Tuesday, July 17, 2018

Nakula Sadewa ~ Sanggar Seni Pahat Instagenic

Sebagai anak yang terlahir dan tumbuh dibesarkan di Jawa - Tengah, juga sedari kecil sudah 'dibiasakan' mendengarkan alunan gamelan gending - gending Jawa dan rekaman percakapan dialog Wayang Orang yang diputar dari kaset tape recorder oleh kedua kakekku, dari keluarga mama dan papaku ..., kecintaanku pada dunia pewayangan terus tumbuh sampai sekarang ini. 
Aku masih ingat saat kecil dulu, setiap pagi kedua kakekku yang rumahnya hanya terpisah sejengkalan, sedikit berhadapan lokasi kedua rumahnya dan jika berkunjung hanya tinggal nyebrang jalan melangkahkan kaki ..., selalu setiap aku kecil main kesana pasti musik gamelan sedang diputar dengan suara kencang maksimal. 
Main ke rumah kakek nenek dari keluarga mama, dengerinnya gamelan Jawa ..., berada di rumah kakek nenek yang kami tinggali dari keluarga papapun juga iya. Sambil bermain, namanya juga bocah ... he he he ..., aku kecil sepintas lalu mendengarkan penjelasan kakekku yang selalu terlihat semangat berapi - api menceritakan lakon cerita tentang apa dan nama tokoh - tokoh wayang yang sedang didengarkan. 
Bahkan tak jarang, setiap di kota kami tinggali diadakan pagelaran live show Wayang Orang, aku kecil selalu diajak nonton pertunjukannya setiap hari dengan judul berbeda. 


Trip Of Mine
Deretan tokoh wayang Nakula Sadewa education park, Magelang.

Dan sedari kecil juga, aku memang selalu bersemangat diajak nonton pagelaran Wayang Orang ..., kuamati dengan terpana keindahan kostum tokoh para pemainnya dan gerakan - gerakan setiap tokoh karakternya. 
Aku masih ingat, kadang aku kecil hanya berdua bareng kakekku nonton pagelaran Wayang Orang, dari rumah diboncengin naik sepeda onthel, dan tak jarang juga kami rame - rame sekeluarga berangkat bareng berjalan kaki ke lokasi pertunjukan Wayang Orang.
Sayangnya, sekarang ini acara pagelaran live show Wayang Orang sudah tak ada lagi ..., kegiatannya menghilang sejak aku duduk di bangku sekolah lanjutan pertama. Sangat disayangkan !.

Meski sekarang tak ada lagi pertunjukan seni Wayang Orang diadakan dikotaku ..., sekalipun ada hanyalah pertunjukan seni Wayang Kulit yang diperagakan oleh seorang dalang dan acara itu hanya diadakan di pedesaan, bukan di tengah kota seperti dahulu dan kegiatannya belum tentu diadakan 1 tahun sekali ..., kini di Magelang, tepatnya berlokasi di jalan utama Jl. Raya Jogja - Magelang, Batikan, Pabelan ada satu destinasi wisata baru menggunakan nama tokoh wayang yang merupakan salah satu anggota keluarga Pandawa, Nakula Sadewa.


Trip Of Mine
Halaman depan Nakula Sadewa education park

Nakula Sadewa merupakan salah satu tokoh utama dalam cerita Mahabharata dan keduanya adalah sosok kembar, namun tak kembar identik alias memiliki wajah yang tak serupa. Digambarkan sosok Nakula memiliki wajah lebih tampan daripada sosok Sadewa. 
Meski sosok Sadewa tidaklah setampan Nakula .., seperti kata pepatah yang menyebutkan setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan masing - masing ..., Nakula memiliki kecerdasan lebih tinggi daripada Sadewa.


" Eiiits, ini dari tadi bukannya cerita tentang pengalaman berlibur ..., kok malah cerita tentang wayang dan tokoh - tokohnya, ya ?. Ha ha ha !"

Karena nama destinasi wisatanya menggunakan nama tokoh wayang itulah yang membuatku segera mengatur jadwal berlibur ke lokasi di hari off  kerjaku.
Penasaran ..., karena ingin menuntaskan keingintahuanku ' kira - kira ada apa sajakah disana ? '.

Nakula Sadewa education park merupakan lokasi wisata umum berupa sanggar yang didasari edukasi atau pengetahuan tentang seni kerajinan, khususnya seni pahat. 
Didirikan oleh seniman dan pengrajin asal pulau Dewata, Bali yang telah lama menetap di Magelang, Nyoman Alif Mustofa.


Trip Of Mine
Zona tokoh - tokoh pahlawan

Diareanya seluas sekitar 4 hektare, tak hanya terpajang ratusan karya seni pahat artistik hasil karya Nyoman Alif Mustofa dan team kreatornya, tapi areanya juga dilengkapi kafe, 2 kolam renang dan kebun binatang mini sebagai sarana liburan keluarga. Burung merpati, monyet, iguana, burung elang dan beberapa ular phyton berukuran besar berada di sangkarnya masing - masing.  


Trip Of Mine
Area taman berbatasan dengan area workshop

Juga terdapat area workshop, tempat para pengrajin seni membuat beragam bentuk patung yang dapat kita lihat proses pembuatannya dari dekat.



Trip Of Mine
Area workshop, disini kita bisa melihat dari dekat kreator mengerjakan proses pembuatan patung dari dekat.


Jika pengunjung berkeinginan membuat sebuah proses pembuatan benda seni atau artwork menggunakan cetakan aluminium khusus berbentuk beragam pilihan dan diarahkan langsung dari para kreator, disana tersedia paket minat khusus dengan harga Rp. 75. 000,_ , tentunya hasil karya kita dapat dibawa pulang sebagai kenang - kenangan pernah berlibur di sanggar yang memajang sejumlah replika bangunan - bangunan ternama di beberapa negara, seperti : patung Liberty dan pagoda Angkor Wat, juga memajang replika bangunan sejumlah proyek yang pernah ditangani oleh si pemilik sanggar, Nyoman Alif Mustofa beserta kru di sejumlah kota di Indonesia dan di beberapa negara.



