Tuesday, January 2, 2018

Candi Selogriyo dan menatap bukit unik Giyanti

Di lereng kaki gunung Sumbing dengan ketinggian 700 mdpl dan berada di lereng timur kumpulan tiga bukit : bukit Condong, bukit Giyanti dan bukit Malang berdiri sebuah situs candi purbakala peninggalan agama Hindu kuno yang diperkirakan dibangun pada abad ke 9 Masehi.
Candi berukuran kecil ini terletak di lokasi terpencil, terpisah cukup jauh dari desa pemukiman warga melewati jalan setapak sepanjang sekitar 2 kilometer lebih ditengah perkebunan yang tersusun secara berundak di bagian atas dan bagian bawah, menyerupai bentuk persawahan terasering.

Kondisi lan setapak kecil yang di paving blok mengikuti kontur tanah perbukitan hanya sanggup dilewati 2 orang berpapasan dan jika menggunakan kendaraan bermotor untuk sampai tiba di halaman gapura menuju ke lokasi candi saat berpapasan dengan motor yang digunakan oleh traveller lain atau petani yang membawa hasil kebun dibelakang motornya, salah satu kendaraan harus mengalah menepikan terlebih dahulu memberikan kesempatan untuk melewati jalan setapak.

Begitu juga saat saat bertemu berpapasan dengan warga yang berjalan mengusung sekumpulan ranting kayu hasil pencariannya di hutan sekitar, salah satu kendaraan harus mengalah terlebih dahulu.

Pengalaman mengesankan seperti ini ditambah keramahan khas penduduk desa yang seringkali menyapa, melengkapi agenda travelling ku kali ini di candi Selogriyo di dusun Campur Rejo, desa Kembang Kuning, kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

Trip Of Mine
Pemandangan bukit unik Giyanti

Liburanku ke lokasi ini selain untuk melihat keindahan seni arsitektur candi, juga sekaligus untuk melihat pemandangan bukit Giyanti yang berbentuk sangat unik dan khas tampak dari jalan setapak yang kulalui.
Bentuk bukit kecil Giyanti ini jika dilihat hampir menyerupai bentuk gugusan bukit-bukit kecil yang terdapat di lokasi wisata perairan Raja Ampat, provinsi Papua Barat yang namanya akhir-akhir ini mulai tenar dibicarakan oleh traveller domestik dan mancanegara.

Satu hal lagi yang membuat aku tertarik datang ke lokasi ini karena bukit Giyanti ini terlihat jelas dari pinggir selatan kotaku.
Bentuknya yang unik membuatku penasaran untuk melihat dari dekat.
Ternyata dilihat dari dekat, bentuk bukitnya memang sangat keren dan asri.
Tampilannya berbeda dengan bukit-bukit disekitarnya.

Trip Of Mine
Jalan setapak candi Selogriyo

Trip Of Mine
Pemandangan memikat bukit Giyanti

Sebelum tiba berada di jalan setapak menuju ke lokasi candi Selogriyo dan dapat melihat dari dekat bentangan pemandangan asri suburnya lahan pertanian dengan latar belakang bukit Giyanti ... , rute perjalanan dimulai dengan melewati padatnya perkampungan warga desa dengan kondisi jalan yang harus cukup hati-hati untuk melaluinya, tikungan sempit dan jalan naik turun mengikuti kontur tanah pegunungan yang tidak rata.
Trip Of Mine
Gapura loket 

Trip Of Mine
Persawahan berundak

Begitupun saat memilih mengendarai motor untuk tiba berada di halaman gapura melalui jalan setapak, diperlukan kewaspadaan yang cukup untuk melaluinya.
Jika tak berhati-hati kendaran motor bisa tergelincir, terutama di saat musim penghujan.
Jika memilih tak mengendarai motor melalui jalan setapak menuju ke halaman gapura lokasi candi dan memilih untuk  berjalan kaki, kendaran motor bisa dititipkan di halaman rumah perkampungan warga.
Kendaraan mobil juga diwajibkan diparkirkan di halaman rumah warga, karena kondisi jalan tak memungkinkan ditempuh dengan mempergunakan mobil.

Di sepanjang jalan setapak yang dilengkapi pos 2 gazebo bambu untuk beristirahat dan dilengkapi dengan papan rute penunjuk arah akan mudah ditemui pemandangan aktivitas para petani yang tampak menggarap perkebunan dan sawah mereka.
Sesekali mereka tampak berhenti beraktivitas dan menyapa memberikan senyum kepada orang asing yang baru pertama kali dilihatnya.
Tak segan mereka mengajak bicara dengan ramah dan mengajak mampir untuk berbicara sebentar.
Suasananya terasa menyenangkan melihat keramahan seperti itu ...

Trip Of Mine
Gapura kedua berada di lokasi candi

Setelah tiba di halaman gapura di dekat lokasi candi, traveller bisa memarkirkan kendaraannya disitu.
Selanjutnya menaiki undakan anak tangga dan tak jauh dari situ terlihat lokasi keberadaan candi berada di atas lahan seluas 300 meter.
Sekeliling lokasi candi diberi pagar besi.
Didalam halaman candi dilengkapi dengan bangunan rumah untuk sarana informasi, pendopo dan sebuah warung makan sederhana untuk melayani kebutuhan makan dan minum para traveller.

