Selasa, 27 Maret 2018

Terkesima Singa Jantan Candi Ngawen

Setiap kali berlibur di lokasi candi selalu muncul terselip rasa kagum dan takjub begitu besar melihat mahakarya ribuan tahun lalu tampak di depan mata.
Terkadang terlintas di pikiran, bagaimana mungkin pada masa ribuan tahun silam sebuah bangunan candi bisa dibangun secara simetris dan rapi sangat sempurna, relief - reliefnya terpahat sangat detil ...
Tekhnologi apa yang mereka pergunakan saat itu ?.
... Dan itulah kehebatan arsitektur nenek moyang kita mampu membuat bangunan yang kini dikagumi oleh seluruh dunia dan kita patut membanggakannya.

Trip Of Mine
Eksotis candi Ngawen.


Pencarian lokasi yang berkesan

Rute yang kutempuh sepanjang 2,5 kilometer menuju ke lokasi candi Ngawen melalui jalan raya Pemuda, Muntilan kemudian berbelok ke arah kiri di simpang tiga jalan K.H Santri, lurus terus di perempatan jalan searah ke lokasi wisata ziarah Gunung Pring.
Kuikuti jalan lurus melewati kompleks makam, setelah kupastikan bertanya ke seorang bapak muda arah rute yang benar, setelah itu melewati tikungan jalan 2 arah yang pertama, lurus kembali sampai bertemu dengan tikungan jalan 2 arah yang kedua, jika lurus akan sampai di lokasi wisata ziarah Sendangsono.
Disinilah, di pinggir jalan tikungan 2 arah yang kedua tempat aku menghentikan kendaraanku dan hanya menangkap pandangan lokasi sebuah sekolah taman kanak - kanak Mutiara Ibu di sebelah kanan jalan ... , aku bertanya ke seorang ibu yang tengah duduk diatas kendaraannya terlihat sibuk mengutak - atik smartphonenya, rupanya ia tengah menunggu jam kepulangan sekolah anaknya.

" Maaf, bu, numpang tanya ... lokasi candi Ngawen itu dimana, ya ?. "
" Tuh, disini. "

Sambil tertawa sumringah, mungkin bisa jadi geli mendengar pertanyaanku, dan mata ibu itu melirik ke arah kiri mengisyaratkan menunjuk lokasi keberadaan candi.
Spontan mataku ikut mengarah ke arah kiri dan ikut tertawa geli setelahnya.
Laaah ... , ternyata disini.
Lokasi candi tepat berada di sebelah kiri tempat aku dan ibu itu bertanya jawab.
Ha ha ha ...
Masalahnya, lokasi aku bertanya dengan ibu itu terhalang oleh pohon besar, keberadaan candi tidak terlihat.

Trip Of Mine
Jalan pedesaan depan lokasi candi.

Lokasi candi tepat berada di tepi jalan desa dan dikitari oleh area persawahan menyejukkan mata.
Pintu masuk menuju ke area candi berhadapan dengan halaman samping sekolah taman kanak - kanak, tampak beberapa pedagang makanan bersepeda ngetem disana menjajakan dagangannya.
Halaman samping sekolah tersebut merangkap fungsi sebagai tempat mangkal ojek dan area parkir kendaraan wisatawan yang berkunjung ke candi Ngawen.

Untuk memasuki area candi, pengunjung hanya diwajibkan mengisi data lengkap di buku kunjungan tamu yang disediakan di pos pengelola.

Area taman candi ditata dengan rapi dan asri, dilengkapi dengan bangku diantara reruntuhan candi untuk menikmati keindahan pemandangan candi dari kejauhan berlama - lama.

Trip Of Mine
Area taman dan area reruntuhan candi.

Di lokasi reruntuhan candi yang ditata menghadap ke arah barat dan berhadapan deretan ke 5 candi, banyak ditemui reruntuhan puing - puing, relief dan ornamen candi.

Bertemu singa jantan di candi Ngawen

Sambil mengisi data lengkap di buku kunjungan tamu di pos pengelola yang berada di sebelah timur bagian depan komplek candi, aku berbincang sebentar dengan staff pengelola disana mengenai sejarah candi purbakala peninggalan agama Buddha dan kini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya nomor 11 tahun 2010 ini.
Ada ornamen candi yang sangat berbeda, menarik dilihat dan sangat langka ditemui keberadaannya di candi - candi yang terdapat di pulau Jawa ... berupa singa jantan.

Diliputi rasa penasaran ingin membuktikan keberadaannya aku segera mendekati lokasi candi.
Semakin mendekat, semakin tampak jelas jika komplek candi ini terdiri dari 5 bangunan candi, berderet sejajar dari utara ke selatan.

Trip Of Mine
Candi Ngawen I

Trip Of Mine
Candi Ngawen II

Trip Of Mine
Candi Ngawen III

Trip Of Mine
Candi Ngawen IV

Trip Of Mine
Candi Ngawen V

Dari ke 5 candi, hanya ada 1 bangunan candi berdiri secara utuh, yaitu candi ke II. Keempat candi lainnya berdiri hanya menyisakan bagian kaki candi.

Dan benar saja ... 
di 2 bangunan candi disana terdapat ornamen arca singa jantan. 
Tepatnya berada di candi ke II dan candi ke III dari arah utara.

Trip Of Mine
Terkesima ornamen arca singa jantan.

Keempat ornamen singa jantan berdiri gagah di atas batu berhiaskan pahatan, menopang empat sisi bangunan candi dan berfungsi sebagai sarana mengeluarkan air hujan dari mulut arca singa.

Trip Of Mine
Ornamen arca singa jantan.

