Wednesday, January 31, 2018

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pesona kharisma budaya Jawa

Area Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang dibuka untuk tujuan wisata terbagi menjadi 2 area, yaitu :

  • Tepas Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta meliputi area Pagelaran - Siti Hinggil
  • Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat meliputi area Sri Manganti - Kedhaton
Pembagian area tujuan wisata dengan pintu masuk dan harga tiket berbeda itu, bukan tanpa alasan.
Batas antara area Pagelaran - Siti Hinggil dan Sri Manganti - Kedhaton dibatasi oleh pintu gerbang bernama Regol Brojonolo.


Trip Of Mine
Gerbang Regol Brojomolo

Pintu gerbang berukuran tinggi besar dengan bukaan dua daun pintu kayu jati berwarna hijau tua ini kesehariannya memang selalu dalam keadaan terkunci, tidak dapat dilalui oleh siapapun.
Pintu gerbang Regol Brojonolo hanya dibuka 3 kali dalam setiap tahun dipergunakan untuk keperluan acara resmi kerajaan, Garebeg dengan mengusung Gunungan dan dilalui oleh iring-iringan seluruh Bregodo Prajurit Keraton.

Trip Of Mine
Gapura Regol Brojonolo

Lokasi loket tiket Tepas Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta berada di depan alun-alun utara, tepatnya di sebelah barat Siti Hinggil, menempati sebuah bangunan yang berada di sebelah komplek Pratjimosono.

Trip Of Mine
Loket Tepas Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta

Sedangkan lokasi tiket Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat berada di komplek area Kagungan Dalem Keben, melalui Jalan Rotowijayan berada di samping halaman parkir area Pagelaran dan setelahnya melalui Jalan Kemitbumen.
Jarak kedua lokasi penjualan tiket masuk tidak begitu jauh untuk ditempuh, cukup dengan berjalan kaki seperti yang kulakukan pada pagi hari itu.

Trip Of Mine
Loket Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta Hadingrat


Tepas Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat

Dalam area wisata di Tepas Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta ini, kalian dapat melihat kemegahan arsitektur bangunan Keraton  :

• Pagelaran  


Trip Of Mine
Pagelaran

Merupakan bangunan utama dan bangunan terdepan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Terletak tepat di sebelah selatan alun - alun utara dan terlihat sejajar garis lurus dengan jalan legendaris Malioboro.
Pada jaman dahulu Pagelaran merupakan tempat untuk para punggawa Kasultanan menghadap Sri Sultan pada saat upacara resmi kerajaan, saat ini Pagelaran tetap difungsikan sebagai tempat upacara adat keraton dan tempat pertunjukan kesenian untuk event pariwisata.
Awalnya Pagelaran  ini bertiang 63 buah, kemudian pada tahun 1865 bangunan disempurnakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VIII, diantaranya penggantian 4 tiang menjadi 8 buah pilar besar dan bagian atas gerbang bagian luar ditambahi hiasan relief 5 lebah dan biawak yang artinya bangunan Pagelaran telah diselesaikan dengan sempurna.
Di bagian depan Pagelaran dilengkapi dengan 2  Bangsal Pemandengan yang kini salah satunya digunakan untuk kios souvenir khas Keraton dan Jawa-Tengah.
Di sebelah barat dan timur Pagelaran terdapat 2 bangsal besar yang dinamakan Bangsal Pasewakan atau pengapit, saat ini kedua bangsal beratap susun dipergunakan untuk museum.
Bermacam ragam koleksi busana yang dikenakan oleh para abdi dalem dan seragam prajurit Keraton menempati Bangsal Pasewakan sebelah timur, sedangkan Bangsal Pasewakan sebelah barat ruang display diorama tentang prosesi adat perkawinan agung putri raja dilengkapi dengan ranjang pengantin lengkap dengan kelambu.
Sayangnya, display museum menarik ini tertutup rapat dinding kaca keseluruhannya, jadi hasil gambar foto tidak sempurna,terlihat pantulan cahaya dari kaca.
Di bagian barat Bangsal Pasewakan bagian timur terdapat 2 bangsal kecil yang dinamakan Bangsal Pengrawit yang dahulu digunakan oleh Sri Sultan melantik seorang Patih.

Relief  perjuangan Pangeran Mangkubumi dan relief perjuangan Sri Sultan Hamengku Buwono IX 


Trip Of Mine
Relief perjuangan pangeran Mangkubumi

Terletak memanjang berada di belakang Pagelaran dan berada di tembok panjang kiri dan kanan halaman.
Relief sebelah kiri menceritakan perjuangan pangeran Mangkubumi yang kemudian menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono I atau pendiri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Relief sebelah kanan menceritakan perjuangan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sejak jaman penjajahan sampai penyerahan kedaulatan.

Bangsal Pacikeran 

Merupakan 2 bangunan bangsal kecil di kanan dan kiri yang digunakan oleh abdi dalem Singonegoro dan Mertolutut (sebutan abdi dalem Keraton yang merangkap sebagai algojo).

