Rabu, 31 Januari 2018

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pesona kharisma budaya Jawa

Area Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang dibuka untuk tujuan wisata terbagi menjadi 2 area, yaitu :

  • Tepas Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta meliputi area Pagelaran - Siti Hinggil
  • Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat meliputi area Sri Manganti - Kedhaton
Pembagian area tujuan wisata dengan pintu masuk dan harga tiket berbeda itu, bukan tanpa alasan.
Batas antara area Pagelaran - Siti Hinggil dan Sri Manganti - Kedhaton dibatasi oleh pintu gerbang bernama Regol Brojonolo.


Trip Of Mine
Gerbang Regol Brojomolo

Pintu gerbang berukuran tinggi besar dengan bukaan dua daun pintu kayu jati berwarna hijau tua ini kesehariannya memang selalu dalam keadaan terkunci, tidak dapat dilalui oleh siapapun.
Pintu gerbang Regol Brojonolo hanya dibuka 3 kali dalam setiap tahun dipergunakan untuk keperluan acara resmi kerajaan, Garebeg dengan mengusung Gunungan dan dilalui oleh iring-iringan seluruh Bregodo Prajurit Keraton.

Trip Of Mine
Gapura Regol Brojonolo

Lokasi loket tiket Tepas Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta berada di depan alun-alun utara, tepatnya di sebelah barat Siti Hinggil, menempati sebuah bangunan yang berada di sebelah komplek Pratjimosono.

Trip Of Mine
Loket Tepas Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta

Sedangkan lokasi tiket Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat berada di komplek area Kagungan Dalem Keben, melalui Jalan Rotowijayan berada di samping halaman parkir area Pagelaran dan setelahnya melalui Jalan Kemitbumen.
Jarak kedua lokasi penjualan tiket masuk tidak begitu jauh untuk ditempuh, cukup dengan berjalan kaki seperti yang kulakukan pada pagi hari itu.

Trip Of Mine
Loket Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta Hadingrat


Tepas Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat

Dalam area wisata di Tepas Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta ini, kalian dapat melihat kemegahan arsitektur bangunan Keraton  :

• Pagelaran  


Trip Of Mine
Pagelaran

Merupakan bangunan utama dan bangunan terdepan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Terletak tepat di sebelah selatan alun - alun utara dan terlihat sejajar garis lurus dengan jalan legendaris Malioboro.
Pada jaman dahulu Pagelaran merupakan tempat untuk para punggawa Kasultanan menghadap Sri Sultan pada saat upacara resmi kerajaan, saat ini Pagelaran tetap difungsikan sebagai tempat upacara adat keraton dan tempat pertunjukan kesenian untuk event pariwisata.
Awalnya Pagelaran  ini bertiang 63 buah, kemudian pada tahun 1865 bangunan disempurnakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VIII, diantaranya penggantian 4 tiang menjadi 8 buah pilar besar dan bagian atas gerbang bagian luar ditambahi hiasan relief 5 lebah dan biawak yang artinya bangunan Pagelaran telah diselesaikan dengan sempurna.
Di bagian depan Pagelaran dilengkapi dengan 2  Bangsal Pemandengan yang kini salah satunya digunakan untuk kios souvenir khas Keraton dan Jawa-Tengah.
Di sebelah barat dan timur Pagelaran terdapat 2 bangsal besar yang dinamakan Bangsal Pasewakan atau pengapit, saat ini kedua bangsal beratap susun dipergunakan untuk museum.
Bermacam ragam koleksi busana yang dikenakan oleh para abdi dalem dan seragam prajurit Keraton menempati Bangsal Pasewakan sebelah timur, sedangkan Bangsal Pasewakan sebelah barat ruang display diorama tentang prosesi adat perkawinan agung putri raja dilengkapi dengan ranjang pengantin lengkap dengan kelambu.
Sayangnya, display museum menarik ini tertutup rapat dinding kaca keseluruhannya, jadi hasil gambar foto tidak sempurna,terlihat pantulan cahaya dari kaca.
Di bagian barat Bangsal Pasewakan bagian timur terdapat 2 bangsal kecil yang dinamakan Bangsal Pengrawit yang dahulu digunakan oleh Sri Sultan melantik seorang Patih.

Relief  perjuangan Pangeran Mangkubumi dan relief perjuangan Sri Sultan Hamengku Buwono IX 


Trip Of Mine
Relief perjuangan pangeran Mangkubumi

Terletak memanjang berada di belakang Pagelaran dan berada di tembok panjang kiri dan kanan halaman.
Relief sebelah kiri menceritakan perjuangan pangeran Mangkubumi yang kemudian menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono I atau pendiri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Relief sebelah kanan menceritakan perjuangan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sejak jaman penjajahan sampai penyerahan kedaulatan.

Bangsal Pacikeran 

Merupakan 2 bangunan bangsal kecil di kanan dan kiri yang digunakan oleh abdi dalem Singonegoro dan Mertolutut (sebutan abdi dalem Keraton yang merangkap sebagai algojo).

•  Siti Hinggil

Terletak berada di sebelah selatan Pagelaran.
Siti Hinggil memiliki arti tanah yang lebih tinggi.
Dipergunakan sebagai tempat penobatan raja - raja Keraton Kasultanan Yogyakarta, tempat pisowanan Agung.
Tanggal 17 Desember 1949 dipergunakan sebagai tempat pelantikan Ir.Soekarno sebagai presiden RI.
Berada di komplek Siti Hinggil terdapat bangunan bernama Tarub Agung yang dipergunakan oleh para pembesar - pembesar yang menantikan kedatangan rombongannya untuk bersama - sama masuk ke dalam Keraton.
Tarub Agung merupakan bangunan khas Jawa dengan ukuran empat persegi, memiliki 4 tiang besi yang menyangga atapnya.
Di sisi timur halaman Siti Hinggil  terdapat bangunan Bangsal Balebang dan Bale Angun - angun di sebelah barat.
Bangsal Balebang kini difungsikan sebagai ruang pamer museum berupa foto lukisan dan keterangan koleksi kereta kencana kerajaan dan deretan foto acara resmi Keraton.
Bale Angun - angun digunakan sebagai museum berupa seperangkat gamelan, koleksi foto lukisan Sri Sultan Hamengku Buwono dari masa ke masa pemerintahan, diorama latihan perang dan foto Gunungan.

Trip Of Mine
Tratag Siti Hinggil


• Bangsal Kori 

Berada di sebelah timur dan barat Tarub Agung.
Dipergunakan oleh abdi dalem berjaga atau caos untuk menyampaikan pesan permohonan dari rakyat untuk Sri Sultan.

