Sunday, January 7, 2018

Pikat Pesona Museum Keraton Suaka Buana Surakarta

Trip, Seru , Mengesankan.
Tiga kata itu mengawali cerita pengalaman travellingku kali ini ke kota Surakarta atau yang lebih populer disebut dengan nama kota Solo.
Seru karena liburan bareng keluarga yang jarang kulakukan bersama mereka karena kesibukan masing-masing dan kali ini kami menjajal naik kereta api ekonomi Pramex di hari pertama pergantian tahun baru.
Bisa ditebak dugaan dari awal, sesampai di stasiun telah tampak mengular antrian panjang dan halaman stasiun padat oleh para pengguna sarana transportasi kereta api.
Jadi pengalaman sangat mengesankan, karena kami bolak-balik pindah salah ruangan pemesanan tiket, mengantri lama pendaftaran di ruangan pemesanan tiket rute pulang sampai berdesak-desakan dengan penumpang lain berebutan naik ke gerbong kereta untuk mendapatkan kursi duduk ....

Kereta Pramex atau Prambanan Ekspress adalah kereta ekonomi bertarif terjangkau melayani rute Yogyakarta-Surakarta pp, yang tidak menyediakan nomor kursi penumpang.
Melayani jadwal 10 kali keberangkatan dari stasiun Tugu Yogyakarta dimulai jam 05.10 pagi dan keberangkatan terakhir jam 18.40.
Rute perjalanan ditempuh sekitar 1 jam 15 menit.
Murah dan tepat waktu keberangkatan jadi nilai tambah pilihan sarana transportasi para penumpang yang bertujuan ke kota-kota yang berada di sepanjang jalur Yogyakarta - Surakarta.

Trip ke kota Solo ini menjadi nostalgia buatku, masih teringat terakhir kali aku datang ke kota ini sewaktu dulu aku masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 6.
Saat itu aku kecil diajak kedua orangtuaku menjenguk famili yang bertempat tinggal sementara di sana, sekaligus travelling ke beberapa lokasi wisata.

Banyak perubahan tentunya yang kutemui di kota ini sekarang ...
Penginapan kelas melati, hotel-hotel kelas bintang, pusat-pusat pembelanjaan dan kafe terlihat tumbuh pesat, terutama di kawasan Solo Baru yang merupakan kawasan pengembangan kota.

Keraton Kasunanan Surakarta dan museum Suaka Budaya Kasunanan Surakarta

Sesampai di halaman pusat pembelanjaan di jalan. Mayor Sunaryo, yang tepat bersebelahan dengan jalan masuk ke halaman alun-alun keraton sebelah utara, keluarga dan aku berpencar memisahkan diri ke tujuan yang berbeda.
Keluarga memilih berwisata belanja ke Pusat Grosir Solo yang menyediakan aneka produk pakaian yang dapat dibeli eceran maupun grosir, aku seorang diri memilih berwisata budaya ke keraton Kasunanan Surakarta dan museum Suaka Budaya Kasunanan Surakarta.

Trip Of Mine
Aku dan prajurit keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Sri Manganti

Bangunan megah keraton yang sebagian besar di cat berwarna biru yang melambangkan cinta kasih dan warna kuning melambangkan kemakmuran ini mulai tampak jelas terlihat dari gapura alun-alun.
Halaman alun-alun dipenuhi bangunan kios-kios pedagang sementara yang merupakan pedagang pindahan dari pasar Klewer yang mengalami musibah kebakaran pada tahun 2014 lalu.
Bangunan pasar Klewer sendiri berada bersebelahan dengan keraton dan kini sedang dalam proses pembangunan ulang.

Sayangnya bangunan utama halaman depan keraton , Sasana Sumewa yang dihiasi burung besar diatasnya dan Siti Hinggil Lor terlihat kurang adanya perawatan bangunan gedung secara maksimal.
Atap plafon bangunan terlihat banyak sarang dan debu cukup tebal menutupi permukaan lantai.

Trip Of Mine
Sasana Sumewa keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Trip Of Mine
Bangsal Pangrawit Sasana Sumewa keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Trip Of Mine
Siti Hinggil Lor keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Trip Of Mine
Kori Widjil Pisan 

Trip Of Mine
Salah satu meriam di halaman Siti Hinggil Lor
Trip Of Mine
Kori Kamandhungan Lor keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Untuk menuju ke lokasi Museum Suaka Budaya Kasunanan Surakarta kulalui berjalan kaki di jalan raya satu arah yang berada ditengah-tengah tembok benteng yang mengelilingi bangunan keraton, tembok benteng dengan tinggi 5 meter itu dinamai Baluwarti.
Dan melewati gerbang bernama Kori Brajanala Lor.

Trip Of Mine
Kori Brajanala Lor
Ukuran pintu gerbang tinggi 7 meter dan lebar 5 meter

Trip Of Mine
Jalan kecil menuju ke museum Suaka Buana, banyak pedagang makanan minuman dan souvenir

Museum berbentuk memanjang yang diberi nama oleh presiden RI pertama, Ir. Soekarno ini menempati bangunan yang pernah dipakai sebagai ruang pengelolaan administrasi keraton oleh kantor Kadipaten.

Koleksi museum Suaka Budaya Kasunanan Surakarta menyimpan banyak hal tentang sejarah dan seni budaya.
Secara garis besar, koleksi museum terbagi atas 10 ruangan yang meliputi :

Trip Of Mine
Ruangan koleksi museum 
  • Perlengkapan peralatan dapur = terdapat beragam keramik porselen kuno dan dandang ( alat memasak nasi ) berukuran sangat besar yang dulu dipergunakan para serdadu untuk memasak nasi pada jaman peperangan
  • Patung kepala raksasa penguasa laut bernama Rojomolo yang dulu dipergunakan untuk hiasan perahu yang digunakan oleh Pakubuwono IV dan maket rumah Jawa berupa joglo, limasan dan tradional kampung. 
  • Koleksi pedang, keris, panah, tameng dan pelana kuda. Terdapat relief pertemuan Palubuwono VI dengan pangeran Diponegoro saat terjadi Perang Jawa tahun 1825-1830
  • Koleksi kereta kerajaan : kereta Kyai Morosebo - kereta yang digunakan oleh Pakubuwono III , kereta Kyai Garuda - kereta hadiah dari VOC untuk Pakubuwono II , kereta Kyai Garuda Putra - kereta yang digunakan dari masa Pakubuwono  VII sampai Pakubuwono X
  • Koleksi peralatan upacara seperti bokor, kendil , payung 3 susun dan topi kebesaran milik Pakubuwono VI , Pakubuwono IV dan Pakubuwono X
  • Koleksi alat angkut traditional seperti : tandu Jempono yang dipergunakan oleh putri raja saat pernikahan , jolen yang digunakan untuk mengangkut benda sakral milik keraton
  • Koleksi wayang kulit, jaran kepang dan topeng
  • Koleksi patung kuda dan ruangan pengantin Jawa yang dilengkapi dengan relief prosesi pernikahan adat Jawa
  • Koleksi arkeologis seperti : arca Buddha Gautama, potongan relief candi yang diketemukan dari berbagai daerah
  • Koleksi foto raja-raja yang pernah berkuasa, silsilah dan kursi peninggalan Pakubuwono I

Trip Of Mine
Ruang koleksi museum 2

Ditengah halaman museum terdapat bongkahan kayu jati berukuran sangat besar yang dinamakan Kyai Dhanalaya, merupakan sisa kayu dari pohon yang ditebang untuk membuat hiasan kepala patung Rojomolo.
Berada di dekat kayu besar ini terdapat sumber mata air yang pernah dipergunakan oleh Pakubuwono x untuk bersemedi.