Trip Of Mine
Tangga ke halaman candi

Trip Of Mine
Candi Selogriyo, dinding luarnya dipasang sabuk pengaman


Trip Of Mine
Pemandangan dari halaman candi


Candi Selogriyo merupakan candi peninggalan dari dinasti Wangsa Sanjaya beraliran Hindu Siwa.
Dinasti Wangsa Sanjaya diperkirakan pernah hidup dan berkuasa di tanah Jawa atau Mataram kuno, selain keberadaan dinasti besar Syailendra beraliran agama Budha yang salah satu peninggalannya berupa candi Budha terbesar di dunia, candi Borobudur.
Namun keberadaan dinasti Wangsa Sanjaya ini menjadi perdebatan di kalangan peneliti arkeologi Nasional karena istilah dinasti Wangsa Sanjaya sebenarnya tidak pernah disebutkan berada di dalam penemuan prasasti manapun.
Satu-satunya dinasti penguasa tanah Jawa pada masa kuno yang disebutkan di semua penemuan prasasti hanyalah dinasti Syailendra.

Candi berukuran kecil dengan luas 3,6 meter dan tinggi 1,5 meter ini, pertamakali diketemukan oleh Residen Magelang bernama Hartmann pada masa kolonial Belanda.
Diduga candi ini dibangun pada masa yang sama dengan masa pembuatan keberadaan candi-candi di dataran tinggi Dieng, Wonosobo.

Bentuknya bisa disebut unik, karena bangunan candi tak memiliki anak tangga pada umumnya bangunan candi, ini dikarenakan posisi pintu masuk candi berdekatan dengan permukaan tanah.
Aku mencoba memasuki pintu masuk ke relung candi, tapi urung kulakukan hanya sebatas melongok sebentar ..., ruangan dalamnya tampak gelap dan basah terkena oleh air hujan.
Urung kulakukan karena memang keseluruhan lingkar badan candi ini diberi sabuk pengaman.

" Pakai sabuk pengaman ? ".

" Yup, betul. Sekeliling badan candi ini memang dipasangi sabuk pengaman.
Ini dilakukan agar susunan bangunan candi tidak mudah runtuh akibat adanya pergerakan tanah dari bawah halaman lokasi candi berdiri.
Dan ... , ehm ..., fungsi lainnya adalah untuk menghindari penyalahgunaan lokasi relung candi sebagai tempat pacaran ! ".

Ironid memang,tempat bersejarah seperti ini seringkali dipergunakan untuk tempat berkencan.
Apa tidak ada tempat lain, ya ?.

Papan berukuran sedang bertuliskan larangan berpacaran di lokasi itu tertempel di pintu masuk relung candi, itu menandakan lokasi cagar budaya ini seringkali dipergunakan untuk hal yang tidak semestinya.

Jika dilihat bangunan candi Selogriyo ini kondisi bangunannya memang terlihat sedikit miring sekitar 3 derajat, itu diakibatkan oleh adanya pergerakan tanah dibawah area bangunan candi.
Selain mengakibatkan adanya kemiringan bangunan candi, pergerakan bawah tanah juga mengakibatkan sebagian susunan batuan candi menjadi merenggang dan pada saat terjadi turun hujan sebagian air hujan masuk ke dalam candi.
Pemasangan sabuk pengaman ini telah dilaksanakan sejak tahun 2014 lalu.

Pada tahun 1998 candi Selogriyo ini mengalami keruntuhan bangunan akibat adanya musibah tanah longsor yang terjadi di bukit tempat keberadaan candi.
Dan pada tahun 2005 diadakan rekonstruksi ulang agar bangunan candi berdiri seperti sedia kala.

Trip Of Mine
Candi Selogriyo


Bangunan depan candi Selogriyo menghadap ke arah timur.
Dikeempat sisi dinding bangunan candi terdapat 4 relung berisikan arca-arca perwujudan dewa Hindu, sayangnya bagian kepalanya telah hilang.
Ke 4 sisi dinding itu dihiasi oleh arca :

▪ Arca Durga Mahisasura Mardini berada di dinding utara.
▪ Arca Ganesha berada di dinding barat.
▪ Arca Agastya berada di dinding selatan.
▪ Arca Nandiswara dan arca Mahakala yang merupakan dewa 'pengapit' pintu candi berada di sebelah Timur.

Sedangkan arca Siwa sebagai dewa utama dalam agama Hindu dan diwujudkan dalam bentuk arca lingga yoni yang ditempatkan di dalam relung dalam bangunan candi, juga telah hilang keberadaannya entah kemana.
Sangat patut disayangkan hal ini bisa terjadi.

