Wednesday, November 22, 2017

Menjelajahi Situs Cagar Budaya Warung Boto

Awalnya aku tidak mengenali bangunan ini yang kulihat secara sekilas, saat aku mengendarai kendaraanku yang memang sengaja kulakukan untuk menjelajahi pencarian menuju ke lokasi wisata satu ini.

Trip Of Mine
Situs cagar budaya Warung Boto dilihat dari jalan raya.




Bukan dikarenakan keseluruhan bangunan yang hanya tampak setengah badan saja dari jalan.
Tetapi karena kondisi bangunannya yang memang tampak tidak beratap, hanya terlihat berupa dinding kotak saja dan berwarna krem pudar dengan didominasi warna kehitaman pekat, akibat pengaruh cuaca dan timbulnya jamur di dindingnya ...
Membuat pikiranku langsung terlintas pertanyaan " Mungkinkah itu sebuah gedung bangunan bekas kejadian musibah kebakaran ? ", disaat pertamakali aku melihatnya.

Trip Of Mine
Situs cagar budaya Warung Boto dilihat dari sisi lain jalan raya.

Aku mengenali bangunan ini selanjutnya, setelah melihat dan membaca papan nama berukuran sedang berwarna putih bertuliskan Situs Warung Boto yang kulihat dari seberang jalan arah kedatanganku.

Tembok sisi luar bangunan yang dikelilingi oleh kawat baja dan hanya tampak setengah badan bangunan terlihat dari jalan Veteran ini, ternyata adalah bagian belakang dari situs Warung Boto dan letaknya bersebelahan tepat dengan komplek pemakaman keluarga trah Prawiro Permaden.

Sedangkan bagian halaman depan yang juga berfungsi sebagai akses memasuki komplek bangunan situs, bukanlah melalui sisi samping bangunan tetapi melalui sebuah gapura yang berada sekitar 5 meter sejajar dengan halaman belakang situs Warung Boto yaitu Jalan Umbul dan berbelok ke kiri setelahnya.
Selanjutnya untuk area parkir kendaraan beroda 2 akan diarahkan ke Gang. Rodliyah yang sedikit berhadapan dengan halaman situs, sedangkan untuk area parkir kendaraan beroda 4 diarahkan ke sisi samping halaman depan keberadaan situs.

Keherananku yang muncul pertamakali saat melihat kondisi bangunan dilihat dari jalan raya, seketika berubah jadi rasa kagum setelah melihat keseluruhan tampilan bangunan dilihat dari halaman depan situs.

Trip Of Mine
Halaman depan situs cagar budaya Warung Boto.
Tampak seperti sebuah bangunan benteng pertahanan, terlihat kokoh dengan dominasi struktur bangunan berbentuk kotak.
Bangunan utamanya dibuat lebih tinggi dari pelataran halaman area, sedangkan bangunan disampingnya terlihat menempel dengan bangunan utama.
Namun dibuat lebih rendah strukturnya dari bangunan utama.
Bangunan utama dilengkapi dengan masing - masing 6 undakan anak tangga di bagian depan.
Sisi kirinya untuk menuju teras selanjutnya ke ruangan bagian inti fungsi awal bangunan ini dahulu kala didirikan, yaitu adanya 2 buah kolam pemandian berbentuk unik.



Trip Of Mine
Tampilan fotogenik area kolam situs cagar budaya Warung Boto.

Kolam dibuat berbentuk lingkaran bulat yang dilengkapi dengan bangunan berbentuk bunga berada ditengah kolam dan bagian ditengah bunga dilengkapi lubang air ditengahnya untuk mengalirkan sumber mata air.
Dan 1 kolam lagi berbentuk kotak yang dibuat menyambung dengan kolam berbentuk bulat disebelahnya.

Keseluruhan area di bagian sisi ruangan dalam bangunan situs telah dipoles cat dengan warna krem yang tampak semakin mempercantik penampilannya.

Trip Of Mine
Trip Of Mine

Trip Of Mine
Jump action.


Menjelajahi keseluruhan bangunan situs Pesanggrahan Warung Boto yang dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono II pada tahun 1785 Masehi atau 1711 perhitungan tahun Jawa sebagai tempat pesiar untuk raja dan kerabatnya ini, ... mengingatkanku adanya kemiripan arsitektur struktur bangunan dengan situs Taman Sari.
Keduanya memang berada di lokasi kota Yogyakarta.