Trip Of Mine
2 patung kasim penjaga pintu ruangan koleksi museum


Trip Of Mine
Aku dan patung kasim, Unik 

Trip Of Mine
Kori Sri Manganti


Trip Of Mine
Deretan lukisan para raja 

Trip Of Mine
Teras ruang koleksi museum 

Sekilas berdirinya keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Keraton atau istana adalah bangunan tempat tinggal raja dan keluarga istana sekaligus juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan pusat budaya.

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dibangun oleh Susuhunan Pakubuwana II di desa Solo pada tahun 1745.
Pembangunannya diarsiteki oleh Pangeran Mangkubumi yang kelak menjadi pemimpin atau raja di keraton Kasultanan Ngayogyakarta dengan gelar Sri Sultan Hamengkubuwono I, dengan menggunakan sebagian besar material kayu jati dari kawasan hutan Alas Kethu di Wonogiri yang dihanyutkan melalui aliran sungai Bengawan Solo menuju ke lokasi pembangunan keraton.

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dibangun untuk mengantikan lokasi keraton pertama di kota Surakarta yang mengalami kerusakan parah akibat adanya huru-hara peristiwa Geger Pecinan pada tahun 1743.
Setelah pusat pemerintahan berpindah dari kota Surakarta ke desa Solo, maka nama desa Solo diubah menjadi kota Surakarta.
Keraton resmi mulai ditempati pada tanggal 17 Februari 1745.

Melalui Perjanjian Giyanti pada tanggal 13 Februari 1755 oleh campur tangan pihak VOC menyebabkan Kerajaan Mataram Islam terpecah menjadi 2 kerajaan besar, yaitu :

  • Keraton Kasunanan Surakarta yang dipimpin oleh Pakubuwono III 
  • Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di Yogyakarta yang dipimpin oleh Sultan Hamengkubuwono I

Arsitektur kedua bangunan keraton tersebut menampilkan bangunan yang agung dan menawan, merupakan perpaduan arsitektur Eropa dan ornamen Jawa.
Dibuat dengan pola tata kota yang sama dan memiliki bangunan pendukung seperti : pintu gerbang, alun- alun, masjid dan pasar.

Pada tahun 1945 pemerintahan monarki Kasunanan Surakarta Hadiningrat resmi menjadi bagian dari negara Republik Indonesia dan hingga kini masih berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga Sri Sunan dan tetap mempertahankan adat budaya kerajaan.

Nama - nama raja yang pernah berkuasa di keraton Kasunanan Surakarta sepanjang waktu


  1. Pakubuwono I RM. Darajat 1705 - 1719
  2. Pakubowono II RM. Prabasuyasa 1745 - 1749
  3. Pakubuwono III RM. Suryadi 1749 - 1788
  4. Pakubuwono IV RM. Subadya 1788 - 1820
  5. Pakubuwono V RM. Sugandi 1820 - 1823
  6. Pakubuwono VI RM. Sapardan 1823 - 1830
  7. Pakubuwono VII RM.Malikis Solikin 1830 - 1858
  8. Pakubuwono VIII RM. Kusen 1858 - 1860
  9. Pakubuwono IX RM. Duksino 1860 - 1893
  10. Pakubuwono X RM. Sayiddin 1893 - 1939
  11. Pakubuwono X RM. Antasena 1939 - 1945
  12. Pakubuwono XII RM. Suryo Guritno 1945 - 2004
  13. Pakubuwono XIII RM. Suryo Partono 2004 - sekarang

Bangunan inti keraton Kasunanan Surakarta 
Hadiningrat

Bangunan keraton dilengkapi dengan adanya lingkungan pendukung seperti : Gladag atau pintu gerbang, Alun-alun, Masjid dan Pasar.
Lingkungan pendukung melengkapi bangunan inti keraton yang terdiri sebagai berikut :
  • Alun-alun utara atau lor ( bahasa Jawa ) = merupakan halaman depan keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Di sekeliling garis pinggir dan bagian tengah alun-alun ditanami pohon beringin. Alun-alun lor ini merupakan pusat keramaian dan terdapat pasar pusat batik bernama pasar Klewer. Di sebelah barat terdapat bangunan Masjid Agung dan bangunan Pakapalan yang digunakan oleh para abdi dalem untuk menambatkan kuda. Di sebelah utara terdapat sepasang pohon beringin yang dinamai Jenggot ( beringin laki-laki ) dan Wok ( beringin wanita ). Di sebelah barat daya dan timur laut terdapat pintu gerbang Slompret Batangan.
  • Sasana Sumewa = merupakan bangsal besar yang terletak di tepi jalan sebelah selatan alun-alun utara dan merupakan bangunan utama paling terdepan letaknya di keseluruhan bangunan keraton. Dibangun pada tahun 1843 tahun Jawa atau 1913 tahun Masehi dan pengerjaannya selesai pada tahun 1844. Dahulu dipergunakan sebagai ruang tunggu para tamu yang akan menghadap raja dan sebagai tempat para punggawa menghadap raja dalam uoacara resmi kerajaan.
  • Siti Hinggil Lor = merupakan komplek bangunan yang terletak lebih tinggi dari bangunan sekitarnya. Terletak di sebelah selatan bangsal Sasana Sumewa, dilengkapi dengan pagar tembok dan berteralis besi. Terdapat 2 pintu gerbang bernama Kori Wijil di sebelah utara dan bernama Kori Renteng di sebelah selatan. Terdapat 3 bangunan di Siti Hinggil Lor : bangunan Sasana Sawayana yang digunakan oleh para pembesar kerajaan saat menghadiri upacara kerajaan, bangunan Manguntur Tangkil yang bagian dalamnya terdapat kursi raja yang digunakan saat upacara Grebeg Mulud 12 Rabiul Awal dan bangunan Bangsal Witono yang terdapat ruangan kecil bernama Krobongan Bale Manguneng yang berfungsi untuk menyimpan sementara pusaka meriam istana Nyi Sentoni.
  • Kamandhungan Lor = merupakan bagian pertama dari seluruh rangkaian komplek bagian dalam keraton. Dilengkapi dengan dinding benteng Baluwarti setebal 2 meter dan tinggi 5 meter yang membentengi istana utama.
  • Sri Manganti = merupakan tempat ruang tunggu para tamu khusus yang akan menghadap raja, dihiasi dengan 2 arca dan cermin. Didirikan pada tahun Jawa 1718 atau 1742 penanggalan Masehi. Di halaman bagian dalam terdapat bangunan bernama Bangsal Smarakatha di sebelah barat dan Bangsal Marcukundha di sebelah timur. Di sebelah barat daya Bangsal Marcukundha berdiri menara bernama Panggung Sanggabuana berbentuk segi delapan dengan tinggi 35 meter dan terdiri dari 5 lantai , dibangun tahun 1709 penanggalan Jawa atau 1782 Masehi.
  • Kedhaton = merupakan wilayah inti keraton. Pintu utama memasuki komplek Kedhaton dinamai Kori Sri Manganti atau Kori Ageng yang dibangun tahun 1792 Masehi pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono V dan dipergunakan untuk ruang tunggu para tamu-tamu resmi kerajaan. Halaman komplek Kedhaton dialasi dengan pasir hitam yang didatangkan khusus dari pantai Parangkusumo Yogyakarta, ditanami 76 batang pohon sawo kecik dan dihiasi sejumlah patung bergaya Eropa. Di dalam komplek Kedhaton terdapat bangunan utama :  Sasana Sewaka ( tempat raja duduk bertakhta saat diadakan upacara kebesaran kerajaan ), Sasana Handrawina ( tempat perjamuan makan resmi kerajaan ), nDalem Ageng Prabasuyasa ( tempat tahta raja , ruang penyimpanan pusaka dan tempat pelaksanaan sumpah seorang raja saat mulai bertahta sebelum pelaksanaan pelantikan ), Panggung Sangga Buana ( tempat meditasi hubungan raja dengan penguasa laut selatan Nyi Roro Kidul dan juga sebagai tempat pengintaian )
  • Kemagangan = merupakan komplek tempat magang para calon abdi dalem sebelum resmi diangkat menjadi abdi dalem tetap keraton. Terletak di bagian belakang Kedhaton. Terdapat pendopo di sekeliling halaman untuk penyimpanan atrbut prajurit seperti : bedil, tameng, keris, pedang dan seragam.
  • Kemandhungan Kidul = merupakan sebuah pelataran yang melambangkan hubungan keraton dengan penguasa laut selatan Nyi Roro Kidul dan Tuhan Yang Maha Esa. Juga merupakan tempat untuk upacara pemakaman raja dan permaisuri
  • Siti Hinggil Kidul = merupakan komplek bangunan pendopo terbuka yang dikelilingi oleh pagar besi , dibangun pada tahun 1721 penanggalan Jawa. Komplek ini dibuat berbeda sangat kontras dengan kemewahan yang terdapat di Siti Hinggil Lor yang melambangkan nafsu keinginan duniawi. Siti Hinggil Kidul dibuat dengan material kesederhanaan yang melambangkan perjalanan religi, apa adanya tanpa mementingkan nafsu keinginan duniawi. 
  • Alun-alun Selatan atau Kidul  ( bahasa Jawa ) = merupakan kawasan tanah lapang yang berada di halaman belakang keraton. Dikelilingi oleh tembok benteng tinggi dan terdapat beberapa rumah bangsawan keraton. Terdapat sepasang pohon beringin yang dipagari tembok bernama Waringin Kurung Sakembaran. Terdapat 3 pintu gerbang yang diberi nama Tri Gapurendro. Berada di bagian sebelah barat terdapat kandang gajah dan kandang kerbau bule Kyai Slamet dan keluarganya yang dikeramatkan.