Tak jauh dari lokasi candi, terdapat mata air yang dipercaya oleh warga untuk menyembuhkan bermacam penyakit dan dipercaya membuat wajah seseorang menjadi awet muda.
Tapi tak kulakukan membasuh wajah di sumber mata air itu ..., hehehe ..., hanya sekedar membasuh tangan untuk menghilangkan tangan kotor selama mengemudikan motor.
Air nya memang dingin dan sejuk.
Sesejuk udara di lereng kaki gunung Sumbing ini ...

Trip Of Mine
Bukit Giyanti dilihat dari kejauhan



Lokasi :
Dusun Campurejo, desa Kembangkuning, kecamatan Windusari, kabupaten Magelang.

Tiket :
Rp. 5.000 ,- + parkir roda 2 Rp. 1.000 ,-
( Info harga tiket sewaktu-waktu dapat berubah )

Info tambahan :

▪ Jam operasional 08.00 - 16.00.
▪ Jika tidak membawa kendaraan pribadi terdapat sarana angkutan umum berada di jalan utama jurusan Bandongan - Kalibening, namun hanya sebatas beroperasi di jalan utama.
Untuk memasuki area desa menuju lokasi candi harus ditempuh dengan berjalan kaki.

Tips trip ke candi Selogriyo :

• Persiapkan rem kendaraan dengan sebaik mungkin agar rem tidak blong, rute perlu ekstra hati-hati dilalui.
• Pergunakan alas kaki atau sepatu yang nyaman mengingat lokasi berada di lereng pegunungan.
• Bawalah persiapan payung, jas hujan atau mantol.
• Bawalah jaket untuk antisipasi udara dingin.








25 comments:

  1. Ooh ada yang namanya bukit Malang juga? Hehehe.
    Bukit Giyanti ini terlihat unik karena ciri khas tampilannya mirip dengan bukit-bukit kecil di perairan Raja Ampat Papua ya?
    Apa ada keistimewaan lain dari bukit Gyanti ini dari bukit-bukit lainnya brader?

    Rute jalan menuju ke candi Selogriyo ini nya memang harus melewati bukit Gyanti ya?
    Candi Selogriyo ini candi berukuran kecil dan merupakan Candi peninggalan agama Hindu dinasti wangsa Sanjaya.
    Mengapa dalam sejarah banyak peninggalan-peninggalan sejarah prasasti yang disebutkan sebagai peninggalan agama Budha dinasti wangsa Syailendra ya? Mengapa prasati-prasasti peninggalan dinasti Sanjaya kurang diakui ya brader?

    Wah lucu juga ya candi Selogriyo ini diberi sabuk pengaman?. Hehehe... Biar aman ya dan nggak disalahgunakan oleh para pengunjung..

    Oh Arca patung Syiwa pada candi Selogriyo ini yang dilambangkan dengan arca Lingga dan arca Yoni telah hilang ? Jadi yang hilang itu dua arca ya brader ?
    Jadi sekarang kurang lengkap ya? Nggak heran sekarang dipasang sabuk pengaman disekelilibg candi..

    Btw.. area perbukitan Gyanti tsb pemandangannya indah banget. kehijauan.. dan pasti udaranya juga masih segar karena berada di atas ketinggian 700 m dari atas permukaan laut..

    ReplyDelete
  2. Hehehe ...
    Ternyata ada bukit bernama sama dengan domisili kota sista,Malang di kabupaten Magelang ini.

    Keistimewaannya bukit Giyanti ini terletak pada bentuknya yang unik, sista.
    Kalau penduduk sekitar menyebutnya dengan bukit kukusan karena bentuknya menyerupai kukusan (alat penanak nasi traditional dari Jawa).
    Kalo aku pribadi melihat bentuknya seperti bukit-bukit kecil di gugusan perairan Raja Ampat.

    Ke lokasi candi ini ngga melewati bukit Giyanti,sista.
    Bukit Giyanti berada di sebelah jalan setapak , terpisah oleh persawahan - perkebunan dan jurang.

    Lokasi aku berfoto dengan background pemandangan bukit Giyanti ini ....aku berdiri nangkring diatas dinding pagar pembatas jalan setapak dan jurang ..... hehehe ....
    Kalo ngga hati-hati bisa nyungsep ke jurang ....
    Untung ngga terjadi ...
    hahahhahaa !

    Good question,sista.
    Di sejarah tak disebutkan dinasti Wangsa Sanjaya karena menurut arkeolog tak pernah disebutkan adanya catatan dinasti Wangsa Sanjaya di penemuan semua prasasti.
    Arkeolog menganalisa sebenarnya dinasti kecil Wangsa Sanjaya ini berada di jaman dinasti Syailendra namun berbeda agama.
    Jika dinasti Syailendra menganut agama Budha, dinasti Wangsa Sanjaya beragama Hindu.

    ReplyDelete
  3. Hehehe... Iya ya ternyata ada nama bukit Malang di kabupaten Magelang. Surprise..:)

    Ooh.. jadi keistimewaan bentuk bukit Giyanti ini adalah bukut Giyanti berbentuk seperti kukusan ya? sehingga disebut juga bukit kukusan? Jadi bukit Giyanti berbentuk seperti kerucut ya brader? Mirip tumpeng begiti ya? Unik dan khas ya? Hehehe...!
    Mirip banget ya dengan bukit-bukit di Raja Ampat ya brader?
    Coba waktu itu kumpulan bukit-bukit Giyanti tsb difoto ya brader?