Trip Of Mine


Trip Of Mine


Trip Of Mine


Trip Of Mine

Diantaranya proyek yang pernah ditangani :


▪ Pairi Daiza Brugellette, Belgium
▪ Chua Bai Dinh Temple, Hanoi, Vietnam
▪ Minimundus Austria dan Munich, Jerman
▪ Water Fountain Grand Kemala Lagoon
▪ Patung Lembuswana Jakarta Convention Centre
▪ Bandara Ngurah Rai, Bali
▪ Kamandalu Resort and Spa
▪ Grand Bali Beach Hotels
▪ Vihara Lembang, Bandung
▪ Gate Vihara Mendut
▪ Monumen pahlawan : Slamet Riyadi di Solo, Tjokorda Agung Trisna di Bali, Nicolau Lobato di Timur Leste, Tjokorda Mantuk Ring Rana di Bali


Trip Of Mine


Trip Of Mine

Uniknya, replika bangunan yang dinamakan Gate Vihara Mendut itu aku amati dan ingat - ingat pernah kulihat dimana ..., tak lama setelahnya aku baru teringat kalau bangunan itu berada di komplek Buddhist Monastery yang lokasinya berada di samping candi Mendut yang pernah kudatangi berlibur disana.
Namun nama bangunannya di komplek Buddhist Monastery bukanlah Gate Vihara Mendut, tapi dinamakan dan diresmikan memakai nama Gapura Hening Karta.
Bentuk bangunan gapuranya memang sangat artistik, berupa candi dan keempat sisinya bisa dilalui untuk bertemu berada ditengah ..., sangat keren untuk lokasi berfoto.


Trip Of Mine

Dan ada satu spot pahatan patung yang pasti membuat siapapun pengunjung ingin berfoto didekatnya, berupa rangkaian kereta kuda milik tokoh wayang Kresna.


Trip Of Mine
Replika kereta kuda Kresno Duto alun - alun Purworejo

Keseluruhan badan kereta dicat beraneka warna kontras dan keenam badan kudanya dicat motif batik modern berupa paduan bebungaan, sulur daun dan garis.


" aku jadi membayangkan ..., seandainya kuda betulan penarik andong dilengkapi kostum seperti itu, keren juga untuk menarik minat wisatawan, ya ..., he he he ".

Tentu, sebagai penyuka tokoh wayang aku tak ketinggalan berfoto di spot deretan wayang dan gunungan yang berada ditengahnya.
Spot deretan wayang berada ditengah area dan terkesan seperti the main point, mewakili nama sanggarnya yang menggunakan nama tokoh wayang, Nakula Sadewa.

Lokasi : 
Nakula Sadewa education park
Jl. Raya Jogja - Magelang, Tangkilan, Pabelan, Mungkid, Magelang

Tiket : 
▪ Masuk Area Rp. 20. 000,_ 
▪ Berenang Rp. 20. 000,_
▪ Minat Khusus Rp. 75. 000,_
[ info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]

Jam operasional : 
09. 00 - 17. 00





Monday, July 9, 2018

Birunya Warna Blue Lagoon Jogja

Masih ingat dengan judul dan cerita sebuah film era tahun 80 an, The Blue Lagoon produksi perfilman Hollywood yang lokasi shootingnya di salah satu pulau wisata alam di Samudera Pasifik dan dibintangi oleh pemain film cantik jelita nan seksi, Brooke Shield sebagai Emmeline Lestrange dan lawan mainnya aktor pendatang baru saat itu, Christopher Atkins sebagai Richard Lestrange ?.
Kurasa hampir semua orang yang terlahir setelah tahun itu masih ingat betul bagaimana kesuksesan film bergenre drama dan petualangan yang diperankan aktris Brooke Shield saat muda belia kinyis - kinyis itu meraih keuntungan besar dan sangat fenomenal, ratingnya pun mencapai sukses box office di pemutaran film di gedung bioskop seluruh dunia.

Demam film The Blue Lagoon saat itu tak hanya menarik minat penonton dewasa rela mengantri panjang di loket gedung bioskop, bahkan seharusnya jenis pemutaran film yang dikhususkan untuk penonton dewasa atau 17 tahun ke atas itu nyatanya juga ditonton oleh banyak anak - anak dibawah usia 17 tahun, termasuk aku juga yang saat itu masih duduk di bangku Sekolah Dasar ikut - ikutan antusias ngantri berdiri terselip manis diantara antrian penonton dewasa ..., untungnya lokasi gedung bioskop berada di dekat rumahku dan penjaga loket bioskop kenal baik dengan keluargaku.
Tentunya suatu keuntungan tersendiri buat aku kecil mengenal baik si penjaga loket, jadinya aku lolos sensor diperbolehkan masuk ke gedung bioskop dan nonton film yang minim busana itu ..., wkwwkkwwk !.

Lalu, apa hubungannya judul film itu dengan lokasi wisata yang ada di Yogyakarta ?

Awalnya aku memang ngga sengaja bertujuan untuk pergi berlibur, karena kepergianku saat itu ke Yogyakarta untuk suatu kepentingan pekerjaan. Jadi persiapan perbekalan liburan yang biasanya telah kupersiapkan jauh - jauh hari sebelumnya di tas tersendiri yang kugunakan khusus saat travelling pun tak kubawa.
Kepulanganku setelah selesai mengurus pekerjaan dan melewati jalan Kaliurang, tepatnya di pertigaan jalan Kaliurang KM 13 yang terdapat traffict light dan dibawahnya terpampang papan petunjuk nama kecil bertuliskan lokasi wisata alam Blue Lagoon Jogjakarta ..., karena alasan itulah yang selanjutnya membuatku mendadak mengarahkan laju kendaraanku berbelok ke arah sana.


" hahaha ..., dasar travelling addict, ya !. Jelalatan mata, lihat aja ada papan nama lokasi wisata nyempil dan langsung bablas nyasar kesana ... "

Selain sekalian mengambil keputusan mendadak datang ke lokasi liburan, mumpung berada di area itu ..., ibaratnya seperti kata pepatah ' sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui ' ..., ya udah sekalian saja kuputuskan berlibur ... he he he ...., dan pikiranku juga langsung mendadak teringat nama lokasi wisata alam ini kok sama dengan judul film yang saat aku kecil nonton dulu sempat membuat aku beberapakali menutup mata dengan tangan, eh tepatnya pura - pura menutup mata alias mengintip sambil cekikikan geli diing ..., lihat adegan yang semestinya ngga boleh ditonton oleh anak kecil itu.


