Monday, January 14, 2019

Ramadanu : Taman Bunga Nuansa Belanda Ala Jawa

Sekawanan kupu - kupu beraneka warna  dengan dominasi warna kuning dan putih tampak terlihat berterbangan kesana kemari, kira - kira 10 sentimeter jarak terbangnya dari bagian puncak hamparan bebungaan. 
Tak lama kemudian, sebagian dari mereka mendarat kembali masuk ke sela - sela tanaman, tak tampak lagi kepak - kepak sayap mungil mereka ikut menghiasi penampilan indahnya taman. 
Pemandangan berulang kawanan kupu - kupu hinggap dan kemudian terbang silih berganti itu mulai kulihat dari area parkir di luar pagar pembatas area taman dari seberang kali kecil yang membelah antara jalan desa perkampungan warga dan lokasi taman bunga Taman Ramadanu. 


Trip Of Mine
Mengintip kamu, eh# ... , kupu - kupu di taman bunga Ramadanu

Entah penampakan kawanan kupu - kupu sebanyak itu hanya suatu kebetulan yang kutemui semata buatku, atau memang suatu keadaan di bulan Januari habitat perkembangbiakan mereka sedang banyak - banyaknya, atau juga memang karena adanya bebungaan dalam jumlah sangat banyak selalu jadi incaran lokasi hewan termasuk jenis serangga itu untuk berburu makanan. 
Entahlah ... , tapi yang jelas pemandangan unik itu terasa berkesan buatku karena selama ini tak sekalipun pernah kulihat secara langsung puluhan kupu - kupu dalam jumlah sebanyak itu berada di suatu lokasi area terbuka.

Sayangnya, kawanan kupu - kupu berukuran kecil itu tak tertangkap gambarnya di kameraku. 
Berulangkali aku sengaja mencoba mendekati satu kelompok tanaman yang ditata sedemikian rupa oleh pengelola Taman Ramadanu untuk mengambil gambar mereka, tapi setiap kali pula itu kulakukan kawanan kupu - kupu dengan gerakan cepat terbang pergi menjauh untuk kemudian 'bersembunyi' mendarat di kelompok tanaman bunga yang lainnya. 


Trip Of Mine
Kayak betulan berada di perkebunan bunga tulip di Belanda, ya :)

Pasti banyak orang akan dibuat terkecoh melihat fotoku berdiri berada di depan spot kincir angin yang berada di tengah area Taman Ramadanu, seolah lokasi liburanku kali ini sedang betulan berada di tengah sebuah area taman kebun bunga jauh di negara Belanda sana. 
Ya, ngga ... ?, 
hayooo akui sajalah ... , ngga usah pakai acara malu malu kucing dan nyengir kuda kepang begitu dong bacanya hi hi hi. 

Memang jika dilihat sekilas, fotoku yang tampak terlihat aku seolah sedang terkagum - kagum memandangi kincir angin berukuran besar ini lokasinya berada di dalam area taman bunga tempat acara liburan ketje di negara yang terkenal dengan ikoniknya bunga tulip itu, padahal bukan. 
Ini lokasinya masih di Indonesia, tepatnya di pulau Jawa.


Trip Of Mine
Tanaman bunga Celosia sebagai andalannya

Taman penuh bunga cantik satu ini lokasinya berada di sebuah pedesaan di kabupaten Magelang, tepatnya di dusun Danurojo, Sambi Roro, Jamuskauman, Ngluwar. 


Trip Of Mine
Fiber warna - warni ketje juga buat kap lampu ... , terinspirasi ;)

Lokasi tamannya 'terjepit' berada ditengah antara area persawahan dan jalan desa yang dipenuhi padatnya deretan rumah warga. 
Jadi bisa ditebak dengan adanya lokasi taman wisata buatan yang dibuka sejak bulan Juni 2018 lalu ini ditengah perkampungan, banyak rumah - rumah warga di sekitar area taman ikut 'menyulap diri' jadi tempat sarana kuliner melayani kebutuhan makanan dan minuman untuk wisatawan. 

Di dalam area Taman Ramadanu juga tersedia satu area kafe dengan tampilan cukup eye catching dilengkapi dengan sekumpulan meja berpayung dan kursi kayu untuk nongki menikmati hidangan sambil memandangi hamparan bebungaan disana.


Trip Of Mine
Kafe taman

Sayangnya konter kafe berwarna kuning mentereng yang terletak di sebelah konter tiket area ini tak menyediakan sajian menu spesifik khas Magelang, seperti : Kupat Tahu, Nasi Goreng Magelangan, Sop Senerek atau juga Mangut Beong. 
Seandainya saja menu - menu masakan khas Magelang ikut disediakan di kafenya, tentu akan jadi nilai tambah tersendiri karena wisatawan ikut diperkenalkan secara langsung rupa dan rasa makanan khas Magelang.
Kulihat di daftar menu pilihannya hanya tersedia menu sama seperti yang dijajakan di warung - warung warga, tak jauh dari pilihan sajian bakso dan mie instan.


Trip Of Mine
Spot selfie nama sejumlah lokasi wisata ngehits di Magelang

Jenis hidangan makanan spesifik khas Magelang tak terwakili di kafenya, tapi beruntungnya sejumlah nama lokasi wisata ternama di Magelang terwakili di spot tiang penunjuk arah yang berada di tengah taman, berdekatan dengan spot kincir angin.

Spot ini selain cukup keren untuk lokasi berfoto juga informatif buat pengunjung, terutama wisatawan dari luar kota karena berapa jarak kilometer suatu lokasi wisata lain akan ditempuh dari lokasi area taman bunga Taman Ramadanu ikut dicantumkan dipapannya.  

Jika dilihat dari atas ketinggian spot rumah panggung, sebagian besar formasi tanaman terlihat ditata berbentuk seperti labirin setengah lingkaran. 


Trip Of Mine
Dilihat dari ketinggian

Dengan hamparan tanaman bunga Celosia berwarna merah dan kuning sebagai tanaman hias utamanya, taman cukup luas areanya ini juga terdapat tanaman bunga Vinka, bunga Matahari, bunga Zinnia dan beberapa jenis tanaman bunga lainnya.

