Friday, August 10, 2018

Liburan di Dino Park Jatim Park 3 itu : Seru !

Yeayy ..., akhirnya aku kesampaian juga berlibur di kota Batu dan Malang setelah menunggu penantian waktu cukup panjang, tepatnya sejak setahun yang lalu diceritakan oleh adik dan keponakanku yang pernah berlibur dalam kegiatan study tour sekolah ke kota yang beriklim sejuk dan terkenal sebagai penghasil apel ini.
Saat itu mereka berlibur di lokasi wisata kekinian Jatim Park 1, Jatim Park 2 dan Museum Angkut. 
Sekembali dari liburan, mereka dengan antusias menceritakan bagaimana kekaguman dan keseruan mereka berlibur di ketiga tempat yang ditata modern dan berkelas International itu.

Sejak diceritakan pengalaman liburan seru disana oleh mereka berdua, aku diam - diam memendam keinginan dalam hati dan memasukkan destinasi wisata kekinian Jatim Park ke catatan buku daftar tujuan liburanku selanjutnya.
Entah nantinya aku akan berlibur ke destinasi Jatim Park berapa, memilih ke destinasi mana akan kutentukan selanjutnya, yang pasti sampai duluanlah di kota Batu dan Malang. 
Begitu pikirku saat itu ..., he he he.

Dan pada hari itu, akhirnya keinginan dan rencana berliburku di kota Batu, Malang dan Jatim Park beneran terkabulkan.
Seperti biasanya, perbekalan liburan telah kusiapkan beberapa hari sebelumnya dengan baik, mulai dari menyiapkan membawa satu set pakaian yang sekiranya nyaman dan terlihat matching digunakan untuk ..., ehem apalagi kalau bukan untuk keperluan berfoto ? ..., ha ha ha, ya betul juga kan jika liburan tanpa acara jeprat - jepret bikin kenangan dokumentasi berfoto seru itu apa artinya, sih ?. 
Apalagi aku termasuk type penyuka gaya berfoto antimainstream. Acara liburan buatku terasa kurang berkesan membuat dokumentasi foto diri cuma berdiri berjejer manis di suatu obyek foto.
Selain membawa satu set pakaian untuk berfoto, jaket juga wajib kubawa untuk penghangat tubuh selama di perjalanan. Beberapa camilan dan mineral water juga masuk ke dalam tas ransel travellingku.

Minibus horse white carteran yang membawaku menempuh perjalanan cukup jauh selama 8 jam lebih dari kotaku, Magelang tiba berada di pelataran halaman parkir wisata kekinian Dino Mall Jatim Park 3 sebelum jam operasional dimulai.


Trip Of Mine
Jump action di Dino Mall Entrance

Meski saat itu jam operasional Dino Park belum dimulai, namun Dino Mall Entrance telah dibuka. Kesempatan menunggu waktu jam operasional Dino Park dibuka, kutelusuri semua area lantai 1 dan lantai 2 area Dino Mall yang ditata penuh gemerlap tata lampu meriah.
Di lantai 1 Dino Mall terdapat Museum Musik Dunia, merupakan museum musik pertama dan terbesar se Asia.


Trip Of Mine
Museum Musik Dunia

Area luasnya terbagi 3 lantai, meliputi : 

Lantai 1 : terpajang 1000 macam alat musik dari 5 benua, diantaranya alat musik dari negara Mexico, Scotlandia, Indonesia, India dan China.

▪Lantai 2 : figur patung lilin dan memorabilia dari musikus dunia dari berbagai genre musik berbeda, diantaranya : genre musik Rock diwakili oleh penyanyi rocker tampan Bon Jovi, genre musik K-Pop PSY yang terkenal dengan lagu dan gaya ngedancenya yang unik Gangnam Style, genre musik pop diwakili King Of Pop Michael Jackson, genre musik Mandarin diwakili Teresa Teng dan Andy Lau.

▪Lantai 3 : terbagi menjadi 5 zona meliputi : taman piano, alat musik klasik, zona pembelajaran gamelan traditional Jawa dan kulintang, cafe museum musik dunia dan hall concert yang sanggup memuat 400 orang.

Museum Musik Dunia di lantai 1 adalah salah satu zona berbayar, untuk memasuki areanya dikenai tiket yang dibeli secara terpisah dengan harga Rp. 50. 000,_ , ataupun juga dapat dibeli dengan sistem pembelian 1 paket dengan tiket masuk zona berbayar lainnya.
Zona berbayar yang kuperhatikan berada di lantai 1 dan lantai 2 Dino Mall, selain Museum Musik Dunia terdapat zona : Circus Magic, Virtual Arena, Terminal Selfie, Dino Refleksi, The Miracle [ Aneh Tapi Nyata ], 6D Cinema, House Of Zombie dan Jurrassic Action.
Kalau hanya sekedar kongkow atau nongkrong asik di area Dino Mall, tanpa memasuki zona - zona berbayar, pengunjung tak akan dikenai tiket masuk alias gratis.

Lalu dimanakah letak lokasi Dino Park, katanya berada di area Dino Mall ?

Setelah mengitari lantai 1 dan lantai 2 gedung Dino Mall, aku kembali ke central point area di lantai 1 yang didesain dengan hiasan sebatang pohon sakura berukuran besar menjulang tinggi dan berjalan lurus melewati depan fashion outlet, setelah itu menuruni tangga eskalator untuk sampai di area bangunan yang dibuat lebih rendah dari area Dino Mall dan dibentuk melingkar tanpa penutup atap. 
Di bagian tengah area terdapat kolam air mancur melingkar dihiasi patung tokoh figur Iron Man, Hulk dan dinosaurus rekayasa genetik ditunggangi seorang tokoh fiksi.

Diantara bangunan melingkar terdapat zona berbayar The Legend Star yang menampilkan patung lilin figur tokoh perfilman, Fun Tech Plaza merupakan taman tekhnologi terbesar di Asia, Dino cafe and shop, Dino 360 photobooth, disitulah loket pembelian tiket dan pintu memasuki petualangan area Dino Park berada dan segera dimulai ... .


Trip Of Mine
Dino Plaza

Setelah mengantri di jalur antrian berpagar besi dan tangan dilingkari stiker tanda masuk oleh petugas, area pertama memasuki Dino Park bertemu 4 robot replika dinosaurus berukuran besar berada ditempatkan di sisi kanan dan kiri jalur masuk.
Aku langsung kagum dengan ukuran robot replika dinosaurus dan tekstur kulit yang terasa kenyal saat disentuh seperti makhluk hidup nyata. Sekian menit sekali tubuhnya bergerak dengan gerakan halus dan mengeluarkan lenguhan suara.
Astaga ..., seperti dinosaurus betulan !.