Bangsal Agung Siti Hinggil


Trip Of Mine
Bangsal Agung Siti Hinggil

Merupakan tempat singgasana Sri Sultan, tempat penobatan sultan - sultan Mataram dan tempat upacara Pisowanan Agung diadakan pada hari Garebeg.
Di bagian tengah Bangsal Agung Siti Hinggil terdapat 2 bangunan bernama Bangsal Manguntur Tangkil dan Bangsal Witono.
Di tengah bangunan Manguntur Tangkil terdapat batu berbentuk persegi yang dinamakan Selo Gilang yang digunakan untuk meletakkan singgasana Sultan pada acara penobatan.
Bangsal Witono berada di belakang Bangsal Manguntur Tangkil, digunakan untuk tempat meletakkan pusaka utama Keraton pada acara penobatan raja dan pada acara Garebeg Mulud.

Trip Of Mine
Manguntur Tangkil

Regol Brojonolo 

Regol Brojonolo adalah pintu gerbang berukuran tinggi besar merupakan pintu penghubung antara halaman Siti Hinggil Lor dan halaman Kemandungan Lor di sebelah selatannya.
Untuk tiba berada di Regol Brojonolo sebelumnya melewati tembok tinggi dan tebal bernama Renteng Mentok Baturono.


Trip Of Mine
Gapura Regol Brojonolo dan dinding tembok Cepuri

Dan dari batas pintu gerbang Regol Brojonolo inilah area wisata Tepas Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta diakhiri.
Untuk keluar area Keraton kalian melewati kembali pintu masuk Pagelaran.


Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat


Trip Of Mine
Makara raksasa

Berada di area Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta, dimulai dari area masuk Gapura dan halaman Keben yang terdapat gerbang Regol Brojonolo dan Bangsal Ponconiti sampai memasuki area Keraton sehari - hari, kompleks Kamandhungan Lor dan Gedhong Kaca akan dijumpai balairung - balairung mewah Bangsal Sri Manganti yang digunakan untuk pementasan seni budaya Jawa, Bangsal Trajumas digunakan untuk menyimpan seperangkat beberapa gamelan sakral Keraton, kompleks Kedhaton yang halamannya ditutupi oleh pasir hitam yang didatangkan khusus dari pantai Parangkusumo, Museum yang menyimpan berbagai koleksi batik,busana kebesaran kerajaan,perlengkapan fotografi kuno milik Sri Sultan Hamengku Buwono dan masih banyak lagi lainnya.

Ada satu hal yang unik ..... kulihat ada satu sumur berada di dalam museum batik. Dan didasar sumur itu dipenuhi uang koin dalam jumlah sangat banyak. Ternyata keberadaan sumur itu pernah dipercaya dengan memasukkan uang kedalamnya maka akan lancar usahanya ..... Namun, tindakan itu sekarang tidak diperkenankan oleh pihak Keraton.
Selain menyaksikan kemegahan bangunan Keraton, menyaksikan keindahan seni budaya Jawa yang tetap dilestarikan, mengagumi koleksi-koleksi yang ada .....

Trip Of Mine
Regol Donopratopo dan sepasang arca raksasa Dwarapala.
Di sebelah timur bernama Cingkarabaka dan di sebelah barat bernama Balaupata

Trip Of Mine


Trip Of Mine
Bangsal Sri Manganti
Tempat pementasan seni

Trip Of Mine
Bangsal Trajumas
Tempat meletakkan gamelan - gamelan keramat Keraton

Trip Of Mine

Trip Of Mine
Gedhong Kaca

Trip Of Mine
Interior mewah Gedhong Kaca

Trip Of Mine
Salah satu ruangan museum

Trip Of Mine
Tandu yang pernah dipergunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII

Trip Of Mine
Lukisan Sri Sultan Hamengku Buwono dan beberapa simbol Keraton seperti : Dampar Kencana dan Capuri

Kursi jati berprada peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono VII

Trip Of Mine
Koleksi foto dan kain di salah satu ruangan museum
Trip Of Mine
Prasasti Tionghoa - Jawa.
Prasasti yang menandakan hubungan akrab dan harmonis antara Tionghoa dan Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, khususnya dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX
Trip Of Mine
Gedhong Jene dan Gedhong Purworetno.
Gedhong Jene merupakan tempat tinggal resmi raja yang bertakhta.
Gedhong Purworetno merupakan satu - satunya bangunan gedung bertingkat di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, fungsinya sebagai kantor resmi Sri Sultan Hamengku Buwono X


 ... Kita juga akan merasa dibawa dalam atmosfer berbeda dalam keseharian kita dengan menemui pemandangan aktivitas para abdi dalem Keraton lengkap dengan busana Jawa dan pelengkapnya bertugas disana.
Sangat mengesankan.

Trip Of Mine
Area menuju museum batik Keraton



Nama - nama raja yang pernah berkuasa di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

  • 1755 - 1792 Sri Sultan Hamengku Buwono I atau Pangeran Mangkubumi Bendara Raden Mas Sujono pendiri dan pembangun Keraton Yogyakarta
  • 1792 - 1828 Sri Sultan Hamengku Buwono II Raden Mas Sundoro
  • 1810 - 1814 Sri Sultan Hamengku Buwono III Raden Mas Surojo
  • 1814 - 1822 Sri Sultan Hamengku Buwono IV Gusti Raden Mas Ibnu Jarot
  • 1823 - 1855 Sri Sultan Hamengku Buwono V Gusti Raden Mas Gatot Menol
  • 1855 - 1877 Sri Sultan Hamengku Buwono VI Raden Mas Mustojo
  • 1877 - 1921 Sri Sultan Hamengku Buwono VII Raden Mas Murtejo
  • 1921 - 1939 Sri Sultan Hamengku Buwono VIII Gusti Raden Mas Sujadi
  • 1940 - 1988 Sri Sultan Hamengku Buwono IX Gusti Raden Mas Dorojatun
  • 1989 - sekarang Sri Sultan Hamengku Buwono X atau KGPH Mangkubumi Bendara Raden Mas Herjuno Darpito

Sejarah singkat Karaton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat 

Setelah kesepakatan Perjanjian Giyanti atas campur tangan pihak VOC pada tahun 1755 , Kerajaan Mataram Islam terbagi menjadi 2 kerajaan besar, yaitu :

  • Keraton Kasunanan Surakarta dipimpin oleh Susuhunan Pakubuwana II
  • Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I