Sejumlah pilihan spot selfie beragam bentuk terbuat dari susunan bambu ditata mengelilingi taman.
Tak hanya itu, di tengah area terdapat beberapa spot bangku taman dihiasi latar belakang sekumpulan penuh bunga plastik cantik Mei Hua berwarna merah muda, bunga khas dari negara China dan digunakan untuk hiasan acara Imlek.


Trip Of Mine
Semua bebungaanya asli, terkecuali bunga Mei Hua

2 motor antik merk Vespa dan Honda yang sudah tak berfungsi mesinnya, ikut dipajang sebagai property berfoto ketje.
Vespa jadul warna pink sengaja kupilih untuk foto gegayaan he he he ... .


Trip Of Mine
Sesekali mendadak pink wokey juga :)

Biar beda gitu. Sesekali tampil dengan properti foto berwarna pink, ternyata bagus juga hasilnya, ... , eh#.

Asiknya lagi, untuk berfoto di semua spot selfie di Taman Ramadanu pengunjung tak dikenai beaya tambahan. 
Cukup dengan membayar tiket masuk area Rp. 10. 000 ,_ , bisa berfoto di spot manapun sesuai keinginan.

Memilih berfoto di spot selfie manapun dan dengan pasang aksi gaya apapun di depan kamera, tak ada larangan untuk itu. 
Eh, tapi bukan berarti karena kesenangan tau gratisan buat gunain semua spot selfie di Taman Ramadanu ...,  lalu lupa diri gegayaan berfoto pakai acara aksi levitasi melompat segala dari ketinggian spot rumah panggung loh, ya.


Trip Of Mine
Spot rumah panggung.
Tangganya sempiiit banget ... , kudu hati - hati menuruninya

Jangan dilakukan !.
Bisa - bisa tubuh indah nan seksi  milikmu nyungsep mendarat tak sempurna di sela - sela tanaman bunga matahari yang ditanam berada dibawah spot rumah panggung ..., wwkkkwkk !.

Cukup berpose foto manis saja buat nambah feeds akun instagram.
Atau kalau ngga ingin berfoto, memilih duduk - duduk saja di pinggir beberapa kolam ikan mas, tak kalah menyenangkan mengisi kegiatan liburan di Taman Ramadanu.


Trip Of Mine
Banyak ya ikan masnya :) 

Ada satu hal yang cukup menarik diperhatikan di Taman Ramadanu. 
Berbeda dengan konsep taman bunga yang lain, ternyata setiap hari jam operasionalnya sampai mendekati tengah malam hari.
Saat kuketahui informasinya, aku langsung kebayang gimana ramainya di dalam area taman dan sekitar luar taman saat malam minggu tiba.
Bisa jadi, suasana malam sekitar taman jadi ramai kayak pasar tiban, jalan dipenuhi oleh lapak para pedagang kaki lima menjajakan bermacam aneka dagangan. Seru juga, ya. 
Duh, kok ..., jadi kepengin juga sih nyobain liburan kesana malam hari ..., hmm tapi sama siapa, ya ?.


Lokasi :
Taman Ramadanu
Dusun Danurojo, Sambi Roro, Jamuskauman, Ngluwar, Kabupaten Magelang

Tiket :
Rp. 10. 000 ,_
[ Info harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]

Jam operasional :
08. 00 - 23. 00

Tips ketje berlibur ala Trip Of Mine :
▪ Akses rute menuju dan ke lokasi Taman Ramadanu, sebenarnya juga dapat ditempuh melalui jalan alternatif melalui jalan pedesaan dari salah satu badan jalan di dekat lokasi candi Mendut.
Tapi rute jalan alternatif tersebut tidak cukup mudah dikenali untuk wisatawan luar kota, terkecuali selama perjalanan didampingi tour guide berasal dari wilayah setempat.

Rute termudah menuju ke lokasi Taman Ramadanu ditempuh melalui jalan utama Magelang - Yogyakarta dan gapura besar perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta yang berada di kecamatan Salam sebagai patokan awal untuk pencarian lokasi.
Tak jauh dari gapura berukuran besar dan melintang di atas jalan itu, rute kemudian dilanjutkan dengan masuk ke belokan jalan pedesaan dan papan nama Puskesmas Salam sebagai petunjuk ke arah rute yang benar.
Lurus saja, sampai terlihat papan nama lokasi Taman Ramadanu berada di depan dusun Danurojo.
Pastikan jangan salah rute, ya.

▪ Di saat musim penghujan, licinnya permukaan tanah area taman yang tanpa diplester dibiarkan tampil alami apa adanya, wajib diperhatikan dengan baik. 
Jangan sampai liburan dan berburu foto keren untuk feeds instagram kamu malah berujung tergelincir ala - ala :)

▪ Krim atau lotion tabir surya sepertinya jenis kosmetik yang wajib masuk dalam tas perbekalan kamu buat berlibur di Taman Ramadanu. 
Oleskan sebelum kamu mengitari area taman dan bersiap pasang gegayaan beragam jurus andalan di depan kamera digital atau kamera smartphone kamu he he he.


Trip Of Mine
Keren ya tampilan bunganya ... , jadi pengin nanam juga buat dirumah :)

Masalahnya bukaan area taman ini juga terasa panas menyengat terkena terpaan sinar matahari secara langsung, meski areanya banyak sekali tanaman, dikitari oleh kali dan bersebelahan dengan persawahan.








Monday, January 7, 2019

Resto Banyu Mili : Tempat Makan dan Wisata Air

Resto Banyu Mili atau dikenal juga dengan nama Banyu Mili resto country club merupakan satu penggabungan area antara konsep eat and recreation dalam satu area sekaligus. 
Menempati lahan seluas 30. 000 meter persegi resto Banyu Mili didirikan sejak tahun 2008 ini terdapat dua kolam renang, danau, penangkaran udang dan gurami organik, juga beberapa spot pilihan untuk duduk menikmati menu hidangan yang dipilih. 


Trip Of Mine
Sekitar danau resto Banyu Mili terdapat beberapa bongkahan batu alam berukuran besar, keren juga untuk berfoto.

