Tuesday, May 22, 2018

Pantai Ngrumput ~ Pantai Terpencil Nan Eksotik

Letak kabupaten Gunung Kidul berada di sebelah tenggara kota Yogyakarta dan kota Wonosari sebagai ibu kotanya ini memiliki potensi sejumlah wisata alam menawan, terutama wisata pantai.
Deretan pantai - pantai eksotis berpasir putih di kabupaten Gunung Kidul berbatasan dengan samudera Hindia terbentang luas sepanjang 65 kilometer, mulai dari kecamatan Purwosari hingga kecamatan Girisubo.

Dari pusat kota Yogyakarta untuk menuju ke Wonosari, ibukota kabupaten Gunung Kidul ditempuh dengan lama perjalanan sekitar 61 kilometer atau sekitar 1 jam 50 menit.
Dan dari Wonosari untuk menuju ke sebelah selatan lokasi keberadaan deretan pantai - pantai cantik di Gunung Kidul itu berada, memerlukan waktu jarak tempuh sekitar 27 kilometer atau sekitar 1 jam lebih, dengan rute melewati jalan utama beraspal berpemandangan khas beberapa pedesaan dan lokasi beberapa hutan jati berada di bentangan alam lahan eksokarst atau bentangan bentukan alam lahan berupa bebatuan kapur yang tampak menyembul di permukaan tanah berada di pinggir kanan kiri jalan utama.

Meski terbilang cukup jauh ditempuh dari pusat kota Yogyakarta, memerlukan waktu sekitar 3 jam perjalanan, pemandangan sepanjang perjalanan tak akan terasa membosankan karena sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan alam indah khas pegunungan karst. 

Di Gunung Kidul masih banyak lokasi pantai yang belum banyak diketahui orang keberadaannya, karena memang lokasinya tersembunyi dan akses menuju ke pantai - pantai belum digarap maksimal.
Seperti lokasi pantai satu ini ..., pantai Ngrumput.

Trip Of Mine
Pesona eksotisme pantai terpencil dan tersembunyi, pantai Ngrumput.

Cerita perjalanan ke pantai Ngrumput 


" Nglumput ..., Nglumput ".

Teriak bocah lelaki 5 tahunan itu sambil berdiri tersenyum di depan rumahnya dengan suara cadel khas bocah belum jelas bahasanya, ke arah kami yang terus melewati depan rumahnya yang berada di pinggir jalan utama dan bersebelahan dengan lahan parkir lokasi pantai, tanpa kami berniat berlibur ke lokasi wisata alam pantai satu ini setelah melihat sekilas lalu sebuah papan nama kecil lokasi pantai sambil terus melajukan kendaraan.
Beberapa meter setelah meneruskan perjalanan kami berdebat kecil tentang nama lokasi pantai yang kedengaran unik ini sepertinya menarik lokasinya dikunjungi dan setelahnya kami memutuskan untuk berbalik arah kembali ke lokasi pantai yang tadi telah kami lewati sebelumnya.


 Nglumput ..., Nglumput ".

Ternyata bocah itu masih berada di teras rumahnya.
Kali ini dia berteriak sambil loncat - loncat kegirangan dibarengi tepuk tangan, sambil matanya terus mengarah ke arah kami dan tertawa lebar memamerkan gigi ompongnya.
Entah sebenarnya apa yang ada di pikiran bocah kecil lucu saat itu ..., mungkin dia merasa senang 'pantai miliknya' didatangi pengunjung, atau dia merasa senang melihat kami yang datang membawa tas ransel besar di punggung ala backpacker sejati terlihat dimatanya.
Entahlah ... 

Setelah kulambaikan tangan ke bocah periang itu, kami memarkirkan kendaraan ke lahan parkir sederhana hanya beratapkan seng.
Disana hanya tampak beberapa pekerja bangunan tengah mengerjakan sebuah bangunan.
Pantai sama sekali tak terlihat dari area parkir ini ..., lokasi pantainya terpencil dan tersembunyi.

Setelah kebingungan rute ke arah mana keberadaan lokasi pantai ditempuh, kami pun melewati rute yang ditunjukkan oleh salah satu pekerja bangunan disana.

Ternyata rute tempuhnya ke pantai sangat berkesan buatku ..., karena kita harus trekking terlebih dahulu sekitar 500 meter melewati jalan setapak di antara bebatuan karst yang ditumbuhi pohon pandan laut dan pohon kelapa ciri khas negara tropis di sepanjang jalurnya, juga melewati sisi ladang milik warga sebelum tiba di lokasi pantai.


Trip Of Mine
Jalur trekking ke pantai Ngrumput.

Ternyata pantainya itu ...

Setelah trekking sesaat, tak sampai 10 menit, bentangan luas samudera Hindia mulai terlihat di antara sela daun pepohonan dan suara gemuruh ombak terdengar bergulung - gulung memecah karang.
Tampilan keseluruhan pantai Ngrumput terlihat jelas setelah kami menuruni undakan, ternyata pantainya itu ..., sangat eksotis ... !.


Trip Of Mine
Eksotik etnik pantai Ngrumput.

Perasaan langsung terasa sangat senang karena akhirnya memutuskan berlibur di lokasi pantai Ngrumput, setelah sebelumnya tak ada niatan berlibur ke pantai yang ternyata sangat menawan ini.


Trip Of Mine
Lansekap menawan pantai Ngrumput.

Hamparan pasir putih luas, birunya langit, hijaunya perbukitan, tebing - tebing tinggi conical hills dan gelombang ombak besar jadi titik utama pandangan mata melihat pemandangan wisata alam menakjubkan disana ...

Tak ingin berlibur tanpa ada kenangan foto telah berlibur disana, kami pun segera mendokumentasikan berfoto  setelah beristirahat sejenak melepaskan lelah selama perjalanan di salah satu warung makan di sekitaran hamparan pasir, sembari memandangi aktivitas seru sekelompok wisatawan berolahraga volley pantai dan sekelompok wisatawan lain terlihat bersantai di depan tenda kemping ..., sementara teman - teman yang lainnya terlihat bermain ombak di tepian pantai dan membuat gundukan - gundukan pasir bermacam bentuk kreatif.