Trip Of Mine
Nama lokasi wisatanya sama persis seperti judul novel dan film populer, Blue Lagoon

Setelah berbelok di pertigaan Jalan Kaliurang KM 13, rute selanjutnya melalui : 
Jalan Besi Jangkang KM 04, Klemben Sukoharjo, lurus terus - Jalan Besi Jangkang KM 1,5 , Kliwon, belok ke kanan - Jalan Besi Jangkang, Widodomartani [ sebelah timur BPD pasar Jangkang ] - belok kiri ke perkampungan keberadaan lokasi Blue Lagoon 
Kuperhatikan rute menuju dan kepulangan dari lokasi perkampungan Widodomartani, lokasi keberadaan wisata alam Blue Lagoon terdapat angkutan kecil transportasi umum, meski tak sampai berhenti tepat di depan gapura lokasi wisata. Namun jarak jalan raya dengan gapura lokasi wisata tidaklah jauh, cukup dekat ditempuh dengan berjalan kaki.

Berbeda dengan setting lokasi shooting film The Blue Lagoon yang digambarkan berada di sebuah pulau terpencil tak berpenghuni, Blue Lagoon Jogja ini lokasinya bukanlah berada di sebuah pulau terpencil ..., tapi lokasinya berada di aliran sungai dan area persawahan, bersebelahan tepat dengan perkampungan warga desa.
Lokasi tepatnya berada di desa Widodomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman.

Dari depan area parkir yang terlihat hanyalah pemandangan rumah - rumah perkampungan warga, rimbunnya pepohonan bambu menjulang tinggi dan spanduk gapura lokasi wisata disponsori oleh salah satu operator Indonesia.


Trip Of Mine
Gapura memasuki area Blue Lagoon

Tak lama berjalan setelah memarkirkan kendaraan di halaman belakang rumah warga dan melewati gapura, dua petugas yang kutemui menyodorkan tiket memasuki area dan kartu tanda pengenal yang wajib kusimpan baik - baik selama berada di area dan juga wajib dikembalikan ke petugas setelah nantinya meninggalkan area wisata.
Kartu tanda pengenal itu mencantumkan nomor kunjungan wisatawan ke lokasi dalam satu hari, aku merupakan kunjungan wisatawan yang ke 97 di siang hari itu.


Trip Of Mine
Aliran sungai area teratas tampak mengering

Jujur, saat itu aku sempat bingung dan celingukan setelah beberapa langkah meninggalkan pos pengambilan tiket masuk area ..., karena yang kulihat hanyalah pemandangan aliran sungai mengering dan lebatnya sekumpulan pepohonan bambu juga beberapa warung makan sederhana berada di tepian aliran sungai yang saat itu terlihat sepi, tak terlihat ada pengunjung berada di warung makan.

Trip Of Mine
Aliran sungai di dekat lokasi sendang Wadon

Dalam hati aku menebak - nebak sendiri ..., dimanakah sebenarnya letak lokasi air yang berwarna biru seperti penamaan lokasinya mengikuti nama judul film terkenal itu ?. Airnya saja terlihat surut dan tak tampak berwarna apapun

Penasaran dalam hati, kulanjutkan kutelusuri memasuki area ke ujung kanan mengikuti jalur jalan setapak dan sesekali terdengar teriakan tertawa seru dari beberapa orang berada di area sana.
Dan benar saja, sesampai disana apa yang kulihat ternyata ..., ada sebuah palung berukuran cukup besar penuh air dan berwarna biru memikat ... .

Trip Of Mine
Inilah palung Blue Lagoon, terbentuk alami karena kucuran deras air saat musim penghujan

Palungnya penuh air dan disepanjang pinggir tanahnya mengucur deras beberapa mata air yang dialirkan melalui sebilah bambu.
Penampilan pemandangan alam di sekitar area palung dengan kedalaman bervariatif sekitar 2 - 3 meter ini sangat berbeda dengan tampilan pemandangan alam aliran air sungai diatasnya yang tampak mengering, bahkan aliran airnya pun tak sanggup mengalir melalui tanggul bendungan untuk selanjutnya mengalir ke palung di area bagian bawah.

Trip Of Mine
Beberapa sumber mata air kecil dialirkan melalui sebilah bambu, menambah keindahan palung Blue Lagoon

Birunya warna palung Blue Lagoon Jogjakarta ini ditimbulkan oleh tanaman sejenis lumut yang tumbuh di bebatuan yang berada di dasar palung.

Suatu keuntungan tersendiri berlibur ke Blue Lagoon Jogja pada saat musim kemarau, karena saat musim penghujan tiba palungnya tak lagi tampak berwarna biru menawan, karena saat musim penghujan debit air kali Tepus akan meningkat mengalir deras dan warna keruh air akan menutup warna biru palungnya.

Trip Of Mine
Deretan gazebo untuk bersantai, berada di dekat sendang Lanang

Di areanya terdapat 3 sumber mata air yang tak pernah berhenti mengalir, masing - masing lokasi mata airnya dinamakan : sendang Lanang, sendang Wadon dan sendang Kluwih, melengkapi keberadaan beberapa titik lokasi mata air kecil lainnya.
Sejatinya, lokasi yang merupakan bagian aliran dari kali Tepus ini adalah sarana irigasi pertanian milik warga sekitar dan airnya dipergunakan warga untuk keperluan sehari - hari, seperti : mencuci dan mandi.

Trip Of Mine
Tugu Blue Lagoon, berada di tengah area

Sendang Wadon khusus dipergunakan untuk wanita, berupa kolam kecil dan berada di dalam dinding yang bagian atasnya terbuka, sedangkan sendang Lanang berupa pancuran air dipinggir kali dan dapat digunakan sebagai terapi pijat air.
Palung Blue Lagoon dapat dipergunakan oleh pria dan wanita untuk berenang, menyelam, berfoto under water dan jika tak mahir berenang, disana disediakan penyewaan ban pelampung.

Trip Of Mine
Jika tak punya nyali dan tak mahir berenang, jangan coba - coba berani meloncat terjun bebas dari atas dam bendungan ke palung,  ya !

Beberapakali kulihat ada pengunjung yang berani melakukan aksi meloncat dari atas ketinggian dam ..., terjun bebas dengan beragam gaya ke palung.Byuuur ..., aksi loncatan mereka menciptakan cipratan ke sekitar palung dan jadi tontonan seru tersendiri

Dahulu sebelum terkenal dengan nama Blue Lagoon, lokasi ini bernama Tirta Budi.
Pemberian ide nama lokasi menjadi Blue Lagoon setelah adanya kegiatan Kuliah Kerja Nyata dari para mahasiswa di desa Widodomartani dan mereka menposting foto - foto lokasi di aplikasi sosial media. Sejak itu lokasi Tirta Budi mulai dikenal dan dikunjungi oleh banyak orang, selanjutnya diresmikan sebagai wisata alam pada tahun 2015.