Trip Of Mine
Triceratops

Keempat robot replika dinosaurus yang bikin aku kesengsem pengin memilikinya itu, adalah : 

▪Triceratops
Memiliki panjang tubuh 9 meter. Diperkirakan hidup 72 - 65 juta tahun yang lalu. Merupakan golongan herbivora. Fosil diketemukan di Amerika Serikat.

▪Unaysaurus
Memiliki panjang 2,5 meter, tinggi 1,5 meter. Diperkirakan hidup 216 - 205 juta tahun yang lalu. Merupakan golongan herbivora. Fosil diketemukan di Brazil.

▪Gallimimus
Memiliki panjang 5,5 meter, tinggi 2 meter. Diperkirakan hidup 75 - 70 juta tahun yang lalu. Merupakan golongan Omnivora. Fosil diketemukan di Mongolia.

▪Allosaurus
Memiliki panjang 8,5 - 12 meter, tinggi 3,5 meter, berat 1 ton. Merupakan golongan Carnivora. Diperkirakan hidup 145 juta tahun yang lalu.


Trip Of Mine
Gallimimus
Area berikutnya memasuki aula besar berisikan replika fosil - fosil binatang purba berukuran kecil, dindingnya dilengkapi informasi tentang kehidupan dan kepunahan dinosaurus melengkapi suara audio dari operator. 


Trip Of Mine
Aula Dino Park
Di bagian tengah aula terdapat kerangka dinosaurus yang ..., alamaaak besar banget ukurannya.
Aku sempat begidik, membayangkan seandainya dikejar dinosaurus segede itu, adegan apa selanjutnya yang akan kutulis di artikel ini ..., ha ha ha.

Setelah puas mengelilingi area aula yang ditata semacam display pameran di sebuah hotel berbintang itu, kuturuni rute jalur sesuai petunjuk arah. 
Di tengah rute jalur yang dibuat setengah lingkaran, terdapat replika sosok dinosaurus berdiri di pijakan kobaran api menggambarkan saat kepunahan dinosaurus yang diduga oleh para arkeologi salah satu penyebabnya adalah terjadinya hujan meteor raksasa menghantam bumi.


Trip Of Mine

Rute setelah dari jalur setengah lingkaran, semua pengunjung digiring menuju ke zona berikutnya, wahana menaiki satu gerbong kereta memuat sejumlah orang sekaligus dalam satu kali angkut. 
Sementara pengunjung lain yang mengantri bergiliran menumpangi kereta dipersilahkan berfoto di booth yang disediakan dan hasil foto fotografer yang diinginkan dapat dibeli saat sesi perjalanan wahana menumpangi gerbong kereta selesai.

Berselang waktu 5 menit kemudian, pintu wahana berwarna hitam pekat itu dibuka dan aku berbarengan dengan penumpang lain dipersilahkan memasuki area dan menduduki kursi gerbong kereta berukuran cukup besar, terdiri dari 5 deret dari atas ke belakang dan 1 deret terdiri dari 10 bangku. 
Arah kereta menghadap layar hitam transparant yang menutupi sebagian area outdoor dan tampak layar bioskop berukuran besar berada di sebelah kanan penumpang.
" Loh, kok layar bioskop berada di samping kanan penumpang ? ", begitu pikirku saat itu.
Setelah menunggu aba - aba dari operator, arah gerbong kereta berputar di jalur rel menghadap ke arah layar bioskop.
Pertunjukan film mempertontonkan kehidupan dinosaurus dari 4 zaman : zaman Triassic, zaman Jurassic, zaman Cretaceous dan zaman Ice Age.
Tayangan bioskop yang berdurasi sekitar 5 menit itu usai dan badan arah kereta kembali berputar menghadap ke layar hitam transparant dan perjalanan kereta siap dimulai. 

Kereta berjalan pelan di atas rel menjelajahi area taman outdoor melewati display robot - robot dinosaurus dari ke 4 zaman seperti yang dipertontonkan di pertunjukan film.
Display robot - robot dinosaurus bergerak dan mengeluarkan suara ..., serasa betulan berada di kehidupan alam nyata dinosaurus.
Di atas gerbong kereta ini kulihat tak satupun  penumpang terlihat duduk diam menonton pemandangan secara langsung, tapi semua penumpang sibuk memegang ponsel, merekam pemandangan kerennya.

Sekeluar dari area wahana gerbong kereta, pengunjung secara tak langsung kembali diarahkan memasuki zona - zona outdoor dan zona indoor berikutnya ditempuh dengan alternatif berjalan kaki atau menyewa skuter mini. 
Zona berikutnya menuju zona jembatan Akar dan sungai dibawahnya terdapat beberapa patung dinosaurus yang hidup di perairan dan ada satu patung dinosaurus jenis Brachiosaurus yang berbadan sangat besar dan tubuhnya menjulang sangat tinggi.
Pada masanya, Brachiosaurus memiliki tinggi 14 meter dan memiliki bobot 80 ton. Wow, banget ya ... !.


Trip Of Mine
Brachiosaurus.
Tingginya ..., wow banget !
Mulai dari jembatan Akar ini, tujuan area outdoor berikutnya dibagi menjadi menjadi 2 arah zona, ke arah kanan menuju ke zona The Rimba hutan dinosaurus dan ke arah kiri menuju ke zona Egypt.

Spot menarik di The Rimba

Aku memutuskan memasuki zona The Rimba terlebih dahulu, sebelum memasuki zona Egypt.
Di dalam zona The Rimba ini terdapat zona outdoor dan zona indoor Ice Age.


Trip Of Mine
Ayoook ...., lari !
Zona outdoor the Rimba area tamannya dibuat jalan setapak melingkar dan di sepanjang area berdiri sejumlah patung replika dinosaurus dan beberapa dinosaurus diantaranya dilengkapi dengan pelana sebagai dinosaurus tunggang.


" Eits, tapi patung replika dinosaurus hanya sebatas untuk property berfoto, ya. Replika dinosaurusnya ngga berjalan beneran, hanya diam ditempat. Dan replika dinosaurus ini bukanlah robot, tapi patung dengan dilapisi kulit seperti tekstur kulit asli makhluk hidup "
Di tengah area taman berdekatan dengan patung replika dinosaurus untuk berfoto, terdapat robot replika beberapa bayi dinosaurus dan telur dinosaurus yang menetas.