Kesan kesamaan arsitektur struktur kedua bangunan situs itu terletak dengan adanya bentuk lengkungan, ruangan bersusun atau bertingkat dan tangga terowongan penghubung yang melengkapi tampilan bangunan.
Sama-sama mengesankan perpaduan arsitektur Eropa dan Jawa.


Trip Of Mine


Trip Of Mine

Trip Of Mine

Selain adanya kemiripan arsitektur struktur bangunan diantara keduanya, lokasi keberadaan situs Warung Boto ini juga sama-sama berada di lingkungan padat rumah penduduk nyaris mirip dengan kondisi area di situs Taman Sari.

Trip Of Mine

Trip Of Mine

Situs pesanggrahan yang dahulu bernama pesanggrahan Rejawinangun ini seiring waktu kini lebih dikenal dengan penamaan situs Warung Boto mengikuti keberadaan nama kelurahan tempat lokasi situs ini berada.
Tepatnya di Jalan Veteran no.77,Warung Boto,Kecamatan Umbulharjo, DIY.

Situs Warung Boto merupakan bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta dan di lindungi oleh UU RI no.11 tahun 2010.


Trip Of Mine
Plat situs cagar budaya BPCB DIY.

Tampak beberapa lantai pijakannya diberi plat oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya atau BPCB DIY dengan di cat berwarna biru terang bertuliskan kuning emas sebagai penanda bangunan yang termasuk cagar budaya yang wajib dilindungi dan dilestarikan keberadaannya.


Unik dan indah memang arsitektur situs Warung Boto ini.
Sayangnya, 
sumber mata air ditengah kolam bulat itu kini sudah tak berfungsi lagi mengeluarkan airnya.
Seandainya sumber mata air alami itu masih setia mengeluarkan airnya hingga sekarang, tentu akan lebih membawa imajinasi para traveller ke peristiwa yang pernah terjadi di bangunan ini.
Raja dan kerabatnya sering berpelesiran dan bercengkerama disana ...




Lokasi :
Jl. Veteran no.77
Warung Boto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY

Harga Tiket :
Free atau tidak dipungut beaya
( Kondisi sewaktu - waktu dapat berubah )

Info tambahan :
Jam operasional jam 06.00 pagi - 18.00

Tips berlibur di situs Warung Boto :

• Gunakan lotion tabir surya di wajah dan badan untuk melindungi kulit dari terpaan panas sinar matahari.

• Bawalah persediaan payung jika sewaktu-waktu hujan mengingat sebagian area situs bangunannya tanpa atap.

• Patuhi peraturan yang ditetapkan = menjaga kebersihan,dilarang melakukan corat-coret dan dilarang memanjat situs.







13 comments:

  1. Pertama melihat foto bangunan ini sekilas tampak mirip dengan bangunan benteng2. Bangunan cagar budaya ini namanx unik yay? warung boto.. kira2 diambil dari nama apakah bangunan ini brader ? Dahulu kala bangunan ini fungsinz sebagai tempat pesiar bagi Sri Sultan Hamengkubuwono 2 dan kerabatnx ? Setelah itu mengapa dibiarkan nggak berfungsi lagi bangunan ini brader? Tapi asyik ya bangunan2 yg nggak beratap ini sangat unik dan menarik dibuat betfoto.. Hasil2 foto dengan background bangunan ini tampak artistik dan bagus.
    Oh ya apa bedanya ya bangunan cagar budaya situs warung boto ini dengan bangunan2 yang disebut benteng ? Sekian terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih,sista Fidy yang udah berkenan memberikan komentar dan pertanyaan mengenai artikel blog situs Warung Boto ini.

      Penamaan bangunan ini mengikuti nama kelurahan tempat lokasi, Warung Boto.
      Dulu nama aslinya Pesanggrahan Rejawinangun.
      Dan dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono ke II sebagai tempat plesiran atau wisata untuk beliau dan kerabatnya.
      Selain berfungsi sebagai tempat plesiran juga berfungsi sebagai benteng pertahanan.