Trip Of Mine
Menara Panggung Sangga Buana 

Trip Of Mine
Sasana Handrawina

Trip Of Mine
Salah satu patung Eropa

Trip Of Mine
Sasana Sewaka






Lokasi :
Jalan Sidikiro, Baluwarti, Pasar Kliwon
Surakarta

Harga Tiket :

• Umum Rp. 10.000 ,_
• Pelajar Rp.   8.000 ,_
• Tourist Rp. 15.000 ,_
[ Info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]

Info Tambahan :

▪ Jam Buka : Senin-Kamis 09.00-14.00 / Sabtu-Minggu 09.00-15.00 / Jumat tutup.

▪ Pengunjung wajib mematuhi semua peraturan : dilarang merokok, dilarang membawa makanan dan wajib menggunakan pakaian yang sopan.

▪ Memasuki halaman Sasana Sewaka pengunjung diwajibkan untuk tidak mempergunakan topi, kacamata hitam, tidak memakai sandal ( wajib dilepas , terkecuali sepatu ) , tidak memakai celana pendek ( jika memakai celana pendek diwajibkan menggunakan kain yang disediakan oleh petugas ).

▪ Pengunjung tidak diperkenankan mengambil atau membawa pulang pasir yang berada di halaman Sasana Sewaka.

Tips berlibur :

• Siapkan baterai kamera digital dan kamera smartphone kalian dengan baik, banyak obyek foto menarik ditemui di lokasi keren ini.






31 comments:

  1. Sebaga orang awam yang kurang memahami mengenai keraton-keraton Jawa.. Aku mencoba berusaha untuk memahami tulisan artikel satu persatu secara detail.. Jadi mohon maaf bila ada kata-kata yang salah dalam kolom komentarku ini.. Mohon maklum.. :)

    Sangat takjub terhadap Keraton Kasunanan Surakarta dan Museum Suaka Budaya Kasunanan Surakarta ini.. betapa tidak mulai dari setiap bangunan keraton.. koleksi-koleksi benda kerajaan.. kereta kerajaan pintu-pintu gerbang sampai pohon beringin pun semuanya ada namanya masing-masing.. Hebat..! :)

    Jadi berdirinya keraton-keraton ini awal mulanya berasal dari kerajaan Mataram Islam yang terpecah menjadi 2 yang diaebutkan dalam perjanjian Giyanti tahun 1755 ya brader?
    Di mana isi dari perjanjian Giyanti tsb :
    - Wilayah barat Mataram diserahkan kepada Mangkubumi yang kemudian diangkat sebagai Sri Sultan Hamengkubuwono I yang memerintah Keraton Kasultanan Yogyakarta.
    - Wilayah timur Mataram diserahkan kepada Pakububono III yang memerintah Keraton Kasunanan Surakarta..
    Perjanjian Giyanti ini menandai berakhirnya kerajaan Mataram diakui secara de facto dan de jure

    Oh ya akses masuk ke Museum Suaka Budayab Kasunanan Surakarta harus melalui pintu gerbang Keraton dulu atau ada jalan lain untuk menuju museum brader?

    Museum Suaka Budaya Kasunanan Surakarta ini menyimpan banyak koleksi tentang sejarah dan seni budaya ya? Seperti yang disebutkan di atas antara lain terdapat koleksi arkeolog tentang potongan arca Budha Gautama and dari berbagai daerah.. relief pertemuan Pakubuwono VI dengan pangeran Diponegoro.. dan ada pula koleksi foto-foto raja-raja yang pernah berkuasa dan silsilahnya.. menarik ya? mengapa brader nggak ada nama-nama raja mulai nama Pakubuwono I sampai Pakubuwono yang sekarang? Hehehe...

    Lingkungan pendukung keraton banyak.. antara lain bangunan-bangunan :
    Sasana Sumewa.. Sri Manganti dan Kedhaton.. yang aku baca ada persamaan fungsinya yaitu merupakan ruang tunggu para tamu khusus yang akan menghadapi raja. Yang ingin aku tanyakan apa ada perbedaan fungsi dari ketiga bangunan bangsal tsb brader? Untuk sementara ini dulu pertanyaannya.. Bakal ada pertanyaan-pertanyaan lain selanjutnya.. Makasih..