" Lucu loh, bayi dinosaurus terlihat naik turun di dalam cangkang telurnya dan bayi - bayi dinosaurus aktif bergerak seakan ikut menjaga adik - adiknya yang masih berada di dalam cangkang telur "

Trip Of Mine
Bayi - bayi dan telur dinosaurus ini bergerak naik turun, lucu
Tak jauh dari area dinosaurus tunggang berpelana, selanjutnya aku memasuki zona Ice Age. 


Trip Of Mine
Display interiornya seakan nyata berada di zaman Ice Age
Area outdoor dan indoornya ditata sangat menarik, didominasi warna biru putih. Area outdoor dihiasi pagar tinggi berhiaskan tumpukan bilahan es berbentuk runcing dan area indoor berisikan sejumlah robot replika hewan - hewan purba seperti : mamoth gajah purba raksasa berbulu hitam pekat, sejenis rusa berukuran raksasa, penguin dengan ukuran lebih besar dibandingkan dengan ukuran badan penguin jaman modern dan masih banyak lagi hewan - hewan purba lainnya.


Trip Of Mine
Penguinnya cakep, ya ...
Suhu temperature di dalam ruangan indoor dibuat terasa lebih dingin, seakan berada di jaman es purba.

Masih di zona The Rimba, ada wahana gratis 3D Aquarium yang wajib kumasuki areanya.


Trip Of Mine
3D Cinema
Memasuki areanya yang gelap gulita, hanya terlihat lampu berwana warni kontras berbentuk aneka tumbuhan laut dan beberapa televisi layar flat berukuran cukup besar mempertontonkan hewan air purba, aku dipinjami kacamata khusus oleh petugas dan setelah kacamata dikenakan, tampak hewan - hewan air purba terlihat realistis seakan benar - benar keluar dari aquarium.

Zona Egypt, instagenic !

Bangunan istana di zona Egypt yang letaknya bersebelahan dengan gapura zona The Rimba ini terlihat dibuat dengan sangat detil, tampilannya menyerupai bangunan depan istana asli.
Beberapa patung dinosaurus berukuran melebihi tinggi orang dewasa berada di pelataran halaman istana, masing - masing patung dinosaurus ditunggangi patung tokoh - tokoh heroik bangsa Egypt.
Kuperhatikan beberapa patung tokoh heroik wanita berpenampilan pakaian menyerupai kostum tokoh wanita perkasa Xena, lengkap dengan busur panahnya.


Trip Of Mine
Bangunan istana Egypt, keren !
Bangunan depan istana dibuat berundak disertai dengan pilar - pilar berukuran raksasa dan dikombinasi cat dengan sempurna, seakan nyata berada di jaman kejayaan kerajaan bangsa Egypt.


Trip Of Mine
Setting lorong seperti di lorong pasar traditional Marocco
Keseluruhan zona Egypt dibuat dengan setting ala Marrocco, dilengkapi lorong - lorong pasar traditional dan beberaoa kios difungsikan sebagai kios makanan dan minuman, kios souvenir juga terdapat bangunan tinggi menyerupai piramida yang difungsikan sebagai penyewaan kostum Timur Tengah.
Ada satu spot di zona Egypt yang sangat aku sukai, berupa patung dinosaurus berukuran sebesar hewan badak, memakai kalung hijau yang dihiasi deretan lonceng kecil melingkari lehernya.


Trip Of Mine
Spot instagenic, dinosaurus mengangkut gulungan karpet

Uniknya, semua patung - patung replika dinosaurus di zona Egypt ini digambarkan sebagai sarana transportasi aktivitas harian manusia sebagai dinosaurus tunggang dan dinosaurus pengangkut barang.
Spot dinosaurus pengangkut barang yang kusukai ini mengangkut beberapa gulungan karpet di kanan dan kiri badannya, seolah sedang bertugas mengangkut property dari toko karpet pemiliknya.
Sisa karpet - karpet yang seolah siap dijual digelantungkan di teras kios.
Betul - betul spot berfoto instagenic.
Dan tak tanggung - tanggung untuk memperkuat kesan nuansa berada di Egypt, 2 ekor unta betulan berwarna putih ditempatkan di satu kandang berada di dekat salah satu kafe.

Di zona Egypt terdapat wahana permainan gratis yang dapat digunakan berulangkali sepuasnya, wahana permainan boom - boom car dan wahana perahu ayun yang sanggup memuat beberapa pengunjung sekaligus. Tubuh berasa diayun maju mundur di ketinggian saat menaikinya. 


Trip Of Mine
Spot perahu ayun, salah satu spot gratis yang berada di Dino Park
Letaknya bersisian dengan kolam yang dihiasi beberapa patung dinosaurus yang lagi - lagi sebagai dinosaurus pengangkut barang membantu kegiatan manusia. Tampak patung dinosaurus kali ini divisualisasikan sedang mengangkut 2 keranjang penuh buah blewah di kiri kanan badannya.
Akh, coba ya ..., seandainya punya dinosaurus beneran seperti itu. Pasti, kemana - mana aku bakalan naik dinosaurus ..., he he he.

Tak jauh dari zona Egypt yang instagenic, terdapat 2 wahana permainan yang juga tanpa dipungut beaya tambahan, wahana Istana Boneka dan wahana Dino Action Naga Cloning.
" Kesemua wahana permainan gratisnya, semua kunikmatin. Sayang juga, kan udah datang jauh - jauh berlibur tapi tak menjajal semua wahana permainannya "
Wahana Istana Boneka, sebenarnya lebih difokuskan untuk sarana hiburan anak - anak, tapi orang dewasapun tak ada larangan untuk memasukinya.
Dengan menaiki perahu yang memuat 8 orang memasuki ruangan gelap dan menyaksikan panggung boneka - boneka imut, dilengkapi tata cahaya lampu berwarna - warni. Kulihat ada sekumpulan boneka robot putih tokoh Star Wars berukuran kecil berjalan hilir mudik di atas papannya.

" ha ha ha ..., aku jadi teringat masa kecilku, deh selama berada di dalam area Istana Boneka ini "

Sekeluar dari wahana Istana Boneka yang sempat bikin aku cekikikan geli berada di dalam sana, kulangkahkan arahku menuju ke bangunan wahana Dino Action Naga Cloning yang terkesan seperti sebuah kapal raksasa juga mirip menyerupai sebuah bangunan pusat penelitian laboratorium eksperimen misterius.
Sebenarnya sebelum memasuki zona Wahana Dino Action Naga Cloning dan bersiap menumpangi kapal yang berjalan di atas air dan rel di dalam ruangan indoor, semua penumpang termasuk aku telah diperingatkan oleh petugas untuk tidak memegang handphone ataupun kamera.
Bukan larangan untuk mengabadikan gambar ruangan indoor, tapi untuk menghindari perangkat handphone atau kamera terjatuh terlempar ke dalam jalur air karena jalur rute rel kapal ternyata memang dibuat tidak rata, sesekali bergelombang untuk menimbulkan efek seolah betulan melaju di atas permukaan air.

