Sunday, April 14, 2019

Candi Sewu : Candi Buddha Terbesar Kedua di Indonesia

Kompleks candi Sewu adalah kompleks percandian Buddha, merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua di Indonesia setelah candi Borobudur di Magelang. 
Candi Sewu terletak berada di sebelah utara candi Prambanan, candi Hindu terbesar se - Asia Tenggara. 
Tepatnya terletak berada di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa - Tengah. 

Menurut informasi data letak geografisnya yang kuperoleh, letak candi Sewu berada di Kabupaten Klaten. 
Tapi setelah kucoba googling via peta digital, lokasi candi yang keempat sisi pintu masuk pelatarannya dihiasi 4 pasang arca Dwarapala sangat indah untuk lokasi berfoto itu, hasil layar laporan pencarian data lokasi menunjukkan jika lokasi candi Sewu letaknya berada di dalam kompleks area taman wisata candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta.  

Lah, piye kuy ..., berada di propinsi Jawa - Tengah atau di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ?.

Hal inilah yang sempat membuatku kebingungan menentukan arah saat berada di dekat lokasi area candi Prambanan, akan melanjutkan arah perjalanan kemanakah terlebih dahulu.
Akan ke candi Prambanan dulukah, atau ..., datang ke candi Sewu terlebih dahulu. 

Setelah memperkirakan waktu dengan melihat letak lokasi jarak tempuh saat aku berada berdiri di tepi jalan sambil melihat layar google map, kuputuskan datang ke candi Prambanan terlebih dahulu saja. 
Toh, semisal tak cukup waktu setelah dari candi Prambanan nantinya, candi Sewu bisa kudatangi di lain hari dan waktu.
Begitu, pikirku saat itu.
Tapi siapa nyana, ternyata ... 


Aku : "Mbak, kalau lokasi candi Sewu itu sebetulnya berada dimana dan beli tiketnya dimana, sih ?".

Tanyaku ke salah satu petugas loket candi Prambanan saat pembelian tiket di konter tiket berlapis dinding kaca tebal, kemudian dijawab melalui kotak pengeras suara berukuran kecil dan diletakkan didepan tiap loket tiket.


Petugas : "Candi Sewu berada di dalam kompleks candi Prambanan, mas. Dan tiket masuknya, berikut tiket masuk kunjungan ke candi Prambanan".

Ohh, dijelaskan begitu, senang dong pastinya, yaaa ... .

Rasanya pengin teriak saat itu juga saking senangnya di depan kotak pengeras suara yang berada di depanku, tapi kuurungkan, takut dikira gila. 

Ternyata ..., lokasi candi Sewu yang kucari -cari dan kuidamkan sudah cukup lama untuk  berlibur disana itu letaknya berada di perbatasan antara propinsi Jawa Tengah dan propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan terletak berada di dalam kompleks taman wisata candi Prambanan.

Karena memang keindahan arsitektur candi Sewu memang sangat indah diamati dari dekat dan tujuanku kesana itu adalah untuk berlibur juga sekalian ... , pssst ..., apalagi sih kalau bukan buaat ..., berfoto - foto di tengah pelataran diapit 2 patung kembar Dwarapala.
Ha ha ha ..., dasar travel blogger ter-photomodel !.

Sampai disini, aku langsung teringat komentar dari teman blogger, kak Reyne Raea admin Sharing By Rey di salah satu artikelku tentang cara pose - pose berfotoku buat pelengkap artikel yang dianggap tidak berpose foto biasa, tidak terkesan berpose ala kadarnya ..., begitu katanya 😅.  

Mengikuti papan petunjuk arah, perjalanan ke arah lokasi candi Sewu berada kulakukan seorang diri, cukup ditemani lagu dari Maroon 5, Don't Wanna Know yang kuperdengarkan melalui headset dan kuputar secara berulang ..., ya buat nambah penyemangat gitu he he he ..., setelah sebelumnya mengamati dari dekat koleksi temuan sejumlah artefak yang dipertontonkan di museum Arkeologi. 

Memang sengaja kulakukan memilih dengan cara berjalan kaki mendatangi area lokasi candi satu ke lokasi candi lainnya, tak memilih menggunakan sarana beberapa fasilitas transportasi berbayar yang tersedia disana, seperti mobil golf dan rangkaian kereta mobil.
Bukan pelit loh, ya ..., memilih kulakukan dengan cara menapak tilas berjalan kaki agar bisa ikut merasakan langsung atmosfer kegiatan masa silam yang pernah terjadi disana.

Lokasi candi Sewu yang diperkirakan dibangun pada abad VIII oleh Sri Maharaja Rakai Panangkaran, raja ketiga kerajaan Mataram Kuno dari dinasti Syailendra beragama Buddha, kemudian penyelesaian pembangunan candinya disempurnakan oleh Rakai Pikatan dari dinasti Sanjaya beragama Hindu, setelah terjadinya pernikahan salah satu putri dari dinasti Syailendra bernama Pramodhwardhani dinikahi oleh salah seorang pangeran dari dinasti Sanjaya ini menempati lokasi candi terjauh dari area taman wisata candi Prambanan seluas 39, 8 hektar. 

Dan lokasi candi Sewu inilah yang sengaja kupilih kudatangi terlebih dahulu, sebelum nantinya kudatangi 2 candi lainnya, candi Bubrah dan candi Lumbung. 

Saat aku sibuk mempersiapkan mengatur tripod dan menyetting penanda waktu di kamera berada di salah satu pintu masuk pelataran candi Sewu yang dihiasi sepasang arca Dwarapala yang saling berhadapan setinggi 2, 3 meter dalam posisi satu kaki berlutut, kaki kanannya ditekuk dan satu tangannya memegang gada ..., sepasang turis mancanegara yang tadi kulihat sekilas berjalan tak begitu jauh berada dibelakangku menuju ke arah candi Sewu juga, tiba - tiba mengajakku berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris terbatas. 
Kudengar dari pembicaraan mereka berdua sebelumnya, mereka berkomunikasi dengan bahasa Spanish. 

Si cewek terlihat masih belia dan berparas wajah cantik itu bilang "Can you ... ", sambil menunjuk ke ponselnya memperagakan pengambilan gambar dan dilanjutkan jarinya diarahkan ke dirinya dan teman cowoknya. 
Aku langsung paham apa yang dia maksudkan, minta tolong untuk difotokan mereka berdua di lokasi yang sama jadi lokasi incaranku, berfoto di apit sepasang arca Dwarapala dan berlatar belakang candi utama ..., dan langsung sigap kujawab "Sure, i will".