    Oh brader berfoto berdirinya ini di atas pagar pembatas? dan di bawahnya jurang? Astaga.. Serem ah..! Untung nggak terjadi apa-apa....

    Oh nggak disebutkan berasal dari dinasti wangsa Sanjaya.. Alasannya karena waktu ditemukan oleh Arkeolog.. nggak ada catatan2 yang menyebutkan dinasti wangsa Sanjaya pada penemuan prasasti - prasasti apapun...
    Padahal sebenarnya candi ini berasal dari dinasti wangsa Sanjaya yang beragama Hindu.. Hanya saja ditemukan saat jaman dinasti wangsa Syailendra yang beragama Budha.

    Boleh nanya sedikit brader? Kalau Candi Prambanan itu kira- kira berasal dari peninggalan dinasti wangsa Sanjaya atau dinasti wangsa Syailendra brader?

    Makasih sebelumnya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kumpulan bukit Giyanti ya cuma itu yang tampak di foto buat background fotoku,sista :)


      Iya ya surprise banget ternyata di Magelang ada bukit yang sama nama dengan kota domisili sista .... hehehe ...

      Delete
    2. Ooh jadi sudah semua ya kumpulan bukit Giyanti yang tampak di foto sebagai background brader? Hehehe... Oke sudah aku amati lebih teliti lagi.:)
      Benar brader... tampak kumpulan bukit- bukit kecil berbentuk unik... nice Giyanti hills :)

      Delete
  4. Yup,betul.
    Mirip dengan kukusan.Rada-rada mirip dengan kerucut,tapi kalo kerucut kan lancip banget bentuknya,ya..
    Kalo kukusan bagian atasnya rada ceper atau datar.

    Hehehe ...
    Soalnya kalo ngga nangkring diatas dinding pembatas, bagian teratas bukit Giyanti kepotong saat pengambilan foto.
    So, kudu nangkring dengan hati-hati di dinding pagar pembatas yang permukaannya licin.

    Wangsa Sanjaya tidak diketemukan di semua penemuan dan penelitian prasasti oleh arkeolog.
    Atau mungkin dulu-dulunya generasi Wangsa Sanjaya ini memang tidak pernah membuat prasasti di setiap situs yang dibangun pada masanya ya

    Candi Prambanan di Yogyakarta juga merupakan peninggalan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu,sista.

    ReplyDelete
  5. Jadi bentuk bukitnya hampir menyerupai tapi tidak lancip seperti kerucut ya? permukasn bukitnya ceper dan datar.. lebih menyerupai kukusan.. Khas dan Unik banget ya bentuk kumpulan bukit -bukit Giyanti ini.. That's a beautiful hills.. Amazing View:)

    Oh begitu... jadi memang brader mau nggak mau kudu nangkring ya di atas pagar pembatas yang licin.. supaya bagian teratas bukit Giyanti nanti nggak terpotong saat pengambilan gambar... dan hasilnya memang oke kok nggak ada gambar puncak bukit satu pun yang terpotong... Nice shoot :)

    Ooh dari penelitian arkeolog.. ternyata memang tidak pernah ditemukan satupun prasasti-prasasti peninggalan dinasti wangsa Sanjaya ya?
    Iya bisa jadi.. mungkin wangsax Sanjaya nggak pernah membuat prasasti-prasasti di setiap situs bangunannya pada saat jaman dinasti Sanjaya..

    Iya ya jadi hanya satu candi yaitu candi Borobudur yang berasal dari dinasti Syailendra yang beragama Budha ya brader? Sedangkan candi-candi yang lain termasuk candi Prambanan berasal dari dinasti Sanjaya yang beragama Hindu. Oke makasih penjelasannya brader.

    Btw.. Oh iya..nggak jauh dari lokasi candi terdapat mata air yang dipercayai bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dan dapat membuat wajah orang awet muda?
    Terus kenapa brader nggak mencoba membasuh wajah dengan sumber mata air tsb ? Hehehe.. :) Ada orang yang percaya dengan hal tsb dan ada yg mungkin menganggap hal itu adalah hanya sebuah mitos Whatever.. Hehehe...

