Selasa, 19 Desember 2017

Bukit Cinta , bukit eks gardu pemantau

Lokasi Bukit Cinta adalah merupakan titik masuk pengamatan sekaligus sebagai pintu gerbang utama lokasi wisata Danau Rawa Pening, yang kupilih kali ini untuk travelling menyaksikan pemandangan indah danau alami seluas 2,670 hektar, selain beberapa lokasi pilihan lain sekitar Danau Rawa Pening yang juga tak kalah menarik untuk dikunjungi suatu saat nanti.


Trip Of Mine
Pesona misterius danau Rawa Pening 

Lokasi-lokasi keren lain di sekitar danau Rawa Pening, diantaranya : spot Jembatan Biru dengan ciri khasnya berupa jembatan berwarna biru yang terkesan menjorok ke tengah danau, Kampoeng Rawa dengan deretan pendopo terapungnya dan bukit Kendil yang seringkali digunakan oleh para traveller untuk melihat danau dari tempat yang lebih tinggi, yang tentunya pemandangan indah Danau Rawa Pening akan terlihat secara keseluruhan tampilannya.

Bukit Cinta merupakan sebuah bukit kecil seluas kurang dari 2 hektar areanya.
Berada di bagian sebelah barat daya dan letaknya tepat berada di pinggir danau Rawa Pening.
Terletak di desa Kebondowo, kecamatan Banyubiru, kabupaten Semarang.

Saat pada masa pemerintahan kolonial Belanda dahulu, lokasi Bukit Cinta digunakan sebagai gardu pemantau pertumbuhan tanaman eceng gondok agar pertumbuhannya terkendali tidak mengganggu kelancaran kerja mesin PLTA.
Seiring waktu pemerintahan kolonial Belanda usai setelah bangsa Indonesia merdeka, fungsi lokasi Bukit Cinta berubah menjadi taman dan lokasi wisata hingga saat ini.

Penamaan lokasi dengan sebutan yang terkesan unik, Bukit Cinta, menarik keingintahuanku ada alasan tertentu apa sebenarnya dibalik pemberian nama itu.

" Mungkinkah dinamakan seperti itu karena bukitnya sering digunakan orang untuk lokasi pacaran, cinta-cintaan ?.
Atau, bukit ini begitu dicintai oleh warganya lalu dinamai Bukit Cinta ? ".

Ternyata penggunaan kata cinta untuk bukit itu berdasarkan adanya penemuan sepasang situs peninggalan agama Hindu di lokasi bukit ini.
Penemuan situs itu berupa arca lingga dan arca Yoni tersusun secara menumpuk keduanya, yang kini ditempatkan di sebuah bangunan pendopo berukuran kecil bernama ' Ki Godho Pameling ' dan dibagian halaman depan pendopo dilengkapi dengan seperangkat alu dan lesung.
Pendopo ini dipercaya oleh warga dahulu kala merupakan sebuah petilasan.
Arca lingga melambangkan identitas laki-laki dan arca yoni melambangkan identitas wanita, merupakan simbolisasi suatu hubungan yang terjadi antara laki-laki dan wanita.
Berdasarkan dari adanya penemuan situs sepasang arca itulah bukit ini dinamai oleh warga dengan nama Bukit Cinta.
Penamaan lokasi menggambarkan adanya hubungan cinta antara sepasang kekasih.

" Oh ... , jadi begitu.
Paham,deh sekarang.
Kirain tuh dinamai Bukit Cinta karena dulu jadi tempat favorit yang lagi pada kena panah asmara buat berdua-duaan sama pacar disana  ... , ternyata bukan.
Hehehehe ... ".

Trip Of Mine
Kolam patung tokoh ikonik Baru Klinting dan Nyi Latung

Di awal area memasuki lokasi Bukit Cinta, traveller disambut dengan bangunan pintu gerbang megah dilengkapi halaman parkir luas dan terlihat deretan rapi kios makanan yang menyajikan bermacam olahan ikan hasil tangkapan dari danau Rawa Pening, kios souvernir dan kios tempat penyimpanan seperangkat gamelan.

Menuju pintu gerbang kedua yang difungsikan sebagai loket dan ruang informasi, bagian halaman tengahnya dihias dengan kolam patung figur ikonik tokoh Baru Klinting dalam bentuk sosok anak kecil yang berdiri di puncak gunungan wayang, sosok Baru Klinting dalam wujud ular naga raksasa saat melingkari gunungan wayang dan tokoh Nyi Latung berperahu lesung.

Ke area halaman berikutnya, melewati sebuah bangunan gedung berukuran besar dan berbentuk unik berada di bawah Bukit Cinta.
Berbentuk ular naga raksasa Baru Klinting yang terlihat seakan sedang melingkari keseluruhan area bukit.
Badannya di cat warna hijau kontras dengan warna merah menyala bagian mulutnya yang menyeringai memperlihatkan deretan gigi-gigi tajamnya.

" Keren ... , sebuah desain bangunan yang berhasil memikat mata ! ".

Trip Of Mine
Bangunan gedung berbentuk unik tokoh Baru Klinting dalam wujud sosok ular naga

Bagian dalam bangunan unik ini difungsikan sebagai ruang foto 3 dimensi dan ruang pamer ikan, sekaligus ikan bisa dibeli jika traveller menginginkannya.

Bagian atas Bukit Cinta diteduhi rimbunnya pohon-pohon cemara yang setiap batang pohonnya dipasangi plat nomor untuk memudahkan pendataan dan areanya di lengkapi pendopo besar yang dapat digunakan untuk beragam acara.
Dari atas Bukit Cinta ini dan dari halaman dermaganya yang dilengkapi spot kekinian berbentuk hati berukuran besar yang dapat digunakan oleh para traveller memasang gembok disana sebagai simbol kasih sayang.

... Pemandangan menawan danau Rawa Pening yang berair jernih tampak membentang luas terhampar berada di depan mata, deretan kapal - kapal nelayan yang berlabuh di dermaga, laju kapal menyusuri danau dan deretan pegunungan yang melingkarinya ... ,
Terlihat seakan sebuah lukisan hidup.


