Wednesday, February 28, 2018

Trip ke Buddhist Monastery's garden

... Aroma wangi dupa samar - samar tercium saat mulai kumasuki sebuah halaman taman apik yang berada di samping candi purbakala peninggalan agama Buddha, candi Mendut.
Aromanya menenangkan, melenakan dan membawa imajinasi membayangkan tengah berada di sebuah resort tempat rileksasi ...
Bagaimana pikiranku tidak melayang seolah tengah berada di taman resort ternama kalau di kanan dan kiri jalan yang kulalui dihiasi kolam teratai dan deretan stupa indah yang terlihat seakan mengambang di permukaan air, persis seperti tampilan di taman - taman resort premium.
" Akh, tapi ini kan bukan tempat resort spa,tauuu ..... , ini tuh di komplek asrama biksu. Jadi stop, berhentilah berimajinasi .. hehehe "
Imajinasiku memang langsung terhenti setelah tak lama melangkah, berpapasan dengan seorang biksu muda. Tampaknya ia baru saja mengontrol pekerjaan bangunan yang sedang direnovasi oleh beberapa tukang disana.
Setelah kami bertegur sapa sebentar, kulanjutkan langkah mengitari taman yang dipenuhi oleh bangunan - bangunan religius dan artistik ini, diantaranya merupakan hadiah dari beberapa negara.
Ya, betul, hampir sebagian besar bangunan - bangunan di taman komplek asrama biksu ini, termasuk perpustakaan bebas dikunjungi oleh para traveller, terkecuali area bangunan candi Sangharaja dan tentunya asrama para biksu.

Trip Of Mine
Salah satu spot unik di taman Buddhist Monastery.

Dan jika pandangan diarahkan ke kiri maka akan tampak replika patung Buddha tidur atau Sleeping Buddha.
Sejurus pandangan lurus dari halaman 2 tepi kolam teratai dan stupa terapung, akan tampak dari kejauhan area taman yang dinamakan The Nibanna Ratana Statue.

Trip Of Mine
~ Sleeping Buddha ~

Replika patung Sleeping Buddha ini sama persis dengan patung Sleeping Buddha di Wat Hat Yai Nai, Thailand.
Bedanya, patung Sleeping Buddha di Wat Hat Yai Nai, Thailand berukuran sangat besar dan berwarna gold, jika di area taman Buddhist Monastery ini replika patung dibuat berukuran sedang dan berwarna putih keemasan, ditempatkan di bangunan sebuah joglo dengan beratapkan khas Jawa.
Replika patung Sleeping Buddha berhadapan dengan gedung utama yang kesehariannya dipergunakan oleh para biksu untuk melaksanakan upacara keagamaan dan jika pengunjung berkeinginan berdoa disana pun dipersilahkan.

Trip Of Mine
Aula gedung utama Buddhist Monastery

Lokasi The Nibanna Ratana Statue yang sejajar garis lurus dengan halaman kolam teratai dan stupa terapung, terdiri dari beberapa bangunan di areanya, merupakan pemberian hadiah dari beberapa negara.
The Nibanna Ratana Statue diresmikan pada tanggal 2 September 1990.

Trip Of Mine
~ The Nibanna Ratana Statue ~

Di taman asrama biksu yang cukup luas ini, terdapat 3 area bangunan lain yang tak kalah artistik dan jadi spot berfoto menarik dibandingkan dengan The Nibanna Ratana Stupa, masing - masing diresmikan di tahun yang berbeda, yaitu :

• The Sakyamuni Buddha Statue

Merupakan replika candi Muroy Ji, di Jepang. Persembahan dari para pengikut kuil Zenyoki Kawazaki untuk memperkuat hubungan persaudaraan antara negara Jepang dan negara Indonesia.
Diresmikan pada tanggal 19 Oktober 2014

Trip Of Mine
~ The Sakyamuni Buddha Statue ~

• Candi Sangharaja

Bangunan candi ini bukanlah sebuah bangunan candi peninggalan purbakala.
Didekasikan untuk perayaan ulang tahun H.H Somdet Phranyanasamvara Sangharaja dari Thailand yang ke 100 tahun.

Trip Of Mine
~ Candi Sangharaja ~

• Gapura Hening Karta

Merupakan gapura yang terdiri dari 4 muka yang menggambarkan tentang :
▪ Metta = Cinta kasih
▪ Karuna = Welas asih
▪ Mudita = Apresiasi
▪ Upekha = Keteguhan
Diresmikan pada tanggal 23 Oktober 2016 bertepatan dengan peringatan 40 tahun Theravada Indonesia dan vihara Mendut.

Trip Of Mine
~ Gapura Hening Karta ~

Bangunan berbentuk gapura ini sangat indah dan artistik. Di tiap sudutnya terdapat patung - patung menawan melengkapi keindahan bangunannya.
Yang unik, di bagian tengah gapura terdapat 2 arca Buddha berdiri berwarna perunggu dan berwarna perak, keduanya diletakkan berdiri saling membelakangi satu sama lain.

Trip Of Mine
~ Patung Buddha perunggu ~

Trip Of Mine
Patung Budha berdiri berwarna perunggu dan perak berdiri saling membelakangi.

Trip Of Mine
~ Patung Buddha perak ~

Selain ke 4 bangunan artistik tersebut, di area taman Buddhist Monastery yang tertata rapi ini masih terdapat beberapa bangunan lain dan benda - benda pelengkap yang indah sebagai latar belakang berfoto.

Trip Of Mine
~ Spot genta ~
Dinding pembatasnya bertuliskan huruf China.