Adanya perbedaan terdapatnya ornamen arca singa di candi Ngawen ini dengan candi - candi lain di pulau Jawa masih merupakan misterius yang belum terpecahkan oleh team arkeologi hingga sekarang ini, apakah hanya bertujuan untuk hiasan pelengkap ornamen candi atau terdapat makna tertentu untuk menangkal pengaruh negatif atau jahat, dibalik adanya arca singa tersebut.
Ornamen arca singa seperti ini hanya terdapat di beberapa kuil di wilayah Mathura, India.

Sejarah panjang candi Ngawen

Kompleks percandian Ngawen dibangun pada abad 824 Masehi atau 746 tahun Saka.
Hal ini diperkuat dengan diketemukannya prasasti Karang Tengah tahun 824 Masehi bahwa kompleks percandian tersebut berada di Venuvana ( Bahasa Sansekerta ) yang artinya ' hutan bambu '.
Berdasarkan bentuk bangunan candi yang memiliki kemiripan dengan bentuk bangunan candi Hindu yang memiliki bentuk meruncing, namun juga memiliki ciri khas yang terdapat pada candi - candi Buddha yaitu terdapatnya stupa dan teras, diduga oleh para arkeolog kompleks percandian Ngawen ini dibangun pada masa peralihan Hindu - Buddha dan dibangun oleh 2 dinasti atau wangsa yang berbeda.
Kedua dinasti itu adalah Raja Samaratungga dari dinasti Syailendra beragama Buddha dan Raja Pikatan Dyah Siladu dari dinasti Sanjaya beragama Hindu.

Selama ratusan tahun berlalu, kompleks percandian Ngawen tertimbun pasir dan material akibat bencana letusan gunung Merapi ... mengakibatkan kerusakan parah.

▪ 1874  Keberadaan candi diketemukan kembali oleh NW. Hoopermans, seorang pejabat Belanda.

▪ 1897 Diadakan penelitian penemuan candi oleh J. Van Aalst dan diketemukan susunan batu pondasi candi di dekat lokasi candi Ngawen II serta diketemukan arca Dhyani Buddha Amitabha di lokasi candi Ngawen IV.

▪ 1991 Dilakukan inventarisasi penemuan batu - batu candi Ngawen oleh Theodore Van Erp, bersamaan waktu dengan pemugaran candi Borobudur yang juga mengalami terkubur pasir dan material letusan gunung Merapi.

▪ 1925 Dilakukan penelitian ulang, penggalian dan pemugaran lokasi, dipimpin oleh FJ. Perguin. Diketemukan arca Dhyani Buddha Ratna Sambhawa.

▪ 1927 Candi Ngawen I dan candi Ngawen II berhasil direkontruksi ulang oleh FJ. Perguin, namun hanya candi Ngawen II yang terlihat berdiri utuh hingga kini.

▪ 2011 Bagian kaki candi Ngawen IV berhasil dilaksanakan rekonstruksi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.

Selain adanya ornamen arca singa, candi Ngawen II dihiasi gapura candi yang terpisah dengan badan candi, berhiaskan relief Kala Makara di bagian atasnya.
Sedangkan di atas pintu badan candi dihiasi relief para dewa - dewi dan juga dihiasi dengan relief Kala Makara.

Trip Of Mine
Relief dewa - dewi dan relief Kala Makara.

Sisi bangunan candi terdapat ukiran relief Kinara - Kinari yang merupakan makhluk khayangan berwujud setengah burung dan setengah manusia dan bertugas menjaga pohon Kalpataru.
Pohon Kalpataru merupakan pohon untuk meletakkan semua harapan, dahan - dahannya digambarkan menjuntai dengan beragam macam perhiasan.
Dalam relief candi, pohon Kalpataru selalu dijaga dan diapit oleh makhluk Kinara - Kinari untuk melindungi dari kejahatan.

Pada bagian dalam bilik candi Ngawen II terdapat arca Dhyani Buddha Ratna Sambhawa dengan bagian kepala telah hilang.

Trip Of Mine
Arca Dhyani Buddha Ratna Sambhawa.

Bagian atap bilik candi tidak terdapat atap atau terbuka.
Pintu menuju ke dalam bilik candi di pagar jeruji dan digembok untuk menghindari tindakan vandalisme tangan yang tidak bertanggung jawab.

Trip Of Mine
Pintu bilik selalu dalam keadaan terkunci.

Kuperhatikan dinding bagian dalamnya terdapat guratan dalam berupa bahasa Inggris, sangat disayangkan.

Di tengah kaki candi Ngawen IV yang berhasil direkonstruksi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah, terdapat sebuah arca Dhyani Buddha Amitabha yang bagian kepala dan tangan telah hilang.

Setelah mengitari keseluruhan kompleks candi, aku memilih duduk di kursi yang disediakan di area reruntuhan candi berada sambil memandangi berlama - lama keindahan candi ditemani semilir angin sejuk pedesaan.
Dan berharap kelak keempat candi lainnya segera berhasil direkonstruksi ulang, berdiri tegak mendampingi 1 candi disana ...


Lokasi :
Ngawen, Muntilan 

Tiket :
Tidak dipungut beaya atau free
( Informasi tiket dan kondisi sewaktu - waktu dapat berubah )

Jam Buka :
07.00 - 17.00

Tips trip di candi Ngawen :

•  Jika tidak mempergunakan kendaraan pribadi, sarana transportasi ojek jadi pilihan untuk menuju ke lokasi candi dan sekembali dari lokasi candi.
Lokasi ini tidak dilalui oleh kendaraan angkutan umum.

• Patuhi peraturan dengan baik untuk tidak : memanjat dinding candi, mencorat - coret, membuang sampah di sembarang tempat dan tidak merokok.

• Jaga sikap dan bicara dengan baik. Lokasi candi ini seringkali dipergunakan sebagai upacara keagamaan umat Buddha.