Bangunan Karaton ( Istilah Karaton dari bahasa Jawa kuno, memiliki arti yang sama dengan Keraton atau Kerajaan ) adalah salah satu perlambang identitas kerajaan, pusat pemerintahan, pusat budaya dan rumah kediaman raja  dan keluarganya.
Bangunan megah Keraton Ngayogyakarta dirancang bangun oleh Pangeran Mangkubumi ( kelak menjadi gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I ) pada tahun 1755 beberapa bulan setelah Perjanjian Giyanti, yang juga merupakan perancang bangunan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Antara bangunan Keraton Kasultanan Hadiningrat Ngayogyakarta dan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memiliki kharisma agung dengan pola dasar tata ruang, nama - nama bangunan dan nama elemen pendukung yang sama antara keduanya.
Selain mendirikan kedua bangunan agung dan megah Keraton tersebut, Pangeran Mangkubumi juga membangun Tugu Pal Putih yang kini lebih dikenal dengan nama Tugu Yogya, benteng Vredeburg dan pesanggrahan Taman Sari atau water castle.

Keraton Ngayogyakarta terletak berada di pusat kota Yogyakarta dan dirancang dengan sangat cermat berada satu garis lurus dengan gunung Merapi, Tugu , laut selatan Parangkusumo dan bangunan Keraton berada ditengahnya.
Rancang bangun filosofis garis lurus imajiner ini menggambarkan gunung Merapi merupakan garis vertikal hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, Keraton berada di bagian tengah yaitu sebagai penyeimbang antara keduanya dan pantai Parangkusumo merupakan garis horizontal hubungan antar manusia.


Lokasi :
Jalan. Rotowijayan Blok No.1
Panembahan,Kraton, kota Yogyakarta

Tiket :
• Lokal Rp. 7.000
• Mancanegara Rp. 12.500
• Ijin membawa kamera Rp. 1.000
( Harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah )

Info tambahan :
Jadwal pertunjukan seni di Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat =

• Senin dan Selasa 10.00 - 12.00 seni Gamelan
• Selasa Wage lomba panahan Jemparingan
• Rabu 09.00 - 12.00 seni Wayang Golek
• Sabtu 09.00 - 13.00 seni Wayang Kulit
• Minggu 19.00 - 12.00 seni Tarian

Tips trip ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat :

Gunakanlah pakaian yang sopan sesuai dengan adat ketimuran berada di dalam lingkungan Keraton.
• Patuhi peraturan yang ditetapkan, seperti : memperhatikan batas area yang diperbolehkan atau tidak untuk dimasuki, berfoto diri dengan tidak membelakangi para abdi dalem yang sedang bertugas atau caos.
•  Persiapkan baterai kamera dengan baik untuk melengkapi dokumentasi kenangan berfoto di bangunan-bangunan megah, koleksi kerajaan dan kesenian.


37 komentar:

  1. Yes akhirnya brader meiputan artikel tentang Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.. I like it .:)

    Pertama yang ingin aku tanyakan adalah wisata Keraton yang terbagi menjadi 2 tujuan yaitu :
    -Tepas Keprajuritan Karaton Ngayogyakarta yang meliputi area Siti Hinggil
    -Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta yang meliputi area Sri Manganti Kedhaton

    Terbagi menjadi 2 tujuan ini juga membedakan tiket yang satu dengan yang laingnya.. Mengapa tiket masuknya dibedakan? Alasannya apa brader?

    Betarti pengunjung masuk melalui loket tiket di area yang berbeda ya?
    Oh bila untuk masuk ke Tepas Keprajuritan Karaton Ngayogyakarta loket tiket masuknya letaknya di utara alun-alun dan sebelah barat Siti Hinggi ya brader? Sedangkan loket masuk ke Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta di area Kagungan Dalem melalui jalan Rotowijayan.. Pengunjung wisata diperbolehkan masuk dari 2 arah pintu loket masuk ke keraton ya brader?

    Pada Tepas Keprajuritan Karaton.. di area Pagelaran terdapat dinding relief yang menggambadkan perjuangan pangeran Mangkubumi dan perjuangan Sri Sultan Hamengkubuwono IX melawan penjajah Belanda.. Waow keren ya pastinya dinding reliefnya..? Pengen ngelihat suatu saat nanti..
    Pada area Pagelaran juga terdapat beberapa bangsal yang fungsinya masing-masing berbeda-beda.. Ada Bangsal Parsewakan yang berfungsi sebagai 2 museum... Bangsal Pasewakan sebelah timur sebagai museum tempat menyimpan kostum abdi dalem. dan bangsal Pasewakan sebelah barat sebagai museum display adat proses pernikahan putri raja. Tapi sayangnx museum ini tertutup rapat kaca ya?
    Jadi lokasi museum yang disebelah mana yanf boleh dilihat bebas oleh pengunjung brader?
    Sementara ini dulu pertanyaanku brader selanjutnya akan ada pertanyaan lagi. Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes,akhirnya aku mengulas artikel panjang Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
      Dan sebagai pelengkap artikel Keraton Kasunanan Surakarta yang sama2 dibangun oleh Pangeran Mangkubumi / Sri Sultan Hamengku Buwono I.

      Tiket masuk dan area masuk terbagi 2 area dikarenakan batas area Pagelaran - Siti Hinggil dan batas area Kamandhungan Lor yang terdapat bangunan Sri Manganti - Kedhaton ..... dibatasi oleh pintu gerbang besar yang selalu dalam keadaan tertutup/terkunci di kesehariannya.
      Pintu gerbang bernama Regol Brojonolo tempat lokasi aku berfoto utk profil postingan artikel ini hanya dibuka 3 kali dalam satu tahunnya.

      Jadi,wisatawan diberi 2 area pilihan tujuan wisata Keraton, kedua area sama2 memikat.
      Hanya area Kamandhungan Lor - Siti Hinggil - Kedhaton tampak lebih mewah dan kita bisa lihat aktivitas para abdi dalem Keraton disana ......
      Dilengkapi pula pertunjukan seni.

      Semua museum, baik di area Tepas Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta dan Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat boleh dikunjungi oleh traveller.

      Museum koleksi area Tepas Kaprajuritan Karaton Yogyakarta yang bisa dikunjungi traveller ( karena tdk tertutup kaca spt di Bangsal Pasewakan ) adanya di bangunan di dekat tembok tebal dan besar bernama Cepuri.