3 pohon langka di taman Buddhist Monastery

Di halaman taman Buddhist Monastery selain terdapat sejumlah bangunan yang tampak fotogenik, terdapat 3 jenis pohon yang kini mulai langka keberadaannya yang dapat kalian saksikan dan amati, tentunya kita sebagai pengunjung wajib ikut menjaga dan jangan sampai merusak taman indah dan tanaman - tanaman langka ini selama berfoto di dekatnya.
Ketiga pohon langka itu adalah :

• Pohon Sala

Dikisahkan dalam agama Buddha, pohon Sala yang berada di taman Lumbini merupakan saksi biksu saat ratu Mahamaya melahirkan sang Bodhisatta ( calon Buddha ) pangeran Siddharta.
Ratu Mahamaya kala itu melahirkan dengan cara berdiri berpegangan pada batang pohon Sala.
Pohon Sala ini tingginya mencapai sekitar 15 meter dan uniknya, bunga - bunganya tidak tumbuh di ranting, tapi di batang pohon dan berada di bawah.

Trip Of Mine
~ Pohon Sala ~
Lihat, bunganya bermekaran dari batangnya, sangat keren kan ?.

" Dan secara kebetulan, aku travelling ke lokasi ini pohon Sala tengah berbunga lebat. Bunga - bunganya bermekaran hingga berada di pelataran "
Trip Of Mine

Bunganya berukuran besar, hampir sebesar telapak tanganku.
Bertekstur keras dan aromanya harum lembut, sangat cantik.

Trip Of Mine
Sangat cantik tampilan bunga langka ini !.

Pohon Sala ini merupakan sumbangan dari negara India.

• Pohon Bodhi

Pohon Bodhi merupakan pohon yang disakralkan oleh umat Buddha.
Dikisahkan pangeran Siddharta meninggalkan atribut kerajaan dan kemewahannya kemudian memilih bersemedi dibawah pohon Bodhi dan disana beliau mendapatkan pencerahan.
Pohon Bodhi berukuran sangat besar dan tinggi.

Trip Of Mine
~ Pohon Bodhi ~

• Pohon Maja

Dikenal sebagai buah dalam sejarah Gajah Mada dan Sumpah Palapanya.
Pohon Maja yang kutemui ini berukuran tidak begitu tinggi, namun berbuah cukup lebat.
Buahnya bertekstur keras, berwarna hijau dan berbentuk benar - benar bulat seperti bola.

Trip Of Mine
~ Pohon Maja ~

Itulah bangunan - bangunan artistik dan keberadaan 3 pohon langka yang berada di taman asrama biksu Buddhist Monastery ini.
Kesemuanya menarik bukan untuk dikunjungi ?.
Dan tak lengkap rasanya jika setelah travelling ke taman Buddhist Monastery ini tak sekalian travelling ke candi Mendut, demikian juga sebaliknya.

Trip Of Mine

Akupun melanjutkan perjalanan ke candi Mendut, menjelajahi keindahan setiap detilnya ...

Bagaimana cara ke lokasi Buddhist Monastery

Buddhist Monastery merupakan komplek asrama penggeblengan ilmu para biksu. Di asrama ini para biksu kesehariannya mendalami agama Buddha, bermeditasi dan mengamalkan ajaran sang Buddha Gautama.
Lokasinya berada di samping jalur masuk ke candi Mendut, berjarak sekitar 4 kilometer atau sekitar 10 menit dari candi Borobudur.
Dapat ditempuh dengan mudah, baik mempergunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraaan umum minibus dari arah kota Magelang dan dari kota Yogyakarta, hanya saja perhatikan jam operasional karena kendaraan umum hanya beroperasional terakhir keberangkatan sampai dengan jam 17.00 sore hari.
Memilih bermalam di homestay atau hotel berbintang yang banyak terdapat di sepanjang jalur, bisa jadi pilihan terbaik untuk travelling keesokan harinya ke banyak obyek wisata di sekitaran lokasi ini.

Lokasi :
Jalan Magelang, Sumberrejo, Mendut, Mungkid, Magelang

Tiket :
Free

Tips trip di taman Buddhist Monastery :

Pergunakan pakaian yang sopan sesuai adat ketimuran.
Jangan membuat suasana gaduh atau berisik.
• Taati peraturan yang ada dengan baik : melepas alas kaki saat memasuki bangunan tertentu serta memperhatikan batas boleh dan tidak memasuki area.

Friday, February 23, 2018

Menatap Alam Di Ketinggian Watu Lawang

Dari sekian banyak nama sejumlah lokasi wisata yang menggunakan kata Watu Lawang untuk penamaan lokasinya, diantaranya : pantai Watu Lawang di Gunung Kidul, pantai Watu Lawang di Malang, Watu Lawang di Jepara, Watu Lawang di Blitar dan Watu Lawang di Cirebon. Juga ada satu destinasi wisata dengan nama Watu Lawang di Dlingo, Mangunan, Bantul.
Menempati lokasi keberadaan sekumpulan bongkahan - bongkahan besar batu purba, Watu Lawang satu ini menawarkan pesona keindahan wisata pemandangan alam eksotik dari suatu ketinggian, tepat di tepi jurang ...
Yups, ..... t - e - p - i - j - u - r - a - n - g.