123 komentar:

  1. Sayang banget ya sisa 1 candi saja yang berdiri utuh.
    Cuma kayaknya sepi ya mas, jadinya kalo kesana gak ribet buat foto2. Haha.
    Semoga aja bisa dipugar candinya, jadi terlihat lebih terawat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha 😃 ...
      Duh, yang senang foto-foto 😉
      By the way, foto-foto artikelmu keren, Hans ☺.

      Bener,lokasi candi terbilang masih sepi pengunjung, Hans.
      Kulihat di daftar buku kunjungan tamu, pengunjung dalam 1 hari masih sedikit jumlahnya.
      Entah,mungkin karena kurangnya promosi.
      Semoga setelah adanya artikelku ini candi Ngawen bisa lebih dikenal lagi.

      Aku juga berharap semoga ke 4 candi lainnya bisa segera direkonstruksi.

      Hapus
    2. Mas Admin ini sukanya jalan jalan mulu nih...
      jalan jalan selalu bawa kamera lagi...enak tuh mas

      Hapus
    3. Ayok, jalan-jalan bareng yuk mas Admin triknews ...

      Biar lebih seru.

      Hapus
    4. dulu waktu kerja bawa mobil dengan rute Muntilan demak, saya selalu lihat panorama panorama indah disekitar jalan yang saya lalui Mas, nah termasuk Singa Jantan Candi Ngawen ini,

      tapi itu dulu waktu saya belum kenal ngeblog Mas

      Hapus
    5. Wah,sayang ya waktu itu sampeyan belum kenal blog waktu dulu sering melewati rute pemandangan indah termasuk candi ini ...

      Sekarang ngga diulangi lagi, mas ?.

      Hapus
  2. arca Dhyani Buddha Amitabha yang bagian kepala dan tangan telah hilang
    Ilang gara2 diambil Om?
    Siapa yg ngambil Om?
    Kirain ada singa beneran Om
    Kalo ada singa beneran saya pengen om Poto bareng sama singa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entah hilang bagian kepala dan tangan diambil siapa, om Niki.
      Hayooo ... Om Niki yang ambil yaa 😁 ?

      Aku juga mauuu foto bareng singa beneran ... 😉
      Tapi kayaknya singa dikasi makan sebanyak mungkin biar kenyang duluan yaa ... biar ngga galak lagi diajak foto bareng 😃

      Hapus
    2. itu poto paling bawah lagi ngintip siapa Mas...?

      Hapus
    3. Ngintip kamu, mas ...

      Hahaha 😃

      Hapus
  3. tempatnya masih sepi ya, enak buat poto.
    semoga bisa di jaga sama masyarakat sekitar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul,lokasi candi ini masih sepi kunjungan,padahal bagus buat travelling,Hend ...

      Setelah ke candi ini bisa sekalian lihat area persawahan tertata rapi ...

      Hapus
    2. kalau soal candi jawa tengah memang pusatnya. termasuk candi ngawen ini ya,,?

      Hapus
    3. Betul,mas.
      Karena kerajaan-kerajaan Mataram kuno ribuan tahun lalu berada di sekitaran Magelang, Jawa Tengah ini.

      Hapus
  4. Wah-wah penampilan blognya berubah lagi ya mas. tambah mantap aja. hihi . Btw, kapan-kapan ajak saya jalan dong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih,Tri.

      Ayook,
      kapan kita akan travelling bareng, Tri ...
      Seru, bisa barengan pikniknya 😁

      Hapus
  5. Waduh, dulu pas ke sini nggak sempat foto-foto.. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok bisa ngga foto-foto ?.
      Hayooo ... nyesel ya 😁 ?.

      Padahal keren loh buat lokasi foto-foto.
      Ayoook kesini lagi, Pras ...

      Hapus
    2. Pas mendung juga soalnya, jadi nuansanya pas suram..

      Kalo cerah pas kayak di foto sampeyan itu saia ya bakal foto.. haha

      Hapus
    3. O,gegara cuaca mendung saat itu,ya.

      Kapan-kapan ke lokasi ini,Pras.
      Dan bikin foto-foto keren disana.

      Hapus
  6. Iya bener. Kalau ke situs sejarah bentuk candi2 begini bayangin gmn cara membangunnya dulu.. Batu2 besar bisa disusun di tempat2 tinggi dan terbentuk rapi 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ajaib ya bisa begitu,kak.
      Sampai sekarang aku belum bisa mengerti betul bagaimana jaman ribuan tahun lalu ... bisa membentuk relief anatomi tubuh orang dan bisa membentuk batu menjadi lingkaran besar pondasi bunga teratai di bawah candi ...

      Benar-benar mengagumkan !

      Hapus
  7. Aaarrgghh... Udah lamaaaa banget ngebet liat candi belom terlaksana. Ada waktu pas liburan doank, udah males duluan bayangin ramenya. Kalo rame kurang khusuk menikmati keindahan candi.

    BalasHapus
  8. Mau travelling ke lokasi candi yang masih relatif belum banyak pengunjungnya,kak Miftha ... lokasi candi ini bisa jadi pilihan.

    Kudoakan agar kak Miftha berkesempatan liburan ke candi dalam waktu dekat ini ☺

    BalasHapus
  9. Sayang banget cuman satu yang utuh.

    Di indonesia banyak banget ternyata candi candinya. Tapi yang terkenal sebagian kecil saja. .

    Kayak saya. Tanya ternyata seringnya udah di depan mata 😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha 🤣 ... malu-maluin ya kalo ingat kejadian lucu kayak gitu, tanya tempat tau-tau lokasinya disitu ... hahaha ...!.