      Museum-museum di area Sri Manganti - Kedhaton juga boleh dikunjungi traveller.
      Tapi khusus di ruang museum yang dinamakan Museum Batik Yogyakarta yang terdapat koleksi busana penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono I, sejumlah koleksi batik kuno dari beberapa pengusaha dan ada sumur didalam bangunan museum ...... tidak diperbolehkan difoto.

      Hapus
  2. Iya penulisan artikel Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini untuk melengkapi artikel Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang ditulis brader beberapa waktu yang lalu. Pada saat kerajaan Mataram Islam terpecah menjadi 2 .Kedua keraton ini sama-sama dibangun dan didirikan oleh Mangkubumi yang kemudian berubah menjadi Sri Sultan Hamengkubuwono I.

    Antara Pagelaran Siti Hinggil dan Pagelaran Sri Manganti dibatasi oleh pintu gerbang Regol Brojonolo yang tertutup dan hanya dibuka 3 kali dalam setshun. Dengan adanya 2 pintu loket tiket masuk tsb apakah dikenakan tarif tiket masuk yang berbeda pula brader?

    Jadi semua koleksi museum yang terdapat pada Tepas Keprajuritan dan museum pada Tepas Pariwisata semua terbuka untul umum dan bisa dikunjungi oleh pengunjung hanya pada museum batik nasional dan yang terdapat sumurnya yang nggak diperbolehkan untuk mengambil gambar.
    Pada area wisata Siti Hinggil selain bisa melihat kegiatan abdi dalem juga wisatawan dapat melihat pertunjukan seni ya? berupa pertunjukan seni tari atau yang lain brader?

    Ooh pada komplek area Siti Hinggil dulu selain sebagai tempat penobatan raja-raja.. ternyata juga pernah sebagai tempat pelantikan Soekarno sebagai Presiden RI yang pertama tahun 1949. Di mana dulu Pemerintahan RI pernah dipindahkan ke kota Yogyakarta. Jadi keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini mempunyai banyak nilai seni juga nilai historis yang sangat tinggi ya brader? Great..!

    Oh iya apa pada Keraton Kasultanan Ngayogyakarta juga terdapat suatu bangunan mercu suar khusus seperti pada keraton Kasunanan Surakarta brader?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups,betul.
      Tarif tiket ke 2 area Keraton yang dibatasi gerbang besar Regol Brojonolo dikenai tiket masuk yang berbeda,sista.
      Masing-masing area dari kedua jalur masuk Keraton kita akan melihat bangunan-bangunan megah Keraton, museum-museum koleksi Keraton.
      Dan di area Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta suasananya lebih terlihat sakral dan lebih terbawa ke masa silam dengan melihat aktivitas dari banyak abdi dalem Keraton disana ....

      Di Bangsal Siti Hinggil hanya diselenggarakan pertunjukan seni,sista.
      Dengan jadwal dan jenis pertunjukan yang berbeda.
      Untuk nonton pertunjukan seni tidak dikenai beaya tambahan.

      Di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tidak terdapat bangunan menara seperti di Keraton Kasunanan Surakarta, Songgo Buana.
      Satu-satunya bangunan bertingkat di dalam Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat hanya di bangunan gedung yang dinamakan Gedhong Purworetno.

      O,iya kemarin museum yang sista tanyakan yang berada di area Pagelaran - Siti Hinggil yang bisa dimasuki oleh pengunjung ( tanpa bangunan tertutup kaca seperti di Bangsal Pasewakan/pengapit berada di bangunan yang bernama Bangsal Balebang dan Bangsal Angun-angun.
      Koleksi dan display museum di kedua Bangsal ini terlihat lebih sederhana.
      Berbeda dengan koleksi dan bangunan Keraton yang digunakan sebagai display museum, sangat mewah dan banyak sekali koleksinya.

      Hapus
  3. Jadi loket masuk 2 tujuan wisata keraton masing-masing area berbeda ya tarif nya.
    Dan dari pintu masuk ke masing-masing area daru 2 jalur keraton.. para pengunjung bisa melihat bangunan-bangunan mewah dan museum-museum koleksi keraton.. Great..!

    Iya makasih brader sidah jawab pertanyaanku kemarin.. tentang museum yang terdapat pada area Pagelaran Siti Hinggil .. Museum yang dapat dilihat langsung oleh pengunjung tanpa terutup kaca... Namanya bangsal Balebang berupa muaeum foto dan lukisa dan koleksi kereta kencana kerajaan dan foto acara resmi kerajaan dan bangsal Angun-Angun yang berisikan seperangkat gamelan dan lukisan karya Sri Sultan..
    Nice..:)

    Pertunjukan seni dapat disaksikan wisatawan tanpa dikenakan biaya tambahan? Wah.. Asyik ya fasilitas yang disuguhi oleh keraton berupa hiburan berseni tinggi kepada para wisatawan. Jadi tambah salut dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini.. :)

    Oh iya pada foto di atas terdapat prasasti yang menggambarkan hungan antara Tionghoa dan Keraton Kasultanan Ngahogyakarta Hadiningrat. Hubungan dalam bidang apakah itu? apakah hubungan dalam.bidang ekonomi dan perdagangan atau dalam bidang lainnya juga brader? Prasasti tsb ditulis dalam bahasa Jawa ya?

    Oh ya aku penasaran dengan satu museum batik yang juga terdapat suatu sumur di dalamnya.. Apa dulunya sumur tsb berfungsi seperti pada umumnya sumur atau hanya sebagai suatu simbol atau filosofi saja dalam keraton Ngayogyakarta Hadiningrat brader?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul,sista.
      Sangat salut Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan adat budaya dan kesenian Jawa yang tetap terus dilestarikan sampai sekarang dan selamanya diharapkan terus terjaga.

      Prasasti Tionghoa Jawa tersebut bertuliskan huruf China dan Jawa kuno.
      Sedangkan di bagian halamannya terdapat semacam tugu kecil dalam bahasa Indonesia yang menjelaskan keterangan prasasti tersebut.
      Hubungan akrab dan harmonis antara masyarakat Tionghoa dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mencakup banyak hal, termasuk ekonomi.

      Sumur yang berada di dalam bangunan museum batik Keraton itu dulunya berada di luar bangunan.
      Seiring penambahan perluasan area bangunan museum maka lokasi sumur jadi berada di dalam bangunan.
      Seperti kepercayaan masyarakat Indonesia, menutup total/ menimbun sebuah sumur agar tak berfungsi kembali adalah hal pantang/tabu karena dipercaya bisa mematikan rejeki.
      Dulunya sumur tersebut memang dipergunakan pada umumnya suatu sumur,bukan filosofi seperti bangunan2 lainnya di Keraton,sista.