    Seperti yang ditulis di artike.ini bahwa bangunan candi Selogriyo ini ternyata kondisi nya miring 3 derajat ya? yang disebabkan karena pergerakan atau pergeseran tanah di bawahnya.. untuk menjaganya diberikan sabuk pengaman di sekeliling bangunan candi..
    Aku berpikirnya begini brader.. Bagaimana ya seandainya bila pegerakan dan pergeseran tanah terjadi terus menerus.. lantas apa yang akan terjadi ya? Bisa-bisa bangunan candi Selogriyo ini kondisinya akan miring sampai mendekati 45 derajat.. Tapi kemiringan ini akan terlihat unik lho brader? Karena bisa sedikit mirip dengan bangunan menara Pizza yang miring di Italia.. Bagus keren dan unik juga kan? Hehehe..:)




    ReplyDelete
  6. Peninggalan wangsa Syailendra bukan hanya candi fenomenal Borobudur saja,sista.
    Diantaranya candi Mendut dan candi Pawon.
    Ketiga candi tersebut berada di Magelang.
    Eh, jangan-jangaan .... aku juga salah satu keturunan Wangsa Syailendra ya ...
    hehehe ... #ngarep :)

    Aku ngga membasuh wajah saat itu karena wajah masih keringatan,sista ...kata banyak orang kalo wajah masih keringetan ngga boleh basuh muka , bener ngga sih ?

    Surprise baca opini sista yang mengatakan kemungkinan besar kemiringan candi akan bertambah seiring adanya pergerakan tanah dibawah bangunan candi ...... dan kelamaan mengalami kemiringan betambah seperti menara Pisa di negara Italia.
    Memang bertambah jadi unik seperti itu,sista.

    Cuma menurutku kendalanya begini :

    * Celah bangunan candi ngga tertutup rapat dengan semen seperti bangunan menara Pisa, jadi posisi candi semaki n miring pasti tingkat jumlah air yang masuk ke dalam bangunan candi semakin banyak yang makin lama makin merusak, selain itu antar susunan batu makin bergeser seiring bertambah kemiringan dan pasti candi akan rubuh.
    Semua bangunan candi tanpa perekat semen sama sekali, hanya mengandalkan pengait batu satu sama lain sampai membentuk sebuah bangunan candi.

    ReplyDelete
  7. Jadi bukan hanya candi Borobudur saja ya? melainkan ada candi Pawon dan candi Mendut yang merupakan peninggalan dinasti wangsa Syailendra ya brader? dan ketiga candi berlokasi di Magelang. Makasih info nya brader.. :)
    Oh iya siapa tahu brader merupakan keturunan dari dinasti wangsa Syailendra ya? Sehingga harus dijadikan cagar budaya ya? Hihihihi... Just Kidding.. :)

    Oh jadi brader nggak membasuh wajah dengan sumber mata air alasannya karena sedang keringetan.. Iya kata orang2 tua sich begitu kalau sedang keringetan pori-pori sedang terbuka jadi nggak boleh disiram air... Kalau pori-pori lagi terbuka terus kemasukan air bisa menyebabkan masuk angin atau sakit.

    Btw jadi opiniku terhadap kemiringan bangunan candi Selogriyo terhadap. menara Pisa Italia belum bisa diterapkan ya brader? Menginngat struktur kedua bangunan yang berbeda satu sama lain..
    Kalau pada bangunan candi Selogriyo banyak celah yang nggak tertutup oleh semen ya sehingga bila terjadi pergerakan dan pergeseran tanah di bawahnya.. dan bangunan candi semakin miring akan semakin banyak air yang masuk dan air bisa merusak bangunan lama-kelamaan bisa merubuhkan bangunan candi.
    Iya ya candi kan terbuat dari batu tanpa ada semen sebagai perekatnya.. Seperti kata brader pengaitnya adalah batu.. Kok bisa kuat ya bangunan candi tanpa perekat?
    Aku pernah dengar bangunan candi yang terdiri dari batu direkatkan dengan menggunajan putih telur sehingga kuat.. apa benar begitu brader?
    Selama ini kita nggak pernah mendebgar ada bangunan candi yang rubuh kan brader?

    Apakah menara Pisa di Italia struktur bangunannya miring tsb lebih kuat ? bukannya ada juga celah yang terbuka pada bagian atas bangunan menara Pisa peninggalan jaman Romawi tsb brader??




    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahhahahaa !
      Masa aku jadi cagar budaya ?
      MAsuk cagar budaya karena wajahku mirip sama arca ya ... ?

      Menurutku begini,sista :
      Bangunan menara miring Pisa di Italia seluruh bangunannya terpondasi dengan semen meski bagian atasnya terbuka.
      Bebeda dengan candi yang tanpa ada plesteran semen sama sekali.
      Jadi semakin miring antar pengait semakin terbuka celahnya dan menyebabkan bangunan candi jadi roboh.
      Candi Selogriyo ini pernah roboh,sista ..... akibat bukit longsor karena pergerakan tanah.
      Itu terjadi pada tahun 1998.

      Iya ya arsitektur bangunan candi patut diacungi 2 jempol ...
      Pada jaman pembangunannya yang sudah berabad-abad silam mampu menciptakan tehnologi mengukir bongkahan keras batu menjadi relief-relief begitu detil dan mereka sangat paham cara mengaitkan antar batu menjadi susunan sempurna !.
      Terlebih candi terbesar di dunia candi Borobudur ..... arsitekturnya luar biasa sempurna.
      Aku kadang ngga habis pikir bagaimana bisa menyusun candi sebesar itu,tekhnologi apa yang digunakan saat pembangunan itu dan melibatkan berapa ribu orang pelaksanannya.