      Iya,kak Arum di Indonesia banyak banget bangunan candi dan itu semua membanggakan kita semua bahwa nenek moyang kita luar biasa pengetahuan arsitekturnya 👍

      Hapus
  10. saya ikut ketawa baca yang dialog dengan ibu yang mas tanya tersebut, kebayang deh reaksi si ibu he he he..

    wah sayang banget ya mas, 4 candi lainnya pada ga utuh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha ... kalo ingat kejadian itu malu juga rasanya,kak 😂
      Pantesan ibu itu tertawa sumringah dan matanya kelihatan nahan ketawa ...
      Aku sendiri setelah lihat lokasi candi dari isyarat mata ibu itu, malu rasanyaa ...
      Untuk nutupin malu aku ketawa ngakak di depan ibu itu.

      Betul,kak sampai sekarang ke 4 candi lainnya belum sanggup direkontruksi karena bagian candi banyak yang rusak dan hilang...

      Hapus
  11. Oh di daerah Muntilan juga terdapat kompleks percandian ya yang namanya Ngawen.
    Sayangnya hanya satu candi yang benar-benar utuh..
    Jadi Candi Ngawen ini dibangun oleh 2 dinasti ya yaitu dinasti Syailendra dan dan dinasti Sanjaya..karena dibangun saat peralihan Hindu- Buddha..
    Pasti unik ya bentuk dan arsitektur candi Ngawen ini karena bangunannta merupakan perpaduan antara 2 dinasti yang berbeda..

    Dan yang membedakan dengan candi - candi lainnya .. Candi Ngawen ini terdapat ornamen patung singa jantan.. tapi masih belum diketahui ya apakah patung singa ini bersumbolkan / mempunyai suatu makna tertentu atau tidak. Penasaran juga ya apa artinya patung singa yang terdapat pada candi Ngawen ini..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meski saat ini cuma ada 1 bangunan candi yang berdiri utuh tetep keren kan, sista ☺ ...
      Semoga ke 4 candi lainnya bisa berhasil segera direkonstruksi,meski mungkin menggunakan material baru karena material asli banyak yang rusak dan hilang akibat bencana letusan dahsyat gunung Merapi yang saat itu juga ikut mengubur candi Borobudur.

      Aku kagum sama dengan ornamen arca singa jantan ini.
      Struktur arcanya dipahat sempurna dan detil.

      Seandainya saat aku ke lokasi ini pas turun hujan, pasti akan lihat air hujan mengalir lewat mulut singa ...
      Pasti keren ☺

      Hapus
    2. Iya meski tinggal satu bangunan candi yang masih berdiri utuh.. Candi Ngawen tetap terlihat keren dan tegar.. ! Tegar karena kuat bertahan berdiri sendiri.. sedangkan saudara-saudara candi yang lain pada runtuh semua.. Salut ya sama ketegarannya? :)

      Ooh saat gunung Merapi meletus dahsyat.. candi Borobudur juga ikut terkubur ? Apakah Borobudur mengalami kerusakan parah juga brader?

      Iya aku yang belum pernah melihat langsung oraname arca singa jantan ini aja ikut terkesima.. Ahli banget ya pemahat patung singa ini ? Great.!

      Ouw iya benar coba brader datang pas hujan turun.. Pasti ngelihat air hujan yang mengalir lewat mulut singa.. Keren..! Jadi nggak kalah dengan patung singa negara tetangga itu ya? Hehehe.. :)

      Hapus
    3. Candi Ngawen II pun saat diketemukan kembali pada tahun 1874 dalam keadaan runtuh akibat bencana letusan gunung Merapi,sista.
      Diketemukan ngga dalam keadaan berdiri seperti yg terlihat skr ini.

      Kalau dibandingin dengan patung singa di Singapore, tentunya nilai historis ornamen arca singa ini jauh lebih tinggi,sista.
      Candi ini berusia ribuan tahun, sedangkan ikonik negara Singapore itu dibuat dalam masa sekarang.

      Mungkin bisa jadi,
      Ikonik negara Singapore itu terinspirasi dari ornamen arca singa ini karena berita penemuannya saat itu pernah diberitakan di media surat kabar Hindia Belanda.

      Hapus
    4. Iya benar ornamen patung singa jantan pada candi Ngawen ini mempunyai nilai historis lebih tinggi karena candi ini berusia ribuan tahun..

      Ouw kalau memang benar ikon negara Singapura tsb terinspirasi dari arca singa pada candi Ngawen ini. Wouw.. Surprise banget ya? Great..
      Kalau diperhatikan memang kedua patung singa pada candi dan patung singa Merlion sama-sama mengalirkan air dari mulutnya.

      Hapus
    5. Iya,patung singa diantara keduanya sama-sama mengalirkan air.

      Saluran air keluar dari mulut singa di candi ini jadi pembeda dengan candi-candi yang lain.

      Hapus
  12. Tu disini, kasihan amat.
    Gratis, tapi kenapa bisa sepi pengunjung ya? wah perlu ada inovasi untuk menarik pengunjung nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahahaa ..., malu-maluin ya,mas 😂 !

      Entah,kenapa lokasi candi dengan ornamen langka ini kurang banyak pengunjungnya.
      Padahal eksotis dan keren buat foto-foto.

      Mas Djangkaru,huruf artikelnya dibuat sebesar ini,bagus ngga ?.
      Kemarin mas menyarankan untuk memperbesar huruf artikel agar lebih nyaman dibaca.

      Hapus
  13. apa ada ritual - ritual gitu? di penduduk sekitar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lokasi candi ini ngga pernah digunain penduduk sekitar untuk melakukan ritual tertentu, kak Sari.

      Candi hanya digunakan untuk beribadah acara tertentu pemeluk agama Buddha.