    ReplyDelete
  2. Terimakasih komentarnya,sista...
    Seperti sista Fidy yang kagum dengan tiap bangunan,benda-benda dan pohon beringin ada pemberian nama masing-masing, termasuk hewan kerbau berkulit bule .....aku juga kagum dengan arsitektur dan warna bangunan dominan biru ini, terlihat tampil dominan warna biru diselingi warna kuning jadi terlihat menawan, bak tampilan istana-istana di cerita dongeng !.

    Betul,
    Setelah adanya Perjanjian Giyanti dengan campur tangan VOC kerajaan Mataram Islam terpecah 2 wilayah dan masing-masing mendirikan kerajaan atau keraton.
    1 keraton tetap di Solo ini dan 1 lagi didirikan di Yogyakarta oleh pangeran Mangkubumi dari keraton Kasunanan Surakarta.
    Setelah mendirikan keraton di Yogyakarta, pangeran Mangkubumi menjadi pemimpin atau raja dengan gelar Sri Sultan Hamengkubuwono I.
    Karena kedua keraton diarsiteki oleh pangeran Mangkubumi maka banyak kesamaan bentuk bangunan dan nama-nama bangunannya.

    Untuk menuju ke museum dari arah halaman depan keraton tidak bisa masuk melewati bangunan-bangunan yang berada di halaman depan keraton,sista.
    Mungkin dulu bisa masuk melalui bangunan Siti Hinggil Lor, namun sewaktu aku travelling ke keraton ini pintu besi bangunan Siti Hinggil Lor tertutup rapat digembok dengan pengumuman tulisan bahasa Jawa.
    Jadi untuk menuju ke bangunan museum terlebih dulu keluar dari area halaman depan museum .... melewati jalan raya yang dihimpit tembok tinggi Baluwarti dikiri kanannya.
    Kira-kira sepanjang 1 kilo, baru kemudian sampai di gerbang berpintu tinggi besar bernama Kori Brajanala Lor.

    O,iya thanks ralatnya,ya.
    Nanti kutambahkan nama-nama raja yang pernah berkuasa di keraton Kasunanan Surakarta.

    Masing-masing ruangan sebagai ruang tunggu tamu dibedakan dengan jabatan atau kalangan tamu tertentu,sista.
    Termasuk ruang tunggu untuk masyarakat umum dan saat rakyat yang mendapat pemberian gelar khusus dari keraton pun ada ruangan tersendiri untuk itu.

    ReplyDelete
  3. Iya sama-sama brader... Karena aku kurang paham mengenai keraton jawa jadi takut salah nulis istilah nama di kolom komentar ini hehehe..:)

    Kalau aku takjub karena setiap bangunan benda pohon ada pemberian nama masing-masing... Sedangkan brader kagum akan arsitektu bangunan Keraton Kasunanan Surakarta yang indah terutama terlihat dari pemberian warnan.biru dengan kuning ya? Jadi tampak menarik mirip istana-istana dalam cerita dongeng? Oh ya? Mungkin aku bisa lihat aslinya suatu saat nanti..

    Oh kedua keraton tsb arsitekturnya Mangkubumi? Jadi nggak heran ya banyak persamaan model bentuk dan nama-nama bangunannya.. Dikelilingi alun-alun juga ya?

    Oh iya brader tentang perjanjian Giyanti itu apa karena kemauan dari pihak VOC Belanda untuk sengaja memecah belah kerajaan Mataram..? atau perjanjian Giyanti tsb memang murni keinginan dari pihak kerajaan Mataram itu sendiri?
    Karena perjanjian Giyanti tsb sedikit banyak juga memberi keuntungan terhadap pemerintahan VOC Belanda pada saat itu..

    Oh jadi akses ke museum nggak bisa melewati bangunan-bangunan atau jalan lainnya ya? Oh dulu mungkin bisa lewat bangunan Siti Hinggil Lor banguana pertama keraton bagian utara.. Tapi brader lihat kemarin itu sekarang pintunya sudah digembok ya?
    Jadi jalan masuk satu-satunya ke museum harus keluar halaman keraton ke jalan raya.. jalan 1 km baru sampai pada pintu gerbang Kori Brajanala Lor.. Itu pintu gerbang museum ya brader?

    Oh jadi masing-masing ruang tunggu untuk tamu dibedakan berdadarkan jabatan atau kalangan tertentu ya? Hehehe..

    Iya sama-sama pasti lebih bagus lagi jika nama-nama raja yang pernah berkuasa dicantumkan mulai Paku Buwono I sampai PakuBuwono yang sekarang..

    Oh ya di lokasi Keraton Kasunanan pada bangsal Sri Manganti . sebelah barat daya terdapat sebuah Menara Panggung Sanggabuana yang bertinggi 35 meter. Apa fungsi menara tsb dari dulu hingga sekarang brader?
    Tolong dijelaskan ya brader. Makasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. I hope so you will come visiting at keraton Kasunanan Surakarta museum someday ....
      Berada langsung di lokasi area keraton dan museum terasa berada di masa silam suasananya.

      Perjanjian Giyanti dibuat atas kesepakatan pihak VOC dan pihak Kasultanan Mataram yang menyatakan kepemerintahan Kasultanan Mataram tidak lagi berdiri sendiri tapi tunduk terhadap peraturan VOC.
      Tentu saja ini adalah paksaan dari VOC.
      Adanya hal seperti itu pangeran Mangkubumi meninggalkan keraton Kasunanan Surakarta dan Kerajaan Mataram terpecah menjadi 2.

      Menara Panggung Sanggabuana tidak dibuka untuk umum/pengunjung,sista.
      Menara berbentuk segi delapan itu sampai sekarang dipercaya sebagai tempat pertemuan gaib antara raja dan penguasa laut selatan.
      Seperti kita ketahui kalau keraton mempunyai hubungan khusus dengan Nyi Roro Kidul.

      Delete
  4. Thanks a lot brader.. I hope so.. I wish have a opportunity to visit Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
    Aku pernah ke Keraton Kasultanan Yogyakarta tahun 99 untuk study tour. Terakhir ke Yogya lagi tapi nggak sempat mampir ke keraton. Pasti sekarang Keraton Kasultanan Yogyakarta tampilannya sama bagusnya ya brader?

    Jadi perjanjian Giyanti itu atas kesepakatan bersama dari pihak VOC Belanda dan pihak Kasultanana Mataram.. di mana Kasultanan Mataram tunduk terhadap perintah VOC.. semua itu tetap menguntungkan pemerintahan VOC Belanda ya? Aku pernah baca ketika Kasultanan Mataram dipecah menjadi 2: ada seorang pangeran Mataram yang tidaj setuju dan melepaskan diri dari kerajaan Mataram yaitu pangeran Samber Nyowo.

    Oh sayangnya Menara Panggung Sanggabuana tsb nggak dibuka untuk umum ya? Jadi para pengunjung nggak bisa melihat ke dalam menara bersegi delapan ini. Oh jadi memang menara ini digunakan sebagai tempat pertemuan ghaib raja dan ratu selatan Nyi Roro Kidul. Mengapa Keraton kok mempunyai hubungan dengan ratu pantai selatan itu brader?

