yg lain yg ngga didengerin musik gamelan sejak bayi terlihat ngga begitu tertarik dg musik gamelan.
      Suka sih suka tp ngga begitu antusias.

      Anak berambut gimbal yg ada di wilayah Dieng, lereng gunung Merbabu & lereng gunung Sumbing ini terbilang unik & fenomenal krn berunsur mistis.
      Awal mulanya keturunan anak2 berambut gimbal merupakan titipan dari Kyai Kolodete dari kerajaan Mataram Islam ( Bukan Hindu seperti candi2 di kompleks ini ) setelah beliau mendapat amanat dari penguasa ratu pantai selatan, Nyai Roro Kidul yg mengatakan tolak ukur kesejahteraan warga Dieng dg semakin banyaknya anak berambut gimbal maka akan semakin sejahtera kehidupan mereka.
      Sejak itu, anak2 berambut gimbal bermunculan disana.
      Dan anak memiliki rambut gimbal bukan sejak bayi,tapi rata2 menjelang memasuki usia 2 tahun,mendadak rambut mereka berubah gimbal. Diawali dg suhu tubuh tinggi.

      Oh,sista kurang begitu paham dg bhs Jawa,ya ?.
      Bukan Wonocoroko,sista ...
      Yg benar Honocoroko.
      Bagaimana dg bhs daerah Ambon, apa sista fasih menggunakannya ?.

      Hapus
  8. Ooh jadi yang dibiasakan mendengarkan musik gamelan dan kaset wayang orang sejak bayi hanya brader aja ya? Adik-adik brader nggak begitu antusias ya dengab musik gamelan? Andai kan kalau sejak balita adik- adik brader dijejali musik gamelan dan kaset wayang orang setiap hari.. mungkin mereka akan lebih antusias dan tertarik dengan musik gamelan jawa dan suka dengan cerita tokoh pewayangan ya? Hehehe..

    Ooh jadi anak-anak berambut gimbal tsb nggak hanya terdapat pada lereng gunung Dieng ya? Tapi terdapat juga di lereng gunung Merbabu dan gunung Sumbing ya? Anak-anak berambut gimbal merupakan suatu fenomena dan ada unsur mistis? Apakah unsur mistis itu karena ada hububgannya dengan ratu pantai laut selatan ya brader?
    Ooh awalnya anak-anak berambut gimbal itu titipan dari Kyai Kodolete yang berasal dari kerajaan Mataram Islam ya? Oh kok bisa ya Kyai tsb bisa berhubungan dan mendapat amanat dari ratu panrai laut selatan Nyi Roro Kidul?
    Ooh jadi anak-anak berambut gimbal itu nenjadi tolak ukur kesejahteraan penduduk Dieng..
    Ouw bukan sejak lahir ya anak-anak berambut gimbal tapi.. tapi memasuki umur 2 tahun mulai tumbuh rambut gimbal seperti mistis ya? Untuk memotong rambut gimbal pun harus melalui upacara khusus ruwatan.

    Ouw.. Sebelumnya aku minta maaf buat semuanya.. Yang benar itu Honocoroko ya? buka wonocoroko..Maaf maklum aku kurang paham dengan bahasa dan tulisan Jawa.. juga dengan istilahnya. Karena masa kecil sekolahku bukan di Jawa. Makasih brader sudah meralat tulisanku.:)

    Kalau bahasa daerah Ambon aku bisa karena masa kecilku dulu di sana. Bahasa Ambon,Ternate, dan Manado mempunyai sedikit kemiripan bahasa meskipun nggak 100% sama..
    Bahasa Ternate dan Manado yang 90% sama..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entah sebenarnya alasan tertentu apa dibalik latar belakang kesejahteraan masyarakat Dieng dg adanya hubungan antara Kyai Kolodete dan Nyai Roro Kidul.
      Sampai skr masih misteri yg belum terpecahkan knp di Dieng, lereng gunung Sumbing & Merbabu muncul fenomena anak berambut gimbal.

      Oh ya ketiga daerah Ambon, Ternate & Manado memiliki kemiripan bahasa daerah ?.
      Aku pengin sesekali sista berkomentar di blog ku ini dg bahasa Ambon ...
      Boleh ngga, sista :) ?

      Hapus
    2. Ooh alasan latar belakang kesejahteraan penduduk Dieng dengan adanya hubungan antara Kyai Kodolete dan Ratu pantai laut selatan Nyi Roro Kidul masih mistis belum terpecahkan munculnya fenomena rambut gimbal. Okelah kalau begitu nggak usah dibahas aja..