Mereka berdua langsung tersenyum sumringah dengan mata berbinar dan mereka berdua langsung ambil ancang - ancang berpose aksi di depan kamera iphonenya. 
Sementara aku dengan penuh percaya dirinya melakukan aksi gaya bak photographer profesional ala - ala ....
One, two, three ..., yups!.
Ha ha ha.

Dalam beberapakali bidikanku, mereka berdua terlihat luwes bergaya dan tak canggung berpose mesra di depan kamera ..., sementara aku mengintip dari balik layar iphonenya sempat membatin dalam hati "Oh, mereka berdua pasangan serasi, sama - sama good looking, pinter bergaya pula keduanya".
Daaaan disaat itu juga ..., aku tiba - tiba baru sadar kalau aku ternyata ..., jomblo wwwkkk.

Setelah mereka selesai kubantu pengambilan gambarnya,  si cowok bermata hazel itu mengajakku berbicara dan mencoba menawarkan dirinya untuk gantian memotretku dalam percakapan bahasa Inggris yang juga terbata - bata, "Do you want .. ", sambil tangannya memperagakan adegan memotret.
Ditawari balik begitu, langsung saja penuh semangat kuiyakan tawarannya, "Sure, i want. If you don't mind" sambil kuserahkan kameraku.

Ya, jauh dari kata lumayan, kan ..., ada yang bantuin motretin gituu .., ha ha ha. 
Daripada ribet bolak - balik sendirian mengatur timer ulang kamera dan balik lagi kembali berdiri bersiap berpose foto ulang di lokasi yang diinginkan ..., oh, cap cay  juga deh.

Tapi bukanlah si cowok bule tampan itu yang memotretku dari kameraku, tapi si cewek langsung mendatangiku sambil tersenyum mengambil kameraku yang sudah berada ditangan si cowok ..., entah maksudnya apa ha ha ha ... , dan bersiap membidik poseku.
Selanjutnya, dalam beberapakali bidikan kamera, aku berpose dengan percaya diri di depan mereka berdua.


Trip Of Mine
Arsitektur candi Sewu, mengagumkan


Sampai di bidikan terakhir, si cewek berambut dark brown itu tiba - tiba nyeletuk kata "Perfect" ..., sambil mengarah ke arahku dan mengembalikan kameraku.
Kaget pastinya, dong ..., kata perfect diucapkan begitu.

Dalam hati kubilang,  "Akh, bule ini bisaan saja deh bilang begitu ..., kan mereka berdua jauh lebih keren dan juga pintar berpose dibanding aku. Kayak gini kok, dibilang perfect".

Kulihat sekilas fotoku yang dia sebutkan seperti itu sih memang iya, komposisi sudut pengambilan gambarnya memang terlihat pas.
Tapi kok rada gelap gitu hasil fotonya, ya ..., itu pasti karena akibat efek pantulan teriknya panas sinar matahari di lokasi.
Yo wis ndak apa - apa, nantinya juga bisa diedit. Begitu ucapku menghibur hati saat itu. 

Mungkin buat sebagian orang akan bertanya, bagaimana mungkin ekspresiku di foto itu bisa terlihat serileks mungkin seperti itu padahal dibidik kamera oleh orang mendadak baru saja berkenalan ..., biasanya ekspresi seseorang akan terlihat canggung di hasil gambar fotonya jika difoto oleh orang yang baru saja dikenalnya.

Aku punya trik jitu tersendiri cara menyiasatinya ..., saat pengambilan gambar berlangsung di depan candi Sewu itu, aku mengingat kata -kata komentar lucu yang pernah ditulis oleh ..., Kang Nata  ... .
Ha ha ha 😂 !.
Gaya celetukan humor yang selalu dia tulis di kolom komentar blogku itu, selalu sanggup membuatku refleks tertawa ngakak saat membacanya.

Secara pribadi, aku tak mengenal betul siapakah sebenarnya sosok dibalik foto aktor Mandarin Jet Lee dan blogger senior si pemilik blog http://www.maniakmenulis.com/ asal Sumatera Selatan itu. 
Dan sampai sekarang, sebenarnya aku masih dibuat penasaran dengan wajah asli Kang Nata gimana wajah aslinya.
Atau jangan ~ jangaaan ..., apa wajah asli Kang Nata itu malah jauh lebih ketje dibandingkan dengan wajah aktor laga yang namanya mendunia itu, ya.

Uniknya, meski aku tak mengenal banyak siapakah sebenarnya itu sosok Kang Nata, bahkan nomor kontaknya pun aku tak punya ..., blogku ini pernah diulas oleh beliau.

Dan tetap dengan ciri khas gaya kepenulisan yang ia punya, sosokku dan blogku diulas dengan gaya bahasanya yang santai, segar dan kocak.
Seger gitu bacanya he he he.
Terimakasih ya untuk itu, Kang Nata.
Sebagai apresiasinya ..., siniiii aku cubit .. . !.
Loh ?, wwwkk !.

Setelah acara gantian saling bantu berfoto selesai, kami saling mengucapkan terimakasih dan mengucapkan salam perpisahan. 
Sudah sampai disitu saja, pertemuanku dengan 2 turis mancanegara menyenangkan itu ..., berfoto bareng dengan mereka berduapun tak kulakukan.


Trip Of Mine


Selebihnya kami berpisah berbeda arah memasuki halaman pelataran dalam candi Sewu. 
Setelah itu mereka tak terlihat lagi berada di area mana, terhalang oleh pemandangan tingginya bangunan candi utama dan reruntuhan candi Perwara akibat gempa yang terjadi pada tahun 2016 lalu.

Candi utama terletak berada di tengah halaman menghadap ke arah timur, memiliki ketinggian 30 meter, memiliki 1 pintu utama dengan tambahan 3 pintu lainnya ini, jadi arah tujuanku selanjutnya. 
Kumasuki bilik utama yang dinding dalamnya tertutup rapat oleh tebalnya sekat batu, memisahkan 3 bilik lainnya yang saling berhubungan. 


Trip Of Mine
Salah satu pintu dari ketiga bilik pintu lain yang saling berhubungan di candi utama 

Tak banyak yang bisa kuceritakan saat berada di dalam bilik candi utama Candi Sewu yang telah masuk ke dalam rangkaian The World Of Heritage atau Situs Warisan Budaya Dunia nomor 642 oleh UNESCO ini, karena ruang bilik dalam hanyalah berupa bilik kosong, tak ada satupun arca terlihat berada di dalam sana. 