Trip Of Mine
Warna birunya yang memikat, jadi lokasi incaran penyuka olahraga air dan penyuka foto under water

Berkat keindahan warna biru airnya yang memikat itulah, nama lokasi ini akhirnya diubah menjadi seperti judul film fenomenal ..., Blue Lagoon.

Lokasi : 
Area Sawah, Widodomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Tiket :
Rp. 10. 000,_ + free air mineral
[ Info harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]




Tuesday, July 3, 2018

Pantai Slili - Pantai Cantik Berada Diantara Dua Pantai

Cerita pengalamanku berlibur ke wisata alam pantai Slili, pantai cantik yang lokasinya terselip diantara 2 pantai, pantai Sadranan dan pantai Krakal di desa Sidoharjo, kecamatan Tepus, kabupaten Gunung Kidul ini sebenarnya satu cerita liburan di lokasi yang cuma mampir sesaat ..., kusebutnya begitu karena memang tak ada setengah jam berada disana dan memang sebelumnya lokasi wisata alam pantai satu ini tak masuk daftar dalam catatan nama  - nama lokasi pantai yang akan kudatangi mengisi liburanku kali ini.
Selain itu juga bingung menentukan pilihan akan berlibur ke pantai mana saja dari keberadaan 102 lokasi pantai yang terdapat di Gunung Kidul.

" Apaaa ... , ada 102 lokasi pantai di Gunung Kidul sana ?. Wow bangeeet jumlahnya, yaaaa ... !."

Yups, betul.
Disana total keseluruhan pantainya ada 102 ..., kuulangi ya ...,  s - e - r - a - t - u - s - d - u - a lokasi pantai.


" Gimana, menakjubkan ya ... !. Satu daerah dipenuhi lokasi ratusan pantai dan nyaris kesemua tampilan pantainya eksotis."

Sebenarnya saat aku menyebut angka jumlah pantainya yang terbilang fantastis itu, mendadak muncul perasaan mellow galau dalam hati ..., eeiits  bukan karena tentang cintrong - cintrongan loh,yaa ..., tapi mendadak muncul dalam hati berkeinginan nginep disana selama dua minggu full buat menjelajahi kesemua pantainya.
Tapi kapan terlaksana dan apakah bakalan terjadi kenyataan menjelajahi kesemua pantainya, ya ?. 
Padahal statusku saat ini masih terikat kerja, belum jadi fulltime blogger. Duh ...


" Laaah ..., ini apaan sih kok malah jadi curhat. Udah akh, wwwkkkwwk ! "

Bermula dari keterbatasan waktu berlibur hanya satu hari, jauhnya jarak tempuh, tanpa cukup waktu untuk bermalam di penginapan yang banyak terdapat di sekitar lokasi pantai karena keesokan harinya musti masuk kerja kembali dan juga kebingungan menentukan lokasi pantai mana yang akan dipilih untuk mengisi liburan kali ini ... , akhirnya aku mendamparkan diri menjatuhkan pilihan berlibur ke lokasi pantai Slili yang sebelum tiba di lokasinya melewati deretan pantai - pantai yang tampilannya juga tak kalah memikat.

Trip Of Mine
Panorama cantik pantai Slili

Liburanku mampir sesaat ke lokasi pantai Slili ini, setelah berlibur ke pantai Sepanjang yang terletak tak begitu jauh lokasinya.

Setelah memarkirkan kendaraan di area parkir yang ditata berhadapan dengan laut ... , oh iya ..., area parkir kendaraan di pantai Slili ini ditata mirip dengan area parkir kendaraan di pantai Siung yang pernah kudatangi beberapa waktu lalu sebelumnya. 
Sebenarnya aku pribadi, lebih menyukai melihat penataan area parkir kendaraan di pantai terletak jauh dari lokasi pantai, tak berada tepat diposisikan di depan pantai ... , menurutku pribadi keeksotisan tampilan pantainya jadi terasa berkurang dengan terlihat penuhnya kendaraan menghiasai areanya.
Tapi entah pendapat orang lain tentang hal ini sama seperti penilaianku atau tidak. , ... aku memilih duduk melepaskan penat sesaat di salah satu deretan gazebo yang didesain khas negara tropis beratapkan daun ijuk dan terletak berada di sebelah barat pantai sembari merasakan semilir angin datang dari rerimbunnya pepohonan cemara yang memayungi deretan gazebo.

Trip Of Mine
Gazebo unik, beratap ijuk di tepi pantai

Sesekali tampak para wisatawan sibuk mengamati dan membeli pilihan cinderamata di beberapa kios yang ditata berdekatan dengan area parkir kendaraan dan deretan warung - warung makan yang rata - rata menyediakan menu masakan olahan seafood dan kelapa hijau utuh sebagai pelengkap dagangannya.
Mereka tampak antusias mendatangi kios dan melihat beragam hasil kreasi seni yang terbuat dari rangkaian cangkang kerang, seperti : kap lampu berjuntai, bingkai cermin, pigura dan aksesoris. Juga kaos dan souvenir bertuliskan nama pantai Slili, terlihat jadi sasaran belanja para wisatawan.

Trip Of Mine
Deretan gazebo di area parkir pantai sebelah barat

Dari beberapa pantai di Gunung Kidul yang pernah kudatangi sebagai lokasi berlibur, pantai inilah areanya yang paling terkesan crowded tapi meriah dan hangat keberadaan suasananya karena tiga fungsi sekaligus berada tepat di depan pantai dan berdekatan dengan bentangan hamparan pasir yang dibatasi dinding pembatas buatan cukup tinggi.

Keistimewaan yang dimiliki pantai Slili adalah pemandangan bentangan hamparan pasir putihnya yang terlihat memanjang, terutama di sebelah barat dan berbatasan langsung dengan lokasi bukit karang keberadaan monumen ikonik pantai Krakal berbentuk kerangka tulang ikan.

Trip Of Mine
Perhatikan, warna hamparan pasir yang terkena sapuan air laut ..., berwarna semu pink.
Sangat cantik, berpadu dengan biru jernihnya air laut dan birunya langit.

Hamparan pasir di bagian barat pantai Slili ini tampilannya begitu memikat mata ..., putih bersih dan teksturnya sangat halus. Jika diamati, hamparan pasir putih ini terlihat agak berubah warna menjadi pink atau merah muda saat basah setelah terkena deburan ombak.

Pemandangan paduan warna alam antara batu karang, bentangan pasir putih dan pasir merah muda, biru jernihnya gulungan ombak dan birunya bentangan langit ... , menjadi terlihat sempurna.