Adanya kelengkapan fasilitas pilihan beragam kuliner dan sekalian dapat bersenang - senang menikmati liburan bareng keluarga, nama resto Banyu Mili akhirnya kami pilih setelah beberapa nama lokasi resto pilihan muncul dalam pembicaraan kami untuk menikmati liburan pergantian tahun. 
Adanya fasilitas kolam renang di area rumah makan itulah salah satu alasan yang langsung diminati oleh para krucil ..., tiga keponakanku yang ikut nimbrung mencuri dengar pembicaraan santai kami sebelum hari keberangkatan. 

Mereka bertiga, terutama dua gadis cilik ponakanku itu selalu lebih bersemangat kalau dengar ada fasilitas kolam renang di suatu lokasi wisata. 
Saat itu, aku yang belum sempat menyelesaikan menyebut kata  " disana ada kolam ren ... ", mereka langsung kompak teriak seru " aku mau , aku mau ..., asiiiiiik ! ". Duh, mereka tuh kayak udah bertahun - tahun lamanya ngga pernah lihat air saja, deh ..., wwwkkkwk !


Trip Of Mine
Kolam renang dewasa

Merayakan momen pergantian tahun kali ini, kami rayakan dengan cara berbeda dan memang sengaja setiap tahun tak selalu sama cara kami merayakannya. 
Untuk pergantian tahun ini, kami merayakan bukan dengan cara berkumpul bersama di malam hari menanti detik demi detik pergantian ke posisi angka jarum jam menunjukkan tepat di 24. 00 dan terpana melihat formasi pesta kembang api berwarna warni di kegelapan malam, atau juga diantara kami masing - masing punya acara tersendiri, seperti yang pernah kulakukan beberapa tahun lalu, aku dan beberapa temanku merayakan momen pergantian tahun di sebuah tempat aksi keren disk jockey memainkan cakram piringan hitamnya meremix lagu - lagu top 40's USA ..., apalagi kalau itu bukan ..., diskotik he he he. 

Tapi itu dulu, ya saat aku masih kerja merantau di ibukota. 
Sekarang hobi asik mendengarkan musik berdentum- dentum di diskotik itu, sudah sangat jarang kulakukan. Meski dulu aku penyuka ajeb - ajeb, aku sangat pantang ngedrug. 
Sama sekali dan dengan tegas kukatakan Say No to Drugs !. 
Eh, ini kok malah melenceng menceritakan pengalamanku pribadi merayakan momen pergantian tahun baru, ya he he he.


Trip Of Mine
Candid camera :) ..., adik dan para krucil di jalur danau 

Tahun 2018 lalu, tepatnya tanggal 31 Desember kami sekeluarga merayakan momen, tepatnya hari menjelang pergantian ke tahun yang baru dengan cara konvoi beriringan 2 kendaraan dari kota kami tinggal menuju ke kota Yogyakarta di pagi hari , bukan berangkat malam hari dan kami sepakati untuk mampir sejenak di beberapa tempat kuliner yang banyak terdapat di sepanjang perjalanan untuk icip - icip kuliner unik sebelum akhirnya tiba berlibur di resto Banyu Mili.

Pencarian alamat resto Banyu Mili yang terletak berada di dalam komplek perumahan Griya Mahkota, tepatnya berlokasi di Jalan Godean KM 4,5, Kwarasan, Nogotirto, Sleman Yogyakarta, dimulai dari ringroad saat memasuki kota Yogyakarta menuju ke arah utara, tak begitu sulit dicari rute lokasinya. Ikuti saja petunjuk papan nama petunjuk arah berukuran besar di jalan raya. 


Trip Of Mine
Area hall terbuka

Udang organik dan gurami organik hasil penangkaran sendiri diareanya jadi menu unggulan menu resto Banyu Mili. 
Pilihan varian rasa olahan udang diantaranya dimasak asam manis dan fresh shrimp grill. Gurami telur mentega dan soup gurami, dua diantara pilihan menu gurami lainnya. 


Trip Of Mine
Area penangkaran kolam udang organik

Dengan rentang harga per porsi menu makanan termurah dimulai dari Rp. 5. 000 ,_  untuk lalapan sampai termahal Rp. 335. 000 ,_  untuk menu fresh shrimp grill ukuran besar dan juga harga menu minuman termurah dimulai dari Rp. 4. 500 ,_ untuk air mineral , kulihat daftar harga resto Banyu Mili di selembar brosurnya terdapat beberapa pilihan menu paket, menu per porsi juga dilengkapi jenis ukuran porsi dan tentunya tak ketinggalan harga per menu.

Salah satu pilihan paket menu yang disediakan resto Banyu Mili adalah untuk 10 orang, terdiri dari Paket Hemat 10 seharga Rp. 965. 000 ,_ .
Terdiri dari udang bakar madu 1 porsi, udang goreng atau rebus 1 porsi sesuai selera, udang saos tiram 1 porsi, gurami goreng atau bakar 2 ekor, gurami cobek 1 ekor, nasi putih 1 cething besar, tumis kangkung 2 porsi, karedok 1 porsi, lalapan 1 porsi, sambal terasi 4 porsi, sambal tomat 2 porsi, es jeruk 5 gelas dan es teh 5 gelas.

Selain paket bernama paket hemat 10 itu, jenis paket lain untuk 10 orang terdapat paket Arwana seharga Rp. 750. 000 ,_ dan paket Louhan seharga Rp. 585. 000 ,_ .
Gimana menurutmu harga paket menunya ?, he he he ... .

Kalau berkeinginan mencoba icip - icip enaknya menu udang bakar madu tanpa melalui pembelian secara paket, perporsinya dikenai harga Rp. 290. 000 ,_ untuk ukuran besar dan untuk ukuran sedang dibanderol Rp. 165. 000 ,_ .


Trip Of Mine
Bon pembayaran 

Menu ayam goreng kampung kremes 1/2 porsi ayam + kepala, seporsi bihun seafood, 1 porsi tempe, 1 porsi tahu goreng, 1 porsi nasi cheting kecil, 1 gelas es kelapa, 3 gelas es jeruk, dipesan oleh adikku untuk para krucil bersantap setelah mereka betah berjam - jam bermain - main air syantik di kolam renang. 


Trip Of Mine
Menu masakan buat para krucil :)

Sesuai dengan konsep yang diusungnya, memadukan sarana rumah makan dan juga sebagai tempat rekreasi keluarga, pengelola resto Banyu Mili menempatkan pilihan lokasi tempat makan tak hanya berada di hall terbuka berukuran cukup luas, tetapi juga berada tepat di tepi kolam renang dibuat seakan tenggelam menempel di dinding pembatas kolam renang. 