      Iya ada kemiripan bahasa antara Ambon Ternate dan Mabado..
      Oh boleh aja kalau aku diminta komen dengan bahasa Ambon. Tapi sudah nggak sefasih dulu lg brader.. karena aku selama ini di antara ortu dan saudara dari pihak mamaku aku lebih sering gunakan bahasa Indonesia.. :)

      Hapus
    3. Sista Fidy,
      Bukan kyai Kodolete, tapi kyai Kolodete.
      Sebenarnya aku juga penasaran dengan latar belakang cerita kemunculan anak2 berambut gimbal ini, entah karena memang faktor udara yang sangat dingin disana atau memang ada unsur gaibnya .....
      Jika dilihat hanya unsur iklim, tapi nyatanya jika anak berambut gimbal tiba saatnya minta dipotong rambut gimbalnya ( atas perintah gaib ) wajib diselenggarakan ruwatan & permintaan anak harus dipenuhi, jika tidak ... akan mengalami kesialan keseluruhan anggota keluarganya.


      Ngga apa2 ngga sefasih dulu,sista :)
      Unik loh sista berkomentar dengan bahasa Ambon .... , sekalian aku ingin belajar kosakata bhs Ambon.

      Hapus
    4. Ooh mohon maaf untuk semuanya.. atas kesalahan tulisanku yang nggak disengaja. Aku salah membaca nama.. Jadi yang benar seharusnya itu tulisannya Kyai Kolodete ya? Makasih banyak brader buat koreksi dan ralatnya..

      Iya sebenarnya kita penasaran juga dengan fenomena anak-anak betambut gimbal di lereng pegunungan Dieng.. dikarenakan berubah menjadi rambut gimbal setelan anak-anak tsb memasuki usia 2 tahun bukan sejak lahir..
      Ooh bila ada permintaan rambut gimbal untuk dipotong harus dipenuhi dan wajib melakukan upacara ruwatan.. Kalau nggak dilakukan upacara ruwatan pemotongan rambut.. Maka seluruh anggota keluarga anak tsb akan mengalami kesialan..? Wah berat ya efeknya.. seperti sudah ada suatu perjanjian yang ada unsur ghaib mistis nya.. Tapi biarlah hanya penduduk setempat yang paling tahu kebenarannya.

      Hehehe.. jadi aku harus komen sedikit dengam bahasa Ambon? karena brader pengen belajar kosakata bahasa Ambon.? Hehehe.. Okelah kalau begitu..
      Sio Ale Nyong mau tanya apa? beta akang jawab.. Hehehe.. begitu kira-kira contohnya brader:)

      Hapus
    5. Uniknya...bahasa Ambon,i like.
      Aku nebaknya kata Sio Ale Nyong itu artinya ' Anda Akan Bertanya tentang apa',benar ngga sista ?.

      Kucari info tentang fenomena kemunculan anak berambut gimbal,ya agar kita semua tau sejarah tersebut.
      Ketiga kalinya aku ke Dieng,tak satu kalipun aku lihat keberadaan mereka.
      Kalau di lereng gunung Merbabu aku pernah bertemu dan berbincang dg mereka.
      Pengalaman itu sewaktu aku remaja diajak oleh papaku kesana untuk mengontrol lahan pertanian tembakau.

      Hapus
    6. Hehehe... Unik ya bahasa Ambon? Danke. for like it.. Makasih brader.:)
      Iya benar banget tebakannya brader... artinya benar
      Ale = anda., Nyong artinya Pria/mas Nona artinya wanita/mbak..
      Sio sebagai tambahan kata depan aja untuk memperhalus kalimatnya..

      Alright... Makasih sebelymnya brader akan nyari info tentang fenomena rambut gimbal terdapat di salah satu lereng pegunungan Dieng, Merbabu atu Sumbing.. Agar kita semua bisa tahu sejarahnya.. Siip!:)
      Oih sulit juga ya unutuk sekedar bertemu dengan pwnduduk setempat.. bahkan sampai kunjungan brader yang ketiga kali.. nggak bertemu dengan penduduk di lereng pegunungan Dieng..
      Ooh kalau waktu di lereng pegunungan Merbabu brader pernah bertemu dengan penduduk setempat dan sempat ngobrol juga dengan mereka ya? Tapi moment itu sudah lama terjadi ya sewaktu brader masih berusia remaja diajak papa brader ke sana. Oh memang papa brader punya perkebunan tanaman tembakau di lereng pegunungan Merbabu ya?

      Hapus
    7. Danke sama-sama,sista :).
      Jangan lupa dikit2 selanjutnya berkmomentar pakai bhs Ambon,ya.

      Kalo penduduk,ketemu dg mrk,sista.
      Yg ngga ketemu sosok anak2 berambut gimbal di Dieng.
      Mungkin saat aku kesana,mrk2 itu sdg ke sekolah atau kmn... jd gk lihat mrk.

      Saat dl aku di lereng gunung Merbabu,aku sempat ngobrol dg bocah berambut gimbal.Malah mrk yg mendekati aku, bagi mrk org yg tinggal di kota mungkin jd pemandangan unik buat mereka.
      Aku masih ingat,saat itu aku megang2 rambut gimbal mereka.
      Keseluruhannya rambut bocah itu tidak gimbal.

      Dulu papaku selain menerima hasil tembakau dari petani juga punya lahan yg ditanami tembakau dan dikerjakan petani.
      Jadi sering didatangi utk dilihat pertumbuhannya,nah aku dari kecil sering diajak ke lereng gunung.
      Terlebih saat liburan sekolah,selain bermalam dirumah simbah buyut di desa juga diajak naik gunung.
      Seruuu ... kalo ingat masa2 itu aku kadang ngelamun dan berpikir coba seandainya papaku masih ada.