Berbeda dengan area pantai Slili di sebelah timur, garis pantainya dominan dipenuhi dataran batu karang, hanya sedikit menyisakan bentangan hamparan pasir.

Trip Of Mine
Sisi pantai Slili sebelah timur didominasi hamparan batu karang

Di atas dataran batu karang yang berbatasan langsung dengan air laut ini, aku sempat mencoba berdiri sebentar diatasnya. Kulakukan karena penasaran ingin melihat sebentar kehidupan biota laut yang berada disana dan memang tampak ada beberapa ikan, udang dan kerang menghiasi terumbu karangnya.


" Tetap wajib hati -hati, ya ..., berdiri diatas dataran batu karang di sebelah timur pantai Slili ini. Karena keberadaannya di tengah 2 bukit karang yang berjarak cukup dekat satu sama lain, maka gulungan ombaknya jadi berukuran sangat besar "

Area pantai Slili sebelah barat dan sebelah timur dipisahkan oleh bukit batu karang raksasa ditengahnya. Bukit inipun bisa didaki, jika ingin melihat pemandangan samudera Hindia dari ketinggian.

Trip Of Mine
Bukit batu karang yang membatasi hamparan pasir pantai Slili sebelah barat dan timur pun bisa didaki, jika ingin melihat bentangan luas Samudera Hindia dari ketinggian

Lokasi wisata alam pantai Slili ditempuh dari kota Yogyakarta memerlukan jarak tempuh sekitar 66 kilometer atau lama perjalanan sekitar 2 jam lebih. Lama atau cepatnya sampai di tujuan lokasi pantai tergantung situasi yang ditemui di perjalanan, serta sigapnya melewati kontur jalan khas daerah Gunung Kidul yang berliku, menanjak naik dan turun cukup tajam.
Bahkan saat malam hari menjelang, penerangan lampu di sepanjang rute pun terbilang minim, hanya terlihat sebatas di penerangan rumah warga saat melewati beberapa lokasi desa.
Selebihnya melewati hutan jati dan bebatuan batu karang di kanan kiri jalan raya beraspal mulus dalam keadaan ..., gelap gulita.

Pengalaman kemalaman saat melewati area hutan jati dan bebatuan batu karang ini pernah kualami saat pertamakalinya berlibur ke pantai di Gunung Kidul.
Kebetulan saat itu liburan berdua, tak kulakukan seorang diri. 
Dan serunya, saat itu kami sama - sama  tak mengetahui pasti rute ke arah keberadaan deretan pantai dan tak hafal rute pulang ke arah Yogyakarta.
Jadilah, kami beberapakali kesasar arah di kegelapan malam disertai hujan lebat dalam perjalanan kembali ke pusat kota Yogyakarta.

Trip Of Mine
Monumen ikonik pantai Krakal tampak di kejauhan dari pantai Slili

Untuk menuju ke pantai Slili dari Yogyakarta ditempuh melalui rute : 


Wonosari - pantai Baron dan setelah melewati pos Tempat Pemungutan Restribusi atau TPR di pertigaan pantai Baron berbelok ke arah kiri - ikuti papan petunjuk rute ke arah pantai Kukup, pantai Sepanjang, pantai Drini, pantai Sarangan dan pantai Krakal - di pertigaan pantai Krakal berbelok ke arah kanan - pantai Slili

Dan cukup dengan membayar selembar tiket masuk  kawasan pantai seharga Rp. 10. 000 ,_ , sudah termasuk tiket asuransi Jasa Raharja, pengunjung tak hanya berkesempatan berlibur di pantai Slili saja, tapi juga berkesempatan berlibur di 8 lokasi pantai lainnya yang berada dalam satu kawasan dengan pantai Slili ..., pantai Baron, pantai Kukup, pantai Sepanjang, pantai Drini, pantai Krakal, pantai Sundak, pantai Indrayanti dan pantai Pok Tunggal.


" Pertanyaan yang muncul di kepalaku selanjutnya, apakah cukup menjelajah dengan berlama - lama waktu berada di 1 lokasi pantai ..., jika dalam 1 hari mendatangi semua lokasi 9 pantai sekaligus ?. Meski berada dalam satu kawasan, lokasi pantai satu dengan pantai yang lainnya tak kesemua lokasinya berjarak dekat untuk ditempuh "


Lokasi :
Jl. Pantai Krakal, Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Tiket :
▪  Info harga tiket diatas sewaktu - waktu dapat berubah.
▪  Untuk beaya parkir di tiap lokasi pantai, berbeda antara di lokasi pantai satu dengan lokasi pantai lainya, berkisar Rp. 2. 000, _ sampai dengan Rp. 5. 000,_ .

Tips berlibur di pantai Slili :
 Pergunakan pakaian yang nyaman, mudah menyerap keringat.
▪  Oleskan krim tabir surya sebelum beraktivitas di pantai untuk menghindari kulit terpapar sinar ultra violet.
▪  Jika perlu, pergunakan sunglasses dan topi. Selain untuk menghindari paparan sinar matahari berlebih, juga untuk menambah gaya penampilan berlibur.
▪ Memilih bermalam di penginapan dengan harga sewa terjangkau permalamnya atau memilih bermalam di hotel dengan kisaran harga cukup tinggi, dapat dipilih jika ingin mengeksplore beberapa pantai disana selama beberapa hari.








Monday, June 25, 2018

Keindahan Mushroom Like Sea-Stack Pantai Siung

Ada 1 pemandangan menarik yang kutemui saat berlibur berada di wisata alam pantai Siung, selain melakukan aktivitas liburan seperti pada umumnya yang dilakukan oleh banyak wisatawan saat berada di suatu lokasi pantai, seperti : merasakan sensasi berjalan menyusuri lembutnya bentangan hamparan pasir, membuat suatu replika bentuk bangunan dari gundukan pasir ..., biasanya sih membentuk miniatur bangunan kastil atau bentuk sebuah gunung, dan juga bermain - main di tepian pantainya.

Namun tak jarang juga terlihat wisatawan hanya duduk berlama - lama di atas hamparan tikar atau memilih tidur bermalas - malasan di gazebo sembari menikmati semilir angin laut yang terkadang buat sebagian orang cepat membuat mata menjadi terasa sangat mengantuk, terlebih buat pengunjung yang tiba di lokasi pantai setelah menempuh jarak perjalanan cukup jauh.
Sebenarnya akupun saat itu juga cukup terasa berat mata setelah cukup lama terkena angin laut dan beberapa waktu berada disana ..., mata seperti dilenakan oleh hembusan angin.
Untuk mengatasinya aku mencoba memilih memejamkan mata sesaat di salah satu warung makan diantara deretan beberapa warung yang ditata di area sebelah timur dan ditata tepat menghadap ke arah pantai.