Trip Of Mine

Trip Of Mine
Pemandangan eksotik danau Rawa Pening

Trip Of Mine

Trip Of Mine

Trip Of Mine
Perahu nelayan berlabuh di dermaga danau Rawa Pening


Jika dirasa belum cukup hanya sekedar liburan memandangi keindahan danau Rawa Pening dari atas bukit dan dermaganya, cobalah jelajahi keindahan danau Rawa Pening dengan menggunakan perahu nelayan ...

Sekilas tentang danau Rawa Pening 

Posisi danau Rawa Pening berada di cekungan bagian terendah dari lereng gunung Merbabu, gunung Telomoyo dan gunung Ungaran.
Keseluruhan luas areanya sekitar 2.650 hektar dan menempati 4 kecamatan,yaitu : Ambarawa, Bawen, Tuntang dan Banyubiru.

Danau yang kini tengah dipersiapkan menjadi destinasi wisata bertaraf Internasional yang terintegrasi 1 paket wisata dengan destinasi wisata yang telah diakui dunia, candi Borobudur ini berada di lokasi yang sangat strategis, berada di persimpangan jalan antara Semarang, Solo dan Magelang.
Danau Rawa Pening terlihat cukup jelas dari jalan raya Semarang-Solo dan tampilannya lebih terlihat jelas lagi dari jalan lingkar Ambarawa.

Pemandangan alamnya menawan dan ditopang dengan luasnya area, namun sayangnya danau Rawa Pening dibarengi dengan pertumbuhan pesat tanaman eceng gondok yang menyebabkan pendangkalan kedalaman danau.
Ujung akar tanaman eceng gondok memiliki kantong akar yang dapat mengumpulkan lumpur dan sisa-sisa partikel kotoran, hal inilah yang menyebabkan terjadinya pendangkalan di suatu area.
Diperkirakan pertumbuhan eceng gondok di danau Rawa Pening mencapai 1 juta hektar perhari.

Berbagai macam cara penanganan dilakukan untuk mengurangi laju pertumbuhan pesat tanaman eceng gondok di danau Rawa Pening, diantaranya adalah : melakukan pembersihan areanya, mengadakan pelatihan pemanfaatan tanaman eceng gondok untuk industri kreatif kerajinan tangan dan pembuatan braket bahan bakar energi berbahan dasar tanaman eceng gondok yang dipelopori oleh perusahaan jamu ternama Indonesia.

Legenda Baru Klinting dan Rawa Pening

Pada jaman dahulu kala di sebuah desa Ngasem hidup seorang wanita bernama Endang Sawitri, yang ditinggal lama pergi oleh suaminya bertapa memohon kepada sang Pencipta di lereng gunung Telomoyo untuk mewujudkan keinginan mereka setelah sekian lama mereka berumah tangga belum juga dikaruniai seorang anak pun.

Di suatu hari, Endang Sawitri merasakan mual seperti adanya gejala kehamilan pada dirinya.
Dan benar saja, beberapa hari kemudian perutnya mulai membesar menandakan bahwa ia benar-benar tengah mengandung.
Berselang beberapa bulan kemudian ,ia melahirkan dan kejadiannya sangatlah menggemparkan seluruh warga desa Ngasem karena yang dilahirkannya bukanlah sosok bayi manusia,tetapi sosok seekor naga ...
Anehnya lagi, naga itu bisa berbicara seperti layaknya seorang manusia.
Bayi naga itu diberi nama Baru Klinting.
Klinting diambil dari nama pusaka tombak peninggalan suaminya.

Di usia remaja Baru Klinting bertanya kepada ibunya,

" Ibu, apakah aku mempunyai ayah ? ".

" Anakku, kamu memang benar mempunyai seorang ayah. Ayahmu bernama Ki Hajar Salokantara.
Ayahmu telah lama pergi merantau untuk bertapa,jauh sebelum ibu mengandungmu, nak.
Ayahmu bertapa di lereng kaki gunung Telomoyo.
Ibu rasa, sekarang sudah waktunya kamu pergi untuk mencari dan menemui ayahmu.
Ibu ijinkan kamu pergi untuk mencarinya dan bawalah klintingan ini sebagai bukti peninggalan ayahmu dulu " , ujar ibunya.

Keesokan harinya, setelah berpamitan kepada ibunya dengan senang hati naga Baru Klinting mulai pergi mencari keberadaan ayahnya ke hutan belantara gunung Telomoyo.
Sampai akhirnya tibalah naga Baru Klinting di sebuah gua, tak disangka ia bertemu dengan seorang pria pertapa berada disana.
Ia langsung berpikir mungkinkah itu adalah ayahnya ...
Dengan penuh hormat naga Baru Klinting bertanya,

" Mohon maaf telah menganggu ketenangan anda bertapa. Apakah benar ini adalah tempat pertapaan Ki Hajar Salokantara ? ".

" Siapakah kamu dan kenapa kamu bisa berbicara seperti layaknya seorang manusia ? ", tanya si pertapa keheranan.

" Saya Baru Klinting. Saya bermaksud mencari keberadaan ayahku yang telah lama merantau untuk bertapa.
Apakah benar ini adalah tempat pertapaan Ki Hajar Salokantara ?, ulang naga Baru Klinting.

" Benar,aku Ki Hajar Salokantara.
Tapi ..., bagaimana kau bisa tahu namaku ?, siapakah kau sebenarnya ? ", tanya si pertapa keheranan.

Mendengar jawaban itu, Baru Klinting langsung bersujud di hadapan ayahnya dan menjelaskan siapakah dirinya sebenarnya.
Awalnya, Ki Hajar Salokantara tidak mempercayainya, bagaimanakah mungkin dirinya memiliki seorang anak bukan manusia, tetapi berwujud seekor ular naga.

Ki Hajar mulai sedikit percaya ketika Baru Klinting menunjukkan bukti pusaka kepadanya, namun itu belum membuatnya yakin sepenuhnya.

" Baiklah, aku percaya jika pusaka Klinting itu adalah memang milikku.
Tapi, aku perlu satu bukti lagi.
Cobalah tunjukkan kesanggupanmu untuk melingkari gunung Telomoyo ini.
Jika kamu sanggup melaksanakannya, aku baru percaya bahwa kamu memang benar anakku "

Baru Klinting segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh ayahnya.
Dengan kesaktiannya, naga Baru Klinting berhasil melingkari luasnya gunung Telomoyo dengan sangat mudah.
Akhirnya dengan pembuktian itu, Ki Hajar Salokantara mengakui bahwa, ular naga itu adalah memang benar anaknya.