Trip Of Mine
Kolam Byur

Lokasi pilihan tempat makan lainnya, berupa kursi taman dengan meja berpayung teduh  ..., judul laguuu kali akh ..., ha ha ha ..., di sekeliling kolam renang dewasa dan kolam byur, kolam renang khusus dipergunakan untuk anak - anak.


Trip Of Mine
Taman tepi danau

Dan 1 area tempat makan berupa deretan  lesehan berukuran luas di tepi danau yang airnya bersumberkan dari mata air bernama Tuk Naga yang terletak berada di sudut halaman dan berdinding pagar pembatas setinggi dada orang dewasa.


Trip Of Mine
Asik juga buat jogging track, ya 


Lokasi :
Resto Banyu Mili country club
Jalan Godean KM 4,5, Kwarasan, Nogotirto, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Tiket :
• Rp. 15. 000 ,_ / khusus untuk berenang dan sebagai penanda, stiker gelang anti air dipasangkan di pergelangan tangan pengunjung 
• Tidak dikenai beaya masuk untuk memasuki area.
[ info harga tiket, menu dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]

Jam operasional :
• 09. 00 - 18. 00 di hari biasa, 09. 00 - 21. 00 di hari sabtu dan minggu. 
• 07. 00 - 18. 00 khusus kolam renang.

Fasilitas tambahan resto Banyu Mili :
Free hot - spot, ruang meeting dilengkapi LCD projector, homestay, wahana bebek air mengelilingi danau, memancing, aero modelling untuk anak dan live music pada acara tertentu.


Friday, December 28, 2018

Taman Kitiran Dewari : Taman Bunga Berganti Rupa Ribuan Kincir Angin

Akhir - akhir ini, dalam kurun waktu kurang lebih setahun banyak sekali bermunculan wisata taman buatan di beberapa kota, berupa taman bunga beraneka jenis rupa dan warna atau ada juga taman yang hanya mengandalkan satu jenis tanaman bunga di areanya. 
Sejumlah destinasi taman bunga buatan tumbuh bermekaran dimana - mana bagaikan jamur tumbuh subur di musim penghujan ikut menghiasi dan melengkapi destinasi wisata lainnya yang telah ada sebelumnya di suatu wilayah. 

Diantara sekian banyak lokasi wisata taman bunga buatan, eh# maksudku bunga betulan, ya ..., bukan bunga tidur atau juga, hmmm ..., bunga plastik yang seringkali digunakan buat dekorasi acara sunatan massal, ada satu taman bunga buatan di kabupaten Magelang yang bisa disebut sebagai salah satu pelopor awal kemunculan jenis lokasi wisata taman bebungaan, nama lokasinya Taman Dewari. 


Trip Of Mine
Warna - warni kontras fiber Taman Kitiran Dewari

Keindahan taman bunga buatan taman Dewari seluas 2800 meter persegi mengandalkan pemandangan deretan 8000 batang satu jenis tanaman berbunga berwarna kuning, kepala bunga berukuran lebar dan terdiri dari satu bunga ditangkainya, bunga matahari itu sempat melambungkan nama taman Dewari di aplikasi social media berbasis foto, instagram dan tak sedikit blogger telah mengulas keindahan taman dan lansekapnya berpemandangan latar belakang perbukitan Menoreh, gunung Merapi serta dikelilingi persawahan ini.

Lain dulu, lain sekarang

Tapi itu dulu ..., tepatnya setelah 2 session berlalu tanaman bunga matahari bermekaran kompak dengan pesona kecantikannya yang membuat siapapun berfoto disana seolah terlihat tenggelam diantara tingginya deretan tanaman bunga matahari ditata sedemikian rupa. 
Yups, tanaman bunga matahari bermekaran mengenal musim, tak selamanya selalu mekar di sepanjang tahun. 
Biasanya akan bermekaran antara bulan Januari hingga Maret dan setelah bunga sanggup bertahan mekar selama 3 bulan lamanya, bunga yang pertumbuhannya mengikuti pergerakan arah matahari itu kemudian akan layu seperti cintamu padaku. Titik.

Lalu kemanakah jajaran bunga cantik itu kini berada ?

Masih menempati lahan yang sama sebelumnya, berada di tepi jalan desa Baturono, kecamatan Salam, kabupaten Magelang, nama lokasi wisata Taman Dewari berganti nama menjadi Taman Kitiran.

Trip Of Mine

Seiring dengan layunya bunga matahari dan mengisi kekosongan lahan, 'dagangan utama' taman yang semula tanaman bunga matahari kini berganti kitiran [ Bahasa Jawa = kincir angin, baling - baling. Model atau bentuk kincir angin seperti ini lebih populer sebagai sarana permainan anak - anak ], terbuat dari plastik beraneka warna memikat mata dan ribuan jumlahnya ... !.


Trip Of Mine
Kitiran raksasa ditengah taman

Kitiran - kitiran berwarna biru tua, biru muda, kuning, oranye, hijau, putih dan merah itu dipasang diatas tonggak bambu yang ditancapkan di tanah.


Trip Of Mine
Bergerak serempak tertiup angin ...

Di areanya terdapat beberapa bale - bale bambu untuk bersantai dan spot panggung untuk berselfie, diantaranya berbentuk kapal dan menara untuk berburu foto dengan angle berbeda. Jika dilihat dari atas ketinggian menara terbuat dari bambu, terlihat deretan kitiran dibentuk dengan konfigurasi sebuah bintang berukuran besar berada di tengah area taman.


Trip Of Mine
Konfigurasi bintang dan kitiran raksasa berada ditengahnya

Satu gubug berdinding potongan fiber juga tampil berwarna - warni kontras memikat disediakan taman Kitiran Dewari untuk berfoto tampil beda, lebih kekinian.


Trip Of Mine
Tampilan gubug fiber warna - warninya kayak di cerita dongeng, ya ...

Selain menyediakan jasa fotografer dengan tarif terjangkau, kuperhatikan pengelola menyediakan fasilitas kuliner dengan menempati sebuah bangunan terbuat dari rangkaian bambu di pojok area, perlengkapan sewa caping dan sewa payung untuk keperluan properti membuat dokumentasi berfoto dan untuk keperluan mengitari area taman dari terpaan teriknya panas sinar matahari.