Di dalam ruangan indoor gelap gulita dan permainan tata cahaya lampu apik, ruangannya penuh berisikan robot duplikat dinosaurus dan orang, laju kapal beberapakali berhenti. 
Laju kapal berhenti cukup lama berada di samping kanan dan kiri layar bioskop berukuran tinggi besar dan serunya ..., tayangan film di samping kanan dan kiri yang kutumpangi memutar adegan perkelahian 2 naga dinosaurus secara bergantian dan disertai sound effect menggelegar !.
Karena layar bioskopnya yang tinggi, untuk menontonnya perlu sesekali mendongakkan kepala.

Laju kapal mulai berjalan lagi, tak lama kemudian berhenti di pintu gerbang yang disetting menyerupai sebuah laboratorium dan di sebelah kanan mempertontonkan display seekor dinosaurus sedang menjalani rekayasa genetika. Bentuk kepalanya terbentuk menjadi 2 ..., terlihat menakutkan.
Kesempatan berhenti cukup lama, kugunakan untuk mengabadikan kapal dengan kameraku.
Bagus, bukan ?.


Trip Of Mine
Naga cloning
Selepas melalui area laboratorium yang penuh memajang display kesibukan para petugas laboratorium merekayasa genetika dinosaurus disertai tata suara riuh mengerikan lenguhan kesakitan dan amukan dinosaurus, laju kapal mulai mendaki dengan pelan sampai di puncak. 
Persekian detik kemudian, laju kapal meluncur sangat cepat dan ..., byuuuur !.
Cipratan airnya menciptakan cipratan cukup tinggi di sekitar juga mengenai pakaianku.
Setelahnya laju kapal melaju di permukaan air dan rel yang datar, lalu meluncur pelan dan berhenti di perhentian terakhir yang berdekatan dengan pintu awal memasuki ruangan indoor Dino Action Naga Cloning.

Liburan di destinasi wisata kekinian Dino Park yang berada di dalam area Dino Mall Jatim Park 3 ini sangat berkesan buatku. 
Tak hanya bersenang - senang menikmati wahana permainan seru, memasuki zona - zona yang ada, tapi juga mengenal beragam nama dan jenis dinosaurus yang pernah hidup di dunia.

Lokasi :
Dino Mall Dino Park Jawa Timur Park 3

Tiket :
• Dino Park Rp. 100. 000 ,_
• Museum Musik Dunia Rp. 50. 000 ,_
• Masing - masing zona berbayar menetapkan tarif berbeda
• Diskon 30% untuk semua zona, berlaku di hari Senin - Kamis.
• Harga normal di hari Jumat, Sabtu, Minggu dan hari libur nasional
[ Info harga tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah ]

Jam Operasional :
11. 00 - 18. 00  Senin - Kamis
11. 00 - 22. 00  Jumat - Minggu dan hari libur

Tips berlibur di Dino Mall dan Dino Park Jatim Park 3 :
• Menggunakan krim atau lotion tabir surya wajib diaplikasikan di wajah dan badan, mengingat destinasi wisata berada di area indoor dan outdoor
• Perhatikan jam operasional berbeda di weekend dan weekday





Friday, August 3, 2018

Parang Wedang - Eks Pemandian Air Panas Keluarga Raja

Setelah berlibur satu minggu yang lalu di museum Kareta Karaton yang menyimpan 23 koleksi kereta kuno milik keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan menemui pengalaman berlibur berkesan disana, lokasi liburanku selanjutnya memilih berlibur ke lokasi wisata umum yang masih ada kaitan kisahnya dengan sejarah masa lampau keraton Ngayogyakata Hadiningrat ..., yaitu ke sumber air panas Parang Wedang Projo Tamansari.


Trip Of Mine
Deretan pintu kamar berendam di pemandian air panas Parang Wedang.

Keberadaan lokasinya memang tak berdekatan dengan lokasi museum Kareta Karaton, cukup jauh ditempuh dari lokasi museum Kareta Karaton yang berada di pusat kota Yogyakarta dan untuk menuju kesana, memerlukan waktu jarak tempuh sekitar 50 menit atau sekitar 27 kilometer melalui jalan Parangtritis, Bantul.
Kisah asal mula terbentuknya sumber mata air panas tak mengandung belerang dan lokasinya tak sampai berjarak 2 kilometer dari pantai Parangtritis ini, juga cukup melegenda di tengah masyarakat.
Konon, sumber mata air panas tersebut terbentuk hasil dari kesaktian Sri Sultan Hamengku Buwono VI, Gusti Raden Mas Mustojo atau disebut Sinuhun Mangkubumi yang memerintah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada periode tahun 1855 - 1877.

Kisah bermula dari perjalanan beliau tiba di pesanggrahan Bale Kencur dan hendak bermaksud mandi menggunakan air panas, namun beliau tak menemukan sumber mata air panas yang dicarinya. Kemudian beliau memutuskan untuk mencari sumber air panas dan setibanya di desa Mancingan, beliau membuat sebuah lubang di tanah. Dengan kesaktian yang dimilikinya, tanah berlubang tersebut mengeluarkan sumber mata air panas yang terus mengalir sampai sekarang, tanpa pernah berhenti.


Trip Of Mine
Papan nama lokasi sumber air panas Parang Wedang Projo Tamansari

Pertamakali aku melihat sekilas keberadaan lokasi pemandian air panas Parang Wedang ini saat perjalanan pulang dari acara liburan bersama seluruh keluarga, kira - kira setahun yang lalu. Dilihat dari arah kedatangan dari pantai Parangtritis, lokasi ini berada di sebelah kanan jalan. Saat itu kami tak sekalian berkunjung karena jam operasional kunjungan ke lokasi hampir mendekati akhir jam kunjungan.
Di lain kesempatan, lokasi ini kudatangi berlibur seorang diri.

Selain karena memang penasaran dengan bentuk bangunannya yang bercirikan rumah traditional adat Jawa, terdiri dari beberapa pendopo juga menuntaskan rasa keingintahuanku dalam hati ' bagaimana bisa, lokasinya yang berdekatan dengan pantai Parangtritis, perairan samudera Hindia Belanda terdapat sumber mata air panas '.