" Anakku, aku sekarang percaya bahwa kamu memang benar adalah anakku.
Sekarang pergilah kamu ke bukit Tugur dan bertapalah disana. Suatu saat nanti tubuhmu akan berubah menjadi manusia ".

Baru Klinting melaksanakan titah ayahnya dan segera melakukan bertapa disana.

... Sementara itu, berada di sebuah desa lain bernama desa Pathok para warga desanya akan mengadakan pesta sedekah bumi untuk merayakan keberhasilan panen mereka.
Desa Pathok ini kehidupan warganya sangatlah makmur,nl namun sayangnya sifat penduduknya sangat angkuh dan sombong.

Untuk merayakan pesta sedekah bumi warga Pathok akan menggelar berbagai acara pertunjukan musik gamelan dan tari-tarian.
Hidangan-hidangan lezat pun akan disajikan sebagai hidangan bersama dan sebagai jamuan untuk para tamu undangan yang hadir.
Untuk itulah, para warga beramai-ramai berburu binatang di bukit Tugur.

Hampir menjelang sore hari tiba setelah mereka berburu seharian, tak satupun binatang yang mereka peroleh.
Saat hendak kembali ke desa, tiba-tiba mereka melihat ada seekor ular naga sedang bertapa disana.
Mereka pun segera beramai-ramai menangkapnya, membunuh dan memotong-motong daging naga itu lalu membawanya pulang ke desa untuk dimasak sebagai sajian hidangan dalam pesta.
Ular naga malang itu tak lain adalah Baru Klinting ... !.

Ketika acara pesta meriah sedang berlangsung, datanglah seorang anak laki-laki asing ikut datang bergabung di tengah keramaian pesta.
Tubuhnya di penuhi luka yang menyebabkan dirinya berbau amis.
Rupanya, anak laki-laki asing itu adalah penjelmaan Baru Klinting.

Saat ia meminta makanan kepada warga, tak satupun dari mereka yang bersedia memberinya makanan,p erlakuan kasar dan diusir justru diterimanya.
Dengan tubuh lemah karena kelaparan, Baru Klinting berjalan terseok-seok meninggalkan tempat pesta berlangsung.
Ditengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang nenek janda tua baik hati bernama Nyi Latung.
Nenek baik hati itu mengajak Baru Klinting kerumahnya dan memberikan makanan untuk Baru Klinting.

" Terimakasih atas kebaikan yang nenek telah berikan untuk saya,Nek ..., ternyata masih ada orang baik hati kutemui di desa ini.
Tadi saya telah diusir oleh warga dari acara pesta sewaktu saya ingin minta sedikit makanan karena saya merasa kelaparan ", ucap Baru Klinting.

" Iya,nak. Semua warga disini memang memiliki sifat angkuh.
Dari semua warga, hanya nenek yang miskin ini yang tak diundang ke acara pesta itu " jawab Nyi Lantung.

" Kalau begitu,nek. Mereka semua harus diberi pelajaran.
Jika nanti nenek tiba-tiba mendengar adanya suara gemuruh, segeralah nenek siapkan dan naiki lesung kayu.
Saya akan kembali ke acara pesta itu sekarang ", ujar Baru Klinting.

Baru Klinting kembali datang ke acara pesta berlangsung.
Datang dengan membawa sebatang lidi dan kemudian lidi itu ia tancapkan ke tanah di tengah arena pesta.

" Dengarlah hai kalian semua warga Pathok yang sombong ..., cobalah cabut sebatang lidi yang kutancapkan ditanah ini.
Buktikan jika kalian sanggup mencabutnya dan buktikan jika diri kalian memang hebat ! ".

Merasa ditantang dan diremehkan, satu persatu warga berusaha mencoba mencabut lidi itu.
Namun tak satupun dari mereka yang berhasil mencabut lidi tersebut berhasil terangkat dari tanah.

Baru Klinting segera mencabut lidi yang ditancapkannya itu ... , begitu lidi tereebut tercabut, seketika terdengar suara gemuruh menggetarkan di seluruh desa Pathok.

Beberapa saat kemudian, air mulai menyembur deras keluar dari bekas tancapan lidi tersebut.
Semakin lama semburan air semakin deras yang menyebabkan terjadinya banjir besar.
Semua warga panik berlarian berusaha untuk menyelamatkan diri ... , namun terlambat.
Banjir besar menenggelamkan mereka.
Desa itupun akhirnya berubah menjadi danau besar yang kini dikenal dengan nama Rawa Pening.

Sementara itu setelah Baru Klinting mencabut batang lidi, ia gera berlari menemui Nyi Latung yang telah menunggunya di atas lesung yang berfungsi sebagai perahu penyelamat.
Selamatlah Baru Klinting dan Nyi Lantung mengarungi datangnya banjir besar yang menenggelamkan desa Pathok.

Setelah peristiwa itu terjadi ..., Baru Klinting kembali berubah ke wujud sosok ular naga dan bersemayam menjaga danau Rawa Pening hingga kini.


Pesona keindahan danau Rawa Pening memang melekat kuat dengan kisah legenda tokoh ular naga Baru Klinting yang membentuk dan mendiami danau sangat luas ini.

Berkat keindahan ponarama dan keunikan pemandangan lansekapnya danau Rawa Pening menjadi salah satu lokasi perburuan favorit para pecinta fotografi.
Baik pagi hari, saat area danau masih diselimuti kabut yang akan menciptakan kesan misterius dan mistis, di saat subuh dini atau sore hari sinar bola matahari terlihat memantul di permukaan air danau ..., dilengkapi latar belakang pemandangan pegunungan dan laju kapal, sama-sama akan menjadi obyek bidikan kamera yang menarik.

Jadi, jangan lupa persiapkanlah kamera kalian baik-baik sewaktu kalian datang kesini ...