•  Siti Hinggil

Terletak berada di sebelah selatan Pagelaran.
Siti Hinggil memiliki arti tanah yang lebih tinggi.
Dipergunakan sebagai tempat penobatan raja - raja Keraton Kasultanan Yogyakarta, tempat pisowanan Agung.
Tanggal 17 Desember 1949 dipergunakan sebagai tempat pelantikan Ir.Soekarno sebagai presiden RI.
Berada di komplek Siti Hinggil terdapat bangunan bernama Tarub Agung yang dipergunakan oleh para pembesar - pembesar yang menantikan kedatangan rombongannya untuk bersama - sama masuk ke dalam Keraton.
Tarub Agung merupakan bangunan khas Jawa dengan ukuran empat persegi, memiliki 4 tiang besi yang menyangga atapnya.
Di sisi timur halaman Siti Hinggil  terdapat bangunan Bangsal Balebang dan Bale Angun - angun di sebelah barat.
Bangsal Balebang kini difungsikan sebagai ruang pamer museum berupa foto lukisan dan keterangan koleksi kereta kencana kerajaan dan deretan foto acara resmi Keraton.
Bale Angun - angun digunakan sebagai museum berupa seperangkat gamelan, koleksi foto lukisan Sri Sultan Hamengku Buwono dari masa ke masa pemerintahan, diorama latihan perang dan foto Gunungan.

Trip Of Mine
Tratag Siti Hinggil


• Bangsal Kori 

Berada di sebelah timur dan barat Tarub Agung.
Dipergunakan oleh abdi dalem berjaga atau caos untuk menyampaikan pesan permohonan dari rakyat untuk Sri Sultan.

Bangsal Agung Siti Hinggil


Trip Of Mine
Bangsal Agung Siti Hinggil

Merupakan tempat singgasana Sri Sultan, tempat penobatan sultan - sultan Mataram dan tempat upacara Pisowanan Agung diadakan pada hari Garebeg.
Di bagian tengah Bangsal Agung Siti Hinggil terdapat 2 bangunan bernama Bangsal Manguntur Tangkil dan Bangsal Witono.
Di tengah bangunan Manguntur Tangkil terdapat batu berbentuk persegi yang dinamakan Selo Gilang yang digunakan untuk meletakkan singgasana Sultan pada acara penobatan.
Bangsal Witono berada di belakang Bangsal Manguntur Tangkil, digunakan untuk tempat meletakkan pusaka utama Keraton pada acara penobatan raja dan pada acara Garebeg Mulud.

Trip Of Mine
Manguntur Tangkil

Regol Brojonolo 

Regol Brojonolo adalah pintu gerbang berukuran tinggi besar merupakan pintu penghubung antara halaman Siti Hinggil Lor dan halaman Kemandungan Lor di sebelah selatannya.
Untuk tiba berada di Regol Brojonolo sebelumnya melewati tembok tinggi dan tebal bernama Renteng Mentok Baturono.


Trip Of Mine
Gapura Regol Brojonolo dan dinding tembok Cepuri

Dan dari batas pintu gerbang Regol Brojonolo inilah area wisata Tepas Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta diakhiri.
Untuk keluar area Keraton kalian melewati kembali pintu masuk Pagelaran.


Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat


Trip Of Mine
Makara raksasa

Berada di area Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta, dimulai dari area masuk Gapura dan halaman Keben yang terdapat gerbang Regol Brojonolo dan Bangsal Ponconiti sampai memasuki area Keraton sehari - hari, kompleks Kamandhungan Lor dan Gedhong Kaca akan dijumpai balairung - balairung mewah Bangsal Sri Manganti yang digunakan untuk pementasan seni budaya Jawa, Bangsal Trajumas digunakan untuk menyimpan seperangkat beberapa gamelan sakral Keraton, kompleks Kedhaton yang halamannya ditutupi oleh pasir hitam yang didatangkan khusus dari pantai Parangkusumo, Museum yang menyimpan berbagai koleksi batik,busana kebesaran kerajaan,perlengkapan fotografi kuno milik Sri Sultan Hamengku Buwono dan masih banyak lagi lainnya.

Ada satu hal yang unik ..... kulihat ada satu sumur berada di dalam museum batik. Dan didasar sumur itu dipenuhi uang koin dalam jumlah sangat banyak. Ternyata keberadaan sumur itu pernah dipercaya dengan memasukkan uang kedalamnya maka akan lancar usahanya ..... Namun, tindakan itu sekarang tidak diperkenankan oleh pihak Keraton.
Selain menyaksikan kemegahan bangunan Keraton, menyaksikan keindahan seni budaya Jawa yang tetap dilestarikan, mengagumi koleksi-koleksi yang ada .....