Trip Of Mine
Pendopo terbuka untuk beristirahat segaris lurus dengan gapura.

Sesampai disana di satu siang hari itu, aku tak langsung memilih menuju ke kamar berendam, tapi aku memilih beristirahat  dan memesan segelas kopi di pendopo terbuka yang berada searah dengan gerbang kedatangan memasuki area dan memilih berbincang dengan ibu penjaga warung penjual makanan dan minuman yang dagangannya ditempatkan di salah satu sudut pendopo. 

Dari keterangan ibu penjaga warung sekaligus tugasnya merangkap sebagai pemungut restribusi tiket kunjungan inilah aku mendapatkan penjelasan, jika dahulu kala pemandian air panas Parang Wedang hanya dipergunakan oleh sultan dan para keluarga keraton, seiring waktu tak dipergunakan lagi oleh sultan dan para keluarganya.
Sampai akhirnya ditetapkan sebagai tempat lokasi wisata umum yang dapat dipergunakan oleh siapapun untuk mendapatkan manfaat khasiat air panas tersebut. Airnya mampu menghilangkan pegal - pegal badan dan bermanfaat untuk kesembuhan penderita penyakit kulit, rematik dan stroke.

Sembari berbincang, sesekali pandangan kuarahkan ke dinding bangunan samping pendopo yang terlihat dari pendopo terbuka tempat aku beristirahat. Bangunannya tampak kurang perawatan, dindingnya terlihat banyak berjamur.


Trip Of Mine
Lorong menuju ke deretan kamar berendam.

Setelah segelas kopi hitam sampai di tegukan terakhir, segera kukitari keseluruhan areanya yang terdiri dari 4 atap pendopo.
Setelah kuhitung, disana terdapat 9 kamar berendam yang ditata mengitari area.
Kesemua pintu kamar ruang berendam saat itu dalam keadaan tertutup dan tampak alas kaki pengunjung berada di luar, pertanda kamar ruang berendam sedang digunakan oleh pengunjung.

Sambil menunggu antrian waktu bergiliran berendam dengan pengunjung yang lain, kukitari ulang keseluruhan area dan aku penasaran kembali dengan salah satu dinding pembatas yang bagian atasnya tanpa dilengkapi atap, dibiarkan terbuka dan lokasinya berada di antara 2 bangunan pendopo. 


Trip Of Mine
Sayangnya, bangunan di area yang memiliki kisah kaitan sejarah Sri Sultan Hamengku Buwono VI ini terlihat kurang perawatan maksimal.

Dinding pembatasnya dilengkapi 2 pintu kayu berukir dalam keadaan digembok, kucoba kuintip dari celah pintu kira - kira ada ruangan apakah dibalik dinding pembatas berukuran tinggi itu, ternyata ..., disanalah lokasi sumber mata air panas Parang Wedang berada.
Dibentuk sebuah kolam berukuran cukup besar yang dilapisi ubin keramik, tampak di dalam kolam terdapat bangunan berbentuk lingkaran menyerupai dinding sebuah sumur, tempat mata air panas alami memancar dari perut bumi.

Kembali tiba berada di depan deretan kamar berendam nomor 6 sampai nomor 9, belum tampak juga pintu ruang berendam yang digunakan oleh pengunjung terlihat terbuka.
Kupilih duduk di bangku taman yang dibuat dari semen dan letaknya berhadapan dengan deretan kamar berendam sambil menunggu antrian giliran berendam dan kuperhatikan salah satu bangunan berukuran kecil berada di dekat kamar berendam nomor 9 dan berdekatan dengan tangga yang tadi telah kulewati sebelum aku mengintip ruangan terbuka dari celah pintu tempat sumber mata air panas berada.
Bangunan setinggi setengah badan orang dewasa itu adalah ..., tempat menaruh sesajen.
Tampak kembang setaman diletakkan di wadah yang terbuat dari daun pisang dan beberapa batang hio ditancapkan didekatnya.
Ternyata, lokasi ini dikeramatkan.


Trip Of Mine
Tangga menuju ke dinding berpintu lokasi sumber mata air panas.
Dan didekat area inilah, lokasi bangunan untuk meletakkan sesajen berada.

Di setiap malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon penanggalan Jawa digunakan sebagai lokasi ritual tradisi Jawa.
Dan pada saat kedua hari tersebut, jam operasional dibuka sampai dinihari, tak seperti jam operasional di hari biasanya.

Menunggu waktu sekitar 15 menit kemudian dari lama batas waktu berendam yang memang disarankan untuk setiap pengunjung, untuk menghindari kondisi tubuh justru menjadi lemas setelahnya dikarenakan berendam air panas terlalu lama, akhirnya 2 pintu kamar berendam nomor 8 dan nomor 9 terbuka, telah selesai dipergunakan orang.
Dari pilihan 2 kamar berendam yang telah selesai digunakan pengunjung untuk berendam itu, aku memilih kamar berendam nomor 8.


" Ha ha ha ..., ngga usah kusebutin alasannya apalah ..., aku memilih kamar berendam nomor 8. Tak memilih berendam di kamar nomor 9 ".

Begitu berada tiba di depan pintu kamar berendam, jujur aku cukup kaget melihat kondisi ruangan bagian dalamnya.
Bukan kaget karena ukuran bak kolam rendamnya hanya berukuran 2 x 3 meter dan ruangannya berundak, dibuat lebih rendah dari pelataran area.
Tapi, kondisi bangunannya yang bikin cukup kaget melihatnya ..., perlu direnovasi ulang dan ditangani perawatan maksimal. 
Lagi - lagi, terlihat kurang perawatan seperti yang terlihat di dinding pendopo bagian luar.
Karena penasaran ingin tahu, apakah kondisi ruangan dalam kamar berendam nomor 9 juga sama, kucoba kulihat dan ternyata juga sama kondisinya.
Sangat disayangkan, terlebih lokasi ini memiliki kaitan kisah sejarah dengan keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.


Trip Of Mine
Ruangan kamar berendam.

Berbeda dengan gambaranku sebelum aku datang ke lokasi ini, tadinya kukira kolam berendam di Parang Wedang ini dibuat seperti bak tampungan air dan pengunjung yang datang berendam hanya tinggal menceburkan diri di baknya, sementara airnya terus mengalir dari sumber mata air panas dialirkan ke bak kolam kemudian air dibuang mengalir di saluran pembuangan.