Trip Of Mine
Dermaga Bukit Cinta


Lokasi :
Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa-Tengah

Tiket :
Rp. 7.500
(Info harga tiket sewaktu-waktu dapat berubah)

Info Tambahan :

• Jam operasional 08.00 - 18.00 ( Diluar jam tersebut disarankan menghubungi pengelola terlebih dahulu ).
• Tarif perahu motor untuk = pesiar Rp. 60.000 ( mengelilingi danau selama 30 menit dan maksimal 60 menit ) , tabur bunga Rp. 60.000 , larungan Rp. 100.000 dan foto/video shooting Rp. 120.000 selama 1 jam.

Tips berlibur di Bukit Cinta danau Rawa Pening : 

• Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman.
• Untuk pecinta fotografi, siapkan kamera digital dan kamera smartphone kalian dengan baik, banyak obyek menarik yang akan kalian temui disana.




21 komentar:

  1. Hal yang ingin aku tanyakan yaitu artikel ini hanya berjudul Bukit Cinta bukit eks gardu pemantau.. yang diulas kan banyak mengenai Danau Rawa Pening mengapa judulnya nggak dua2 nya seperti :"Bukit Cinta dan Danau Rawa Pening"? Hehehe.. naaf jangan tersinggung ya brader?.cuma sekedar masukan aja..

    Oh dinamakan Bukit Cinta karena ditemukan sepasang arca peninggalan Hindu yakni arca lingga (simbol pria) arca Yoni (simbol wanita). Dulu jaman Belanda fungsi Bukit Cinta ini sebagai gardu pandang pemantau tumbuhan eceng gondok yang bisa mengganggu kerja mesin PLTA. Sekarang masih ada fungsinya nggak? atau hanya sebagai bukit wisata saja brader?

    Btw aku ingat dulu pernah juga membaca cerita ini.. tapi yang aku ingat isi cerita tentang seorang anak lelaki yang dihina oleh penduduk desa tapi ternyata dia mempunyai kesaktian untuk mencabut sebatang lidi dari tanah dan menyebabkan keluarnya air bah dan banjir sehingga sampai menggenangi menenggelamkan seluruh wilayah desa.. dan semua penduduk nggak ada yang selamat. yang selamat hanya seorang nenek yang pernah menolongnya memberi makan. Hanya aku lupa kalau si anak lelaki tsb ternyata penjelmaan dari seekor naga yang bernama baru klinting..
    Apakah memang benar kalau di dasar Danau Rawa Pening ini terdapat naga baru klinting ? Nggak dong ya? Hehehe.. Itu kan hanya cerita legenda asal mula danau ini :)

    Oh iya selain ada perahu-perahu motor yang disewakan apakah ada fasilitas lain seperti tempat memancing bagi pengunjung..? Apakah diperbolehkan berenang di sini brader? Berapa kira-kira kedalaman Danau Rawa Pening ini brader?
    Oh ya apakah danau ini juga berfungsi sama seperti waduk yaitu sebagai PLTA atau hanya sebagai danau wisata yang cantik?

    Danau dengan background pegunungan2 plus deretan perahu-perahu.. pasti merupakan suatu pemandangan yang sangat indah seperti sebuah lukisan alam yang hidup..
    Nggak heran danau ini sering dibuat objek fotografi.Sip
    Nice place.. Amazing view.. :)

    BalasHapus
  2. Good question buat pertanyaan sista .....
    Pemakaian judul artikel ini tidak kusertakan nama danau Rawa Pening karena memang sengaja kulakukan untuk menarik penasaran pembaca blogger dan pembeda judul dari artikel blog lain yang sudah ada di kolom pencarian mengenai Bukit Cinta dan danau Rawa Pening.
    Sedangkan judul tentang menara pemantau jarang sekali kutemui.

    Danau ini hingga sekarang masih berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air,sista.
    Selain sarana wisata menikmati pemandangan indah,danau ini juga bisa digunakan oleh traveller untuk mencoba memancing juga digunakan untuk parasailing dan pernah digunakan sebagai puncak final acara kejuaraan lomba dayung nasional tahun 2017 ini.

    Tentang mitos ular naga Baru Klinting yang banyak dipercaya masyarakat mendiami danau Rawa Pening .....
    Kira-kira benar ngga ya ?.
    Hehehehe .....
    Aku juga penasaran pengin tau.
    Tapi ntar takuuut ....
    Kan menurut legendanya ukuran sosoknya sangat besar,sampai sanggup melingkari gunung Telomoyo.

    BalasHapus
  3. Ooh jadi nemang sengaja ya brader hanya mencantumkan satu judul bukit cinta saja untuk menarik pembaca blog dan juga sebagai pembeda dengan artikel-artikel blog lainnya yang sudah mencantumkan judul Bukit Cinta dan Danau Rawa Pening seperti yang terdapat di kolom pencarian . Okelah kalau begitu.. a good reason.. :)

    Jadi sampai sekarang danau ini masih difungsikan sebagai PLTA ya? Ouuw.. selain ada fasilitas memancing bagi pengunjung.. Danau Rawa Pening ini juga pernah dugunakan sebagai tempat lomba kejuaraan lomba dayung nasional tahun 2017 ? Wouw..Keren..!
    Selain fungsi nya sebagai PLTA sebagai tempar wisata juga sebagai tempat lomba kejuaraan even-even nasional.. Multi fungsi ya ? Great.. Hebat..!
    Apakah ini Danau Rawa Pening ini bisa dikatakan danau terbesar kedua setelah danau Toba brader?
    Lokasinya ada di kabupaten Semarang? jauh juga ya?.berapa lama waktu yang ditempuh sampai ke lokasi brader?

    btw.. What? bener atau nggak ada naga raksasa yang namanya naga baru klinting yang karena besarnya konon sampai bisa melingkari gunung Telomoyo? Itu kan mitos brader? hanya sebuah legenda cerita rakyat.. . kalau memang misalnya ada beneran naga sebesar itu masa sich brader takut? Hehehe.. Coba sekali-kali brader mancing kali aja dapat naga hihihi...takuuut..! :)

    Oh iya Danau Rawa Pening ini dari kejauhan tampak sekilas di foto seperti lautan ya? karena luasnya dilengkapi perahu-perahu.. padahal hanya danau..
    Oh iya ada fasilitas untuk berenang juga nggak ?
    Apa brader nggak nyoba naik perahu motor mengellingi danau.? Pasti bakal asyik.dan seru ya? Hehehe..