" Ngga apa - apa juga, kan ? ... , pesen menunya cuma 1 porsi nasi goreng seafood dan segelas es jeruk, selanjutnya nundukin kepala di meja dan ... , molor bentaran, eh #' ada 1 jam diiing molornya ..., wkwkwkwk ! "

Setelah dirasa cukup beristirahat menghimpun tenaga dan memejamkan mata sebentar ala ' gratisan ' di warung makan beragam menu olahan seafood yang pemiliknya seorang ibu muda dan bertutur kata ramah dengan aksen bahasa Jawanya yang terdengar medok, khas rata - rata dialek orang yang berasal dari Jawa - Tengah itu, kegiatan liburan menyusuri area pantai kembali kulakukan.


Trip Of Mine
Keindahan panorama pantai Siung

Menyusuri area pantai sebelah barat, jadi pilihanku pertama sebelum berlanjut ke area pantai sebelah timur.
Ketertarikanku menyusuri area pantai sebelah barat terlebih dahulu karena ada 1 pemandangan menarik untuk coba diamati dari dekat ... , dan kebetulan lokasi keberadaan pemandangan terbilang unik dan mencolok itu berada segaris lurus dari akses arah kedatangan dan kepulangan dari pantai Siung.

Batu karang berbentuk cendawan

Di pantai Siung sebelah barat terdapat perbukitan dan sekumpulan bebatuan karang, bentuknya unik dan ukurannya bervariatif, ada yang berukuran sedang juga terdapat batu karang berukuran raksasa, tersebar di bibir pantai yang menjorok ke tengah lautan.


Trip Of Mine
Bebatuan karang berukuran variatif tersebar di pantai Siung

Diantara bebatuan karang yang terkesan seolah berserakan, ada 1 batu karang berukuran cukup besar berbentuk sebuah siung atau gigi taring. 
Dari bentuk batu karang berbentuk sebuah siung inilah penamaan lokasi pantai berasal.


Trip Of Mine
Batu karang berbentuk siung, asal mula penamaan lokasi pantai

Dan ada 1 batu karang yang menarik perhatianku saat pertamakali melihatnya ..., berukuran besar tinggi menjulang sekitar 10 meter dan berwarna putih keemasan.
Bentuk batu karang berukuran raksasa itu sangat unik, menyerupai cendawan atau jamur, disebutnya mushroom like sea - stack.


Trip Of Mine
Batu karang berbentuk jamur, mushroom like sea - stack

Batu karang berbentuk jamur ini merupakan fenomena bentukan alam dan aktif tumbuh meninggi.

Bagian barat pantai Siung, tempat lokasi keberadaan batu karang berbentuk jamur merupakan bentukan secara alamiah oleh gabungan antara bebatuan gunung api purba dan formasi batu kapur Wonosari.
Selisih usia pembentukan gabungan keduanya sangatlah jauh berbeda, diperkirakan sekitar 40 juta tahun lamanya.

Lokasi favorit pecinta panjat tebing

Berkat ketinggian tebing bebatuan karang yang bervariatif dan menantang untuk ditaklukkan, pantai Siung jadi lokasi favorit olah raga panjat tebing oleh para pecinta alam dan wisatawan yang berkeinginan menjajal olah raga ekstrim mencoba melewati spot panjat tebing untuk pemula, tentunya disertai oleh petugas terlatih dari penyedia paket tour panjat tebing.
Terkecuali untuk pemanjat tebing profesional yang punya nyali besar dan ketrampilan mendaki mumpuni tanpa disertai pemandu untuk melewati spot jalur pendakian yang tingkat kesulitannya sangat tinggi dan jika salah perhitungan mengatur langkah, ganasnya ombak samudera Hindia siap menanti dibawahnya ... , nah !.


Trip Of Mine
Bebatuan karang pantai Siung menantang untuk didaki

Kesemuanya terdapat 250 spot panjat tebing dengan tingkat kesulitan didaki yang berbeda - beda. 
Zona panjat tebing terbagi dari blok A sampai dengan K dan untuk pemanjat tebing profesional berada di zona Pancaran Siung dan zona Kuda Laut.
Tercatat pada tahun 2005 pernah diselenggarakan acara Asean Climbing Gathering yang diikuti oleh 65 negara dan diikuti oleh 250 peserta profesional.

Masih di area pantai sebelah barat, aku mendaki dan menelusuri perbukitan yang menghubungkan satu lokasi spot berfoto diatas batu karang ke spot berfoto diatas batu karang yang lain dan melewati jembatan yang terbuat dari susunan bambu.


Trip Of Mine
Akses menuju ke perbukitan ke spot selfie dan ke puncak bukit

Atau juga bisa memilih mengikuti paket wisata yang disediakan pengelola dengan beaya Rp. 25. 000 ,_ untuk berfoto di 8 spot selfie dan di lokasi jembatan gantung.
Untuk memasuki perbukitan, setiap pengunjung dikenai tarif tiket masuk Rp. 30. 000 ,_ dengan bonus berfoto di semua spot selfie dan berfoto di jembatan gantung.

Hasil bidikan kamera dari fotografer yang bertugas disana, ditransfer melalui aplikasi share it ke perangkat gadget.
Di atas bukit sebelah barat ini, tersedia fasilitas pendopo untuk bermalam juga dapat dipergunakan untuk berkemah.


Trip Of Mine
Formasi bebatuan karang dan hamparan pasir putihnya, memikat ditelusuri

Hamparan bebatuan karangnya mendatar dari ujung barat sampai ke ujung timur, membatasi garis batas pasir dan gulungan deburan ombak besar samudera Hindia yang terkenal besar.
Di bagian tengah area pantai, kuamati ada kemiripan struktur bebatuan karang yang terdapat di pantai eksotis Wedi Ombo.



Jadi, hamparan bebatuan karangnya relatif aman digunakan untuk bermain - main air di atasnya.

Setelah berpuas diri bermain - main air dan melihat biota laut yang berada di hamparan batu karang yang berada di area tengah pantai yang berair sangat jernih, selanjutnya kutelusuri area sisi timur pantai.