Kolam berendam di Parang Wedang ini sebelum digunakan, harus diisi air terlebih dulu dengan cara membuka sumbat di lubang tembok yang berbatasan lokasi dengan sumber mata air dan menutup sumbat yang berada di bawah kolam tempat kita berendam.
Menunggu sampai air panas memenuhi ketinggian batas kolam rendam, setelahnya siap digunakan untuk berendam.

Cukup luasnya ruangan kolam rendam memungkinkan digunakan untuk beberapa orang sekaligus dalam satu ruangan.
Uniknya, meski air panas yang bersumber dari lempengan di dalam tanah yang berasal dari perbukitan di sebelah utara pantai Parangtritis itu, tak mengandung konsentrat belerang seperti pada umumnya sumber mata air panas di lokasi lain. 
Air jernihnya cenderung terasa panas cukup tinggi, mengandung konsentrat kimia Cl, Na dan Mg.

Lokasi :
Jl. Parangtritis, Pantai, Parangtritis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tiket :
▪Rp. 10. 000 ,_ , berikut untuk memasuki kawasan pantai Parangtritis, pantai Parangkusumo, Gumuk Pasir, Pantai Cemara, pantai Depok dan beberapa lokasi wisata lainnya.
▪Rp. 5. 000 ,_ , untuk berendam + beaya parkir.

Jam Operasional :
06. 00 - 18. 00

Tips berlibur di sumber air panas Parang Wedang Projo Tamansari :
Terdapat sarana transportasi umum minibus dari kota Yogyakarta untuk menuju ke dan dari lokasi pantai Parangtritis, jika datang berlibur tak membawa kendaraan pribadi.
▪Di sekitaran area lokasi sumber air panas Parang Wedang banyak terdapat penginapan, jika memilih ingin bermalam untuk sekalian berlibur di beberapa lokasi wisata yang ada.
▪Patuhi peraturan dengan tidak mempergunakan sabun dan shampoo di ruangan kamar berendam air panas.
▪Jaga sikap dan kata - kata dengan baik, mengingat lokasi ini dikeramatkan.





Wednesday, July 25, 2018

23 Kereta Kuno Museum Kareta Karaton

Sebenarnya tak terhitung berapakali sudah aku telah melewati jalan Rotowijayan, jalan yang tepat berada di sebelah barat lokasi bangunan megah keraton Ngayogyakarta Hadininingrat yang dibuka untuk umum tujuan wisata budaya, yaitu area yang dinamakan Pagelaran - Siti Hinggil.
Area wisata budaya keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sendiri, seperti yang kita tahu ..., atau malah banyak yang sebenarnya belum tahu ?, ..., jika area untuk kunjungan wisatawan terbagi menjadi 2 area, yaitu : 

▪ Tepas Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta  yang dinamakan area Pagelaran - Siti Hinggil.
Tepas Pariwisata Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat meliputi area  Sri Manganti - Kedhaton.

Area keduanya terpisahkan oleh bangunan gapura tinggi besar yang berada di dalam komplek keraton, bernama gapura Brojonolo.
Kesehariannya gapura berwarna hijau tua itu memang selalu dalam keadaan terkunci, tak dibuka dan tak dapat dilalui oleh siapapun, hanya dibuka dan dilalui sekali dalam setahun saat iring - iringan raja lengkap beserta dengan barisan prajurit keraton melaksanakan upacara khusus.
Melalui jalan Rotowijayan yang beberapakali sudah sering aku lewati inilah, kedua area keraton yang dibuka untuk untuk kunjungan wisata ditempuh.


Trip Of Mine

Dan di jalan Rotowijayan ini jugalah terdapat sebuah bangunan kuno bergaya pendopo dilengkapi dengan pilar - pilar penyangga berukuran besar khas arsitektur Belanda ..., wisata budaya museum Kareta Karaton Ngayogyakarta.
Penamaan lokasinya memang menggunakan bahasa Jawa, tak tertulis museum Kereta Keraton Yogyakarta dalam bahasa Indonesia.
Letak lokasi museum Kareta Karaton Ngayogyakarta tak jauh dari halaman parkir area wisata keraton Ngayogyakarta Hadiningrat area Pagelaran - Siti Hinggil, tepatnya di dekat gapura bagian luar keraton yang disebut Pangurakan nJawi dan dapat ditempuh hanya dengan menyeberang jalan kaki.
Letak pendopo yang dibangun tahun 1755 itu tepat dibangun berada di tengah sebuah halaman, segaris lurus dengan akses masuk ke areanya dan tak dilengkapi pagar teralis yang membuat bangunan pendopo yang didominasi warna hijau tua dan putih itu terlihat tampak utuh tanpa terhalang oleh pemandangan apapun jika dilihat dari badan jalan Rotowijayan.

Trip Of Mine
Halaman depan museum Kareta Karaton.

Meski letak lokasinya sangatlah mudah untuk ditempuh dan tak terhitung beberapakali aku telah melewati depan lokasi museum kereta Ngayogyakarta ini, namun dari dulu aku tak berkunjung untuk berlibur di museum yang menyimpan koleksi 23 kereta berusia puluhan dan ratusan tahun milik keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini. 
Ada perasaan tersendiri muncul dipikiranku, setiap kali aku melewati lokasi keberadaan gedung museumnya ..., ' kepekaan bawaan ' yang kumiliki sejak kecil melihat dan merasakan ' ada sesuatu '  yang membuatku sempat mengurungkan datang berlibur kesekian kalinya kesana.

Sampai akhirnya aku yakin, memantapkan dan memberanikan diri untuk melangkahkan kakiku berlibur menuju ke dalam museum, meski sebenarnya saat itu kondisi kesehatanku sedang dalam keadaan tidak fit, terkena flu akibat serangan temperature udara yang mendadak berubah menjadi sangat terasa dingin dalam beberapahari.
Lucunya, aku sempat berbalik arah kembali ke area parkir di area Pagelaran - Siti Hinggil, setelah aku berada di depan lokasi museum Kareta Karaton Ngayogyakarta dan belum sempat menyeberang jalan menuju ke lokasi museum. Aku berbalik arah kembali dan menenangkan diri sekitar 15 menitan di sebuah warung sambil menyeruput kopi panas agar pikiranku lebih rileks.

Setelah membayar tiket masuk di sebuah meja yang berada di tengah pintu masuk dan dijaga oleh beberapa para abdi dalem keraton, kutelusuri ruangan sesuai petunjuk arah mengikuti arah jarum jam, sambil kuperhatikan dan mencatat nama satu persatu koleksi kereta yang telah berusia puluhan tahun dan beberapa kereta diantaranya berusia ratusan tahun.

Trip Of Mine
Deretan kereta di sepanjang koridor.