Trip Of Mine
Regol Donopratopo dan sepasang arca raksasa Dwarapala.
Di sebelah timur bernama Cingkarabaka dan di sebelah barat bernama Balaupata

Trip Of Mine


Trip Of Mine
Bangsal Sri Manganti
Tempat pementasan seni

Trip Of Mine
Bangsal Trajumas
Tempat meletakkan gamelan - gamelan keramat Keraton

Trip Of Mine

Trip Of Mine
Gedhong Kaca

Trip Of Mine
Interior mewah Gedhong Kaca

Trip Of Mine
Salah satu ruangan museum

Trip Of Mine
Tandu yang pernah dipergunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII

Trip Of Mine
Lukisan Sri Sultan Hamengku Buwono dan beberapa simbol Keraton seperti : Dampar Kencana dan Capuri

Kursi jati berprada peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono VII

Trip Of Mine
Koleksi foto dan kain di salah satu ruangan museum
Trip Of Mine
Prasasti Tionghoa - Jawa.
Prasasti yang menandakan hubungan akrab dan harmonis antara Tionghoa dan Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, khususnya dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX
Trip Of Mine
Gedhong Jene dan Gedhong Purworetno.
Gedhong Jene merupakan tempat tinggal resmi raja yang bertakhta.
Gedhong Purworetno merupakan satu - satunya bangunan gedung bertingkat di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, fungsinya sebagai kantor resmi Sri Sultan Hamengku Buwono X


 ... Kita juga akan merasa dibawa dalam atmosfer berbeda dalam keseharian kita dengan menemui pemandangan aktivitas para abdi dalem Keraton lengkap dengan busana Jawa dan pelengkapnya bertugas disana.
Sangat mengesankan.

Trip Of Mine
Area menuju museum batik Keraton



Nama - nama raja yang pernah berkuasa di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

  • 1755 - 1792 Sri Sultan Hamengku Buwono I atau Pangeran Mangkubumi Bendara Raden Mas Sujono pendiri dan pembangun Keraton Yogyakarta
  • 1792 - 1828 Sri Sultan Hamengku Buwono II Raden Mas Sundoro
  • 1810 - 1814 Sri Sultan Hamengku Buwono III Raden Mas Surojo
  • 1814 - 1822 Sri Sultan Hamengku Buwono IV Gusti Raden Mas Ibnu Jarot
  • 1823 - 1855 Sri Sultan Hamengku Buwono V Gusti Raden Mas Gatot Menol
  • 1855 - 1877 Sri Sultan Hamengku Buwono VI Raden Mas Mustojo
  • 1877 - 1921 Sri Sultan Hamengku Buwono VII Raden Mas Murtejo
  • 1921 - 1939 Sri Sultan Hamengku Buwono VIII Gusti Raden Mas Sujadi
  • 1940 - 1988 Sri Sultan Hamengku Buwono IX Gusti Raden Mas Dorojatun
  • 1989 - sekarang Sri Sultan Hamengku Buwono X atau KGPH Mangkubumi Bendara Raden Mas Herjuno Darpito

Sejarah singkat Karaton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat 

Setelah kesepakatan Perjanjian Giyanti atas campur tangan pihak VOC pada tahun 1755 , Kerajaan Mataram Islam terbagi menjadi 2 kerajaan besar, yaitu :

  • Keraton Kasunanan Surakarta dipimpin oleh Susuhunan Pakubuwana II
  • Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I

Bangunan Karaton ( Istilah Karaton dari bahasa Jawa kuno, memiliki arti yang sama dengan Keraton atau Kerajaan ) adalah salah satu perlambang identitas kerajaan, pusat pemerintahan, pusat budaya dan rumah kediaman raja  dan keluarganya.
Bangunan megah Keraton Ngayogyakarta dirancang bangun oleh Pangeran Mangkubumi ( kelak menjadi gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I ) pada tahun 1755 beberapa bulan setelah Perjanjian Giyanti, yang juga merupakan perancang bangunan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Antara bangunan Keraton Kasultanan Hadiningrat Ngayogyakarta dan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memiliki kharisma agung dengan pola dasar tata ruang, nama - nama bangunan dan nama elemen pendukung yang sama antara keduanya.
Selain mendirikan kedua bangunan agung dan megah Keraton tersebut, Pangeran Mangkubumi juga membangun Tugu Pal Putih yang kini lebih dikenal dengan nama Tugu Yogya, benteng Vredeburg dan pesanggrahan Taman Sari atau water castle.

Keraton Ngayogyakarta terletak berada di pusat kota Yogyakarta dan dirancang dengan sangat cermat berada satu garis lurus dengan gunung Merapi, Tugu , laut selatan Parangkusumo dan bangunan Keraton berada ditengahnya.
Rancang bangun filosofis garis lurus imajiner ini menggambarkan gunung Merapi merupakan garis vertikal hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, Keraton berada di bagian tengah yaitu sebagai penyeimbang antara keduanya dan pantai Parangkusumo merupakan garis horizontal hubungan antar manusia.