Trip Of Mine
Aktivitas volley pantai dan spot selfie dapat dijajal di pantai Ngrumput.


Trip Of Mine
Camping bermalam di tenda.

Di sisi sebelah timur pantai Ngrumput terdapat bebatuan berlubang dibagian tengahnya, letak bebatuan berlubang tersebut berada di pinggir pantai.
Jika ombak tengah pasang, ombak akan menerjang melewati lubang batu itu menghasilkan pecahan deburan ombak yang tampak menyenangkan dilihat dan saat berada di dekatnya, merasakan cipratan air yang dihasilkan pecahnya gelombang air ... .


Trip Of Mine
Batu berlubang di bagian tengah, salah satu ciri khas pantai Ngrumput.

Batuan berlubang di tengahnya ini merupakan salah satu ciri khas yang dimiliki pantai Ngrumput, selain keberadaan sisi tebing - tebing tinggi bukit Kosakora yang tampak fotogenic digunakan untuk lokasi berfoto.


Trip Of Mine
Bebatuan ditumbuhi tanaman pandan laut, seakan seperti rerumputan.


" Bukit Kosakora ..., bukit apakah itu sebenarnya ? "

Bukit Kosakora adalah ... 

Akses menuju ke bukit Kosakora berada di sebelah sisi timur pantai Ngrumput dan bentukan sisi dinding tebing tingginya berwarna putih kehitaman membuat tampilan pemandangan alam pantai Ngrumput makin tampak terlihat eksotik.
Bukit Kosakara adalah ..., salah satu fenomena bentukan alam conicall hills atau bukit kecil yang terbentuk akibat pelarutan kimia pada batu kapur.
Bukit kecil dengan ketinggian sekitar 50 mdpl ini dapat didaki oleh wisatawan melalui undakan tangga curam batu kapur dan diatas bukit wisatawan dapat menjajal bermalam dengan tenda camping.
Dari atas ketinggian bukitnya, momen pemandangan sunrise dan sunset di batas cakrawala dapat terlihat dengan jelas, tanpa terhalang oleh perbukitan.
Berkat ketinggian bukitnya pula, beberapa pantai seperti : pantai Drini, pantai Sepanjang, pantai Kukup dan pantai Baron dengan mercusuar gagahnya terlihat sangat jelas dari atas sana.
Lokasi bukit Kosakora kini jadi salah satu lokasi favorit wisatawan untuk berselfie dengan latar belakang luasnya pemandangan samudera Hindia.


" Menarik bukan, 1 area lokasi wisata bisa dikunjungi sekaligus. Bentangan pemandangan luas samudera Hindia sama indahnya dilihat dari pantai Ngrumput dan puncak bukit Kosakora ".


Trip Of Mine
Bebatuan tebing tinggi bukit Kosakora.
Tampilan tebing tingginya membuat pemandangan pantai Ngrumput semakin eksotik.

Rute kesana 

Untuk menuju ke pantai Ngrumput, saat itu kami berangkat dari pusat kota Yogyakarta dengan jalur sebagai berikut :
Yogyakarta - Piyungan - Patuk - Sambipitu - Siyono - bundaran tugu BPD ambil jalan lurus - Wonosari - jalan Baron - Tanjungsari - Pos restribusi kawasan pantai Gunung Kidul - ambil arah rute ke pantai Drini - pantai Ngrumput.

Lokasi :
Desa Ngestirejo, kecamatan Tanjungsari, kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tiket :
Rp. 10.000,_ / termasuk untuk berlibur ke pantai Baron, pantai Kukup, pantai Sepanjang, pantai Drini, pantai Pulang Sawal dan pantai Pok Tunggal.







Tuesday, May 15, 2018

Berburu Sunset Di Pantai Wedi Ombo

Aku masih teringat kata saran dari salah temanku, saat kami sedang membicarakan salah satu daya pikat pesona yang terdapat di lokasi wisata alam pantai yang terletak di bagian ujung sebelah timur Gunung Kidul, pantai Wedi Ombo. 


" Kalau kamu kepingin lihat tampilan matahari terbenam terlihat sempurna disana, datanglah kamu berlibur di saat di musim kemarau ".

Kalimat temanku itu terucapkan, setelah dia menceritakan tentang pengalamannya berlibur melihat momen matahari terbenam atau sunset  di tepi pantai.
Menurutnya, pantai Wedi Ombo ini adalah salah satu lokasi pantai dengan view terbaik di antara pantai - pantai lain yang terdapat di Gunung Kidul untuk melihat proses sang matahari turun kembali ke peraduan ..., terbenam menghilang di kegelapan malam.

' Godaan ' rayuan ucapan temanku yang mengatakan pantai Wedi Ombo Gunung Kidul merupakan salah satu spot pantai kece melihat sunset ini, sebenarnya sudah lama kutahan - tahan diri untuk segera berlibur disana untuk membuktikan sendiri kebenarannya, sembari menunggu waktu yang tepat dan menunggu memastikan hujan benar - benar sudah tak turun dalam keseharian.

Akhirnya, satu kesempatan liburan ke wisata alam pantai Wedi Ombo pun tiba di hari itu.
Perbekalan masing - masing untuk keperluan di perjalanan dan berada di lokasi pantai telah dipersiapkan dengan baik sebelumnya. Aku sendiri selalu memilih mempersiapkan perbekalan pribadi beberapa hari sebelum hari keberangkatan, mulai mempersiapkan camilan dan minuman, minyak angin oles untuk berjaga berjaga menghangatkan tubuh jika di perjalanan tubuh terasa tidak enak akibat terkena angin terus menerus, sampai mempersiapkan hal - hal lainnya dengan teliti agar tak ada yang tertinggal.
Karena berlibur di pantai, cream lotion tabir surya dengan SPF cukup tinggi, wajib masuk ke dalam tas perbekalan. Bukan takut kulit tampak lebih menghitam setelah berlibur di pantai, tapi untuk menjaga kulit wajah dan badan agar tidak iritasi akibat terpaan sinar matahari.