      Hapus
  14. Indonesia memiliki banyak bangunan bersejarah, hanya saja tidak dirawat dengan baik. Padahal banyak generasi muda yang membutuhkan pekerjaan. Saya yakin mereka mau jadi pegawai dinas pariwisata yang pekerjaannya merawat peninggalan-peninggalan sejarah masa lalu. Hehehe...saya juga mau kalau jadi pegawai dinas pariwisata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga mau jadi pegawai dinas pariwisata seperti keinginan mas Dody ☺

      Senang rasanya bisa ikut ambil bagian dalam merawat peninggalan-peninggalan sejarah seperti ini.

      Semoga ya keinginan kita bisa terlaksana,mas.

      Hapus
  15. Siapa bilang main game poker/domino susah menang ?
    Member setia kami di Jagodomino telah membuktikan diri bahwa main game poker & domino secara online bukanlah hal yang susah untuk menjadi seorang pemenang.

    Sekarang giliran anda untuk membuktikan diri bahwa anda adalah rajanya dalam permainan poker & domino. Buktikan diri anda bersama kami situs poker dan domino online terpercaya Jagodomino,com.

    Info lebih lanjut silahkan hubungi CS 24/7 melalui :
    * LIVECHAT Jago188(dot)net
    * PIN BBM : 2AF6F43D
    * WA : +855717086677
    * LINE : Jagodomino

    Salam Sukses Jagodomino

    BalasHapus
  16. Baru tahu bahwa ada patung singa yang terukir dibagian candi. Maklum dari ribuan candi di Indonesia saya baru berkesempatan berkunjung ke Borobudur, hehe..

    Tempatnya bagus ya mas, masih asri pasti bikin betah disini. Sepinya mungkin karena kurang promosi dan butuh pengelolaan yang lebih baik saja. Semoga kedepannya makin ramai pengunjung yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Unik ya ornamen arca singa jantan itu, kak ...
      Terlebih lihat aslinya pasti kagum.
      Anatomi tubuh singa dibuat sempurna,terlihat seakan sedang bersiap menerkam.

      Ya,kak Anjar tempatnya asri dan sejuk udaranya.
      Amin, semoga kedepannya makin ramai pengunjung.

      Travelling ke lokasi ini,kak.
      Bagus untuk foto-foto sambil mengenal sejarah.

      Hapus
  17. Candi baru di Magelang mas?
    Baru denger ini ada candi bernama Candi Ngawen. Apa kalah populer sama Borobudur dan Menduat ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Peninggalan purbakala,mas Wisnu.
      Namanya belum banyak dikenal orang karena sepertinya kurang dipublikasikan ke media.

      Yups, nama candi Borobudur dan candi Mendut lebih populer di mancanegara.
      Di kedua candi ini,tak pernah sepi kunjungan dari turis mancanegara.

      Kalau di candi Ngawen ini kulihat sekilas di daftar buku kunjungan tamu ngga ada nama turis mancanegara berkunjung.
      Sangat disayangkan ...

      Hapus
    2. Betul. Aku aja gak tau sewaktu dulu ke Magelang.

      Hapus
    3. Semoga setelah artikelku ini, kelak kapan mas Wisnu dan kak Ismie melewati Muntilan bisa mampir travelling ke candi Ngawen ini ...

      Dan bikin foto-foto keren disana ☺

      Hapus
  18. Itu patung manusianya nggak ada kepalanya, adakah yang mengambil.. hehehheheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayoo ... mas Dzaki yang ngambil ya ? ...hahahha... bercanda looh 😁

      Kemungkinan besar ngga ada bagian kepalanya karena rusak akibat bencana besar letusan gunung Merapi,mas.

      Termasuk reruntuhan candi yang belum berhasil direkonstruksi sampai sekarang ini, bagian-bagian candi banyak yg hilang.

      Hapus
  19. Pinter sekali orang zaman dahulu membuat candi, terutama dengan patung singanya.

    Kalau saya disuruh bikin, saya angkat tangan ke Kamera dech.... :)

    Ngk dibawa pulang mas Patung Singanya... ? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... samaaaa,kang Nata 😅

      Aku juga bakalan angkat tangan ke arah kamera kalo disuruh mahat patung 🤷‍♂️ ...

      Eh,angkat tangan ngadep kamera kok ... kayak lagi adegan shooting di lokasi horror lihat adanya 'penampakan'yaa ...
      Hahaha 😂

      Takut dijitak bawa pulang patung singa, kang 😁

      Hapus
    2. hahahah...... setelah di Jitak, masuk Hotel Gratis ( Penjara ). :)

      Hapus
    3. 😅 hahaha ...
      Udah gitu, disiksa ngga boleh mandi selama 2 tahun full 😂

      Hapus
  20. Kalau dari segi bangunan mirip-mirip candi di mojokerto, bentuk runcing tapi ada teras juga. kalau di jateng perkenmbangan hindu terlebih dahulu dari pada budha ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,betul.
      Aku pernah lihat sekilas gambar candi di Mojokerto bentuknya juga meruncing seperti candi ini.
      Candi berbentuk meruncing ciri khas candi agama Hindu.

      Menurut sejarah memang agama Hindu terlebih dahulu masuk pulau Jawa,setelah itu agama Buddha.
      Namun perkembangannya lebih pesat agama Buddha.

      Hapus
  21. candi adalah buatan manusia yang sangat bernilai seni oleh para nenek moyang bangsa Indonesia ini
    Ketika masuk pertama ke candi selalu saja kulihat batu-batu tertata dengan rapinya

    Ini suatu gambaran betapa si pembuat sangat teliti atau mungkin juga sangat takut dengan rajanya
    tapi yang jelas hasilnya luar biasa hebatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hebat ya arsitektur nenek moyang kita,mas.
      Sekarang hasil karya mereka membuat kagum seluruh dunia.