      Hapus
  4. Iya bener brader.. Aku bertambah kagum dengan Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang bernilai historis dan memiliki adat seni kebudayaan yang tinggi yang sangat dijaga kelestariannya..

    Ooh jadi hubungan antara Tionghoa dan Keraton tertulis dalam prasasti dengan tulisan Jawa dan China. Hubungan Keraton dan Tionghoa nggak dalam bidang ekonomi saja ya brader?

    Oh jadi sumur yang terdapat dalam museum batik tsb.. Sebenarnya awalnya berada di luar bukab di dalam ruangan ya? Karena perluasan area bangunan maka sumur tsb sekarang letaknya berada dalam bangunan..
    Ooh begitu ya ada kepwrcayaan nggak boleh/ pantang menutup sumur karena akan mematikan rezeki pemiliknya. Jadi sumur dibiarkan begitu tanpa ditutup atasnya.. Aku ngerti sekarang..

    Oh iya brader pada foto di atas ada yang bernama Regol Donopranoto... Apakah sebuah bangunan atau sama dengan pintu gerbang Regol Brojonolo..?
    Dan di sebelah timur dan barat terdapat 2 arca raksasa Cingkarabaka dan Balaupata.?Apakah ada cerita tersendiri atau legenda tentang dua arca tersebut sebagai suatu simbol apa begitu brader?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda antara Regol Brojonolo dan Regol Donopratopo,sista.
      Baik fungsi dan lokasi keberadaan kedua Regol tersebut.
      Kalau Regol Brojonolo dalam setahun hanya dibuka 3 x dan berada di batas Siti Hinggil dan halaman Kemandhungan Lor.
      Sedangkan Regol Donopratopo berada di halaman Kedhaton yang halamannya ditutupi pasir hitam yang didatangkan khusus dari pantai Parangkusumo dan dapat dilalui sehari2 oleh para kerabat Keraton,abdi dalem Keraton dan pengunjung.

      O,iya apakah sista dulu sewaktu travelling ke Keraton Ngayogyakarta pernah memasuki area Kemandhungan Lor ini ? , atau hanya sebatas di area Tepas Kaprajuritan Keraton Ngayogyakarta, tanpa masuk di area Tepas Pariwisata Ngayogyakarta Hadiningrat ?.

      Hapus
    2. Ada yang kelupaan menjawab pertanyaan sista tentang tokoh Dwarapala ..
      Dwarapala adalah sosok raksasa beraura baik dan sebagai penjaga Keraton untuk menghindari/menjauhkan dari hal-hal buruk dan juga Dwarapala menjaga suatu hutan rimba belantara.

      Hapus
  5. Iya brader . maksudku 2 bangunan yang bernama Regol Brojonolo dan Regol Donopratopo itu sama-sama berupa pintu gerbang.. hanya namanya yang berbeda dan masing-masing letak dan fungsinta juga berbeda.
    Kalau Regol Brojonolo sebagai sebagai batas antara area Siti Hinggil dan area Sri Menganti dan pintunya hanya dibuka 3 kali dalam setahun.. dan kalau gerbang Regol Donopranoto dapat dibuka dan dilewati sehari-hari oleh pengunjung anggota keraton dan abdi dalem...
    Oh jadi halaman Kedhaton halamannya ditutup dengan pasi hitam yang didatangkan khusus dari pantai Parangkusumo? apa ada alasan tertentu halaman Kedhaton diberi pasir hitam brader?

    Aku sewaktu study tour dulu ke Keraton Ngayogyakarta ini.. aku hanya masuk dari arah pintu masuk depan aja yang dekat dengan alun-alun aja brader..seingatku nggak ke area Kemandhungan Lor.. hanya sebatas area Tepas Kaprajuritan Keraton Ngayogyakarta saja nggak sampai ke area Tepas Pariwisata Ngayogyakarta Hadiningrat Karena seingatku nggak melihat ada pertunjukan seni saat itu brader.

    Ooh tokoh Dwarapala itu adalab tokoh seorang raksasa yang beraura baik sebagai penjaga keraton dan penjaga hutan rimba belantara..

    Nah kalau di sebelah timur dan barat bangunan Regol Donopratopo terdapat 2 arca raksasa yaitu Cingkarabaka dan Balaupata apakah mereka juga termasuk tokoh raksasa yang beraura baik brader?

    Oh ya apa ada museum di keraton yang mengokleksi meriam brader? Zmasih penasaran Hehehe.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups,betul,sista.
      Kedua gerbang besar itu berbeda nama dan fungsi.
      Sama2 artistik dan gagah bentuknya.
      Halaman Kedhaton dengan pasir pantai Parangkusumo sebagai simbolisasi bahwa Keraton memiliki hubungan khusus dengan pantai selatan.

      Benar,
      Tokoh raksasa Dwarapala menurut mitologi Jawa merupakan makhluk gaib beraura positif, bertugas menjaga dari hal2 negatif.
      Di Keraton pun juga demikian,sista.

      Jadi,sewaktu sista study tour dulu di Keraton berarti hanya di area Pagelaran - Siti Hinggil,ya ....belum memasuki area Kedhaton yang masuk dari gapura Keben.

      Suatu saat nanti jika sista kembali travelling ke Keraton,jangan lupa berkunjung ke area Kedhaton dengan petunjuk rute yang ada di artikel ku ini,ya ......
      Siap-siap dibuat terpesona melihat bangunan-bangunan megah Keraton,berukuran tinggi besar dan usahakan bisa nonton pertunjukan di Bangsal Sri Manganti .......
      Sambil mandangin arsitekturnya,pasti dibuat kagum.

      Hapus
  6. Iya kedua gerbang Regol Brojonolo dan Regol Donopratopo yang berbeda fungsi tsb di foto tampak indah artistik kokoh dan bersahaja..

    Ooh jadi halaman Kedhaton ditutup dengan pasir hitam khusus didatangkan dari pantai Parabgkusumo tsb itu sebagai simbolisasi bahwa Keraton mempunyai hubungan dengan pantai selatan. Selain pasir hitam tsb.. Apakah masih ada yang lain seperti suatu bangunan lain atau ruangan yang menggambarkan adanya hubungan khusus antara Keraton dan pantai selatan brader?