Trip Of Mine
Pemandangan dramatis dari atas Watu Lawang

Bukan sekedar seperti spot selfie kebanyakan yang rata - rata berada di sebuah halaman taman yang mengesankan seolah sedang berada benar - benar di suatu ketinggian dengan latar belakang pemandangan alam atau seolah sedang berada di tepian jurang, padahal tidak.
Di lokasi Watu Lawang ini traveller dapat sungguhan nangkring berada diatas bongkahan batuan besar di tepi jurang untuk menyaksikan pemandangan alam terbentang luas di depan mata dan jika melihat ke bawah terlihat liukan sungai Oyo mengalir membedah tengah perbukitan.
Tapi, itupun dilakukan kalau punya nyali memandangi alam atau sekedar untuk berfoto berada di atas bongkahan besar batu purba.
Jika dirasa menciutkan nyali, cukup memandangi bukaan luas pemandangan alam dari atas jembatan bambu yang tersusun diatas bongkahan - bongkahan batu yang dibuat dengan unik, seolah badan jembatan bambu terlihat terputus .... , tak berujung.

Trip Of Mine
Jembatan bambu seolah terputus ...

Trip Of Mine
Pemandangan alam di Watu Lawang dari arah jembatan bambu


Travelling ke lokasi berpemandangan bentangan alam perbukitan dan menyaksikan aliran sungai Oyo dari ketinggian bukit seperti ini, tak berbeda jauh dengan pemandangan alam lokasi wisata yang kutemui di Bukit Panguk Kediwung, Bukit Mojo dan Kebun Buah Mangunan.
Namun tentunya masing - masing lokasi wisata memiliki keistimewaan, keunikan dan sensasi tersendiri yang berbeda - beda antara satu dengan yang lain.
Watu Lawang memiliki keunikan lahan lokasinya setelah menuruni anak tangga dari gapura masuk, dipenuhi bongkahan - bongkahan batu purba berukuran besar tersebar di beberapa titik.
Bongkahan bebatuan purba ini merupakan bebatuan proses evolusi alam jutaan tahun lalu saat proses pembentukan sungai Oyo.

Trip Of Mine
Gapura Watu Lawang

Trip Of Mine
Undakan anak tangga terbilang cukup terjal dilalui

Trip Of Mine
Jembatan bambu disusun berada di atas bongkahan bebatuan

Trip Of Mine
Bebatuan purba Watu Lawang

Bebatuan besar dinamakan Watu Lawang (Bahasa Jawa, Watu = Batu, Lawang = pintu) dikarenakan jika dilihat dari arah bukit diseberangnya, terpisah oleh sungai Oyo, tepatnya dilihat dari desa Wisata Kedung Miri bebatuan ini terlihat menyerupai sebuah pintu masuk, berupa 2 buah batu besar berdiri berdampingan dengan celah ditengahnya.
Maka nama lokasi ini dinamakan Watu Lawang atau bisa diibaratkan Pintu Batu.

Saat aku tiba di lokasi ini jam menunjukkan 11.09 dan sesekali turun hujan diselingi cuaca cerah, jadi harus cukup berhati - hati trekking menuruni undakan anak tangga, berjalan di keseluruhan halaman area yang dibiarkan alami apa adanya,  juga terlebih saat memberanikan diri untuk berdiri di atas bongkahan batuan besar ..... , tak tepat berpijak bisa berakibat fatal, terperosok ke jurang dibawahnya.
Lahan dikiri dan kanan tepi undakan dipenuhi oleh rerimbunan pohon yang menyejukkan, tak jauh dari lokasi keberadaan bongkahan - bongkahan batu purba, terdapat beberapa warung sederhana penjual makanan dan minuman melayani traveller beristirahat setelah mengitari keseluruhan area.
Secara keseluruhan lokasi Watu Lawang ini cocok untuk para traveller pecinta wisata alam, meski pemandangan indah saat matahari terbit dan matahari terbenam tak dapat ditemui disini, adanya penampakan kabut di pagi hari jadi bonus tersendiri .... , bongkahan - bongkahan besar batu purba terlihat seolah mengapung di atas kabut ...

Trip Of Mine


Lokasi :
Mangunan, Dlingo, Bantul

Tiket :
Rp. 4.000 + berikut parkir
( Harga Tiket sewaktu - waktu dapat berubah )

Tips Trip di Watu Lawang :

Disarankan menggunakan kendaraan pribadi, mengingat minim transportasi umum di daerah Mangunan dan untuk menuju ke lokasi cukup jauh dari jalan utama.
• Pergunakan sepatu sport atau sandal trekking
• Persiapkan payung, mantol atau jas hujan untuk antisipasi turun hujan.
• Waspadai licinnya lahan dan pijakan, terlebih saat dan setelah turun hujan.
• Bermalamlah di beberapa pilihan homestay yang terdapat di perkampungan menuju ke lokasi, jika berkeinginan melihat penampakan kabut dini hari menyelimuti lokasi.


Sunday, February 18, 2018

Candi Arjuna ~ Candi Nama Tokoh Wayang

Di dataran tinggi Dieng terdapat sejumlah kompleks bangunan candi eksotik berusia ribuan tahun peninggalan agama Hindu beraliran Syiwa dan masing - masing bangunan candi bernama tokoh cerita pewayangan dalam kisah Mahabharata.
Salah satu diantaranya bernama candi Arjuna  yang ku jelajahi kali ini saat trip ke tempat yang dipercaya sebagai tempat para dewa bersemayam.


Trip Of Mine
Kompleks candi Arjuna berderet dari utara ke selatan

Berada di Dieng Plateau atau dataran tinggi Dieng dengan ketinggian 2000 diatas permukaan air laut dan berudara dingin dengan temperatur 12°-20° Celcius pada siang hari, 6°-10° Celcius di malam hari, serta pada bulan - bulan tertentu mencapai temperatur 0° Celcius, candi Arjuna yang berada di kompleks candi Arjuna berdiri gagah berdampingan dengan kompleks candi Gatotkaca, kompleks candi Setyaki, kompleks candi Dwarawati dan 1 bangunan candi yang berada di atas bukit terpisah cukup jauh dari kompleks candi yang lain, candi Bima.