Duduk di bale bersebelahan dengan area sawah yang tengah tampak menghijau, sambil memandangi 10. 000 buah kitiran bergerak serempak dan bentangan kain tirai ikut bergerak tertiup angin, membawa imajinasi saat bocah dulu berlarian kesana kemari sambil membawa kitiran ..., dan rasanya pengin membawa pulang satu atau lebih kitiran buat kenang - kenangan untuk dipasang di halaman kebun rumah. 


Trip Of Mine

Eiiits, tapi itu jangan dilaksanakan betulan, ya karena pengelola taman Kitiran Dewari memberlalukan peraturan tegas buat pengunjung siapapun sengaja mencabut, merusak, menginjak, merubah bentuk dan mengambil kitiran akan dikenai sanksi denda 100 ribu rupiah pertangkai kitirannya.
Yo wislah, jangankan mengambil, menyentuh kitiran pun aku ngga berani kulakukan. Takut rusak setelahnya.
Seratus ribu itu ngga mu ... raaaah ..., sayyyyy.
Sayuran maksudku, wwkkkwkkk !. 


Trip Of Mine
Loket tiket dan souvenir

Gagal keinginan punya kenang  - kenangan liburan berupa kitiran, terobati dengan adanya pilihan souvenir berupa kaos dan gantungan kunci yang dijual di kios penjualan tiket.
Satu gantungan kunci khas taman Kitiran Dewari seharga Rp. 12. 000,_ , kubeli buat pengingat kenangan pernah berlibur disana.


Trip Of Mine


Lokasi :
Taman Dewari atau Taman Kitiran Dewari
Kradenan, desa Baturono, kecamatan Salam, kabupaten Magelang

Jam operasional :
10. 00 - 18. 00

Tiket :
Rp. 10. 000 ,_
[ Info harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]

Harga lainnya :
• Jasa fotografer Rp. 2. 500,_
•  Sewa caping Rp. 2. 000,_
•  Merchandise : kaos anak Rp. 40. 000,_ , kaos dewasa Rp. 50. 000,_ - Rp. 60. 000,_ , gantungan kunci Rp. 12. 000,_
[ Info harga dapat berubah sewaktu - waktu ]

Tips berlibur di Taman Kitiran Dewari :
• Pastikan membawa kendaraan pribadi atau menggunakan jasa transportasi online untuk menuju dan sekembali dari lokasi taman Kitiran Dewari, karena rutenya cukup jauh berada di pelosok desa dan jauh dari jalan utama Magelang - Yogyakarta. Juga tak dilalui oleh angkutan umum.

• Sunglasses dan lotion tabir surya wajib masuk dalam daftar perbekalan karena lokasi berada di lahan terbuka, minim pohon besar di sekitaran area.

Wednesday, December 12, 2018

Candi Mendut, Candi yang Kaya Relief Indah

Berada terletak sedikit bersebelahan dengan lokasi kompleks bangunan asrama tempat para biksu menimba ilmu yang memiliki taman indah, Buddhist Monastery berdiri sebuah candi Buddha berusia ribuan tahun silam peninggalan bersejarah dari dinasti atau wangsa Syailendra, candi Mendut. 
Lokasi tepatnya berada di Jalan Mayor Kusen, desa Mendut, kecamatan Mungkid, kabupaten Magelang. 
Jalan Mayor Kusen merupakan salah satu jalan utama menuju ke lokasi candi Borobudur dari arah Magelang dan Yogyakarta. 


Trip Of Mine

Letak lokasinya yang strategis berada tepat di pinggir jalan, membuat siapapun yang tengah melintas pasti akan langsung tergerak untuk melihat keeksotisannya, karena struktur candi Mendut setinggi sekitar 26, 40 meter ini terlihat sangat jelas dari badan jalan raya. Hanya sedikit terhalang  pandangan oleh tinggi dan rimbunnya pagar deretan tanaman jenis bambu hias berbatang kecil. 

Untuk memarkirkan kendaraan disana tersedia area parkir yang tak seberapa luas, letaknya berada segaris lurus dengan arah masuk ke lokasi Buddhist Monastery. 
Meski area parkirnya terbilang berukuran tak cukup luas, area parkir yang dilengkapi beberapa bangku taman dan bangku lesehan terbuat dari cor semen mengelilingi batang pohon besar untuk bersantai sembari menikmati kuliner dari para pedagang gerobak ini tak pernah terlihat sepi dari pemberhentian kendaraan.


Trip Of Mine
Candi Mendut dilihat dari bagian depan

Beberapa kali kulihat saat melintas di depannya, silih berganti parkir kendaraan datang dari kunjungan wisatawan. Khususnya kunjungan dari para wisatawan mancanegara. 
Tak jarang terlihat rombongan wisatawan mancanegara datang dengan bus wisata carteran dan tak sedikit pula tampak turis datang dengan menyewa kendaraan beroda dua. Datang berboncengan berdua dengan partnernya atau juga terlihat datang seorang diri seperti yang biasa kulakukan saat travelling. 

Malah aku pernah punya pengalaman cerita menarik, loh ..., lihat tiga turis bule dengan berpakaian santai enak dilihat, dua cewek dan satu cowok dengan cuek bebek menumpang duduk asik di mobil bak terbuka sekembalinya mereka berlibur di candi Mendut yang kebetulan pula berbarengan dengan kepulanganku dari sana. 
Beberapa kali kendaraanku dan kendaraan yang mereka tumpangi saling susul diantara ramainya laju lalu lintas dan tiap kali itu pula kami lagi - lagi saling menebarkan senyum dan menganggukan kepala ..., " Duh, rasanya hati ini kok kerasa seneng banget lihat pemandangan begitu ..., bule cantik dan bule ganteng saja ramah sikapnya. Masa kamu engga ? ", sambil nunjuk foto sang mantan. Eh# ..., wwwkkkwwwk !.

Punya cerita pengalaman seperti itu, senang rasanya. Berkesan buatku. Beberapakali sudah, aku dan turis mancanegara pernah terlibat interaktif langsung. Mulai dari sekedar saling bantu mengambil gambar dari kamera ataupun cuma bersay hi tanpa pakai acara mengerlingkan mata genit saat berpapasan di suatu lokasi.