Di sebelah timur pantai Siung terdapat jalur menuju ke puncak bukit Pengilon yang memiliki pemandangan memesona melihat pantai Watu Lumbung dan pantai Wedi Ombo dari ketinggian puncaknya.
Sebelum tiba di puncak bukit Pengilon, melewati lokasi pantai Banyunibo yang terkenal dengan aliran air terjunnya jatuh ke permukaan air laut.

Rute menuju ke pantai Siung 

Lokasi pantai Siung berada di di deretan pantai eksotis Wonosari. Tepatnya di dusun Duwet, desa Purwodadi, kecamatan Tepus, kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Untuk menuju ke lokasi pantai Siung dari pusat kota Yogyakarta memerlukan jarak tempuh sekitar 77 kilometer atau membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan dengan kondisi jalan yang berliku, naik turun curam dan terdapat jalur yang menyempit.
Dengan rute yang kutempuh menuju kesana : 


Yogyakarta - Wonosari - pertigaan Mulo, lurus - ke arah pantai Baron - pertigaan sebelum pantai Baron, belok ke kiri - melewati deretan pantai Kukup, pantai Sepanjang, pantai Drini, pantai Krakal, pantai Sundak, pantai Indrayanti - lurus mengikuti jalan - pantai Siung.

Lokasi :
Duwet, Purwodadi, Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tiket :
Rp. 5.000,_ + berikut tiket asuransi jasarahaja.
[ Semua info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]

Tips berlibur di pantai Siung : 
Menyewa kendaraan di rental jadi solusi terbaik, karena sarana transportasi umum dari terminal Giwangan Yogyakarta hanya tujuan terakhir di Wonosari. Selanjutnya dari Wonosari tidak terdapat sarana angkutan umum melayani tujuan ke lokasi pantai.
Sarana rental kendaraan banyak tersedia di pusat kota Yogyakarta.
▪ Gunakan lotion tabir surya untuk menghindari kulit terkena paparan sinar matahari, jika perlu pergunakan topi dan sunglasses.
▪ Taati peraturan batas bermain air di tepian pantai dengan baik.
▪ Jika ingin berlibur beberapa hari, sebaiknya memesan kamar jauh sebelum hari kedatangan di penginapan yang banyak terdapat di sekitaran pantai.

Sunday, June 17, 2018

Ayana : Spot Selfie Stylist, Instagramable Banget

Gedong Songo, komplek candi Hindu yang terletak berada di gunung Ungaran, kabupaten Semarang yang terkenal memiliki jumlah 9 candi berukuran kecil yang tersebar diluasnya area lahan dan untuk menuju ke satu candi dan ke candi berikutnya harus ditempuh dengan trekking atau memilih berkuda, jadi lokasi pilihan berliburku bersama keluarga mengisi liburan panjang Lebaran dan liburan sekolah kali ini.

Salah satu alasan mereka memilih berlibur ke Gedong Songo karena dikompleknya terdapat kolam sumber mata air belerang dan ... , karena terpengaruh cerita pengalamanku pernah berlibur kesana beberapa bulan yang lalu yang saat itu kebetulan liburan tanpa bareng mereka. 
Saat itu kuceritakan tentang bagaimana keseruanku menjelajahi naik turun rute jalan setapak untuk tiba keseluruh lokasi kesemua candinya dan bisa berendam di kolam air panas belerang yang berada di antara candi ke IV dan candi ke V.
Karena terpengaruh cerita seru liburanku itulah, akhirnya mereka memilih liburan bersama ke Gedong Songo kali ini dan ... , sstttt jadilah aku tour guide dadakan buat mereka ... , wkwkwkk.


Lokasi wisata kekinian baru yang kami temukan, tanpa kami dengar infonya lebih dulu ...

Kami tiba di lokasi Gedong Songo tepat pukul 08.00 pagi, berbarengan dengan kedatangan sejumlah wisatawan lain dari banyak kota, dilihat dari plat nomor mobil kendaraan mereka dan turis mancanegara, terlihat cukup banyak memenuhi area parkir dan antrian penjualan loket tiket masuk.
Setelah memasuki gerbang pemeriksaan loket, kami menuju ke arah petunjuk lokasi keberadaan candi ke 1 melalui jalan setapak yang dikitari taman tertata rapi dan apik dilihat.

Saat kami mulai melalui jalan setapak menuju ke candi 1 inilah dari kejauhan tampak beberapa balon udara berwarna - warni, tampak seperti melayang di udara.
Celyn, ponakanku kelas 1 SD yang langsung teriak senang lihat balon udara itu dan namanya juga bocah kecil, pasti langsung merengek minta segera kesana ... , tapi kami tak langsung penuhi keinginannya dan beruntungnya dia tak rewel setelah kami bujuk untuk melanjutkan trekking ke semua lokasi candi dan rencana semula untuk berendam di kolam air panas belerang terlebih dahulu.

Sejak awal kuceritakan tentang Gedong Songo, Celyn memang paling terlihat antusias tentang kolam panas air belerang dan nyaris setiap kali bertemu denganku, selalu mengulang pertanyaan tentang gimana rasanya mandi di kolam air panas, sambil diceritakan ulang begitu dia terlihat sibuk memperagakan gaya berenangnya yang akan dia lakukan nanti berada di kolam mandi.
Mungkin karena itulah, akhirnya Celyn mau melanjutkan mengitari ke seluruh area komplek candi Gedong Songo ... , bersedia menahan keinginan mendadaknya melihat balon udara dari dekat teralihkan.

Sesampai di lokasi kolam air panas kami menyesal karena ternyata saat itu air kolamnya yang terlihat dari jalan setapak diatasnya, tidak memenuhi permukaan kolam, hanya separuh batas kolam.
Dan tambah kecewa kembali, ternyata kolam air panas dibuka jam 12 siang seperti penjelasan salah staff disana.

Untuk mengobati kekecewaan menunggu waktu sangat lama, kami berfoto di dekat lokasi kawah yang berada di depan kolam air panas dan mencoba menyentuh aliran mata air kawah ... , ternyata aliran airnya saat itu tidak panas seperti saat dulu aku ke Gedong Songo ini ... , air belerangnya dingin. Sedingin air es malah !, padahal aktivitas kawah belerang terus aktif mengeluarkan asap gas menyembur dan membumbung tinggi ke udara, menciptakan asap tebal menutupi pemandangan sekitarnya.

Aneh ?, buatku tak begitu karena dulu saat aku kesana pernah dijelaskan oleh petugas kolam kalau kolam belerang ini memiliki sifat unik ... , terkadang airnya terasa sangat panas, dingin juga kadang terasa sangat dingin.
Tampilan warna airnya pun tak kalah mengejutkan, bisa berubah warna dalam waktu tertentu ..., kadang keabubiruan, bening bahkan hitam pekat.