    Pada bangunan keraton. ada yang namanya Kemagangan tempat magang bagi calon abdi dalem. Aku heran tapi kagum dengan para abdi dalem keraton... walaupun penghasilannya nggak banyak tapi mereka tetap setia dan mengabdi kepada keraton...

    Ada patung eropa di depan bangsal yang diberi rantai kuning. Itu artinya lantai ruangan bangsal nggak boleh diinjak kan brader?
    Deminkian juga dengan semua ruangan bangsal nggak ada yang boleh dimasuki pengunjung ya? Jadi hanya boleh dari luarnya saja.

    Keraton yang dikunjungi brader ini yang dibuka untuk umum ya? Sedangkan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang digunakan sebagai tempat tinggal Paku Buwono.dan keluarga itu.. di bagian keraton yang letaknya di sebelah mana brader? Apakah bangunannya nyambung atau terpisah dengan bangunan keraton ini brader?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tampilan keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tetap sama sewaktu sista study tour th 99 dulu.
      Keaslian bangunan tetap dipertahankan karena merupakan bangunan cagar budaya.
      Mungkin yang harus sering perawatan dindingnya yang tiap tahun di cat ulang agar tidak kusam.

      Menurut cerita yang pernah aku dengar, keraton mempunyai hubungan khusus dengan penguasa laut selatan karena keraton meminta bantuan dari Nyi Roro Kidul dan pasukan bala tentara jin memenangkan pertempuran pihak keraton dengan VOC.
      Dengan persyaratan jika Nyi Roro Kidul berhasil memenangkan pertempuran maka selanjutnya setiap raja yang berkuasa memiliki hubungan istimewa dengan Nyi Roro Kidul.

      Tempat tinggal raja dan keluarganya berada di sebelah barat Kedhaton,sista.

      Delete
  5. Iya benar sekali.. Oleh pemerintah bangunan Keraton sudah ditetapkan sebagai cagar budaya.. oleh karena itu keaslian bangunan Keraton harus dipertahankan...
    Apa dibandingkan dulu.. Apa kira-kira ada tambahan area dari bangunan keraton yang boleh dibuka untuk umum?

    Ooh jadi menurut cerita.. pihak keraton memang mempunyai hubingan khusus dengan ratu penguasa laut selatan Nyi Roro Kidul.. untuk meminta pertolongan Nyi Roro Kidul untuk mengerahkan bala tentara jin dalam mengalahkan penjajah Belanda.. Ada syaratnya juga ya? Penjajah Belanda akhirnya kalah.. dan sesuai persyaratam raja-raja yang berkuasa harus memiliki hubungan istimewa dengan Nyi Roro Kidul.. bisa jadi hubungan tsb sampai sekarang ya brader?

    Oh jadi tempat tinggal Paku Buwono bersama keluarga terletak di banguna sebelah barat Kedhaton ya?


    Oh iya tentang 2 bangunan yang kontras dan berbeda makna.. bagaimanakah gambaran bangunan Siti Hinggil lor yang melambangkan nafsu keinginan duniawi.. sedangkan Siti Hinggil Kulon sebaliknya yang melambangkan kesederhanaan dan perjalanan religi. Mengapa salah satu foto bangunannya nggak ada brader? Kalau misalnya ada foto.kedua bangunan yang disejajarkan.. pasti kita sebagai pembaca bisa melihat perbedaan yang jelas dari kedua bangunan tsb.

    Mau nanya lagi nich .. tentang hewan yang disebut dengan istilah kerbau bule itu mengapa dikeramatkan oleh keraton brader? Makasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saat sista ke keraton Ngayogyakarta Hadiningrta di th 99 kira-kira sudah ada relief memanjang yg menceritakan kisah perjuangan Mangkubumi,belum ya ?.
      Kalo belum, itu berarti bangunan baru yang ada.

      Sampai sekarang dan selamanya antara keraton dan Nyi Roro Kidul akan tetap memiliki hubungan khusus.
      Contohnya : pada saat penobatan raja yang diadakan pementasan tari sakral Bedhoyo Ketawang yang ditarikan oleh 9 penari pilihan ...untuk yang punya mata batin akan terlihat 10 penari dan itulah sosok Nyi Roro Kidul yang ikut menari.
      Contoh lagi : saat iring-iringan pawai setelah penobatan raja ... raja duduk di kereta kencana seorang diri,sedangkan permaisuri duduk di kereta lain. Untuk yang bisa 'melihat' raja berada di dalam kereta kencana bukanlah seorang diri,melainkan duduk bersama Nyi Roro Kidul.

      O iya, saat itu aku ngga membuat dokumentasi foto alun-alun Kulon dan Siti Hinggil Kulon.
      Suatu saat aku travelling ke Solo lagi akan kudokumentasikan.

      Delete
  6. Tahun 99 saat aku berkunjung ke keraton Ngayogyskarta Hadiningtat... Seingatku aku belum melihat ada relief panjang yang menceritakan perjuangan Mangkubumi brader..
    Iya mungkin bangunan baru.. Seingatku juga dulu cat keraton perpaduan warna kuning dan putih.. entah kalau sekarang mungkin ada warna lain..

    Ooh jadi dari dulu.. sekarang.. dan selamanya Nyi Roro Kidul dan Keraton akan memiliki hubungan khusus..?
    Ooh pada penobatan raja dan ada pementasan tari sakral Bedhoyo Ketawang.. Penarinya ada 9 orang.. dan bila orang bisa melihat dengan mata batin.. Ternyata ada sosok penari ke 10? dan itu adalah sosok Nyi Roro Kidul yang ikut menari?? Astaga..! bikin merinding..!
    Ooh juga pada pawai penobatan raja ada irinf-iringan kereta kencana di mana raja terpisah dengan permaisuri tidak satu kereta. Dan sebenarnya di dalam kereta itu raja nggak duduk sendirian tapi ditemani oleh Nyi Roro Kidul dalam satu kereta? Ooh. ! Speechless..!
    Sampai demikian ya keterlibatan antara Nyi Roro Kidul dan keraton... karena sudah ada perjanjian-perjanjian sejak dulu di antara mereka...

    Oh nggak apa-apa kalau brader lupa mendokumentasikan foto-foto Siti Hinggil Kulon dan Alun-alun Kulon.. Aku hanya ingin melihat perbedaan-perbedaan antara bangunan keraton bagian Lor dan bangunan kidul. Semoga suati saat brader bisa mendokumentasikan semua bangunan keraton secara lengkap ya? Hehehe..

    Aku lihat di atas dalam artikel ini brader sudah menambah melengkapi nama-nama raja-raja yang pernah berkuasa di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.. dari dulu hingga sekarang jumlah raja - raja yang memerintah berjumlah 13 orang ya? Sip..! lebih keren liputab artikel.keraton nya:)

    Oh iya . pertanyaanku tentang hewan yg disebut sebagai Kerbau Bule itu belum dijawab sama brader? Hehehe..
    Mengapa kerbau bule tsb dikeramatkan bukan yang lain misalnya . ? Apakah ada ceritanya? dan pada saat seremonial apa saja kerbau bule tsb diikutsertakan oleh keraton? Makasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, berarti benar relief perjuangan Mangkubumi itu adalah bangunan baru yang belum pernah sista lihat .....
      Ntar kapan ikut kuposting di artikel keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

      Hehehe .... ikut deg2an ya baca kemunculan kisah mistis Nyi Roro Kidul di acara2 besar keraton ...
      Sosok Nyi Roro Kidul muncul di acara2 besar kedua keraton, Kasunanan dan Kasultanan.