    BalasHapus
  4. Iya,sista.
    Danau alami dan sangat luas ini pernah digunakan sebagai lokasi final kejuaraan lomba dayung acara Pekan Olahraga Pelajar Nasional diikuti oleh 19 provinsi memperebutkan 14 medali emas.
    Kategorinya kelas Canno putra 2000 meter dan kelas Rowing putra-putri 2000 meter.

    Wuahahahahhaaa ....
    Mancing dapat naga ?.
    Bisa-bisa aku yang ditelan naga kali ya ....

    Di dekat danau Rawa Pening ada kolam renang bernama kolam renang Muncul yang bersumber mata air alami,sista.
    Aku ngga berenang di kolam renang Muncul dan nyoba naik perahu di sana karena aku datang ke lokasi sebelum jam buka operasional dan belum ada kegiatan di dermaga yang menyewakan perahu.
    Aku sengaja berangkat pagi subuh dari rumah untuk mengejar pemandangan foto berkabut.

    BalasHapus
  5. Oh jadi Kejuaraan lomba dayung itu ternyata Kejuaraan final lomba dayung acara Pekan Olahraga Pelajar Nasional,? diikuti 19 propinsi ya? Wah.. Keren ya? lokasi danau alam ini bisa terpilih menjadi ajang tempat kejuaraan tingkat nasional.. Pasti meriah dan seru acara tsb. Brader nggak ikut nonton waktu acara lomba Canno tsb berlangsung? Hehehe..:)

    Whuahahaha.. Iya kalau brader memancing di danau trus dapat naga ... Asal naga nya jinak aja nggak apa2.. brader nggak perlu takut. Justru Naga tsb mungkin mau bisikin sesuatu ke telinga brader.. Bisikan Naga itu adalah bahwa di tahun depan tahun 2018 nanti adalah tahun baik tahun keberuntungan buat brader... Wah Naga nya seperti seperti Cenayang ya? Hahahaha..:)

    Oh di sebelah danau rawa pening ada fasilitas kolam renang bagi wisatawan yang ingin berenang..
    Ooh brader berangkat subuh ya berapa jam sampai di lokasi danau rawa pening brader.. dan memang masih berkabut ya ? mana foto pemandangan yang berkabut itu brader? pasti keren. kok nggak diposting di artikel ini ?

    Kalau suatu saat misalbya pas brader travelling ke Danau Rawa Pening lagi.. ntar nyoba naik perahu ya keliling danau? pasti seru tuch..terus di foto kemudian diposting di blog.. Hehehe.. Pasti oke lho..? It must be cool picture..:)

    BalasHapus
  6. Amiiin .....
    Rupanya si naga udah ngasi feeling duluan ke sista ......
    Hehehehe ...
    Baik ya naganya.

    Tadinya berencana mau ngejar tampilan kabut itu,sista.
    Aku berangkat dari rumah jam 4 subuh melewati jalur pintas Kopeng gunung Merbabu.. tapi setelah memasuki pinggir kota Salatiga beberapa kali salah rute ke arah danau Rawa Pening dan berhenti beberapakali tanya penduduk.
    Jadinya aku sampai lokasi jam 7.30 pagi lebih.
    Tapi meski ngga kekejar motret kabut, aku tetap seneng beberapa foto bidikanku diatas terlihat ada matahari yang masih tampak samar-samar cahayanya.

    Ntar kapan saat aku travelling ke danau Rawa Pening lagi akan ku coba di spot Jembatan Biru yang memanjang seperti akan ke tengah danau dan akan kujajal naik perahunya.

    BalasHapus
  7. Amin... Iya si Naga ini sudah kasih feeling duluan ke aku.. Naga berkomunikasi dengan aku melalu kekuatan pikiran telepati.. kemudian aku sampaikan pesan2 Naga itu ke brader..Sip kan? Hehehe..:)

    Astaga.jadi brader berangkat masih gelap jam 4 pagi dari rumah? Memang berapa jam jarak yang harus ditempuh dari rumah ke danau rawa pening brader ? brader menggunakan jalan pintas ya tapi mengalami salah rute dan baru sampai jam 7.30 pagi.. Sayangnya jadi nggak bisa mengejar kabut ya brader?
    Tapi meskipun begitu.. Aku sangat salut dengan niat dan usaha brader pagi-pagi buta sudah berangkat untuk mengejar tampilan pemandangan berkabutc..!

    Oih hasil bidikan brader ada beberapa foto yang tampak matahari masih samar-samar cahayanya itu kira2 yang mana aja brader? Coba aku tebak ya?
    Antara lain yaitu foto brader yang berdiri di dermaga kayu sambil merentangkan tangan ke atas.. kemudian foto yang ada tulisanya Gembok dan foto pemandangan danau rawa pening saat samar-samar matahari terlihat seakan-akan seperti langit mendung.. Hehehe

    Oh ya? Kalau ntar.suatu saat brader travelling ke Danau Rawa Pening lagi.. brader akan berjalan di sepanjang jembatan biru yang memanjang ke tengah danau.. Wah benat2 unik dan keren ya jembatan tsb? dan brader juga bakal naik perahu mengelilingi danau.. terus diambil gambarnya? Yeah..! Asyiik..! bener ya? Oke aku akan tunggu hasil postingan foto2nya brader... :)

    BalasHapus
  8. Wuih,mantaaap ...
    Bilangin sama si naga ya udah bisikin feeling ke sista.
    Amiiin ... Semoga sukses beneran mulai tahun depan.

    Iya,aku jam 4 subuh teng udah berangkat ke danau ini melalui jalur pegunungan demi mengejar tampilan kabut,sista.
    Mamaku malam sebelumnya sempat komplain waktu aku pamitan besok berangkat subuh,mungkin punya khawatir terlalu subuh melewati jalur pegunungan seperti itu.
    Tapi aku tetap berangkat subuh dan di tengah perjalanan di jalur pegunungan udah agak ramai oleh para petani yang akan menyetor hasil panennya ke pasar.
    Melalui jalur pegunungan ini melewati 2 pasar di pinggir jalan.
    Semestinya perjalanan ke pinggir danau di lokasi Bukit Cinta ini sekitar 1,5 jam ditempuh ( berbeda dengan lokasi Jembatan Biru dan Kampoeng Rawa yang lebih jauh lagi ditempuh dari jalur pegunungan yang kulewati ).