Lokasi :
Jalan. Rotowijayan Blok No.1
Panembahan,Kraton, kota Yogyakarta

Tiket :
• Lokal Rp. 7.000
• Mancanegara Rp. 12.500
• Ijin membawa kamera Rp. 1.000
( Harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah )

Info tambahan :
Jadwal pertunjukan seni di Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat =

• Senin dan Selasa 10.00 - 12.00 seni Gamelan
• Selasa Wage lomba panahan Jemparingan
• Rabu 09.00 - 12.00 seni Wayang Golek
• Sabtu 09.00 - 13.00 seni Wayang Kulit
• Minggu 19.00 - 12.00 seni Tarian

Tips trip ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat :

Gunakanlah pakaian yang sopan sesuai dengan adat ketimuran berada di dalam lingkungan Keraton.
• Patuhi peraturan yang ditetapkan, seperti : memperhatikan batas area yang diperbolehkan atau tidak untuk dimasuki, berfoto diri dengan tidak membelakangi para abdi dalem yang sedang bertugas atau caos.
•  Persiapkan baterai kamera dengan baik untuk melengkapi dokumentasi kenangan berfoto di bangunan-bangunan megah, koleksi kerajaan dan kesenian.


Tuesday, January 23, 2018

Taman Bunga Celosia ~ spot miniatur ikonik negara

Berada di kawasan perkebunan sentra tanaman hias bunga potong wilayah Jawa-Tengah dan berjarak sekitar 3,4 kilometer dari pasar bunga dan sayur mayur Bandungan terdapat wisata kekinian berupa taman aneka jenis bunga berwarna-warni menghiasi areanya dan dilengkapi miniatur bangunan ikonik beberapa negara yang keren untuk berfoto disana.
Namanya Taman Bunga Celosia.


penuh warna di taman bunga celosia
Taman Bunga Celosia beraneka warna


Menempati area bekas ladang bunga potong garbera yang cukup luas ini, kini lahan disulap jadi area travelling yang menyenangkan dan recommended buat liburan kalian bareng seluruh keluarga.

Keceriaan berada di lokasi telah mulai terlihat dari gapura terbuat dari besi dan deretan pagar kayu unik berbentuk pensil berukuran besar yang dipoles cat beraneka warna.
Tak salah kalau spot masuk area ini jadi rebutan giliran mengantri buat berfoto.
Bentuk pagarnya yang unik berwarna-warni dan gapuranya terpampang papan tulisan nama lokasi menarik minat traveller mendokumentasikan kenangan liburan di lokasi yang searah dengan rute perjalanan ke arah candi Gedongsongo ini.
Tak hanya sampai disitu, spot-spot berfoto lain yang berada di dalam area juga juga tak kalah sepi antrian traveller untuk untuk berfoto memilih sudut pengambilan gambar sesuai yang diinginkan.


pagar kayu berwarna taman bunga celosia
Pagar kayu unik berbentuk pensil warna-warni


Bangunan terdepan di dalam area yang terlihat dari jalan raya dan paling mencolok mudah dikenali karena ketinggiannya adalah deretan tiang baling-baling yang mengesankan seolah kita benar-benar sedang liburan berada di tengah area perkebunan di negara-negara Eropa.
Meski duplikat, tapi kincir baling-baling yang terletak diatas tiang itu sungguhan berfungsi, berputar menghasilkan angin.
Unik, ya ...


spot kincir baling-baling taman bunga celosia
Spot kincir baling-baling

kebun bunga spot kincir baling-baling taman bunga celosia
Kebun bunga di spot kincir baling-baling


Berseberangan dengan lokasi deretan tiang baling-baling, spot unik berikutnya tokoh ikan berkepala singa, si Merlion ikonik negara tetangga Singapore.
Pancuran air dari mulut si Merlion ditampung di sebuah kolam bulat yang berada didepannya.
Lingkaran kolamnya ditanami bermacam tanaman hias.

  "Aku amati banyak traveller bergaya kreatif saat berfoto di depan patung Merlion. Ada yang berpose dengan mulut terbuka lebar seolah sedang menelan langsung kucuran air mengalir dari mulut si Merlion ...... hehehe ... 
Kalian akan nyoba berpose seperti itu ? "

merlion spot ikonik negara Singapore
Spot ikonik negara Singapore, Merlion


Berdekatan dengan spot ikonik negara Singapore, spot berikutnya taman dinding nama lokasi wisata dan spot ..... hujan payung dan bola berwarna-warni.

taman bunga celosia bandungan

Ahaaa !, spot ini terlihat atraktif ....
Puluhan payung dan bola bermacam aneka warna digantung dan diikat dengan benang senar transparant, sesekali bergoyang tertiup angin seperti terlihat sedang menari-nari.
Spot ini warnanya terlihat sangat kontras di layar kamera, cakep !.

penuh warna spot hujan payung dan bola taman bunga celosia
Spot hujan payung dan bola warna-warni


Tak jauh dari situ, spot kincir angin ikonik negara bunga tulip, Belanda yang berseberangan dengan spot rumah jamur.
Bangunan spot kincir angin Belanda ini terlihat makin menarik dilihat dan jadi latar belakang berfoto dari halaman tangga didepannya yang dilengkapi taman bunga di kanan kirinya.

kincir angin ikonik negara Belanda taman bunga celosia
Spot ikonik negara Belanda