Menurut informasi yang kuperoleh, dahulu kala di dalam bilik candi utama terdapat arca Buddha Boddhisatva Manjusri, namun arca setinggi empat meter itu kini hilang, entah dimana keberadaannya. 
Kini hanya menyisakan pondasi batu berukirkan daun teratai di tengah bilik. 


Trip Of Mine



Nama candi Sewu [Bahasa Jawa, Sewu : Seribu] diperkirakan muncul bersamaan waktu dengan munculnya kisah legenda Roro Jonggrang versi Mataram Islam. 

Dinamakan demikian bukanlah berarti benar bahwa di areanya terdapat seribu candi, melainkan sebagai pengggambaran banyaknya jumlah candi yang berada disana.


Trip Of Mine


Jumlah keseluruhan candi Sewu terdiri dari 1 candi utama, 8 candi Apit dan 240 candi Perwara. 
Mengenai informasi tentang kapan candi Sewu dibangun diketahui dari penemuan prasasti Manjusrigrha 792 M yang diketemukan di tahun 1960 di dekat candi Perwara.


Trip Of Mine


Selain memiliki keunikan dijaga oleh 4 pasang arca Dwarapala di keempat penjuru pintu masuk, ada fakta keunikan luar biasa lainnya yang dimiliki Candi Sewu ... .

Tepatnya terlihat berada di bagian atap stupa candi utama, berupa sesosok wajah seorang biksu berukuran sangat besar lengkap dengan kumis dan jenggotnya panjang menjuntai.

Penemuan keunikan yang bisa dikatakan sangat misterius dan fenomenal itu terjadi saat candi Sewu disorot lampu pada acara malam penganugerahan Festival Film Dokumenter yang diadakan disana pada tahun 2014 lalu. 


Trip Of Mine

Dalam kesehariannya, candi Sewu tidak disorot oleh penerangan lampu di malam hari dan pada saat siang hari sesosok wajah tersebut tidaklah terlihat.


Perhatikan sosok wajah di bagian atap stupa candi utama.
Sumber foto : BPCP Jateng


Seperti yang dilansir oleh https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/misteri-di-dinding-candi-sewu/ dijelaskan, penemuan adanya sesosok wajah di atap candi utama itu setelah seorang staff Badan Pelestarian Cagar Budaya Jawa - Tengah mendokumentasikan acara tersebut menggunakan kamera DSLR dan hasil dokumentasi foto tersebut adalah murni, bukan rekayasa.

Dalam artikel tersebut dijelaskan, apakah penampakan sosok seraut wajah biksu yang tertangkap di foto hanyalah suatu kebetulan belaka atau memang dibuat pada jaman dahulu dengan tehnik luar biasa mengagumkan ... .
Menurut kalian ?.



Lokasi :
Candi Sewu
Jalan Raya Solo - Yogyakarta KM. 16
Dukuh Bener, Bugisan, Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa - Tengah

Tiket :
Karena berada dalam satu kawasan wisata candi Prambanan, tiket masuk berikut tiket kunjungan untuk ke candi Sewu.
▪ Wisatawan Lokal : Dewasa 40K, Anak udia 3 - 10 tahun 20K
▪ Wisatawan Mancanegara 350K
[Info harga tiket sewaktu-waktu dapat berubah]

Jam operasional :
06. 00 - 17. 00


Wednesday, April 3, 2019

Candi Prambanan dan Kisah Roro Jonggrang yang Mendunia

Kompleks percandian Prambanan yang sangat megah, kaya akan relief indah dan mengagumkan dengan ciri khas arsitektur bangunan suci agama Hindu, berbentuk ramping dan meninggi ini dibangun oleh Rakai Pikatan pada abad ke IX sebagai simbolisasi kebangkitan dan kejayaan kerajaan Mataram Kuno, setelah sebelumnya terjadi peperangan besar antara bala tentara pasukan Rakai Pikatan dan Raja Balaputra. Akibat kekalahan perang, Raja Balaputra mendirikan kerajaan candi Ratu Boko.

Lokasi candi Prambanan yang juga dikenal sebagai candi Roro Jonggrang dalam cerita versi Tanah Jawa ini terletak berada di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Klaten, Jawa - Tengah.

Suara rekaman audio seni musik orkestra langgam gamelan Jawa terdengar terus menerus dilantunkan diputar secara berulang, diperdengarkan melalui corong pengeras suara yang terdapat di beberapa sudut area taman, saat aku dan secara kebetulan bersamaan datangnya dengan kedatangan sejumlah wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara dari sejumlah negara, memasuki halaman pembelian tiket masuk ke candi Prambanan di bangunan besar berbentuk pendopo, bangunan khas Jawa - Tengah. 


Trip Of Mine


Loket tiket dan arah pintu masuk ditetapkan berbeda untuk kunjungan wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara, meski nantinya sama - sama bertemu di area taman bagian dalam candi Prambanan setelah sebelumnya melewati pemeriksaan pintu sensor otomatis dan scanning barcode di lembaran tiket.

Harga tiket untuk memasuki kompleks candi Prambanan yang telah ditetapkan dalam Daftar Warisan Dunia atau The World Of Heritage oleh UNESCO pada tahun 1991 lalu itu juga ditetapkan harga tiket berbeda antara wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. 
Jika wisatawan lokal dikenai tiket 40K, turis mancanegara dikenai tiket 350K. 

Lantunan rekaman suara gending - gending gamelan Jawa yang terasa menyejukkan hati dan menenangkan pikiran buatku, entah buat kamu , terus terdengar sampai di area taman yang berbatasan dengan pelataran halaman pertama candi Prambanan. 

Di area taman ini dilengkapi baliho berwarna putih berukuran cukup besar bertuliskan Prambanan dan beberapa spot berfoto menarik berlatar belakang keeksotisan peninggalan karya besar arsitektur Masa Klasik candi Prambanan. 
Dan dari area taman, hampir sebagian besar pemandangan memukau kompleks candi Hindu terbesar dan terindah se-Asia Tenggara ini dapat terlihat leluasa dari sana.
Sama seperti yang dilakukan wisatawan - wisatawan lain, aku pun juga rela ikut rela mengantri giliran membuat dokumentasi berfoto di dekat baliho besar.

Setelah melewati pintu sensor otomatis kedua di dekat pelataran halaman pertama candi Prambanan, kukelilingi kesemua area halaman pertama candi Prambanan yang terdapat reruntuhan 224 candi Perwara.
Saat ini hanya tersisa 4 candi Perwara setinggi 14 meter terlihat berdiri utuh di areanya setelah berhasil dipugar ulang, 1 candi Perwara di sisi utara dan 3 candi Perwara lainnya berada di sisi timur.