    Betul tebakan sista.
    Fotoku yang terlihat matahari samar-samar saat aku berdiri di atas dermaga bambu dan tulisan gembok cinta ....
    Hehehehe ...
    Saat aku tiba disini aku cepat-cepat masuk area setelah kulihat masih ada sedikit kabut dan langit belum cerah. Langsung menuju ke dermaga dan berhasil mengambil gambar sesuai yang aku inginkan untuk pelengkap blog ku ini.
    Deg-degan dikit sih soalnya sepi, sesekali kelihatan kapal nelayan melintas dan sesekali kecipak keras entah ikan atau hewan apa kedengaran berada di bawah bambu tempat aku berdiri.
    .... Jangan-jangaaaan ....
    Si naga yang ngintip aku lagi sibuk ngambil gambar ...
    Hahahahahhaahhaa ....

    Baik,sista.
    Tunggu ya postingan danau Rawa Pening di Jembatan Biru berikutnya sewaktu aku liburan kesana lagi.

    Postingan berikutnya tentang bangunan sejarah :)

    BalasHapus
  9. Okay... beres ntar aku akan komunikasi secara telepati ke Naga untuk sampaikan pesan terima kasih brader ke Naga krn sudah bisikin good feeling ke aku..
    Amin.. semoga suksesnya brader berawal mulai tahun depan ini.. sesuai feeling Naga .. Semangka..! Semangat..!

    Ooh malam sebelumnya brader ngomong besoknya mau berangkat jam 4 pagi.. mama brader agak komplain ya? mungkin karena dirasa pagi2 buta banget sudah berangkat.. Tapi brader tetap berangkat juga jam 4 pagi untuk mengejar tampilan kabut..dan melalui jalur pegunungan ya brader? Tapi subuh2 ternyata sudah ramai banyak petani di jalan yg berangkat untuk menjual hasil panen mereka. Jadi ngga sepi di perjalanan.
    Oh sebenarnya jarak waktu bisa ditempuh dalam 1,5 jam ya ke bukit cinta? Tapi katanya brader waktu itu salah rute ya waktu mau ke danau rawa pening? Jadi ke bukit cinta itu saat matahari masih terlihat samar2 yang ada fotonya gembok cinta itu..?
    Terus kemudian dilanjutkan ke danau rawa pening.

    Jadi! Bener ya tebakanku tentang foto2 saat matahari belum muncul benar Hehehe.. Yang aku paling suka yaitu foto brader waktu di dermaga bambu.. Pas terlihat matahari masih samar-samar.. artistik dan indah Really Nice picture...! waktu di dermaga bambu tsb lokasunya di Danau Rawa Pening ya brader?

    Waktu brader masuk ke lokasi area danau alam ini.. sempat deg-degan? Apa ada rasa nggak nyaman karena masih sepi? Atau karena nervous senang nyampe di danau rawa pening brader? Hehehe...
    Oh di bawah dermaga bambu ini terasa ada gerakan-gerakan aneh di bawahnya.. Oh..Iya..! Jangan-jangan ada Naga nya du bawah yang terbangun dengan kehadiran brader di atas dermaga yang sibuk berjalan ke aana kemari sibuk mengambil gambar. Si Naganya jadi penasaran.. Kok nggak motret dia aja? pikirnya.. Hahaha..:)

    Alright brader.. I'll be waiting your next picture at the Blue Bridge on Rawa Pening Lake.. Nggak sabar nunggu postinganya.:)

    Ouw postingan selanjutnya di bangunan bersejarah? di lawang sewu kah? Wuih... merinding..! Hihihi..

    BalasHapus
  10. Semangkaaa ....
    Eh,semangat,ding :)
    Amin,semoga terealisasikan berkat doa dan support sista selama ini.

    Seperti kebetulan ya aku sampai di lokasi danau ini masih terlihat kabut samar-samar menutupi matahari yang semestinya jam 7 pagi lebih seperti saat itu sudah tidak ada tampilan alam seperti saat itu.
    Benar saja,beberapakali bidikan kamera selanjutnya matahari mulai terlihat terang.
    Beruntung aku bisa dapetin momen yang diharapkan itu.

    Wuahahahahhaaa ....
    Kalo benar ternyata naganya yang muncul dekat getek bambu tempat aku berdiri membentangkan tangan itu .... Aku bisa kaget panik lari ke arah mana ...
    Bisa-bisa nyemplung danau.

    Postingan berikutnya areanya belum dipoles seperti tampilan halaman depan Lawang Sewu,sista.
    Buat orang yang pertamakali datang langsung melihatnya pasti akan menakutkan.
    Kuusahakan dalam 1 hari ini artikel itu bisa selesai.

    BalasHapus
  11. Semoga terealisasikan.. all your dream come true in 2018. Amin.. Amin.. Amin..
    Always Watermelon..!
    Semangka selalu..!
    Semangat terus..!:)

    Hehehe.. Iya seperti suatu kebetulan.. miracle moment ya? brader bisa menemukan suatu nuansa fajar di waktu jam 7 pagi lebih..! Bayangkan..!
    Itu mungkin karena pengorbanan brader pagi-pagi banget subuh jam 4 pagi sudah berangkat dari rumah.. Jadi itu semacam dapat gift or reward dari Tuhan.. sehingga keinginan brader dikabulkan untuk bisa ngambil gambar saat matahari masih samar-samar.. Lucky you are brader:) It's a really Awesome..!

    Hehehe... Kalau memang bener ada Naga di bawah dermaga tsb.. Olala..! Fantastic..! Like it.! seperti tayangan film2 tapi ini kejadian bener.. Hahaha... ! Tspi.. Eeitt.. Brader Jangan panik..! Jangan lari..! Apalagi nyemplung..? Ih No..! No..! Naga ini baik kok.. dia nggak ingin nyaktin.. Naga ini ingin ngomong supaya brader naik dan duduk di atas punggungnya dia .. terus brader diajak jalan-jalan keliling danau..
    Asyiik kan? Naga itu baik kok..! Hihihihi..:)

    Oh iya ada yang lupa aku tanyakan di komen-komen sebelumnya.yaitu Danau Rawa Pening ini katanya tengah dipersiapkan menjadi destinasi bertaraf internasional.. dan fasilitas-fasilitas apa saja yang sedang / akan dibangun untuk menunjang program tsb brader?