Sepanjang rute terpajang kereta - kereta yang diberi diberi pagar batas larangan untuk pengunjung menyentuh badan kereta, lemari display memajang seragam prajurit dan penutup kepala yang digunakan saat acara keraton menggunakan kereta, lemari display sejumlah pelana kuda yang digunakan pada jaman dulu. Dan di sepanjang dinding bangunan museum terpasang foto - foto dokumentasi saat kereta - kereta tersebut dipergunakan disertai keterangannya.


Trip Of Mine
Lemari display memajang : pelana kuda, seragam prajurit dan topi pelengkap seragam prajurit.
Di pojok terdapat display replika kuda lokal.

Di bagian area tengah bangunan terdapat 2 ruangan berukuran besar dan letak kedua ruangannya berhadapan, disana terpajang kereta - kereta mewah, bahkan ada 1 kereta bentuknya sangatlah mewah, bernama kereta Kiai Garuda Yeksa


Trip Of Mine
Kereta mewah Kyai Garuda Yeksa, bermahkota emas murni.

Memasuki kedua ruangan ini, aura kesakralannya makin terasa dan aroma bunga sesajen yang diletakkan di kereta - kereta kencana makin terasa tercium wangi memenuhi ruangannya ... .

Jujur, bulu kudukku mendadak meremang saat berada di dekat kereta bernama Rata Pralaya, kereta yang digunakan untuk prosesi pemakaman Sultan. 
Bentuk kereta inipun juga mewah, badan keretanya berwarna putih gading berhiaskan ukiran bunga berwarna keemasan dan dilengkapi kaca - kaca berukuran besar mengelilingi keseluruhan badan kereta sehingga bagian dalam kereta tampak jelas terlihat.
Meski dari awal sebelum aku memasuki area museum sudah ' mengucapkan ' salam dan ijin didalam hati, aku tetap tidak berani memotret kereta satu ini.

Aura gaib juga terasa saat aku berada di dekat kereta kencana Kyai Garuda Yeksa, namun tak membuat bulu kudukku meremang.
Dan aku berani memotret bentuk kereta super mewah yang merupakan hadiah gubernur VOC Jacob Mussel dan berhiaskan mahkota terbuat dari emas asli 24 karat ini, termasuk memotret bagian dalam atap kereta dan pintu badan kereta ..., tentunya terlebih dahulu dengan seijin dari salah satu abdi dalem keraton yang bertugas dan berjaga disana.
Seluruh koleksi kereta di museum ini setiap harinya ditutup menggunakan tirai kain berwarna putih pada sore hari dan tirainya dibuka kembali keesokan harinya oleh para abdi dalem keraton yang bertugas di museum, dinamakan para abdi dalem Kanca Rata.


" Coba mas foto bagian atas atap dalam kereta dan lihat ada apa disana. Juga foto bagian pintu kereta ini "

Segera kulaksanakan kuarahkan kameraku ke 2 bagian kereta yang ditunjukkan oleh abdi dalem berusia paruh baya itu. 
Dan hasilnya ..., bagian dalam atap kereta yang jika dilihat menggunakan mata langsung tak terlihat ada apapun disana akibat karena pengaruh pantulan kaca terbuat dari kristal asli, di foto tampak lambang mahkota negara Belanda dengan indah menghiasi atap dalam kereta yang ditutup kain satin mewah berwarna merah.


Trip Of Mine
Lambang mahkota negara Belanda.

Tak kalah uniknya, gambar di badan pintu kereta yang mulai tampak memudar dilihat dengan mata langsung, begitu dilihat dari hasil bidikan kamera ..., tampak sangat jelas dan detil berupa lambang - lambang kerajaan Belanda.


Trip Of Mine
Badan pintu kereta Kyai Garuda Yeksa dilengkapi simbol - simbol negara Belanda : bendera Belanda, terompet, meriam dan singa hitam.

Dibalik keindahan bentuknya, kereta Kiai Garuda Yeksa yang hanya dipergunakan pada saat prosesi iring - iringan penobatan raja dan ditarik oleh 8 ekor kuda ini, memiliki cerita yang beredar kuat di masyarakat bahwa ..., siapapun yang ' peka ' tentang hal gaib maka akan melihat sosok penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul ikut duduk mendampingi sultan di dalam kereta selama proses iring - iringan prosesi penobatan berlangsung.
Oh ... !.


Trip Of Mine
Kereta Kyai Garuda Yeksa, aura gaib terasa berada di dekat kereta mewah ini.

Ke 23 koleksi kereta - kereta milik keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini masing - masing diberi nama dan beberapa kereta diantaranya merupakan kereta kencana atau pusaka yang disakralkan, yaitu :

Kereta Kanjeng Nyai Jimat
Merupakan kereta pusaka Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan merupakan kereta tertua.
Buatan Belanda tahun 1750, merupakan hadiah dari raja Spanyol sebagai bentuk kedekatan hubungan dagang antara Spanyol dan kasultanan Yogyakarta.
Dipergunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga III [ periode 1755 - 1792 ] untuk sarana transportasi sehari - hari, ditarik dengan menggunakan 8 ekor kuda.

•  Kereta Harsanuba
Merupakan kereta pusaka Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Buatan Belanda tahun 1750.
Dipergunakan sebagai sarana transportasi sehari - hari Sri Sultan Hamengku Buwono VI hingga VIII, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Kyai Garuda Yeksa
Merupakan kereta pusaka Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Kereta hadiah dari gubernur VOC Jacob Mussel kepada Sri Sultan Hamengku Buwono I. Memiliki kesamaan bentuk kereta para raja di Eropa dan berhiaskan mahkota berlapis emas asli 24 karat, bagian pintu kereta berhiaskan simbol lambang negara Belanda.
Dipergunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VI [ periode 1855 - 1877 ], ditarik menggunakan 8 ekor kuda.
Saat ini, hanya dipergunakan saat penobatan Sultan baru.

• Kereta Mondro Juwolo
Buatan Inggris tahun 1814.
Dipergunakan oleh pangeran Diponegoro saat menjadi wali Sri Sultan Hamengku Buwono IV, ditarik menggunakan 2 ekor kuda.