Trip Of Mine



Memasuki pelataran halaman kedua candi Prambanan inilah, kekaguman luar biasa semakin memuncak melihat begitu rumitnya detil pengerjaan relief candi dari dekat ..., terutama saat aku berada di tengah halaman berada dikelilingi candi - candi tinggi menjulang dan mendongak ke atas melihat tingginya puncak candi.


Trip Of Mine


Di halaman kedua kompleks candi Prambanan yang menceritakan epos Ramayana dan Kresnayana versi Indonesia ini terdapat jumlah keseluruhan 16 candi berdiri utuh, terdiri dari : 

  • 3 candi Trimurti : candi Siwa, candi Wisnu dan Candi Brahma. Candi Siwa sebagai pusatnya berada di tengah, memiliki ketinggian 47 meter. Candi Wisnu berada di sebelah utara candi Siwa, memiliki ketinggian 33 meter, demikian juga candi Brahma yang berada di sebelah selatan candi Siwa memiliki ketinggian 33 meter.
  • 2 candi Apit : memiliki ketinggian 14 meter, terletak berada di antara candi Trimurti.
  • 3 candi Wahana : candi Nandi, candi Garuda dan candi Angsa. Merupakan candi sarana kendaraan para dewa.
  • 4 candi Kelir : berfungsi untuk arah mata angin, memiliki ketinggian 2 meter.
  • 4 candi Patok : berfungsi untuk meletakkan sesaji, memiliki ketinggian 2 meter.

Candi Siwa merupakan candi utama di kompleks candi Prambanan. 


Trip Of Mine
Indahnya arsitektur candi Siwa, candi utama di kompleks candi Prambanan

Candi utama yang memiliki 4 buah susunan undakan anak tangga tinggi di keempat penjuru arah mata angin untuk memasuki ke bilik candinya ini dibangun untuk penghormatan kepada dewa Siwa yang dikenal sebagai Mahadewa, dewa yang dipuja oleh masyarakat Jawa kuno.

Di keempat bagian bilik dalam candi Siwa terdapat 4 arca berbeda yang satu sama lain, masing - masing letaknya terpisah tertutup rapat oleh tebalnya sekat dinding batu candi. 

Arca Siwa Mahadewa berada di sebelah timur, arca Mahaguru berada di sebelah selatan, arca Ganesha berada di sebelah barat, sedangkan arca perempuan satu - satunya yang berada di kompleks percandian Prambanan, arca Durga menempati bilik candi di sebelah utara.


Trip Of Mine
Arca Durga.
Dalam legenda tanah Jawa, arca Durga inilah yang disebut arca Roro Jonggrang

Dan ..., arca Durga inilah yang disebut - sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam cerita Tanah Jawa.

Entah bagaimana asal mula berkembangnya cerita legenda rakyat Jawa turun temurun tentang sosok Roro Jonggrang yang tak lain tak bukan adalah sosok dewi Durga Mahisasuramardhini tersebut.

Diduga legenda kisah kutukan wanita cantik menjadi sebuah arca atau patung yang akhirnya kisahnya terlanjur mendunia hingga sekarang ini tersebut disusun pada masa jauh setelahnya, melewati periode berabad lamanya, yaitu pada  jaman kerajaan Mataram Islam sebagai bumbu cerita rakyat belaka. 

Durgamahisasuramardhini adalah salah satu dewi yang terdapat dalam kepercayaan agama Hindu.
Nama Durgamahisasuramardhini merupakan gabungan rangkaian dari beberapa nama dan makna, terdiri dari : Durga [dewi], Mahisa [kerbau], Asura [raksasa], Mardhini [membunuh, menghancurkan].
Jika dirangkai artinya : Dewi Durga yang membunuh raksasa di atas tubuh seekor kerbau.

Durga diciptakan oleh bersatunya para dewa dalam bentuk lidah api.
Diceritakan kemunculan sosok Durga pada saat terjadinya peristiwa peperangan para dewa melawan siluman raksasa Mahisasura berwujud kerbau. 
Dilengkapi dengan senjata - senjata milik para dewa, diantaranya : senjata Trisula milik dewa Siwa, senjata Cakra milik Wisnu dan busur panah milik dewa Wahyu ..., Durga dengan tangkas sakti mandraguna mengalahkan Mahisasura. 

Lantas siapakah sebenarnya yang dimaksud sebagai sosok Roro Jonggrang yang ada dalam legenda pendirian candi Prambanan versi Tanah Jawa ?.


Trip Of Mine


Dalam cerita legenda Tanah Jawa pada masa Mataram Islam, candi Prambanan dikisahkan selesai dibangun dalam semalam oleh seorang pemuda tampan rupawan bernama Bandung Bondowoso dari Kerajaan Pengging. 

Kisah bermula dari peperangan besar yang terjadi antara dua kerajaan di pulau Jawa, antara kerajaan Pengging yang dipimpin oleh Bandung Bondowoso dan keraton Boko yang dipimpin oleh seorang raksasa berwujud buruk rupa, namun memiliki seorang putri cantik jelita, Roro Jonggrang. 
Dalam peperangan besar tersebut, pasukan Keraton Boko berhasil ditaklukkan oleh pasukan Bandung Bondowoso.

Pada suatu ketika, Bandung Bondowoso bermaksud memasuki Keraton Boko untuk menguasai istana tersebut setelah memenangi peperangan dan membunuh ayah Roro Jonggrang.
Dari pertemuan tanpa disengaja ini, Bandung Bondowoso terpikat oleh kecantikan dan kemolekan tubuh ramping Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso bermaksud menaklukkan hati Roro Jonggrang untuk dapat diperistri olehnya dan segera mengutarakan maksud tujuannya. 

Karena kecewa dan sakit hati akibat Bandung Bondowoso telah membunuh ayahnya, Roro Jonggrang menerima pinangan tersebut dan ..., diam - diam bermaksud merencanakan membinasakan balik Bandung Bondowoso. 

Persyaratan berat pun diajukan oleh Roro Jonggrang ke Bandung Bondowoso ..., dalam semalam Bandung Bondowoso harus mampu membangun 2 buah sumur dan 1000 candi sebagai mas kawinnya. 
Bandung Bondowoso bukan menyerah, tapi langsung menyetujui persyaratan yang diajukan oleh putri cantik jelita itu.