      Kalau dilihat dari dekat, relief2nya sangat detil.
      Yang ngga kalah bikin kagum
      ... lihat bentuk lingkaran dibawah stupa candi.
      Bentuknya bisa bulat sempurna, seperti dibentuk pola pakai mesin canggih 👍

      Hapus
  22. terkesima diriku memandang wibawamu, wah jadi nyanyik dech tu. wah mantap mas wisatanya candi yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. AseeeeK ... pagi-pagi gini kita semua udah dinyanyiin suara merdu mas Maschun 😃 ...
      Terlena deh jadinya 😉

      Ayoo, dolan ke candi, mas ...

      Hapus
    2. iya mas, biar semangat pagi-pagi nyanyi dulu.

      ya mas, insya allah kalau ada rejeki nanti

      Hapus
    3. Mantaap 😉
      Mari siang-siang gini kita tetap semangat ... nyanyi-nyanyi lagi 😃

      Siip, mas Maschun 👌

      Hapus
  23. Waahh asik ini kalo masih nggak bayar begini. Hahaha. Murah meriah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha 😃
      Marilah kemari, Gallant ...

      Tiketnya masih free tuh 😉

      Hapus
  24. Penasaran, jadi pengen ke candi ngawen juga. Sepertinya kurang puas kalau nggak kesana langsung ya, Mas..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayook kesini biar ngga penasaran,mas Andi ...

      Buat belajar sejarah juga bikin foto-foto keren disana.

      Hapus
    2. Itu yang buat saya suka, selain bisa berfoto kita juga bisa sekalian belajar sejarahnya :)
      Next time, in shaa Allah, Mas..

      Udah sering ke candi mana aja nih, Mas?

      Hapus
    3. Amin,
      Kudoakan mas Andi kesampaian ke candi Ngawen ini.

      Candi yang pernah kudatangi : Borobudur, Mendut, Prambanan, Selogriyo, Arjuna, Gedong Songo.

      O,iya di kompleks candi Gedong Songo ada kolam air panas belerangnya.
      Artikelnya sudah kuposting, silahkan mas Andi kalau mau baca ...
      Barangkali juga bisa buat daftar liburan nanti.

      Hapus
    4. Oh, gitu. Boleh-boleh, coba nanti saya jalan-jalan, Mas. Saya juga suka kalau berlibur/jalan-jalan ke candi. Kalau saya candi yang sudah di singgahi itu ada. Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Ijo, Candi Sambisari.

      Di Jogja sendiri kalau ke Sambisari lebih suka sepedahan saya, Mas..hehe

      Hapus
    5. Sepedaan di candi Sambisari,mas ?.
      Memang rumah mas dekat untuk ke candi Sambisari, ya ?
      Wah,boleh tuh kapan2 mampir 😁

      Hapus
    6. Saya tinggalnya di daerah Karangkajen, Mas. Lebih tepatnya sih ada di darah Salakan/Menukan. Jl.Parangtritis KM 3, dekat ke Jogokariyan, ke Pondok Kerapyak, ke alun2 kidul juga deket..hehe

      Makannya kalau gowes pagi mah paling ke malioboro, tugu, alun2 gitu, Mas..he

      Hapus
    7. O,mas Andi di jalan Parangtritis KM3 tinggalnya ya ... aku tau tempatnya.
      Beberapakali aku lewati jalan itu,loh.
      Kapan-kapan travelling bareng,yok.


      Mantaap ... tiap pagi bisa punya waktu buat gowesan,mas 👍.

      Hapus
    8. Boleh, Mas. Berkabar aja kalau ke Jogja ya. Kontak saya ada di blog di menu contat ya..

      Biasanya kalau ke Jogja kemana aja nih, Mas?

      Hapus
    9. Baik,aku save contact numbernya ya.
      Terimakasih,mas Andi.

      Kalo ke Yogya aku suka ngitarin kemana2,mas.
      Muter2 lihat lokasi wisata ☺

      Hapus
  25. candi banyak dihiasi dengan berbagai macam patung. Ini yang patung singa tepat di depan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Letaknya bukan di depan candinya,mas.
      Tapi berada di tiap sisi candi.

      1 candi dilengkapi 4 ornamen arca singa jantan.

      Ada 2 candi di lokasi ini yang dilengkapi ornamen arca singa jantan.
      Jadi totalnya ada 8 ornamen arca singa jantan, mas Awan.

      Hapus
    2. wah 8 arca singa
      sungguh arsitek Indonesia banget

      Hapus
    3. Sangat unik tampilannya ya,mas ☺
      Baru kali ini aku nemu lokasi candi dilengkapi ornamen arca singa.

      Hapus
  26. Jangan takut untuk MENCOBA tapi takutlah saat rezeki sudah hilang dari kita..Temukan segala macam kenyamanan, kemudahan dan keamanan chip anda bersama kami situs poker online terpercaya Jagodomino, Coba keberuntungan kamu bermain di Jagodomino, minimal deposit / withdraw Rp 15.000 , Bisa Memainkannya via Android / Iphone / Ipad.

    Info lebih lanjut silahkan hubungi CS 24/7 melalui :
    * LIVECHAT Jago188(dot)net
    * PIN BBM : 2AF6F43D
    * WA : +855717086677
    * LINE : Jagodomino

    Salam Sukses Jagodomino

    BalasHapus
  27. Keren
    Asik lah ya buat selfie-selfie

    BalasHapus
    Balasan
    1. 😁 Iya ...
      Travelling ke sini, Aul.

      Bikin foto-foto keren ☺

      Hapus
  28. Selain misterius juga instagramius ya mas. Hehehehe... #DuniaFaisol

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe ... Beneeer ... Beneer, Faisol 😁

      Ornamen stupa singanya bikin candinya terkesan misterius dan juga instagramable ...
      Keren buat nambah feeds instagram 😉

      Ntar kalau study tour lagi, ajak guru dan teman-teman kesini, Faisol ☺

      Hapus
  29. Gabung Di Sini, Lebih Banyak Menangnya !!!