    Oh postingan selanjutnya bukan lawang sewu ya? tapi bangunan bersejarah juga..
    What ? bagi orang yang baru pertamakali datang langsung melihatnya pasti akan menakutkan ? Oouw.. Oouw..??
    It looks like a Scary Story.. Hihihihi.. Serem..!

    BalasHapus
  12. Terimakasih,sista.
    Iya,bener-bener ngga nyangka bisa dapat momen yang aku inginkan di lokasi ini dan bisa dapat momen gambar yang bagus seperti siluet.

    Hahahahhaaahaha ....
    Kayak di cerita dongeng ya diajak jalan-jalan sama si naga naik diatas badannya.
    Kalo saat naga menukik ke dalam danau sedalam 15 meter lalu aku bakalan bisa tahan nafas ngga ya :) ?

    Persiapan untuk dijadikan wisata taraf Internasional mulai terlihat penataan area Bukit Cinta yang merupakan titik masuk danau Rawa Pening ini,sista.
    Area parkirannya dibuat lebar,sanggup menampung kendaraan jumlah banyak sekaligus,diperkenalkan lebih luas ke publik (salah satunya melalui pembuatan iklan komersial di lokasi danau),untuk pelaksanaan kejuaraan lomba dayung.
    Juga gencar dilakukan pembersihan area permukaan air danau yang selama ini dipenuhi tanaman eceng gondok yang bikin danau jadi menyempit permukaan airnya dan mengalami pendangkalan karena dipenuhi lumpur.
    Untuk berhasil ditetapkan sebagai destinasi Internasional suatu daerah wisata harus memiliki syarat 3 A : Amenitas,Aksebelitas dan Atraksi berkelas.

    BalasHapus
  13. Sama-sama brader..:)
    Iya brader beruntung bisa dapat moment yang pas dan bagus bisa menangkap gambar seperti yang diinginkan..
    Iya foto di dermaga itu mirip siluet.. bagus dan unik..:)

    Hehehe.. Iya mirip seperti cerita dalam dongeng.. duduk di atas punggung naga.. dan diajak jalan-jalan mengelilingi danau.. Ntar kalau Naga nya menukik ke dalam danau.. ya brader juga harus siap2 menahan napas menyelam.. mungkin si Naga mau nunjukin tempat tinggalnya di dasar danau.. Hihihihi.. :)

    Persiapan untuk dijadikan sebagai tempat wisata bertaraf internasional itu dari sekarang sedang digarap ya antara lain pembangunannya mulai dari area masuk yaitu dari bukit cinta ya brader? trus perlyasan area parkir.. Ouw ada pembuatan iklan komersial juga ya untuk memperkenalkan Danau Rawa Pening ini sebagai tempat lomba dayung.. Great! Harus diadakan iklan besar2an ya biar meluas.. Juga pembersihan tumbuhan eceng gondok yang tumbuh subur bisa menyebabkan pendangkalan danau.! Sip..!

    Oh ada syarat2 nya untuk dijadika destinasi bertaraf internasional.
    Bisa tolong dijelaskan syarat2 nya apa yang dimaksud dengan :
    Amenitas, Aksebilitas dan Atraksi berkelas itu brader?Biar kita semua pembaca jadi paham.. Semoga Danau Rawa Pening ini bisa segera menjadi destinasi wisata yang bertaraf internasional..

    BalasHapus
  14. O iya kelupaan jelasin apa itu 3A destinasi wisata Internasional.
    Ini artinya,sista :

    Amenitas = sarana pendukung diluar akomodasi,antara lain penginapan,rumah makan,kios souvernir,rumah ibadah.

    Aksebelitas = kemudahan jalan yang bagus menuju dari dan ke lokasi.

    Atraksi = didukung oleh pertunjukan atraksi kesenian yang berkelas

    BalasHapus
  15. Makasih penjelasan mengenai 3A
    Amenitas. Aksebilitas.. Atraksi yg berkelas..

    Dan sekarang program 3A itu semuanya sedang digarap pembangunannya di area Danau Rawa Pening ya brader?
    Pasti bakal ramai ya kalau semua sudah terwujud menjadi destinasi internasional..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup,betul,sista ....
      Semua syarat 3A itu sedang dipersiapkan di danau Rawa Pening.

      Tujuannya untuk jadi 1 paket wisata dengan candi Borobudur yang bisa ditawarkan ke wisatawan domestik dan wisman.

      Menurutku,
      Nantinya ramai ngga nya dikunjungi traveller danau Rawa Pening ini benar-benar harus dimaksimalkan atraksi di area nya ....
      Mungkin sekali waktu menggelar kesenian Jawa dan di lain hari diadain bermacam2 festival .... Atau juga sekali waktu digelar kesenian dari luar daerah seperti Maluku,Ternate,dllnya.

      Kalau ngga ditopang atraksi dan festival variatif seperti itu kemungkinan kurang diminati oleh traveller mancanegara.
      Beda dengan candi Borobudur yang tanpa adanya festival apapun tetap ramai didatangi banyak traveller mancanegara, tanpa kenal waktu high season dan low season.

      Hapus
  16. Jadi sekarang di Danau Rawa Pening sedang dibangun ya untuk ditetapkan sebagai destinasi wisata bertaraf internasional.

    Ooh rencana nya juga akan dipaketkan menjadi satu dengan wisata candi Borobudur ke para wisatawan.

    Iya bener juga yang dikatakan brader.. Nanti ramai atau nggaknya tergantung acara yang diadakan di Danau Rawa Pening... Seperti Atraksi-atraksi kesenian dan budaya yang berkelas dan menarik wisatawan mancanegara..
    Lho.. Kok contohnya kesenian dari Maluku dan Ternate..brader? Hahaha aku ngakak bacanya.. Tapi bener juga harus dimaksimalkan atraksi kesenian budaya dari seluruh nusantara.. yang mana digelar tiap hari secara bergantian kesenian dari berbagai daerah dan propinsi di seluruh Indonesia. Intinya budaya dan kesenian Indonesia. harus di eksplore secara besar2 besaran melalui atraksi yang di gelar di Danau Rawa Pening.