Dengan melibatkan pasukan jin, Bandung Bondowoso dengan sigap menyelesaikan menggali sumur, melihat hal ini Roro Jonggrang beserta rakyatnya segera menimbun sumur saat Bandung Bondowoso berada di kedalaman sumur yang sedang digalinya ..., namun Bandung Bondowoso berhasil melepaskan diri. 
Tak lama kemudian, masih dibantu oleh pasukan jin yang sangat banyak jumlahnya, Bandung Bondowoso menyelesaikan tantangan persyaratan berikutnya, menyelesaikan bangunan 1000 candi ..., tak hanya berbentuk candi biasa tapi dibuat penuh dengan relief mengagumkan sebagai persembahan begitu besar cintanya kepada Roro Jonggrang.

Melihat proses pendirian candi hampir diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat, Roro Jonggrang mencari cara kembali menggagalkan pendirian candi yang dipersyaratkan oleh dirinya.
Bersama rakyatnya, Roro Jonggrang kembali mencari cara mengelabui Bandung Bondowoso dan pasukan jinnya ... .
Dengan membakar ranting dan kayu agar keadaan telah mulai terlihat menjelang pagi hari, juga mereka ramai - ramai memukul membunyikan alu dan lesung yang membuat kawanan ayam jago ikut berkokok menandakan batas waktu telah pagi dan Bandung Bondowoso gagal memenuhi persyaratannya.

Mengetahui ini, Bandung Bondowoso sangat murka dan dengan lantang mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu, melengkapi jumlah candi 999 yang telah diselesaikan oleh Bandung Bondowoso.
Kutukan itupun terjadi ..., Roro Jonggrang menjadi arca dan menggenapi candi menjadi 1000 candi di kompleks candi Prambanan.


Trip Of Mine


Hmm, sangat menarik juga, ya ..., legenda tokoh Roro Jonggrang ini. 

Berkat kepopuleran legenda kisah asmara bertepuk sebelah tangan antara sang pemuda tampan dan wanita cantik jelita berujung dengan petaka kutukan ini, nama candi Prambanan mendunia ..., selain juga memang harus diakui jika arsitektur candinya yang memang dibuat dengan sentuhan karya seni luar biasa indah. 
Sangat pantas jika disebut candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terluas dan terindah se Asia Tenggara.

Area selanjutnya yang kudatangi, Museum Arkeologi setelah meninggalkan area kompleks candi Prambanan. 


Trip Of Mine



Lokasi museumnya berjarak tempuh sekitar 1 kilometer lebih dari area kompleks candi dan melewati area taman yang secara rutin digunakan sebagai pementasan pertunjukan sendratari balet dengan sentuhan akrobatik kisah Roro Jonggrang di hari Jumat dan Sabtu ..., museum Arkeologi menyimpan seperangkat gamelan yang diletakkan di pendopo tengah dan menyimpan sejumlah temuan artefak menarik diamati dari dekat dan dipelajari, seperti gentong batu, arca lingga dan yoni, prasasti , salah satunya prasasti Jragung dan juga sisa - sisa reruntuhan relief dan bagian candi dari bangunan candi yang mengalami kerusakan dan belum dapat dibangun kembali seperti keadaan semula saat beberapa candi masih berdiri utuh.


Trip Of Mine
Prasasti Jragung.
Salah satu prasasti yang terdapat di museum Arkeologi.


Koleksi sejumlah artefak tak hanya tersebar dipertontonkan di pelataran taman museum Arkeologi, tapi juga tersimpan tertata rapi di tiga bangunan pendopo terpisah membentuk huruf U di sudut halaman.

Dari museum Arkeologi ini, aku belajar banyak tentang sejarah lengkap candi, mengenal sistem kerukunan beragama yang telah ada pada masa  silam, juga tentang bagaimana sistem perdagangan dengan menggunakan mata uang pada masa Mataram Kuno, melalui display koleksi temuan artefak.


Trip Of Mine



Museum Arkeologi juga dilengkapi gedung sarana audio visual, dengan membayar 5K aku menyaksikan pemutaran film durasi tayangan selama 20 menit tentang sejarah pembangunan candi dan penemuan kembali kompleks candi Prambanan.

Luas keseluruhan taman kompleks candi Prambanan menempati 39, 8 hektar dan masih berada di dalam area seluas itu, terpisah cukup jauh untuk ditempuh ..., disana juga terdapat 3 situs candi cagar budaya lainnya, merupakan situs dari peninggalan Hindu dan Buddha.
Candi apa sajakah itu dan apakah aku akan sekalian mengunjunginya ... ?.


Lokasi :
Candi Prambanan
Jalan Raya Jogja - Solo Km 16, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Harga Tiket :
~ Wisatawan Lokal : Dewasa 40K, Anak usia 3 - 10 tahun 20K
~ Wisatawan Mancanegara 350K
[Info harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah]

Jam operasional :
06. 00 - 17. 00


Tuesday, March 26, 2019

Candi Ijo, Candi di Lereng Bukit Padas

Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu, diperkirakan dibangun pada zaman Kerajaan Medang pada abad ke VIII - IX pada masa kepemerintahan Rakai Pikatan dan Rakai Kayuwangi di ketinggian lereng bukit padas atau karst 375 mdpl secara berundak atau berteras membujur mulai dari barat sampai ke timur yang merupakan teras tertinggi, di desa Groyokan, dusun Sambirejo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 



Trip Of Mine
Arca Lingga dan Yoni candi Ijo, berukuran sangat besar

Untuk mencapainya harus kutempuh sejauh kurang lebih delapan belas kilometer ke arah timur dari pusat kota Yogyakarta dan berjarak sekitar enam kilometer dari lokasi candi Prambanan. 

Area kompleks candi Ijo tidak begitu berjarak jauh ditempuh dari lokasi candi Ratu Boko, candi Barong dan Tebing Breksi dengan melewati jalan hotmix menanjak. 
Untuk melewatinya, baik saat keberangkatan dan kepulangan setelah dari lokasi candi Ijo berada memerlukan kewaspadaan dikarenakan tingginya jalur dan cukup ramainya lalu lintas bus pariwisata dan sarana transportasi wisatawan.



Trip Of Mine
Jalur ke candi Ijo.
Di foto lokasi candi Ijo di sebelah kiri

Deru raungan suara mesin sebuah pesawat terbang terdengar melintas tak jauh dari atas langit lokasi candi Ijo berada, tak lama kemudian pesawat sebuah maskapai penerbangan berbalut warna merah di sebagian badannya itu terlihat menjauh, tampak mengecil ..., tampak semakin mengecil seiring lajunya dan kemudian terlihat landing di landasan pacu bandara Adi Sutjipto sebelah barat lokasi candi Ijo. 

Pemandangan pesawat mendarat di bandara tersebut terlihat cukup jelas saat aku baru saja tiba menjejakkan kaki berdiri di teras tertinggi atau teras ke 11 kompleks percandian candi Ijo setelah sebelumnya menaiki undakan anak tangga. 