      Situs ini dibiarkan terbengkalai sampai kira-kira 5 tahun belakangan ini mulai direnovasi tanpa merubah struktur bangunan aslinya.
      Sayangnya,kurang perawatan ya ...... Dilihat dengan tampilan dinding bangunan yang menghitam ditumbuhi jamur.
      Bisa jadi karena terkendala karena faktor beaya perawatan karena memasuki area situs ini setiap pengunjung tanpa dipungut beaya atau free.
      Pengunjung hanya diwajibkan mengisi buku daftar tamu saja dan membayar restribusi parkir yang dikelola warga.

      Perbedaan antara benteng dan situs seperti Warung Boto dan Taman Sari adalah jika benteng hanya berfungsi sebagai tempat markas pertahanan saja,sedangkan situs Warung Boto dan Taman Sari berfungsi merangkap sebagai tempat plesiran juga sebagai tempat pertahanan.

      Arsitektur situs ini memang indah dan nyaris mirip dengan arsitektur Taman Sari,namun dalam skala lebih kecil area bangunannya.
      Karena keindahan dan keunikannya situs ini seringkali dipergunakan sebagai lokasi foto,termasuk foto prewedding diantaranya foto prewedding Kahiyang-Boby.

      Delete
  2. Iya sama2 brader.. Aq memang suka bertanya banyak hal jadi maaf ya mohon maklum pertanyaanku kadang2 mengapa begini? mengapa begitu ? Hehehe... :D
    Oh jadi nama warung boto ini diambil.dari nama kelurahan setempat.. mungkin biar lebih gampang diingat ya oleh orang dan wisatawan yg ingin berkunjung..
    Iya masih kelihatan kurang perawatan..mungkin terkendala biaya. Sayang ya dinding2 bangunanx sampai jamuran. Jadi masuk ke cagar budaya warung boto ini free alias gratis ya ? Ooh lantas biaya maintenance dari pemerintah aja kali ya ?
    Ooh jadi peebedaanya.. Kalau bangunan benteng hanya sebagai tempat pertahanan aja.. Sedangkan bangunan warung boto bisa sebagai pertahanan juga bisa sebagqi tempat plesir.. dan ada kebanyakan rata2 bangunan benteng itu adalah peninggalan penjajah seperti Belanda..
    Oh iya benar juga ya kalau diamati ada persamaan antara warung boto dan taman sariterletak pada arsitektur bangunannya... di mana keduanya memiliki terowongan..
    Iya arsitektur bangunan warung boto ini memang bagus dan unik dibuat background berfoto.. Oh jadi kemarin itu dibuat untuk pemotretan prewedding nya Kahiyang ayu - Bobby..? Great..! Hebat ya situs wadung boto jadi lebih terkenal lagj sebagai cagar budaya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga apa-apa banyak bertanya,sista.
      Aku malah senang menjelaskan secara detil pertanyaan dari sista.
      Itu tandanya sista sosok seorang yang kritis dan terlihat antusias .......
      Good personality.

      Yup,betul.
      Beaya maintenance tentunya dibeayai oleh BPCB Yogyakarta.
      Sebenarnya tidak apa-apa ya dikenai restribusi tiket masuk untuk pengunjung,asalkan dengan tarif yang terjangkau tanpa perlu mematok harga yang tinggi.
      Nah beaya restribusi tiket itu bisa digunakan untuk beaya maintenance rutin perbulannya,jadi kondisi bangunan situs cagar budaya ini tetap terus tampil cantik dilihat.
      Dan tentunya untuk beaya penataan area sekitar situs jadi lebih tertata dengan apik.

      Yup,
      Berkat keunikan desainnya lokasi situs ini dipilih oleh Kahiyang-Bobby untuk salah satu background foto prewedding mereka yang seringkali tampil di stasiun televisi untuk acara pernikahan mereka.