4 candi utama dan 1 candi perwara di kompleks candi Arjuna

Kompleks candi Arjuna menempati area terluas dari keseluruhan kompleks percandian lainnya yang berada di Dieng, mencapai 1 hektare.
Kelompok candi di kompleks candi Arjuna ini dibangun berdiri berderet dari utara ke selatan.
Terdiri dari :

Candi Arjuna

Merupakan candi utama dan candi berukuran paling besar yang berada di kompleks candi Arjuna.
Bangunan candi menghadap ke arah barat dan berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 4 meter persegi. Terdapat tangga menuju ke bilik atau bagian dalam candi. Di bagian atas pintu candi dihiasi relief Kalamakara. Badan candi memiliki batur setinggi sekitar 1 meter.
Dibangun dan digunakan sebagai altar pemujaan dewa Syiwa.

Trip Of Mine
Candi Arjuna


Candi Semar

Letaknya berada berhadapan tepat dengan candi Arjuna, berada di sebelah timur dan berbentuk persegi empat.
Merupakan candi perwara atau candi penjaga candi Arjuna.
Candi Semar satu - satunya bangunan candi yang letaknya tidak berada dalam satu deret dengan candi utama.
Memiliki tangga pendek dan pintu masuk ke bilik atau bagian dalam candi. Diatas pintu dihiasi relief Kalamakara tanpa rahang bawah. Terdapat 2 lubang kecil di dinding bagian depan, 2 lubang kecil di masing - masing dinding samping candi yang berfungsi sebagai jendela.
Didirikan dan digunakan sebagai tempat para umat berkumpul sebelum memasuki candi utama.



Trip Of Mine
Candi Semar


Candi Srikandi

Terletak di sebelah utara candi Arjuna.
Berbentuk kubus. Terdapat tangga dan pintu menuju bagian dalam candi. Diatas pintu terdapat relief Kalamakara. Memiliki batur dengan tinggi sekitar 50 sentimeter.
Pada dinding candi sebelah utara terdapat relief dewa Wisnu, relief dewa Syiwa berada di dinding candi sebelah timur dan di dinding candi sebelah selatan terdapat relief dewa Brahma.
Didirikan dan digunakan untuk altar pemujaan kepada Tri Murti atau Tiga Dewa.

Trip Of Mine
Candi Srikandi


Candi Sembadra

Berada di sebelah utara candi Srikandi.
Berbentuk bujur sangkar. Terdapat undakan tangga batu sebagai pengganti tangga menuju ke pintu. Memiliki batur setinggi sekitar 50 sentimeter. Diatas pintu terdapat relief Kalamakara.
Didirikan dan digunakan sebagai altar pemujaan dewa Syiwa.

Trip Of Mine
Candi Sembadra


Candi Puntadewa

Terletak di ujung paling utara dari rangkaian deretan candi di kompleks candi Arjuna.
Berdiri diatas batur setinggi sekitar 2,5 meter sehingga bangunan candi terlihat menjulang paling tinggi diantara candi - candi yang lainnya.
Terdapat tangga dan pintu menuju ke bagian dalam candi. Bagian dalam candi berukuran sempit. Diatas pintu berhiaskan relief Kalamakara tanpa rahang.
Didirikan dan dipergunakan sebagai altar pemujaan dewa Syiwa.

Trip Of Mine
Candi Puntadewa



Sekilas sejarah pendirian dan penemuan candi Dieng

Mahakarya candi di Dieng dibangun pada abad VII Masehi oleh dinasti Wangsa Sanjaya dari Mataram kuno sebagai altar pemujaan dewa Syiwa dan Tri Murti, hal ini diperkuat dengan diketemukannya prasasti Kuti dibelakang lokasi candi Arjuna tahun 724 Caka atau 802 Masehi yang menyiratkan bahwa percandian di Dieng merupakan bangunan candi Hindu tertua di pulau Jawa.
Prasasti berhuruf Jawa kuno tersebut merupakan prasasti Hindu tertua dan kini keberadaan prasasti disimpan di galeri Museum Nasional Jakarta.
Namun jika dilihat dari seni bangunan candi berupa tidak terdapat hiasan di kaki candi, tidak terdapat susunan bingkai dan tidak terdapat relief dekoratif , bangunan candi - candi di Dieng mencirikan gaya seni bangunan candi pada abad ke VIII Masehi.
Percandian di Dieng memiliki gaya seni bangunan bervariasi sehingga candi - candi tersebut diperkirakan oleh arkeolog dibangun dalam waktu yang tidak bersamaan, dibangun antara akhir abad ke VII sampai dengan abad ke VIII.

Setelah sekian lama terkubur oleh alam, keberadaan candi diketemukan kembali pada abad 18 berada di genangan rawa - rawa oleh Theodorf Van Elf, seorang tentara Belanda yang sedang berwisata disana.
40 tahun kemudian setelah diketemukan oleh Theodorf Van Elf, diadakan upaya penyelamatan candi dengan cara mengeringkan lahan air rawa yang dipimpin oleh HC. Cornelius berkebangsaan Inggris, kemudian dilanjutkan oleh J.Van Kirnbergens berkebangsaan Belanda dengan pencatatan dan dokumentasi keberadaan candi.

Penamaan unik candi - candi dengan berdasarkan nama tokoh - tokoh pewayangan diberikan oleh penduduk setempat.
Nama asli candi - candi hingga kini belum diketahui oleh para arkeolog.