Trip Of Mine
Undakan atau teras ke 11, teras tertinggi candi Ijo

Di tengah pelataran teras, tempat candi utama berada dan berhadapan dengan 3 candi perwara atau candi pendamping candi utama, pemandangan pesawat melintas dan landing itu sempat membuatku berdiri mematung cukup lama melihat sampai menit akhir badan pesawat terlihat mendarat mulus di landasan pacuan bandara.
Norak !, kayak belum pernah lihat pesawat terbang saja, sih !, ha ha ha.

Meski beberapakali aku pernah punya pengalaman naik pesawat terbang dan juga berulangkali pernah melihat pesawat terbang milik angkatan darat di kotaku berlatih kecakapan mengemudikan badan burung besi melintas di atas langit kotaku, pemandangan pesawat landing terlihat dari ketinggian lokasi candi ..., itu terasa sangat berkesan dan jadi pengalaman pertamakali terjadi buatku.



Trip Of Mine
Relief Kalamakara berkepala ganda di atas pintu bilik candi utama

Ya, karena lokasi kompleks candi Ijo ini berada di suatu ketinggian gunung kapur atau karst (penduduk Jawa, khususnya Jawa - Tengah, menyebutnya dengan istilah gamping) membuat sebagian pemandangan kota Yogyakarta berada dibawahnya terlihat cukup jelas dan lokasi candi Ijo merupakan lokasi candi tertinggi diantara candi - candi yang berada di area Prambanan.

Selain itu karena letak posisinya berada di sebelah timur kota Yogyakarta, area candi Ijo ini merupakan salah satu area terbaik melihat momen sunset, tenggelamnya sang surya ke peraduan, selain dari lokasi candi Ratu Boko yang hanya berselisih jarak tempuh sekitar 4, 8 kilometer dari area candi Ijo. 


Trip Of Mine
Satu dari ketiga candi perwara

Kompleks candi Ijo bukan berarti bebatuan candinya terlihat berwarna hijau, melainkan penamaan dengan sebutan sebuah warna tersebut berdasarkan tulisan yang tercantum di prasasti Poh 906 M, dalam catatan tersebut disebutkan tentang seseorang hadirin menghadiri upacara keagamaan yang berasal dari sebuah desa bernama Huang Ijo, tempat keberadaan lokasi candi Ijo berdiri. 
Ini menunjukan bahwa kata Ijo (Bahasa Jawa, artinya Hijau) sudah ada dan dipergunakan dalam bahasa keseharian sejak ribuan tahun silam.

Ketiga candi perwara kuputuskan kumasuki satu persatu terlebih dahulu sebelum nantinya memasuki bilik candi utama yang menghadap ke sebelah barat.
Dari ketiga candi perwara yang menunjukkan penghormatan masyarakat kepada kepercayaan Hindu Trimurti yaitu Brahma, Siwa dan Whisnu ini masing - masing bagian dalamnya terdapat arca berbeda antara candi perwara satu dan candi perwara lainnya. 



Trip Of Mine
Arca Padmasana dan arca lembu Nandiswara

Candi perwara di sebelah kiri dari arah depan candi utama, bilik dalamnya terdapat arca yoni tanpa dilengkapi lingga, bilik candi perwara di posisi tengah terdapat Padmasana atau arca meja batu dan terdapat arca lembu Nandiswara merupakan tunggangan dewa Siwa, dan di bilik candi Perwara ketiga terdapat bak tempat untuk menyalakan api pengorbanan atau disebut homa dan terdapat ventilasi atau saluran pembuangan asap bakaran berbentuk jajaran genjang di dinding candi, tepat di bagian atas tembok tempat bak berada.


Trip Of Mine
Homa

Hiasan relief kepala Kalamakara, sosok raksasa yang memiliki kemampuan menangkis serangan jahat atau negatif, berada di atas pintu masuk bilik candi utama candi Ijo, seperti yang juga terdapat di lokasi candi - candi lainnya di Jawa - Tengah, tapi di candi Ijo relief Kalamakara memiliki bentuk berbeda dengan relief kepala Kalamakara di candi lainnya karena bentuknya berkepala ganda. 

Tapi bukan hal itu yang jadi paling menarik diamati buatku ..., melainkan ukuran arca Lingga dan Yoni yang terdapat di dalam bilik candi utama.

Silaunya paparan sinar matahari siang hari itu, sempat membuat mataku menjadi gelap saat aku mulai masuk ke bilik candi utama yang berukuran cukup luas, tak terlihat jelas apa sebenarnya yang ada di dalam bilik candi utama. 
Tak berselang lama kemudian mataku mulai bisa beradaptasi dengan ruangan sekitar dan melihat secara jelas kalau ternyata ..., ukuran arca Lingga dan Yoni yang ditopang sosok kura - kura dan ular sendok di bagian ujung bawah pancuran saluran airnya itu ukurannya sangatlah berukuran ..., besar !. 
Sepasang arca Lingga perwujudan dari dewa Siwa dan arca Yoni perwujudan dari dewi Parwati itu ukurannya melebihi tinggi ukuran tubuh orang dewasa. 

Berbeda dengan pemilihan letak lokasi pendirian candi - candi yang hampir dipastikan selalu memilih berada di suatu area subur dan tak jauh dari sumber air, situs kompleks candi Ijo peninggalan masa klasik Hindu - Buddha yang diketemukan kembali oleh seorang administrator pabrik gula Sorogedug bernama H.E Doerepaal saat mencari lahan untuk penanaman kebun tebu, setelah selama ribuan tahun tertutup abu dan material vulkanik letusan gunung Merapi ini, pemilihan lokasinya justru didirikan berada di lahan tanah gersang berkapur. 


Trip Of Mine


Pemilihan letak lokasi pendirian kompleks candi Ijo yang berbeda dengan letak lokasi candi pada umumnya ini, para arkeologi menduga jika sebenarnya kompleks percandian sebanyak 17 candi di teras - teras yang membujur dari arah barat ke timur ini bukanlah murni sebagai tempat pemujaan semata, melainkan juga sebagai tempat pertapaan. 

Dugaan itu diperkuat dengan diketemukannya tulisan Guywan yang artinya tempat bertapa atau semedi di atas dinding pintu masuk candi yang berada di teras ke 9 dan masih di teras ke 9 juga terdapat prasasti batu setinggi 14 sentimeter dan memiliki ketebalan 9 sentimeter yang bertuliskan 'Om Sarwwawinasa, Sarwwawinasa' ditulis secara berulang sebanyak 16 kali, diduga tulisan tersebut berupa sebuah mantra kutukan.