Spot rumah jamur dibuat layaknya dalam cerita dongeng anak-anak, dilengkapi gambar pintu seolah bisa dibuka.
Samping halaman spot rumah jamur berupa gundukan tanaman seperti bukit mini, tanpa tanaman bunga sama sekali, hanya berupa hamparan rumput hijau menutupi gundukan.
Dan ternyata itu adalah ......
Atap spot rumah hobbit yang berada di area bawah spot rumah jamur.

rumah jamur taman bunga celosia
Spot rumah jamur

rumah hobbit taman bunga celosia
Spot rumah hobbit


Spot rumah khas kaum hobbit yang berlubang-lubang ditanah itu bangunannya unik .... dilengkapi dengan 2 tokoh kurcaci seperti di film snow white berada didepannya.

Miniatur ikonik berikutnya dari negara yang terkenal keromantisannya, Perancis.
Duplikat menara Eiffel ini dibuat dari kerangka besi dan bisa dinaiki sampai tingkat ke 2.
Tapi jangan bayangkan ada lift sungguhan seperti yang ada di menara ternama itu, ya ......

spot menara Eiffel dan bunga silverdust taman bunga celosia
Spot ikonik negara Perancis, Eiffel

Selain liburan seru-seruan berfoto di spot ikonik, kita bisa mengenal ragam bentuk tanaman bunga hias yang mungkin diantara kita belum pernah mengenalnya.
Di area ini terdapat tanaman, diantaranya :

trip of mine

trip of mine

trip of mine

trip of mine


Tak ada salahnya di kebun area wisata kekinian ini kita menjajal sensasi memetik bunga sendiri dari tanamannya dengan beaya terjangkau setiap 1 tangkai bunganya, seperti yang kulakukan saat itu.

menjajal serunya petik bunga sendiri di taman bunga celosia
Sensasi petik bunga sendiri langsung dari tanamannya


Setelah lelah mengitari area taman, kita bisa leyeh-leyeh di beberapa joglo sembari menikmati secangkir minuman atau camilan yang dijajakan di warung traditional di dalam area ditemani udara gunung Ungaran yang sejuk dingin.

Sebenarnya nama bunga yang dijadikan nama lokasi wisata itu bunga apa,sih ?

Mungkin sebagian dari kita kurang mengenali nama bunga Celosia, tapi kalau menyebut bunga jengger ayam ... ,
pasti hampir semua dari kita langsung mengenalinya bunga satu ini, kan ?.
Nah, bunga Celosia itu tak lain tak bukan adalah bunga Jengger ayam.
Bentuknya bunganya yang khas mirip sebuah jengger yang berada di atas kepala ayam mudah untuk dikenali kita semua.
Bunga celosia ini merupakan keluarga bayam-bayaman dan cukup digemari sebagai bunga hias karena kesanggupannya bertahan beberapa hari dan pilihan warnanya yang bervariatif mulai dari pink, ungu, kuning, merah dan campuran warna dalam 1 tangkai bunga.
Ketinggian tanamannya mencapai sekitar 1 meter dan bentuk daunnya memanjang ke arah ujung batang.
Cocok pula sebagai tanaman pekarangan rumah.

trip of mine
Ini dia tampilan bunga celosia, keren kan ?



Lokasi :
Jl. Gedongsongo, Bandungan

Tiket :

• Rp. 10.000 ,_
• Rp.   2.000 ,_ / 1 tangkai bunga yang dipetik
( Harga tiket sewaktu-waktu dapat berubah )

Jam operasional :

08.00 - 17.00

Tips berlibur di taman bunga Celosia :

  • Gunakan alas kaki atau sepatu yang nyaman.
  • Siapkan beberapa kostum berganti untuk berfoto di tiap spot ikonik yang berbeda jika menginginkan kesan seolah sedang berlibur di banyak negara.
  • Sebagian besar area berupa tanah, perhatikan jalan licin sewaktu berlibur di musim penghujan.






Thursday, January 18, 2018

Jelajahi Alam Eksotik Gedongsongo

Candi Gedongsongo merupakan komplek bangunan candi peninggalan agama Hindu yang tersebar di beberapa titik lokasi dan didirikan secara berderet dari bukit terbawah hingga bukit teratas mengikuti kontur lereng pegunungan.
Komplek percandian yang memikat dan berpanorama alam indah ini berada di kaki gunung Ungaran dengan ketinggian 1200 mdpl.
Tepatnya di desa Tarum, kelurahan Candi, kecamatan Bandungan, kabupaten Semarang.
Nama Gedongsongo berasal dari bahasa Jawa Tengah, gedong artinya bangunan dan songo artinya sembilan, jadi bisa diartikan sebagai sembilan bangunan candi.

Komplek percandian Gedongsongo dibangun pada abad VIII Masehi oleh Wangsa Sanjaya dari kerajaan Mataram kuno, namun juga diperkirakan dibangun oleh Ratu Sima yang merupakan raja Jawa pertama sebagai altar pemujaan dewa dan sebagai sarana bersemedhi untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang ia hadapi.