Lokasi wisata lain yang berada di dekat kompleks candi Arjuna

Berdekatan dengan keberadaan lokasi kompleks candi Arjuna terdapat lokasi wisata lain yang dapat kalian jelajahi, diantaranya :

• Kompleks candi Setyaki
• Kompleks candi Dwarapati
• Kompleks candi Gatotkaca
• Museum Kailasa
• Telaga Balaikambang

Trip Of Mine
Papan petunjuk arah dan jalan setapak dibuat rapi, memudahkan arah dan menyenangkan dilalui traveller.

Trip Of Mine
Kompleks candi Gatotkaca.
Terdapat reruntuhan candi Nakula dan candi Sadewa.

Trip Of Mine
Telaga Balaikambang.

Telaga Balaikambang memiliki arti, tanah yang mengambang.
Taukah kalian, telaga ini memiliki keunikan ... , jika segenggam tanah dilemparkan ke tengah telaga, tanah tidak akan jatuh tenggelam.
Tetapi mengapung di atas permukaan airnya.

Dieng Culture Festival

Festival wisata budaya dan seni Dieng atau disebut Dieng Culture Festival merupakan agenda tahunan yang diadakan di kompleks candi Arjuna sejak tahun 2010 lalu.
Program acara akbar yang diselenggarakan atas kerjasama Dinas Pariwisata dan Kelompok Sadar Wisata setempat ini menampilkan berbagai pertunjukan, diantaranya : pementasan seni tari dan musik nusantara, pagelaran wayang kulit, pemutaran festival film Dieng, pertunjukan jazz dan sebagai puncak acara diadakan upacara ruwatan pemotongan rambut anak di Dieng yang berambut gimbal.
Bisa dipastikan jika saat menjelang acara gelaran berskala nasional ini, kamar penginapan homestay, hotel dan losmen yang terdapat di sekitaran Dieng telah dipesan oleh traveller jauh - jauh hari sebelumnya.


Lokasi :
Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara

Tiket :
Rp. 15.000 / 1 paket dengan tiket Kawah Sikidang
[ Info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]

Tips trip berlibur di candi Dieng :

• Pergunakan alas kaki yang nyaman.
• Persiapkan atau pergunakan pakaian tebal dan pelengkap seperti : jaket, kupluk atau syal untuk antisipasi udara dingin.
• Persiapkan jas hujan, payung atau mantol sewaktu - waktu dapat turun hujan.
• Jika ingin menyaksikan acara Dieng Culture Festival yang diadakan pada bulan Agustus, pesanlah kamar hotel atau penginapan yang banyak terdapat di Dieng beberapa bulan sebelum hari H.
Acara akbar ini selalu sukses menarik kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.


Monday, February 12, 2018

Watu Goyang : batu bergoyang tanpa terjatuh

Trip Of Mine

Bila travelling ingin melihat setengah lingkaran lebih pemandangan kota Yogyakarta dari suatu ketinggian dengan cara sedikit berbeda, sembari merasakan sensasi melewati jembatan bambu penghubung yang dipasang di sisi tebing bukit .... , atur jadwal dan datanglah berlibur di lokasi wisata alam bernama unik yang dipadu dengan spot wisata kekinian, Watu Goyang.

Trip Of Mine

Trip Of Mine


Titian jembatan bambu menempel di sisi tebing bukit dan tiang - tiangnya yang tertanam cukup tinggi dari dataran dibawahnya ini tak tampak dari bukit area depan lokasi wisata arah kedatangan.
Letaknya berada di bagian balik bukit.

Saat berada di puncak bukit yang terbilang tidak begitu luas areanya, setelah melewati jembatan bambu tak hanya pemandangan sebagian kota Yogyakarta saja yang terlihat, tapi juga terlihat pemandangan puncak bukit Merak tempat keberadaan lokasi Imogiri pemakaman raja - raja dan keluarga raja dari Kasultanan Mataram, serta pemandangan indah kali Opak, muara pantai Parangtritis juga gunung Merapi.

Namanya yang unik Watu ( Bahasa Jawa, watu = batu ) Goyang pasti membuat orang mengerenyitkan kening bagi yang pertamakali mendengar namanya atau juga bagi yang pertamakali melewati keberadaan depan lokasi, demikian juga aku.
Menebak dalam pikiran kira - kira apakah sebabnya bukit kecil di desa Mangunan ini dinamai Watu Goyang yang bisa diartikan sebagai batu bergoyang, ...
apakah memang benar ada batu yang sungguh dapat bergoyang disana ?.
Ternyata memang benar - benar ada !.

Keberadaan batu yang bisa bergoyang jika didorong atau digerakkan dengan kencang sekalipun tanpa bisa terjatuh dari posisinya itu, lokasinya ada di bagian puncak bukit.
Terdiri dari 3 susunan batu besar saling tumpang tindih dan batu posisi teratas adalah batu yang bisa bergoyang jika didorong ....
Batu akan bergoyang - goyang, seperti memiliki engsel didalamnya.
Unik juga, ya !.

Trip Of Mine
Inilah batu yang bisa bergoyang tanpa terjatuh, Watu Goyang

Pendakian ke puncak bukitnya tidak banyak menguras tenaga karena medannya tidak terjal, hanya saja cukup berhati - hati terutama dilalui saat musim penghujan karena undakan bukit terbuat dari susunan batu tanpa diplester untuk mempertahankan keaslian lahan bukit.

Trip Of Mine

Kalaupun dirasa kelelahan mendaki juga, bisa sejenak bersantai dan berfoto di lahan datar perkebunan bunga yang berada di sisi kanan dan kiri undakan.
Beragam tanaman hias tertata rapi ada disana, diantaranya tanaman bunga matahari.