      O,iya tadi aku kelupaan menjelaskan tentang kebo bule keramat milik keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ...
      Begini :

      Kebo bule adalah hewan kesayangan Pakubuwono II saat masih berada di keraton awal yaitu di Kartasura (udah lama banget kan ? ) ...
      Sebetulnya bukan bernama Kyai Slamet tapi kareno kebo ini tugasnya mengiringi pusaka milik keraton yang bernama Kyai Slamet lalu masyarakat menamai kebo satu ini dengan nama Kyai Slamet.
      Para kebo bule yang ada sekarang ini merupakan keturunan kebo awal peliharaan Pakubuwono II.
      Para kebo bule ini sebagai penentu kapan ( tepatnya jam berapa , kalau para kebo belum mau keluar dari kandang ke keraton upacara belum dilaksanakan) pelaksanaan kira malam 1 Suro / Tahun Baru Islam dimulai.
      Para kebo bule ini seringkali berkelana ke kota-kota yang jauh dari kota Surakarta , tapi anehnya menjelang acara 1 Suro para kebo bule ini seperti dikomando oleh kekuatan gaib pulang ke keraton untuk mempersiapkan diri mereka menjadi pasukan barisan awal pawai penyambutan malam 1 Suro.

      Misterius ya .....
      Banyak hal gaib di keraton.

      Delete
  7. Iya benar brader.. bamgunan panjang relief perjuangan Mangkubumi bangunan baru yang belum pernah aku lihat tahun 99 dulu.
    Alright... brader bakal memposting nya pada artikel tentang Keraton Ngayogyakarta Hadiningtat. Siip..!

    Hehehe.. Iya perasaan jadi ikut serem dan surprise baca kisah kemunculan Nyi Roro Kidul dalam acara-acara besar seremonial penobatan raja-raja pada kedua keraton Kasunanan dan Kasultanan.. dimana ada keterlibatan Nyi Roro Kidul dalam acara-acara besar keraton. Sangat mistis ghaib tapi nyata..

    Ooh jadi kerbau bule itu adalah hewan kesayangan raja Pakubuwono II sejak masih di Kartasura... Sudah lama ratusan tahun yang lalu ya?
    Ouw karena tugasnya adalah mengiringi pusaka yang bernama Kyai Slamet.. maka kerbau bule tsb diberi nama yang sama Kyai Slamet..
    Wah sampai jadi patokan waktu kapa.. jam berapa..upacara akan dimulai. patokannya upacara nggak akan mulai sampai kerbau bule tsb keluar dari kandang ke keraton.. Wouw sangat dihargai ya kerbau bule keramat tsb? sangat penting peranan dan keterlibatannya dalam upacara pelakaanaan malam 1 Suro tahun baru Islam..
    Jadi kerbau bule biasanya berkeliaran melanglang jauh keluar kota ya.. Tapi pas mendekati dan menjelang 1 Suro kerbau bule ini segera diomando. mendapat panggilan ghaib untuk pulang ke keraton untuk bertugas sevagai pasukan barisan awal pelaksanaan pawai penyambutan malam.1 Suro.. Great..!
    Iya musterius dan ternyata banyak hal-hal ghaib ya yang terjadi pada keraton..

    Ooh iya ada lagi yang aku tanyakan yaitu mengenai raja-raja yang pernah berkuasa di Keraton Kasunanan Surakarta.. di atas ditulis :
    12. Pakubuwono XII RM Suryo Guritn tahun 1945-2004
    13. Pakubuwono XIII RM. Suryo Partono tahun 1948 - sekarang..
    Maksudnya dalam tulisan ini apakah di antara tahun 1948 sampai tahun 2004 apa ada kemungkinan dua raja yang berkuasa di keraton brader? Atau maksudnya bagaimana brader? Mohon penjelasannya. Makasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertamakali aku ucapkan banyak terimakasih atas ketelitian membaca sista ....
      Maaf ada kekeliruan penulisan data sebelumnya, seharusnya tertulis : masa periode jabatan Pakubuwono XIII dimulai tahun 2004 , bukan 1948 di tulisanku sebelumnya.

      Tari sakral Bedhoyo Ketawang diciptakan oleh Sultan Agung (raja pertama periode 1613-1645 , selanjutnya raja-raja yang berkuasa merupakan keturunan Sultan Agung) diilhami setelah bermeditasi bertemu dan memadu kasih dengan Nyi Roro Kidul.
      Menurut kepercayaan, dalam melatih penari membawakan tari tersebut sosok Nyi Roro Kidul ikut mengarahkan gerakan penari yang salah ..... jadi saat tampil ke 9 penari tampil kompak seragam sempurna tanpa 1 pun dari mereka melakukan kesalahan membawakan gerakan tarian dan sesuai irama dengan tepat.

      Air bekas mandi para kebo bule sebelum menjadi pemimpin iring-iringan malam 1 Suro dan kotoran para kebo bule jadi rebutan warga,sista.
      Dipercaya membawa berkah untuk kesuburan lahan dan memperlancar usaha.

      Delete
  8. Iya sama-sama brader.. Aku hanya bingung pas baca tahun berkuasanya raja.. Ternyata salah nulis ya brader.. Pakubuwono XIII memerintah bukan tahun 1948 tapi jabatannta mulai tahun 2004 sampaidengan sekarang. Oke Sip ralatnya brader.. sudah jelas sekarang hehehe...:)

    Ooh jadi tari sakral Bedhoyo Ketawang diciptaan oleh raja pertama Sultan Agung yang merupakan raja Mataram ya brader? Tapu pada jaman raja Sultan Agung ini belum adanya hubungan dengan Nyi Roro Kidul ya? setelah keturunan Sultan Agung baru dengan bermeditasi.. keturunan raja Sultan Agung baru diilhami ada hubungan kasih raja dengan Nyi Roro Kidul.. Ouw jadi dalam melatih tarian.. ada kehadiran Nyi Roro Kidul yang ikut serta melatih para penari.. Oh jadi Itulah mengapa ke 9 penari nggak ada yang melakukan kesalahan satupun.. terlihat selalu kompak.. believe or not tapi itulah yang terjadi..

    What..? bekas Air mandi dan kotoran kerbau bule jadi rebutan warga? dipakai untuk menyuburkan lahan? kalau dipercaya untuk memperlancar usaha bagaimana. cara menggunakannya ya? Hehehe...
    Oouw ada-ada saja...

    Oh ya brader di antara bangunan museum beserta koleksi-koleksinya. .dengan bangunan Keraton Kasunanan Surakarta dan isinya.. Kira-kira apakah yang paling menarik minat pengunjung wisatawan di sana? Yang paling ramai dikunjungi di bagian mana nya? Makasih..