      Tentang perekat menggunakan putih telur di susunan candi masih jadi perdebatan benar tidaknya.
      Mungkin ada benarnya,sista karena kita tau zat putih telur itu cukup bagus untuk bahan perekat.
      Namun di batu struktur candi diketemukan bentuk pengait antar susunan batu.
      Bisa jadi, zat putih telur memperbantu merekatkan antar susunan batu.

      Delete
  8. Hehehe.. brader dijadikan cagar budaya karena mungkin saja.. siapa tahu ya memang nama brader telah ditulis disebutkan dalam prasasti bahwa brader sebagai keturunan asli dinasti wangsa Syailendra juga dinobatkan sebagai juru kunci ketiga candi peninggalan dinasti Syailendra.. Jadi harus dihormati dijaga dirawat layaknya seperti cagar budaya jangan sampai punah.. Hihihihi.. Just Kidding :)

    Ooh maksudnya itu.. pondasi candi yang nggak diplester dengan semen sama sekali.. hanya mengandalkan pengait batu... yang bila terjadi pergeseran tanah bangunan candi akan miring celahnya antar pengait akan semakin terbuka dan akan berpotensi bangunan candi bisa roboh... Aku ngerti sekarang maksudnya brader.... mengapa bangunan candi Selogriyo yang miring ini nggak sama dan nggak sekuat bangunan menara Pisa Italia yang berdiri miring... yang meskipun sisi bagian atas menara Pisa banyak yan terbuka tapi pondasinya telah diplester dengan semen...
    Ooh jadi tahun 1998 candi Selogriyo ini pernah roboh.? karena bukit yang longsor dan pergeseran tanah.. Sewaktu roboh dan diperbaik mengapa kok pondasinya nggak diplester sama semen aja ya supaya kuat sekalian? Apa memang nggak boleh ya brader? Candi harus dibiarkas asli berdiri dengan mengandalkan pengait batu saja..

    Iya bener.. aku kasih 3 jempol untuk arsitektur bangunan candi..:)
    Iya sama kita nggak habis pikir pada jaman dulu itu belum. maju.. tekhnologi cerdas apa yang dipakai sampai bisa membangun candi besar sekelas candi Borobudur... bagaimana caranya mereka membangun mulai dari memilih batu dan memahat serta mengukirnya kemudian menyusunnya menjadi susunan bebatuan sehingga berdirilah bangunan candi Borobudur yang besar sekali.. dengan arsitektur yang sempurna..
    Karena itu nggak heran bila candi Borobudur termasuk dalam tujuh keajaiban dunia..

    Jadi sampai sekarang masih menjadi perdebatan ya tentang benar tidaknys penggunaan putih telur sebagai perekat bangunan candi..
    Iya ya meski ditemukan bentuk pengait batu.. bisa jadi putih telur juga menjadi alat bantu yang digunakan sebagai perekat susunan batu.. Ini semua masih menjadi teka teki ya brader?
    Oh iya satu pertanyaanku brader.. kalau candi fenomena yakni candi Borobudur itu apa pondasinya juga sudah diplester dengan semen ya brader? Karena bangunan candi bisa berdiri kokoh kuat dan gagah sampai sekarang.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuahahahhaaaaa ....!!
      Aku ngakak baca komentar sista !.
      Amazing banget ya kalo terbujti benar adanya namaku tercantum dk prasasti situs candi ....
      Okai,baiklah :)
      Kalo terbukti iya ...jangan kaget ya suatu saat lihat aku pake sanggul ala jaman Budha Sidharta Gautama yang eksotik itu ..
      Hehehe ...

      Sista, maksudku bukan pondasi candi yang diplester dengan semen tapi sekeliling atau antar celah candi diplester dengan semen ...Beda dengan menara Pisa Italia yang sekeliling badan menaranya diplester/dilapisi semen.
      Ntar kalo badan candi diplester semen gimana hasilnya ?
      Hehehe ...

      Aku pernah baca artikel jika pondasi candi fenomenal Borobudur dilengkapi dengan tatahan batu-batu besar yang juga dibentuk ada pengaitnya, termasuk dilengkapi saluran irigasi dengan sangat baik sehingga pondasi candi sangat kuat tidak pernah rubuh.
      Hebat ya arsitekturnya ...Bikin kagum !