Trip Of Mine
Perkebunan bunga berada di sisi kanan dan kiri undakan tangga

Mendekati puncak bukit, jalur pendakian terpisah oleh tebing batu besar menjadi 2 jalur alternatif, jalur mana terlebih dahulu yang akan ditempuh untuk menuju ke puncak bukit.

Trip Of Mine
Undakan tangga batu menuju puncak bukit

Jika ke arah jalur kiri akan langsung menuju ke lokasi batu unik berada, Watu Goyang.
Sedangkan ke arah jalur kanan akan melewati keberadaan lokasi Gubug Renungan dan Watu Lincip.

Trip Of Mine
Watu Lincip


Memilih ke arah jalur kanan menuju ke puncak bukit disinilah lokasi jembatan bambu penghubung yang dipasang di sisi tebing itu berada ....

Trip Of Mine
Jembatan bambu di sisi tebing

Seperti pada umumnya melewati jembatan bambu, susunan bambu akan sedikit bergoyang dan berbunyi saat dipijak.
Di jembatan bambu ini pun juga sama.
Mungkin, bagi penyuka tantangan seperti aku tak ada artinya dengan ketinggian pemandangan dari atas jembatan bambu ini, tapi tentu berbeda bagi para paranoid suatu ketinggian.
Pasti muncul rasa takut duluan sebelum memberanikan diri maju melangkah melanjutkan perjalanan.
Buat si penakut ketinggian tak ada salahnya sebelum melangkah di atas jembatan bambu menenangkan diri dan menghibur diri dulu dengan berfoto di spot papan pijakan kupu - kupu yang berada di dataran sebelah jembatan bambu.
Berfoto di spot papan pijakan kupu - kupu ini lansekap pemandangannya terlihat keren. Bukaan pemandangan luas deretan perbukitan dan awan jadi latar belakang obyek foto menarik disana.

" Kucoba juga,sih berfoto di tengah - tengah papan spot pijakan kupu - kupu, tapi ........... woaaaa ... aaa ..... , Kok papan pijakannya membal - membal kayak mau ambrol ? .... Jadinya aku cepet - cepet balik ke pinggir spot, takut terjatuh ..... hahahaha ! "
Trip Of Mine
Spot papan pijakan kupu-kupu

Setelah melewati lebih dari setengah badan jalan bambu penghubung, terdapat spot terbuka tempat lokasi memandang bentangan pemandangan dari sisi yang lebih luas.
Spot terbuka ini dilengkapi patung kijang terbuat dari kayu yang dapat digunakan sebagai pelengkap berfoto.

Trip Of Mine
Spot panggung
Ada patung kijang unik disana !


Tak jauh jarak dari spot terbuka dan kembali melewati sedikit jembatan bambu, sampailah di lokasi keberadaan Watu Goyang yang sekitarnya dilengkapi spot kayu bernama lokasi.

Trip Of Mine
Spot papan kayu artistik Watu Goyang

Dan juga dilengkapi spot berfoto kekinian unik lainnya  :

Trip Of Mine
Spot helikopter
Terbuat dari anyaman bambu, baling-balingnya muter beneran ..

Trip Of Mine
Pelataran taman Watu Goyang


Lokasi bukit Watu Goyang berada di pedukuhan Cempluk, Mangunan, Dlingo ini rutenya ditempuh sekitar 31 menit atau 13,4 kilometer dari kota Yogyakarta dan dipercaya dahulu kala merupakan lokasi napak tilas Sultan Agung atau Sultan Mataram III Prabu Hanyokrokusumo dalam menjalankan keperluan pencarian lokasi lahan yang tepat yang kelak digunakan untuk lokasi pemakaman raja - raja Mataram.
Untuk mengenang keberadaan lokasi sejarah napak tilas beliau dan untuk keperluan melestarikan kesenian budaya yang terdapat di pedukuhan Cempluk nama lokasi Watu Goyang dilengkapi dengan nama Desa Wisata Tapak Tilas Sultan Agung.


Lokasi :
Cempluk, Mangunan, Dlingo, Bantul

Tiket :
Rp. 2.000
( Harga Tiket sewaktu-waktu dapat berubah )

Jam operasional :
06.00 - 23.00
( Kunjungan di luar jam tersebut, termasuk kegiatan camping seijin pengelola terlebih dahulu )

Tips trip di Watu Goyang :

• Pergunakan sepatu atau alas kaki yang nyaman.
• Datanglah pagi hari jika ingin melihat dan berfoto di lokasi dengan latar belakang pemandangan alam sekitar dipenuhi kabut.
• Keberadaan lokasi menghadap ke arah barat dan cocok sebagai lokasi untuk melihat pemandangan matahari terbenam atau sunset.
• Lokasi berada di pinggir jalan dan tepat di tikungan tanjakan, waspadai lalu lintas sekitar baik untuk menuju dan sekembali dari lokasi.






Tuesday, February 6, 2018

Fenomena Unik Kawah Sikidang

Trip Of Mine
Pemandangan unik dan memukau kawah Sikidang.

Kawah Sikidang adalah lubang kepundan vulkanik aktif.
Berada di dataran tinggi gunung api raksasa Dieng, kabupaten Banjarnegara dengan ketinggian 2000 mdpl dan bertemperatur 12-20° celcius saat di siang hari, sedangkan malam hari mencapai 6 - 10° celcius.
Lokasi tepatnya terletak di desa Dieng Kulon, kecamatan Batur.