    Taruhan di internet dan berbagai macam keuntungan yang besar, dan menyenangkan apa bila mendapatkan bonus dengan nilai berkelipatan yang lumayan besar tak akan ada orang yang menolak hal seperti itu. Rasakan sensasi menjadi bandar dengan peluang kemenangan mencapai 80%.

    JAGODOMINO menyediakan banyak permainan, jadi para peminat tinggal menyesuaikan permainan yang disukainya. Seringnya bermain di Jagodomino, akan semakin tinggi Turnover kamu, dan semakin banyak bonus yang kamu dapatkan.

    Info lebih lanjut silahkan hubungi CS 24/7 melalui :
    * LIVECHAT Jago188(dot)net
    * PIN BBM : 2AF6F43D
    * WA : +855717086677
    * LINE : Jagodomino

    Salam Sukses Jagodomino

    BalasHapus
  30. Baru denger saya ada candi ngawen ini mas, kapan-kapan perlu diexplore nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan kapan-kapan dieksplore,mas Aryo ☺
      Aku ikut senang artikel candi Ngawen ini jadi informasi ke banyak temen dan jadi bucketlist liburan.

      Hapus
  31. Melihat candi2 ini, aku beneran ga kebayang sih, cara pembuatannya dulu.. Itu batu2 bisa berbentuk kotak rapi, bangunan simetris, dan ga pake semen.. Kok bisa ya mas :) .. Trus ga kebayang juga,sekuat apa letusan gunung merapinya sampe bisa ketimbun gitu. . Seandainya yaaa bisa balik ke zaman dulu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga iya,kak.
      Heran dan ngga bisa kebayang ... bagaimana proses candi-candi itu dibuat dari ribuan tahun silam.
      Padahal jaman purba dulu alat2 mesin jelas tekhnologinya belum ada dan diciptakan ...
      Tapi, hasil potongan batu dan relief2nya sangat sangat sempurna.

      Iya ya,kak Fanny ...
      Mungkin saat itu letusan gunung Merapi sangat dahsyat dan materialnya membuat menimbun mengubur candi-candi dan bangunan lain beberapa meter ...
      Serem bayanginnya 😓

      Hapus
  32. Baru tau ada Candi Ngawen. Sip, harus banyak baca dan sering-sering bergaul dengan para travellers.

    Guru di sekolah payah nih kalau study tour cuma ke tempat-tempat yang ternama aja. Padahal ada banyak tempat lain yang bisa di-explore.

    Kalau ke candi-candi gitu bawaannya suka pengin liatin patung lama-lama juga nggak sih? Selalu kagum sama ukirannya. XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuakakaka 😂 ...
      Jewer aja kuping guru sekolah kamu, Gip 😉
      [kalo berani]

      Sebenarnya masih banyak candi-candi unik lainnya belum terekspose media, Gip.
      Bisa jadi sarana promosi wisatanya kurang gencar, jadi belum banyak dikenal orang.

      Di Magelang sendiri masih banyak candi-candi yang eksotik ...
      Ntar kapan aku kubikin artikel,ya.

      Yups,Gip.
      Setiapkali ke candi pasti bisa duduk anteng ngliatin lama2 patung2 dan reliefnya sambil bayangin ... gimana caranya jaman purba dulu bisa membuat candi ?

      Hapus
  33. Jawa mah tempat ngumpulnya candi ya mas Him :) di Sumatra agak susah. Apalagi di Sumatra Selatan. Paling dekat ya ke Candi Muaro Jambi, itupun gak begitu besar (walau kawasannya jauh lebih besar dari Angkor War di Kamboja sana). Salam kenal dari Palembang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali, mas Haryadi ☺

      Betul,mas.
      Pulau Jawa bisa dibilang tempat lokasi ngumpulnya candi.
      Dan Magelang sebagai masterpiece nya candi yang namanya sudah mendunia, candi Borobudur.

      Saya jadi penasaran nih pengin travelling ke candi Muaro Jambi.
      Pasti bagus banget ya,mas ...

      Hapus
  34. menarik ini, saya seneng eksplore situs sejarah, klo ke muntilan harus kesini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siiip, bro 😉
      Lokasi ini kelak jadi tujuan wisata kamu saat ke Muntilan.
      Akses jalannya mudah kok, ngga ada kerusakan jalan sama sekali kesininya.

      Hapus
  35. mantap sekali abgn yg satu ini.. postingannya travelling mulu.
    lah saya kapan dong?

    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. 😊 Terimakasih,abang.
      Pengin juga kayak abang bisa menulis artikel tentang rumah, jenis kayu, dllnya.

      Ayook, kapan-kapan kita kompakan travelling bareng-bareng,bang ...
      Biar tambah seru liburannya 😉

      Hapus
  36. Wah ada list candi lagi yang aku baru tahu,, Ini kalo ke Muntilan sekalian beli tape ketan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh,betuuul ... sekalian beli tape ketan buat oleh-oleh, Din 😁

      Enak ya tape ketan produksi Muntilan ini, rasanya khas banget.

      Travelling ke lokasi ini, Din.
      Keren ...