Trip Of Mine
Pesona eksotis pantai Wedi Ombo

Lama perjalanan menuju ke pantai Wedi Ombo kami tempuh dari pusat kota Yogyakarta sekitar 80 kilometer atau sekitar 3 jam, melalui rute traffict light Imogiri lurus naik melewati gerbang besar Gunung Kidul dan Bukit Bintang, kemudian lurus terus mengikuti jalur jalan utama sampai bertemu tugu di tengah jalan dan arah lurus kembali, tak memutar arah di depan tugu.
Pada belokan kanan kedua, kami mulai melewati beberapa pedesaan dan beberapa titik lokasi hutan pohon jati di sepanjang jalur perjalanan dengan kondisi jalan naik turun dan tikungan - tikungan karakteristik khas daerah pegunungan sebelum tiba berada di kawasan sejumlah lokasi pantai.

Terkadang muncul perasaan berdesir setelah melewati jalan tanjakan tinggi kemudian mendadak menukik turun tajam ..., deg - degan tapi seru rasanya. Berasa naik roller coaster.

Lokasi pantai Wedi Ombo dapat ditempuh melalui 2 rute dan sebagai lokasi patokannya adalah pasar Jepitu : 


Wonosari - pertigaan desa Mulo berbeloklah ke arah kiri - perigaan pasar Jepitu kemudian berbelok ke arah kanan - lurus terus ikuti jalan - pantai Wedi Ombo
• Wonosari - pertigaan Mulo lurus ke arah pantai Baron - belok kiri ke arah pantai Kukup - desa Tepus - pertigaan pasar Jepitu  beloklah ke arah kanan - lurus terus ikuti jalan - pantai Wedi Ombo 
Sebenarnya lokasi pantai Wedi Ombo bukan berada di lokasi paling ujung timur wilayah Gunung Kidul, tapi karena kondsi jalan utama beraspal berakhir ke lokasi pantai Wedi Ombo ini setelah sebelumnya melewati lokasi akses masuk ke pantai Jungwok ..., seakan mengesankan lokasi pantai Wedi Ombo berada di lokasi paling terujung. 

Setelah berada di hamparan pasir pantai Wedi Ombo, maka akan tampak jelaslah kalau keberadaan lokasi pantai Jungwok berada di sebelah timur pantai Wedi Ombo, menempati lokasi paling terujung sebelah timur keberadaan deretan lokasi pantai di daerah Gunung Kidul. 
Kedua pantainya terpisahkan oleh gagahnya perbukitan batu kapur eksotis.


Trip Of Mine
Menuju ke pantai melewati undakan anak tangga tertata rapi


Trip Of Mine
Jalan setapak menuju pantai

Nama pantai Wedi Ombo yang diartikan sebagai pasir luas dalam bahasa Jawa ini tampilan pantainya sangat eksotis ..., sedikit b
erbeda tampilan dengan pantai - pantai menawan lainnya yang ada di wilayah Gunung Kidul. 

Trip Of Mine
Sisi pantai Wedi Ombo sebelah timur

Batas laut dan pasir putihnya dipenuhi tebaran gugusan bebatuan bentukan alam dan pecahan batu purba erupsi gunung api purba gunung Sewu 40 juta tahun silam terlihat seakan membentengi pinggir bibir pantai.

Trip Of Mine
Sisi pantai Wedi Ombo sebelah barat

Keistimewaan lainnya yang dimiliki pantai Wedi Ombo, disana terdapat cekungan bentukan alam sedalam sekitar 1,5 meter ..., saat air laut surut kolam istimewa itu bisa digunakan wisatawan untuk berenang - renang dan bermain air. Namun tak aman digunakan, jika air laut saat dalam keadaan pasang.

Trip Of Mine
Wedi Ombo Surf Society

Ombak di pantai Wedi Ombo ketinggiannya mencapai sekitar 3 - 4 meter dan cocok digunakan sebagai lokasi surfing. Berkat ketinggian ombaknya yang menawan pantai Wedi Ombo meraih juara ke II sebagai Tempat Berselancar Terpopuler dalam acara Anugerah Pesona Indonesia yang dipelopori oleh Kemenpar.


" Ingin menjajal mahir bermain-main dengan gulungan gelombang besar menggunakan papan seluncur disana ...,berani coba? ".

Buat penyuka olah raga terbilang ekstrim ini, disana terdapat fasilitas penyedia jasa surf lesson lengkap dengan seorang pemandu profesional, penyediaan papan surfing berikut file foto selama sesi surfing.
Selain itu kegiatan snorkling juga disediakan disana dengan fasilitas seorang pemandu penyelaman, penyediaan snorkling set, pelampung dan dokumentasi foto.

Trip Of Mine
Joglo Wedi Ombo ~ cottage & resto

Cottage, resto, kios souvenir, kedai makan sederhana, toilet bersih sebagai fasilitas umum untuk wisatawan dikelola dengan baik di pantai memikat ini.

Jam 16.00 tepat kami tiba di pantai Wedi Ombo, setelah sebelumnya berlibur ke beberapa lokasi pantai yang terpisah belasan kilometer jauhnya dari lokasi pantai ini.


Trip Of Mine
Gugusan bebatuan purba gunung Batur di tepi pantai

Seperti keinginanku terpendam setelah sekian lama untuk berlibur dan menyaksikan proses matahari terbenam di wisata alam pantai Wedi Ombo yang disebut - sebut sebagai spot pantai sunset terbaik di Gunung Kidul oleh temanku itu.


Jam 16.00 langit sore saat itu masih terlihat begitu biru cerah ... , kesempatan waktu sebelum langit berubah warna itu tak kulewatkan untuk segera membuat dokumentasi foto - foto liburan seru di atas gugusan batuan purba, bermain ayunan tali tambang besar yang digantung di dahan pohon besar dan mencoba menyusuri tepian pantai. 