      Delete
  9. Hahaha... Surprise ya kalau memang nama brader bener tertulis di prasasti sebagai keturunan dinasti wangsa Syailendra... dan dinobatkan Sebagai juru kunci? Hahahaha...!
    Dan kalau terbukti.. rambut brader bakal pakai sanggul yang digelung di atas kepala.? ala Budha jaman dahulu dan lengkap dengan kostumnya .. Ntar brader tugasnya sebagai juru kunci mengelilingi dan menjaga candi agar jangan sampai ada tangan - tangan yang merusaknya... Ntar brader terlihat dandan ala biksu dong? harus menjaga sikap dengan ekspreai terlihat serius.. Terus ntar jadinya kita nggak bisa ngobrol seru-seruan lagi dong? Hehehe..:)

    Ooh . kirain maksud brader itu pondasinya yang diplester semen.. ternyata bukan.. Melainkan sekeliling badan candi yang yang antar celah - celah tsb yang nggak diplester semen sama sekali.. Lain halnya dengan bangunan menara Pisa Italia yang sekeliling badannya sudah diplester semen.. meski badan menara di bagian atas masih terdapat celah - celah tapi akan tetap kuat karena dinding di bawahnya sudah diplester semen..
    Iya ya kalau bangunan berupa badan candi diplester semen semua? yang terjadi malah bukan bangunan yang berbentuk candi.. bakal aneh bentuknya dan berkurang nilai seninya.. I see.. I see...

    Oouw... Jadi candi fenomenal Borobudur.. pondasinya selain dengan batu-,batuan besar dengan pengaitnya.. pondasinya juga dilengkapi dengan saluran irigasi ya? Wouw..!! Iya hebat banget arsitektur bangunannya brader..! bangunan candi Borobudur sangat kokoh dan kuat dengan pondasi yang demikian. Canggih juga ya.. Siip.. Amazing Temple..:)
    Andai setiap candi di negara kita dibangun dengan teknologi seperti candi Borobudur ya brader? Pasti akan kuat tahan lama.. nggak khawatir bakal roboh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ....
      Tenang aja,sista ;)
      Meski kelak memang terbukti benar namaku tertulis di prasasti seperti yang sista bilang dan aku ditunjuk sebagai penjaga candi buat ngindarin vandalisme ...aku akan jadi penjaga candi ala jaman now .... tetap cengengesan ramah ngadepin tangan-tangan tak bertanggung-jawab.
      Kalo ngga mempan dihadapi pake senyuman ... kusuruh lari ngitari candi 1000 x + bersihin candi 5 tahun berturut2 tiap hari ... biar kapok !
      Hehehe ...

      Nah betul, sekeliling badan candi sangat berbeda dengan sekeliling badan menara Pisa.
      Celah badan menara Pisa tak akan mungkin terpisah secara satuan seperti candi, kecuali roboh total.

      Benar, tekhnologi penciptaan mahakarya candi Borobudur itu sangat luar biasa.
      Semuanya diperhitungkan dengan detil , termasuk bentuk keseluruhan candi yang ternyata juga berfungsi sebagai jam penunjuk waktu pada masanya.

      Delete
  10. Hahaha.. Iya ntar andaikan benar nama brader tertulis dalam prasasti sebagai juru kunci candi... Beneran ya? nanti brader nggak bersikap ja'im tapi sebaliknya akan bersikap seperti penjaga candi ala jaman now..! yakni bersikap bersahabat dan murah senyum kepada kita para pengunjung.. Brader akan bertugas mengelilingi candi setiap harinya dengan sikap yang hangat.. dan bila ternyata ada pengunjung-pengunjung yang nakal melanggar peraturan dan ketertiban yang ada.. tetapi dihadapi bukan dengan wajah yang angker.. tetap hadapi debgan wajah senyuman tapi dengan tindakan yang tegas..! Pengunjung-pengunjung usil tsb harus dikenakan hukuman lari mengelilingi bangunan candi sebanyak 1000X , Push Up 1000X dan mereka juga dihukum harus membersihkan semua bangunan candi setiap harinya selama 10 tahun.. Hahaha.. ! Iti sama aja dengan tahanan luar tapi harus di area candi.. Hehehe. Bener biar kapok..! Biar tahu rasa. ! Biar mereka berpikir lagi seribu kali bila hendak merusak candi yang menjadi cagar budaya dan keberadaannya telah diakui di dunia internasional.

    Meskipun menara Pisa Italia yang bangunannya miring dan cenderung dianggap lebih kuat dan kokoh dari candi karena badan bangunan menara Pisa sebagian sudah diplester semen.. Tapi tekhnologi bangunannya masih kalah ya brader dengan candi Borobudur yang dibangun dengan tekhnologi luar biasa pada jaman dinasti Syailendra dulu.. Karena badan candi Borobudur nggak ada yang diplester semen tapi sampai sekarang masih kuat dan kokoh berdiri... Really Amazing Temple..!
    Oh.ya? bentuk badan candi dipakai sebagai jam penunjuk waktu pada masa itu? Bagaimana kira-kira penjelasannya tentang hal itu brader?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ....
      Begitulah sikapku kalo aku jadi penjaga candi.
      Kesal kalo lihat vandalisme ada di tempat umum, terlebih di bangunan cagar budaya.
      Terkecuali memang ditempat yang disediakan buat nyalurin bakat kreasi lukisan coretan.

      Stupa terbesar dan terletak paling atas candi Borobudur pada jaman dahulu kala saat pembangunannya dirancang untuk melihat jam dengan mengandalkan bayangan lurus sinar matahari di katulistiwa.
      Pada saat matahari terbit tepat berada di timur garis dan terbenam tepat berada di barat garis.