Merasa takutkah aku membaca sekilas mantra kutukan itu ?.
Tidak juga ..., toh aku berada disana tidak berbuat dan berkata macam - macam. 
Dan seperti biasanya, di suatu tempat dimanapun itu tempatnya aku selalu membiasakan diri untuk menjaga sikap, mengucap salam dan permisi dalam hati terlebih dahulu.
Tujuanku ke candi Ijo hanyalah sebatas liburan dan selanjutnya menceritakan pengalamanku berlibur disana untuk kepentingan blogku ini, Trip Of Mine.


Trip Of Mine



Kesemua area, termasuk memasuki candi - candi yang berdiri utuh, melewati reruntuhan bebatuan candi yang berserakan dan mendekati satu reruntuhan candi yang berada di area paling barat yang terlihat seperti amblas bangunan pondasinya kudatangi seorang diri, meski saat itu tak terlihat ada pengunjung lain blusukan di area sana. 


Trip Of Mine



Hanya di teras candi ke 11 atau teras tertinggilah yang selalu terlihat ramai aktivitas pengunjung sibuk berfoto - foto selama beberapa jam aku menghabiskan waktu disana sambil menunggu kemunculan datangnya sunset ... .


Lokasi :
Candi Ijo
Desa Groyokan, dusun Sambirejo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Tiket :
▪ Domestik 5K
▪ Mancanegara 10K
[Info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah]




Thursday, March 14, 2019

Epik Eksotiknya Gunung Bagus Paliyan

Setiba di persimpangan jalan depan Taman Desa Giring berhiaskan patung sosok lelaki duduk bersila berpakaian traditional khas Jawa - Tengah lengkap dengan blangkon menghiasi penutup kepalanya ..., sebenarnya instingku sudah mengatakan, jika belokan arah yang benar ke Gunung Bagus di desa Giring, kecamatan Paliyan, kabupaten Gunung Kidul adalah belokan jalan ke arah kiri. 
Terbukti secara refleks tanganku mengemudikan stir kendaraan ke arah kiri.

Tapi setelah beberapa meter melaju, mendadak aku teringat petunjuk arah yang kami peroleh dari pemilik toserba mini, tempat kami memilih membeli camilan dan minuman ion pengganti cairan tubuh sambil beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan berliku dan menikung dengan jarak waktu sekitar 2, 5 jam dari Tugu, pusat kota Yogyakarta melewati rute jalan Wonosari - Bukit Bintang Pathuk - Bundaran Siyono Wonosari - Jalan Kyai Legi - Jalan Ki Ageng Giring - perempatan Wereng menuju ke arah kanan Jalan Wonosari Paliyan. 
Pemilik toserba menyebutkan rute ke arah Paliyan adalah rute berbelok ke arah kanan di pertigaan Taman Desa Giring, seperti instingku yang mengatakan rute yang benar adalah ke arah kiri, kemudian sesuai petunjuknya berbelok ke arah kiri masuk melewati jalan desa, jembatan dan persawahan.

Memang sih, ketemu pemandangan jejeran perbukitan di depan mata, tapi kok bentuknya bukanlah seperti gundukan tanah di Bukit Warinding di Sumbawa, Nusa Tenggara Timur sana yang keeksotikan bentuknya ramai banyak diperbincangkan orang.
Pasti ini salah !, dugaanku langsung mengatakan begitu.
Langsung saja kuhentikan laju kendaraanku di tepi jalan desa dan diseberang sana terlihat 3 petani pria sepertinya sedang melepas penat setelah beraktivitas di sawah.


" Maaf, numpang tanya, pak. Paliyan itu dimana, ya ? "

Salah satu dari ketiga bapak petani menjawab dengan ramah.

" Nah, ini Paliyan, mas. Dari sini sampai kesana ke bukit di depan sana itu Paliyan. Memang mas mau kemana ? "
" Tapi itu loh, pak ..., bentuk gunungnya yang berupa gundukan begini ..., begini  "

Jawabku sambil memperagakan tangan membentuk 2 gundukan seperti bukit. 
Belum sempat ketiga bapak petani menjawab pertanyaanku, seorang ibu paruh baya yang menyunggi tumpukan jerami kering diatas kepalanya muncul dari jalur pematang sawah, rupanya si ibu itu mendengar apa yang sedang kami bicarakan.
" Oh,itu looh ..., lokasi yang dicari mas ini pasti gunung Bagus. Yang bentuk gunungnya seperti gundukan - gundukan bukit seperti bukit di film teletubbies dan bagus buat foto - foto itu, kaan ? "

Nerocosnya sambil tersenyum sumringah memamerkan deretan giginya yang masih tersusun rapi. Dalam hati terselip rasa kagum juga melihat ketangguhan fisiknya masih mampu menyunggi tumpukan jerami sebanyak itu.
Mendengar nama gunung Bagus disebut, aku langsung teringat jika nama gunung yang kucari lokasinya adalah bukan Paliyan dan spontan aku membalas perkataannya ... .
" Ohh ..., itu dia bu, pak gunung yang saya cari. Gunung Bagus "

Salah satu bapak petani berbadan atletis bertelanjang dada lantas berdiri memberikan pengarahan arah rute yang benar.


" Itu namanya gunung Bagus, mas. Masih jauh ditempuh dari sini. Kalian kembali melewati jembatan besar, ada polsek di sebelah kiri di dekat persimpangan jalan lurus saja, jangan berbelok. Kemudian diseberangnya ada taman, namanya Taman Desa Giring ambil lurus saja. Dari sini sampai tiba di depan Taman Desa Giring kira - kira masih 6 kilometer, terus untuk tiba di gunung Bagus dari situ masih sekitar 3 kilo lagi "

Dijelaskan begitu, dalam hati spontan aku berucap " Wouw, aku telah kesasar arah sejauh sekitar  9 kilometer dari sini !".

Setelah berpamitan, perjalanan rute kembali kuarahkan berbalik arah melewati jalan kedatangan semula untuk kembali tiba di depan persimpangan jalan di depan Taman Desa Giring ditemani matahari bersinar terik diatas kepala kami. 
Percakapanku dengan para petani sebenarnya kuawali dengan menggunakan bahasa Jawa kromo, bukan untuk gegayaan seolah aku fasih benar menggunakannya tapi setidaknya untuk melatih kepandaianku menggunakan bahasa Jawa halus, tapi perkataan selanjutnya aku gelagapan mengutarakan pertanyaan menggunakan bahasa Jawa kromo ..., beruntungnya si bapak paham aku terlihat gugup bicara menggunakan bahasa Jawa kromo sepenuhnya dengan mencampuradukkan bahasa Jawa kromo disertai bahasa Indonesia dan tiba - tiba saja percakapan selanjutnya bapak itu menggunakan bahasa Indonesia ha ha ha ... , sebetulnya aku malu kalau teringat tentang itu. 