Candi Mendut merupakan candi Buddha dan berdasarkan keterangan yang tercantum di prasasti Karangtengah 824 Masehi, candi Mendut dibuat oleh raja Indra, raja pertama dari dinasti atau wangsa Syailendra. 

Dan menurut prasasti yang juga ikut terkubur selama ratusan tahun silam akibat terjadinya bencana alam erupsi dahsyat gunung Merapi, kemudian prasasti  dan struktur candi yang telah potak poranda diketemukan kembali oleh J.G de Casparis pada masa kepemerintahan Hindia Belanda, diduga usia candi Mendut pembangunannya lebih tua dari usia pembangunan candi Borobudur. 


Trip Of Mine
Selasar candi Mendut

Melalui prasasti Karangtengah jugalah diketahui jika candi Mendut memiliki kaitan erat dengan candi Pawon dan candi Borobudur. 
Ketiga candi ini berada dalam satu garis imajiner. Para ahli arkeologi menduga, dahulu kala nenek moyang telah mampu membuat jalan penghubung antara ketiga candi ini dengan melintasi sungai Progo.

Pada saat diketemukan kembali bagian atap candi telah hilang, namun struktur kaki dan badan candi terlihat utuh, meski sudah tak pada tempat semestinya.
Pada tahun 1897 - 1904 pemerintah Hindia Belanda berhasil merekonstruksi kembali bagian kaki dan tubuh candi. 
Kemudian pada tahun 1908 dipimpin oleh Van Erp, rekonstruksi ulang candi Mendut dilanjutkan kembali dan pada rekonstruksi kedua kalinya ini berhasil memasang kembali stupa - stupa pada tempatnya dan juga berhasil merekonstruksi sebagian puncak atap candi.
Rekonstruksi sempat terhenti cukup lama karena keterbatasan dana setelah proses rekonstruksi tahap kedua. 
Kemudian pada tahun 1925 pemugaran dilanjutkan kembali hingga candi terlihat berdiri seperti sekarang ini.

Candi Mendut memiliki bentuk segi empat dan memiliki lebar sekitar 2 meter berdiri diatas batur [ atau semacam tatakan, atau dasar ]. Pada bagian kaki candi dipenuhi ukiran indah beragam kisah di 31 buah panelnya disertai relief bunga dan sulur - suluran menjuntai artistik.
Di bagian tubuh candi terdapat Jaladwara atau saluran air yang memiliki fungsi membuang air hujan dari selasar candi.
Bagian atap candi dihiasi 48 stupa berukuran kecil dan atapnya terdiri dari tiga kubus tersusun makin mengecil ke atas.


Trip Of Mine
Relief Kuwera

Dinding dalam di kiri dan kanan menuju ke bilik bagian dalam candi dihiasi relief lukisan indah berupa relief Kuwera dan Hariti. 


Trip Of Mine
Depan pintu bilik dalam candi berhiaskan relief Kuwera dan relief Hariti

Kedua relief tersebut merupakan tokoh raksasa pemakan manusia yang dikisahkan kemudian bertobat setelah memperoleh pencerahan dari Buddha ini letaknya berhadapan, seolah mengapit di lorong menuju ke bagian dalam candi.


Trip Of Mine
Relief Hariti

Pemandangan terlihat makin membuat berdecak kagum setelah tiba berada di dalam bilik candi Mendut ..., 3 patung Buddha berukuran besar menempati ruang dalamnya. 
Dilengkapi dengan pencahayaan kuning temaram, detil ke 3 patung : Buddha Sakyamuni berada di tengah, Bodhisattva Avalokitesvara di sebelah kanan dan Maitreya di posisi sebelah kiri tersebut terlihat sangat detil pembuatannya. 


Trip Of Mine
Tiga arca Buddha berukuran besar di dalam tubuh indah candi Mendut

Arca Buddha Sakyamuni diwujudkan sedang duduk berkotbah dengan sikap tangan dharmacakramudra atau sikap tangan yang biasa dilakukan saat sang Buddha memberikan ajaran.
Bodhisattva Avalokitesvara merupakan penolong manusia diwujudkan dalam keadaan duduk, kaki kanan menginjak teratai dan kaki kirinya melipat.
Maitreya sebagai dewa penebus diwujudkan dalam bentuk posisi juga sedang duduk dan jari tangannya menutup rapat.
Semerbak wangi aroma hio dari wadah menambah kesan kesakralan.


Candi Mendut ini merupakan lokasi upacara awal prosesi besar memperingati Waisak, sebelum iringan - iringan para biksu datang dari berbagai belahan dunia melakukan puja bakti di candi Borobudur 


Di bagian tubuh dinding candi sebelah selatan, timur, utara dan barat [ bagian depan candi, terdapat tangga ] kesemuanya dihiasi relief menceritakan kehidupan Buddha. 


Trip Of Mine
Sisa - sisa puing diduga merupakan candi Perwara

Di halaman pelataran taman candi sebelah selatan terdapat dua lahan tempat sisa - sisa puing dan satu berupa pondasi candi yang kemungkinan diduga merupakan candi Perwara atau candi pendamping candi Mendut. 


Trip Of Mine
Pohon Boddhi di pelataran halaman candi Mendut.
Akar pohon yang menjuntai itu sangat kuat, loh ..., banyak wisatawan seringkali berfoto bergelayutan disana

Setelah mengamati setiap detil keindahan relief ukiran candi dan mengelilingi keseluruhan areanya, waktunya meninggalkan halaman candi dan kembali melewati deretan kios pedagang souvenir khas Jawa - Tengah, seperti boneka wayang golek terbuat dari kayu berkostum indah, kerajinan anyaman tas, wayang kulit, kain cetak beraneka warna dan motif hasil produksi masyarakat desa sekitar, juga tak ketinggalan replika miniatur candi dan replika kepala Buddha untuk hiasan interior ikut terpajang sebagai pilihan cenderamata wisatawan. 