Kawah Sikidang merupakan salah satu area kawah di Dieng yang aman dikunjungi dari ketiga kawah lainnya, yaitu : kawah Candradimuka, kawah Sileri dan kawah Sikendang karena kawah-kawah ini mengeluarkan gas senyawa, tidak berbahaya jika terhirup oleh pernafasan, tentunya dengan batas normal.

Trip Of Mine

Berbeda kondisi dengan 2 kawah lainnya yang berada di Dieng yang mengeluarkan gas beracun : kawah Sinila dan kawah Timbang yang berbahaya untuk dikunjungi.
Kedua kawah berbahaya ini terpisah jauh lokasinya dari lokasi wisata utama Dieng, sekitar 8 kilometer.
Jadi, jelajahi dan berliburlah di kawah Sikidang tanpa rasa khawatir.

Trip Of Mine
Perpaduan warna putih silver - tembaga dan hijaunya alam, memikat mata.

Kawah Sikidang Dieng Banjarnegara dengan panorama alam unik dan spektakuler ini merupakan area kawah terbesar di Dieng dan merupakan perpaduan luasnya lahan berwarna putih silver - tembaga pengaruh kandungan warna sulfur dan menghijaunya alam dari kejauhan menandakan suburnya tanah di Dieng.

Keunikan yang dimiliki kawah Sikidang Dieng Banjarnegara adalah lokasinya yang berbeda dengan lokasi kawah gunung aktif yang rata-rata berada di puncak gunung, kawah Sikidang ini lokasinya justru berada di dataran yang cukup datar sehingga memudahkan pengunjung melihat langsung kawah dari jarak dekat pergerakan kuat letupan-letupan lumpur vulkanik disertai bunyi menggelegak dan asap uap putih tebal mengandung belerang mengepul di udara dari permukaan kawah utama dan terkadang berputar mengitari tubuh, tanpa perlu mendaki di ketinggian gunung.
Sekeliling kawah utama berdiameter sekitar 35 meter diberi pagar pengaman terbuat dari bambu sebagai batas untuk menghindari pengunjung tercebur ke dalam kawah utama.

Trip Of Mine
Letupan lumpur vulkanik kawah utama.

Trip Of Mine
Tebalnya asap uap belerang kawah utama

Dan satu lagi keistimewaan kawah Sikidang yang tidak ditemui di kawah lain adalah lokasi kawah utama selalu berpindah-pindah lokasinya, tidak menetap.
Fenomena alam unik dan menakjubkan ini terjadi rata-rata sekali dalam kurun waktu 4 tahun.
Kolam kawah akan berpindah, terlihat seolah-olah melompat dari satu lokasi ke lokasi lain dalam satu kawasan yang luas.
Karena keunikannya inilah kawah dinamakan Sikidang ( Bahasa Jawa, Kidang = Kijang ) yang menggambarkan karakteristik seekor kijang yang senang melompat-lompat ...

Trip Of Mine
Kawah Sikidang negeri di atas awan.

Trip Of Mine
Puncak bukit kawah Sikidang.

Aroma kuat khas belerang mulai tercium dari lokasi jalan masuk area yang terdapat saluran pipa-pipa berukuran besar Pembangkit Listrik Tenaga Uap.
Memasuki kawasan kawah Sikidang terlihat beberapa lubang-lubang besar, sebagian masih mengeluarkan asap namun tidak begitu tebal dan ada pula lubang yang telah tidak aktif mengeluarkan asapnya.
Lubang-lubang tersebut merupakan kawah utama di masa lalu.
Selain itu, di kawasan juga terdapat kawah-kawah kecil yang diperkirakan akan menjadi lokasi kawah utama kelak, menggantikan lokasi kawah utama saat ini.

Trip Of Mine
Dimanakah kelak kawah utama akan muncul, menggantikan lokasi kawah utama saat ini ?.


Legenda kawah Sikidang

Pada masa lampau, di kawasan ini hidup seorang gadis cantik jelita bernama Shinta Dewi.
Berkat pesona kecantikannya, namanya dikenal hingga ke seluruh penjuru daerah dan membuat banyak pemuda jatuh hati padanya.
Namun sayangnya, persyaratan yang diajukan Shinta Dewi untuk dapat meminangnya membuat langkah mundur banyak pemuda dikarenakan Shinta Dewi mengajukan permintaan mas kawin yang besar untuk dapat menjadikannya sebagai seorang istri..

Hingga suatu saat, berita pesona kecantikan Shinta Dewi terdengar oleh seorang pangeran kaya raya bernama Kidang Garungan.
Meski pangeran Kidang Garungan kaya raya, namun sosoknya bukanlah layaknya sosok orang pada umumnya.
Sosoknya bertubuh manusia, namun kepalanya berwujud kijang. Maka pangeran ini dinamakan Kidang ( Bahasa Jawa, kidang = kijang ) .
Karena keinginan besar pangeran Kidang Garungan memiliki Shinta Dewi sebagai istrinya, ia pun segera mengutus pengawalnya untuk menyampaikan lamaran perkawinan dan menyerahkan mas kawin dalam jumlah yang sangat besar.
Melihat banyaknya jumlah mas kawin yang disampaikan oleh pengawal pangeran Kidang Garungan, seperti yang diharapkan oleh Shinta Dewi selama ini, lamaran itu diterimanya.

Beberapa waktu berselang setelah penyerahan mas kawin berlangsung, betapa terkejutnya Shinta Dewi melihat pertama kalinya sosok pangeran Kidang Garungan.
Sosok pangeran tak seperti yang ada di dalam benaknya, pastilah seseorang bergelar pangeran pasti kaya raya dan berwajah tampan rupawan.
Namun apa daya, mas kawin telah ia terima dan hari pernikahan akan segera ditetapkan.
Gadis cantik ini pun akhirnya mencari akal untuk memusnahkan pangeran ...