Memang selama ini, aku hanya mengerti nama lokasi keberadaan bentuk gunung mirip dengan setting gundukan tanah hijau lokasi film anak - anak Teletubbies dan memiliki pemandangan nyaris mirip serupa dengan bukit Warinding di Nusa Tenggara Timur itu, hanyalah Paliyan. Tanpa mengerti nama sebenarnya gunung photogenic itu adalah gunung Bagus.
Padahal ternyata cakupan wilayah kecamatan Paliyan itu cukup luas, pantas saja kalau jadi kesasar he he he ... . 

Setiba kembali di depan lokasi Taman Desa Giring dan bersebelahan dengan balai desa sengaja kufoto lokasinya sebagai penanda dan panduan rute yang benar ke arah gunung Bagus dari arah kedatangan kota Yogyakarta. 
Perjalanan kulanjutkan kembali setelahnya sejauh sekitar 3 kilometer melewati jalan desa beraspal mulus dan rindang tertutup jejeran dedaunan lebar pohon jati di sepanjang kiri dan kanan jalan. 


Trip Of Mine



Ini benar photogenic !. 
Gumamku setelah mulai terlihat bukaan pemandangan bentangan dan lekukan gundukan demi gundukan tanah karst berada di kanan kiri jalan membelah badan gunung Bagus.
Tampilan menakjubkan pemandangan alam ladang perkebunan jagung hibrida menggantikan lahan perkebunan pohon jati setelah ditebang seluas 132 hektar milik Dinas Kehutanan DIY ini membuat kami berdecak kagum akan keindahannya dan membuat kami penasaran untuk langsung melintasi jalan rayanya yang berkelok naik turun dari ujung ke ujung batas desa. 


Trip Of Mine



Masa musim penghujan dengan curah hujan yang singkat di daerah Gunung Kidul membuat sebagian tampilan permukaan tanah terlihat cokelat mengering, deretan batang pepohonan jagung siap panen dan batang pohon sisa panen berwarna kuning keemasan yang masih berdiri tegak di tanah dan sebagian lagi area gundukan terlihat belukar menghijau ... , sungguh kesemua itu membuat pemandangan bentangan deretan gundukan - gundukan gunung Bagus terlihat semakin eksotik. 


Trip Of Mine



Setelah menyusuri jalan raya di tengah badan gunung Bagus yang merupakan jalur alternatif menuju ke pantai Baron sejauh 13 kilometer, kami memilih beristirahat makan siang menikmati sajian menu lothek di sebuah warung sederhana di tepi jalan sembari melihat pemandangan aktivitas petani jagung diladangnya dan sambil menunggu waktu mendekati sore hari seperti yang kami agendakan ..., berburu foto ditemani sinar matahari sore. 



Trip Of Mine


Pukul 15. 00 seperti yang sudah direncanakan berburu dokumentasi foto kenangan liburan di gunung Bagus disertai efek sinar matahari menjelang senja, kami lakukan. 
Terbukti pantulan sinar matahari pagi ataupun sore hari menciptakan obyek foto ikut memperindah tampilan gambar. 
Beruntungnya, sepanjang waktu di hari itu cuaca berlangsung cerah saat pengambilan gambar dari spot satu berpindah ke spot lainnya, meski bunyi geludug sesekali terdengar cukup kencang. 
Dan melihat semua hasil bidikan kamera di lokasi gunung Bagus kecamatan Paliyan ini, aku sangat senang. 
Property kain tenun etnik traditional yang kukenakan untuk pelengkap berfoto sekaligus ikut mempopulerkan khasanah kekayaan kain Indonesia ikut berkibar - kibar tertiup kencangnya angin saat itu ... , seolah menyatu dengan pemandangan alam epik eksotik gunung Bagus. 


Trip Of Mine



Hampir dikesemua lansekap area pemandangan gunung Bagus terlihat photogenic, tak terkecuali di beberapa jalan setapak pedesaan, masuk jauh dari jalan raya beraspal ditengah badan gunung. Ini kubuktikan dari hunting lokasi berburu fotografi ... , lansekap keindahannya tak hanya terlihat berada di tepi jalan dan naik mendaki ke salah satu gundukan tanah, kemudian berfoto dengan menaiki undakan anak tangga spot gardu pandang juga difungsikan sebagai lokasi berfoto terbuat dari susunan potongan kayu. 


Trip Of Mine



Kuperhatikan ada satu jalan setapak menuju ke sebuah perkampungan pemandangannya hampir mirip dengan pemandangan jalan menurun di hutan pohon pinus Kragilan, Magelang. 
Bedanya, jalan setapak perkampungan satu perkampungan desa di kaki lembah gunung Bagus ini, kiri dan kanan jalanan curamnya diapit deretan hutan pepohonan jati. 

Dulu saat pepohonan jati belum ditebang, lansekap gundukan - gundukan gunung Bagus tidak begitu terlihat, keindahan pemandangannya tertutup rapat oleh jajaran batang dan rimbunnya dedaunan pohon jati. 


Trip Of Mine


Keeksotikan lansekapnya terlihat begitu jelas setelah pepohonan jati ditebang dan lahannya digantikan oleh ladang tanaman jagung. Tanaman jagung yang ditanam merupakan jagung varietas unggul hibrida bertongkol dua. 
Hasil panennya diantaranya dimanfaatkan untuk pakan ternak dan olahan produksi penganan ringan emping jagung.


Lokasi :
Gunung Bagus
Desa Giring, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tiket :
Tidak dikenai beaya masuk, hanya beaya parkir.

Tips berlibur di gunung Bagus :
▪ Lokasi hutan area perkebunan pohon jati dan perkebunan jagung hibrida gunung Bagus tidak dilalui oleh angkutan umum. 
Pastikan membawa kendaraan pribadi atau menyewa carteran kendaraan untuk mencapai lokasi.
▪ Berbelok ke arah kiri di dekat Taman Desa Giring adalah rute yang benar.


Trip Of Mine
Lokasi persimpangan Taman Desa Giring

▪ Kenakan krim atau lotion tabir surya dan kenakan properti untuk melindungi diri dari terpaan sinar matahari.
▪ Perhatikan peraturan untuk tidak menginjak, mencabut dan merusak tanaman jagung.