Dilihat dari pemilihan lokasi pendirian komplek candi yang berada di ketinggian kaki gunung, bentuk candi dan reliefnya yang menunjukkan adanya percampuran antara budaya asli Indonesia dan budaya India, berada di dekat kawah belerang dan tak begitu jauh dari lokasi danau diperkirakan komplek candi Gedongsongo dibangun pada masa yang sama dengan masa pendirian komplek percandian Dieng, kabupaten Wonosobo.
Pendirian lokasi candi berada di kaki gunung dan dibangun secara berderet menunjukkan kepercayaan dalam agama Hindu bahwa gunung adalah tempat bersemayam para dewa dewi, semakin tinggi suatu tempat pendirian candi maka candi akan semakin suci keberadaannya.

trip ke gedongsongo siap kumulai
Trip siap dijelajahi


Riwayat penemuan dan pemugaran komplek candi Gedongsongo


  • 1740  pertamakali candi diketemukan oleh Joan Gideon Lotten, seorang pejabat administrasi Belanda dan bekerja di Semarang
  • 1804 komplek percandian di dokumentasikan oleh sir Thomas Standford Raffles dengan nama Gedong Pitoe karena saat itu hanya diketemukan 7 kelompok bangunan candi
  • 1925 Van Braam membuat catatan publikasi
  • 1885 Friederich dan Hoopermans menulis artikel tentang keberadaan candi
  • 1908 Van Stein Callenfels melakukan penelitian ulang lokasi dan menemukan 2 bangunan candi tambahan. Dengan adanya penemuan 2 tambahan candi, jumlah keseluruhan candi menjadi 9 dan dinamakan dengan candi Gedong Songo
  • 1910 Knebel melakukan inventarisasi temuan ke Dinas Purbakala Belanda
  • 1916 Dilakukan penelitian oleh Dinas Purbakala Belanda
  • 1928 - 1929 Pemugaran candi Gedong I
  • 1930 - 1931 Pemugaran candi Gedong II
  • 1977 - 1983 Pemugaran candi Gedong III, candi Gedong IV dan candi Gedong V oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala
  • 2009 Pemugaran candi Perwara c1, candi Perwara c2 dan pemetaan ulang candi Gedong IV

5 komplek candi Gedongsongo yang dapat dijelajahi

Berikut keberadaan kelima komplek candi Gedongsongo yang dapat kalian jelajahi, keempat candi berikutnya berada di dalam lahan hutan milik PT. Perhutani yang memerlukan perijinan terlebih dahulu untuk memasukinya :

● Candi Gedong I

Bangunan candi menghadap ke arah timur, berukuran sedang, berbentuk persegi panjang dengan tinggi sekitar 4 - 5 meter, merupakan bangunan candi utuh tanpa adanya candi Perwara atau candi penjaga.
Memiliki batur atau kaki candi setinggi sekitar 1 meter berhiaskan pahatan relief sulur dan bunga disekelilingnya.
Terdapat tangga kecil dan pintu masuk menuju ke bilik atau ruang dalam candi.
Bagian luar bangunan candi tampil polos tanpa hiasan relief, hanya dihiasi dengan pahatan bunga sederhana.

penampilan candi gedongsongo 1
Candi Gedong I

tampilan depan candi gedongsongo 1
Tangga dan pintu candi Gedong I

taman asri candi gedongsongo


● Candi Gedong II

Bangunan candi menghadap ke arah timur, berukuran sedikit lebih besar dari candi Gedong I, berbentuk bujur sangkar dengan luas sekitar 2,2 meter dan tinggi 1 meter.
Memiliki batur dan diatas batur terdapat selasar mengelilingi candi.Terdapat tangga dan pintu masuk menuju ruang dalam candi.
3 bangunan luar candi terdapat relung kecil yang berfungsi untuk meletakkan arca dibagian dalamnya. Masing-masing relung dihiasi relief Kalamakara terletak di bagian atas dan 2 kepala naga di bagian bawahnya.
Di lokasi candi Gedong II ini terdapat candi Perwara yang hanya berupa tumpukan reruntuhan bangunan candi.

tampilan candi gedong 2
Candi Gedong II


jalur setapak candi gedong 2
Candi Gedong II dari jalur setapak


● Candi Gedong III

Komplek candi Gedong III terdiri dari 3 bangunan candi. 2 candi utama menghadap ke arah timur dan candi Perwara berbentuk candi kecil menghadap ke arah barat.
2 candi utama yang hampir memiliki bentuk kembar namun berbeda ukuran bangunan, masing - masing memiliki anak tangga dan pintu masuk menuju bilik.
Sedangkan candi Perwara yang berfungsi sebagai ruang penyimpanan tidak memiliki anak tangga.
Bagian dinding luar candi dihiasi relung untuk meletakkan arca, diantaranya arca Siwa dengan memegang gada di tangan kanannya, arca dewi Durga bertangan 10 dan arca Ganesha mitologi dewa setengah manusia dan hewan gajah.