    Iya kalau diadakan festival seperti di contohkan di atas baru bisa ramai mebarik wisatawan mancanegara.
    Beda dengan Candi Borobudur yg selalu menarik minat para pelancong wisatawan mancanegara.. Karena Candu Borobudur memang icon Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan nilai seni budaya tinggi dan keunikan tersendiri sehingga masuk menjadi 7 keajaiban dunia. Dan pengunjung wisata nggak pernah mengenal musim. Beruntung ya Magelang memiliki Candi Borobudur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Loh kok ngakak baca kesenian yang kusebutkan dari Maluku dan Ternate sih,sista .... ?.
      Aku malah jadi ikutan ngakak bacanya ....
      Hahahahaaha ....
      Oke ngga ide ku untuk nampilin semua pentas musik/tari dari semua wilayah di Indonesia di danau Rawa Pening ini .... ?.
      Hehehehe ....
      Dan satu lagi mungkin ide ku bisa diterapkan : panggung dan tata lampu laser yang keren saat pentas malam hari dengan background deretan pegunungan yang mengelilingi danau .... Sepertinya bakalan sangat oke.

      Iya,betul,sista ...
      Candi Borobudur itu sudah diakui 7 keajaiban dunia,jadi kapanpun tetap ramai didatangi turis sama mas bule dan mbak bule ....
      Juga dari negara2 lain.

      Hapus
  17. Hahaha.. Iya ngakak karena kaget n surprise aja sich brader... Habis jarang banget orang-orang ngasih contoh untuk menggelar kesenian dari Maluku dan Ternate.. Brader malah ikutan ngakak ya? Hihihi.. :)

    Oh.. Of Course.. Ansolutely..! Your idea is briliiant brader..! Jempol dech buat ide brader yang cemerlang..! Ide yang Oke banget untuk menampilkan pagelaran seni dan tari dari seluruh adat dan budaya nusantara yang ada di Indonesia.. secara bergantian dan ditampilkan di lokasi Danau Rawa Pening..
    Iyaa betul banget.. pagelaran seni dan budaya tsb alangkah baiknya bila dilengkapi dengan interior panggung yang artistik dan tata lampu dengan sound effect sinar laser yang menyorot dengan background pegunungan serta danau. Wouw.. ! Hebat..! pasti bakalan bener-bener menjadi suatu pagelaran yang spektakuler dan keren banget..
    Pasti vakalan menarik banyak traveller wisatawan-wisatawan mancanegara..!
    Karena bila ada turis mancanegara yang berkunjung ke Danau Rawa Pening dan melihat suatu tontonan seni tari dari berbagai macam budaya nusantara kita.. dan bila mereka tertarik dan merasa berkesan dengan pagelaran tsb.. bukan nggak mungkin mereka juga pasti akan menyebarkan dari mulut ke mulut kepada wisatawan asing lainnya ubtuk berkunjung ke danau ini.. Itu juga sudah bisa dikatakan bahwa mereka ikut mempromosikan ke mancanegara kan brader?
    Dan hal itu terjadi.. akan sangat cocok bila kelak Danau Rawa Pening ini dijadikan satu paket dengan Candi Borobudur... menjadi destinasi wisata yang bertaraf Internasional..! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya kulihatin jarang diekspose kesenian dari Maluku, Ternate dan beberapa kesenian dari daerah lain ....
      Padahal itu semua menurutku sangat keren.
      Entah mungkin karena memang aku suka kesenian .... Lihat semua kesenian apapun aku suka.

      Terimakasih pendapat,sista.
      Aku juga sependapat dengan opini sista :
      Untuk gencar mempromosikan dan menjaga grafik kunjungan traveller mancanegara ngga menurun ,memang harus diperbanyak jumlah acara festival kesenian berkualitas digelar.
      Bukan sekedar kesenian yang digarap biasa2 saja,kalau hanya digarap ala kadarnya ya kurang bisa mengangkat nama dan terlihat asal2an.
      Semuanya harus benar2 bagus ...baik koreografi,tata lampu,setting panggung,kostum dan make-up,ketepatan waktu acara,dll ... Termasuk melibatkan penterjemah bahasa untuk bahasa asing.

      Hapus
  18. Iya brader.. sangat jatrang kesenian tradisional dari Indonesia Timur seperti Maluku, Ternate,,Papua dan lainnya yang diekspos..
    Entah mengapa demikian..
    Iya bener padahal cukup unik dan bagus menampilkan berbagai adat istiadat budaya nusantara .. Wah brader seneng dengan kesenian apapun ya ? Kesenian tradisional maupun kesenian modern? Wah hebat..! Salut aku.. Jarang anak jaman sekarang masih senang dengan kesenian tradisional budaya nusantara..! Great brader.!:)

    Iya sama-sama brader.. Kita sependapat kalau ingin banyak traveller wisatawan asing mengunjungi Danau Rawa Pening.. Alangkah baiknya diadakan promosi yang gencar.. Salah satunya antara lain yaitu dengan cara sering menggelar festival2 atraksi kesenian dan budaya dari bermacam-macam daerah di seluruh nusantara..
    Iya betul.. Keswnian yang bukan asal-asalan atau biasa-biada aja.. melainkan Festival kesenian yang benar-benar berkualitas sesuai standar internasional..

    Iya semuanya harus diperhatikan oleh pengelola nya dan sponsor acara.. Semuanya harus benar-benar bagus dan maksimal.. dari tata lampu setting panggung.. kostum, koreografi, make up dsb.. dan semua itu harus harus maksimal.. Mudah - mudahan banyak sponsor yang bersedia membantu terselenggaranya festival atraksi-atraksi kesenian dan budaya yang berkelas ini..
    Iya setuju perlu juga disediakan Transleter.. Penerjemah bahasa asing.. Paling tidak disediakan penerjemah dari untuk tiga bahasa asing...

    BalasHapus