      Hapus
  37. Hahaha...Saya ketawa pas bagian tanya di mana lokasi candinya. Mirip saat saya jalan-jalan ke Danau, bingung di mana letak danaunya sementara google maps sudah menunjukkan dekat, lah ternyata terhalang tembok yang tinggi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahahaha ...
      Kak Ajeng ternyata juga pernah ngalamin kejadian lucu kayak aku ini 😂
      Antara malu dan jadi cerita berkesan banget pengalaman kayak gitu 😁

      Hahaha ...
      Dah sibuk lihat-lihat google maps ternyata danau yang dicari kak Ajeng ada disitu, kehalang tembok .... hahaha 😂

      Hapus
  38. ada hal menarik yang saya dapat ketika membaca tulisan hebat ini,yakni nama candinya itu ngawen,kalau logat "e" itu salah bisa2 salah juga artinya...tapi keren artikelnya..lanjuuut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaa ... aku tau yang dimaksud mas Muhtar tentang bisa-bisa salah penyebutan nama candi ini ...
      Kawin , kaan 😃 ?
      Hahaha, bener .. beneer ... salah dialek dikiit aja, langsung berubah pengucapan dan arti 😂

      Terimakasih pujiannya,mas Muhtar ⚘.
      Saya masih banyak belajar kok untuk penulisan artikel agar mudah disimak.

      Hapus
    2. aaakh agan pake merendah gitu..ini blog luar biasa sekauali artikel dan cara penulisanya,,punya taste tersendiri..ohya itu foto mbok ya jangan di sut dari depan..kan nongol bijinya..kikiki

      Hapus
    3. Tambah keger-eran nih aku sekarang,mas ... 😊
      Terimakasih banyak sekali lagi buay mas Muhtar ⚘

      What 😲 ?
      Huaaahhahaaha ... 😂
      Iya,juga,ya ....
      Tapi kalo ngambil gambarnya dari belakang, ntar ngga kliatan bentuk badannya si singa, mas 🤔
      Kalo dari samping ... , tetel aja kliatan itunya ...
      Hahahaha !

      Hapus
  39. Balasan
    1. Kudoakan ya,kak agar cepat kesampaian travelling ke candi eksotik ini, Amin.

      Hapus
  40. itu yg foto paling bawah msuk bagian dari bangunan candi juga ya bang wkwkkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang mana ya 🤔 ?
      ( Sambil celingukan mantengin foto ) ...

      Yang duduk noleh kamera 😲 ?
      Iya, betul ... aku kan bagian dari candi
      Hahahaa ...
      Kamu yaaaa, mas Prio 😂 ... bisa ajaaa !

      Hapus
  41. lihat di foto aja bagus ya, apalagi kalo bisa liat langsung hehe
    mdah2an aa kesempatan buat main ksana hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teeimakasih, kak Ratna ☺.
      Aku doakan ya agar kak Ratna kesampaian travelling ke lokasi ini dalam waktu dekat.

      Hapus
  42. nambah lagi nih referensi lokasi wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siiip,Hend 😉
      Masukin bucklist liburan kamu selanjutnya,ya

      Hapus
  43. waktu masih di jogja saya juga senang keliling melihat candi-candi disekitar sana mas..
    lupa apa pernah ke candi ngawen apa sudah? hehehe..
    arsitekturnya rata-rata dibuat dari batu yang diukir dan sangat menyenangkan bisa berada disana. Auranya itu enak sekali.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikut merasa senang kak Eka punya pengalaman travelling juga ke sejumlah candi ☺

      Kapan kak Eka saat bernostalgia di Yogya dan ternyata belum pernah ke candi ini ...
      mampir travelling ke sini, kak.
      Bagus untuk belajar sejarah dan tentunya keren buat foto-foto 😉

      Betul kata kak Eka, berada di candi aura nya bagus banget.
      Kita merasa seolah ikut dibawa ke masa ribuan tahun silam.

      Hapus
  44. Candi yang pernah saya kunjungi cuma candi borobudur aja sih, huhu. Jadi pingin ke candi ngawen ini loh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cup cup cup ...
      Jangan nangis ya, kak ☺

      Ntar kapan kak Anisa ke sekitaran candi Borobudur, mampirlah ke lokasi ini.
      Lokasi candi Ngawen ini bisa ditempuh juga melalui jalan pintas alternatif di dekat candi Mendut - candi Borobudur.

      Melewati persawahan dan perkampungan desa yang adem ☺

      Hapus
  45. Dulu waktu masih kecil sering diajak orang tua mengunjungi candi². Tapi Candi Ngawen ini kayaknya belum pernah saya kunjungi, deh. Hmm ... kapan² keliling Jateng-Jogja untuk mengunjungi candi, asik juga kali ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siiip,kak ☺
      Kapan sewaktu travelling ke Jateng - Yogya mampir ke candi eksotik ini, kak.

      Selain lokasinya asik buat foto-foto, kita juga sambil belajar sejarah ☺

      Hapus
  46. Baru tahu kalo ada candi Ngawen,,dulu sempatnya cuma berkunjung ke Borobudur dan Prambanan. Semoga suatu saat nanti bisa berwisata ke Pulau Jawa lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya,mas Sunardi ...
      Ikut kudoakan kelak mas dan keluarga kesampaian travelling ke candi ini.

      Lokasi ini sebenarnya ngga terlalu jauh dari candi Borobudur, tapi ditempuh melalui jalan pedesaan.

      Hapus
  47. Ruarr biasah mas Hino ini! Jalan2 panas terik masih tetep cool aja pas difoto hahaha.. AKu belum pernah berkunjung ke Candi Ngawen ini. Sejarahnya panjang juga ya. Serem tapi nih mesti bawa kendaraan pribadi minimal motor. Kalau ga, ga ada ojek, ga bisa pulang dong wkwkkwkw... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha 😅 ...
      Bisa aja nih,kak Nurul ...

      Bener,kaaak ... ruaaar biasa panas2annya .. sampe kulitku jadi gosong setelahnya ... hahaha 😂

      Kapan kalo kak Nurul akan kesini, dengan senang hati kuanterin.

      Hapus