Trip Of Mine
Kilau keemasan sang surya senja hari membuat suasana pantai sangat dramatis

Tak berselang waktu kurang dari 10 menit tampilan langit perlahan mulai tampak bersinar berubah warna ... , mulai tampak berwarna kuning keoranyean dan bulatan bola matahari berukuran raksasa makin tampak jelas perlahan menuruni balik bukit dan batas cakrawala ...

Trip Of Mine
Bola matahari terlihat bulat sempurna

Perlahan sang surya menghilang dan sinar cahaya jingganya yang masih terlihat ... , sempurna membuat lokasi pantai jadi terlihat dramatis dan sukses bikin jadi baper. 

Trip Of Mine
Jangan tinggalkan aku, matahariku ...

Dan benar apa yang dikatakan temanku, tampilan sunset di pantai Wedi Ombo memang mempesona ...



Lokasi :
Jepitu, Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tiket :
Rp. 5.000 ,_ / orang [ untuk sekaligus ke pantai Nampu, gunung purba Batur, pantai Jungwok dan pantai Wedi Ombo] + Rp. 3.000 ,_ / parkir.
[ Info harga tiket dan beaya parkir sewaktu - waktu dapat berubah ]

Tips berlibur di pantai Wedi Ombo :
• Disarankan mempergunakan kendaraan pribadi atau menyewa jasa rental mobil atau motor yang banyak terdapat di kota Yogyakarta.
Unit transportasi angkutan umum hanya tersedia dalam jumlah terbatas dan dalam keseharianya tidak beroperasional melayani jalur melewati lokasi - lokasi pantai, terkecuali saat weekend dan hari libur nasional, itupun tidak beroperasional di malam hari.

• Jika memilih tak bermalam di penginapan yang banyak terdapat di sekitaran lokasi - lokasi pantai, sebaiknya tidak kemalaman kembali sepulang dari lokasi pantai karena rute berangkat dan sekembali dari lokasi pantai melewati beberapa area hutan jati tanpa berpenerangan jalan.

• Perhatikan batas larangan berenang dan bermain air dengan baik untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.











Thursday, May 10, 2018

Kinahrejo, Saksi Bisu Keindahan dan Kemurkaan Gunung Merapi

Lokasi wisata alam liburanku kali ini ke desa Kinahrejo Sleman Yogyakarta terkesan istimewa buatku.
Bukan hanya dikarenakan ketinggian letak lokasi desanya yang berada hampir mendekati puncak gunung, sekitar 4 kilometer dari lokasi desa ini, tetapi di desa inilah aku melihat langsung saksi biksu benda - benda milik warga desa yang mengalami kerusakan parah akibat amukan dahsyat letusan gunung Merapi pada tahun 2010 lalu.
Dan musibah besar itu juga sempat membuat kota Magelang, kota tempat tinggal sebagian keluarga besarku berada, ikut mengalami gempa besar, hujan abu vulkanik beberapa hari dan banjir lahar dingin pasca erupsi yang membuat jalan utama Magelang - Yogyakarta nyaris terputus total.
Tampilan semua rumah, pohon dan jalan di kota Magelang saat itu, termasuk candi Borobudur menjadi berwarna putih, tertutup abu tebal vulkanik.
Batu - batu berukuran besar ikut terhanyut terbawa derasnya aliran banjir lahar dingin menakutkan.

Saat kejadian bencana alam dahsyat itu terjadi, aku masih bekerja merantau di kota Jakarta.
Aku masih ingat, bagaimana saat itu aku dan keluargaku terus berkomunikasi dengan perangkat selular memantau situasi yang terjadi di kotaku, meski berulangkali signal operator tak dapat berfungsi, hilang signal ...

Kepanikan warga dan kedatangan banyaknya jumlah ribuan pengungsi dari desa - desa sekitar gunung Merapi, tak hanya terjadi di kota Yogyakarta tapi juga terjadi di kota Magelang.
Letak kota Magelang - kota Yogyakarta hanya berjarak 40 kilometer dan gunung Merapi berdiri gagah ditengah kedua kotanya.
Para pengungsi ditempatkan di beberapa pos evakuasi dan ditangani dengan baik oleh para sukarelawan dan team medis.

Dari Jakarta, berita musibah bencana alam letusan gunung Merapi dan evakuasi para pengungsi ini juga terus kupantau dari stasiun televisi.
Ada satu berita mengagetkan muncul dalam siaran berita saat itu ... , disaat situasi alam semakin kritis ada beberapa warga desa Kinahrejo disana yang masih belum sempat dievakuasi dan sang kuncen atau juru kunci mbah Marijan penjaga gunung Merapi yang ditunjuk oleh pihak Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tetap tak bergeming, tak bersedia untuk ikut serta dievakuasi.
Tetap memilih setia melaksanakan titah raja dan tetap bertahan di rumahnya untuk terus menjaga gunung Merapi sampai akhir hayatnya.

Dan benar seperti yang diprediksi oleh badan Meteorologi dan Geofisika, gumpalan - gumpalan awan panas atau disebut masyarakat Jawa disebut wedhus gembel pun turun dari puncak gunung Merapi meluncur dengan kecepatan tinggi menerjang meluluhlantakkan segala sesuatu yang diterjangnya, termasuk ditempat aku berdiri berada di pelataran rumah mbah Marijan ini ...

Trip Of Mine
Perabotan tersisa rumah mbah Marijan akibat bencana alam letusan dahsyat gunung Merapi siklus 100 tahun.

Dahulu rumah mbah Marijan merupakan basecamp para pecinta alam sebelum mereka trekking ke puncak gunung.
Kini bangunan tersisa rumah mbah Marijan digunakan sebagai museum mini memajang benda - benda peninggalan bukti sejarah kedahsyatan erupsi siklus 100 tahunan yang terjadi pada tahun 2010 lalu.