    Iya bener sewaktu aku study tour dulu hanya masuk sebatas di area Pagelaran Hinggil aja.
    Iya berharap suatu saat bila aku travelling lagi ke keraton aku akan mengunjungi 2 area wisata keraton terutama yang yang belum aku nasuku yaitu area Kedhaton. untuk melihat bangunan-banguban megah keraton serta koleksi museumnya.. Juga pastinya aku ingin sekali berkesempatan untuk melihat pertunjukan seni yang digelar di bangsal Sri Manganti..
    Semoga terlaksana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin,
      Aku doakan sista terlaksana keinginan sista travelling ke Keraton Yogya dan berada di area Kedhaton untuk melihat bangunan2 megah,beragam koleksi yang dimiliki Keraton dan duduk manis nonton pementasan seni di Bangsal Sri Manganti yang mewah .....
      Keren kan dengan tiket terjangkau bisa duduk nonton pertunjukan seni di bangsal besar dan megah, seolah tamu VIP ...
      Hehehe

      Sepanjang aku berada di area Keraton Yogyakarta,tak melihat adanya bangunan yang menggambarkan adanya hubungan khusus antara Keraton dan pantai selatan, seperti menara Sangga Buana yang ada di Keraton Surakarta.
      Mungkin ada ... tapi di area tertutup yang tidak diijinkan wisatawan memasukinya.
      Ada beberapa area dan bangunan yang tidak boleh dimasuki pengunjung,sista.
      Pengumuman larangan masuk tertulis di masing2 area dan bangunan.

      Hapus
  7. Amin.. Makasih brader atas support dan doanya... Aku juga berharap banget bisa kembali travelling ke Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.. mengunjungi area Keraton yang belum sempat aku kunjungi yaitu area Kedhaton.. agar bisa lebih tahu banyak lagi semua tentang Keraton Ngayogyakarta beserta koleksi museumnya.. Dan yang belum kesampaian yaitu duduk di bangunan bagnsal mewah Sri Manganti sambil menonton menikmati pertunjukan seni tari yang memukau..:)

    Ooh selama travelling wisata ke Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.. brader sama sekali nggak melihat adaanya bangunan yang menggambarkan adanya hubungan antara Keraton dan pantai selatan..
    Iya ya bisa jadi kemungkinan ada ya? berupa bangunan hanya tertutup bagi umum... pengunjung wisata tidak diijinkan masuk.
    Ooh jadi ternyata ada beberapa bangunan yang bertuliskan larangan tidak boleh dimasuki oleh wisatawan...
    Iya kita sebagai pengunjung harus menghormati dan mentaati larangan-larangan yang dibuat oleh pihak Keraton..

    Oh ya brader bangunan museum keraton apakah terdapat koleksi meriam juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama,sista.
      Aku juga ngucapin terimakasih banyak buat support sista selama ini.
      Iya,aku doakan sista terlaksana travelling ke Keraton dan lokasi wisata sekitaran Keraton.

      Ada 2 meriam yang tampak di area Keraton,sista.
      Hanya di halaman Kedhaton,lokasinya di dekat Bangsal Trajumas yang sebagai tempat meletakkan beberapa set gamelan keramat Keraton.
      2 meriam itu berada di halaman prasasti Tionghoa-Jawa.
      Saat itu aku ngga berfoto didepan meriam seperti request sista Fidy karena kulihat ada sesaji di badan meriam, takut ada kesalahan berfoto didepannya,jadi kuurungkan berfoto.
      Hanya mengambil gambar dari kejauhan,tanpa aku berada di dekat museum.
      Kondisi meriam terbuat dari besi itu terlihat sangat tua tampilannya,ada huruf Jawa kuno di badannya dan beberapa bagian badan meriam ada yang terlihat keropos.

      Hapus
  8. Iya brader sama-sama makasih banyak atas doanya.. Iya selama ini kita saling support. That's what friends are for.. Kayak judul lagu ya? Hehehe..:)

    Ooh.. ternyata ada koleksi meriam di area Kedhaton.. dekat bangsal Trajumas..
    Jadi koleksi 2 meriam itu tepat berada di halaman tempat prasasti Tionghoa - Jawa.
    Ooh... Jadi ada semacam sesajen yang diletakan pada badan meriam.. karena alasan itu yang mengurungkan niat brader untuk berfoto bareng dengan meriam.. Iya benar lebih baik nggak berfoto dulu kalau ada sesaji pada suatu benda. karena nanti takut ada kesalahan dalam berfoto.. Untuk menghindari kesalahan yang timbul akibat berfoto..
    Nggak aoa-apa requestku nggak bisa dipenuhi.. lain kali aja brader suatu saat bila situasi dan kondisi lebih memungkinkan. Hehehe..

    Ooh Meriam dari besi itu ada tulisan Jawa Kunonya di badannya. ? Wouw.. bisa ditebak nggak ya berapa kira-kira usia meriam besi tsb? pasti sudah sangat tua ya?
    Bisa dikategorikan termasuk koleksi antik ya brader?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups,kayak judul lagu kondang ya .. that's what are for :)

      Bisa jadi meriam kuno itu dibuat pada masa perjuangan Pangeran Mangkubumi melawan VOC,sista.
      Aku nebaknya begitu karena di badan meriam ada tulisan Jawa kuno.
      Di dekat meriam tidak ada keterangannya.
      Saat itu aku cuma nyentuh sebentar badan meriam karena pengin tau materialnya ...hehehe ...
      Sesaji yang kulihat berada di dekat lubang sumbu meriam.
      Di dekat prasasti Tionghoa-Jawa terdapat semacam bangunan yang kulihat sebagai tempat beristirahat abdi Keraton yang sedang bertugas.
      Sepengalamanku beberapakali travelling ke Keraton area Pagelaran - Siti Hinggil kulihat petugasnya menggunakan busana batik dalam melaksanakan tugasnya, berbeda dengan di Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta yang para abdi dalem nya bertugas mengenakan pakaian traditional Jawa.

      Hapus
  9. Hehehe... Iya kayak judul lagu lama yang pernah hits pada jamannya.. "That's what friends are for"

    Berdasarkan tulisan Jawa kuno.. brader menebak meriam kuno tsb dibuat pada masa perjuangan pangeran Mangkubumi melawan penjajah VOC Belanda.. berarti meriam kuno tsb dibuat dan sudah ada sejak jaman kerajaan Mataram Islam dan jauh sebelum. berdirinya Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat? Bisa jadi demikian .. kalau memang benar begitu... bisa ditebak kalau meriam kuno tsb sudah berusia ratusan tahun lamanya sejak jaman kerajaan Mataram Islam.. Wouw..! fantastik..! Jadi bisa dikategorikan meriam kuno ini sebagai benda antik..!:)

    Ooh Saat itu sesaji terletak di dekat sumbu meriam.. Apakah mungkin meriam.kuno tsb dianggap seperti benda keramat ya? karena terdapat sesaji pada meriam..