tiga bangunan candi gedong 3
Keseluruhan candi Gedong III


tampilan depan candi gedong 3 ke 1
Candi Gedong III ke 1



tampilan candi gedong 3 ke 2
Candi Gedong III ke 2


candi perwara candi gedong 3
Candi Perwara Gedong III



relief arca dewi durga mahisasura mardini
Dewi Durga


relief arca ganesha
Ganesha


relief arca resi agastya
Resi Batara Guru Agastya


● Candi Gedong IV

Bangunan candi menghadap ke arah timur. Terdapat tangga dan pintu masuk menuju ke bagian dalam candi. Bagian luar bangunan candi terdapat relung untuk meletakkan arca, namun sangat disayangkan arca sudah mengalami banyak kerusakan.
Komplek candi Gedong IV dikelilingi oleh beberapa candi Perwara yang hanya berupa sisa reruntuhan bangunan candi.

tampilan candi gedong 4
Candi Gedong IV

tampilan tangga dan pintu candi gedong 4
Tangga dan pintu candi Gedong IV

reruntuhan candi perwara candi gedong 4
Candi Perwara Gedong IV


● Candi Gedong V

Bangunan candi menghadap ke arah timur.
Terdapat tangga dan pintu masuk menuju ke bilik atau bagian dalam bangunan candi.
Bagian luar bangunan candi terdapat arca Ganesha.
Komplek candi Gedong V juga dikelilingi oleh beberapa sisa reruntuhan candi Perwara.

tampilan candi gedong 5
Candi Gedong V


menaiki tangga candi gedong 5
Tangga dan pintu candi Gedong V

susunan reruntuhan candi perwara candi gedong 5
Beberapa susunan reruntuhan candi Perwara Gedong V

danau rawa pening dari candi gedong 5
Danau Rawa Pening terlihat jelas dari lokasi candi Gedong V

candi gedong 4 dilihat dari candi gedong 5
Candi Gedong IV dilihat dari halaman candi Gedong V


Sekilas gunung Ungaran

Meski belum dilakukan penelitian secara akurat dan tidak ada bukti catatan sejarah pernah terjadi erupsi vulkanologi, gunung Ungaran diduga merupakan gunung api purba yang pernah aktif bererupsi pada jaman purba dahulu kala.
Dan saat ini diperkirakan sedang berada dalam masa tidur panjang aktivitas vulkanologinya.
Hal ini diperkuat dengan adanya lokasi sumber mata air panas mengandung belerang di kaki gunung Ungaran, tempat komplek candi Gedongsongo berdiri.
Semburan kuat kawah uap belerang itu berada di jalur candi Gedong III dan candi Gedong IV. Aliran air panas belerang dari perut bumi sebagian dialirkan ke sebuah kolam pemandian yang berjarak sekitar 10 meter dari kawah.
Pemandangan di sekitar kawah terlihat memukau, berupa cekungan besar memanjang dan sebagian lereng berwarna hitam akibat tingginya temperatur panas kawah.

kawah belerang gedongsongo
Kawah uap belerang

semburan uap kawah belerang gedongsongo
Semburan uap kawah .....
Sesekali tekanannya besar menjulang tinggi !

cekungan kawah gedongsongo
Pemandangan spektakuler cekungan kawah

Hutan gunung Ungaran merupakan habitat alami beberapa fauna, diantaranya : kijang, luwak, babi hutan, burung kutilang dan burung elang Jawa yang mulai langka keberadaannya.

" Dan aku termasuk yang beruntung, kedatanganku di pagi hari tiba di lokasi aku melihat seekor burung elang Jawa terbang bebas melayang-layang di atas langit gunung Ungaran ... Berwarna hitam, berukuran cukup besar dan sesekali mengeluarkan suara nyaringnya "

Legenda gunung Ungaran

Masyarakat setempat secara turun menurun meyakini bahwa gunung Ungaran adalah merupakan tempat menimbun tubuh raksasa Dasamuka berwajah 10.
Pertempuran besar dan sengit terjadi antara Dasamuka yang diperkuat dengan pasukan bala tentaranya melawan dewa Rama yang dibantu oleh kera putih Hanoman dengan pasukan keranya.
Pertempuran terjadi sebagai upaya Rama memperebutkan kembali istrinya, dewi Sinta dari tangan Dasamuka sang penculik.
Dalam pertempuran itu beberapakali tubuh Dasamuka dilukai oleh berbagai senjata dewa Rama, namun Dasamuka tak kunjung menemui ajalnya.
Ditengah pertarungan yang semakin sengit terjadi, Hanoman dengan kesaktiannya mengangkat sebuah gunung untuk segera menimbun tubuh raksasa Dasamuka yang membuat Dasamuka tidak dapat berkutik lagi dan selamanya tubuh Dasamuka tertimbun di gunung yang kini bernama gunung Ungaran tempat komplek percandian Gedongsongo berada.
Sedangkan Hanoman sang penakluk Dasamuka dipercaya hingga kini bersemayam di gunung Telomoyo yang berada di seberang gunung Ungaran untuk mengawasi tubuh Dasamuka yang tertimbun gunung jika sewaktu - waktu bangkit.
Kawah dengan kepulan asap tebal dan berbau menyengat khas aroma belerang diyakini oleh warga sebagai lokasi penimbunan tubuh Dasamuka.
Semasa hidupnya raksasa Dasamuka memiliki kegemaran dengan minuman - minuman keras dan setelah tubuhnya tertimbun tanah berada di lokasi kawah seringkali air panas kawah bertambah menggelegak dan menimbulkan gempa kecil jika terdapat warga atau pengunjung yang tidak mentaati peraturan untuk tidak membawa minuman keras ke lokasi, pertanda tubuh Dasamuka bergerak dan nafsu Dasamuka telah bangkit karena mencium adanya aroma minuman keras.