Trip Of Mine
Seperangkat gamelan.

Disana terpajang seperangkat gamelan, motor, mobil APV plat AB 1053 DB yang digunakan oleh Tutur Priyanto dan Yuniawan untuk mengevakuasi warga desa Kinahrejo dan menewaskan mereka, perlengkapan rumah tangga dan dapur, juga digunakan untuk memasang dokumentasi foto - foto proses evakuasi warga.

Trip Of Mine
Motor dan mobil APV yang digunakan untuk mengevakuasi warga desa Kinahrejo.

Trip Of Mine
Perabotan tersisa dari bencana alam dahsyat letusan gunung Merapi.

Trip Of Mine
Meja kursi tamu milik keluarga mbah Marijan.

Trip Of Mine
Dokumentasi foto - foto evakuasi.

Masih berada di pekarangan rumah almarhum mbah Marijan yang berbentuk L ini, makam mbah Marijan ditempatkan di sebuah pendopo, bersebelahan dengan sisa bangunan rumah yang dipergunakan sebagai museum mini.
Disana juga terdapat menara pandang bersusun untuk melihat puncak gunung Merapi dari ketinggian.

Trip Of Mine
Pendopo makam alm. mbah Marijan.

Trip Of Mine
Gerbang petilasan mbah Marijan, desa Kinahrejo.

Nama desa Kinahrejo sejak dulu telah terkenal sebagai desa wisata alam berpanorama menawan di kalangan wisatawan lokal.
Berkat keindahan pemandangan alamnya serta kebudayaannya pula tak sedikit mengundang minat wisatawan mancanegara juga berlibur di desa Kinahrejo.
Beragam gelaran kesenian traditional, seperti : jathilan, ketoprak, wayang kulit, seringkali diadakan disana.
Dan menyaksikan prosesi wisata budaya turun temurun upacara Labuhan Merapi yang dilaksanakan 1 tahun sekali menjadi magnet tersendiri untuk wisatawan.

Upacara Labuhan Merapi merupakan adat tradisi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yaitu prosesi doa ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kepada leluhur penjaga gunung Merapi atas berkah limpahan rejeki yang telah diberikan untuk keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan segenap rakyat.
Diadakan pada tanggal 30 Rajab penanggalan Jawa dalam rangka memperingati Ndalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Lokasi desa wisata alam Kinahrejo dapat ditempuh dengan mempergunakan kendaraan beroda 4 maupun beroda 2.
Rutenya mudah ditempuh melalui pertigaan jalan utama setelah pasar Pakem jalan Kaliurang, km. 1 ke arah Cangkringan dan melewati sebuah jembatan besar, setelah itu lurus ke arah utara dan ikuti petunjuk jalan dengan mudah.

Jika ingin berlibur mengikuti paket tour menggunakan kendaraan jeep atau motor traill ala adventure trip ke desa wisata alam Kinahrejo dan ke beberapa lokasi obyek wisata sekaligus di sekitaran, seperti : batu Alien Cangkringan, Bunker Kaliadem, batu Tumpeng ... , di sepanjang jalur utama banyak terdapat markas jasa tour siap melayani keinginan wisatawan merasakan sensasi menjelajahi pegunungan Merapi dengan kendaraan jeep atau traill.

Trip Of Mine
Kendaraan jeep ala trip adventure bisa dijajal liburan seru di gunung Merapi.
Lokasi gambar berada di pekarangan bawah rumah mbah Marijan.

Beragam merk jeep bertenaga kuat seperti Landrover dan Willys, serta motor traill KLX 150 cc, dan pilihan tujuan ke lokasi wisata, rute lama tempuh dan kisaran harga dapat dipilih sesuai paket tour yang diinginkan.

Acara liburan pun semakin terasa seru, jika memilih mengikuti paket tour karena seringkali di tengah perjalanan driver terlatih bermanuver dengan terampil, sengaja meliuk - liukan badan kendaraan di putaran ..., hasilnya debu abu vulkanik ikut berterbangan setelahnya ...

Trip Of Mine
Trip adventure di gunung Merapi.



Lokasi :
Jl. Kinahrejo, km. 22, Umbulharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tiket :
Rp. 5.000 ,_  tiket masuk area  + Rp. 2.000 beaya parkir.
[ Info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]







Saturday, May 5, 2018

Pantai Depok ~ Pusatnya Kuliner Seafood

Saat aku tiba berlibur di wisata alam pantai Depok di suatu pagi hari itu, disana telah terlihat kesibukan para pedagang makanan berbahan dasar olahan seafood tampak sedang sibuk mempersiapkan dagangannya di deretan lapak kios sederhana yang lokasinya juga berfungsi sebagai akses masuk menuju ke pinggir pantai.
Beragam gorengan udang, cumi - cumi dan jenis seafood lainnya ditata bertumpuk di atas meja dagangan mereka.
Sambil sesekali mengaduk wajan penggorengan, mereka terlihat menawarkan dagangan siap sajinya dengan ramah ke pengunjung yang melewati depan lapaknya.

Pemandangan menarik selanjutnya yang kutemui setelah berada di pinggir pantai bercirikan pasir coklat kehitaman ini adalah melihat adanya aktivitas sekelompok nelayan menepikan perahu cadiknya beramai -ramai dan sibuk menurunkan hasil berlayarnya dari laut Samudera Hindia ke tepian pantai.


Trip Of Mine
Duduk di atas perahu cadik menikmati panorama indah pantai Depok.


Mereka terlihat kompak bersama - sama mendorong perahu untuk ditambatkan di atas pasir, demikian juga saat melihat mereka dengan kompak mendorong perahu cadik lainnya ke tengah lautan berombak besar khas pantai selatan untuk segera memulai berlayar berburu hasil laut.


Trip Of Mine
Sekelompok nelayan sigap dan kompak menepikan perahu cadik.