    Jadi para abdi dalem di area Pagelaran Siti Hinggil menggunakan busana batik.. berbeda kostum ya dengan busana para abdi dalem.di area Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta yang menggunakan pakaian tradisional jawa saat bertugas..
    Kalau begitu kostum para abdi dalem terbagi menjadi 2 yaitu kostum.yang bernuansa moderen dan kostum yang bernuansa tradisional ya brader?

    BalasHapus
  10. :)
    Iya,seperti lagu barat yang abadi itu.
    Enak didengar sepanjang masa.

    Kalau dilihat fisiknya sih iya,sista.
    2 meriam di dekat prasasti Tionghoa-Jawa itu sudah sangat lama usia,terlihat sebagian tidak rata.

    Kalau petugas loket di Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta kulihat kedatanganku yang ke 2 kalinya (untuk mencatat ulang setiap detil nama bangunan dan fungsi agar tak ada kesalahan penulisan), mereka mengenakan busana batik tapi para abdi dalem yang bertugas di area Kedhaton tetap semuanya memakai busana Jawa.
    Petugas loket yang berjaga ada banyak disana. Ada 2 ibu2 petugas loket yang mengenaliku saat kedatanganku yang ke 2 kalinya ....
    Nyeletuk bercanda dia bilang ' di wa kok ngga dibaca pesannya saya ? ', aku ngga ngeh dan bingung lalu kujawab ' lah saya saja ngga punya nomor wa ibu ' ....
    Temen satunya ikut nyeletuk ' iya gimana tow .. di telp berkali2 juga ngga mau diangkat ? '
    Aku tambah bingung, ngga gitu lama mereka ketawa lihat aku kebingungan.
    Hahahaa ...

    BalasHapus
  11. Yes right.. lagunya enak didengar.. Itu termasuk lagu barat favoritku sewaktu masih sekolah dulu brader..

    Ooh kalau dilihat dari fisiknya.. 2 meriam kuno tsb memanh sudah sangat tua usianya ya? bisa jadi ratusan tahun usianya... permukaan meriam sebagian ada yang nggak rata? maksudnya ada bagian permukaan meriam yang keropos atau bagaimana brader?

    Jadi pada area Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta... petugas loket berbusana bstik sedangkan para abdi dalem berbusana tradisional jawa.. Kan memang nggak sama posisi kerja mereka brader? jadi antara petugas loket dan abdi dalem berbeda kostumnya..
    Apa pada area Pagelaran Siti Hinggil.. antara para petugas loket dan para abdi dalem berkostum yang sama yaitu berbusana batik?

    Ooh sewaktu kedua kalinya mengunjungi keraton.. brader dibecandain / dikerjain ya sama ibu-ibu petugas loket? Hahahaha..! Oh Kali.aja ibu-ibu petugas loket itu mau kenalan sama brader? Hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama .. hehehe ...
      Lagu itu mulai kudengar sewaktu SD dulu dan sekarang digubah ke banyak versi.
      Semuanya enak didengar karena memang liriknya bagus banget,tentang arti persahabatan.

      Bagian badan meriam yang agak rusak berada di dekat lubang sumbu meriam yang kulihat waktu itu ada sesaji disana.

      Para petugas loket juga para abdi dalem Keraton,sista.
      Mereka ditugaskan di area loket tiket.
      Hanya saja petugas loket di Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta tidak selalu berbusana khas Jawa,sesekali di hari lain mengenakan busana batik.
      Jika di area Pagelaran-Siti Hinggil kesemuanya para abdi dalem Keraton yang bertugas di loket dan area memakai busana batik, belum pernah kulihat mereka berseragam pakaian Jawa.

      Hahahhaa ...
      Ternyata mereka ramah2 banget orangnya.
      Awalnya dulu kupikir terlihat bersahaja saat lihat mereka memakai busana Jawa lengkap dengan sanggulnya ... tau2 kedatanganku yang kedua mereka ngajak bercanda.

      Hapus
  12. Iya lagu barat lawas sewaktu SD dulu sampai sekarang masih indah terdengar.. lirik lagu tentang arti keaetiaan persahabatan..

    Ooh bagian badan meriam yang nggak rata itu maksudnya agak rusak di lubang sumbu meriam yang juga kebetulan terletak sesaji di sana. Mungkin agak rusak juga karena pengaruh iklim dan usia meriam yang sudah sangat tua jadi benda yang sudah tua tiap tahun pasti mengalami penyusutan

    Ooh jadi di area loket tiket masuk.. para abdi dalem pun ditugaskan bareng bersama petugas loket ya? Pada area Tepas Pariwisata busana abdi dalem menggunakan pakaian adat tradisional khaa Jawa berbeda dengan busana petugas loket yang menggunakan busana batik.
    Sedangkan pada area Pagelaran Siti Hinggil di loket tiket masuk para abdi dalem dan para petugas loket sama-sama berkostum batik.. Melihat perbedaan ini apakah brader nggak coba menanyakan kepada petugas keraton yang bisa dimintai keterangan stau informasi..

    Hehehe . iya ternyata ibu-ibu petugas loket tsb ramah-ramah dengan ngajak bercanda brader..:)

    Btw.. Sangat besar ya jasa-jasa pangeran Mangkubumi dalam sejarah smembangun 2 bangunan dengan arsitektur megah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat..
    Bahkan selain 2 Keraton megah ini ternyata pangeran Mangkubumi juga yang mendirikan Tugu Yogya . benteng Vrederburgh dan Pesanggrahan Taman Sari... Salut dan Kagum terhadap beliau..


    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul,sista.
      Sebenarnya sayang ya kondisi badan meriam bersejarah itu mengalami sedikit kerusakan.
      Satu2nya cara krn meriam berada di halaman terbuka dg cara perawatan yg intensif.

      Pangeran Mangkubumi banyak berjasa,termasuk menghidupkan adat budaya Jawa.
      Didalam bangunan salah satu museum jika suatu saat sista dan pembaca ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini akan melihat beragam piagam penghargaan dari berbagai negara.
      Semuanya didisplay dengan apik.