Shinta Dewi mengajukan persyaratan tambahan yang harus dilaksanakan oleh pangeran Kidang Garungan sendiri, tanpa bantuan oleh siapapun untuk membuat sebuah sumur besar dengan alasan warga desanya seringkali mengalami kesulitan mendapatkan air.
Permintaan itu harus diselesaikan dalam satu hari.

Pangeran Kidang Garungan menyanggupi permintaan tersebut.
Dengan tangkas, pangeran kaya raya itu menggali tanah menggunakan tangannya dan sesekali mempergunakan tanduknya.
Tak sampai lama, lubang sumur itu mulai terlihat dalam dan pangeran tetap melanjutkan menggali tanah sebelum tanah galian mengeluarkan air.
Melihat ketangkasan itu, Shinta Dewi panik dan khawatir jika pangeran Kidang Garungan berhasil menyelesaikan permintaannya, maka ia bergegas berlari menemui warga desa dan meminta seluruh warga untuk segera menimbun sumur itu, sementara pangeran Kidang Garungan masih berada di dalamnya.
Akhirnya, pangeran malang itu terkubur hidup-hidup ...

Amarah besar pangeran Kidang Garungan itulah akhirnya menciptakan kawah Sikidang sekarang ini.
Letupan-letupan kawah dipercaya warga sebagai pertanda amarah dan lokasi kawah berpindah-pindah menunjukkan karakter sifat kijang yang memang senang melompat-lompat.


Trip seru yang bisa dilakukan di kawah Sikidang 

• Trekking

Trip Of Mine

Jelajahi seluruh area dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak dan lokasi bebatuan kawah.
Tak perlu khawatir kelelahan karena keseluruhan lokasi terbilang tidak begitu mendaki untuk dilalui, namun tetap perhatikan batas keamanan area yang ditetapkan pengelola.

• Bersepeda, ATV atau motorcross

Pilihan jelajahi area area selain trekking, bisa menjajal 3 pilihan transportasi yang disediakan pengelola.
Sepedaan, bermobil ATV atau naik motor traill dengan motorcross layaknya seorang pembalap.
Tentukan warna kesukaan dan jelajahi area eksotisnya.

• Berkuda

Jika ingin mencoba merasakan sensasi mengelilingi area selain trekking dan menggunakan alat transportasi, pilihlah sarana kuda tunggang.
Saat berkuda kalian akan didampingi joki sebagai penunjuk jalannya.

• Merebus telur di kawah

Belilah telur dan kail bambu pengait yang banyak disediakan di kios pedagang dan jajallah sensasi merebus telur sendiri yang kalian beli ke dalam kubangan kawah panas.
Tak ada 5 menit, telur akan matang sempurna.
Cara merebus telur ke dalam kawah dengan cara membungkus telur dengan kantong plastik, lalu kaitkan kantong plastik tersebut ke kail bambu dengan tali.
Lokasi kawah untuk merebus telur ini bukan berada di lokasi kawah utama, namun berada di sebuah kawah kecil, terletak di belakang deretan kios pedagang.

• Berfoto

Trip Of Mine
Spot alat angkut tambang belerang.

Liburan tak berfoto, tak seru.
Dan tak lengkap rasanya.
Benar,bukan ?.

Keseluruhan lokasi kawasan kawah Sikidang Dieng Banjarnegara ini sangat memukau disertai adanya latar belakang asap kawah putih tebal jadi obyek foto memikat.
Nah, yang kelupaan membawa kamera atau saat kehabisan baterai kamera atau smartphone bisa menyewa jasa fotografer di lokasi dan hasil foto akan jadi seketika dengan ukuran yang dapat dipilih.
Sebagai pelengkap foto, keberadaan burung hantu jinak bisa jadi obyek tambahan foto menarik disana.

Trip Of Mine
Spot selfie kekinian juga ada di lokasi kawah Sikidang.

• Kuliner

Tersedia beragam olahan hasil utama petani Dieng, kentang dan beragam olahan buah khas Dieng, Carica dan akar tanaman ginseng Jawa, Purwoceng untuk stamina tubuh.

• Belanja

Trip Of Mine
Salah satu kios pedagang cinderamata di lokasi.

Beragam ukuran bongkahan padat belerang dan kemasan serbuk belerang yang berasal dari kawah Sikidang bisa jadi pilihan belanja menarik dan unik.
Kandungan belerang berfungsi mengobati beragam sakit kulit.
Selain belerang, pedagang juga menyediakan tanaman hias dalam pot, ragam pakaian dan atribut pelengkapnya bertuliskan wisata Dieng.



Trip Of Mine
Dieng ~ Kawah Sikidang.



Lokasi :
Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara.

Tiket :
Rp. 15.000 / Berikut 1 tiket paket dengan kompleks candi Arjuna.
[ Info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]

Jam operasional :
07.00 - 16.00

Tips trip di kawah Sikidang :

• Persiapkan fungsi kendaraan dengan baik.
• Gunakanlah baju tebal atau jaket untuk mengurangi udara dingin, jika dirasa perlu gunakan kupluk, syal dan sarung tangan.
• Gunakanlah alas kaki yang nyaman tertutup rapat.
• Persiapkan jas hujan atau payung, sewaktu-waktu dapat terjadi turun hujan.
• Jika perlu pergunakan masker untuk mengurangi kadar belerang masuk pernafasan.
• Persiapkan kamera dan smartphone kalian dengan baik, banyak obyek menarik di lokasi.