Hasil tangkapan mereka berlayar, akan disetorkan ke Pasar Ikan Segar Depok Parangtritis yang terletak di sisi pantai Depok untuk selanjutnya disetorkan ke resto - resto di sekitaran Yogyakarta.

Saat aku berada di tepi pantai melihat dari dekat aktivitas mereka dan sesekali ikut mencoba membantu mendorong menepikan perahu cadik, beberapakali nelayan sempat menawarkan hasil tangkapannya.


" Ikan guritanya,mas ... 35 ribu saja untuk semuanya. Murah ".

Tawaran harga terjangkau untuk 2 ekor gurita berukuran sedang seperti itu juga seringkali datang menghampiriku dari nelayan - nelayan lain yang membawa beragam hasil berlayarnya saat melintas di depanku.


Trip Of Mine
Pedagang kios lapak makanan olahan seafood.

Jika berminat membeli langsung dari nelayan di tepi pantai saat mereka selesai menambatkan perahu cadik, dan segera menikmati rasa masakan daging ikan terasa lebih segar ... , disana tersedia deretan warung makan sederhana bergaya lesehan menghadap pantai yang siap melayani memasak ikan yang kita beli dari nelayan.

Pilihan bumbu mulai dari asam manis , goreng mentega, bakar kecap pedas, semuanya ada disana dan dimasak sesuai dengan keinginan kita.
Nasi, lalapan dan sambal serta beragam minuman penyerta juga disediakan disana untuk disantap sembari menikmati pemandangan indahnya tepian pantai ...


Trip Of Mine
Spot selfie pantai Depok.

Lokasi wisata alam pantai Depok ini ditempuh dari pusat kota Yogyakarta sekitar 30 kilometer atau sekitar 1 jam, dengan rute jalan mudah untuk ditempuh.
Lokasi pantainya juga mudah ditemukan karena keberadaannya terletak dalam satu kawasan di Parangtritis Geomaritime dan merupakan pantai sejajar garis lurus dengan pantai legendaris, Parangtritis.

Untuk menuju ke lokasi pantai Depok dapat ditempuh melalui 2 jalur jalan pilihan, baik ditempuh melalui jalan sebelum dan ditempuh setelah melewati gerbang besar utama loket tiket Parangtritis Geomaritime.
Jika melalui jalan pedesaan, dengan berbelok ke arah kanan sebelum gerbang besar utama loket tiket Parangtritis Geomaritime, maka lokasi pantai Depok akan lebih cepat ditempuh.
Cirinya, berada tak jauh beberapa meter setelah gapura loket tiket kedua Parangtritis Geomaritime dengan patung simbol kendil berukuran besar didekatnya.

Namun jika tak memilih berbelok ke arah kanan melalui jalan pedesaan tadi, tetapi memilih menempuh jalan lurus terus setelah gerbang besar loket utama tiket Parangtritis Geomaritime, perjalanan akan melewati beberapa lokasi wisata menarik lainnya, seperti : pemandian sumber air panas Parang Wedang peninggalan keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, pantai Parangtritis, pantai Parangkusumo, pantai Cemara Sewu, pantai Pelangi dan beberapa lokasi wisata lainnya sebelum tiba di lokasi pantai Depok.

Kesemua lokasi - lokasi wisata dalam kawasan Parangtritis Geomaritime inipun bisa dikunjungi sekembali dari berlibur dan menikmati hidangan kuliner seafood di Pantai Depok.

" Nah, menarik ya ... Dalam satu kawasan ada beberapa destinasi lokasi wisata alam sekaligus. Kesemua lokasinya bisa dijelajahi dan berlibur seru disana ... ".

Cerita sekilas awal mula profesi nelayan pantai Depok

Inspirasi kegiatan mata pencaharian penduduk disana beralih profesi sebagai nelayan dari mata pencaharian sebelumnya, yaitu sebagai petani, bermula dari kedatangan nelayan berasal asal kota Cilacap menepi dan menjual hasil tangkapan ikan setelah mengarungi luasnya samudera Hindia pada tahun 1997 di pantai Depok.
Melihat banyaknya hasil tangkapan laut para nelayan Cilacap dan diminati oleh banyak warga, penduduk sekitar pantai Depok akhirnya tergerak mengikuti jejak nelayan asal kota Cilacap menjadi bermata pencaharian sebagai nelayan.


Trip Of Mine
Deretan perahu cadik menepi di pinggir pantai.

Perburuan melimpah mereka di tengah laut, semakin lama semakin menarik minat daya beli konsumen luas.


Trip Of Mine
Los kios Pasar Ikan Segar.

Hingga akhirnya dibangun gedung Pasar Ikan Pantai Depok Parangtritis berukuran cukup luas untuk melayani wisatawan berbelanja dan sebagai pemasok kebutuhan resto - resto seafood sekitaran Yogyakarta.


Trip Of Mine
Perahu cadik tampil meriah dengan cat berwarna mencolok dan bendera berwarna - warni.


Tak jauh dari situ, terletak berdekatan dan hanya terpisah dengan lokasi gedung Pasar Ikan Pantai Depok Parangtritis, lokasi wisata alam selanjutnya yang dapat dikunjungi adalah Laguna Depok.

Apakah Laguna Depok itu ?

Laguna Depok merupakan lokasi wisata alam berupa hilir aliran sungai atau muara sebelum aliran sungai berakhir di lautan.
Saat itu kulihat permukaan air di Laguna Depok tampak sangat tenang, bentuknya hampir menyerupai sebuah danau berukuran besar.


Trip Of Mine
Gapura Laguna Depok.

Dari lokasi Laguna Depok ini wisatawan bisa menjajal sensasi naik perahu bermesin yang dirancang khusus berbangku deret dan sanggup memuat beberapa penumpang sekaligus dalam satu kali perjalanan dengan mengikuti paket tour wisata menyusuri muara sungai Opak ke arah barat menuju ke lokasi jembatan Kretek dan berlanjut ke wisata alam Pesona Pengklik.