      Hapus
  13. Iya brader.. Sebenarnya sayang bila 2 meriam kuno tsb salab satunya ada kerusakan.. Karena benda ini merupakan koleksi sejarah dari jaman kerajaan Mataram Islam sebelum didirikannya Keraton.
    Iya aku juga sependapat.. Mungkin karena 2 meriam kuno tsb lokasunya berada di luar atau outdoor.. Jadi lebih mudah aus terkena cuaca. Jadi maintenance kedua meriam.kuno tsb harus lebih intensif..

    Setuju pangeran Mangkubumi sangat berjasa dalam menghidupkan ada buda Jawa menjadi Seni budaya yang bernilai tinggi..
    Ooh di dalam.museum banyak sekali terdapat piagam penghargaan yang dimiliki keraton yang diberikan oleh bermacam negara di dunia.. Wouw.. Hebat..! Aku kagum dan salut dengan bangunan dan Seni budayayang dimiliki oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini. Layak juga bila mendapat penghargaan dari Guinnes book of the record..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe ...
      Masuk Guiness Book Of Record?.
      Dari sumber yang aku dengar bangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini tengah didaftarakan masuk cagar budaya Unesco sebagai arsitektur Jawa terbaik.
      Semoga benar bisa diakui oleh Unesco yang tentunya dapat menambah kunjungan traveller mancanegara ke Keraton.

      Ngga cuma piagam penghargaan dari beberapa negara yg bisa dilihat di bangunan2 Keraton yg dijadikan museum,sista.
      Tapi deretan koleksi pribadi para raja mulai dari alat fotografi jaman baheula, pelana kuda sampai peralatan dapur kuno sampai modern pun juga dipajang disana ...
      Jadi kompliiit bener disana..
      Hehehe

      Hapus
  14. Hehehe iya berharap keraton masuk di daftar Guiness Book of Record..

    Oh ya..? Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sekarang sedang di daftarkan menjadi cagar budaya di Unesco sebagai arsitektur Jawa terbaik ? Wouw.. hebat..! Semoga tercapai ya bisa segera diakui oleh Unesco.. Agar menjadi lebih terkenal dan diakui dunia.. Sehingga bisa menarik dan menambah pesat wisatawan mancanegara datang ke Indonesia dan berkunjung ke keraton .

    Ooh di museum keraton banyak juga terdapat banyak koleksi pribadi raja - raja.. Dari alat fotografi sampai peralatan dapur kuno pun juga ada? Wouw.. Koleksi lengkap dan komplit ya? Sipp.. Great!


    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ya segera terealisasikan disahkan oleh Unesco sebagai arsitektur Jawa dan adat istiadat kebudayaan Jawa yang agung tetap lestari hingga sekarang.

      Hapus
  15. Iya.. harapan kita semoga Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat bisa segera terwujud tereisasikan di akui dan disahkan oleh Unesco sebagai arsitektur Jawa dan adat istiadat kebudayaan Jawa yang bernilai tinggi dan agung tetap terjaga keleatariannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin,aku ikut mendoakan dan support bangunan Keraton dan sejarahnya dapat diakui oleh UNESCO.

      Tentunya setelah diakui oleh UNESCO makin menambah deretan lokasi wisata di Indonesia yang makin terkenal ke seluruh dunia dan menarik banyak kunjungan mancanegara.
      Great 👍

      Hapus
  16. Mari kita lestarikan kebudayaan daerah, aset yang sangat berharga. tul ga mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul dan sangat setuju, kak.
      Aset aset kebudayaan daerah wajib ikut kita gencarkan pelestariannya dan perkenalkan ke manca negara .... 👍

      Hapus
  17. museum yogyakarta emang bagus banget yaaa.. aset kebudayaan yang wajib dilestarikan yaaa kak.. Mantap ulasannya kakak satu ini sangat lengkap.. tapi emang ia yaa kata orang-orang suka ada kesan mistis main kesana? jadi kepo hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih udah membaca artikelku ini yang kudatangi area Keraton sampai 3 kali agar hafal detilnya dan tak ada kesalahan informasi, kak Vika ☺⚘

      Benar,kak.
      Suatu saat nanti kak Vika ke Keraton ini akan terasa suasana mistis dan imajinasi akan dibawa ke ratusan tahun silam karena ... semua abdi dalem atau pegawai Keraton memakai busana traditional Jawa ....

      Hapus
  18. Aku berencana jln2 ke Jogja lagi liburan nanti. Eh.. pas banget nih baca ulasan Mas Hino yg woooaaah super komplit gini. Aku suka tulisan mas... bukan basa-basi. You're great! ���� Kalo bawa DSLR boleh ga? Bayar brp? Trus skrg beneran ga boleh lg masukin uang koin ke dalam sumur? Hhhmm... fotonya keren2... btw udh follow2an TW n IG blm ya? Fb nya apa? Tq

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah surprise baca komentarnya kak Nurul nih 😊
      Terimakasih ya,kak Nurul.
      Aku masih terus belajar untuk membuat artikel yang lebih baik,kak.
      Meski untuk itu perjuangannya ngga mudah ... hehehe ... aku sampai 3 kali balik lagi ke keraton dan museum ini agar tak ada satupun informasi ruangan dan fungsi yang salah kutulis ☺.

      Jangan lupa ya kak ntar liburan ke keraton Yogyakarta ini areanya wisatanya dibagi menjadi 2 area.
      Jadi,
      Setelah kak Nurul selesai ke area Pagelaran - Siti Hinggil ... jalan kaki atau naik becak (jika dirasa capek) di jalan sebelah area parkir.
      Lurus saja, setelah itu beloklah ke kiri dan lurus.
      Nanti akan terlihat gapura area keraton berada dalam taman keben, dari situlah kak Nurul akan dibawa ... suasana sangat berbeda dg keseharian kita.
      Bangunan2 megah,mewah dan lihat para abdi dalem menggunakan pakaian Jawa.
      Sangat menarik !.

      Bawa kamera DSLR hanya dikenai beaya Rp.1000 , kak.
      Murah banget ya 😁

      Sepertinya kita belum follow2an di ig dan fb ya,kak.
      Nama fb ku Himawan Sant.
      Kalau fb dan ig kak Nurul apa ya ?.




      Hapus
  19. Sudah pernah kesini, dulu mau liat yang nari saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantaap ... , Idris juga pernah kesini 👍
      Apik ya pertunjukan tarian dan gedung bangunan2nya..
      Imajinasi kita kayak digiring ke masa ratusan tahun silam berada disana ☺

      Hapus