Trip Of Mine
Deretan kios cinderamata

Para pedagang souvenir di candi Mendut termasuk gigih menawarkan ragam koleksinya ke wisatawan. 
Dengan fasih berbahasa Inggris mereka ikut menyodorkan dagangannya, termasuk ke aku yang tak luput dari sasaran rayuan pulau kelapa , " Only thirty thousand, sir. Is cheap " , selembar kain warna kuning dengan motif memikat disodorkan sambil dibentangkan oleh si pedagang berjalan disampingku. 
Langsung kujawab saja pakai bahasa Jawa kromo, " Mboten, bu. Maturnuwun ".
Si ibu pedagang sontak kaget, aku pun nahan ketawa agar ngga kebablasan ngakak lihat reaksi ekspresi kagetnya.
Laaah ..., apa dikiranya aku ini bukan dari Indonesia kali, yaa ... ?. 
Tampang dari Thailand gitu ?.
Ha ha ha ..., ono - ono wae, buuu ... .

Lokasi :
Candi Mendut
Jalan Magelang Sumberrejo atau Jalan Mayor Kusen, Mendut, Mungkid, kabupaten Magelang

Tiket : 
Rp. 3. 000 ,_
[ Info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]

Wednesday, December 5, 2018

Telaga Warna Telaga Pengilon, Pesona Dua Telaga Satu Keindahan

Telaga Warna adalah salah satu wisata alam andalan di dataran tinggi Dieng. Keunikan sifat warna air telaga dan keeksotisan alam sekitarnya mampu membuat wisatawan terpana. 
Berada disana, imajinasi pengunjung seolah sedang dibawa ke dimensi lain.

Akh, betulkah demikian adanya ?.
Apa iya, sih ... ?.
Pertanyaan seperti itu, sangat mungkin akan terjadi jika seseorang belum pernah berkesempatan berlibur ke Telaga Warna. 
Tapi lain cerita jika pernah berkesempatan langsung berlibur disana, terutama berlibur seorang diri seperti yang kulakukan saat itu. 


Trip Of Mine
Add caption

Telaga Warna merupakan salah satu dari beberapa telaga terletak berada di atas ketinggian 2000 mdpl gunung api purba, Gunung Dieng, kabupaten Wonosobo yang berbatasan langsung dengan kabupaten Banjarnegara. 

Temperatur keseharian udara disana cenderung terasa dingin dirasakan bagi masyarakat negara Indonesia kebanyakan mengingat Indonesia beriklim tropis, meski panas terik matahari saat itu sedang berlangsung. 
Bahkan beberapa bulan lalu temperatur udara di Dieng mencapai di bawah nol derajat menyebabkan keunikan fenomena alam tersendiri dengan munculnya kristal salju menutupi permukaan tanah dan tanaman.

Jadi jangan heran, jika dalam perjalanan menuju ke Gunung Dieng tempat keberadaan sejumlah destinasi wisata menakjubkan disana dengan melintasi jalan naik turun pegunungan curam berpemandangan tebing tinggi yang banyak difungsikan sebagai lahan perkebunan warga dan jurang menganga ratusan meter berada di kiri kanan jalan, akan mudah ditemui pemandangan aktivitas para petani dengan menggunakan pakaian tebal membungkus badan, berlengan panjang dan tak sedikit yang mengenakan atribut tambahan seperti syal, kupluk untuk mengantisipasi dinginnya udara.

Pemandangan seperti itu saja saat di siang hari ..., nah kebayang kan bagaimana dinginnya temperatur udara di Dieng saat malam hari ?.

" Memang pernah bermalam disana, kok tahu ? "

Belum pernah jawabanku wwkkkwwwkk !.
Lah, kok tahu kalau malam hari udara disana terasa sangat dingin ?.
Tahulah ..., masalahnya beberapa bulan lalu aku pernah terjebak hujan deras disertai angin kencang sampai sekian lama menjelang malam hari setelah liburan berada di area kawah unik, Kawah Sikidang. 

[ Baca juga  https://www.tripofmine.com/2018/02/fenomena-unik-kawah-sikidang.html ]

Saat itu, udara terasa sangat begitu dingin menggigit kulit. 
Beruntung pos penjagaan tempat aku berteduh, beberapa warga disana membuat perapian sederhana dengan membakar tumpukan sisa kemasan makanan dan kertas di tong sampah terbuat dari kaleng. Itupun rasanya tidak mempan buat bikin hangat tubuh, meski kupluk kupakai kutenggelamkan sampai kuping tertutup rapat dan jaket tebal telah kupakai, plus sarung tangan kukenakan.

Dengan duduk meringkuk manis pasrah di pojokan menanti seorang kekasih , eh# maksudku, hujan angin sedikit reda, teh panas mendidih yang beberapakali kupesan di warung dekat pos penjagaan cuma terasa hangat ruam kuku saat kuminum, padahal terlihat jelas uap mengepul di permukaan gelasnya, mendidih maksimal.
Nah, kalau seperti itu gimana terasa dinginnya udara tengah malam menemani bobok disana, ya ... ?. 
Melukin kamu pun rasanya tak akan mempan memberikan kehangatan, aseeeek ..., ha ha ha ..., kecuali menenggelamkan diri dalam tebalnya bed cover, kurasa. 
Hmm ..., titik.

Tampilan baru di area Telaga Warna dan Telaga Pengilon

Tak sedikit yang belum mengetahui jika sebenarnya di area seluas 39 hektar ini, tak hanya terdapat satu telaga memesona diareanya. 
Berdampingan persis, hanya terpisahkan oleh daratan yang menyembul dan ditumbuhi rerimbunan ilalang tinggi, terdapat sebuah telaga mendampingi keindahan Telaga Warna. Telaga Pengilon namanya.


Trip Of Mine
Telaga Pengilon

Nama Telaga Pengilon [ Bahasa Jawa, pengilon = cermin, biasanya dipergunakan untuk berhias diri ] memang tak disebutkan di papan petunjuk arah lokasi dan mewakili nama area destinasinya, hanya tercantum di lembar tiket masuk. 

Untuk memasuki areanya dan untuk tiba di tepian telaga, tanpa perlu dibutuhkan usaha dengan cara mendaki atau menuruni ketinggian bukit karena letak telaga ini terbilang sejajar dengan badan jalan.
Cukup ditempuh dengan cara melewati jalan setapak berpaving block yang dibuat tertata rapi mulai dari gerbang tiket hingga mengitari areanya.