      Delete
  11. Okelah.. kalau sikap brader nggak akan ja'im seandainya jadi penjaga candi tetap baik ramah tapi tetap tegas bagi yang melabggar peraturan.. Hehehe...
    Iya kalau lihat ada bangunan cagar budaya yang dicoret-coret oleh tangan-tangan orang yang nggak bertanggung jawab.. pasti akan sangat menjengkelkan.. Jadi orang-orang seperti begitu pantas dikenakan denda atau diberi hukuman karena merusak cagar budaya.
    Yup seharusnya hobi coret-coret tsb disalurkan ke tempat tersendiri yang telah disediakan untuk kegiatan mencoret atau menulis grafiti...

    Jadi badan candi yang digunakan sebagai penunjuk waktu itu adalah stupa yang terletak paling atas candi Borobudur.. Sebagai patokannya bayangan garis lurus matahari.. Sebelah timur garis untuk matahari terbit.. Sebelah barat garis untuk matahari terbenam..
    Pemikiran yang Smart untuk pembangunan candi Borobudur selain bagian bawah bangunan candi dilengkapi saluran irigasi.. bagaian stupa paling atas candi digunakan sebagai penunjuk waktu.. Jadi multifungsi.. Great..!:)

    ReplyDelete
  12. Betul,
    Mungkin ketrampilan grafiti bisa diterapkan di suatu tempat khusus seperti permainan warna suatu perkampungan yang ada di kota Malang dan kota Semarang itu ....
    Nah, untuk tampil beda bisa dibentuk kampung grafiti yang tentunya telah diberi ijin semua warga suatu perkampungan.
    Bisa jadi pemasukan warga juga kan jika dimanfaatkan dengan tiket berfoto untuk para traveller di salah satu spot grafiti unik misalnya .....


    Keren banget ya arsitektur candi Borobudur itu !
    Pantas kalau masuk sebagai 7 keajaiban dunia dan jadi magnet turis dari negara manapun.

    ReplyDelete
  13. Ooh brader juga tahu ya ada kampung warna warni di kota malang? Hehehe...
    Inspirasinya diambil dari kota Rio de Janeiro Brazil..
    Lokasinta nggak begitu jauh dari stasiun kereta api .. Kampung yang letaknya pas dipinggir sungai Brantas itu disulap menjadi kampung warna-warni yang juga menjadi tujuan wisata...
    Iya bener setuju dengan brader.. harusnya ada juga kampung yang dibuat sebagai kampung grafiti sebagai satu tempat khusus bagi orang-orang yang hobby mencoret-coret melukis grafiti.. Pasti akan menarik pengunjung dan tiket berfoto di lokasi juga sebagai pemasukan bagi warga yang bisa digunakan untuk biaya peerawatan pemeliharaan kampung grafiti.

    Iya memang keren arsitektur bangunan candi Borobudur..menjjadikan suatu nilai plus layak termasuk 7 keajaiban dunia dengan nilai budaya yang tinggi juga... menjadi daya tarik.wisatawan mancanegara..
    Amazing Borobudur Temple..!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menarik juga dikunjungi,ya kampung warna-warni Jodipan itu.
      Terlebih dekat dengan stasiun kereta api,memudahkan traveller berkunjung disana.

      Aku tau kampung Jodipan ini, setelah itu menyusul kampung warna-warni di Semarang.

      Delete
    2. Iya cukup menarik kampung warna warni Jodipan. Iya letaknya hanya beberapa meter dari stasiun kereta api kota baru... kampung warna warni Jodipan tsb terletak di bawah jembatan.. dan lokasi rumah warna warni ini lokasinya pas di pinggiran sungai brantas ..
      Di Semarang juga ada ya brader? Bagaimana lokasi kampung warna warni yang ada di Semarang brader?

      Delete
  14. Menuju candi dan utk bisa melihat bukit giyanti darimana masuknya mas ? Apakah jauh dari jalur pendakian gunung Sumbing via garung ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan melalui jalur pendakian via Garung,kak Desi.

      Menuju candi ini dan bisa melihat dari dekat bukit Giyanti di rute perjalanannya melalui jalan wilayah Windusari - Bandongan.
      Kalau dari arah kota Magelang melalui jalan wilayah Kalibening.

      Rutenya ... aku yakin buat kak Desi yg sudah terbiasa trekking di banyak pegunungan, ke rute ini ngga ada arti kesulitannya 😁

      Cuman, ada 1 tikungan yg terbilang curam di dekat desa sebelum dan sekembali dari candi.
      Kendaraan harus ekstra hati2 melaluinya,terutama di musim penghujan.

      Delete
  15. Trip ke Candi Selogriyo kayanya menantang dan banyak spot yang asik yaaa kak Himawant.. Pengen banget nanti suatu saat kesana.. Semoga ada rezeki dan waktu kesana ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin,aku doakan kak Vika dan keluarga kesampaian travelling ke lokasi2 wisata di sekitaran Magelang ya.

      Pemandangan alam di lokasi ini apik sih,kak.
      Masih alami, juga udaranya sejuk dingin.

      Delete