• Kereta Kyai Rejo Pawoko
Buatan Inggris tahun 1901.
Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.
Dipergunakan untuk keperluan para adik Sultan, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Kyai Roto Biru
Buatan Belanda tahun 1901.
Dipergunakan oleh para Manggala Yudha, bagian dari panglima perang, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Landower
Buatan Belanda tahun 1901.
Pernah dipajang sebagai display di lobby hotel Ambarukmo, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Landower Ngabean
Buatan Belanda tahun 1901. 
Dipergunakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Landower Wisman
Buatan Belanda tahun 1901.
Dipergunakan saat Sultan dalam kunjungan penyuluhan pertanian, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Landower Surabaya
Buatan Swiss.
Dipergunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII untuk keperluan penyuluhan pertanian di Surabaya, ditarik menggunakan  4 ekor kuda.

• Kereta Jolodoro
Buatan Belanda tahun tahun 1815.
Dipergunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IV.
Posisi sais berdiri ada di bagian belakang kereta, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Premili
Buatan dalam negeri, dirakit di Semarang.
Merupakan kereta pengangkut para penari keraton, ditarik menggunakan 4 - 6 ekor kuda.

• Kereta Kus no. 10
Buatan Belanda tahun 1901.
Dipergunakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII untuk keperluan prosesi pengantin.

• Kereta Kapulitin
Buatan dalam negeri, dirakit di Yogyakarta.
Merupakan kereta pesiar Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, ditarik menggunakan 2 ekor kuda.

• Kereta Kutha Raharjo
Buatan Berlin tahun 1927.
Dipergunakan oleh Raden Mas Dorodjatun sebelum diangkat menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono IX, ditarik menggunakan 2 ekor kuda.

• Kereta Kus Gading
Buatan Belanda tahun 1901.
Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Kyai Pustoko Manik
Buatan Amsterdam, Belanda.
Dipergunakan untuk prosesi pengantin dan acara - acara keraton, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Noto Puro
Buatan Belanda tahun 1860. Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII.
Dipergunakan untuk aktivitas perang, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Wimono Putro
Buatan Belanda tahun 1860.
Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI.
Dipergunakan saat upacara pengangkatan Putera Mahkota, ditarik menggunakan 6 ekor kuda.

• Kereta Kyai Jetayu
Buatan dalam negeri.
Dipergunakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.
Merupakan kereta kendaraan putra - putri Sultan, ditarik menggunakan 4 - 6 ekor kuda.

• Kereta Manik Retno
Buatan Belanda.
Digunakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI - VIII.
Merupakan kereta pesiar Sultan dan permaisuri, ditarik menggunakan 4 ekor kuda.

• Kereta Kyai Jogwiyat
Buatan Den Haag, Belanda tahun 1880.
Peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono VII.
Dipergunakan oleh satuan panglima perang Manggala Yudha, ditarik menggunakan 6 ekor kuda.

• Kereta Kyai Roto Praloyo
Buatan dalam negeri, dirakit di Yogyakarta pada tahun 1938 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.
Merupakan kereta jenazah untuk prosesi pemakaman Sultan, ditarik menggunakan 8 ekor kuda.


Setiap tahunnya pada bulan Suro, hari Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon penanggalan Jawa, 2 kereta dikeluarkan dari ruang penyimpanan museum untuk dibersihkan dengan cara dimandikan di halaman museum dengan menggunakan air kembang setaman dan air jeruk nipis, yang disebut acara Jamasan. 
Kereta Kanjeng Nyai Jimat secara rutin dijamasi setiap tahunnya, dan satu kereta pendamping yang dijamasi berganti - ganti setiap tahunnya.
Air Jamasan pencucian kereta pusaka ini diperebutkan oleh warga, airnya dipercaya mengandung tuah untuk melancarkan usaha dan melancarkan segala keinginan.

Selain bentuk kereta mewah Kyai Garuda Yeksa yang menarik untuk diamati, di depan 2 ruang kereta yang menyimpan kereta pusaka terdapat 2 replika kuda yang juga menarik perhatianku ..., kuda berwarna putih dan hitam.
Awalnya kukira berupa kuda betulan yang di offset atau diawetkan, setelah kutanyakan ke abdi dalem ternyata merupakan sebuah replika.


Trip Of Mine
Replika kuda putih.
Kuda tunggang kesayangan Sri Sultan Hamengku Buwono I.
Pelana yang digunakan replika pelana Kanjeng Kyai Cekathak.

Replika kuda putih merupakan repika dari kuda tunggang kesayangan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Dan pada masanya dulu, tubuh atletis kuda berasal dari Eropa itu dilengkapi pelana bernama Kanjeng Kyai Cekathak, terbuat dari emas murni berhiaskan berlian.


Trip Of Mine
Replika kuda hitam.
Kuda tunggang kesayangan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.

Sedangkan replika kuda hitam merupakan kuda replika kuda tunggang dari Eropa kesayangan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Tubuhnya pada jaman dulu juga dihiasi asesoris indah, bukan terbuat dari emas tapi terbuat dari perak.
Menurut penjelasan abdi dalem, bentuk asesoris yang dipasang di replika pelana Kanjeng Kyai Cekathak dan dipasang di replika kuda hitam dibuat sama persis dengan bentuk asesoris aslinya.
Kini asesoris asli kedua kudanya disimpan dengan baik di dalam keraton dan tidak dipertontonkan untuk khalayak umum.

Sekeluarnya dari pendopo penyimpanan ke 23 kereta artistik milik para Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat, aku baru ngeh kalau di sisi halaman pelatarannya ternyata ada kandang kuda. 
Disana ada 2 kuda Eropa, dipisahkan di kandang yang berbeda, satu berwarna cokelat dan satu berwarna putih mirip dengan replika kuda putih di dalam ruangan museum.


Trip Of Mine
Istal atau kandang kuda berada di samping halaman depan museum Kareta Karaton.

Kuamati dari dekat ...,  kuda cokelat tampak lebih tenang dan terlihat sibuk menguyah rumput yang berada di dalam kandang.
Berbeda dengan kuda putih, terlihat aktif terus bergerak mengitari kandangnya, seperti gelisah ..., sesekali menjulurkan kepalanya ke luar batas pagar kandang sambil matanya yang terlihat seperti albino terus menatap ke arah wajahku.
Ada apakah sebenarnya ... ?.

Lokasi :
Museum Kareta Karaton
Kadipaten, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tiket : 
Rp. 5. 000,_ / tiket masuk
Rp. 1. 000,_ / ijin berfoto
[ Info harga tiket sewaktu - waktu dapat berubah ]

Jam operasional : 
08. 00 - 16. 00

Tips berlibur di museum Kareta Karaton : 
• Patuhi peraturan dengan baik : tidak merokok di dalam ruangan museum, tidak memasuki batas tali pagar lokasi kereta, tidak menyentuh kereta.
•  Hindari berbicara tidak sopan dan berbicara tidak pada tempatnya.