Paket tour yang disediakan pengelola disana diantaranya : menyusuri muara sungai saat menjelang senja hari untuk melihat pemandangan matahari terbenam sembari mencicipi penganan khas daerah Bantul dan bermalam di rumah warga sekitar yang difungsikan sebagai homestay.


Lokasi :
Pantai Depok, kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tiket : 
Rp. 7. 000 ,_  sekaligus untuk ke beberapa lokasi wisata di kawasan Parangtritis Geomaritime.
[ info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]

Tips berlibur di pantai Depok :

• Gunakanlah lotion tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan panas sinar matahari.

• Perhatikan larangan untuk mandi dan berenang di pantai dengan baik.

• Harga ikan tergantung kesepakatan penjual dan pembeli.

Monday, April 30, 2018

Delimas, View Apik Di Gunung Sumbing

Agenda liburanku kali ini masih memilih berlibur ke lokasi wisata alam di ketinggian sebuah lereng gunung dengan latar belakang pemandangan menakjubkan, bernama Delimas.
Keberadaan letak lokasi wisatanya nyaris mendekati puncak gunung Sumbing.
Tepatnya berada di dusun Kuadaan, desa Girimulyo, Windusari, kabupaten Magelang.

Trip Of Mine
Pemandangan apik Delimas.

Jika melintas di jalan tengah kota, gunung Sumbing ini terlihat tampak jelas berdiri gagah di sebelah selatan kota Magelang dan jika dilihat saat pagi hari di musim kemarau, lekukan - lekukan gunung terlihat jelas begitu sempurna untuk diamati tanpa terhalang oleh adanya gumpalan awan menutupi badan gunung.

Bahkan, rumah - rumah perkampungan desa di atas gunung sana pun terlihat.
Saat malam hari tiba, dilihat dari tengah kota Magelang, lampu - lampu di rumah penduduk disana cahayanya terlihat seperti titik - titik sinar kecil berpendar - pendar.

Meski lokasi wisata Delimas terletak berada hampir mendekati puncak gunung, rute menuju kesana terbilang cukup mudah untuk ditempuh dan mudah diketemukan, selain itu tidak banyak tikungan ektrim. Jalan beraspal telah dibuat mulus, mempermudah pengendara menuju ke atas gunung.
Tikungan cukup ekstrim yang kutemui hanya berada mulai setelah dari jalan Diponegoro, pinggir kota Magelang sampai di sekitaran jembatan besar kali Progo. Tikungan, turunan dan tanjakan jalan perlu kewaspadaan cukup tinggi saat melaluinya.

Rute menuju ke lokasi wisata alam Delimas mudah dicari. Rutenya sebagai berikut :

Jalan Diponegoro - berbelok ke kiri - jembatan besar Kali Progo - Bandongan - persimpangan jalan dan tugu setelah pasar Windusari, lurus - perempatan Tanjungsari - lurus - lokasi.
Dimulai dari perempatan kecil jalan raya desa Tanjungsari, kondisi jalan disana hampir nyaris tegak lurus sekitar 35 derajat beberapa radius meter dan minim tikungan jalan.
Setelah beberapa meter melintas di jalan menanjak, mulai terlihat papan nama lokasi wisata alam Delimas berukuran besar terpasang di atas bukit.

" Jadi, rutenya terbilang mudah untuk ditempuh,bukan ?."

Trip Of Mine

Meski terbilang cukup mudah untuk ditempuh, tetap wajib dilalui berkonsentrasi dengan baik karena rute kondisi jalan beraspal di suatu pegunungan, bukanlah datar seperti kondisi jalan di perkotaan.
Melainkan berliku, menanjak dan turun cukup tajam sekembali dari lokasi wisata.

Karena aku berlibur di kawasan pegunungan, tentunya persiapan jaket cukup tebal, sarung tangan dan masker wajah kugunakan sepanjang perjalanan. Selain untuk antisipasi melawan udara dingin di perjalanan juga mencegah kulit menjadi hitam karena seperti kita tahu, meski pegunungan berudara dingin namun terpaan sinar matahari disana akan cepat membuat kulit cepat berubah menjadi tampak lebih hitam setelahnya.


Trip Of Mine

Perjalanan berlibur ke lokasi wisata alam Delimas ini kutempuh dari tengah kota Magelang memerlukan waktu sekitar 45 menit dengan jarak tempuh sekitar 16, 6 kilometer, melewati beberapa desa dan pemandangan alam indah sepanjang rute.


Menara gardu pandang Delimas 

Sesampai disana, pemandangan alam yang terlihat adalah puncak gunung Sumbing, terlihat seolah sangat dekat ditempuh. Puncak gunung begitu detil terlihat, sesekali dilewati gumpalan awan makin membuat pemandangan terlihat lebih menawan.
Dan jika pandangan diarahkan ke sebaliknya, deretan kedai makan di area lokasi bersebelahan dengan lahan parkir, spot menara gardu pandang, perbukitan dan sebagian kota Magelang tampil terlihat memikat.

Menara gardu pandang Delimas terbagi menjadi 2 lokasi berbeda : menara gardu pandang Delimas dan menara gardu pandang Cepogo.
Kedua lokasinya memasang tarif tiket masuk yang berbeda.
Menara gardu pandang Cepogo terpisah sekitar 1,5 kilometer dari menara gardu pandang Delimas dan letak lokasinya lebih tinggi, searah ke pemandangan puncak gunung.

Pemandangan indah puncak gunung Sumbing dan sebagian kota Magelang itu belumlah seberapa indah dibandingkan jika ... , setelah memasuki spot menara gardu pandang Delimas yang dibuat unik, dibuat 3 tingkat dan halaman depan areanya dibikin spot foto sangat keren tampil di kamera, berupa titian bambu dilengkapi sayap kupu - kupu.


Trip Of Mine
Spot sayap kupu - kupu.

Berada di atas sini pemandangan alam terlihat sangat spektakular dan bikin speechless siapapun yang mencoba berfoto disana.