Selain wisata budaya mengenal sejarah candi purbakala, apa saja yang bisa ditemui di area candi Gedongsongo ?

● Pilihan trekking atau berkuda

Berjalan menyusuri area wisata dengan latar belakang pemandangan rimbunnya hutan dan penataan taman yang indah untuk menuju ke satu lokasi candi ke lokasi candi berikutnya atau dengan mengendarai kuda tunggang bisa jadi pilihan jika dirasa kelelahan mengitari seluruh area.
Jalur pengunjung berjalan kaki dan jalur berkuda ditempuh dengan jalur berbeda, namun tak ada salahnya pengunjung berjalan kaki memilih melewati jalur berkuda.
Keduanya menawarkan perjalanan yang menyenangkan.

jalan setapak gedongsongo
Jalan setapak menyenangkan ditelusuri


● Berendam air panas sulfur

Setelah semua area di jelajahi, cobalah menikmati sensasi berendam di kolam air panas mengandung belerang yang dialirkan dari kawah perut bumi melalui pipa besar tertanam dalam tanah.
Air panas alami ini dapat melancarkan peredaran darah, menyembuhkan penyakit kulit, detoksifikasi tubuh dan meredakan stress.
Menurut penjelasan petugas, sifat air kolam ini unik ...... karena sesekali air tampak bening, keabubiruan seperti yang terlihat saat aku berendam di kolam ini, kehijauan bahkan kehitaman !.
Temperaturnya pun kadang berubah, lain waktu terasa dingin dan di lain kesempatan temperatur air terasa sangat panas.

kolam rendam air panas belerang
Kolam air panas sulfur


● Outbound dan flying fox

Bermain seru-seruan outbound dan permainan pemicu adrenalin flying fox bisa kalian jajal di area wisata ini.
Lokasinya berada di jalur pengunjung melewati tepi hutan pinus dan berada di belakang komplek taman dan penginapan Vanaprastha.

● Nonton pemutaran film di GedongSongo cinema

Fasilitas baru ini sedang proses akhir dan nantinya dipergunakan untuk menayangkan pemutaran film tentang komplek percandian Gedongsongo

● Menginap di area

Bermalam di area terdapat 3 pilihan lokasi yang dapat kalian pilih :
- di komplek Vanaprastha yang berada di jalur candi Gedong I dan candi Gedong II
- di homestay yang berada di dekat jalur keluar lokasi
- merasakan pengalaman tidur di dalam tenda di camping area yang berada di dekat taman masuk area


penginapan vanaprastha gedongsongo
Pondok komplek Vanaprastha

jalan setapak vanaprastha gedongsongo
Taman komplek Vanaprastha

Penataan komplek wisata percandian yang indah dan fasilitas pendukung lengkap juga didukung panorama alam memikat candi Gedongsongo jadi salah satu agenda wajib untuk travelling.

taman apik gedongsongo
Taman candi Gedongsongo ditata dengan apik


halaman depan gedongsongo


Lokasi :
Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang

Jam Operasional :
07.00 - 17.00

Harga Tiket :

- Masuk area = domestik Rp. 8.000  & tourist Rp. 75. 000
- Kolam air panas Rp. 5.000
- Area Vanaprastha Rp. 5.000
- Berkuda tergantung rute yang dipilih

( Harga semua tiket dapat berubah sewaktu-waktu )

Tips trip ke candi Gedongsongo :

Persiapkan fungsi kendaraan dengan baik, terutama kendaraan matic.
Perjalanan menuju dan sekembali dari area wisata berupa tikungan tajam dan kemiringan jalan hampir 40 derajat.

● Persiapkan kamera digital dan kamera smartphone dengan baterai maksimal.
Bangunan unik candi, pemandangan alam mempesona dan lansekap latar jejeran gunung Merbabu, Telomoyo, Sindoro, Perahu, danau Rawa Pening akan jadi obyek foto yang menawan.

● Persiapkan perbekalan jas hujan atau payung untuk antisipasi turun hujan mengingat lokasi berada di pegunungan lembab.

● Datanglah pagi hari jika ingin berkesempatan melihat burung elang Jawa terbang bebas keluar dari hutan gunung Ungaran.