Di sepanjang melewati jalan setapak, tanaman bunga indah berwarna putih namun memabukkan, bunga Kecubung dengan mudah dilihat dari dekat karena tanaman ini banyak tumbuh berada di sisi area telaga dan jalan setapak. 
Beberapa dahan kayu pohon berukuran besar terlihat dibiarkan tetap utuh tanpa ditebang melintang di atas jalan setapak, membuat siapapun perlu menundukkan kepala saat melintasinya. 
Pemandangan menambah kesan eksotik ini kutemui saat melintasi jalan setapak mengarah ke Telaga Pengilon.

Dua telaga memikat, Telaga Warna dan Telaga Pengilon berdampingan bak sepasang sejoli ini memiliki keistimewaan berbeda diantara keduanya.


Trip Of Mine
Ilalang kecokelatan dan warna air telaga, perpaduan kontras dan memikat

Berkat sangat tingginya kandungan zat mineral belerang yang berada di dasar Telaga Warna dan kemungkinan diduga mengandung unsur logam mulia, air telaga mampu menyuguhkan warna sangat menakjubkan saat terpantul sinar matahari.
Dengan dominasi warna hijau, warna airnya sesekali berubah - ubah. Kadang tampak hijau tua, hijau muda, gradasi warna hijau tua dan hijau muda, kecoklatan dan juga warna pelangi.


Trip Of Mine
Alamnya memikat !

Menurut legenda, sih, pengaruh warna dari Telaga Warna akibat jatuhnya selendang cantik berwarna - warni milik dewi Nawang Wulan ke dalam dasar telaga dan menciptakan warna memikat di airnya.

Jika Telaga Warna tampil memesona dengan warnanya yang menakjubkan, Telaga Pengilon tampil memikat dengan kejernihan airnya. Saking jernihnya, pantulan bayangan alam sekitarnya tampak terlihat jelas di permukaan airnya.

Keindahan kedua telaga ini semakin terlihat memikat dilihat dari atas ketinggian bukit Sidengkeng dan Batu Ratapan Angin, maka tak heran jika banyak wisatawan rela sedikit ' bersusah payah ' mendaki bukit untuk melihat tampilan kedua telaga dengan tampilan warna air berbeda. 
Wisatawan biasanya melakukan pendakian saat pagi hari karena saat siang dan menjelang sore seringkali keindahannya tertutup oleh tebalnya kabut. 

Mengingat gunung Dieng merupakan dataran tinggi, tingkat intensitas curah hujan seringkali turun tiba - tiba di daerah yang seringkali disebut sebagai tempat bersemayamnya para dewa ini. 


Trip Of Mine
Spot dermaga di tepi telaga siap bikin indah foto kenangan liburan

Saat ini di pinggir Telaga Warna telah disediakan semacam dermaga kecil untuk sarana membuat dokumentasi liburan.
Dan gerbang loket pun berbenah jadi menarik dilihat, tak lagi terkesan seadanya yang kulihat saat kedatanganku kesana sekitar 1 tahun lalu.

Selain 2 telaga memikat, ada obyek lain menarik apa disana ?

Mengitari keseluruhan areanya dengan berjalan di atas jalan setapak dan tampak bebatuan berukuran besar disekitarnya, juga akibat pengaruh musim kemarau panjang telaga menciptakan pemandangan gradasi eksotik tersendiri.


Trip Of Mine
Daratan menyembul membatasi 2 telaga memesona ditumbuhi ilalang tinggi.
Tampak mengering pengaruh kemarau panjang.
Keren untuk lokasi berfoto

Banyak sekali sisi pinggir telaga tampak mengering dan ilalang disekitarnya yang tinggi menjulang tampak ikut mengering berubah menjadi warna cokelat muda.
Terlihat sangat kontras dengan perbedaan warna tanah cokelat tua, dan warna air telaga.
Tentu pemandangan alam jadi sangat terlihat luar biasa indah untuk latar belakang berfoto.

Di dalam area Telaga Warna dan Telaga Pengilon terdapat beberapa petilasan yang sampai saat ini masih dipergunakan untuk bersemedi, tentunya untuk keperluan bertapa disana harus seijin terlebih dahulu dan didampingi oleh pengelola.


Trip Of Mine
Petilasan Batu Tulis

Beberapa petilasan diantaranya : 

  • Batu Tulis, merupakan sebuah bongkahan batu berukuran besar. Dipercaya jika orang tua berkeinginan agar anaknya berkemampuan cepat pandai membaca, maka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa di dekat batu yang didepannya dihiasi arca mahapatih Gajah Mada ini.


  • Gua Jaran, dipercaya dahulu kala merupakan tempat pertapaan Resi Kendali Sodo. Dinamakan dengan Gua Jaran karena dikisahkan pada jaman dahulu terdapat seekor kuda kebingungan mencari tempat berteduh dari hujan, kemudian kuda tersebut menemukan celah gua ini dan berteduh didalamnya sepanjang malam. Anehnya, keesokan harinya kuda tersebut telah dalam keadaan bunting besar. Sejak saat itu, gua ini dipercaya oleh kaum wanita yang ingin segera mempunyai keturunan setelah berumah tangga dengan cara melakukan semedi disana.


  • Gua Semar, dipercaya dijaga oleh Kyai Semar. Merupakan tempat bertapa yang pernah digunakan oleh para raja Jawa Mataram kuno dan beberapa nama petinggi negara Indonesia. Salah satunya presiden RI kedua, Soeharto pada tahun 1974.
Trip Of Mine
Pemandangan misterius Telaga Warna saat tertutup kabut

Berjalan atau mendekat berada di depan petilasan - petilasan yang lokasinya tak begitu jauh satu sama lainnya ini, tercium samar - samar aroma wangi semerbak misterius. 
Entah wangi apakah itu, mungkin wangi gabungan antara hio dan parfum ..., yang jelas tercium berasal dari dalam gua. 


Lokasi :
Telaga Warna
Jl. Telaga Warna, Dieng, Kejajar, Kabupaten Wonosobo

Tiket :
Domestik Rp. 12. 500,_
Wisman Rp. 125. 000,_
Berlaku di hari normal.

Domestik Rp. 15. 000,_
Wisman Rp. 150. 000,_
Berlaku di hari Sabtu, Minggu dan hari libur.
[ Info harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]