Karena ketinggian spot foto di menara gardu pandang Delimas, kulihat beberapa wisatawan berjalan perlahan takut - takut menuju ke sayap kupu - kupu. Bahkan kulihat ada yang merangkak memberanikan diri ..., gamang.

Astaga, kata itu keluar dari mulutku pertamakali tanpa sadar saat aku mulai berjalan di titian bambu dan berfoto di tengah badan spot kupu - kupu setelahnya.
Bukan mengucap astaga karena alasan takut berada ketinggiannya, tapi kagum luar biasa lihat pemandangan terbentang di depan mata.

Cekungan - cekungan jurang beberapa ratus meter jauh dibawah sana terlihat ditumbuhi rerimbunan pohon hutan, tebing - tebing batu dan aliran 3 air terjun terlihat memukau ... , terlihat seperti lukisan hidup dan mengingatkanku seperti tampilan pemandangan alam di film - film animasi produksi perfilman Hollywood.

Pemandangan alam membuat decak kagum itu tak berhenti sampai di spot menara gardu pandang saja.
Tapi juga berlanjut di titian spot sayap transparant dan spot semacam teras terbuka.

Trip Of Mine
Spot sayap transparant dan spot teras terbuka.

Kedua spot ini dibuat menyambung dengan titian bambu sebagai penghubung keduanya.
Lokasi spot menara gardu pandang dan kedua spot ini terpisah beberapa meter, dilalui melewati berjalan kaki di tengah perkebunan warga desa.

Spot titian bambu menjorok ke tengah jurang untuk menuju ke sayap transparant ... , sukses membuat banyak orang refleks mengucap kata tanpa sadar antara terkagum - kagum juga agak gamang untuk menitinya.
Di depan mata ... , pemandangan alam tampak dramatis dan 1 air terjun terlihat mengalir dengan deras ditengah tebing.

Trip Of Mine

Kebetulan saat itu hujan mulai gerimis dan turun kabut tebal membuat sebagian pemandangan alam tertutup pekatnya kabut.
Tapi karena adanya kemunculan kabut juga membuat foto terlihat makin tampak eksotis.

Gagal trekking ke air terjun Delimas

Sebenarnya aku mulai ragu untuk memutuskan untuk trekking ke 3 lokasi air terjun, karena mulai turun gerimis.
Tapi antara penasaran ingin lihat langsung tampilan air terjun dari dekat, kuputuskan untuk tetap mencoba trekking menuruni jalur jalan setapak yang terlihat dari atas spot menara gardu pandang Delimas sana.
Jalurnya berada sisi spot sayap transparant dan sebagian dibuat undakan bersemen juga berupa tanah alami tanpa diplester melewati lahan perkebunan dan sisi jurang.
Beberapa meter setelah menuruni dan menaiki jalur, sepanjang perjalanan hanya kutemui berpapasan dengan 2 penduduk desa membawa tumpukan kayu sekembali dari pencariannya di hutan. Tanpa ada siapapun terlihat berada disana.
Sampai ditengah perjalanan, hujan mulai makin deras. Karena aku khawatir, kuputuskan untuk berbalik arah, membatalkan diri untuk terus trekking ke lokasi air terjun.
Kembali menaiki ke rute di jalur sisi spot sayap transparant.

Menara gardu pandang Cepogo

Untuk ke lokasi menara gardu pandang Cepogo, dapat ditempuh dengan cara berjalan kaki atau memilih mempergunakan kendaraan dari lokasi menara gardu pandang Delimas.


Trip Of Mine
Lokasi menara gardu pandang Cepogo.

Letak lokasinya unik, melintang di atas tengah jalan pedesaan dan untuk menaiki spot menara gardu pandangnya melewati depan rumah seorang warga yang  merangkap fungsi sebagai warung makan untuk melayani kebutuhan makan dan minum pengunjung.

Bentuk menara gardu pandang di Cepogo ini juga dibuat serupa dengan menara gardu pandang Delimas, sama - sama terbuat dari rangkaian bambu dan terdiri dari 3 susun bertingkat.


Trip Of Mine
Spot laba - laba raksasa.
Aaaarrrgh ... , gaya apaan sih aku ini ? ... hahaha.

Uniknya, di dalam areanya ditambahi boneka laba - laba berukuran raksasa berwajah imut dan tulisan besar  i love you delimas di pijakan bambu.


Trip Of Mine
Spot papan tulisan ' i love you '

Terlihat unik untuk pelengkap berfoto liburan seru disana.

Tak ada sarana penginapan disana,numpang bermalam di rumah warga bisa dipilih untuk ...

Lokasi wisata alam Delimas, termasuk menara gardu pandang Cepogo ini 'jualan' utamanya adalah keindahan panorama alam ribuan hektar, dilengkapi beberapa spot berbentuk unik untuk memperindah berfoto kenangan liburan disana.


Trip Of Mine
Lokasi Delimas dilihat dari atas.

Dikarenakan letak posisinya berada di atas ketinggian gunung, pemandangan momen matahari terbit dan momen matahari terbenam akan terlihat dramatis.
Karena tak ada sarana penginapan disana, numpang bermalam di rumah warga  bisa dipilih untuk menyaksikan momen kemunculan dan terbenamnya sang matahari.


Lokasi :
Dusun Kuadaan, Desa Girimulyo, Kecamatan Windusari, Dampit, Windusari, Magelang
Tiket :
Rp. 10.000,_ ( tiket masuk + parkir )
Rp. 5.000,_ ( tiket tiap spot berfoto )
[info harga tiket berubah sewaktu - waktu ]

Jam operasional : 
24 jam

Tips berlibur di Delimas :
▪ Pastikan fungsi kendaraan berfungsi dengan baik.

▪ Tak ada jasa fotografer di lokasi, pastikan peralatan kamera atau batteray kamera smartphone terisi dengan baik untuk digunakan berfoto di lokasi.

▪ Pergunakan alas kaki yang nyaman, mengingat lokasi berada di pegunungan.