    ReplyDelete
  9. Keterikatan hubungan raja dan Nyi Roro Kidul sejak raja pertama yaitu Sultan Agung,sista.
    Raja-raja berikutnya yang berkuasa yang merupakan keturunan Sultan Agung mewarisi keterikatan tersebut.

    Para penari Bedhoyo Ketawang itu penari pilihan dengan beberapa persyaratan yang wajib lolos dipenuhi,diantaranya : masih gadis , tidak sedang dalam masa menstruasi dan melakukan puasa.

    Iring-iringan pawai malam 1 Suro pernah aku lihat sewaktu kecil dulu.
    Warga ramai mengikuti iring-iringan berebut mengelus badan para kerbau dan memperebutkan kotorannya.

    Dari pengalaman travellingku kemarin kulihat yang paling ramai jadi background foto di Kori Kamandhungan Lor ..... banyak traveller yang terlihat bergantian berfoto di bangunan berbentuk unik itu.
    Sebenarnya tidak mudah berfoto di halaman itu karena bersileweran kendaraan pengunjung.

    ReplyDelete
  10. Ooh..! Jadi keterikatan hubungan antara raja dengan Nyi Roro Kidul sudah ada sejak jaman raja pertama Sultan Agung ya?
    Selanjutnya raja-raja yang merupakan keturunannya juga mewarisi keterikatan tss sampai sekarang..

    Oh ternyata ada syarat-syarat tertentu yang wajib dipenuhi oleh para penari sakral Bedhoyo Ketawang ya?

    Jadi sewaktu kecil dulu brader pernah melihat arak-arakan pawai malam 1 Suro ya? di mana banyak warga mengikuti iring-iringan tsb dan banyak warga yang berebut mengelus badan kerbau bule serta berebut kotoran hewan tsb? Astaga..!

    Berdadarkan pengalaman travelling brader kemarin yang paling ramai dikunjungi pengunjung adalah area bangunan Kori Kamandhungan Lor ya brader? Aku lihat dalam foto di atas memang bangunan Kori Kamandhungan Lor tsb bagus, unik, ethnis, artistik keren dibuat background foto..
    Apakah bangunan yang mempunyai halaman teras ini adalah.. akses jalan masuk ke dalam keraton brader.?

    Oh iya.. pada area halaman Siti Hinggil Lor ada beberapa meriam.. Mengapa brader nggak nyoba untuk berfoto di samping meriam? Pasti bakal oke dan keren lho..! Hehehe..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah .... pertanyaan sista kenapa aku ngga berfoto di dekat meriam, aku sudah menduga sista bakalan tanya ...hehehe..
      Waktu aku motret salah satu meriam itu aku ingat permintaan yang sista pernah sampaikan ke aku untuk berfoto di lokasi meriam ... cuma saat itu ketinggalan bawa tripod dan ngga ada tempat yg pas untuk meletakkan kamera dengan timer.
      Maaf ya ... hehehe ... ntar kalo ada meriam lagi di lokasi akan kutepati permintaan sista :)

      Menurut informasi, dulu pintu bangunan Kori Kamndhungan Lor difungsikan sebagai pintu masuk museum, tapi sekarang arah masuk museum berubah ... harus memutar cukup jauh, melewati tengah dinding pembatas Baluwarti.
      Tapi malah unik,kok menurutku ... saat kita berada di jalan diapit dinding tinggi Baluwarti seolah kita berada di jaman kerajaan masa silam.

      Delete
  11. Hahaha... Ouw Ternyata brader sudah menduga ya aku bakal nanya demikian.. Iya ceritanya ini aku lagi nagih janji mana foto brader yang disamping meriam.? Tapi karena brader Tripod nya ketinggalan... Ya sudah. nggak apa-apa brader .. namanya juga lupa hehehe... kalau ada meriam lagi.. Ntar beneran foto lagi ya brader? Jangan cuma meriamnya doang... hehehe.. :)

    Ooh dulunya bangunan Kori Kamandhungan Lor fungsi sebagai pintu masuk ke museum ya? Tapi sekarang nggak diperbolehkan lagi... Karena arahnya sudah berubah.. Harus jalan memutar cukup jauh... melewato dinding tembok tinggi Baluwarti... Oh tapi malah asyik ya jalan di antara dua dinding tembok yang tinggi.. ada sensasi tersendiri ya brader? Seperti hidup pada masa lampau.. masa2 kerajaan ? Hehehe...:)

    Seperti yang kita ketahui kan ada 2 keraton brsar di Jawa Tengah.. yaitu Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.. Apakah Sistem pemerintahan kedua keraton tsb sama persis atau ada sedikit perbedaan di antara keduanya..
    Karena ada Daerah Istimewa Yogyakarta sedangkan Surakarta nggak.demikian. Apa bisa tolong dijelaskan brader? Makasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ... awal aku nulis artikel ini udah duga dari awal pasti nih setelah sista lihat ada foto meriam bakalan tanya kok aku ngga berfoto bareng sama meriam ...
      Kesulitan cari tempat untuk meletakkan kamera juga di dekat lokasi meriam yang ukurannya .... wow banget ... gedeeee & panjaaang ! ....
      Nama meriamnya kyai Sapujagad,berada di halaman sasana simewa yang dipenuhi parkir mobil.

      Secara kebudayaan antara keraton Kasunanan dan kasultanan keduanya sama tapi keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat diberi keistimewaan karena pernah sebagai ibukota negara RI.
      Selain itu pada masa jaman VOC dahulu, keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat diberi kekuasaan mengatur wilayahnya sendiri dengan tetap pemerintahan VOC sebagai pengawasnya.

      Delete
  12. Ouw.. Ternyata dari awal nulis artikel ini dan waktu pasang foto meriam ini.. brader sudah batin dan menduga aku bakal nanya dan nagih mana foto brader bareng meriam..? Kok meriamnya doang? Hehehe.... :)
    Ouw... Ukuran meriamnya super ya? Wpuw.. gedeee dan panjaang ya brader? Bagus ya meriamnya? Pwenah digunakan untuk melawan penjajah mungkin ya? Hehehe.. Jadi cocok ya kalau nama meriamnya itu sapu jagad karena gede dan panjang..!
    Wah asyik tuch kalau brader beneran bisa foto berpose dengan meriam tsb.. Keren pastinya.. Hehehe..

    Oh dilihat dari sisi kebudayaan Keraton Kasunanan Surakarta dan Keraton Kasultanan Ngayogyakarta dua-duanya sama ya?
    Tapi kalau dilihat dari sisi pemerintahan daerah nya ada perbedaan antara keduanya ya?
    Oh jadi dari jaman penjajahan Belanda dulu Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sudah diberi kekuasaan untuk mengatur wilayahnya sendiri dan tetap di bawah pemerintahan VOC Belanda.
    Alasan laiinya adalah
    Karena dulu Keraton Kasultanan Ngayogyakarta pernah menjadi ibukota RI sehingga oleh pemerintah mendapat keistimewaan dan wilayahnya oleh pemerintah dijadikan Daerah Istimewa Yogyakarta.. Begitu ya ?
    I See.. Makasih brader untuk semua penjelasannya.. :)

    Menurutku sejarah kedua keraton sangat menarik untuk diketahui.. Pantas saja Keraton menjadi salah satu destinasi wisata penting bagi traveller wisatawan domestik dan mancanegara.. Karena sarat akan sejarah ... Keraton adalah sesuatu hal yang ysangat menarik dan misteri bagiku..!:)


    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups ...hehehe ...
      Sewaktu aku lihat lokasi meriam aku langsung ingat pesan sista, tapi kebingungan cari cara ngletakin kamera utk ambil gambar.