      Hapus
    8. Ouw jadi aku harus tetap menyelipkan komen dalam bahasa Mollucas brader..? Okelah sithik-sithik mawon nggih. ?
      Iyo.. Siap sudah Nyong gaga.. Tapi ale jua jang lupa kasi inga B voor itu lai..batul Nyong? Hahaha...! Nah lho..! Puyeng kan sama komen+komenku ini brader? :)

      Ooh kalau sama penduduk di lereng gunung brader ketemu ya? Yang nggak bisa ditemui itu anak-anak yang berambut gimbal tsb.. Susah juga ya untuk bisa ketemu dengan mereka?
      Dulu saat brader berkunjung ke lereng gunung Merbabu ketemu dengan anak-anak berambut gimbal tsb... Ooh malahan mere yang datang menghampiri brader.. Wah surprise ya brader disamperin sama mereka yang merasa kagum dan antusias dengan kedatangan orang kota.. Mereka senang ya didatangin oleh orang kota.. dan brader sempat ya megang rambut gimbal mereka.. Sweet Moment ya brader? Sayangnya nggak difoto ya? Hehehe...

      Oh jadi alm Papa brader memang punya lahan pertanian yaotu di antaranya kebum tanaman tembakau.di lereng pegunungan Merbabu.. dan brader sering diajak papanya mengunjungi lahan tembakau tsb untuk mengontrol pertumvuhannya.. Wah pengalaman yang indah ya? Dan kalau liburan brader menginap di rumah nenek buyut jadi bisa menikmati liburan naik gunung Merbabu.. Wah keren dan seru pengalaman brader saat kecil dulu.. Siip..! Memang aku bisa mengerti kalau brader masih sering melamun membayangkan pengalaman masa lalu saat masih ada papa brader.. Manusiawi.. Aku juga terkadang membayangkan dulu saat alm ayahku mash ada.. Tanpa diminta ayahku sering mengajak kami sekeluarga liburan di pantai atau hanya jalan-jalan dengan kendaraan sekedar berburu duren sampai ke pelosok desa-desa penghasil duren.. yang rute nya harus melewati pantai terlebih dahulu.. Pengalaman masa kecil yang nggak pernah terlupakan. Tapi yang penting alm papa kita masing-masing bisa bahagia di sisi Tuhan kita harus mengikhlaskannya dan mendoakan terus. Siapa tahu brader mewarisi sikap dan karakter alm papa brader yang bisa membuat beliau bangga terhadap brader anak lelaki satu-satunya ini.. Harus Semangka..! Semangat..! Hehehe..

      Hapus
  9. selalu suka ama dieng dan candi arjuna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe ...
      Sama sepertiku, Winny.
      Eksotis view disana,ya ...
      Banyak lokasi wisata yang wajib di eksplore disana.

      Hapus
  10. Kemaren ke candi arjuna ini udah sore dan agak berkabut. Nggak cerah. :(
    Mau diulang lagi rasanya.
    Dieng bikin kangen huhu~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo diulang lagi trip ke candi Arjuna, Gallant ... :)

      Siap-siap kedinginan seru disana ... setelah itu mampirlah ke kolam pemandian air panas Manggisan.
      Murmer dan rameee banget disana :)

      Hapus
  11. Kisah pewayangan Indo sering buat saya bingung. Karena kiblat sy lbh ke karya asli nya di India sana, pewayangan yg ad sdh bnyk modifikasi2.
    Tp untung ny tokoh2 inti yg asli brdsrkan naskah asli yg dri India msh ad, dan mdh2n gk merusak makna yg ssunguh nya.
    Justru sy kenal kisah pewayangan dri kisah asli ny dri India sana, krn kisah pewayangan trllu diselipin "sesuatu" oleh penyebar ny wkt masuk ke Indonesia.

    Lbh suka yg kisah ORI nya sy hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul,mas Cocoper ...
      Kisah pewayangan di Jawa ini merupakan adaptasi dari India dan sedikit diubah versinya.

      Saya salut mas Cocoper mengenal dengan baik kisah pewayangan dari India 👍

      Hapus
  12. Duuuhh..Mas Hino emang keren ���� Aku belum pernah nih berkunjung ke Dieng dan candi2 yang diceritakan di tulisan ini... Membaca ulasan mas seperti ga bosan... banyak sejarahnya juga jadi nambah pengetahuan deh... kalau mau traveling... kudu baca blog mas nih. Bravo! ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuihh pagi-pagi gini ngga nyangka baca komentar pujian datang dari kak Nurul 😊 ... jadi Ge-eR niih kak 😁
      Terimakasih banyak ya, kak Nurul ⚘

      Kudoakan kak Nurul dapat segera kesampaian travelling ke lokasi candi-candi ya, Amin.

      Semangat ya, kak ☺

      Hapus