      Delete
  3. Makasih banyak brader sudah maklum aku banyak bertanya.. Hehehe... Iya aku orangnya antusias terhadap sesuatu hal yang aku anggap menarik untuk diketahui. terima kasih bnyk kalau aku dibilang good personality... begitu jugab brader have a good personality karena ramah selalu menjawab pertanyaan demi pertanyaan dengan sangat detail..:)
    Iya setuju dengan brader.. nggak apa2 sebaiknya dikenakan biaya tiket masuk ke dalam situs warung boto.. sehingga dari tikef retribusi yang terjangkau tsb pemasukannya bisa digunakan untuk biaya maintenance tiap bulannya jadi nggak tergantung dari pemerintah.. Karena namanya juga bangunan cagar budaya yang harus dirawat secara rutin agar terjaga kelestariannya dan terlihat cantik artistik.:)
    Oh ya ntar kapan2 kalau brader travelling ke sebuah benteng atau suatu museum.. aku request apa bisa ntar brader berfoto didekat mobil teng atau meriam bersenjata ya ? Hehehe... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sebaliknya juga kusampaikan,sista .....
      Hehehehe .....
      Terimakasih dibilang membalas komentar dengan detil.
      Kebetulan di tiap lokasi wisata yang kukunjungi aku selalu berusaha berinteraksi dengan warga setempat untuk informasi selengkap mungkin.
      Jadi bisa bekal buat aku untuk menjawab pertanyaan seperti yang sista ajukan.

      Wuih ......
      Request nya mantap.
      Kelak aku diminta berfoto di samping tank atau meriam yang ada di museum ......

      Dulu aku pernah berfoto di samping meriam bernama 'si kabur ' di museum Fatahillah Jakarta,cuma sayangnya file foto itu entah ada dimana,kucari memory card nya ngga ketemu.

      Coba ya ntar kucari info lokasi museum yang ada meriam atau tank nya ......
      Ntar setelah akan ku posting di blog ini.

      Delete
    2. Maaf,
      Ralat :

      Maksudku bukan meriam 'si kabur ' tapi yang benar ' si jagur '.

      Penulisan pengetikan saran kata di keyboard membuat kesalahan.

      Delete
  4. You're welcome too brader.. Iya kalau menulis blog nggak hanya tahu ttg lokasi wisata tetapi juga harus riset dan aktif bertanya ke penduduk warga setempat.. buat bahan informasi data yang akurat.. bila ada pertanyaan dari pengunjung blog.
    Iya tiba2 aja aku terlintas untuk request ke brader foto dengan mobil tank atau meriam..
    Ternyata brader pernah ya foto bareng meriam di museum fatahilah jakarta ?
    ada tapi memori card nya hilang ? Okelah ntar aja kalau ketemu baru diupload di blog ini..
    Wah. meriamnya punya nama juga ya ? si jabur.. Hehehe... Oke aku pingin tahu aksi brader di samping meriam.. Oh ya.. tapi ada planning travelling ke benteng di jawa tengah nggak brader? Kan bakalan keren kalau berfoto di benteng2 peninggalan penjajah. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ralat lagi,sista .....
      Kali ini ralatnya dari komentar sista tentang nama meriam ..... Bukan si jabur tapi si jagur.

      Meriam si jagur yang berada di museum Fatahillah itu sempat dikeramatkan oleh banyak warga yang berkeinginan mempunyai keturunan bisa mengelus meriam itu.
      Namun sekarang tindakan itu sudah tidak diperbolehkan oleh pihak pengelola museum.

      Delete
  5. Oh sorry, maaf aku salah baca.. harusnya nama mdfiamnya Jagur..
    Ouuw jadi ada mitos kalau mengelus elus meriam jagur bisa dapat keturunan ?
    Hmm.. Mitos yg impossible banget.. Untung sekarang sudah dilarang.

    ReplyDelete
  6. Sorry salah tulis
    #meddfiam = meriam

    ReplyDelete
  7. Sewaktu meriam "si jagur" masih dikeramatkan oleh sebagian orang....
    Orang-orang yang mempercayai mitos tersebut meletakkan sesaji dan mengusap meriam yang diujungnya berbentuk jempol tangan yang diselipkan di jari yang menyimbolkan erotisme.
    Sekarang tindakan itu sudah dilarang oleh pengelola museum.

    ReplyDelete
  8. Ooh orang-orang yang mempercayai mitos iru selain mengusap meriam juga menyediakan sesaji segala ya ? wsh sudah salah kaprah ya mempercayai mitos yang demikian. Untunglah sekarang sudah dilarang kegiatan tsb.

    ReplyDelete