      Iya loh ... aku sempat kaget lihat ukuran meriam sebesar itu.
      Lantas kalo dipakai ...bunyinya akan sekencang apakah itu ?.
      Apa ngga ngagetin yang lagi ngelamun ya .....

      Arsitektur bangunan keraton dinilai sebagai design arsitektur khas Jawa terbaik dan sedang didaftarkan untuk masuk ke cagar budaya UNESCO

      Delete
  13. Hehehe... Ternyata brader masih ingat requeat ku sewaktu ngelihat lokasi meriam tsb.. Kirain brader lupa ternyata nggak..Hehehe..Makasih ya sebelumnya... Dan karena kelupaan bawaa Tripod . jadi brader bi hhngun mau menaruh kameranya di sebelah mana untuk mengambil gambar yang tepat.. Akhirnya tetap nggak bisa menaruh kamera di area tsb ya brader? Ya nggak apa-apa brader lain kali aja foto bareng denganp meriam... Hehehe..

    Oouw kaget juga ya beader lihat ada meriam..yang gede banget.. iya bener lantas kalau dibunyikan meriamnya... pasti terdengar bunyinya bakalan sangat keras seperti sebuah . ledakan dahsyat..!
    Ya jelas ngagetin orabg yang lagi ngelamun.. Saking kagetnya mendengar suara keras meriam.. Sampai orang tsb mencelat ke angkasa luar.. Hahaha .. :
    Wah hebat ya Arsitektur bangunan keraton dinilai sebagai design Arsitektur khas Jawa sebagai design terbaik? dan sedang didaftarkan sebagai cagar budaya UNESCO...
    Wouw..! aku kasih Dobel jemppol buat arsitektur bangunan keraton yang artistik indah..
    bercirikhas Jawa..
    .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ....
      Kok mencelat sampe luar angkasa,siih .....
      Ntar ngga balik lagi ke bumi dong,ya ....

      Aku yakin sista juga bakalan terpana kalo lihat langsung ukuran meriam itu.
      Entah,dulunya melibatkan berapa orang saat dipindah2kan untuk dipergunakan ....
      Aku yakin meriam itu sangatlah berat ukurannya.

      Delete
  14. Hahaha... Iya bunyi dentuman meriamnya keras banget.. Sanking dahsyatnya sampai orang ngelamun dan irang tidurpun pun bisa mencelat ke luar angkasa.. Kayak tokoh kartun Tom and Jerry itu.. Hahaha. .. bisa balik lagi atau nggaknya ke bumi tergantung tingkat elastis seseorang. .Bila orangnya terlempar sampai ke luar angkasa kalau tubuhnya elastis pasti bakal turun balik lagi ke bumi.. Hehehe:)

    Oh ya pasti aku bakal takjub dan teroana melihat sosok meriam yang ukurannya Jumbo begitu.. Jadi penasaran.aku..
    Iya yang mengangkat dan memibdahkan meriam butuh orang banyak dan kuat.. Mungkin meriam jumbo tsb berbobot ratusa kilo ya?
    Apa banyak meriam dengan berbagai ukuran yang dipajang di halaman bangsal Siti Hinggi Lor brader?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ....
      Berimajinasi kayak adegan di film kartun tom & jerry ya,sista ... ?.
      Saking bayangin dahsyatnya suara dari meriam jumbo itu.

      Keren bentuknya,sista.
      Terlihat sangat kokoh dan tangguh.
      Meriam besar itu kini diletakkan,tepatnya ditanam di bangunan tembok yang tidak bisa dipindah2kan lokasinya.
      Aku sempat melongo ngelihatnya dan coba kusentuh. Saat nyentuh ikut merasa merinding bayangin saat meriam itu dulu digunain entah kayak apa dahsyatnya.

      Delete
  15. Hahaha. . Iya bener aku bayangin saking keras menggrlegar dan dahsyatnya bunyi dentuman meriam jumbo ini.. imajinasiku langsung konek dengan tokoh film kartun Tom and Jerry.. Dalam film kartun kan kalau di tembak sama meriam kan mereka terlempar mencelat sampai ke luar angkasa karena elastis terlempar balik lagi ke bumi.. Hahaha...

    Wah bentuk meriam jumbo ini keren juga terlihat kokoh dan tangguh ya brader? Waow. Keren banget..! Mungkin maintenance nya juga bagus ya?
    Jadi meriam jumbo bernama Sapu Jagad ini sengaja ditanam pada bangunan tembok supaya nggak bisa dipindah-pindah juga mungkin supaya nggak gampang dicuri orang ya?
    Ouh.. saat meriam disentuh terus biss membuat brader merinding? Iya ya jadi bayangin kayak apa hebatnya.. dahsyatnya meriam ini mengeluarkan tembakan kepada musuh.. Jadi bayangin perang melawan penjajah ya brader? Hehehe... Hebat ya Keraton bisa memiliki koleksi meriam sapu jagad yang tangguh ini..
    Selanjutnya.. Harapanku semoga brader bisa foto bareng meriam jumbo ini.. Hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. :)
      Seandainya beneran terjadi seperti adegan di film tom & jerry lucu kali,ya ....
      Bisa-bisa jadi wisata kekinian terpopuler ... hehehe ...

      Yups,i hope so.
      Kelak aku travelling ke Solo lagi akan kucari cara untuk dapat berfoto didekat meriam super gede itu ..... biar sista tau bentuk meriam yang kumaksud.

      Delete
  16. Hehehe... Iya andai benar terjadi seperti film kartun Tom and Jerry.. adegan terlempar ke luar angkasa karena elastis.. terlempar lagi ke bumi...
    Supaya bener2 elastis harus diberi alat pegas/peer yang diletakan di bawah kursi .. dijamin bisa terlempar ke luar angkasa..
    Iya pasti bakal.jadi Live Show yang menarik wisata kekinian bagi para pengunjung :)

    Yess.. we hope so..
    bisa terwuju..d brader berfoto di samping meriam..
    Iya aku jadi penasaran dengan bentuk dan ukuranan meriam.jumbo ini..
    Kalau travelling ke Solo lagi foto dengan meriam super gede ini dijadikan prioritas ya brader? Hehehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ....
      Iya,sista.
      Ntar kalo ke kota Solo berfoto dengan meriam besar itu akan kuunggah kusertain di artikel ini agar sista dan semua pembaca bisa lihat ukuran besarnya meriam Kyai Sapu Jagad itu.

      Delete
  17. Iya.. Kalau brader ke Solo terus jadi foto bareng meriam nanti.. segera diunggah di artikel ini biar semua orang bisa lihat ukuran dan bentuk meriam jumbo ini :)

    ReplyDelete
  18. terimakasih mas himawan infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih juga sudah berkunjung,teman.
      Semoga bermanfaat.

      Delete