Batal berendam dan berenang di kolam air panas, kami melanjutkan perjalanan melalui jalan setapak melingkar ke lokasi candi ke IV dan candi ke V yang rutenya cukup menguras tenaga.
Setelahnya kami menyusuri jalan setapak yang jauh untuk sampai tiba di lokasi candi ke I dan lokasi keberadaan balon warna - warni yang terlihat di awal kedatangan tadi, melewati jalan setapak naik turun dan di kanan kirinya tumbuh subur pepohonan hutan.

Trip Of Mine
Spot teras spot selfie Ayana

Setelah trekking menyehatkan itu, meski cukup menguras energi dan mengobati rasa kecewa gagal berendam di kolam air panas belerang, kami memutuskan memasuki area wisata kekinian spot selfie Ayana, yang ternyata lokasinya setelah didekati memang benar sangat apik untuk lokasi berfoto.


Trip Of Mine
Celyn gaya ya posenya ...

Areanya dilengkapi bangunan asimetris yang berfungsi sebagai loket tiket memasuki area.


Trip Of Mine
Bersantai selonjoran di ayunan kursi gantung, duh jadi ngantuk ...

Dan tak kurang dari 15 bangunan unik menyerupai sebuah rumah Eskimo, Iglo ... , namun dibuat terbuka dan tersusun dari rangkaian besi baja. Disusun berundak mengikuti kontur lahan pegunungan.
Uniknya, di setiap bangunan bagian dalamnya dihiasi karpet rumput imitasi dan dihiasi bantal berjumlah banyak untuk property berfoto dan setiap bangunan dihiasi bantal berbeda tokoh kartun.

Trip Of Mine
Spot sofa apung

Di sudut area yang terkesan seperti berada di tepian sebuah ketinggian, berderet spot selfie sofa melingkar yang dikelingi susunan rangka besi baja, spot lengkungan seng baja menyerupai potongan sebuah cincin, spot meja kursi terbuat dari baja yang dikitari bebungaan, spot hammock ... , kesemuanya diposisikan di atas kolam air dan untuk berada diatasnya harus melalui pijakan yang dibuat lebih tinggi, terkesan mengapung di permukaan air kolamnya.


Trip Of Mine
Serasa mengambang di atas permukaan air kolam

Tak hanya itu, ruangan teras yang apik dan fotogenik melengkapi lokasi berfoto berlatar belakang pemandangan pegunungan dari kejauhan, jika cuaca sedang sangat cerah tak tertutup awan, bukan hanya gunung Telomoyo yang tampak tapi juga jejeran gunung Merbabu dan perbukitan sekitarnya tampak indah di foto melengkapi bingkai hasil bidikan kamera.


Trip Of Mine
Bunganya buat siapa, sih ?

Konsep area kerennya dilengkapi dengan bentuk spot - spot selfie yang tampak seperti liburan berada di resort berkelas di luar negeri.


Trip Of Mine
Bangunan asimetrisnya memikat mata

Lokasi wisata kekinian spot selfie Ayana yang terkesan stylist ini berada di dalam komplek candi Gedong Songo, tepatnya didirikan berdekatan dengan jalur lokasi candi Gedong Songo ke I.
Menempati lahan di sudut area dan berkonsep taman hiburan outdoor, jadi saat berada di dalam areanya pandangan mata kita dapat melihat bentangan alam 360°. 
Saat mengarah ke depan, gunung Telomoyo terlihat menjulang tinggi di kejauhan dan saat kita berbalik arah, puncak gunung Ungaran dan candi Gedong Songo ke 1 terlihat berdiri dengan memikat di antara rimbunnya pepohonan.


Trip Of Mine
Bubble tent dan spot selfie kekinian Ayana

Kami tak melewatkan satu spot selfie pun berfoto disana, semua spot terlihat tampak wajib dijadikan lokasi berfoto karena keunikannya, meski kadang rela antri cukup panjang bergiliran berfoto dengan pengunjung lain.
Ada satu pengunjung dari negara lain karena entah saking semangatnya berfoto di spot hammock atau karena ketidakkeseimbangannya menjaga gerak tubuh saat duduk berpose diatasnya .., duduk terjungkal dari atas hammock ke kolam bawahnya, jadinya insiden itu membuat pengunjung lain sontak kaget mendengar teriakannya dan sebagian pengunjung ikut geli melihat kejadian tak terduga itu ..., pakaian wanita cukup umur itu jadi basah semua dan terlihat segera berlalu ke ruang ganti ditemani oleh salah satu teman rombongannya.


Trip Of Mine
Balon beraneka warna Ayana

Keberadaan lokasi area spot Selfie Ayana ini, belum pernah kami dengar info sebelumnya, bahkan saat dulu aku liburan ke Gedong Songo ini proses pelaksanaan pembangunannya juga tak terlihat.
Adanya wisata kekinian spot selfie Ayana bergaya modern, kini melengkapi lokasi liburan wisata budaya dan wisata alam di Gedong Songo yang memang sangat apik pemandangannya.

Lokasi :
Krajan, Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang.

Tiket :
• Masuk ke komplek candi Gedong Songo Rp. 10. 000 ,_ / wisatawan domestik dan Rp. 75. 000 ,_ / wisatawan mancanegara
• Masuk ke area spot selfie Ayana Rp. 15. 000,_ / orang 
• Berfoto di Bubble Tent berukuran besar Rp. 15. 000 ,_ .
Dapat digunakan untuk berfoto bersama maximal 3 orang, dengan batas pemakaian spot waktu 3 menit.
• Berfoto di Bubble Tent berukuran kecil Rp. 10. 000 ,_ .
Dapat digunakan untuk berfoto bersama maximal 5 orang, dengan batas pemakaian spot waktu 2 menit.
[ semua informasi harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]

Jam operasional : 
08.00 - 17.00

Tips berlibur ke candi Gedong Songo dan spot selfie Ayana :
• Pastikan fungsi kendaraan berjalan dengan baik, beberapa meter setelah memasuki gerbang besar bertuliskan Gedong Songo di pinggir jalan utama, melewati tikungan tajam dan mendaki.
•  Ke dan dari candi Gedong Songo tak ada sarana transportasi umum beroperasional, angkutan umum hanya terdapat di jalan utama. Sarana angkutan online bisa jadi pilihan untuk menuju dan sekembali dari lokasi liburan.